Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Senin, 22 September 2014

Siswi Polwan SPN Singaraja Hamil karena Dipaksa Bersetubuh oleh Sepupunya


Siswi Polwan SPN Singaraja Hamil karena Dipaksa Bersetubuh oleh Sepupunya
NET
Ilustrasi 
 
KUPANG - Orangtua BDL mengatakan bahwa kehamilan anaknya lantaran diperkosa WW, sepupunya sendiri setelah pemeriksaan kesehatan terakhir dari tim Mabes Polri. Dengan demikian, kehamilan calon siswi (casis) bintara Polri berinisial BDL bukan karena hubungan suka sama suka dengan WW. Hal itu disampaikan ayah kandung BDL, LL, saat dihubungi Pos Kupang (Tribunnews.com Network), Jumat (19/9/2014) siang. LL mengetahui terjadinya pemaksaan hubungan badan atau perkosaan yang dilakukan WW setelah BDL diperiksa penyidik Pelayanan Perempuan dan Anak Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda NTT, Kamis (18/9/2014).
"Istri saya menceritakan bahwa BDL hamil setelah dipaksa berhubungan badan dengan WW, saya langsung menangis. Ternyata kecurigaan saya bahwa anak saya macam-macam sampai hamil tidak benar. Dengan demikian, apa yang terjadi pada anak saya itu suatu musibah bagi keluarga kami," jelas LL.
Menurut dia, anak perempuannya itu tidak pernah menceritakan pernah menjadi korban perkosaan WW.
"Anak saya tidak pernah cerita kepada kami kalau pernah diperkosa WW. Kemungkinan dia takut dan shok. Pasalnya, anak saya itu masih polos dan belum tahu pacaran," ungkap LL.
Ia mengatakan, tidak percaya begitu saja saat diberitahukan dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Singaraja, Bali bahwa anaknya hamil empat bulan. Apalagi sebelum masuk pendidikan Polwan di SPN Singaraja, anaknya tidak pacaran.
Ditanya apakah setelah diperkosa WW, BDL diancam tidak menceritakan peristiwa itu kepada siapapun, LL belum menanyakan hal itu kepada anaknya. Ia melihat anaknya masih trauma karena hamil hingga dikeluarkan dari SPN Singaraja, Bali.
Terhadap persoalan itu, selaku orangtua, LL akan melaporkan kasus pemerkosaan yang menimpa BDL hingga menyebabkan hamil kepada aparat Polri. Pasalnya, pemerkosaan itu menyebabkan anaknya hamil dan dikeluarkan dari sekolah. Tak hanya itu, cita-cita BDL menjadi anggota polisi wanita pun kandas.

Bocah Berusia Tiga Tahun Dirudapaksa Kakeknya Sendiri


Bocah  Berusia Tiga Tahun  Dirudapaksa Kakeknya  Sendiri
IST
ILUSTRASI

KUPANG,  - Pengakuan Bunga (bukan nama sebenarnya) membuat kedua orangtuanya terkejut. Bocah berusia tiga tahun ini mengaku telah dicabuli oleh kakeknya sendiri berinisial SM (53).
Ayah kandung Bunga, TP mengaku, peristiwa naas itu terjadi pada bulan Agustus 2014 lalu Ketika Bunga sedang menonton televisi di rumah sang kakek di Kelurahan Liliba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut TP, Bunga selama ini memang dititipkan di rumah kakek dan neneknya karena TP sendiri bekerja sebagai tenaga honorer di lingkup pemerintah daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), sementara itu istri TP melanjutkan pendidikan dokter hewan di Kota Bogor.
Perbuatan tak terpuji sang kakek baru terungkap saat Bunga buang air kecil dan mengaku kelaminnya sakit. Keluhan Bunga disampaikan kepada ibunya yang pulang ke Kupang untuk mengunjungi buah hatinya itu, pertengahan Agustus 2014.
"Mama, ade kencing sakit," ujar Bunga dengan polos seperti ditirukan TP di kediamannya, Sabtu (20/9/2014).
Karena penasaran, ayah dan ibu Bunga langsung tanya kepada buah hati mereka dengan penuh rayuan layaknya anak-anak hingga akhirnya Bunga mulai menceritakan perbuatan kakek tirinya. Dari cerita sang buah hati, ternyata SM yang saat ini bekerja sebagai PNS di Provinsi NTT itu melakukan perbuatan bejatnya saat nonton televisi sambil duduk di atas sofa dan memangku Bunga. Dari situlah SM mulai melucuti pakaian cucu tirinya itu.
"Saat itu anak saya menjerit kesakitan, tapi bapak tiri (saya) malah menyuruhnya diam," kata TP.
Atas persoalan tersebut, TP dan istrinya melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Kupang Kota dan meminta SM divisum. SM turut serta ke Polreta. Visum dari RS Bhayangkara Kupang menunjukkan hasil negatif.
Merasa tidak puas, karena Bunga sering buang air kecil dan menjerit kesakitan, akhirnya TP dan istrinya memutuskan untuk pergi periksa di dokter praktik, ternyata hasil periksa itu menunjukkan adanya infeksi pada alat kelamin Bunga akibat ada benda yang masuk kedalam kelaminnya.
Dari hasil periksa dokter praktik, keluarga pun melaporkan lagi hal ini langsung ke bagian penyidik Polda NTT untuk divisum. Hasil visum Polda menunjukkan bahwa ada luka di bagian dalam kelamin Bunga. Akhirnya, SM dipanggil untuk dimintai keterangan.
Kepada penyidik di Polda NTT, SM mengakui perbuatannya. Dia ditahan sementara sambil menunggu pemeriksaan selanjutnya.
Keluarga korban berharap agar pelaku menerima hukuman setimpal sesuai dengan perbuatannya. TP mengatakan, kondisi fisik Bunga hingga saat ini masih trauma dan takut.
Terkait kejadian itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, AKBP Okto George Riwu, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dihubungi. Telepon genggam yang dihubungi sedang tidak aktif. Pesan singkat yang dikirim juga belum dibalasnya. Hal yang sama juga ketika Kompas.com menghubungi Wakiil Kepala Polres Kota Kupang Kompol Yulian Perdana, belum menjawab pesan singkat yang dikirim ke ponselnya.

9 Pelajar ditangkap saat mesum di kuburan China


Kisah 9 pelajar berseragam digerebek saat mesum di kuburan China

9 Pelajar ditangkap saat mesum di kuburan China. ©2014 Merdeka.comJika nafsu sudah di ubun-ubun, maka akan tak pandang bulu. Tempat mana pun yang dikira sepi pasti akan dijadikan tempat mesum demi menyalurkan libido.

Hal itulah yang dilakukan sepasang pelajar di Kota Palembang. Sejoli yang sedang dimabuk asmara ini nekat berbuat mesum di kuburan China di Jalan Sukawinatan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Aksi mesum mereka akhirnya tepergok Satpol dan langsung menggelandang keduanya. Selain dua sejoli itu, Satpol PP juga menangkap 7 pelajar lainnya yang juga sedang berbuat tidak senonoh di lokasi yang sama.

Bagaimana cerita 9 pelajar yang tertangkap mesum itu? Berikut ceritanya:

1.
Sepasang pelajar ditangkap saat pelukan di atas kuburan

Tengah asyik mesum di seputaran kuburan China di Jalan Sukawinatan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang, Kamis (18/9) sore, sepasang pelajar SMK digerebek Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Palembang. Di lokasi yang sama, Satpol PP juga menangkap tujuh pelajar lainnya sedang menonton video porno melalui handphone (Hp).

BN (15) dan AG (14), dua sejoli yang masih duduk di bangku SMK ini, dipergoki aparat saat berpelukan di atas kuburan. Keduanya masih memakai seragam sekolah.

Saat digiring aparat ke mobil Sidang Keliling Tim Yustisi Kota Palembang, BN membantah telah berbuat mesum.

"Kami mau ke rumah teman, lewat di sini terus mampir. Kami cuma pelukan saja, tidak berhubungan badan," ungkap BN.

2.
7 Pelajar tertangkap nonton video mesum di kuburan China

Selain dua pelajar tersebut, Satpol PP juga menangkap pelajar yang sedang asyik nonton video porno di kuburan China itu. AD (15) salah satu pelajar mengaku kuburan China memang menjadi tempat favorit untuk nongkrong.

Dia datang bersama enam temannya. Melihat keadaan sepi, AD dan teman-temannya beramai-ramai menonton video porno di HP nya.

"Cuma iseng saja nonton itu (porno), penasaran. Kami nonton orang tujuh. Itu HP saya," kata AD, pelajar SMA di Palembang.

3.
Kuburan China jadi tempat mesum gratis

Merdeka.com - Dipilihnya kuburan China sebagai tempat mesum lantaran sangat strategis. Apalagi, setiap kuburan, nisannya luas, hingga 3x4 meter dan bisa dijadikan tempat istirahat.

"Memang enjoy sih, gratis lagi, sepi juga," kata AD dia.

Selama ini, sambung AD, sesama pelajar tidak saling mengganggu jika ada yang berbuat mesum. Bagi mereka, itu adalah kebiasaan para pelajar yang memang sudah lama terjadi.

"Kalo ada yang ganggu, nanti pasti ketahuan. Jadi, saling ngerti saja," ujarnya.

Pengakuan SPG Mobil Tentang Transaksi Seks usai Pameran

Pengakuan SPG Mobil Tentang Transaksi Seks usai Pameran
Tribunnews/@yudie_tz
(foto ilustrasi) Suasana Indonesia Internasional Motor Show (IIMS), di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (20/9/2014) siang. Pameran otomotif terbesar itu berlangsung 18 September hingga 28 September 2014.
JAKARTA - Seorang gadis muda membusungkan dadanya dengan kedua kaki dilipat  saat beberapa pengunjung Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) memfoto dirinya, Sabtu (20/9/2014). Bersama tiga rekan sesama sales promotion girl (SPG), dia berpose di depan mobil mewah di salah satu hall di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Nia (nama samaran) tak sungkan menunjukkan kemolekan tubuhnya sembari terus mengumbar senyum. Dengan balutan dress putih ketat di atas lutut dan tanpa lengan, lekuk tubuh Nia kelihatan jelas. Mahasiswa perguruan tinggi swasta di Jakarta ini mengaku menjadi SPG hanya sebagai batu loncatan saja. "Kalau beruntung jadi model atau artis kalau tidak ya gitu deh," kata Nia.
Ia mengatakan dalam pameran otomotif terbesar di Indonesia ini banyak agency model yang berburu wanita cantik dengan mengamati para SPG untuk menjadi model mereka. Selain itu, banyak pula pria berduit yang memanfaatkannya untuk mengajak para SPG berkencan. “Gue gak munafik, kalau orangnya keren dan gue suka serta bayarannya gede, kenapa enggak, gue ambil, dan gue kasih pin BB gue" katanya.
Selama 11 hari pameran IIMS itu, Nia mengaku dibayar Rp 10 juta atau Rp 1 Juta per shift (6 jam) dalam sehari. Bayarannya itu diluar uang makan dan transportasi yang ditanggung produsen mobil yang mengontrak Nia, juga  rekan-rekannya.
“Sebelas hari berdiri di pameran dibayar Rp 10 Juta, sementara nemenin cukong seharian dan 'begituan', dibayar Rp 10 juta. Enakan mana coba? Makanya gue bilang gue gak munafik, apalagi kalau orangnya keren, hehehe,” kata Nia tertawa kecil.
Nia mengaku tak sembarangan pria yang dapat mengajaknya tidur atau berkencan. “Gue milih-milih juga. Kalau bayaran standar dan orangnya gue gak suka, gue tolak," ujarnya.
Menurut Nia, beberapa rekannya melakoni hal yang sama dengannya. “Tapi gue gak mau dibilang PSK. Gue milih orang dan liat orang, sama bayarannya juga tentunya,” kata dia.
Ia mengatakan biasanya transaksi seks akan dilakoninya usai IIMS berakhir. “Kenalnya memang di IIMS, tapi jalannya setelah IIMS kelar dong,” katanya. Alasan dia, selama kontrak menjadi SPG di IIMS, mereka tak boleh absen selama 11 hari itu. “Kalau bolong sehari, potongannya lumayan gede, sampai Rp 2 juta,” kata dia.
Nia sudah menjadi SPG di IIMS untuk yang kedua kalinya. “Tahun lalu juga jadi SPG di sini. Beberapa temen direkrut jadi model, tapi gue belum. Teman lain ada yang jadi simpanan pejabat juga,” ungkapnya.

Jumat, 19 September 2014

Teler Ngelem, Kakak Coba Perkosa Adik Sendiri


Teler Ngelem, Kakak Coba Perkosa Adik Sendiri
Kompas.com/ Ericssen
Ilustrasi

SIDRAP - Dd (15), warga Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap, tega menggauli adik kandungnya, DI (13).
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Sidrap, AKP Indra Waspada Selasa (20/5/2014) mengatakan, kejadian tersebut berlangsung sejak Sabtu (17/5/2014) lalu. Saat itu korban yang saat ini duduk di bangku kelas 1 SMP di Pangkajenne, baru saja pulang sekolah.
"Pelaku itu ternyata sudah mengisap Lem Fox. Dan saat itu adiknya baru pulang sekolah, saat korban ganti pakaian ternyata pelaku sudah mengintip dan langsung membekap korban, dan menggagahinya," kata AKP Indra.
AKP Indra Waspada, menduga pelaku tega melakukan perbuatan keji tersebut, karena tidak sadar, atau sakaw dan dibawah pengaruh lem fox.
Beruntung aksi tersebut tidak berlangsung lama, karena korban terus meronta, dan berteriak meminta tolong, hingga tante mereka, bernama Rosmawati, datang dan menggagalkan hal tersebut.
Usai kejadian tersebut, Rosmawati pun menghubungi kerabatnya yang bertugas di Mapolres Sidrap. Pelaku pun dijemput, dan saat ini Dd, masih menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Mapolres setempat.

Gadis 13 Tahun Digilir 7 Pemuda Hingga Hamil

Gadis 13 Tahun Digilir 7 Pemuda Hingga Hamil
Tribunnews.com/Nurmulia Rekso Purnomo
Empat orang pelaku pemerkosaan terhadap gadis dibawah umur saat digelandang di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (18/9/2014). 

JAKARTA - Ari Susanto alias Ponay, bersama tiga orang temannya, Wahyu, Pipit dan Mamat kini hanya bisa pasrah menerima nasib, setelah keempatnya diamankan Polisi.
Sebabnya kekasih Ponay yang berinisial F (13), melaporkan aksi pemerkosaan yang mereka lakukan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Aksi pemerkosaan tersebut berlangsung pada Sabtu malam, 19 Juli 2014 lalu, saat F masih berstatus kekasih Dicky yang masih terhitung sebagai sepupu 
Ponay.
Malam itu Dicky seperti biasanya mereka berkumpul di sebuah gedung yang tengah dibangun, di kawasan Ciputat, Tangerang, Selatan, Banten.
F pun diajak "nongkrong" di tempat itu oleh kekasihnya.

Di tempat tersebut Dicky kemudian menyetubuhi F, setelah puas, ia pun menawarkan teman-temannya untuk ikut menikmati tubuh remaja itu.
Terhitung ada tujuh orang yang menyetubuhi F secara bergiliran, salah satunya adalah Wahyu yang mengaku menyetubuhi F dalam keadaan mabuk minuman.

Ditemui di Mapolres Jakarta Selatan, Wahyu yang sehari-hari berprofesi sebagai kuli bangunan itu mengaku langsung setuju saat ditawari bersetubuh dengan F.
Ia juga mengakui malam itu F sempat menolak, akhirnya ia memaksa F hingga terjadi terjadi persetubuhan itu. "Saya mabuk, waktu itu iya saya paksa juga," terangnya.
Kejadian yang sama juga terulang lagi dua hari kemudian, yakni pada Senin malam, 21 Juli lalu. F kembali disetubuhi secara bergiliran oleh tujuh orang pemuda.
Setelah malam itu, Dicky pun memutuskan hubungannya dengan F, sedangkan Ponay yang memang sudah menaruh hati pada F sejak pertama kali bertemu, kemudian menawarkan diri untuk menjadi kekasihnya, dan cintanya pun diterima oleh sang gadis. "Saya memang suka sama dia, saya juga kasihan, akhirnya saya pacarin," kata Ponay saat ditemui dalam kesempatan yang sama.
Setelah sekitar beberapa pekan menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih, F diketahui hamil.
Hal itu pun tercium oleh orangtua F, dan Ponay pun dimintai pertanggungjawaban.

Namun office boy sebuah bank swasta itu menolak, karena menurutnya bukan hanya dirinya yang sempat menyetubuhi korban, Ponay pun membongkar kejadian yang terjadi pada 19 dan 20 Juli.
Tak terima putri mereka "digilir," orang tua F pun melaporkan kasus itu ke Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi pun langsung menangkap para pelaku yang terlibat dalam aksi persetubuhan masal itu. Namun demikian, Dicky serta dua pelaku lainnya yang berinisial T dan B, masih buron hingga kini.
Sementara itu nasib nahas F belum lah usai. Sabtu lalu (13/9/2014), saat tengah berkendara bersama adiknya yang berumur 4 tahun, F tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh mobil Daihatsu Xenia, dan setelah jatuh ia pun ditabrak oleh sepeda motor. Akibat kecelakaan itu F mengalami keguguran, dan kondisinya hingga kini masih kritis.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Indra Fadilah Siregar, mengatakan pihaknya masih menelusuri apakah peristiwa penabrakan terhadap korban, berkaitan dengan kasus pemerkosaan itu. "Kita masih kesulitan mencari identitas mobil penabrak," katanya.
Sedangkan para pelaku kata dia diancam dengan pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan, dan Undang-Indang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Para pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara.

Perawat Paksa Pasien 66 Tahun Bersetubuh Sebelum Pencangkokan Jantung

Perawat Paksa Pasien 66 Tahun Bersetubuh Sebelum Pencangkokan Jantung
shutterstock
ILUSTRASI Perawat 

CHICAGO - Seorang pria asal Illinois, AS, berusia 60 tahun, menggugat sebuah rumah sakit dan meminta kompensasi 200.000 dollar AS atau sekitar Rp 2,3 miliar setelah mengklaim dipaksa berhubungan seks dengan seorang perawat berusia 33 tahun.
John Cantone, di Pengadilan Cook County, mengatakan, pada 12 Oktober 2012 pukul 21.00, Rachel Shaper memasuki kamar tempat Cantone dirawat di Advocate Christ Medical Center.
Di kamar itu, Rachel kemudian memaksa Cantone melakukan hubungan badan dengan pria itu, yang masih terbaring sakit di ruang ICU rumah sakit yang terletak di wilayah barat Chicago itu. Cantone tengah menunggu tindakan medis transplantasi jantung.
Saat insiden itu terjadi, Cantone dikabarkan tengah dirawat dengan berbagai obat dan diawasi kondisinya dengan perangkat monitor elektrik.
Dalam gugatannya, Cantone mengatakan, para manajer rumah sakit sebenarnya mengetahui bahwa Rachel memiliki kecenderungan melakukan aktivitas yang tak diperbolehkan dengan para pasiennya. Namun, para petinggi rumah sakit itu tidak melakukan supervisi atau memberhentikan perawat itu.
Istri Cantone, Laura, juga menjadi salah satu penggugat dalam kasus ini. Dia mengatakan, perbuatan Rachel menghasilkan kerusakan hubungannya dengan sang suami. Sementara itu, izin kerja Rachel sebagai perawat ternyata pernah dibekukan. Namun, lisensinya saat ini aktif dan tetap valid hingga Mei 2016.

Gara-gara Gauli SPG, Pengantin Baru Dijebloskan ke Tahanan

Gara-gara Gauli SPG, Pengantin Baru Dijebloskan ke Tahanan
Ilustrasi

SURABAYA- Perjalanan hidup Irsyal Apriliawan (22) terasa terjal. Pemuda asal Sawah Pulo Kenjeran Surabaya ini harus berurusan dengan polisi karena ulahnya.
Irsyal ditangkap petugas Polsek Kenjeran dengan sangkaan percobaan pemerkosaan terhadap Melati (17), warga Asem Panjang, Sukolilo awal Agustus 2014.
Wawan, panggilan Irsyal Apriawan, dan Melati, sejatinya belum lama berkenalan. Kedua pasangan muda mudi itu kenal saat berada saat ada event di kawasan perumahan Pakuwon City. Wawan bekerja di salah satu rumah makan kawasan perumahan itu, sedangkan Melati bekerja sebagai sales promotion girl (SPG).
Setelah kenal dan mulai akrab, pada awal Agustus lalu Wawan mengajak Melati keluar untuk makan malam. Keduanya keluar ke daerah dekat Pantai Ria Kenjeran.
"Ternyata, Wawan mengajak masuk temannya (Melati) ke dalam Pantai Ria Kenjeran," sebut Kanit Reskrim Polsek Kenjeran AKP Yudo H, Rabu (3/9/2014).
Setelah masuk ke Pantai Ria kenjeran, Wawan mengajak santai dan duduk-duduk teman perempuannya. Sebenarnya Melati sempat menolak, tapi Wawan tetap memaksa lebih lama berada di pantai Ria Kenjeran. Karena hanya berdua pada malam hari, Wawan ternyata mulai berani merayu Melati.
Kepada penyidik, Melati mengaku sempat lari, tapi Wawan terus mengejar. Pelaku akhirya berhasil memegang Melati. Setelah itu, Wawan terus memaksa korban supaya mau berhubungan suami istri. Kendati Melati terus berontak, tapi perbuatan tidak terpuji ini akhirnya terjadi.
"Merasa jadi korban perbuatan seksual dari Wawan, korban melapor ke kami. Selanjutnya kami melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap Wawan setelah dipancing Melati supaya bertemu di dekat Jembatan Suramadu," jelas Yudo.
Saat ditangkap pada akhir Agustus 2014, Wawan mengakui memang melakukan perbuatannya atas korban. Status Wawan ternyata baru saja melangsungkan pernikahan dengan seorang wanita dekat rumahhnya. Wawan melangsungkan pernikahan pada 14 Agustus lalu.
"Saat kami bertemu dan menangkap Wawan, dia masih libur cuti dari pekerjaannya karena baru saja menikah," kata Yudo.
Kini Wawan pun harus rela berpisah dengan istrinya. Dia harus mendekam di ruang penjara Polsek Kenjeran.
Wawan mengelak, dirinya melakukan pemerkosaan terhadap Melati. Dirinya berbuat atas dasar suka sama suka. "Tidak ada paksaan, saling suka," aku Wawan di Mapolsek Kenjeran Surabaya.

Mau Nikah, Santri Ini Ngaku Tidak Perawan, Calon Suami Kaget


Mau Nikah, Santri Ini Ngaku Tidak Perawan, Calon Suami Kaget
the sun
 
JEMBER - Seorang pengasuh sebuah pondok pesantren di Kecamatan Ambulu, MIK (38) dijebloskan ke tahanan Mapolres Jember, Kamis (18/9). MIK yang oleh warga sekitar disebut kiai dan ustad ditangkap polisi karena tuduhan melakukan kekerasan seksual terhadap santrinya.
Dari informasi yang dihimpun Surya, ada 11 santri dan mantan santri yang pernah disetubuhi oleh MIK. Namun baru tiga orang yang melaporkan kasus itu ke polisi.
Terbongkarnya aksi bejat MIK itu dari pengakuan salah seorang santrinya. Santri perempuan tersebut hendak dinikahkan dengan keponakan MIK sendiri. Karena takut dan tidak mau membohongi calon suaminya, santri itu memberitahu calon suaminya kalau ia tidak perawan.
Pengakuan itu membuat kaget sang calon suami. Setelah didesak lebih lanjut barulah diketahui kalau si santri itu diperkosa oleh ustadnya yang tidak lain paman calon suaminya. Akhirnya kasus itu dilaporkan ke kepala desa setempat dan dilanjutkan ke Mapolsek Ambulu.
Berdasarkan cerita awal santri itu, terbongkarlah aksi bejat MIK. Karena dua orang lainnya juga mengaku pernah diperkosa oleh MIK. Bahkan tersiar kabar kalau total ada 11 santri dan mantan santri yang telah diperkosa MIK.
Dan ternyata perbuatan MIK itu telah dilakukan setahun terakhir. Ironisnya, ia memanfaatkan kegiatan istighosah di Ponpes NH yang dipimpinnya. Istighosah itu lakukan setiap malam mulai pukul 21.00 WIB. Dialah yang memimpin istighosah itu.
Usai istighosah, ia memanfaatkan sebuah ruangan yang tidak berlampu. Ia memanggil santri yang ia maui. Kepada penyidik Polres Jember, MIK mengaku tidak memerkosa santri-santrinya. Ia dan santrinya melakukan suka sama suka.
Sebab ia memulai dengan menikahi siri para santri itu. Namun pernikahan siri itu dilakukan tanpa sepengetahuan orang lain, bahkan tanpa sepengetahuan istri MIK. Ia mengaku telah melakukan perbuatan itu dalam setahun terakhir.
"Sejauh ini ada tiga orang yang melaporkan kejadian ini. Mereka santri dan mantan santri. Terbongkar karena ada yang mengaku ketika hendak dinikahkan. Ia mengaku tidak perawan lagi dan ternyata telah disetubuhi oleh tersangka," ujar Kasubag Humas POlres Jember AKP Edy Sudarto.
Pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Termasuk menggali keterangan dari santri lain yang menjadi korban pencabulan dan tindak kekerasan seksual MIK. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, MIK kini telah mendekam di sel tahanan Mapolres Jember.

Puryanto Cari Mangsa Gadis Desa dari HP Anaknya Lalu Disetubuhi di Kebun Tebu

Puryanto Cari Mangsa Gadis Desa dari HP Anaknya Lalu Disetubuhi di Kebun Tebu
danoegraphy.wordpress.com
Ilustrasi anak korban perkosaan

MAGETAN - Puryanto (54) bapak tiga anak warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ini harus menyesali harus berurusan dengan hukum, setelah diketahui hendak mencabuli Bunga (15), sebut saja begitu, anak warga Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan dan ditangkap massa setempat.
Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Magetan AKP M Khoirul Hidayat didampingi AKP Suwadi BT, Kasubbag Humas setempat, tersangka sudah melakukan persetubuhan dengan Bunga ini sebanyak tiga kali.
"Hasil pengakuan tersangka saat diperiksa Unit Pelayanam Perempuan dan Anak (PPA)  sudah melakukan persetubuhan sebanyak tiga kali," kata AKP M Khoirul Hidayat kepada Surya. Kamis (18/9/2014).
Korban ini, tambah AKP Khoirul, sebenarnya adalah teman anaknya. Tersangka kenal dengan korban saat melihat nomor HP di telepon seluler (ponsel) anaknya.
"Tersangka ini coba coba, nomor HP cewek yang diambil dari HP anaknya. Dari sekian nomor, Bunga ini yang masuk perangkap," jelas pria asal Sidoarjo ini.
Dari rayuan lewat HP ini akhirnya Bunga terpedaya dan bersedia  temuan di jalan protokol jurusan Maospati - Magetan tepatnya masuk Desa/Kecamatan Sukomoro.
"Setelah bertemu dan tersangka melancarkan rayuan, korban tidak menolak saat diajak masuk ke kebon tebu untuk melakukan perbuatan suami istri, dengan imbalan HP merk Cross itu,"ujar AKP Khoirul sesuai pengakuan tersangka dan korban.
Dari pertemuan pertama itu dilanjutkan dengan pertemuan kedua, yang tempatnya tidak jauh dari tempat pertama keduanya bertemu. Pertemuan kedua ini keduanya juga melakukan perbuatan layaknya suami istri juga di kebon tebu itu.
"Setiap habis diajak begituan korban selalu diberi HP dengan merk yang sama. Sampai pertemuan kedua ini, perbuatan tersangka mencabuli bunga masih aman-aman,"tambahnya.
Namun, lanjut AKP Khoirul, karena merasa keenakan, tak berapa lama tersangka minta ketemuan lagi. Tapi karena Bunga tidak berani pamitan kepada orangtuanya, mengingat sudah sore. Tersangka bersedia menemui Bunga di desanya dan menunggu di balai Desa Nitikan.
"Biasa, setiap kali ketemu tersangka selalu mengajak korban besetubuh. Mungkin sudah ngebet, tersangka yang mengajak korban berbuat dikamar mandi balai desa, tidak waspada kalau ada warga yang mengawasi.
Karuan begitu keduanya masuk kamar mandi, warga menyergapnya,"kata AKP Khoirul.
Meski saat ditangkap, tersangka belum sampai melakukan persetubuhan. Tapi perbuatan cabul dengan anak di bawah umurnya terbukti.
"Akibat dari perbuatanya itu, tersangka kami kenakan pasal 381 KUHP dengan ancaman maksimal penjara selama 15 tahun, dan minimal 3 tahun,"tandas AKP M Khoirul Hidayat.

Kamis, 18 September 2014

Ini Pengakuan para Tersangka yang Tega Perkosa Gadis 13 Tahun di Ciputat


Jakarta - Setelah diperkosa secara bergiliran oleh 7 pemuda di lokasi proyek perumahan di Ciputat, Tangerang Selatan, pada pertengahan Juli 2014 lalu, gadis berusia 13 tahun hamil 2 bulan. Salah satu pelaku, AG (20) sempat dipanggil ibunda dan memintanya untuk menikahi anak sulungnya itu.

"Ya kan korban pertama awalnya nggak dapet (menstruasi-red) 2 bulan, terus saya diminta pertanggung jawaban sama mamanya korban," kata AS (20), salah satu pelaku kepada petugas Unit PPA di Polres Jakarta Selatan, Rabu (17/9/2014).

Ibunda korban meminta pertanggung jawaban terhadap AG, karena dia tahunya bahwa AG memacari anaknya. Namun, saat diminta pertanggungjawaban, AG sempat menolak dengan dalih yang menyetubuhi korban bukan dia seorang.

"Terus mamanya korban ingin anak-anak (para pelaku-red) berkumpul di rumahnya buat ngejelasin siapa yang menghamilinya," imbuhnya.

Lantaran tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya, AG pun memilih bersembunyi. Ia mengaku, dirinya sempat memberitahu 6 pelaku lainnya untuk menghadap ke ibunda korban.

"Tapi yang lain saya nggak tahu pada di mana. Karena setelah kejadian itu kami nggak pernah ketemu lagi," cetusnya.

Pemuda yang bekerja sebagai office boy di sebuah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) kawasan Pamulang, Tangerang Selatan itu menjelaskan, awalnya dirinya tidak mengenal korban. Ia dikenalkan oleh salah satu pelaku yang masih buron, DI di lokasi kejadian sekitar 18 Juli 2014 malam silam.
"Awalnya saya tahu korban dari DI. Waktu itu korban dibawa DI buat ngumpul sama anak-anak di tempat tongkrongan," lanjutnya.

Pada malam itu juga, kata dia, korban disetubuhi oleh DI. Usai menyetubuhi korban, DI lantas menghubungi AG dan WA untuk datang ke lokasi proyek perumahan yang tidak jauh dari tempat tongkrongan mereka.

"Ini ada cewek abis gue pake, lo mau enggak," katanya menirukan DI dalam percakapan via telepon kepada pelaku lainnya, WA.

WA kemudian memberitahukan kepada AG dan langsung disambut olehnya. Keduanya pun ke lokasi dan langsung menggilir korban.

"Pas saya setubuhi korban, WA megangin tangannya," tuturnya.

Empat tersangka sudah dibekuk polisi dan ditahan di Mapolres Jaksel. Sedang tiga tersangka lainnya masih diburu.
 

Begini Kisah Pilu Gadis 13 Tahun yang Kini Hamil karena Diperkosa 7 Pria di Ciputat


Jakarta - Gadis 13 tahun itu kini terbaring masih tak sadarkan diri di rumah sakit di Ciputat. Dia menjadi korban tabrak lari sebuah mobil Xenia. Gadis ini mengalami luka dalam. Cerita sedih gadis ini tak berhenti sampai di situ, di tubuhnya tengah ada janin berusia dua bulan. Janin itu ada karena korban diperkosa 7 pria.

Menurut Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Indra Fadilah Siregar yang ditemui di kantornya, Jl Wijaya, Rabu (17/9/2014), peristiwa perkosaan itu terjadi pada Juli lalu. Polisi masih mendalami apakah para pelaku melakukan perencanaan dalam tindakan biadab pemerkosaan tersebut.

"Kalau perencanaan itu sebenarnya waktu itu korban ketika diajak salah satu pelaku di daerah lokasi perumahan di Ciputat," terang Indra.

Korban dibujuk rayu sang pacar untuk mau ke tempat itu. Ternyata di sana, sudah ada beberapa lelaki menunggu. Tempat itu biasa dijadikan nongkrong anak-anak muda.

"Korban minta pulang," terang Indra.

Tapi rupanya, para pelaku berlaku kasar. Korban dibentak dan diancam agar tak pergi dari lokasi. "Lalu korban disetubuhi dan dilanjutkan oleh pelaku lainnya," jelas Indra.

Para pelaku, 7 orang saling bergiliran memperkosa korban. Saat yang lain memperkosa, yang lain memegangi korban.

"7 pelaku ini ada yang melakukan persetubuhan, ada yang pegang bagian vital, tangan, lalu bergantian melakukan," terang Indra.

Polisi sudah menangkap empat pelaku. Diketahui, tersangka D yang melarang korban pulang. "Tersangka W setubuhi pertama. Lokasi itu tempat kumpul pemuda-pemuda, ada 10 orang. Tapi saat itu ada 7 orang," tutup Indra.

Gara-gara Ponsel Berdering Pelaku Rudapaksa Batal Melakukan Aksinya

Gara-gara  Ponsel Berdering Pelaku Rudapaksa  Batal Melakukan Aksinya
Tribun Batam
Kanit Reskrim Polsek Singkep, Brigadir Tedy Syahputra, bersama anggotanya menggiring Bujangan (kepala tertutup kain) tersangka percobaan pemerkosaan kepada Si Janda menuju sel tahanan, Jumat (27/9/2013). Tersangka berinisal H diancam dengan hukuman sembilan tahun. 

BATAM, - DM (26), warga Perumahan Putri Tujuh nyaris menjadi korban pemerkosaan dua pria di pos sekuriti komplek Ruko Graha Yamaha, Batu Aji, Batam, sekitar pukul 03.00 WIB Selasa (15/9/2014).
Beruntung, wanita yang beporfesi sebagai pemulung sampah itu berhasil kabur dari paksaan pelaku. Beberapa keluarga korban menceritakan, DM saat itu hendak memulung sampah di lokasi komplek Ruko Graha Yamaha.
Tiba-tiba saja dua pria keluar dari salah satu warung internet (warnet) dan langsung menghampiri DM. Kedua pelaku sempat berbicara dan berkomunikasi dengan korban.
"Pelaku sempat berbicara dan berkenalan. Saat itu salah satu pelaku memukul kepala korban hingga pingsan. Kemudian korban diangkat ke pos sekuriti," ujar salah satu kerabat  korban yang enggan menyebutkan namanya.
Dari pengakuan korban kepada, kerabatnya itu, tak lama di pos sekuriti, korban sadar dan melihat pelaku sedang membuka celananya.
Hanya saja, sebelum melancarkan aksinya, handphone (HP) pelaku berdering, dan korban mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri.
"Saat HP pelaku bunyi, korban sadar dan langsung kabur menuju salah satu klinik tak jauh dari lokasi. Kedua pelaku juga kabur," kata sumber itu.

Wisata Paedofil Muncul Karena Perbedaan Budaya

Waspadai modus mereka mendekati anak-anak.

Anak-anak main di sungai
Anak-anak main di sungai (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendapat laporan bahwa ratusan paedofil masuk ke Indonesia untuk mencari "mangsa." Wakil Ketua PPATK Agus Santoso mengatakan, Indonesia jadi "sasaran empuk" wisata paedofil karena ada perbedaan budaya.

Di Indonesia dengan cuaca yang biasa panas, anak-anak telanjang itu menjadi pemandangan biasa. "Kita biasa melihat anak-anak mandi di sungai. Sedangkan orang asing kan tidak biasa melihat seperti itu. Nah, turis paedofil bisa orgasme dengan hanya melihat anak-anak telanjang seperti itu," jelas Agus dalam perbincangan dengan VIVAnews, Selasa 16 September 2014.

Ironisnya, kata dia, ibu-ibu di kampung justru senang dengan kehadiran orang asing itu. Bahkan mereka rela mengantre agar anak-anaknya bisa difoto, meski dalam keadaan telanjang.
"Ibu-ibunya nggak ngerti. Anak di foto ibunya dikasih Rp10 ribu atau Rp20 ribu, anaknya difoto nggak pakai baju, nggak pakai celana dalam, lalu digendong (oleh turis paedofil)," terang Agus. Oleh karena itu, Agus juga mengimbau agar para ibu lebih waspada dalam menjaga anak-anak mereka, terutama jika ada orang yang asing masuk perkampungan mereka.
Selama berada di kampung-kampung, para turis pedofil itu juga melakukan kegiatan, seperti membuat rumah belajar yang isinya kebanyakan orang asing. Sehingga mereka bisa dengan leluasa bermain dengan anak-anak.

Lokasi Pemerkosaan Balita di Bandung Biasa Jadi Tempat Maksiat

NB, balita 4 tahun diperkosa tujuh anak yang masih duduk di bangku SD.

Balita perempuan di Bandung diperkosa tujuh temannya yang duduk di bangku SD. (foto ilustrasi)
Balita perempuan di Bandung diperkosa tujuh temannya yang duduk di bangku SD. (foto ilustrasi) (metro.co.uk)
Tragis. Bocah perempuan empat tahun diperkosa oleh tujuh anak yang sebagian besar masih duduk di bangku sekolah dasar di sebuah rumah. Bahkan, dua di antaranya masih seumuran dengan korban.

Bocah malang itu berinisial NB, warga Pasir Bambu, Kabupaten Bandung. KR, paman korban, menuturkan rumah yang dijadikan lokasi pemerkosaan merupakan tempat para remaja setempat menggelar pesta minuman keras dan maksiat. Rumah itu terletak di Cibodas, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung.

"Para pelaku tega melakukan perbuatan tak terpuji karena terpengaruh oleh perilaku pergaulan bebas pemuda setempat. Bahkan ada anak balita yang sudah bicara tidak seronok," kata KR, Rabu 17 September 2014.

Berdasarkan keterangan warga setempat, tempat yang dijadikan lokasi pemerkosaan, bukan rumah kosong. Rumah itu dihuni oleh keluarga. Namun, rumah itu kerap dijadikan tempat mesum para pemuda setempat.
Bahkan banyak anak-anak yang sering mengintip aktivitas mesum pasangan remaja di dalam rumah tersebut. "Ada beberapa saksi, tempat itu sudah ditegur beberapa kali," kata KR.

KR juga melihat di daerahnya banyak remaja yang terpaksa kawin muda karena hamil di luar nikah.

"Untuk pelaku, saya melihat karena kurang perhatian dari orangtua dan keluarganya. Ada juga pelaku yang orangtuanya kurang dari segi pendidikan dan agama," tambah KR lagi.

Keluarga NB rencananya akan melaporkan peristiwa ini ke Komisi Perlndungan Anak Indonesia (KPAI). Namun untuk saat ini, mereka lebih fokus pada pemulihan fisik dan psikis NB.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa nahas itu baru diketahui oleh nenek NB yang heran melihat kelamin cucunya berdarah, Selasa 16 September 2014.

Untuk memastikan penyebabnya, keluarga kemudian membawa NB ke klinik. Hasilnya mencengangkan. NB diduga menjadi korban perkosaan oleh teman-temannya.

Rabu, 17 September 2014

Nyaru Janda, Polisi Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual Siswi SMP


Nyaru  Janda, Polisi Tangkap Pelaku  Kekerasan Seksual Siswi SMP
Surya/Hanif Manshuri
Duana Setiawan, pelaku kekerasan seksual yang berhasil ditangkap polisi, Rabu (17/9/2014)

LAMONGAN – Upaya Polres Lamongan menangkap, Duana Setiawan (32) seorang sales rokok asal Tulungrejo Pare Kediri, Jawa Timur pelaku kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, harus bekerja ekstra keras.
Untuk menangkap pelaku, petugas perlu hati-hati, sebab korban hanya mengenali dari kendaraan yang dipakai pelaku saat melakukan perbuatan tidak senonoh itu.
Berbekal informasi dari putri (nama samaran) bahwa pelaku memakai mobil Toyota Innova yang dipakai mejeng  pelaku, saat kali pertama bertemu korban.
Begitu diketahui jenis kendaraan hingga berhasil menemukan nomor ponsel pelaku, sejurus kemudian seorang anggota Polwan Lamongan, Bripka Hidayatul Nikmah harus menyaru sebagai seorang janda yang sedang membutuhkan pekerjaan dari bantuan pelaku, Duana Setiawan.
Polwan ini harus berganti nama Meme dengan status janda beranak satu saat kirim SMS ke nomor ponsel tersangka.
Isi SMS yang dikirim Meme, si Polwan cantik kepada Duana pada intinya membutuhkan pekerjaan untuk menghidupi satu anaknya.
Sejak ditinggal suaminya, Meme benar – benar  berantakan ekomominya.
”Dari isi SMS itu tersangka ternyata menaruh empati dan mau membantu saya untuk mencarikan pekerjaan,”ungkap Meme alias Bripka Hidayatul Nikmah didampingi Kasat Reskrim AKP Efendi Lubis saat mengisahkan proses penjebakan untuk menangkap tersangka, kepada Surya , Rabu (17/09) siang tadi.
Strategi penjebakan Meme itu ternyata membuahkan hasil.  Pelaku akhirnya bersedia mencarikan pekerjaan untuk Meme. Disepakati Meme dan pelaku bertemu di alun – alun
Lamongan.
Rabu (17/09) siang tadi pertemuan terjadi, tepat di pendopo alun – alun sisi utara.
Dengan mengendarai sepeda motor, Duana Setiawan turun dan menghampiri Meme sang Polwan yang sedang berpakaian preman dan berdandan bak janda betulan.
Setelah berkomunikasi berjalan sekitar dua menit, pelaku langsung disergap 4 orang anggota Unit  Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Pelaku tidak bisa berkutik ketika polisi menangkapnya dan ia hanya bengong dengan apa yang dialaminya.
Tersangka kemudian dibawa ke ruang unit PPA dan mengakui semua perbuatannya terhadap Putri yang ditidurinya dengan paksa di mobil Toyota Innova pada 24
Agustus lalu itu di lokasi Pasar Agrobis Semando.
Perkenalannya dengan korban, kala itu menyanggupi Putri untuk dicarikan pekerjaan di Babat Lamongan.
Berangkatlah dari Prambon Nganjuk tempat kelahiran Putri menuju Babat.
Sampai di Babat korban diminta melayani nafsu bejatnya di dalam mobil dengan ancaman.
Puas melampiaskan nafsu bejatnya, korban kemudian dititipkan kepada Miftakhul Hasanah, pemilik warung di Agrobis.
Pemilik warung kemudian bertandang ke Nganjuk dan  mengisahkan perjalanan Putri hingga ke warung miliknya.
Putri dijemput keluarganya dan melapor ke polisi, hampir 20 hari PPA menyelidiki kasusnya dan berhasil menangkap pelaku dengan penyamaran yang dilakoni seorang anggota Polwan Bripka Hidayatul Nikmah.
“Pelaku terancam hukuman 12 tahun. Dan diketahui  pelakunya memang hidung belang, karena sudah menikahi siri perempuan Babat. Makanya waktu dipancing oleh anggota yang menyaru bernama Meme, pelaku bergegas ingin bertemu. Intinya Meme juga maunya dijadikan pemuas nafsu. Tapi dia tidak tahu kalu kita  jebak,”ungkap Efendi Lubis.

Perkosa Gadis ABG, Pejabat Pemkab Malang Dipolisikan

BS bantah perkosa EL, gadis 15 tahun itu.

Perkosa gadis 15 tahun, pejabat di Pemkab Malang dilaporkan polisi. (Ilustrasi perkosaan)
Perkosa gadis 15 tahun, pejabat di Pemkab Malang dilaporkan polisi. (Ilustrasi perkosaan) (Reuters)
Kepala Badan Perizinan Terpadu Kabupaten Malang berinisial BS dilaporkan ke Polres Malang atas dugaan memerkosa EL, gadis berusia 15 tahun, warga Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang.

BS dilaporkan memperkosa EL saat berada di Bekasi, Jawa Barat, antara November 2013 hingga Maret 2014. BS memperkosa EL sebanyak empat kali. Ketika itu EL menjadi pembantu rumah tangga di kediaman anak BS di Bekasi.

Kepada wartawan, EL menceritakan pemerkosaan yang dialaminya. Pemerkosaan itu terjadi siang hari, ketika anak BS keluar rumah bersama suaminya.

Saat itu BS selalu mengunci pintu rumah sebelum memperkosa EL. EL mengaku selalu dibungkam mulutnya dan diancam jika melaporkan peristiwa itu.

"Saya dikerjai di kamar Bu Widya, majikan saya," kata EL yang mengenakan kerudung dan cadar untuk menutup wajahnya.

Usai memperkosa, BS selalu memberikan uang jajan kepada EL. Uang tersebut diletakkan di meja kamar EL.

Dari empat kali digagahi, total uang yang sudah diberikan sebanyak Rp3,5 juta. Namun uang tersebut, menurut EL, telah dibuang di tempat sampah dan di jalan di sekitar rumah majikannya.

"Ini untuk uang jajanmu, Pak Bambang selalu bilang begitu. Tapi saya buang karena kalau lihat uang itu saya jadi ingat," katanya.

EL berhasil pulang ke kampung halamannya pada April 2014 setelah dibelikan tiket oleh kerabatnya yang berada di Kalimantan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat mengatakan pihaknya sudah menerima laporan pemerkosaan tersebut. "Hari ini baru dilaporkan, nanti akan kami pelajari dulu," kata dia.

Pengacara EL, Wiwid Tuhu menuturkan dalam kondisi depresi akibat perbuatan BS. kliennya sudah menjalani pemeriksaan psikiater sekitar satu minggu lalu. Hasil pemeriksaan tersebut dijadikan landasan tim kuasa hukum untuk melanjutkan kasus ke aparat kepolisian.

"Dia ini awalnya takut untuk cerita kasusnya, setelah dipaksa baru dia berani cerita ke keluarganya. Kami membawa ke psikolog untuk mendapatkan informasi dan kepastian bahwa pengakuannya itu bukanlah imajinasi dan untuk mengetahui kondisi psikisnya saat ini," kata pengacara dari LBH Lira itu.

Dari rekomendasi psikolog dan bukti yang ada, tim kuasa hukum akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Malang. Meskipun peristiwanya berlangsung di Bekasi.

Selanjutnya, tim kuasa hukum menunggu petunjuk kepolisian, apakah bisa diproses di Malang atau di Bekasi. "Kami berharap bisa diselesaikan di Malang, bahwa EL adalah warga Malang. Pelaku juga pejabat di Kabupaten Malang yang rumahnya di Kota Malang," kata Wiwid.

BS bantah perkosa
Saat dikonfirmasi, BS menyangkal tuduhan tersebut. Ditemui di kantornya, BS mengatakan sedang diperas oleh seseorang yang berada di belakang EL.

"Kemarin dia minta uang Rp200 juta, ya tidak saya beri karena tuduhan itu tidak benar," kata BS.

BS mengaku mengenal EL saat di Malang, maupun di Bekasi. Jika dibutuhkan, BS pun siap mengikuti proses hukum.

BS saat ini sedang mempertimbangkan untuk melaporkan salah satu pihak di belakang EL yang disebutnya memeras dan mencemarkan nama baiknya dengan membuat laporan tersebut.

"Tapi sekarang kami lihat dulu perkembangan di Kepolisian," katanya.

Kakak Beradik Ini Bercinta Setelah Menonton Film “The Notebook”

Mereka mengaku sudah tiga kali melakukan hubungan "incest."

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

Polisi di Georgia, Amerika Serikat menangkap Christopher Buckner (20 tahun) dan adik tirinya Timothy Savoy (25 tahun) karena bercinta di  traktor yang diparkir di sebuah gereja.
Pasangan itu mengaku melakukan hubungan sedarah alias incest setelah menyaksikan film romantis The Notebook. Bagi yang belum menyaksikan The Notebook, film yang dibintangi Ryan Gosling ini tidak mempunyai “happy ending.
Polisi menangkap pasangan incest itu setelah menerima laporan dari warga di sekitar gereja. Juru bicara kantor Sheriff lokal, David Ehsanipoor mengungkapkan, polisi langsung melakukan inspeksi ke lokasi pada pukul 4.30.
Ketika melakukan inspeksi tersebut, polisi melihat seorang laki-laki berjalan dengan seorang perempuan. Laki-laki itu mengaku akan mengantarkan perempuan disampingnya itu pulang ke rumah.
Namun, polisi berhasil mengungkap bahwa pasangan yang ternyata kakak beradik itu baru saja bercinta di sebuah traktor yang diparkir di belakang gereja Countryside Baptist. Pasangan itu ditahan dengan dakwaan melakukan hubungan incest dan juga sodomi di penjara di Effingham County. Mereka mengaku sudah tiga kali bercinta.

Ngakunya Ngaji, 4 ABG Ini Malah Buka-buka Celana di Taman Cattleya


Ngakunya Ngaji, 4 ABG Ini Malah Buka-buka Celana di Taman Cattleya
YouTube.com
Ilustrasi ABG Mesum di taman kota 

JAKARTA - Taman-taman kota yang ada di Jakarta Barat disinyalir sudah beralih fungsi terutama pada malam hari.
Hal ini terkait ditangkapnya dua pasang ABG yang sedang berpacaran mesum di Taman Cattleya, Grogol, Palmerah, Jakarta Barat, kemarin malam.
Kasi Taman Sudin Pertamanan Jakarta Barat, Sulis, mengatakan beberapa taman pada malam hari memang kerap disalahgunakan.
Menurut dia, sejatinya taman itu untuk tempat bermain dan berkumpul bersama keluarga sebagai tempat liburan murah.
Hanya saja setiap malam hari sejumlah oknum terutama anak-anak ABG kerap pacaran di lokasi tersebut.
“Kalau malam di taman tersebut banyak ABG pacaran. Mereka juga pacarannya milih di tempat yang reman-remang,” ungkapnya saat dihubungi Warta Kota, Selasa (16/9/2014) petang.
Dirinya melanjutkan, meskipun pihaknya tak mempunyai wewenang untuk merawat serta menjaga keamanan, tetapi tetap melakukan pengawasan terhadap kondisi taman tersebut.
Banyak laporan masuk ke pihaknya tentang kondisi taman yang sering dijadikan tempat mesum.
“Petugas kami pernah melaporkan bahwa di toilet-toilet yang ada di taman tersebut sering ditemukan alat kontrasepsi kondom. Pasti ada saja laporan ke saya tentang yang aneh-aneh,” ucapnya.
Padahal pihaknya pernah memberikan peringatan agar taman tersebut dijaga dan digunakan sesuai dengan fungsinya. Tetapi tetap saja, dirinya mendapatkan laporan yang sama.
“Sudah seringkali diberitahu, apalagi di dalam situ kan juga ada aturan-aturan untuk pengunjung tamannya,” kata Sulis.
Lepas celana
Terpisah, Kepala Bidang Pertamanan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Senin malam sekira pukul 19.00.
Saat itu petugas jaga atau polisi khusus dari dinas pertamanan memergoki 4 ABG yang sedang mabuk.
“Awalnya polsus kami mengawasi saat 4 ABG yang berpasangan tersebut sedang mabuk.Tetapi lama-kelamaan menjurus ke perbuatan yang tidak senonoh. Info yang saya dapat sih katanya ke-4 abg tersebut hampir melakukan hubungan intim, karena celananya sudah dilepas,” kata Ratna saat dihubungi Warta Kota, Selasa petang.
Dirinya mengaku sebenarnya tak membatasi aktivitas para pengunjung yang ada di lokasi tersebut apalagi pacaran. Tetapi jika sudah melewati batas menjurus ke adegan intim, terpaksa pihaknya melakukan pengamanan.
“Kalau masih wajar enggak masalah polsus kami masih mentolerir. Tetapi kalau sudah ngumpet-ngumpet di tempat gelap pacarannya, ya kami tangkap lah. Apalagi masih pada SMA,” ujarnya.
Menurut mantan Kasudin Pertamanan Jakarta Pusat itu, kondisi taman Cattleya tersebut memang nyaman dan terbuka. Sayangnya taman seluas 5 hektar itu tak dilengkapi dengan pencahayaan yang bagus.
“Saya memang akui penerangan disana masih kurang, agak remang-remang. Jadi memang tak heran mengundang orang untuk berbuat mesum,” tuturnya.
Rencananya, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta akan menambah penerangan di tempat tersebut.
“Kami akan tambah lampu penerangan disana supaya enggak remang-remang lagi. pokoknya dalam waktu dekat kami tambah,” ucapnya.
Sulis menambahkan polisi khusus yang ada di taman Cattleya tersebut memang sudah disediakan sejak awal tahun 2014 untuk menjaga keamanan di taman tersebut. Mereka disediakan poskonya dan kebanyakan berpakaian preman.
Sementara itu Kasi Pengamanan dan Ketertiban Dinas Pertamanan DKI, Salim mengatakan ABG yang tertangkap mesum itu langsung dipanggil orangtuanya.
Mereka lalu dipulangkan ke mereka, dengan catatan mereka menandatangani terlebih dahulu surat pernyataan. Tetapi jika nantinya melanggar kembali, makanya tak segan-segan akan dikirim ke Dinas Sosial untuk dibina.
“Soalnya kebanyakan yang berkunjung kesini memang anak-anak sekolah, SMP dan SMA. Terus pelaku yang ketangkep ini ngaku sama orangtuanya mau pergi ngaji. Kan jelas sudah salah, malah main ke taman dan berbuat mesum,” ujarnya.

Bejat, Ayah Setubuhi Anak Kandung Berkali-kali

BE (70 tahun) tega merenggut masa depan anaknya sendiri.

BE (70) tega menyetubuhi M (16) anak kandungnya berkali-kali. (ilustrasi kekerasan anak)
BE (70) tega menyetubuhi M (16) anak kandungnya berkali-kali. (ilustrasi kekerasan anak) (VIVAnews/Joseph Angkasa)
Bejat. Seorang ayah tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri. Parahnya lagi, perbuatan kotor BE (70 tahun) terhadap darah dagingnya sudah dilakukan berkali-kali selama hampir satu tahun.

Warga Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur itu hanya tertunduk malu saat digelandang petugas Unit Reserse Kriminal Polsek Samboja, Selasa 9 September 2014.

Pria biadab itu harus diamankan polisi lantaran nyaris diamuk massa setelah kepergok sedang menyetubuhi M, putrinya yang berusia 15 tahun. Aksi bejat BE dipergoki seorang warga yang kebetulan meminta air minum ke rumah BE.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke warga sekitar. Warga marah dan menangkap BE. Ayah durjana itu kemudian diarak keliling kampung. Nyaris diamuk warga yang kadung marah dengan aksi biadab BE. Hingga akhirnya, polisi mengamankan pelaku.

Saat menjalani pemeriksaan di kantor polisi, BE mengaku khilaf karena telah merenggut masa depan anaknya.

"Berdasarkan keterangan korban, pelaku sudah melakukan aksi ini berkali-kali selama setahun," ujar Kapolsek Samboja, AKP Luthfi Armanza.

Akibat perbuatannya, pria tua itu harus mendekam di balik jeruji Polsek Samboja. Dia dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.