Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Jumat, 25 Mei 2012

Cewek Eks Lokalisasi Disewakan Rp 300 Ribu


Cewek Eks Lokalisasi Disewakan Rp 300 Ribu
Net
Ilustrasi

PALEMBANG - Sejak ditutup Gubernur Rosihan Arsyad tahun 2000 lalu, eks lokalisasi Teratai Putih atau Kampung Baru tetap beroperasi. Germo di Kampung Baru bahkan mengembangkan bisnis sistem paket sewa wanita pekerja seks komersial.
Artinya layanan pelanggan tak hanya diberikan di kafe-kafe terselubung di kawasan permukiman penduduk, tetapi para PSK bisa dibawa pergi untuk jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan. Tarif sewa dibanderol Rp 300 ribu per hari.
Bisnis baru pengelola kafe di Kampung Baru ini terungkap setelah petugas Polsek Ilir Timur I mengamankan Amirudin (40) dan Dede (26) di kamar lantai dua Penginapan A di RT 31 RW 08 Kelurahan 20 Ilir IT I, Selasa (8/5/2012) sekitar pukul 16.00.
Amiruddin mengatakan, Dede adalah cewek yang dia sewa selama satu minggu dari eks lokalisasi Kampung Baru. Biaya untuk mendapatkan servis Dede sebesar Rp 300 ribu. Dede membenarkan perkataan Amirudin. “Saya disewa selama seminggu, tapi saya tidak ikut pakai sabu-sabu, cuma melayani dia,” ujar Dede.
Polisi menduga sebelum berhubungan intim dengan Dede, Amirudin sempat mengonsumsi narkoba karena di kamar ditemukan dua paket sabu-sabu dan enam butir ineks. Amirudin mengakui narkoba itu miliknya dibeli dari bandar bernama Edi.
“Satu paket sabu-sabu yang saya beli Rp 150 ribu dan Rp 400 ribu. Semuanya saya beli dari Edi,” ujar Amiruddin, warga Jl Angkatan 66 RT 1 RW 1 Kelurahan Pipareja Kemuning.
Selain untuk konsumsi sendiri, Amirudin mengaku akan menjual sabu-sabu dan ineks tersebut. Dia digelandang ke Mapolsekta IT 1 Palembang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Razia ini kami lakukan karena adanya laporan masyarakat sekitar terkait tindakan mesum di penginapan tersebut. Begitu kami datangi, ternyata laporan tersebut benar,” ujar Kapolsekta IT I Palembang, Kompol Dedi Adrianto.
Dalam razia itu, petugas juga mengamankan enam pasangan lain karena tidak mempunyai surat keterangan nikah. Di antara mereka ada yang sedang pacaran dan menjalin hubungan gelap.

SN Setubuhi Anaknya Sejak Usia 14 Tahun


SN Setubuhi Anaknya Sejak Usia 14 Tahun
kompas.com
SN saat disidang

BANDARLAMPUNG - SN (41), warga Kabupaten Lampung Selatan, tega menyetubuhi anak kandungnya berkali-kali, hingga korban akhirnya hamil.
Kini SN dipenjara 15 tahun akibat perbuatan bejatnya tersebut. SN divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandar Lampung, Rabu (9/5/2012).
Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Daniel Elisa Simanjuntak, serta anggota Afit Rufiadi dan Intan Panji N.
Dalam persidangan terungkap SN pertama kali menyetubuhi anaknya, Tr  yang kini berusia 17 tahun pada 2009 di Pagaralam, Sumsel, ketika Tr berumur 14 tahun.  Saat itu Tr diancam dibunuh dan dipukuli jika tidak mau melayani.
Perbuatan itu dilakukan ketika isterinya tengah bekerja di luar kota sebagai pembantu rumah tangga. Akibat perbuatan itu, Tr hamil dan sempat melahirkan anak. Namun, bayi ini kemudian meninggal dalam usia 1 tahun 2 bulan, karena gizi buruk.
Pebruatan lainnya dilakukan Oktober 2011 lalu. Lagi-lagi, kebiasaan bejat ini dilakukan ketika isterinya tengah bekerja di luar sebagai buruh. Tr kini mengandung dua bulan.

Kakek 60 Tahun Nyaris Perkosa Siswi SD

PALEMBANG - Dn (11), bocah kelas VI SD, nyaris diperkosa pria gaek yang merupakan tetangga. Lantaran tak terima perbuatan tetangganya, Ima (38) , ibu Dn, melapor ke SPKT Polresta Palembang, Kamis (10/5/2012).
Berdasarkan laporan Ima kepada petugas dengan nomor LP/BÂȘ1202/V/2012/SUMSEL/RESTA, Ima melaporkan Bs (60). Dn anaknya nyaris diperkosa di rumah terlapor Bs, di kawasan Kelurahan 1 Ulu Kecamatan Kertapati, Selasa (8/5/2012) pukul 15.30.
Bermula Dn bersama anak Bs, sedang asyik bermain di dalam rumah Bs. Ketika istri Bs pergi ke warung untuk belanja, Dn diajak Bs ke kamar dan langsung hendak diperkosa. Beruntung Dn berontak dan keluar kamar yang kemudian melapor ke orangtuanya. Padahal Bs sudah dianggap keluarga Dn sebagai orangtua Dn.
Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto, membenarkan telah menerima laporan dari pelapor. Kini kasus yang dilaporkan segera ditindak lanjuti ke petugas penyidik bagian Unit PPA (Perlinduangan Perempuan dan Anak).

Duh, Gadis Kecilku Dihamili Mahasiswa


Duh, Gadis Kecilku Dihamili Mahasiswa
net
ilustrasi
"Saat itu juga aku tanya sama anakku siapa yang menghamilinya. Dia bilang pelakunya adalah W yang sering mencuci baju di rumah kami,"
Ibu Korban Perkosaan

MEDAN — Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Medan menerima pengaduan korban pencabulan, Jen (12), warga Rawa Cangkok, Medan, yang diduga dilakukan oleh W (23), mahasiswa semester IV Fakultas Keguruan di universitas negeri setempat.
"Laporan dilakukan orangtua korban. Saya minta pihak keluarga proaktif menghadirkan saksi sehingga unit PPA bisa mengamankan pelaku," kata Kanit PPA Ajun Komisaris Ariani, Jumat (11/5/2012).
Korban mengakui dirinya dipaksa oleh pelaku pada awal April lalu sehingga kini korban hamil satu bulan. Korban sudah menganggap pelaku yang indekos di Jalan Gurilla, Medan, sebagai abang angkatnya. Maka, saat pelaku datang ke rumahnya dan mengajaknya jalan-jalan, dirinya menurut saja.
"Pagi itu sekitar pukul 08.00 WIB, setelah keluar dari rumah, dia mengajakku ke kosnya. Katanya ada mau kasih hadiah, sampai di kos dikasih aku air putih segelas, dan saat itu juga aku langsung tak sadar diri," kata korban. Korban menuturkan, kira-kira pukul 13.00 WIB, dirinya sadar dan sudah berada di tempat tidur. "Dia bilang aku pingsan dan enggak sadarkan diri," ujarnya.
Ibu korban, Sri, mengatakan, dirinya curiga anaknya hamil saat ia melihat ada perubahan fisik anaknya pada Sabtu (5/5/2012). Saat itu juga ia langsung membeli alat tes kehamilan dan hasilnya adalah positif. Masih kurang yakin, Sri kembali memeriksakan anaknya ke bidan dan hasilnya positif hamil.
"Saat itu juga aku tanya sama anakku siapa yang menghamilinya. Dia bilang pelakunya adalah W yang sering mencuci baju di rumah kami," katanya kesal.

Pemuda 29 Tahun Perkosa Nenek 56 Tahun


Pemuda 29 Tahun Perkosa Nenek 56 Tahun
flickr.com
ilustrasi 
"Dia yang pancing saya terus, selalu dia angkat pahanya tinggi tinggi, bohong itu kalau dia tuduh saya perkosa dia,"
Lu, tersangka

BONE - Seorang nenek berusia 56 tahun, SN mendatangi Markas Kepolisian Sektor Teneteriattang, Bone, Sulawesi Selatan, Selasa malam (15/5/2012). SN mengaku telah diperkosa oleh Lu (29), pemuda yang menyewa kamar kos di rumahnya di Jalan Peristiwa.
Di hadapan penyidik, SN mengaku sempat dua kali diperkosa, sebelum ia melawan saat pelaku mencoba untuk yang ketiga kali. Kejadian pertama pada Sabtu akhir pekan lalu, dan kedua pada hari Minggu lalu.
"Dia mengontrak di rumahku kamarnya pas di depan kamarku. Tadi malam sudah ketiga kalinya jadi saya melawan. Makanya dia pukul saya," ujar SN sambil memperlihatkan bibirnya yang bengkak yang diakuinya sebagai hasil pukulan pelaku.
Pelaku yang langsung dibekuk polisi mengaku hubungan antara dirinya dengan korban didasari suka sama suka. Bahkan, pertama kali, korban yang memancingnya, dan tak menolak saat pertama kali berhubungan badan.
"Dia yang pancing saya terus, selalu dia angkat pahanya tinggi tinggi, bohong itu kalau dia tuduh saya perkosa dia," ujar Lu di balik jeruji besi.
Kasus ini masih dalam penyilidikan aparat kepolisian. "Korban sudah kami visum, walaupun kelak terbukti bahwa kasus ini atas dasar suka sama suka, namun pelaku tetap kita proses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," ujar Iptu Muhammda Ridwan, Kasi Humas Polsek Taneteriattang.

Orangtua Bunga Tertipu, Anaknya Jadi Korban Trafficking

Orangtua Bunga Tertipu, Anaknya Jadi Korban Trafficking
net
ilustrasi korban trafficking



KATAPANG - Keluarga Bunga (17), bukan nama sebenarnya, warga Kampung Pasung, Desa Katapang, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, yang diduga menjadi korban perdagangan manusia (trafficking), mengaku tertipu oleh seorang perempuan bernama Ir (45), warga Kecamatan Ciwidey.
Pasalnya, semula Ir memberi tahu Ida (40), ibu kandung Bunga bahwa Bunga akan diberangkatkan ke Jakarta, bukan ke Libuk Linggau, Sumatra Selatan.
Ida pun mengaku diberi uang oleh Ir sebesar Rp 1,5 juta dalam bentuk pinjaman.
"Saya kaget baca koran, kenapa saya dituduh menjual anak. Padahal, Ir ngasih tahu saya bahwa Bunga akan bekerja di Jakarta, bukan di Sumatra," ujar Ida di kediamannya di Kampung Muara Ciwidey, Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Senin (21/5).
"Buat ganti ongkos, saya dikasih pinjaman sebesar Rp 1,5 juta dari Ir. Kalau ternyata sekarang Bunga berada di Libuk Linggau, ya saya tertipu," kata ibu korban.
Menurut Ida, setelah ada pemberitaan di media, Ir menelepon dirinya dan menyebutkan Bunga bisa kembali pulang. "Ir nelepon saya agar mengembalikan uang sebesar Rp 1,5 juta. Saya kebingungan dari mana dapat uang itu," ujar Ida.
Ida mengaku, ia kenal dengan Ir karena dikenalkan oleh tetangganya. Setelah itu, Ir menawari Bunga melalui Ida untuk bekerja di Jakarta dengan dipinjami uang sebesar Rp 1,5 juta.
Ketika memberangkatkan, Ir meyakinkan Ida bahwa Bunga akan baik-baik saja selama bekerja di Jakarta. Saat Bunga berangkat, kata Ida, ia memberikan bekal buat anaknya itu Rp 100 ribu.
Saat itu Bunga hanya membawa cadangan pakaian satu setel. "Sebelumnya, saya enggak kenal sama Ir. Tempo hari tetangga saya mengenalkan saya ke Ir. Dari sana, Ir mulai menawari saya kerjaan buat Bunga dengan uang pinjaman dari Ir sebesar Rp 1,5 juta. Ir juga meyakinkan saya bahwa Bunga benar- benar kerja di Jakarta di tempat yang aman," kata Ida.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Bunga diduga menjadi korban perdagangan manusia dan menjadi wanita penghibur di sebuah karaoke di Lubuk Linggau.
Septiadi (20), suami Bunga, menuding Ida, mertuanya, telah menjual istrinya itu. Ihwal dugaan kasus perdagangan manusia ini, Kasubbid Pemberdayaan Perempuan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Bandung, Enas Suhaerah, mengaku, sebelumnya juga sempat menangani 4 kasus perdagangan manusia di Katapang.
Ia pun mensinyalir, pelaku perekrutan ini masih orang yang sama. "Keempat orang itu berhasil dipulangkan. Dan kemungkinan, pelaku ini masih orang yang sama," ujar Enas, sembari mengatakan, Kabupaten Bandung menempati peringkat ketujuh dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat dalam kasus perdagangan manusia.
Menurut Enas, pihaknya cukup sering menangani kasus perdagangan manusia di wilayah Kabupaten Bandung bagian timur, seperti Cicalengka, Majalaya, Paseh, dan Ciparay. "Terakhir, pengungkapan korban trafficking di Ciparay," ujarnya.
Pemulangan korban, menurut Enas, dilakukan setelah pengumpulan data, pengecekan ke lapangan, hingga akhirnya penjemputan. Semuanya dilakukan melalui koordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat serta melibatkan pihak kepolisian.
Ditemui di Soreang, Bupati Bandung Dadang M Naser mengimbau kepada aparat di daerah mulai RT hingga kecamatan untuk waspada terhadap perekrutan calon korban trafficking.
"Kepada guru-guru juga, tolong beri tahu siswa yang akan lulus bahaya trafficking ini. Beri tahu anak didiknya supaya tidak tergiur dengan tawaran pekerjaan yang tidak jelas. Buat yang sudah lulus SMA dan warga yang hendak bekerja ke luar kota tapi masih bingung dan khawatir, saya harap berkonsultasilah dengan pemerintah."

Kamis, 24 Mei 2012

Roy Suryo Rekomendasi Tiga Nama Ahli Telematika ke BK


Roy Suryo Rekomendasi Tiga Nama Ahli Telematika ke BK
indonesiaraya.com
Foto syur angota DPR beredar

JAKARTA - Anggota Fraksi Partai Demokrat, Roy Suryo, merekomendasikan tiga nama ahli telematika ke Badan Kehormatan (BK) DPR, Selasa (24/4/2012), untuk membantu penelusuran foto dan video porno yang diduga melibat dua anggota DPR.
Roy mengaku dirinya tak ingin terlibat langsung dengan penelusuran BK itu karena khawatir konflik kepentingan politik. Sebab, kedua anggota DPR yang diduga berperan di foto dan video itu berasal dari PDI Perjuangan.
"Karena saya sekarang termasuk anggota DPR, untuk menghindari confuse atau konflik kepentingan atau politisasi di luar kasus ini. Dengan saya berada di luar kasus itu untuk meneliti, maka masyarakat bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas, karena nanti bisa saja (dianggap) dimanfaatkan untuk politisasi," kata Roy seusai menghadap perwakilan BK di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/4/2012).
Roy enggan menyebutkan tiga nama ahli telematika yang ia rekomendasikan kepada BK.
Meski begitu, Roy mengatakan siap membantu tugas para ahli telematikan tersebut dalam mengungkap kasus ini.
"Saya sudah merekomenndasi tiga ahli telematika itu kepada BK. Biar BK yang menunjuk sendiri. Dan saya siap membantu ahli telematikan tersebut untuk memberikan telaah yang independen, tidak memihak, dan jelas. Yang penting, (diharapkan) masyarakat bisa tahu, (video) itu iya atau tidak," kata dia.
Sebelumnya, delapan foto syur yang merupakan potongan video beredar di jejaringan sosial media. Disebutkan di foto tersebut, pemeran perempuan adalah anggota Komisi IX DPR juga dari Fraksi PDI Perjuangan, yakni Ms KMN. Dan pemeran pria disebut-sebut sebagai Arya Bima. Namun, Arya Bima langsung membantah hal itu.

Gambar Video Porno Anggota DPR Diambil dari Atas Meja


Gambar Video Porno Anggota DPR Diambil dari Atas Meja
Roy Suryo, ahli telematika yang juga anggota DPR RI Partai Demokrat

JAKARTA - Anggota DPR dari Partai Demokrat, Roy Suryo, menyatakan pengambilan video porno yang diduga melibatkan dua anggota DPR dilakukan menggunakan telepon seluler pintar (smartphone) dari atas meja di sebuah ruangan.
"Tapi itu jelas diambil dengan menggunakan smartphone dan diletakkan di atas meja dengan alat pendukung agar bisa berdiri tegak, diambil di sebuah ruangan," kata Ro seusai menemui perwakilan Badan Kehormatan (BK) DPR, Jakarta, Selasa (24/4/2012).
Menurut Roy, kesimpulan itu baru sebatas analisa kasar dirinya terhadap delapan gambar hasil potongan video yang dimaksud. Karenanya, ia juga tidak bisa memastikan waktu dan tempat pengambilan gambar video porno tersebut adalah belum lama ini di sebuah ruangan apartemen bilangan Jalan MH Thamrin Jakarta.
"Saya belum bisa pastikan, saya tidak meneliti. Saya hanya mendorong BK. Yang jelas, itu diambil dengan smartphone, bisa BB (BlackBerry), bisa hp kamera yang di-roll, lalu di-capture menjadi delapan foto," ujarnya.
Namun, dari analisa sementaranya, Roy memastikan bahwa pengambilan gambar video itu dilakukan secara sengaja.
"Karena kalau tidak, enggak mungkin terekam sendiri. Jadi, jelas itu ada seseorang (yang merekam), mungkin di antara keduanya, siapapun dari keduanya yang meletakkan di atas meja. Makanya perlu ada klarifikasi (penelusuran) oleh BK," kata Roy.
Dengan alasan saat ini berkapasitas sebagai anggota DPR dari Partai Demokrat dan bukan warga biasa dengan keahlian telematikanya, Roy mengaku hanya merekomendasikan ke BK tentang langkah yang harus diambil dalam mengungkap kasus video porno tersebut. Ini dilakukan untuk menghindari konflik kepentingan politik yang bisa timbul di kemudian hari.
Karenanya, Roy tidak bersedia memastikan jika pemeran perempuan di video itu adalah Ms KMN dan pemeran pria adalah Mr AB. Di sisi lain, ia mengatakan sulit menyangkal jika pemeran perempuan di video itu adalah anggota DPR.
"Dari telaah, video itu sama dengan video yang dulu-dulu dibuat. Dulu saya yang memastikan video Yahya Zaini dan Max Moein. Tapi kali ini, saya tidak boleh memastikannya karena saya sekarang anggota DPR," ujarnya.

Karolin: Suami Minta Saya Bersabar


Karolin: Suami Minta Saya Bersabar
Tribun Pontianak/Melvinas
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Kalimantan Barat Karolin Margeret Natasha 
 
Ini teror bagi saya. Suami dan keluarga tetap mendukung, mereka sarankan untuk bersabar dan tabah.
Karolin Margaret Natasha

JAKARTA- Video seks layaknya suami istri yang diduga mirip Karolin Margaret Natasha, seorang perempuan anggota DPR RI kini beredar di dunia maya. Dalam video tersebut tampak wajah si perempuan, posisi di atas, sedangkan tubuh bagian kepala laki-laki tidak tampak.
Wartawan Tribun di Pontianak, Tribunnews.com Network, mencoba mewawancarai Karolin, putri Gubernur Kalimantan Barat saat ini. Menurut Karolin, dia tidak terlibat sama sekali dalam kasus ini. Wanita pemeran video mesum dengan laki-laki gempal, otot tangannya kekar, dan kulit badannya agak gelap, bukanlah dia.
Karolin, kelahiran Mempawah, Kalbar, 12 Maret 1982, mengaku mengikuti perkembangan pemberitaan mengenai video itu dari situs berita siber yang pertama mengunggah gambar-gambar potongan adegan video mesum tersebut.
Namun soal upaya hukum terkait beredarnya gambar-gambar yang dikaitkan dengannya, Karolin mengaku masih menunggu perkembangan lebih lanjut.
Tentang motif pelaku yang menyebar video mengaitkannya, Karolin yang berprofesi sebagai dokter tak menampik ada motif politik. Ini terutama terkait dengan upaya sang ayah, Cornelis selaku petahana atau incumbent untuk bersaing dalam pemilihan Gubernur Kalimantan Barat.
"Bisa jadi begitu. Ini teror bagi saya," tulis Karolin dalam wawancara via Blackberry Messenger.
Karolin putri dari Gubernur Kalimantan, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan hasil Pemilu 2009. Ia menempati posisi ke-3 teratas perolehan suara se-Indonesia setelah Edhi Baskoro Yudhoyono, dan Puan Maharani.
Ia menyatakan keluarga, termasuk suaminya, mengikuti perkembangan pemberitaan soal video tersebut. Namun mereka percaya bahwa dia bukanlah perempuan dalam video itu. Karolin mengaku tetah memiliki buah hati, laki-laki, bukan perempuan seperti disebar dalam dunia maya terkait video mesum ini.
Suami dan keluarga lainnya tetap mendukung Karolin untuk tabah menghadapi cobaan ini. "Mereka sarankan untuk bersabar dan tabah," kata Karolin.
Pihak keluarga, terutama ayah, menurut Karolin sudah lebih berpengalaman dalam dunia politik. Serangan musuh politik dianggap hal biasa. Begitu pula sorotan terhadap dirinya sekarang. "Mereka lebih lama di dunia politik. Sudah biasa dalam tekanan," ujarnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Arya Bima, telah membantah menjadi pemeran pria dalam foto dan video mesum dua anggota DPR yang beredar.
Ia mengaku tidak tahu-menahu tentang foto dan video porno tersebut. "Saya pastikan, saya tidak terkait," kata Arya, Selasa (24/4/2012).
Meski begitu, Arya tetap menyelidiki video tersebut. "Aku masih pantau," jelasnya.
Sebelumnya, delapan foto syur yang merupakan potongan video beredar di jaringan sosial media. Disebutkan di foto tersebut, pemeran perempuan adalah anggota Komisi IX DPR juga dari Fraksi PDI Perjuangan, yakni KMN. 

Polisi Analisa Gambar Video Porno Mirip Anggota DPR


Polisi Analisa Gambar Video Porno Mirip Anggota DPR
indonesiaraya.com
Foto syur angota DPR beredar

JAKARTA - Pihak kepolisian Polda Metro Jaya mengaku saat ini tengah menganalisa rekaman video asusila yang diduga diperankan mirip seorang anggota DPR RI.
"Kami masih menganalisa gambarnya, masih menganalisa tahap awal," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Kamis (26/4/2012) di Mapolda Metro Jaya.
Dikatakan Rikwanto, meski saat ini pihaknya belum menerima laporan dari pihak yang dirugikan maupun masyarakat umum dan belum ada sejumlah saksi yang diperiksa tetap kepolisian akan menyelidiki.
"Akan kami telusuri pelaku yang mengunduh video tidak bermoral tersebut. Termasuk siapa pelaku yang terlibat dalam adegan video hubungan intim itu," ungkap Rikwanto.
Rikwanto menambahkan, Jika terbukti terlibat peredaran video seksual, pelaku dijerat Pasal 4 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun, Pasal 282 tentang Kesusilaan dan Pasal 27 ayat (1), UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Dewan Kehormatan PDIP Panggil Terduga Pelaku Video Mesum



Dewan Kehormatan PDIP Panggil Terduga Pelaku Video Mesum
net
video syur anggota DPR

JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan DPP PDIP Sidarto menegaskan pihaknya mengusut tuntas soal isu dugaan anggota DPR dari Fraksi PDIP yang disebut mirip dengan pelaku dalam video syur.
"Kami minta klarifikasi ke yang bersangkutan," kata Sidarto ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Kamis (26/4/2012), malam.
Seperti apa hasil pemeriksaan terhadap kader bersangkutan, Sidarto enggan menyampaikan.
"Nanti hasilnya akan disampaikan," kata dia.
Ditanya kapan hasil pemeriksaan akan disampaikan ke publik, Sidarto menegaskan.
"Pokoknya dalam waktu tidak lama," ujarnya.
Apakah kader bersangkutan akan dikenakan sanksi? "Kita lihat saja nanti," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, video perempuan mirip anggota DPR RI dari Fraksi PDIP beradegan syur dengan seorang lelaki. Belum jelas siapa lelaki bersangkutan namun video ini membuat heboh.

BK DPR Kantongi Pelaku Video Porno Mirip Anggota DPR?


BK DPR Kantongi Pelaku Video Porno Mirip Anggota DPR?
indonesiaraya.com
Foto syur angota DPR beredar

JAKARTA - Badan Kehormatan (BK) DPR RI telah menerima rekomendasi tim ahli pakar telematika mengenai video seks mirip anggota DPR.
"Tim ahli telah meneliti dan kita sudah dapatkan hasilnya," kata Ketua BK M Prakosa, Selasa (1/5/2012).
Namun siapa orang yang berada di dalam video itu, Prakosa tidak mau menyebutkan.
"Sampai pada keputusan kita tidak bisa sampaikan hasilnya. Dengan kata lain prosesnya tidak boleh disampaikan ke publik," kata Prakosa.
Menurut dia itu sesuai dengan Tata Tertib di BK DPR. "Nanti pada saatnya akan kita sampaikan hasilnya," kata Prakosa.
Video seks mirip anggota DPR dari Fraksi PDIP, KMN, beredar di publik pekan lalu.
Dalam video itu si perempuan diduga lagi melakukan hubungan intim dengan sesorang lelaki dari politisi PDIP, AB. Namun AB telah membantah dirinya di video itu. Sejauh ini KMN juga membantah dia perempuan yang disebut di video seks itu.

Video Porno DPR Mirip Kasus Ariel


Video Porno DPR Mirip Kasus Ariel
google

JAKARTA - Pakar Digital Forensik, Ruby Alamsyah, mengatakan kasus video porno yang diduga melibatkan anggota DPR mirip dengan kasus video porno Ariel-Luna Maya. Dalam kasus video Ariel-Luna terbukti benar dan Ariel menjalani proses hukum.
"Video ini (anggota DPR) sama kasusnya dengan kasus Ariel-Luna," kata Rubi, Senin (21/5/2012).
Untuk mengungkap kasus video porno Ariel-Luna, Mabes Polri  meminta jasa Ruby. Dalam kasus dugaan video porno DPR ini, Ruby juga memberikan analisanya ke Polri.
Badan Kehormatan (BK) DPR juga dikabarkan meminta jasa Ruby mengindentifikasi dan menganalisa secara forensik kebenaran video porno itu. "Dengan BK DPR baru ngobrol saja tapi belum sampai analisisnya," kata dia.
Rencananya Ruby akan hadir di BK DPR besok siang untuk membeberkan soal video porno mirip anggota DPR ini.
"Besok saja penjelasannya," kata Ruby.
Menurut dia, untuk menginvestigasi kebenaran video porno anggota DPR maka pihaknya akan menggunakan teknik dan analisis yang sama ketika membuktikan kebenaran video porno Ariel-Luna.
"Dulu waktu video Ariel-Luna heboh meski sebagian masyarkat bilang wajah dan fisiknya mirip aslinya namun dari tinjauan forensik belum cukup," kata dia.
Dikatakan untuk sebuah kepastian hukum maka analisa digital forensik dibutuhkan sehingga bisa dibuktikan kebenaran ilmiah dan diterima dari aspek hukum.
"Dengan analisa ini maka akan diketahui siapa peng-upload pertama. Dapat dari mana videonya, siapa saja yang upload, editingnya siapa, dan apa maksud meng-upload video itu," kata Ruby.
Menurut dia, kalau mengidentifikasi pelaku video porno hanya membanding-bandingkan kemiripan wajah asli maka itu akan jadi preseden buruk.
"Kalau hanya membanding-bandingkan video dengan wajah asli itu jadi preseden buruk. Semua orang bisa," ujarnya.
Ruby mengatakan untuk mengetahui pelaku asli dalam video porno DPR maka butuh waktu sekitar 2-3 minggu.
"Waktu kasus Ariel-Luna seperti itu," pungkasnya.(Hasanuddin Aco)

Ruby dan Abimanyu Analisa Video Porno DPR ke BK

Ruby dan Abimanyu Analisa Video Porno DPR ke BK
Pakar digital forensik Ruby Alamsyah memaparkan hasil analisa video porno yang diduga anggota DPR ke hadapan pimpinan dan anggota Badan Kehormatan (BK) di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/5/2012).

JAKARTA - Pakar digital forensik Ruby Alamsyah dan pakar telematika Abimanyu 'Abah' Wachjoewidajat, memaparkan hasil analisa video porno yang diduga anggota DPR ke hadapan pimpinan dan anggota Badan Kehormatan (BK) di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/5/2012).

Ruby yang merupakan pakar digital forensi langganan Mabes Polri mendapat giliran pertama meemaparkan hasil analisa ke peserta rapat BK yang dipimpin ketua Muhamad Prakosa. Sementara, Abimanyu yang merupakan pakar telematika dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, mendapat giliran kedua. Akhirnya, ia pun menunggu di ruang tunggu BK.

"Mengenai keberadaan ahli ini adalah sifat pemeriksaan BK tertutup. Artinya tidak boleh disampaikan ke publik sampai nanti pada saatnya. Nanti ada pemapaparan dari ahlinya. Nanti kan kita tahu, tapi sebelumnya, seyogyanya tidak menyampaikan," kata Prakosa.

Menurut Prakosa, tugas kedua pakar tersebut adalah membantu untuk menentukan keaslian gambar video porno yang diduga melibatkan anggota DPR. "Kedua, siapa yang di situ? Apakah hanya mirip-mirip atau anggota dewan aktif," ujarnya.

Video Porno Anggota DPR Diduga Sudah Direkayasa

Video Porno Anggota DPR Diduga Sudah Direkayasa
Pakar digital forensik Ruby Alamsyah memaparkan hasil analisa video porno yang diduga anggota DPR ke hadapan pimpinan dan anggota Badan Kehormatan (BK) di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/5/2012).

JAKARTA - Badan Kehormatan (BK) DPR RI mendatangkan ahli digital forensik Ruby Alamsyah dan pakar telematika Abimanyu 'Abah' Wachjoewidajat, ke Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/5/2012).
Sedianya keduanya akan memaparkan hasil penelitian terhadap video porno yang diduga diperankan anggota DPR. Namun, hanya Ruby yang menyampaikan hasil analisa ke BK. Sebab, Abimanyu mengaku belum mendapat materi video porno yang akan diteliti dari BK.
Menurut Ruby, hasil analisanya menunjukan telah terjadi pengubahan (editing) pada materi video berdurasi 1 menit 5 detik yang ia teliti.
"Yang beredar di masyarakat saat ini merupakan video yang telah di-edit," kata Ruby seusai menyerahkan dan memaparkan hasil analisanya ke pimpinan BK.
Menurutnya, pengubahan materi video diketahui dari ruang kosong (blank spot) yang ada di sisi kiri sehingga posisi kepala pemeran pria digeser ke sisi kanan gambar.
Dalam menganalisa video porno ini, Ruby mengaku hanya menggunakan metode pengenalan wajah (face recognition) untuk menentukan keaslian video porno tersebut. Namun, tingkat akurasi metode ini terbilang kurang optimal. Apalagi, ketajaman atau resolusi gambar terbilang rendah.
Atas analisa dengan metode ini, Ruby menolak menyebutkan asli tidaknya video tersebut.
"Untuk perkara asli atau tidaknya itu, BK yang akan menyampaikan, bukan saya. Hasilnya sudah saya serahkan ke BK," kata Ruby.
Ia tak menggunakan metode pelacakan, yakni teknik advanced digital forensics dan electronic discovery. Padahal, dengan metode ini akan dapat diketahui secara optimal keaslian video porno tersebut. Bahkan, pengunggah pertama hingga orang-orang yang mengunduh video porno itu dapat diketahui.
"(Metode ini seperti ketika saya diminta oleh Mabes Polri melakukan pelacakan kasus video Ariel-Luna, dengan metode itu jauh lebih efektif, tepat, dan lebih yakin 100 persen dibandingkan teknis face recognition," jelasnya.
Adanya editing video juga disampaikan pakar telematika Abimanyu.
Ia juga mengatakan ruang kosong di sisi kiri video adalah hasil editing.
"Dari video yang sudah beredar di masyarakat, saya bisa pastikan itu sudah di-edit. Dapat diketahui, yang lelakinya posisi kepalanya digeser, waktu melakukannya itu sudah diedit, karena tahu-tahu sudah main begitu dan berhenti begitu saja," ujarnya.
Abimanyu menyatakan siap memberikan hasil analisa yang sahih jika BK telah memberikan materi video porno yang akan dianalisa.

Karolin Syok Berat


Karolin Syok Berat
Foto Politisi Karolin Margret Natasa dari Fraksi PDI Perjuangan. (2008/08/07) (Tribun Pontianak/Harianto)

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Tjahjo Kumolo, menganggap wajar jika Karolin Margret Natasa yang tengah disorot kasus dugaan terlibat video porno jarang ada di Gedung DPR kendati dirinya masih anggota Komisi IX.
Menurut Tjahjo, Karolin masih syok. "Wajar dong, kan dia sebagai wanita. Dia kan ingin minta klarifikasi dulu. Dia syok berat. Tapi, dia siap hadir di BK," ujar Tjahyo di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (24/5/2012).
Menurut Tjahjo, partainya menghormati dan masih menunggu hasil kerja Badan Kehormatan (BK) DPR yang tengah menelusuri kasus tersebut. Ia meyakinkan partainya tak akan mengintervensi BK kendati kasus itu mempengaruhi partainya.
"Silakan BK mengusut, mengundang orang yang paling ahli. Kita ikuti mekanisme yang ada," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Karolin sudah jarang bertugas di DPR setelah kasus video porno yang diduga melibatkannya ter-ekpose media massa. Bahkan, ruang kerjanya di DPR sudah kosong.
Karolin dengan nomor anggota DPR 397 juga tidak hadir dalam Rapat Paripurna pembahasan APBN 2013 di DPR pada hari ini.

Mulai 1 Juni, Seluruh Loket PLN Tidak Memberikan Layanan

PEKANBARU-Terhitung mulai 1 Juni mendatang, semua loket Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak lagi memberikan pelayanan yang berhubungan dengan biaya tagihan. Hal itu diungkapkan oleh Manager Bidang Keuangan PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Khairudin Ali, Kamis (24/5/2012).
Selanjutnya, pembayaran akan dilaksanakan melalui bank. Bank-bank yang melayani hal itu, menurut Ali, adalah bank yang bekerjasama dengan PLN.
Pembayaran non tagihan listrik (non taglis) juga akan dilakukan di bank. Non Taglis, jelas Ali, adalah pembayaran biaya menambah daya, biaya penyambungan, sambungan pesta dan lainnya. Jelasnya, lanjut dia, semua selain tagihan pembayaran listrik normal, termasuk kategori non taglis.
"Jumlahnya banyak. Kerjasamanya langsung dengan PLN pusat. Jadi kami di daerah hanya melaksanakan saja," jelas Ali ketika ditemui Tribun di Hotel Premiere, Jalan Sudirman Pekanbaru.
Ali menyebutkan, bank tersebut antara lain adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Central Asia (BCA) Bank Mandiri, dan lain-lain. "BRI dan Mandiri termasuk dengan Syariahnya juga melayani," sambung dia.
Ali melanjutkan, mulai 1 Juni, loket PLN hanya melayani keluhan masyarakat terkait pelayanan.

Rabu, 23 Mei 2012

Penemu Remote TV Meninggal Dunia



 
CHICAGO - Eugene Polley, sang penemu remote control televisi nirkabel pertama, meninggal dunia dalam usia 96 tahun. Situs pcmag.com edisi Selasa (22/5) menyebutkan, Polley meninggal akibat penyakit yang dideritanya pada hari Minggu (20/5) di sebuah rumah sakit Chicago, AS.

Berkat remote control ciptaannya membantu orang menonton televisi tanpa harus bangkit mengubah saluran. Remote pertama yang dihasilkannya pertama kali diproduksi oleh pabrik televisi Zenith tempat dimana dia bekerja.

Mantan teknisi Zenith Electronics tersebut membuat remote control pertama kali berbentuk pistol Flash-Matic yang mampu menembakkan sinar. Produk itu diproduksi dan diperkenalkan Zenith pada 1955 atau lima tahun setelah Zenith Radio Corporation meluncurkan sebuah remote TV yang terhubung  dengan kawat.

Sayangnya, menurut pcmag, sistem Flash-Matic terbukti agak cacat, karena sinar matahari langsung yang menyinari sel fotolistrik penerima juga dapat memicu fungsi remote control. Meski demikian terobosan ini kemudian menginspirasi munculnya perangkat remote control lebih baik yang dikembangkan hanya selang waktu satu tahun kemudian oleh Robert Adler yang juga seorang insinyur di Zenith.

Adler Space Command Zenith nama product tersebut, menggunakan USG dan bukan lagi cahaya, untuk memicu fungsi pada penerima TV. Uniknya karena adanya bunyi klik pada saat "mengklik" sebuah tanda bar untuk memancarkan berbagai frekuensi yang dapat dideteksi oleh pesawat televisi. Remote kontrol ini kemudian lebih dikenal sebagai "clickers".

Generasi berikutnya dari remote TV kemudian menggunakan tekhnologi ultrasonik dan mengilangkansuara tanda tangan mengklik. Sedangkan remote yang beredar saat ini umumnya menggunakan sistem inframerah yang memungkinkan fungsionalitas yang lebih kompleks.(esy/jpnn)

UN Bukan Momok Menakutkan

Membicarakan Ujian Nasional (UN) memang tidak ada habisnya. Untuk menghadapi UN seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap sekolah berlomba menambah jam pelajaran bagi siswa. Bila perlu menggandeng lembaga bimbingan belajar agar para siswanya sukses UN.
Pola menghadapi UN seperti itu tidak lagi mengejutkan. Setiap tahun selalu ditemukan pola-pola serupa. Apa yang sering dilakukan pihak sekolah pada jenjang SMP/sederajat dan SMA/sederajat, kini juga diikuti sekolah-sekolah di jenjang SD.
Namun bukan berarti pelaksanaan UN berlangsung tanpa kendala. Sebab ada saja niat curang yang dilakukan pihak sekolah. Mungkin kita masih ingat pelaksanaan UN SMA di Sekadau lalu.
Di mana kepsek salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui satpam, berupaya menyuap petugas kepolisian yang mengawal dan menjaga soal-soal UN. Tujuannya tak lain, supaya sang petugas bisa diajak “kerja sama” membocorkan soal UN pada peserta. Entah setan apa yang sedang bergelantungan di benak sang kepsek hingga mau berniat nekat seperti itu.
Bagi sebagian orang, pelaksanaan UN mungkin menjadi momok yang menakutkan. Namun pelaksanaan UN sedianya dilakukan secara jujur. Karena pada hakikatnya UN bertujuan mengevaluasi proses belajar-mengajar yang berlangsung di sekolah.
Bila siswa memahami setiap mata pelajaran yang diberikan guru, sudah barang tentu tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Tidak perlu ada lagi cerita seperti di atas.
Begitu juga dengan pelaksanaan UN tingkat SD yang akan digelar 7 hingga 9 Mei 2012, tentu tidak kalah penting dengan pelaksanaan UN tingkat SMP dan SMA. Karena UN tingkat SD merupakan fondasi dasar dalam mencerdaskan bangsa. Sehingga pelaksanaan UN tingkat SD menjadi sangat penting dilaksanakan, lantaran berkaitan dengan masa depan siswa.
Memang untuk memperoleh nilai rata-ratanya minimal harus 5,5 bukan hal mudah. Namun 90.856 siswa SD se-Kalbar harus bertarung dengan jujur. Begitu juga dengan guru yang selama ini memberikan mereka bimbingan untuk memahami mata pelajaran.
Siswa maupun guru jangan pernah berpikir atau sampai melakukan kecurangan hanya untuk mendapatkan hasil terbaik. Sebab sikap curang yang dilakukan siswa SD yang rata-rata berusia belia, hanya menanamkan nilai negatif terhadap peserta didik.
Karena yang perlu dilakukan sekarang, bagaimana memberikan motivasi terhadap seluruh peserta UN tingkat SD hingga bisa menyelesaikan setiap soal-soal yang diujikan. Sebab keberhasilan UN tidak hanya bergantung pada segelintir guru dan siswa semata.
Orang tua murid juga memiliki peran penting memberikan semangat pada anak bahwa mereka pasti bisa menyelesaikan soal-soal yang diujikan. Ringankan beban mereka, bukan malah tidak diacuhkan. Bila memang perlu bangun komunikasi dengan wali kelas. Langkah ini penting untuk mengetahui perkembangan anak. Bila semua langkah itu dilakukan, insya Allah UN tidak lagi menjadi momok bagi siswa. (*)

Pontianak Optimis Lolos 10 Besar

Hasil Unas Tingkat Nasional

Pontianak –  Pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) tingkat SD, SMP, dan SMA, serta SMK atau sederajat sudah berakhir. Namun rasa berdebar tetap saja menanti para siswa lantaran tidak mudah mengisi setiap soal yang diujikan.
Namun begitu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak Drs H Mulyadi MSi mengaku optimis bisa masuk peringkat 10 besar nasional pada Unas tingkat SD hingga SMA/sederajat.
“Seluruh persiapan menjelang ujian sudah kita lakukan. Makanya kita yakin, ketika Unas lalu siswa bisa menyelesaikan soal dengan baik. Selain itu, kami juga sudah menginstruksikan pada seluruh kepala sekolah agar memantau anak-anak didik yang punya kemampuan lebih,” kata Mulyadi.
Beranjak dari prestasi para siswa setiap harinya, Mulyadi optimis pada tahun ajaran 2011/2012 siswa di Kota Pontianak bisa masuk dalam 10 besar tingkat nasional. “Kita lihat saja bagaimana hasilnya nanti,” terang Mulyadi.
Rasa optimis Kota Pontianak masuk dalam 10 besar juga diutarakan Walikota Pontianak H Sutarmidji SH MHum, bahkan dirinya yakin hasil yang diperoleh jauh lebih baik dari sebelumnya. Hal itu beranjak dari persiapan matang yang dilakukan para peserta sebelum Unas digelar.
“Hasil kunjungan saya ke beberapa sekolah di Kota Pontianak, peserta rata-rata tidak kesulitan mengisi soal Unas,” ujarnya. (ton)