Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Sabtu, 08 September 2012

Usai Diberi Minuman Botol, Rn Dicabuli


Usai Diberi Minuman Botol, Rn Dicabuli
int
iustrasi


NUNUKAN - Hanya berselang sekitar sepekan, Polisi kembali mengamankan pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur di Nunukan. Polisi mengamankan Dw alias Redi (25), karena melakukan pencabulan terhadap Rn (14), seorang pelajar SMP di Nunukan.
Kapolres Nunukan AKBP Achmad Suyadi melalui Paur Subbag Humas Polres Nunukan Aiptu M Karyadi mengatakan, karyawan swasta, warga Jalan Ujang Dewa, Kelurahan Nunukan Selatan itu telah diamankan di Rutan Mapolres Nunukan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dijelaskan, peristiwa yang merenggut kesucian Rn itu terjadi Kamis pekan lalu sekitar pukul 19.30. Saat itu korban hendak berangkat sholat tarawih di Masjid Baitul Fat’ta. Saat sedang menuju masjid, tiba-tiba Dw mengajak Rn untuk jalan-jalan dan mengobrol di Jalan Lingkar Mambunut, Kecamatan Nunukan Selatan.
Saat berada di jalan lingkar dimaksud, pelaku lalu memberikan korban minuman kemasan botol yang sudah disiapkannya.
Dari pengakuan korban, saat meminum minuman tersebut ia merasa pusing dan setengah sadar.
“Kemudian pelaku menyuruh korban untuk membuat alas dari mukenahnya dan membuka celana kain yang dipakai korban. Setelah itu, pelaku melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak satu kali,” ujarnya.
Pelaku dijerat pasal 81 ayat 1 Undang Undang RI Nomor  23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun dan minimal 3 tahun dan denda maksimal Rp 300 juta dan minimal Rp 60 juta.
Sebelumnya pekan lalu Polsek Kawasan Pelabuhan Tunon Taka mengamankan  Al alias Ical (27) karena mencabuli Dw (10) anak kandungnya sendiri.

Pria Dibunuh dan Teman Wanitanya Diperkosa


Pria Dibunuh dan Teman Wanitanya Diperkosa
IST
ILUSTRASI 
B
SINGKIL - Bulan suci Ramadan di Kabupaten Aceh Singkil, dinodai pembunuhan sadis dan pemerkosaan.
Kejadian menggegerkan terjadi pada Jumat (10/8/2012) sekitar pukul 22.00 WIB, di perkebunan kelapa sawit, Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah.
Korban pembunuhan bernama Asran, yang diperkirakan berumur 48 tahun. Sedangkan korban pemerkosaan berinisial JLI (32).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambinews.com dari berbagai sumber, pada malam nahas, JLI yang berstatus janda baru cerai, diajak jalan-jalan oleh korban ke arah Singkohor, mengendarai sepeda motor.
Saat tiba di sebuah persimpangan areal kebun sawit, dalam keadaan gelap gulita mereka berhenti. Di situlah pelaku yang diperkirakan dua orang, datang membunuh korban dan memerkosa teman wanitanya.
Kasat Reskrim Polres Aceh Singkil AKP Ibrahim menyatakan, pelaku juga merampas harta benda korban berupa sepeda motor, dompet, telepon genggam, dan perhiasan emas milik si wanita.
"Korban perempuan tidak mengenal pelaku, karena gelap. Kami menduga pelaku sudah pengalaman, sehingga tidak meninggalkan barang bukti," ungkap Kasat Reskrim didampingi Kapolsek Gunung Meriah Iptu Hadidin Desky, yang menyisir lokasi kejadian perkara bersama anggotanya.
Pelaku menghabisi korban dengan memukulkan benda tumpul ke bagian batok kepala. Pelaku lantas mencekik menggunakan celana dalam milik teman perempuannya.
Korban pertama kali diketahui warga yang kebetulan melintas, dan mendengar jeritan minta tolong.
"Karena takut, ia tidak langsung menolong, tapi memanggil warga lain dan menghubungi polisi. Korban perempuan dalam keadaan tak berpakaian. Di situ juga ditemukan teman laki-lakinya dalam keadaan tak bernyawa," jelas Iptu Hadidin.
Menurut polisi, JLI dan Asran baru kenal sekitar dua hari lalu, sehingga tidak mengetahui di mana alamat Asran.
JLI hanya mengetahui teman barunya berasal dari Medan, dan tinggal di Blok VI, Gunung Meriah. Sedangkan JLI mengaku warga Kota Pajar, Aceh Selatan, dan tinggal di samping Pos Lantas Rimo.
"Identitas korban pembunuhan masih kami cari. Teman ceweknya tidak mengetahui pasti, karena baru kenal," cetus AKP Ibrahim.
Jasad Asran hingga kemarin sore masih di ruang mayat RSUD Aceh Singkil, kawasan Gunung Lagan. Sedangkan JLI masih dimintai ketrangan oleh penyidik Polsek Gunung Meriah.
Polisi terus memburu pelaku, dengan menelusuri dan mengumpulkan bukti petunjuk. Termasuk, mencari identitas korban pembunuhan melalui orang-orang yang diperkirakan mengenalnya. (*)

Dedy Cabuli Dua Anak Kandung Berulang Kali


Dedy Cabuli Dua Anak Kandung Berulang Kali
google
ilustrasi


MANADO - Entah setan apa yang merasuki Dedy (52) warga Kecamatan Airmadidi, Minahasa Utara, Sulut, hingga tega mencabuli dua anak gadisnya, Mawar (9) dan Melati (18) (keduanya bukan nama sebenarnya).
Peristiwa itu bukan hanya dilakukan sekali, tapi hingga berkali - kali. Lebih tak beradab, usai beraksi Dedy pun mengancam akan meracuni anaknya bila buka mulut.
"Papa ancam saya, kalau bilang mama akan dipotas," kata Mawar.
Mawar mengaku kerap dicabuli ayahnya sejak 2009 lalu. Aksi bejat itu berlangsung hampir setiap hari di rumah. Jika sang istri ada, aksi itu berlangsung secara kilat dan sembunyi - sembunyi. Bila tidak ada istrinya, Dedy pun leluasa beraksi. Tidak puas hanya pada  Mawar, Dedy pun belakangan mengincar Melati.
Melati mengaku pernah juga dicabuli ayahnya meski hanya sekali. Jika Mawar di ancam dengan racun, maka Melati di ancam tidak akan disekolahkan ke perguruan tinggi bila mengadu.  Melati yang masih ingin sekolah pun bungkam. Tersembunyi sekian lama, perbuatan bejat itu nanti diketahui setelah pelaku dipergoki oleh anaknya yang tertua dari lima bersaudara itu.
Sang anak kemudian memberitahu ibunya. Sang ibu yang geram langsung menemui suaminya untuk minta klarifikasi. Dicecar begitu rupa, Dedy akhirnya mengaku. Ia pun bermohon agar istri dan kedua anaknya mengampuninya.
Sang istri yang terlanjur kecewa akhirnya mendatangi Polda Sulut untuk melaporkan kejadian itu, Rabu (15/8/2012). Kamis, esoknya, Dedy pun dicokok aparat Polda Sulut. Kapolda Sulut Brigjen Pol Dicky Atotoy melalui Kabid Humas Polda Sulut Denny Adare menyebut saat ini pelaku tengah ditahan di sel Mapolda untuk diproses lebih lanjut.

Bunga Diajak Cari Kayu Lalu Diperkosa


Bunga Diajak Cari Kayu Lalu Diperkosa
IST
ILUSTRASI 


OELAMASI - Dua pemuda berinisial OT dan YT, memerkosa Bunga (bukan nama sebenarnya), bocah 12 tahun yang masih duduk di bangku SD, Rabu (22/8/2012) lalu.
Dua pemuda asal Desa Sanraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, memerkosa Bunga di salah satu areal perkebunan milik warga setempat.
Hingga kini, kedua pelaku masih kabur, sedangkan orangtua korban sudah melapor ke Mapolres Kupang, untuk diproses secara hukum.
Menurut Kabag Humas Polres Kupang Ipda Yoseph Marsudi, Kamis (23/8/2012), orangtua korban sudah membuat laporan  tertulis kepada polisi.
"Korban masih dalam pemeriksaan unit PPA Reskrim. Sementara kedua pelaku masih dalam pengejaran untuk diamankan," ujar Marsudi.
Kasus pemerkosaan berawal saat Bunga yang merupakan tetangga kedua pelaku, didatangi OT dan YT. Dengan alasan mencari kayu api, kedua pelaku mengajak korban untuk ikut bersama. Tanpa curiga, korban menurut.
Ketiganya lantas pergi mencari kayu api di areal perkebunan, yang jaraknya cukup jauh dari pemukiman warga. Di tempat inilah, YT langsung melucuti  pakaian korban dengan paksa. Sedangkan OT yang saat itu  berdiri dekat korban, memegang kaki korban dan membantingnya ke tanah.
Melihat korban tidak berdaya, YT dan OT memerkosa korban secara bergantian. Puas melampiaskan nafsu bejatnya, YT dan OT lari meninggalkan korban sendirian.
"Setelah diperkosa, korban melaporkannya kepada orangtua. Kami sementara lidik," jelas Marsudi. (*)

Diperkosa saat Ditinggal Beli Makan


Diperkosa saat Ditinggal Beli Makan
NET
ILUSTRASI 


JOGJA - Nasib nahas menimpa SN (12). Pelajar yang juga warga Gondokusuman, dicekoki dua butir pil warna putih oleh Prasongko (31), warga Bangunrejo Tegalrejo.
Lantas, Prasongko memerkosa SN dalam keadaan tak sadarkan diri, di sebuah kamar kos di Tegalrejo.
Tak terima, keluarga korban melapor ke polisi. Beberapa hari setelah kejadian, polisi meringkus Prasongko. Saat ini, ia ditahan di Mapolresta Jogjakarta.
Musibah yang menimpa SN terjadi pada Sabtu (18/8/2012) sekitar pukul 21.00 WIB. Sejam sebelumnya, Arif, teman SN, datang ke rumah korban.
Arif mengajak korban jalan-jalan. Lantas, Arif membawanya ke rumah kos di Bangunrejo Tegalrejo. Korban pun diminta masuk kamar.
Kemudian, Arif keluar kamar dengan alasan hendak membeli makan. Saat tidak ada Arif, pelaku yang belakangan diketahui bernama Prasongko, datang dan memaksa korban meminum dua butir pil warna putih.
Korban lantas merasa pusing dan pingsan. Diduga, saat kondisi tak sadar itulah korban diperkosa.
Pagi harinya sekitar pukul 06.00 WIB, korban bangun tidur. Ia merasakan sakit pada kemaluannya. Selain itu, dada dan lehernya juga sakit.
Kala itu, hanya ada Arif di kamar. Arif pun mengantarnya pulang dan melapor ke mapolresta. Kapolresta Jogjakarta Kombes Mustaqim, Kamis (23/8/2012) mengatakan, petugas langsung melacak pelaku.
Pada Rabu (22/8/2012), pelaku tertangkap di rumahnya. Saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan. (*)

Setubuhi Bocah karena Kecanduan Film Porno

Setubuhi Bocah karena Kecanduan Film Porno
NET
ILUSTRASI


ENDE - Melati, bukan nama sebenarnya, menjadi korban asusila yang dilakukan MVB (14), siswa kelas I SMP di Kabupaten Ende.
Bocah 4 tahun asal Desa Maurole, Kecamatan Maurole disetubuhi pada Sabtu (4/8/2012), namun baru terungkap kemarin.
Penyidik di Unit Perempuan dan Anak (PPA) Polres Ende Briptu Irmina Emerik Ndua menjelaskan, peristiwa berawal ketika korban dan pelaku bertemu di rumah korban.
Saat itu, MVB meminta kelapa kepada Melati, namun tidak diberi. Karena kesal, pelaku menyeret korban ke dalam kamar dan menyetubuhinya.
"Saat itu kondisi rumah dalam keadaan sepi. Nenek korban sedang tidur, sedangkan orangtua korban tidak di rumah. Kondisi demikian yang memudahkan pelaku menyetubuhi korban," beber Irmina, Jumat (24/8/2012).
Menurut Irmina, kasus ini terungkap ketika salah satu tetangga korban melihat kondisi korban yang berdarah.
Saat ditanya, korban mengaku telah disetubuhi oleh MVB. Mendengar itu, kerabat Melati lantas membawanya ke Puskesmas Detusoko, untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan kerabat lainnya melapor ke Mapolsek Detusoko.
"Korban sempat dirawat di Puskesmas Detusoko, bahkan harus dirujuk ke RSUD Ende karena mengalami pendarahan," jelas Irmina.
Aparat Polsek Maurole, ungkapnya, lantas menciduk pelaku. Saat ini MVB ditahan di Mapolres Ende.
Untuk kelengkapan berkas pemeriksaan, polisi telah meminta keterangan lima saksi, termasuk Melati selaku saksi korban.
Dalam keterangan kepada polisi, ungkap Irmina, pelaku nekat melakukan aksi kekerasan seksual kepada korban, karena terdorong nafsu akibat kerap menonton film-film porno di handphone.
MVB bakal dijerat pasal 81 UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (*)

Sepupu Perkosa Mekar di Semak Karena Terobsesi Film Porno

Sepupu Perkosa Mekar di Semak Karena Terobsesi Film Porno
google
Ilustrasi


MANADO - Ibu rumah tangga berinisial AT alias Alce (34) warga Kelurahan Paniki Dua tampak kesal saat mendatangi Mapolsek Rural Mapanget, pada Kamis (23/8/2012) malam.
Alce mengaku anaknya, Mekar (12) -nama samaran-, menjadi korban pemerkosaan remaja berinisial IT alias Ito (17) warga sekampungnya sekaligus sepupu Mekar.
Begitu kesalnya Alce hingga ia berkali-kali memaki dan mencemooh perbuatan tersangka. Kesal marah bercampur sedih mengaduk di hati wanita tersebut. Nada suaranya terdengar berubah-ubah mendahkan betapa jengkelnya dia saat mengetahui kejadian itu.
Ia bercerita , peristiwa bermula pada Rabu (22/8/2012) sekitar pukul 14.00 Wita. Anaknya diajak tersangka ke sebuah perkebunan dan tersangka mencoba memperkosanya.
 "Saat kejadian saya berada di Bitung,suami saya ditempat kerja, dan anak saya sedang di rumah," jelas Alce terus memandangi anaknya.
Diketahuinya tidak ada hubungan pacaran antara keduanya, namun dia tidak percaya mahkota kesucian anak kadisnya direnggut siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Manado yang masih kerabatnya sendiri, yang seharusnya menjaga anaknya.
Alce menuturkan peristiwa tersebut diketahuinya setelah nenek korban memberitahukan telah melihat keduanya yang masih mempunyai hubungan keluarga ini, berada di semak belukar.
"Setelah ditelusuri ternyata benar, dia (Mekar) mengaku kemaluanya (tersangka) sempat dimasukkan," ungkap Alce sembari menambahkan pelaku juga memasukkan jarinya ke kemaluan korban.
Tidak menerima hal tersebut, Alce memutuskan melaporkan pelaku ke polisi. Menurutnya apa yag dilakukan tersangka yang kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Mapanget telah merusak masa depan anak gadisnya tersebut.
Alce meminta polisi menangkap pelaku untuk mempertanggujawabkan perbuatannya.Tersangka pun langsung ditangkap di rumahnya oleh Polisi. Tersangka Ito saat ditemui mengaku menyesal atas perbuatannya terhadap korban. Dia saat itu mengajak korban lewat cara berpura-pura mencari buah-buahan ternyata malah korban diperkosa.
Diakuinya, sempat memasukkan kemaluannya namun karena sakit terpaksa membatalkan dan menggunakkan jarinya dimasukkan ke kemaluan korban.
"Saya ditangkap jam 7 di rumah,'" ungkap Ito, Jumat (24/8/2012), sambil terus menundukkan kepalanya. Dirinya mengaku terobsesi menonton filim porno.
Kapolsek Mapanget AKP Luther Tadung menyebut pihaknya langsung melakukan pemeriksaan dan menangkap tersangka.
"Sementara dia kami tahan,'" ujar Tadung.

Keluarga: Melati Dipaksa Bersetubuh oleh Oknum Sabhara

Keluarga: Melati Dipaksa Bersetubuh oleh Oknum Sabhara
Ilustrasi


MANADO - Pemandangan miris  tampak di ruang tunggu Polda Sulawesi Utara, Jumat (24/8/2012). Seorang ibu muda terlihat duduk di sebuah bangku dan tengah menimang bayi. Sang bayi sepertinya gelisah, seolah tahu gundah yang tengah dihadapi sang bunda.
Ibu muda itu adalah Melati (19) -bukan nama sebenarnya-. Kedatangannya ke Propam Polda Sulut untuk melaporkan AH alias Angki, oknum anggota polisi dari satuan Shabara di Polresta Manado. Angki dilaporkankan karena diduga telah menghamili Melati namun tidak mau bertanggung jawab.
Bayi berjenis kelamin pria yang baru berumur dua minggu lebih itu adalah buah cinta mereka berdua. Melati yang masih berstatus Mahasiswa Semester Empat di sebuah Universitas di Tondano, datang didampingi keluarga serta Ketua Umum Komisi Daerah Perlindungan Anak Sulut, Jull Takaliwang.
Informasi yang dihimpun Tribun menyebut, hubungan keduanya bermula dari chating di Facebook. Dari dunia maya, keduanya bertemu di alam nyata dan menjalin hubungan kasih. Suatu ketika, pelaku membawa membawa Melati ke tempat kosnya. Di sana, ia dipaksa untuk bersetubuh.
"Ia memaksanya bersetubuh," kata seorang anggota keluarga Melati.
Mulanya ia tidak mau, tapi pelaku terus memaksa hingga akhirnya Melati pun menuruti kemauannya. Peristiwa itu terulang hingga beberapa kali. Akhirnya Melati pun hamil. Sewaktu hamil, mulanya pelaku memperlihatkan tanda - tanda akan bertanggung jawab. Itu dibuktikan dengan seringnya ia mengunjungi tempat kos melati di Tondano maupun rumah kedua orang tuanya di Amurang.
"Waktu itu, ia kelihatan mau bertanggung jawab," ujarnya lagi.
Perilaku Angki mulai berubah beberapa hari jelang Melati melahirkan di salah sati Poliklinik yang ada di Amurang. Melati yang terbaring lemah di atas ranjang harus berjuang antara hidup dan mati sebelum ia dan bayinya selamat tiga hari setelah dibawa di rumah sakit.
Ironos, karena Angki tidak ada di situ. Di hubungi lewat Hp, Angki tidak menjawab. Persoalan itu kemudian dibawa ke Polresta Manado dua minggu yang lalu. Saat itu, Angky telah menandatangani surat pernyataan.
Namun sekeluar dari Polresta, ia menunjukan tanda-tanda tidak mau bertanggung jawab. Melati yang teriris hatinya kemudian mendatangi Komda PA Sulut, Jumat pagi. Jull Takaliwang, Ketua Komda PA Sulut mengaku prihatin dengan kejadian itu. Yang paling memiriskan adalah melihat kondisi bayi itu.
"Yang menjadi perhatian kami adalah kondisi bayi itu," Jull.
Bayi itu tidak lagi minum asi dari ibunya, tapi telah menenggak susu biasa. Sejak lahir, bayi manis ini telah terjebak dalam prahara. Selain sang bayi, keadaan ibunya juga setali tiga uang.
"Ia berada dalam masa nifas kaena baru dua minggu melahirkan, lihat saja jalannya masih agak terpincang," katanya.
Kabid Propam Polda Sulut, AKBP Yusuf Setiadi ketika dikonfirmasi pada siang hari mengaku belum mengetahui adanya laporan itu.
"Nanti saya cek lagi," katanya.
Sementara itu Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Denny Adare Sth ketika dikonfirmasi beberapa jam kemudian membenarkan laporan itu. Adapun Angki ketika di konfirmasi mengaku akan bertanggung jawab atas perbuatannya itu. Sejak membuat surat pernyataan di Polres beberapa waktu yang lalu, ia telah mengongkosi biaya perawatan anak itu.
"Saya akan bertanggung jawab," sebutnya.

Jufri Cabuli Anak Tiri Sejak Kelas 2 SD

Jufri Cabuli Anak Tiri Sejak Kelas 2 SD
NET


BENGKAYANG -- Anggota Polsek Sungai Duri, Polres Bengkayang, menahan M Jufri (68). Warga Dusun Kembang, Kelurahan Karimunting ini adalah tersangka pencabulan terhadap anak tirinya AM (15).
Kapolsek Sungai Duri, Iptu Aris Sutrisno, yang ditemui di kantornya mengatakan Jufri adalah pelaku paedofilia atau kekerasan seksual pada anak. "Pelaku adalah ayah tiri dari korban yang berinisial AM dan merupakan warga Dusun Kembang, Kelurahan Karimunting," kata Aris, kemarin.
Aris menambahkan pihaknya khawatir akibat psikologis terhadap korban. Untuk itu pihaknya telah berkoordinasi dengan Direktur LKBH Peka Kalbar, Rosita Nengsih untuk meminta bantuan terkait perkembangan psikologis korban.
Korban melaporkan kejadian tersebut kepada polisi belum lama ini. Sedangkan pelaku ditangkap dua hari setelah pelaporan. Tersangka sudah melakukan tindak pencabulan selama beberapa tahun. Selama periode itu, pelaku melakukan pencabulan sebanyak empat  kali.
"Berdasarkan pengakuan korban, pencabulan pertama dilakukan ketika korban masih duduk di kelas dua sekolah dasar sebanyak satu kali. Lalu di kelas empat sebanyak dua kali dan kelas enam sebanyak satu kali," jelas Aris lagi.
Aris menjelaskan bila pelaku dapat melakukan aksinya tanpa diketahui ibu kandung korban karena dilakukan pada malam hari. "Modusnya, dia minta pijit dulu," kata Kapolsek.
Setelah melakukan aksinya, tersangka M Jufri lantas mengancam akan mengusir korban dari rumah bila menceritakan kejadian itu kepada orang lain.
Ibu kandung korban tidak mengetahui aksi suaminya karena saat itu sedang sibuk merawat anaknya baru lahir. M Jufri merupakan suami ketiga dari ibu korban. Sedangkan ibu korban  diindikasikan bukan istri pertama tersangka karena ia juga sudah memiliki anak.
Aris menegaskan, M Jufri akan diancam dengan pasal 82 UU Perlindungan Anak. "Pelaku diancam dengan hukuman 15 tahun penjara," tegasnya.

ABG Mesum Kepergok Saat Warga Sedang Salat Jumat


ABG Mesum Kepergok Saat Warga Sedang Salat Jumat
IST
 
BANDA ACEH--Dua pasangan anak baru gede (ABG) tertangkap basah mesum dan ‘ngamar ‘ di bilik warnet hingga dinihari, sedangkan satu pasang lainnya nekat indehoi di rumah kosong saat warga sedang salat Jumat.
Pasangan ABG Mar (17) dan wanitanya Md (18) ditangkap oleh pemilik warnet karena bermesum dalam bilik warnet di kawasan Lampaseh, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, sekira pukul 03.00 WIB.
Kasi Penyidikan Syariat Islam Rusdian mengatakan, berdasarkan pemeriksaan terhadap keduanya, mengaku sekira pukul 16.00 WIB, Mar menjemput Md di kawasan kampus Unsyiah. Kemudian pasangan yang mengaku sudah sembilan bulan kenal itu jalan-jalan ke Taman Sari dan Taman Bunga di Banda Aceh.
“Sekira pukul 22.00 WIB, mereka masuk ke warnet di kawasan Lampaseh. Mereka mengaku awalnya cuma main game, kemudian bermesum hingga tidur bersama di bilik warnet itu. Sekitar pukul 03.00 WIB ditangkap oleh pemilik warnet, sebelumnya pemilik warnet tidak melihat pasangan mesum ini karena dia baru ganti shiift,” kata Rusdian menjawab Prohaba kemarin.
Menurut Rusdian, pasangan nonmuhrim itu dijemput oleh personel Polsek Ulee Lheu sekira pukul 03.30 WIB dan kira-kira pukul 10.30 WIB kemarin, keduanya diserahkan ke Kantor Satpol PP dan WH Banda Aceh.
Sementara dari Desa Neusok Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar dilaporkan, ratusan warga gampong tersebut menggrebek sebuah rumah kosong di desa itu, Jumat (24/8). Dari rumah itu mereka mendapati pria MH (19) asal Sigli dan wanita MJ (20) warga Kecamatan Baiturrahman, sedang bermesum ria.
Warga yang geram dengan aksi itu akhirnya menghadiahi MH dengan runtunan katupat bangkahulu, serta kedua anak manusia non muhrim itu dimandikan di meunasah desa.
Informasi yang diperoleh Prohaba, penggrebekan rumah kosong itu berlangsung sekira pukul 14.00 WIB. Warga yang tahu pemiliknya sedang tidak berada di rumah ‘mencium’ gelagat yang mencurigakan dari MH (19) asal Sigli dan pasangan wanitanya MJ (20) warga Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, yang terlihat masuk ke rumah tersebut.
Ternyata setelah dipantau lama oleh warga, keduanya malah ngak keluar-keluar sampai shalat Jumat selesai. Karena curiga, massa memutuskan menggerebek rumah tersebut.
Menurutnya karena mengetahui persis keduanya bukan warga pendatang yang telah terdaftar di Gampong Neusok, selanjutnya ratusan warga mengepung rumah itu. “Massa yang geram memecahkan kaca dan mendobrak pintu serta melihat si wanitanya tidak mengenakan baju hanya mengenakan kain sarung. Begitu juga dengan si prianya hanya mengenakan celana pendek,” ujar seorang tokoh Neusok yang tak mau jati dirinya ditulis, kemarin.
Sementara Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Moffan MK SH melalui Kapolsek Darul Kamal Iptu Mahfud yang ditanyai Prohaba mengakui ada penggrebekan itu dan keduanya telah diserahkan ke Petugas WH Provinsi.

Jumat, 07 September 2012

Kurir Pos Perkosa Melati di Atas Motor


Kurir Pos Perkosa Melati di Atas Motor
(Bangka Pos.com/Al Adhi)
Hendi, pelaku perkosaan saat memberi keterangan kepada polisi

BELITUNG - Nasib malang dialami Melati (11), bukan nama sebenarnya. Siswi SMP di Tanjungpandan diperkosa seorang laki-laki yang baru dua kali ditemuinya. Belakangan diketahui pelaku pemerkosaan terhadap Melati adalah seorang kurir Kantor Pos Indonesia cabang Tanjungpandan bernama Hendi (21), warga Jalan Akil Ali RT 49/19, Desa Pangkallalang, Tanjungpandan.
Hendi mengakui perbuatan bejatnya terhadap Melati yang berlangsung, Kamis (30/8/2012). Ia melancarkan aksi bejatnya di sebuah lahan kosong di dekat Pelabuhan Ayam Merak yang berlokasi tak jauh dari rumahnya.
Menurut pengakuan Hendi kepada wartawan, kejadian bermula saat dia sedang bermain futsal. Tiba-tiba handphone (HP) Hendi berdering karena ada panggilan dari Melati. Melati bermaksud mengambil HP miliknya yang berada di tangan Hendi. Namun karena Hendi baru selesai bermain futsal sekitar pukul 22.00 WIB, maka Hendi menyarankan Melati untuk bertemu esok paginya.
"Malam itu aku sedang futsal, dia (Melati-red) nelpon aku jam delapan malam. Yang ngangkat kawan aku. Jam sepuluh lewat lima belas aku telepon dia. Dia bilang mau ambil HP yang dia titip ke aku untuk membetulkan HP-nya yang rusak. Kubilang besok saja, karena sudah malam. Tapi dia ingin malam itu juga," papar Hendi kepada wartawan saat ditemui di Polres Belitung, Minggu (2/9/2012).
Akhirnya keduanya bertemu dan Hendi pun menyerahkan HP milik Melati yang gagal diperbaiki. Namun, lanjut Hendi, setelah ia memberikan HP tersebut, Melati mengajaknya pergi jalan-jalan. Hendi pun membonceng Melati dengan sepada motor. Lantaran tak tahu ke mana tujuannya, Hendi memilih membelokkan sepeda motornya ke lokasi kejadian dan menghentikan sepeda motor di sebuah lahan kosong.
Aksi Hendi pun berlanjut dengan menciumi Melati dan mulai menggerayangi tubuh gadis di bawah umur tersebut. Dengan sedikit paksaan yang dilakukan Hendi, akhirnya Melati menuruti kemauan Hendi. Lalu Hendi melakukan persetubuhan dengan Melati di atas sepeda motornya di lahan kosong itu.
"Sedikit maksa awalnya, aku rayu-rayu dan aku cium dia. Yang buka celananya dia sendiri. Aku nggak tahu dia baru sebelas tahun, dia bilang ke aku sudah 16 tahun. Karena badannya kan besar, nggak nyangka baru sebelas tahun," ujar Hendi.
Menurut Hendi, ia sudah mengenal Melati selama tiga bulan terakhir. Namun dalam kurun waktu tersebut, ia dan Melati baru bertemu dua kali termasuk saat peristiwa tersebut. Pertama kali bertemu saat Melati meminta Hendi membetulkan HP-nya yang rusak.
"Sudah pacaran, tapi selama ini cuma lewat HP, SMS dan telepon-teleponan. Yang pertama menghubungi dia, aku saja nggak tahu dia," sebut Hendi.
Akibat perbuatannya, Hendi harus mendekam di balik jeruji Polres Belitung. Ia diserahkan orangtua Melati ke pihak kepolisian, Jumat (31/8/2012) siang setelah orangtua Melati menjemputnya di kantor tempatnya bekerja.
Sementara itu menurut pengakuan Melati kepada penyidik Polres Belitung, saat dia meminta HP miliknya dari tangan Hendi, Hendi tak kunjung memberikan HP tersebut. Hendi mengajaknya pergi dari tempat janjian bertemu di depan kelenteng.
Melati lalu dibonceng Hendi ke lahan kosong di dekat Pelabuhan Ayam Merak. Hendi lalu mengutarakan bahwa HP tersebut sudah tidak bisa diperbaiki. Bahkan Hendi tiba-tiba meminta Melati membuka celananya.
"Pelaku minta korban membuka celana, tapi korban menolaknya. Pelaku terus memaksa, akhirnya pelaku mencoba membukanya sendiri, tapi gagal. Dia memaksa lagi, akhirnya korban menuruti," papar Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Sigit Eliyanto melalui anggota penyidik PPA Briptu Pingki Ajeng seizin Kapolres Belitung kepada bangkapos.com.
Setelah ikat pinggangnya terbuka, pelaku lalu menurunkan celana korban. Saat korban akan menaikkan lagi celananya, pelaku menahannya dan berusaha mendorong korban. Lalu pelaku pun melakukan aksi bejatnya.

Ibu Melati Lihat Ada Noda Darah di Celana


Ibu Melati Lihat Ada Noda Darah di Celana
NET
Ilustrasi perkosaan


BELITUNG - Orangtua Melati (bukan nama sebenarnya) cemas saat anaknya yang pamit dari rumah untuk mengikuti rapat persiapan hajatan di tetangganya, Kamis (30/8/2012) malam, tak kunjung pulang. Akhirnya ayah Melati mencari keberadaan Melati dan tidak menemukannya.
Saat mencari, ayahnya melihat Melati berlari ke arah rumahnya. Akhirnya Melati ditanya darimana hingga pulang larut malam. Namun Melati masih menutupi dan berbohong kepada orangtuanya mengenai perlakuan Hendi yang menyetubuhinya
Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Sigit Eliyanto melalui penyidik PPA Polres Belitung, Briptu Pingki Ajeng seizin Kapolres Belitung AKBP Dian Harianto mengatakan, korban (Melati) mengaku kepada orangtuanya dari rumah saudaranya. Namun ternyata setelah dicek ke saudaranya oleh orangtuanya, Melati tidak ke rumah saudaranya malam itu.
"Bapaknya ini tanya ke saudaranya, tapi katanya sudah dari sore tidur. Ibu korban lalu masuk ke kamar korban, saat itu korban sudah ganti celana. Ibunya melihat ada darah di celana itu. Padahal jadwal haid Melati berbarengan dengan ibunya, ini membuat ibunya curiga," papar Ajeng kepada bangkapos.com, Minggu (2/9/2012).
Orangtua Melati  kemudian terus mendesak anaknya itu untuk mengatakan sejujurnya tentang apa yang telah dialaminya. Akhirnya Melati mengakui bahwa dirinya telah melakukan hubungan suami istri dengan Hendi.
Tak lama, orangtua Melati meminta pertanggungjawaban Hendi. Namun karena usia Melati masih belia, maka diputuskan Hendi mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
Sebelumnya diberitakan,  nasib malang dialami Melati (11), bukan nama sebenarnya. Siswi SMP di Tanjungpandan diperkosa seorang laki-laki yang baru dua kali ditemuinya. Belakangan diketahui pelaku pemerkosaan terhadap Melati adalah seorang kurir Kantor Pos Indonesia cabang Tanjungpandan bernama Hendi (21), warga Jalan Akil Ali RT 49/19, Desa Pangkallalang, Tanjungpandan.
Hendi mengakui perbuatan bejatnya terhadap Melati yang berlangsung, Kamis (30/8/2012). Ia melancarkan aksi bejatnya di sebuah lahan kosong di dekat Pelabuhan Ayam Merak yang berlokasi tak jauh dari rumahnya.

Video Porno Anak SMA Bungo Beredar



20052012_video_mesum.jpg
net
ilustrasi

MUARA BUNGO -
Sejak sepekan belakangan masyarakat di Kabupaten Bungo dihebohkan dengan beredarnya video porno anak SMA yang berdurasi 25 detik.

Pelaku dalam adegan itu diduga seorang warga Desa Pamunyin Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Bungo berinisial JH (16) yang masih duduk di bangku SMA di Kota Padang.

Sedangkan pelaku pria diduga berinisial VR (20) warga Sungai Ipuh. Ini terkuak setelah orangtua JH melapor ke Polres Bungo, Selasa (4/9). Dia melaporkan VR karena menyebarkan video hubungan intim yang diduga dilakukan sekitar bulan puasa lalu di kota Padang.

Menariknya, video itu disebarkan setelah pasangan mesum itu dinikahkan. Diduga penyebaran rekaman dirinya dan kekasihnya itu dilakukan VR karena dia mendapat ancaman dari keluarga JH yang kini berstatus sebagai isterinya.

Informasi yang dirangkum di Mapolres kemarin, VR dan JH sudah lama menjalin hubungan asmara. Namun, hubungan itu tidak berjalan mulus, karena orang tua JH tidak merestui. Akhirnya, muncul niat jahat VR untuk merekam hubungan intim mereka.

Sekitar bulan puasa lalu, VR menyambangi JH yang sekolah di Kota Padang. Kemudian mereka melakukan hubungan badan layaknya suami isteri. Saat berhubungan itu VR merekam adegan mereka dan menyimpannya di handpone miliknya.

Setelah merekam adegan itu, entah bagaimana ceritanya pasangan ini menikah pada akhir bulan Agustus lalu. Namun, setelah menikah, video itu beredar di masyarakat dan membuat keluarga JH tidak senang dan melapor ke Polres Bungo.

"Pihak pelapor menduga VR menyebarkan rekaman tersebut," kata Kapolres Bungo melalui KBO Reskrim Ipda Subhan. Kecurigaan orang tua JH karena sebelum menikah, VR pernah mengancam akan menyebarkan rekaman itu.

Hingga kemarin, laporan ini masih dalam penyelidikan polisi. Penyidik belum bisa menyimpulkan modus dari peristiwa ini.
“Saat ini masih dalam penyelidikan," kata Subhan kepada wartawan kemarin.

Gila! Delapan Orang 'Gilir' Pelajar SMP


Gila! Delapan Orang 'Gilir' Pelajar SMP
Tribun Jabar/Dicky Fadiar Djuhud
Dinda (13) -- korban perkosaan (ditutupi jaket) oleh 8 orang didampingi petugas (baju putih) saat hendak dibawa melakukan visum ke dokter, Rabu (5/9/2012).

BANDUNG -- Dinda (13), bukan nama sebenarnya terlihat masih syok, usai diperiksa di ruang Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Bandung.
Pelajar kelas 2 SMP ini menjadi korban perkosaan dari 8 orang, sekitar pukul 23.00, Minggu (2/9/2012) lalu. Dinda saat itu, usai menonton sebuah acara di Lapangan Gasibu, Bandung hendak mengambil barangnya yang tertinggal di sebuah warnet di kawasan Jalan Supratman.
"Waktu itu mau ke warnet, dicegat orang-orang itu. Dipaksa ikut mereka. Ada yang kenal, yang lainnya enggak. Dikasih minuman, di botol hijau. Dipaksa. Pusing. Di lapangan Ciujung," ujar Dinda saat hendak dibawa petugas untuk dilakukan visum oleh dokter di Mapolrestabes Bandung, Rabu (5/9/2012).

Cornelis Targetkan 65 Persen Suara Melawi

Macetkan Jalan ke Stadion Setia Pahlawan
Cornelis-Christiandy Stadion Raden Tumenggung Setia Pahlawan Melawi
Sukartaji
Massa Cornelis-Christiandy penuhi tribune dan Stadion Raden Tumenggung Setia Pahlawan Melawi
Nanga Pinoh – Ribuan massa memerahkan Stadion Raden Tumenggung Setia Pahlawan Melawi, memadati kampanye terbuka Cornelis, Kamis (6/9) kemarin. Cornelis pun menargetkan 65 persen suara yang bakal dikantonginya di Kabupaten Melawi.
Heboh kampanye Cornelis memang sudah digadang-gadang pendukungnya sejak beberapa hari lalu hingga menggema ke pedalaman. Sejak pagi pasukan merah sudah lalu lalang di jalan raya Nanga Pinoh. Hingga siang, ribuan massa dari berbagai pelosok datang hingga jalan masuk stadion kebanggaan warga Melawi pun macet.
Melihat antusias warga saat kampanye, Cornelis tanpa ragu targetkan 65 persen bakal tercapai. Kemenangan pada pilgub 2007 lalu sepertinya akan kembali terulang pada pilgub 2012 ini.
“Saya menilai target 65 persen untuk Kabupaten Melawi sudah sangat baik, karena kalau sudah 65 persen sudah luar biasa. Target ini sangat realistis untuk diwujudkan dalam kerja-kerja politik,” kata Cornelis dalam orasinya.
Mendulang suara 65 persen tugas tim kampanye untuk mewujudkan kemenangan Cornelis-Christiandy. Apalagi koalisi partai mendukung PDI Perjuangan mengusung pasangan nomor urut 1 ini kompak seperti Partai Demokrat, PDS, PPIB, dan PKB.
“Termasuk partai penguasa (Partai Demokrat) juga mendukung kita. Makanya untuk meraih kemenangan ini, seluruh mesin-mesin partai harus bergerak. Harus bekerja keras untuk merebut hati rakyat,” ucapnya.
Dia pun mengulas alasannya maju kembali untuk periode 2013-2018 di hadapan ribuan massa. Di antaranya masih banyaknya pekerjaannya yang belum selesai termasuk di Melawi. PR yang harus diselesaikan di Melawi yakni janji membangun jalan Simpang Sungai Tebelian hingga ke Kota Baru.
“Karena pekerjaan yang masih banyak belum rampung dan selesai sehingga saya bersama Christiandy didukung beberapa partai pengusung maju kembali untuk periode yang kedua. Mari perjuangkan yang telah kita mulai sampai lima tahun ke depan,” ujarnya.
Bukan hanya didukung berbagai partai, Cornelis-Christiandy juga mengaku didukung oleh berbagai suku dan agama. “Lima tahun terakhir daerah kita sangat aman. Kita mampu menciptakan keamanan di Kalbar. Ini akan kita ciptakan terus di masa mendatang. Hingga Kalbar bisa maju dan berjaya,” terangnya.
Demi Kalbar, Cornelis menyatakan dirinya siap pasang badan. Agar pemerintah pusat memercayai gubernur untuk mengucurkan dana ke daerah-daerah. “Cornelis tidak bagikan uang, tapi bagikan kebijakan, berjuang untuk kepentingan rakyat. Makanya bagi kita demokrasi tidak ada kata seri, kita harus menang 50+1,” jelasnya.
Cornelis berharap kepada seluruh kader dan simpatisan pendukung pasangan yang membawa slogan “Bersatu Berjuang Menang” agar untuk bersama-sama mengawasi pelaksanaan pemungutan suara di TPS masing-masing pada 20 September saat pencoblosan.
Kampanye Cornelis di Melawi sendiri disemarakkan juru kampanye dari para pengurus partai pengusung dan sejumlah artis ibu kota seperti Trio Macan dan Zaskia si Goyang Itik.
Jurkam yang tampil di antaranya Ketua Partai Demokrat Kalbar Suryadman Gidot, anggota DPR RI dari Dapil Kalbar Karolin Margret Natasya, serta mantan Wakil Gubernur Kalbar LH Kadir. Selain itu juga dihadiri sejumlah pengurus partai pengusung yang ada di Kabupaten Melawi. (aji)

Kamis, 06 September 2012

Cornelis Tepis Hambat PKR

Basis Sintang, Target 80 Persen Suara
Cornelis dan tim kampanye berorasi di GOR Baning Sintang
Cornelis dan tim kampanye berorasi di GOR Baning Sintang, Rabu (5/9)
Sintang – Tekad pasangan Cornelis-Christiandy adalah menang satu putaran di Pemilukada Kalbar 20 September. Tak tanggung-tanggung, incumbent ini yakin meraup 80 persen suara di Kabupaten Sintang.
“Kalau kita semua bersatu, target menang satu putaran bukan tak mungkin terealisasi,” tegas Cornelis di hadapan sekitar 5.000 massa pendukungnya saat kampanye di GOR Baning Sintang, Rabu (5/9).
Ia berharap Kabupaten Sintang yang merupakan salah satu basis kantong suara yang memenangkan dirinya sebagai Gubernur Kalbar periode pertama dapat dipertahankan. Cornelis tetap yakin menang di Sintang.
“Jangan sampai turun perolehan suaranya. Saya yakin masyarakat Sintang bisa memberikan dukungan pada kami hingga 80 persen. Malu kalau Kabupaten Sintang kalah, mengingat Sintang sudah berhasil menempatkan putra terbaik sampai ke DPR RI,” ujar Cornelis.
Sudah saatnya, lanjutnya, masyarakat bersatu untuk mendukung dirinya dalam rangka mewujudkan pembangunan Kalbar makin lebih baik. Ia mengklaim pembangunan di Kalbar dalam lima tahun terakhir sejak dipimpinnya sudah lebih baik.
“Sepenuhnya sih belum, tapi sudah ada kemajuan lebih baik. Agar lebih baik lagi, karena itu saya kembali maju untuk meneruskan pembangunan Kalbar. Menjadi pemimpin itu harus berani,” tegasnya.
Cornelis menepis anggapan yang menuding Pemprov Kalbar menghambat proses pemekaran Provinsi Kapuas Raya. Ditegaskannya, selaku Gubernur Kalbar tidak pernah mencabut rekomendasi dari gubernur sebelumnya.
“Tidak ada kita menghambat. Gubernur tidak mencabut rekomendasi, tidak mencabut SK-nya. Saya bawa mantan Wakil Gubernur Kalbar, Bapak LH Kadir. Beliau tahu persis soal itu. Pembohong kalau bilang PKR dihambat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu Cornelis juga mengajak masyarakat Kabupaten Sintang untuk menjaga stabilitas keamanan selama pelaksanaan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar. “Jangan mudah terpancing dengan isu yang memecah belah, mari bersama menjaga situasi kondusif di Kabupaten Sintang,” ajaknya.

Antusias

Ribuan massa yang memadati stadion menghadiri kampanye pasangan nomor 1 ini datang dari 14 kecamatan di Kabupaten Sintang yang mengirimkan utusan. Mereka datang dengan berbagai jenis kendaraan mulai dari roda empat hingga roda dua. Tak pelak, lingkaran Stadion Baning menjadi sesak oleh parkir kendaraan.
Mereka antusias datang meski ada isu yang melarang mereka untuk datang pada kampanye tersebut. Hanya saja hasrat masyarakat tidak sehebat saat pilkada 2007 lalu maupun pilbub sebelumnya.
Dalam orasinya, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan yang juga anggota DPR RI Dapil Kalbar, Lazarus menyatakan bahwa masyarakat di Kabupaten Sintang sudah pintar dan cerdas dalam menyikapi isu negatif dalam pilgub ini.
“Meski ada gelombang yang datang mengadang suksesi Cornelis menjadi Gubernur Kalbar periode kedua, namun saya yakin dan percaya masyarakat Sintang tidak akan terpecah dan memercayai isu negatif yang berkembang saat ini,” pesannya.
Lazarus pun mengajak seluruh masyarakat Sintang memberikan kesempatan kedua kepada Cornelis-Christiandy untuk memimpin Kalbar pada periode 2013-2018.
Kampanye pasangan nomor urut 1 di zona empat ini membawa LH Kadir yang sangat mengapresiasi kinerja Cornelis. Menurut dia, dari empat kandidat yang bersaing, Cornelis adalah figur yang terbaik.
“Menjadi seorang gubernur bukan hal yang mudah, dibutuhkan komitmen dan perjuangan serta lobi-lobi politik untuk meyakinkan pemerintah pusat dalam memberikan dukungan anggaran,” ucapnya.
LH Kadir juga menilai Cornelis mampu memenuhi janjinya dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah timur Kalbar.
Cornelis beserta rombongan tiba di Stadion Baning sekitar pukul 12.45. Tepat pukul 13.00 kegiatan dimulai dengan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya. Polres Sintang mengerahkan 2/3 kekuatan atau sekitar 218 personel, ditambah dua peleton Brimob sebanyak 58 personel yang diperbantukan dari Polda Kalbar. (din)

Eka: Jangan Mentang-mentang Berkuasa

Eka Hendry AR MSi
Eka Hendry AR MSi
Dalam sejarah perjalanan politik bangsa ini, PNS memang lahan subur bagi para politisi untuk meraih kemenangan lewat tangan birokrasi. Untunglah ada UU yang melarang PNS terlibat politik praktis. Pilkada Kalbar juga bisa terbebas dari peran serta para PNS?
“Harus dipisahkan antara mereka yang berkuasa dengan institusi negara. Misalnya, gubernur itu lembaga negara dan personnya boleh siapa dan dari mana saja. Institusinya ini kan harus dipelihara dan dijaga kehormatannya,” tutur pengamat sosial dan politik Kalbar, Eka Hendry AR MSi kepada Rakyat Kalbar, Jumat (31/8).
PNS itu salah satu institusi negara. Netralitasnya harus netral. Kalau personnya terlibat sana sini silakan tetapi istitusinya harus dijaga. Supaya tidak ada keberpihakan institusi ini maka undang-undang sudah mengatur. Bahwa PNS tidak boleh berpolitik praktis.
“Maksud saya, wujud dari netralitas tersebut. Jangan mentang-mentang kelompok itu berkuasa, institusi itu seolah-olah milik kelompok itu. Kalau netralitas ini tidak dijaga akan mengundang konflik. Karena dianggap berpihak pada suatu kelompok tertentu. PNS harus melihat koridor itu dan etika juga harus jelas,” tutur Eka yang juga Ketua Center for Acceleration of Inter-Religion and Ethnic Understanding (Caireu) STAIN Pontianak.
Salah satu aturan yang melarang PNS berpolitik praktis adalah keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap hasil judicial review Bawaslu terhadap Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
PNS yang terlibat atau terbukti mendukung pasangan kepala daerah tertentu akan dipidana minimal 6 bulan. Keputusan MK atas judicial review UU 32/2004 utamanya pasal 116 itu juga menjadi warning bagi PNS untuk patuh aturan. Ini juga memberi ruang luas kepada Panwaslu di daerah melakukan pengawasan terhadap PNS yang terlibat politik.
“Dalam konteks real politik saya kira institusi negara seperti mengawang di awan. Faktanya tidak mungkin si A dan si B tidak berpolitik. Tetapi harus menjaga mana politik yang boleh dilakukan oleh PNS dan mana yang tidak,” ingatnya.
Ia mencontohkan statement Sekda Kalbar M Zeet Hamdy Assovie di Sintang yang mengundang kontroversial. Ada yang menerjemahkan itu sebagai keberpihakan. Sehingga ketidakpercayaan masyarakat akan mengundang konflik.
“Jadi untuk mengawasi proses ini harus melibatkan semua elemen masyarakat. Salah kalau hanya diserahkan hanya pada Panwaslu yang sangat terbatas jangkauan dan jumlah anggotanya. Misalnya di daerah terjadi penyimpangan, money politic, dan lain sebagainya masyarakat yang menemukan yang melaporkan,” katanya.
Termasuk juga ia mengimbau kepada OKP-OKP dan organisasi kepemudaan untuk ikut aktif dalam mengontrol proses jalannya Pilkada Kalbar ini. (kie/hak)

Netralitas TNI Harga Mati

Pangdam: Netral Tidak Pakai Buntut

Tepung tawar Pangdam XII Tanjungpura Ridwan
Kiki Supardi
Tarian tepung tawar sambut kedatangan Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Ridwan bersama istri di Lanud Supadio, Selasa (4/9)
Pontianak – Di tengah menghangatnya suhu politik di Kalbar jelang Pilgub Kalbar dan Pilwako Singkawang, pucuk komando Kodam XII/Tanjungpura pun berganti. Serah-terima jabatan sudah berlangsung di Jakarta.
Panglima Kodam (Pangdam) XII/Tanjungpura Mayjen TNI Erwin Hudawi Lubis digantikan oleh juniornya, Mayjen TNI Ridwan. Selasa (4/9) pukul 12.00 rombongan dari Jakarta tiba di Pontianak dan disambut di VIP Room Lanud Supadio.
Disambut oleh pertanyaan wartawan berkaitan dengan Pilkada Kalbar yang saat ini sedang memasuki etape kampanye, Pangdam Mayjen TNI Ridwan menegaskan anggota TNI tetap dalam posisi netral.
“Netralitas TNI dalam pilkada itu harga mati. Karena itu merupakan komitmen anggota dan negara. TNI Angkatan Darat diperintahkan untuk bertindak adil walaupun salah satu calonnya ada seorang mantan tentara. Kita harus netral tidak pakai buntut. Siapa pun dia harus netral,” tegas Ridwan.
Pangdam baru ini ternyata tidak panjang lebar soal Pilgub Kalbar. Kedatangan orang nomor satu di jajaran Kodam XII/Tanjungpura menggunakan pesawat Garuda yang ditunggu sejak pukul 09.00 akhirnya mendarat pukul 12.00.
Pangdam beserta istri menuju VIP Room Lanud Supadio disambut dengan upacara penyambutan tradisi tepung tawar adat Melayu dan adat Dayak. Mayjen TNI Ridwan didaulat memotong tebu menggunakan mandau. Setelah itu dilanjutkan berjabatan tangan dengan jajaran aparat keamanan yang ada di Kalbar.
Sebelum dipromosikan sebagai Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Ridwan menjabat sebagai Panglima Divisi Infanteri-2 Kostrad. Pelantikan dilaksanakan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo pada tanggal 31 Agustus 2012 di Jakarta.
Turut menyambut kedatangan pangdam antara lain Kapolda Kalbar Brigjen Pol Drs Unggung Cahyono, Danrem 121/Abw, Danlanud Supadio Kolonel Pnb Kustono SSos, Danlanal Pontianak Kolonel Laut (P) Arsyad Abdullah, para pejabat militer/sipil dan ibu-ibu gabungan Dharma Pertiwi.
“Visi dan misi saya melanjutkan apa yang sudah dicapai oleh Bapak Hudaya Lubis Pangdam XII Tanjungpura yang lama. Tentunya setiap pangdam itu menginginkan kodam yang terbaik. Bisa melaksanakan tugas dengan baik, bisa bekerja sama dengan aparat yang ada di Kalbar dan Kalteng,” ungkap Mayjen TNI Ridwan usai jamuan makan siang di VIP Room Lanud Supadio kemarin.
Menurutnya, saat ini yang jelas kodam itu baru. Tentunya ia akan terus melakukan pembangunannya baik itu bersifat materiil maupun persenjataan dan pangkalannya. Termasuk juga kesejahteraan anggota.
Ia mengapresiasi terkait ada penangkapan terhadap penyeludupan oleh satuan yang ada di perbatasan. Menurutnya, suatu hal yang positif bahwa semuanya komitmen menegakkan aturan yang berlaku. “Untuk kesejahteraan anggota sudah diatur baik itu uang saku dan kita pantau terus apabila ada kesulitan akan kita bantu semampunya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa akan ada rencana pembentukan batalion tank secepatnya di Kalbar. Tank jenis Scorpion yang akan didatangkan untuk memperkuat kesatuan di Kalbar.
“Ke depan kita ada penambahan untuk memperbarui senjata, baik itu armed, meriam, kavaleri, dan senjata infantri yang sudah usang. Supaya kita lebih baik dan lebih disegani oleh negara lain. Termasuk latihan akan kita tambah frekuensinya,” jelas Ridwan.
Untuk menangani masalah SARA yang rawan di Kalbar adalah keterpaduan antara TNI, Polri, dan pemda harus bersatu. Kuncinya semuanya harus sinergi.
“Kalau kita kompak semuanya akan aman,” tutupnya. (kie)

Live Metro TV, Debat Kandidat 13 September di Hotel Aston

Pontianak – KPU Provinsi Kalbar memastikan debat publik pasangan peserta Pilgub Kalbar 2012 digelar 13 September di Hotel Aston Pontianak. Acara yang disiarkan langsung di Metro TV itu dimulai pukul 19.00 WIB.
“Debat publik akan dilaksanakan 13 September mendatang. Dan untuk lokasi sudah ditetapkan yakni di Hotel Aston,” kata DR Sofiati, Ketua Pokja Kampanye KPU Provinsi Kalbar ditemui Rakyat Kalbar, Selasa (4/9).
Pilgub Kalbar diikuti empat pasangan calon, nomor urut 1 yakni Cornelis-Christiandy Sanjaya (incumbent), nomor urut 2 Armyn Ali Anyang-Fathan A Rasyid, nomor urut 3 Morkes Effendi-Burhanuddin A Rasyid, dan nomor urut 4 Abang Tambul Husin-Barnabas Simin.
Zona II sampai IV meliputi tiga kabupaten. Sedangkan Zona I ada dua kota dan tiga kabupaten. “Sejauh ini belum ada laporan atau pemberitahuan dari tim kampanye masing-masing calon terkait di mana lokasi kampanye pertamanya sesuai zona yang sudah ditetapkan. Tapi nanti akan mereka laporkan,” jelasnya.

Sesuai jadwal

Terpisah, Ketua Panwaslu Kota Pontianak Rustam Halim mengatakan untuk Zona I khususnya di Kota Pontianak belum ada aktivitas kampanye dari pasangan nomor urut 2 Arafah.
“Sampai sekarang belum ada, kita pantau hari ini Arafah tidak ada kampanye. Menurut informasi baru besok dan lusa. Di Kota Pontianak kampanye terbuka di halaman Stadion Sultan Abdurrahman dan tertutup di PCC. Sampai sekarang belum ada informasi pemakaian di dua lokasi tersebut. Kalau ada kampanye harusnya tim kampanye memberikan informasi ke Panwaslu,” kata dia.
Hasil rapat koordinasi Panwaslu Kota bersama Panwascam dan PPL, Panwaslu Kota Pontianak siap melaksanakan pengawasan di masa kampanye maupun masa tenang.
Menurut Rustam, di masa kampanye, pihaknya telah menyiapkan perangkat pengawasan serta bentuk-bentuk penanganan pelanggaran. “Bentuk pelanggaran di masa kampanye akan kami tegakkan sesuai peraturan pemilukada. Kami tidak tebang pilih dalam menegakkan aturan,” katanya.
Pihaknya mengimbau para timses untuk berkampanye sesuai peraturan yang telah ditetapkan. Termasuk juga tidak memasang alat peraga kampanye di rumah ibadah, sekolah, dan kantor pemerintah.
Rustam menyarankan agar di tiga tempat dilarang tersebut peran dari pengurus sekolah, pengurus rumah ibadah, dan kepala kantor instansi pemerintah juga ikut andil dalam menertibkan.
“Jika memang dipasang di tiga tempat tersebut pengurus rumah ibadah, sekolah, maupun kepala kantor instansi pemerintah dapat memerintahkan stafnya untuk mencopot atribut tersebut. Dengan kata lain tidak membiarkan halaman dan pagar mereka dipasang alat peraga kampanye,” ujar dia.
Bila tidak, Rustam mengatakan berarti sama saja pengurus rumah ibadah, pengurus sekolah, dan instansi pemerintah ikut bersama-sama melakukan kegiatan kampanye atau menjadi pendukung salah satu pasangan calon.
“Patokan yang dilarang sudah jelas, yakni di halaman dan pagar rumah ibadah, sekolah, dan instansi pemerintah,” urainya.
Selain di tiga tempat tersebut, sesuai peraturan Walikota Pontianak, ada sejumlah tempat yang dilarang untuk menjadi media pemasangan atribut. “Khusus timses empat pasangan cagub-cawagub tingkat Kota Pontianak sudah mengetahui peraturan tersebut,” tutup Rustam. (jul)

Jadwal Kampanye Pilgub Kalbar 3-16 September 2012

4, 5, 6 September:

  • Pasangan Nomor 2: Zona I
  • Pasangan Nomor 3: Zona II
  • Pasangan Nomor 4: Zona III
  • Pasangan Nomor 1: Zona IV

7, 8, 9 September:

  • Pasangan Nomor 1: Zona I
  • Pasangan Nomor 2: Zona II
  • Pasangan Nomor 3: Zona III
  • Pasangan Nomor 4: Zona IV

10, 11, 12 September:

  • Pasangan Nomor 4: Zona I
  • Pasangan Nomor 1: Zona II
  • Pasangan Nomor 2: Zona III
  • Pasangan Nomor 3: Zona IV

13 September:

  • Debat Publik

14, 15, 16 September:

  • Pasangan Nomor 3: Zona I
  • Pasangan Nomor 4: Zona II
  • Pasangan Nomor 1: Zona III
  • Pasangan Nomor 2: Zona IV

Keterangan:

  • Zona 1: Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Ketapang, dan Kabupaten Kayong Utara.
  • Zona 2: Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Bengkayang.
  • Zona 3: Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau, dan Kabupaten Sekadau.
  • Zona 4: Kabupaten Melawi, Kabupaten Sintang, dan Kabupaten Kapuas Hulu.
Sumber: KPU Provinsi Kalbar

Cornelis: Dulu No 4 Sekarang No 1

Putussibau Digoyang Trio Macan dan Zaskia
Gubernur Kalbar Cornelis
Arman Hairiadi
Cornelis berorasi di hadapan massanya
Putussibau – Drs Cornelis MH mengawali kampanye perdananya di Zona 4 dalam Pemilukada Kalbar 2012 di Putussibau. Tak ayal, massa yang berdatangan sejak pukul 09.00 Selasa (4/9) di GOR Uncak Kapuas digoyang Trio Macan dan Zaskia si Goyang Itik.
Seribuan massa pendukungnya datang dengan sepeda motor, mobil pribadi, bus, dan bahkan truk. Sekitar pukul 10.00, Cornelis yang didampingi Ny Frederika Cornelis dan putrinya Karolin Margret Natasa yang anggota Komisi IX DPR RI mendarat di Bandara Pangsuma.
Cornelis membawa juru kampanye para ketua partai pendukung seperti Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar Suryatman Gidot, Ketua DPW PKB Kalbar Mulyadi Tawik, Ketua DPW Partai Damai Sejahtera (PDS) Kalbar Suprianto STh MSi. Hadir pula beberapa tokoh seperti LH Kadir, mantan wakil gubernur dan Erma Suryani Ranik, Senator DPD asal Kalbar.
Setelah menginjakkan kaki di Uncak Kapuas, rombongan beristirahat di rumah Cornelis di Jalan Pancasila. Sementara massa telah memadati lapangan sepak bola dipanggang matahari yang cukup panas. Apa peduli panas kalau artis ibukota yang lagi ngetop, yaitu Zaskia si Goyang Itik dan Trio Macan serta artis pendukung lainnya.
Baru sekitar 12.14 Cornelis dan rombongan datang ke GOR Uncak Kapuas dan disambut dengan rebana. Cornelis pun sempat melakukan acara ritual tepung tawar secara adat Melayu.
Berbeda dari biasanya, sebelum memulai kampanye kali ini diawali dengan baca doa secara Islam yang dipimpin Ustaz dari DPW PKB Kalbar. Cornelis pun memulai orasi politiknya.
“Saya mau mengatakan kepada Saudara-saudara, khususnya masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu, bahwa pada tanggal 20 September akan diadakan pemilihan kepada daerah Kalbar dan wakilnya. Tolong ini beri tahukan kepada saudara-saudara kita yang tinggal jauh terpencil yang mungkin tidak dapat informasi. Kalau dulu saya maju dengan nomor urut 4, sekarang maju dengan nomor urut 1,” ujar Cornelis.
Dilanjutkan Cornelis, bila dulu hanya PDIP, sekarang ada beberapa partai politik. Kini Cornelis tidak merasa sendirian lagi, tapi banyak partai yang ikut mendukungnya.
“Karena untuk demokrasi memerlukan orang ramai,” tukas Cornelis yang disambut tepuk tangan dari massa pendukungnya.
Menurutnya, selama kurun hampir lima tahun, jalan antara Putussibau dengan Badau belum selesai, tapi sudah dimulai. Begitu juga dengan pembangunan di perbatasan pada tahun ini sudah dimulai juga dengan dana Rp 207 miliar.
“Ini kalau kita tidak teruskan menjadi gubernur dan wakil gubernur, belum tahu yang lain akan meneruskannya. Dan ini merupakan koalisi besar, di mana Ibu Megawati dan SBY bersatu untuk membangun Kalbar. Oleh karena itu jangan kita sia-siakan kesempatan yang baik ini dengan memilih pasangan Bersatu Berjuang Menang. Sehingga program-program kita bisa dilaksanakan dengan baik dan bisa kita teruskan dengan dua periode,” katanya dengan semangat.
Cornelis pun membawa isu yang akan dibukanya PLB Badau pada bulan Desember nanti oleh menteri dalam negeri. Sehingga masyarakat Kapuas Hulu tidak jauh-jauh lagi untuk berbelanja keperluan sehari-hari. Kemudian akan dibangunnya jalan lingkar timur dan lintas perbatasan pada tahun ini serta pemekaran dan penataan wilayah yang sedang dilakukan. Sehingga kalau ini terputus, belum tentu orang lain akan meneruskannya. “Oleh karena itulah saya harus berjuang bersama-sama rakyat lagi,” pungkasnya.
Sekitar setengah jam, Cornelis mengakhiri orasinya. Kemudian orasi dilanjutkan oleh Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar Suryatman Gidot, Ketua DPW PKB Kalbar Mulyadi Tawik, Ketua DPW Partai Damai Sejahtera (PDS) Kalbar Suprianto STh MSi. Tidak cukup ketiga tokoh ini, secara berurutan orasi diberikan kesempatan kepada Karolin Margret Natasa, Erma Suryani Ranik, dan LH Kadir. Mengakhiri kampanye di Putussibau, doa bersama dipimpin oleh seorang pastor. (aRm)