Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Kamis, 13 Desember 2012

Perampokan yang Legal

Jakarta-Kubu Raya – Praktik kongkalikong pejabat-pengusaha jelang pilkada dinilai beragam oleh sejumlah pihak. Ucok Sky Khadafi dari FITRA menilai itu sebagai perampokan yang legal. Sementara Ketua Mapisa Kubu Raya Muhammad Abdul Wahab menilai itu sah-sah saja asal dilakukan secara objektif dengan menghindari bargaining yang merugikan masyarakat.
Ucok Sky Khadafi dari Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) membenarkan praktik koalisi pejabat-pengusaha tersebut akan marak terjadi menjelang pemilihan kepala daerah. Biasanya para pengusaha ini banyak mem-backup dari segi pendanaan.
“Biasanya memang pengusaha itu bandar. Pengusaha memberikan saweran atau menyumbang kepada seseorang yang akan maju di pilkada. Tetapi, saweran itu tidak gratis, melainkan harus ada timbal baliknya,” ungkap Koordinator Investigasi dan Advokasi FITRA Ucok Sky Khadafi itu kepada Rakyat Kalbar via selular, Rabu (12/12).
Menurutnya, bagi pemenang yang sudah didukung tidak bisa macam-macam dengan pengusaha tersebut. Kalau ada pejabat atau kandidat kepala daerah yang mau menerima dukungan dana dari pengusaha sama saja dengan terjebak.
“Siapa pun yang menang dan di belakangnya ada yang membeking harus memberikan imbalan. Biasanya yang lumrah berupa proyek. Pasti dalam penganggaran APBD itu ada titipan proyek,” tegas Ucok.
Hal tersebut, sambung dia, disebabkan ruang partisipasi dari masyarakat yang kosong dimanfaatkan oleh pengusaha. Mestinya pengawasan dari masyarakat diperketat, agar tidak ada lagi celah untuk oknum mengambil kesempatan.
“Ada titipan proyek di daerah, itu hal yang sudah lumrah. Hal tersebut sebagai barter atau balas jasa sebelum terpilih,” demikian Ucok.
Ucok menambahkan, permasalahannya sekarang bukan disebabkan mahalnya ongkos politik. Tetapi sudah mengarah kepada memperkaya diri. Hal itu sama saja dengan merampok secara legal.
Namun, secara terpisah, Ketua Mapisa Kubu Raya Muhammad Abdul Wahab mengatakan koalisi pejabat-pengusaha—dalam merajut hubungan dalam pembangunan daerah yang lebih baik itu—sah-sah saja. Apalagi jika itu terjadi dalam menyambut pilkada di daerah tersebut.
“Kita tidak usah juga terlalu berpikir negatif terhadap koalisi pengusaha-pejabat karena selama mereka mempunyai niat yang baik dalam membangun suatu daerah lebih baik seharusnya kita mendukungnya,” ujarnya kepada Rakyat Kalbar melalui selular, Rabu (12/12).
Menurutnya, jika memang pengusaha mendukung dan berniat baik untuk mendanai pejabat—salah satu jagoannya dalam pilkada—tentunya itu menjadi hak mereka karena mereka mempunyai dana tersebut. Namun, memang, yang perlu dihindari ialah bargaining antara pejabat-pengusaha itu, yang perlu diawasi masyarakat.
“Karena biasanya bargaining yang dilakukan terhadap kandidat pejabat yang diusungnya ini terlalu berlebihan sehingga merusak sistem pemerintahan dan masyarakat di bawah pun menjadi sengsara,” ucapnya.
Lebih lanjut, papar Wahab, jika pejabat tersebut menjadi bupati/gubernur dan memberikan kue pembangunan kepada pengusaha (yang mendanainya) tersebut, dinilainya sah-sah saja selama apa yang diberikan tersebut objektif dan sesuai.
“Katakanlah ini sebagai balas jasa kepada pendukung tersebut, namun perlu diingat pemberian kue pembangunan ini jangan dilakukan sering kali, karena akan menjatuhkan wibawa pemimpin itu sendiri,” ungkapnya.
Wahab mengingatkan kepada semua pengusaha, jika benar-benar ingin memberikan dukungan kepada kandidat bupati/gubernur, berikanlah dukungan tersebut secara objektif. Artinya memberikan dukungan kepada pejabat itu melihat apakah pejabat tersebut bisa menguasai birokrasi. Jangan sampai pengusaha memilih kandidat seperti kucing dalam karung dan jangan hanya mementingkan kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Soalnya begini, jika bupati/gubernur tidak menguasai birokrat dan malah menyengsarakan rakyat, maka pejabat tersebut akan selalu digoyang kekuasaannya karena rakyat merasa dirugikan atas kebijakan yang dilakukannya,” ucap Wahab. (kie/fiq)

21/12/2012 Kiamat?

Telah berulang kali ramalan hari kiamat kandas. Terbukti tidak benar dengan sendirinya, karena dunia hingga kini belum luluh lantak. Tetapi, penduduk bumi seperti tidak bosan-bosan memercayai ramalan akhir dari dunia itu.
Paling heboh saat ini tentang ramalan Kalender Suku Maya yang diklaim telah menyebutkan kalau akhir dunia pada 21 Desember 2012 (21/12/2012).
Menunggu waktu yang diramalkan sebagai akhir dunia itu, berbagai spekulasi diutarakan manusia. Saking mengaitkan-mengaitkannya plus duga-menduga, malah banyak yang menyebutkan kalau kiamat itu pada 12/12/12 (kemarin). Kalau pembaca masih membaca tulisan ini, berarti dunia belum kiamat, karena hari ini tanggal 13-12-12.
Tetapi masyarakat masih waswas, karena 21/12/2012 tidak berapa lama lagi, sekitar satu minggu ke depan. Di lain pihak, mungkin beberapa orang ingin membuktikan dan mengejek kalau itu ramalan merampot. Karena bisa saja yang dimaksud itu cuma akhir siklus kalender yang dibuat Suku Maya, bukan akhir dunia seperti klaim masyarakat umum saat ini.
Kendati demikian, tidak dapat dimungkiri banyak penduduk bumi yang memercayai ramalan Kalender Suku Maya itu sebagai akhir dunia. Hal ini diperparah lagi dengan pemutaran film yang laris manis di seluruh belahan bumi berjudul “2012” yang menceritakan tentang kiamat.
Ketakutan masyarakat bumi telah begitu mengkhawatirkan, seperti dilansir Telegraph pada Selasa (11/12) lalu, bahwa ketakutan mengenai kiamat itu sudah menyebar luas di seluruh dunia.
Ihwal 21/12/2012 yang menandakan konklusi dari hitungan panjang 5.125 tahun Kalender Suku Maya telah menyebabkan kepanikan di sebagian negara seperti Cina dan Rusia. Kabar tersebut sampai membuat tempat penampungan khusus (untuk selamat dari kiamat) laris manis di Amerika Serikat.
Lebih parah lagi di Prancis, mereka bersiap-siap dan berkumpul dengan alien (makhluk asing atau dari luar angkasa) yang telah singgah di salah satu gunung di negara fashion tersebut. Mereka sangat yakin kalau alienlah yang dapat menyelamatkan mereka dari kiamat 21/12/2012.
Tidak hanya sampai di situ, ketakutan penduduk bumi diperparah dengan Planet Nibiru yang akan menghantam Bumi, komet raksasa (asteroid) juga akan menabrak planet yang ditinggali manusia ini serta badai matahari. Semuanya diperkirakan terjadi tahun ini, yaitu tadi, pada 21/12/2012.
Di Amerika, seorang pencipta tempat penampungan bawah tanah berteknologi tinggi Ron Hubbard, mendapatkan keuntungan berlipat ganda dari ketakutan penduduk bumi tersebut. “Kami sudah pergi dari satu bulan untuk satu hari,” ujar Ron. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki opini tentang kalender suku Maya.
Tetapi, ketika astrofisikawan datang menghampirinya, Ron diberi tahu bahwa akan ada efek dari badai matahari, radiasi, dan electromagnetic pulses (EMPs). “Saya akan pergi ke bawah tanah pada 19 Desember dan keluar pada 23 Desember. Ini hanya dalam kasus bahwa siapa pun akan baik-baik saja,” tuturnya.
Di Tiongkok lain lagi, warga barat laut Cina, Lu Zhenghai, membangun kapal untuk mengantisipasi kiamat 21/12/2012. Tak tanggung-tanggung, dana yang dihabiskannya mencapai USD160 ribu (kalau dirupiahkan sekitar 1,536 miliar) untuk menciptakan perahu yang mirip dengan bahtera atau kapal Nabi Nuh.
Kapal ini diyakininya sebagai alat yang akan mengangkut keluarganya ketika terjadi banjir besar sebagai dampak dari rumor kiamat tersebut. Sementara itu, NASA secara agresif berusaha untuk menghilangkan ketakutan terhadap kiamat 21/12/2012 itu.
Badan antariksa asal Amerika Serikat ini mengungkap bahwa tidak adanya bukti terkait Planet Nibiru dan rumor lainnya seputar kiamat yang terjadi di 2012. Untuk diketahui, Suku Maya sendiri menolak setiap gagasan yang menyebutkan dunia akan berakhir.
Seorang pertapa Suku Maya Pedro Celestino YAC Noj, mengatakan akan membakar biji dan buah untuk menandakan akhir dari kalender tua pada sebuah upacara di Kuba. “Tanggal 21 untuk memberikan terima kasih dan rasa syukur serta menyambut siklus baru di tanggal 22,” katanya.
Apa pun bentuk ramalan mengenai hari kiamat beserta rumor-rumor tentangnya, sebagai masyarakat yang beragama dan memercayai Tuhan, patut menapikannya. Karena bagaimana pun juga, Tuhan tidak pernah memberikan informasi pasti tentang waktu kiamat itu.
Kiamat pasti terjadi, tetapi mengenai waktunya hanya menjadi rahasia Penguasa Alam Semesta ini. Bahkan para utusan-Nya (rasul) pun tidak diberikan kabar tentang waktu kiamat itu. Para rasul hanya diberikan tanda-tanda akan datangnya kiamat.
Tetapi, apa pun itu, seluruh penduduk bumi perlu mengingat hari kiamat pasti terjadi. Sehingga membutuhkan persiapan yang layak untuk menghadapinya. Bukan dengan membangun perlindungan bawah tanah (bunker) atau membangun kapal, tetapi dengan berbuat baik kepada sesama dan beribadah kepada Tuhan untuk bekal di akhirat. Masih percaya 21/12/2012 kiamat? (mordiadi)

54.940 Rumah Warga Kalbar Tak Layak Huni

Pontianak – Angka rumah tak layak huni di Kalbar terbilang cukup tinggi. Dari 863 ribu unit, sebanyak 54.940 rumah masuk kategori tidak layak huni. Pada 2013 mendatang, Kalbar kebagian 15 ribu unit rehab rumah dari Kementerian Perumahan Rakyat.
Ketua Satuan Kerja Perumahan Dinas Pekerjaan Umum Kalbar Syarif M Amin mengatakan banyak program perumahan di Kalbar. Tahun 2013, sebanyak 15 ribu unit rumah akan direhab. Selain itu ada 500 unit rumah untuk perbatasan.
“Lima ratus unit rumah yang di perbatasan diperuntukkan untuk petugas perbatasan, seperti guru, petugas kesehatan, dan karantina. Kemudian sekarang kabupaten/kota sedang mengumpulkan data rumah-rumah yang tidak layak huni per kecamatan,” kata Amin, Rabu (12/12).
Dikatakan Amin, saat ini sudah delapan kabupaten yang memasukkan data rumah tidak layak huni. Angka untuk rehab rumah tahun depan ada kenaikan. Tahun lalu dana yang disalurkan Rp6 juta per unit. Pada 2013 mendatang meningkat menjadi Rp7 juta hingga Rp7,5 juta per unit. Tujuannya peningkatan kualitas rumah tidak layak huni.
“Sebenarnya di tahun 2012, bantuan untuk rehab rumah tidak layak huni sekitar Rp10 ribu unit. Hanya saja persyaratan yang diajukan oleh masyarakat kurang lengkap. Mulai dari masalah KTP dan surat-menyurat kepemilikan tanah. Sehingga baru 2.500 unit rumah yang terealisasi,” jelasnya.
Amin mengatakan kebutuhan rumah baru di Kalbar per tahun sekitar 33 ribu unit. Sementara kemampuan pengembang atau developer untuk tipe 36 dari beberapa asosiasi yang ada, baru tiga ribu unit per tahun.
“Dengan hadirnya Asosiasi Perumahan Indonesia (Apprindo) ke Kalbar bisa membantu kebutuhan rumah di Kalbar,” katanya.
Pada 2012 ini Kalbar mendapatkan bantuan sekitar Rp26 miliar untuk sarana dan prasarana utilitas. Bantuan itu diperuntukkan kawasan rumah yang sangat sederhana. Misalnya membantu jalan dalam kawasan kompleks.
“Ada 33 lokasi se-Kalbar. Tahun depan program tersebut akan berlanjut. Totalnya di tahun 2012 ini pemerintah membantu 6.500 unit sarana dan prasarana utilitas untuk rumah sangat sederhana,” ujarnya.

Targetkan 1 juta rumah

Untuk meningkatkan mutu rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz menargetkan pembangunan satu juta rumah swadaya hingga tahun 2014.
Adapun jumlah bantuan untuk peningkatan kualitas rumah MBR yang dibangun adalah Rp6 juta tiap satu unit. Guna mempercepat program itu, Kemenpera mau melibatkan elemen masyarakat dari tiap provinsi dan kabupaten untuk tenaga pendampingan.
Menpera Djan Faridz mengharapkan program perumahan swadaya dapat disosialisasikan ke seluruh pimpinan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota.
Djan meminta para pimpinan pemerintah daerah dapat lebih mensinkronkan program perumahan swadaya dengan rencana pembangunan di daerah. Program ini sebenarnya sangat diminati pemerintah daerah, tapi terkadang informasinya masih sangat terbatas.
“Saya berharap ada tenaga pendamping,” kata Menpera Djan Faridz beberapa waktu lalu.
Menpera mengharapkan program perumahan swadaya sebaiknya dapat terintegrasi dengan program pembangunan sektor lain yang mendukung peningkatan kesejahteraan rakyat. (kie/rmol)

Aksi Trafficking NTT Digagalkan di Pontianak

Sembilan orang korban trafficking asal NTT dibawa ke Polsek Pontianak Utara
s
Sembilan orang korban trafficking asal NTT dibawa ke Polsek Pontianak Utara, Selasa (6/12)
Pontianak – Kepolisian Sektor (Polsek) Pontianak Utara mengamankan Wel, 30, pelaku yang telah memperdayai sembilan orang korbannya yang hendak dipekerjakan secara ilegal di negeri jiran, Malaysia. Aksi trafficking itu digagalkan, Selasa (6/12) di Jalan Kebangkitan Batu Layang.
“Mereka tidak mempunyai passport untuk berangkat ke Jiran. Satu orang di antaranya sebagai koordinator keberangkatan ke Malaysia. Koordinatornya pernah bekerja selama 2 tahun 7 bulan,” kata Kompol Saiful Alam SIK, Kapolsek Pontianak Utara.
Kesembilan korban adalah Yance, 21, Anacih Vikusa, 25, Jitron, 29, Marten Banu, 30, Danil, 23, Noh, 30, Andreas, 20, I Hudola, 17. “Wel mendapat biaya dari bosnya di Malaysia untuk membawa para korban ini ke Malaysia,” ujar Saiful.
Sembilan orang korban itu membatalkan perjalanannya menuju Malaysia. Sedangkan pelaku mendekam di sel tahanan Mapolsek Pontianak Utara untuk mempertanggungjawabkan tindakannya.
Dalam aksi itu terungkap tipu daya Wel mengiming-iming upah gaji besar di salah satu perkebunan sawit di Malaysia. Mereka berangkat dari NTT melalui jalur udara tanpa dokumen-dokumen resmi, hingga sampai di Pontianak.
Menurut Saiful, pengungkapan kasus ini hasil laporan masyarakat. “Kita cek TKP. Kemudian langsung menelusuri. Mereka akan bekerja di PT Soing Sarawak Malaysia,” kata dia.
Ketika kepada korban dan pelaku ditanya dokumennya, mereka tidak mempunyai ketentuan-ketentuan yang menyangkut surat-surat imigrasi maupun dinas departemen ketenagakerjaan.
Segala administrasi ditanggung oleh bosnya melalui Wel, termasuk makanan. Nantinya biaya tersebut akan dipotong setelah sembilan korban bekerja. “Ini sangat bahaya. Apabila terjadi yang menyangkut tentang hukum, mereka sulit untuk mendapat pembelaan dari negara Indonesia,” kata Saiful.
Saiful memaparkan, sembilan korban akan dipulangkan ke daerah asalnya. Nantinya akan diberikan penyuluhan terlebih dulu. “Pelaku yang membawanya akan kita kenakan proses sesuai ketentuan pasal 103 huruf C Undang-undang No 9 tahun 2004 tentang persyaratan perlindungan TKI. Ancaman hukuman 5 tahun,” ujarnya. (sul)

Trafficking ke Timur Tengah Digagalkan

Depsos Serahkan 12 Anak ke Pemkab Sambas

Bupati Sambas dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH
Muhammad Ridho
Bupati Sambas dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH menandatangani serah terima anak di bawah umur yang dipekerjakan asal Kabupaten Sambas dari Kemensos RI, Selasa (15/11)
Sambas
 
Departemen Sosial (Depsos) RI melalui Depsos Provinsi Kalbar dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kemensos beserta rombongan menyerahkan 12 anak perempuan di bawah umur yang merupakan korban trafficking kepada Pemkab Sambas, Selasa (15/11) di Aula Kantor Bupati Sambas.
“Kedua belas anak ini dipekerjakan dan akan dikirim ke Timur Tengah,” kata dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH, Bupati Sambas, ketika serah terima dari Depsos.
Kedua belas anak ini sebelumnya diamankan Polres KP3 Tanjung Priok di Jakarta dan selanjutnya dibawa ke penampungan untuk dibina di Rumah Sosial Perlindungan Anak (RSPA) milik Kemensos RI.
Menurut Juliarti, begitu mendapat laporan adanya anak umur asal Kabupaten Sambas yang dipekerjakan di Jakarta akan dibawa ke Timur Tengah, Pemkab Sambas cepat merespons. “Kita upayakan ketika itu untuk menjemput anak-anak ini agar dipulangkan ke Kabupaten Sambas,” kata Juliarti.
Tetapi, untuk memulangkannya bukanlah hal mudah dikarenakan banyak prosedur yang harus dilakukan. Makanya difasilitasi Depsos dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kemensos RI. Sebanyak 12 anak itu merupakan warga Kecamatan Sambas, Sebawi dan Kecamatan Teluk Keramat.
“Mereka diamankan aparat hukum di tempat berbeda. Sembilan orang di antaranya ditangkap di Pelabuhan Tanjung Priok, sedangkan sisanya ditangkap petugas saat bekerja di sebuah perusahaan sarang burung walet di Jakarta,” kata Juliarti pada kegiatan yang dihadiri Kadisnakertransos, Kepala BPP-KB, serta keluarga korban dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kabupaten Sambas.
Mereka yang berhasil diselamatkan dari tindakan bermodus trafficking asal Kecamatan Sambas adalah Widiati binti Aspawi, 16, Lilin Astika binti Iskandar, 17, Tuti Handayani binti Abdul Muin, 15, Gustia binti Juhani, 16, Nirta binti Masa, 16, Dewi binti Durasib, 17, Haryati binti Marto, dan Narzaina binti Karnim.
Sedangkan asal Kecamatan Teluk Keramat antara lain Wati binti Asadi, 15, Monita binti Arbain, 16, dan Putri Shinta binti Burhanudin. Asal Kecamatan Sebawi, Yunita Alias Ayu binti Adi.
Setelah memberikan sambutannya, Juliarti menyalami satu per satu anak tersebut seraya mengingatkan agar berhati-hati menerima pekerjaan dan tidak mudah percaya dengan tawaran yang menggiurkan.
“Sebaiknya lanjutkan sekolah, karena usia adik-adik ini seharusnya masih dalam proses pendidikan,” kata Juliarti.
Ia meminta kepada pihak orangtua untuk memerhatikan pendidikan anak-anaknya. (edo)

Dua Nak Dare Sambas Gagal Dijual

Ngabang - Jajaran Polres Landak menggagalkan penjualan tenaga kerja ilegal ke Malaysia. Terungkapnya kasus trafficking tersebut ketika petugas melakukan razia kendaraan di depan Mapolres Landak, Kamis (24/11).
Dua tenaga kerja wanita (TKW) asal Sekura, Kabupaten Sambas, berhasil digagalkan dalam operasi tersebut. TKW tersebut berinisial MU, 18, dan RP, 18, yang akan dibawa menuju Malaysia sebagai tenaga kerja. Kedua wanita tersebut dikirim Aris Muhamad Taruna bekerja sama dengan A Cin warga Seriaman, Malaysia.
Menurut pangkuan Aris, dia disuruh mencari tenaga kerja wanita dengan upah cukup besar. Satu kepala Aris akan diberi 1.000 ringgit. Di samping itu semua biaya dari pembuatan KTP dan paspor kedua tenaga kerja tersebut dibiayai A Cin. “Kita masih melakukan penyelidikan terhadap Aris,” kata AKP Andi Oddang SIk, Kasat Reskrim Polres Landak, Kamis (24/11).
Dikatakan Aris, kedua TKW, MU dan RP yang dibawanya akan digaji 550 ringgit per bulan. Sedangkan Aris akan mendapatkan untung satu kepala 500 ringgit di luar biaya administrasi.
MU dan RP akan dipulangkan kepada orangtuanya di Sekura apabila selesai dilakukan pemeriksaan. Untuk sementara kedua wanita tersebut masih diamankan di Polres Landak.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan secara intensif guna melacak kasus ini. Karena masih ada pelaku lain yang masih berkeliaran. Saya berharap agar pihak-pihak yang membuat paspor dan KTP lebih selektif lagi, sehingga tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu,” tegas Andi. (tar)

Agen Jual-Beli Orang Diselidiki

Kasiati-AKBP Nowo Winarti
Syamsul Arifin
AKBP Nowo Winarti berbincang-bincang dengan Kasiati, TKW yang menjadi korban trafficking di shelter YNDN
Pontianak – Kasiati, 30, merupakan salah satu korban agen gelap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dipekerjakan di Malaysia. Polda Kalbar akan menyelidiki maraknya agen TKI ilegal yang memperjualbelikan orang (trafficking).
“Kita akan menyelidiki penampung TKI ilegal yang masuk ke Kalbar. Parahnya lagi, Kalbar menjadi tempat persinggahan TKI ilegal dari provinsi lain,” ungkap AKBP Dra Nowo Winarti MSi, Kasubdit Remaja Anak dan Wanita (Renata).
Nowo beserta beberapa jajarannya mendatangi Kasiati, warga Desa Pondok, Kecamatan Sliek—Kabupaten Indramayu di Salter Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN), Jalan Ampera—Pontianak Kota.
“Saya mendatangi Kasiati untuk mencari tahu siapa yang membawanya ke Malaysia dan apakah melibatkan warga Kalbar,” kata Nowo.
Kasiati datang dari Jawa Barat dan pergi ke Malaysia melalui pintu masuk Kalbar. Sebelum diberangkatkan ke negara Jiran, wanita tersebut terlebih dahulu ditampung oleh agen TKI di Kota Pontianak. Kasiati merupakan TKI ilegal yang akhirnya menjadi korban trafficking, tanpa digaji dan dianiaya warga Malaysia. “Ini masuk dalam kategori trafficking,” tegas Nowo.
Dikatakan Nowo, jajaran kepolisian berkomitmen memberantas pelaku trafficking di Kalbar. Jangan sampai ada lagi TKI maupun TKW yang menjadi korban trafficking. ”Modus pelaku trafficking ini rata-rata sama. Namun ada juga yang langsung memberangkatkan para TKI atau TKW ini tanpa singgah di Kalbar,” jelas Nowo.
Polda akan memberikan pembinaan kepada agen-agen TKI/TKW legal. Tujuannya menjaga dan memfasilitasi TKI/TKW yang hendak bekerja ke Malaysia. “Trafficking ini pelakunya bisa murni dari Kalbar dan korbannya dari Kalbar, ada juga yang tersangka dari Kalbar korbannya dari provinsi lain,” papar Nowo.
Nowo akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat serta Polres Indramayu guna mencari keluarga Kasiati. Wanita tersebut akan dipulangkan ke kampung halamannya. “Kita mengharapkan polda dan polres di sana mengantisipasi adanya TKI ilegal,” katanya.
Nowo mengimbau masyarakat, khususnya Kalbar, agar tidak mau bekerja di Malaysia, apabila tidak memiliki surat-surat lengkap dan dari agen. “Karena di sana kemungkinan kriminalisasi terhadap TKI ilegal akan terjadi. Apabila diiming-imingi gaji, pekerjaan enak, jangan mau percaya, karena itu hanya menjebak Anda semuanya,” imbaunya. (sul)

Yunita, Pulanglah… Ibumu Tiap Malam Menangis

Yunita alias Olla
Yunita alias Olla
Pontianak – Seminggu sudah Yunita alias Olla, 17, siswi kelas II SMK YPK Jalan Ayani meninggalkan rumah, membuat orang tuanya cemas dan khawatir.
“Setiap malam ibunya menangis memikirkan Yunita dan menginginkan dia pulang dengan selamat. Tapi sudah seminggu ini Yunita tak ada kabar, entah ke mana perginya,” ungkap Edmundus, ayah Yunita ketika mendatangi Graha Pena Rakyat Kalbar, Senin (10/12).
Warga Jalan KH Wahid Hasyim Gang Usaha II Nomor 52, Pontianak Kota itu telah berupaya mencari anak perempuannya. Namun hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. “Kami sudah mencarinya ke mana-mana, ke tempat keluarga di Landak, Sanggau, dan Kubu Raya. Tapi dari keluarga kita tidak ada yang mengetahui keberadaannya,” ungkapnya.
Yunita meninggalkan rumah pada 2 Desember 2012 lalu sekitar pukul 13.30. “Saya juga telah melapor ke pihak kepolisian untuk membantu mencari anak saya Yunita. Tidak hanya itu, kami juga memberitahukan dengan pihak sekolah, baik guru maupun temannya, agar membantu mencari dan menemukan Yunita,” jelas Edmundus.
Rasa khawatir menghantui kedua orang tua Yunita. “Dulu Yunita pernah sekali berkelahi dengan tetangga, tapi kami bilang tak usah gitu dan jangan diambil hati. Begitu juga saya mengingatkan agar dia tidak pulang malam. Tapi lama kelamaan, anak saya malah tak pulang-pulang,” kesal Edmundus.
Edmundus mengaku anak perempuannya itu belum memiliki pacar. Dia juga telah menanyakan kepada sahabat atau teman dekat Yunita, namun mereka juga tidak mengetahui keberadaannya. “Kawannya juga bilang Yunita belum punya pacar,” katanya.
Edmundus berharap Yunita pulang ke rumahnya. “Yunita, pulanglah, Nak. Kami mengharap kamu pulang. Nak, kalau memang ada masalah, tolong bicarakan, karena kami mengkhawatirkanmu,” kata Edmundus dengan raut wajah sedih. Jika mengetahui keberadaan Yunita, Edmundus berharap menghubungi ke nomor 085347853139 dan 085750726166 atas nama Edmundus. (sul)

Tina Berbohong, Bukan Siswi STM

Singkawang – Sepasang pelajar, Nova dan Tina yang terjaring Tim Razia Gabungan sedang di kamar indekos pada Senin (10/12) ternyata dari sekolah yang berbeda. Tina bukan siswi STM, tetapi siswi salah satu SMK negeri di Kota Singkawang.
“Nova memang benar siswa STM, tetapi Tina itu bukan siswi kita, Tina itu siswi SMK,” kata Turnip, Kesiswaan STM Kota Singkawang kepada wartawan melalui orang tua Nova.
Ketika terjaring razia dan diangkut ke Kantor Satpol PP Kota Singkawang, Nova jujur mengakui dia pelajar di STM jurusan Elektro. Tetapi Tina juga mengaku pelajar STM jurusan Komputer. Padahal Tina merupakan siswa SMK jurusan Perhotelan.
Penjelasan Tina ketika di Satpol PP memang sempat simpang siur, lebih banyak bohongnya ketimbang yang benar. Tetapi ketika didatangkan pihak sekolah dan orang tua masing-masing, akhirnya dia tidak dapat mungkir lagi.
Antara pihak kedua sekolah dengan orang tua dengan disaksikan Satpol PP pun membuat kesepakatan akan membina kedua pelajar tersebut. Apalagi keduanya sama-sama duduk di bangku kelas tiga yang tidak lama lagi menghadapi UN.
Jauh-jauh hari Satpol PP sudah mengharapkan pihak sekolah untuk tidak mengeluarkan pelajar yang terjaring Tim Razia Gabungan. Karena lebih baik mereka dibina, agar masa depan generasi penerus bangsa tersebut tidak hancur.
Sementara itu Tina yang tidak bisa mengelak lagi telah berbohong, melalui teman-teman beserta orang tuanya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak STM atas pengakuannya sebagai siswi STM jurusan Komputer.
Dia menyampaikan keterangan tidak sesuai kenyataan itu, dikarenakan takut dan terlalu panik ketika tertangkap berduaan di dalam kamar indekos, di mana saat itu dia masih mengenakan seragam abu-abu. Sedangkan Nova sudah mengenakan pakaian biasa. Walaupun dia tidak melakukan apa-apa selain mengerjakan tugas.
Tina mengharapkan permasalahan ini tidak memunculkan dampak yang lebih merugikan lagi, baik bagi dirinya dan Nova maupun kedua sekolah. Dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya yang mempermalukan pihak sekolah dan orang tuanya itu.
Diberitakan sebelumnya, berdalih mengerjakan tugas sekolah, siswa salah satu STM jurusan Elektro yang juga anak seorang Lurah, Nova ketangkap basah sedang berduaan di kamar indekos dengan siswi STM jurusan Komputer (sesuai pengakuannya), Tina yang masih mengenakan seragam putih abu-abu.
“Kami hanya teman dekat dan saya hanya membantu dia mengerjakan tugas sekolah,” kilah Nova ketika ditemui di Kantor Satpol PP Kota Singkawang, Senin (10/12) lalu. (dik)

Bambang Sang “Penikmat Daun Muda” Dilepaskan Polisi

Pontianak – Bambang, 55, pelaku kasus asusila yang meniduri anak bawah umur dan diamankan Mapolresta Pontianak dibebaskan tanpa sidang.
“Kita meminta kepada DPRD untuk mengadakan rapat koordinasi dengan kepolisian, jaksa, maupun pengadilan, guna mencari titik tengah agar dapat menjerat pelaku asusila. Karena banyak pelaku dipulangkan dengan alasan tidak cukup bukti, ini yang membingungkan kita,” ungkap Hendrik, Plt Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN), Selasa (11/12).
Dikatakan Hendrik, kasus prostitusi seks pelajar yang sempat menghebohkan warga Kota Pontianak sebelumnya ditangani Polsek Kota dan dilimpahkan ke Polresta Pontianak. Bambang merupakan pelaku utamanya yang meniduri gadis bawah umur berstatus pelajar SMP. Sangat disayangkan Bambang dilepaskan, apalagi dengan dalih tidak cukup bukti untuk menjeratnya sampai ke pengadilan.
“Padahal sebenarnya sudah bisa dilanjutkan ke pengadilan, tapi kenyataannya tidak bisa diproses sampai pengadilan, bahkan kini Bambang sang pelaku sudah bebas,” kesal Hendrik.
Bambang dikenal sebagai pria hidung belang dan beberapa kali meniduri siswi SMP. Bambang digerebek polisi saat meniduri YN, 14, dan FN, 14, di hotel kelas melati Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (17/9) lalu.
Kedua pelajar SMP sempat ditampung di shelter YNDN sebelum kemudian diminta keterangannya oleh penyidik Mapolresta Pontianak.
Komisi D DPRD Kota Pontianak mendatangi YNDN, berkoordinasi serta menanyakan aspirasi dari YNDN terkait prostitusi seks pelajar di Kota Pontianak. “Kita meminta kepada DPRD untuk lebih aktif lagi dalam mengawasi serta mengawal kasus-kasus prostitusi seks pelajar di Kota Pontianak. Intinya DPRD harus meminta kepada penegak hukum, pelaku ini bisa dijerat sampai ke pengadilan,” tegas Hendrik.
Ketua Komisi D DPRD Kota Pontianak Mansur mengaku prihatin dengan adanya prostitusi seks pelajar di Kota Pontianak. Padahal Kota Pontianak mendapatkan predikat Kota Layak Anak. “Kami berkomitmen melakukan pengawalan serta mendukung pihak terkait untuk melakukan pemberantasan dan pembersihan dari adanya prostitusi seks pelajar,” ungkapnya.
Mansur berjanji akan menerbitkan peraturan daerah (perda) tentang perlindungan anak. “Awal Januari 2013 sudah terbentuk perda tersebut,” tegas Mansur.
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan KB Kota Pontianak Darmanelly mengaku akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya orang tua untuk selalu memerhatikan anak-anaknya.
“Jika memang karena faktor gaya hidup, seorang anak menjadi demikian, maka diberikan pemahaman agar tidak ikut-ikutan,” ungkap Darmanelly. (sul)

Rabu, 12 Desember 2012

Berseragam Abu-abu Berduaan di Kamar Indekos

Sepasang pelajar SMU tertangkap razia Satpol PP Singkawang
Mordiadi
Sepasang pelajar SMU yang tertangkap dari razia Satpol PP Singkawang
Singkawang – Berdalih mengerjakan tugas sekolah, siswa salah satu STM jurusan Elektro yang juga anak seorang lurah, Nova, ketangkap basah sedang berduaan di kamar indekos dengan siswi STM jurusan Komputer, Tina. Keduanya masih mengenakan seragam putih abu-abu.
“Kami hanya teman dekat dan saya hanya membantu dia mengerjakan tugas sekolah,” kilah Nova ketika ditemui di Kantor Satpol PP Kota Singkawang, Senin (10/12) siang.
Nova menceritakan, sepulangnya dari sekolah, langsung ke kamar indekos milik abangnya yang sedang bekerja. Bersamanya juga ikut Tina. Mereka pulang lebih awal karena bertepatan dengan waktu ulangan umum. Tetapi dia mengaku tidak melakukan apa-apa di dalam kamar indekos itu. “Kami bukan pacaran, kami hanya teman dekat,” katanya.
Kedua pelajar yang berduaan di dalam kamar indekos ini hanya salah satu pasangan yang tidak resmi yang diangkut Tim Razia Gabungan Pemkot Singkawang. Masih banyak pasangan tidak resmi lainnya yang terjaring dalam razia yang digelar sejak pagi kemarin.
Tim Razia Gabungan yang terdiri atas Satpol PP, Kodim, Brigif, Polres, AURI, Rindam, Subdenpom, Brimob berhasil menjaring 27 orang, yakni delapan laki-laki dan 19 perempuan. Beberapa di antaranya merupakan pasangan tidak resmi yang kepergok berduaan di kamar indekos.
Pasangan yang tidak resmi yang terjaring itu di antaranya mengaku sudah menikah. Tetapi ketika petugas menanyakan surat-menyuratnya, mereka tidak bisa menunjukkan.
Petugas juga menjaring seorang perempuan muda sendiri di dalam kamar indekos. Dia tidak dapat menunjukkan identitasnya dan mengaku tinggal bersama suaminya yang sudah pergi bekerja sejak matahari baru akan muncul di ufuk timur.
Ketika petugas menyuruhnya berpakaian untuk dibawa ke Kantor Satpol PP, dari luar kamar malah terdengar dia menangis dan enggan membukakan petugas pintu. Terpaksa petugas mendobrak pintu yang tadi telah dibukanya. Ternyata dia bersembunyi di dalam toilet sambil menangis enggan diangkut. Setelah dibujuk, akhirnya dia mau juga, tentunya sambil menangis.
Tim Razia Gabungan juga menjaring pasangan nikah siri yang berduaan di kamar indekos. Selain itu, terdapat pula pasangan tidak resmi dalam kamar indekos. Mereka mengaku sudah pacaran sekitar sembilan tahun, tetapi belum punya uang untuk menikah.
Kepala Satpol PP Kota Singkawang Drs Karyadi MSi yang ditemui usai razia tersebut mengatakan dari dua tim razia indekos yang dibentuk, dari beberapa indekos di Kota Singkawang terjaring 27 orang.
“Semua indekos kita sisir, beberapa terjaring karena tidak mempunyai identitas, satu kamar tetapi bukan suami istri dan terdapat pula sepasang anak sekolah,” katanya.
Untuk pasangan anak sekolah dalam kamar indekos itu, Karyadi memanggil orang tua dan pihak sekolah untuk memberikan pembinaan kepada keduanya. Sementara yang lainnya mendapatkan pengarahan dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. (dik)

Selasa, 11 Desember 2012

Tak Digaji, Disiksa, Dijual Lagi

Derita TKW
Kasiati
Syamsul Arifin
Kasiati saat berada di YNDN Kalbar
Pontianak – Sudah banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang telantar dan tidak dihargai bekerja di Malaysia. Di antaranya Kasiati, 30, dua tahun bekerja di negara jiran itu, namun tidak digaji.
Warga Desa Pondok Kecamatan Sliek, Indramayu, itu menyarankan kepada TKI maupun TKW, jangan mau bekerja ke Malaysia. “Karena warga Malaysia itu sangat kejam,” kata Kasiati.
Wanita tersebut berangkat ke Malaysia diajak oleh salah satu agen TKI-TKW dari Indramayu. Agen ini mengiming-imingi Kasiati dengan gaji RM400 per bulan dan kerjanya enak. “Saya akhirnya berangkat pada 2010 lalu,” ungkap Kasiati.
Kasiati meninggalkan kampung halaman, bahkan anaknya yang baru berusia dua tahun. Kasiati tidak langsung menuju Malaysia, melainkan singgah dulu ke Kota Pontianak. Agen TKI-TKW Indramayu menjual wanita tersebut kepada agen TKW di Kota Pontianak. Setelah itu barulah Kasiati diberangkatkan ke Malaysia melalui pintu masuk Entikong, Sanggau.
Sesampai di Malaysia, wanita tersebut diserahkan kepada agen TKI-TKW yang berada di sana. Kasiati disuruh bekerja di sebuah hotel. Wanita itu ternyata bekerja sebagai pemotong babi. Karena terpaksa akhirnya dia mengerjakan pekerjaan tersebut. Sudah beberapa lama kerja di hotel sebagai pemotong babi, Kasiati bekerja sebagai pekerja rumah tangga. Merasa tidak dibayar Kasiati pun bertanya kepada majikannya tentang upah kerja. Ternyata kata majikannya, upahnya sudah dibayar kepada agen di Kota Pontianak.
“Saya bertanya kepada agen yang menerima saya di Malaysia tentang upah kerja, saya malah dicambuk, dipukul, disiksa dan dianiaya. Delapan kali bertanya, delapan kali juga disiksa. Akhirnya tepat dua tahun bekerja, saya bilang kepada agent tersebut, saya ingin pulang dan tidak mau lagi ke Malaysia,” ungkap Kasiati seraya mengatakan dirinya merasa dibohongi dan dianiaya.
Agen yang sudah mengambil keuntungan banyak dari hasil keringat wanita itu memulangkannya dengan cara yang sangat miris. Kasiati hanya diberi uang RM40 saja. Kemudian hanya dititipkan di perbatasan Kalbar-Malaysia. Wanita tersebut berjalan sendiri dan kelaparan selama satu hari. Parahnya lagi, uang RM40 dirampok warga Malaysia.
“Setelah dirampok, saya bertemu dengan polisi Malaysia di perbatasan. Saat itu polisi tersebut sedang makan. Saya berharap polisi itu mau memberikan saya makan. Namun kepolisian tidak menawarkannya makan,” ungkapnya.
Polisi Malaysia itu hanya mendata Kasiati, menanyakan alamat, serta dari mana mau ke mana. Karena tidak memiliki uang dan berharap ditawarkan makanan wanita itu malah diinterogasi. Kasiati hanya bisa menangis menahan sedih atas nasib diterimanya.
“Dalam kondisi lapar, saya dititipkan ke Bus Bintang Jaya. Polisi itu mengatakan bahwa Bus Bintang Jaya ini merupakan bus yang bisa langsung ke Indramayu. Akhirnya Bus Bintang Jaya pun membawa saya sampai di Pontianak,” jelasnya.
Sampai di Pontianak, Kasiati diselamatkan Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN). Kemudian ditempatkan di shelter terlebih dahulu dan diobati lukanya.
“Saya menyesal pergi ke Malaysia untuk bekerja, lebih baik di Indonesia berpenghasilan sedikit, tetapi tidak disiksa dan tidak jauh dari keluarga,” katanya, Minggu (9/12) siang, di YNDN Kalbar.
Setelah sampai di Indramayu nanti, wanita itu ingin bekerja di pabrik tak jauh dari rumahnya. Malah upah per harinya Rp200 ribu dan sore hari sudah pulang walaupun pekerjaannya berat. “Saya di sana juga sempat dikira pelacur, saya diajak tidur oleh tamu hotel dan cuma mau dibayar RM200, tapi saya tidak mau, karena itu harga diri,” ungkap Kasiati.
Kasiati mengingatkan kepada TKW dan TKI ilegal agar pulang ke Indonesia, jangan mau dijadikan budak di Malaysia. Karena majikan di Malaysia main siksa, main pukul, belum lagi agennya. “Sebaiknya bekerja di Indonesia, Indonesia lebih baik dari Malaysia,” tegasnya.
Ketua YNDN Kalbar Devi Tiomana mengatakan Kasiati saat ini berada di shelter. Nantinya akan dipulangkan ke Indramayu bekerja sama dengan Dinas Sosial. “Ini kejadian bukan hanya sekali terjadi, melainkan selalu terjadi setiap tahunnya. Agen ilegal di Kalbar masih marak dan berkeliaran mencari korban untuk dijadikan TKI maupun TKW di Malaysia,” ungkap Devi.
Ketua YNDN berharap Kapolda Kalbar yang baru, Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto melakukan pencegahan adanya TKW ataupun TKI ilegal yang masuk ke Malaysia. Kalbar ini menjadi tempat persinggahan TKI maupun TKW, sudah terbukti sebagai penampung TKI maupun TKW ilegal.
“Pencegahan yang saya maksud, kapolda melakukan penangkapan terhadap para penampung TKI maupun TKW ilegal di Kalbar, termasuk para agennya. Kemudian memproses kasusnya sampai ke ranah pengadilan, karena banyak kasus pengungkapan, melainkan hanya hitungan jari yang disidangkan,” kesal Devi. (sul)

Senin, 10 Desember 2012

PNS Poligami Ajukan Banding

Pontianak - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pontianak, Zumiyati SSos, mengatakan, dua dari tiga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Pontianak yang diberhentikan karena ketahuan melakukan poligami disarankan untuk mengajukan banding.
“Mereka banding ke badan pegawai (bapeg) di pusat, 14 hari setelah mereka menerima SK. Kalau tidak banding, berarti mereka menerima putusan walikota yang memberhentikan dengan hormat,” katanya ditemui usai pembukaan Bimtek CPNS Pemkot Pontianak Pengangkatan Tenaga Honorer dan Umum Formasi 2009 di Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Selasa (23/2).
Dikatakan Zumiyati, hasilnya nanti tinggal menunggu keputusan dari Bapeg. Keputusan untuk pemberhentian mereka sebagai PNS berlaku mulai 1 Maret 2010 mendatang. “Jadi sebelum adanya keputusan dari Bapeg pusat, status mereka saat ini masih sebagai PNS Pemkot Pontianak,” tegasnya.
Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pontianak ini mengungkapkan, kasus yang dialami ketiga PNS tersebut karena adanya laporan dari pihak keluarga dan melalui proses yang cukup panjang. “Tidak langsung semena-mena langsung keluar SK. Itu melalui proses, penyelidikan dan pemeriksaan yang cukup memakan waktu cukup lama,” jelas Zumiyati rinci.
Menurutnya, proses yang dilakukan BKD sendiri memakan waktu lebih kurang satu tahun. “Tim pun membuat pertimbangan yang sangat-sangat maksimal,” ungkapnya.
Sebenarnya kata dia, terkait permasalahan ini BKD sendiri sudah sering memberitahukan kepada masing-masing SKPD di lingkungan Pemkot Pontianak. “Seperti yang dikatakan Pak Walikota bahwa poligami tidak ada toleransi, karena ada aturan undang-undang yang mengatur tentang poligami,” pungkasnya. (ian)

Larangan Nikah Siri Sudah Pernah Diatur

Sunnah Nabi: "Nikah Disiarkan, Kalau Sembunyi (Siri) Berarti Ada Apa-apanya."

Pontianak - Rancangan Undang-undang (RUU) Peradilan Agama tentang Perkawinan yang membahas nikah siri, poligami dan kawin kontrak menuai pro-kontra. Padahal, UU nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan yang diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 9 tahun 1975 telah pernah mengaturnya.
Sekretaris DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalbar H Arif Jhoni Prasetyo angkat bicara. Menurutnya, larangan atau pidana nikah siri sudah pernah diatur sebelumnya. Hanya saja masyarakat banyak yang tidak tahu.
Para pelaku dan yang menikahkan secara siri, terancam penjara maksimal tiga bulan atau denda Rp 7.500. Aturan pidana tersebut telah ada dalam UU 1/1974 tentang Perkawinan yang diatur lebih lanjut dengan PP 9/1975.
“Namun, meski telah ada hukuman pidananya, tapi kepolisian tidak pernah memperkarakannya dan menegakkan aturan tersebut, karena masuk dalam relasi yang sakral,” ungkap Arif Jhoni.
Dikatakan Arif Jhoni, pidana untuk kawin siri terberat diberikan kepada orang yang mengawinkan. Sedangkan hukuman bagi kedua mempelai jauh lebih rendah. “Draf RUU tersebut belum secara resmi diajukan pemerintah ke DPR, namun  telah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2010. Di dalamnya memuat ketentuan pidana terkait perkawinan siri, perkawinan mut'ah, perkawinan kedua, ketiga dan keempat. Dan kawin kontrak,” terang Arif bijak.
Selain itu, dalam RUU itu juga mengatur mengenai perceraian yang dilakukan tanpa di muka pengadilan, melakukan perzinaan dan menolak bertanggung jawab serta menikahkan atau menjadi wali nikah, padahal sebetulnya tidak berhak. “Untuk itu, saya berharap perilaku perzinaan, nikah mut'ah, kawin kontrak tidak diperkenankan di negeri ini. Kalau melanggar, hukumannya harus berat,” tegasnya.
Dijelaskan Wakil DPRD Kota Pontianak ini, sebenarnya menikah siri itu bak pelanggaran lalu lintas. Meskipun sepertinya tak ada korban, namun tetap dikatakan melanggar.
Misalnya, kalau pengendara sepeda motor tak memakai helm, belum tentu menimbulkan korban, tapi tetap melanggar dan bisa mengakibatkan bahaya ketika ada benturan. Nikah siri akan menjadi masalah yang lebih besar, jika ada persoalan hukum dalam rumah tangga mereka.
“Karena bukti fisik nikah yang sah tidak ada, jadi repot. Misalnya, kalau ada sengketa waris, masalah cerai, masalah akte anak dan lain-lain. Yang banyak dirugikan adalah pihak perempuan dan anak,” katanya menerangkan.
Oleh karena itu, sebaiknya yang sudah telanjur nikah siri dapat dicatatkan atau dijadikan resmi, istilahnya itsbat. Untuk itsbat, pemerintah harus mempermudah urusan terutama yang nikah siri dan sudah punya anak. Sehingga kalau sudah istbat jadi ada kekuatan hukum formal. “Kalau nikah siri kan hanya sah secara agama saja, dalam hukum formal belum,” ujarnya.
Arif Jhoni mengingatkan, muda-mudi jangan mau nikah siri karena banyak risikonya. Ia menyarankan, nikahlah sesuai ketentuan agama dan ketentuan pemerintah. Karena nikah itu sunahnya dipublikasikan, sebutnya, kenapa harus siri atau sembunyi.
“Kalau sembunyi-sembunyi berarti ada apa-apanya,” pungkasnya tersenyum. (ian)

Pejabat Negara Nikah Siri Langgar Etika

Pontianak – Kabupaten Garut, Jawa Barat mendadak terkenal atas ulah bupatinya yang suka kawin. Nikah kilat Bupati Garut Aceng HM Fikri dengan Fani Oktora, gadis berusia 18 tahun asal Limbangan, Kabupaten Garut menuai banyak kritikan.
Apalagi pernikahan secara sembunyi itu hanya bertahan selama empat hari, setelah itu Aceng menceraikan Fani Oktora. Sebagai kepala daerah, Aceng mengajarkan kepada rakyatnya untuk melakukan perbuatan yang tidak baik.
“Bupati Garut sebagai aparat pemerintah jelas melanggar hukum. Selain itu, dirinya telah melanggar etika dan kepatutan sebagai seorang kepala daerah,” kata Fitri Kusumayanti MSi, Ketua Pusat Studi Wanita (PSW) STAIN Pontianak, kemarin.
“Karena telah menikahi siri perempuan berumur 18 tahun. Lebih gile lagi hanya empat hari kemudian diceraikan melalui Short Message Service (SMS). Itu kan sangat meremehkan kaum perempuan,” lanjut Fitri.
Semestinya sebagai pejabat terhormat di mata masyarakat, kepala daerah harus menjadi contoh teladan. “Dalam perspektif perempuan, jelas hal ini terasa sangat melecehkan. Mungkin kasus nikah siri adalah hal yang biasa dilakukan jika menimpa masyarakat biasa. Namun akan lain apabila dilakukan oleh pemimpin,” ujarnya.
Sebagai kepala pemerintahan, perkawinan yang dilakukan Aceng bisa jadi melanggar peraturan UU yang telah ditetapkan sejalan dengan HAM. Apalagi sangat mendiskriminasikan perempuan.
“Kalau menurut saya, pernikahan siri bagi perempuan sangat lemah posisinya secara hukum. Hingga akhirnya perempuan yang disirikan tidak bisa mendapatkan haknya. Untuk itu perlunya keseriusan pemerintah dalam membahas RUU keadilan dan kesetaraan gender,” harap Fitri yang juga dosen Jurusan Dakwah STAIN Pontianak ini.
Dampak nikah siri yang pastinya akan merugikan pihak perempuan. Karena nikah siri tidak bisa menuntut hak sebagai perempuan. Serta pernikahan yang tidak tercatat dalam hukum negara.
“Hanya perempuan sendirilah yang mampu mengangkat derajat serta martabatnya. Sebagai perempuan jangan mudah dan mau diperlakukan semena-mena oleh kaum laki-laki. Semua perempuan pasti punya potensi untuk maju,” papar Fitri.
Pemerhati trafficking Kalbar Dra Khairawati MPd menilai apa yang sudah dilakukan Bupati Garut Aceng HM Fikri melanggar hukum. “Pertama, perempuan masih di bawah umur meskipun sudah balig. Kedua, pejabat negara harus memiliki integritas moral sebagai pemimpin,” ungkap Khairawati kepada Rakyat Kalbar, kemarin.
“Kasus yang terjadi itu jelas pelecehan terhadap perempuan. Alasan tidak perawan sangat menyakitkan bagi korban, apalagi itu santriwati. Statement Aceng sudah melecehkan lembaga pondok pesantren dan orang tua serta keluarga korban,” paparnya.
Lanjutnya, pejabat dengan moral bejat seperti Aceng harus dijatuhi sanksi. Karena dengan kekuasaan yang dia miliki, bisa seenaknya menzalimi rakyat. Padahal rakyat di bawah kepemimpinannya harus merasa aman.
“Gubernur atau Mendagri harus memecatnya. Dengan tidak hormat juga tidak masalah, karena pejabat bejat moralnya. Silakan kawin yang dibolehkan syariat. Jangan buat alasan yang tidak berdasar,” tegas Khairawati.

Harus paham UU pernikahan

Walikota Pontianak H Sutarmidji SH MHum mengatakan belum pahamnya masyarakat akan UU perkawinan menjadikan kasus doyan kawin Bupati Garut Aceng HM Fikri menjadi perbincangan banyak orang.
“Jika paham akan aturan, maka tidak akan menjadi besar seperti saat ini. Masalah sudah jelas, jika kita mengacu kepada UU Perkawinan Islam, kemudian ahli waris yang dapat dijadikan acuan, sehingga tidak banyak yang berkomentar macam-macam seperti kasus Pak Aceng dan keputusan MK,” ungkap Sutarmidji.
Walikota Pontianak itu mengaku banyak kasus yang dapat dijadikan contoh agar masyarakat lebih memahami UU perkawinan. Sehingga dalam menjalankan kehidupan, tetap berpegangan kepada syariat Islam dan tidak salah kaprah. “Saya tidak mau berkomentar mengenai hal tersebut, hanya saja yang harus dipahami juga, pejabat publik harus mengerti aturan yang berlaku dan menjadi contoh bagi masyarakat banyak,” papar Sutarmidji.
Penghulu, dikatakan Sutarmidji, sangat berperan dalam mensosialisasikan UU Perkawinan Islam dan kewarisan Islam. Termasuk mensosialisasikan isbat nikah, yaitu pernikahan seperti nikah siri dan di bawah tangan yang terjadi di waktu lima tahun yang lalu. “Isbat nikah ini berlaku sejak lima tahun lalu dan hanya berlaku untuk istri pertama, selain itu juga ada istilahnya mawali. Banyak yang tidak tahu kalau dulu ada putus waris, padahal tidak demikian, belum lagi ada wasiat wajibah untuk anak angkat. Ini yang harus disosialisasikan kepada masyarakat luas,” paparnya.
Sehingga pada saat ada yang melakukan ijab kabul melalui telepon genggam, Sutarmidji berharap tidak lagi mempermasalahkannya. Karena di dalam hukum Islam, hal tersebut telah diatur dan sah menurut agama.
“Di dalam administrasi pencatatan menikah juga seharusnya ditulis belum pernah menikah, bukannya masih gadis. Karena kalau ditulis masih gadis, nantinya akan ada alasan orang menuntut, begini begitu, sehingga jadi masalah dalam masyarakat dan peristiwa Pak Aceng pun terjadi. Coba kalau ditulis belum menikah, maka tidak akan ada ketetapan hukum di dalamnya,” kata Sutarmidji tersenyum.
Walikota Sutarmidji berharap masyarakat harus memahami pentingnya UU Perkawinan Islam serta hukum waris Islam. Agar tidak lagi menjadi persoalan yang merugikan wanita sebagai makhluk lemah dan tidak dijadikan objek bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. (kie/dna)

Perawan Siswi SMPN Dirobek Tiga Mahasiswa

Tiga mahasiswa pelaku kejahatan seksual terhadap anak bawah umur
Suhardin
Tiga mahasiswa pelaku kejahatan seksual terhadap anak bawah umur
Sintang – Hilang sudah keperawanan Bunga (nama samaran), 16, siswi kelas tiga salah satu SMPN di Kota Sintang, disetubuhi Bartolo Meus Daling, 21, Paulus Herman, 20, dan Higinus Arkadius, 20, Kamis (22/11). Ketiga pelaku merupakan mahasiswa sekolah tinggi di Kabupaten Sintang.
Tak terima keperawanan anaknya direnggut, Manan, orang tua Bunga melapor ke Mapolres Sintang, Minggu (25/11). Hari itu pula ketiganya diringkus dan meringkuk di tahanan Polres Sintang. Kepada petugas, ketiga pelaku berkilah persetubuhan dilakukan atas dasar suka sama suka.
Bartolo mengatakan awalnya mereka berkumpul bersama Bunga di indekosnya Gang Taswi, Kelurahan Ladang, sekitar pukul 11.00. Saat itu mereka berkumpul terdiri dari tujuh laki-laki dan lima perempuan termasuk Bunga. Bartolo, Paulus, dan Higinus menenggak minuman keras.
Awalnya ketiga pelaku tidak kenal dengan Bunga. Kemudian Evan yang juga ikut berkumpul bersama para pelaku memperkenalkan Bunga kepada Bartolo, Paulus, dan Higinus yang sedang menenggak minuman keras.
Setelah merasa akrab, Bartolo mengumbar rayuan. Bunga diajak jalan-jalan menggunakan sepeda motor mengelilingi Kota Sintang. Setelah puas berkeliling, Bartolo mengajak Bunga beristirahat di salah satu indekos rekannya di Jalan Pertamina. Tanpa pikir panjang Bunga yang masih bau kencur manut saja. Di situlah keduanya memadu kasih, sehingga kesucian Bunga terenggut.
“Saya tanya dengan dia (Bunga) kita mau ke mana, dia menjawab terserah, lalu saya bawa ke indekos di dekat STKIP. Di sana dia saya setubuhi lagi,” ujar Bartolo.
Setelah puas melampiaskan nafsunya, Bartolo dan Bunga kembali pulang ke indekosnya di Gang Taswi. Tanpa basa basi Bartolo menawarkan Bunga ke Paulus, rekannya. Entah apa yang ada dalam benak Bunga, ia pun melayani nafsu berahi Paulus. “Awalnya saya hanya main-main pakai tangan. Dia juga tidak menolak,” kata Paulus.
Selang beberapa saat kemudian, Higinus datang dan ikutan menggilir Bunga. “Saya masuk ke kamar ingin matikan laptop. Saat saya di kamar, dia (Bunga, red) masih telanjang, ya main juga,” ujar Higinus.
Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Andi Yul membenarkan telah terjadi persetubuhan yang dilakukan oleh tiga mahasiswa dari dua perguruan tinggi di Kabupaten Sintang. Korban persetubuhan itu merupakan anak bawah umur. Saat ini Bunga sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Ade M Djoen Sintang.
“Atas laporan dari keluarga korban, sudah kami amankan ketiga mahasiswa tersebut. Mereka kita jerat Undang-Undang Perlindungan Anak,” tegas Andi Yul. (din)

Terbuai Rayuan Lelaki Beristri

Pontianak – Mengaku tidak punya istri, SK, 25, mencabuli WN, 15, di Hotel Benua Mas dan Pondok Jaya, Jalan 28 Oktober Siantan Pontianak Utara pada Agustus lalu. Perbuatan warga Karangan itu dilaporkan keluarga WN ke kantor polisi.
Sekian lama menjadi buronan polisi, SK akhirnya diamankan di Mapolresta Pontianak, Kamis (29/11). Pria tersebut diamankan di kediamannya di Karangan.
SK dan WN sempat pacaran. Kemudian memadu kasih hingga ke Kota Pontianak dan menginap di Hotel Pondok Jaya. Mereka terus menjalin hubungan seperti layaknya suami istri meskipun WN sempat menolak ajakannya. Karena terbuai oleh rayuan maut SK, akhirnya gadis bau kencur itu jatuh juga di pelukannya. WN mau saja melayaninya, karena SK mengaku masih bujangan atau belum memiliki istri.
Setelah puas menyetubuhi WN, pria tersebut mengantarnya pulang ke rumah bibinya di daerah Kabupaten Landak. Kemudian SK kembali mengajak WN jalan-jalan ke Kota Pontianak dan menginap di Hotel Pondok Jaya. Perbuatannya itu dilakukannya hingga tiga kali. SK juga pernah mengajak WN menginap di Hotel Benua Mas.
Tingkah WN yang aneh dan suka termenung membuat bibinya curiga. Gadis tersebut dipaksa bibinya bercerita. WN mengaku pada bibinya bahwa ia sudah disetubuhi pacarnya. Sang bibi berang dan meminta SK mempertanggungjawabkan perbuatannya. Setelah mengetahui SK telah beristri, bibi WN melaporkannya ke polisi.
“Karena lokasi kejadiannya di Pontianak, maka tersangka menjalani pemeriksaan di Mapolresta. Kami juga masih mencoba melakukan pemeriksaan dan mencocokkan keterangan korban tentang perbuatan yang dilakukannya,” ungkap Kompol Puji Prayitno, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Jumat (30/11).
SK terancam pasal tentang perlindungan anak dengan hukuman di atas lima tahun penjara. Sedangkan WN masih menjalani terapi di shelter Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN) Kalbar, karena masih trauma terhadap perbuatan yang dilakukannya SK. WN sangat kaget setelah mengetahui pacarnya telah beristri. (sul)

Jumat, 07 Desember 2012

Nubuat kiamat Nostradamus, bumi meledak bulan ini?

Sebentar lagi 21 Desember 2012. Konon saat itulah dunia ini diramal kiamat. Ketika sumbu bumi semakin miring, perlahan-lahan bencana besar melanda. Gempa memecah belah bumi, mulai dari bagian bumi barat, dari benua Amerika terus meluas hingga belahan bumi Timur, Jepang dan kawasan Asia. Nubuat kiamat itu diramalkan Nostradamus.

Peramal Nostradamus lahir di Boulougne, Perancis pada 1503, dan meninggal 1566 pada umur 62 tahun. Dia meramal sebuah planet X atau disebut Nibiru. Kata dia, Nibiru bakal menghantam laut Mediterania 19 hari lagi. Kini posisi planet X itu sejajar dengan venus.

Richard Deem, ilmuan biologi dari Universitas Southern California, sepertinya memercayai ramalan itu. Dia sempat menulis catatan pada leman situs www.godandscience.org.

Menurutnya, nubuat tentang kiamat bisa jadi benar. Sebab, selain ramalan tentang nibiru, secara ilmu pengetahuan tahun ini siklus tata surya di dalam galaksi mengalami perubahan saban 33 tahun sekali, di mana posisi Matahari berada tepat di tengah galaksi.

Peristiwa itu, dia melanjutkan, bisa jadi tepat terjadi pada 21 Desember 2012. Pada saat bersamaan, kutub akan mengalami pergeseran besar karena penyelarasan pusat galaksi dengan matahari. Hal itu akan menyebabkan guncangan gempa bumi besar, gunung berapi, dan tsunami.

Nubuat kiamat juga diramalkan seorang dukun terakhir suku Inca di Peru, Amerika Latin. Suatu hari, pada 1949 silam, Dr Alberto Villoldo, ahli psikologi dan antropolog obat asal Peru, bertemu dukun bernama Q’ero di pegunungan.
Kepada Villodo, dukun itu mengungkap ramalan kiamat. Konon, kata dia, ketika cara fikir manusia mati, itulah tanda berakhirnya hubungan manusia dengan alam dan bumi.

Ketika alam kehilangan keseimbangan karena ulah manusia, maka ketika itu bumi akan bergejolak selama empat tahun, ditandai dengan runtuhnya peradaban Eropa. Ramalan Nostradamus dan dukun Inca juga didukung ramalan lain, misalnya ramalan kiamat didasari berakhirnya kalender suku Maya di Amerika tengah.

Kalender suku Maya menandai akhir dari lingkaran tahun 5.126, bila dihitung tepat pada 21 Desember 2012. Pada saat itulah dewa perang dan penciptaan, Bolon Yokte akan kembali dan menandai berakhirnya Baktun 13, yaitu periodisasi waktu 394 tahun yang diciptakan bangsa Maya. Kemunculan Bolon Yokte akan menandai kehancuran dunia. Namun belakangan ramalan suku Maya ini dibantah.

Bila kiamat benar-benar terjadi bulan ini, apakah anda benar-benar sudah siap? Sebab, kata Ricahrd Deem, bila kiamat terjadi, maka tidak banyak yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mempersiapkan akhir dunia.

"Tentu saja, jika anda benar-benar percaya dunia akan berakhir, maka anda tidak akan membutuhkan uang lagi," kata Richard.

Ini tanda-tanda ilmiah bumi akan kiamat

Kiamat memang bersifat pasti. Namun, siapa pun tidak mengetahui kapan kiamat tersebut akan terjadi. Banyak ilmuwan memprediksi bahwa tanda-tanda kiamat pada saat ini sudah hampir terlihat.

Kiamat tersebut diartikan bahwa bumi akan hancur berkeping-keping seperti kapas berterbangan. Menurut situs dari Lembaga Antariksa Amerika (NASA) saat ini mengatakan bahwa sudah banyak planet yang berbalik arah putar. Jika pada planet bumi, matahari masih terbit dari arah timur, maka dalam beberapa tahun ini terdapat beberapa fenomena baru yang menurut mereka planet lain sudah mulai berbalik arah dan matahari terbit dari arah barat. Dari sisi ilmiah, inilah pertanda akhir jaman mendekati kiamat.

Tanda pertama kiamat adalah Planet X atau nibiru. Menurut para ilmuwan, dari sekian banyak planet yang berbalik arah putar, ada planet dari galaksi lain yang bergerak memasuki orbit dalam tata surya yaitu Planet X atau nibiru.

Planet Nibiru adalah bintang lain yang tertarik gravitasi matahari lalu masuk ke tata surya. Parahnya, planet Nibiru berevolusi berlawanan dengan revolusi bumi dan planet lain di tata surya. Jalurnya berada di jalur bumi sehingga pada suatu masa bumi akan ditabrak oleh benda yang besarnya 100 kali lipat dengan sama-sama kecepatan superdahsyat. Ilmuwan menyebut 50 tahun lagi planet Nibiru ini akan memasuki orbit tata surya sejak ditemukan tahun 2003.

Tanda kedua adalah adanya Awan Smith, diambil dari nama Gail Smith, seorang astronom AS yang mendeteksinya pertama kali pada tahun 1963 saat meneliti di Universitas Leiden, Belanda. Awan Smith adalah Gumpalan awan raksasa yang mengandung gas hidrogen dalam volume sangat besar tengah melesat mendekati piringan Galaksi Bima Sakti, tempat tata surya berada.

Jika dilihat dari Bumi, lebar gumpalan awan tersebut sebanding dengan 30 kali lebar Bulan. Awan Smith membawa energi sangat besar berupa gas hidrogen yang cukup untuk membentuk jutaan bintang seukuran Matahari. Awan Smith merupakan gumpalan gas yang berukuran panjang mencapai 11.000 tahun cahaya dan lebar 2.500 tahun cahaya.

Objek tersebut saat ini berada 40.000 tahun cahaya dari Bumi dan 8.000 tahun cahaya dari piringan Bimasakti. Objek yang pantas disebut kabut monster di ruang kosmos ini bergerak dengan kecepatan 240 kilometer per detik dan diperkirakan menabrak piringan galaksi Bimasakti dengan kemiringan 45 derajat, tabrakan dahsyat yang diperkirakan terjadi antara 20-40 juta tahun lagi akan menghasilkan kembang api spektakuler di langit.

Lalu, tanda ketiga adalah Tabrakan galaksi Andromeda. Galaksi paling dekat dengan galaksi Bimasakti adalah Andromeda. Saat ini galaksi andromeda melayang mendekati bimasakti dengan kecepatan 300.000 mil per jam, 100 kali lebih cepat daripada peluru yang melesat dengan kecepatan tinggi. Ketika bertabrakan, Andromeda akan mengubah galaksi bimasakti selamanya.

Ilmuwan memperkirakan galaksi Bima Sakti akan bertabrakan dengan Galaksi Andromeda yang berjarak 2,5 juta tahun cahaya dari bumi. Dan akan terjadinya sekitar 4 miliar tahun lagi.

Namun, ada juga ilmuwan yang mengatakan bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012 berdasarkan siklus aktivitas matahari yang memuncak di tahun ini dan menyebabkan panas yang luar biasa di bumi, terlebih atmosfer bumi sudah mengalami penipisan dan bolong di beberapa bagian sehingga selain memanaskan bumi dengan radikal juga melelehkan es di kutub dan juga menimbulkan badai serta topan yang dahsyat.

Medan magnet bumi yang berfungsi sebagai pertahanan utama bumi terhadap radiasi sinar matahari mulai retak bahkan ada yang sampai sebesar kota California di sana-sini. Pergeseran kutub juga tengah berlangsung. Tata surya kita tengah memasuki medan awan energi antar bintang. Awan itu mengaktifkan dan merusak keseimbangan matahari serta atmosfer planet-planet. Para ahli geofisika Rusia berpendapat bahwa ketika bumi akan memasuki awan energi tersebut di tahun 2012 hingga 2020 dan akan menimbulkan bencana besar yang belum pernah ada sebelumnya.

Fisikawan UC Berkeley menyatakan dinosaurus serta spesies lainnya telah punah akibat tumbukan asteroid raksasa 65 juta tahun silam. Menurut siklus yang diperhitungkan secara ilmiah, seharusnya hal itu sudah terjadi lagi di saat-saat sekarang. Supervulkan Yellowstone yang memiliki siklus letusan dahsyat setiap 600.000-700.000 tahun tengah bersiap untuk meletus kembali. Beberapa perhitungan ilmiah lainnya turut mendukung pandangan ini.

Menariknya, ramalan bangsa Maya juga suku Hopi, Mesir Kuno, dan beberapa suku kuno lainnya di dalam kalendernya dengan detail mengungkapkan jika tahun 2012 merupakan akhir sekaligus awal zaman baru. Bagaikan kelahiran seorang anak manusia, maka kelahiran zaman baru ini akan dipenuhi dengan darah. Suku Maya merupakan salah satu suku kuno di dunia ini yang dikenal sebagai suku yang sangat detil memperhatikan dan menghitung bintang-bintang dan benda langit lainnya.

Kitab kuno dari Cina, I Ching, juga menyatakan akan terjadi bencana besar di tahun 2012. Beberapa ativitas modern juga terkait dengan tahun 2012, yakni dateline modernisasi besar-besaran Pentagon paska ditubruk rudal dalam peristiwa 11 September 2001, batas akhir pelaksanaan Codex Alimentarius yang berupaya mengurangi populasi manusia di bumi dengan rekayasa genetika dan makanan transgenik, dan sebagainya.

Senin, 26 November 2012

Pintu Kamar Didobrak, Ada 14 Pasangan Mesum

Pasangan mesum mendapat pembinaan di kantor Satpol PP Sanggau
M. Khusyairi
Pasangan mesum yang terjaring mendapatkan pembinaan di kantor Satpol PP Sanggau
Sanggau – Usai menyaksikan Ariel Noah mentas di Gedung Olahraga (GOR) Pancasila Sanggau, 14 pasangan mesum digerebek tim gabungan Satpol PP, POM TNI, dan Polres Sanggau, Senin (19/11) sekitar pukul 02.45.
Pasangan mesum itu digerebek di kamar hotel dan penginapan di Kota Sanggau. Rata-rata mereka warga Kabupaten Landak dan Sekadau. “Sebanyak 14 pasangan mesum kita jaring. Empat pasangan usianya bawah umur, bahkan berstatus pelajar,” kata Drs H Chairuddin Rais MSi, Kasatpol PP Sanggau.
Ketika mendatangi hotel dan penginapan, petugas kewalahan membuka pintu kamar. Karyawan hotel dan penginapan berkilah tidak menyimpan kunci cadangan. Namun tak menyurutkan langkah petugas melaksanakan razia. Pintu kamar didobrak. Ada beberapa pasangan kedapatan hanya mengenakan celana pendek dan ketakutan. Bahkan ada pula yang minta ampun agar jangan diangkut.
Rata-rata pasangan yang terjaring itu tidak mengantongi kartu identitas atau KTP maupun surat nikah. Mereka sengaja menyewa kamar hotel untuk beristirahat usai nonton konser Noah di GOR Pancasila, Sanggau Permai.
“Ada yang mengaku telah menikah. Tapi tak bisa menunjukkan bukti. Terpaksa kita angkut ke kantor,” tegas Chairuddin.
Pasangan mesum yang terjaring langsung didata dan mendapat pembinaan di kantor Satpol PP. Kemudian mereka diizinkan pulang.
“Ini wajah baru semua. Kita hanya memberikan pembinaan, kemudian kita pulangkan,” timpalnya. (SrY)