Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Sabtu, 17 Maret 2012

Siswi SMP Diduga Dicabuli Kakak Kandung Temannya


Siswi SMP Diduga Dicabuli Kakak Kandung Temannya
google
Ilustrasi pencabulan


BANGKA - Melati (14) bukan nama sebenarnya seorang siswi salah satu SMP di wilayah Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka- Belitung (Babel) menjadi korban pencabulan.
Korban kini mengalami trauma atas kejadian dugaan tindak percobaan pencabulan yang dilakukan oleh seorang pemuda yang merupakan kakak kandung teman akrabnya.
Informasi yang dihimpun Bangkapos.com dari keluarga korban, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi Minggu (29/1/2012) dini sekitar pukul 03.00 WIB di pondok kebun sawit milik warga lingkungan Desa, Kace Mendo Barat, Bangka.
Kejadian itu baru diketahui pihak keluarga, kemudian secara bersama-sama mendatangi Kantor Polres Bangka Minggu (29/1/2012) sekitar pukul 15.15 WIB.
Sebelumnya,  paman korban pun sempat memberitahukan kejadian itu kepada Kapolsek Mendo Barat Iptu David Carli.
"Sampai sore ini keponakan saya masih dimintai keterangan bagian PPA Polres Bangka," ungkap Wawan, yang mengaku paman korban dengan singkat saat ditemui wartawan di Kantor Polres Bangka, Minggu (29/1/2012).

Minta Diantar, Mawar Malah Digerayangi di Jalan Sepi

Minta Diantar, Mawar Malah Digerayangi di Jalan Sepi
net
ilustrasi korban pelecehan


KARIMUN - Dugaan kasus cabul didapati di Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun. Mawar (20), bukan nama sebenarnya,  mendapat perlakuan percobaan pemerkosaan di sebuah jalan sepi, Selasa (6/12/2011) sekitar pukul 07:30 WIB oleh pelaku Suhaidi alias Gonjeng (20).
Meski Gonjeng telah minta maaf dan mengaku khilaf di tempat kejadian perkara (TKP) pada saat itu juga tapi Mawar tak terima dan melaporkan peristiwa mengejutkan itu ke Polsek Buru beberapa jam kemudian.
"Benar ada kasus dugaan percobaan perkosaan di wilayah hukum kami dan syukur alhamdulillah, pelaku bernama Suhaidi alias Gonjeng sudah dapat kami amankan. Saat ini tengah menyelesaikan tahap pemberkasan," ujar Kapolsek Buru, Iptu Bobferizal, Kamis (8/12/2011) siang.
Diceritakan Bob, kasus itu berawal saat korban Mawar, warga Kelurahan Lubuk Puding tengah berkendara Selasa pagi itu, hendak pergi ke rumah neneknya.
Di tengah jalan korban bertemu dengan pelaku Gonjeng dan minta tolong untuk menumpang ke depan kantor Camat Buru. Karena kenal, korban bersedia mengantar pelaku ke tempat tujuan dan menyuruh pelaku yang mengendarai sepeda motornya.
Tiba-tiba di tengah jalan pelaku berbelok arah ke ke tempat jalan sepi. Korban pun curiga dan melompat turun ke jalan dari sepeda motor. Pelaku berhenti dan mendatangi korban.

Juara Karate Internasional Mencabuli Gadis 13 Tahun


Juara Karate Internasional Mencabuli Gadis 13 Tahun
google
LONDON - Juara kejuaraan Karate internasional asal Inggris, Liam O Grady dinilai bersalah oleh juri Pengadilan Inggris atas kasus pelecehan seksual.
Seperti dikutip dari Dailymail, dan Yorkpress, Selasa (27/12/2011), Liam, yang merupakan pemegang medali emas kejuaraan karate dunia dan Eropa itu, diseret ke pengadilan atas empat kasus pemerkosaan, dan pelecehan di bawah umur. Salah satu korban aksi cabulnya adalah gadis berusia 13 tahun.
Menurut juri persidangan, Liam melakukan perbuatan bejatnya tersebut di beberapa lokasi, yaitu di dalam mobil pribadinya, toilet pria, dan di kediaman pribadi korbannya. Selain itu, dalam persidangan juga ditemukan, Liam mengirimkan kurang lebih lima ribu pesan singkat, selama delapan bulan menjalin hubungan ilegal dengan korbannya, gadis berusia 13 tahun tersebut.
Salah satu pesan singkat tersebut dimaksudkan untuk meyakinkan hubungan di antara Liam dengan korbannya legal. "Hubungan ini ilegal di mata hukum, atau ibumu," bunyi pesan singkat yang dikirimkan Liam kepada korbannya seperti diungkapkan oleh Jaksa Penuntut, Christine Egerton.
Selain itu, ia juga mengirimkan pesan singkat yang bermuatan seksual, dan sempat juga menyatakan akan meninggalkan istrinya, Lisa O'Grady, untuk menjalin hubungan dengan korban. "Dia (istri) cemburu dengan kamu (korban), kamu lebih seksi, lebih bugar dan lebih indah daripada dia," bunyi salah satu pesan singkat Liam, lainnya.
Setelah putusan ini, Liam akan menghabiskan akhir tahunnya di dalam penjara. Dalam putusan itu, Majelis Hakim Pengadilan Kota York, menolak membebaskannya dengan uang jaminan.

Melati yang Menjemput Gope Justru Disetubuhi


Melati yang Menjemput Gope Justru Disetubuhi
net
ilustrasi
MANADO - ST alias Gope (20), Warga Kelurahan Ranotana, Kecamatan Wanea, Kota Manado, tersangka kasus tindak pidana cabul, hanya pasrah ketika diinterogasi penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polresta Manado.
Namun ia tetap membantah sangkaan melakukan persetubuhan dengan korban, sebut saja Melati. Melati pun ikut membantah jika dirinya bersetubuh dengan tersangka.
Menurut Melati, tidak terjadi apa-apa antara keduanya, "Torang nda bekeng apa-apa," kata Melati kepada Ayahnya yang tampak sangat marah.
Setelah diinterogasi secara mendalam, tersangka akhirnya mengakui bahwa ia mencumbu korban namun tak sampai melakukan hubungan layaknya suami istri. Hal itu menurutnya dilakukan atas dasar suka sama suka dan tanpa paksaan.
Ibu korban, yang menjadi pelapor pada kasus tersebut, juga terlihat sangat marah. Luapan emosinya tampak ketika anaknya selalu membantah dan tak mau akui melakukan hubungan persetubuhan dengan tersangka. Padahal, berdasarkan hasil visum, terbukti korban tidak perawan lagi dan sudah pernah melakukan hubungan layaknya suami istri. Penuturan korban ke orangtuanya bahwa hal itu dilakukannya dengan laki-laki lain dan bukan tersangka.
Ayah korban yang tersulut emosi nyaris masuk ruang pemeriksaan untuk menghakimi tersangka. Beruntung seorang kerabatnya berhasil menenangkannya.
Ketika diwawancarai, tersangka mengaku bahwa pada Kamis (5/1/2012), ia hanya dijemput oleh korban dan diajak menuju Tareran, kampung halaman orangtua korban. Namun dalam perjalanan mereka mampir dan menginap di rumah keluarga tersangka di Lelema, karena saat itu sudah larut malam.
Kapolresta Manado ketika dikonfirmasi melalui Kasubag Humas AKP Desy Hamang, mengakui ada laporan tersebut. "Laporannya sementara diproses di unit PPA dan tersangkanya akan ditahan," ujar Hamang.

Ayah Cabuli Anak Tiri Diringkus Polisi




Ayah Cabuli Anak Tiri Diringkus Polisi
Tribunnews
ilustrasi


BANGKA - Malang nasib Mawar (17), bukan nama sebenarnya. Siswi sebuah sekolah lanjutan atas ini menjadi pelampiasan seks ayah tirinya bernama Pamot (39), warga Desa Rukam, Kecamatan Mendo Barat, Bangka.
Perbuatan Pamot ini ternyata sudah berlangsung sejak Mawar duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Karena tak sanggup lagi menjadi korban orangtua tirinya, Mawar yang selama ini diam akhirnya memilih melaporkan perbuatan Pamot ke ibunya.
Kejadian ini kemudian di laporkan ke Polsek Mendo Barat. Tak berselang lama, pelaku pun ditangkap, Minggu (29/1/2012).
Kapolres Bangka AKBP Pipit Rismanto melalui Kapolsek Mendo Barat saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Senin (30/1/2012) melalui telepon membenarkan kasus yang menimpa Mawar.
Pihak kepolisian bertindak setelah mendapat laporan dari keluarga korban. "Kasus tersebut saat ini sedang dilakukan penyelidikan," kata Kapolres.
Laporan pihak keluarga ke polisi menyebutkan, Mawar ditiduri oleh ayah tirinya tersebut, sejak ia masih duduk di bangku SD. Terakhir pada awal bulan Januari 2012.

Siswi SMP Dicabuli Pacar Hingga Berdarah


Siswi SMP Dicabuli Pacar Hingga Berdarah
google
ilustrasi


SURABAYA - Ajeng bukan nama sebenarnya siswi SMP di Kota Surabaya,Jawa Timur menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh
Angga Aditya (18), Kuli bangunan yang tinggal di Kalijudan I dan SG (15), pacar korban yang juga adalah seorang pelajar SMK Negeri yang tinggal di Mojo Klangu Lor.
Akibat pencabulan itu alat vital Ajeng menjadi  berdarah.
Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo, AKP Budi Waluyo,menjelaskan terungkapnya kasus pencabulan itu saat orang tua Ajeng melapor ke polisi.
Pencabulan yang dilakukan Angga dan SG terjadi di Babatan Pantai, Senin (30/1/2012) siang.
Saat itu, Ajeng digerayangi hingga alat vitalnya berdarah dan terluka.
"Setelah digerayangi korban yang saat itu tak sadarkan diri dihantar pulang. Tetapi ditengah perjalanan mereka terjatuh dari sepeda motor, kemudian korban dilarikan ke rumah sakit karena lukanya cukup parah," kata Budi di kantornya, Rabu (1/2/2012).
Saat dirumah sakit inilah ulah Angga dan SG terbongkar. Saat itu orang tua Ajeng curiga dengan kondisi anaknya yang sempoyongan dan ditemukan bercak-bercak darah di sekitar alat vital korban.
Awalnya Ajeng malu mengakui perbuatan ini, namun setelah didesak akhirnya ia pun menjelaskan kejadian yang dialaminya itu.
Menurut Ajeng saat itu dia diajak pacarnya, SG untuk berduaan di Jl Babatan Pantai. Ternyata setelah ajakan itu dituruti, Ajeng diminta untuk meminum miras hingga dua botol bersama SG dan Angga. Karena tak biasa meminum minuman keras Ajeng pun mabuk. Seusai itu Ajeng meminta dihantar pulang. Namun sebelum itu ia digerayangi oleh kedua oknum.
Menurut SG, jarinya sempat dimasukan ke alat vital korban beberapa kali. Tak hanya itu, tangannya juga menggerayangi payudara pacarnya itu beberapa saat. Hal serupa juga dilakukan Angga, kuli bangunan yang masih bujang juga tak mau ketinggalan.
"Saya sebenarnya marah sama Angga tapi gak papa-lah, Dia (angga) kan teman saya," ujar SG enteng.
Kapolsek Mulyorejo Kompol Hariyono mengatakan Polsek Mulyorejo dalam sebulan ini kali menangani dua kasus pencabulan di bawah umur.
Menurutnya, penyebab kasus pencabulan ini berbeda-beda, paling banyak pelaku karena dipengaruhi tontonan video porno.

Oknum Polisi Cabuli Pelajar Baru Tamat


KARIMUN - Pa (15), hanya bisa terdiam dan tertunduk malu di ruang Sentra Pelayanan Khusus (SPK) Mapolres Karimun, Senin (6/6/2011).
Remaja yang baru saja menamatkan pendidikan Sekolah Dasar (SD) Negeri di Pulau Burung, Guntung setahun lalu itu ditemani tiga kerabatnya melapor terkait aib yang dideritanya.
Berdasarkan keterangan Husindri (37), pamannya kepada Tribunnewsbatam.com, Pa dicabuli Fherni Anggie Kritin, seorang anggota Polda Riau berpangkat Brigadir Dua (Bripda) sekitar Januari 2010 lalu.
Kejadian itu berlangsung saat oknum polisi itu bertugas di Kepolisian Perairan (Polair) Polda Riau di Tanjungbatu, Kecamatan Kundur, Karimun.
Remaja berwajah imut itu dikatakan Husrindri dicabuli sebanyak 2 kali saat diajak sang polisi ke kosnya di Batu III, Tanjungbatu.
Kejadian tersebut sebenarnya sudah pernah dilaporkan ke bagian Provost Polair tersebut dengan kesepakatan Fhernie bersedia menikahi Pa.
Kesepakatan itu tertuang dalam surat perjanjian yang ditandatangani pelaku sekitar 4 Januari 2010.
"Namun hingga kini janji itu tak pernah terealisasi. Yang bikin kami kesal, dia pindah ke Polda Riau pun kami tak dikabarin hingga sekarang tak bisa ditagih lagi," ujar Husindri kesal.
Sebenarnya, kata Husindri, kasus ini juga telah dilaporkan ke Mapolda Riau, namun tak ada perubahan.
"Semoga saja, di Mapolres Karimun ini semuanya bisa jelas. Yang paling penting sekarang, bagaimana nasib ponakan kami ini. Jangan main habis manis sepah dibuang saja," katanya penuh harap.
Diceritakan Husindri, pertemuan Fherni dengan Pa terjadi sekitar 1 tahun lalu. Saat itu, keponakannya mengisi liburan Ujian Nasional (UN) sekolahnya di Tanjungbatu.
"Umurnya memang sudah remaja tapi masih bawah umur. Dan saat itu dia (Pa) juga masih berstatus murid SD di Pulau Burung, Guntung yang tengah liburan di Tanjungbatu," terang Husindri.
Keluarga sendiri awalnya tak curiga. Itu dikarenakan Fherni sering main ke tempatnya dan sudah dianggap seperti keluarga sendiri.
Bahkan saat Fherni mengajak jalan-jalan Pa, anggota keluarga lainnya tak menaruh curiga.
"Sempat Fherni jemput Pa malam-malam tanpa sepengetahuan kami. Saat kami tahu dia (Fherni) yang bawa, kami tak curiga. Kami kira Fherni sudah anggap Pa sebagai adiknya sendiri. Tapi tak tahunya digitukan," kata Husindri kecut.
Pihak keluarga juga pernah melakukan visum terhadap Pa untuk kepentingan penyidikan di Provost Polair Polda Riau itu.
"Namun apa hasilnya kami tak pernah dikasih tahu. Cuman info yang kami dengar, ponakan kami sudah rusak," jelas Husindri.
Saking dekat dan percayanya, setelah kejadian itu, pihak keluarga bahkan masih mau meminjamkan uang sekitar Rp 1,9 juta untuk pembayaran kredit motor pelaku Rp 900 ribu dan beli perabot rumahnya sekitar Rp 1 juta.

Oknum Polisi Cabuli Gadis YPS Sebanyak 500 Kali


Oknum Polisi Cabuli Gadis YPS Sebanyak 500 Kali
int
iustrasi


MEDAN - Bripka AD seorang oknum polisi yang bertugas di Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan, Sumatra Utara,diduga telah mengintimi YPS (19) sebanyak 500 kali.
"Kalau dihitung sejak kami pacaran, mungkin sudah 500 Kali kami berhubungan seks,"kata YPS saat ditemui di Mapolda Medan,Kamis (2/2/2012).
YPS yang datang melaporkan kejadian itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolda Sumut, Kamis (2/2/2012) sekitar pukul 16.00 WIB.
YPS, remaja berkulit putih dan bertubuh montok itu melaporkan Bripka AD didampingi oleh seseorang yang disebutnya bunda, bernama Linda Waty (45) warga Jalan Klambir V, Gang Keluarga No 11, Kelurahan Lalang.
Ditemui www.tribun-medan.com usai melaporkan oknum polisi nakal tersebut, YPS menceritakan asmara terlarang antara keduanya sudah berlangsung lama tanpa diketahui orangtuanya.
"Kami sudah lama berhubungan sejak Mei 2011 hingga 30 Januari 2012. Terakhir tanggal 30 Januari lalu, dia (Bripka AD) membawa kabur sepeda motor saya," kata YPS dengan lugunya.
YPS mengatakan, dirinya pertama sekali dicabuli di Hotel Lonari, Padang Bulan, Medan. Saat itu YPS terbawa bujuk rayu Bripka AD untuk melakukan hubungan intim.
Menurut YPS juga upaya membobol 'gawangnya' dilakukan secara paksa oleh Bripka AD dengan sedikit kekerasan.
"Janjinya mau menikahi saya. Maka akhirnya saya mau aja," kata YPS yang mengaku diri sudah tidak perawan lagi saat disetubuhi Bripka AD.
"Orangtua saya tidak ada yang setuju dengan hubungan kami. Jadi saya dibawanya tinggal dengannya dikos-kosan Jalan Gatot Subroto. Kami menyewa kamar, itu juga selalu berpindah-pindah bila sudah diketahui oleh pihak keluarga saya," kata YPS lagi.
Masih menurut YPS, Bripka AD kerap memaksa untuk melakukan hubungan intim, bahkan saat YP sedang menstruasi, AD yang diketahuinya sudah memiliki isteri dan tiga anak itu, tetap tidak peduli dan memaksakan untuk memuaskan nafsu birahinya terhadap tubuh montok YPS.
"Kalau dihitung sejak kami pacaran, mungkin sudah 500 Kali kami berhubungan seks," ujarnya dengan polos saat ditanya berapa kali sudah melakukan hubungan intim.
YPS juga mengatakan, Bripka AD juga kerap mengancam dengan senjata tajam dan senjata api miliknya bila ia menolak untuk melakukan hubungan intim.
"Saya juga pernah diancam akan ditembak bila tidak mau melakukan hubungan intim dengannya. Kami melakukan hubungan di berbagai tempat, paling sering dikos-kosan di Jalan Gatot Subroto. Bahkan, usai melakukan hubungan badan, beberapa saat kemudian dia (Bripka AD) juga masih meminta untuk melakukan hubungan intim lagi," ujarnya menyebut kedua orangtuanya berada di Malaysia.
YPS mengaku sebagai peranakan Malaysia dan Taiwan. YPS menyebut Bripka AD bertugas di Satuan Narkoba Unit II Polresta Medan.
Laporan kasus pencabulan dirinya tertuang dalam bukti laporan polisi dengan nomor TBL/III/II/2012/SPKT.
Sementara Kasat Reserse Narkoba Polresta Medan Kompol Juli Agung belum bisa memastikan apakah memang Bripka AD, anggotanya yang ia kenal yang dilaporkan YPS tersebut.
"Iya, memang ada nama anggota saya sama dengan nama itu, tapi apakah itu orang yang dilaporkan, saya kan nggak tahu," ujar Juli Agung via selularnya, Kamis malam.
Menurutnya, jika anggotanya bersalah  silahkan saja dilaporkan sesuai hukum yang berlaku.
"Ya silakan saja suka-suka orang itu lah melapor. Kan nggak ada urusan ini ke saya," ujarnya mengakhiri sambungan telpon www.tribun-medan.com.

Setelah Digaulli 15 Kali, Pacar Dilaporkan ke Polisi


Setelah Digaulli 15 Kali, Pacar Dilaporkan ke Polisi
IST
Ilustrasi


MEDAN - Seorang mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan, Sumatera Utara Viktor Marolop Siregar (23), yang diduga melakukan pencabulan terhadap IPP (20), Kamis (7/7/2011), diciduk aparat Polresta Medan.
Tersangka yang berdomisili di Jalan Beringin Sakti, Medan Helvetia, ditangkap di kawasan Jalan Gaperta, atas laporan pengaduan korban.
Disebutkan, korban menjalin hubungan asmara dengan tersangka, dan sudah digauli sebanyak 15 kali dalam kurun waktu Februari hingga April 2011.
"Salahsatu lokasi pencabulan itu dilakukan di kawasan Gagak Hitam, Medan Sunggal," kata Kanit VC Polresta Medan AKP Hartono.

Ibu ini Menyuruh Anaknya Menikah dengan Suaminya

Ibu ini Menyuruh Anaknya Menikah dengan Suaminya
net
ilustrasi


PALEMBANG - Pelajar berinisial T (15), warga Jl Ki Balqi, Lr Yakin IV Banten, Kelurahan 16 Ulu, Palembang, Sumatera Selatan mengaku disetubuhi oleh ayah tirinya, Muhammad Rasman (50), hingga hamil empat bulan.
Ironisnya, ibu kandung T, Nurlela (36), hanya diam saja. Ia malah menyarankan agar suaminya menikahi pelajar tersebut dan menceraikan dirinya.
Nurlela yang bertemu dengan anaknya Polresta Palembang malah naik pitam.
"Itulah kau nih. Ngapo pulok melapor. Jadi malu kagek samo guru dan kawan-kawan kau," teriaknya kepada T yang duduk di sofa. Pelajar tersebut hanya diam saja dan menangis.
Saat diwawancarai wartawan, Nurlela berkilah kalau anaknya itu diperkosa.
"Dia itu melakukannya suka sama suka. Aku jugo dak tahu cakmano ceritanyo. Dio dak ngomong kalu ditodong pisau. Ngapo kau dak ngomong kalu diancam, jadi idak cak ini," ujarnya kembali kepada T yang semakin beruraian air mata.
Entah apa yang dipikirkan oleh Nurlela, ia pernah meminta agar suaminya menikahi T dan menceraikan dirinya.
"Aku sudah pernah ke rumah neneknya di Jalur Banyuasin, bilang kalau dia dihamili oleh laki aku dan disuruh dikawinke, tapi neneknya dak mau. Aku nih jugo bingung. Kalau dia melahirkan harus ado bapaknya. Kalau enggak ada kan berarti anak haram," jelasnya.

Pelajar SMP Digauli Sopir Angkot



Pelajar SMP Digauli Sopir Angkot
google


BALIKPAPAN - Melati seorang pelajar SMP di Kota Balikpapan, Kalimatan Timur, menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan sopir angkot, YM (26) Senin (19/12/2011).
Kronologis kejadian berawal ketika Melati yang memiliki sedikit keterbelakangan mental, berkenalan dengan Ym di kawasan Terminal Balikpapan Permai, tempat Ym biasa mangkal.
Ym yang merasa dapat angin segar membawa Melati jalan-jalan dengan angkotnya sambil menarik penumpang. Selanjutnya, Melati diajak ke sebuah hotel di bilangan Soekarno Hatta dan digauli di hotel tersebut.
 "Biasanya, si anak pulang sekolah dijemput oleh ibunya. Namun, hari itu kebetulan sang ibu tidak bisa jemput. Di tunggu-tunggu di rumah, si anak tak kunjung pulang. Dicari ke kelurga, tidak ada yang mengetahui," kata Kapolres Balikpapan AKPB Sabar Supriyono yang didampingi,Kasatreskrim AKP Belny Warlansyah dan Kanit PPA Ipda Rosna Meilani, Selasa (27/12/11).

Begini Cara Dokter RJ Mengaborsi Pasiennya


Begini Cara Dokter RJ Mengaborsi Pasiennya
net
Ilustrasi

CILACAP - Praktik aborsi yang dilakukan dokter spesialis kandungan di Cilacap, Jawa Tengah berhasil diungkap. Praktiknya tak sembunyi-sembunyi karena dilakukan di rumah di tepi Jalan Gatot Soebroto, Cilacap lengkap dengan plang dokternya.
Pemberitaan terkuaknya praktik aborsi oleh dokter berinisial RJ alias Jalal menyentak perhatian Reny (24), pekerja swasta di Purwokerto. Ia mendadak ingat kisah temannya, sebut saja Bunga yang menjadi pasien dokter tersebut.
"Teman saya Bunga menjadi pasien dokter itu. Dia datang untuk menggugurkan kandungannya pada 4 Februari 2012 lalu," kata Reny saat dihubungi Tribun Jogja, Jumat (16/3/2012) petang.
Reny mengisahkan, Bunga merupakan teman dekatnya. Bunga yang berusia 20 tahun terpaksa menggugurkan kandungannya karena hamil di luar nikah.
Lalu bagaimana cara dokter RJ mengaborsi? Reny menceritakan, informasi yang diperolehnya dari Bunga, setelah deal harga yang dipatok sebesar Rp 2 juta, Bunga kemudian masuk ke ruangan dan disuruh tiduran di tempat tidur. Dokter kemudian memasukkan obat berbentuk cair ke kemaluannya. Setelah 30 menit, Bunga kemudian disuntik bius.
Setelah dibius, dalam kondisi terlentang dan mengangkang, proses kuret itu dilakukan. Proses kuret yang dilakukan dokter dan dibantu suster itu berlangsung sekitar satu jam.
Setelah selesai kuret, Bunga kemudian diberi obat berupa kapsul, dua tablet warna kuning dan pink.
"Untuk aborsi Bunga habis Rp 2 juta karena usia kandungan kurang dari tiga bulan," katanya.
Selain membayar uang untuk biaya kuret, pasien seperti diceritakan Bunga kepada Reny, juga harus mengganti biaya obat Rp 200 ribu.
Saat Tribun meminta nomor kontak Bunga, Reny menyatakan sudah berusaha menghubunginya. Namun temannya itu tak mau diganggu. "Sekarang sudah bisa beraktivitas lagi," cerita Reny.
Praktik aborsi yang dilakukan dokter RJ terungkap setelah polisi menerima laporan dari masyarakat. Setelah melakukan pemeriksaan satu hari, Polres Cilacap pada Jumat (16/3/2012) siang menyatakan dokter RJ sebagai tersangka praktik aborsi.
"Ada lima tersangka, selain dokter RJ juga ada empat tersangka lainnya. Mereka adalah pasien dan tiga pengantarnya. Si Perawat yang membantu aborsi masih kita jadikan saksi," kata Kabag Humas Polres Cilacap, AKP Utik Siti K, Jumat.
Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti. Barang bukti yang didapat adalah perangkat medis yang digunakan untuk praktik aborsi. Pada Jumat siang, polisi juga menggledah rumah serta membongkar septitank yang diduga lokasi membuang janin.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Bambang Setyono mengatakan tersangka dokter RJ merupakan dokter senior di Cilacap dan sudah lama membuka praktik. Ia mengatakan pihaknya siap memberi sanksi bila mantan ayah tiri penyanyi Vicky Shu ini terbukti bersalah di pengadilan.

Ada Trauma Benda Tumpul di Kemaluan Mahasiswi Akbid


Ada Trauma Benda Tumpul di Kemaluan Mahasiswi Akbid
flickr.com
Ilustrasi. 

JAKARTA - Hasil visum seorang mahasiswi akademi kebidanan berinisial JM (18), yang menjadi korban pemerkosaan lima orang tak dikenal saat menunggu angkot B-01 di sekitar stasiun Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menunjukkan adanya trauma kekerasaan benda tumpul pada kemaluannya.
"Hasil visum terjadi trauma kekerasan benda tumpul di kemaluannya. Dari situ dapat kita simpulkan telah terjadi perkosaan," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, saat konferensi pers, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/1/2012).
Sebelum kejadi perkosaan yang dialami, korban sudah turun dari angkot C-01jurusan Ciledug-Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kemudian korban perkosaan yang juga sambil kuliah bekerja ini turun sekitar TKP.
"Dia akan melanjutkan perjalanan dengan naik angkot B-01."
Waktu menunggu itulah, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari hasil pemeriksaan lanjutan, korban sudah diikuti sekitar 5 orang di TKP. Kelima orang tersebut menurut korban, mengganggu, menggoda dan kemudian dia lari.
Namun, saat korban berlari, kelima orang yang tidak dikenal itu tetap mengikutinya. "Tapi larinya ke arah rel kereta api Kebayoran Lama. Nah disitu sambil berlari itu, dia dipukul oleh salah satu yang mengikutinya. Dia pingsan," demikian dikemukakan Kabid Humas.
Menurut keterangan korban, pagi-pagi dia terbangun sudah dalam keadaan susah payah. Dan keterangannya lagi, retsleting celananya terbuka, kemudian di atas perutnya ada cairan. "Ini yang diduga sperma," jelasnya.
"Kemudian dia siuman pada waktu berikutnya, dia melapor kepada temannya, saya telah diperkosa oleh menurutnya 5 orang. Hasil bincang-bincang dengan temannya kemudian diajak melapor ke Polres," ujarnya.
Dari hasil keterangan korban, tim reserse melakukan penelusuran dari keterangan yang diberikan. Anggota reserse Jakarta Selatan menyisir ke TKP.
Lebih lanjut ia mengakan kalau tempat dimana korban menunggu, JM bisa menunjukkan. "Tetapi dimana tempat dia dipukul lalu diperkosa dia masih meraba-raba," ujarnya.

Gadis Macege Diperkosa Pacar, Teman, dan Ayah Pacar


Gadis Macege Diperkosa Pacar, Teman, dan Ayah Pacar
Tribun Timur
Mawar saat diperiksa anggota kepolisian. 
WATAMPONE - Seorang gadis warga Jl HOS Cokrominoto, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menjadi korban pelampiasan nafsu bejat pacarnya sendiri. Naasnya, perempuan ini tidak hanya ditiduri oleh pacarnya, bahkan digilir oleh kawanan dan ayah pacarnya.
Sebut saja Mawar (14). Gadis yang hanya menikmati pendidikan hingga sekolah dasar ini, digilir oleh kawanan pria yang tidak bertanggung jawab. Usai diperkosa, Mawar ditinggalkan di rumah pelaku di Desa Belle, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone.

Diajak Nonton Sekaten Lalu Dua Siswi Ini Digauli


Diajak Nonton Sekaten Lalu Dua Siswi Ini Digauli
ilustrasi
 
SLEMAN -  Sungguh naas nasib dua pelajar SMP dan SMA di Yogyakarta, sebut saja Nanda (15) dan Rona (16). Dua gadis  warga Gedongtengen, Yogyakarta ini harus kehilangan keperawanan lantaran dicabuli kenalan baru mereka.
Hingga Sabtu (28/1/2012), Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sleman masih melakukan mendalami keterangan soal kasus yang dilaporkan ke Polres Jumat, (27/1/2012).
Kejadian itu bermula ketika Nanda pamit kepada neneknya main ke tempat Rona yang rumahnya tak berjauhan. Tapi ternyata Nanda diminta oleh Rona untuk menemani bertemu dengan seseorang yang baru dikenalnya lewat telepon.
Gayung pun bersambut, mereka berdua ketemu dengan seseorang yang mengaku bernama Eko di depan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Saat itu Eko ternyata tak sendiri, dia ditemani Supri. Akhirnya mereka saling berkenalan.
Sejurus kemudian, keempatnya jalan-jalan ke Pasar Sekaten di Alun-alun Utara Yogyakarta. Setelah puas, masing-masing berpisah, Nanda diajak Supri ke kontrakan di daerah Ngemplak, sementara Rona diajak Eko ke daerah Kaliurang.
Singkat cerita, Nanda tiba di kontrakan Supri, kemudian diajak berhubungan badan. Nanda menolak hingga tak sadarkan diri.
Pada Jumat (27/1/2012), Nanda terbangun dan sudah dalam kondisi telanjang, saat itu Supri tahu, Nanda sadar kemudian memaksa berhubungan badan lagi.
Ternyata, nasib sama juga dialami Rona. Saat diajak ke Kaliurang, Rona juga dipaksa melakukan hubungan badan.
Hanya saja, malam itu korban minta langsung diantar pulang, namun tidak sampai rumah. Rona malah diturunkan di pinggir jalan di seputaran Jalan Magelang Km 9 Sleman.
Kasus itu terungkap setelah, Nanda melaporkan kejadian itu ke neneknya soal kejadian yang menimpanya. Kemudian melapor ke polisi. “Proses visum sudah dilakukan, saat ini sedang menunggu hasil dari dokter,”kata Kasatreskrim Polres Sleman AKP Widi Saputra. (*)

Gadis Belia Melahirkan usai Ditiduri Ayah Tiri Puluhan Kali


Gadis Belia Melahirkan usai Ditiduri Ayah Tiri Puluhan Kali
kompas.com
ilustrasi


PALEMBANG - Tohar Soni alias Togar (48), warga Jalan Mayor Zen, Lr Sukamana Rt 12/RW 04, Kelurahan Sei Lais, Kecamatan Kalidoni ditangkap polisi.
Pria paruh baya ini dilaporkan Nia (20), anak tirinya karena Togar telah memperkosa adiknya, sebut saja Bunga (16) hingga melahirkan bayi perempuan.
Menurut keterangan kakak perempuan korban ketika berada di Polsek Kalidoni, korban diperkosa pelaku yang tidak lain bapak tiri korban hingga hamil dan melahirkan.
Bila tidak mau melayani nafsu bejat sang bapak tiri, korban diancam akan dibunuh.
"Hingga akhirnya korban melahirkan anak perempuan pada 22 Juni 2011 lalu. Korban terpaksa berhenti sekolah kelas 1 SMA lantaran perut korban mulai membuncit," kata Nia.
Sementara tersangka, yang ditangkap polisi di RSMH Palembang, Senin (18/7/2011) pukul 13.00 saat menemani anak kandungnya yang sakit, mengaku sudah berkali-kali melakukan perbuatan tersebut.
Kejadian pertama kali korban meminta uang kepada tersangka Rp 50 ribu. Lantaran nafsu melihat kemolekan tubuh korban tersangka berniat untuk mencicipi tubuh anak tirinya.
"Aku lakukan saat istri ke pasar di dalam kamar. Lebih dari 20 kali aku lakukan itu," ujar tersangka yang pengangguran ini.

Ayah Tiri Bejat, Gauli Pelajar Hingga Hamil 4 Bulan


Ayah Tiri Bejat, Gauli Pelajar Hingga Hamil 4 Bulan
ist
Ilustrasi


PALEMBANG - Pelajar berinisial T (15), warga Jl Ki Balqi, Lr Yakin IV Banten, Kelurahan 16 Ulu, Palembang, Sumatera Selatan mengaku disetubuhi oleh ayah tirinya, Muhammad Rasman (50), hingga hamil empat bulan.
T yang datang bersama bibinya, melaporkan kasus tersebut ke Polresta Palembang, Selasa (26/7/2011).
Tubuhnya yang kecil, nampak berisi dengan perut yang membuncit karena hamil empat bulan.
Ia menceritakan, bahwa ia telah diperkosa oleh bapak tirinya, Muhammad Rasman.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada akhir bulan Desember 2010 pukul 04.00 Wib.
Saat itu, ibunya, Nurlela, pergi ke Pasar Induk Jakabaring untuk berbelanja mengisi bahan kebutuhan pada warung kecil di depan rumahnya.
T yang terlelap tidur, disergap oleh M Rasman, pria pengangguran.
Pelajar ini mengaku, ia diperkosa di bawah ancaman akan disakiti dengan senjata tajam jenis pisau yang diarahkan ke pinggangnya.
"Awalnya aku melawan. Tapi diancam akan dibunuh," ujar pelajar berwajah manis ini usai memberikan keterangan kepada penyidik Unit Pidek Polresta Palembang, Selasa (26/7/2011) pukul 15.00 Wib.
Malam itu, kegadisan pelajar ini direnggut secara paksa oleh bapak tirinya.
Ternyata T sudah empat kali digauli M Rasman, pada waktu yang berbeda.
Usai mendapatkan laporan tersebut, anggota Unit Pidek Satuan Reskrim Polresta Palembang langsung mendatangi rumah pelaku yang juga pernah ditinggali oleh korban.
Sesampainya di rumah panggung berdinding papan tersebut, petugas tidak menemukan tersangka.
Nurlela yang ada di tempat tersebut, nampak terkejut dengan kedatangan polisi. Ia sepertinya tahu bahwa suaminya dicari oleh polisi.
"Dia itu melakukannya atas dasar suka sama suka dengan suami aku. Kalian dapat laporan darimana? Siapa yang melapor," teriaknya saat beberapa anggota Unit Pidek Polresta Palembang mendatangi kediamannya untuk menangkap pelaku.
Nurlela menangis bukan karena anaknya hamil disetubuhi oleh suaminya. Ia malah nampak membela suaminya tersebut yang sudah memberikan satu anak laki-laki berumur 11 tahun yang mengalami tuna wicara.
Akhirnya petugas membawa Nurlela yang merupakan istri keempat dari M Rasman, ke Polresta Palembang untuk dimintai keterangan.
"Laki aku sudah pergi ke Serang, Banten empat hari yang lalu," ujarnya kepada petugas.
Namun, petugas tidak percaya begitu saja dan mendatangi kediaman istri tua pelaku yang tinggal di Jl Banten. Tetapi, tersangka memang tidak ada.
Menurut keterangan tetangganya, M Rasman sudah pergi sejak pukul 05.00 Wib.

Bunga Diperkosa Ayah Tirinya di Bawah Pohon Durian


Bunga Diperkosa Ayah Tirinya di Bawah Pohon Durian
NET
Ilustrasi.
BABATTOMAN - MS, warga Kecamatan Babattoman Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, ditangkap jajaran Polres Muba.
Ia dilaporkan telah menyetubuhi anak tirinya, sebut saja Bunga (10), yang masih duduk di kelas IV SD.
Perbuatan asusila yang dilakukan MS terungkap setelah bibi korban melapor ke Mapolsek Babattoman, Minggu (4/12).
Bunga sudah dua kali disetubuhi ayah tirinya itu. Pertama di dekat pohon durian belakang rumah pada 20 November lalu dan enam hari kemudian di kamar tidurnya.
Untuk melancarkan aksinya, pelaku membujuk korban dengan iming-iming uang Rp 10 ribu.
Mendapat laporan ini, petugas kepolisian Babattoman langsung bertindak. Tersangka yang sedang santai di rumahnya ditangkap tanpa melakukan perlawanan.
"Pelaku sudah kita amankan dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami minta nama korban tidak dipublikasikan," kata Kasat Reskrim Polres Muba AKP Marully Pardede. (Eko Adiasaputro)

Ayah Tiri Garap Melati Saat Istri ke Luar Kota


Ayah Tiri Garap Melati Saat Istri ke Luar Kota
Tribun Timur
Korban perkosaan yang dilakukan ayah tiri 
WATAMPONE - Melati (16) seorang gadis di bawah umur warga Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, diperkosa pria separuh baya. Ironisnya, pria itu merupakan ayah tirinya sendiri.
Meski pemerkosaan terjadi  7 Januari 2012 silam, tindak pidana tersebut tak langsung diteruskan menjadi laporan kepolisian. lalu. Warga yang prihatin atas kasus itu mempercayakan kepada Kepala Desa Wollangi untuk segera menyelesaikan secara kekeluargaan. Pun, bekalangan warga tak melihat gelagat baik penyelesaian kasus tersebut. Warga kemudian berinisiatif melaporkan kasus tragis itu ke pihak kepolisian.
Dari keterangan korban, pelajar sebuah sekolah menengah kejuruan di Bone yang masih duduk di kelas satu ini mengaku diperkosa ayah tirinya, AJM (45). Aksi bejat pria yang merawat dirinya sejak kecil itu dilampiaskan saat ibunya sedang berada di luar kota untuk menghadiri acara keluarga.

Gadis Pelajar SMA Jadi Pelampiasan Seks Ayah Tiri


Gadis Pelajar SMA Jadi Pelampiasan Seks Ayah Tiri
NET
Ilustrasi perkosaan


BANGKA - Malang nasib Mawar (17), bukan nama sebenarnya. Siswi sebuah sekolah lanjutan atas ini menjadi pelampiasan seks ayah tirinya bernama Pamot (39), warga Desa Rukam, Kecamatan Mendo Barat, Bangka.
Perbuatan Pamot ini ternyata sudah berlangsung sejak Mawar duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Karena tak sanggup lagi menjadi korban orangtua tirinya, Mawar yang selama ini mendiamkannya memilih untuk melapor perbuatan Pamot ke ibunya. Lalu dibawaq ke Polsek Mendo Barat. Pamotpun ditangkap. Minggu (29/1/2012).
Kapolres Bangka,  AKBP Pipit Rismanto melalui Kapolsek Mendo Barat saat dikonfirmasi Bangkapos.com,  Senin  (30/1/2012) pagi melalui ponselnya membenarkan  kasus yang menimpa Mawar.
Pihak kepolisian bertindak setelah mendapat laporan dari  keluarga korban,"Kasus tersebut saat ini sedang dilakukan penyelidikan,"
Laporan pihak keluarga ke polisi menyebutkan, Mawar ditiduri oleh ayah tirinya tersebut,  sejak ia masih duduk di bangku SD. Terakhir pada awal bulan Januari 2012.