Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Selasa, 16 Oktober 2012

Prostitusi Pelajar Coreng Kota Pontianak

Pontianak – Maraknya prostitusi yang melibatkan anak bawah umur dan pelajar mengagetkan semua pihak. Baru-baru ini terungkap praktik menjajakan seks yang dilakukan siswi SMPN Kota Pontianak saat jam sekolah. Tentunya sangat mencoreng wajah pendidikan dan Kota Pontianak.
“Ini harus dianggap sebagai masalah serius. Kita tidak bisa hanya menyerahkan kepada pihak sekolah saja. Harus melibatkan semua pihak, termasuk dinas pendidikan. Yang paling penting adalah keluarga,” ungkap DR Aswandi, pengamat pendidikan dari Universitas Tanjungpura kepada Rakyat Kalbar, Sabtu (13/10).
Para siswi SMP menjual diri karena dimanjakan dan dipengaruhi kehidupan duniawi atau hegemoni. Masalah ini tidak sederhana, bahkan sangat serius dan penyelesaiannya tidak gampang. Tidak bisa dilihat dari luarnya saja karena akarnya sangat komprehensif. “Jadi untuk menyelesaikannya perlu keterlibatan semua pihak,” tegas Aswandi yang juga Dekan FKIP Untan ini.
Disarankan, mulai dari orang tua, guru di sekolah, dan masyarakat di sekitar harus bertanggung jawab. Semua harus peduli, karena ini menyangkut moral.
“Kita berharap ada tindakan bagi yang belum dicegah. Kalau sudah telanjur terjerumus bagaimana menyembuhkannya. Hal seperti ini bukan hanya terjadi di Kalbar, melainkan hampir di seluruh dunia,” ujarnya.
Jika dikaitkan dengan pendidikan karakter, menunjukkan karakter pelajar masih jelek. “Artinya moral dan akhlak generasi muda kita rusak. Jadi pendidikan karakter dan akhlak itu perlu digalakkan dan diaktualisasikan,” ungkap Aswandi.
Pengaruh ekonomi juga ada, tetapi banyak orang yang miskin tetapi tidak melacurkan diri. Ketahanan mental dan pendidikan yang tidak menanamkan akhlak mulia juga sangat berpengaruh. Kalau ini tidak disikapi akan menurunkan martabat bangsa.
Psikolog dari STAIN Pontianak Dra Hj Fauziah MPd mengaku sangat miris dengan kejadian yang dilakukan oleh para siswi SMPN Kota Pontianak dan remaja saat ini. “Kita dapat bayangkan mau jadi apa generasi ke depan jika kondisinya seperti ini. Padahal generasi muda adalah harapan bangsa,” ungkap Fauziah kepada Rakyat Kalbar, kemarin.
Menurutnya, ada sebuah hadis yang artinya, wanita adalah tiang negara. Apabila wanita itu baik, maka negara akan baik, dan apabila wanita itu rusak maka negara akan rusak pula.
“Karena itu pendidikan akhlak dan moral harus ditingkatkan di sekolah. Penanaman nilai-nilai agama oleh orang tua dan guru mutlak diperlukan. Supaya anak tidak terjerumus dengan hal-hal yang negatif,” katanya.
Seorang guru harus mampu menjadi konselor bagi anak didiknya. Begitu juga dengan orang tua, harus mampu menjadi konselor bagi anak-anaknya. Sehingga proses pencegahan bisa dilakukan sejak dini.
“Bagi sekolah dianjurkan untuk membuat Pusat Informasi Konseling Remaja yang bisa diajukan ke BKKBN. Di sanalah para remaja akan mendapatkan informasi tentang pendidikan reproduksi, sekalian bimbingan oleh guru BK maupun tenaga konselor yang sudah disiapkan. Kita juga sedang merancang nilai-nilai keislaman sebagai alat untuk terapi gangguan jiwa pada remaja,” papar Fauziah.
Jadi jangan sampai anak-anak yang mendapatkan masalah, larinya ke hal-hal negatif. Tetapi bagaimana diarahkan solusi melalui nilai-nilai agama. Hal itu jauh lebih baik.
“Bagi remaja kita yang sudah telanjur menjadi korban, harus dibimbing dan diberikan semangat hidup. Kemudian yang belum, upaya pencegahan harus dilakukan. Jangan sampai fenomena ini terus meluas di kalangan generasi muda kita,” ujarnya.
Semua elemen harus dilibatkan. Mulai dari pemerintah, orang tua, sekolah, sehingga hal ini menjadi tanggung jawab bersama. Angka kriminalitas yang tinggi di Kota Pontianak bahkan dilakukan oleh anak bawah umur, apakah masih layak dikatakan sebagai kota layak anak?
“Tergantung perhatian pemerintah dalam menyikapinya. Terutama dengan membuat tulisan atau slogan besar di setiap sudut kota, jalan-jalan utama untuk menyayangi, melindungi, dan membimbing anak. Secara perlahan menjadi peringatan pekerjaan rumah orang tua untuk melakukannya,” papar Fauziah. (kie)

Sepi dan Gelap, Digarap Dua Pria

Sanggau – Dihubungi dan diajak bertemu pria yang baru saja dikenalinya, Melati, 20, diperkosa. Wanita muda tersebut digilir dua pria di tempat sepi dan gelap, Kamis malam (11/10).
Warga Ilir Kota Sanggau tersebut melaporkan apa yang dialaminya ke kantor polisi. Kepada petugas, Melati mengatakan pelaku yang memerkosanya berinisial R dan A, warga Sanggau. Kedua pelaku masih dalam pengejaran petugas.
“Kedua pelaku melarikan diri setelah mengetahui korban lapor polisi,” kata AKP Muh Husni Ramli S SIk, Kasat Reskrim Polres Sanggau, Sabtu (13/10).
Diceritakan Melati, malam itu dia dihubungi R. Pelaku mengajaknya bertemu di kawasan Ilir Kota tak jauh dari rumahnya. Merasa kenal, tanpa curiga wanita tersebut menemui R. Kemudian mengikuti R yang mengendarai sepeda motor.
“Saya merasa tak enak karena R membawa saya di tempat gelap dan sepi. Saya langsung minta izin pulang kepada R,” ungkap Melati.
Bukannya mau mengantar Melati pulang, R justru minta wanita tersebut melayani nafsunya. Melati menolak dan berontak. Namun pelaku mengancam akan memerkosanya bersama teman-temannya yang lain. Melati jadi ketakutan dan pasrah ketika pakaiannya dilucuti dan disetubuhi R.
Setelah puas melampiaskan hasratnya, R meninggalkan Melati. Tak lama datang rekannya berinisial A. Bukan membantu, malah memerkosanya juga.
“Datang A, tapi bukan membantu saya. Malahan memerkosa saya,” ungkap Melati.
Kasat Reskrim Polres Sanggau AKP Muh Husni Ramli S SIk mengatakan jajarannya masih mendalami kasus tindak asusila ini. “Kedua tersangka masih dalam lidik petugas kita. Mereka tak ada di tempat, anggota kita sedang melakukan pengejaran,” jelas Husni. (SrY)

Rayuan Maut, Berkali-kali Bunga Disetubuhi

Pontianak – Lagi-lagi gadis bawah umur menjadi korban kejahatan asusila. Kali ini dialami Bunga, 16, korban pencabulan Muhdi, 19, pacarnya sendiri. Pelaku diringkus jajaran Polsekta Pontianak Kota atas laporan orang tua Bunga, Jumat (12/10).
Muhdi selalu meminta Bunga melayani nafsunya layaknya hubungan suami istri. Pria tersebut merayu hingga akhirnya Bunga mau saja melayaninya. Awalnya Bunga tidak memberitahukan orang tuanya. Setelah beberapa kali disetubuhi, Bunga mengadu kepada orang tuanya. Gadis tersebut mengaku berhubungan badan dengan Muhdi di ruko bangunan baru, Jalan Cenderawasih, Kecamatan Pontianak Kota.
Setelah mendengar cerita anaknya, orang tua korban melaporkan kasus pencabulan itu ke Polsekta Pontianak Kota. Hari itu juga polisi menjemput Muhdi dan menahannya. Muhdi dijerat undang-undang perlindungan anak. Dasar penangkapan dirinya, LP/4520/X/2012 tertanggal 12 Oktober 2012.
Karena ini merupakan tindak pidana terhadap anak, Polsekta Pontianak Kota melimpahkan kasus itu ke Polresta Pontianak. Bunga dan pacarnya diperiksa di ruang khusus, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). Muhdi diancam hukuman penjara selama 15-20 tahun.
“Kita sudah menerima pelimpahan kasus ini dari Polsek Pontianak Kota,” ungkap Kompol Puji Prayitno, Kasat Reskrim Polresta Pontianak.
Dikatakan Puji, kasus-kasus seperti ini sudah sering terjadi. Ini dampak kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak. Jika diizinkan pacaran, seharusnya dipantau secara ketat. Sehingga tidak terjadi kejadian seperti ini.
“Karena modal rayuan pelaku kepada korban, kejadian ini selalu terjadi,” jelas Puji. (sul)

Sabtu, 13 Oktober 2012

102 Guru Aceh Mengajar di Sanggau



SANGGAU - Sebanyak 102 guru asal Banda Aceh didatangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ke Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat. Kedatangan mereka bertujuan untuk mengajar selama setahun melalui program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar (SM3T).

Guru-guru yang datang tersebut, merupakan alumni dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Mereka disambut Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Sanggau, Yohanes Ontot, Jumat (12/10/2012) di Ruang Aula Bupati Lantai I.

"Tentunya ini sangat membantu kita. Karena tahun ini sekitar 200-300 guru di Sanggau akan pensiun, setidaknya kekurangan guru selama setahun ini bisa teratasi terutama di daerah pedalaman," jelas Kadisdikpora Sanggau, Yohanes Ontot.

Ontot mengatakan guru-guru yang datang ini dari berbagai disiplin ilmu. Ia berharap mereka mampu mengisi kekurangan guru di sekolah yang ditempatkan.

"Mereka ditempatkan di semua kecamatan. Tentu kita berharap satu tahun ini kekurangan guru bisa diatasi untuk membantu kekosongan di sekolah bersangkutan," ungkapnya.

Diungkapkan Kadis, sekitar 16 Oktober direncananya melalui program sama akan datang guru dari Padang. Jumlahnya, sebanyak 25 orang guru.

Pelajar Kelas 1 SMP ini Diperkosa Pacar



Perawan.jpg
net
Ilustrasi Perawan

SITUBONDO -  Seorang pelajar kelas 1 SMP di Situbondo, Jawa Timur, berusia 12 tahun, diperkosa kekasihnya sendiri SB (18). Akibatnya ia harus kehilangan keperawanan. SB merupakan pelajar yang masih duduk di bangku SMA.

Sebelum kejadian korban dipaksa melayani nafsu bejat pelaku saat korban berada di rumah SB di Kecamatan Banyuputih. Korban yang awalnya menolak akhirnya menyerah juga, setelah termakan rayuan maut SB.

Dalam menjalankan aksinya, SB berjanji akan menikahi siswi tersebut setelah tamat SMP nanti. Namun, niatan tersebut akan pupus, pasalnya orangtua siswi melaporkan ke pihak berwajib.

 "Laporan tentang kasus asusila dengan korban seorang siswi SMP itu sudah kami terima. Bahkan, saat ini kasus tersebut sudah ditangani unit PPA. Selain itu, korban sudah selesai divisum," kata Kasubbag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi, Rabu (3/10/2012).

Perbutan tak selayaknya itu dilakukan setelah keduanya berpacaran beberapa bulan, Selama berpacaran, SB sering menjemput korban di rumahnya. Nah, saat situasi di rumah SB sepi, pelaku mengajak korban untuk melakukan perbuatan terlarang.

Terbongkarnya perbuatan pelaku itu terjadi karena ia telat mengantar korban pulang. Hal itu membuat keluarga korban curiga dan langsung menginterogasi si gadis. Awalnya korban tidak mengaku, namun setelah didesak, korban mengaku tentang apa yang dialaminya.

Mendengar pengakuan tersebut, keluarga korban lalu melaporkan kasus perkosaan ini ke Mapolres Situbondo. "Sebagai tindak lanjut laporan orang tua korban, saat ini penyidik Unit PPA masih memintai keterangan saksi-saksi," terang Wahyudi.

Disekap Pacar dengan Kaki Dirantai


Dirantai.jpg
Ilustrasi

JAKARTA - Seorang wanita sekira 44 tahun disekap disebuah kamar tidur dengan kaki dirantai, di kediaman bandar narkoba, yang juga pacar wanita tersebut.

Penyekapan itu terungkap, saat anggota Polisi mencari barang bukti berupa narkoba di apartemen seorang pengedar di wilayah New Jersey, Amerika Serikat (AS).

Kepolisian New Jersey, menduga wanita itu telah disekap oleh Paterson Michael Mendez(42), dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Paterson sendiri merupakan anggota geng Latin Kings, kelompok kriminal pengedar narkoba ternama yang beroperasi di wilayah New Jersey.

Kepada polisi, wanita berusia 44 tahun itu, mengaku sebagai pacar Paterson. Namun tidak memberikan informasi lebih detail, mengenai identitas, maupun mengapa dirinya disekap di dalam apartemen pacarnya tersebut.

Demi kepentingan penyelidikan, petugas polisi telah membawanya ke Pusat Medis St Yusuf.
Sementara itu, Peterson, yang kini mendekam di penjara Passaic County Jail, menghadapi dakwaan dua tindak kriminal mengekang kebebasan individu, dan kepemilikan zat berbahaya yang dikendalikan dengan maksud untuk mendistribusikannya. (cnn)

Pria ini Tega Perkosa Pacar Sendiri


Perkosaan-Malaysia.jpg
Ilustrasi


PALOPO - Cantiknya paras sang pacar membuat sang kumbang terpesona. Akibatnya si Kumbang pun langsung memetik Bunga (15). kumbang nekat melakukan pemerkosaan kepada kekasihnya. Padahal Bunga  masih berusia bawah umur 15 Tahun. Ia pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, dibalik jeruji besi.
Kumbang nekat melakukan perbuatan tak senonoh, meski mengetahui kekasihnya RI (15) masih di bawah umur. Perbuatan bejatnya itulah yang membuat dia dilaporkan orang tua RI ke Polres Palopo, Sulawesi Selatan.
Dari hasil penyidikan, Kumbang terbukti  melakukan tindakan pidana menggagahi anak di bawah umur. Dia ditangkap di Kelurahan Rampoang.
Berdasarkan informasi, peristiwa kriminal itu terjadi beberapa hari lalu, saat Kumbang membawa Bunga ke kontrakannya. Dengan jurus rayuan mautnya, Kumbang berhasil membuat Bunga menyerahkan kehormatannya yang berharga. Padahal, mereka baru berpacaran dua bulan.
Namun Bunga yang ternyata tidak senang dengan perbuatan Kumbang, akhirnya mengadukan hal tersebut kepada keluarganya. Orangtua RI yang tidak terima pun akhirnya mengadukan Kumbang ke kantor polisi.
"Saya tidak menyangka kalau dilaporkan ke polisi, karena kami pacaran sudah dua bulan," ungkap Kumbang saat menjalani pemeriksaan, Jumat (12/10/2012).
Kasat Reskrim Polres Palopo Ajun Komisaris Polisi Amos Bija menjelaskan, Kumbang ditahan berdasarkan laporan keluarga Bunga yang keberatan dengan perbuatan RK menyetubuhi anaknya yang masih di bawah umur.
RK dijerat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak di bawah umur, sesuai Pasal 81. Dia terancam dipidana penjara paling lama 15 tahun.

2 ABG Mesum Gemparkan Masyarakat Kualakapuas



Video-Mesum.jpg
IST
Ilustrsi

KUALAKAPUAS - Beredarnmya video mesum yang melibatkan dua perempuan ABG dengan  seorang lelaki berumur sekitar 50 tahunan menggemparkan Kota Kualakapuas.  Saat ini Video  tersebut  sudah beredar luas melalui handphone di Kota itu. Adegan video porno tersebut, terlihat jelas rupa ketiga pemainnya yang sedang melakukan adegan panas, layaknya suami istri. Adegan itu, mereka melakukannya di sebuah ruangan dan ada tempat tidurnya.
Gatner, Ketua Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak Borneo (Koppad Borneo), ketika dimintai komentarnya, Jumat (12/10/2012) berharap  jangan sampai video itu dibiarkan terus beredar ke masyarakat.
Ia meminta kepada kepolisian, kalau ternyata benar pemeran yang ada di dalam video warga Kualakapuas, agar polisi segera menindak sesuai dengan hukum yang berlaku
Informasi diperoleh, video porno yang berdurasi sekitar 8 menit ini kabarnya mulai beredar sejak awal Oktober tahun 2012 lalu.

Modus Baru Gepeng

Pura-pura Jualan Stiker, Raup Rp 3 Juta per Bulan

Pontianak – Tingkah laku gepeng (pengemis) semakin meresahkan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak. Kendati kerap ditertibkan, dibina, hingga dipulangkan ke daerah asalnya, mereka masih saja datang kembali. Liciknya, para gepeng mempunyai modus baru agar tetap bisa mengemis.
Selasa (9/10), Satpol PP kembali mengamankan dua gepeng dan satu orang sakit jiwa. Tidak seperti biasanya, dua orang asal tanah Jawa yang diduga pengemis itu menyangkal kalau sedang meminta-minta. Berbekal kertas tempelan (stiker) bertuliskan bahasa Arab, mereka menjualnya ke rumah-rumah warga.
Anan dan Daud, pria berkemeja putih kotor itu datang ke Pontianak sekitar sebulan silam. Mereka merantau ke tanah Borneo karena ingin mengubah perekonomian keluarga. Mulai dari mengemis, hingga berpura-pura meminta sumbangan dengan menjual stiker dilakoni keduanya.
“Kami bukan pengemis. Kami juga bukan peminta sumbangan tanpa izin. Kami hanya menjual stiker bertuliskan ayat Alquran ini ke rumah-rumah warga. Maafkan kami kalau memang ada yang tidak senang,” ujar mereka saat dimintai keterangan oleh petugas di kantor Satpol PP Kota Pontianak.
Mereka mengatakan dalam sehari bisa meraup untung ratusan ribu rupiah. Sebulan bisa mencapai Rp 3 juta. “Lumayanlah untuk makan sehari-hari dan bayar rumah kontrakan yang ada di daerah Pontianak Timur,” ungkapnya.
Menurut Kasi Penyidikan dan Penyuluhan Sat Pol PP Kota Pontianak Syamsul Bahri, rekan mereka dengan modus seperti ini sebenarnya masih banyak. Satpol PP sendiri menerima laporan dari warga yang resah akan perbuatan mereka, selanjutnya akan menelusuri teman-teman mereka.
“Kita menindaklanjuti keresahan masyarakat sekitar. Selain berpura-pura menjual stiker itu, terkadang mereka juga memaksa untuk membeli. Kemudian berpura-pura untuk meminta sumbangan yang mengatasnamakan identitas sebuah masjid. Tentu ini sudah salah prosedur,” kata Syamsul.
Untuk itu, lanjutnya, meminimalisasi gepeng dan orang sakit jiwa yang meresahkan masyarakat, Satpol PP akan rutin berpatroli. Terutama memberi efek jera kepada para pengemis jalanan agar tidak datang lagi ke Pontianak. Seperti halnya memberi sanksi tipiring kepada gepeng tersebut.
“Kini kita telah mengamankan tiga orang sakit jiwa, enam gepeng, dan 12 orang peminta sumbangan tanpa izin. Itu tercatat semenjak bulan September hingga sekarang. Kami mohon jika masyarakat ada melihat aktivitas serupa, segera laporkan. Kami akan sigap menindaklanjutinya,” tegas Syamsul. (hak)

Jumat, 12 Oktober 2012

14 KPU se-Kalbar Jadi Saksi di MK


sidang-MK.jpg
Hakim MK


PONTIANAK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat akan menghadirkan seluruh KPU kabupaten/kota se Kalbar di Mahkamah Konstitusi (MK) dalam agenda sidang pembuktian. Besok, Jumat (12/10/2012), MK menggelar sidang lanjutan perselisihan Pemilukada Kalbar dengan agenda pembuktian dari pihak pemohon (MB dan Arafah) maupun termohon (KPU Kalbar) serta pihak terkait.

"Besok (hari ini) agendanya adalah pembuktian. Dalam pembuktian ini masing-masing pihak menyampaikan bukti tertulis seperti surat, maupun saksi. Kita meminta Panwaslu dan KPU kabupaten/kota se Kalbar untuk bersaksi, serta ada sekitar 40 bukti atau berkas surat yang akan diserahkan," kata Nazirin kepada Tribunpontianak.co.id, saat dihubungi, Kamis (11/10/2012).

Ditambahkannya, keterangan dari para saksi yakni KPU kabupaten/kota se Kalbar diharapkan bisa menjelaskan mekanisme tentang setiap tahapan yang telah disosialisasi. Yakni berkenaan dengan perekrutan anggota penyelenggara, penyerahan DPS dan kemudian penetapan DPT.

"Sebenarnya kami melihat apa yang digugat oleh pihak pemohon tidak ada yang signifikan. Semuanya sudah sesuai dengan Undang- undang dan sangat jelas. Berkaitan dengan Armyn Alianyang, Undang-undang juga sudah menjelaskan cukup dengan surat pernyataan permohonan pengunduran diri, sesuai pasal 59 huruf G," jelasnya.

Terpisah, kuasa pemohon pasangan gubernur dan wakil gubernur Morkes - Burhanudin A Rasyid, Syamsir, menuturkan siap membuktikan pencalonan Armyn Alianyang melanggar Undang-undang. Dikatakannya, pembuktian ini akan diterangkan dalam sejumlah saksi ahli yang akan memberikan keterangan.

Jokowi Punya 15.059 Relawan



Tim-senyap.jpg
ISTIMEWA
Tim senyap pemenangan Cagub dan Cawagub Jokowi-Ahok


JAKARTA - Sukses Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilgub DKI Jakarta bukan semata karena kehebatan daya magnet sosok keduanya. Tim sukses dan relawan yang solid pun sangat besar andilnya. Mereka tim rahasia yang memimpin gerakan bawah tanah.

Pasangan ini misalnya ditopang "tenaga" lain yang terus bekerja keras mengawal pertarungan dalam memperebutkan DKI 1. Para relawan ini jumlahnya tidak tanggung-tanggung, mereka beranggotakan 15.059 relawan, sama dengan jumlah tempat pemungutan suara.

Tim relawan berada di bawah pengawasan 42 koordinator di tingkat kecamatan, dan 706 yang berada di tingkat kelurahan. Sebagian besar menyebar tim berada di lapangan, kelurahan dan kecamatan di DKI Jakarta, di lima kotamadya dan satu kabupaten, yakni Kepulauan Seribu.

Menurut Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasbi yang sekaligus bertindak sebagai koordinator tim relawan, mereka juga dibantu oleh tim operator sebanyak 150 orang yang terus memantau di Pusat Data Jakarta Baru.

Tim operator direkrut sangat ketat, dan dilatih selama 3 bulan lebih. Kerahasiaan dijaga, agar tidak terjadi pengkhianat, yang menyeberang ke kubu lawan, Foke - Nara. Tugas tim operator ini juga tidaklah mudah. Mereka harus mengakomodir 15.095 laporan tim yang beroperasi di lapangan selama berjam-jam. (tribunnews/nicolas emanuel manaffe)

Pengunduran Diri Jokowi Tunggu Sidang DPRD




SEMARANG - Surat pengunduran diri Gubernur DKI terpilih, Joko Widodo selaku Wali Kota Surakarta belum diterima Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Kami menunggu hasil sidang paripurna DPRD Surakarta yang membahas mengenai usulan pengunduran diri tersebut," kata Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah Siswo Laksono di Semarang, Minggu (30/9/2012).

Dikatakannya, sesuai dengan peraturan perundang-undangan, pengunduran diri Wali Kota Surakarta harus ditetapkan dalam sidang paripurna DPRD. "Semua tergantung sidang paripurna DPRD," ujarnya.

Hasil sidang paripurna itu disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk diteruskan kepada Menteri Dalam Negeri.

Secara terpisah, anggota DPRD Jawa Tengah Hadi Santoso meminta berbagai program pembangunan Kota Solo harus tetap berkelanjutan, setelah ditinggal Joko Widodo.

"Wakil wali kota yang akan melanjutkan jalannya pemerintahan harus mampu menjaga penyelesaian berbagai target pembangunan yang sudah direncanakan," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera ini.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta menetapkan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama sebagai pemenang Pemilihan Kepala Daerah 2012 putaran kedua.

Pasangan tersebut meraih 53,82 persen suara, mengungguli pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang meraih 46,17 persen suara. Pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih itu rencananya akan dilantik pada 7 Oktober 2012.

Anggaran Pelantikan Rp 550 Juta, Jokowi Geleng Kepala



JAKARTA - Anggaran pelantikan Gubernur Jakarta terus menuai kontroversi. Kritik keras terus dilayangkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta terkait alokasi anggaran pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2012-2017.

Pasalnya, setelah sempat dipangkas setengahnya menjadi Rp 499 juta, kini anggaran itu kembali meningkat menjadi sekitar Rp 550 juta. Terkait hal ini, Jokowi pun geleng-geleng kepala saat ditanyakan tanggapannya soal pelantikan mewah untuk dirinya itu.

"Dulu kan sempat Rp 1 miliar, lalu saya ngomong turun jadi Rp 400 juta. Terus sekarang naik lagi?" tanya Jokowi heran, Selasa (2/10/2012) malam saat dijumpai di Balai Kartini, Jakarta.

Menurut Jokowi, dirinya memang tidak memiliki hak untuk meminta pemotongan anggaran itu. Namun, ia berharap agar pelantikan untuk dirinya dan pasangan cagub, Basuki Tjahaja Purnama, dilakukan sesederhana mungkin.

"Kemarin saya bilang sederhana, sekarang saya berharap sesederhana mungkin. Saya nggak mau diminta sebut angka-angkanya berapa," kata Jokowi lagi.

Wali Kota Solo yang saat ini dalam proses pengunduran diri itu menilai anggaran pelantikan yang cukup besar sebaiknya dialihkan untuk program-program bagi rakyat. "Ya kan bisa dialihkan untuk hal lain seperti keamanan yang kira-kira menyangkut ke rakyat, bukan ke saya," ujar Jokowi.

Seperti dibertakan sebelumnya, alokasi dana pelantikan gubernur terpilih dianggarkan Rp 822.000.000 dalam APBD 2012. Kemudian meningkat menjadi Rp 1,05 miliar dalam APBD Perubahan 2012. Selanjutnya, anggaran tersebut dikurangi menjadi Rp 622.000.000 dan kembali dipangkas menjadi Rp 499.407.000 setelah melalui berbagai pembahasan dengan berbagai pihak. Namun, jumlah ini kembali naik menjadi Rp 550 juta.

Sekretaris DPRD DKI Jakarta, Mangara Pardede, membenarkan adanya penambahan alokasi dana pelantikan gubernur terpilih. Penambahan ini berhubungan dengan masalah hiburan yang akan ditampilkan saat acara pelantikan.

"Nantinya kami akan sewa paduan suara dari UI dan sound system sekitar Rp 25.000.000. Kemudian Keroncong Tugu juga jadi ditampilkan dengan biaya sekitar Rp 20.000.000," kata Mangara saat dijumpai di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Senin (1/10/2012).

Ia mengungkapkan bahwa keputusan untuk kembali mengundang Keroncong Tugu sudah melalui pertimbangan yang matang. Menurutnya, keroncong tugu tetap digunakan mengingat grup musik ini memiliki nilai historis tersendiri.

"Tambahannya untuk sementara itu, tapi dipastikan tak akan ada artis. Undangan rencananya 800 orang sesuai dengan kapasitas ruang paripurna," ujar Mangara. (*)

Pelantikan Jokowi-Ahok 15 Otober



JAKARTA - Setelah menunggu beberapa lama akhirnya Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama segera dilakukan pelanttikan. Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2012-2017 tersebut dipastikan akan digelar pada Senin (15/10/2012) pekan depan.

Hal itu ditetapkan dalam rapat Badan Musyawarah DPRD DKI yang baru saja selesai digelar siang ini di Gedung DPRD DKI Jakarta. Wakil Ketua DPRD DKI Inggard Joshua menjelaskan, penentuan hari pelantikan itu berdasarkan pada surat Keputusan Sekretariat Negara tertanggal 8 Oktober 2012 tentang pemberhentian Gubernur DKI sebelumnya Fauzi Bowo.

"Sudah diputuskan bahwa pelantikan akan dilaksanakan Senin, 15 Oktober," kata Inggard saat ditemui seusai menggelar rapat bersama Bamus DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (11/10/2012).

Ia melanjutkan, acara pelantikan dimulai pada pukul 10.00-12.55 WIB di Gedung DPRD DKI Jakarta. Panitia pelantikan bakal menggelar geladi kotor pada Jumat (12/10/2012) siang dan gladi bersih pada satu hari sebelum hari H pelantikan, yakni Minggu (14/10/2012) pagi. "Semuanya sudah disiapkan dan undangan akan segera kami kirim," ujar Inggard.

Para tamu undangan yang hadir dalam acara pelantikan akan dibagi menjadi dua. Sebagian ditempatkan di dalam ruang sidang paripurna DPRD DKI Jakarta dan sisanya menyaksikan melalui TV plasma di lobi utama Gedung DPRD. (*)

9 Televisi Siarkan Pelantikan Jokowi-Ahok



Jokowi-Ahok.jpg
Kompas.com
Pasangan Jokowi-Ahok


JAKARTA - Setelah sempat molor dua kali, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta memastikan pelantikan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, gubernur dan wakil gubernur DKI terpilih periode 2012-2017, digelar hari Senin, 15 Oktober, di Ruang Rapat Paripurna DPRD DKI. Acara digelar sederhana.

Dalam rapat Badan Musyawarah DPRD DKI Jakarta, Kamis (11/10/2012), rangkaian acara pelantikan sejak pukul 10.00 hingga pukul 12.55 sudah disusun secara detail. Acara diawali dengan kedatangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) serta pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama, diakhiri acara ramah-tamah.

”Berdasarkan surat keputusan Presiden tanggal 9 Oktober dan telegram dari Kementerian Dalam Negeri, diharapkan DPRD DKI Jakarta mengadakan rapat paripurna istimewa untuk melantik gubernur dan wakil gubernur terpilih,” kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua seusai rapat.

Sebanyak 2.000 undangan telah disebar. Di dalam ruang rapat ditempatkan 850 tamu undangan, selebihnya ditempatkan di luar ruang rapat. Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan mantan Wakil Gubernur Prijanto juga diundang dalam pelantikan dan memastikan akan datang.

Acara pelantikan akan digelar secara sederhana dengan anggaran Rp 500 juta, sebelumnya sempat dianggarkan Rp 1 miliar.

”Prinsipnya tidak menghamburkan anggaran. Acaranya sederhana, tetapi tentu tidak lebih jelek dari provinsi lain,” ujar Inggard.

Siaran langsung 9 televisi
Mengingat tingginya minat warga yang ingin menyaksikan pelantikan, Inggard mengimbau agar masyarakat menyaksikan pelantikan dari layar televisi.

”Ada sembilan stasiun televisi yang menyiarkan secara langsung. Bagi yang tidak tertampung, bisa menyaksikan dari rumah,” ujarnya.

Inggard juga memastikan tidak akan ada penutupan Jalan Kebon Sirih saat pelantikan. Guna mengatur lalu lintas dan mengantisipasi kemacetan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Sekretaris DPRD DKI Jakarta Mangara Pardede mengatakan, pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih merupakan pelantikan pejabat tingkat provinsi. Karena itu, pejabat partai yang diundang pun pada level provinsi. ”Kalau menghadirkan pimpinan partai tingkat pusat, itu bagian dari undangan partai,” katanya.

Sebanyak 20 undangan juga diberikan kepada Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, tempat Jokowi menjabat sebelumnya.

Pelantikan Jokowi-Basuki sempat tertunda dua kali. Semula, keduanya akan dilantik pada 7 Oktober seiring dengan habisnya masa jabatan gubernur lama. Jadwal itu mundur dengan alasan administrasi belum beres. Pelantikan sempat diundur lagi 12 Oktober, tetapi batal karena bertepatan acara Mendagri. (*)

Kadisdik: Tingkatkan Pembinaan Moral



SINTANG - Kepala dinas pendidikan Kabupaten Sintang Kalimantan Barat Drs YAT Lukman Riberu mengatakan terkait persoalan seks bebas yang melibatkan siswa usia sekolah di wilayah tersebut pihaknya sudah mengabil tindakan tegas. Tidak hanya melihat kenakalan remaja yang mengarah kepada kriminal agar pihak keamanan melakukan tindakan.

"Kita lihat menteri pendidikan sendiri sudah tegas dan sanksi terhadap sekolah, untuk itu saya minta semua sekolah yang berkaitan dengan pendidikan agama dan karakter, tolong ditingkatkan apalagi guru yang berkenaan dengan bimbingan dan konseling. Jika konseling ini berjalan dengan baik saya yakin apapun permasalahan siswa bisa dideteksi secara dini," ujar Lukman, Kamis (11/10/2012)

Selain itu, ia juga berharap kepada guru untuk memanfaatkan waktu diluar jam pelajaran untuk menggiatkan ekskul di sekolah, sehingga mengurangi waktu anak- anak untuk berbuat yang tidak- tidak.

Terkait dengan siswa yang banyak drop out karena hamil diluar nikah, Lukman mengakui pihaknya belum mendapatkan data terkait hal tersebut, namun apabila hal tersebut telah terjadi, ia mengajak semua untuk memperhatikan permasalahan tersebut dan tak saling menyalahkan.

60 Persen ABG Hamil Lakukan Aborsi


Aborsi1.jpg
NET
Ilustrasi aborsi

SINTANG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Kalimantan Barat mengaku cukup terkejut dengan survey yang dilakukan terhadap perilaku seks bebas di wilayah ini. Dimana hasilnya 60 persen perilaku seks bebas berakhir dengan menggugurkan kandungan (aborsi).

Survey tersebut dilaksanakan oleh Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia  (SKRRI) yang dilakukan 2007, Kalbar merupakan satu diantara lokasi Survei tersebut.

"Angka- angka yang dihasilkan dari survey tersebut mengejutkan sekaligus memperihatinkan bagi kita semua pihak yang peduli terhadap generasi bangsa," ungkapnya, Kamis (11/10/2012).

"Dikatakan bahwa selama pacaran minimal sudah melakukan petting, 6 persen remaja putri  yang pacaran sudah petting, 19 persen untuk remaja laki-laki. Selain itu remaja yang pacaran sudah melakukan hubungan seksual, satu persen dari remaja yang melakukan hubungan seksual hamil, dan 60 persen berakhir dengan aborsi," kata Marcus.

Menurutnya, masalah yag terjadi saat ini merupakan tanggung jawab semua pihak untuk mengatasi hal tersebut. Ia mengatakan kesehatan melihatnya dari segi bahaya apabila remaja sudah aktif melakukan hubungan seks sebelum mereka menikah.

Dari yang sederhana tentunya adalah penyakit menular seksual, dan kehamilan dikalangan remaja putri secara fisik belum siap untuk hamil. Selain itu hamil di usia muda sangat beresiko.

"Berdasarkan hasil penelitian apabila wanita hamil di bawah usia 20 tahun itu resiko kematiannya 2-4 kali lebih tinggi bila dibandingkan dengan wanita yang hamil diatas 20 tahun. Tentu ini tantangan buat kita guna menekan angka kematian ibu dan bayi, bagaimana cara kita memberikan pemahaman kepada remaja bahwa seks diluar nikah banyak bahayanya," jelas Marcus.

Sekelas DO Sekolah Karena Hamil



siswi-hamil23.jpg
Ilustrasi
Siswi Hamil

SINTANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Kalimantan Barat meminta semua pihak waspada terhadap  merebaknya masalah free seks  dan dekadensi moral di kalangan remaja di wilayah ini, seiring berhembusnya kabar bahwa dalam setahun diperkirakan kurang lebih satu kelas siswa SMA drop out sebab hamil di luar nikah.

"Berawal dari rapat komisi kesehatan reproduksi kabupaten yang dilanjutkan dengan  kespro remaja bagi guru BP. Masukan atau input dari beberapa sekolah di wilayah Merakai ada yang mengatakan bahwa setiap tahun kalau dihitung dari kelas satu sampai kelas tiga drop aut karena hamil di luar nikah kurang lebih satu kelas. Kajadian serupa juga terjadi di beberapa sekolah," ujar  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Marcus Gatot Budi.

Dari masukan yang diinput dari beberapa sekolah ini artinya jika dianalisa bahwa diremaja Sintang sudah melakukan hubungan seks sebelum  menikah. Tentunya ini tak hanya bertentangan dengan norma- norma masyarakat akan tetapi juga bertentangan dengan norma agama.

Dan saya juga membaca buku survey kesehatan reproduksi remaja Indonesia  (SKRRI) yang dilakukan 2007, Kalbar merupakan satu diantara lokasi Survei tersebut.

Kualitas Tontotan Pengaruhi Mental Siswa




SINTANG - Kepala SMPN I Sintang Kalimantan Barat Hj Marthalena M Pd menilai terjadinya kasus seks bebas di kalangan remaja yang berimbas pada kasus aborsi satu di antaranya diakibatkan banyaknya tontonan yang disajikan yang kurang baik bagi pelajar. Termasuk aksi demo yang anarkis, dan kesenjangan sosial yang terlalu ditonjolkan. Sehingga siswa banyak yang ikut- ikutan.

"Untuk mengatasi hal ini harus ada kerjasama dengan orangtua murid, sebab keterlibatan orangtua sangat penting untuk tauladan bagi anak-anaknya. Terkadang kita sedih juga melihat tayangan- tayangan di  media yang banyak menampilkan hal- hal yang kurang baik untuk di contoh," ujar Marthalena, Kamis (11/10/2012).

Guna menekan terjadinya dekadensi moral siswa, pendidikan karakter tetap ditanamkan terhadap siswa. Tak hanya itu pihaknya juga merancang beberapa kegiatan lain guna membimbing siswa agar lebih baik, karena bimbingan dan penyuluhan di sekolah belum dianggap cukup untuk pembinaan karakter.

Selain itu pihak sekolah juga mengarahkan kegiatan- kegiatan ekstra kulikuler untuk pengembangan bakat dan minat siswa, sehingga tak banyak waktu luang untuk hal- hal yang tak diinginkan.

"Selain itu kita juga menjalin kerjasama dengan pihak kepolisian untuk melakukan razia dan penyuluhan  kepada siswa di sekolah," tutur Marthalena.

Kamis, 11 Oktober 2012

Cari Rumus Tangkap Novel

Samad vs Timur Bahas Novel dan Tiga Tersangka

KPK vs Polri
ZMS
Jakarta – Apakah pidato arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bukan basa-basi? Mabes Polri ternyata jalan terus dengan upaya menarik lima penyidiknya yang masih bertahan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk Kompol Novel Baswedan.
“Aturan itu akan direvisi, ini masih bisa dikoordinasikan, mungkin pihak ESDM KPK dan Polri akan bisa bersinergi,” ungkap Kadiv Humas Polri Brigjen Suhardi Alius di Mabes Polri, Selasa (9/10).
Suhardi mengingatkan kembali penyidik Polri yang ingin menjadi karyawan KPK, harus mengundurkan diri. “Harus mengundurkan diri, baru jadi pegawai KPK. Tapi itu kita atur kemudian. Kita koordinasikan supaya lebih smooth,” dalihnya.
Begitu pun perihal Kompol Novel, Suhardi mengatakan Polri akan mempertimbangkan pidato presiden Senin (8/10). Presiden menegaskan, langkah yang dilakukan penyidik Bengkulu untuk menangkap penyidik KPK Kompol Novel yang memeriksa Irjen Pol Djoko Susilo, itu momentumnya tidak tepat. “Polri akan merumuskan kembali waktu dan caranya lebih beretika,” ujarnya.
Meski sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan penembakan, Kompol Novel Baswedan masih berstatus penyidik aktif di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Juru bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo dalam konferensi pers di kantornya mengatakan Novel tetap bekerja. “Sampai hari ini kami (KPK) masih menganggap Novel penyidik,” ujar Johan Budi, Selasa (9/10).
Bahkan Kompol Novel tetap masih diberikan amanat oleh Abraham Samad sebagai Ketua Satgas Penyidik yang menangani kasus korupsi Simulator SIM di Korlantas Polri.
Hanya saja Johan enggan menjelaskan di mana keberadaan Novel saat ini. Tapi dipastikan olehnya, Novel tak berada dalam safe house. “Dia tetap bekerja seperti biasa,” tandasnya.
Kasus Novel yang diduga menembak kaki tersangka pencuri sarang walet, 2004 silam, itu dibuka kembali setelah KPK selesai menggelar pemeriksaan Irjen Pol Djoko Susilo terkait dugaan korupsi Simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) Korps Lalu Lintas Polri, Jumat pekan lalu.
Sekitar tiga jam setelah pemeriksaan Djoko Susilo, sejumlah perwira Polri menggeruduk KPK meminta Novel Baswedan diserahkan. Namun upaya penangkapan itu gagal karena ditolak pimpinan KPK.

Pedoman Polri

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah memberikan tanggapan resmi mengenai rencana penangkapan penyidik KPK Novel Baswedan oleh Polri. Menurut Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, koreksi Presiden SBY harus dijadikan pedoman bagi Polri.
“Presiden memberikan koreksi itu yang harus dijadikan pedoman oleh kepolisian,” jelas Denny ditemui seusai menghadiri diskusi bersama Ombudsman RI di Resto Platters, Jalan HR Rasuna Said, Jaksel, Selasa (9/10).
Mengacu pada pidato SBY, Guru Besar UGM itu kembali menegaskan bahwa kesalahan Polri dalam hal ini adalah salah memilih waktu dan cara tindakan dalam mengusut kasus penganiayaan berat yang membelit Novel ketika masih berdinas di Polda Bengkulu pada tahun 2004.
“Saya pikir presiden memberikan dua clue, ya, bahwa waktu untuk melakukan tindakan dan cara untuk melakukan tindakannya tidak tepat,” imbuhnya.
Denny menambahkan, mengenai kelanjutan penanganan kasus itu bukan presiden yang menentukan melainkan Polri sendiri. Presiden hanya memberikan koreksi dan pihak Polri-lah yang harus segera menindaklanjuti.
“Apakah dilanjutkan atau tidak? Tentu bukan presiden yang menentukan berhenti atau tidak tetapi itu koreksi yang diberikan dan saya kira jelas arahannya,” pungkasnya.
Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai upaya itu tidak tepat saat ini.
“Adalah tidak tepat jika ada tindakan untuk memproses penyidik KPK Kompol Novel Baswedan atas dugaan kasus penganiayaan 8 tahun lalu saat ini tidak tepat, timing-nya tidak tepat, dan caranya pun tidak tepat,” ujar SBY dalam jumpa pers Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (8/10).

Samad bertemu Timur

Presiden SBY sudah memberikan mandat kepada KPK untuk menangani kasus korupsi simulator SIM di Korlantas Polri. Jubir KPK Johan Budi SP mengatakan pihaknya akan melanjutkan pertemuan dengan Mabes Polri.
Pertemuan itu rencananya akan membahas antara lain soal tiga tersangka korupsi simulator SIM yang sama-sama ditangani oleh dua instansi penegak hukum itu.
Selain itu, nasib Komisaris Polisi Novel Baswedan terkait dugaan penganiayaan kepada enam pencuri sarang burung walet di Bengkulu, Sumatera Selatan, 2004 juga akan dibahas di sana.
“KPK akan melakukan koordinasi secepatnya. Dalam pekan ini sudah ditindaklanjuti koordinasi itu,” kata Johan Budi di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (9/10).
Dalam pertemuan itu, kata Johan, KPK juga akan turut melibatkan Kejaksaan Agung (Kejagung). Alasannya, berkas pemeriksaan tiga tersangka yang sedang diperebutkan itu sudah dilimpahkan polisi ke kejaksaan.
“Karena sebagian berkas sudah dilimpahkan ke kejaksaan tentu akan ada koordinasi lebih lanjut,” terang Johan.
Selebihnya, Johan mengatakan dalam pertemuan itu pihaknya bersama Polri juga akan membahas pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Termasuk mengenai pembaruan MoU KPK dan Polri.
“Mengenai MoU kemudian PP tentu akan ditindaklanjuti KPK dalam segi biro hukumnya tentu akan duduk bersama dengan Polri dan Menpan,” imbuhnya.
Pada kasus Simulator SIM Korlantas Polri, KPK telah menetapkan status tersangka atas empat orang yang diduga melakukan korupsi, pada 27 Juli lalu.
Masing-masing Inspektur Jenderal Djoko Susilo, Brigadir Jenderal Didik Purnomo, Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA) Budi Susanto, dan Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia, Sukoco S Bambang.
Belakangan, tiga dari empat tersangka versi KPK itu juga ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Mereka adalah Brigadir Jenderal Didik Purnomo, Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA) Budi Susanto, dan Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukoco S Bambang.
Di kasus itu, polisi juga menetapkan dua perwiranya, AKBP Teddy Rusmawan dan Kompol Legino. Nah, yang ramai jadi pembicaraan publik adalah “tukar guling” kasus antara KPK dan Polri. Inilah bakal karut-marut atau kalang kabut? (RMOL/dem/RK)