Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Kamis, 31 Mei 2012

Oknum PNS Hamili Gadis Saat Tugas Belajar di Jawa


Oknum PNS Hamili Gadis Saat Tugas Belajar di Jawa
IST
Ilustrasi 



KUPANG - Inspektorat NTT masih intensif memeriksa seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) berinisial YE, yang bekerja di Biro Keuangan Setda NTT. Oknum yang masih menunaikan tugas belajar di Pulau Jawa itu diperiksa setelah ada pengaduan dari seorang perempuan beranak satu.
Sekretaris Daerah NTT, Drs. Frans Salem yang dikonfirmasi Pos Kupang (Tribun Network) di ruang kerjanya, Jumat (25/5/2012), membenarkan adanya pemeriksaan staf biro keuangan tersebut.
Namun sampai saat ini, kata Salem, pihaknya belum mendapatkan hasil pemeriksaan oleh inspektorat. Ia juga mengungkapkan, oknum PNS tersebut kini masih tugas belajar di Pulau Jawa.
Sesuai laporannya, kata Salem, perempuan beranak satu itu meminta YE memberikan nafkah bagi anak yang diklaim hasil hubungan dengan perempuan tersebut.
Sebenarnya, lanjut Salem, perempuan itu dulu pegawai di salah satu biro di Setda NTT. Namun perempuan itu kemungkinan sudah mengundurkan diri, lantaran sudah pindah domisili di Pulau Jawa.
Untuk menindak YE, dia mengatakan hukuman akan dijatuhkan setelah ia melihat hasil pemeriksaan tim Inspektorat NTT. Karena hasil pemeriksaan itu nantinya menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT untuk memberikan sanksi atau sebaliknya.
Tak hanya itu, lanjut Sekda Salem, Pemprop NTT juga akan mencabut status tugas belajar oknum bersangkutan manakala ia dinyatakan bersalah sesuai aturan.
Untuk mengetahui bersalah tidaknya oknum tersebut, sampai sekarang pihaknya masih menunggu hasil rekomendasi Inspektorat NTT atas pemeriksaan dari berbagai pihak.
"Sebelum memeriksa oknum PNS tersebut, tim Inspektorat NTT juga sudah memeriksa perempuan itu saat menyampaikan pengaduan. Jadi, kita tunggu saja, bagaimana hasil pemeriksaan itu," tandasnya.

Briptu JL Perkosa Gadis di Rumah Kosong


Briptu JL Perkosa Gadis di Rumah Kosong
google
Ilustrasi
MAKASSAR - Seorang oknum polisi anggota Samapta Polres Gowa, Briptu JL, diamankan di Polrestabes Makassar, Senin (28/05/2012) kemarin.
Dia diamankan terkait dugaan tindak pidana umum perkosaan terhadap seorang gadis di Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Makassar.
Informasi yang diperoleh, tindak perkosaan itu terjadi Sabtu (26/5/2012) malam.
Korban dan pelaku baru saling kenal selama tiga hari. Pertemuan pertama mereka lakukan di SPBU Alauddin. Mereka kemudian berhubungan melalui telepon seluler.
Hingga akhirnya, oknum polisi tersebut menjemput korban di rumahnya di Pallangga, Kabupaten Gowa.
Saat berkunjung di rumah korban, Briptu JL terlihat sopan dan keduanya pun berpamitan dengan maksud akan menghadiri salah satu pesta rekannya di Makassar.
Saat di perjalanan, pelaku membawa korban di sebuah rumah kosong di Kecamatan Manggala. Briptu JL berdalih ingin buang air kecil, lalu Keduanya pun turun dari motor.
Kemudian lampu dimatikan dan pelaku langsung menarik korban secara paksa menuju kamar tidur. Korban digerayangi dan mulutnya dibungkam menggunakan bantal.
Usai melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku meninggalkan korban di rumah itu sendirian. Korban yang berusia 20 tahun itu, kemudian pulang ke rumahnya dan melaporkan peristiwa yang terjadi.
Mengetahui hal tersebut, orang tua korban lalu meminta ormas Pemuda Pancasila (PP) untuk mendampingi mereka menuju Polres Gowa untuk melaporkan Briptu JL.
Awalnya orang tua korban ragu dengan profesi Briptu JL dan menanyakannya ke Polres Gowa. Setelah dicek, Briptu JL memang bertugas sebagai anggota Samapta Polres Gowa.
Selanjutnya, orang tua korban melapor ke Polsekta Manggala karena Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di Makassar. Propam Polrestabes Makassar kemudian menahan Briptu JL.
Kasi Propam Polrestabes Makassar, Kompol Djoko MW, tidak menampik adanya kasus tersebut. Menurutnya, untuk tindak pidana oknum polisi tersebut diserahkan ke Polsek Manggala. Sementara, untuk kode etik diambil alih dan langsung ditangani di Polres Gowa.
"Yang bersangkutan kami amankan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Perbuatan oknum tidak boleh ditoleransi. Ada dua proses yang dijalani oknum. Pidana dan kode etik. Untuk pidana akan diproses di Polsek Manggala. Sementara kode etik di Polres Gowa, karena yang bersangkutan tugas di Gowa," kata Djoko.
Kapolsekta Manggala, Kompol Daniel Lindan, mengatakan, pihaknya belum mengetahui persis di mana tempat kejadian perkara tersebut. Hanya saja, itu terjadi di wilayah Kecamatan Manggala.
"Yang pasti TKP-nya di Manggala, tapi belum jelas dimana titiknya. Kasusnya sementara kami tangani, dan korban sudah divisum," tandasnya.

Guru Honorer Perkosa Bocah 6 Tahun Didepan Ibunya


Guru Honorer Perkosa Bocah 6 Tahun Didepan Ibunya
NET
Ilustrasi perkosaan
PEMATANGSIANTAR - Seorang guru honorer, Gordon Pardede (47) melakukan aksi bejat dan tak bermoral memperkosa anak ingusan di depan ibunya sendiri.
Meski pemerkosaan terjadi Januari lalu, karena baru mengetahuinya, ibu korban Mery Wati Tarigan, warga Jalan Titi Pentol Desa Sungai Merah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, baru membuat pengaduan, Selasa (29/5/2012) sekira pukul 20.30 WIB.
Informasi yang diperoleh di Mapolres Pematangsiantar menyebutkan, aksi bejat berlangsung di rumah guru honorer itu di Jalan Linggar Jati lorong I BDB, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur.
Korban NLT (6) yang selama ini tinggal di rumah pelaku, dipaksa berhubungan intim di depan ibu pelaku. Korban yang masih ingusan sempat menangis menahan rasa sakit. Namun pelaku yang sudah kesetanan terus memaksa sehingga kemaluan korban mengeluarkan darah.
Usai melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku kemudian memberikan uang pada korban agar tidak memberitahukan kejadian kepada orang lain.
Ibu korban belakangan curiga meihat tingkah anaknya yang sering murung. Korban akhirnya memberitahukan pengalaman buruknya itu. Mendapat pengakuan putrinya, Mery langsung membuat pengaduan ke Mapolres Pematangsiantar.
Belum diketahui bagaimana dan apa hubungan korban dengan pelaku sehingga bisa tinggal di rumah pelaku, serta kenapa orang tua pelaku membiarkan kejadian itu berlangsung.
Kapolres Pematangsiantar, AKBP Alberd Sianipar, melalui Kasubbag Humas AKP Altur Pasaribu, Rabu (30/5/2012) mengakui pengaduan itu. Pihaknya, kata Altur masih menyelidiki kasus itu.
Bila terbukti pelaku akan dijerat dengan pasal 81 (2) subs 82 UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Lelaki Beristri Dua ini Cabuli Gadis Lulusan SD


Lelaki Beristri Dua ini Cabuli Gadis Lulusan SD
google
Ilustrasi
SAMPANG--Sudah memiliki dua istri, ternyata tak membuat Hobir (53) bahagia. Entah karena punya kelainan atau hasrat seksnya yang tinggi, Hobir warga Desa Ketapang Barat Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, mencabuli B (17), gadis asal Desa Tanah Merah, Sampang. Aksi bejatnya ini ia lakukan di tengah hutan jati di Desa Rabiyan, Kecamatan Ketapang.
Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Roy A Prawirosastro, Minggu (22/4/2012) menjelaskan peristiwa itu. Berawal saat korban yang hanya tamatan SD, diajak berobat oleh tersangka ke salah satu orang pintar di Kecamatan Ketapang. Saat di tengah perjalanan, korban yang tengah dibonceng motor tersangka diolesi semacam minyak di wajah korban. Kemudian, B, merasa pusing dan tidak sadarkan diri.
Hobir kemudian membuka seluruh pakaian korban kemudian meneruskan niat jahatnya dengan memerkosa korban. "Korban setelah beberapa menit tidak sadarkan diri. Tiba-tiba bangun dalam keadaan telanjang, tersangka sudah tidak lagi bersama korban," katanya.
Kejadian itu kemudian disampaikan korban kepada orangtuanya dan kemudian dilaporkan kepada polisi. Atas laporan itu, polisi kemudian menangkap tersangka pada Ahad dini hari di rumah istri keduanya.
"Tersangka sempat hendak melarikan diri melalui pintu belakang rumahnya. Namun, anggota sudah siaga melakukan pengepungan," ungkapnya.
Setelah berhasil ditangkap, Ahad pagi tersangka langsung menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sampang. Atas tindakannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 dan Pasal 82 Undang-undang No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Perempuan dan Anak, dengan ancaman hukuman kurungan 15 tahun penjara serta denda Rp 60 juta.

Di Pulogadung Orangtua Bejat Hamili Anak Kandungnya


Di Pulogadung Orangtua Bejat  Hamili Anak Kandungnya
google
Ilustrasi pencabulan

JAKARTA --Jangan tiru orang tua bejat seperti ini. NV (50), tega
menggauli anak kandungnya sendiri N (16) sampai hamil 6 bulan. Padahal, NV sudah memiliki dua istri.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Dian Perry menjelaskan, NV dilaporkan sendiri oleh istrinya atas tindakan bejatnya itu.
"Kemarin sore, tersangka dibawa oleh keluarganya sendiri. Si ibu curiga karena anaknya tidak mens. Selain itu, ada perubahan pada tubuhnya," ujar Dian saat dijumpai wartawan di Polres Jakarta Timur, Rabu (2/5/2012).
Menurut Dian, NV sudah melakukan perbuatan zalim itu kepada anaknya sejak bulan September 2011, jika dilihat dari usia kandungan N. Warga Rawa Terate Cakung, Jakarta Timur yang berprofesi sebagai tukang bersih-bersih di Kantor Dishub Terminal Pulogadung ini diketahui memiliki dua orang istri dengan 4 anak. 3 laki-laki dan 1 perempuan.
Lebih jauh Dian menuturkan bahwa pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini dan menyelidiki, bagaimana modus NV menggagahi anaknya hingga hamil sehingga luput dari pengetahuan istrinya.
"Masih kita proses bagaimana cara dia membujuk anaknya dan di mana berbuat itu," jelas Dian.

Orang tua Bejat Anak Kandung Dicabuli Berkali-kali


Orang tua Bejat Anak Kandung Dicabuli Berkali-kali
google
PALEMBANG--Riadi (30) tega menggauli anak kandungnya, Nr, yang masih duduk di bangku kelas 6 SD. Perbuatan bejat itu dilakukannya saat istrinya tidak ada di rumah.
Peristiwa tersebut terbongkar ketika Nr mengeluh sakit di bagian kemaluannya kepada Vera (26), ibu Nr. Selain itu, Nr selalu merasa takut.
Setelah Vera mencoba membujuk anaknya untuk bercerita, akhirnya Nr mengakui telah disetubuhi Riadi. Nr mengakui sudah lima kali digauli Riadi dalam kurun waktu satu bulan.
"Saya curiga, ketika itu saya memergoki dia (Riadi) sedang mengintip anak saya di dalam kamar," ujar Vera yang telah dikaruni tiga anak bersama Riadi dan Nr adalah anak pertama mereka.
Diceritakan Vera, antara ia dan Riadi suaminya, memang sudah lama tidak berhubungan suami istri. Bahkan terkadang hanya sekali dalam dua minggu. Selain itu, Riadi terkesan acuh kepadanya sehingga muncul kecurigaan.
"Sudah diperiksa di bidan terdekat dan memang anak saya mengalami luka di kemaluannya," kata Vera kepada petugas.
Dari penuturan Nr kepada ibunya, ia sudah lima kali digauli di dalam rumah ketika ibunya sedang pergi keluar rumah untuk bekerja sebagai tukang cuci keliling.
Nr empat kali digauli di dalam kamar dan terakhir digauli di kamar mandi.
Setiap kali Riadi menggauli Nr, Riadi kerap mengancam dengan menggunakan pecahan kaca beling dan mulut Nr dibekap menggunakan tangan.
"Kata Nr, sebelum dilakukan (digauli), Riadi sempat memperlihat film porno. Nr mengakui terakhir dialaminya pada Rabu (23/5/2012) di dalam kamar mandi," ujar Vera.
Sementara itu, tersangka Riadi yang masih menjalani pemeriksaan di Unit Perlindangan Perempuan dan Anak (PPA), sempat berkelit dan tidak mengakui perbuatan bejatnya.
"Memang dia (korban Nr) anak kandung aku. Aku tidak tahu, aku merasa khilaf dan aku cuma enggan saja. Memang setiap melakukannya, waktu itu rumah lagi sepi karena istri aku keluar rumah untuk cuci baju di rumah tetangga. Aku tidak menyiksanya," ujar Riadi.
Riadi dibekuk petugas di rumahnya Jl Seduduk Putih RT 09 RW 03 Kel 8 IT II, Rabu (30/5/2012), ketika sedang asyik bermain Play Station (PS).
Ketika ditangkap petugas Pimpinan Kanit Pidum Iptu Nanang Suprayatna, Riadi yang mengaku bekerja sebagai penarik becak mencoba hendak kabur dengan meloncati pagar rumah.
Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat
Reskrim Kompol Djoko Julianto mengatakan, petugas sudah mengamankan tersangka dan masih dalam penyelidikan intensif terhadap saksi dan tersangka.
"Laporan korban sudah diterima dengan nomor LP/B-1394/V/2012/SUMSEL/RESTA," ujar Djoko kepada Sripoku.com.

Rabu, 30 Mei 2012

PNS Selingkuh Digerebek Istri


PNS Selingkuh Digerebek Istri

IST

POLEWALI MANDAR-- Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Sury, melaporkan suaminya, Rudy, ke polisi karena diduga berselingkuh dengan Nur, mahasiswi yang juga mantan pacar suaminya.
Sury memergoki Nur sedang berada di kamar kos suaminya. Ia memang tak menemukan Rudy sedang berduaan di kamar dengan Nur, namun hal itu cukup bukti baginya untuk melaporkan dugaan perselingkuhan.
Keberatan dengan sikap Rudy dan selingkuhannya Nur akhirnya Sury mengadukan kasusnya ke polisi. Kepada Penyidik di Polsek Wonomulyo, Polewali Mandar, Selasa (29/5/2012), Sury mengaku tidak terima perlakuan suaminya yang tega berselingkuh.
Di hadapan Polisi Nur mengaku terus terang sudah lama pacaran dengan Rudy. Nur bahkan mengaku sudah pacaran dengan Rudy sebelum menikah dengan Sury.
Sang suami yang menghadap ke polisi usai dilaporkan istrinya mengaku stres berat. Ia berdalih nekad berselingkuh dengan mantan pacarnya lantaran tidak tahan menerima perlakukan sang istri yang kerap membentak dan memukul dirinya saat pulang kerja.
Sebelumnya, pasangan suami istri bernama Rudy dan Sury itu memang sudah pisah ranjang. Mereka yang sama-sama pegawai negeri di Pemda Polewali Mandar yang sudah lama pisah ranjang karena terlibat cekcok soal urusan rumah tangga yang tak kunjung selesai.
Kabar perselingkuhan Rudy dengan perampuan lain sebetunya sudah lama terdengar di telinga Sury, namun karena kesulitan bukti ia kemudian membiarkan cerita tersebut.
Hingga akhirnya ia menemukan kesempatan mengecek rumah kos suaminya Rudy di Wonomulyo tak jauh dari tempat kerjanya.
Meski belum ada solusi terbaik untuk ketiganhya, namun ketiga belah pihak mencari jalan terbaik dari masalah ini sebelum sepakat mengambil langkah hukum.
Kanitres yang juga menjabat Kanit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polsek Wonomulyo yang menerima pengaduan ini hanya memberi wejangan atau nasihat agar ketiga belah pihak terutama Rudy dan Sury agar kembali merenungkan hubungan rumah tangga mereka sebelum menempuh jalan hukum.

Ini Pengakuan Lelaki Peselingkuh


Ini Pengakuan Lelaki Peselingkuh
ist
ilustrasi

Ditemui wartawan di Mapolsek Bogor Utara, US tersangka yang berbuat mesum dengan istri orang hanya tertunduk sambil meringis menahan sakit di wajahnya yang lebam. Sambil menunduk, US mengaku sudah menjalin hubungan perselingkuhannya tersebut sejak sekitar setahun yang lalu. Bahkan menurutnya, selama perselingkuhannya tersebut, ia dan RK sudah beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri.
“Awal kenalan dengan RK sudah setahun yang lalu. Kita lakukan ini atas dasar sama-sama suka. Dia (RK, red) sama suaminya memang lagi enggak rukun,” kata ayah tiga anak yang bekerja sebagai sopir jemputan anak sekolahan tersebut.
Menurutnya, ia dan RK selalu melakukan pertemuan dan melakukan hubungan intim, dengan memanfaatkan waktu saat BT, suami RK, tengah bekerja. "Saya jarang berhubungan di rumahnya. Biasanya kalau lagi ada duit, saya nyewa hotel yang murah. Kalau lagi pengen, biasanya saya telpon dan nunggu di hotel, terus dia nyusul saya,” akunya.
Sementara itu Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor Kota, Ipda Melisa Sianipar, membenarkan peristiwa tersebut. Namun , kasus perzinahan tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak. Tidak satupun dari suami atau istri dari para pelaku yang membuat laporan polisi.
"Kasus perzinahan itu masuk dalam kategori delik aduan, jadi harus ada pengaduan dan laporan dari suami atau istri para pelaku. Sementara dalam kasus ini, baik suami maupun istri dari pelaku, tidak ada yang mau membuat laporan dan lebih memilih jalan damai," ujar Ipda Mellisa. (wid)

Suami Melihat Istri Sedang Bercumbu dengan Sopir


Suami Melihat Istri Sedang Bercumbu dengan Sopir
google
Ilustrasi

BOGOR - Tertangkap basah berbuat mesum dengan istri orang, US(40), warga Bojonggede, Kabupaten Bogor babak belur dihajar warga. Kasus ini berbuntut panjang, setelah BT suami RK (40), wanita yang dipacari US, melaporkan kejadian tersebut ke Polisi.
Peristiwa itu terjadi di rumah RK di Perumahan Taman Kenari, Tanahbaru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Senin (28/5/2012) siang. US yang berprofesi sopir antar jemput anak sekolah
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aroma perselingkuhan antara istrinya dengan US, sebenarnya sudah tercium oleh BT sejak lama. Hanya saja, BT tidak memiliki bukti kuat untuk membuktikan tuduhan perselingkuhan itu. BT yang penasaran dan ingin membuktikan dengan mata kepalanya sendiri, kemudian mengatur strategi.
Senin (28/05/2012) pagi sekitar pukul 10.00, BT yang sudah pamit untuk bekerja, kemudian kembali ke rumah tanpa sepengetahuan sang istri. Dan benar, BT yang diam-diam masuk ke dalam rumah kemudian memergoki istrinya tengah bercumbu dengan US, di dalam bilik di halaman belakang rumahnya.
Tertangkap basah tengah bercumbu dengan istrinya, US tak bisa berkutik. Sementara BT, yang sudah terbakar emosinya langsung menghajar pria itu hingga babak belur. Tak hanya itu, dalam kondisi babak belur, pelaku kemudian dibawa ke Polsek Bogor Utara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (wid)

Selasa, 29 Mei 2012

Calo Listrik 'Gentayangan', Ini Jurus PLN!


Jakarta - Untuk memutus mata rantai para calo listrik, PLN sudah menyiapkan jurus lewat pembukaan layanan online pemasangan dan penambah daya listrik.

"Layanan online dan via telepon ini dibuka diantaranya dengan tujuan untuk memutus mata rantai para calo yang masih banyak bergentayangan dan merugikan masyarakat," kata Manajer Senior Komunikasi Korporat Bambang Dwiyanto kepada detikFinance, Kamis (10/5/2012).

PLN membuka layanan online melalui website www.pln.co.id dan telepon call center 123 untuk pelayanan pasang baru, tambah daya dan penyambungan sementara. 

"Lewat layanan online dan via telepon tersebut pelanggan dan calon pelanggan dijamin langsung mendapat layanan yang mudah dan pasti, harga standar dan proses cepat. Kini masyarakat bisa minta layanan listrik hanya dengan menelepon atau buka internet di rumah atau di warnet warnet," tutur Bambang.

Standar biaya pemasangan listrik adalah Rp 750/Volt Ampere (VA) untuk daya sampai dengan 2.200 VA dan Rp 775/VA untuk daya di atas 2.200 VA.

Jadi biaya penyambungan listrik sebagai berikut :


  • Daya 450 VA: 450 x 750 : Rp 337.500
  • Daya 900 VA: 900 x 750 : Rp 675.000
  • Daya 1.300 VA: 1300 x 750 : Rp 975.000
  • Daya 2.200 VA: 2200 x 750 : Rp 1.650.000
Biaya tersebut belum termasuk biaya meterai.

Cegah Listrik Padam di Kaltim, PLN Cari Gas ke BUMD


Foto: dok.detikFinance
Jakarta - PT PLN (Persero) menjajaki kerjasama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mendapatkan gas ke pembangkit listrik di Nunukan dan Tarakan, Kalimantan Timur (Kaltim). Untuk mencegah pemadaman listrik akibat menurunnya pasokan gas.

"PLN sedang menjajaki kerjasama dengan BUMD untuk mendapatkan pasokan gas tambangan sebesar 5 mmscfd untuk memasok ke pembangkit listrik di Tarakan dan Nunukan," kata Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki saat dihubungi wartawan, Jumat (11/5/2012).

Menurut Suryadi, alasan kenapa PLN menjajaki kerjasama dengan perusahaan BUMD adalah karena BUMD punya bagian gas negara dari Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas), dan alasan lainnya karena pasokan gas dari Medco ke Tarakan menurun.

"Pasokan gas dari Medco Energy ke Tarakan saat ini turun,yang seharusnya 7 mmscfd akan habis sampai 2017. Katanya 6 (enam) bulan lagi habis, sekarang ini pasokannya tinggal 3 mmscfd. Jadi untuk mencegah terjadinya pemadaman khususnya di Tarakan, PLN harus cari tambahan gas," ungkap Suryadi.

Ditambahkan Suryadi, nantinya gas yang dipasok oleh BUMD tersebut akan berupa CNG (Compressed natural gas) dan dikirim ke pembangkit di Simenggaris.

"Nantinya di pembangkit kita di Simenggaris akan diberi alat converter kit, dan CNG nanti akan diubah menjadi gas. Jadi nantinya pembangkit kita di sana akan dual power yakni menggunakan minyak dan gas,” tambahnya.

Suryadi bilang, gas dalam bentuk CNG ini yang membuat adalah BUMD tersebut bukan PLN nantinya CNG tersebut yang akan dibeli oleh PLN dan diharapkan harganya sekitar US$ 12 per MMBTU 9 million british thermal units. 

"Tapi kita masih negosiasi harga dengan BUMD, yang jelas mereka sudah siap dan ditargetkan pada Oktober 2012 sudah bisa mengalir, karena untuk buat gas ke CNG biasa memerlukan waktu 8 bulan," ucapnya.

PLTU Embalut Perawatan, Listrik 2 Kota di Kaltim Padam


Samarinda - Perawatan mesin PLTU Embalut milik PT Cahaya Fajar Kaltim (CFK) berkapasitas 2x25 megawatt (MW) mengakibatkan pemadaman bergilir di 2 kota di Kaltim. Pemadaman terus terjadi hingga akhir bulan ini.

"Perawatan pembangkit CFK sampai 29 Mei 2012. Makanya kekurangan daya untuk Balikpapan dan Samarinda yang berada di sistem Mahakam sehingga terjadi pemadaman," kata Humas PT PLN Wilayah Kaltim, Imam Taufik, saat dihubungi detikFinance, Rabu (16/5/2012) sore WITA.

Imam menepis beredarnya kabar CFK kekurangan pasokan batubara untuk menghidupi 2 mesin pembangkit milik PLTU Embalut. Menurut dia, perawatan murni terjadi lantaran kegiatan perawatan yang sudah menjadi agenda rutin setiap tahun.

"Bukan karena kekurangan batubara. Kalau tidak dirawat bisa terjadi kerusakan. Perawatan memang 1 tahun sekali. Perawatan kan baru dimulai Minggu (13/5/2012) kemarin," kilah Imam.

Imam menjelaskan, pemadaman yang terjadi di Balikpapan dan Samarinda dikarenakan perawatan mesin pembangkit, dilakukan sejak pukul 18.00-22.00 WITA.

"Di jam-jam itu adalah waktu di mana terjadinya puncak beban penggunaan listrik. Kami imbau, masyarakat bisa membantu dengan menghemat listrik," ujar Imam.

"Di PLTU CFK, daya mampu sekitar 2x16 megawatt. Karena adanya perawatan mesin, ada sekitar 16 megawatt yang hilang," terangnya.

Menyikapi intensitas pemadaman listrik yang kerap terjadi belakangan ini, warga kembali mempertanyakan kondisi kelistrikan di Kaltim, seperti yang terjadi di Samarinda.

"Listrik kadang padam, kadang menyala ini sudah lebih dari sepekan terakhir ini. Sebentar padam, sebentar hidup lagi. Seperti kota krisis listrik," kata Rahman, seorang pegawai swasta di Samarinda.

"Seingat saya, semenjak Pak Dahlan jadi Dirut PLN, Samarinda nyaris tidak pernah padam listrik. Lah ini, setelah Pak Dahlan jadi menteri, padam listrik kembali kumat," keluhnya.

Di kota Balikpapan pun demikian. Bahkan pemadaman tidak hanya terjadi di malam hari, tetapi juga di pagi hari.

"Iya. Di Balikpapan tadi pagi padam. Sepertinya intensitas pemadaman sudah mulai sering di sini," kata warga Balikpapan, Idris.

Bisnis dengan modal hanya 10.000,00 ...mau?

Sebuah Bisnis dengan Konsep Sederhana untuk Memulai Bisnis Internet

dengan Modal hanya Rp 10.000,- Murahkan? Gabung yuk.....

    Modal minim, hanya Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) sekali seumur hidup
    Tidak harus menjual produk
    Potensi Passive Income Rp 44 juta lebih.
    Tidak perlu melakukan presentasi
    Bonus download gratis ratusan produk
    Menerima bank di seluruh Indonesia

Mau ikut bergabung,ayo kunjungi segera http://www.matrixindo.com/?id=MIC1000329

Solar Petani, Perlu Jatah Resmi SPBU

Ketapang – Sulitnya 53 petani pengguna hand tractor mendapatkan solar di SPBU akan diantisipasi Hiswana Migas Ketapang dengan mengumpulkan SPBU dan mengecek penyalurannya.
“Menurut saya harus diatur, karena sekarang yang kita atur minyak (solar, red) di Ketapang ke daerah hulu. Kalaupun ada keluhan gabungan kelompok tani (gapoktan), ini perlu kita bicarakan,” kata Yusman dihubungi Equator di Jakarta via hp kemarin.
Yusman berjanji sepulangnya ke Ketapang akan mengumpulkan seluruh pengelola SPBU. Karena hal itu menyangkut distribusi BBM, jenis solar yang selama ini sudah terjadwal.
Dijelaskannya, selama ini solar khusus gapoktan belum masuk dalam skedul distribusi BBM. Dia juga berencana akan mengundang ketua kelompok tani masing-masing. Hal itu untuk menghindari oknum yang bermain dengan mengatasnamakan para petani.
Yusman mengakui sebenarnya dulu distribusi BBM pernah diperuntukkan untuk para petani, tapi tidak rutin karena jumlahnya tak banyak. Selain itu juga banyak oknum yang mengatasnamakan petani.
“Makanya harus diatur. Ketua kelompoknya boleh menghubungi saya, nanti akan kita bicarakan dengan kelompok taninya. Tapi harus yang benar kelompok tani, jangan ‘tani-tanian’. Saya takut itu mengatasnamakan. Kalau benar kelompok tani saya akan bantu,” janji dia.
Ia mengatakan suplai solar di SPBU tidak seperti premium. Per harinya pihak Pertamina hanya menyuplai delapan ribu liter (satu tangki) saja. Sedangkan premium bisa mencapai dua kali lipat, 16 ribu liter per hari. Karena itu pihaknya akan mengatur kembali skedul distribusi solar. Bagaimana caranya agar para petani juga memperoleh solar.
“Saya akan tanya dulu minyak yang ada cukup atau tidak jika harus ditambah dengan kelompok tani. Karena selama ini kan hanya nelayan yang gunakan solar. Sekarang pelanggan kita yang sudah ada sudah terjadwalkan, lantas ada masuk lagi yang baru. Perlu kita rundingkan. Perlu kita hitung-hitung lagi,” tuturnya.
Soal surat-menyurat atau rekomendasi dari camat, Yusman mengatakan hal itu harus dipenuhi. Tujuannya agar distribusi tepat sasaran dan menghindari oknum yang bermain. Tanpa kelengkapan surat itu, ia memastikan pihak SPBU tak akan melayani jika membeli menggunakan jeriken.
“SPBU tidak akan melayani jika tak ada rekomendasi. Tapi kalau bisa ketua kelompok taninya ketemu saya. Nanti akan kita cari cara. Kalau untuk suplai kendaraan umum itu memang tidak bisa dikurangi. Sisanya itulah baru kita bagi-bagi, untuk daerah kecamatan petani dan kelompok tani,” ungkapnya.
Kemungkinan DPRD akan memanggil Hiswana Migas, Senin depan, dia mengaku waktunya terlalu mepet. “Saya pulang Minggu, kalau Senin rapat dengan Dewan, kapan saya mau rapat dengan SPBU. Maksud saya clear-kan dulu di SPBU dan petani, jadi ketika rapat nanti kita lebih mudah,” tuntasnya. (KiA)

Solar Langka Ulah Spekulan

Pontianak – Seolah tak pernah berhenti dari persoalan kelangkaan solar di Kalbar. Jenis bahan bakar minyak (BBM) tersebut sulit didapat meskipun Pertamina telah menjamin stok aman.
“Sebetulnya stok BBM khususnya solar cukup. Hanya saja menghilang karena ulah spekulen. Kita sudah sepakat untuk mengawasi itu bersama aparat terkait,” tegas H Retno Pramudya SH MH, Ketua Gafeksi (Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia) Provinsi Kalbar kepada Equator menyikapi rencana aksi mogok ratusan kendaraan angkutan pelabuhan dan ribuan buruh, Senin (26/12).
Dia mengungkapkan, beberapa waktu lalu pihaknya bersama Organda, Pertamina, Walikota Pontianak, dan para pemilik SPBU telah membahas kelangkaan solar. Dalam pertemuan itu secara jelas dan tegas pihak Pertamina menyatakan stok BBM cukup.
Ternyata, kata Retno, sulitnya mendapatkan solar terutama di SPBU akibat permainan spekulen yang ingin memetik keuntungan lebih besar. Menyikapi hal itu Pemkot juga telah mengeluarkan peraturan yang mengatur jam antrean dan menunjuk SPBU tertentu untuk melayani kendaraan angkutan seperti tronton, trailer, truk, dan bus organda, serta kendaraan pribadi.
“Sudah ada peraturan walikotanya. Tapi itu masih terus dievaluasi dan bisa saja direvisi mengingat kebijakan itu belum sempurna, masih ada yang belum terlayani, termasuk anggota Gafeksi,” kata dia.
Legislator Kalbar ini menambahkan, untuk bus Organda misalkan, ditunjuklah SPBU Siantan, truk di SPBU Jeruju, tronton di SPBU Sei Jawi dan SPBU Sei Ambawang. Selanjutnya untuk truk yang beroperasi di Utara di SPBU Sei Ambawang dan Sutan Hamid.
Retno menjelaskan, pihaknya sudah meminta kepada Pertamina untuk memberikan sanksi tegas kepada SPBU yang bekerja sama dengan spekulen. Juga meminta kepada aparat untuk mengikutsertakan pihak POM dalam mengawasi aksi spekulen jika melibatkan aparat.
“Pada tanggal 27 Desember nanti, kita kembali akan melakukan pertemuan dengan pemerintah Kota Pontianak, dan pihak terkait lainnya guna mengevaluasi terkait perkembangan berbagai persoalan yang muncul dengan solusi yang ada,” kata dia.
Selain itu, politisi daerah pemilihan Sanggau-Sekadau ini juga meminta agar Pertamina mengawasi secara intens aktivitas SPBU di sejumlah daerah, baik itu SPBU yang berada di ibu kota kecamatan maupun di ibu kota kabupaten. Karena masih terlihat antrean jeriken di sejumlah SPBU seperti di Kabupaten Sanggau.
Terpisah, Sales Area Manajer Pertamina Wilayah Kalbar, Putut Adrianto mengatakan, solusi dari pihaknya adalah stabilitas stok dan pelayanan maksimal kepada masyarakat dengan mengikuti ketentuan pemerintah. “Kami sekarang merujuk pada ketentuan walikota, mana SPBU yang boleh dan tidak,” jelasnya singkat. (jul)

Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai KiamatNggak Bakal Teraliri Listrik


Jakarta - Perhatian pemerintah pusat terhadap daerah-daerah perbatasan sangat minim. Daerah perbatasan di Kalimantan terpaksa mengeluarkan uang sendiri untuk membuat pembangkit listrik tenaga surya sendiri.

"Listrik di daerah perbatasan antara Kalimantan-Malaysia sudah banyak yang teraliri listrik, tetapi bukan dari PLN. Di sana kita menggunakan pembangkit listrik tenaga surya yang berasal dari kocek sendiri bukan dari PLN," ungkap Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Farid Wadjdy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/5/2012).

Menurut Farid, kalau masyarakat di daerah perbatasan Kalimantan Timur mengharapkan listrik dari PLN, dia yakin sampai kiamat hal tersebut tidak bakal terjadi. "Kalau harapkan PLN, sampai kiamat tidak bakal teraliri listrik," tegasnya.

Sebelumnya, dia mengungkapkan, ada 5 kecamatan di Kalimantan Timur di daerah perbatasan antara Indonesia-Malaysia, seperti Kecamatan Kerayan, Kecamatan Kerayan Selatan, Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, dan Kayan Selatan.

"Sejak Indonesia merdeka atau selama 67 tahun, masyarakat di 5 kecamatan tersebut tidak pernah menikmati namanya BBM subsidi, malah bisa menikmati BBM berasal dari Malaysia dengan harga Rp 15.000-Rp 20.000 per liter,"

Kelangkaan BBM, Dampak Minimnya SPBU

Bengkayang – Papan bertuliskan bensin dan solar habis menjadi pemandangan biasa bagi warga ibu kota Kabupaten Bengkayang. Salah satu sering terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) disebabkan minimnya SPBU.
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot SPd mengatakan, keterbatasan jumlah SPBU di Bengkayang menjadi penyebab terjadinya kelangkaan BBM, sehingga pasokan BBM untuk daerah Bengkayang hanya sedikit dan tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat.
“SPBU di Kota Bengkayang hanya satu-satunya saja di Jalan Sanggau Ledo, sedangkan masyarakat yang membeli BBM tersebut bukan hanya dari warga lokal, tetapi penduduk Kabupaten Landak juga menyerbu ke sini,” ungkap Gidot ditemui di Kantor Camat Bengkayang, belum lama ini.
Ketua Umum DPC Demokrat Kabupaten Bengkayang ini menjelaskan, warga Kabupaten Landak yang banyak membeli BBM di SPBU Bengkayang yang berada di Jalan Sanggau Ledo berasal dari Simpang Tiga sampai ke Tunang. Sedangkan masyarakat Bumi Sebalo dari Kecamatan Bengkayang, Lumar, Ledo, Teriak, Suti Semarang dan Sungai Betung.
“Wajar saja stok BBM di SPBU cepat habis, karena satu-satunya di Kota Bengkayang. Sedangkan SPBU yang ada di Kecamatan Sanggau Ledo melayani beberapa kecamatan seperti Tujuh Belas, Ledo, Seluas, Siding, dan Jagoi Babang,” terangnya.
Ia melanjutkan, SPBU yang berada di Kecamatan Samalantan melayani beberapa kecamatan yakni Capkala, Monterado, dan Lembah Bawang. Sama halnya di Kecamatan Sungai Raya. Karena itu, perlu adanya penambahan jumlah SPBU di Kabupaten Bengkayang.
“Apabila tidak ada pengusaha yang mampu untuk membuka SPBU baru di Bengkayang, Pertamina seharusnya membantu terlebih dahulu untuk membukanya, jangan masyarakat yang menjadi korban dikarenakan keterbatasan BBM,” ujar Gidot berseloroh. (cah)

BBM Langka, Karena Tak Mencukupi Kebutuhan

Antrean kendaraan di SPBU Kabupaten Sekadau
Abdu Syukri
Antrean kendaraan di salah satu SPBU di Kabupaten Sekadau
 
Sekadau – Kesulitan BBM masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Kabupaten Sekadau. Puluhan kendaraan sering terlihat antre di sejumlah SPBU.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sekadau, Makmur Pakpahan SE, mengatakan sudah selayaknya pihak Pertamina meninjau ulang jatah suplai ke SPBU-SPBU dan SPBB di Kabupaten Sekadau mengingat kebutuhan akan BBM di masyarakat semakin hari-kian meningkat.
“Kendaraan bertambah, dealer semakin banyak,” kata Makmur kepada wartawan, belum lama ini.
Selain kebutuhan yang meningkat, tingginya konsumsi BBM di Kabupaten Sekadau juga dipengaruhi posisi Kota Sekadau yang berada di tengah-tengah kabupaten lainnya. Akibatnya, SPBU di Kota Sekadau sering menjadi stasiun persinggahan untuk kendaraan kabupaten lain yang melintas di wilayah timur Kalbar.
Dengan alasan tersebut, kebutuhan BBM di Kabupaten Sekadau diakui sulit untuk diprediksi di atas secara angka. “Kita tahu kebutuhan masyarakat kita di tujuh kecamatan setiap harinya, tapi kendaraan yang melintas dari kabupaten lain dan mengisi BBM di Sekadau apa bisa kita perhitungkan juga,” paparnya.
Untuk itu, ia sangat mengharapkan adanya perhatian Pertamina untuk memberikan jatah BBM ke Sekadau di atas DO (delivery order) yang masuk ke SPBU-SPBU di Sekadau.
“Lihat saja di musim-musim kebutuhan meningkat seperti sekarang, berapa banyak pun yang didatangkan habis juga, malah kurang, ini akan kita bicarakan dengan para pengelola SPBU,” ungkapnya. (bdu)

Kalimantan Blokir Batubara, Jawa Terancam 'Gelap Gulita'


Jakarta - Aksi berbagai elemen masyarakat di Kalimantan khususnya di Kalimantan Selatan yang memblokir jalur pengiriman kapal-kapal batubara di Sungai Barito bisa berakibat fatal apabila berlangsung lama, salah satunya sebagian pulau Jawa terancam gelap gulita (mati lampu).

Kepala Divisi Batubara PT PLN (persero) Helmi Najamuddin mengatakan jika dibiarkan berlatur-larut kondisi tersebut akan mengancam stok batubara yang dimiliki PLN, jika tidak segera diatasi segera Jawa bisa gelap gulita.

"Tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, pasalnya akan mengancam pasokan batubara PLN, pasalnya normalnya stok barubara yang kami miliki hanya cukup selama 25 hari, dan jika aksi tersebut berlangsung selama itu, sebagian pulau Jawa bisa gelap gulita," kata Helmi ketika dihubungi detikFinance, Senin (28/5/2012).

Menurut Helmi, pasalnya sebagian besar pembangkit yang berada di Jawa menggunakan batubara, kalau pasokan terganggu Pembangkit Tenaga Listrik Uap (PLTU) baik milik PLN maupun swasta pasti tidak akan beroperasi.

"Di Jawa ada sekitar 43% pembangkitnya (PLTU) menggunakan batubara, dan pembangkit batubara tidak bisa diganti bahan bakar lain untuk memproduksi listrik, kalau pembangkit yang menggunakan gas (PLTG) masih bisa menggunakan bahan bakar minyak (BBM)," ungkap Helmi.

Apalagi kata Helmi, pasokan batubara di Kalimantan sangat besar yakni mencapai 80% sisanya berasal dari Sumatera 20%. "Kontribusi pasokan dari pulau Kalimantan sangat besar yakni mencapai 80% sedangkan sisanya dari Sumatera 20%. Artinya kalau kondisi ini berlangsung berlarut-larut sebagian pulau Jawa bisa gelap pada malam hari," tuturnya.

Memang ujar Helmi, saat ini baru Kalimantan Selatan saja yang melakukan aksi pemblokiran tersebut, tetapi tidak menutup kemungkinan akan merembet ke daerah lainnya di Kalimantan bahkan bisa seluruh kalimantan.

"Karena yang saya tahu ini masalah permintaan tambahan kuota BBM, artinya pemerintah pusat segera mencari jalan keluar dan aparat hukum di daerah tersebut bisa segera mungkin membuka jalur pengiriman kapal, agar yang kita takutkan tidak terjadi," tandasnya.

Aksi masyarakat di Kalimantan memblokir batubara terjadi karena pemerintah pusat tidak mau menambah kuota atau jatah BBM subsidi yang makin tipis di Kalimantan. Masyarakat Kalimantan lelah harus antre di SPBU untuk mendapatkan BBM subsidi.

BBM Langka, Jalur Batubara Diblokir Warga

Jakarta – Ancaman untuk memblokade jalur perairan Sungai Barito, Kalimantan Selatan agar pengiriman ponton-ponton pengangkut batubara ke Jawa benar-benar dilakukan. Ini akibat tambahan kuota BBM bersubsidi tidak dipenuhi.
“Sabtu kemarin, seharian penuh terjadi pemblokiran Sungai Barito sehingga kapal pengangkut batubara tidak ada yang bisa lewat,” kata Addy Haeruddin, Ketua DPD Himpunan Wirausaha Pengusaha Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalsel, seperti dikutip detikFinance, Minggu (27/5).
Blokade jalur pengiriman itu sebagai tuntutan masyarakat Kalimantan yang diwakili para gubernur/kepala daerah se-Kalimantan untuk mendapatkan tambahan kuota. Jika tidak dipenuhi maka dalam 3 bulan ke depan BBM subsidi di Kalimantan habis.
Dijelaskan Addy, berbagai elemen masyarakat Kalimantan Selatan, terdiri dari warga, mahasiswa, LSM, dan lainnya turun ke sungai dengan ratusan perahu klotok memblokir jalur sungai. “Ratusan perahu klotok turun ke tengah sungai mengadang kapal tongkang pengangkut batubara,” ujarnya.
Akibatnya, praktis tidak satu pun kapal tongkang pengangkut batubara yang berhasil lewat. “Seharian penuh tidak ada kapal tongkang yang lewat. Kami tidak tahu apakah hari ini masyarakat juga melanjutkan aksinya. Kami harapkan peristiwa ini membuat para pejabat di pusat (Jakarta) mengerti kondisi kami di Kalimantan. Dan segera mengambil keputusan sesegera mungkin,” tandasnya kepada detikcom.
Sebelumnya, empat kepala daerah diwakili Gubernur dan Wagub Kalimantan Selatan, Wagub Kalimantan Barat dan Tengah, Wagub Kalimantan Timur, mohon kepada DPR agar mengizinkan pemerintah menambah kuota BBM bersubsidi.
Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI Ahmad Farial beserta para anggotanya menerima kepala daerah se-Kalimantan yang tergabung dalam Forum Kerja sama Revitalisasi Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan, dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (21/5).
Diharapkan Komisi VII mengabulkan usulan untuk menambah Kuota BBM di wilayah Kalimantan termasuk Kalbar. “Karena sebagaimana diketahui, sering terjadi antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kalbar,” ujar Christiandy.

Masih normal

Sementara itu pasok BBM ke sejumlah SPBU di Kota Sintang disebut “masih” normal. Namun, antrean panjang masih terus terjadi.
“Kita masih dapat premium 16 kiloliter dan solar 16 kiloliter,” ungkap H Ghulam Murtaza, pemilik SPBU di Kawasan Tugu Bank Indonesia (BI) Sintang.
Kendati dinilai normal, antrean cukup panjang terus mewarnai SPBU di Kota Sintang setiap harinya. Akibatnya ketersediaan minyak di SPBU tak mampu bertahan lama. Dalam waktu hanya 2-3 jam sudah tutup karena kehabisan minyak.
“Kita buka mulai pukul 08.00 pagi. Saya turun langsung ke lapangan. Kita kondisikan pelayanan mampu bertahan hingga pukul 18.00-19.00 malam,” kata Ghulam Murtaza.
Pengaturan yang dilakukan Ghulam Murtaza dengan cara lebih memprioritaskan masyarakat ketimbang pengantre. “Pengantre kita kasih. Cuma dibatasi, sekali isi sehari. Tidak ada istilah dua kali, kalau kedapatan dua kali tidak akan saya kasih minyak lagi,” tegasnya.
Menurut Pak Haji ini, bila pasokan minyak benar-benar dikelola dengan baik, dirinya memastikan SPBU dapat melayani masyarakat dalam jangka waktu cukup panjang. “Saya heran kenapa SPBU yang lain cepat habis. Kadang 2-3 jam sudah habis, padahal pasokan dari Pertamina sama,” ujarnya.
Seperti hari-hari biasa, BBM eceran cukup banyak tidak jauh dari SPBU, seperti terletak di ruas jalan MT Haryono KM 2. Para pengecer berjejer di tepi jalan, termasuk kios, menjual seharga Rp 6.000/liter.
Maraknya pengecer dan kios dapat dijumpai hingga ke SPBU yang biasa disebut Abang-Adek, ruas Jalan Sintang-Pontianak Kilometer Tujuh, termasuk di kawasan SPBU Tuga Bujang Beji. (din)