Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Rabu, 17 September 2014

Perkosa Gadis di Bawah Umur, Tiga Remaja Ditangkap Polisi

Mereka memperkosa setelah berpesta minuman keras

Perkosa gadis di bawah umur, tiga remaja ditangkap polisi. (foto ilustrasi)
Perkosa gadis di bawah umur, tiga remaja ditangkap polisi. (foto ilustrasi) (Reuters)
Tiga remaja pemerkosa gadis di bawah umur di Kabupaten Blitar, dibekuk polisi. Wildan (18 tahun), warga Desa Ponggok, dan Santon (18 tahun), warga Desa Kebon Agung, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, langsung digelandang ke ruang pemeriksaan POlresta Blitar.

Sementara, satu tersangka lainnya, MA (17 tahun), diperiksa tertutup di ruang Unit Pengaduan Perempuan dan Anak Mapolresta Blitar, karena masih di bawah umur.

Ketiga remaja itu ditangkap lantaran memerkosa seorang gadis di bawah umur, EL (14 tahun).

Di hadapan petugas, Wildan dan Santon mengakui telah memperkosa EL. Peristiwa itu berawal ketika mereka menerima SMS dari temannya yang tak lain adalah MA.
MA yang ketika itu membonceng korban, mengatakan kepada kedua temannya itu motornya mogok karena kehabisan bensin di tengah jalan.

Kedua pelaku kemudian datang dan membantu mendorong sepeda motor MA. Sesampai di rumah, keempat remaja itu menggelar pesta minum minuman keras hingga mabuk.

Nafsu birahi ketiga remaja itu pun tak dapat tertahankan, hingga akhirnya memperkosa EL. Korban pun digilir ketiga pelaku.

"Awalnya pelaku MA jalan-jalan pada malam hari. Karena kehabisan bensin, MA meminta bantuan kedua temannya untuk didorong ke rumah. Di rumah MA itulah korban diperkosa secara bergiliran," kata Wakapolresta Blitar, kompol Hendrik Puryono, Jumat 12 September 2014.

Perbuatan ketiga pelaku itu terbongkar setelah dilaporkan oleh keluarga korban. Sementara, korban saat ini masih trauma dan tidak berani ke sekolah lantaran malu dengan peristiwa yang dialaminya.

Ketiga pelaku kini harus mendekam di ruang tahanan Mapolresta Blitar dan akan dijerat dengan pasal 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Astaga! Indonesia Jadi Tujuan Wisata Ratusan Paedofil

Tahun 2014, ada laporan bahwa 200 paedofil masuk Indonesia.

Kekerasan seksual terhadap anak (foto ilustrasi)
Kekerasan seksual terhadap anak (foto ilustrasi) (VIVAnews/Joseph Angkasa)
Belum reda kasus kejahatan seksual terhadap anak di Jakarta International School (JIS), kini ancaman pelecehan seksual anak kembali muncul.

Belum lama ini, sebuah informasi mengejutkan terkait kejahatan seksual terhadap anak kembali diterima otoritas Indonesia. Informasi rahasia itu menyebut, masuknya ratusan paedofil dari negara tetangga ke Indonesia di tahun 2014 ini.

"Saya dapat laporan bahwa ada 200 paedofil masuk Indonesia. Kami sudah telusuri ada di mana. Ini semacam wisata bagi mereka (paedofil)," kata Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso saat berbincang dengan VIVAnews, Rabu 17 September 2014.

Ratusan paedofil dari warga negara asing itu masuk ke Indonesia tahun 2014 secara serentak. Mereka difasilitasi oleh oknum di dalam negeri yang bertindak sebagai event organizer (EO).

Sebagai lembaga intelijen keuangan negara, PPATK diminta kepolisian negara tetangga itu untuk menelusuri aliran dana orang asing yang masuk ke Indonesia melalui oknum yang disebut EO tersebut.

Agus mengatakan, para EO itu yang kemudian mengarahkan para turis paedofil untuk masuk ke daerah-daerah tertentu, tujuannya mencari target anak-anak di perkampungan. Daerah-daerah yang disasar antara lain, beberapa daerah di Sumatera, Cianjur, Semarang, Solo, Palu, dan Bali.

Anak- anak yang mereka sasar pun beragam. Kaum paedofil membaginya ke dalam kategori, yakni anak yang berusia 4 hingga 8 tahun, anak remaja muda dari usia 9 hingga 11 tahun, dan anak remaja berusia 12-15 tahun. "Kalau sudah 15 tahun ke atas biasanya sudah pelacuran anak-anak," ujarnya.

Modus yang mereka gunakan juga bermacam-macam. Para turis paedofil itu sudah mendapat informasi sebelum masuk ke daerah-daerah di Indonesia melalui internet. Agus menyebutkan, bekal informasi yang diterima kaum pedofil itu antara lain, dengan menyiapkan dana bagi warga kampung.

"Pokoknya kalau ke Indonesia bawa cokelat untuk anaknya, bawa uang 10 dolar untuk ibunya, 1 dolar kalau ada polisi, kalau ada masalah. Happy hunting!" terang Agus mengutip informasi yang diterima kaum paedofil melalui situs internet.

Agus menjelaskan, anak-anak yang menjadi target mereka di kampung-kampung itu umumnya akan diminta duduk di pangkuannya, dibelai, dipeluk, hingga dicium. Ada juga anak yang disuruh telanjang sambil bermain air hujan.

"Anak-anak ini terus difoto. Harga foto itu Rp250 ribu. Bisa dijual loh. Jadi ada yang bikin foto, bikin video, dan ada yang lihat langsung, macam-macam modusnya. Yang pasti semua kegiatan itu bikin mereka orgasme," papar Agus.

Selasa, 16 September 2014

PRT Indonesia Mengaku Dihamili Anak Baru Gede di Bahrain


PRT Indonesia Mengaku Dihamili Anak Baru Gede di Bahrain
NET
Ilustrasi 

MANAMA - Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia baru saja melahirkan bayinya di Manama, Bahrain. Yang mengagetkan, ayah dari bayi ini kemudian terungkap,  adalah seorang putra dari majikannya yang baru berusia 13 tahun.
Perempuan Indonesia yang tak disebutkan namanya itu, yang kini tengah menjalani sidang di pengadilan Bahrain, pada awalnya mengklaim anak majikannya itu telah memerkosa dia.
Namun, setelah menjalani pemeriksaan kepolisian, perempuan berusia 32 tahun itu kemudian mengubah pernyataannya.
"Dia awalnya mengaku diperkosa bocah itu, yang masih dalam kategori anak-anak. Namun, kemudian terungkap dia memang menjalin hubungan dengan bocah itu," kata Ibtisam Al Sabbagh, kuasa hukum sang bocah, kepada CNN Arabia.
Al Sabbagh menambahkan, perempuan Indonesia itu berhasil menyembunyikan kehamilannya selama beberapa bulan hingga sebelum dia akan kembali ke negaranya.
"Ternyata, bayinya lahir prematur sebelum dia berangkat. Dia melahirkan bayinya di kamar mandi rumah majikannya," ujar Al Sabbagh.

Senin, 15 September 2014

PRT 15 Tahun Mengaku Diperkosa Oleh Pejabat Pemkab Malang

PRT 15 Tahun Mengaku Diperkosa Oleh Pejabat Pemkab Malang
net
Ilustrasi. 

MALANG - Bunga (15), PRT asal Kabupaten Malang mengaku empat kali diperkosa BS, seorang kepala badan di jajaran Pemerintah Kabupaten Malang. Pemerkosaan dilakukan BS di rumah anak lelakinya, C, pada bulan November 2014 di Jakarta.
“Kalau ada tugas di Jakarta, pak BS mampir ke rumah anaknya,” jelas Bunga kepada Surya Online, ditemui di sebuah tempat, Minggu (14/9/2014). Pemerkosaan dilakukan di rumah, karena kondisi rumah anak pelaku sepi.
Menurut Bunga, sebelum menjadi PRT ia pernah bekerja di sebuah warung. Lalu selama 19 hari bekerja di rumah BS di kawasan Sumbersari Kota Malang, setelah itu, oleh istri BS, Bunga diminta izinkan ke ibunya untuk dipekerjakan di rumah C, di Jakarta. Bunga diizinkan, karena bapak tirinya masih ada hubungan keluarga dengan istri BS.
Kejadian pertama, bermula ketika BS datang ditemani anaknya. Ketika anaknya ke warnet, BS mendatangi korban ketika tengah membersihkan kamar majikannya. BS lalu masuk kamar dan langsung mengunci pintunya, setelah sebelumnya BS sudah mengunci semua pintu rumah.
Bunga mengaku sudah mencoba melawan, tapi mulutnya dibekap BS. Setelah usai kejadian itu, BS mengancamnya agar ia tidak menceritakan hal itu pada menantunya. “Awas, jangan bilang ke Bu W (menantunya),” ancam BS.
Selama empat kali diperkosa, Bunga diberi BS uang yang totalnya mencapai Rp 3,5 juta. Rinciannya, tiga kali diberi masing-masing Rp 1 juta dan terakhir  mendapat Rp 500 ribu. "Tapi uang itu saya buang di jalan dan tempat sampah, sebab tiap kali melihat uang itu, saya ingat perbuatan pak BS," kata protolan SD ini.
Karena mendapat perlakuan tidak senonoh, tiap BS datang ke Jakarta, Bunga  berusaha menghindar dengan cara ke luar rumah. Namun karena sudah tak sanggup menahan beban, pada April 2014 Bunga izin minta pulang dengan alasan kangen keluarga.
Tapi karena tidak diizinkan, Bunga akhirnya menceritakan peristiwa perkosaan tersebut kepada menantu BS. Bunga akhirnya diizinkan pulang, setelah dibelikan tiket pesawat terbang oleh Tarmini, bude Bunga yang tinggal di Kalimantan.
Pihak keluarga BS berusaha menyelesaikan secarakekeluargaan, tapi sampai sekarang tidak pernah bertemu lagi. Bunga mengaku siap dikonfrontir pengakuannya dengan BS. “Saya hanya minta keadilan, atas perbuatan pak BS,” tutur korban lirih.
Tarmini, bude korban mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa Bunga.
Kasus Bunga sudah ditangani LIRA Malang. “Saya serahkan ke pak Didik Lira, enaknya bagaimana,” ujar Tarmini.
Bunga kini mengalami depresi, dan pernah dirawat psikolog Yustin, yang menyatakan kalau korban mengalami depresi berat. Jika diajak berbincang-bincang, Bunga masih bicara lancar. Tapi saat jeda, seperti termangu dengan tatapan matanya kosong.
BS sendiri masih belum bisa dikonfirmasi lewat ponselnya. Meski nada aktif, tapi tidak dijawab. Didik Budi Mulyono, Inspektur Kabupaten Malang mengakui, pernah memeriksa kedua belah pihak. Bahkan Bunga sudah diperiksa Juli 2014. "Perkosaan sulit untuk pembuktiannya, mengingat visum adalah kewenangan polisi. Kecuali masalah kerugian negara, seperti korupsi atau pelanggaran displin PNS, bukti fisiknya ada,” tutur Didik.

Cinta ditolak, buruh bunuh & setubuhi mayat pujaan hati


Cinta ditolak, buruh bunuh & setubuhi mayat pujaan hati
Ilustrasi Pembunuhan. ©2014 Merdeka.com

Cinta memang terkadang membingungkan, di satu sisi bisa membawa kebahagiaan dan di satu sisi lainnya bisa membawa malapetaka. Jika cinta kita diterima oleh sang pujaan tentu rasanya sangat indah dan membahagiakan. Namun, jika cinta ditolak apapun akan dilakukan untuk bisa meyakinkan sang pujaan bahwa dirinya lah yang tepat.

Bahkan ada sebutan cinta ditolak, dukun pun bertindak. Ya, memang benar sebutan itu, banyak kejadian di mana orang yang ditolak cintanya nekat memelet korbannya bahkan melaksanakan balas dendam agar luka cintanya bisa terbayarkan. Tapi yang dilakukan Kibra alias Nangtok (22) sudah kelewatan lantaran dia nekat membunuh dan menyetubuhi pujaan hatinya saat memahat pohon karet.

Bahkan setelah membunuh dan menyetubuhi korban, jasad korban ditinggalkan begitu saja tanpa busana dan bersimbah darah. Tak lama kemudian, keluarga korban yang menemukan Deti Surtini (14) dalam keadaan mengenaskan pun melaporkan kejadian nahas ini ke kepolisian.

Bagaimana cerita di balik sadisnya Nangtok yang tega menghabisi nyawa pujaan hatinya tersebut? Berikut kisah cinta ditolak, buruh bunuh dan setubuhi mayat pujaan hati:

1.
Sakit hati setelah ditolak cintanya oleh korban

Entah apa yang ada dipikiran seorang buruh karet bernama Kibra alias Nangtok (22) sehingga tega menghabisi nyawa seorang ABG yang diketahui bernama Deti Surtini (14) warga Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap Kibra alias Nangtok, dia menyimpan rasa sakit hati kepada Deti Surtini sejak lama. Saat kesempatan datang, pelaku pun tidak menyia-nyiakan untuk membunuh korban.

Kasat Reskrim Polres OKI AKP Ediyanto mengatakan, penangkapan pelaku berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi setelah penemuan mayat korban. "Pelaku pembunuhan itu mengarah kepada Nangtok atas dasar keterangan saksi," ungkap Ediyanto, Rabu (10/9).

"Dia dendam karena cintanya ditolak korban. Ada kesempatan, tersangka akhirnya menghabisi nyawa korban," kata dia.

2.
Pelaku bunuh korban saat pinjam pahat

Entah apa yang ada dipikiran seorang buruh karet bernama Kibra alias Nangtok (22) sehingga tega menghabisi nyawa seorang ABG yang diketahui bernama Deti Surtini (14) warga Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.

Kasat Reskrim Polres OKI AKP Ediyanto mengungkapkan, pembunuhan itu terjadi pada 2 Agustus 2014 sekitar pukul 12.00 WIB di kebun karet di Dusun II Teluk Kumbang, Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, OKI. Dari pengakuan tersangka, kejadian itu berawal saat pisau miliknya rusak saat menyadap karet. Lalu, dia mendekati korban yang juga menyadap di kebun sebelahnya dengan maksud meminjam pisau pahat sadap karet.

"Korban merasa terganggu dan melempari pelaku dengan kayu sambil berteriak. Mendapat perlawanan, pelaku beringas dan mencekik leher korban hingga tewas," ujar Ediyanto.

3.
Usai membunuh, pelaku setubuhi mayat korban

Setelah melakukan beberapa pemeriksaan saksi dan penyelidikkan, polisi mengetahui, selain membunuh ternyata pelaku bernama Kibra alias Nangtok (22) pun tega setubuhi jasad Deti Surtini (14) warga Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel yang sudah tidak bernyawa

Kasat Reskrim Polres OKI AKP Ediyanto mengungkapkan, pembunuhan disertai pemerkosaan itu terjadi pada 2 Agustus 2014 sekitar pukul 12.00 WIB di kebun karet di Dusun II Teluk Kumbang, Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, OKI.

Setelah pelaku usai melampiaskan dendam cintanya, pelaku yang melihat jasad korban terkapar, muncul keinginan untuk bisa bercinta dengan sang pujaan hati tersebut. Di lokasi yang sama, pelaku langsung menyetubuhi jasad ABG tersebut.

"Usai membunuh dan memperkosa jasad korban, pelaku kabur. Sedangkan jasad korban dibiarkan tergeletak di kebun karet tanpa pakaian," ungkap Ediyanto, Rabu (10/9).

4.
Pelaku terancam bui 15 tahun

Kasat Reskrim Polres OKI AKP Ediyanto mengatakan, penangkapan pelaku berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi setelah penemuan mayat korban. "Pelaku pembunuhan dan perkosaan itu mengarah kepada Nangtok atas dasar keterangan saksi," ungkap Ediyanto, Rabu (10/9).

Setelah ditangkap, pelaku mengakui perbuatannya. Dari keterangan pelaku, beberapa pekan sebelum pembunuhan dan perkosaan itu terjadi, "Dia dendam karena cintanya ditolak korban. Ada kesempatan, tersangka akhirnya menghabisi nyawa korban," kata dia.

"Tersangka kita jerat Pasal 80 Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara," pungkasnya.

ABG wanita Astuti ternyata tewas dibunuh & diperkosa kakak ipar

ABG wanita Astuti ternyata tewas dibunuh & diperkosa kakak ipar
foto HG yang membunuh Astuti. ©2014 Merdeka.com



Astuti (16), warga Desa Siambul, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Inhu propinsi Riau, ditemukan tewas 15 Agustus lalu. Awalnya korban disangka bunuh diri, namun dari hasil penyelidikan Polsek Batang Gansal, ternyata Astuti tewas karena dibunuh dan diperkosa oleh abang iparnya berinisial HG (20).

Sebelumnya Astuti ditemukan tidak bernyawa di kamarnya pada 16 Agustus 2014 oleh adik kandungnya bernama Pitto (10). Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada makciknya bernama Missah dan langsung melaporkannya ke Polsek Batang Gansal.

Polisi langsung bertindak dengan melakukan visum terhadap Astuti. Dari visum tersebut, polisi yang tidak percaya begitu saja prihal kematian Astuti yang disebut bunuh diri itu, langsung melakukan penyelidikan dan kemudian polisi menemukan bukti bahwa Astuti tewas karena dibunuh abang iparnya.

"Tersangka HG ditangkap di rumahnya Senin (1/9) kemarin sekitar pukul 14.00 Wib. Setelah ditanya, tersangka mengakui telah membunuh dan memperkosa Astuti pada tanggal 15 Agustus 2014, sekitar pukul 07.00 Wib di rumah korban," ujar Kasubag Humas Polres Inhu, Ipda Yarmen Djambak, Selasa (2/9).

Yarmen menambahkan, indikasi awal saat itu Astuti diduga bunuh diri karena ada bekas membiru pada bagian lehernya dan ditemukan racun nyamuk semprot di kamar Astuti.

Namun polisi ternyata masih melakukan pengembangan hingga akhirnya berhasil memperoleh informasi bahwa pelaku pembunuhan terhadap korban Astuti tak lain adalah abang iparnya sendiri inisial HG.

"HG mengakui membunuh korban dengan cara mencekik sampai pingsan dan memperkosanya," jelas Yarmen.

Gara-gara lihat film porno, pemulung coba perkosa siswi SMA


Gara-gara lihat film porno, pemulung coba perkosa siswi SMA
Ilustrasi Pemerkosaan. ©2014 Merdeka.com



Lantaran sering nonton film porno, seorang pemulung, berinisial M diamankan warga karena hendak melakukan pemerkosaan terhadap seorang siswi SMA, berinisial U, siang tadi. Peristiwa itu dilakukan pelaku di Jalan Eboni Perumahan Bekasi Jaya Indah, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Korban didorong ke dalam kamar mandi oleh pelaku. Lantaran mendapatkan perlakukan tak senonoh, korban berteriak meminta bantuan.

"Saya khilaf, lalu mendorong dia ke dalam kamar mandi," kata M kepada petugas Pos Pol Mekar Sari, Selasa (9/9) siang.

Sementara itu, Jhoni, saksi mengatakan, pelaku ditangkap setelah korban melarikan diri dari rumahnya. Ketika korban meminta bantuan, warga berusaha menangkap pelaku yang berprofesi sebagai pemulung tersebut.

"Pura-pura mencari barang rongsokan. Ketika sudah masuk ke rumah, lalu melancarkan aksinya," kata Jhoni.

Usai menangkap pelaku, warga lalu menggeledah karung bawaannya. Hasilnya didapati puluhan keping VCD porno di dalam karung yang bercampur barang rongsokan.

Akibat perbuatannya, duda satu anak asal Karawang, Jawa Barat kemudian dibawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polresta Bekasi Kota untuk penyelidikan lebih lanjut.

ABG-ABG ini dibunuh lalu disetubuhi mayatnya



ABG-ABG ini dibunuh lalu disetubuhi mayatnya
Ilustrasi Pembunuhan. ©2014 Merdeka.com 

Kasus pembunuhan berlatar belakang asmara masih sering menjadi. Sudah banyak korban meregang nyawa dihabisi oleh kekasihnya sendiri karena hal-hal sepele.

Bahkan banyak juga kasus pembunuhan di mana korbannya masih berstatus pelajar alias anak baru gede (ABG). Siswi-siswi itu dibunuh oleh teman dekat atau malah pacarnya sendiri.

Ironisnya lagi tidak sekadar membunuh, pelaku yang kalap juga menyetubuhi mayat korbannya yang terbujur kaku. Usai puas melampiaskan nafsunya, pelaku lalu kabur menghilangkan jejak.

Kasus teranyar terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Seorang ABG tewas dibunuh buruh karet yang lama memendam hati kepada korban. setelah dibunuh, korban juga disetubuhi pelaku.

Lalu mengapa kasus pembunuhan dan menyetubuhi jasad tersebut bisa terjadi. Berikut beberapa kasus pembunuhan disertai penyetubuhan mayat yang dihimpun:


1.
2 Pemuda di Depok bunuh dan gilir mayat gadis SMP

Polresta Depok, Kamis (8/5/2014) lalu menggelar rekontruksi kasus pembunuhan siswi SMKN 2 Cibinong, Bogor, Anita Ambarwati (16). Dalam rekontruksi tersebut pelaku memperagakan 24 adegan.

Dalam rekontruksi tersebut terungkap bagaimana dengan sadisnya dua pelaku Sarifudin alias Boren dan Farilham Jayadi alias Pepen membunuh ABG itu. Keduanya membunuh dengan membekap Anita hingga lemas.

Setelah korban tewas, kedua pelaku lalu menelanjangi jasad Anita dan menyetubuhi mayat yang mati kaku itu. "Rekonstruksi yang berisi 24 adegan itu untuk membuktikan bahwa kedua tersangka itu melakukan pembunuhan terhadap Anita. Dan rekonstruksi itu sesuai dengan pengakuan dua tersangka," kata Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Agus Salim, saat itu.

Agus menyatakan, bahwa rekontruksi tersebut untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Depok. Mereka juga mengakui telah menyetubuhi Anita setelah dibunuh.
 

2.
Siswi SMA dibunuh lalu disetubuhi pacarnya

Pembunuhan terhadap Eviwati Boru Sitorus (19), siswi kelas III SMA HKBP Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon yang ditemukan tewas Senin (19/8/2013) lalu akhirnya terungkap. Pelakunya adalah Tohap Sinaga (22). Setelah membunuh Eviwati, Togap Sinaga juga menyetubuhi mayatnya.

Togap membunuh korbannya di sekitar Simpang Rura, Desa Aeknatolu Jaya Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Tobasa, Sumut. Setelah Eviwati tewas, mayat korban disetubuhi Togap dan selanjutnya pelaku memasukkan tanah ke mulut korban.

Togap dan Eviwati sendiri adalah sepasang kekasih. Pembunuhan dipicu ketika korban Eviwati Sitorus meminta uang kepada tersangka Rp 100 ribu, untuk membeli jaket. Kemudian tersangka tidak dapat memenuhi permintaannya. Korban pun marah dan mengancam tersangka untuk tidak menghubungi tersangka lagi. Korban minta putus dan memaki-maki tersangka.

Akibat makian itu membuat Togap kalap dan menganiaya Eviwati hingga tewas. Jasad Eviwati lalu diseret ke Kebun Kopi dan disetubuhi.

Akibat perbuatan tersebut, tersangka diancam dengan pidana pasal 340 jo pasal 338 jo pasal 285 KUHPidana tentang pembunuhan berencana, subs pasal 80 ayat 3 UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Hal ini sesuai laporan berita acara rekonstruksi yang dibuat Polsek Lumban Julu, selaku penyidik Ipda BE Sinaga, Aipda Tri Wahyudi, Bripka TM SidabutarN Briptu S Sinukaban dan Briptu Hefson Sirait.
 

3.
Hilang dua hari, siswi SMP ditemukan tewas

Seorang siswi SMP di Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah, ditemukan sudah menjadi mayat pada Minggu, 20 Januari 2013 setelah dua hari dinyatakan hilang. Korban, SP (15), siswi sebuah SMP negeri di Kalibagor, ditemukan terkubur di kebun yang dipenuhi sampah.

Warga Desa Kalicupak Kidul, Kecamatan Sokaraja, itu merupakan korban pembunuhan yang dilakukan teman dekatnya. Kasus pembunuhan ini terungkap setelah keluarga korban melaporkan hilangnya korban sejak Jumat, 18 Januari 2013.

Dari bukti yang didapat, petugas Polsek Kalimanah mencurigai RA (16), remaja asal Desa Karangsari, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, orang yang terakhir bertemu korban. RA, yang teman dekat korban yang baru dikenal melalui Facebook, sudah ditangkap polisi.

Saat diperiksa, remaja yang masih duduk di bangku kelas 9 SMP itu mengaku membunuh korban dan mengubur mayatnya di tempat pembuangan sampah di belakang rumahnya.

"Dari hasil pemeriksaan, pelaku sempat adu mulut dengan korban. Setelah itu, korban dicekik hingga tewas. Sebelum dikubur, pelaku juga sempat menyetubuhi korbannya," ujar Kapolsek Kalimanah, AKP Suripto, Senin (21/1/2013). Kasus ini ditangani petugas Polres Purbalingga. Pelaku kini ditahan di Mapolres Purbalingga.
 

4.
Usai dibunuh, jasad ABG di OKI diperkosa buruh karet

Tragis dialami Deti Surtini (14), ABG asal Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel. Setelah tewas, jasadnya disetubuhi oleh pembunuhnya, Kibra alias Nangtok (22).

Pelaku yang bekerja sebagai buruh karet ini ditangkap Unit Pidum Satreskrim Polres OKI dalam pelariannya di wilayah Musi Banyuasin, Senin (7/9). Kasat Reskrim Polres OKI AKP Ediyanto mengungkapkan, pembunuhan disertai perkosaan itu terjadi pada 2 Agustus 2014 sekitar pukul 12.00 WIB di kebun karet di Dusun II Teluk Kumbang, Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, OKI.

Dari pengakuan tersangka, kejadian itu berawal saat pahat miliknya rusak saat menyadap karet. Lalu, dia mendekati korban yang juga menyadap di kebun sebelahnya dengan maksud meminjam pahat.

Merasa terganggu, korban melempari pelaku dengan kayu sambil berteriak. Mendapat perlawanan, pelaku beringas dan mencekik leher korban hingga tewas.

Melihat korban terkapar, muncul nafsu bejat pelaku. Di lokasi yang sama, pelaku langsung menyetubuhi jasad ABG tersebut. "Usai membunuh dan memperkosa jasad korban, pelaku kabur. Sedangkan jasad korban dibiarkan tergeletak di kebun karet tanpa pakaian," ungkap Ediyanto, Rabu (10/9).

Dikatakannya, korban ditemukan keluarga dua jam setelah kejadian. "Dari hasil visum, di tubuh korban terdapat luka memar bekas cekikan di leher, lebam di wajah, dan percikan sperma di kemaluan korban," pungkasnya.

Ini cara polisi buktikan perempuan Amerika perkosa pria


Ini cara polisi buktikan perempuan Amerika perkosa pria
lelaki korban pemerkosaan oleh perempuan Amerika bernama Chantae Gilman. ©Daily mail


Menurut laporan Kepolisian Kota Seattle, Amerika Serikat, lelaki 31 tahun korban pemerkosaan perempuan bernama Chantae Gilman, 26 tahun, mempunyai inisial MO. Dia tinggal di sebuah apartemen di 18th Avenue SW.

Pada 16 Juni tahun lalu dia sedang berada di rumah temannya yang sedang berulang tahun. Polisi mengatakan dia lalu pulang pukul 22.00. Karena kelelahan dia langsung tertidur begitu sampai di apartemennya.

Pada pukul 02.00 17 Juni 2013, laporan polisi mengatakan MO terbangun dan menemukan Gilman berada di atas tubuhnya dan sedang menikmati hubungan seks, seperti dilansir situs examiner.com, Ahad (14/9).

Korban lalu meminta Gilman berangkat dari tubuhnya, tapi Gilman menolak dan menyuruhnya diam. Setelah berhasil bebas dari tindihan Gilman dia menyuruh perempuan berbobot 108 kilogram itu pergi dari apartemennya. Ketika menolak, MO mendorong Gilman hingga keluar.

Gilman akhirnya pergi dan hari itu juga MO menuju Rumah Sakit Harborview Medical Center untuk pemeriksaan serangan seksual.

Meski kejadiannya tahun lalu polisi baru bisa mendapatkan hasil pemeriksaan DNA yang memperlihatkan DNA Gilman ada pada tubuh MO baru-baru ini. Dari situlah polisi berhasil menangkap Gilman pada 15 Agutus lalu.

Ketika polisi mewawancarai Gilman, dia menyangkal kenal dengan MO dan pernah mengunjungi apartemennya. Dia mengatakan tidak ingat pernah ke apartemen MO dan berhubungan seks dengannya. Polisi menyatakan Gilman punya penyakit jiwa dan bipolar.

Gilman kini ditahan di Penjara King County dengan uang jaminan USD 100 ribu.

Perempuan Amerika perkosa pria tak dikenal hingga hamil


Perempuan Amerika perkosa pria tak dikenal hingga hamil
Chantae Gilman. ©Daily Mail



Perempuan Amerika serikat berusia 26 tahun asal Kota Seattle bernama Chantae Gilman kini tengah menghadapi tudingan pemerkosaan setelah seorang pria mengaku diperkosa oleh dia.

Pria berusia 31 tahun itu mengatakan pada 17 Juni lalu dia terbangun dari tidur di apartemennya dan melihat Gilman sedang berada di atas tubuhnya. Dia mengaku tidak mengenal Gilman secara khusus dan hanya menyebutnya sebagai pengguna narkoba di daerah itu.

Media setempat the Smoking Guns menyatakan Gilman sebelumnya pernah mencoba merampok dan maling mobil, seperti dilansir surat abar the Daily Mail, Sabtu (13/9).

Menurut laporan polisi, malam ketika pria itu diperkosa dia mengatakan menghadiri sebuah pesta seorang tetangga yang mengenal Gilman.

"Saat tiba di rumah dia langsung tertidur," kata polisi Roger Ishimitsu.

Dia lalu terbangun pukul 02.00 dan melihat sosok Gilman sedang memperkosanya. Menurut harian Seatlle Post-Intelligencer, tangan pria itu diikat di belakang kepala ketika sedang diperkosa.

Dia lalu meminta Gilman berangkat dari tubuhnya tapi perempuan itu tidak mempedulikannya. Akhirnya dia berhasil lepas dari sekapan Gilman.

Pria itu lalu mengusir Gilman dan bergegas ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis.

Belum diketahui bagaimana Gilman bisa masuk ke apartemen pria itu.

Kepada polisi Gilman mengatakan tidak ingat dia ada di apartemen pria itu dan berhubungan seks dengannya.

"Dia mengatakan punya penyakit jiwa dan menderita bipolar," tulisa laporan polisi.

Hasil pemeriksaan menyatakan telah ditemukan DNA perempuan yang cocok dengan DNA Gilman di lokasi pemerkosaan.

Kini Gilman didakwa melakukan pemerkosaan tingkat dua dengan korban yang tidak berdaya ketika diperkosa.

Menurut sebuah status di laman media sosial Facebook milik Gilman, dia kini sedang hamil 31 minggu. Dia sebelumnya sudah punya dua anak kecil.

Polisi menyatakan pemerkosaan oleh perempuan memang jarang terjadi.

Jumat, 12 September 2014

Pingsan di Kelas, Siswi SMP Ini Ternyata Hamil 3 Bulan

Seorang siswi kelas VIII SMP di Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diketahui tengah berbadan dua.
Remaja berinisial S (14) itu diketahui hamil setelah diperiksa dokter di puskesmas. Awalnya, S pingsan saat mengikuti pelajaran, Kamis 11 September 2014. Pihak sekolah pun membawanya ke puskesmas untuk diperiksa. Dari situ diketahui bawah S sebenarnya tidak sakit, melainkan sedang hamil. Usia kandungannya tiga bulan.

Petugas puskesmas pun menyampaikan berita itu ke orangtua S. Mengetahui kabar itu, ibu S syok. S sendiri belum bersedia menyampaikan siapa ayah dari bayi di kandungannya itu.

“Kami akan melakukan pendekatan supaya memberitahu siapa yang menghamili. Kami akan meminta pertanggungjawabannya,” kata seorang keluarga S, Erfan.

Jika pria tersebut tidak mau bertanggung jawab, lanjut Erfan, keluarga akan menempuh jalur hukum.

“Kami berharap kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi, bila dia tidak mau menikahi akan dibawa ke ranah hukum,” tandasnya.

Demi Motor dan HP Keperawanan Gadis Ini Dijual Rp 3 Juta

Demi Motor dan HP Keperawanan Gadis  Ini  Dijual  Rp 3 Juta
I;ustrasi menghitung uang

SAMARINDA, - Tidak hanya di Ibu Kota Jakarta, praktik pelacuran di lingkungan anak sekolah juga marak terjadi di kota seperti di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Faktor ekonomi, merupakan alasan utama mengapa perempuan "bau kencur" itu mau menjadi korban.
Kasus pelacuran macam itu di Samarinda, banyak menimpa gadis-gadis pelajar yang masih duduk di bangku SLTP dan SLTA. Dengan membangun sindikat kecil-kecilan, mereka menjual diri dengan harga murah.
Sebut saja Ajeng --bukan nama sebenarnya, gadis usia 17 tahun ini masih duduk di bangku SMK swasta di Samarinda. Ditemui di salah satu mall Samarinda, beberapa waktu lalu, gadis berkerudung itu tampak anggun dengan balutan busana jilbab syar’i.  Kulitnya putih bersih, dan bentuk tubuhnya pun menarik.
Siapa sangka, di balik balutan jilbab itu, dia ternyata gadis panggilan. “Ini beneran wawancara ya mbak? Tapi nanti enggak dilaporkan ke polisi kan?” kata dia membuka obrolan.
Seperti anak remaja seusianya, Ajeng sejatinya suka berbelanja dan berfoya-foya. Namun apalah daya, latar belakang keluarganya tidak mungkin melancarkan hobi belanjanya. Mall dan makanan enak pun pernah menjadi bayang-bayang semata.
Ajeng sadar dia bukan dilahirkan dari keluarga kaya yang punya banyak uang. “Ajeng lahir di kota ini. Ibu sudah meninggal, Bapak sekarang kawin lagi. Jadi Ajeng juga enggak tinggal di rumah, karena enggak cocok sama ibu tiri,” ungkapnya pelan.
Kehidupan serba miskin membuat Ajeng merasa terkucil. Saat semua teman sudah memiliki handphone android serba canggih, misalnya, dia malah tidak punya hp sama sekali. Saat semua teman bisa melancong ke mall sepulang sekolah, Ajeng hanya bisa berjalan kaki pulang ke rumah.
“Dulu waktu SMP sama sekali enggak punya teman. Sering diejek miskin, diceritain mirip gembel dan selalu jadi bulan-bulanan preman yang sering nongkrong di depan sekolah. Enggak tahan sama keadaan yang begitu, jadi sering enggak masuk sekolah,” ujar dia.
Kesal
Rasa kesal dan tidak nyaman itu membuatnya terus berfikir. Ajeng ingin mencari uang sendiri agar bisa sekolah dengan menggunakan motor. Dia juga ingin sekali membeli ponsel walau dengan harga murah.
Dengan segala usaha Ajeng berusaha mencari kerja. Sayang, diusianya yang masih belasan, tak ada pekerjaan yang bisa dilakukan. “Pengin banget punya motor, tapi enggak punya uang beli. Di sekolah juga selalu kecut, tak ada jajan. Kecuali malak-malak cowok-cowok minta traktiran. Bersyukur memang banyak yang nraktir,” ujarnya sembari tertawa.
Suatu hari, kata dia, ada siswi dari sekolah lain yang datang ke sekolahnya. Diketahui namanya Erna, yang tak sengaja berpapasan dengan Ajeng. “Erna waktu itu nyariin teman sekelas Ajeng, tapi enggak ketemu. Lama ngobrol, akhirnya Erna ngajak jajan di warung. Dari situ hidup Ajeng mulai goyah, karena Erna menawarkan sebuah pekerjaan yang gampang,” kata dia.
Menurut Ajeng, Erna bisa meminjaminya uang sebesar Rp 5 juta, dan dibayar nyicil. Jika tidak sanggup menyicil, Ajeng boleh membayar dengan cara bekerja, dan membagi dua hasil kerjanya. “Dia bilang kerja, cuma nemani om-om ke diskotik dan dandan yang cantik. Sebenarnya sudah tau kalau itu maksunya jual diri, tapi Ajeng pura-pura lugu aja di depan Erna,” ujar Ajeng.
Karena iming-iming itu, akhirnya Ajeng mengiyakan tawaran Erna. Untuk meyakinkan Ajeng, Erna membawa Ajeng ke ATM dan menarik uang sebesar Rp 5 juta dan langsung diserahkan pada Ajeng. “Ajeng hampir pingsan lihat uang Rp 5 juta. Banyak banget… Ajeng sampai nangis waktu itu,” sebut Ajeng.
Pelacuran
Sebagai pebisnis, Erna memiliki ketakutan jika Ajeng kabur. Erna kemudian mengajak Ajeng ke sebuah kos-kosan hingga sore, agar memulai pekerjaannya. “Ajeng inget banget, tanggal 2 Februari 2011, jam 5 sore, Ajeng memulai pekerjaan Ajeng. Ajeng dipinjami Erna baju dan didandani. Ajeng kemudian dibawa Erna ke Rumah Makan Padang di sekitaran Jalan Wahid Hasyim, dan bertemu dua om-om yang kenalan Erna,” ungkap dia.
Obrolan ringan terjadi, Ajeng hanya duduk makan dan mendengarkan Erna dan dua om-om itu tawar-menawar. Keperawanan Ajeng ditawar Rp 3 juta, dan bonus sebuah ponsel merek Nokia. Setelah deal, Ajeng lalu diboyong salah satu om yang diketahui bernama Feri.
Sedangkan Erna berjalan dengan om yang bernama Adi. Mereka terpisah. “Mau nangis waktu itu, dalam hati bilang, seandainya ibu masih hidup, pasti Ajeng tidak begini. Perawan Ajeng harganya cuma Rp 3 juta?” kata dia.
Di salah satu hotel melati di sekitaran Samarinda Seberang, Ajeng rela melepaskan 'mahkota' miliknya. Selama hampir dua jam di dalam kamar, Ajeng terpaksa melayani Feri dengan serba ketidakmampuannya.
Dari kejadian itu, nasib Ajeng berubah drastis. Rasa ketagihan menghasilkan uang banyak, terus membayang di kepalanya. Keakraban dengan Erna pun terjalin. Bersama Erna, Ajeng seperti menemukan kehidupan baru.
Pembagian hasil kerja pun dinilai adil. Erna mendapatkan komisi 20 persen dari harga "jualan" Ajeng. Namun Ajeng tetap membayarkan separuh pendapatannya untuk melunasi utangnya.
Pada bulan Juli, semua utang Ajeng lunas, dan sudah memiliki sebuah motor bermerek Vega R yang dia beli bekas. “Ajeng punya HP, punya motor dan sudah berani kos sendiri. Setiap dua hari sekali ada yang manggil, nomer HP disebar ke mana-mana. Mulai dari om-om, abang-abang mahasiswa sampai pejabat. Pernah dua kali dipakai sama pejabat, kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota,” ungkap dia.
Berubah
Penampilannya pun perlahan diubah, di sekolah mengunakan jilbab, tapi di rumah menggunakan pakaian mini. Dia tidak lagi menyambangi ayahnya di rumah, namun sesekali mengunjungi tempat kerja sang ayah.
“Kalau ada uang lebih, kadang ke bengkel tempat bapak kerja. Belikan bapak makan siang, atau ngasih uang bapak. Ya enggak banyak sih, paling Rp100–500 ribu. Bapak tahunya Ajeng kerja jaga warnet, itu juga Ajeng yang ngaku-ngaku,” ujar dia.
Seiring waktu berjalan, Ajeng sudah mulai marak dikenal. Semakin berkelas dan lihai. Ajeng tidak lagi sembarang ambil pesanan. Ajeng hanya mau melayani laki-laki berusia 25 – 34 tahun. “Maunya sama yang muda, biasanya om-om yang muda itu perkasa. Kalau yang tua, mintanya dilayani terus,” ungkap dia.
Sampai hari ini, Ajeng mengaku 'enjoy' menjalani pekerjaannya sebagai gadis panggilan. Dia pun sama sekali tak takut hamil, karena sedari dini sudah mengikuti program KB. “Ajeng pakai spiral lo, pakai yang lima tahun, jadi aman dipakai bertahun-tahun,” kata dia.
Disinggung masalah masa depan, Ajeng tertawa. Seperti halnya anak gadis pada umumnya, dia juga ingin punya pekerjaan halal, dilamar lalu menikah. Sayang, hingga saat ini belum ada laki-laki yang bisa menerimanya. Meski saat ini ada laki-laki yang ditaksir, namun dia tetap rendah diri untuk mengungkapkan isi hatinya.
“Ajeng naksir guru matematika di sekolah. Dulu waktu mau berhenti sekolah, guru itu yang ngasih semangat ke Ajeng. Umurnya baru 26 tahun, tapi ganteng banget dan baik hati. Seandainya boleh memilih, Ajeng mau dia yang jadi jodoh Ajeng nanti,” kata dia.
Pembicaraan itu pun terhenti, karena ponsel Ajeng bordering. Dengan sopan dia menyapa orang yang menelponnya di seberang sana. “Abang, aku masih ada tamu wawancara. Ajeng kayak artis nih, sebentar ya bang. Abang tunggu aja di situ, sekarang Ajeng nyusul,” kata gadis itu.
Dengan terburu-buru, Ajeng pamit dan meminta dirahasiakan identitasnya. “Ajeng pamit ya, biar cerita ini bisa jadi pembelajaran. Tapi nama tetap rahasia ya,” pintanya sembari berlalu.

Kamis, 11 September 2014

Pencabulan Supangat Dilakukan Saat Muridnya Mengaji

Pencabulan Supangat Dilakukan Saat Muridnya Mengaji
KOMPAS.com/Yatimul Ainun
Ilustrasi 

BEKASI -- Bekasi, Warta Kota Pencabulan yang dilakukan oleh Supangat alias Mang Angkat (44), dilakukan saat muridnya tengah mengaji. Korban pencabulan itu rata-rata sudah lebih dari satu tahun menjadi muridnya.
Seperti apa yang dialami oleh Bunga (7), pencabulan itu terjadi sekitar bulan Juni 2014. Pencabulan itu terjadi di rumah pelaku pada saat korban belajar mengaji. Korban saat itu sedang duduk dengan posisi bersila dan memakai rok panjang.
Pelaku kemudian memasukan tangan ke dalam rok dan memegang kemaluan korban. Pelaku menggesek-gesekkan jarinya ke kemaluan korban sekitar 5 menit.
"Saat itu korban masih pakai celana dalam dan posisinya sedang mengaji. Perbuatan pelaku tidak diketahu murid lainnya karena posisi pelaku tertutup bangku," terang Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota, AK Siswo, Selasa (9/9/2014).
Usai mencabuli korban, Supangat memberi Bunga, uang Rp 2.000. "Ada keterangan dari korban lainnya, bahwa korban itu juga diperlakukan serupa di kamar mandi pelaku," imbuh AKP Siswo.
Seperti diberitakan, seorang guru ngaji, diamankan polisi karena diduga melakukan pencabulan terhadap murid-muridnya yang masih di bawah umur, Selasa (9/9).
Pencabulan itu terbongkar setelah orangtua Mawar (7), bukan nama sebenarnya, curiga anaknya tak mau lagi pergi mengaji ke rumah Supangat. Kepadanya ibunya, Mawar mengaku takut.
Polisi mencokok Supangat di rumahnya, Jalan Profesor Mohamad Yamin, Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Supangat kemudian dibawa ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bekasi Kota untuk dimintai keterangan.

Selasa, 09 September 2014

Perkosa Siswi SMA, Pemulung Mengaku Janjian dengan Ibu Korban

Perkosa Siswi SMA, Pemulung Mengaku Janjian dengan Ibu Korban
Warta Kota/Ichwan Chasani
Mansur (28), pemulung yang nekat memperkosa siswi kelas 2 sebuah SMA di Bekasi Jaya, tertunduk saat digelandang petugas. 
 
BEKASI - Mansur (28), pemulung yang nekat memperkosa siswi kelas 2 sebuah SMA di Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (9/9) mengaku telah janjian dengan ibu korban. Kasus percobaan perkosaan itu terjadi saat korban bernama Ungu (15), bukan nama sebenarnya, tengah sendirian di tempat tinggal orangtuanya di Jalan Ebony Raya, Perumahan Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Saat Mansur datang, ibu korban tengah berangkat kerja. "Pelaku ngakunya sudah janjian sama ibu korban mau beli AC bekas. Ibunya membenarkan kalau sudah janjian sama pelaku, tapi janjian ketemunya hari Minggu, bukan hari Senin," terang Nurdin, Kasi Trantib Kelurahan Bekasi Jaya, Bekasi Timur.
Kondisi korban yang sendirian di rumah itu dimanfaatkan Mansur untuk melancarkan niat jahatnya. Apalagi korban mengenakan celana pendek sehingga membuat pelaku kelimpungan.
Beruntung, belum sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, korban sudah berteriak meminta tolong warga. Pelaku pun bergegas kabur sembari mendorong gerobak barang bekas itu. Pelaku akhirnya ditangkap pengurus RT setempat dan diserahkan ke Kantor BKPM Mekarsari.
Seperti diberitakan, warga Perumahan Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi dikagetkan dengan ulah nekat seorang pemulung yang mencoba memperkosa siswi kelas 2 sebuah SMA di Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (9/9) sekitar pukul 10.10.

Siswi Berprestrasi SMP di Bogor Dicabuli Gurunya

Siswi Berprestrasi SMP di Bogor Dicabuli Gurunya
Tribunnews.com
Ilustrasi 


BOGOR - Kepolisian Resor Bogor Kota menahan seorang guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) karena telah melakukan perbuatan cabul terhadap anak didiknya.
"Penangkapan tersangka berawal dari laporan warga yang merupakan pihak keluarga korban. Tersangka kita amankan di rumahnya di wilayah Cimahpar Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor," kata Kapolres Bogor Kota AKBP Bahtiar Ujang Purnama, dalam ekspose di Mapolres Kedung Halang, Senin.
AKBP Bahtiar menyebutkan, tersangka bernama Elman Raja Gukguk (53) merupakan guru kesenian dan kebudayaan di salah satu SMP Negeri di wilayah Kabupaten Bogor. Sementara korbannya berinisial AP usia 15 tahun merupakan anak didik tersangka.
Menurut pemeriksaan, perbuatan cabul tersangka telah dilakukan sejak November 2013 hingga Mei 2014 dengan modus korban harus mengikuti pelajaran tambahan di rumah tersangka.
"Tersangka mengancam korban, apabila tidak ikut tes tidak bisa naik kelas atau dikeluarkan dari sekolahan," kata AKBP Bahtiar.
Tersangka adalah guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil, telah menjadi guru sejak tahun 1982. Selain menjadi guru, tersangka mengaku juga menjadi penyanyi di sejumlah cafe dan restoran bahkan dipanggil menyanyi di luar kota.
Sementara korban adalah murid berprestasi, selalu juara satu di sekolah sehingga membuat tersangka menyukai korban dan menjadikannya anak emas (kesayangan).
Menurut Kapolres, selain korban AP, ada tiga korban lainnya yang juga anak didiknya ikut menjadi sasaran kelainan seksual guru kesenian tersebut. Mereka yakni MA (16), HP (16) dan UP (16).
"Ketiga korban juga disuruh datang ke rumah tersangka untuk mengikut pelajar tambahan. Tidak menutup kemungkinan mendapat perlakuan serupa," kata AKBP Bahtiar.
Selain menangkap tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, yakni tiga buah album foto yang berisi foto-foto siswa yang diduga menjadi incaran pelaku yang memiliki penyimpangan orientasi seksual.
Pelaku juga menyimpan foto-fotonya bersama korban AP saat melakukan kegiatan bersama di luar ruangan maupun di sekolah.
"Tersangka kita jerat Undang-Undang Perlindungan No 23 Tahun 2002 Pasal 82 dengan ancaman 15 tahun penjara," kata Kapolres.
Sementara itu, tersangka mengaku perbuatan tersebut ia lakukan atas dasar suka kepada korban AP yang menjadi anak emasnya.
Dan ia mengaku bahwa korbannya hanya AP seorang, sedangkan ketiga murid lainnya hanya diminta datang ke rumahnya untuk mengerjakan tugas membuat peta negara berkembang.
"Korban saya hanya satu AP saja, yang tiga lagi sama sekali tidak saya sentuh. Cuma saat digrebek, ketiganya sedang ada di rumah membuat tugas," kata tersangka.
Tersangka juga mengaku, bahwa ia seorang duda dengan tiga ada dan lima orang cucu dan sudah bercerai dengan istrinya pada tahun 1989.

Guru Nyambi Jadi Penyanyi Ditangkap Polisi karena Cabuli Murid

Guru Nyambi Jadi Penyanyi Ditangkap Polisi karena Cabuli Murid
Ilustrasi 

BOGOR - Kepolisian Resor Bogor Kota menahan seorang guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) karena telah melakukan perbuatan cabul terhadap anak didiknya.
"Penangkapan tersangka berawal dari laporan warga yang merupakan pihak keluarga korban. Tersangka kita amankan di rumahnya di wilayah Cimahpar Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor," kata Kapolres Bogor Kota AKBP Bahtiar Ujang Purnama, dalam ekspose di Mapolres Kedung Halang, Senin (8/9/2014).
AKBP Bahtiar menyebutkan, tersangka bernama EG (53) merupakan guru kesenian dan kebudayaan di salah satu SMP Negeri di wilayah Kabupaten Bogor. Sementara korbannya berinisial AP usia 15 tahun merupakan anak didik tersangka.
Menurut pemeriksaan, perbuatan cabul tersangka telah dilakukan sejak November 2013 hingga Mei 2014 dengan modus korban harus mengikuti pelajaran tambahan di rumah tersangka.
"Tersangka mengancam korban, apabila tidak ikut tes tidak bisa naik kelas atau dikeluarkan dari sekolah," kata AKBP Bahtiar.
Tersangka adalah guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil, telah menjadi guru sejak tahun 1982. Selain menjadi guru, tersangka mengaku juga menjadi penyanyi di sejumlah cafe dan restoran bahkan dipanggil menyanyi di luar kota.
Sementara korban adalah murid berprestasi, selalu juara satu di sekolah sehingga membuat tersangka menyukai korban dan menjadikannya anak emas (kesayangan).
Menurut Kapolres, selain korban AP, ada tiga korban lainnya yang juga anak didiknya ikut menjadi sasaran kelainan seksual guru kesenian tersebut. Mereka yakni MA (16), HP (16) dan UP (16).
"Ketiga korban juga disuruh datang ke rumah tersangka untuk mengikut pelajar tambahan. Tidak menutup kemungkinan mendapat perlakuan serupa," kata AKBP Bahtiar.
Selain menangkap tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, yakni tiga buah album foto yang berisi foto-foto siswa yang diduga menjadi incaran pelaku yang memiliki penyimpangan orientasi seksual.
Pelaku juga menyimpan foto-fotonya bersama korban AP saat melakukan kegiatan bersama di luar ruangan maupun di sekolah.
"Tersangka kita jerat Undang-Undang Perlindungan No 23 Tahun 2002 Pasal 82 dengan ancaman 15 tahun penjara," kata Kapolres.
Sementara itu, tersangka mengaku perbuatan tersebut ia lakukan atas dasar suka kepada korban AP yang menjadi anak emasnya.
Dan ia mengaku bahwa korbannya hanya AP seorang, sedangkan ketiga murid lainnya hanya diminta datang ke rumahnya untuk mengerjakan tugas membuat peta negara berkembang.
"Korban saya hanya satu AP saja, yang tiga lagi sama sekali tidak saya sentuh. Cuma saat digrebek, ketiganya sedang ada di rumah membuat tugas," kata tersangka.
Tersangka juga mengaku, bahwa ia seorang duda dengan tiga ada dan lima orang cucu dan sudah bercerai dengan istrinya pada tahun 1989.

Senin, 08 September 2014

Guru Kesenian di Bogor Cabuli Murid SMP


Guru Kesenian di Bogor Cabuli Murid SMP
net

BOGOR - ER (53) guru sebuah SMP Negeri di Kabupaten Bogor ditangkap petugas Reskrim Polres Bogor Kota karena diduga telah mencabuli sejumlah muridnya. Pelaku ditangkap di rumah kontrakannya di Perumahan BTN, Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat (5/9/2014) dinihari.
Guru Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) tersebut, dilaporkan salah US (45) orang tua AP (16) ke Polres Bogor Kota, Kamis (4/9/2014)kemarin. Kepada petugas, AP mengaku berulang kali dicabuli pelaku di rumah kontrakannya di BTN, Ciluar, Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor.
Selain AP, korban pencabulan lainnya adalah UR (16), MH (16) dan AC (16). Keempatnya murid kelas 3 SMP Negeri di Sukaraja, Kabupaten Bogor.
"Setelah mendapatkan korban, kita langsung bergerak dan mengamankan pelaku di rumah kontrakannya," ujar Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Condro Sasongko, Jumat.
Salah satu korban, AP mengaku dicabuli pelaku berulang oleh pelaku yang juga gurunya tersebut. Dalam aksinya ER kerap memegang dan menciumi kemaluan AP. Hingga saat ini ER masih menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor Kota.

Diraba-raba Majikan, Pembantu Lapor Polisi

Diraba-raba Majikan, Pembantu Lapor Polisi
NET
Ilustrasi 

Bogor Seorang pembantu rumah tangga (PRT) YO (15) diduga dicabuli majikannya HR (40) di rumah pelaku di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Dalam aksinya, pelaku meraba-raba tubuh korban saat berada di dapur. Korban yang tidak terima perlakuan HR, kemudian melaporkan tindakan majikannya itu ke Polres Bogor Kota.
Dalam laporannya, korban yang ditemani rekannya LT (15) menjelaskan, aksi pelecehan seksual pada Minggu (31/8) sekitar pukul 11.00 siang. Namun karena merasa takut akan ancaman pelaku, ia baru berani melaporkan kejadian itu Jumat (5/9).
YO menjelaskan, saat berada di dapur, dirinya dipeluk dari belakang oleh pelaku. Saat itu situasi rumah yang kosong, membuat pelaku leluasa mencium dirinya secara paksa.
"Dia cium tengkuk dan leher saya secara paksa, karena saya menolak. Pipi saya berkali-kali dicium. Dia juga pegang payudara saya. Namun saya merontak. Napas pelaku ngos-ngosan gitu," kata YO yang masih anak baru gede (ABG) ini.
Ditambahkan korban, awalnya pelaku bersikap baik. Namun saat dirinya didapur untuk memasak air, majikannya tersebut datang dan langsung memeluknya dan mencium serta meraba payudaranya. Aksi pelaku terhenti, saat LT rekan korban datang.
TM, orang tua korban meminta, agar polisi menyelidiki laporan anaknya dan menangkap pelaku. Kasus pelecehan seksual ini, kini ditangani petugas unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor Kota.
Sementara itu di lokasi terpisah, HP (22) melaporkan JK (50) ke Polres Bogor. JK, yang mengaku sebagai ustadz di Kampungnya di Kampung Cibarengkok, Desa Cipecang RT 4/2 Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor dilaporkan atas tuduhan melakukan pencabulan terhadap HP.
Oleh JK, korban dijanjikan pekerjaan dan akan disekolahkan ke tingkat SMA. Namun, oleh pelaku korban berulang kali disodomi. Tidak terima dengan perlakuan JK, HP didampingi anggota LBH Bogor Timur kemudian melaporkan perbuatan pelaku ke Polres Bogor.
"Saya kenal pelaku saat masih usia 16 tahun. Sekarang saya sudah 22 tahun. Saya hanya lulusan SMP, lalu dijanjikan lanjut ke SMA. Saya juga dijanjikan diberi pekerjaan," kata HP.
Tapi, janji pelaku tidak pernah ditepati. Pelaku malah menjadikan korban sebagai tempat pelampiasan nafsu seksnya.
"Kalau saya menolak, JK dibantu anak buahnya langsung memukul saya. Perbuatan sodomi itu sudah berlangsung 6 tahun. Sekarang saya dibantu orang yang mengerti hukum jadi saya berani mengadu ke polisi," katanya.
Korban menambahkan, tiap kali dirinya disodomi, pelaku yang biasa dipanggil dengan sapaan Ayah ini, berjanji ke dirinya, akan dibelikan sebidang tanah dengan luas 500 meter dan sepeda motor.
"Sampai saya lapor ke polisi tidak satupun janji yang ditepati pelaku. Mulai dari sekolah, tanah dan motor, semuanya bohong," kata HP.

Cerita Cinta Segitiga Saidi dengan Istri dan Sepupu Istrinya


Cerita Cinta Segitiga Saidi dengan Istri dan Sepupu Istrinya
TRIBUNSUMSEL.COM/YOHANES TRI NUGROHO
Saidi saat di Mapolres Banyuasin 

BANYUASIN - Hubungan cinta segitiga yang dijalani‎ Saidi (29) warga Desa Pulau Rajak Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan dua gadis yang masih memiliki tali persaudaraan yakni sepupu akhirnya harus berakhir di balik jeruji besi tahanan unit PPA Mapolres Banyuasin.
Berdasarkan pengakuan, Saidi pertama kali dirinya menjalin cinta dengan sebut saja Sekar (15) dan ‎Kenanga (16) dua saudara sepupu yang tinggal berdekatan secara bersamaan sekitar satu tahun yang lalu.
Dalam hubungan pacaran tersebut kedua gadis belia tersebut, rupaya telah ‎disetubuhi oleh pria yang sehari hari bekerja menyadap getah karet tersebut. Sekar yang hamil terlebih dahulu rupaya meminta pertanggungjawaban sehingga dinikahinya kurang lebih enam bulan yang lalu.
Lantas, Kenanga yang belakangan diketahui juga hamil rupanya terus menerus ‎diajaknya menikah untuk menjadi istri keduanya, namun upaya tersebut rupanya ditolak oleh gadis itu.
Bahkan gadis tersebut terus menerus dipaksa melayani nafsu bejat lelaki tersebut sebanyak tiga kali selama dua bulan terakhir.
"Maksud aku mau tanggung jawab, karena aku yang ngerusak dio, mau aku nikahi jugo tapi dia tidak mau," ungkapnya
Kapolres Banyuasin, AKBP Ahmad Iksan melalui Kanit PPA, Iptu Amrullah menegaskan akan kembali memanggil sejumlah saksi serta korban untuk melengkapi berkas perkara pelaku.
"Hingga saat ini pelaku masih membantah melakukan aksinya, dan memiliki ilmu hipnotis untuk memperdaya korban, sehingga kami ‎akan segera memanggil beberapa saksi saksi kunci terkait kejahatan yang dilakukannya terhadap korban," ungkapnya dikonfirmasi Jumat (5/9/2014).

Takut Nilai Kesenian Jelek, Siswi SMP Ini Terpaksa Ladeni Hasrat Seksual Gurunya


Takut Nilai Kesenian Jelek, Siswi SMP Ini Terpaksa Ladeni Hasrat Seksual Gurunya
IST
Ilustrasi
 
BOGOR - Sejumlah murid SMP yang diduga menjadi korban pencabulan ER (53) guru sebuah SMP Negeri di Kabupaten Bogor mengaku diancam akan diberikan nilai kesenian yang jelek jika menolak melayani nafsu seks pelaku.Hal ini disampaikan beberapa korban ER, saat menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor Kota, Jumat (5/9/2014). "Kalau enggak mau ngalayanin, saya diancam dikasih nilai jelek. Makanya, terpaksa saya nurut, karena takut nilai kesenian saya jelek," ujar AP saat memberikan keterangan kepada penyidik Unit PPA Polres Bogor Kota.
AP menjelaskan, tindakan pencabulan gurunya itu dilakukan di rumah kontrakan ER di perumahan BTN, Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor. "Biasanya setelah pulang sekolah atau malam hari," katanya.
Murid kelas 3 SMP itu mengatakan, aksi pencabulan yang dilakukan gurunya terjadi berulang kali. Oleh ER, AP dipaksa membuka celana dan dipegang serta kemaluannya dicium pelaku. "Kemaluan dia (ER-red) juga digesek-gesekan ke kemaluan saya," katanya.
Pengakuan serupa dikatakan UR (16), korban lainnya. Kepada Wartakotalive.com, UR dipaksa menginap di rumah pelaku. "Saya di sms suruh datang ke rumahnya. Kalau enggak mau, saya dikasih nilai jelek. Pas malam-malam lagi tidur, saya dicium tapi saya langsung bangun," katanya.
Kasat Reskrim Polres Bogor Kota AKP Condro Sasongko mengatakan, ER ditangkap petugas Reskrim Polres Bogor Kota karena diduga telah mencabuli sejumlah muridnya. Pelaku ditangkap di rumah kontrakannya di Perumahan BTN, Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat (5/9/2014) dinihari.
ER dilaporkan US (45) orang tua AP (16) ke Polres Bogor Kota, Kamis (4/9). Selain AP, korban pencabulan lainnya adalah UR (16), MH (16) dan AC (16). Keempatnya murid kelas 3 SMP Negeri di Sukaraja, Kabupaten Bogor. "Setelah mendapatkan korban, kita langsung bergerak dan mengamankan pelaku di rumah kontrakannya," ujar Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Condro Sasongko, Jumat.