Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu
MAUMERE - Kepala SMPN 2 Nita,
Kristoforus Mboko, langsung dipanggil ke Polres Sikka, Senin
(30/6/2014), untuk diperiksa penyidik. Dalam keterangan pers kepada
wartawan di Polres Sikka, Senin (30/6/2014), Kristoforus mengatakan, ia
melakukan pelecehan terhadap para siswinya lantaran emosi.
Saat itu, jelas Kristoforus, ia menginvestigasi puluhan anak yang
diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh Lorens (salah seorang guru
di sekolah itu). Sebab, para guru menginformasikan kelakuan salah satu
gurunya itu sejak lama.
Kristoforus mengungkapkan, ia pernah mendapati seorang anak berduaan
dengan Lorens di ruangan laboratorium pada Desember 2013 lalu. Tetapi
ternyata, para guru mempunyai catatan tentang korban-korban pelecehan
seksual.
Wakil kepala sekolah pun, kata Kristoforus, menceritakan catatan 10
nama siswi yang sering bersama dengan Lorens di ruangan laboratorium.
Atas catatan itu, kata Kristoforus, ia menginvestigasi anak-anak. Dalam
temuannya, ternyata bukan hanya 10 anak, siswi salah satu angkatan di
sekolah itu telah menjadi korban pelecehan seksual oleh Lorens.
Temuan itulah yang memicu kemarahan kepala sekolah dan melucuti
pakaian anak-anak sambil menunjuk-nunjuk pada (maaf) alat kelamin
mereka.
"Saya karena terlalu emosi, saya tarik mereka punya celana, tarik
kuat. Saya bilang, benda ini (menunjuk pada kelamin) jangan kamu kasih
sembarang. Kamu punya masa depan hancur," tutur Kristoforus membenarkan
18 pelajar yang melaporkan dirinya kepada polisi.
Kristoforus mengatakan, ia ikuti saja proses hukum di Polres Sikka.
Yang penting, tegas Kristoforus, bisa memutus rantai pelecehan yang
diduga telah lama dilakukan oleh Lorens, salah satu bawahan di
sekolahnya.
Kristoforus menjelaskan, ia telah melakukan banyak upaya menegur
Lorens, antara lain melalui rapat guru dan rapat komite orang tua.
Selain itu, melaporkan kasus itu kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan
Olahraga Sikka. Guru yang bersangkutan (Lorens) telah dinonaktifkan
karena perilakunya itu.
"Niat saya hanya satu, untuk menyelamatkan sekolah ini. Saya terlalu
emosi karena sudah terlalu banyak menjadi korban. Banyak yang mengaku
sudah berhubungan badan dengan Pak Lorens," kata Kristoforus.
Ia mengaku memiliki catatan pribadi hasil investigasinya nama-nama
siswi yang menjadi korban pelecehan seksual oleh Lorens. Bahkan, lanjut
Kristoforus, berulangkali ia mengingatkan Lorens untuk berhenti menodai
anak-anak. Tetapi ternyata korbannya semakin banyak.
"Hampir semua anak menjadi korban, saya marah sekali," kata Kristoforus yang didampingi istrinya.
Diberitakan sebelumnya, Kristoforus Mboko, Kepala Sekolah Menengah
Pertama Negeri (SMPN) 2 Nita, Desa Nirangkliung, Kecamatan Nita,
Kabupaten Sikka, dilapor kepada Kepolisian Resor (Polres)
Sikka oleh 18 siswinya, Senin (30/6/2014) pagi.
Kristoforus dilapor karena diduga telah melakukan pelecehan seksual
terhadap 18 siswi sekolah yang dipimpinnya itu. Alat vital dan pantat
mereka diraba-raba. Belasan siswi didampingi oleh orangtua mereka
masing-masing mendatangi Polres Sikka, Senin (30/6/2014). Mereka
memberikan keterangan secara beramai-ramai di ruangan Sentra Pelayanan
Kepolisian (SPK) Polres Sikka.