Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Senin, 24 September 2012

Lamban, KPU Kalbar Berhitung Manual

Jadul, Pelaporan Pilkada 2007 Lebih Cepat

Pontianak – Dengan teknologi informasi yang kian canggih dan biaya Pilgub Kalbar yang Rp 134 miliar, KPUD Kalbar memilih tidak siapkan quick count (hitung cepat/QC) hasil pilkada dan pilwako 2012.
Diakui Ketua KPU Kalbar AR Muzammil MSi, selain tanpa QC juga bahkan tidak menyiapkan link internet atas rekapitulasi perolehan suara yang bisa diakses publik dengan cepat.
Akibatnya, suara-suara pun berdenging bahwa tidak gampang mengontrol kecurangan lewat angka. Bahkan angka dari PPK yang seharusnya bisa segera diakses, jadi tersembunyi lewat perjalanan darat dan sungai.
Sekarang angka sementara tidak segera bisa diakses hingga ke ibu kota kabupaten dan provinsi. Kini Kalbar kembali mundur dan lamban ketimbang 2007 yang bisa diakses di website KPU. Apa kata Ketua KPUD Kalbar?
“Tidak ada itu (quick count) dan kami masih menunggu rekapitulasi dari kabupaten dan kota. Saat ini sedang dilakukan rekapitulasi surat suara di tingkat panitia pemungutan suara di tingkat kelurahan atau desa,” ungkap Muzammil kepada Rakyat Kalbar, Jumat (21/9).
Lanjutnya, setelah dari desa baru ke tingkat kecamatan. Setelah itu ke tingkat kabupaten atau kota baru ke provinsi. “Kita ikuti saja prosesnya,” kata Muzammil yang menyuruh semua pihak menahan diri terkait maraknya informasi mengenai hasil perolehan suara Pilgub Kalbar.
Begitu pun hangatnya saling klaim kemenangan, hasilnya tentu saja menurut Muzammil akan diumumkan secara resmi oleh KPU Kalbar. “Hasil resmi pemilihan gubernur dan wakil gubernur tunggu pengumuman resmi dari KPU,” tegasnya.
Berdasarkan jadwal, rekapitulasi sekaligus penetapan pasangan terpilih Pilgub Kalbar 2012 pada 27-29 September. Tidak menutup kemungkinan akan diambil jadwal yang awal kalau rekapitulasi di tingkat kabupaten dan kota berjalan lancar.
“Sedangkan rekapitulasi di tingkat kabupaten dan kota dijadwalkan pada 25-27 September. Kalau tidak ada masalah akan mengambil tanggal paling awal tanggal yaitu tanggal 27. Itulah pengumuman resmi dari KPU,” ujar Muzammil.
Ia menambahkan, setiap kabupaten atau kota diperintahkan untuk mengumpulkan C1. Hal itu yang akan menjadi dasar penyesuaian rekapitulasi akhir.
Di tempat sama, Ketua Pokja Pencalonan KPU Kalbar Umi Rifdiati mengatakan PU Provinsi Kalbar tidak melakukan perhitungan cepat. Saat ini dia mengaku masih menunggu laporan kondisi di lapangan, baru KPU provinsi meng-include hasil rekapitulasi dari kabupaten/kota.
“Pada hari pemungutan suara itu para saksi di TPS diberikan kesempatan untuk memperoleh salinan berita acaranya. Seandainya saat rekapitulasi akhir ada perbedaan dan merasa keberatan bisa ditunjukkan. Jika ditemukan kecurangan sudah ada bagian yang akan menindaknya seperti Panwaslu,” katanya.
Sementara itu, penghitungan cepat dua kubu, CC dan MB sudah menimbulkan saling klaim dan praduga kecurigaan. Bahkan sudah mulai tuding-menuding. Kedua kubu sudah menyatakan kemenangan yang angkanya dengan cepat masuk ke media centre masing-masing dari kecamatan seantero Kalbar.
Akibat “primitif”-nya sistem pelaporan KPU, banyak pihak boleh curiga, kotak suara dan penghitungan oleh saksi-saksi di TPS bisa “berubah”. Yang jelas, sampai hari kedua, masyarakat Kalbar masih buta informasi Pilgub Kalbar yang sangat penting ini. KPUD Kalbar bahkan tidak mengumumkan perolehan suara sementara.

Klaim sah saja
Sementara itu pengamat politik dan ilmu pemerintahan Kalbar dari Universitas Tanjungpura DR Zulkarnaen mengatakan tak masalah kalau timses saling klaim menang. Semuanya masih digantung di rangkaian panjang kinerja KPU hingga ke kelurahan/desa.
“Quick count yang dilakukan masing-masing timses kandidat itu hasilnya sulit menghindari keberpihakan. Apalagi QC tersebut dilakukan atas kerja sama mereka dengan lembaga tertentu. Sehingga hasilnya masih belum bisa kita jadikan acuan,” kata Zulkarnaen.
Pada kondisi Kalbar secara geografis sangat sulit, teknologi IT menjadi percuma dan masyarakat kembali jadul alias kuno. Akibatnya sangat tidak mudah dalam waktu singkat data perolehan suara bisa terkumpul.
“Bisa saja yang disampaikan itu tidak akurat. Bisa tepat dan tidak tepat. Yang jelas perhitungan yang dilakukan di sini berbeda dengan yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei di DKI Jakarta. Bisa saja lembaga yang melakukan perhitungan cepat itu lembaga pesanan,” ujar Zulkarnaen.
Terkait KPU provinsi sebagai penyelenggara pemilukada tidak melakukan perhitungan cepat itu memang tidak ada aturan. KPU bekerja sesuai dengan mekanisme undang-undang.
“Namun juga perlu untuk memberikan informasi sementara. Supaya masyarakat Kalbar ini tidak bertanya-tanya dan bahkan curiga. Tetapi saya berharap masyarakat bisa sedikit bersabar, mengingat saat ini prosesnya sedang berjalan,” harapnya. (kie)

Saling Klaim, CC Ungguli MB

Coblos Pilgub Kalbar
ZMS
Pontianak – Pasangan Cornelis-Christiandy untuk sementara unggul hampir di semua kabupaten/kota. Namun Timses Morkes-Burhanuddin pun tak mau kalah mengaku tertinggi perolehan suaranya. Sayangnya, kemarin KPU Kalbar memilih tidak mengalkulasi apalagi mengumumkannya ke publik.
Di Kota Pontianak misalnya, quick count Rekode yang disewa PDI Perjuangan, menunjukkan perolehan suara bersaing antara Cornelis-Christiandy dengan Armyn-Fathan. Bahkan sempat membuat CC cemas di TPS 86 Kelurahan Sungai Bangkong.
TPS di Jalan Danau Sentarum kawasan kediaman Cornelis dan keluarganya memberikan suaranya itu akhirnya dimenangkannya. Begitu pun di Kecamatan Pontianak Tenggara serta Barat, sejumlah TPS ada yang dimenangkan nomor 2. Namun di kawasan pasar, suara disapu CC secara cukup telak.
Ny Frederika Cornelis sontak berdiri ketika diumumkan pasangan nomor 1 unggul lantaran baru pilkada kali ini Cornelis menang di TPS-nya sendiri. Cornelis bersama istri pun diminta untuk bernyanyi oleh warga dan petugas PPS. Ia menyumbangkan lagu “Ingat demi kau dan buah hati”.
“Saya ucapkan terima kasih kepada warga Gang Pak Majid dan sekitarnya. TPS saya menang. Sebelumnya belum pernah menang termasuk pada pemilukada 2007. Ini pertanda bagus, artinya masyarakat sudah tahu kualitas kita,” ujar Cornelis.
Menurutnya, tidak ada prediksi sebelumnya di TPS-nya itu bakal menang. Hanya untung-untungan tergantung nasib. “Secara emosional saya menilai berarti tetangga kita adalah keluarga kita. Berarti mereka sudah paham dengan Cornelis,” katanya.

Unggul di TPS 065

Hasil perhitungan suara di TPS 065 di SD 19 Siantan Hulu, Pontianak Utara, pasangan Tambul-Barnabas unggul 215 suara, Cornelis-Christiandy 109, Armyn-Fathan 15, dan Morkes-Burhan 15 suara. Tambul mengajak masyarakat Kalbar supaya bisa memilih sesuai nurani. “Masyarakat Kalbar harus memilih sesuai hak pilih dari nuraninya,” katanya.
Begitu pun di Kapuas Hulu, Tambul-Barnabas sementara unggul dengan 19.307 suara dari CC yang 9.727, Armyn-Fathan 2.673, dan Morkes-Burhan 4.637 suara. Tapi, di Melawi suara diraup MB 15.480 unggul dari CC yang 11.815 suara.
Menurut Media Center CC di Ketapang, pasangannya meraup 88.800 suara di atas MB yang 58.496 suara. Namun quick count versi Partai Golkar menyatakan MB sudah meraup 38,17 persen dibandingkan CC yang 30,25 persen.

Klaim 38, 17 persen

Morkes datang ke TPS bersama istrinya Suma Jenny dan tim kampanyenya, pagi dengan berjalan kaki dari rumahnya. Di TPS 18, yang jaraknya tidak jauh dari kediamannya, di Kelurahan Bangka Belitung Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Morkes dapat 100 suara di atas Armyn-Fathan yang 84 suara.
Dari quick count Partai Golkar, pasangan Morkes-Burhanuddin mengklaim menang dengan 38,17 persen suara se-Kalbar. Kemenangan itu diraihnya dari delapan kabupaten.
“Meliputi Kabupaten Sambas, Kubu Raya, Kabupaten Pontianak, Ketapang, Kayong Utara, Sintang, dan Melawi, termasuk di Bengkayang,” kata H Adang Gunawan SE, Ketua Tim Pemenangan MB saat konferensi pers di Gedung Zamrud DPD Partai Golkar Kalbar, Kamis (20/9).
Sementara di Kabupaten Sekadau berimbang dengan CC. Namun untuk di Kota Pontianak suara terpecah tiga antara Armyn, Cornelis, dan Morkes. Pihaknya menurunkan tim sampai ke tingkat desa untuk mengamankan dan mengawal hasil perolehan suara.
“Kita berharap panwas, kepolisian juga ikut mengamankan kotak suara agar sesuatu yang tidak diinginkan tak terjadi. Jangan percaya kepada quick count yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, terima kasih juga kepada masyarakat dan para pemilih MB,” ujar Adang.
Namun, hasil quick count Tim Khusus Partai Golkar menurut Adang, Cornelis-Christiandy 30,25 persen, Armyn-Fathan 24,59 persen, Morkes-Burhan 38,17 persen, dan Tambul-Barnabas 6,98 persen. (//)
Hasil Perolehan Suara Sementara
Pilgub Kalbar 20 September 2012
Versi LPP RRI Pontianak
Hingga Pukul 00.00 WIB
Kab/Kota Cornelis-Christiandy Armyn-Fathan Morkes-Burhanuddin Tambul-Barnabas
Kota Pontianak 15.215 15.832 6.826 2.530
Kabupaten Kubu Raya 60.793 44.495 50.615 16.076
Kabupaten Pontianak 41.149 25.438 31.747 14.101
Kota Singkawang 8.293 1.522 1.466 350
Kabupaten Bengkayang 72.223 9.201 14.414 3.279
Kabupaten Sambas 17.966 14.942 42.064 4.494
Kabupaten Sanggau 34.617 3.759 6.271 2.174
Kabupaten Landak 8.787 349 651 99
Kabupaten Sekadau 54.839 5.935 2.153 5.765
Kabupaten Sintang 223 127 765 74
Kabupaten Melawi 16.633 4.477 14.081 2.106
Kabupaten Kapuas Hulu 18.427 357 328 1.332
Kabupaten Ketapang 64.500 13.864 5.064 6.394
Kabupaten Kayong Utara 11.059 7.298 17.311 3.835
Total 424.724 148.046 258.709 62.609
Persentase 47,50% 16,56% 28,94% 7,00%

Jangankan Kalah, Seri Saja Tak Boleh

Cornelis: Suara Bisa Dimakan Tikus
Cornelis kampanye di Sekadau
Abdu Syukri
Cornelis memperagakan cara mencoblos di hadapan ribuan pendukungnya di Sekadau, Jumat (14/9)
Sekadau – Menang menjadi tujuan mutlak pasangan nomor urut 1 Cornelis-Christiandy. Karena itu seluruh warga Sekadau dituntut beramai-ramai mendukungnya pada pemilihan 20 September mendatang.
“Jangankan kalah, seri saja tidak boleh,” ucap Cornelis saat menyampaikan orasi politiknya di hadapan ribuan pendukung dan simpatisannya yang memadati Lapangan EJ Lantau, Sekadau Hilir, Jumat sore (14/9).
Untuk menghindari kekalahan, Cornelis mengingatkan para pendukungnya untuk tidak lengah dalam proses pemilihan. “Tanggal 20 nanti datang ke TPS. Jangan lupa, coblos nomor 1. Bukan nomor lain,” tegasnya.
Dia mengatakan, selain mencoblos, warga juga harus ikut berpartisipasi aktif mengawal perolehan suara. “Setelah mencoblos, tunggu hingga perhitungan selesai dan berita acaranya ditandatangani saksi. Kalau dibiarkan, nanti suara bisa dimakan tikus,” ingatnya.
Dia mengatakan maju kembali sebagai calon Gubernur Kalbar untuk melanjutkan proses pembangunan yang sudah berjalan sekarang. Ia mengaku mendapatkan banyak dukungan.
Cornelis mengklaim mendapat dukungan dari empat presiden yang sudah memimpin Indonesia. Keempat presiden dimaksud, masing-masing Soekarno, Megawati, Gus Dur, dan SBY.
“Dukungan dari Soekarno dan Megawati karena keduanya merupakan orang PDI Perjuangan, partai pengusung. Dukungan dari Gus Dur karena juga didukung PKB,” kata Cornelis di hadapan massa yang memerahkan lapangan.
Sementara dukungan dari SBY, karena partai besutan SBY merupakan partai anggota koalisi pendukung pasangan yang memiliki tagline BBM (Bersatu, Berjuang, Menang) tersebut. “SBY saja mendukung. Masa kitak di Sekadau tidak mendukung. Kita targetkan 80 persen suara di Sekadau,” tandasnya.
Hadir dalam kampanye akbar itu Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar Suryadman Gidot, Ketua DPW PKB Kalbar Muladi Thawik, Ketua DPD PDS Suprianto, dan anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Karolin Margret Natasha.
Tampak juga Ketua DPD Demokrat Kabupaten Sekadau yang juga Bupati Sekadau Simon Petrus, Ketua DPD PDI Perjuangan Sekadau Aloysius, serta sejumlah juru kampanye lainnya.
Selain orasi politik, massa yang memenuhi Lapangan EJ Lantu Sekadau juga disuguhkan dengan penampilan sejumlah artis ibu kota. Di antaranya Trio Macan, Zaskia Goyang Itik, dan Fitri Karlina. (bdu)

Megawati Goyang Ngabang

Mampir Ngobrol di Warkop Hijas

Christiandy Sanjaya, Megawati Soekarnoputri, Jalan Hijas Pontianak
Kiki Supardi
Megawati Soekarnoputri bersama Wagub Kalbar Christiandy Sanjaya di Jalan Hijas menuju warung kopi sebelum terbang dengan heli ke Ngabang, Minggu (16/9)
Ngabang – Sekitar 15 ribu massa tumpah ruah di Lapangan Barda Nadi ketika menyambut kampanye terakhir pasangan Cornelis-Christiandy yang diantar oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Minggu (16/9).
Tak hanya lengkap dihadiri oleh timses provinsi dan daerah serta seluruh pimpinan partai koalisi pendukung, para politisi PDIP dan Demokrat dari Jakarta pun tampil. Sekjen DPP PDIP Cahyo Kumolo, Rano Karno, dan Rieke Diah Pitaloka ikut mengiringi Mega. Termasuk Komar, mantan pelawak yang bergabung ke Demokrat.
Belasan ribu simpatisan dan pendukung yang diangkut dengan truk, bus, pikap, sepeda motor luar biasa membuat kendaraan harus jalan merayap, baik ketika tiba maupun pulang usai kampanye.
Megawati mendarat di Bandara Supadio pukul 10.30 didampingi sejumlah politisi PDIP di antaranya Sekjen PDI Perjuangan Tjahyo Kumolo, Wakil Gubernur Banten Rano Karno, dan Mantan Menteri Perdagangan Rini Suwandi serta beberapa pengurus partai lainnya.
Disambut langsung oleh Christiandy Sanjaya bersama sejumlah pengurus dan kader PDIP Kalbar, Kota Pontianak, Kubu Raya, rombongan langsung menuju ke warung kopi Jalan Hijas untuk makan siang sebelum melanjutkan perjalanan ke Ngabang.
Di warung kopi, sejumlah pengurus PDIP dan pendukung berebutan untuk bertemu orang nomor satu di partai banteng itu. Sampai-sampai berdesak-desakan dengan sejumlah wartawan yang kepayahan memotret dan akhirnya para jurnalis sempat dilarang oleh para pengawalnya.
Rehat sejenak, Megawati menuju Istana Buah di Jalan Gajah Mada. Setelah itu rombongan dengan menggunakan helikopter dari Pontianak menuju Ngabang.
Sore sekitar pukul 16.30 Megawati beserta rombongan sudah kembali ke Bandara Supadio untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Megawati akan memberikan dukungan secara langsung pada pasangan Jokowi dan Basuki dalam debat kandidat.
Dalam kunjungan Megawati ke Kalbar, aparat kepolisian menurunkan sekitar 100 personel untuk mengamankan mantan Presiden RI itu sekitar Jalan Hijas.
“Mantan presiden punya standar pengamanannya. Oleh karena itu kita menurunkan sejumlah anggota untuk mengamankan lalu lintas dan lokasi peristirahatan Ibu Megawati,” kata Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muharrom Riyadi. (/)

Target Cornelis di Sekadau Meleset

Sekadau – Target 80 persen suara pemilih yang diutarakan Cornelis saat kampanye di Sekadau, Jumat sore (14/9) lalu, meleset. Meski begitu, calon gubernur nomor urut satu itu tetap menjuarai perolehan suara pemilih di Sekadau.
Berdasarkan perhitungan cepat alias quick count tim sukses pasangan Cornelis-Christiandy (CC), pasangan tersebut meraup 66.552 suara atau sekitar 63,88 persen dari jumlah suara sah se-Kabupaten Sekadau. Suara terbanyak kedua dimiliki pasangan Morkes-Burhanudin dengan 23.986 suara atau sekitar 23,02 persen.
Dua pasangan lain, yakni pasangan Armyn-Fathan dan Tambul-Barnabas masing-masing menempati posisi tiga dan empat dalam perolehan suara. Armyn-Fathan mendapatkan 6.853 suara atau sekitar 6,58 persen, dan Tambul-Barnabas mendapat 6.799 suara atau sekitar 6,53 persen.
“Perhitungan cepat kita, pasangan Cornelis-Christiandy memimpin dengan perolehan 66.552 suara,” ujar Wak Minto, salah seorang timses pasangan CC kepada Rakyat Kalbar, kemarin.
Sebelumnya, saat menggelar kampanye terbuka di Sekadau, Cornelis meminta masyarakat Sekadau untuk mendukungnya. Orang nomor satu di Kalbar itu tak mau perolehan suaranya dikalahkan pasangan lain.
“Kita targetkan 80 persen suara di Sekadau,” tegas Cornelis kala itu.
Dihubungi terpisah, Ketua KPUD Sekadau Subandrio SH mengaku KPUD Sekadau belum melakukan perhitungan suara. Sesuai dengan tahapan pemilu yang sudah ditetapkan, perhitungan suara tingkat KPUD kabupaten baru akan dilakukan menjelang akhir pekan mendatang.
“Pleno di KPU baru akan kita lakukan 26-27 September nanti,” ujar Suban.
Saat ini, lanjut Suban, proses perhitungan suara masih dilakukan di tingkat desa (PPS). Namun Suban belum bisa memerinci mana saja desa-desa yang sudah melakukan perhitungan.
“Laporannya belum ke kita. Yang jelas, ada beberapa desa yang sudah. Tiap kecamatan, bervariasi desa yang sudah melakukan perhitungan. Setelah itu baru akan dilakukan perhitungan di kecamatan (PPK) yang akan dimulai 24 dan 25 September nanti,” jelas Suban. (bdu)

CC Klaim Unggul di 11 Kabupaten/Kota

PDIP Bantah Tudingan Tim MB

Pontianak – Tiga hari pascapemungutan suara Pilgub Kalbar masih diwarnai oleh saling klaim kemenangan yang meningkat saling tuding antara Timses CC versus Timses MB.
DPD PDI Perjuangan Kalbar tegas-tegas menjawab Tim MB bahwa perolehan suara yang diumumkannya ke publik menggunakan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami menggunakan data yang berasal dari seluruh TPS di Kalbar yang sudah diplenokan di tingkat desa dan kelurahan. Kita ingin meluruskan bahwa berdasarkan data yang dimiliki DPD PDIP, kita memenangi pemilukada dengan 52,28 persen suara,” ungkap Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Kalbar Agustinus Alibata MSi kepada wartawan, Minggu (23/9).
Menurutnya, kemarin sudah selesai pleno di tingkat desa dan kelurahan. Jadi data yang mereka miliki itu merupakan laporan saksi yang ada di setiap TPS di seluruh Kalbar.
“Kita sudah menempatkan dua saksi di setiap TPS. Berarti data itu sudah sangat valid dan variable. Para saksi itu melaporkan ke DPD PDI Perjuangan sehingga data yang dilaporkan bersifat real time,” tegasnya.
Berdasarkan laporan itu, pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan sejumlah partai Cornelis-Christiandy meraup 52,28 persen dari 68,67 persen suara sah yang masuk. Soal adanya perbedaan data dan saling klaim menang dan kalah, pihaknya tidak mau berpolemik.
“Kalau orang lain yang menyatakan menang, kita tidak mau terlibat mereka pakai data apa. Berdasarkan data real time yang kami miliki itu, kami menang di 11 kabupaten/kota dari 14 kabupaten/kota se-Kalbar. Kami yang kalah itu Kabupaten Sambas, Kayong Utara, dan Kota Pontianak. Kapuas Hulu data terakhir kita menang,” paparnya.
Ia menjelaskan, di tiga kabupaten kota yang kalah tersebut masih di posisi nomor dua. Jadi secara akumulatif CC masih unggul.
Ia menegaskan data yang dikeluarkan itu masih bersifat sementara. Hasil finalnya nanti ada di KPU yang tentunya akan lebih hati-hati mengeluarkan data. Kemudian prosesnya juga akan lebih lama. Mengingat KPU menggunakan penghitungan manual bukan elektronik.
“Kami akan terus-menerus mengawal ini dengan mengadakan jumpa pers dan meminta kawan-kawan media massa untuk memberikan data autentik dan berimbang. Kalau mereka mengklaim silakan diminta data real-nya. Jangan sampai mengklaim yang berasal dari TPS-TPS yang mereka memang menang. Tetapi data itu tidak valid dan reliable serta komprehensif dari kabupaten/kota,” ujarnya.
Ia meminta supaya masyarakat Kalbar jangan terkecoh dengan data-data yang belum jelas keabsahannya. Apalagi saat ini di daerah banyak sekali SMS yang beredar bahwa tim ini yang menang.
Tim CC menempatkan dua saksi di setiap TPS terdiri masing-masing seorang dari PDI Perjuangan dan partai koalisi. Dari saksi itulah ditarik data riil. Data itu sudah masuk ke Media Centre CC, kecuali data-data yang berasal dari kelurahan yang jauh dari akses telekomunikasi.
“Tetapi sampai saat ini sudah mencapai angka stabil. Jadi, kita sangat yakin dan percaya dengan data kita ditambah lagi kita punya saksi yang lengkap di seluruh TPS,” tandas Agustinus Alibata. (kie)
Hasil Perolehan Suara Sementara
Pilgub Kalbar 20 September 2012
Kab/Kota Cornelis-Christiandy Armyn-Fathan Morkes-Burhanuddin Tambul-Barnabas
Kota Pontianak 90.314 109.438 48.606 13.847
Kabupaten Kubu Raya 84.385 58.453 63.144 19.309
Kabupaten Pontianak 45.438 25.117 31.563 6.688
Kota Singkawang 8.293 1.522 1.466 350
Kabupaten Bengkayang 80.058 9.881 15.264 3.573
Kabupaten Sambas 56.374 44.256 132.15 13.555
Kabupaten Sanggau 66.552 23.986 6.853 6.799
Kabupaten Landak 203.396 4.594 7.811 4.21
Kabupaten Sekadau 66.552 6.853 23.986 6.799
Kabupaten Sintang 52.773 10268 41.557 6.405
Kabupaten Melawi 62.78 8.072 35.124 7.809
Kabupaten Kapuas Hulu 52.767 7.813 11.688 54.18
Kabupaten Ketapang 111.129 20.61 73.133 9.631
Kabupaten Kayong Utara 11.504 7.618 18.299 3.901
Total 992.315 338.481 510.644 157.056
Presentase 49,7% 16,9% 25,6% 7,9%
Jumlah Suara: 1.998.496
Sumber: Hasil pengumpulan data dari KPUD, Timses CC, Timses MB, oleh Biro Rakyat Kalbar se-Kalbar

CC Unggul di Basis Lawan, MB Tetap Yakin Menang

Dua Kandidat Masih Saling Klaim

Pilgub Kalbar
ZMS
Mempawah – Incumbent Cornelis-Christiandy menang telak di wilayah basis Partai Golkar, Kabupaten Pontianak. Menurut quick count (QC) Partai Golkar, untuk sementara CC meraup 40.970 suara sedangkan MB 28.640 suara dengan 20.377 suara disabet Arafah. Sedangkan TB hanya 5.635 suara. Total 95.622 suara sah atau sekitar 60 persen dari 181.327 DPT.
Namun Timses Morkes-Burhan (MB) optimis menang secara keseluruhan melalui perhitungan QC bernama “Real Count” dengan mengklaim angka yang mereka kumpulkan.
Menurut Tim MB, perolehan CC sebesar 34,65 persen, Armyn-Fathan (Arafah) 18,89 persen, Tambul-Barnabas (TB) 13,02 persen dengan persentase tertinggi diraih MB sebesar 39,95 persen dari total 1.145.753 suara masuk hingga Jumat (21/9) pagi.
Ketua Tim Pemenangan MB Adang Gunawan SE mengklaim kemenangan diraih di Kabupaten Sambas, Ketapang, Kayong Utara, Pontianak, Kubu Raya, Melawi, dan Kabupaten Sintang.
“Bagi kita, siapa pun jadi gubernur tidak masalah asalkan jujur. Dan kita optimis menang dengan perolehan suara real count hingga jam 9 pagi (kemarin, red) 39,95 persen,” ungkap Adang pada konferensi pers di Sekretariat DPD Partai Golkar Kalbar di Gedung Zamrud, Jumat (21/9).
Tim MB mengaku pihaknya mencium ada indikasi penggelembungan suara. Untuk itu timnya sudah menurunkan 1.400 relawan ke daerah untuk mengawal suara mengamankan formulir C1.
“Formulir C1 itu sebagai bukti kita di MK jika ada kecurangan. Indikasi itu mulai dilihat ada daerah yang partisipasi memilihnya hampir mencapai 100 persen. Tim relawan kita mengawalnya hingga titik yang paling jauh,” jelas dia.
Sementara itu, data di Kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Sambas menunjukkan suara masuk baru 55,06 persen atau 229.150 dari DPT terbesar di Kalbar yang 421.207 orang itu.
Adang berharap proses pengamanan berjalan lancar tanpa adanya hambatan termasuk tidak adanya kecurangan-kecurangan di lapangan. Bahkan ia berharap di tingkat panwas termasuk pengamanan aparat kepolisian mengamankan dan membantu kotak suara hingga sampai ke tingkat desa dengan selamat. Ini juga supaya pilgub di Kalbar berjalan lancar, jujur, dan adil.

Kabupaten bersaing

Untuk sementara, di basis elektabilitas Burhanuddin A Rasyid itu, Cornelis-Christiandy memperoleh 53.347 suara atau 23,28 persen, Arafah 41.357 atau 18,05 persen, TB 12.809 atau 5,59 persen, dengan perolehan tertinggi Morkes-Burhan 121.627 atau 52,92 persen
Senarai KPU Kalbar masih belum memainkan kalkulatornya, KPUD Ketapang justru sudah mengumumkan perolehan suara sementara, Jumat (21/9) yang dipampangkan di papan pengumuman di kantornya.
Di kabupaten basis Morkes Effendi itu, sementara ini pasangan Cornelis-Christiandy mengungguli tiga kandidat pesaingnya dengan perolehan 90.339 suara. Selisih jauh dari pasangan Morkes-Burhan yang memperoleh 72.075. Diikuti pasangan Arafah 20.409 suara dan Tambul-Barnabas sebanyak 9.226 suara.
CC bahkan unggul di semua daerah pedalaman dari 20 kecamatan di Kabupaten Ketapang. Termasuk Kecamatan Nanga Tayap yang merupakan kampung Morkes. Di Nanga Tayap, pasangan CC unggul sementara dengan memperoleh 10.358. Sedangkan pasangan MB dapat 3.482 suara.
Tetapi pasangan MB menyapu semua kawasan pesisir seperti Matan Hilir Utara, Matan Hilir Selatan, Delta Pawan, Benua Kayong, Muara Pawan, dan Kendawangan.
Kekalahan sementara pasangan MB diakui oleh Ketua DPD Golkar Ketapang Yasyir Ansyari. Namun kendati kalah di Ketapang tak akan memengaruhi hasil di daerah-daerah lainnya. Intinya dia yakin, pasangan MB bakal menang satu putaran dalam pilgub kali ini.
“Hitungan kita tetap menang. Kalaupun kita (MB) kalah, tidak akan banyak. Kita berharap kepada masyarakat Kalbar untuk sama-sama mengawasi untuk mengawal kotak suara itu. Jangan sampai BA itu ditukar. Ini kan modus lama. Kita masih optimis menang,” ungkapnya kepada Rakyat Kalbar, kemarin.
Menurutnya, hasil perolehan suara nanti tak akan jauh berbeda dengan quick count tim MB. Karena itu ia meminta kepada seluruh saksi untuk segera membawa formulir C1 ke KPU provinsi. Hal itu, kata dia, untuk mencegah kemungkinan adanya kecurangan perolehan hasil suara.
“Prediksi kita, pasti ada salah satu calon yang di atas 30 persen. Jangan dikira Pilgub Kalbar itu seperti Pilgub Jakarta. Hilangkan anggapan itu, karena itu menyesatkan,” tegasnya.

Unggul di pedalaman

Berbeda dengan Yasyir, Ketua Tim Sukses pasangan CC Ketapang Budi Mateus menegaskan, perolehan suara menang pasangan CC di Ketapang cukup telak. Berdasarkan perhitungan sementara, CC memperoleh 106.560 suara.
Budi menampik kemenangan tersebut lantaran adanya kecurangan dalam proses perhitungan suara. “Jangan cepat menuduh pasangan lain berbuat curang,” ingatnya.
Ia menegaskan pihaknya tak akan membenarkan kecurangan. Lagi pula setiap pasangan telah mengutus saksi masing-masing dan meng-copy perolehan suara.
“Kami punya saksi, mereka juga punya saksi. Mengapa mereka tidak mengirim saksi. Kalau mau aman jangan menuduh orang curang,” tantangnya.
Di atas angin, Ketua DPD PDIP Ketapang ini juga yakin perolehan suara nanti akan melebihi target, 39 persen. “Terima kasih kepada masyarakat Ketapang. Proses pemilihan juga berjalan tertib dan lancar. Semuanya berjalan cukup baik. Masyarakatlah yang merasakan pembangunan selama ini, terutama infrastruktur. Itu merupakan fakta dan modal untuk kampanye,” ungkapnya.
Selama kampanye, Budi mengaku Timses CC menjalankan politik santun. Bukan dengan menjelek-jelekkan ataupun politik uang. Ia juga bersyukur lantaran pilgub berjalan lancar.
“Dari data-data yang masuk kami yakin akan melebihi target. Tapi kami belum berani mengira berapa persen, karena banyak kecamatan yang belum masuk,” ujarnya.
Sedangkan untuk pasangan MB, Mateus menduga tak akan lebih dari 35 persen suara. “Kami optimis 100 persen akan satu putaran. Karena berdasarkan kabupaten lain, perolehan suara CC di atas 51 persen dari total DPT,” ujarnya. (///)
Hasil Perolehan Suara Sementara
Pilgub Kalbar 20 September 2012
Kab/Kota Cornelis-Christiandy Armyn-Fathan Morkes-Burhanuddin Tambul-Barnabas
Kota Pontianak 88.320 102.089 45.599 13.147
Kabupaten Kubu Raya 84.385 58.453 63.144 19.309
Kabupaten Pontianak 44.419 21.453 28.353 5.973
Kota Singkawang 8.293 1.522 1.466 350
Kabupaten Bengkayang 80.119 9.899 15.176 3.572
Kabupaten Sambas 53.347 41.357 121,627 12.809
Kabupaten Sanggau 34.617 3.759 6.271 2.174
Kabupaten Landak 203.396 4.549 7.811 4.210
Kabupaten Sekadau 66.552 23.986 6.853 6.799
Kabupaten Sintang 1,290 803 4,651 116
Kabupaten Melawi 31.688 6.038 30.076 5.252
Kabupaten Kapuas Hulu 48.425 7.188 11.067 50.255
Kabupaten Ketapang 90.299 20.045 71.979 9.280
Kabupaten Kayong Utara 11.059 7.298 17.311 3.835
TOTAL 424.724 148.046 258.709 62.609
PERSENTASE 47,0 % 18,9 % 26,4 % 7,7 %
Jumlah Suara: 1.631.484
Sumber: Hasil pengumpulan data dari KPUD, Timses CC, Timses MB, oleh Biro Rakyat Kalbar se-Kalbar

Jual Dua Gadis, Diringkus

Pontianak – Satuan Reserse dan Kriminal Umum Sub Unit Remaja Anak dan Wanita Polda Kalbar mengungkap jaringan prostitusi anak yang beroperasi di hotel-hotel Kota Pontianak.
Pelaku penyalur berinisial AA alias Al, 22, ditangkap polisi di salah satu hotel Jalan Imam Bonjol, Kamis (2/2) dini hari. “Kini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk kepentingan penyelidikan,” kata AKBP Mukson Munandar, Kabid Humas Polda Kalbar, Jumat (3/2).
Warga Jalan Merdeka Pontianak tersebut berperan menghubungi anak bawah umur. Kemudian dijual untuk melakukan praktik prostitusi. “Diduga modus tersebut sudah lama dijalankan tersangka,” jelas Mukson.
Gadis bawah umur yang dijual AA yang diketahui baru dua orang, berumur 16 dan 18 tahun. Keduanya dijual untuk melayani penikmat dunia prostitusi yang telah menunggu di hotel. Tarif untuk melayani tamunya juga ditentukan AA. “Korban mendapat imbalan sesuai kesepakatan yang dibuat tersangka,” ungkap Mukson.
Tersangka memasang tarif tinggi untuk menikmati sang gadis, rata-rata Rp 1,7 juta. Kemudian wanita tersebut hanya mendapatkan Rp 700 ribu. Aksi menjual anak untuk terlibat dunia prostitusi disinyalir sudah lama AA lakukan.
Mukson mengatakan AA ditangkap saat sedang menjual gadis bawah umur di hotel Jalan Imam Bonjol, Pontianak. Bahkan korban sudah berada di kamar hotel bersama pemesan. Penangkapan dilakukan setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat. “Tersangka ditangkap setelah melalui penyelidikan secara intensif,” kata mantan Kabag Bin Ops Ditnarkoba Polda Kalbar.
Belum sempat mencicipi tubuh gadis bertubuh mungil tersebut, pria hidung belang bersama korban dan AA digelandang ke Mapolda Kalbar. Mereka diminta keterangan. Bahkan pengelola hotel juga bakal diperiksa terkait keberadaan anak bawah umur bisa masuk kamar hotel secara bebas.
“Kita mensinyalir tidak hanya satu hotel tempat tersangka menjalankan aksi prostitusi anak,” ungkapnya.
Apalagi, kata Mukson, modusnya tersangka selalu menghubungi korban melalui telepon. Meminta korban datang ke hotel dan tersangka menunggu di sana. “Kemudian pelaku mengantar korban untuk menemui tamu yang sudah berada di kamar hotel,” jelas Mukson seraya mengatakan tersangka bakal dijerat UU Nomor 23/2002 pasal 88 tentang Perlindungan Anak atau UU Nomor 21 tentang Perdagangan Orang. (sul)

Prostitusi Anak, Kentalnya Kepentingan Orang Dewasa

Pontianak – Dari 277 laporan kekerasan terhadap anak yang diterima Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN) Kalbar pada 2011, yang memiriskan ternyata 179 berupa prostitusi anak dengan 98 kasus kekerasan seksual.
“Begitu juga data terakhir tahun 2012 yang masuk terdapat 43 anak yang terlibat prostitusi dan positif mengidap infeksi menular seks (IMS) sebanyak delapan orang,” ungkap Devi Tioman, Ketua YNDN kepada Equator, Sabtu (18/2).
Tegas-tegas Devi mengungkapkan bahwa pelakunya prostitusi maupun korban kekerasan seksual masih di bawah umur. Bahkan masih duduk di bangku SMP dan SMA. “Memang pelaku prostitusi ini anak umur dari 14 sampai 18 tahun. Sedangkan kekerasan seksual kebanyakan dilakukan oleh pihak keluarganya,” ujar Devi.
Dampak prostitusi anak sangat menyedihkan dan paling mengerikan adalah tertular penyakit kelamin. “Mereka kebanyakan mengidap IMS dan tiga di antaranya tertular HIV. Bahkan tahun 2011 satu orang yang meninggal akibat HIV/AIDS. Sedangkan pada 2012 baru satu anak yang ditemukan mengidap HIV. Dan sampai sekarang masih aktif menjajakan seks,” ungkap Devi.
Negara dan Pemerintah Indonesia belum mampu membangun sistem perlindungan anak permanen. Keinginan untuk menjamin perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak sebagaimana tertuang dalam UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak yang sudah memasuki usia 10 tahun, juga masih belum terjamin.
“Pelanggaran terhadap hak-hak anak tiap tahun malah menunjukkan trend yang meningkat kualitas dan kuantitasnya. Bahkan pelanggaran juga didominasi oleh institusi negara, yang harusnya menjamin perlindungan dan pemenuhan hak anak. Seperti pendidikan, lembaga pengasuhan, lembaga penegak hukum, dan pelanggaran yang dilakukan oleh keluarga dan orang tua,” urai Devi.
Pelanggaran yang dilakukan oleh institusi dan keluarga menurut Devi sering ditutupi. Bahkan nyaris tidak tersentuh hukum, karena kentalnya kepentingan orang dewasa.
“Padahal dampak bagi anak sangat memprihatinkan dan sering berakhir dengan keputusasaan. Ini membuktikan bahwa negara, masyarakat, dan keluarga telah gagal mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan terhadap anak sebagai bagian dari masa depan bangsa. Selayaknya pemerintah sudah mengupayakan sistem pemenuhan dan perlindungan anak mulai dari pusat hingga ke daerah guna mewujudkan masa depan yang lebih baik,” tegas Devi.
Tahun 2011, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kalbar menangani 30 kasus anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Kebanyakan kasusnya terkait prostitusi dan cabul. “Kami hanya mendampingi dan melakukan pemantauan kasus ini sampai ke proses hukum,” ungkap Alik R Rosyad.
Perlu keprihatinan khusus agar anak-anak bawah umur ini bisa dilepaskan dari kasus hukum. Jangan sampai mereka putus sekolah dan tetap menikmati pendidikan. “Jika ABH tetap diproses hukum tentunya memberi peluang untuk melakukan tindak kejahatan,” tambah Alik
Kebanyakan yang ditangani KPAID kasus cabul maupun prostitusi yang dilakukannya dengan cara pengaduan karena faktor ekonomi. “Ini memang fakta yang tidak bisa dimungkiri. Baik dari faktor ekonomi anak itu sendiri atau orang tuanya. Selebihnya lingkungan yang memengaruhi si anak,” ujarnya. (sul)

Wah, 251 Kasus Prostitusi Anak

Pontianak – Selama 2011 dan 2012, Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN) Kalbar menangani 251 kasus prostitusi anak bawah umur, kebanyakan masih duduk di bangku sekolah.
“Terakhir anak baru gede (ABG) berinisial Yn, 15, dan Fn, 15, yang diamankan di Polsek Kota. Kedua ABG tersebut merupakan jaringan anak yang dilacurkan oleh rekan sekolahnya sendiri dan mempunyai komunikasi tersendiri,” ungkap Direktur YNDN Kalbar Devi Tiomana, Jumat (21/9).
Devi mengatakan kedua anak yang dilacurkan kini masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Salah seorang pelaku, Fn, mengaku dijual oleh Yn, temannya sendiri yang juga masih sekolah. Yn juga diketahui terbiasa menjual dirinya kepada laki-laki hidung belang, terutama Bm yang ditangkap di Polsek Kota.
“Namun mereka mempunyai jaringan tersendiri, sehingga tidak mudah untuk mencari dalang yang sebenarnya. Selain itu, pergaulan juga menyebabkan kedua anak itu melacurkan dirinya dengan orang lain. Karena hidup untuk bersaing dan juga kebutuhan sehari-hari,” kata Devi.
Devi mengungkapkan, berdasarkan keterangan yang didapat dari kedua siswi itu, mereka menjajakan dirinya dengan tarif Rp 400 ribu sekali kencan (short time). Namun sebelumnya, korban diberi imbalan hand phone jenis BlackBerry dan uang sebesar Rp 800 ribu oleh Bm (pria yang mengencaninya).
“Barang buktinya sudah ada, tinggal proses hukum dari pihak kepolisian saja,” paparnya.
Menurut Devi, Fn dan Yn sendiri sudah melakukan perbuatan jual diri semenjak duduk di bangku kelas 2 SMP, sehingga akhirnya mereka kenal dengan Bm.
“Informasinya mereka sudah lama menjajakan dirinya. Bahkan menurut pengakuan Fn, dia sudah tidak ingat lagi berapa kali melakukan itu,” katanya.
Setelah menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian, Yn dan Fn akan dititipkan ke shelter Dinas Sosial Kota Pontianak untuk proses lebih lanjut.
“Kami harap pemerintah tidak diam dan serius melihat kasus semacam ini. Padahal kami pernah membawa kasus ini ke DPRD dan menghadirkan SKPD Kota Pontianak, tetapi saat ini masih tidak ada tanggapan sama sekali dengan kasus ini. Atas kasus ini kami menyerahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian untuk mengungkap jaringannya,” tegas Devi.
Kebanyakan anak bawah umur dan masih berpendidikan. Bahkan ada juga korban atas kemauan orang tuanya untuk melacurkan diri. Itu data yang masuk ke YNDN Kalbar. Alasannya kebanyakan faktor ekonomi, pergaulan, dan orang tua yang kurang melakukan pengawasan terhadap anaknya.
“Kami minta dengan aparat agar cepat ditindak dan dibongkar hingga ke akar-akarnya,” harap Devi. (sul)

Sabtu, 22 September 2012

Gantung Diri di Ruang UKS


Siswi SMPN 22 Pontianak


Jasad Deaci Listianti di RS Bhayangkara Polda Kalbar
SYAMSUL ARIFIN
Jasad Deaci Listianti di RS Bhayangkara Polda Kalbar
PONTIANAK – Bertengkar dengan pacar, Deaci Listianti, 15, siswi kelas 3 SMPN 22 Kota Pontianak mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seprai di sekolahnya, Jumat (14/9) siang.
Warga Parit Demang, Jalan Purnama Dalam, Pontianak Selatan itu ditemukan tewas tergantung di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Pelajar SMPN 22 Kota Pontianak berhamburan menuju ruang UKS setelah mengetahui rekannya gantung diri sekitar pukul 10.30 WIB.
Para pelajar itu memberitahukan gurunya, kemudian salah seorang guru SMPN 22 Kota Pontianak menghubungi polisi. Jasad Deaci dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kalbar untuk divisum.
“Sebelumnya dia (Deaci, red) ada cerita mau bunuh diri, saya pun kaget. Lalu saya bilang, mengapa mau bunuh diri, jangan nekat begitulah,” ujar Dita Rahmawati, teman sekelas Deaci.
Dita bercerita, Deaci menjalin hubungan asmara dengan salah seorang pelajar kelas 2 SMAN 10 Kota Pontianak. Mereka sudah lima bulan pacaran.
Deaci mengatakan kepada Dita, dia sedang bermasalah dengan pacarnya sehingga mereka bertengkar saat jalan berdua di Jalan Jenderal Ahmad Yani tadi malam. Bahkan sang pacar memukul kepala dan tangannya pakai helm.
“Tadi dia memegang kepalanya terus dan mengaku kesakitan. Saya lihat memang ada memar di kepalanya. Dia juga mengaku tangannya terasa sakit, katanya dipukul cowoknya,” ungkap Dita meniru omongan Deaci.
Rekan-rekan Deaci tidak kuasa menahan kesedihan ketika melihat jasadnya terbujur kaku di RS Bhayangkara Polda Kalbar. Kasus ini masih ditangani Polresta Pontianak. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Deaci.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan, kita sudah minta keterangan beberapa orang saksi. Saat ini kita masih menunggu hasil visum dari tim dokter. Apakah ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, serta untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya,” jelas Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Puji Prayitno. (sul)

Razia Subuh, 46 Pasangan Mesum Digaruk



45 pasangan mesum indekos Kota Pontianak
SAHIRUL HAKIM
PONTIANAK – Jajaran Satpol PP Kota Pontianak di-backup kepolisian dan Polisi Militer (PM) menjaring 45 pasangan mesum di indekos wilayah Kota Pontianak, Kamis (13/9).
Razia dimulai pukul 05.00 pagi. Sasaran pertama indekos milik Na'in di Gang Rangon Jalan Tanjungpura. Petugas berhasil mengamankan tiga pasangan mesum dan enam remaja yang tidak memiliki identitas. Mereka yang terjaring ditemukan sedang tidur berdua dengan pasangannya di kamar indekos. Pasangan muda-mudi itu tidak berkutik ketika tertangkap basah oleh petugas. Kemudian mereka digelandang ke markas Satpol PP.
Razia dilanjutkan ke indekos milik Dyah Enni Setyawati di Gang Perintis I, Jalan Tanjungpura samping Jembatan Kapuas I. Petugas menjaring dua pasangan mesum dan seorang tanpa identitas. Ketika akan digerebek, pemilik indekos tidak mau membuka pintu. Setelah dipaksa petugas, akhirnya pintu dibuka. Kemudian petugas melanjutkan tugasnya di indekos Gang Haji Mursyid Jalan Imam Bonjol. Sebanyak 14 pasangan mesum diamankan. Bahkan ditemukan tiga wanita hamil di indekos tersebut. Petugas juga merazia indekos di Jalan Merdeka. Di sana tidak ditemukan pasangan mesum.
“Kita telah melakukan razia di empat indekos. Kita mengamankan 46 pasangan mesum, tiga perempuan sedang hamil tanpa suami, tujuh warga tanpa identitas,” ujar Uray Berty Apriani, Bidang Penegakan Peraturan UU Satpol PP Kota Pontianak, kepada wartawan.
Uray mengatakan pasangan yang terjaring ini akan dibina. Kalau memang di antara pasangan ini sebelumnya sudah pernah terjaring, maka akan diproses di persidangan.
Para pemilik indekos akan diberi peringatan supaya tidak menampung pasangan mesum di rumah indekos. “Pemilik indekos akan kita berikan peringatan. Kalau memang tidak mengindahkan akan kita tutup tempat tersebut. Apalagi kalau indekos itu tidak ada izin akan kita tutup,” tegas Uray Berty. (hak)

Jumat, 14 September 2012

Mesum dengan Sepupu Digrebek Satpol PP


Mesum dengan Sepupu  Digrebek Satpol PP
IST
ILUSTRASI
JOMBANG- Dua pasangan bukan suami istri diciduk petugas Satpol PP Jombang saat berbuat mesum di hotel Prambanan, Jalan Raya Gondangmanis Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, Senin (10/9/2012).
Salah satu pasangan adalah masih saudara sepupu. Sedangkan satu pasangan lagi adalah CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali). Selanjutnya, mereka digelandang ke Kantor Satpol PP guna pendataan.
Penggerebekan  berawal dari informasi masyarakat yang menyebut hotel di tepi Jalan Raya jurusan Kertosono - Surabaya itu kerap digunakan pasangan selingkuh. Kemudian, petugas bergerak ke lokasi yang dimaksud. Sesampai di hotel, Satpol PP langsung menyisir setiap kamar.
Hasilnya, petugas memergoki seorang pria berinisial AD (35) sedang berada di kamar dengan pasangannya berinisial NA (35). Keduanya warga Desa Losari Kecamatan Ploso, Jombang. Ironisnya, pasangan mesum ini masih terhitung saudara sepupu.
"Suami saya bekerja ke Kalimantan," kata NA. Dia mengatakan bahwa AD sepupunya sendiri.
Pasangan ke dua ZM (36) dan RN (36). Kepada petugas, baik ZM maupun RN mengaku kalau pacar lama atau CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali). ZM warga Badarlor Kecamatan Mojoroto, Kediri, sedangkan RN warga Desa Ngaber Kecamatan Mlarak, Ponorogo. Saat digerebek, petugas juga menemukan satu kotak kondom dan satu botol minuman
berenergi.
"Mereka masih telanjang saat kita gerebek ," kata
Kasi Pengendalian dan Operasional Satpol PP Jombang, Roni Afriandi.
ZM dan RN mengakui masing-masing sudah mempunyai pasangan resmi. Hanya  saja, setelah lama berpisah, keduanya bertemu. Nah, dari situlah
virus CLBK bersemi. Selanjutnya, mereka janjian untuk bertemu di hotel Prambanan.
"Kami pacar lama," kata RN yang berambut panjang ini.
Kepala Satpol PP Jombang, Mas'ud menjelaskan, sebenarnya ada tiga pasangan yang berhasil dikekuk oleh anggotanya. Namun sayang, satu
pasangan lagi kabur lewat pintu belakang hotel.
"Bagi yang tertangkap, kita suruh membuat penyataan tidak akan mengulangi perbuatannya
lagi," pungkasnya.

Ikroufi Terangsang Tubuh Seksi Karyawan Salon


Ikroufi Terangsang Tubuh Seksi Karyawan Salon
google
ilustrasi perampokan

BANJARBARU -- Dua orang perampok sekaligus pemerkosa karyawati Salon Annisa, M Ikroufi (19) dan HS (16), bertekuk lutut di tangan Buser Polsek Banjarbaru. Ikroufi terpaksa dihadiahi timah panas, karena mau melawan petugas pakai pisau.
  
Warga di Jalan Junjung Buih, samping RSUD Banjarbaru, terkejut menyusul adanya suara letusan pistol yang diikuti jeritan kesakitan seorang pemuda, Minggu (9/9/2012). Warga pun memburu ke arah suara tersebut. Bersamaan itu, sejumlah polisi bergerak membekuk dan membawa pemuda itu ke mobil.
  
Darah segar pun mengucur dari dua luka tembak di kaki pria itu. Dia adalah M Ikroufi (19). Warga Lutfia Tunggal B/164 Bincau Muara, Kecamatan Martapura Kota ini merupakan pelaku perampokan disertai pemerkosaan terhadap karyawan Salon Annisa di Jalan Taruna Praja, Jumat (31/8) lalu.
  
Selain M Ikroufi, polisi juga menangkap seorang tersangka lainnya HS (16). Pelajar asal Tanahlaut yang tengah menuntut ilmu di Martapura ini juga ikut merampok dan memerkosa karyawan Salon Annisa.
  
Informasi didapat, sejak menerima laporan peristiwa perampokan disertai pemerkosaan itu jajaran Polsek Banjarbaru di-backup Polres Banjarbaru dan Polda Kalsel terus melakukan penyelidikan.
Hasil dari penyelidikan ini pun membuahkan hasil, menyusul seorang polisi menerima informasi keberadaan Hp milik korban yang dibawa lari dua orang perampok.
  
Tak ingin pelaku kabur, polisi bergerak membekuk Andre (19) di Kompleks Mekatani, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Tanpa kesulitan, polisi berhasil membekuk penadah ponsel itu, Minggu (9/9/2012) pukul 16.00 Wita.
  
Begitu berhasil menangkap Andre, polisi langsung mengorek keterangan siapa yang menjual polsel tersebut. Dari mulut Andre keluarkan sebuah nama, yakni Ikroufi.
   
Polisi pun memancing Ikroufi agar keluar dari persembunyiannya. Usaha polisi berhasil, Ikroufi dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy terlihat di Jalan Junjung Buih.
  
Dipimpin Kanit Buser Polsek Banjarbaru, Aipda Sugeng Gunawan, sebanyak 16 anggota gabungan dari Polsek Banjarbaru, Polres Banjarbaru dan Polda Kalsel bergerak cepat mengepung Ikroufi.
  
Rupanya Ikroufi tidak tinggal diam, ketika belasan polisi mengepung dan hendak membekuknya. Sebilah pisau tajam pun disiapkannya.
  
Menyaksikan ini, anggota melepaskan dua kali tembakan ke arah kaki Ikroufi. Seketika dia tak berdaya dan menahan sakit akibat tembakan yang bersarang di kaki kanannya. Polisi mengangkat tersangka ke atas mobil dan membawanya ke IGD RSUD Banjarbaru.
  
"Waduh, saya tidak berdaya lagi," ujar Ikroufi, saat dibawa keluar dari IGD RSUD Banjarbaru. Ikroufi mengaku, dia baru pertama kal melakukan aksi perampokan ini.
  
"Saya lihat orangnya cantik dan tubunya seksi. Langsung saja saya terangsang dan memaksa korban berhubungan intim," ujarnya.
  
Dengan sebelah kaki diangkat, Ikroufi dituntun dua anggota Polsek Banjarbaru menuju ke Mapolsek Banjarbaru. Sedangkan polisi lainnya bergerak mengejar satu tersangka lainnya, HS, ke Kompleks Lutfia Tunggal Martapura.
  
Sebenarnya HS, warga Desa Sungai Bakung Kecamatan Kurau, Tanahlaut. Tapi dia indekos di Kompleks Lutfia Tunggal guna memperlancar menimba ilmu di Martapura.
  
Tanpa kesulitan, polisi berhasil dibekuk HS dan dibawa ke Mapolsek Banjarbaru Kota. HS beruntung, karena tidak melakukan perlawan polisi pun tidak memuntahkan timah panasnya.
  
Kapolres Banjarbaru AKBP Budi Santoso melalui Kapolsek Banjarbaru Kota AKP Rizali membenarkan keberhasilan anggotanya membekuk kedua tersangka perampokan diserta pemerkosaan terhadap dua karyawan salon Annisa.
  
"Ikroufi dan HS dijerat dengan Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan dan atau Pasal 285 tentang tindak pemerkosaannya. Sedangkan, Andre dikenai Pasal 480 tentang pertolongan jahat atau penadahan," ujar Kapolsek.

Butuh 20 Menit Merampok dan Perkosa Karyawati Salon

KERINGAT mengalir deras di kening M Ikroufi (19). Itu karena dia menahan rasa sakit di kakinya, akibat dihadiahi timah panas oleh polisi.
  
Pemuda asal Kompleks Lutfia Tunggal Blok B Nomor 164 Martapura itu adalah otak perampokan sekaligus pemerkosaan yang terjadi di Salon Annisa. Dia bersama temannya HS (16) ditangkap anggota Polsek Banjarbaru Kota dibantu Polres Banjarbaru, Minggu (9/9/2012) sore.
  
"Saya melakukan aksi perampokan itu karena terdesak utang. Saya menabrakkan mobil teman dan disuruh mengganti sebesar Rp 2,5 juta," kata Ikroufi.
  
Pada saat kejadian, Jumat (1/9/2012) pagi, Ikroufi mengajak HS berjalan- jalan sembari berangkat ke kantor Dinas Sosial Banjarbaru, tempatnya magang bekerja. Ketika itu Ikroufi sudah membawa parang 60 sentimeter dan pisau lipat.
  
Ketika melintas depan Salon Annisa, timbul keinginan Ikroufi untuk potong rambut. Namun, keinginan itu pupus lantaran Salon Annisa hanya melayani kaum hawa.
  
Ikroufi dan Hs keluar salon. Sambil berjalan keluar, Ikroufi terpikir melakukan perampokan, setelah melihat situasi salon yang sepi. "Sebelum masuk ke salon, HS saya kasih pisau lipat untuk menakuti korban. Saya ajarkan bahwa korbannya harus dicekik atau ditakuti," ujar Ikroufi.
  
Setelah masuk salon, Ikroufi dan HS melucuti barang berharga yang dibawa kedua pekerja salon seperti emas, uang dan Handphone BlackBerry.
  
Tak itu saja, mereka juga melucuti kehormatan kedua karyawan salon yang baru lulus SMK itu. "Orangnya cantik dan tubuhnya seksi. Saya pun ingin berhubungan intimnya," ujarnya.
  
Menurut Ikroufi, usai melakukan aksinya mereka keluar salon dan langsung kabur menggunakan Honda Scoopy Hitam bernopol DA 6464 OQ. "Saat melakukan aksi itu, waktunya sekitar 20 menit saja. Setelah itu keluar," ucapnya.
Kabur kemana? Ikroufi mengaku dirinya tetap ke tempatnya magang di Dinsos Banjarbaru."Saya magang seperti biasa sembari mengajak HS yang saat itu sedang libur sekolah. Siangnya, saya baru menjual emas hasil merampok," ujarnya.
  
Beberapa hari pascaperampokan, Ikroufi tetap masuk magang di Dinsos seperti biasa. Dan dirinya pun pulang ke rumahnya seperti biasa. "Ya biasa juga, magang dan main. Tak kemana-mana," cetusnya.
  
Hal senada diungkapkan oleh HS. Pemuda lugu itu mengaku hanya diajak dan diarahkan oleh Ikroufi. "Saya ajari saat akan merampok itu," ucapnya.
Ketika melakukan pemerkosan, HS mengaku dia tidak diajari oleh temannya itu. "Saya kepengen juga ketika melihat Rofik," ujarnya.
  
Hasil perampokan itu tidak dinikmati bersama. Setelah semuanya laku terjual, Ikroufi lantas membayar utang ke temannya. "Saya berikan semuanya. Totalnya Rp 1,75 juta," cetus Ikroufi.
Menurut dia, uang hasil perampokan itu tidak sampai dibuat untuk bersenang-senang dengan HS. "Tidak sempat untuk beli apa-apa. Bahkan HS hanya saya beri sebungkus rokok," ujarnya.

Istri Menolak Bersebadan Keponakan 'Digarap'


Istri Menolak Bersebadan Keponakan 'Digarap'
NET
Ilustrasi perkosaan


PALEMBANG - Merasa sang istri tidak bisa memenuhi kebutuhan rohani (seksual), DM (46) pun beralih dengan menyetubuhi keponakannya sendiri, Bunga (nama samaran).
Terhitung lima kali sudah Bunga (14) diajak secara paksa untuk melakukan hubungan intim oleh DM hingga mengandung lima bulan.
"Saya bisa seperti ini karena istri saya selalu menolak setiap kali hendak saya ajak hubungan intim. Alasannya capek lah. Jadi saya lampiaskan sama dirinya," ujar DM kepada Sripoku.com yang dijumpai di Mapolsekta Sako, Kamis (13/9/2012).
DM mengakui perbuatannya. Dengan nada bicara yang lancar dan raut muka yang sesekali tersenyum, warga Jl Lebak Murni Lorong Karya Murni I No 1076 Kelurahan Sako ini mengaku telah menyetubuhi Bunga sebanyak lima kali.
Semuanya dilakukan saat istri dan anak-anak DM sedang tidur lelap. "Saya dan Bunga tinggal satu rumah karena ia dititipkan sama orangtuanya yang ada di desa. Saya nekat menyetubuhi dirinya karena terbawa nafsu," ujar DM.
Kapolsek Sako, AKP Yawardiman SAg, melalui Kabid Humas Polsek Sako, Bripka Heru M Riyanto SH, membenarkan telah menangkap tersangka. DM saat ini sudah diamankan untuk diproses lebih lanjut.
"Tersangka saat ini telah diamankan dan berkasnya dalam proses. Bukti-bukti juga sudah di tangan kami," ujar Bripka Heru yang mengatakan DM dijerat dengan Pasal 285 KUHP dengan acaman 12 tahun penjara.

Rampok Sekalian Perkosa Pemilik Rumah

 
Rampok Sekalian Perkosa Pemilik Rumah
int
ilustrasi


MAUMERE -- Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Kondisi ini dialami seorang ibu berinisial MM (32), warga RT 03/RW 01, Desa Nelle Urung, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, Selasa (11/9/2012) sekitar pukul 06.30 Wita. Selain dirampok, ibu beranak satu ini pun diperkosa.
Pelakunya adalah seorang pria dengan  tinggi sekitar 170 centimeter, berkulit hitam, mengenakan baju kaos oblong berwarna merah dan celana jeans hitam.
Awalnya pelaku  mengetuk pintu rumah. Saat membukakan pintu, pelaku menanyakan apakah mereka (MM) menjual ternak kuda? Namun MM mengatakan mereka tak memiliki  hewan itu. Selanjutnya, pelaku menanyakan  apakah suaminya berada di rumah atau tidak? Rupanya pertanyaan itu hanya sekadar untuk mengetahui situasi  di rumah itu.
Usai menjawab pertanyaan, sekelebat pelaku menodongkan sebilah pisau ke dada korban dan meminta agar diberikan uang dan sarung. Korban yang sudah ketakutan akhirnya mengambil uang Rp 150 ribu dan empat helai sarung di kamarnya kemudian memberikan kepada pelaku. Masih di bawah tekanan, korban dipaksa untuk berhubungan badan. Meski menolak, korban akhirnya tak berdaya di bawah ancaman lelaki kekar itu. Lelaki biadab itu menyeret MM dan memperkosanya di kamar keluarga.
Usai merampok dan memperkosa, pelaku pun kabur dengan sepeda motornya. Merasa harkat dan martabatnya direndahkan, korban  langsung melapor  ke Polsek Nelle. Informasi yang diperoleh Pos Kupang, Selasa (11/9/2012) siang, saat kejadian suami korban  sudah  ke Pasar Alok untuk berjualan moke (miras lokal).
Kapolres Sikka, AKBP Drs.Ghiri Prawijaya melalui Kasubag Humas Polres Sikka, Iptu Defa Jaumil, Selasa (11/9/2012) siang, mengatakan, Polres Sikka dan Polsek Nelle kini tengah mengejar pelaku.  "Korban pun telah diperiksa dan divisum untuk kepentingan  hukum," kata Defa.

Pertempuran Tambul vs Cornelis

Geliat Kampanye Pilgub di Timur Kalbar

DAD Kalbar: CC Raih 60-67 Persen, Darmansah: Komitmen Kuat PKR

Tambul vs Cornelis
ZMS
Pontianak – Sembilan hari kampanye dengan lima hari di zona 3-4 timur Kalbar, terungkap bahwa pasangan Cornelis-Christiandy bertempur seru dengan Tambul-Barnabas.
Kalau pasangan nomor 4 mengungkapkan program memperbaiki produksi karet dan problem perbatasan, sedangkan nomor 1 yakin meraup suara antara 65-80 persen di lima bakal wilayah Provinsi Kapuas Raya (PKR): Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu.
Seperti diberitakan Rakyat Kalbar, Cornelis amat yakin bakal meraup suara mayoritas hingga 80 persen di Kabupaten Sintang, begitu pun di Melawi yang tak lari dari 65 persen. Sedangkan Sekadau, lantaran Bupati Simon Petrus, kendati bukan jurkam namun sebagai Ketua DPC Partai Demokrat jelas punya semangat untuk menang.
Tetapi di Putussibau Cornelis tak mematok perolehan suara. Ketika kampanye di Melawi yang notabene bupatinya orang Golkar, massa Tambul-Barnabas membeludak menyaingi massa Cornelis. Sedangkan di Putussibau, massa kampanye Tambul-Barnabas dua kali lipat yang hadir secara mandiri.
Bagaimanapun, bila sering didengungkan bahwa masyarakat timur Kalbar sudah makin cerdas, tentulah mereka berpikir program apa yang dilontarkan kedua kandidat, plus pesaing pasangan nomor 3 Morkes-Burhan. Namun pemilih fanatik bisa jadi masih lumayan, kalau tidak pastilah jadi politik uang.
“Secara basis, Tambul akan memenangkan wilayah timur Kalbar secara signifikan. Tidak bisa dimungkiri masyarakat Kapuas Hulu sudah cinta dengan Tambul,” ungkap pengamat politik Kalbar DR Zulkarnaen kepada Kikie Supardi dari Rakyat Kalbar, Minggu (9/9).
Zulkarnaen sendiri mengakui pertempuran sengit di wilayah bakal PKR antara pasangan Berkibar, Tambul-Barnabas dengan C2, Cornelis-Christiandy. Selain mengklaim basis alias kantong suara (suara Sintang 2007 ke Cornelis), keduanya bersikukuh untuk mewujudkan PKR.
“Yang paling signifikan kedekatan dengan Tambul cukup besar. Keluarga besar Tambul dekat dengan masyarakat Kapuas Hulu dan juga kekerabatan istrinya di Sintang. Ini sebagai pendulang suara paling besar,” ungkap Zulkarnaen.
Hanya saja, lanjutnya, Tambul bisa jadi menang tipis dari Cornelis. Kondisi itu bisa jadi kalau dilihat dari kuatnya paham primordial. Tapi bila dikaitkan jualan PKR, jelas Tambul lebih memahami kawasan timur dari Cornelis maupun Morkes-Burhan yang orang pesisir.
“Saya melihat itu namanya janji politik. Waktu 100 hari bukan waktu yang panjang buat janji Morkes-Burhan itu. Saya pikir akan sulit, karena untuk merealisasikan PKR itu nanti akan berhadapan lagi dengan DPRD provinsi,” kata Zulkarnaen.
Selain PKR, isu merehabilitasi karet rakyat sebagai sumber penghasilan utama masyarakat wilayah timur juga menjadi jualan yang menarik. “Karet ada pengaruhnya tetapi tidak terlalu signifikan. Memang Kapuas Hulu ini kan kabupaten konservasi. Karet itu lebih cocok. Sekarang ini kelapa sawit yang bisa mendatangkan uang dalam waktu cepat. Sehingga tidak sedikit di Sanggau, Sintang, Melawi, Sekadau, dan Kapuas Hulu yang ditanami kelapa sawit,” kata Zulkarnaen.

Target 60-67 persen

Sementara itu, dengan mengandalkan primordial dan suara Dayak di wilayah timur meliputi Kabupaten Sanggau, Sekadau, Melawi, Sintang, dan Kapuas Hulu, jajaran tim CC mematok suara 60-67 persen.
“Pokoknya di wilayah timur pasangan CC tidak ada masalah. Kita prediksikan dukungan suara CC secara keseluruhan sebanyak 60-67 persen,” ujar Ibrahim Banson, Sekretaris Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar, kepada Rakyat Kalbar, Selasa (11/10).
Menurutnya, pada 2007, Cornelis-Christiandy timur mengantongi 43-47 persen suara termasuk Kabupaten Bengkayang. “Waktu itu mereka berdua hanya diusung PDI Perjuangan saja. Apalagi sekarang kalau didukung oleh lima partai, kita yakin akan mencapai 60-67 persen,” katanya.
Mengenai kian cerdasnya rakyat timur membaca situasi dan kondisi serta blundernya masalah PKR, menurut Banson tidak membuat Timses CC keder menanggapi target suara pedalaman. “Saya pikir semua calon mempunyai prediksi tersendiri. Itu sah-sah saja. Kita tetap mempertahankan prediksi kita, terserah mereka mau ngomong berapa persen,” ujarnya.

Pasangan nasionalis

Dari kawasan lima kabupaten bakal PKR, ternyata kesadaran masyarakat akan keberagaman mulai tumbuh. Masyarakat heterogen yang terdiri dari berbagai kelompok, puluhan suku dan agama.
“Dari empat calon, hanya pasangan Tambul-Barnabas yang merangkul semua kalangan. Saya yakin keduanya menjadi alternatif masyarakat ke depan khususnya di wilayah timur Kalbar,” ungkap Ketua Persaudaraan Muslim Indonesia (Permusi) Sintang Darmansah SE MM SIp kepada Rakyat Kalbar, Senin (10/9).
Darmansah juga melihat Tambul-Barnabas berkomitmen kuat memperjuangkan Kapuas Raya. Itu menjadi modal besar untuk meraup suara masyarakat timur.
“Pak Tambul itu satu-satunya calon dari timur Kalbar, sudah dapat dipastikan masyarakat timur lebih pro kepada beliau. Dua periode memimpin Kapuas Hulu, rekam jejaknya sangat baik. Itu akan jadi sebuah pertimbangan masyarakat untuk memilih beliau,” kata Darmansah.
Sebagai salah satu penggagas pemekaran dan ikut berjuang sampai ke Jakarta, Tambul Husin sudah dikenal. “Kalau soal Kapuas Raya, beliau sangat paham. Jangan khawatir bila beliau terpilih menjadi Gubernur Kalbar, Kapuas Raya pasti jadi,” yakin Darmansah.
Senada disampaikan Ketua DPC Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Sintang Ginidie. “Di Kalbar ini krisis pemimpin, tapi beliau dapat merangkul semua kalangan. Kalau kita lihat Pak Tambul dan Barnabas tinggi rasa nasionalismenya. Inilah alasan kenapa PKPB memberikan dukungan kepada pasangan ini,” tegasnya.
Ginidie yang anggota DPRD Sintang daerah pemilihan Serawai-Ambalau yakin pasangan Berkibar mampu membawa perubahan lebih baik bagi Kalbar, tak terkecuali Serawai-Ambalau.
“Sudah berapa gubernur memimpin Kalbar, Serawai-Ambalau masih tetap tertinggal. Saya yakin Tambul-Barnabas jadi pilihan alternatif, apalagi beliau satu-satunya dari timur,” ujarnya
Untuk di Sintang, lanjut Ginidie, yakin meraih suara signifikan karena terjun langsung ke masyarakat. “Suara Tambul-Barnabas di Sintang saya rasa akan cukup banyak. Bisa bersaing dengan calon lainnya,” kata Ginidie.

Sosok teruji

Bagaimana warga Kapuas Hulu sendiri terhadap Tambul? L Lassa Gampa, tokoh masyarakat Dayak Kapuas Hulu dari Kecamatan Bika, menilai Tambul Husin sosok nasionalis yang netral serta Pancasila sejati.
“Pasangan nomor 4 ini ada unsur Melayu atau Islam berbaur Dayak dan Kristiani. Inilah pasangan pemersatu masyarakat Kalbar,” ujar Lassa.
Tambul menurut dia selain panutan dan disegani masyarakat Kapuas Hulu, juga dicintai karena sangat merakyat. “Selama beliau jadi bupati, jangankan kecamatan, desa dan dusun pun banyak mendapatkan bantuan dan perhatian,” ujarnya.
Lassa Gampa mengaku sudah lama mengenal sosok Tambul. Sebagai tokoh Dayak, Lassa Gampa mengaku tidak ragu-ragu lagi untuk mendukung pasangan Berkibar.
“Kesempatan emas agar putra terbaik Kapuas Hulu menjadi Gubernur Kalbar sudah di depan mata. Ini ibarat membangun kembali semangat Oevang Oeray yang menjadi Gubernur Kalbar pertama kali, dan juga pemersatu,” tegasnya.
Lassa Gampa menginginkan ada sosok pemersatu dan berjuang bagi pemekaran, bukan yang sekadar ambisius tapi tidak menghayati dan memahami apa itu PKR. “Saya tidak mau mengatakan ini apakah dipolitisasi atau tidak, yang pasti PKR terhambat di provinsi,” tandasnya.

Di Sambas, CC akan Raih 40 Persen Suara

Cristiandy Sanjaya berorasi di Pemangkat
M. Ridho
Cristiandy Sanjaya berorasi pada kampanye di Kecamatan Pemangkat, Rabu (12/9)
Pemangkat – Sudah menjadi ciri pasangan CC, di mana pun selalu mengumbar perolehan suara sebelum pencoblosan dimulai. Kampanye tunggal di Pemangkat, cawagub nomor 1 Christiandy memastikan suara signifikan diraup di Sambas.
Masuk ke kandang lawan di kabupaten utara Kalbar, Christiandy yakin akan memerintah kedua kalinya bersama Cornelis. “Kita targetkan 40 persen suara masyarakat di Kabupaten Sambas ini bisa kita peroleh,” ujarnya lantang di hadapan belasan ribu pendukung dipusatkan di Jalan Mohammad Hambal, Pemangkat.
Christiandy menjanjikan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Tahun 2007, pasangan itu hanya memperoleh 14 persen suara.
Sejumlah juru kampanye nasional, provinsi, dan kabupaten pun diboyong Christiandy. Di antaranya Prof DR H Hamka Haq (DPR RI PDI-P dan Ketua Bamusi), Rudianto Tjen (Wakil bendahara DPP PDI Perjuangan dan anggota DPR RI), Sirtadji (Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim), H Qomar (DPP Demokrat dan anggota DPR RI), dan Ir Dolfie (anggota DPR RI dan DPP PDI-P).
Dari provinsi, jurkam yang hadir Suryatman Gidot (Ketua DPD Demokrat Kalbar yang juga Bupati Bengkayang), H Mulyadi (DPD PKB Kalbar), Tasnia (Ketua Korwil Tim Kampanye dan DPD Demokrat Kalbar), M Jimmie Ridwan (DPD PDI P dan anggota DPRD Provinsi), dan Syafranie (anggota DPRD Provinsi).
Sementara dari Kabupaten Sambas tampak Ni Ketut Indrawaty (Ketua DPD Demokrat Sambas), Erin Saputra (DPC PDI Perjuangan Sambas), Tjong Tji Hok (DPC PDI Perjuangan Sambas), Giffarian (DPC Demokrat Sambas), Suhardi Adi (Ketua DPC PKB Sambas), Barto (Ketua DPC PDS Sambas).
Christiandy mengungkapkan, selama menjadi gubernur, pasangan ini sudah memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Sambas. Mulai pembangunan infrastruktur hingga pertanian dan segala sektor yang menjadi andalan masyarakat, termasuklah pembangunan perbatasan.
Tak heran, kata dia, selama ini kucuran dana pembangunan sangat besar bagi Kabupaten Sambas, begitu juga dengan kabupaten/kota lainnya di Kalbar. “Semua mendapat dana pembangunan yang proporsional, tidak ada perbedaan, inilah bukti kami membangun Kalbar,” katanya.
Christiandy pun mempropagandakan sejumlah penghargaan bergengsi baik dari pemerintah pusat maupun perguruan tinggi. Di antaranya Gubernur Cornelis mendapat Satya Lencana pengelolaan pemerintahan yang baik, Regional Champion dalam hal investasi, Transmigrasi Award, serta sejumlah prestasi lainnya.
“Ini membuktikan kami bekerja, meskipun ada sejumlah pihak melihat selama ini kami ini berbeda dari kenyataannya, bahkan ada segelintir orang menilai kami tidak bekerja, tak ada hasil,” ungkapnya di hadapan massa yang menyemut.
Namun apa pun komentar orang, kata Christiandy, bersama Pak Cornelis kami tetap bekerja demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalbar.
Salah satu orasi kampanye yang menyedot perhatian masyarakat adalah dari H Qomar (DPP Demokrat dan anggota DPR RI). Mantan personel grup lawak Empat Sekawan H Qomar menyampaikan salam hangat dari SBY, bahkan pihaknya siap memperjuangkan pemekaran Kabupaten Sambas Pesisir di tingkat pusat.
“Perihal ini sudah kami sampaikan kepada SBY, hal ini juga tidak terlepas dari dukungan pasangan Cornelis-Christiandy untuk memperjuangkan pemekaran Kabupaten Sambas Pesisir,” janji Qomar.
Kampanye yang dihibur dua artis KDI dan Lima Serigala dengan tembang hebohnya “Iwak Peyek” membuat suasana kampanye meriah sehingga antusias mendatangi lokasi kampanye yang dikawal sekitar 400 personel Polda Kalbar, Polres Sambas, dan Polsek Pemangkat. (edo)

Singkawang, Cornelis Targetkan 70 Persen

HK pun Jadi Jurkam CC

Hasan Karman jurkam Cornelis-Christiandy
Mordiadi
Hasan Karman hadir sebagai jurkam terbuka Cornelis-Christiandy di Terminal Kuala Kota Singkawang, Selasa (11/9)
Singkawang – Cawako Singkawang Hasan Karman dan Cawawako Ahyadi (AD) menghadiri kampanye terbuka cawagub Cornelis-Christiandy di Singkawang.
“Saya hadir sebagai jurkam Cornelis-Christiandy, karena saya Ketua PPIB Kalbar, saya kampanye untuk beliau,” kata Hasan Karman ditemui Rakyat Kalbar usai kampanye terbuka CC di Terminal Kuala, Kota Singkawang, kemarin (11/9).
Dalam orasi politiknya, HK mengatakan kepada ribuan pendukung CC, pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar ini terdapat empat kandidat. “Kandidat lainnya baru sebatas janji-janji, tetapi Cornelis dan Christiandy Sanjaya sudah berbuat, tinggal melanjutkannya,” katanya.
HK mencontohkan, kandidat yang lain itu ibarat bayi yang baru belajar merangkak dan berdiri, sementara CC sudah berjalan dan berlari. “Sebelum Kalbar dipimpin Cornelis, APBD Kalbar hanya sekitar Rp 1,2 triliun, pada Tahun Anggaran 2012, diperkirakan bisa mencapai Rp 3 triliun, itu artinya meningkat hampir 300 persen, sekitar 200 lebihlah. Ini menandakan Kalbar terus meningkat tahap demi tahap,” ujarnya.
Pastikan, tambah dia, pada 20 September mendatang mencoblos nomor 1 untuk Pilgub Kalbar. “Jadi yang pasti-pasti saja, kandidat lain belum pasti, tetapi kita punya kandidat ini, Cornelis-Christiandy sudah pasti,” kata HK.
Bila HK berteriak lantang mengampanyekan CC, Cawawako Singkawang Ahyadi, yang apa pun kapasitasnya, hanya duduk bersama yang lainnya di atas pentas atau sekali-sekali berdiri.
Selain HK yang berteriak lantang agar masyarakat Kota Singkawang memilih CC, terdapat juga para jurkam lainnya yang datang dari berbagai daerah dan jabatan. Bukan hanya dari Kalbar, tetapi juga dari provinsi lain dan pusat.
Di antara para Jurkam CC, anggota DPD-RI Erma Suryani Renik, anggota DPR-RI Karolin Margret Natasa, Albert Yaputra, mantan pelawak yang jadi anggota DPR-RI Qomar, anggota DPRD Kalbar Supriyanto, anggota DPRD Jatim dari PDIP Sirmaji, Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, Bendahara PDIP Pusat Rudianto Chen, mantan Wakil Gubernur Kalbar LH Kadir, dan lainnya.
Dalam orasi politiknya, masing-masing jurkam menyampaikan beberapa keberhasilan kepemimpinan CC selama lima tahun terakhir, baik dari bidang infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, dan kesehatan serta lainnya.
Selain itu, mereka juga sering mengingatkan kepada massa pendukungnya bahwa pada Pilgub Kalbar coblos nomor 1. Sedangkan untuk Pilwako Singkawang coblos nomor 3, jangan terbalik pada 20 September mendatang.
Selain para jurkam itu tampak hadir pula anggota DPRD Kalbar Ary Pudjiyanti, Ketua DPRD Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Ketua TP-PKK Provinsi Federika Cornelis, Ketua TP-PKK Singkawang Elisabeth Majuyetty Hasan Karman, anggota DPRD Provinsi Kalbar dan Kota Singkawang, dari partai pengusung, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Kehadiran para tokoh tersebut tentunya memberi semangat tersendiri dari para pendukung CC yang selain mengenakan atribut nomor 1 untuk Pilgub Kalbar, juga terdapat beberapa di antaranya yang mengenakan atribut nomor 3 untuk Pilwako Singkawang.
Ribuan massa pendukung itu dihibur Trio Macan, Zazkia, Eva dan Yuli KDI. Belum lagi aksi kocak Qomar. Banyolan demi banyolan yang disampaikan pelawak yang menjadi anggota DPR-RI itu membuat ribuan massa yang kepanasan bisa tertawa lepas.

70 persen

Pasangan nomor 1 Cornelis-Christiandy menargetkan perolehan suara di Kota Singkawang hingga 70 persen. “Saya tanya dulu para pendukung saya. Bukan saya yang menentukan, tapi para pendukung yang akan mencoblos pada 20 September mendatang,” kata Drs Cornelis MH kepada para pendukungnya yang memadati Terminal Kuala.
Pasangan Christiandy Sanjaya ini pun mengambil mikrofon dan menanyakan langsung kepada ribuan masa pendukungnya. “Masyarakat Singkawang berani menargetkan berapa persen untuk memenangkan Cornelis,” teriaknya lantang.
Para pendukungnya pun meneriakkan berani 70 persen suara Kota Singkawang untuk pasangan CC. Artinya tiga pasangan calon gubernur lainnya hanya kebagian suara tidak lebih dari 30 persen.
“Anda dengar sendiri, para pendukung saya berani menargetkan 70 persen suara. Kalau berani jangan takut-takut, kalau takut jangan berani-berani,” kata Cornelis disambut teriakan gemuruh ribuan massa.
Cornelis menjelaskan, target maksimal perolehan suara itu di antaranya dari para pemilih pemula yang besar di Kota Singkawang. “Berani kita menargetkan maksimal, yakni dengan menambah perolehan suara dari pemilih pemula. Asalkan jangan ada akal-akalan di TPS,” ingatnya.
Dalam orasi politiknya, Cornelis berkali-kali menanyakan kepada para pendukungnya apakah berani mencoblos Cornelis untuk kali keduanya. “Kalau pemilihan ini tidak boleh kalah. Usahkan kalah, seri pun tidak boleh, karena itulah demokrasi,” katanya.
Cornelis kian optimis pada pertarungannya yang keduanya untuk menjadi Gubernur Kalbar ini. Pasalnya pada pemilihan lima tahun lalu hanya didukung PDIP. Tetapi kali ini juga mendapat dukungan dari Partai Demokrasi, partainya Presiden SBY. Selain itu didukung pula PKB, PDS, dan PPIB.
“Untuk pembangunan Kalbar, kita mempunyai jalur khusus, termasuk membangun perbatasan dan bandara serta pelabuhan internasional supaya Saudara bisa mengeluarkan karet dan saudaranya,” kata Cornelis. (dik)