YouTube.com
Ilustrasi ABG Mesum di taman kota
JAKARTA - Taman-taman kota yang ada di Jakarta Barat disinyalir sudah beralih fungsi terutama pada malam hari.
Hal ini terkait ditangkapnya dua pasang
ABG yang sedang berpacaran
mesum di Taman Cattleya, Grogol, Palmerah, Jakarta Barat, kemarin malam.
Kasi Taman Sudin Pertamanan Jakarta Barat, Sulis, mengatakan beberapa taman pada malam hari memang kerap disalahgunakan.
Menurut dia, sejatinya taman itu untuk tempat bermain dan berkumpul bersama keluarga sebagai tempat liburan murah.
Hanya saja setiap malam hari sejumlah oknum terutama anak-anak
ABG kerap
pacaran di lokasi tersebut.
“Kalau malam di taman tersebut banyak
ABG pacaran. Mereka juga pacarannya
milih di tempat yang reman-remang,” ungkapnya saat dihubungi Warta Kota, Selasa (16/9/2014) petang.
Dirinya melanjutkan, meskipun pihaknya tak mempunyai wewenang untuk
merawat serta menjaga keamanan, tetapi tetap melakukan pengawasan
terhadap kondisi taman tersebut.
Banyak laporan masuk ke pihaknya tentang kondisi taman yang sering dijadikan tempat mesum.
“Petugas kami pernah melaporkan bahwa di toilet-toilet yang ada di
taman tersebut sering ditemukan alat kontrasepsi kondom. Pasti ada saja
laporan ke saya tentang yang aneh-aneh,” ucapnya.
Padahal pihaknya pernah memberikan peringatan agar taman tersebut
dijaga dan digunakan sesuai dengan fungsinya. Tetapi tetap saja, dirinya
mendapatkan laporan yang sama.
“Sudah seringkali diberitahu, apalagi di dalam situ kan juga ada aturan-aturan untuk pengunjung tamannya,” kata Sulis.
Lepas celana
Terpisah, Kepala Bidang Pertamanan
Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Senin malam sekira pukul 19.00.
Saat itu petugas jaga atau polisi khusus dari dinas pertamanan memergoki 4
ABG yang sedang mabuk.
“Awalnya polsus kami mengawasi saat 4
ABG
yang berpasangan tersebut sedang mabuk.Tetapi lama-kelamaan menjurus ke
perbuatan yang tidak senonoh. Info yang saya dapat sih katanya ke-4 abg
tersebut hampir melakukan hubungan intim, karena celananya sudah
dilepas,” kata Ratna saat dihubungi Warta Kota, Selasa petang.
Dirinya mengaku sebenarnya tak membatasi aktivitas para pengunjung
yang ada di lokasi tersebut apalagi pacaran. Tetapi jika sudah melewati
batas menjurus ke adegan intim, terpaksa pihaknya melakukan pengamanan.
“Kalau masih wajar enggak masalah polsus kami masih mentolerir.
Tetapi kalau sudah ngumpet-ngumpet di tempat gelap pacarannya, ya kami
tangkap lah. Apalagi masih pada SMA,” ujarnya.
Menurut mantan Kasudin Pertamanan Jakarta Pusat itu, kondisi taman
Cattleya tersebut memang nyaman dan terbuka. Sayangnya taman seluas 5 hektar itu tak dilengkapi dengan pencahayaan yang bagus.
“Saya memang akui penerangan disana masih kurang, agak remang-remang.
Jadi memang tak heran mengundang orang untuk berbuat mesum,” tuturnya.
Rencananya,
Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta akan menambah penerangan di tempat tersebut.
“Kami akan tambah lampu penerangan disana supaya enggak remang-remang lagi. pokoknya dalam waktu dekat kami tambah,” ucapnya.
Sulis menambahkan polisi khusus yang ada di taman
Cattleya
tersebut memang sudah disediakan sejak awal tahun 2014 untuk menjaga
keamanan di taman tersebut. Mereka disediakan poskonya dan kebanyakan
berpakaian preman.
Sementara itu Kasi Pengamanan dan Ketertiban Dinas Pertamanan DKI, Salim mengatakan
ABG yang tertangkap
mesum itu langsung dipanggil orangtuanya.
Mereka lalu dipulangkan ke mereka, dengan catatan mereka
menandatangani terlebih dahulu surat pernyataan. Tetapi jika nantinya
melanggar kembali, makanya tak segan-segan akan dikirim ke Dinas Sosial
untuk dibina.
“Soalnya kebanyakan yang berkunjung kesini memang anak-anak sekolah, SMP dan SMA. Terus pelaku yang ketangkep ini
ngaku sama orangtuanya mau pergi ngaji. Kan jelas sudah salah, malah main ke taman dan berbuat mesum,” ujarnya.