Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Rabu, 20 Februari 2013

CU Jadi Rujukan Koperasi di Indonesia

Pontianak – Perkembangan jumlah koperasi di Indonesia sangat luar biasa pesatnya. Saat ini yang terdata sebanyak 192 ribu unit lebih dengan jumlah anggota perorangan 32 juta lebih. Di Kalbar perkembangannya juga pesat, mencapai 4.000 unit koperasi dan yang terkenal Credit Union (CU).
“Bahkan CU di Kalbar menjadi rujukan koperasi di Indonesia,” kata Agung Sujatmoko, Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) saat membuka Rakor Dekopinwil Kalbar di Graha Dekopinwil, Selasa (19/2).
Menurutnya, pengelolaan CU di Kalbar sangat luar biasa baiknya. Bahkan sekarang ada anggotanya yang ribuan dengan modal triliunan rupiah. Ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan perkoperasian. Siswa SMP, SMA, dan SM sudah harus mendengarkan apa itu koperasi sejak sekarang. Melihat perkembangan perkoperasian, sekolah tinggi atau universitas sudah layak ada yang membawa visi misi koperasi di Kalbar.
“Saya harapkan dari rakor ini, insan koperasi di Kalbar atas arahan gubernur merumuskan program tahun 2014. Tanggal 27 Februari mendatang akan dibahas dalam rakernas di Batam. Mei sudah diminta oleh Bappenas,” ujar Agung.
Lanjutnya, pada 17-19 Juli mendatang akan ada Rapimnas Koperasi di Surabaya yang akan membahas pemberdayaan koperasi. Karena itu dari Dekopinwil dan Dekopinda harus ada usulan-usulan cerdas.
Agung mengatakan saat ini begitu banyak tunggakan Kredit Usaha Tani (KUT) akan dituntaskan pada 2014 mendatang. Secara keseluruhan, dari data yang ada, nilai tunggakan di KUT mencapai Rp6 triliun. Yang sudah dibayarkan oleh petani sebenarnya nilainya mencapai Rp12 triliun hingga Rp13 triliun.
“Sehingga kalau dilakukan penghapusan terhadap KUT yang tertunggak tersebut, maka pemerintah seharusnya mengembalikan kredit yang sudah dibayar petani,” kataya.
Salah satu solusinya Dekopin mengusulkan agar dilakukan pemetaan dan pendataan. “Siapa-siapa saja yang menunggak KUT dan perannya sebagai apa waktu penyaluran dulu,” kata Agung.
Dibutuhkan database terhadap Koperasi Unit Desa (KUD) di seluruh Indonesia. “Kalau ada koperasi yang menunggak, maka ini termasuk kategori koperasi tidak baik, datanya akan ada di Bank Indonesia,” ungkapnya.
Gubernur Kalbar Cornelis mengakui, tunggakan KUT muncul karena kesadaran anggota yang rendah. “Dulu saya juga termasuk tukang tagih bersama pihak bank. Sewaktu ditagih malah kita dibawakan parang, sementara ketua koperasi duduk santai,” ujar Cornelis.
Ia menegaskan, kesan seperti itu yang harus ditinggalkan, karena koperasi sesungguhnya sangat berperan dalam kesejahteraan masyarakat. “Koperasi ini wajib kita laksanakan, karena amanat Undang-Undang 1945. Tetapi di masa reformasi, sistem ekonomi kita berubah ke arah neo liberalisme,” papar Cornelis.
Menurutnya, koperasi bukan hanya lip service. Dalam koperasi merupakan kumpulan orang. Kalbar ini potensinya sangat besar. Diharapkan pertumbuhan koperasi yang sudah baik dapat terus dikembangkan, terutama di Kalbar. Karena mampu menggerakkan ekonomi rakyat. “Salah satunya yang sudah berjalan baik melalui Credit Union,” jelas Cornelis.
Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Kalbar Awang Sofian Rozali mengatakan hingga saat ini koperasi yang ada di semua kabupaten mengalami peningkatan.
“Alhamdulillah, koperasi di Kalbar bertambah terus-menerus dari tahun ke tahun. Dari segi perkembangan usaha terutama di bidang perkreditan, Kopdit, KSP, dan CU,” kata Awang.
Menurutnya, yang paling menonjol adalah CU. Bahkan koperasi dengan pola syariah juga berkembang. CU Kalbar jadi tempat belajar CU di provinsi lain di Indonesia. (kie)

Perawan Dibengkas di Kebun Nanas

Pontianak – Baru beberapa minggu pacaran, Fm, 15, dicabuli Dn, 16, pacarnya di kebun nanas wilayah Rasau Jaya, Kubu Raya, Senin (11/2) sore. Merasa tak perawan lagi, siswi SMP itu mengadukan pacarnya ke Polsek Rasau Jaya.
Petugas Polsek Rasau meringkus Dn. Setelah diinterogasi, kasus pencabulan ini dilimpahkan ke Mapolresta Pontianak. Dn pun digelandang ke Mapolresta Pontianak.
Kepada petugas Dn mengaku menelepon Fm, pacarnya. Kemudian Dn bersama Wn rekannya berboncengan sepeda motor mendatangi kediaman Fm. Saat itu Fm sedang masak bersama ibunya. Melihat Dn dan Wn ke rumahnya, Fm pun ngobrol bersama dua teman lelakinya di kediamannya.
“Awalnya saya meneleponnya mengajak ketemuan. Namun dia (Fm, red) menolak dan menyuruh ke rumahnya,” ungkap Dn.
Puas ngobrol, Dn mengajak Fm ke rumah Wn. Gadis tersebut mengikuti ajakan pacarnya itu. Fm mengendarai sepeda motor sendiri. Sesampainya di kediaman Wn, pasangan kekasih itu ngobrol. Merasa tak enak bermesraan di kediaman rekannya, Dn mengajak Fm pindah ke kebun nanas di jalan raya Rasau Jaya. “Ketika saya ajak ke kebun nanas, Fm mau saja. Kami mengendarai sepeda motor sendiri-sendiri,” jelas Dn.
Sesampainya di kebun nanas, Dn memaksa Fm melayani nafsunya. Anehnya, Fm mau saja diajak melakukan hubungan layaknya suami istri. Setelah keduanya puas, Dn dan Fm pulang ke rumahnya masing-masing.
Setelah sampai di rumahnya, Fm termenung dan tidak terima perawannya dibengkas Dn. Gadis tersebut melaporkan apa yang dialaminya ke Polsek Rasau Jaya. Hari itu juga Dn diringkus polisi.
“Untuk tidak menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Polsek Rasau Jaya melimpahkan kasus ini ke Mapolresta,” ungkap Kompol Puji Prayitno, Kasat Reskrim Polresta Pontianak.
Hasil pemeriksaan sementara, Fm mengaku kecewa dengan pacarnya. Baru saja kenalan sudah mengajak untuk berhubungan. “Dn sudah tidak bersekolah lagi, tapi kalau korban masih duduk di SMP,” papar Puji.
Mempertanggungjawabkan perbuatan, remaja putus sekolah itu dijerat pasal tentang perlindungan anak dengan ancaman di atas lima tahun penjara. “Karena keduanya masih bawah umur, kami serahkan kepada perlindungan anak. Tapi proses hukumnya tetap berjalan sesuai prosedur,” jelas Puji.

Datang dari Banyumas Cume Nak Cabol Jak

Suprapto di Mapolres Singkawang
Mordiadi
Suprapto di Mapolres Singkawang
Singkawang – Baru saja menginjakkan kakinya di Kota Singkawang, warga Banyumas, Suprapto, 25, sudah mencabuli Kembang (nama samaran), siswa Kelas I SMA Kota Singkawang. Padahal ayah satu anak itu masih memiliki hubungan keluarga dengan korbannya.
Dengan niat mencari kerja yang lebih baik untuk menghidupi keluarga kecilnya, Suprapto meninggalkan kampungnya di Karangbawang, Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah menuju Kalbar menggunakan kapal laut.
Pada Sabtu (16/2) malam, ayah dari bayi berusia 2,5 tahun ini tiba di Kota Pontianak. Selanjutnya pada Minggu (17/2) dini hari, Suprapto berangkat ke Kota Singkawang menemui paman dari istrinya di Jalan Trisula, Bukit Batu, Singkawang. “Saya cari kerja, mau ikut Pak De (paman istrinya, red), katanya kerja jual ikan,” aku Suprapto ketika ditemui di Mapolres Singkawang, Selasa (19/2).
Sebelumnya Suprapto tidak pernah datang ke Singkawang dan tidak pernah pula bertemu Pak De-nya (Wasisto). Tetapi, bermodalkan keterangan dari istrinya, Suprapto berhasil menemukan rumah paman istrinya itu. “Saya memperkenalkan diri, bahwa saya menantunya Mujiana (adik Wasisto, red),” terang Suprapto.
Mendengar Suprapto itu merupakan menantu dari adiknya, Wasisto pun mempersilakan tamunya itu untuk menginap di rumahnya. Dari situlah, Suprapto berkenalan dengan anak Pak De-nya, sebut saja Kembang, gadis yang masih duduk di kelas satu salah satu SMA di Kota Singkawang.
Pada Minggu sore, Suprapto berbincang-bincang dengan Pak De-nya di teras rumah. Di situ pula Kembang bermain kembang api. Dikarenakan hari semakin gelap, Kembang disuruh masuk ke kamar. Sedangkan keduanya masih melanjutkan perbincangannya.
Karena disuruh ayahnya, Kembang pun masuk ke kamar untuk tidur. Dia mengenakan baju kuning dan celana kaus selutut bermotif bulan dan bintang. Ketika itu, pintunya hanya ditutup, tidak dikunci.
Tiba-tiba, sekitar pukul 23.30, Suprapto mengetuk pintu kamar Kembang dan langsung membukanya. “Dia memegang kedua kaki saya, maka saya terbangun,” kata Kembang.
Kembang pun bertanya ke Suprapto, “Ada apa?” Suprapto pun menjawab, “Nggak ada, tolong matiin televisi.” Kembang pun beranjak dari tempat tidurnya untuk mematikan televisi di ruang tamu.
Ketika itu Suprapto memegang payudara Kembang bagian kiri dengan tangan kanannya. “Dia menekan payudara saya dengan tangannya. Waktu itu saya kira dia tidak sengaja atau salah pegang, makanya saya diam dan tetap pergi ke ruang tamu untuk mematikan televisi,” terang Kembang.
Setelah mematikan televisi, Kembang kembali ke kamarnya. Tiba-tiba saja Suprapto (yang dari tadi di depan pintu) mendorong Kembang hingga telentang di tempat tidur. “Lalu menindih badan saya dengan tubuhnya,” ujar Kembang.
Suprapto pun melanjutkan aksinya dengan meremas kedua belah payudara Kembang, mencium pipi dan leher gadis SMA tersebut berulang-ulang kali. “Saya menendang perutnya, tetapi dia tetap saja meremas-remas payudara saya,” kata Kembang.
Melihat kembang semakin meronta-ronta, nafsu Suprapto semakin naik ke ubun-ubun. Dia mengusap-usap kemaluan Kembang dengan tangannya. Saking takut dan paniknya, Kembang pun menendang dinding kamarnya yang terbuat dari tripleks sehingga mengeluarkan bunyi yang keras.
Akibat tendangan Kembang ke dinding kamar itu, Suprapto pun kaget dan menghentikan aksi bejatnya karena mengira orang-orang di rumah tersebut terbangun. Kesempatan itu pun dimanfaatkan Kembang untuk mengambil kipas angin yang tidak jauh darinya. “Saya ambil kipas angin dan saya pukulkan ke paha (bagian kanan, red) dia,” ujar Kembang.
Suprapto pun marah-marah dan langsung mengeluarkan pisau lipat dari sakunya. Tetapi Kembang bertindak cepat, dengan sigap dia menendang kemaluan Suprapto hingga tiga kali. Dilanjutkan dengan dorongan keras, sehingga Suprapto ke luar dari kamar. “Saya langsung menutup pintu dan menguncinya dari dalam,” kata Kembang.
Ternyata Suprapto kembali mengetuk pintu tersebut. Tetapi Kembang yang ketakutan di dalam kamar tidak memedulikannya. “Saya menghubungi nomor handphone ibu saya, tetapi tidak bisa,” kata Kembang.
Handphone ibunya sudah diambil dan dimatikan Suprapto. Sehingga Kembang tidak bisa melaporkan hal tersebut ke ibunya yang tertidur pulas di depan televisi di ruang tamu. “Saya menghubungi teman saya, supaya dia melaporkan ke nenek, kalau saya mau diperkosa,” cerita Kembang.
Sementara Suprapto masih berupaya melanjutkan aksinya, dia mendobrak pintu kamar, tetapi upayanya itu gagal. Dia pun berpura-pura ke dapur untuk mengambil wudu, dikhawatirkan orang sudah terbangun karena suara gaduh tadi.
Tidak beberapa lama, ayah Kembang terbangun karena ingin buang air, lalu melihat Suprapto menuju dapur, katanya hendak mengambil air wudu. Setelah itu Suprapto kembali mengetuk-ngetuk pintu kamar Kembang.
Melihat Suprapto mengetuk-ngetuk kamar anaknya, ayah Kembang (Wasisto) pun bertanya ke Suprapto ada apa gerangan. Saat itu pelaku berkilah hendak meminjam sajadah dengan Kembang. Padahal di dekatnya, sudah ada sajadah. Sehingga Pak De-nya itu mulai curiga.
Mendengar ada suara ayahnya di luar kamar, Kembang pun langsung membuka pintu sambil menangis dan keluar rumah menuju rumah neneknya yang bersebelahan dengan rumahnya.
Malam itu juga, ayahnya menjemput Kembang di rumah neneknya dan menanyakan apa yang terjadi. Saat itulah Kembang menceritakan semua perbuatan Suprapto yang berupaya memerkosanya. Bagaikan disambar petir, ayah Kembang pun kembali ke rumah untuk menemui Suprapto dan menanyakan kebenarannya, tetapi pria itu menyangkal perbuatannya.
Bahkan Suprapto menyusul Kembang dan memaksa neneknya agar bisa mempertemukan mereka. “Saat itu dia maksa nenek untuk bertemu saya, karena dia malu dituduh memerkosa, dia mengaku hanya ingin meminjam sajadah,” kata Kembang.
Tetapi penjelasan Suprapto itu tidak dipercayai nenek Kembang. Bahkan si nenek langsung menutup pintu agar Suprapto tidak masuk ke rumah. Pada saat itu Suprapto pergi meninggalkan rumah dan bersembunyi di masjid.
Ayah Kembang bersama keluarga dan warga sekitar mencari Suprapto ke sana kemari. Tetapi tidak menemukan keberadaan pria yang menginap di rumahnya itu. Kemudian mereka berinisiatif menunggu di Terminal Induk Singkawang. Benar saja, tidak beberapa lama, Suprapto datang menggunakan motor ojek.
Saat itulah Suprapto ditangkap ayah Kembang dan warga. Selanjutnya warga menghubungi Polres Singkawang. Tidak beberapa lama, polisi pun datang menjemput Suprapto di terminal induk Singkawang.
Di Mapolres Singkawang, Suprapto masih menyangkal perbuatannya yang hendak memerkosa Kembang. Tetapi keterangannya sering berubah-ubah dan banyak kejanggalan. “Saya tidak mau memerkosanya, saya hanya minta ke dia untuk matikan televisi yang masih menyala di ruang tamu, tidak enak mau bangunkan yang lain dan saya juga mau minjam sajadah, waktu dia bilang saya menciumnya, saya cuma membisikkan ke telinganya, tetapi terkena ke pipinya,” kilah Suprapto.
Kapolres Singkawang AKBP Prianto SIk MSi melalui Kasubbag Humas Iptu Asep S mengatakan Kembang melaporkan kejadian pencabulan tersebut ke Mapolres. “Visum sudah dilakukan terhadap korban yang masih tampak trauma dan hasilnya paling lama satu minggu. Pelaku sudah kita amankan, saksi-saksi pun sudah kita mintai keterangan terkait pencabulan itu,” jelasnya.
Atas perbuatannya melakukan pencabulan terhadap Kembang itu, kata Asep, pelaku dijerat dengan Pasal 82 UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 289 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun dan minimal tiga tahun.

Selasa, 19 Februari 2013

Duda Menyesal Cabuli Anak 7 Tahun



JAKARTA - Seorang duda berinisial YT (30), warga Kampung Tengah, Jakarta Timur, tega mencabuli bocah perempuan berumur 7 tahun. Berdasarkan pengakuan Jabrik, ia sudah mencabuli korbannya itu sebanyak dua kali.

"Dua kali pak. Yang pertama hari Rabu 6 Februari 2013 lalu. Saya datangi karena tahu di rumah korban orang tuanya sedang bekerja," katanya saat ditemui TRIBUNnews.com di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Minggu (17/2/2013).

Jabrik yang berprofesi pedagang makanan ini juga mengaku sangat menyesal telah mencabuli bocah yang masih duduk di kelas II SD ini. "Saya menyesal pak, enggak lagi-lagi," katanya

Sementara itu Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Polisi Endang mengatakan bahwa pelaku sangat leluasa masuk ke dalam rumah yang terletak hanya 20 meter dari rumah korban. Saat akan melancarkan perbuatan bejatnya Jabrik sudah tahu kapan waktu yang tepat.

Menurut Endang, modus Jabrik mencabuli bocah tersebut hanya dengan cara mengiming-imingi korban dengan uang dan makanan. "Ia juga sempat mengancam korban untuk tidak memberitahukan hal itu kepada siapapun," katanya.

Orang tua korban yang akhirnya melapor ke pihak kepolisian setelah putrinya tersebut mengaku merasakan sakit pada kemaluannya. "Tanggal 12 Februari 2013 laporan Polisi sudah masuk. Setelah itu langsung kita buat surat perintah penangkapan. Tapi ternyata pelaku melarikan diri," ujar Endang.

Pada hari Sabtu sore kemarin, pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang makanan ringan itu tampak terlihat di rumahnya seorang diri. Tanpa ampun, pelaku yang sempat buron itu pun menjadi bulan-bulanan warga hingga babak belur.

Sampai saat ini Jabrik masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit PPA Polres Jakarta Timur. Ia diancam Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Lima Tahun Ayah Gauli Putrinya



JAKARTA - Seorang ayah berinisial DP (42) telah lima tahun menggauli putrinya, PU (18). Gadis tersebut digauli ayahnya sejak usia 13 tahun, dan selalu diiringi ancaman.

Kepala Unit PPA Polres Jakarta Timur AKP Endang mengatakan, ancaman itulah yang membuat korban selama lima tahun tidak berani melapor.

"Bapaknya mengancam menghancurkan hubungan keluarganya. Pastinya, ada yang membuat korban takut dan khawatir," kata Endang kepada wartawan termasuk Tribunnews.com, di Mapolres Jakarta Timur, Selasa (19/2/2013).

Endang menuturkan, keberanian PU melaporkan perbuatan ayahnya, lantaran sudah tidak tahan dengan aksi sang ayah. PU merasa sudah besar, dan tidak semestinya dimanfaatkan terus-menerus, serta ditakut-takuti oleh ayahnya.

"Korban merasa sudah besar, karena itu ia merasa tidak terima atas perbuatan sang ayah, hingga akhirnya mengadukan perbuatan ayahnya kepada kakeknya," jelas Endang.

Perilaku amoral DP berakhir, setelah PU bersama keluarga melaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Timur, Senin (18/2/2013) siang. Tak lama, DP diamankan petugas.

Kepada petugas, PU mengungkapkan selama ini tidak berani melaporkan aksi bejat sang ayah, lantaran pelaku mengancam akan menghancurkan seisi rumah, jika ia menceritakan kepada orang lain.

Menurut PU, kegilaan sang ayah pertama kali dialami pada 2008, di rumah mereka di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.

Saat itu, dia dan dua adik perempuannya tengah tidur di kamar sang ibu, yang sedang tidak ada di rumah. Sekitar pukul 01.00 WIB, tiba-tiba DP masuk ke dalam kamar dan langsung membuka celana serta celana dalam korban secara paksa.

"Saya kaget, dan langsung berontak. Dia membekap mulut saya, dan langsung menindih saya," tuturnya.

Di bawah ancaman DP, PU tak kuasa melayani nafsu bejat ayahnya. Aksi itu dilakukan saat rumah dalam keadaan sepi maupun ramai.

Namun, PU mengungkapkan, tidak ada yang mengetahui peristiwa ini, karena DP selalu beraksi saat sang ibu, dua adik perempuan, dan satu adik laki-lakinya, sedang tertidur lelap.

Kasihan! Gadis Ini Melahirkan Benih Ayah Tiri


Perkosaan.jpg
Ilustrasi


KEDIRI - Kasihan. Seorang gadis belia yang berumur 15 tahun melahirkan seorang bayi yang tak lain benih dari ayah tirinya. Kini  Mu tergolek lemas di satu kamar ruangan Anggrek RS Bhayangkara Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (19/1/2013).

Warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu baru saja menjalani persalinan cesar. Bayi laki-laki dengan berat 2,5 kilogram itu dilahirkan, tanpa ada tangisan seperti kebanyakan bayi lahir.

Sebuah pemandangan berbeda terlihat di kamar tempat Madu dirawat. Tidak terlihat sama sekali suasana bahagia yang biasanya menyertai sebuah kelahiran seorang bayi.

Raut muka tegang justru terlihat dari beberapa anggota keluarga yang turut mendampingi di rumah sakit. Hal berbeda lainnya adalah penjagaan ketat sejumlah personil polwan di sekitar kamar.

Mu adalah korban persetubuhan yang dilakukan TO (50), ayah tirinya sendiri yang masih sekola dan duduk dibangku kelas tiga sebuah SMP swasta di Kota Kediri. Kasus asusila ini terkuak pada awal Desember 2012. Bermula dari kecurigaan SR, ibu Madu, yang melihat putrinya belakangan sering muntah-muntah meskipun sudah beberapa kali diobati.

SR kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penangkapan TO, ayah tiri yang berprofesi sebagai penarik becak. "Kini berkas kasusnya kini telah dilimpahkan kepada Kejaksaan," kata Kapolres Kediri Ajun Komisaris Ratno Kuncoro.

Di tempat terpisah, tersangka TO mengaku tidak mengetahui kabar kelahiran bayi hasil perbuatannya itu. Ia bersyukur karena bayi itu selamat dan menegaskan kesiapannya merawat dan membesarkan si bayi. "Biar saya rawat saja," kata TO ditemui di Mapolres Kediri Kota.
TO menyatakan penyesalannya. Ia mengaku melakukannya karena khilaf setelah kebutuhan biologisnya tak dapat dipenuhi SR yang berprofesi sebagai tukang pijat.

Perbuatan amoral itu diakuinya tanpa ada paksaan apapun. TO mengatakan melakukan perbuatannya di kamar rumah yang mereka tempati bersama. "Saya melakukannya saat istri saya mijat," kata pria yang juga mengaku lupa kapan dan berapa kali melakukan aksinya itu.

TO kini bersiap menghadapi sidang pengadilan. Ia dijerat pasal berlapis termasuk pasal 81 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Perlindungan Anak serta Undang-undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Senin, 18 Februari 2013

Luar Biasa! Gadis Ini Hamil Diusia 8 Tahun


siswi-hamil23.jpg
Ilustrasi
Ilustrasi


MEXICO CITY -  Diusianya yang masih terbilang muda, gadis ini sudah hamil sejak usia delapan tahun. Dan kini, gadis Meksiko ini diusianya yang beranjak sembilan tahun, ia sudah melahirkan seorang bayi perempuan. Demikian kata pemerintah daerah dan anggota keluarga bocah itu, Rabu (6/2/2013).

"Anak perempuan itu baru berusia delapan tahun saat dia hamil. Sang ayah (dari anak yang dilahirkannya) adalah remaja laki-laki 17 tahun, tapi kami belum menemukan dia karena dia melarikan lari," kata ibu gadis itu, yang hanya diidentifikasi sebagai Dafne. Demikian kata sejumlah pejabat lokal di negara bagian Jalisco.

"Kami sedang mencari seorang pemuda untuk mendapatkan cerita dia karena gadis kecil itu tidak mengerti apa yang telah terjadi. Ini sebuah pemerkosaan atau kasus pelecehan terhadap anak," kata Jorge Villasenor, jaksa negara bagian itu. 

Kendati usianya yang masih belia, bayi yang  lahir pada 27 Januari lalu di Zoquipan Hospital terlahir dengan normal, berat badan 2,7 kg. Kedua anak perempuan itu telah keluar dari rumah sakit pada akhir pekan lalu. Mereka tampaknya baik-baik saja, tetapi pihak rumah sakit mengatakan, mereka harus melakukan tindak lanjut secara rutin terkait dengan usia sang ibu.

Kasihan! Gadis 9 Tahun Diperkosa Orang Tak Dikenal


Perkosaan-Malaysia.jpg
Ilustrasi


LAMONGAN - Sunggguh malang nasib gadis kecil, Siti Nurjannah (9), siswi kelas IV SD asal Desa Sendangrejo Kecamatan Kota Lamongan diperkosa orang tak dikenal saat hendak pergi ke sekolah.

Ia ditemani  neneknya, Sipah (58) melapor ke Mapolsek Kota atas kejadian yang dialaminya, Jumat (15/2/ 2013).

Seperti diungkapkan Sipah, cucunya Jumat pagi itu berangkat sekolah seperti biasanya dengan membawa sepeda angin.

Sekitar pukul 05.30 WIB tiba - tiba dalam perjalanannya ia diberhentikan oleh orang tidak dikenal dan digelandang dan disekap di belakang rumah potong rambut milik Marsidi.

Celana dalamnya dilepas paksa pelaku yang tidak dikenalnya itu dan berusaha memperkosa korban.
Entah apa sebenarnya apa yang terjadi, apakah korban sudah berhasil diperkosa atau baru akan diperkosa.

Yang jelas, korban pagi itu tidak melanjutkan pergi ke sekolah dan kembali pulang. Di rumah ia menceritakan pengalaman pahit yang baru saja dialaminya.

"Anaknya cerita kalau kemaluannya sakit," ungkap Sipah di depan petugas.
Kasus dugaan pemerkosaan terhadap bocah yang tinggal dengan neneknya ini kini dalam penyelidikan petugas.

Kanit reskrim AKP Armaynur mengembangkan penyelidikan ke TKP dan menyebar sejumlah anggotanya untuk menangkap pelaku.  "Kita berusaha maksimal agar bisa menangkap pelakunya,"kata Armaynur, Sabtu (16/2/2013).

Gadis Kecil Ini "Dirusak" Tetangganya Sendiri


Perkosaan.jpg
Ilustrasi


JAKARTA - Sungguh malang bocah SD berinisial M, ia rusak oleh tetangganya sendiri, YT (30). Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena telah melakukan pencabulan, YT ditangkap pihak kepolisian Metro Jakarta, Sabtu (16/2/2013) malam.
 
Saai ini YT menjalani  pemeriksaannya di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur.

Duda ini mengaku menyesal telah mencabuli bocah yang masih duduk di kelas II SD ini. "Nyesal pak, enggak lagi-lagi," katanya di ruangan penyidik.

Pelaku mengaku telah mencabuli M pada tanggal 6 Februari 2013 lalu di rumah korban yang berjarak 10 dari rumah pelaku. Kala itu, orangtua korban diketahui sedang tidak berada di rumah. Oleh sebab itu, pelaku pun leluasa masuk dan melakukan perbuatan amoralnya terhadap M. Bahkan pelaku mengaku mencabuli korban sebanyak dua kali. "Dua kali pak," ujarnya sambil terus menutupi mukanya dengan tangan.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Polisi Endang mengatakan, tersangka menggunakan modus mengiming-imingi korban dengan uang dan makanan. Ia juga sempat mengancam korban untuk tidak memberitahukan hal itu kepada siapapun.

Setelah beberapa hari, nampaknya perbuatan bejat pelaku menimbulkan efek bagi kesehatan korban. Korban merasakan perih di kemaluannya, dan hal itu kerap dikeluhkan ke ibunda korban. Setelah didesak, korban mengaku dicabuli oleh tetangga sendiri, YT. Orangtua korban pun langsung melaporkan peristiwa tersebut ke kantor Polisi.

"Tanggal 12 Februari 2013 laporan Polisi sudah masuk ke kita. Setelah itu langsung kita buat surat perintah penangkapan. Tapi ternyata pelaku melarikan diri," ujar Endang.

Minggu sore, pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang makanan ringan itu tampak terlihat di rumahnya seorang diri. Tanpa ampun, pelaku yang sempat buron itu pun langsung dihajar warga hingga babak belur.

Sabtu, 16 Februari 2013

Kondom Berceceran di Malam Valentine

21 Pasangan Mesum Terjaring Razia

Pontianak – Pasangan mesum terperanjat dan tekacar ganyah ketika pintu kamar hotel digedor jajaran Polda Kalbar, Kamis (14/2) dini hari. Padahal mereka sedang asyik-asyiknya merayakan malam Valentine dengan cara berhubungan badan layaknya suami-istri.
Sepuluh pasangan mesum yang menginap di Hotel Borneo Jalan Merdeka, Hotel Orient Jalan Tanjungpura, dan Hotel Jeruju diangkut polisi. Ketika digerebek, ada yang sedang asyik-asyiknya melakukan hubungan intim. Bahkan petugas menemukan pasangan mesum yang belum sempat mengenakan pakaiannya. Terlihat juga kondom bekas pakai berceceran di lantai kamar hotel.
Parahnya lagi, kebanyakan mereka yang melakukan hubungan badan pada malam Valentine berusia remaja. Rata-rata mereka berstatus pelajar dan mahasiswa. Para pasangan di luar nikah ini terjaring operasi penyakit masyarakat (pekat) yang sengaja dilaksanakan pada malam Valentine.
“Ketika digerebek mereka tidak bisa memperlihatkan surat nikah,” ungkap Kompol Adi Tri SH, Kabag Min Op Dit Sabhara Polda Kalbar.
Kepolisian mengintensifkan penertiban penyakit masyarakat. Menciptakan situasi keamanan kondusif untuk memberikan rasa nyaman beraktivitas di Kota Pontianak. “Razia Direktorat Sabhara Polda Kalbar ini dimulai pukul 22.00 hingga pukul 23.30,” papar Adi.
Awalnya polisi mendatangi Hotel Borneo. Satu per satu kamar dicek petugas. Tidak ada satu pun pasangan mesum yang dapat menunjukkan bukti pasangan hidup. Mereka langsung digiring masuk ke mobil dalmas dan dibawa ke Markas Dit Sabhara Polda Kalbar guna dimintai keterangan. Mereka yang terjaring dilakukan pendataan dan diberikan peringatan. “Namun tetap menjalani proses hukum dan dijerat tindak pidana ringan (tipiring),” ungkapnya.
Ketika mendatangi Hotel Orient, pemilik hotel tidak membolehkan polisi menggerebek kamar. Padahal penghuninya sangat ramai. Setelah mendapatkan arahan dari petugas, pemilik hotel mempersilakan memeriksa kamar. Sedangkan di Hotel Jeruju, petugas tidak menemukan pasangan mesum. Sepertinya para pasangan mesum enggan menginap di hotel tersebut pada malam Valentine, karena sudah tahu, pasti akan dirazia.
“Semua pasangan yang terjaring akan tetap diberikan sanksi agar ada efek jera. Mereka yang terjaring akan diserahkan ke pengadilan untuk mengikuti sidang. Dengan harapan tidak kembali mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari. Sedangkan razia yang digelar merupakan kegiatan rutin kepolisian, bertujuan mengantisipasi maraknya penyakit masyarakat yang meresahkan warga Kota Pontianak,” jelas Adi.
Bukan hanya menunjukkan surat nikah, polisi juga memeriksa kartu tanda penduduk (KTP). Masyarakat harus mengetahui bahwa kepemilikan KTP merupakan suatu kewajiban warga negara. Sebagai kartu identitas diri, jika suatu hari ada hal-hal yang tidak diinginkan, mudah diketahui asal dan domisilinya. “Seperti ketika terjadi insiden kecelakaan lalu lintas, melalui KTP akan mudah diinformasikan kepada pihak keluarga,” papar Adi.

Kondom berceceran

Rintik hujan tidak menyurutkan jajaran Satpol PP Kota Pontianak di-backup polisi dan POM TNI menggelar razia di malam Valentine. Petugas gabungan itu mengamankan 11 pasangan mesum dan 11 warga tanpa identitas di indekos, hotel, dan salon plus-plus di wilayah Pontianak Selatan.
Puluhan petugas mengawali razianya di indekos Gang Perintis Jalan Tanjungpura. Di indekos nomor 104 itu, begitu ramai pasangan mesum digerebek. Di gang yang sama, indekos Diva Kost diamankan pasangan mesum dan tamu yang tidak mempunyai identitas jelas. Penghuni indekos keteteran ketiga digerebek. Ada yang hanya mengenakan celana dalam dan bra dan ada juga yang hanya menutupi kemaluannya menggunakan kain. Mereka yang hanya mengenakan pakaian dalam disuruh petugas menggunakan baju dan celana. Kemudian para pasangan mesum itu digelandang ke markas Satpol PP.
Puluhan petugas juga merazia Hotel 95 di Jalan Imam Bonjol. Namun hanya mengamankan satu pasangan mesum dan pasangan suami istri tanpa identitas. Diduga razia di hotel tersebut sudah bocor.
Di Febry Salon Gang Hijas Jalan Gajah Mada, petugas mengamankan pelajar di SMP Kota Pontianak tidur sekamar dengan pria yang jauh lebih tua darinya. Di kamar salon ditemukan kondom berceceran. Sayangnya pelaku pasangan mesum keburu kabur. “Saya tidak mau dibawa, karena saya hanya diajak kawan ke sini,” kata siswi SMP itu menangis dan digelandang ke mobil Dalmas.
Sasaran terakhir di indekos Jalan Letjen Suprapto V. Petugas menggerebek pasangan mesum yang sedang asyik bercumbu di kamar. Rata-rata mereka masih pelajar. Pada saat digerebek petugas, salah satu pasangan tanpa busana sedang asyik-asyiknya berhubungan badan. Pasangan remaja ini terkejut ketika petugas mendobrak pintu kamar hingga tidak sempat mengenakan pakaian mereka.
Kasat Satpol PP Kota Pontianak Syarif Saleh mengatakan razia yang dilakukannya khusus pada malam Valentine. Dia menyayangkan banyak remaja menyalahgunakan malam Valentine untuk seks bebas.
“Kita sering mendapatkan laporan dari masyarakat, banyak indekos dan hotel dijadikan tempat mesum,” ujar Syarif Saleh, Kamis (14/2) dini hari.
Pasangan mesum yang terjaring akan disidang tipiring di Pengadilan Negeri Pontianak. Sayangnya pemilik indekos dan hotel hanya diberikan peringatan. “Jangan sampai setiap razia ditemukan terus pasangan mesum di dalam kamar. Tolonglah kepada pemilik usaha tersebut, harus bisa menyaring siapa yang menginap di tempat indekos dan hotelnya,” kesal Syarif Saleh.

Asik Pesta Asmara, 5 Pasang Lain Jenis Diciduk


Pasangan-Mesum-Temanggung.jpg
Petugas saat mendata pasangan ilegal yang terjaring razia

JOMBANG - Sebanyak lima pasangan berlainan jenis tanpa ikatan pernikahan asik berpesta asmara pada perayaan Hari Valentine di sejumlah hotel Jombang, berhasil di ciduk aparat saat gelar razia, Kamis (14/2/2013) malam. 
    
Dalam operasi itu, tim gabungan Polres Jombang dan Satpol PP setempat itu juga menangkap lima perempuan yang bekerja sebagai pemandu karaoke atau lebih dikenal dengan sebutan purel.
    
Kepala Satuan Sabhara Polres Jombang AKP Haryono menjelaskan, tim melakukan razia pada delapan hotel. Yakni, Hotel Prambanan, Hotel Dewi, Hotel Cempaka, Hotel Indah, Hotel Sentral, Hotel Netral, Hotel Melati, serta Borobudur.
    
"Kami menangkap lima pasanganan tanpa nikah sedang melakukan seks bebas Hotel Indah. Mereka kemudian kita bawa ke Mapolres guna pendataan," kata Haryono.
    
Lima pasangan kumpul kebo itu masing-masing; Rom (23), warga Desa Kepuhkembeng Kecamatan Peterongan, Jombang. Saat ditangkap Rom sedang asyik masyuk dalam kamar dengan In (26), warga Dusun Plosowedi Desa Plosogeneng, Jombang. 
    
Pasangan selanjutnya, Sai (32) dengan Ev (24), keduanya warga Kecamatan Ngoro. Sedangkan pasangan ketiga Muj (26) dengan Yay (22), keduanya dari Jakarta. 
    
Lalu Kaj (37) dengan Rin (28), asal Ngimbang, Lamongan. Dan yang terakhir Har (24) dengan Ar (20), asal Pare, Kediri.
"Seluruh lima pasangan yang tertangkap merupakan pasangan di luar nikah," ulang Haryono.
    
Usai menyisir hotel, tim gabungan merazia dua kafe, yakni Pondok Ijo dan Devis. Hasilnya, petugas memergoki lima orang purel sedang menemani tamunya minum dan karaoke. 
    
Mereka adalah Jes (24), asal Kecamatan Perak, Jombang, Rus (22), asal Kecamatan Keras, Kediri. Kemudian Mif (27), warga Kecamatan Jogoroto Jombang.
    
Selanjutnya May (25), warga Kecamatan Sumobito, serta Rat (21), asal Kecamatam Ngoro.
"Mereka kami minta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya," pungkas Haryono.

Jumat, 15 Februari 2013

Gawat, Anak-anak Nonton Tarian Erotis



POLEWALI MANDAR - Tarian erotis yang terus disuguhkan sejumlah kelompok musik elekton di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, sungguh menarik minat penonton. Bahkan, ternyata pertunjukan musik vulgar tersebut kini tak luput dari perhatian anak-anak.

Para artis perempuan tersebut tak hanya bergerak dan menari secara sensual, tapi juga membiarkan bagian tubuh mereka dijamah oleh para penonton. Dengan uang saweran Rp 5.000, bahkan Rp 1.000, penonton bisa menjamah bagian pribadi sang artis tanpa rasa malu, dan si artis pun tak keberatan.

Grup musik elekton Trivanada dan Purnama di Polewali Mandar, adalah dua grup yang dikenal memiliki artis yang paling berani buka-bukaan dia atas panggung, termasuk membiarkan tubuhnya dijamah.

Hampir setiap malam acara macam ini menjadi tontonan warga, termasuk anak-anak di berbagai pelosok desa hingga ke kota. Grup musik ini laris disewa dalam hajatan seperti pesta pengantin, sunatan, dan khataman anak.

Jika semula tontonan vulgar seperti ini hanya dilakukan pada dinihari, saat anak-anak sudah tertidur lelap, kini kebiasaan itu semakin melonggar. Pertunjukan macam ini pun tak jarang ditemui di siang hari saat ada acara hajatan warga.

Seperti yang terjadi dalam pesta sunatan di Mapilli, belum lama ini.Tak hanya orang dewasa dan orang tua yang menjadi penonton, tapi juga puluhan anak-anak sekolah dasar ikut menyaksikan adegan tari yang belum pantas buat mereka.

Kamis, 14 Februari 2013

Alamak, ABG “Rajin” Beli Kondom dan Test Pack

Waspada Modus Mesum Berbalut Kasih Sayang

Hati-hati, Ada Permen Karet Perangsang Perempuan

Pasangan mesum terjaring razia dari beberapa hotel dan indekosan
Syamsul Arifin
Pasangan mesum terjaring razia dari beberapa hotel dan indekosan, Rabu dini hari (13/2)
Sejumlah fenomena tak elok terjadi jelang Hari Valentine, kata orang Hari Kasih Sayang, yang jatuh pada hari ini (14/2). Kejadian luar biasa itu, meningkatnya ABG yang membeli kondom maupun alat tes kehamilan (test pack) dan beredarnya permen karet perangsang (sexy gum).
Fenomena terkait kondom dan test pack diungkap Apoteker Erlin Sungkar. Menurut dia, yang terjadi jelang Valentine dan Tahun Baru, beberapa apotek yang dekat dengan kampus dan tempat indekos adalah apotek yang banyak diserbu pembeli. Mirisnya, notabene pembeli adalah anak SMP-SMA dan kuliahan.
“Yang miris itu anak-anak kecil SMP-SMA yang beli dan sudah tidak malu-malu lagi,” kata Erlin dengan nada prihatin kepada Rakyat Kalbar, Rabu (13/2).
Penjualan kondom pun, lulusan UII Yogyakarta itu membeberkan, meningkat hingga 500 persen. “Penjualan meningkat semenjak pagi tadi, seperti penjualan di beberapa apotek yang ada di Kota Pontianak yang biasanya 5 pack sekarang bisa jadi 30 pack,” ungkapnya.
Kisaran harga kondom berada di level Rp 4.600 hingga Rp 6.000. Tetapi juga ada yang seharga Rp 2.000. Menurut Erlin, yang paling laris adalah kondom dengan berbagai rasa.
“Kalau harga variasi, cuma yang laris yang macam-macam rasa,” jelasnya.
Selain banyaknya penjualan kondom, Erlin menambahkan satu bulan usai Hari Valentine, penjualan yang juga meningkat adalah penjualan test pack. “Nanti kita lihat satu bulan ke depan, pasti test pack yang meningkat penjualannya, dan memang seperti ini dari tahun ke tahun,” tutupnya.

Waspada sexy gum

Pada Hari Valentine, ada tradisi saling tukar hadiah. Permen, cokelat, maupun bunga. Namun ada hadiah yang harus ditolak mentah-mentah.
Hadiah tersebut adalah permen cinta. Jika sampai tidak ditolak, bahkan bila dimakan, wanita akan terserang rangsangan seks yang luar biasa.
Orang tua yang memiliki anak perempuan di Kalbar harus waspada akan hal ini. Sebab permen karet yang berlabel only for ladies ini berharga hanya sekitar Rp70ribu dan bisa dipesan melalui situs penjualan online tertentu.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Lily Djafar saat sosialisasi tentang bahaya permen cinta di SMA Mujahidin, Jalan Perak Barat, Surabaya.
“Permen ini sekarang sudah beredar di Surabaya. Karena ini, siswa utamanya yang perempuan, harus berhati-hati,” kata Lily seperti dikutip dari inilah.com, Jumat (8/2/2013).
Di depan ratusan siswa, Lily menjelaskan tentang bahaya permen peningkat libido secara detail. Apabila wanita mengonsumsinya, selang 5 menit kemudian, efek yang dirasakan adalah nafsu tak keruan. Ada dorongan untuk selalu ingin melakukan hubungan badan layaknya suami istri.
“Jadi kalau ada pacar atau orang tak dikenal secara tiba-tiba memberikan permen karet, kita harus bisa waspada dan kalau bisa menolak di saat merayakan Hari Valentine nanti,” tegasnya.
Sementara itu beberapa siswa juga mengakui kalau mereka baru pertama kali mengetahui permen cinta yang membuat orang langsung terangsang dalam waktu 5 menit, sehingga adanya sosialisasi ini bisa membuat jaga diri untuk mencegah jika ada pemberian permen cinta itu.
“Adanya pemberian sosialisasi ini, saya sangat senang, karena bisa menjaga diri kita tidak terjerumus dalam perbuatan pencabulan serta penyalahgunaan permen cinta,” kata Erita, salah seorang siswi kelas XII.

Polisi antisipasi modus mesum berbalut Hari Valentine

Jajaran Polda Kalbar mewaspadai penyakit masyarakat dengan melakukan razia di sejumlah hotel kelas melati. Mereka menjaring 11 pasangan mesum, Rabu dini hari (13/2). Dalam razia tersebut, sempat terjadi ketegangan antara warga yang kesal terhadap pengelola hotel.
Polisi merazia di tiga hotel yang dianggap rawan digunakan sebagai ajang prostitusi. Seperti Hotel Benua Mas Pondok Jaya Siantan serta Hotel 95 Jalan Imam Bonjol Pontianak. Razia tersebut merupakan kegiatan rutin kepolisian guna antisipasi maraknya penyakit masyarakat serta antisipasi jelang Hari Valentine yang dimungkinkan hotel-hotel digunakan untuk mesum.
Razia digelar pukul 22.00 hingga pukul 01.00 WIB. Beberapa pasangan yang sedang berduaan di dalam kamar tak dapat mengelak saat petugas menyisir satu per satu kamar hotel. Polisi juga terus melakukan penggeledahan terhadap kamar yang diduga dihuni pasangan mesum.
Saat dilakukan razia di hotel yang berada di Jalan Imam Bonjol Pontianak, lokasi tersebut dipenuhi warga. Bahkan sempat terjadi ketegangan dari warga yang merasa kesal terhadap pengelola hotel yang membiarkan adanya pasangan mesum menginap di hotel tersebut.
“Inilah yang kita tidak inginkan dan kita minta agar hotel ini ditutup saja karena mencemarkan nama baik warga sekitar sini. Udah tau di depannya ada sekolah dan masjid,” ungkap seorang warga.
Pasangan yang tidak dapat menunjukkan bukti sah sebagai suami istri dan tak memiliki kartu identitas penduduk kemudian diamankan. Mereka diangkut menggunakan mobil dalmas dan dibawa ke Ditsabhara Polda Kalbar untuk didata.
Kepala Seksi Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan Dan Patroli (Turjawali) Sabhara Polda Kalbar Kompol Agus Krisyanto mengatakan semua yang terjaring akan diberikan sanksi agar ada efek jera. Diserahkan ke pengadilan untuk mengikuti sidang tipiring.
“Razia ini merupakan kegiatan rutin kepolisian guna menciptakan situasi keamanan tetap kondusif dan memberikan rasa nyaman di lingkungan masyarakat,” ungkapnya. (dna/sul)

Rabu, 13 Februari 2013

Tega! Pria Tiga Istri Perkosa Bocah 12 Tahun



Perkosaan-Malaysia.jpg
Ilustrasi 
 
 
BANGKA - Durojat, pria beristri tiga warga Dusun Airjaya 2 Desa Payung ini tega memperkosa Bunga (12) bocah perempuan warga Jalan Air Kepoh Desa Pangkalbuluh, Payung.

Ia memperkosa bunga  di kebun lada diwilayah Airkepoh Desa Pangkalbuluh kecamatan  Payung.
Akibat aksi bejatnya tersebut, Bunga kini menderita infeksi pada alat kelaminnya.

Informasi yang dihimpun Bangkapos.com  menyebutkan aksi pemerkosaan yang dilakukan Durojat terhadap Bunga (12) terjadi pada bulan Desember tahun 2012 silam.

Saat itu Bunga dalam perjalanan  menuju rumahnya, namun belum sampai ditujuan ia tiba-tiba di stop oleh Durojat lalu dibawa secara paksa ke kebun lada dipinggir jalan tersebut.

Disini Bunga dibekap mulutnya oleh Durojat agar tidak berteriak lalu dibawah ancaman, bocah perempuan putus sekolah ini diperkosa.

Peristiwa pemerkosaan yang dialami Bunga sendiri baru terungkap setelah Bunga mengeluh alat kelaminya keluar bercak putih akibat infeksi. Ketika didesak ibunya, Bunga kemudian mengaku telah di perkosa oleh Durojat.

Mendapat pengakuan putrinya ini, ibu Bunga, Senin (11/2/2013) langsung melapor ke Polsek Payung. Tanpa perlawanan, Durojat yang sehari-harinya berpofesi sebagai petani tersebut dibekuk anggota Polsek Payung dan kemudian dilimpahkan ke Satreskrim Polres Basel.

Kapolsek Payung Iptu Iskandar seizin Kapolres Basel AKBP M Yusup mengungkapkan korban yaitu Bunga sendiri tidak ingat secara pasti tanggal dan hari peristiwa naas yang menimpanya.
Ia hanya ingat kejadian tersebut terjadi di kebun lada pada pukul 12.00 WIB.

"Tersangka sudah kita amankan dan dijerat dengan pasal 82 UU RI No.23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan pasal 290 ayat 2 KUHPidana," ungkap Iptu Iskandar, Selasa (12/2/2013).

Wah! Harga Perawan Rp 10 Juta


Virgin.jpg
net
Ilustrasi

MAKASSAR - Para mucikari di Makassar menjual para gadis belia yang masih perawan kisaran Rp 10 juta. Pengakuan tersebut terkuak setelah polisi mengungkap perdagangan manusia, atau gadis belia untuk pemuas nafsu birahi.

Ternyata, para gadis perawan tersebut dipesan dan didatangkan oleh para mucikari, dari berbagai daerah di luar Makassar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi, Selasa (12/2/2013) mengungkapkan, sindikat perdagangan perawan di Makassar sudah beraksi selama empat tahun terakhir.

Endi menambahkan, adapun gadis-gadis perawan yang didapatnya dari berbagai daerah di Indonesia, terutama dari wilayah Sulawesi Selatan dan Barat. Modusnya, mucikari mendapat pesanan untuk mencarikan perawan dari "klien"-nya.

"Setelah dapat, perawannya dibawa ke Makassar dan diserahkan ke lelaki hidung belang, setelah melunasi pembayarannya," kata Endi.

Endi menegaskan, kini polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait kemungkinan adanya sindikat perdagangan perawan di berbagai daerah di wilayah Sulselbar. "Kasus ini masih dalam pengembangan dan mencari pelaku lainnya," kata Endi.

Sebelumnya telah diberitakan, Direktorat Reserse Umum (Dit Resum) Polda Sulselbar membongkar sindikat perdagangan perawan di Kota Makassar. Dari kasus itu, polisi menangkap dua tersangka dan empat orang gadis yang hendak dijual.

Terungkapnya kasus ini berawal ketika polisi mendapat informasi dari masyarakat tentang maraknya perdagangan perawan di Kota Makassar, terutama di tempat-tempat hiburan malam. Polisi pun melakukan penyelidikan dan pengintaian di sejumlah tempat di Kota Makassar.

Hasilnya, polisi meringkus tersangka Hasniah alias Bunda (37) warga Jalan Rappokalling dan rekannya Ilham alias Ilo (24) warga Jalan Sibula Dalam Lr 2 Makassar di Hotel Celebes, Makassar kamar 206, Jalan Sultan Hasanuddin, Jumat (8/2/2013) malam.

Selain kedua tersangka, polisi juga menangkap empat orang gadis. Mereka umumnya masih berusia belasan, meski ada satu di antaranya yang telah berumur 30 tahun. Keempat gadis itu tak hanya berasal dari Makassar, namun juga dari Kendari, Takalar, dan Sinjai.

Selasa, 12 Februari 2013

Paus Mengundurkan Diri


Paus_Benediktus_XVI_net.jpg
Net
Paus Benediktus XVI

VATICAN CITY - Paus Benediktus XVI menyatakan dirinya tak lagi memiliki kekuatan untuk menjalankan tugas-tugas kepausan. Dia pun mengundurkan diri terhitung tanggal 28 Februari 2013 pukul 20.00.

"Untuk alasan ini, dan dengan penuh kesadaran atas seriusnya hal ini, serta dengan kebebasan penuh, saya menyatakan bahwa saya meninggalkan jabatan sebagai Uskup Roma, dan penerus Santo Petrus," ucap Paus Benediktus dalam pernyataan resmi yang dikirim Vatican.

Pengunduran diri ini pertama kali disampaikan oleh Juru Bicara Vatican, Federico Lombardi.

"Paus mengumumkan bahwa dirinya akan meninggalkan kepemimpinannya pada 28 Februari pukul 20.00," kata Federico.

Wuih! Kakak dan Adik Dicabuli Mandor


melati-korban-perkosaan.jpg
Tribunnews.com
Melati (15) (bukan nama sebenarnya) korban pencabulan yang dilakukan mandor kebun sawit milk salah satu perusahaan swasta.

BANGKA -  Mandor kebun sawit di Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) ,Hr (40) telah melakukan pemerkosaan terhadap Mawar (25) warga Trans 2, Dusun 3, Bangka Kota. Karena berhasil, dilain kesempatan, ia akan melakukan hal serupa kepada Melati (15) yang tak lain adalah adik Mawar (nama samaran).

Nasib baik masih berpihak kepada Melati, belum sempat diperkosa. Ia hanya dicabuli oleh Hr di kebun sawit.

Menurut keterangan Melati, Minggu (10/2/2013)  peristiwa tersebut dialaminya saat bekerja di kebun sawit milik salah satu perusahaan swasta, beberapa waktu lalu.

Ia sendiri lupa tanggal berapa ia dicabuli sang mandor. Akan tetapi, ia hanya ingat sudah 4 kali mendapatkan perlakukan tersebut.

Saat itu ia sedang bekerja tiba-tiba mandor Hr menghampirinya. Kemudian mandor tersebut merayu dan akhirnya melepas celana Melati. Melati mencoba melawan. Ia terus menolak keinginan sang mandor. 

Dengan kekuatannya ia berhasil kabur dari dekapan sang mandor, sembari mengenakan kembali celananya yang sudah dipeloroti oleh mandor Hr.

"Awalnya dia merayu saja. Katanya mau nggak jadi pacar saya. Saya jawab tidak mau. Karena dia sudah beristri dan anaknya tiga. Saya juga sudah punya pacar," tutur Melati.

Perlakuan tersebut kata Melati sempat dialaminya 4 kali. Tetapi, ia selalu berhasil kabur. Ia pun kemudian tidak mau lagi bekerja di perkebunan sawit tersebut.

Melati juga menceritakan, kakaknya Mawar sudah sempat diperkosa. Tetapi baru sekarang ia mengakuinya. Bahkan, anak yang dimilikinya saat ini diragukan apakah anak Mawar dengan suaminya, atau memang anak Mawar dengan Hr.

"Kakak saya juga diperlakukan seperti itu. Sampai hamil dan sekarang sudah punya anak. Tidak tahu juga anak siapa. Apakah anak mandor itu atau anak kakak saya dengan suaminya. Katanya sih, mandor itu hampir setiap hari memperkosanya," cerita Melati didampingi ibunya, Sar (60).

Mereka pun kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polsek Simpang Rimba, Kamis (7/2/2013). Kasus tersebut hingga saat ini masih dalam proses.

Siswa SD Trauma Akibat Diperkosa


Pencabulan_ilustrasi_net1.jpg
Net
Ilustrasi pencabulan

MANOKWARI - Seorang bocah berinisial EIP (12) yang masih duduk di bangku kelas III SD, menjadi korban perkosaan saat pulang dari sekolah, di Distrik Manokwari Selatan, Papua Barat.

EIP yang merupakan anak yatim ini, hanya terbaring lemas di ruang bersalin Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manokwari, karena terus mengalami pendarahan.

EIP masih trauma setiap melihat orang asing yang datang untuk menjenguknya. Bahkan EIP juga belum mau berbicara kepada pihak penyidik Polres Manokwari. Namun setelah dibujuk, akhirnya korban mau bercerita.

Awalnya, EIP mulai bercerita, sepulang dari sekolah, dia ditawari seorang pria yang mengaku tukang ojek untuk mengantarnya ke rumah.

Tanpa curiga, EIP pun menerima tawaran itu. Namun, EIP bukannya diantar pulang ke rumah, malah dibawa ke tempat lain. Pelaku beralasan hendak mengantar barang terlebih dahulu ke tempat lain.

Ketika berada di tempat sepi sekitar kompleks Maripi Pantai, Manokwari, pelaku menghentikan kendaraannya dan menarik korban turun dari sepeda motor. Pelaku langsung menganiaya bocah SD itu hingga pingsan.

Setelah itu, pelaku melampiaskan nafsu bejatnya kepada bocah malang itu. Setelah itu, pelaku kabur meninggalkan bocah SD itu masih dalam keadaan pingsan.

Beberapa saat kemudian, korban ditemukan orang oleh warga setempat, dan segera dibawa ke rumah sakit. Karena korban mengalami pendarahan cukup hebat, korban harus ditransfusi darah.

Namun pihak RSUD kekurangan darah, akhirnya keluarga meminta bantuan donor darah dari anggota TNI-AD Kodim 1703 Manokwari.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Kristian Sawaki yang ditemui Senin (11/2/2013), menyatakan, pihaknya sedang memburu pelaku. Polisi juga sudah memeriksa orang-orang terdekat korban serta mengamankan barang bukti berupa pakaian korban.

"Saya telah memerintahkan tim Buser untuk mengejar pelaku yang diduga sebagai ojek. Kami juga telah meminta keterangan dari beberapa warga yang melihat pertama kali korban dibonceng," tandas Kasat Kristian saat ditemui Kompas.com.

Sabtu, 09 Februari 2013

Heboh! Film Dewasa Dibintangi Pelajar SMP


Mesum-4.jpg
Ilustrasi
Ilustrasi

GARUT - Warga Kabupaten Garut dihebohkan dengan beredarnya video mesum berseri yang dibintangi pelajar SMP. Kini, video itu menyebar di internet dan ponsel. 

Video berseri yang menyebar dengan cepat melalui smartphone ini memiliki durasi masing-masing sekitar dua menit. Berdasarkan penelusuran Polsek Malangbong, video tersebut mulai beredar sejak dua pekan lalu di masyarakat.

Kanit Reskrim Polsek Malangbong Aipda Sumika, mengatakan video tersebut diperankan AN (15), yakni pelajar SMPN, dan RN (22), seorang buruh bangunan yang bekerja di Jakarta. RN adalah warga Kampung Cimuncang, Desa Kutanagara, Kecamatan Malangbong.

"Kami masih mendalami kasus ini di antaranya untuk menemukan pelaku yang laki-laki. Harus betindak cepat sebelum kabar tentang video ini ramai dan dia kabur," kata Sumika di Mapolsek Malangbong, Selasa (5/2/2013).

Ucapnya, video tersebut diambil menggunakan ponsel kemudian disebarkan. Tiga video tersebut berjudul "Ajang Kecwa", "Anita Bercinta" dan "Seks Anak SMP". Sumika mengatakan masih 
menyelidiki proses penyebaran video tersebut, termasuk penyebar videonya.

Ditemui di tempat terpisah, Wakil Kepala SMPN tersebut, Tatang Dahlan mengatakan AN sempat sekolah di SMPN itu. Ujarnya, AN merupakan warga Desa Lewobaru, Kecamatan Malangbong.

"Dia mengundurkan diri sebelum kabar tentang video ini merebak. Katanya mau masuk pesantren. 
Awalnya memang masih ragu kalau itu siswi kami, tapi setelah ditelusuri, AN memang tercatat sebagai siswi kami, tapi sudah mengundurkan diri," tuturnya.

Jumat, 08 Februari 2013

Demi Uang, Gadis 17 Tahun ini Rela Jadi PSK


PSK.jpg
Ilustrasi

SURABAYA -  Gadis belia, SA (17) satu dari 11 Pekerja Seks Komersil (PSK), yang diamankan Polrestabes Surabaya. Gadis berasal dari Jember, rela menjajakan tubuhnya  di Surabaya demi untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah.

Ia di Surabaya  baru satu bulan berada di Surabaya. Namun apes, ia terjaring razia bersama PSK yang mangkal lainnya.

Sangat jarang ditemukan PSK di bawah umur yang beroperasi di jalanan. Biasanya PSK yang berusia di bawah umur, lebih terstruktur.

"Saya baru satu bulan di sini (Surabaya), sehari-sehari saya tinggal di Wonokromo," kata gadis asal Talas Jember tersebut, Kamis (7/2/2012),

SA mengaku inisiatif sendiri pergi ke Surabaya untuk menjadi PSK. "Saya naik kereta api dari Jember, dan turun di Wonokromo. Saya ingin cari uang," kata SA.