Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Sabtu, 14 Juli 2012

Digedor Satpol PP, Betapok di Lemari

Pasangan mesum diamankan di markas Satpol PP Kota Pontianak
Syamsul Arifin
Pasangan mesum yang terjaring di indekos diamankan di markas Satpol PP Kota Pontianak
Pontianak – Bukan hanya kepolisian saja yang melakukan razia menjaring pasangan mesum di hotel dan indekos. Satpol PP Kota Pontianak menjaring belasan pasangan mesum dan penghuni rumah indekos di wilayah Pontianak Kota, Kamis (12/7) pagi.
Razia dimulai sekitar pukul 05.00. Menyusuri beberapa kawasan indekos di wilayah Pontianak Kota. Petugas menelusuri indekos Jalan Merak, Jalan Kutilang, dan Jalan Prof DR Hamka. Razia dilakukan pagi hari saat penghuni indekos tidur pulas.
Petugas memeriksa satu per satu kamar indekos dan membangunkan penghuninya. Petugas mendapati pasangan remaja tidur sekamar. Saat dilakukan pemeriksaan, dua sejoli tersebut tidak dapat menunjukkan bukti pasangan sah. Selain itu di kamar lainnya petugas juga mengamankan beberapa penghuni yang tidak memiliki identitas atau KTP.
Awalnya Satpol PP dibantu anggota TNI dan Polri tersebut menggerebek kamar indekos dalam keadaan terkunci. Namun setelah beberapa kali digedor dan didorong, pintu kamar terbuka dan kosong. Petugas yang melakukan pengecekan melihat ada yang mencurigakan di dalam lemari. Ternyata pasangan remaja yang menghuni kamar itu bersembunyi dalam lemari.
Razia yang dilakukan tersebut berhasil menjaring 10 pasangan mesum. Selain itu juga mengamankan tujuh penghuni indekos tanpa identitas. Mereka semua digelandang ke kantor Satpol PP untuk didata dan dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring).
Kasat Pol PP Kota Pontianak Sy Saleh mengatakan razia yang dilakukan jajarannya merupakan kegiatan rutin. Tujuannya menegakkan peraturan daerah (perda) dan menjelang bulan Ramadan. Maka dari itu dilakukan peningkatan razia terhadap rumah-rumah kost maupun penginapan yang diduga dijadikan tempat mesum.
“Kita lakukan ini, juga merupakan laporan dari masyarakat yang resah dengan beberapa aktivitas rumah indekos. Karena disalahgunakan, sehingga kita lakukan tindakan. Bahkan ada juga pasangan mesum yang bersembunyi di dalam lemari. Padahal lemarinya tidak begitu besar,” ungkap Saleh.
Pasangan remaja yang terjaring, akan dipanggil orang tuanya. Kemungkinan orang tua mereka tidak mengetahui keberadaan anak-anaknya tersebut. Sebagian yang terjaring adalah warga Kota Pontianak. Sehingga yang jadi pertanyaan, apakah orang tua mengetahui keberadaan anaknya.
“Karena saya melihat tidak mungkin orang Pontianak harus tinggal di rumah indekos. Sedangkan di Pontianak mempunyai rumah sendiri bersama orang tuanya,” tegas Saleh. (sul)

Jumat, 13 Juli 2012

Genderang Perang Ditabuh

Pangsa Pasar, Raup Suara, hingga Ubah Mindset

ilustrasi pilgub kalbar
ZMS
Pontianak – Genderang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar 2012 pun ditabuh. Tiga kandidat sudah menyatakan siap bertarung merebut hati rakyat. Cornelis, Tambul Husin, dan Morkes punya andalan.
“Fisik masih kuat, partai mendukung dan rakyat juga mendukung, apa salahnya maju. Kenapa kita tidak manfaatkan sisa-sisa hidup kita ini untuk orang banyak,” ungkap Cornelis kepada Rakyat Kalbar di kediamannya, Minggu (8/7) sore.
Dengan gaya tegasnya dan suara yang tetap lantang, Cornelis mengaku bukan semata-mata untuk mengejar kekuasaan. Karena selama ini Kalbar selalu diurus orang lain, yang terkadang tidak paham bagaimana kondisi masyarakat. Kadang-kadang blakblakan tetapi takut melecehkan dan lain sebagainya.
“Kalau kita bicara itu untuk rakyat Kalbar, itu apa adanya. Senang tidak-senang itulah kita punya. Kalau kita mau maju, kita harus tahu kekurangan, kelemahan, dan kelebihan yang ada,” tegas Cornelis.
Gubernur Kalbar yang segera mengakhiri periode pertama jabatannya ini merasa harus terbuka. Kalau orang lain itu hanya basa-basi doang. Mau ngomong blakblakan takut dianggap menghina dan bisa membuat orang lain tersinggung.
“Kalau saya kan tidak. Jika memang kurang, kenapa harus kita tutupi dan bilang bagus. Kemudian, jika memang bagus kenapa tidak kita tingkatkan supaya lebih bagus lagi,” tuturnya.
Bicara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dikritisi lawan politiknya, Cornelis bertanya daerah mana yang paling rendah. Dia akan menegur langsung bupati yang harus serius menangani daerahnya.
“Jangan hanya kita kalut menyalahkan orang. Kita bersaing secara terbuka. Di bidang ekonomi, orang berani menjual pecel lele. Kita juga harus berani menjual pecel lele. Orang jual cendol, kita juga jual cendol,” katanya bertamsil.
Soal mendorong masyarakat bersaing, Cornelis mengambil contoh orang Padang. “Orang Padang yang dari jauh saja berani buat warung makan padang. Melayu sendiri saja tidak berani buat warung makan melayu. Nah, ini yang selalu saya kemukakan. Selalu saya motivasi. Kita harus mengedepankan identitas kita. Orang Madura saja berani menunjukkan identitas Madura, kenapa orang Kalbar tidak berani,” paparnya.
Sebagai incumbent, figur yang kerap dinilai sebagai sosok yang keras mengaku ada program yang ditawarkan kepada konstituen selain yang sudah jadi dan masih dalam perencanaan. Mantan Bupati Landak ini mengaku tidak mau mengarang-ngarang.
“Kalau kita melihat empat pasang yang akan maju dalam pilkada ini, masing-masing kandidat sudah punya pangsa pasar yang jelas. Ibarat rokok Gudang Garam dan LA, sudah punya pasar yang jelas,” katanya.
Tapi bagaimanapun, Cornelis mengatakan berupaya sekuat tenaga pilkada ini bisa satu putaran. Dua putaran menurutnya punya risiko begitu besar. Karena Kalbar ini begitu luas sehingga membuat ongkos pilkada besar.
“Sejauh ini kita sudah siap termasuk juga saksi-saksi. Saya ini kan tiap tahun latihan pemilihan dan terakhir di Landak. Jadi sekarang tinggal menekan tombol. Sekarang mesin politik kita juga sudah mulai gerak,” ungkap Cornelis.
Besok SK tim kampanye koalisi pendukungnya diteken dan Senin hari ini sudah sampai di KPU provinsi. “Jadi kami sudah siapkan tim kampanye di 14 kabupaten kota se-Kalbar. Mereka tinggal datang dan stressing saja. Untuk Cornelis, basisnya se-Kalbar. Karena kita maju didukung oleh rakyat dan pemerintah pusat juga percaya dengan kita,” ujar Ketua DPD PDIP Kalbar itu yakin.
Pilkada kali ini dianggapnya jauh lebih mudah dari sebelumnya. Karena partai lebih ramai yang mau bergabung. “Jadi ada lima partai pengusung, yaitu PDIP, Demokrat, PDS, PIB, dan PKB,” katanya.
Cornelis pun bangga, selama menjabat Gubernur Kalbar, sudah 47 penghargaan diperoleh. Terakhir penyelenggaraan MTQ Internasional I Jamiatul Quro wal Huffadz di Pontianak yang kemarin berakhir.

Mengubah mindset

Sejak memutuskan terjun ke Pilgub 2012 untuk perebutan tampuk pimpinan Kalimantan Barat, H Abang Tambul Husin menyatakan sudah sangat siap.
“Semua kandidat bisa bilang punya basis di mana saja. Tapi bagi saya, pemilih saya tersebar merata di semua kabupaten. Pilkada itu sarat dengan ikatan emosional primordial. Hal yang tidak baik, tapi realistis. Kita dalam tahap pembelajaran demokrasi dan untuk pemenangan kondisi seperti itu sangat diperhitungkan,” tutur Tambul diwawancarai di markasnya di Jalan Mega Timur, Pontianak Utara akhir pekan lalu.
Kesiapan lainnya tak lain adalah kesiapan teknis yang cukup menentukan apakah suara yang sudah diberikan konstituen tidak lari karena kecurangan. Tambul mengatakan saksi dalam pencoblosan nanti telah ready 80 persen.
Persiapan yang agaknya menjadi dasar dari setiap kandidat maju ke pilkada adalah modal alias dana. Tambul yang telah mendaftarkan kekayaannya ke Komisi Penyelidik Kekayaan Pejabat Negara (KPKPN) itu mengaku menerima donasi dari simpatisannya.
“Tapi saya menolak donasi dari perusahaan-perusahaan besar maupun pengusaha-pengusaha. Karena saya ingin menjalankan kekuasaan dengan lebih bijak dan pro rakyat jika saya terpilih nantinya. Bukan pro terhadap pengusaha maupun kelompok tertentu,” seloroh Tambul dengan senyum khasnya.
Yang jelas, selain didukung penuh oleh Pembina Partai Gerindra Prabowo, majunya mantan Bupati Kapuas Hulu dua periode ini didukung oleh 18 partai termasuk yang nonparlemen.
“Partai memang mesin penggerak, tetapi perlu militansi pendukung. Kan akhirnya terpulang kepada figur yang didukung rakyat,” ujar Tambul.
Keinginan dasar Abang Tambul Husin ketika menyatakan maju ke Pilgub Kalbar 2012 bukan lantaran ambisi jadi pemimpin. Tambul ingin mengubah mindset (pola pikir, red) masyarakat dan pemimpin Kalbar agar tak lagi terjadi pengotakan.
“Kita mulai dengan pemimpinnya dulu. Jangan harap jadi kadis, misalnya, jika tidak pernah turun ke masyarakat. Ndak lucu jika orang bicara soal pertanian tapi tidak pernah turun ke sawah dan berbincang dengan para petani,” kata Tambul ditemui di Pontianak.
Tambul mengisyaratkan perubahan mindset tersebut bukan terletak pada petani atau nelayan, namun pada orang yang mengurusi hal-hal tersebut. “Kalau orang-orang (pejabat, red) sudah be-revolusi dari pemakai mesin tik ke pemakai komputer, petani jangan lagi dibantu dengan cangkul, tapi bantulah dengan menyediakan traktor,” papar pria kelahiran Nanga Bunut 64 tahun lalu ini.
Ketua DPW Partai Gerakan Indonesia Baru (Gerindra) ini menyatakan pola pikir di bidang politik pun sebaiknya sedikit diubah. “Saya sebagai ketua DPW, tidak akan mencampuri urusan anggota yang di dewan. Karena mereka itu harus bekerja fokus dan giat untuk rakyat,” dia mengingatkan.
Berbicara mengenai pendidikan, Tambul berpendapat pendidikan itu dibutuhkan agar manusia jangan jadi beban bagi manusia lain. Seorang pelajar maupun mahasiswa harus mempunyai karakter khusus, karakter yang bertanggung jawab. Untuk membangun karakter itu, peran pemerintah dinilai sangat penting.
“Seorang pemimpin harus melihat ini sebagai masalah. Pembentukan karakter adalah bagian dari proses belajar. Proses belajar yang baik berasal dari lingkungan yang baik pula,” tegasnya.
Tambul berjanji akan membangun tempat tinggal atau asrama yang baik bagi mahasiswa yang berasal dari daerah. Sebab, daerah sangat butuh tenaga terdidik sebagai generasi penerus yang tidak bisa diabaikan.

Sapu suara 6 kabupaten

Strategi penting pasangan Morkes Effendi-Burhanuddin A Rasyid siap menggempur dan meraup suara di enam kabupaten 20 September nanti.
“Target akhir kita meraup suara sebanyak-banyaknya. Dengan strategi dan taktik, kita optimis menang di enam kabupaten, yakni Ketapang, Sambas, KKU, Kabupaten Pontianak, Kubu Raya, dan Melawi,” tegas Morkes yakin.
Dikatakan, kesiapan mesin politik baik partai maupun nonpartai sudah tidak masalah. Parpol koalisi sudah membentuk pemenangan. “Kita ready combat (siap tempur),” kata Morkes menjawab Rakyat Kalbar via seluler, Minggu (8/7).
Tim koalisi sudah meramu strategi dan taktik politik yang jitu untuk meraih kemenangan. Begitu pula dengan kekuatan-kekuatan nonpartai seperti organisasi kemasyarakatan, baik itu dari keagamaan maupun kebudayaan.
“MABM kabupaten/kota di Kalbar hampir seluruhnya siap mendukung kami, kecuali MABM provinsi yang masih gamang,” ungkap Ketua Lembaga Adat Melayu Serantau (LAMS) ini.
Tanpa buka detail strategi dan taktik, mantan Bupati Ketapang dua periode ini mengibaratkan dalam sebuah pertempuran taktik dan strategi sangat menentukan kemenangan.
“Diperlukan kecermatan seperti persiapan dan perumusan konsep-konsep dan ide jangka panjang. Sebagai jalan untuk memenangkan pertarungan politik dan pembangunan berkelanjutan setiap lembaga demokratis,” jelas dia.
Ketua DPD Partai Golkar Kalbar ini memaparkan, tujuan dari setiap strategi bukanlah kemenangan yang dangkal, tapi perdamaian yang mendasar. Perdamaian berarti penerangan terhadap program-program yang tepat dan reformasi. Perdamaian inilah yang sebenarnya diimpikan masyarakat Kalbar ke arah kesejahteraan ekonomi yang merata.
Morkes menganalisis, melihat komposisi kandidat yang maju terdiri dari tiga pasang dari agama yang sama. Komposisi ini tidak jauh berbeda dengan pilgub 2007 lalu. Latar itu tak mengkhawatirkan Morkes. “Masyarakat sekarang sudah pintar, sudah tahu mana yang punya komitmen yang kuat untuk memajukan daerah ini,” katanya.
Karena itu persiapan harus dipikirkan jauh-jauh hari, bukan sesuatu yang sifatnya instan, karena masyarakat tidak hanya memilih berdasarkan ketenaran para kandidat melainkan juga kepercayaan akan pola kepemimpinan dan kinerjanya.
“Masyarakat merindukan kemapanan, situasi yang stabil, dan juga kepastian kebijakan. Masyarakat butuh perubahan yang bisa langsung dirasakan bukan hanya dengan janji-janji politis, masyarakat sudah lelah dibohongi. Tapi kembali lagi, kekuasaan itu milik Allah, jadi Allah yang menentukannya,” ungkap dia.
Harapan dan keinginan masyarakat Kalbar, lanjutnya, sudah ditampung dan dituangkan dalam misi dan visi yang disimpulkan dari Focus Group Discussion (FGD) dan dibahas bersama para ahli.
“Kita memiliki visi mewujudkan masyarakat Kalbar yang Maju, Jaya, dan Sejahtera. Visi itu akan diwujudkan melalui 10 misi pembangunan,” tuntas Morkes.
Bagaimana dengan kandidat Mayjen TNI Armyn Angkasa Alianyang? Berkali-kali dihubungi ponselnya tidak diangkat. Begitu pun di SMS, tak ada jawaban dari calon yang dikabarkan sudah mundur dari kedinasannya di TNI AD. (kie/miq/jul)

Dari yang Kecewa hingga Apatis

Pontianak – Dekan Magister Fakultas Ilmu Sosial Untan Dr Bakran Suni MSi memahami mengapa rakyat cilik belum mengenal siap calon pemimpinnya. Wajar jika masyarakat pedalaman tidak kenal lantaran akses informasi terbatas.
“Di Ketapang, masyarakat mesti lebih kenal Morkes Effendi. Kemudian di Putussibau dan kawasan timur yang lebih dikenal adalah Tambul Husin. Kemungkinan yang dianggap pendatang baru adalah Armyn,” kata Bakran.
Yang jelas, lanjut Bakran, incumbent tetap masih menjadi pasangan yang paling dikenal. Peluangnya juga lebih besar dibanding pasangan pendatang baru.
“Masyarakat dapat dibagi menjadi tiga. Ada masyarakat yang benar-benar tidak tahu, pura-pura tidak tahu, dan ada masyarakat yang memang benar-benar tahu. Jadi, itu tugasnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan masing-masing tim sukses untuk membuat masyarakat menjadi tahu,” paparnya.
Bakran memprediksi golput di pilkada kali ini masih tetap ada. Karena dari sekian banyak masyarakat Kalbar pasti ada yang merasa kecewa dengan kondisi selama lima tahun berjalan.
“Tetapi kita berharap jangan sampai itu terjadi. Hak pilih itu harus disalurkan. Oleh karena itu, kandidat yang mencalonkan diri jangan hanya bisa mengumbar janji. Tetapi berbuatlah yang bisa dilakukan untuk rakyat,” imbaunya.

Ekonomi rakyat

Dosen Komunikasi Dakwah STAIN Pontianak Ibrahim MS MSi menganggap wajar kalau ada warga masyarakat kurang memedulikan pilgub. Kemungkinan karena sosialisasi atau komunikasi dari penyelenggara pilgub kurang memasyarakat. Atau bisa jadi masyarakat sudah tahu pemenangnya karena melihat sejarah pemilihan tahun 2007 lalu yaitu 1 vs 3.
“Mungkin masyarakat sendiri lebih banyak kerja ketimbang memikirkan politik. Sementara kebutuhan hidup dan ekonomi mereka kurang baik. Jadi wajar kalau mereka tidak memikirkan hal itu,” ujarnya.
Menurutnya, kalau berbicara politik uang, pada saat pilkada tidak asing lagi di telinga masyarakat. Karena sudah biasa dilakukan oleh para calon untuk meraih suara yang lebih banyak. “Sekarang ini kalau tidak ada uang, tidak bisa jadi. Karena masyarakat kita betul-betul membutuhkan itu. Makanya tidak heran politik uang,” katanya.
Kalau masyarakat bawah kurang memedulikan masalah pilgub, itu tugas besar dari penyelenggara pilgub sendiri untuk mensosialisasikan dan berkomunikasi yang baik kepada masyarakat. Supaya dalam pemilihan nanti betul-betul terselenggara dengan baik.
“Mari kita sukseskan pilgub 2012 ini. Jaga kamtibmas dan keharmonisan sesama masyarakat Kalbar. Jangan terpengaruh dengan isu dan provokasi yang tidak benar. Karena hal itu akan memecahkan persaudaraan yang sudah kita bina selama ini,” harapnya.

Rakyat apatis

Tingkat pengenalan masyarakat terhadap empat bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar bervariasi. Salah satunya sama sekali tidak mengenal siapa saja figur yang maju di pesta demokrasi rakyat itu.
“Dibutuhkan riset atau jajak pendapat untuk mengetahui data yang valid apakah masih banyak masyarakat pemilih yang tidak mengenal satu pun bakal calon yang akan maju,” kata Jumadi SSos MSi, pengamat politik dari Universitas Tanjungpura, dihubungi RK, Selasa (10/7).
Menurut dia, jika kenyataannya masih ada masyarakat di provinsi ini yang tidak mengenal kandidat yang maju, apalagi di daerah perkotaan, perlu menjadi catatan para bakal calon tersebut. Ini bisa saja menunjukkan secara politik bakal calon tersebut tidak mengakar atau karena apatisme terhadap pilgub kali ini.
Apatisme terhadap pemilukada itu merupakan tamparan serius kepada parpol dan pemerintah untuk menunjukkan keseriusan dalam memperjuangkan nasib rakyat. Jumadi menilai, apatisme rakyat membuktikan pandangan masyarakat bahwa partai politik dan pemerintah tidak serius dalam memihak kepada rakyat. Berganti pemimpin pun nasib mereka tidak berubah, tidak ada peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.
Solusi untuk meningkatkan kepercayaan rakyat, parpol dan pemerintah harus lebih serius memikirkan nasib rakyat. ”Masyarakat juga ikut menilai para pemimpin. Kalau pemerintah masih suka mengobral janji dalam kampanye pemilukada, maka akan muncul apatisme itu. Untuk itu, pemilukada jangan dijadikan obral janji, tapi realisasinya sulit dan nihil,” tambah Jumadi.
Dia menambahkan, hampir 60 persen masyarakat di Kalbar berpendidikan SD, kemudian kondisi sosial yang tidak bisa mengakses informasi. Ini juga salah satu faktor penyebab masyarakat apatis dan masih ada yang tidak mengenal bakal calon pemimpin di daerahnya.
Seperti diketahui, ada empat bakal pasangan calon yang sudah mendaftar ke KPU Provinsi Kalbar. Di urutan pertama sesuai pendaftaran, pasangan Abang Tambul Husin-Barnabas Simin, pasangan Morkes Effendi-Burhanuddin A Rasyid, pasangan Cornelis-Christiandy Sanjaya, dan pasangan Armyn Angkasa Alianyang-Fathan A Rasyid. (jul/hak/kie)

Wong Cilik Tak Kenal Calon Gubernurnya?

rakyat kecil dan calon gubernur
ZMS
Pontianak – Ingar-bingar pemilukada alias Pilgub Kalbar 2012 mulai dari KPU hingga semua kandidat sudah bersosialisasi ke ujung negeri. Kalangan menengah atas jelas sudah punya sikap dan pilihan. Bagaimana dengan konstituen rakyat kecil, kenalkah mereka dengan calon gubernurnya?
“Saya hanya kenal Pak Burhanuddin. Karena selama ini yang sering dilihat terutama di Sambas adalah Pak Burhan,” ujar Juharna dengan logat Sambas yang kental.
Menurut petani ini, dia malah tak kenal siapa itu Morkes Effendi maupun Golkar. Kalau dipasangkan? “Siape jak boleh beh, Pak. Orang kawin pon bepasang-pasang,” katanya tertawa.
Juharna mengaku, siapa pun yang akan terpilih tidak terlalu berpengaruh kepada masyarakat kecil. Rakyat hanya berharap tolen, paling tidak ada perubahan yang dilakukan. Jadi, tidak hanya memberikan janji saja. Rakyat perlu bukti bukan hanya janji.
“Kami sebagai petani tidak menuntut banyak. Cukup harga beli padi dan gabah ditingkatkan. Diberikan kemudahan untuk mendapatkan pupuk. Harga sembako jangan sampai dinaikkan,” harapnya.
Sepertinya warga perkotaan saja yang tahu siapa yang akan maju di pilgub 2012 sebatas nama-nama mereka. Program-program dan jualan belum disuguhkan lantaran gong kampanye belum dipalu. Bagaimana pilkada bisa sukses jika pemilihnya saja masih belum kenal?
Amiau, pelayan toko emas di Pontianak Mall mengaku belum kenal dengan semua kandidat yang akan bertarung. Tetapi dia mengaku sudah punya pilihan siapa yang akan dipilihnya nanti.
“Tidak tahu siapa yang calon gubernur yang baru. Tetapi kalau gubernur dan wakilnya yang sekarang masih calon, kami masih tetap milih dia,” ungkap Amiau kepada Rakyat Kalbar, Selasa (10/7).
Menurutnya, selama kepemimpinan Cornelis-Christiandy, masyarakat Tionghoa lebih diperhatikan. Tidak lagi seperti dulu yang masih kurang dianggap. Kondisi sekarang juga jauh lebih aman.
Hal senada diungkapkan ibu rumah tangga, Andini, yang hanya mengenal Cornelis dan Christiandy. Karena kedua orang tersebut sering tampil di masyarakat dan di media. “Gubernur dan wakilnya sering saya lihat di koran. Jadi kalau disuruh milih, saya masih milih pasangan yang lama,” ujarnya singkat.
Tidak jauh berbeda dengan Herman, pedagang es tebu yang berjualan di dekat SMK 3 Pontianak. Ia mengatakan tidak kenal dengan kandidat yang mencalonkan diri di Pemilihan Gubernur Kalbar. “Kami belum kenal siapa yang mencalonkan diri. Karena masih belum ada kampanye. Tetapi gubernur yang sekarang sudah bagus,” katanya.
Ke depan dia berharap siapa pun yang terpilih harus lebih baik. Benar-benar memperjuangkan nasib rakyat. “Kami yang mencari nafkah di pinggir jalan jangan digusur. Bila perlu dibantu dan diberikan fasilitas. Kita ini warga negara tetap akan memilih siapa yang mencalonkan diri,” papar Herman yang sudah 15 tahun menggantungkan nasib keluarga dari jualan es tebu.
Alhasil, setakat ini incumbent memang diuntungkan oleh momen dan kesempatan yang lebih panjang untuk dikenal oleh masyarakat segala lapisan. Tak terlepas, rakyat berbagai strata pun mengenal suka atau tak suka dengan incumbent.
Masih cukup waktu bagi para kandidat untuk mengedepankan diri, menjual program, meyakinkan rakyat, apakah mereka lebih baik dari yang pernah ada. Ujiannya, ya 20 September nanti. (kie/dna)

Cornelis-Christiandy Deklarasi 9 Juni

Diusung Lima Parpol
 
Pontianak – Incumbent Cornelis-Christiandy akhirnya dipastikan tetap satu paket dari pilgub 2007 ke pilgub 2012. Empat partai politik digadang-gadang sudah siap berkoalisi dengan PDIP mengusung pasangan bermotto Bersatu Berjuang Menang (BBM) ini.
Pasangan PDIP-PD itu akan mendeklarasikan keputusan politiknya pada 9 Juni mendatang sekaligus mendaftar ke KPU. Persiapan deklarasi sedang dipersiapkan bersama empat partai koalisinya.
PDIP akan deklarasi bersama Partai Demokrat, Partai Damai Sejahtera (PDS) yang punya kursi DPRD Kalbar, kemudian Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB) dengan 1 kursi, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang nonkursi. Partai Demokrat sendiri masih membuka pintu bagi kepada partai lainnya untuk bergabung.
Dalam deklarasi itu nantinya seluruh DPC PDIP se-Kalbar akan dikerahkan untuk menyukseskan perhelatan akbar tersebut. Ketua DPC PDIP Kabupaten Sanggau Krisantus Kurniawan SIP MSi ketika dikonfirmasi terkait persiapan tersebut menegaskan untuk Kabupaten Sanggau akan dikerahkan sedikitnya 500 massa.
“Setelah ada kejelasan keputusan Partai Demokrat mengusung Cornelis-Christiandy dan akan melakukan koalisi dengan PDIP Kalbar, maka akan dilaksanakan deklarasi bersama pada 9 Juni 2012 mendatang,” jelas mantan Ketua DPRD Sanggau ini.
Menurut pria yang kini duduk di DPRD Kalbar ini, dari PDIP juga sudah mengeluarkan keputusan yang sama yakni mengusung Ketua DPD PDIP Kalbar Cornelis untuk maju bersama Christiandy Sanjaya.
“Saat deklarasi juga PDIP juga akan mengerahkan massa besar untuk mengantarkan Cornelis-Christiandy ke KPU Kalbar,” tegas Krisantus yang optimis Cornelis-Christiandy akan menang kembali pada Pemilukada Kalbar mendatang dengan satu putaran.
Ketua Divisi Kaderisasi DPD Partai Demokrat Kalbar Ary Pudianty SE bersama Sekretaris DPD Partai Demokrat Kalbar Rasmidi dan pengurus DPD PDIP Kalbar telah melakukan komunikasi intensif dan melaksanakan rapat pembentukan panitia deklarasi Cornelis-Christiandy. Kemungkinan deklarasi pasangan ini akan digelar di GOR Pontianak. Namun mengenai tempat belum final masih dikomunikasikan.
“Ini adalah koalisi besar, apalagi mempunyai pandangan yang sama mengusung dan mendukung Cornelis-Christiandy untuk menang. Kita juga optimis dengan melihat survei pasangan calon Gubernur Kalbar Cornelis-Christiandy akan menang satu putaran. Partai Demokrat masih membuka pintu koalisi,” tuntas Ary. (jul)

Demokrat Usung Cornelis-Christiandy

Milton Crosby Disebut-sebut Legowo

Pontianak – Kendati menjadi oposisi di Kabinet Indonesia Bersatu II pimpinan SBY, namun Partai Demokrat merapat ke PDI Perjuangan berkoalisi mengusung Drs Christiandy Sanjaya SE MM maju ke Pilgub Kalbar mendampingi Drs Cornelis MH.
“Majelis Tinggi Partai Demokrat dan Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono telah memutuskan akan mengusung dan mendukung Pak Christiandy sebagai Wakil Gubernur Kalbar mendampingi Pak Cornelis,” ungkap Bobby Chrisnawan, Ketua Tim Pilkada DPD PD Kalbar, kepada wartawan di Sekretariat partainya, Rabu (30/5).
Partai Demokrat (PD) dipastikan berkoalisi dengan partai berlambang banteng moncong putih, menyusul telah diputuskannya kader internalnya dalam Rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat, Selasa (29/5) lalu.
Dengan demikian, partai pemerintah ini tidak memiliki kader internal yang dapat diusung sebagai calon Gubernur Kalbar dan memilih untuk menempatkan wakil di pesta demokrasi 20 September 2012 mendatang. Menurut Bobby, semua sudah sesuai dengan mekanisme partai. Hasilnya juga telah disampaikan kepada semua pengurus PD di Kalbar untuk segera disosialisasikan.
Hanya saja, lanjut Bobby, legalitas formal berupa surat keputusan (SK) tertulis belum disampaikan DPP Partai Demokrat. “Kemungkinan besok (hari ini, red), saya atau Ketua Divisi Kaderisasi Ary Pudyanti akan mengambil SK tersebut ke DPP,” ungkapnya.
Tentu saja PD Kalbar punya pertimbangan tidak menempatkan kader internalnya di posisi nomor satu yang sebelumnya nama Milton Crosby sempat mencuat. Begitu pun Ketua DPD PD Kalbar Suryadman Gidot termasuk calon yang diunggulkan. Sedangkan calon dari luar partai yang mendaftar adalah Cornelis.
Bobby mengatakan pertimbangan Majelis Tinggi Partai Demokrat mengusung Cornelis-Christiandy karena setelah disurvei Lembaga Survei Indonesia (LSI) hasilnya paling tinggi di antara calon gubernur lain.
“Selain punya elektabilitas tinggi, Christiandy merupakan kader Demokrat. Bisa dan setia menjaga jalannya pemerintahan SBY di daerah. Selain itu Pak Cornelis lebih memilih Christiandy,” terangnya.
Sebelumnya, Bobby mengungkapkan, Tim Pilkada DPD Partai Demokrat Kalbar telah mengusulkan dua nama calon gubernur yang telah mendaftar dan diseleksi. Yakni Milton Crosby dan Cornelis, sementara untuk wakil adalah Christiandy Sanjaya dan Paryadi.
Setelah dibahas melalui mekasnime partai dan dilakukan survei, hasilnya diputuskan dalam rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat. Keluarlah nama kandidat yang diusung PD yakni Cornelis-Christiandy. “Ini artinya Partai Demokrat dan PDIP berkoalisi, serta akan ada partai-partai lain yang mengusung pasangan ini,” ujarnya.
Bagaimana dengan Milton Crosby punya kans meraup suara setidaknya di kawasan timur sebagai wacana Provinsi Kapuas Raya yang digagasnya? Sampai tadi malam dihubungi Equator, Bupati Sintang itu tidak mengaktifkan ponselnya.
Menurut Bobby, ternyata Milton dapat menerima keputusan partai. Bobby mengingatkan seluruh kader dan pengurus untuk tunduk dan melaksanakan keputusan Partai Demokrat tersebut.
“Semua kader solid satu suara dukung Cornelis-Christiandy, saya juga sudah bicara dengan Pak Milton, dan tidak ada masalah. Pak Milton menerima keputusan tersebut, beliau legowo dan siap memenangkan pasangan Cornelis-Christiandy,” pungkasnya. (jul)

Cornelis Pastikan Maju Bersama Christiandy

Pontianak - Pasangan incumbent sepertinya tidak akan berubah lagi dalam pertarungan pilkada 2012 yang dihelat lima bulan lagi. Cornelis sudah memastikan maju lagi bersama Christiandy Sanjaya.
“Saya mohon restu, mohon doa, dan dukungan masyarakat bahwa kami akan maju kembali untuk periode kedua. Dengan tetap berpasangan dengan Christiandy Sanjaya. Yang pasti dua partai politik yaitu PDIP dan Demokrat ini dua-duanya adalah sebagai pengusung, bukan pendukung,” ungkap Cornelis saat memberikan sambutan pada acara penutupan Rakor Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) di Pendopo Gubernur, Sabtu (28/4).
Ketua PDI Perjuangan Kalbar ini selain yakin menang, mengatakan kemungkinan didukung partai lainnya. “Saya optimis menang. Kita kan harus optimis menjadi pemimpin, kalau tidak kan repot,” ujar Cornelis kepada wartawan seusai membuka Rakerda I DPD PDIP Kalbar di Hotel Aston Pontianak, kemarin.
Selaku ketua partai, dalam pilkada ini dia mengatakan DPC hendaknya membantu meringankan kepala desa dan camat untuk pemutakhiran data pemilih. DPC harus membantu mengecek ulang apakah semua penduduk sudah habis terdata.
“Targetnya harus terdata semua dan jangan sampai ada yang ganda. Kita dari provinsi juga berupaya bagaimana data penduduk kita ini akurat,” katanya.
Mengenai tahapan-tahapan pilgub sudah dimulai Desember 2011 yang lalu. Tanggal 23 April sudah menyerahkan Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilukada (DP4). Data tersebut diserahkan dari bupati/walikota ke gubernur dilanjutkan ke KPU.
“Ada tugas untuk ibu-ibu untuk mengecek apakah kepala desa, lurah, atau RT/RW sudah mendata warga kita. Kalau belum, tolong cek di kantor kepala desa/lurah. Sehingga kita nanti bisa menjadi pemilih. Setelah itu akan ditetapkan menjadi pemilih tetap,” imbaunya.
Menurut Cornelis, kalau masyarakat tidak mengecek dan tidak mendaftar percuma mendukung dirinya karena tidak bisa memilih.
“Kenapa saya mohon izin kepada Bapak-Ibu. Tanpa restu, tanpa doa, dan persetujuan masyarakat kami ini tidak ada artinya. Kami hidup hanya berdua saja dengan istri. Sisa hidup kami ini kami abdikan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Cornelis mengatakan kepemimpinannya bukan hanya monopoli untuk orang Katolik tetapi untuk semua masyarakat yang ada di Kalbar. Begitu pun kasus yang menderanya akhir-akhir ini.
“Saya yakin mukjizat Yesus akan datang lagi. Sedangkan percobaan-percobaan itu sudah tertulis dalam Injil yang ditetapkan oleh Yesus. Hanya mampukah Cornelis menanggung semua ini. Saya yakin akan bisa diselesaikan dengan bantuan Tuhan,” ujarnya.
Dalam hal koalisi PDIP dan Partai Demokrat, Cornelis yakin akan terlaksana. “Kita Kalbar selalu didukung oleh Bapak Presiden SBY walaupun kami berbeda partai. Persoalan-persoalan Kalbar saya selalu lapor langsung,” ujarnya. (kie)

Pasangan Incumbent Diusung Enam Parpol

Massa Menyemut, Mega Janji Turun Kampanye

massa pendukung Cornelis-Christiandy
Istimewa
Ribuan massa pendukung Cornelis-Christiandy saat menonton Trio Macan pada acara deklarasi di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman, Sabtu (8/6)
Pontianak – Drs Cornelis MH kembali mencalonkan diri di Pilgub Kalbar 2012 dan tetap berpasangan dengan Drs Christiandy Sanjaya SE MM. Sebelum mendaftar ke KPU Kalbar, Sabtu (9/6), digelar deklarasi enam parpol pengusung yang dihadiri seribuan massa di kawasan GOR Pangsuma.
Deklarasi jadi menarik, yakni bergabungnya partai oposisi PDI Perjuangan dan partai pemerintah Partai Demokrat untuk mengusung calon. Empat pengusung lainnya yakni Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Perjuangan Indonesia Baru (PPIB), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Barisan Nasional (Barnas). Tidak ketinggalan, Partai PNI Marhaen dan Partai Buruh pun turut andil mendukung incumbent.
Cornelis menyatakan bersama Christiandy telah memberikan bukti atas keberhasilan pembangunan di Kalbar. “Keberhasilan itu dilakukan dengan bekerja, bekerja, dan bekerja,” katanya disambut teriakan hidup Cornelis dari ribuan massa yang hadir.
Sementara itu, Christiandy Sanjaya mengungkapkan dirinya sudah tidak sabar kembali mendampingi Cornelis untuk kedua kalinya. “Saya merasa bangga bisa berpasangan dengan Cornelis. Dan saya sudah tidak sabar ingin membangun Kalbar selanjutnya yang lebih baik,” kata Dewan Pembina DPD Partai Demokrat Provinsi Kalbar ini.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Tjahyo Kumolo dan Sekretaris Divisi Pembinaan Organisasi DPP Partai Demokrat Sudewo turut hadir dalam deklarasi tersebut. Mereka menyampaikan pesan maupun semangat untuk menjadi pemimpin Kalbar kedua kalinya.
Tjahyo Kumolo menyampaikan pesan dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarnoputri. “Ketum memberikan ucapan selamat atas deklarasi pasangan Cornelis-Christiandy Sanjaya. Ia berharap pasangan ini dapat terpilih dan melanjutkan pembangunan lima tahun ke depan. Ketum juga berjanji akan datang ke Kalbar pada saat pasangan Cornelis-Christiandy Sanjaya melakukan kampanye,” ungkapnya.
Tjahyo Kumolo juga meminta kepada seluruh para partai pengusung maupun pendukung untuk memikul tanggung jawab dan amanah bersama-sama dalam mewujudkan keberhasilan membangun Kalbar. “Mari kita bersama-sama untuk mewujudkan pasangan ini dapat terpilih kembali,” kata dia.
Sekretaris Divisi Pembinaan Organisasi DPP Partai Demokrat Sudewo saat deklarasi menegaskan, partainya yakin pasangan BBM itu kembali dipercaya masyarakat Kalbar untuk memimpin daerah ini.
“Pada 20 September yang akan datang kita yakin pasangan ini akan terpilih kembali oleh masyarakat Kalbar. Maka dari itu kami mengajak masyarakat Kalbar untuk kembali memenangkan kembali pasangan yang telah berhasil membangun Kalbar ini,” katanya.
Sudewo menambahkan, pasangan Cornelis-Christiandy sudah dikenal mampu menjaga suasana aman dan nyaman di bumi Borneo Barat ini. Terbukti masa kepemimpinannya, gejolak sosial yang ada mampu direndam. “Pasangan ini juga membawa peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalbar,” ucapnya.
Partai Demokrat, lanjut Sudewo, memperkokoh pendirian untuk mendukung pasangan ini untuk memimpin Kalbar lima tahun ke depan. Untuk itu perlu adanya satu tekad bulat antara partai pengusung maupun pendukung untuk memenangkan pasangan ini.
Kemeriahan acara deklarasi kemarin juga digoyang Trio Macan untuk menghibur para pendukung setia. Mereka berjoget ria di bawah siraman air dari branwir. Setelah itu, pasangan Cornelis-Christiandy menuju Kantor KPU Kalbar Jalan Ahmad Yani untuk mendaftar. (jul)

Incumbent di Antara Politik Identitas

Ketika berbicara politik di Kalimantan Barat, tidak bisa begitu saja menepiskan isu politik aliran. Karena primordialisme maupun panutan masih kental di akar rumput kita. Dan tentu saja, tiga pilar utama yang cukup dominan di antara banyak suku di provinsi ini adalah Melayu, Dayak, dan Tionghoa. Ketiga pilar inilah memainkan peranan penting mulai dari gerak sosial, budaya, maupun ekonomi.
Secara politis, eksistensi tiga etnik besar tersebut berdampak jelas pada peta kekuatan kandidat dalam pemilihan kepala daerah 2012 di Bumi Khatulistiwa itu. Berdampingannya tokoh panutan Dayak dan Tionghoa pada pilgub 2007 mengubah paradigma lama bahwa Kalbar ini selalu dipasangkan Dayak dan Melayu ketika gubernur dan wakil dipilih oleh DPRD. Karena memang dua etnis tersebut sebagai yang terbesar.
Fenomena pun bergeser, ketika demokratisasi makin mengemuka dengan rakyat memilih pemimpinnya secara langsung. Terlepas dari berbagai kecurigaan adanya penggelembungan suara, penukaran kotak suara, hingga pencoblosan sebelum waktunya, pasangan kombinasi Dayak-Tionghoa: Cornelis-Christiandy Sanjaya mengungguli tiga pasangan lainnya yakni Akil Mukhtar dan AR Mercer (Melayu-Dayak), incumbent Usman Djafar-LH Kadir (Melayu-Dayak), serta Oesman Sapta Odang-Ignasius Lyiong (Melayu-Dayak). Bahkan Cornelis-Christiandy meraup 43,67 persen dalam satu putaran.
Selain figurnya beragam seperti pengusaha, birokrat, pendidik, politisi, hingga pegawai negeri, warna-warni pelangi pun muncul. Persamaan lain dari ketiga pasangan itu adalah perpaduan antara calon dengan latar belakang Islam dan Kristen/Katolik. Namun yang menarik adalah pasangan Cornelis dan Christiandy sebagai perpaduan yang berbeda dan baru dari ketiga calon yang ada. Keduanya beragama Kristen dan keduanya bukan berasal dari suku Melayu. Perpaduan itu justru yang akhirnya memenangkan Pemilukada Kalbar 2007 lalu.
Banyak analis menyebutkan perpaduan Cornelis-Christiandy Sanjaya yang berasal dari Dayak-Tionghoa dan sama-sama Kristen justru menguntungkan. Menguntungkan karena tiga pasangan lain harus bertarung di wilayah-wilayah yang menjadi basis dari pemilih Islam dan Melayu. Sementara pasangan Cornelis-Christiandy Sanjaya melenggang sendirian di wilayah yang menjadi basis pemilih Kristen.
Analisis ini didasarkan pada fakta kemenangan mutlak Cornelis-Christiandy Sanjaya di lima kabupaten yakni Landak, Sanggau, Sintang, Kota Singkawang, dan Bengkayang. Kabupaten itu dengan mayoritas penduduk Kristen. Sementara di wilayah-wilayah dengan penduduk mayoritas Islam, suara untuk tiga pasangan terpecah.
Kenyataan itu menunjukkan politik identitas masih sangat kental. Dan juga menunjukkan bahwa dalam skala politik lokal, kesadaran dari tiap-tiap etnik untuk memunculkan eksistensinya masih kental. Artinya, asal-usul calon kepala daerah juga menjadi pertimbangan penting bagi pemilih. Di kalangan etnik Tionghoa juga muncul kesadaran eksistensi etnik. Pada Pilwako Singkawang 2007 lalu, yang sebagian besar penduduknya adalah Tionghoa, terpilih walikota dari etnik itu.
Pada pilgub 2012, ada empat bakal calon yang sudah mendaftar ke KPU. Pertama pasangan incumbent masih satu paket dengan wakilnya pada pilgub 2007 lalu, kemudian Morkes Effendi-Burhanuddin A Rasyid (Melayu/Islam), Abang Tambul Husin-Barnabas Simin (Melayu/Islam-Dayak/Kristen), dan pasangan Armyn Angkasa Alianyang-Fathan A Rasyid (Dayak/Islam-Melayu/Islam).
Perpaduan ini tidak jauh berbeda dengan pilgub 2007 lalu. Jika incumbent masih bisa bertahan, asal susul kepala daerah tidak terelakkan menjadi peranan penting dalam kemenangan pesta demokrasi rakyat lima tahun sekali ini. Tapi yang jelas, kita tunggu saja hasilnya di bilik suara pada 20 September mendatang. Apakah muncul fenomena baru antara incumbent dan nonincumbent, atau mengulangi 2007.

Wah, Ketemu Intan Landak 117 Karat

Warga Engkadik Mendadak Jadi Miliarder

Intan yang ditemukan kelompok kerja Hasan di lokasi milik Bujang Edi
Istimewa
Intan yang ditemukan kelompok kerja Hasan di lokasi milik Bujang Edi
Ngabang – Diam-diam intan Landak seberat 117,35 karat senilai Rp 15 miliar ditemukan para pekerja tambang di Desa Engkadik Pade, Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak.
“Sudah hampir setahun kami dan teman-temannya bekerja di lokasi Engkerinyoh, Desa Engkadik Pade. Tapi baru ini dapat intan sebesar ini,” ungkap Hasan, kepala kerja tambang intan rakyat itu kepada Rakyat Kalbar, akhir pekan lalu.
Ternyata temuan intan Landak yang termasuk salah satu intan terindah di dunia itu dirahasiakan cukup rapi. “Temuannya Maret lalu, tapi baru sekarang diomongkan,” kata warga yang kini menjadi miliarder itu.
Hasan mengungkapkan, permata terkeras di dunia itu dibeli oleh seorang pedagang intan ternama di Kota Ngabang, Bujang Edi, dengan harga Rp 15 miliar. Dari harga itu, pemilik tanah di lokasi tambang mendapat bagian 15 persen.
“Intan besar itu didapat oleh rekan kami bernama Sahrul. Saat intan itu di genggaman Sahrul, dia merasakan tidak bisa berkata apa-apa seolah menjadi bisu. Hanya matanya yang bergerak-gerak seperti orang dibungkam sihir,” tutur Hasan seperti merasakan semangat luar biasa.
Intan Landak diakui pemilik de Beers, perusahaan tambang terkemuka di Afrika Selatan dan pengasahan di Belanda sebagai intan terkeras di dunia. Keindahan pun serta warnanya menjadi incaran kolektor internasional. Bahkan pakar intan dari de Beers sendiri sudah meninjau sejumlah lokasi penambangan di Kabupaten Landak.
Tidak heran nasib orang dan rezeki hanya Tuhan yang menentukan sehingga intan ratusan karat itu ditemukan. “Bagi masyarakat dari kalangan biasa mencari dengan cara tradisional, secara kelompok menggali tanah dan mendulang di sungai. Bagi yang bermodal, kerjanya menggunakan mesin,” ungkap Hasan.
Akan halnya pemilik tanah, Haji Ren, berharap intan yang ditemukan itu bisa mengangkat derajat ekonomi keluarganya dari keterpurukan menjadi lebih mapan. Dari yang belum mempunyai rumah dapat membangun atau membeli rumah yang layak huni.
Haji Ren mengaku dapat bagian Rp 2 milyar. Uang itu sudah dibelikan rumah di Ngabang. Sebagian untuk keperluan rumah tangga dan keperluan anak-anak sekolah dan dibelikan mesin mobil untuk penerangan listrik di kampungnya.
“Sudah puluhan tahun bekerja menggali intan, belum pernah mendapat bagian sebanyak ini. Bahkan ada yang belum pernah mendapatkan bagian Rp 3 jutaan,” kata Haji Ren.
Terpisah, Kepala Dinas Pertambangan Sumber Daya Mineral dan Energi (ESDM) Kabupaten Landak Andi Ali mengatakan pihaknya belum melihat secara langsung intan tersebut.
“Belum pernah melihat intan seperti yang diceritakan orang itu. Hanya mendengarkan dari mulut ke mulut, bahwa ada warga yang dapat intan. Kita belum melihat langsung,” tuntasnya. (tar)

Senin, 09 Juli 2012

Kontrasepsi Pengaruhi Produksi ASI

Pontianak - Penggunaan alat kontrasepsi (alkon) hormonal dapat memengaruhi produksi air susu ibu (ASI) bagi para ibu menyusui. “Hal itu dikenal dengan nama metode amenorea laktasi (MAL). Sehingga bagi ibu menyusui bayinya secara efektif, biasanya tidak mendapatkan haid,” ungkap Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (BP2KB) Kota Pontianak Darmanelly.
Dijelaskannya pula, jika para ibu menyusui secara efektif maka dapat merangsang peningkatan hormon prolaktin yang dapat menekan produksi hormon untuk terjadinya ovulasi.
Namun, kata dia, jika ternyata pascapersalinan ibu langsung mendapatkan pada bulan berikutnya, maka sebaiknya ibu menyusui menggunakan alkon untuk menunda kehamilan. “Masalahnya banyak ibu yang cenderung memilih menggunakan pil atau suntikan sebagai alkon karena praktis,” jelas Darmanelly.
Sebenarnya menurut Darmanelly, boleh-boleh saja ibu menyusui menggunakan alkon pil atau suntik. Hanya saja, pil digunakan khusus untuk ibu menyusui yang mengandung progesteron.
“Khusus untuk alkon suntikan, sebaiknya menggunakan yang jangka waktunya tiga bulan sekali karena hanya mengandung progesteron,” ungkap Darmanelly.
Lebih jelas Darmanelly mengatakan penggunaan alkon hormonal tetap saja mengandung banyak efek samping seperti berat badan naik, flek hitam pada wajah, hingga siklus haid yang tidak teratur.
“Untuk itu kami tetap menyarankan untuk menggunakan alkon nonhormonal seperti kondom atau IUD. Bila masih ingin memiliki anak dan metode operasi wanita (tubektomi) atau metode operasi pria (vasektomi) bagi pasangan yang tidak ingin anak lagi,” kata Darmanelly.
Saat ini, kata Darmanelly, agar pemasangan IUD tidak lagi menunggu sampai selesai nifas sudah ada teknik pemasangan IUD segera setelah persalinan. “Namun hal itu perlu konseling lanjutan bagi calon akseptor untuk memantapkan keputusan,” katanya.
Sementara itu, Bidan Desa Polindes Arang Limbung Kabupaten Kubu Raya Rawasiah mengaku banyak calon akseptor yang datang pascamelahirkan untuk menggunakan alkon hormonal.
Menurutnya, jika penggunaan alkon khususnya hormonal dijelaskan dengan lebih baik oleh pemberi layanan KB tentunya banyak ibu yang justru lebih memilih menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
“Karena pemakaian KB pada ibu pascapersalinan itu sangat dipengaruhi oleh pemberi layanan KB. Selama ini pemberi pelayanan KB tidak memberitahukan bahwa KB hormonal sangat memengaruhi produksi ASI bagi ibu menyusui,” kata Rawasiah.
Ia menambahkan, dengan berkurangnya produksi ASI, dapat menyebabkan ibu-ibu menghentikan bayinya minum ASI dan lebih memilih untuk memberikan susu formula. (dna)

ASI Eksklusif Hak Asasi Anak

Duta ASI Kalimantan Barat Karyanti Christiandy
Ny Utami Roesli menyematkan pin Duta ASI Provinsi Kalimantan Barat kepada Ny Karyanti Christiandy
 
Pontianak – Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan hak asasi anak yang harus dipenuhi orang tua, hal tersebut karena anak-anak akan menjadi generasi yang kurang berkualitas jika masalah ASI tidak ditindaklanjuti secara baik dan benar.
“Faktor yang terkait secara langsung adalah faktor konsumsi makanan dan faktor infeksi di mana pemberian ASI eksklusif merupakan faktor yang sangat berpengaruh pada kedua penyebab langsung tersebut,” ungkap Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat Karyanti Christiandy saat mewakili Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat pada acara sosialisasi dan advokasi peraturan pemerintah tentang ASI eksklusif tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Kini, (5/7).
Lebih lanjut, Karyanti Christiandy mengatakan dari sisi konsumsi, kekurangan gizi disebabkan faktor ketersediaan pangan dalam rumah tangga. Saat ini 50 persen rumah tangga masih mengalami kekurangan konsumsi pangan dengan asupan kalori rata-rata di bawah kecukupan sehari-hari. “Demikian juga penyakit infeksi, 54 persen kasus kesakitan dan kematian pada balita terkait dengan buruknya status gizi anak-anak,” cetus Karyanti.
Menyadari hal tersebut, ia melanjutkan perlu suatu upaya yang terarah dan terkoordinasi dengan baik dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat sehingga masalah gizi khususnya di Provinsi Kalimantan Barat dapat diatasi.
“Dengan sosialisasi dan advokasi PP-ASI eksklusif, diharapkan dapat lebih meningkatkan hubungan kerja sama antarprogram dan sektoral dalam mendukung keberhasilan program ASI eksklusif di Kalimantan Barat,” katanya lagi.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Andy Jap mengatakan ASI sangat penting manfaatnya baik bagi ibu maupun untuk bayi. “Pada bayi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kecerdasan dan daya tahan tubuh terhadap penyakit agar anak dapat tumbuh dengan optimal, selain itu, keuntungan dari segi ekonomis, higienis dan praktis dalam pemberian,” kata Andy Jap. Untuk itu ia mengharapkan dukungan dari semua pihak terkait upaya menyukseskan ASI eksklusif ini.
Pada kesempatan yang sama, Utami Roesli, pakar ASI dari Sentral Laktasi Indonesia selaku narasumber Sosialisasi dan Advokasi PP ASI menjelaskan, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, dalam pasal 128 ayat 1 menjelaskan setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, kecuali atas indikasi medis.
“Selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus,” jelasnya.
Penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksudkan pada ayat dua diadakan di tempat kerja dan sarana umum. Selain itu, UU No 33 tahun 2012 pada pasal 30 menjelaskan bahwa pengurus tempat kerja dan penyelenggaraan sarana umum wajib mendukung program ASI eksklusif, pengurus tempat kerja dan penyelenggaraan tempat sarana umum wajib menyediakan fasilitas khusus untuk menyusui dan/atau memerah ASI sesuai dengan kondisi kemampuan perusahaan.
Dalam kegiatan tersebut, dinobatkan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan sebagai Duta ASI Provinsi Kalimantan Barat, yang dalam acara tersebut diterima oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat Karyanty Christiandy. (dna)

Halangi Bayi Nyedot ASI, Denda Rp 100 Juta

Singkawang – Jangan main-main dengan air susu ibu (ASI). Pemerintah mengancam siapa pun yang menghalangi bayi untuk menyusu ke ibunya diancam satu tahun penjara dan denda Rp 100 juta.
“Dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 (PP 33/2012) tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif, akan berhadapan dengan hukum. Poin penting dalam PP tersebut, setiap anak berhak mendapat ASI,” ungkap Dokter Nurmansyah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Singkawang kepada wartawan, Jumat (6/7).
Nurmansyah menjelaskan, pasal penting dalam perangkat hukum melindungi bayi itu ada pada pasal PP 33/2012, yang menyebutkan setiap bayi berhak mendapat ASI. Bahkan bagi ibunya sendiri pun bisa terancam hukuman. Sebab setiap orang yang menghalangi bayi untuk mendapatkan ASI Eksklusif akan terancam bui dan denda Rp 100 juta itu.
“Sedangkan setiap tenaga kesehatan, satuan pendidikan, distributor makanan bayi yang melanggar ketentuan ini bisa disanksi administratif,” terangnya.
Artinya, para distributor makanan bayi, apalagi susu formula, jangan sembarangan memproduksi susu bayi. Apalagi menyebutkan susu formula sebagai pengganti ASI, maka ancaman hukuman sudah menanti.
Nurmansyah mengatakan dalam PP 33/2012 itu juga disebutkan tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota dalam program pemberian ASI eksklusif meliputi advokasi dan sosialisasi program, serta memberikan pelatihan teknis konseling menyusui di daerahnya masing-masing.
Untuk menindaklanjuti PP 33/2012 itu, Pemkot Singkawang telah menyusun Perwako Singkawang tentang ASI. Sekarang ini perwako tersebut menunggu pengesahan dari walikota.
“Tenaga kesehatan yang dapat menolong proses persalinan baik itu bidan, dokter, dokter spesialis, direktur rumah sakit seluruh Kota Singkawang ikut andil dalam menyusun dan menyempurnakan perwako tersebut,” ungkap Nurmansyah.
Dia mengharapkan, usai disahkan Walikota Singkawang, perwako tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, karena ini merupakan amanah PP 33/2012 tentang pemberian ASI. “Berhasil atau tidaknya pelaksanaannya Perwako ASI di Kota Singkawang sangat ditentukan oleh stakeholder-nya,” ingat Nurmansyah.
Selain menyusun Perwako ASI, Pemkot Singkawang melalui Dinas Kesehatan juga telah melaksanakan sosialisasi terjadi pemberian ASI eksklusif tersebut, di antaranya dengan mendatangkan pakar ASI Indonesia asal Pontianak, dr Utami.
Dinas Kesehatan juga menyediakan tenaga konselor menyusui di fasilitas pelayanan kesehatan dan tempat sarana umum lainnya, membinanya, memonitoring, dan mengevaluasinya.
Nurmansyah mengatakan Dinas Kesehatan juga akan mengawasi pelaksanaan pencapaian Program Pemberian ASI Eksklusif di fasilitas pelayanan kesehatan, satuan pendidikan kesehatan, tempat kerja, sarana umum, dan kegiatan di masyarakat. (dik)

Gubernur: Puasa Tanpa Biarpet

Daniel: Mesin 20 MW di Singkawang akan Dioperasikan

Pontianak – Sebenarnya Gubernur Cornelis sudah risau dengan kondisi biarpet listrik PT PLN di Kalbar. Tapi BUMN penyedia setrum itu terbentur pada suku cadang mesin yang tak kunjung tiba.
“Pokoknya, yang pasti saya berharap selama bulan puasa tidak ada lagi biarpet listrik kita, terutama saat-saat umat muslim menjalankan ibadah. Karena akan mengganggu kekhusyukan,” tegas Gubernur Cornelis kepada Equator di Gedung DPRD Kalbar, Jumat (6/7).
Menjelang Ramadan sebentar lagi, masyarakat Kota Pontianak dan Kalbar umumnya sangat berharap kepada PT PLN untuk tidak ada pemadaman, apa pun alasannya. Terlebih di saat-saat umat Islam sedang berbuka, menunaikan Salat Maghreb dan Tarawih hingga sahur.
Selaku kepala daerah, Cornelis ingin permasalahan mesin tua pembangkit listrik bisa diselesaikan PT PLN. Apakah itu masalah bahan bakar, suku cadang, karut-marut mesin yang sudah tua, untuk segera diselesaikan.
“Sudah kita tegaskan kepada PLN untuk segera diselesaikan, agar tidak sering biarpet. Mereka memang menargetkan selesai sebelum bulan puasa. Kita tunggu saja,” ujar Cornelis.
Saat melakukan pertemuan dengan pihak PT PLN, gubernur mengatakan pihak PLN sudah menjelaskan permasalahan biarpet. Karena menunggu spare part yang belum kunjung tiba lantaran harus didatangkan dari luar Kalbar. Butuh waktu pengiriman yang tidak sebentar membuat belakangan listrik kerap padam.
“Masalahnya ada di mesin dengan menunggu pengadaan spare part. Saat wapres ke sini, masalah PLN juga sudah kita sampaikan, ini menjadi evaluasi pemerintah pusat ke depan,” tutur Cornelis.
Sementara itu, General Manager PT PLN Kalbar Daniel S Bangun mengaku kekurangan pasok listrik Kalbar sebesar 20 MW yang pembangkitnya akan ditempatkan di Kota Singkawang, sudah sampai.
“Sembilan unit mesin Caterpillar 3516 di Kota Singkawang sudah datang yang masing-masing berkekuatan 1 MW. Mesin itu disewa oleh PT PLN Wilayah Kalbar dari PT Sumber daya Sewatama,” ungkap Daniel usai menghadiri acara silaturahmi bersama Wapres dan bupati/walikota se-Kalbar di Pendopo beberapa hari lalu.
Daniel menjelaskan, kendati sudah tiba, namun sebelum dioperasikan seluruh mesin yang ada tidak dapat langsung tersambung ke seluruh pelanggan. Harus melalui beberapa prosedur baku yang diperkirakan akan mulai beroperasi paruh Juli 2012 ini.
“Memang untuk mesin yang datang ini tidak serta-merta kita sambungkan ke pelanggan PLN. Kami juga mengadakan pelatihan menggunakan mesin selama beberapa hari untuk para teknisi di sana. Kemungkinan besar pertengahan Juli PLTD berkekuatan 20 MW sudah bisa beroperasi,” janjinya dengan senyum.
Meskipun saat ini mesin Caterpillar 3516 lumayan membantu, namun Daniel tidak berani menjamin bakal tiada lagi biarpet yang membuat kesal seluruh masyarakat Kalbar. Daniel berharap masyarakat sadar untuk berhemat listrik maka biarpet dapat dikurangi.
“Memang untuk satu mesin mampu menyuplai listrik untuk sekitar 20 ribu rumah. Tetapi kalau masyarakat tidak berhemat, ya, kita tidak berani menjamin,” kata Daniel.
Dia mencontohkan, saat musim hujan semua akan mengurangi penggunaan air conditioner (AC) dan kipas angin. Beda jika musim panas dan siang hari yang memerlukan tenaga listrik yang cukup besar. “Sehingga kalau masyarakat belum sadar menggunakan listrik, biarpet dapat saja kembali terjadi,” papar Daniel.
Terhadap persiapan bulan Ramadan yang tinggal menghitung hari, Daniel berjanji PLN mengusahakan secepatnya mesin yang ada di Kota Singkawang dapat beroperasi.
“Jadi pemadaman bergilir tidak lagi dilakukan PLN. Kami berharap sebelum puasa mesin bantuan sebesar 20 MW ini sudah dapat dioperasikan,” pungkas Daniel. (dna)

Semua Kandidat Gubernur Sehat

Balon Walkot Singkawang Oke

Pontianak – Empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar dinyatakan sehat. Begitulah hasil tes kesehatan seperti diumumkan KPUD Kalbar, Senin (2/7).
Sehat menurut KPUD, tentulah setelah menerima hasil tes kesehatan pada minggu lalu dari otoritas pemeriksa kesehatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabar. Karena itu empat pasangan calon dinyatakan lolos tes verifikasi kesehatan.
“Keempat calon pasangan gubernur dan wakil gubernur itu adalah Tambul Husin-Barnabas Simin, Armyn Ali Anyang-Fathan A Rasyid, Cornelis-Christiandy Sanjaya, dan Morkes Effendi-Burhanuddin A Rasyid. Mereka dinyatakan memenuhi syarat dan dinyatakan mampu secara rohani dan jasmani,” ungkap AR Muzammil, Ketua KPUD Kalbar, Senin (2/7).
Proses verifikasi kesehatan diumumkan untuk dilengkapi dan diperbaiki. Persyaratan tes kesehatan yang dilakukan bulan lalu itu menjadi satu kesatuan sebagai dasar memenuhi syarat calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diumumkan kembali pada 6 Agustus mendatang.
“Hasil kesehatan ini merupakan rangkaian dari seluruh kesatuan syarat yang akan diumumkan pada 6 Agustus nanti,” kata Muzammil.
Muzammil menyampaikan, hasil pemeriksaan kesehatan ini merupakan jawaban dari beberapa pertanyaan serta asumsi dari banyak pihak yang diterima KPUD, menyatakan para calon bakal gubernur dan wakil gubernur ada yang tidak sehat. “Seperti ada calon yang dinyatakan sakit dan tidak mengikuti beberapa tahapan. Padahal kewenangan menjawab itu ada pada ketua tim pemeriksa Ivan R Lumban Toruan SpPD dan bukan di KPUD. Kami hanya memiliki kewenangan memberikan informasi,” jelasnya.
Sebelumnya bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, Mayjen TNI Armyn Ali Anyang-Fathan A Rasyid menjalani tes kesehatan fisik di Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso Pontianak, mulai pukul 07.30 dan selesai sekitar pukul 10.30.
Di hari Senin (18/6) bakal pasangan calon Tambul Husin-Barnabas Simin juga menjalani tes kesehatan di RSUD Soedarso Pontianak. Sedangkan Morkes Effendi-Burhanuddin A Rasyid menjalani tes kejiwaan di RS Khusus Pontianak di Jalan Ali Anyang. Disusul bakal pasangan calon Cornelis-Christiandy Sanjaya juga menjalani tes kesehatan jiwa di Rumah Sakit Khusus Pontianak.

Calon Walikota Singkawang

Empat pasangan bakal calon (balon) peserta Pemilihan Walikota (Pilwako) Singkawang 20 September mendatang juga dinyatakan lolos tes kesehatan dan kejiwaan. Sehingga dinilai sanggup menjalankan tugas sebagai kepala dan wakil kepala daerah.
“Empat pasangan yang telah mendaftar di KPUD dinyatakan mampu secara jasmani dan rohani untuk melaksanakan tugas sebagai Walikota dan Wakil Walikota Singkawang,” kata Solling SH, Ketua KPU Kota Singkawang ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/7).
Empat pasangan balon yang dinyatakan lolos tes kesehatan dan kejiwaan itu terdiri atas Henoch Thomas-Rozanuddin (Hero), Nusantio Setiadi-Tasman (Nusantara), Hasan Karman-Ahyadi (HK-AD), dan Awang Ishak-Abdul Muthalib (A2).
Solling mengatakan, hasil tes kesehatan dan kejiwaan itu diterima KPU Kota Singkawang dari Ketua Tim Dokter dr Ruchanihadi SpPD, kemarin sekitar pukul 14.00. “Hasil pemeriksaan kesehatan ini merupakan salah satu persyaratan yang harus dilengkapi oleh Balon pasangan di pilwako 2012,” kata Solling.
Setelah salah satu persyaratan ini dipenuhi, jelas Solling, KPU langsung mengirimkan surat kepada balon, bila masih terdapat persyaratan yang belum dipenuhi. “Artinya hasil pemeriksaan tes kesehatan ini juga belum menjadi final, apakah pasangan tersebut dinyatakan lolos menjadi peserta pilwako nanti,” katanya.
Untuk memenuhi persyaratan lainnya, tambah Solling, balon masih diberikan waktu hingga 9 Juli mendatang. “Masih ada waktu bagi pasangan balon sampai 9 Juli guna memenuhi seluruh persyaratan untuk maju menjadi peserta Pilwako Singkawang, dan siapa yang benar-benar lolos akan diumumkan pada 4 Agustus 2012,” ungkapnya.
Ketua Tim Dokter dr Ruchanihadi SpPD menyebutkan apa yang telah disampaikan ke KPU Kota Singkawang merupakan hasil pemeriksaan yang dilakukan selama dua kali, yakni di RS Jiwa dan RSUD Abdul Aziz. Setelah itu, pada Kamis (26/6) telah dilakukan rapat pleno.
“Artinya apa yang kita umumkan dalam tahapan pemeriksaan, merujuk kepada lampiran KPU yakni form model BB5, yaitu bakal pasangan calon peserta pilwako mampu atau tidak dalam menjalankan tugas sebagai walikota dan wakil walikota,” jelas Ruchanihadi. (dna/dik)

Cornelis-Christiandy Siap Tanding

Pontianak – Pasangan incumbent Cornelis-Christiandy Sanjaya telah melengkapi kekurangan berkas persyaratan pendaftaran yang sebelumnya telah diverifikasi oleh KPU Provinsi Kalbar sejak 3 hingga 9 Juli mendatang.
“Sudah semua, berkas sudah lengkap dan siap. Pak Cornelis juga sudah. Tidak ada masalah lagi,” ungkap Christiandy Sanjaya ditemui wartawan usai sidang paripurna di Gedung DPRD Kalbar, Jumat (6/7).
Artinya posisi pasangan dengan slogan Bersatu Berjuang Menang (BBM) itu sudah aman. Pasangan kombinasi Dayak-Tionghoa ini hanya tinggal menunggu penetapan dari KPU. “Karena semua sudah lengkap, jadi tinggal siap-siap tempur saja,” jelas mantan kepala sekolah ini.
Menghadapi proses panjang hingga 20 September nanti, dirinya juga sudah mempersiapkan kondisi fisik mengingat waktu kampanye sesuai jadwal KPU provinsi tersisa kurang dari dua bulan lagi. “Kita siaplah, begitu juga dengan fisik,” ucap Christiandy.
Seperti diketahui, ada empat bakal pasangan calon yang sudah mendaftar ke KPU Provinsi Kalbar. Mereka yakni Abang Tambul Husin-Barnabas Simin, Morkes Effendi-Burhanuddin A Rasyid, Cornelis-Christiandy Sanjaya, dan Armyn Angkasa Alianyang-Fathan A Rasyid.
Keempat bakal pasangan calon ini sudah mengikuti tes kesehatan yang dilakukan tim dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalbar. Semua dinyatakan memenuhi syarat kesehatan untuk menjadi calon gubernur maupun calon wakil gubernur.
Selanjutnya, KPU Provinsi Kalbar akan menetapkan pasangan calon yang berhak untuk ikut tahap selanjutnya, yakni kampanye pada akhir Juli atau awal Agustus 2012. Jadwal kampanye dimulai 3 September dan pemungutan suara pada 20 September 2012.
“Untuk perbaikan maupun kelengkapan berkas persyaratan harus sudah disampaikan kembali ke KPU antara 3 hingga 9 Juli 2012,” kata AR Muzammil, Ketua KPU Provinsi Kalbar.
Namun dirinya belum bisa memberikan penjelasan lebih jauh terkait proses verifikasi persyaratan bakal calon mengingat dirinya sudah tidak berada di sekretariat KPU. “Data-datanya ada di kantor,” jelas Muzammil.
Pasangan incumbent diusung PDI Perjuangan, Partai Demokrat, PKB, PDS, dan PPIB. Pada pilgub 2007 lalu pasangan ini berhasil menumbangkan incumbent dengan memperoleh suara 43,67 persen.
Kemudian, pasangan Morkes Effendi-Burhanuddin A Rasyid diusung Partai Golkar, PKS, PAN, PBR, PKNU, dan dua partai pendukung: PPI dan Partai Pakar Pangan. Pasangan Armyn Angkasa Alianyang-Fathan A Rasyid diusung PPP, Partai Hanura, PBB, dan dua partai pendukung: PIS dan PPRN. Sedangkan pasangan Abang Tambul Husin-Barnabas Simin diusung Partai Gerindra bersama 17 parpol lainnya dan mayoritas berasal dari parpol nonparlemen. (jul)

Gubernur Kecewa

Lagi, LHP Kalbar 2011 Terganjal Aset

Pontianak – Laporan keuangan 2011 Pemprov Kalbar mengulangi opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) seperti pemeriksaan keuangan tahun 2010 sebagaimana dicermati Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Terus terang saya sangat kesal dan kecewa. Tetapi setelah ini, saya akan kembali membenahi kekurangan agar tahun depan hasilnya seperti yang diinginkan, yaitu Wajar Tanpa Pengecualian,” kata Gubernur Cornelis sambil tersenyum usai paripurna Laporan Hasil Penilaian (LHP) BPK RI di Gedung DPRD Kalbar, Kamis (5/7).
Gubernur Kalbar laik sangat kecewa dengan hasil WDP dua tahun berturut-turut. Terlebih, seperti ditegaskan pejabat BPK, mengantongi predikat itu lantaran kasus aset yang hingga kini tidak dapat diselesaikan oleh SKPD dengan alasan sibuk dan tidak membenahi administrasi dengan baik.
Untunglah Cornelis masih bisa menerima nasihat pejabat BPK yang dianggapnya sebagai cambuk bagi SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Kalbar yang kerap blunder itu.
“Kalau kita tinggal melakukan perintah dari BPK atas hasil LHP yang memang tanggung jawab dari pemerintah Kalbar. Termasuk kinerja para SKPD, hanya mencatat kekayaan negara tidak bisa juga. Jadi saya ingin segera melakukan perubahan. Siang ini langsung saya kumpulkan di pendopo,” tegas Cornelis yang kemarin tampak agak kurusan.

Kurang serius

Pihak BPK sendiri juga punya kesan senada dengan kekesalan Gubernur Kalbar. Pasalnya, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di bawah jajaran Sekda Kalbar sepertinya enggan membenahi permasalahan aset yang rentan itu sejak dua tahun silam.
Anggota BPK RI Rizal Djalil mengakui untuk pemeriksaan tahun 2011 masih sama dengan tahun 2010, juga dengan permasalahan serupa yaitu aset.
“Kali ini saya harus kembali mengatakan bahwa pemeriksaan BPK RI terhadap keuangan Pemprov Kalbar tahun 2011 adalah Wajar Dengan Pengecualian (WDP),” ungkap Rizal kepada wartawan usai menyampaikan LHP terhadap APBD Kalbar di Balairungsari Gedung DPRD Kalbar, kemarin.
Dengan mimik serius, Rizal Djalil menyatakan bahwa hasil WDP kali ini akibat para SKPD yang kurang bersungguh-sungguh menyelesaikan kasus aset yang dianggap Rizal Djalil bukan masalah yang rumit jika ingin benar-benar diselesaikan. Administrasi kasus aset yang selama ini dianggap tidak serius sehingga mengurus sertifikat tanah tidak dapat dilakukan.
“Ini tanggung jawab dari sekda dan seluruh SKPD yang ada, alasannya tidak bisa membuat sertifikat karena sibuk. Saya meminta kepada gubernur untuk tegas dalam hal ini. Agar ke depan Kalbar mendapat hasil yang sama-sama kita inginkan yaitu Wajar Tanpa Pengecualian,” katanya.
Ia mengingatkan setahun lalu saat memaparkan laporan keuangan Kalbar 2010, dia sudah mengatakan kepada seluruh pejabat SKPD untuk sesegera mungkin menyelesaikan kasus aset yang masih mengganjal yang berpengaruh kepada hasil pemeriksaan keuangan.
“Tahun lalu sudah saya ingatkan untuk melakukan action plan. Seperti aset itu dibukukan dan segera perbaiki kemudian lakukan koordinasi ke sesama SKPD. Menurut saya tidak perlu dilakukan pansus aset kalau seluruh SKPD dapat menyelesaikan masalah ini,” kata Rizal lagi.

Sejak Majapahit

Bagaimanapun, Sekda Kalbar M Zeet Hamdy Assovie harus mengaku kekurangannya dan menerima arahan BPK RI untuk mendapatkan WTP di hasil laporan keuangan Kalbar 2012 mendatang.
Terhadap permasalahan aset yang ternyata menjadi krusial hingga menghasilkan WDP, disebut M Zeet sebagai permasalahan lama yang diibaratkannya Zaman Majapahit sudah ada.
“Sesuai dengan arahan BPK RI, kita akan segera memperbaiki masalah ini, karena untuk aset sendiri kan pengerjaannya dari zaman batu dan Zaman Majapahit sudah ada,” kelit M Zeet.
Terhadap penyegaran kepala SKPD yang tidak dapat membantu menyelesaikan administrasi seperti ditegaskan Cornelis, dianggap M Zeet merupakan kewenangan dari Gubernur Kalbar, agar bersama menyelesaikan administrasi aset Kalbar.

Panggil sekda

Bertahannya Laporan Keuangan Pemprov Kalbar 2011 pada opini WDP lantaran aset ternyata masih menjadi catatan penting bagi BPK RI. Sebab, sistem pencatatan, pelaporan, dan pengamanan aset tetap belum memadai.
“Karena masih ada persoalan aset yang belum terselesaikan, penilaian masih bertahan pada WDP. Kita minta Sekda Kalbar segera dipanggil,” tegas HM Ali Akbar AS SH, Ketua Fraksi PPP DPRD Kalbar kepada Equator, Kamis (5/7).
Opini BPK itu, sambung dia, salah satunya karena pencatatan, pelaporan, dan pengamanan aset tetap pada Pemprov Kalbar belum memadai. Hal ini terjadi pada aset tetap tanah sebesar Rp 92,2 miliar. Aset tetap peralatan dan mesin sebesar Rp 2,8 miliar. Aset tetap jalan, jaringan, dan irigasi sebesar Rp 380,9 miliar.
Untuk aset tetap tanah, lanjut Ali, termasuk di dalamnya tanah yang belum bersertifikat dan aset tanah bersertifikat tidak atas nama Pemprov Kalbar minimal seluas 87.302.153,26 m2 senilai Rp 53,2 miliar. Aset tetap yang dikuasai oleh pihak ketiga senilai Rp 1,7 miliar dan digunakan pihak lain tanpa izin senilai Rp 908 juta.
“Hasil pemeriksaan juga menunjukkan masih terdapat kesalahan penganggaran belanja modal yang digunakan untuk pembelian aset, yang akan diserahkan atau dihibahkan kepada pihak lain sebesar Rp 63,6 miliar,” ungkap Ali.
“Kita juga sesalkan kinerja sekda seperti ini, tidak cepat dalam menindaklanjuti rekomendasi yang ada melalui SKPD yang ada,” ucap dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan M Jimmy menambahkan, persoalan penataan aset itu murni tugasnya sekda. Karena itu diminta kepada pimpinan DPRD untuk memanggil sekda guna menyelesaikan persoalan aset tersebut.
“Itu pun kalau kita sama-sama punya niat untuk mengejar WTP pada tahun anggaran 2012 nanti. Soal pansus, kalau itu urgen dan penting, memang uang negara itu dipergunakan untuk mengurus sesuatu yang penting, tidak masalah sebesar apa pun anggaran yang dibutuhkan. Tapi sekarang ini, pansus itu belum urgen untuk dibentuk,” dalihnya. (dna/jul)

Masalah Aset Pemprov Kalbar:

  • Aset tetap tanah sebesar Rp 92,2 miliar
  • Aset tetap peralatan dan mesin sebesar Rp 2,8 miliar
  • Aset tetap jalan, jaringan dan irigasi sebesar Rp 380,9 miliar
  • Aset tetap lainnya sebesar Rp 5,2 miliar
  • Aset tetap tanah belum bersertifikat
  • Aset tanah bersertifikat tidak a/n Pemprov Kalbar minimal seluas 87.302.153,26 m2 senilai Rp 53,2 miliar
  • Aset tetap yang dikuasai pihak ketiga senilai Rp 1,7 miliar
  • Aset tetap yang digunakan pihak lain tanpa izin senilai Rp 908 juta.
Catatan: Sistem pencatatan, pelaporan, dan pengamanan aset tetap pada Pemprov Kalbar belum memadai.
Sumber: BPK RI Perwakilan

Masalah Teknis, Gubernur Tak Perlu Gubris

Pontianak – Kendati kembali menyandang predikat WDP, diakui BPK secara umum laporan keuangan APBD Kalbar mengalami banyak kemajuan.
Tercatat surplus dari Rp 78,7 miliar naik menjadi Rp 206,9 miliar. Namun Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2010 yang Rp 231 miliar naik Rp 111 miliar menjadi Rp 342 miliar pada 2011. Dengan demikian masih banyak dana yang tidak terserap oleh pembangunan.
“Untuk Silpa itu, jika ingin digunakan harus dibicarakan bersama dewan untuk menghindari terjadinya kesalahan,” saran anggota VI BPK RI Rizal Djalil usai menyampaikan LHP di Gedung DPRD Kalbar, kemarin.
Yang menggembirakan, lanjut Rizal, LHP 2011 tingkat investasi naik Rp 0,43 triliun menjadi Rp 2,9 triliun. Meski sudah terjadi perubahan yang signifikan, lanjut Rizal, tetapi ada hal-hal yang sebenarnya sudah disampaikan beberapa waktu lalu.
Persoalan aset, diakui Rizal masih menjadi kendala utama dan paling menonjol adalah aset tetap dan berjalan dan jaringan irigasi senilai Rp 380 miliar yang masih belum ditata kelola dalam bentuk pembukuan yang benar.
“Di Kalbar ini irigasi dan jalan ada tetapi tidak sesuai specs dan belum dibukukan sesuai dengan standar akuntansi yang benar. Dan aset juga harus diperbaiki,” tegas Rizal.
Masih berkaitan dengan aset, yakni masih ada aset bernilai Rp 92,2 miliar yang masih belum tuntas juga permasalahannya. Kemudian, alat dan mesin sebesar Rp 2,8 miliar, di samping itu juga ada aset tanah yang belum dibukukan seluas 87.302.153,26 meter kubik senilai Rp 53 miliar lebih.
“Saya meminta secara khusus kepada Sekda Kalbar dan semua jajaran SKPD yang terkait dalam penyelesaian aset ini terutama Dinas Pekerjaan Umum, BPN, dan semuanya untuk segera membuat action plan memperbaiki, menatalaksanakan, membukukan, menilai, dan seterusnya sehingga persoalan aset dapat selesai,” jelasnya.
Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia menyatakan opini laporan keuangan Provinsi Kalimantan Barat saat ini masih terkendala permasalahan aset.
“Tahun ini opini keuangan Pemprov Kalbar yang WDP jika persoalan aset itu selesai dan tidak hal-hal yang signifikan. Insya Allah saya janji tahun depan akan meraih WTP,” tuturnya.
Menurut Rizal, permasalahan teknis seperti itu bukan tugasnya Gubernur Kalbar, melainkan tugas SKPD. “Saya berharap sekali lagi kepada Sekda Kalbar untuk dapat mengorganisasi, mendorong, dan memotivasi teman-teman SKPD untuk menyelesaikan masalah aset itu. Sekali lagi, masalahnya bukan aset tidak ada, tetapi tidak dibukukan dengan standar akuntansi yang ada,” tegas Rizal.
Tidak itu saja, Rizal mengungkapkan, kesalahan penganggaran pun menjadi kendala dalam pengelolaan aset Kalbar. “Tetapi saat ini bukanlah waktunya untuk menyatakan siapa yang bersalah, yang penting bagaimana memperbaikinya,” jelasnya.
Ke depan, diharapkan SKPD terkait dapat menghubungi panitia anggaran dan memperbaiki kesalahan sehingga tidak terulang. “Jika ada yang tidak jelas dapat mengundang BPK ataupun BPKP untuk membantu, agar tidak salah lagi nomenklatur ataupun penempatan anggarannya. Mari kita perbaiki bersama,” tambahnya.
Dia menambahkan, permasalahan aset itu pun tidak perlu diselesaikan dengan membentuk pansus. “Karena hanya salah pada nomenklaturnya saja,” pungkasnya. (dna)

Cornelis: “Saya Dianggap Apa....”

Kecewa Tim Lama PKR
 
Pontianak – Reka ulang rencana pemekaran Provinsi Kapuas Raya (PKR) dengan mencopot Koordinator Milton Crosby kepada Mikael Abeng menimbulkan banyak spekulasi di masyarakat luas.
Terlebih desakan kalangan dewan agar PKR dipansuskan, tak terlepas dari penilaian miring terhadap pasangan koalisi Cornelis-Christiandy oleh PDI Perjuangan dan Partai Demokrat, dengan meminggirkan Milton yang akhirnya hengkang dari partai pemerintah itu.
Cornelis sendiri, walaupun tidak membantah, juga tak membenarkan spekulasi banyak orang bahwa PKR sebenarnya merupakan basis dukungan suara untuk pasangan incumbent ini.
“Ya, kalau mau dibilang politis, terserah. Yang pasti pemprov hanya membantu sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah pusat. Karena tim lama yang sebelumnya sudah dibentuk masih banyak kekurangan, sehingga tidak bisa diteruskan lagi,” tegas Cornelis kepada wartawan usai Rapat Istimewa Paripurna Penyampaian LHP BPK RI di Gedung DPRD Kalbar, Kamis (5/7).
Gubernur Cornelis mengaku memiliki alasan tertentu mencopot Milton selaku koordinator lama. Dia menganggap layak dibentuk tim pemekaran PKR dengan nama yang akan diubah. Tim baru juga memerlukan waktu serta pemikiran panjang, termasuk anggaran yang harus dipikirkan dengan matang.
“Untuk tim sendiri masih dalam tahap sosialisasi dengan tujuan untuk mempercepat pembentukan provinsi baru. Kami pemprov hanya mendukung apa pun kepentingan masyarakat banyak,” tegas Cornelis.
Menjawab Equator, apakah sudah melakukan koordinasi dengan tim yang lama, rada emosi Cornelis sama sekali tidak pernah berkoordinasi. Selaku kepala daerah, Cornelis mengaku sama sekali tidak pernah dianggap oleh tim lama PKR. “Sama sekali tidak pernah melakukan koordinasi, karena saya dianggap anjing,” kata Cornelis sambil berlalu.

Selangkah lagi

Sementara itu Ketua Komisi A DPRD Kalbar Retno Pramudya mengaku dalam penyelesaian pemekaran PKR, akan jauh lebih bijak jika Pemprov Kalbar melakukan pertemuan dengan tim lama selaku pencetus. Sebab, pembentukan PKR sudah menempuh perjalanan panjang oleh tim lama yang diketuai Bupati Sintang Milton Crosby dan tinggal selangkah lagi.
“Akan jauh lebih bijak jika bertemu dengan tim yang lama untuk penyelesaian pembentukan PKR. Karena saat Komisi A melakukan koordinasi dengan Kemendagri, langkah yang dilakukan tim lama hanya tinggal persetujuan DPRD dan gubernur,” kata Retno.
Menurutnya, jika gubernur mengatakan tim lama sama sekali tidak serius dalam mengurus pembentukan PKR karena banyak syarat yang tidak dilakukan seperti ketiadaan anggaran, dibantah oleh Retno Pramudya.
“Kalau anggaran sudah ada dalam lampiran yang diserahkan oleh tim yang lama kepada kami. Kalau tim diubah, maka pembentukan PKR akan dimulai dari nol lagi, ini yang sangat disayangkan,” jelasnya.
Masih kata Retno, saat Komisi A melakukan pertemuan dengan anggota DPR RI Komisi III Ganjar Pranowo yang pernah menyebutkan meski pembentukan PKR ini terganjal moratorium, demi kesejahteraan masyarakat kawasan timur Kalbar bisa dinafikan.
“Tidak menutup kemungkinan pembentukan PKR ini akan dikecualikan dari moratorium sepanjang 2012. Menurut Ganjar Pranowo, pembentukan PKR berpeluang besar diterima dengan pertimbangan daerah perbatasan yang seharusnya menjadi garda terdepan Indonesia,” pungkas Retno. (dna)

Jumat, 06 Juli 2012

Cabuli Anak Sendiri, Abu Amar Dilaporkan ke Polisi


ILUSTRASI-GADIS-CABUL.jpg
google
Ilustrasi
JAKARTA - Abu Amar (50) seorang ayah yang juga bekerja sebagai dukun pengobatan alternatif dilaporkan ke SPK Polda Metro Jaya lantaran telah mencabuli tiga anak kandungnya sendiri.

"Ini sudah tidak bisa dibiarkan, ini sudah kelewat batas," singkat Antok, seorang keluarga yang mendampingi anak Abu sebelum membuat laporan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis(5/7/2012).

Diceritakan Abu, kejadian bermula saat adiknya yakni MT (20) mengirim surat pada ibundanya, lalu ibundaanya memberitahu pada Antok. Mendengar adiknya dicabuli oleh ayah kandungnya, Antok geram. Antok lalu curhat pada kakaknya bernama TM (40), malangnya nasib yang sama juga dialami oleh TM, ia juga dicabuli.

"Tak cukup sampai disitu, anak kandungnya sendiri PT (17) juga dicabulin dari SMP sampai kuliah, bahkan dua ponakannya juga dicabulin," ungkap antok.

Antok mengatakan Abu yang juga berprofesi sebagai dukun pengobatan alternatif tersebut pernah menikah hingga lima kali. Namun saat ini istri yang bertahan tinggal dua.

"Jadi sebelum mencabuli biasanya dia menasihati dulu, nasihatinnya di kamar. Adik saya PT anak dari istri kedua, MT istri ketiga, Kakak saya TM istri pertama. Kalau tidak mau nanti dianjam mulai dari dipukul, diancam, rumahnya mau dibongkar bahkan ditakut-takuti dengan Air Soft Gun " singkat Antok.

Antok menambahkan, sudah tiga minggu ini Abu tidak pulang dan tidak diketahui keberadaanya. Antok berharap ayahnya segera ditangkap dan diproses hukum.

Atas perbuatannya, Abu dilaporkan dengan no laporan TBL/2328/VII/2012/PMJ/Dit Reskrimum. Dan dikenakan pasal 48 UU RI NO 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga.