Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Kamis, 04 Oktober 2012

Sedih Lihat Video Mesum Istri di Facebook Anak


Video-Mesum.jpg
IST
Ilustrasi

PEKANBARU - Emosi M Faisal memuncak setelah melihat video mesum istrinya, Reni Elisa bersama dengan seorang lelaki bernama Abdul Rahman, di Facebook anaknya inisial MII. Ia kemudian melaporkan istrinya ke Polisi, Rabu (19/9/2012)

Dalam laporannya, Faisal menjelaskan, saat itu Minggu (26/8/2012) ia membuka Facebook anaknya MII dan ada pesan masuk. Kemudian Faisal membuka pesan itu ternyata pesan itu dari Reni Elisa (istri Faisal) dengan pemilik akun facebook dengan nama Idoel Putra alias Abdul Rahman.

Ketika pesan itu dibacanya isinya adalah 'Pelaku sudah cinta lama terhadap istri korban'. Parahnya lagi pelaku juga mengirim foto dan video porno antara pelaku dengan istri korban.

Tak sekedar foto dan video, pelaku juga sering mengirim SMS ke HP orangtua korban dengan bahasa menghina dan mencaci korban. Parahnya lagi pelaku juga mengirim SMS dirinya akan mencabuli anak perempuan korban bernama Lahudiyana Huna Faa.

Tidak terima atas peristiwa itu, Rabu (19/9/2012) Faisal melaporkan istrinya dan pelaku ke kantor polisi karena telah melakukan pornografi.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Anggaria Lopis saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (20/9/2012) membenarkan ada laporan pornografi tersebut secara tertulis dari jajaran Polresta Pekanbaru masuk ke Polda Riau.

Guru SD Mesum Kepergok Warga


Mesum-2.jpg
Ilustrasi
Berita Terkait
MEDAN - Ulah dua tenaga pendidik di Medan telah melakukan pencorengan terhadap dunia pendidikan. Pasalnya, dua pendidik kepergok bermesum ria di sebuah rumah, Jalan Pahlawan, Medan Perjuangan, Rabu (3/10/2012) pagi.

Keduanya Guru SD, Pria, RZ yang merupakan guru SD Negeri di Jalan HM Yamin, Medan Perjuangan, dan pelaku wanita LN yang berstatus guru di SD Negeri di kawasan Medan Petisah dipastikan tidak terikat pernikahan.

Setelah kepergok, warga pun langsung mengaraknya ke kantor Lurah, keduanya kepergok masyarakat perhubungan intim di rumah LN.

"Sudah lama kami mencurigai mereka. Dan baru hari ini kami melihat langsung mereka berzina," kata Jamal, warga setempat.

Dalam pertemuan di kantor Lurah Pahlawan itu disepakati kalau keduanya dinikahkan. Namun keduanya yang berangkat ke Kantor Urusan Agama (KUA) Medan mengendarai Toyota Kijang BK 1585 KS milik RZ tak kunjung tiba, sehingga proses pernikahan urung dilakukan.

Christiandy: Bukan Pesta tapi Syukuran

Pontianak – Kendatipun proses Pilgub Kalbar masih harus memasuki uji materi karena terjadi dugaan sejumlah pelanggaran di Mahkamah Konstitusi (MK), Christiandy Sanjaya membantah ada pesta kemenangan.
“Secara umum proses Pilkada Kalbar berjalan aman tertib dan lancar. Hal ini tentu patut kita syukuri. Karena itu setelah kita ditetapkan kemarin, kita hanya mengadakan syukuran secara rohani seperti misa. Jadi tidak ada pesta euforia,” ungkap Christiandy kepada wartawan, Senin (1/10).
Sejumlah tokoh terutama pendukung, timses, dan sejawat politisi di koalisi pemenangan CC, menghadiri acara kebaktian dan tentu saja diiringi lagu-lagu rohani, di kediaman resmi Christiandy.
Menurutnya yang perlu disyukuri adalah proses pilkada berjalan aman, tidak ada fasilitas negara yang rusak, anarkis tidak terjadi, maka patut disyukuri. Sampai semua ketertiban, keamanan termasuk keberhasilan penyelenggara pilkada.
“Urusan rakyat memilih siapa melalui lembaga KPU. Termasuk ada kandidat yang menempuh jalur hukum itu kita apresiasi bahwa mereka bisa melalui jalur institusional,” ujarnya.
Jadi, lanjut Christiandy, tidak ada pesta euforia. Bahkan setelah pelantikan juga hanya acara resmi di pendopo. Mengundang semua unsur masyarakat di Kalbar.
Christiandy yang kembali terpilih sebagai wakil gubernur lima tahun mendatang mengatakan, yang akan menjadi kajian adalah sistem pendataan bagi pemilih.
“Ke depan, pendataan kami harap harus lebih baik lagi. Mengingat banyak masyarakat yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena tidak didata. Sehingga hal ini terus untuk selalu dipupuk,” katanya.
Selain kualitas dari pilkada juga data ini diperbaiki. Rendahnya partisipasi pemilih jangan serta-merta diartikan golput. Bisa saja pada hari pencoblosan yang bersangkutan tidak ada di tempat.
Terkait Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober ini, wagub menyatakan sebagai dasar negara telah terbukti mampu menyatukan bangsa Indonesia yang sangat luas dan terdiri dari beragam suku bangsa.
“Kenapa disebut sebagai peringatan Pancasila sakti, karena mampu menjadi perekat anak bangsa dari Sabang hingga Papua. Siapa sangka Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu suku bangsa dan pulau bisa disatukan oleh Pancasila. NKRI masih terjaga dengan baik, meski ada kelompok-kelompok ekstrem dengan ideologi kiri,” ujar Christiandy Sanjaya.

Makin dewasa

Sementara itu, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalbar mengapresiasi seluruh masyarakat baik peserta pemilukada maupun yang tidak memilih, telah berpartisipasi dengan rasa aman.
“Alhamdulillah, selama proses Pilgub Kalbar 2012 tidak ada gangguan kamtibmas, aman-aman saja tidak ada masalah berarti. Ini menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi kita di Kalbar sudah semakin bagus,” ujar Sumadi PS, Sekretaris Umum DPC GMNI kepada wartawan Senin (1/9).
Dia mengatakan, KPU telah menetapkan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar adalah pasangan Drs Cornelis dan Drs Christiandy Sanjaya SE MM. “Kemenangan ini bukan menjadi milik golongan serta kelompok politik, suku, dan agama tertentu tapi ini kemenangan masyarakat Kalimantan Barat,” ujarnya.
Ia berharap kebijakan pro pada rakyat yang punya gagasan serta kreativitas untuk menyelesaikan permasalahan daerah. Kebijakan dan program gubernur terpilih haruslah dapat dirasakan hingga di akar rumput.
“Bukan hanya dirasakan oleh kelompok elite tertentu, pengusaha tertentu serta tidak ada lagi pengotak-ngotakan masyarakat melalui polarisasi fanatisme dukung-mendukung dalam kampanye lalu,” katanya.
Selain itu, dikatakannya, mendukung gubernur terpilih 2012 dan akan terus mengawal kebijakan serta program-program yang disampaikan dalam penyampaian visi dan misi maupun selama dalam masa kampanye.
“Dengan mengerahkan seluruh kader dan pengurus yang tersebar di 14 kabupaten, jika ditemukan penyimpangan aturan dan undang-undang GMNI akan tetap mengkritik gubernur,” ujarnya.
Ia menambahkan, banyak PR yang harus diselesaikan oleh gubernur seperti meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang masih rendah di bawah rata-rata nasional.
“Dalam hal ini pemerintah harus mengawasi harga karet dan kelapa sawit, yang selama ini petani karet terus kebingungan karena harga berpatokan dengan harga pasar,” jelasnya.
Sedangkan masalah laten lainnya adalah problem air bersih yang menjadi beban tiap tahun di seluruh daerah. “Air bersih menjadi harus prioritas, gubernur harus tegas dan fokus terhadap penyediaan air bersih,” pungkasnya. (kie/hak)

KPU Sudah Siapkan Lawyer

MK Belum Bisa Berkomentar

Pontianak – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar sudah siap menghadapi gugatan Pilkada Kalbar 2012. Penyelenggara pemilukada itu pun sudah menyiapkan lawyer untuk persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta.
“Kita tunggu saja setelah gugatan didaftarkan dan diregistrasi di MK. Soal lawyer, sudah kami siapkan,” kata Ketua KPU Kalbar Drs AR Muzammil MSi, dihubungi Rakyat Kalbar, Minggu (30/9).
Sementara itu, salah seorang hakim anggota MK, DR HM Akil Mochtar SH MH ketika dihubungi dari Pontianak belum bisa memberikan komentar terkait gugatan Pilkada Kalbar. Dia juga belum tahu apakah gugatan bakal masuk ke MK Senin (1/10) hari ini.
“Mohon maaf, kita tidak bisa komentar perkara yang akan dan sedang ditangani. Itu melanggar etika sebagai hakim. Jadi mohon maaf tidak bisa comment,” tutur pria kelahiran Putussibau, Kalbar via SMS.
Dalam waktu 14 hari, proses hukum di MK akan diperiksa oleh hakim apakah gugatan diterima atau ditolak. Selain Pilgub Kalbar, Pilwako Singkawang juga dalam proses hukum apakah uji materi nanti akan ada pilkada ulang atau tetap pada keputusan KPU.
Berdasarkan pasal 24C ayat (1) dan (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah menggariskan wewenang Mahkamah Konstitusi.
Pertama, MK berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap UUD, memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilu.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Pilgub Kalbar 2012 Morkes-Burhan, H Adang Gunawan SE kembali menegaskan bahwa pihaknya terus mempersiapkan materi gugatan pilkada ke MK.
“Siapa lawyer dan berapa banyaknya yang akan membela, serta berapa banyak saksi yang disiapkan, kita lihat nantilah. Pokoknya sedang kami siapkan. Dan mudah-mudahan tidak mengecewakanlah,” katanya.
Kendati sejatinya secara proses Pilgub Kalbar sudah selesai, pelantikan harus menunggu putusan hakim MK atas gugatan sengketa pilkada yang baru tahap pendaftaran
“Mekanismenya memang ke MK untuk diuji kebenaran apakah pelanggaran yang dilakukan memenuhi unsur untuk pilkada ulang. Penggugat harus berhitung cermat seperti apa materi yang dibawa ke MK,” kata Zulkarnaen, pengamat politik kepada Rakyat Kalbar kemarin.
Hanya saja, Zulkarnaen kurang yakin dengan kinerja Panwaslu dalam mengawasi pelanggaran. Bahkan pelanggaran dan kecurangan yang dilaporkan kurang menggigit. “Tapi kita lihat sejauh mana proses pembelajaran politik ini,” ujarnya. (jul/kie)

Target MB Pilkada Ulang

Tim Siapkan Penasihat Hukum

Pontianak – Pasangan cagub/cawagub Morkes-Burhan (MB) tidak punya pilihan selain menggugat KPU Kalbar ke Mahkamah Konstitusi (MK). Untuk itu Tim MB sudah menyiapkan lawyer yang maju uji materi.
“Jelaslah kita akan mengajukan gugatan ke MK. Targetnya diskualifikasi dan pilkada ulang. Kita sudah persiapkan materi gugatannya. Insya Allah Senin atau Selasa kita sudah masukkan ke MK,” kata H Adang Gunawan SE, Ketua Tim Pemenangan MB kepada Rakyat Kalbar, Sabtu (29/9).
Hanya saja, pihaknya belum memerinci secara jelas materi gugatan yang akan dibawa ke MK. Dari beberapa kali pernyataan yang dilontarkan, salah satu materi gugatan itu adalah terkait status Mayjen TNI Armyn Alianyang, calon Gubernur Kalbar nomor urut 2 yang hingga kini masih berstatus TNI aktif.
Masalah kedua, penggunaan form C KWK KPU yang digunakan di tiap Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang dianggap tidak memenuhi syarat dan standar. Semuanya menggunakan lembar yang difotokopi yang dinilai kemungkinan ada pelanggaran. “Materi gugatan sudah diserahkan ke lawyer,” jelas Adang.
Tidak disebutkan berapa lawyer yang akan mereka gunakan. Begitu juga dengan saksi, belum diketahui berapa orang yang akan diberangkatkan ke MK. “Semuanya tengah kita persiapkan,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar ini.
Sengketa Pilkada Kalbar juga menaruh perhatian tokoh masyarakat Kabupaten Sintang Darmansah SE MM Sip. Berdasarkan UU, menurut Darmansah, seharusnya Armyn tidak diperbolehkan mencalonkan diri sebagai cagub.
“Semestinya KPU Kalbar menunda dulu pengumuman penetapan cagub terpilih, mesti konsultasikan check and recheck akar persoalannya karena dasar UU yang dipakai oleh KPU dalam penetapan cagub tempo hari adalah secara hukum bertentangan dengan UU No 34 2004 tentang TNI,” ujar Darmansah.
Ia melanjutkan, jika KPU hanya berpegang pada surat pengunduran diri cagub tanpa adanya jawaban secara yuridis dari pimpinan tertingginya sebagai bukti yang bersangkutan sudah tidak berada di TNI, “Maka Pak Armyn belum sah untuk ditetapkan sebagai cagub oleh KPU Kalbar,” tegasnya.
PNS saja, tambah Darmansah, bila mengajukan pensiun dini atau pensiun habis masa kerjanya sebelum surat keterangan pensiunnya belum dikeluarkan oleh pusat, maka gajinya PNS masih jalan walaupun yang bersangkutan sudah tidak aktif lagi menjalankan tugasnya sebagai PNS.
Apalagi ini, setelah selesai pilkada masih dimutasi sebagai Pati TNI pertanda masih aktif. Jadi kalau tidak memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai cagub pada saat penetapan oleh KPU berarti hasil pilkada 20 September 2012 juga cacat hukum, siapa pun pemenangnya.
“Saran saya, sebaiknya KPU Kalbar ajukan persoalan ini dan UU tentang syarat-syarat cagub tersebut ke KPU pusat untuk dibawa ke MK guna uji materi agar sinkron dengan UU 34 Tahun 2014 tentang TNI. Jadi hasil Pilgub Kalbar lebih legitimate dan punya dasar hukum yang kuat dan pasti,” pungkas Darmansah. (jul)

Tuntutan Pilkada Ulang Masuk MK

MB Siapkan Tujuh Lawyers

Pontianak – Tim Pemenangan Morkes-Burhan (MB) telah memastikan gugatan alias uji materi hasil Pilkada Kalbar 2012 yang dimenangkan pasangan incumbent Cornelis-Christiandy didaftarkan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (1/10), untuk menuntut pilkada ulang.
“Kami telah mendaftarkan gugatan ke MK untuk menuntut pemilihan ulang Gubernur Kalbar 2012 pada tanggal 1 Oktober 2012 dengan nomor registrasi perkara 659/PAN.MK/X/2012,” ungkap Andry Hudaya Wijaya SH MH, Wakil Ketua Tim Koalisi MB kepada Rakyat Kalbar, kemarin.
Dia menjelaskan, berdasarkan surat kuasa khusus MB telah memberikan kuasa khusus kepada Janes E Sihaloho SH, M Zaimul Umam SH MH, Syamsir SH MH, Riando Tambunan SH, BP Beni Dikty Sinaga SH, Arif Suherman SH, Drs Mohammad Ramli Med SHi.
“Kesemuanya adalah advokat/pengacara pada kantor Sihaloho & Zaim Law Office yang berdomisili hukum di Jalan Kalibata Selatan Nomor 3, Jakarta Selatan,” kata Andry.
Salah satu materi gugatan, soal status salah satu calon gubernur yang masih berstatus TNI aktif. Ini dibuktikan adanya Surat Keputusan (Skep) Panglima TNI No Kep/639/IX/2012 tanggal 24 September 2012 tentang mutasi jabatan 85 Perwira TNI di lingkungan TNI yang salah satunya terdapat nama Armyn Ali Anyang yang dimutasikan sebagai Pati Mabes TNI AD. Ini membuktikan bahwa ternyata Armyn sampai 24 September masih status TNI aktif.
Andry mempertanyakan bagaimana anggota TNI aktif bisa dengan mudah melenggang dan ditetapkan sebagai calon gubernur. Sebagaimana diketahui, calon nomor urut 2 yaitu Armyn Ali Anyang adalah seorang prajurit TNI aktif dengan pangkat mayjen.
Pihak MB juga menilai ada beberapa hal yang secara terstruktur dan sistematis merugikan pasangan MB dan memengaruhi hasil Pilkada Kalbar. Tenggat 14 hari proses persidangan di MK akan menjadi kerja yang cukup keras.
“Masih ada beberapa materi gugatan yang terus kami matangkan dan sempurnakan sampai dengan digelarnya sidang perkara ini di MK. Termasuk saksi dan saksi ahli, kita mengejar batas waktu pengajuan gugatan ke MK dulu,” pungkas Andry. (jul)

Rabu, 03 Oktober 2012

Aduh! Siswi SMP Digilir 5 Pria



Perkosaan.jpg
Ilustrasi


MAROS -Kisah tragis dialami remaja berusia 14 tahun inisial NS. NS merupakan warga Dusun Benteng, Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili, Maros, menjadi korban pemerkosaan. Ia diperkosa lima pria di sebuah rumah kos di Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Orangtua korban, Marlina (36) saat ditemui di salah satu cafe di Maros, Minggu (20/5/2012), mengatakan anaknya diperkosa pada Selasa (8/5/2012) lalu. Saat itu, anaknya hendak ke sekolah di SMPN Tompobulu sekitar pukul 06.30 wita. Di perjalanan pelaku yang menggunakan mobil Avanza silver langsung singgah di samping korban.

Salah seorang pelaku menegur korban sambil bertanya namanya. Korban dengan lugunya mengiyakan. Mendengar ucapan itu, salah seorang pelaku membuka pintu mobilnya kemudian menarik paksa korban naik di mobil. Di atas mobil korban dianiaya, tanganya diikat dan matanya  ditutup. Kemudian di bawa ke salah satu rumah kos di Daya. "Di rumah kos itu anak saya kemudian diperkosa secara bergilir," ujarnya lirih.

Usai di perkosa, salah seorang pelaku yang dikenal korban bernama Abd Rakib yang semula dianggap bisa menolongnya justru ikut memperkosa korban. Sementara rekan rekan Rakib hingga kini belum diamankan petugas. "Saya sudah melapor ke Polres Maros, namun laporan saya dilimpahkan ke Polsekta Biringkanaya," bebernya.

Sementara itu paman korban, Bahtiar, meminta petugas proaktif menangani kasus ini. Para pelaku yang terlibat kasus pemerkosaan terhadap keponakannya itu ditangkap untuk diproses hukum. "Sudah ada tiga orang yang diduga terlibat telah diperiksa polisi. Namun hanya satu yang ditahan dan dua lainnya dilepas," tegasnya, kemarin.

Tragis! Gadis 13 Tahun Digilir 20 Pria



Pencabulan.jpg
Ilustrasi
Ilustrasi

TEXAS - Seorang gadis berumur 13 tahun di Texas, Amerika Serikat (AS), mengaku berulang kali diperkosa oleh 20 pria. Sebut saja Dara, gadis cilik inimengalami kejadian mengenaskan itu dua tahun silam. Ia membeberkan pengalamannya saat sidang perdana digelar, Rabu (29/8/2012) waktu setempat.

Seperti diwartakan ABC News, Rabu (29/8/2012), Dara mengaku diperkosa pertama kali pada Oktober 2010, dan kali kedua pada bulan berikutnya. Eric McGowen (20), salah satu terdakwa, bersama teman-temannya dituduh bergantian memerkosa Dara.

McGowen satu tersangka dari 14 pria dewasa yang dituduh berhubungan seks dengan Dara selama sekitar tiga bulan. Sedangkan enam tersangka lainnya masih di bawah umur. Jika terbukti bersalah, McGowen Cs bakal dipenjara seumur hidup.

Peristiwa kelam dua tahun lalu terjadi di sebuah rumah di Cleveland, sebuah kota di selatan Texas, di mana Dara dan para terdakwa tinggal.

Dara yang saat itu masih berumur 11 tahun, mengaku dibawa ke sebuah ruang yang ia sebut sebagai 'kamar bayi'. Di kamar itulah, McGowen dan teman-temannya menggilir Dara.
Dara kemudian menjelaskan peristiwa kedua, pada November 2010. Ia menuturkan, pemerkosaan yang kedua terjadi di rumah yang berbeda, namun masih di Cleveland.

Dara mengaku diperkosa di sebuah kamar, yang disebut para terdakwa sebagai kamar 'boom-boom'. Lantas, Dara kembali digilir di sebuah trailer di dekat rumah itu.
Bahkan, sadisnya lagi, saat diperkosa di dalam trailer, McGowen memasukkan botol bir ke dalam lubang kemaluannya.

Jaksa penuntut umum mengatakan, Dara sebenarnya diperkosa sekitar lima kali, mulai pertengahan September hingga awal Desember 2010. Delapan dari 20 terdakwa mengaku bersalah. Kasus ini terbongkar ketika salah satu teman Dara mengadu kepada seorang guru di sekolahnya, bahwa ia sudah menonton video pemerkosaan Dara, dari sebuah yang tertinggal di trailer.

Kasus ini memicu kemarahan warga Cleveland, daerah yang dihuni 9.000 warga. Beberapa warga menyalahkan Dara, yang dianggap memakai make up, sehingga tampak lebih tua dari usia sebenarnya.

Kasus ini semakin bertambah rumit, karena berbau rasisme. Sebab, semua terdakwa adalah warga kulit hitam, sedangkan si korban warga kulitm putih.

Usai Diperkosa, ABG ini Dijadikan Pelayan Kafe



Perkosaan.jpg
Ilustrasi


BOGOR - Sungguh memilukan nasib AD (14). Setelah di perkosa berkali-kali oleh Ucok, Anak Baru Gede (ABG) di jadikan pekerja sek komersil di sebuah kafe remang-remang di wilayah, Kemang Parung.

Bermula dari sebuah perkenalan yang dikenalkan oleh temannnya,beberapa bulan silam.
Kejadian memilukan itu menimpanya pada 1 September 2012, dtempat kos Ucok, di Cilendek Barat, Bogor Barat, Kota Bogor.

Kasus ini terbongkar saat keluarga menemukan bercak darah pada celana dalam korban.
Pihak keluargapun bersama polisi lantas menangkap Ucok di tempat kerjanya di daerah Yasmin, Tanah Sareal, Kota Bogor. Saat ini, pria yang sehari-hari bekerja sebagai petugas satpam itu mendekam di tahanan Polres Kota Bogor.

Sebelum kejadian, korban terlebih dulu dibawa jalan-jalan, di sekitar bundaran Perumahan Yasmin,tanah Sareal.

Kasat Reskrim Polres Kota Bogor Ajun Komisaris Didik Purwanto, Jumat (28/9/2012), mengatakan masih memeriksa saksi korban dan mengumpulkan alat bukti.

"Pelaku dijerat dengan pasal menyetubuhi anak di bawah umur dengan ancaman 15 tahun penjara," ujar Didik.

Didik menceritakan kronologis kejadian yang menimpa gadis belia tersebut. Dikatakannya, kasus ini bermula dari perkenalan AD dengan Ucok akhir Agustus lalu di sekitar bundaran Perumahan Yasmin, Tanah Sareal. "Saya dikenalkan ke Ucok sama teman saya yang namanya Thia," ujar AD dalam keterangannya kepada petugas.

Dari perkenalan itu, AD dan Ucok terus berkomunikasi dan makin dekat. Tanggal 1 September 2012, Ucok mengajak AD jalan-jalan. "Korban dibawa ke rumah kontrakannya di Cilendek. Di rumah itu, mereka melakukan hubungan badan sebanyak 3 kali," ungkap Didik.

ABG yang hanya mengenyam pendidikan di bangku SMP itu disetubuhi selama 3 hari berturut-turut.

Korban lantas diajak ke wilayah Parung dengan dalih mencari pekerjaan. AD yang percaya dengan ajakan Ucok menurut saja. "Ternyata, di Parung korban dijual ke pria hidung belang untuk dijadikan PSK," ujar Kanit PPA Inspektur Dua Mellisa Sianipar.

Selama di Parung, warga Cimanggu, Kelurahan Kedung Waringin, Tanah Sareal, 3 kali melayani pria hidung belang dalam semalam.

Pemerkosa Wartawati Terlacak dari CCTV


Perkosaan-2.jpg
Ilustrasi


Seorang jurnalis perempuan  Jill Meagher yang tewas setelah diperkosa oleh pria bernama Adrian Ernest Bayley (41). Demikian diberitakan Daily Mail, Senin (1/10/2012).

Sebelum di bunuh, Jurnalis berwajah cantik dan berusia 29 tahun berkebangsaan Irlandia ini diperkosa saat sedang keluar malam bersama sejumlah teman-temannya.

Tubuhnya ditemukan sepekan kemudian setelah hilang di sebuah kuburan dangkal di Gisborne South, Jumat pekan lalu, sekitar 30 kilometer di mana ia terakhir kali terlihat.

Bayley, asal Coburg, ditangkap setelah dirinya terlihat dalam rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan Meagher berbicara dengan seorang pria mengenakan hoodie sebelum akhirnya menghilang.

Meagher, yang menikah dengan Tom Meagher, keluar dengan teman-temannya dari radio Australian Broadcasting Corporation (ABC) sekitar pukul 01.30 dini hari.

Namun, ia tidak pulang ke rumahnya yang jaraknya hanya beberapa kilometer dari Bar Etiquette di Sydney Road, Brunswick, yang kemudian membuat sang suami melapor ke kepolisian. Bayley, dikenai tuduhan memperkosa dan membunuh perempuan berusia 29 tahun, akan muncul di pengadilan awal bulan ini.

Perawan Dijebol di Kamar Indekos

Sintang – Perawan siswi SMAN di Kota Sintang, sebut saja Melati, 15, direnggut JS, 18, dan Sbr, 18, di indekos Kompleks BTN Vila Nabila, Kilometer VII, Jumat (28/9) sekitar pukul 11.30.
Kedua pelaku merupakan teman Putri, teman indekos Melati. Hanya saja, Putri dan Melati beda sekolah. Kesucian Melati pertama kali direnggut JS. Saat itu Melati sedang sakit dan baring-baring di kamar indekos. Tiba-tiba JS masuk ke kamar. Di kamar keduanya sempat mengobrol sambil bermain laptop. Tak berselang lama, JS mulai melancarkan rayuan kepada Melati dan mengajak bersetubuh. Namun ajakan itu ditolak Melati. Karena tak mampu menahan nafsunya, JS malah memaksa. Melati dalam kondisi sakit tidak berdaya, hingga keperawanannya dijebol JS. Tak sampai di situ, tak lama kemudian datang Sbr, teman sekelas JS.
Sebelumnya, Sbr mengirim pesan singkat kepada JS menanyakan keberadaannya. JS memberikan jawaban bahwa dirinya tengah berada di indekos Melati. Mendapatkan jawaban tersebut, Sbr segera meluncur ke indekos Melati dengan dalih ingin mengembalikan jam tangan Putri.
Menurut Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Andi Yul L, pelaku Sbr sempat menanyakan beberapa hal kepada JS tentang perlakuannya terhadap Melati. “Dapat gak?” tanya Sbr kepada JS. Dijawab JS “Dapat.”. Sbr kembali bertanya, “Susah gak?” JS kembali menjawab, “Gampang.” Mendengar jawaban itu, nafsu Sbr memuncak. Akhirnya mereka sepakat kembali menuju indekos Melati. Sampai di indekos, Sbr langsung menuju kamar Melati dengan alasan mengembalikan jam tangan Putri, sementara JS mengintip dari luar. Kesempatan itulah digunakan Sbr untuk melampiaskan nafsu berahinya. Ia langsung menindih tubuh Melati.
Peristiwa itu terkuak ketika Melati menceritakan apa yang dialaminya kepada Putri. Mereka pun menghubungi orang tua Melati di Belitang, Kabupaten Sekadau. Kedua orang tua Melati hari itu juga mendatangi anaknya dan membuat laporan ke Polres Sintang. JS dan Sbr sudah diamankan polisi. Keduanya mendekam di tahanan Mapolres Sintang, Sabtu (29/9) malam. (din)

Selasa, 02 Oktober 2012

Astaghfirullah! 7 Tahun Bunga Digauli Ayah Kandung




Mesum-1.jpg
Ilustrasi
JAKARTA - Perilaku orangtua yang satu ini DY (43) tak patut ditiru, dan pantas untuk diberi pelajaran. Pasalnya ia tega menggauli anak perempuannya sediri  Bunga (19), sejak duduk di bangku sekolah dasar, dengan kurun waktu 7 tahun.

"Pelaku sudah ditahan sekarang, dia melakukan perbuatan itu sejak tahun 2005 tapi baru dilaporkan 6 September 2012 lalu," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Polisi (AKPB) Dian Perri saat ditemui di Polres Jaktim, Senin (1/10/2012).

Dijelaskannya, Bunga putri pertama dari hasil pernikahan DY dengan RH (30). DY dan RH sehari-hari bekerja sebagai tukang jahit di rumahnya yang terletak di bilangan Kramat Jati, Jakarta Timur.

DY sering melancarkan aksi bejatnya bila sang istri sedang keluar rumah. Biasanya RH keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan seperti benang dan kain.

Kejadian itu berulang selama tujuh tahun tanpa diketahui RH ataupun keluarganya yang lain. Meski begitu, Bunga tidak sampai mengandung.

"Awalnya, saking seringnya DY berbuat seperti itu, sang anak pun tidak merasa terganggu lagi," kata Dian.

Entah apa sebabnya akhirnya Bunga merasa tertekan karena diperlakukan tidak senonoh oleh ayah kandungnya sendiri, ia pun melaporkan hal yang menimpanya pada RH. RH pun lalu melaporkan suaminya ke Polsek Kramat Jati tanggal 6 September 2012.

"Kejadian pencabulan terakhir itu tanggal 26 Agustus 2012," tutur Dian.
Sejak 6 September hingga saat ini DY mendekam di tahanan dan kasusnya sedang ditangani Polres Metro Jakarta Timur.

Senin, 01 Oktober 2012

Tujuh PR Gubernur Terpilih

Chairil: Dari IPM hingga Infrastruktur

Cornelis-Christiandy Sanjaya
ZMS
Pontianak – Siapa pun yang tampil sebagai pemenang dan ditetapkan sebagai Gubernur Kalbar terpilih, harus punya aksi nyata dengan visi-misinya membangun Kalbar dan mengentaskan kemiskinan.
“Siapa pun dia yang dipercayakan rakyat untuk memimpin Kalbar harus bisa menyejahterakan dan memajukan provinsi ini. Setidaknya ada tujuh tugas menanti dan wajib diemban agar Kalbar lebih baik dari sekarang ini,” ungkap Prof DR Chairil Effendi, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Kalbar kepada Rakyat Kalbar, Ahad (30/9).
Dari tujuh tugas pokok menyejahterakan rakyat, menurut Chairil, urutan pertama yang harus ditingkatkan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Sangat keterlaluan jika wilayah yang kaya dengan perkebunan dan pertambangan tidak bisa mengangkat IMP,” sorotnya.
Bagaimanapun dia mengakui ada upaya meningkatkan ukuran standar dasar hidup rakyat itu. “IPM Kalbar berapa tahun ini memang mengalami kenaikan dari segi nilainya. Tetapi dari segi peringkat nasional, Kalbar tetap saja di posisi ke-28 dari 33 provinsi di Indonesia,” ungkap Chairil.
Secara keseluruhan, yang mendasar dari pembangunan di Kalbar yang lamban dalam beberapa dekade ini tidak lain adalah lemah dan kurangnya dukungan infrastruktur. Dengan infrastruktur akan mengangkat sisi lain pembangunan.
“Yang menjadi tugas orang nomor satu di Kalbar adalah membangun dan memperbaiki infrastruktur. Karena infrastruktur di Kalbar khususnya di daerah cukup memprihatinkan. Banyak jalan dan sarana lain yang kondisinya sudah tidak layak lagi untuk wilayah sekaya Kalbar ini,” ujarnya.
Selain infrastruktur dasar, Bandara Supadio selama ini sudah terlalu lama diabaikan baik sarana-prasarana maupun fasilitas utama serta pelayanan yang tidak mencerminkan gerbang udara sebuah provinsi.
Satu-satunya bandara nasional yang ada di Kalbar ini hendaknya kerap diperbaiki dan dibenahi. Bukan saja menunjang transportasi udara, tapi jangan bicara soal pariwisata kalau bandara nasional dan internasional asal-asalan alias asal ada saja.
“Sudahlah fasilitasnya termasuk toilet dan kebersihan secara umum, arsitektur Bandara Supadio tidak menampakkan identitas Kalbar. Bandara kan gerbangnya Kalbar, harus menampilkan corak, khas keragaman budaya yang ada di provinsi ini,” katanya.
Jalur transportasi dan pelabuhan laut di Kalbar pun terasa makin merosot. Perairannya dangkal dan riskan di musim kemarau, juga terancam hambatan jika ada kapal karam. Bobot kapal tertentu sudah tidak lagi masuk ke Pelabuhan Dwikora. Belum lagi fasilitas pelabuhan kontainer dan manajemen yang tidak mendukung arus barang.
“Pelabuhan Dwikora kita itu tanggung, baik untuk impor terlebih ekspor hasil bumi dan tambang Kalbar maupun produk ke depan. Selama ini hasil tambang dari Kalbar tidak bisa diekspor langsung, harus melalui pelabuhan yang memiliki izin ekspor. Tentunya itu akan merugikan Kalbar dan menguntungkan daerah lain itu,” papar Chairil.
Menurutnya, seandainya fasilitas pelabuhan di Kalbar sudah kelas samudra dan memiliki izin untuk melakukan ekspor dan mengimpor barang sendiri, maka keuntungan yang didapat akan lebih besar. “Dan itu merupakan tugas pemimpin baru Kalbar,” katanya.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya untuk dibenahi adalah masalah perbatasan. Kalbar merupakan daerah dengan lima border berhadapan langsung dengan Malaysia.
“Namun sayang, perhatian yang diberikan masih kurang. Sehingga tidak heran jika banyak warga perbatasan lebih mengenal negara orang ketimbang negara sendiri. Ini perlu perhatian yang serius,” ungkap Chairil.
Selain luas wilayah, Kalbar memiliki potensi perekonomian Kalbar. Namun saat ini banyak wilayah Kalbar yang rusak. Area penyangga dan serapan air juga mulai berkurang akibat pembukaan pertambangan yang tidak berlandaskan kesinambungan. “Gubernur harus membatasi pembukaan pertambangan atau perkebunan yang berlebihan,” pintanya.
Sedangkan tugas terakhir bagi gubernur terpilih menurut Chairil adalah membangun dan menjaga mozaik kebangsaan. Kalbar merupakan daerah yang memiliki ragam budaya, etnis, dan agama.
“Namun perbedaan itu jangan sampai menjadi jalan untuk saling berselisih dan berpecah belah. Perbedaan itu harus dijadikan sebagai jalan untuk saling memahami dan bersatu. Itulah tujuh program besar itu yang harus dijalankan oleh gubernur terpilih,” tegas Chairil. (kie)

Berani Maju, Lepas Jabatan

Gamawan: Aturannya Tengah Digodok

Pontianak – Kepala daerah baik bupati/walikota maupun gubernur yang ingin kembali maju dalam pilkada harus melepaskan jabatannya terlebih dahulu. Aturan mengenai itu sedang digodok.
Menteri Da­lam Ne­geri (Mendagri) Gama­wan Fauzi seperti dikutip oleh Rakyat Mer­deka di Jakarta sudah mengingatkan para incumbent yang mencalonkan diri berarti berani melepaskan jabatannya.
“Berani menjadi cagub, be­rarti be­rani melepaskan jabatan wa­likota/bupati atau jabatan gu­ber­nur sebelum ditetapkan se­bagai cagub,” kata Gama­wan Fauzi.
Menurutnya, dalam revisi Undang-Undang Nomor 32/2004 tentang Peme­rin­­tahan Daerah, pihaknya sudah memasukkan usu­lan mengenai pengunduran diri kepala daerah sebelum ber­ta­rung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada).
Pengamat politik dan ilmu pemerintahan dari Universitas Tanjungpura DR Zulkarnaen setuju dengan rancangan perubahan atau revisi UU tersebut. Mengingat jika jabatan seseorang tidak dilepas, ketika maju menjadi calon kepala daerah cenderung akan menggunakan fasilitas negara.
“Saya setuju sekali, supaya fasilitas dan aset negara tidak terpakai. Meskipun biasa saat kampanye sang bersangkutan harus izin dan mengajukan cuti,” ungkap Zulkarnaen
Menurutnya, kerawanan menggunakan fasilitas negara itu terutama terjadi ketika sang incumbent kembali maju. Tak hanya fasilitas, pengaruh jabatan terhadap calon konstituen di Indonesia yang primordial ini masih kental.
Begitu pun dengan kesetaraan jabatan, harus ada pemisahan yang jelas antara atasan dan bawahan. “Hal itu juga dalam rangka menjaga harmonisasi antara kepala daerah. Sehingga tidak ada seorang bupati/walikota yang sungkan saat bertarung dengan gubernurnya,” katanya.
Sementara menurut Mendagri Gamawan, yang berkeinginan maju harus melepaskan jabatannya akan memberikan pegangan yang jelas. “Karena gubernur sebagai koordinator pembangunan di daerah harus berkomunikasi dengan baik bersama kepala daerah di bawahnya,” ujarnya.
Gamawan menegaskan mengapa harus seperti itu, soalnya sering menjadi ma­sa­lah, setelah kepala daerah itu ter­pilih menjadi gubernur, DPRD-nya tidak mengabulkan pengun­duran dirinya.
“Usulan kami agar ke depan ke­­­pala daerah yang menjadi ca­lon ke­pala daerah lainnya, maka ha­rus mundur total dari jabatan se­­belumnya. Harus benar-be­nar mundur sebelum menca­lonkan,” tegas Gamawan. (kie)

Tiduri Siswi SMP, Diancam 15 Tahun

Pontianak – Pria hidung belang, Bm, 55, pelaku yang meniduri Yn, 14, di Hotel Mini beberapa waktu lalu masih dalam proses pemeriksaan polisi. Pria tersebut dijerat pasal perlindungan anak pasal pencabulan dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.
“Dua korban Fn, 14, dan Yn, 14, yang masih duduk di bangku sekolah sudah sering kali melayani nafsu Bm di Hotel Mini Jalan Penjara. Bm kini masih mendekam di Mapolsek Pontianak Kota sambil menunggu kelengkapan berkas tentang tindakan asusila yang dilakukannya,” ungkap AKP Temmang Nganro M, Kapolsek Pontianak Kota, Sabtu (29/9).
Polisi juga menyita barang bukti HP BlackBerry yang diberikan Bm kepada siswi SMP tersebut. HP tersebut sering digunakan menghubungi Yn dan membuat janji di Hotel Mini.
“Itu sudah kuat menjadikan barang bukti untuk menjerat pelaku,” ungkap Temmang Nganro.
Jajaran Polsek Kota juga telah melakukan pemeriksaan kedua korban. Fn dan Yn mengaku sudah sering kali berkencan dengan Bm ketika tidak mempunyai uang. “Kalau tak punya uang, kedua siswi tersebut menghubungi Bm untuk meminta uang serta melayaninya,” papar Temmang Nganro.
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muharrom Riyadi mengatakan, jajarannya telah diperintahkan untuk mengawasi hotel-hotel yang diduga dijadikan lokasi prostitusi anak bawah umur supaya cepat diambil tindakan tegas dan diproses sesuai hukum.
“Patroli rutin dan mengawasi gerak-gerik yang melakukan pelanggaran tetap kita lakukan. Terutama melibatkan anak bawah umur yang masuk ke hotel,” jelas Muharrom. (sul)

Satu Dusun Golput

Tak Pernah Rasakan Aliran Listrik

Sintang – Warga Desa Sarai Kecamatan Sungai Tebelian kompak tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pemilukada Kalbar 20 September lalu. Pilihan golongan putih (golput) ini bukan tanpa alasan.
Informasi dihimpun Rakyat Kalbar menyebutkan, langkah itu ditempuh sebagai bentuk protes warga terhadap pemerintah. Mereka kecewa karena keinginan untuk menikmati aliran listrik negara hingga kini tak kunjung terealisasi.
Padahal pengajuan sudah dilakukan sejak tahun 1996. Informasi lain menyebutkan karena menurut mereka dari keempat kandidat tidak ada yang layak. Kejadian tersebut mendapat perhatian serius pihak terkait. Bupati Sintang Milton Crosby segera memerintahkan Muspika Kecamatan untuk turun meninjau langsung ke lokasi.
Ketua KPUD Sintang Ade M Iswadi mengatakan tidak mengetahui persis alasan keengganan warga setempat menggunakan hak suara. Imbauan pada warga supaya menggunakan hak pilih sudah dilakukan.
“Kita sudah mengimbau warga agar menggunakan hak pilihnya. Kalau mereka tetap tidak mau, kita tidak dapat memaksa,” ujarnya.
Adapun TPS yang kosong pemilih itu berada di TPS 1 Dusun Sarai. Jumlah dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tercatat 280 orang. Sementara TPS 2 sepi pemilih. Hanya 12 pemilih yang menggunakan hak suara dari 283 DPT. Masing-masing dua suara untuk pasangan nomor urut 1, empat suara memilih nomor urut 2, enam suara untuk nomor urut 3, dan pasangan nomor urut 4 tanpa pemilih.
Kapolres Sintang AKBP Oktavianus Mathin membenarkan ada warga yang menolak memberikan hak suara di Dusun Sarai. Penyebabnya karena kecewa ada keinginan warga yang belum terpenuhi.
Secara terpisah, puluhan undangan mencoblos Pemilukada Gubernur Kalbar 2012 dari beberapa TPS dan kecamatan lain nyasar di TPS 20 Kelurahan Tanjung Puri Sintang. Sementara itu puluhan warga RT 6 RW 3 Kelurahan Tanjung Puri, tempat TPS 20 berada, tidak dapat menggunakan hak suaranya lantaran tidak memperoleh undangan dan tidak terdaftar dalam DPT.
“Banyak undangan mencoblos untuk warga dari daerah lain yang masuk ke sini. Ada yang dari Jerora, ada yang dari Kecamatan Kelam,” kata Salvaras, Ketua PPS TPS 20 Tanjung Puri.
Menurut Salvaras, selain undangan dari TPS lain yang nyasar di TPS 20 ini, warga yang telah pindah pun masih diberikan undangan dan masuk dalam DPT di TPS 20. Ada juga warga ketika diantarkan undangan memilih, ternyata sudah ada undangan dari RT lain. Bahkan ada warga yang telah meninggal dunia, masih diberikan undangan memilih.
“Padahal kami sebelumnya sudah menyeleksi atau mendata warga kami yang sudah meninggal atau pindah tempat tinggal. Semua sudah kami tandai, tapi saat kami menerima dari kelurahan beberapa hari jelang pilkada ternyata nama warga tersebut masih ada dan mendapat surat undangan,” kata dia.
Sementara itu, puluhan warga RT VI RW 03 yang memilih di TPS 20 terpaksa gigit jari karena tidak dapat memberikan hak pilihnya pada pilkada 20 September ini. Pasalnya nama mereka tidak terdata di DPT pada TPS tersebut.
Selain tak terdata, mereka juga tidak mendapatkan surat undangan pencoblosan. Salvaras tak bisa berbuat banyak atas kejadian tersebut. Meskipun sudah ada solusi dengan menggunakan KTP, tapi nama mereka tak terdata.
“Itu persoalannya, jadi harus bagaimana lagi. Terpaksa mereka kehilangan hak pilih,” pungkasnya. (din)

30 Persen Lebih Warga Ketapang Golput

Pemilukada Gubernur Kalbar

Ketapang – Saat ini partisipasi masyarakat Ketapang dinilai masih rendah dalam menggunakan hak suaranya untuk berpartisipasi dalam ajang Pemilukada Kalimantan Barat. Data yang dihimpun tim desk Pilgub Kalbar Kesbangpolinmas Ketapang, rata-rata angka golput di setiap kecamatan lebih dari 30 persen.
Kecamatan Matan Hilir Selatan dinilai menjadi salah satu kecamatan yang paling banyak warganya tidak menggunakan hak suaranya atau golput (golongan putih), karena dari 24.859 DPT yang menggunakan hak suaranya, hanya 13.452 atau 54,11 persen, dengan demikian golput di kecamatan ini mencapai 45,89 persen.
Sedangkan golput tertinggi kedua adalah Kecamatan Singkup. Dari 5.081 DPT hanya 2.855 atau 56.19 persen yang menggunakan hak suaranya, sedangkan masyarakat yang tidak menggunakan hak suaranya atau golput mencapai 43,81 persen.
Selain itu Kecamatan Muara Pawan juga tidak kalah banyak, dari jumlah 10.339 DPT, yang menggunakan haknya hanya 6.331 pemilih atau 61,23 persen, sedangkan yang tidak menggunakan hak pilihnya mencapai 38,77 persen. Disusul Kecamatan Matan Hilir Utara, dari 11.072 DPT yang menggunakan hak suaranya hanya 6.843 atau 61 persen. Sedangkan yang tidak menggunakan hak suaranya mencapai 38,20 persen.
Sementara itu anggota KPU Ketapang, Roni, hingga sekarang pihaknya belum melakukan evaluasi terhadap hasil Pilgub Kalbar kali ini. Proses perhitungan suara belum selesai. Namun demikian dia menganggap banyaknya golput dalam pilkada kali ini disebabkan banyak faktor.
“Makanya kita tidak bisa sekaligus mengambil kesimpulan masih banyak warga yang golput. Karena kita juga butuh informasi banyak di lapangan. Apakah dikarenakan kesadaran pemilih atau kinerja kita di lapangan atau saat proses pemutakhiran data atau penyampaian undangan atau dari calon itu sendiri,” ungkapnya. (KiA)

Angka Golput Mencapai 38,47 Persen

KPU Gelar Rapat Pleno Perhitungan Suara
 
Mempawah – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pontianak melaksanakan rapat pleno perhitungan suara hasil Pemilukada Gubernur Kalbar 2012, Selasa (25/9), di Gedung Kartini Mempawah.
Hasil rekapitulasi KPU juga mengungkapkan jumlah suara sah pada Pemilukada Gubernur Kalbar 2012 di Kabupaten Pontianak sebanyak 109.906. Sedangkan jumlah suara tidak sah sebanyak 1.656. Serta jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 181.327 pemilih. Sehingga dikalkulasikan jumlah pemilih golput mencapai 69.765 atau 38,47 persen.
“Alhamdulillah, semua tahapan dan proses Pemilu Gubernur Kalbar di Kabupaten Pontianak berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan harapan. Hingga proses terakhir yakni rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara KPU berjalan lancar,” kata Ketua KPU Kabupaten Pontianak, Munir Putra.
Munir mengungkapkan, setelah rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara ini dilaksanakan, maka pihaknya akan menindaklanjuti ke tingkat KPU Provinsi Kalbar. Rencananya, hasil rekapitulasi tersebut akan diserahkan pada Kamis (27/9).
“Sedangkan rekapitulasi suara hasil Pilkada Gubernur Kalbar akan dilakukan oleh KPU Provinsi Kalbar pada hari Jumat (28/9),” tuturnya.
Terkait tingkat golput, Munir mengakui mengalami peningkatan dibandingkan pada pemilu sebelumnya. Penurunan angka partisipasi pemilih di Kabupaten Pontianak pada Pilkada Gubernur Kalbar 2012 ini mencapai kurang lebih 38,47 persen.
“Sebagai penyelenggara, kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Caranya dengan melakukan sosialisasi di seluruh tingkatan masyarakat. Tetapi semuanya kita kembalikan kepada masyarakat untuk menyalurkan hak suaranya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Munir juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran penyelenggara pemilu di semua tingkatan. Mulai dari PPK, PPS, hingga KPPS di Kabupaten Pontianak. Termasuk jajaran Polres Pontianak, Pemerintah Kabupaten Pontianak, dan semua pihak terkait lainnya.
“Memang masih ada beberapa kesalahan petugas dalam memindahkan angka pada saat rekapitulasi suara. Namun kesalahan itu masih dalam hal wajar dan dapat diperbaiki. Salah merekapitulasi dan menulis, itu sangat wajar,” pendapatnya.
Di lain pihak, saksi tim kampanye pasangan CC, Susanto mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara di seluruh tingkatan mulai dari KPU hingga jajaran paling bawah. Berkat kerja kerasnya, penyelenggaraan pemilu berlangsung sukses, tertib, aman, dan terkendali.
“Terima kasih pula kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pontianak yang telah mendukung CC. Berkat dukungannya, hingga CC mampu memperoleh suara tertinggi. Ini menunjukkan masyarakat daerah ini masih memercayakan amahnya kepada pasangan CC,” ujar Susanto.
Anggota DPRD Kabupaten Pontianak itu juga mengucapkan terima kasih kepada tim koalisi pendukung pasangan CC. Seluruh tim sudah bekerja keras dan maksimal untuk memenangkan pasangan incumbent tersebut.
“Tim sudah sangat solid. Buktinya kami berhasil meningkatkan perolehan suara dari pemilu sebelumnya yang berkisar 28 persen menjadi 42 persen. Hasil ini sangat baik dan membuktikan besarnya dukungan masyarakat. Kemenangan ini merupakan kemenangan masyarakat Kabupaten Pontianak,” pungkasnya. (fia)

Pilgub Membaik Golput Meningkat

Pontianak – Tiga kandidat yang menolak hasil Pilgub Kalbar dan akan mengajukan gugatan atau uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan cara elegan dan bijak.
“Pemilukada sebagai pembelajaran politik masyarakat. Proses berdemokrasi di Kalbar sudah lebih baik dari sebelumnya. Pihak yang kalah suara tidak ada yang sampai anarkis atau semacamnya,” tutur Jumadi MSi, pengamat politik dari Untan kepada Rakyat Kalbar, Sabtu (29/9).
Dekade sebelumnya, pemilu yang dibayangi oleh latar primordial dan politik identitas merupakan kerawanan sosial. Kini, begitu kerasnya persaingan dan pertarungan politik justru Kalbar tetap kondusif.
Jumadi mengatakan secara umum Pilkada Kalbar kali ini jauh lebih baik daripada sebelumnya. Tidak ada gejolak di tengah-tengah masyarakat. Intinya semua pihak saling menghargai karena para intelektual politik sebagai tim sukses lebih cerdas dan bermoral.
Namun, salah satu kekurangan dari pemilukada kali ini adalah apatisme yang diimplementasikan melalui golongan putih (golput) alias memilih untuk tidak memilih.
“Faktor utama tingginya golput di Kalbar adalah karena masyarakat apatis. Hal ini tergambar dari daerah pantai yang tingkat partisipasi pemilihnya mengalami penurunan. Selain juga faktor teknis,” kata Jumadi.
Menurutnya, dibandingkan dengan pilgub 2007 yang partisipasinya mencapai 73 persen, Pemilukada Kalbar 2012 mengalami penurunan tinggal 70,46 persen yang menyebabkan angka golput meningkat.
Salah satu faktor apatisme masyarakat adalah intoleransi figur politisi dan politik itu sendiri sehingga menampilkan empat pasang calon seperti ada yang “dipaksakan” untuk maju. Maka yang diuntungkan adalah petahana (incumbent) lantaran punya kesempatan lebih luas.
Kemudian, permasalahan klasik yang selalu terjadi dan bisa jadi dimanfaatkan adalah masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Ke depan, soal DPT ini harus tidak lagi mengganggu karena teknologi sudah maju, biaya juga sangat besar namun tidak terarah. Terlebih saat ini sudah menerapkan sistem e-KTP.
“Ke depan yang perlu dilakukan juga pendidikan politik. Supaya masyarakat bisa memilih secara rasional. Jadi, tidak hanya kuantitas partisipasinya yang ditingkatkan, tetapi juga kualitas daripada pemilih,” harapnya.
Ketua KPU Kalbar AR Muzammil menyatakan berdasarkan DPT 3.377.997 yang memberikan hak suara saat hari pemungutan suara, Kamis (20/9), sebanyak 1.186.127 pemilih laki-laki dan 1.194.103 pemilih perempuan dengan total 2.380.230 atau 70,46 persen.
Sementara pemilih yang tidak memberikan hak suara 538.366 pemilih laki-laki, 459.401 pemilih perempuan dengan total 997.767 pemilih atau 29,54 persen. Sedangkan pemilih dari TPS lain 7.915.
Jumlah surat suara yang diterima (termasuk cadangan) sebanyak 3.460.120 lembar. Surat suara yang terpakai sebanyak 2.388.145 lembar, yang dikembalikan oleh pemilih karena rusak atau keliru dicoblos 4.253 lembar, dan surat suara tidak terpakai 1.067.722 lembar.
Pilkada Kalbar dilaksanakan di 11.009 tempat pemungutan suara (TPS), 1.971 panitia pemungutan suara (PPS), 174 panitia pemilihan kecamatan (PPK) pada 14 kabupaten/kota.
Cornelis-Christiandy menang di 10 kabupaten/kota dengan perolehan 1.225.185 suara atau 52,13 persen. Armyn-Fathan merebut 361.744 suara dengan (15,39%). Morkes-Burhan memperoleh 591.081 suara (25,15%) dan Tambul-Barnabas 172.016 atau 7,32 persen.
Terkait penolakan tiga pasang kandidat terhadap hasil Pilgub Kalbar yang lantas akan melakukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi, merupakan bagian dari proses demokrasi.
“Itu hak mereka. Silakan saja teruskan gugatannya ke Mahkamah Konstitusi. Apalagi secara undang-undang memang salurannya ke MK,” ujar Jumadi.
Semua kandidat peserta pemilukada yang merasa dirugikan dan memiliki bukti-bukti serta fakta hukum yang berencana menggugat ke MK, silakan saja. Mengingat setiap warga negara mempunyai hak dan saluran hukumnya ada.
“Silakan saja diuji apa yang dipermasalahkan selama ini. Selesaikan secara prosedural di MK. Saya juga mengapresiasi pasangan calon maupun pendukungnya yang kalah tetap menjaga suasana Kalbar aman dan damai,” katanya. (kie)

Tiada Pesta yang Tertunda

Cornelis: Itu Sudah Biasa

Cornelis
ZMS
Pontianak – Gegap gempita pesta demokrasi telah usai. Diumumkannya hasil Pilgub Kalbar 2012 dengan keunggulan perolehan suara pada pasangan incumbent Cornelis-Christiandy tak langsung membuat para pendukung dan konstituennya berpesta euforia.
Sebelumnya santer terdengar akan ada pesta di semua kabupaten yang memenangkan suara pasangan nomor urut 1 seusai KPU Kalbar menetapkan pemenang di Hotel Grand Mahkota, Jumat (28/9) kemarin.
“Masih belum ada rencana,” ungkap Maskendari, Sekretaris Tim Kampanye Cornelis-Christiandy dihubungi Rakyat Kalbar via selular, Sabtu (29/9).
Langkah menahan diri seluruh jajaran tim sukses, pendukung, konstituen, hingga simpatisan Cornelis-Christiandy dan partai koalisi tak terlepas dari upaya tetap menjaga suasana kondusif dari suhu politik yang memanas. Pun bila semua aral bisa diselesaikan dengan baik, pelantikan baru akan dilaksanakan 14 Januari 2013.
KPU Kalbar yang sudah menetapkan Cornelis dan Christiandy Sanjaya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar terpilih periode 2013-2018 kini lagi menuai masalah yang diungkap tiga kontestan lainnya.
Terkait rencana gugatan hasil Pilkada Kalbar ke Mahkamah Konstitusi (MK), pihak timses bisa memahaminya. “Berdasarkan UU, sengketa pemilu itu salurannya memang ke MK. Yang digugat itu KPU, kami hanya sebagai pihak terkait,” kata Maskendari.
Masyarakat Kalbar, lanjutnya, sudah menentukan pilihan dan prosesnya juga berjalan aman dan lancar. Pilihan masyarakat ini harus dihargai meskipun pihaknya juga harus menghargai hukum.
“Kita semua harus menjaga kondisi yang sudah baik ini sampai tahapan selanjutnya. Pilgub ini sebagai sarana memilih pemimpin. Oleh karena itu mari kita dukung siapa pun pemimpinnya, yang penting memperjuangkan Kalbar lebih baik,” ujarnya.
Usai pleno penetapan, Maskendari langsung mengucapkan terima kasih kepada anggota KPU se-Kalbar yang telah melaksanakan pemilukada dengan aman, lancar, dan cerdas. Begitu juga pihak keamanan, baik seluruh jajaran Polri maupun TNI.
Proses yang berlangsung kondusif ini harus dicontoh oleh semua elite politik Kalbar. Salurkan perbedaan pendapat pada tempat yang benar. Sebagai bentuk kompetisi tentu saja ada yang kalah dan yang menang.
“Tetapi semuanya menang. Kami menang lebih banyak dengan menang di 10 kabupaten. Arafah menang di Kota Pontianak, MB di Sambas dan Kayong Utara, Tambul-Barnabas di Kapuas Hulu. Sudah terbagi kemenangan ini dengan baik,” ujar Maskendari.
Gubernur terpilih Drs Cornelis MH usai ditetapkan sebagai pemenang Pilgub Kalbar melalui rapat pleno terbuka KPU di Grand Hotel Mahkota, Jumat (28/9), berjanji akan melanjutkan pembangunan yang belum selesai.
“Kita akan bekerja bersama rakyat untuk membangun Kalbar. Seratus hari pertama akan menyusun RPJMD, kalau sudah ditetapkan baru kita bisa kerja. Menyelesaikan pekerjaan yang belum rampung,” kata Cornelis.
Mengenai rencana gugatan oleh tiga pasangan calon, Cornelis menganggap hal itu sudah biasa. “Perbedaan pendapat itu biasa sebagai dinamika politik, asalkan jangan mengganggu ketertiban umum. Saya tidak kaget lagi karena sudah terbiasa dengan itu,” katanya singkat. (kie)