Memuat berita dan informasi dari berbagai sumber yang bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan dan informasi bagi para pengunjung blog ini.
Memberi ruang bagi pengunjung blog ini untuk memuat berita dan informasi yang bermanfaat bagi para pengunjung lain blog ini. Selamat berkunjung dan membaca di blog ini, semoga bermanfaat.
Terima kasih.
SINGKIL
- Oknum guru sebuah SMK di Aceh Singkil, ZD diduga telah mekaukan
pencabulan terhadap siswi di SMK tersebut. Tak tanggung-tanggung jumlah
siswi yang menjadi korbannya, sebanyak tujuh siswi sekolah tersebut
yang mengaku menjadi korban tindakan asusila gurunya.
Pengakuan
itu, disampaikan melalui sumpah dan pernyataan bermaterai. Versi lain
menyebutkan ada sepuluh orang karena pelaku melancarkan aksinya telah
bertahun-tahun. Diantara korban ada yang sudah sempat digagahi. Ada juga
yang masih sebatas pelecehan saja.
"Pelaku
waktu kami tanya tidak mengaku. Walau korban sekitar tujuh orang telah
bersumpah bermaterai," kata Kepala Dinas Pendidikan Aceh Singkil, Yusfit
Helmy, Rabu (20/2/2013).
Yusfit menjelaskan,
Senin (18/2/2013) Kepala SMK melapor ke pihaknya telah terjadi dugaan
pencabulan oleh salah seorang guru terhadap pelajar perempuan. Kemudian
ditindaklanjuti, dengan mengkonfirmasi kepada guru bersangkutan
sepanjang Selasa (19/2/2013). Tapi tersangka tidak mau mengaku, kendati
korban telah bersumpah bermaterai.
"Karena
pelaku tak mengaku, kami menyerahkan proses selanjutnya ke Badan
Kepegawaian dan Inspektorat. Selasa malam, saya ditelpon Kepala SMK,
katanya pelaku telah ditangkap polisi. Langkah selanjutnya kami menunggu
proses hukum," jelas Yusfit.
Pontianak
– Perkembangan jumlah koperasi di Indonesia sangat luar biasa pesatnya.
Saat ini yang terdata sebanyak 192 ribu unit lebih dengan jumlah
anggota perorangan 32 juta lebih. Di Kalbar perkembangannya juga pesat,
mencapai 4.000 unit koperasi dan yang terkenal Credit Union (CU).
“Bahkan CU di Kalbar menjadi rujukan koperasi di Indonesia,” kata
Agung Sujatmoko, Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin)
saat membuka Rakor Dekopinwil Kalbar di Graha Dekopinwil, Selasa (19/2).
Menurutnya, pengelolaan CU di Kalbar sangat luar biasa baiknya.
Bahkan sekarang ada anggotanya yang ribuan dengan modal triliunan
rupiah. Ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan perkoperasian.
Siswa SMP, SMA, dan SM sudah harus mendengarkan apa itu koperasi sejak
sekarang. Melihat perkembangan perkoperasian, sekolah tinggi atau
universitas sudah layak ada yang membawa visi misi koperasi di Kalbar.
“Saya harapkan dari rakor ini, insan koperasi di Kalbar atas arahan
gubernur merumuskan program tahun 2014. Tanggal 27 Februari mendatang
akan dibahas dalam rakernas di Batam. Mei sudah diminta oleh Bappenas,”
ujar Agung.
Lanjutnya, pada 17-19 Juli mendatang akan ada Rapimnas Koperasi di
Surabaya yang akan membahas pemberdayaan koperasi. Karena itu dari
Dekopinwil dan Dekopinda harus ada usulan-usulan cerdas.
Agung mengatakan saat ini begitu banyak tunggakan Kredit Usaha Tani
(KUT) akan dituntaskan pada 2014 mendatang. Secara keseluruhan, dari
data yang ada, nilai tunggakan di KUT mencapai Rp6 triliun. Yang sudah
dibayarkan oleh petani sebenarnya nilainya mencapai Rp12 triliun hingga
Rp13 triliun.
“Sehingga kalau dilakukan penghapusan terhadap KUT yang tertunggak
tersebut, maka pemerintah seharusnya mengembalikan kredit yang sudah
dibayar petani,” kataya.
Salah satu solusinya Dekopin mengusulkan agar dilakukan pemetaan dan
pendataan. “Siapa-siapa saja yang menunggak KUT dan perannya sebagai apa
waktu penyaluran dulu,” kata Agung.
Dibutuhkan database terhadap Koperasi Unit Desa (KUD) di seluruh
Indonesia. “Kalau ada koperasi yang menunggak, maka ini termasuk
kategori koperasi tidak baik, datanya akan ada di Bank Indonesia,”
ungkapnya.
Gubernur Kalbar Cornelis mengakui, tunggakan KUT muncul karena
kesadaran anggota yang rendah. “Dulu saya juga termasuk tukang tagih
bersama pihak bank. Sewaktu ditagih malah kita dibawakan parang,
sementara ketua koperasi duduk santai,” ujar Cornelis.
Ia menegaskan, kesan seperti itu yang harus ditinggalkan, karena
koperasi sesungguhnya sangat berperan dalam kesejahteraan masyarakat.
“Koperasi ini wajib kita laksanakan, karena amanat Undang-Undang 1945.
Tetapi di masa reformasi, sistem ekonomi kita berubah ke arah neo
liberalisme,” papar Cornelis.
Menurutnya, koperasi bukan hanya lip service. Dalam koperasi
merupakan kumpulan orang. Kalbar ini potensinya sangat besar. Diharapkan
pertumbuhan koperasi yang sudah baik dapat terus dikembangkan, terutama
di Kalbar. Karena mampu menggerakkan ekonomi rakyat. “Salah satunya
yang sudah berjalan baik melalui Credit Union,” jelas Cornelis.
Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Kalbar Awang Sofian Rozali
mengatakan hingga saat ini koperasi yang ada di semua kabupaten
mengalami peningkatan.
“Alhamdulillah, koperasi di Kalbar bertambah terus-menerus dari tahun
ke tahun. Dari segi perkembangan usaha terutama di bidang perkreditan,
Kopdit, KSP, dan CU,” kata Awang.
Menurutnya, yang paling menonjol adalah CU. Bahkan koperasi dengan
pola syariah juga berkembang. CU Kalbar jadi tempat belajar CU di
provinsi lain di Indonesia. (kie)
Pontianak
– Baru beberapa minggu pacaran, Fm, 15, dicabuli Dn, 16, pacarnya di
kebun nanas wilayah Rasau Jaya, Kubu Raya, Senin (11/2) sore. Merasa tak
perawan lagi, siswi SMP itu mengadukan pacarnya ke Polsek Rasau Jaya.
Petugas Polsek Rasau meringkus Dn. Setelah diinterogasi, kasus
pencabulan ini dilimpahkan ke Mapolresta Pontianak. Dn pun digelandang
ke Mapolresta Pontianak.
Kepada petugas Dn mengaku menelepon Fm, pacarnya. Kemudian Dn bersama
Wn rekannya berboncengan sepeda motor mendatangi kediaman Fm. Saat itu
Fm sedang masak bersama ibunya. Melihat Dn dan Wn ke rumahnya, Fm pun
ngobrol bersama dua teman lelakinya di kediamannya.
“Awalnya saya meneleponnya mengajak ketemuan. Namun dia (Fm, red) menolak dan menyuruh ke rumahnya,” ungkap Dn.
Puas ngobrol, Dn mengajak Fm ke rumah Wn. Gadis tersebut mengikuti
ajakan pacarnya itu. Fm mengendarai sepeda motor sendiri. Sesampainya di
kediaman Wn, pasangan kekasih itu ngobrol. Merasa tak enak bermesraan
di kediaman rekannya, Dn mengajak Fm pindah ke kebun nanas di jalan raya
Rasau Jaya. “Ketika saya ajak ke kebun nanas, Fm mau saja. Kami
mengendarai sepeda motor sendiri-sendiri,” jelas Dn.
Sesampainya di kebun nanas, Dn memaksa Fm melayani nafsunya. Anehnya,
Fm mau saja diajak melakukan hubungan layaknya suami istri. Setelah
keduanya puas, Dn dan Fm pulang ke rumahnya masing-masing.
Setelah sampai di rumahnya, Fm termenung dan tidak terima perawannya
dibengkas Dn. Gadis tersebut melaporkan apa yang dialaminya ke Polsek
Rasau Jaya. Hari itu juga Dn diringkus polisi.
“Untuk tidak menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Polsek Rasau
Jaya melimpahkan kasus ini ke Mapolresta,” ungkap Kompol Puji Prayitno,
Kasat Reskrim Polresta Pontianak.
Hasil pemeriksaan sementara, Fm mengaku kecewa dengan pacarnya. Baru
saja kenalan sudah mengajak untuk berhubungan. “Dn sudah tidak
bersekolah lagi, tapi kalau korban masih duduk di SMP,” papar Puji.
Mempertanggungjawabkan perbuatan, remaja putus sekolah itu dijerat
pasal tentang perlindungan anak dengan ancaman di atas lima tahun
penjara. “Karena keduanya masih bawah umur, kami serahkan kepada
perlindungan anak. Tapi proses hukumnya tetap berjalan sesuai prosedur,”
jelas Puji.
Singkawang
– Baru saja menginjakkan kakinya di Kota Singkawang, warga Banyumas,
Suprapto, 25, sudah mencabuli Kembang (nama samaran), siswa Kelas I SMA
Kota Singkawang. Padahal ayah satu anak itu masih memiliki hubungan
keluarga dengan korbannya.
Dengan niat mencari kerja yang lebih baik untuk menghidupi keluarga
kecilnya, Suprapto meninggalkan kampungnya di Karangbawang, Ajibarang,
Banyumas, Jawa Tengah menuju Kalbar menggunakan kapal laut.
Pada Sabtu (16/2) malam, ayah dari bayi berusia 2,5 tahun ini tiba di
Kota Pontianak. Selanjutnya pada Minggu (17/2) dini hari, Suprapto
berangkat ke Kota Singkawang menemui paman dari istrinya di Jalan
Trisula, Bukit Batu, Singkawang. “Saya cari kerja, mau ikut Pak De
(paman istrinya, red), katanya kerja jual ikan,” aku Suprapto ketika
ditemui di Mapolres Singkawang, Selasa (19/2).
Sebelumnya Suprapto tidak pernah datang ke Singkawang dan tidak
pernah pula bertemu Pak De-nya (Wasisto). Tetapi, bermodalkan keterangan
dari istrinya, Suprapto berhasil menemukan rumah paman istrinya itu.
“Saya memperkenalkan diri, bahwa saya menantunya Mujiana (adik Wasisto,
red),” terang Suprapto.
Mendengar Suprapto itu merupakan menantu dari adiknya, Wasisto pun
mempersilakan tamunya itu untuk menginap di rumahnya. Dari situlah,
Suprapto berkenalan dengan anak Pak De-nya, sebut saja Kembang, gadis
yang masih duduk di kelas satu salah satu SMA di Kota Singkawang.
Pada Minggu sore, Suprapto berbincang-bincang dengan Pak De-nya di
teras rumah. Di situ pula Kembang bermain kembang api. Dikarenakan hari
semakin gelap, Kembang disuruh masuk ke kamar. Sedangkan keduanya masih
melanjutkan perbincangannya.
Karena disuruh ayahnya, Kembang pun masuk ke kamar untuk tidur. Dia
mengenakan baju kuning dan celana kaus selutut bermotif bulan dan
bintang. Ketika itu, pintunya hanya ditutup, tidak dikunci.
Tiba-tiba, sekitar pukul 23.30, Suprapto mengetuk pintu kamar Kembang
dan langsung membukanya. “Dia memegang kedua kaki saya, maka saya
terbangun,” kata Kembang.
Kembang pun bertanya ke Suprapto, “Ada apa?” Suprapto pun menjawab,
“Nggak ada, tolong matiin televisi.” Kembang pun beranjak dari tempat
tidurnya untuk mematikan televisi di ruang tamu.
Ketika itu Suprapto memegang payudara Kembang bagian kiri dengan
tangan kanannya. “Dia menekan payudara saya dengan tangannya. Waktu itu
saya kira dia tidak sengaja atau salah pegang, makanya saya diam dan
tetap pergi ke ruang tamu untuk mematikan televisi,” terang Kembang.
Setelah mematikan televisi, Kembang kembali ke kamarnya. Tiba-tiba
saja Suprapto (yang dari tadi di depan pintu) mendorong Kembang hingga
telentang di tempat tidur. “Lalu menindih badan saya dengan tubuhnya,”
ujar Kembang.
Suprapto pun melanjutkan aksinya dengan meremas kedua belah payudara
Kembang, mencium pipi dan leher gadis SMA tersebut berulang-ulang kali.
“Saya menendang perutnya, tetapi dia tetap saja meremas-remas payudara
saya,” kata Kembang.
Melihat kembang semakin meronta-ronta, nafsu Suprapto semakin naik ke
ubun-ubun. Dia mengusap-usap kemaluan Kembang dengan tangannya. Saking
takut dan paniknya, Kembang pun menendang dinding kamarnya yang terbuat
dari tripleks sehingga mengeluarkan bunyi yang keras.
Akibat tendangan Kembang ke dinding kamar itu, Suprapto pun kaget dan
menghentikan aksi bejatnya karena mengira orang-orang di rumah tersebut
terbangun. Kesempatan itu pun dimanfaatkan Kembang untuk mengambil
kipas angin yang tidak jauh darinya. “Saya ambil kipas angin dan saya
pukulkan ke paha (bagian kanan, red) dia,” ujar Kembang.
Suprapto pun marah-marah dan langsung mengeluarkan pisau lipat dari
sakunya. Tetapi Kembang bertindak cepat, dengan sigap dia menendang
kemaluan Suprapto hingga tiga kali. Dilanjutkan dengan dorongan keras,
sehingga Suprapto ke luar dari kamar. “Saya langsung menutup pintu dan
menguncinya dari dalam,” kata Kembang.
Ternyata Suprapto kembali mengetuk pintu tersebut. Tetapi Kembang
yang ketakutan di dalam kamar tidak memedulikannya. “Saya menghubungi
nomor handphone ibu saya, tetapi tidak bisa,” kata Kembang.
Handphone ibunya sudah diambil dan dimatikan Suprapto. Sehingga
Kembang tidak bisa melaporkan hal tersebut ke ibunya yang tertidur pulas
di depan televisi di ruang tamu. “Saya menghubungi teman saya, supaya
dia melaporkan ke nenek, kalau saya mau diperkosa,” cerita Kembang.
Sementara Suprapto masih berupaya melanjutkan aksinya, dia mendobrak
pintu kamar, tetapi upayanya itu gagal. Dia pun berpura-pura ke dapur
untuk mengambil wudu, dikhawatirkan orang sudah terbangun karena suara
gaduh tadi.
Tidak beberapa lama, ayah Kembang terbangun karena ingin buang air,
lalu melihat Suprapto menuju dapur, katanya hendak mengambil air wudu.
Setelah itu Suprapto kembali mengetuk-ngetuk pintu kamar Kembang.
Melihat Suprapto mengetuk-ngetuk kamar anaknya, ayah Kembang
(Wasisto) pun bertanya ke Suprapto ada apa gerangan. Saat itu pelaku
berkilah hendak meminjam sajadah dengan Kembang. Padahal di dekatnya,
sudah ada sajadah. Sehingga Pak De-nya itu mulai curiga.
Mendengar ada suara ayahnya di luar kamar, Kembang pun langsung
membuka pintu sambil menangis dan keluar rumah menuju rumah neneknya
yang bersebelahan dengan rumahnya.
Malam itu juga, ayahnya menjemput Kembang di rumah neneknya dan
menanyakan apa yang terjadi. Saat itulah Kembang menceritakan semua
perbuatan Suprapto yang berupaya memerkosanya. Bagaikan disambar petir,
ayah Kembang pun kembali ke rumah untuk menemui Suprapto dan menanyakan
kebenarannya, tetapi pria itu menyangkal perbuatannya.
Bahkan Suprapto menyusul Kembang dan memaksa neneknya agar bisa
mempertemukan mereka. “Saat itu dia maksa nenek untuk bertemu saya,
karena dia malu dituduh memerkosa, dia mengaku hanya ingin meminjam
sajadah,” kata Kembang.
Tetapi penjelasan Suprapto itu tidak dipercayai nenek Kembang. Bahkan
si nenek langsung menutup pintu agar Suprapto tidak masuk ke rumah.
Pada saat itu Suprapto pergi meninggalkan rumah dan bersembunyi di
masjid.
Ayah Kembang bersama keluarga dan warga sekitar mencari Suprapto ke
sana kemari. Tetapi tidak menemukan keberadaan pria yang menginap di
rumahnya itu. Kemudian mereka berinisiatif menunggu di Terminal Induk
Singkawang. Benar saja, tidak beberapa lama, Suprapto datang menggunakan
motor ojek.
Saat itulah Suprapto ditangkap ayah Kembang dan warga. Selanjutnya
warga menghubungi Polres Singkawang. Tidak beberapa lama, polisi pun
datang menjemput Suprapto di terminal induk Singkawang.
Di Mapolres Singkawang, Suprapto masih menyangkal perbuatannya yang
hendak memerkosa Kembang. Tetapi keterangannya sering berubah-ubah dan
banyak kejanggalan. “Saya tidak mau memerkosanya, saya hanya minta ke
dia untuk matikan televisi yang masih menyala di ruang tamu, tidak enak
mau bangunkan yang lain dan saya juga mau minjam sajadah, waktu dia
bilang saya menciumnya, saya cuma membisikkan ke telinganya, tetapi
terkena ke pipinya,” kilah Suprapto.
Kapolres Singkawang AKBP Prianto SIk MSi melalui Kasubbag Humas Iptu
Asep S mengatakan Kembang melaporkan kejadian pencabulan tersebut ke
Mapolres. “Visum sudah dilakukan terhadap korban yang masih tampak
trauma dan hasilnya paling lama satu minggu. Pelaku sudah kita amankan,
saksi-saksi pun sudah kita mintai keterangan terkait pencabulan itu,”
jelasnya.
Atas perbuatannya melakukan pencabulan terhadap Kembang itu, kata
Asep, pelaku dijerat dengan Pasal 82 UU 23/2002 tentang Perlindungan
Anak jo Pasal 289 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun dan
minimal tiga tahun.
JAKARTA -
Seorang duda berinisial YT (30), warga Kampung Tengah, Jakarta Timur,
tega mencabuli bocah perempuan berumur 7 tahun. Berdasarkan pengakuan
Jabrik, ia sudah mencabuli korbannya itu sebanyak dua kali.
"Dua
kali pak. Yang pertama hari Rabu 6 Februari 2013 lalu. Saya datangi
karena tahu di rumah korban orang tuanya sedang bekerja," katanya saat
ditemui TRIBUNnews.com di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak
Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Minggu (17/2/2013).
Jabrik
yang berprofesi pedagang makanan ini juga mengaku sangat menyesal telah
mencabuli bocah yang masih duduk di kelas II SD ini. "Saya menyesal pak,
enggak lagi-lagi," katanya
Sementara itu Kepala Unit
Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor Metro Jakarta
Timur, Ajun Komisaris Polisi Endang mengatakan bahwa pelaku sangat
leluasa masuk ke dalam rumah yang terletak hanya 20 meter dari rumah
korban. Saat akan melancarkan perbuatan bejatnya Jabrik sudah tahu kapan
waktu yang tepat.
Menurut Endang, modus Jabrik mencabuli bocah
tersebut hanya dengan cara mengiming-imingi korban dengan uang dan
makanan. "Ia juga sempat mengancam korban untuk tidak memberitahukan hal
itu kepada siapapun," katanya.
Orang tua korban yang akhirnya
melapor ke pihak kepolisian setelah putrinya tersebut mengaku merasakan
sakit pada kemaluannya. "Tanggal 12 Februari 2013 laporan Polisi sudah
masuk. Setelah itu langsung kita buat surat perintah penangkapan. Tapi
ternyata pelaku melarikan diri," ujar Endang.
Pada hari Sabtu
sore kemarin, pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang makanan
ringan itu tampak terlihat di rumahnya seorang diri. Tanpa ampun, pelaku
yang sempat buron itu pun menjadi bulan-bulanan warga hingga babak
belur.
Sampai saat ini Jabrik masih menjalani pemeriksaan
intensif di Unit PPA Polres Jakarta Timur. Ia diancam Pasal 81
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan
ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.
JAKARTA -
Seorang ayah berinisial DP (42) telah lima tahun menggauli putrinya, PU
(18). Gadis tersebut digauli ayahnya sejak usia 13 tahun, dan selalu
diiringi ancaman.
Kepala Unit PPA Polres Jakarta Timur AKP Endang
mengatakan, ancaman itulah yang membuat korban selama lima tahun tidak
berani melapor.
"Bapaknya mengancam menghancurkan hubungan
keluarganya. Pastinya, ada yang membuat korban takut dan khawatir," kata
Endang kepada wartawan termasuk Tribunnews.com, di Mapolres Jakarta
Timur, Selasa (19/2/2013).
Endang menuturkan, keberanian PU
melaporkan perbuatan ayahnya, lantaran sudah tidak tahan dengan aksi
sang ayah. PU merasa sudah besar, dan tidak semestinya dimanfaatkan
terus-menerus, serta ditakut-takuti oleh ayahnya.
"Korban merasa
sudah besar, karena itu ia merasa tidak terima atas perbuatan sang ayah,
hingga akhirnya mengadukan perbuatan ayahnya kepada kakeknya," jelas
Endang.
Perilaku amoral DP berakhir, setelah PU bersama keluarga
melaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta
Timur, Senin (18/2/2013) siang. Tak lama, DP diamankan petugas.
Kepada
petugas, PU mengungkapkan selama ini tidak berani melaporkan aksi bejat
sang ayah, lantaran pelaku mengancam akan menghancurkan seisi rumah,
jika ia menceritakan kepada orang lain.
Menurut PU, kegilaan sang ayah pertama kali dialami pada 2008, di rumah mereka di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.
Saat
itu, dia dan dua adik perempuannya tengah tidur di kamar sang ibu, yang
sedang tidak ada di rumah. Sekitar pukul 01.00 WIB, tiba-tiba DP masuk
ke dalam kamar dan langsung membuka celana serta celana dalam korban
secara paksa.
"Saya kaget, dan langsung berontak. Dia membekap mulut saya, dan langsung menindih saya," tuturnya.
Di bawah ancaman DP, PU tak kuasa melayani nafsu bejat ayahnya. Aksi itu dilakukan saat rumah dalam keadaan sepi maupun ramai.
Namun,
PU mengungkapkan, tidak ada yang mengetahui peristiwa ini, karena DP
selalu beraksi saat sang ibu, dua adik perempuan, dan satu adik
laki-lakinya, sedang tertidur lelap.
KEDIRI -
Kasihan. Seorang gadis belia yang berumur 15 tahun melahirkan seorang
bayi yang tak lain benih dari ayah tirinya. Kini Mu tergolek lemas di
satu kamar ruangan Anggrek RS Bhayangkara Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu
(19/1/2013).
Warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu baru saja
menjalani persalinan cesar. Bayi laki-laki dengan berat 2,5 kilogram
itu dilahirkan, tanpa ada tangisan seperti kebanyakan bayi lahir.
Sebuah
pemandangan berbeda terlihat di kamar tempat Madu dirawat. Tidak
terlihat sama sekali suasana bahagia yang biasanya menyertai sebuah
kelahiran seorang bayi.
Raut muka tegang justru terlihat dari
beberapa anggota keluarga yang turut mendampingi di rumah sakit. Hal
berbeda lainnya adalah penjagaan ketat sejumlah personil polwan di
sekitar kamar.
Mu adalah korban persetubuhan yang dilakukan TO
(50), ayah tirinya sendiri yang masih sekola dan duduk dibangku kelas
tiga sebuah SMP swasta di Kota Kediri. Kasus asusila ini terkuak pada
awal Desember 2012. Bermula dari kecurigaan SR, ibu Madu, yang melihat
putrinya belakangan sering muntah-muntah meskipun sudah beberapa kali
diobati.
SR kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi yang
ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penangkapan TO, ayah tiri yang
berprofesi sebagai penarik becak. "Kini berkas kasusnya kini telah
dilimpahkan kepada Kejaksaan," kata Kapolres Kediri Ajun Komisaris Ratno
Kuncoro.
Di tempat terpisah, tersangka TO mengaku tidak
mengetahui kabar kelahiran bayi hasil perbuatannya itu. Ia bersyukur
karena bayi itu selamat dan menegaskan kesiapannya merawat dan
membesarkan si bayi. "Biar saya rawat saja," kata TO ditemui di Mapolres
Kediri Kota.
TO menyatakan penyesalannya. Ia mengaku melakukannya
karena khilaf setelah kebutuhan biologisnya tak dapat dipenuhi SR yang
berprofesi sebagai tukang pijat.
Perbuatan amoral itu diakuinya
tanpa ada paksaan apapun. TO mengatakan melakukan perbuatannya di kamar
rumah yang mereka tempati bersama. "Saya melakukannya saat istri saya
mijat," kata pria yang juga mengaku lupa kapan dan berapa kali melakukan
aksinya itu.
TO kini bersiap menghadapi sidang pengadilan. Ia
dijerat pasal berlapis termasuk pasal 81 Undang-undang Nomor 23 Tahun
2003 Tentang Perlindungan Anak serta Undang-undang Kekerasan Dalam Rumah
Tangga.
MEXICO CITY
- Diusianya yang masih terbilang muda, gadis ini sudah hamil sejak
usia delapan tahun. Dan kini, gadis Meksiko ini diusianya yang beranjak
sembilan tahun, ia sudah melahirkan seorang bayi perempuan. Demikian
kata pemerintah daerah dan anggota keluarga bocah itu, Rabu (6/2/2013).
"Anak
perempuan itu baru berusia delapan tahun saat dia hamil. Sang ayah
(dari anak yang dilahirkannya) adalah remaja laki-laki 17 tahun, tapi
kami belum menemukan dia karena dia melarikan lari," kata ibu gadis itu,
yang hanya diidentifikasi sebagai Dafne. Demikian kata sejumlah pejabat
lokal di negara bagian Jalisco.
"Kami sedang
mencari seorang pemuda untuk mendapatkan cerita dia karena gadis kecil
itu tidak mengerti apa yang telah terjadi. Ini sebuah pemerkosaan atau
kasus pelecehan terhadap anak," kata Jorge Villasenor, jaksa negara
bagian itu.
Kendati usianya yang masih belia,
bayi yang lahir pada 27 Januari lalu di Zoquipan Hospital terlahir
dengan normal, berat badan 2,7 kg. Kedua anak perempuan itu telah keluar
dari rumah sakit pada akhir pekan lalu. Mereka tampaknya baik-baik
saja, tetapi pihak rumah sakit mengatakan, mereka harus melakukan tindak
lanjut secara rutin terkait dengan usia sang ibu.
LAMONGAN -
Sunggguh malang nasib gadis kecil, Siti Nurjannah (9), siswi kelas IV
SD asal Desa Sendangrejo Kecamatan Kota Lamongan diperkosa orang tak
dikenal saat hendak pergi ke sekolah.
Ia ditemani neneknya, Sipah (58) melapor ke Mapolsek Kota atas kejadian yang dialaminya, Jumat (15/2/ 2013).
Seperti diungkapkan Sipah, cucunya Jumat pagi itu berangkat sekolah seperti biasanya dengan membawa sepeda angin.
Sekitar
pukul 05.30 WIB tiba - tiba dalam perjalanannya ia diberhentikan oleh
orang tidak dikenal dan digelandang dan disekap di belakang rumah potong
rambut milik Marsidi.
Celana dalamnya dilepas paksa pelaku yang tidak dikenalnya itu dan berusaha memperkosa korban.
Entah apa sebenarnya apa yang terjadi, apakah korban sudah berhasil diperkosa atau baru akan diperkosa.
Yang
jelas, korban pagi itu tidak melanjutkan pergi ke sekolah dan kembali
pulang. Di rumah ia menceritakan pengalaman pahit yang baru saja
dialaminya.
"Anaknya cerita kalau kemaluannya sakit," ungkap Sipah di depan petugas.
Kasus dugaan pemerkosaan terhadap bocah yang tinggal dengan neneknya ini kini dalam penyelidikan petugas.
Kanit
reskrim AKP Armaynur mengembangkan penyelidikan ke TKP dan menyebar
sejumlah anggotanya untuk menangkap pelaku. "Kita berusaha maksimal
agar bisa menangkap pelakunya,"kata Armaynur, Sabtu (16/2/2013).
JAKARTA
- Sungguh malang bocah SD berinisial M, ia rusak oleh tetangganya
sendiri, YT (30). Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena
telah melakukan pencabulan, YT ditangkap pihak kepolisian Metro Jakarta,
Sabtu (16/2/2013) malam.
Saai ini YT menjalani pemeriksaannya di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur.
Duda
ini mengaku menyesal telah mencabuli bocah yang masih duduk di kelas II
SD ini. "Nyesal pak, enggak lagi-lagi," katanya di ruangan penyidik.
Pelaku
mengaku telah mencabuli M pada tanggal 6 Februari 2013 lalu di rumah
korban yang berjarak 10 dari rumah pelaku. Kala itu, orangtua korban
diketahui sedang tidak berada di rumah. Oleh sebab itu, pelaku pun
leluasa masuk dan melakukan perbuatan amoralnya terhadap M. Bahkan
pelaku mengaku mencabuli korban sebanyak dua kali. "Dua kali pak,"
ujarnya sambil terus menutupi mukanya dengan tangan.
Kepala
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor Metro
Jakarta Timur, Ajun Komisaris Polisi Endang mengatakan, tersangka
menggunakan modus mengiming-imingi korban dengan uang dan makanan. Ia
juga sempat mengancam korban untuk tidak memberitahukan hal itu kepada
siapapun.
Setelah beberapa hari, nampaknya
perbuatan bejat pelaku menimbulkan efek bagi kesehatan korban. Korban
merasakan perih di kemaluannya, dan hal itu kerap dikeluhkan ke ibunda
korban. Setelah didesak, korban mengaku dicabuli oleh tetangga sendiri,
YT. Orangtua korban pun langsung melaporkan peristiwa tersebut ke kantor
Polisi.
"Tanggal 12 Februari 2013 laporan
Polisi sudah masuk ke kita. Setelah itu langsung kita buat surat
perintah penangkapan. Tapi ternyata pelaku melarikan diri," ujar Endang.
Minggu
sore, pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang makanan ringan
itu tampak terlihat di rumahnya seorang diri. Tanpa ampun, pelaku yang
sempat buron itu pun langsung dihajar warga hingga babak belur.
Pontianak – Pasangan mesum terperanjat dan tekacar ganyah
ketika pintu kamar hotel digedor jajaran Polda Kalbar, Kamis (14/2)
dini hari. Padahal mereka sedang asyik-asyiknya merayakan malam
Valentine dengan cara berhubungan badan layaknya suami-istri.
Sepuluh pasangan mesum yang menginap di Hotel Borneo Jalan Merdeka,
Hotel Orient Jalan Tanjungpura, dan Hotel Jeruju diangkut polisi. Ketika
digerebek, ada yang sedang asyik-asyiknya melakukan hubungan intim.
Bahkan petugas menemukan pasangan mesum yang belum sempat mengenakan
pakaiannya. Terlihat juga kondom bekas pakai berceceran di lantai kamar
hotel.
Parahnya lagi, kebanyakan mereka yang melakukan hubungan badan pada
malam Valentine berusia remaja. Rata-rata mereka berstatus pelajar dan
mahasiswa. Para pasangan di luar nikah ini terjaring operasi penyakit
masyarakat (pekat) yang sengaja dilaksanakan pada malam Valentine.
“Ketika digerebek mereka tidak bisa memperlihatkan surat nikah,”
ungkap Kompol Adi Tri SH, Kabag Min Op Dit Sabhara Polda Kalbar.
Kepolisian mengintensifkan penertiban penyakit masyarakat.
Menciptakan situasi keamanan kondusif untuk memberikan rasa nyaman
beraktivitas di Kota Pontianak. “Razia Direktorat Sabhara Polda Kalbar
ini dimulai pukul 22.00 hingga pukul 23.30,” papar Adi.
Awalnya polisi mendatangi Hotel Borneo. Satu per satu kamar dicek
petugas. Tidak ada satu pun pasangan mesum yang dapat menunjukkan bukti
pasangan hidup. Mereka langsung digiring masuk ke mobil dalmas dan
dibawa ke Markas Dit Sabhara Polda Kalbar guna dimintai keterangan.
Mereka yang terjaring dilakukan pendataan dan diberikan peringatan.
“Namun tetap menjalani proses hukum dan dijerat tindak pidana ringan
(tipiring),” ungkapnya.
Ketika mendatangi Hotel Orient, pemilik hotel tidak membolehkan
polisi menggerebek kamar. Padahal penghuninya sangat ramai. Setelah
mendapatkan arahan dari petugas, pemilik hotel mempersilakan memeriksa
kamar. Sedangkan di Hotel Jeruju, petugas tidak menemukan pasangan
mesum. Sepertinya para pasangan mesum enggan menginap di hotel tersebut
pada malam Valentine, karena sudah tahu, pasti akan dirazia.
“Semua pasangan yang terjaring akan tetap diberikan sanksi agar ada
efek jera. Mereka yang terjaring akan diserahkan ke pengadilan untuk
mengikuti sidang. Dengan harapan tidak kembali mengulangi perbuatan
serupa di kemudian hari. Sedangkan razia yang digelar merupakan kegiatan
rutin kepolisian, bertujuan mengantisipasi maraknya penyakit masyarakat
yang meresahkan warga Kota Pontianak,” jelas Adi.
Bukan hanya menunjukkan surat nikah, polisi juga memeriksa kartu
tanda penduduk (KTP). Masyarakat harus mengetahui bahwa kepemilikan KTP
merupakan suatu kewajiban warga negara. Sebagai kartu identitas diri,
jika suatu hari ada hal-hal yang tidak diinginkan, mudah diketahui asal
dan domisilinya. “Seperti ketika terjadi insiden kecelakaan lalu lintas,
melalui KTP akan mudah diinformasikan kepada pihak keluarga,” papar
Adi.
Kondom berceceran
Rintik hujan tidak menyurutkan jajaran Satpol PP Kota Pontianak
di-backup polisi dan POM TNI menggelar razia di malam Valentine. Petugas
gabungan itu mengamankan 11 pasangan mesum dan 11 warga tanpa identitas
di indekos, hotel, dan salon plus-plus di wilayah Pontianak Selatan.
Puluhan petugas mengawali razianya di indekos Gang Perintis Jalan
Tanjungpura. Di indekos nomor 104 itu, begitu ramai pasangan mesum
digerebek. Di gang yang sama, indekos Diva Kost diamankan pasangan mesum
dan tamu yang tidak mempunyai identitas jelas. Penghuni indekos
keteteran ketiga digerebek. Ada yang hanya mengenakan celana dalam dan
bra dan ada juga yang hanya menutupi kemaluannya menggunakan kain.
Mereka yang hanya mengenakan pakaian dalam disuruh petugas menggunakan
baju dan celana. Kemudian para pasangan mesum itu digelandang ke markas
Satpol PP.
Puluhan petugas juga merazia Hotel 95 di Jalan Imam Bonjol. Namun
hanya mengamankan satu pasangan mesum dan pasangan suami istri tanpa
identitas. Diduga razia di hotel tersebut sudah bocor.
Di Febry Salon Gang Hijas Jalan Gajah Mada, petugas mengamankan
pelajar di SMP Kota Pontianak tidur sekamar dengan pria yang jauh lebih
tua darinya. Di kamar salon ditemukan kondom berceceran. Sayangnya
pelaku pasangan mesum keburu kabur. “Saya tidak mau dibawa, karena saya
hanya diajak kawan ke sini,” kata siswi SMP itu menangis dan digelandang
ke mobil Dalmas.
Sasaran terakhir di indekos Jalan Letjen Suprapto V. Petugas
menggerebek pasangan mesum yang sedang asyik bercumbu di kamar.
Rata-rata mereka masih pelajar. Pada saat digerebek petugas, salah satu
pasangan tanpa busana sedang asyik-asyiknya berhubungan badan. Pasangan
remaja ini terkejut ketika petugas mendobrak pintu kamar hingga tidak
sempat mengenakan pakaian mereka.
Kasat Satpol PP Kota Pontianak Syarif Saleh mengatakan razia yang
dilakukannya khusus pada malam Valentine. Dia menyayangkan banyak remaja
menyalahgunakan malam Valentine untuk seks bebas.
“Kita sering mendapatkan laporan dari masyarakat, banyak indekos dan
hotel dijadikan tempat mesum,” ujar Syarif Saleh, Kamis (14/2) dini
hari.
Pasangan mesum yang terjaring akan disidang tipiring di Pengadilan
Negeri Pontianak. Sayangnya pemilik indekos dan hotel hanya diberikan
peringatan. “Jangan sampai setiap razia ditemukan terus pasangan mesum
di dalam kamar. Tolonglah kepada pemilik usaha tersebut, harus bisa
menyaring siapa yang menginap di tempat indekos dan hotelnya,” kesal
Syarif Saleh.
Petugas saat mendata pasangan ilegal yang terjaring razia
JOMBANG -
Sebanyak lima pasangan berlainan jenis tanpa ikatan pernikahan asik
berpesta asmara pada perayaan Hari Valentine di sejumlah hotel Jombang,
berhasil di ciduk aparat saat gelar razia, Kamis (14/2/2013) malam.
Dalam
operasi itu, tim gabungan Polres Jombang dan Satpol PP setempat itu
juga menangkap lima perempuan yang bekerja sebagai pemandu karaoke atau
lebih dikenal dengan sebutan purel.
Kepala
Satuan Sabhara Polres Jombang AKP Haryono menjelaskan, tim melakukan
razia pada delapan hotel. Yakni, Hotel Prambanan, Hotel Dewi, Hotel
Cempaka, Hotel Indah, Hotel Sentral, Hotel Netral, Hotel Melati, serta
Borobudur.
"Kami menangkap lima pasanganan
tanpa nikah sedang melakukan seks bebas Hotel Indah. Mereka kemudian
kita bawa ke Mapolres guna pendataan," kata Haryono.
Lima
pasangan kumpul kebo itu masing-masing; Rom (23), warga Desa
Kepuhkembeng Kecamatan Peterongan, Jombang. Saat ditangkap Rom sedang
asyik masyuk dalam kamar dengan In (26), warga Dusun Plosowedi Desa
Plosogeneng, Jombang.
Pasangan selanjutnya,
Sai (32) dengan Ev (24), keduanya warga Kecamatan Ngoro. Sedangkan
pasangan ketiga Muj (26) dengan Yay (22), keduanya dari Jakarta.
Lalu Kaj (37) dengan Rin (28), asal Ngimbang, Lamongan. Dan yang terakhir Har (24) dengan Ar (20), asal Pare, Kediri.
"Seluruh lima pasangan yang tertangkap merupakan pasangan di luar nikah," ulang Haryono.
Usai
menyisir hotel, tim gabungan merazia dua kafe, yakni Pondok Ijo dan
Devis. Hasilnya, petugas memergoki lima orang purel sedang menemani
tamunya minum dan karaoke.
Mereka adalah Jes
(24), asal Kecamatan Perak, Jombang, Rus (22), asal Kecamatan Keras,
Kediri. Kemudian Mif (27), warga Kecamatan Jogoroto Jombang.
Selanjutnya May (25), warga Kecamatan Sumobito, serta Rat (21), asal Kecamatam Ngoro.
"Mereka kami minta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya," pungkas Haryono.
POLEWALI MANDAR -
Tarian erotis yang terus disuguhkan sejumlah kelompok musik elekton di
Polewali Mandar, Sulawesi Barat, sungguh menarik minat penonton. Bahkan,
ternyata pertunjukan musik vulgar tersebut kini tak luput dari
perhatian anak-anak.
Para artis perempuan tersebut tak hanya
bergerak dan menari secara sensual, tapi juga membiarkan bagian tubuh
mereka dijamah oleh para penonton. Dengan uang saweran Rp 5.000, bahkan
Rp 1.000, penonton bisa menjamah bagian pribadi sang artis tanpa rasa
malu, dan si artis pun tak keberatan.
Grup musik elekton
Trivanada dan Purnama di Polewali Mandar, adalah dua grup yang dikenal
memiliki artis yang paling berani buka-bukaan dia atas panggung,
termasuk membiarkan tubuhnya dijamah.
Hampir setiap malam acara
macam ini menjadi tontonan warga, termasuk anak-anak di berbagai pelosok
desa hingga ke kota. Grup musik ini laris disewa dalam hajatan seperti
pesta pengantin, sunatan, dan khataman anak.
Jika semula
tontonan vulgar seperti ini hanya dilakukan pada dinihari, saat
anak-anak sudah tertidur lelap, kini kebiasaan itu semakin melonggar.
Pertunjukan macam ini pun tak jarang ditemui di siang hari saat ada
acara hajatan warga.
Seperti yang terjadi dalam pesta sunatan di
Mapilli, belum lama ini.Tak hanya orang dewasa dan orang tua yang
menjadi penonton, tapi juga puluhan anak-anak sekolah dasar ikut
menyaksikan adegan tari yang belum pantas buat mereka.
Syamsul Arifin
Pasangan mesum terjaring razia dari beberapa hotel dan indekosan, Rabu dini hari (13/2)
Sejumlah
fenomena tak elok terjadi jelang Hari Valentine, kata orang Hari Kasih
Sayang, yang jatuh pada hari ini (14/2). Kejadian luar biasa itu,
meningkatnya ABG yang membeli kondom maupun alat tes kehamilan (test
pack) dan beredarnya permen karet perangsang (sexy gum).
Fenomena terkait kondom dan test pack diungkap Apoteker Erlin
Sungkar. Menurut dia, yang terjadi jelang Valentine dan Tahun Baru,
beberapa apotek yang dekat dengan kampus dan tempat indekos adalah
apotek yang banyak diserbu pembeli. Mirisnya, notabene pembeli adalah
anak SMP-SMA dan kuliahan.
“Yang miris itu anak-anak kecil SMP-SMA yang beli dan sudah tidak
malu-malu lagi,” kata Erlin dengan nada prihatin kepada Rakyat Kalbar,
Rabu (13/2).
Penjualan kondom pun, lulusan UII Yogyakarta itu membeberkan,
meningkat hingga 500 persen. “Penjualan meningkat semenjak pagi tadi,
seperti penjualan di beberapa apotek yang ada di Kota Pontianak yang
biasanya 5 pack sekarang bisa jadi 30 pack,” ungkapnya.
Kisaran harga kondom berada di level Rp 4.600 hingga Rp 6.000. Tetapi
juga ada yang seharga Rp 2.000. Menurut Erlin, yang paling laris adalah
kondom dengan berbagai rasa.
“Kalau harga variasi, cuma yang laris yang macam-macam rasa,” jelasnya.
Selain banyaknya penjualan kondom, Erlin menambahkan satu bulan usai
Hari Valentine, penjualan yang juga meningkat adalah penjualan test
pack. “Nanti kita lihat satu bulan ke depan, pasti test pack yang
meningkat penjualannya, dan memang seperti ini dari tahun ke tahun,”
tutupnya.
Waspada sexy gum
Pada Hari Valentine, ada tradisi saling tukar hadiah. Permen,
cokelat, maupun bunga. Namun ada hadiah yang harus ditolak
mentah-mentah.
Hadiah tersebut adalah permen cinta. Jika sampai tidak ditolak,
bahkan bila dimakan, wanita akan terserang rangsangan seks yang luar
biasa.
Orang tua yang memiliki anak perempuan di Kalbar harus waspada akan
hal ini. Sebab permen karet yang berlabel only for ladies ini berharga
hanya sekitar Rp70ribu dan bisa dipesan melalui situs penjualan online
tertentu.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung
Perak AKP Lily Djafar saat sosialisasi tentang bahaya permen cinta di
SMA Mujahidin, Jalan Perak Barat, Surabaya.
“Permen ini sekarang sudah beredar di Surabaya. Karena ini, siswa
utamanya yang perempuan, harus berhati-hati,” kata Lily seperti dikutip
dari inilah.com, Jumat (8/2/2013).
Di depan ratusan siswa, Lily menjelaskan tentang bahaya permen
peningkat libido secara detail. Apabila wanita mengonsumsinya, selang 5
menit kemudian, efek yang dirasakan adalah nafsu tak keruan. Ada
dorongan untuk selalu ingin melakukan hubungan badan layaknya suami
istri.
“Jadi kalau ada pacar atau orang tak dikenal secara tiba-tiba
memberikan permen karet, kita harus bisa waspada dan kalau bisa menolak
di saat merayakan Hari Valentine nanti,” tegasnya.
Sementara itu beberapa siswa juga mengakui kalau mereka baru pertama
kali mengetahui permen cinta yang membuat orang langsung terangsang
dalam waktu 5 menit, sehingga adanya sosialisasi ini bisa membuat jaga
diri untuk mencegah jika ada pemberian permen cinta itu.
“Adanya pemberian sosialisasi ini, saya sangat senang, karena bisa
menjaga diri kita tidak terjerumus dalam perbuatan pencabulan serta
penyalahgunaan permen cinta,” kata Erita, salah seorang siswi kelas XII.
Polisi antisipasi modus mesum berbalut Hari Valentine
Jajaran Polda Kalbar mewaspadai penyakit masyarakat dengan melakukan
razia di sejumlah hotel kelas melati. Mereka menjaring 11 pasangan
mesum, Rabu dini hari (13/2). Dalam razia tersebut, sempat terjadi
ketegangan antara warga yang kesal terhadap pengelola hotel.
Polisi merazia di tiga hotel yang dianggap rawan digunakan sebagai
ajang prostitusi. Seperti Hotel Benua Mas Pondok Jaya Siantan serta
Hotel 95 Jalan Imam Bonjol Pontianak. Razia tersebut merupakan kegiatan
rutin kepolisian guna antisipasi maraknya penyakit masyarakat serta
antisipasi jelang Hari Valentine yang dimungkinkan hotel-hotel digunakan
untuk mesum.
Razia digelar pukul 22.00 hingga pukul 01.00 WIB. Beberapa pasangan
yang sedang berduaan di dalam kamar tak dapat mengelak saat petugas
menyisir satu per satu kamar hotel. Polisi juga terus melakukan
penggeledahan terhadap kamar yang diduga dihuni pasangan mesum.
Saat dilakukan razia di hotel yang berada di Jalan Imam Bonjol
Pontianak, lokasi tersebut dipenuhi warga. Bahkan sempat terjadi
ketegangan dari warga yang merasa kesal terhadap pengelola hotel yang
membiarkan adanya pasangan mesum menginap di hotel tersebut.
“Inilah yang kita tidak inginkan dan kita minta agar hotel ini ditutup saja karena mencemarkan nama baik warga sekitar sini. Udah tau di depannya ada sekolah dan masjid,” ungkap seorang warga.
Pasangan yang tidak dapat menunjukkan bukti sah sebagai suami istri
dan tak memiliki kartu identitas penduduk kemudian diamankan. Mereka
diangkut menggunakan mobil dalmas dan dibawa ke Ditsabhara Polda Kalbar
untuk didata.
Kepala Seksi Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan Dan Patroli
(Turjawali) Sabhara Polda Kalbar Kompol Agus Krisyanto mengatakan semua
yang terjaring akan diberikan sanksi agar ada efek jera. Diserahkan ke
pengadilan untuk mengikuti sidang tipiring.
“Razia ini merupakan kegiatan rutin kepolisian guna menciptakan
situasi keamanan tetap kondusif dan memberikan rasa nyaman di lingkungan
masyarakat,” ungkapnya. (dna/sul)
BANGKA
- Durojat, pria beristri tiga warga Dusun Airjaya 2 Desa Payung ini
tega memperkosa Bunga (12) bocah perempuan warga Jalan Air Kepoh Desa
Pangkalbuluh, Payung.
Ia memperkosa bunga di kebun lada diwilayah Airkepoh Desa Pangkalbuluh kecamatan Payung.
Akibat aksi bejatnya tersebut, Bunga kini menderita infeksi pada alat kelaminnya.
Informasi
yang dihimpun Bangkapos.com menyebutkan aksi pemerkosaan yang
dilakukan Durojat terhadap Bunga (12) terjadi pada bulan Desember tahun
2012 silam.
Saat itu Bunga dalam perjalanan
menuju rumahnya, namun belum sampai ditujuan ia tiba-tiba di stop oleh
Durojat lalu dibawa secara paksa ke kebun lada dipinggir jalan tersebut.
Disini
Bunga dibekap mulutnya oleh Durojat agar tidak berteriak lalu dibawah
ancaman, bocah perempuan putus sekolah ini diperkosa.
Peristiwa
pemerkosaan yang dialami Bunga sendiri baru terungkap setelah Bunga
mengeluh alat kelaminya keluar bercak putih akibat infeksi. Ketika
didesak ibunya, Bunga kemudian mengaku telah di perkosa oleh Durojat.
Mendapat
pengakuan putrinya ini, ibu Bunga, Senin (11/2/2013) langsung melapor
ke Polsek Payung. Tanpa perlawanan, Durojat yang sehari-harinya
berpofesi sebagai petani tersebut dibekuk anggota Polsek Payung dan
kemudian dilimpahkan ke Satreskrim Polres Basel.
Kapolsek
Payung Iptu Iskandar seizin Kapolres Basel AKBP M Yusup mengungkapkan
korban yaitu Bunga sendiri tidak ingat secara pasti tanggal dan hari
peristiwa naas yang menimpanya.
Ia hanya ingat kejadian tersebut terjadi di kebun lada pada pukul 12.00 WIB.
"Tersangka
sudah kita amankan dan dijerat dengan pasal 82 UU RI No.23 tahun 2002
Tentang Perlindungan Anak dan pasal 290 ayat 2 KUHPidana," ungkap Iptu
Iskandar, Selasa (12/2/2013).
MAKASSAR -
Para mucikari di Makassar menjual para gadis belia yang masih perawan
kisaran Rp 10 juta. Pengakuan tersebut terkuak setelah polisi mengungkap
perdagangan manusia, atau gadis belia untuk pemuas nafsu birahi.
Ternyata, para gadis perawan tersebut dipesan dan didatangkan oleh para mucikari, dari berbagai daerah di luar Makassar.
Kepala
Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris
Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi, Selasa (12/2/2013) mengungkapkan,
sindikat perdagangan perawan di Makassar sudah beraksi selama empat
tahun terakhir.
Endi menambahkan, adapun
gadis-gadis perawan yang didapatnya dari berbagai daerah di Indonesia,
terutama dari wilayah Sulawesi Selatan dan Barat. Modusnya, mucikari
mendapat pesanan untuk mencarikan perawan dari "klien"-nya.
"Setelah
dapat, perawannya dibawa ke Makassar dan diserahkan ke lelaki hidung
belang, setelah melunasi pembayarannya," kata Endi.
Endi
menegaskan, kini polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait
kemungkinan adanya sindikat perdagangan perawan di berbagai daerah di
wilayah Sulselbar. "Kasus ini masih dalam pengembangan dan mencari
pelaku lainnya," kata Endi.
Sebelumnya telah
diberitakan, Direktorat Reserse Umum (Dit Resum) Polda Sulselbar
membongkar sindikat perdagangan perawan di Kota Makassar. Dari kasus
itu, polisi menangkap dua tersangka dan empat orang gadis yang hendak
dijual.
Terungkapnya kasus ini berawal ketika
polisi mendapat informasi dari masyarakat tentang maraknya perdagangan
perawan di Kota Makassar, terutama di tempat-tempat hiburan malam.
Polisi pun melakukan penyelidikan dan pengintaian di sejumlah tempat di
Kota Makassar.
Hasilnya, polisi meringkus
tersangka Hasniah alias Bunda (37) warga Jalan Rappokalling dan rekannya
Ilham alias Ilo (24) warga Jalan Sibula Dalam Lr 2 Makassar di Hotel
Celebes, Makassar kamar 206, Jalan Sultan Hasanuddin, Jumat (8/2/2013)
malam.
Selain kedua tersangka, polisi juga
menangkap empat orang gadis. Mereka umumnya masih berusia belasan, meski
ada satu di antaranya yang telah berumur 30 tahun. Keempat gadis itu
tak hanya berasal dari Makassar, namun juga dari Kendari, Takalar, dan
Sinjai.
VATICAN CITY -
Paus Benediktus XVI menyatakan dirinya tak lagi memiliki kekuatan untuk
menjalankan tugas-tugas kepausan. Dia pun mengundurkan diri terhitung
tanggal 28 Februari 2013 pukul 20.00.
"Untuk alasan ini, dan
dengan penuh kesadaran atas seriusnya hal ini, serta dengan kebebasan
penuh, saya menyatakan bahwa saya meninggalkan jabatan sebagai Uskup
Roma, dan penerus Santo Petrus," ucap Paus Benediktus dalam pernyataan
resmi yang dikirim Vatican.
Pengunduran diri ini pertama kali disampaikan oleh Juru Bicara Vatican, Federico Lombardi.
"Paus mengumumkan bahwa dirinya akan meninggalkan kepemimpinannya pada 28 Februari pukul 20.00," kata Federico.
Melati (15) (bukan nama sebenarnya) korban pencabulan yang dilakukan mandor kebun sawit milk salah satu perusahaan swasta.
BANGKA -
Mandor kebun sawit di Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka
Selatan (Basel) ,Hr (40) telah melakukan pemerkosaan terhadap Mawar (25)
warga Trans 2, Dusun 3, Bangka Kota. Karena berhasil, dilain
kesempatan, ia akan melakukan hal serupa kepada Melati (15) yang tak
lain adalah adik Mawar (nama samaran).
Nasib baik masih berpihak kepada Melati, belum sempat diperkosa. Ia hanya dicabuli oleh Hr di kebun sawit.
Menurut
keterangan Melati, Minggu (10/2/2013) peristiwa tersebut dialaminya
saat bekerja di kebun sawit milik salah satu perusahaan swasta, beberapa
waktu lalu.
Ia sendiri lupa tanggal berapa ia
dicabuli sang mandor. Akan tetapi, ia hanya ingat sudah 4 kali
mendapatkan perlakukan tersebut.
Saat itu ia
sedang bekerja tiba-tiba mandor Hr menghampirinya. Kemudian mandor
tersebut merayu dan akhirnya melepas celana Melati. Melati mencoba
melawan. Ia terus menolak keinginan sang mandor.
Dengan
kekuatannya ia berhasil kabur dari dekapan sang mandor, sembari
mengenakan kembali celananya yang sudah dipeloroti oleh mandor Hr.
"Awalnya
dia merayu saja. Katanya mau nggak jadi pacar saya. Saya jawab tidak
mau. Karena dia sudah beristri dan anaknya tiga. Saya juga sudah punya
pacar," tutur Melati.
Perlakuan tersebut kata
Melati sempat dialaminya 4 kali. Tetapi, ia selalu berhasil kabur. Ia
pun kemudian tidak mau lagi bekerja di perkebunan sawit tersebut.
Melati
juga menceritakan, kakaknya Mawar sudah sempat diperkosa. Tetapi baru
sekarang ia mengakuinya. Bahkan, anak yang dimilikinya saat ini
diragukan apakah anak Mawar dengan suaminya, atau memang anak Mawar
dengan Hr.
"Kakak saya juga diperlakukan
seperti itu. Sampai hamil dan sekarang sudah punya anak. Tidak tahu juga
anak siapa. Apakah anak mandor itu atau anak kakak saya dengan
suaminya. Katanya sih, mandor itu hampir setiap hari memperkosanya,"
cerita Melati didampingi ibunya, Sar (60).
Mereka
pun kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polsek Simpang Rimba, Kamis
(7/2/2013). Kasus tersebut hingga saat ini masih dalam proses.
MANOKWARI -
Seorang bocah berinisial EIP (12) yang masih duduk di bangku kelas III
SD, menjadi korban perkosaan saat pulang dari sekolah, di Distrik
Manokwari Selatan, Papua Barat.
EIP yang merupakan anak yatim
ini, hanya terbaring lemas di ruang bersalin Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Manokwari, karena terus mengalami pendarahan.
EIP masih
trauma setiap melihat orang asing yang datang untuk menjenguknya. Bahkan
EIP juga belum mau berbicara kepada pihak penyidik Polres Manokwari.
Namun setelah dibujuk, akhirnya korban mau bercerita.
Awalnya,
EIP mulai bercerita, sepulang dari sekolah, dia ditawari seorang pria
yang mengaku tukang ojek untuk mengantarnya ke rumah.
Tanpa
curiga, EIP pun menerima tawaran itu. Namun, EIP bukannya diantar pulang
ke rumah, malah dibawa ke tempat lain. Pelaku beralasan hendak
mengantar barang terlebih dahulu ke tempat lain.
Ketika berada di
tempat sepi sekitar kompleks Maripi Pantai, Manokwari, pelaku
menghentikan kendaraannya dan menarik korban turun dari sepeda motor.
Pelaku langsung menganiaya bocah SD itu hingga pingsan.
Setelah
itu, pelaku melampiaskan nafsu bejatnya kepada bocah malang itu. Setelah
itu, pelaku kabur meninggalkan bocah SD itu masih dalam keadaan
pingsan.
Beberapa saat kemudian, korban ditemukan orang oleh
warga setempat, dan segera dibawa ke rumah sakit. Karena korban
mengalami pendarahan cukup hebat, korban harus ditransfusi darah.
Namun pihak RSUD kekurangan darah, akhirnya keluarga meminta bantuan donor darah dari anggota TNI-AD Kodim 1703 Manokwari.
Sementara
itu, Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Kristian Sawaki yang ditemui
Senin (11/2/2013), menyatakan, pihaknya sedang memburu pelaku. Polisi
juga sudah memeriksa orang-orang terdekat korban serta mengamankan
barang bukti berupa pakaian korban.
"Saya telah memerintahkan tim
Buser untuk mengejar pelaku yang diduga sebagai ojek. Kami juga telah
meminta keterangan dari beberapa warga yang melihat pertama kali korban
dibonceng," tandas Kasat Kristian saat ditemui Kompas.com.
GARUT
- Warga Kabupaten Garut dihebohkan dengan beredarnya video mesum
berseri yang dibintangi pelajar SMP. Kini, video itu menyebar di
internet dan ponsel.
Video berseri yang
menyebar dengan cepat melalui smartphone ini memiliki durasi
masing-masing sekitar dua menit. Berdasarkan penelusuran Polsek
Malangbong, video tersebut mulai beredar sejak dua pekan lalu di
masyarakat.
Kanit Reskrim Polsek Malangbong
Aipda Sumika, mengatakan video tersebut diperankan AN (15), yakni
pelajar SMPN, dan RN (22), seorang buruh bangunan yang bekerja di
Jakarta. RN adalah warga Kampung Cimuncang, Desa Kutanagara, Kecamatan
Malangbong.
"Kami masih mendalami kasus ini di
antaranya untuk menemukan pelaku yang laki-laki. Harus betindak cepat
sebelum kabar tentang video ini ramai dan dia kabur," kata Sumika di
Mapolsek Malangbong, Selasa (5/2/2013).
Ucapnya,
video tersebut diambil menggunakan ponsel kemudian disebarkan. Tiga
video tersebut berjudul "Ajang Kecwa", "Anita Bercinta" dan "Seks Anak
SMP". Sumika mengatakan masih
menyelidiki proses penyebaran video tersebut, termasuk penyebar videonya.
Ditemui
di tempat terpisah, Wakil Kepala SMPN tersebut, Tatang Dahlan
mengatakan AN sempat sekolah di SMPN itu. Ujarnya, AN merupakan warga
Desa Lewobaru, Kecamatan Malangbong.
"Dia mengundurkan diri sebelum kabar tentang video ini merebak. Katanya mau masuk pesantren.
Awalnya
memang masih ragu kalau itu siswi kami, tapi setelah ditelusuri, AN
memang tercatat sebagai siswi kami, tapi sudah mengundurkan diri,"
tuturnya.