Memuat berita dan informasi dari berbagai sumber yang bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan dan informasi bagi para pengunjung blog ini.
Memberi ruang bagi pengunjung blog ini untuk memuat berita dan informasi yang bermanfaat bagi para pengunjung lain blog ini. Selamat berkunjung dan membaca di blog ini, semoga bermanfaat.
Terima kasih.
JEMBER
- Program sosialisasi kondom yang digelar Menteri Kesehatan Nafsiah
Mboi ditolak oleh anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jember, Jawa
Timur. Penolakan itu disampaikan dalam aksi demontrasi Kamis
(28/6/2012).
Penolakan disampaikan dalam bentuk yel-yel dan orasi di sepanjang jalan protokol yang dilalui barisan HTI.
Sosialisasi
kondom, ucap Ustad Hadi, merupakan bagian dari upaya melegalisasi
adanya seks bebas. Sosialisasi itu bisa merusak generasi muda mendatang.
Sikap HTI Jember, secara tegas menolak program kondom Menteri
Kesehatan.
Aksi HTI yangmengenakan seragam putih hitam, menarik
perhatioan warga pengguna jalan di sekitar Jalan Sumater, Jalan
Kalimantan, Jalan Jawa, dan Jalan Bengawan Solo.
HTI mengecam
keras rencana Menteri Kesehatan untuk mengampanyekan pemakaian kondom,
yang berdalih untukmenekan aborsi dan kehamilan yang tidak diinginkan.
Hal itu justru memicu terjadinya seks bebas.
Juru bicara HTI menegaskan, sebagai negara muslim terbesar di dunia jangan sampai para pemimpin mengadopsi pola pemikiran barat.
Aksi demo ratusan warga HTI itu mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Namun peserta aksi berbaris secara tertib.
MAKASSAR
- Pengguna alat kontrasepsi, termasuk jenis kondom oleh pasangan usia
subur di Kota Makassar hingga bulan September 2012 ini tercatat mencapai
66, 37 persen. Dari 185.900 pasangan usia subur, sebanyak 123.384 di
antaranya menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan dengan
pasangannya.
Data itu disampaikan Wali Kota Makassar, Ilham Arief
Sirajuddin saat memberikan sambutan pada acara Genre (Generasi
Berencana) Goes to School yang digelar oleh Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di SMA 5 Makassar, Jl Taman Makam
Pahlawan, Makassar, Selasa (23/10/2012).
"Angka ini menunjukkan
bahwa kesadaran mengikuti program keluarga berencana oleh pasangan usia
subur di Makassar cukup menggembiran," ujar Ilham.
Dalam kegiatan
ini, diselenggarakan pula lomba yel-yel genre, lomba majalah dinding,
serta berbagai bentuk aktivitas Pusat Informasi Konseling Remaja.
Deputi
bidang KS-PK BKKBN, Sudibyo Alimoeso saat berbicara menjelaskan bahwa
saat ini di Indonesia, 20,9 persen remaja mengalami kehamilan sebelum
menikah dan kelahiran setelah menikah.
NUNUKAN -
Praktik pelacuran di kalangan pelajar di Nunukan, Kalimantan Timur. Hal
ini terungkap dari percakapan dengan seorang pekerja seks komersial
pelajar kepada awak media, Senin (22/10/2012).
Mengejutkan,
sorang wanita yang masih belia yang namanya dirahasiakan ini mengaku
biasa menjajakan layanannya melalui setidaknya dua mucikari dan ada juga
lewat situs jejaring sosial Facebook, maupun layanan pesan singkat SMS.
Tarif layanan pelajar inipun dipatok tinggi, untuk sekali
kencan, mulai dari Rp 400.000 hingga Rp 1 juta untuk sekali kencan.
Rasia itu pun tersimpan dengan rapi agar tidak diketahui kedua
orangtuanya. "Jangan sampai tahulah orang tua. Kalau ada 'pesanan' saya
bilang ada tugas sekolah," ungkap sang gadis.
Malah guru juga suka merayu. Padahal mereka kan harus memberikan contoh kepada muridnya Akibat
kondisi ini pula, layanan mereka hanya bersifat "short time". Para PSK
'anak baru gede' ini tidak bisa diajak bermalam oleh para pelanggannya.
Lantas,
untuk apa uang pelacuran itu dipakai? "Beli barang, bisa beli BB
(BlackBerry). Beli baju, peralatan untuk perawatan luar dan dalam.
Pokoknya duitnya buat senang-senang," kata perempuan siswi kelas III
sebuah SMA di Nunukan itu.
Dia mengaku sudah setahun belakangan
bergelut dengan aktivitas "sampingannya" itu. Meskipun menikmati
kehidupannya, dia mengaku perilakunya ini tak lepas dari kurangnya
perhatian orang tua maupun guru.
Ia memberikan contoh, ada
sejumlah guru yang curiga dengan perilaku mereka di sekolah. Namun
bukannya memberikan nasihat, tapi guru-guru malah ikut menggoda. "Malah
guru juga suka merayu. Padahal mereka kan harus memberikan contoh kepada
muridnya," ujarnya.
Dia juga mengaku mempunyai niat untuk
berhenti dari perilaku menyimpangnya itu. Namun belum sekarang. Sebab
selain bisa mendapatkan kepuasan, ia juga masih memerlukan uang untuk
memenuhi kebutuhan hidup. "Kalau bisa teman-teman jangan sampai kayak
saya. Masa depan kalian masih panjang," ujarnya
Pontianak
– Otonomi daerah itu berada di kabupaten/kota yang punya wilayah
(daerah), penduduk, dan keterwakilan rakyat. Pemerintah provinsi tak
memiliki daerah selain wilayah administratif.
Sebaiknya, dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pilkada yang
segera dibahas Kemendagri bersama DPR RI, gubernur ditunjuk (sebagai
wakil) pusat dan wakil gubernur tidak dipilih.
“Tidak setuju gubernur ditunjuk pemerintah pusat (pempus). Cukup
diperbaiki apa yang menjadi kekurangan atau kelemahan pemilihan langsung
selama ini. Karena gubernur dipilih langsung ada pengakuan dari
rakyat,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar Suryadman Gidot SPd,
menjawab Rakyat Kalbar, Senin (22/10).
Gidot takut pusat menunjuk bukan orang daerah sebagai gubernur
sehingga sulit menghindari konflik kepentingan. “Pemilihan langsung kan
masih baru, di Kalbar baru dua kali. Jadi menurut saya cukup diperbaiki
saja kekurangan dari pemilihan langsung itu,” tambah Gidot.
Bupati Bengkayang ini malah mengusulkan agar jabatan presiden,
gubernur, bupati, dan walikota cukup satu kali saja dipilih dengan masa
jabatan 10 tahun.
Alasannya, penghematan uang rakyat untuk penyelenggaraan pesta
demokrasi. Juga agar visi misi dan program kepala daerah terpilih
berjalan efektif. Alasan klasik yang disebutnya, masa satu kali jabatan
tidak efektif.
“Tahun pertama pascaterpilih membuat program kerja, tahun kedua
sosialisasi dan pendekatan program, tahun ketiga dan keempat
pelaksanaan, dan tahun terakhir sudah pemilihan lagi. Itu kan tidak
efektif,” katanya.
Keinginan Gidot malah bukan hanya gubernur saja yang ditunjuk, bupati
dan walikota sama juga. Namun dia menyarankan perlunya penelitian dan
kajian mendalam.
Kemunduran
Ketua DPRD Kubu Raya Sujiwo juga tidak setuju jika gubernur ditunjuk
langsung oleh pusat yang diwacanakan Kemendagri dengan pertimbangan
berbagai kepentingan nasional.
“Kita ini kan mengacu pada sistem keterwakilan, jika kepala daerah
ditunjuk oleh pusat tentunya merupakan proses kemunduran demokrasi. Dan
kemerosotan dalam dunia politik kita,” katanya kepada Rakyat Kalbar via
telepon selular, Senin (22/10).
Sujiwo menilai proses pemilihan kepala daerah sekarang ini sudah baik
karena proses demokrasi seperti ini merupakan unsur keterbukaan
masyarakat.
Namun jika terkait pemilihan wakil baik wakil gubernur, wakil
bupati/walikota, dia sangat setuju demi menyelaraskan kinerja mereka ke
depan.
“Karena memang selama ini di Kalbar ada beberapa daerah yang kepala
daerah dan wakilnya yang tidak bisa bekerja sama. Asalkan itu melalui
proses dan pasangan yang diajukan ke DPR menyetujuinya,” ucapnya.
Sujiwo menjelaskan, untuk Kalbar yang multietnis dan agama ini tidak
masalah jika kepala daerah terpilih memilih langsung wakilnya baik dari
golongan dan kalangan.
“Kalau dari Partai PDI-P sendiri dalam melihat pemimpin itu tidak
dilihat dari suku dan agama, tetapi kita melihat secara nasionalis.
Intinya asalkan mereka yang dicalonkan memenuhi persyaratan. Biarpun dia
dari kalangan birokrasi, agama, dan lainnya,” ucapnya. (jul/fiq)
Pontianak
– Wacana agar gubernur ditunjuk pemerintah pusat, atau DPR RI
menginginkan dipilih oleh DPRD sepertinya bakal alot dan panjang yang
sulit terlaksana 2013.
Menurut Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, dalam Rancangan
Undang-Undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) terdapat beberapa
pasal krusial yang perlu didiskusikan saat pembahasan dengan DPR RI.
Salah satu pasal-pasal yang krusial itu mengenai apakah gubernur
dipilih langsung atau ditunjuk pemerintah pusat. Pengamat politik dari
Universitas Tanjungpura DR Zulkarnaen mendukung jika gubernur itu
ditunjuk langsung oleh pusat.
“Gubernur itu merupakan wakil pemerintah pusat di daerah. Bisa jadi
ditunjuk langsung oleh pusat, dan hal ini baik. Mengingat sekarang ini
otonomi daerah diletakkan di kabupaten/kota,” ungkap Zulkarnaen kepada
Rakyat Kalbar, Senin (22/10).
Pola ini menurutnya lebih cocok. Bahwa gubernur itu tidak memiliki
wilayah, melainkan administratif saja. Sementara yang menguasai wilayah
dengan penduduknya ada pada kabupaten/kota. Sehingga tidak terjadi
friksi ataupun kepentingan politik antara gubernur dengan
bupati/walikota di setiap pilkada.
Seharusnya, kata Zulkarnaen, pemprov harus bisa mengoordinasikan
pemerintahan dengan daerah. “Kenyataannya, koordinasi masih kurang,
terlihat dengan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar. IPM
tidak bisa diselesaikan sendiri oleh gubernur, tetapi harus kerja sama
yang baik dengan pemerintah kabupaten/kota,” katanya.
Di sisi lain, keharusan solidnya antara pusat dan daerah agar program
bisa sejalan. Kini kenyataan bahwa gubernur mengangkat kepala dinas
yang bekas terpidana korupsi saja pusat tidak tahu.
“Jadi, jika gubernur dipilih langsung oleh pusat akan lebih mudah
mengendalikannya. Beberapa persoalan krusial di daerah diperlukan
seorang gubernur yang bisa mengendalikan pemerintah yang ada di
kabupaten/kota. Tetapi jika gubernur dipilih langsung oleh masyarakat,
ujung-ujungnya sama-sama punya kepentingan. Kan sudah terbukti,”
katanya.
Zulkarnaen juga menyetujui dan mendukung jika wakil gubernur, bupati,
dan walikota itu dipilih oleh calon setelah dinyatakan menang. Karena
tidak sedikit antara yang nomor satu dan wakilnya pecah kongsi. Belum
lagi ada wakil yang ditempatkan posisinya sebagai ban serep saja.
“Setelah terpilih baru menentukan siapa yang layak untuk menjadi
pendampingnya. Karena selama ini memilih wakil hanya untuk memenangkan
pertarungan,” ujarnya.
Ketika ditanyakan, apakah hal itu tidak akan memengaruhi kinerja
seorang gubernur atau kepala daerah, bahkan yang dikhawatirkan wakil
yang ditunjuk orang terdekatnya atau bisa saja akan muncul kesukuan,
Zulkarnaen dengan tegas menyatakan tidak mesti seperti itu. Seorang
pemimpin yang sudah terpilih pasti memikirkan bagaimana nasib
kepemimpinan lima tahun ke depan.
“Dia harus mampu mempertanggungjawabkan kepemimpinannya lima tahun ke
depan. Sehingga pemikirannya tidak sesempit yang dibayangkan. Kinerja
dan kemampuan harus menjadi dasar pertimbangan,” jelasnya.
Ia juga menyarankan wakil kepala daerah itu berasal dari birokrasi.
Hal itu lebih profesional. “Pembangunan itu perlu berkelanjutan. Kalau
saat ini meskipun sebagus apa pun program yang ada, jika ia tidak
terpilih lagi sulit program itu untuk dilanjutkan,” tutupnya.
Tidak sepaket
Sementara itu Mendagri Gamawan Fauzi di Padang memastikan dalam
pemilukada mendatang antara calon kepala daerah dan wakilnya tidak satu
paket. Wakil gubernur, wakil bupati, dan wakil walikota akan diusulkan
kemudian usai pemilihan kepala daerah.
“Kita mengusulkan pemilihan wakil kepala daerah itu terpisah, tidak
satu paket dengan pemilihan kepala daerah,” ujar Gamawan Fauzi, Sabtu
(20/10), di Padang.
Alasan Mendagri, fakta di lapangan menunjukkan sekitar 94 persen
pasangan kepala daerah yang terpilih itu “pecah kongsi” di tengah jalan.
Mereka akhirnya berkompetisi pada pemilihan berikutnya. Hanya 6 persen
yang masih tetap bertahan hingga akhir masa jabatan.
RUU pilkada ini akan dibahas usai masa reses DPR RI yang diharapkan
bisa diundangkan pada 2013. Namun pasal-pasal krusial bakal banyak
mengadang.
Terlebih proses pemilihan gubernur atau bupati/walikota masih akan
dilanjutkan dengan pemilihan langsung atau tidak. Khususnya gubernur
yang diusulkan untuk dipilih DPRD atau ditunjuk langsung itu. (kie)
SANGGAU - Kepala
Seksi Pemeriksaan dan Penyidikan Satpol PP Sanggau Kalimantan Barat,
Rasimin, mengatakan, selain mengamankan PSK yang dalam kondisi hamil dan
PSK yang menyimpan sajam serta menggunakan narkoba.
Razia yang
digelar pihaknya juga juga menjaring sedikitnya 18 orang. Diantara semua
itu, tiga pasangan ditemukan tanpa identitas resmi dalam satu kamar.
"Bahkan, ada yang kita temukan satu pasangan dalam satu kamar tanpa menggunakan busana," ungkapnya.
Sementara,
beberapa lainnya juga dijaring karena diketahui tidak memiliki
identitas. Mereka, yang dijaring tanpa identitas beralasan tidak
memiliki KPT serta KTP yang tertinggal.
Diungkapkan Rasimin,
beberapa PSK yang terjaring beralasan mereka hanya mencari makan. Namun,
pihaknya, telah memberikan penjelasan secara langsung bahwa apa yang
dilakukan dilarang.
"Semuanya tetap kita lakukan penyuluhan dan bimbingan langsung di lokasi," ungkapnya.
Seperti
diketahui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sanggau menggelar
razia, Jumat (19/10/2012) malam lalu, di sebuah kafe di Kecamatan Tayan
Hulu.
Razia berlanjut, Sabtu (20/10) malam di Kecamatan Entikong
berhasil mengamankan seorang wanita di sebuah penginapan yang
terindikasi pengguna narkoba berinisial PKI (26), warga Kecamatan
Kapuas.
Kiki Supardi
Walikota
Pontianak Sutarmidji, Kapolda Kalbar Unggung Cahyono, Ketua KPK Abraham
Samad, seusai meresmikan Integrity Fair di Pontianak Convention Center,
Jumat (19/10)
Pontianak
– Korupsi hanya bisa dicegah kalau seluruh lapisan masyarakat dengan
berbagai elemen yang ada tidak permisif, skeptis, dan apatis. Lembaga
KPK tak bisa kerja sendiri, sementara aparat penegak hukum lainnya
dinilai masih setengah hati.
“Masyarakat harus memiliki kesadaran, punya kepedulian. Masyarakat
tidak boleh permisif (serbamembolehkan, red), apatis, dan skeptis,” ujar
Ketua KPK Abraham Samad ketika meresmikan Integrity Fair yang digelar
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Pemerintah Kota
Pontianak di Pontianak Convention Center, Jumat (19/10).
Integrity Fair sendiri dilakukan agar masyarakat turut berpartisipasi
dalam upaya pencegahan korupsi. Sebab, menurut Samad, minimnya sumber
daya manusia (SDM) di KPK yang keseluruhannya berjumlah 700 orang sangat
terbatas untuk menangani begitu banyak kasus.
Dari 700 SDM yang tersedia, hanya 185 personel yang ditunjuk sebagai
penyidik untuk menangani kasus korupsi. Sehingga KPK tidak memiliki
personel yang cukup untuk melakukan pencegahan korupsi di setiap
kabupaten/kota.
“Karena itu kita bekerja sama dengan BPKP untuk melakukan pemantauan
di setiap kabupaten/kota supaya bisa menekan terjadinya tindak pidana
korupsi atau kebocoran,” imbuhnya.
Menurutnya, apabila korupsi sudah terjadi dan KPK melakukan
penindakan, maka cost operational-nya jauh lebih besar dari pada
melakukan pencegahan korupsi.
“Karena itu kita melakukan tindakan pencegahan adanya potensi
kebocoran negara, potensi korupsi yang terjadi di setiap daerah sedini
mungkin. Jadi, kita melakukan tindakan yang preventif,” paparnya.
Jalan pintas
Abraham Samad menyatakan peluang korupsi terjadi karena ada
kesempatan dan dorongan baik oleh dan pejabat kepada anggota masyarakat
dan sebaliknya. Salah satunya semisal dalam proyek pembangunan,
perizinan, transaksi keuangan, dilakukan jalan pintas. Karena itu Samad
meminta masyarakat tidak mencari jalan pintas dalam pelayanan publik,
ikuti sesuai prosedur yang berlaku.
“Misalnya dari hal kecil, masyarakat ingin mengurus SIM, STNK, KTP,
atau Kartu Keluarga (KK), kalau aturannya seperti itu harus diikuti.
Contoh pengurusan KTP harus dua hari dan tidak pakai biaya, masyarakat
harus mengikuti ketentuan tersebut. Jangan karena ingin cepat, harusnya
dua hari terus kita suap petugasnya, dan keluar dalam satu hari karena
kita menyuap,” ujarnya.
Dalam ketegasan sikap integrity fair juga bertujuan agar masyarakat
tidak skeptis, punya kepedulian dan ingin membenahi apa yang terjadi di
negara sekarang. Sebab, ingatnya, korupsi bisa terjadi karena adanya
hubungan timbal balik.
“Kita mengimbau masyarakat untuk patuh terhadap aturan-aturan dan
pada aparatur pelayanan publik agar menentukan kriteria-kriteria dan
sistem tertentu yang lebih transparan,” ajaknya.
Integrity fair dimaksudkan sebagai suatu sikap untuk mendorong publik
agar terus meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat. Sekaligus menggerakkan partisipasi serta peran aktif
masyarakat, dengan menjadi pengguna layanan publik yang cerdas dan
berintegritas.
“Masyarakat dapat memberikan masukan kepada layanan publik. Baik
pengguna layanan maupun instansi penyedia layanan publik, didorong untuk
mengedepankan integritas dan bersama-sama mencegah korupsi dengan tidak
berperilaku koruptif,” tandasnya.
Sementara itu Walikota Pontianak Sutarmidji mengungkapkan sektor
pelayanan publik Kota Pontianak menjadi salah satu nominasi pelayanan
satu atap terbaik nasional. “Pemenangnya akan diumumkan 12 November
mendatang, mudah-mudahan kita menjadi salah satu pemenangnya,” katanya.
Peningkatan pelayanan publik Pemkot Pontianak dinilainya sendiri
sudah cukup baik. Bahkan pihaknya sudah melakukan penindakan tegas bagi
pegawai atau staf yang bermain atau melakukan penyimpangan dalam
pelayanan publik.
“Saya pastikan staf kita tidak ada lagi yang bermain dalam memberikan
pelayanan, terkecuali pemohon yang mencoba mengiming-imingi staf kita,”
timpalnya.
Membenahi pelayanan publik, diakui Sutarmidji, tidak cukup hanya
dilakukan pada tingkat aparatur pelayanan saja. Masyarakat juga diminta
untuk berubah dengan tidak mengiming-imingi petugas pelayanan publik.
“Standar Operasional Pelayanan (SOP) sudah ada, kalau tidak dilayani
sesuai SOP, silakan laporkan saja,” tegasnya.
Sutarmidji optimis ke depannya Kota Pontianak akan memasuki era
transparansi dan dirinya memegang amanah masyarakat menjadikan Pontianak
bebas dari korupsi. “10 November kita akan gelar apel akbar pencanangan
Pontianak bebas dari korupsi, nanti diikuti seluruh elemen masyarakat
Kota Pontianak,” pungkasnya.
Integrity Fair sendiri mengusung tema “Mewujudkan Pontianak
Berintegritas, Menuju Indonesia yang Bermartabat”. Integrity Fair
merupakan bentuk apresiasi yang diinisiasi oleh KPK dan Pemkot Pontianak
dengan cara memublikasikan layanan publik unggulan dari pemerintahan
daerah/kota tersebut kepada masyarakat.
Integrity Fair sendiri diikuti 26 stand layanan publik baik dari
instansi layanan publik vertikal maupun horizontal, stand dinas
pemerintah kota, BUMN/BUMD, juga diikuti oleh berbagai stand industri
kreatif, makanan, dan produk-produk lokal Kota Pontianak lainnya,
sebagaimana Pontianak Fair tiap tahunnya.
Integrity Fair juga diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya
pentas musik bernuansa sosial, pagelaran seni budaya lokal, dan
pemutaran film bertemakan anti korupsi.
Khusus untuk anak-anak, diselenggarakan berbagai permainan menarik
bertemakan integritas, termasuk dongeng antikorupsi yang dimaksudkan
untuk memberikan pemahaman dan menumbuhkan kesadaran antikorupsi sejak
dini kepada anak-anak. (dna)
Pontianak
– Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad memilih
bungkam soal kasus-kasus yang ditanganinya saat ini. Cara ini untuk
menghindari kegaduhan intelektual di kalangan masyarakat Indonesia.
“Untuk saat ini saya tidak memberikan keterangan terkait kasus-kasus
yang ditangani KPK. Tujuannya agar tidak menimbulkan kegaduhan
intelektual untuk sementara ini,” ungkap Abraham kepada wartawan usai
memberikan materi pelatihan “Jurnalis Antikorupsi” di Hotel Santika
Pontianak, Kamis, 18 Oktober 2012.
Bahkan sampai kapan tutup mulut itu berakhir tak ada batasnya, untuk
menjaga pro dan kontra yang ada di masyarakat. “Sampai batas waktu yang
belum ditentukan, karena itu akan menimbulkan pro-kontra. Sekali lagi
mohon maaf yang sebesar-besarnya,” katanya.
Menurutnya, gerakan tutup mulut itu atas saran sejumlah tokoh
masyarakat menyusul terjadinya perseteruan KPK dengan Polri. “Itu atas
usul sejumlah tokoh masyarakat di Jawa, termasuk juga PB NU, dan ini
supaya menenangkan situasi,” ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya tetap bisa memberikan penjelasan terkait
kasus-kasus yang sedang ditangani melalui juru bicara KPK. “Termasuk
kasus DS (Djoko Susilo), juga akan disampaikan oleh juru bicara KPK,”
ujarnya.
Termasuk juga adanya penetapan tersangka baru dari tokoh partai pada
kasus Wisma Atlet, ia tidak banyak komentar. “Saya belum tahu persis
karena dari kemarin saya berada di Kota Pontianak,” katanya singkat usai
membuka Integrity Fair di Pontianak Convention Centre, Jumat (19/10).
Ditanya kebenaran data yang dirilis Forum Indonesia untuk
Transparansi Anggaran (FITRA) bahwa Kalbar menduduki provinsi terkorup
nomor lima dari 33 provinsi beberapa waktu lalu, Abraham Samad janji
akan mengecek kebenarannya.
“Saya belum tahu persis datanya. Nanti pulang akan saya cek. Seluruh
potensi-potensi korupsi di seluruh provinsi sebelum kita melakukan
investigasi lebih jauh, kita tidak akan menyampaikan ke hadapan publik.
Karena itu bagian dari strategi penyidikan,” kata Samad.
Namun dia memastikan di Kalbar ada indikasi korupsi yang perlu
dilakukan verifikasi dan investigasi lebih jauh. Yang jelas bahwa tidak
ada kasus korupsi yang dilepaskan selama ia mempunyai data dan bukti
yang cukup.
“Mudah-mudahan pelayanan publik di Pontianak jauh lebih bagus dan
lebih transparan serta akuntabel. Masyarakat juga harus mendukung,”
katanya.
Ia menjelaskan, upaya pencegahan tindak pidana korupsi bukan hanya
tugas KPK dan institusi penegak hukum lainnya, tetapi tugas bersama.
“Meskipun dengan keterbatasan pegawai yang ada di KPK, kami
menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang ada di
daerah. Jadi mata KPK ada di mana-mana,” tutup Samad. (kie)
Pontianak
– Menjelang petang Kamis (18/10), Ketua KPK Abraham Samad dan staf tiba
di Kota Pontianak. Dia datang bukan untuk menangkap dan membawa seorang
koruptor ke Jakarta.
“Pengawasan terhadap kasus korupsi di daerah termasuk di Kalbar masih
lemah. Ini karena keterbatasan anggota KPK sementara yang ditangani
se-Indonesia,” ujar Abraham Samad di depan puluhan jurnalis dalam rangka
Lokakarya Jurnalis Anti Korupsi di Hotel Santika, kemarin.
Diungkapnya, pada 2011 total aset kekayaan negara yang berhasil
diselamatkan sebesar Rp 152 triliun lebih (lengkapnya Rp
152.957.821.529.773). Dari data tersebut jumlah kerugian negara akibat
korupsi tiap tahunnya tembus angka triliun.
“Tiga tahun yang lalu saya ke Pontianak dengan sekarang tidak ada
perubahan yang signifikan di Kalbar. Dari segi infrastruktur seperti
jalan dan Bandara Supadio termasuk lamban. Tetapi di Kalbar juga
berpotensi ada korupsi,” kata Samad.
Ia melempar pertanyaan, kenapa KPK terlihat belum menyentuh kasus
korupsi di daerah Kalbar? Dijawabnya sendiri, bahwa infrastruktur KPK
tidak banyak.
“Penyidik KPK yang berjumlah 87 orang harus menangani kasus korupsi
dari Sabang ke Merauke. Sementara sehari kurang-lebih 50 persen laporan
masuk ke KPK. Meskipun tidak semua kasus korupsi terbukti, tetapi
sekitar 30 persen ada indikasi dan memberi tanda sebagai kasus korupsi,”
papar Abraham Samad.
KPK sekarang memperkuat fungsi supervisi atau pengawasan pada
kepolisian dan kejaksaan. Dengan demikian KPK berharap prosesnya bisa
berjalan sesuai keinginan. Jika tidak dioptimalkan fungsi koordinasi
supervisi, kadang kasus korupsi yang tidak dipantau oleh KPK dan
masyarakat menghilang begitu saja.
“Ke depan, jalan keluarnya kita harus mencontoh ke Hong Kong. Di sana
yang setingkat provinsi saja penyidiknya sekitar 200 orang tetapi KPK
se-Indonesia hanya 87 orang,” ungkapnya.
Karena itu, harus ada penambahan personel KPK dan akan merekrut
penyidik independen dalam waktu dekat ini. Tetapi saat ini KPK ada
kendala berupa terbatasnya kapasitas gedung.
“Kita harus menyiapkan ruangan atau gedung untuk mereka bekerja.
Sekarang sudah tidak bisa menampung 700 pegawai KPK dan sudah terpecah
tiga tempat. Karena itu anggaran pembangunan gedung KPK harus bisa
direalisasikan,” katanya.
Pihaknya berharap ada political will dari anggota DPR RI yang
terhormat agar tahun ini menggolkan anggaran pembangunan gedung. “Kalau
sudah ramai penyidik di daerah juga bisa dioptimalkan,” janji Samad.
16 kasus Kalbar
Setakat ini KPK tengah memproses 16 laporan dugaan tindak pidana
korupsi di Provinsi Kalbar. Jumlah 16 kasus itu merupakan seleksi dari
181 laporan yang masuk selama 2011-2012.
“Dari 181 laporan dugaan tindak pidana korupsi, setelah dipilah-pilah
ada 16 perkara yang masuk tahapan penindakan. Sebanyak 16 perkara
tersebut layak diteruskan kasusnya untuk dilakukan penindakan
selanjutnya,” ungkap Nur Chusniah, Kabag Litigasi dan Bantuan Hukum KPK
menjawab wartawan usai memberikan materi pelatihan.
Kasus apa saja yang tengah diproses dari 16 kasus tersebut, ia enggan
menyebutkan. Dari 181 laporan dugaan TPK tersebut, 171 di antaranya
sudah ditelaah dan empat laporan lainnya sedang ditelaah oleh KPK.
“Kemudian untuk per 4 Oktober 2012 saja ada 82 laporan dugaan tipikor
di Kalbar, 78 laporan di antaranya sudah ditelaah dan empat sedang
ditelaah KPK. Sedangkan 44 laporan di antaranya bukan TPK dan masuk
dugaan TPK tetapi tidak ada bukti,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari jumlah laporan yang telah ditelaah, jumlah yang
ditindaklanjuti dari hasil telaah dengan penyampaian surat kepada
instansi berwenang ada dua laporan. Sebanyak 22 laporan diteruskan ke
internal KPK.
Sementara itu sebanyak 25 laporan dugaan TPK dikembalikan pada si
pelapor untuk dilakukan penambahan, satu perkara diteruskan ke Bawasda,
tujuh perkara dilanjutkan ke bagian penindakan, dan satu perkara
diteruskan ke pencegahan KPK.
“Sejak tahun 2004 hingga 2011, KPK telah menerima sebanyak 51.592
laporan dari seluruh Indonesia. Sedangkan yang telah ditelaah sebanyak
51.280. Kemudian 8.374 laporan di antaranya yang berindikasi TPK,”
katanya.
Laporan yang masuk ke KPK tidak hanya korupsi sehingga ada yang
diteruskan pada aparat hukum yang berwenang, seperti kepolisian dan
kejaksaan. (kie)
Syamsul Arifin
Nariah didampingi orang tuanya di RSI Yarsi Pontianak
Pontianak
– Disemprotkan asap rokok, Nariah, 15, siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Al-Muthazam Kabupaten Landak masuk RSI Yarsi Pontianak Timur, Kamis
(18/10).
Saat kejadian, datang seorang guru mendekati siswi MTs ini. Guru
tersebut mengecek pekerjaan rumah (PR) di meja Nariah sambil merokok.
Kemudian guru itu mengembuskan asap rokoknya ke wajah Nariah. Tak lama,
siswi tersebut pingsan karena sesak napasnya kambuh.
Siswi MTs Al-Muthazam menghubungi orang tua Nariah dan memberitahukan
bahwa siswi tersebut pingsan di sekolah. Nariah dijemput orang tuanya
dan dibawa ke RSI Yarsi.
“Saya tidak tahu mengapa pak guru mengembuskan asap rokok di wajah
saya. Setelah itu pak guru langsung ketawa dan saya sesak napas lalu
pingsan,” kata Nariah
Nariah mengaku sakit di tenggorokan. Kondisi tubuhnya lemah. “Pak
guru itu memang suka merokok di dalam kelas,” ujar Nariah. (sul)
Kholil Yahya
Bupati Kapuas Hulu, AM NasirPutussibau
Rombongan
safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu mengalami perubahan.
Jadwal rombongan safari Ramadan yang direncanakan di tiga kecamatan,
yakni Batang Lupar, Badau, dan Empanang, sedianya rombongan akan
bermalam di Kecamatan Empanang, namun Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir,
memutuskan untuk kembali lagi ke arah Badau karena ingin mengunjungi
rumah betang yang ada di daerah Ensanak.
Dalam kunjungan itu Nasir mengaku sudah lama berencana untuk
mengunjungi rumah betang itu, tapi selalu tertunda oleh jadwal yang
padat. “Sekarang kami menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah betang
ini, walaupun kunjungan ini tidak ada dalam jadwal kami,” tutur Nasir.
Menurut dia kunjungan tersebut untuk menepati janji karena selama
dirinya menjabat sebagai bupati baru bisa berkunjung. Dalam
kunjungannya, bupati disambut dengan antusias masyarakat Rumah Betang
Ensanak. Dia mengatakan dalam sambutannya, kerukunan antarumat beragama
itu sangat penting apalagi sebagai masyarakat Kapuas Hulu yang terkenal
akan kehidupan cinta.
Selain itu dia juga berpesan kepada masyarakat agar dapat
mempersiapkan diri dengan diresmikannya PLB tahun depan. “Kita harus
mampu mengimbangi peresmian PLB itu dengan persiapan baik itu dari
Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Jangan sampai
kita hanya menjadi penonton terhadap perubahan yang ada,” ajaknya. (lil)
Sungai Tebelian
– Bupati Sintang Milton Crosby meresmikan Rumah Betang Biau Balai di
Dusun Rajang Begantung II Desa Sungai Ukoi Kecamatan Sungai Tebelian,
Senin (25/6). Peresmian rumah betang ini diselingi dengan panen ikan
keramba.
“Rumah betang ini sangat penting bagi kami. Rumah betang ini bisa
untuk mengumpulkan seluruh masyarakat di Dusun Rajang Bergantung untuk
melakukan pertemuan atau musyawarah,” kata Ketua Dewan Adat Dayak
Kecamatan Sungai Tebelian Konsen.
Konsen mengajak masyarakat adat Dayak melestarikan rumah betang yang
merupakan warisan budaya leluhur. Bupati Sintang Milton Crosby
memberikan apresiasi atas terlaksananya pembangunan rumah betang.
Melalui rumah betang, kata Milton, masyarakat adat Dayak dapat
mengenang adat istiadat dari leluhur. “Rumah betang juga sebagai simbol
persatuan adat Dayak, selain rumah betang juga burung enggang juga
simbol orang Dayak” ucapnya.
Burung enggang menunjukkan kesetiaan, loyalitas, dan keberanian.
“Jadi orang Dayak jangan sampai lupa terhadap simbol-simbol Dayak,”
pesannya. (din)
Pontianak
– Budaya Rumah Betang merupakan karakteristik kebudayaan Dayak. Tidak
hanya sebagai tempat tinggal, Rumah Betang adalah simbol persatuan
masyarakat Dayak. Rumah Betang juga mencerminkan tradisi kebersamaan dan
semangat persaudaraan masyarakat Dayak.
Gubernur Kalimantan Barat Drs Cornelis MH mengatakan sistem nilai
budaya yang dihasilkan dari proses kehidupan Rumah Betang adalah
menyangkut soal makna dari hidup manusia, pekerjaan, karya, dan amal
perbuatan, persepsi mengenai waktu, hubungan manusia, alam sekitar, dan
hubungan dengan sesama sehingga dapat dikatakan bahwa Rumah Betang
memberikan makna tersendiri bagi masyarakat Dayak.
“Sejalan dengan perkembangan zaman, pengaruh globalisasi yang melanda
dunia sebagai akibat dari kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi, tidak bisa dimungkiri terjadinya interaksi antara budaya
terutama dengan budaya luar yang bersifat destruktif,” ungkap gubernur.
Kondisi tersebut, menurutnya, dapat melumpuhkan sendi-sendi
kebudayaan termasuk kebudayaan masyarakat Dayak yang lambat laun secara
alamiah akan hilang. “Hal ini apabila tidak diantisipasi secara arif,
tidak saja akan kehilangan jati diri tetapi dapat punah tergilas oleh
dinamika kemajuan zaman,” kata Cornelis.
Sebaliknya, ia menjelaskan upaya-upaya dalam pelestarian budaya yang
cenderung menutup diri dengan budaya luar merupakan hal yang tidak
realistis dan justru menempatkan budaya tersebut terkungkung, punah, dan
tenggelam oleh dinamika perkembangan sosial masyarakat yang selalu
bergerak dinamis.
“Oleh sebab itu, sudah sepantasnya kita memberikan ruang gerak yang
luas bagi pembangunan dan perkembangan budaya masyarakat Dayak dalam
kerangka pengembangan kebijakan kebudayaan daerah dan kebudayaan
nasional,” jelasnya.
Diharapkan melalui upaya pengembangan kebudayaan yang dilakukan dapat
memperkaya khazanah kebudayaan nasional yang memiliki peran sangat
strategis dalam memberikan identitas bangsa di tengah-tengah gencarnya
pengaruh budaya luar.
Cornelis berharap dengan dibangunnya Rumah Betang Raya Dorie’k
Umpulor masyarakat dapat menjaga, memelihara aset budaya ini serta
dimanfaatkan dengan baik sebagai untuk melakukan pertemuan dan
musyawarah maupun sebagai pusat kegiatan tradisional masyarakat
khususnya masyarakat Dayak Kabupaten Sanggau.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan apresiasi yang
tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau, karena dapat merealisasikan
pembangunan Rumah Betang Raya Dorie’k Umpulor yang
diperuntukkan sebagai wadah pemersatu masyarakat untuk berdialog,
berkumpul dan melakukan berbagai kegiatan yang positif,” paparnya.
Berdirinya Rumah Betang ini, diharapkan dapat menjaga kerukunan dan
kebersamaan yang sudah terjalin dan terbangun dengan baik di masyarakat
serta perlu dipertahankan dan ditingkatkan. (dna)
Wakil
Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya dan Ibu Karyanti Sanjaya sambut
kedatangan Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono dan Ibu Ani Yudoyono di
miniatur Rumah Betang Kalbar
Jakarta
– Usai membuka pameran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-27 dan
Internasional Expo di Kemayoran Jakarta, Presiden RI Susilo Bambang
Yudoyono (SBY) dan Ani Yudoyono mengunjungi stand Kalbar, meninjau
miniatur Rumah Adat Betang yang berdiri di halaman pameran, Kamis
(18/10).
Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya beserta Karyanti Sanjaya
istrinya menyambut kunjungan SBY dan istrinya. Kemudian mengalungkan
manik-manik hasil kerajinan masyarakat suku Dayak Kapuas Hulu.
Rumah Betang Kalbar yang dikunjungi Presiden berukuran 7x10 meter.
Dibangun dengan sistem knockdown atau bongkar pasang. Tujuannya
memperkenalkan keragaman budaya, bangunan khas rumah daerah di Kalbar.
SBY dan pengunjung pameran baik dalam maupun dari luar negeri merasa
kagum. Menilai bahwa Rumah Betang Kalbar memiliki ciri khas tersendiri
dan unik. SBY berharap keunikan tersebut menjadi nilai jual untuk ekspor
ataupun pasaran lokal.
Trade Expo Indonesia merupakan agenda tahunan, diselenggarakan Dirjen
Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI. Pameran
tersebut bertujuan mempromosikan berbagai produk ekspor dan jasa yang
berkualitas dan berdaya saing tinggi. Meningkatkan rasa cinta dan bangga
akan produksi dalam negeri, serta meningkatkan citra bangsa melalui
produk ekspor dan jasa.
Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya mengatakan ajang pameran
seperti ini merupakan kesempatan yang baik bagi pengusaha Kalbar
memperkenalkan produk-produknya terutama yang diproduksi usaha mikro,
kecil dan menengah (UMKM). “Hasilnya dapat menunjang pertumbuhan ekonomi
kita, khususnya ekonomi sektor perdagangan,” kata Christiandy.
Begitu bahwa banyak produk-produk Kalbar yang tidak kalah menarik
dengan daerah lain di Indonesia. Bahkan ada produk hasil perajin Kalbar
yang berkualitas internasional. Jadi sangatlah tepat memperkenalkan
kepada pengunjung pameran TEI, terdiri dari berbagai kalangan dan
pengusaha, baik nasional maupun internasional. “Mereka bisa melihat
langsung berbagai produk Kalbar,” ujar Christiandy.
Ekonomi Kalbar tumbuh dan berkembang. Tentunya memberikan pengaruh positif menunjang pembangunan untuk kesejahteraan rakyat.
SBY dalam sambutan pembukaan Trade Expo Indonesia yang digelar 17-21
Oktober 2012 mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha
sangat diperlukan. Apalagi menghadapi krisis global yang melanda dunia
akhir-akhir ini. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha mampu
menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi.
“Pengusaha diharapkan mampu mendorong ekspor sehingga tetap tumbuh
dan meningkat. Jika ekspor tumbuh maka perekonomian juga tumbuh,” kata
SBY.
Menurut SBY, sangat penting menjaga pertumbuhan ekonomi di
tengah-tengah ketidakpastian ekonomi. Kalaupun ekspor tidak tumbuh,
paling tidak harus bertahan.
“Dalam mendukung perkembangan ekonomi, tentunya harus juga didukung
sarana dan prasarana seperti infrastruktur, sistem logistik, serta
rantai pasokan yang efisien. Nantinya akan dapat bermanfaat dengan baik
dalam rangka mencari peluang baru,” ujarnya.
Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan mengaku peserta TEI 2012 diikuti
1.300 penjual dan mendapat kunjungan tak kurang dari 5.300 pembeli
asing dari berbagai negara. Di antaranya dari Nigeria, Afrika Selatan,
Cina, dan berbagai negara berkembang lainnya.
“Transaksi ekonomi dari kegiatan ini ditarget 2 miliar dollar AS.
Target tersebut memang sangat ambisius. Namun delegasi bisnis menyatakan
keoptimisannya melakukan transaksi, didukung dengan barang ataupun
produk yang ditampilkan sangat mereka butuhkan, karena bernilai ekspor,”
ujar Gita. (kie)
Pontianak – Pupus sudah harapan pasangan Morkes Effendi-Burhanuddin A Rasyid dan Armyn-Fathan A Rasyid untuk pemilukada ulang.
Mahkamah Konstitusi (MK) menolak eksepsi termohon dan eksepsi pihak
terkait serta menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya dalam sidang
yang digelar Kamis (18/10).
“MK telah memutuskan sengketa Pemilukada Kalbar 2012 yang bersifat
final dan mengikat dengan menolak semua gugatan pemohon. Putusan ini
tentunya mempertegas bahwa KPU Provinsi Kalbar telah bekerja sesuai
peraturan perundang-undangan,” ujar Drs AR Muzammil MSi, Ketua KPU
Provinsi Kalbar kepada Rakyat Kalbar, kemarin.
Dengan putusan MK itu berarti pasangan Cornelis-Christiandy tetap
sebagai pemenang Pemilukada Kalbar 2012. “Mari kita hormati putusan MK.
Pelantikan cagub-cawagub terpilih akan dilaksanakan sesuai akhir masa
jabatan incumbent, pada 14 Januari 2013,” tambahnya.
Berdasarkan penilaian atas fakta dan hukum, MK berkesimpulan
berwenang untuk mengadili permohonan. Pemohon memiliki kedudukan hukum
(legal standing) untuk mengajukan permohonan, yang diajukan masih dalam
tenggang waktu yang ditentukan. Eksepsi pemohon dan eksepsi pihak
terkait tidak beralasan, pokok permohonan tidak terbukti.
Amar putusan MK menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya. Melalui
rapat permusyarawatan hakim yang diikuti sembilan hakim konstitusi yaitu
Moh Mahfud MD selaku ketua merangkap anggota, Achmad Sodoki, Maria
Farida Indrati, Anwar Usman, M Akil Mochtar, Muhammad Alim, Ahmad Fadlil
Sumadi, Hamdan Zoelva, dan Harjono. Masing-masing sebagai anggota pada
Rabu (17/10).
Putusan itu diucapkan dalam sidang pleno MK terbuka untuk umum,
masing-masing sebagai anggota, didampingi Hani Adhani sebagai panitera
pengganti, serta dihadiri pemohon/kuasanya, termohon/kuasanya, dan pihak
terkait/kuasanya.
Hargai keputusan
Ditolaknya seluruh gugatan pemohon ditanggapi Tim Arafah biasa saja
dan tetap menghargai keputusan MK. “Kita tetap menghargai keputusan MK,
dengan alasan bukti-bukti dari kami tidak dipertimbangkan,” ujar M Jaya
Putar-Putar, Kuasa Hukum Tim Arafah.
Tim Arafah tetap menghargai keputusan dari MK karena apa pun
keputusan itu harus ditaati. “Keputusan MK sudah final dan mengikat,
tidak boleh diganggu gugat lagi,” katanya.
Ke depannya, Tim Afarah akan mencari ada indikasi tindakan pidana
pada saat pencetakan suara. “Kita tunggu ke depan bagaimana perjalanan
gugatan kami, pastinya kita akan tetap mencari indikasi tersebut,”
tutupnya.
Kuasa Hukum KPU Provinsi Kalbar Nazirin mengatakan perselisihan hasil
Pemilukada Kalbar 2012 telah selesai. “Kita menghargai keputusan MK,
selebihnya kita serahkan saja kepada pemerintah,” ujarnya. (jul/hak)
Singkawang
– Pesta demokrasi Pilgub Kalbar dan Pilwako Singkawang relatif aman
tanpa konflik horizontal. Siapa pun pasangan yang menang harus didukung
yang kalah harus legowo.
“Termasuk saya sebagai calon incumbent, harus legowo,” kata Walikota
DR KRA Hasan Karman Notohadiningrat pada HUT ke-11 Pemkot Singkawang di
halaman kantor (17/10).
HK yang maju berpasangan dengan Ahyadi dalam Pilwako Singkawang 2012
ini mengatakan semua pihak patut bersyukur pesta demokrasi ini dapat
berjalan dengan aman, meskipun masih ada ganjalan berupa gugatan ke
Mahkamah Konstitusi (MK).
“Besok (hari ini, red) kemungkinan putusan MK diketahui, A atau B yang diputuskan, semua harus mengikuti,” kata HK.
Semua pihak, kata HK, baik pasangan calon maupun para pendukungnya
harus menyatukan langkah dan semangat untuk mendukung siapa pun pasangan
yang menang dalam Pilwako Singkawang. “Semangat ini jauh lebih penting
untuk membangun Singkawang ke depannya,” ujarnya.
Mengenai pembangunan di Kota Singkawang, kata HK, sejak sebelas tahun
terbentuknya Pemkot Singkawang, tidak dapat dimungkiri telah banyak
kemajuan-kemajuan yang dicapai. “Pencapaian ini patut disyukuri dan
ditingkatkan ke depannya,” katanya.
Berbagai kemajuan yang dicapai tersebut, ungkap dia, di antaranya
mengenai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index
(HDI) yang dari tahun ke tahun terus meningkat. “Tahun ini IPM Kota
Singkawang 70,48, lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya,” kata HK.
IPM merupakan indeks komposit yang dihitung sebagai rata-rata
sederhana dari indeks harapan hidup, indeks pendidikan (angka melek
huruf dan rata-rata lama sekolah), serta indeks standar hidup layak.
“Capaian-capaian komponen-komponen dalam IPM ini patut disyukuri,
meskipun masih banyak yang belum terwujud,” kata HK.
Demikian pula dengan prestasi-prestasi yang telah banyak diraih Kota
Singkawang, semua pihak diharapkan dapat berpartisipasi untuk
mempertahankan atau menjadikannya lebih baik lagi. “Di balik
keunggulan-keunggulan yang diraih selama ini, masih banyak pekerjaan
rumah (PR) yang harus diselesaikan. Hal ini membutuhkan keseriusan semua
pihak untuk menyelesaikannya,” papar HK.
Keberhasilan daerah, ingat HK, bukan tergantung pada seorang figur
atau kelompok-kelompok tertentu, tetapi tidak lepas dari dukungan semua
pihak. “Oleh karenanya semua pihak harus terus bahu-membahu dalam
penyelenggaraan pemerintah guna mencapai good governance dan membangun
kebersamaan,” katanya.
Di tempat yang sama, Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH melalui Kepala
Biro Pemerintah, Sekretariat Daerah (Setda) Kalbar Moses Tabah juga
menyampaikan terima kasihnya atas pesta demokrasi yang berjalan aman di
Kota Singkawang serta memberikan selamat kepada seluruh masyarakat Kota
Singkawang di usia ke-11 Pemkot Singkawang ini.
Moses mengatakan HUT ke-11 Pemkot Singkawang ini merupakan momen
evaluasi diri untuk memperbaiki yang tidak baik dan melanjutkan serta
meningkatkan yang sudah baik di Kota Singkawang.
Dia berpesan agar meningkatkan koordinasi dan menyelaraskan program
pembangunan di Kota Singkawang dengan kebijakan Pemprov Kalbar serta
menjaga kerukunan antarmasyarakat Kota Singkawang yang multietnis.
“Momen ini jangan hanya mengingatkan kita pada historis. Selain
sebagai rasa syukur, seharusnya menggugah hati masyarakat Singkawang
untuk membangun ke arah yang lebih baik,” kata Moses
Sementara itu, Ketua Panitia Resepsi Daerah Irwan Sarwono
mengungkapkan, peringatan HUT Pemkot Singkawang yang ke-11 ini terdiri
beberapa kegiatan, di antaranya Tour De Bakal Bandara Singkawang, Kerja
Bakti, Kongres Budaya, Saprah on Street (SoS), Singkawang Expo, dan
Hiburan Rakyat yang menghadirkan band ibukota The Virgin dan Bondan
Prakoso & Fade2Black di Stadion Kridasana tadi malam. (dik)
Pontianak
– Kendati pesta Pilgub Kalbar usai, demi kelanjutan demokratisasi dan
pendidikan politik, kandidat pasangan Tambul-Barnabas tetap melanjutkan
gugatan di PTUN Pontianak.
Pada sidang ke-3 Rabu (17/10), hakim PTUN melanjutkan pemeriksaan
dengan agenda pembacaan gugatan yang kemudian dilanjutkan dengan jawaban
dari pihak termohon dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar.
Pada sidang yang terbuka untuk umum itu, Tobias Ranggi, kuasa hukum
Tambul Husin-Barnabas Simin, membacakan dua poin gugatan, yaitu tentang
persyaratan calon dan wakil calon gubernur serta tentang nomor urut.
“Kami menggugat KPU tentang penerbitan SK Nomor
48/kpts/KPU-Prov-019/2012 tanggal 2 Agustus 2012 tentang pasangan calon
yang memenuhi syarat sebagai peserta Pilgub Kalbar. Kemudian yang SK
nomor 48/kpts/KPU-Prov-019/2012 tentang penetapan nomor urut pasangan
calon pada 6 Agustus,” ungkap Tobias kepada Rakyat Kalbar, Rabu (17/10)
siang.
Pihaknya yang memasukkan gugatan 14 Agustus 2012 dan masih masuk
dalam koridor undang-undang. “Kami mengajukan gugatan ke PTUN ini bukan
terkait hasil perolehan suara, tetapi tentang syarat dan ketentuan calon
dan calon wakil gubernur,” kata Tobias.
Patut dipahami juga ini bukan pengujian materi dari undang-undang,
tetapi menyangkut tentang penerapan hukum dari pasal-pasal yang
digunakan oleh KPU Kalbar dalam menetapkan calon.
“Terutama UU Nomor 32 Tahun 2004 junto UU No 12 Tahun 2008 tentang
perubahan pemerintah daerah pasal 59 ayat 5 huruf g yang kita nilai
bertentangan dengan majunya Armyn Alianyang yang masih berstatus TNI
aktif. Itu juga bertolak belakang dengan UU Nomor 34 Tahun 2004 yang
sifatnya lex spesialis. Intinya itu kita memohonkan pembatalan atas
kedua keputusan tersebut khusus menyangkut Armyn Alianyang,” papar
Tobias.
Ketimbang debat kusir di luar yang belum tentu jelas hasilnya, lebih
baik –Barnabas memberikan langkah yang jelas. “Lebih mengadukannya
kepada lembaga peradilan seperti PTUN yang berwenang mengadili. Sehingga
tidak terjadi polemik di luar. Kita serahkan sepenuhnya kepada lembaga
peradilan. Kami akan tunduk kepada keputusan PTUN,” tegasnya.
Sidang akan dilanjutkan Rabu depan (24/10) dengan agenda mengajukan
replik. “Namun majelis hakim menyarankan supaya memanggil Armyn.
Panggilan itu untuk mendengarkan intervensi atau tidak terhadap gugatan
itu. Jika memang ingin melakukan intervensi silakan, tapi kalau tidak
juga tidak apa-apa,” ujarnya.
Tobias menegaskan, gugatan tersebut akan menargetkan ingin menilai
keputusan KPU agar bisa berlaku secara nasional. Karena ini akan menjadi
dilematis. “Apakah itu terjadi pemilu ulang atau tidak, itu bukan
menjadi wilayah kami, tapi MK yang menetapkannya,” kata Tobias.
Terpisah Kuasa Hukum KPU Kalbar Nazirin mengatakan walaupun pilgub
dan KPU itu sendiri berada di ranah sipil, kalau mempermasalahkan TNI
itu tidak patut dibawa ke pengadilan PTUN. Menurutnya, seharusnya diuji
di pengadilan militer.
“Gugatan itu juga sudah ada di MK yang menjadi gugatan dari pihak
Morkes-Burhanuddin. Sesuatu yang ada di dua pengadilan jangan sampai
dibenturkan antara dua pengadilan,” katanya.
“Tuduhan penggugat bahwa KPU memutuskan hal itu tidak sesuai
perundang-undangan. Kita juga menilai dua keputusan yang dikeluarkan
oleh KPU itu memang wewenang KPU. KPU menetapkannya juga melalui pleno
yang diperuntukkan Pemilukada Kalbar sesuai dengan jadwal dan tahapan,”
jelasnya. KPU sudah berpedoman pada UU yang menjadi pegangan KPU. Yakni
UU Nomor 32 Tahun 2004.
“Kita juga melihat praktik penyelenggaraan pilkada di daerah lain.
Seperti di Nunukan. Pilkada Bali yang salah satu calonnya mantan Polri.
Hal itu juga sudah diuji dengan kasus yang sama dan ada putusan
peradilan MK Nomor 29 /PHPU.D-IX/2011 tentang sengketa Pilkada Nunukan,”
tutupnya. (kie)
JAKARTA - Hari
ini, Kamis (18/10/2012) Mahkamah Konstitusi (MK) akan memutuskan
gugatan pemilukada Kalimantan Barat yang diajukan dua pasangan Calon
Gubernur dan Calon Wakil Gubernur. Serta Calon Wali Kota dan Calon Wakil
Wali Kota Singkawang.
Sesuai dengan agenda acara yang ditampilkan situs mahkamahkonstitusi.go.id,
putusan gugatan pemilukada tersebut akan dilaksanakan pada pukul 14:00
WIB. Adapun gugatan yang diputuskan hari ini masing-masing sebagai
berikut.
Nomor Perkara : 69/PHPU.D-X/2012 Pokok Perkara :
Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Kota Singkawang Tahun 2012 Pemohon : Hasan Karman dan Ahyadi Kuasa Pemohon : Arteria Dahlan, S.H, S.T., dkk
Nomor
Perkara : 70/PHPU.D-X/2012 Pokok Perkara : Perselisihan Hasil Pemilihan
Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Barat
Tahun 2012 Pemohon : H. Armin Ali Anyang dan H. Fathan A. Rasyid Kuasa Pemohon : Muslim Jaya Butar-Butar, S.H., M.H., dkk
Nomor
Perkara : 68/PHPU.D-X/2012 Pokok Perkara : Perselisihan Hasil Pemilihan
Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Barat
Tahun 2012 Pemohon : H. Morkes Effendy dan H. Burhanuddin A. Rasyid [No. Urut 3] Kuasa Pemohon : Janses E. Sihaloho, S.H., dkk
JAKARTA - Kebiasaan
untuk tidak mengambil gaji memang selama ini sudah dilakoni Wali Kota
Solo Joko Widodo yang mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI. Apakah
kebiasaan tersebut juga akan diterapkan ketika memimpin Jakarta? ini
kata Jokowi.
Calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengaku akan
mengulangi kebiasaannya yakni tak akan mengambil gaji serta tunjangan
jika nanti resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Wali Kota Surakarta
(Solo) yang sebentar lagi akan berkantor di bilangan Medan Merdeka
Selatan, Jakarta Pusat ini rela menghibahkan upah sebagai Gubernur DKI
untuk kegiatan sosial.
"Selama masih ada yang miskin, membutuhkan
ya biar dipakai yang membutuhkan," kata cagub yang diusung oleh PDI-P
dan Gerindra itu, saat ditemui di di posko pemenangan pasangan Joko
Widodo-Basuki T Purnama (Jokowi-Ahok), di Jalan Borobudur no 22, Menteng
Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2012) malam.
Saat kembali dipastikan,
Jokowi kembali menegaskan demikian. Kendati begitu, ia tak mau
disalahartikan perihal kebiasaan kegiatan sosial itu oleh masyarakat
terutama warga Jakarta.
"Jangan dikait-kaitkan ke hal-hal yang pribadi. Ya itu tadi jawabannya itu," kata dia.
Sebelumnya,
Jokowi sempat mengakui jika dirinya selama menjabat sebagai Wali Kota
Solo tidak pernah sekali pun mengambil gaji serta tunjangan yang menjadi
haknya. Hal itu terungkap dari Domu D Ambarita, salah satu tim penulis
buku Jokowi, Spirit Bantaran Kali.
Gaji seorang Wali Kota Solo
sendiri diketahui sebesar Rp 7.250.500 serta tunjangan yang bernilai
lebih dari Rp 22 juta. Berdasarkan wawancara yang dilakukan Domu, Jokowi
tidak mengambil gajinya, tetapi Dia mengonversi gaji tersebut dengan
uang pecahan 10.000 hingga 50.000. Uang tersebut kemudian dibagikan
kepada warga yang benar-benar miskin.
Dari mana Jokowi menafkahi istrinya?
Jokowi
pernah mengungkapkan jika ia dan istrinya memiliki pendapatan dari
usaha lain, seperti memiliki bisnis mebel rumah dan taman serta tekstil
sebelum menjadi Wali Kota Solo.
Berbekal itulah Jokowi merasa
masih cukup terpenuhi kebutuhannya. Ditambah lagi, usaha tersebut masih
dilakoninya setelah terpilih menjadi orang nomor wahid di Solo. (*)
Cagub
(Calon Gubernur) DKI Jakarta, Jokowi tiba di kediaman Megawati
Soekarnoputri di Kebagusan, Jakarta Selatan. Jokowi datang untuk
menemani Megawati melakukan pencoblosan Pilkada (Pemilihan Kepala
Daerah).
JAKARTA - Meskipun
segera menduduki posisi sebagai orang nomor satu di Jakarta periode
2012-2017. Rupanya hingga kini Jokowi belum memutuskan akan menggunakan
rumah dinas dan mobil dinas yang mana yang akan dipergunakan selama
betugas.
Sedianya, sudah ada empat rumah dinas yang telah
disiapkan yakni di Jalan Taman Suropati nomor 7, yang sebelumnya menjadi
tempat tinggal dari mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo. Kemudian yang
terletak di Jalan Denpasar, yang sebelumnya ini ditempati oleh mantan
Wakil Gubernur DKI Prijanto.
Sedangkan satu rumah lainnya berada
di Jalan Besakih yang ditempati oleh Sekda DKI Fadjar Panjaitan. Dan
satu rumah lainnya terletak di Jalan Satrio.
Sekretaris Fraksi
PDIP DPRD DKI, Dwi Rio Sambodo, menuturkan hingga saat ini pihaknya
belum mendapatkan informasi akurat apakah Jokowi sudah menempati rumah
dinas atau belum, dan akan menempati rumah dinas yang mana.
"Selama
ini kalau di Jakarta kan menginap di tempat keluarga atau kerabatnya.
Kalau rumah permanen di Jakarta, Jokowi memang belum punya. Jadi belum
ada informasi memakai rumah dinas yang mana, mobil dinas (yang akan
digunakan) juga belum diputuskan oleh beliau," ujar Rio, Jumat
(12/10/2012) di gedung DPRD DKI.
Rio memprediksi usai pelantikan
nanti mungkin ada statement dari Jokowi mengenai mobil dan rumah dinas.
"Mungkin itu juga akan disampaikan sebagai surprise. Jadwal keliling
usai pelantikan juga belum keluar. Yang pasti menemui warga,"
pungkasnya. (*)