Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Kamis, 02 Oktober 2014

Sebelum Membunuh, Dani Setubuhi Sella Saat Pingsan


Sebelum Membunuh, Dani Setubuhi Sella Saat Pingsan
Tribun Sumsel/Edison
Kapolres Prabumulih AKBP Denny Yono Putro SIK gelar kasus pembunuhan Sella Dwi Oktavia (15), 
 
PRABUMULIH - Dani Edwar (21) mengaku memperkosa Sella Dwi Oktavia (15) dalam kondisi pingsan, lantas membunuh pelajar kelas X SMK Negeri 1 Jurusan Akuntansi itu. Dani menyimpan celana dalam Sella, kemudian meninggalkan jenazah di semak-semak kebun karet.
Setelah melakukan penyelidikan selama hampir dua pekan, Tim Gabungan Satreskrim Polres Prabumulih dan Unit Reskrim Polsek Prabumulih Barat, mengungkap kasus pembunuhan terhadap siswi SMK itu.
Pelaku yakni Dani Edwar bin Mat Yani (21), warga Dusun V Desa Sumber Rahayu Kabupaten Muaraenim, masih memiliki hubungan keluarga dengan Sella dari istrinya, Jamilah (21). Dani tinggal tak jauh dari kediaman Sella di kawasan Simpang Penimur Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih.
Penangkapan dilakukan saat Dani, yang menjadi kernet truk batubara, tengah melintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, Senin (29/9/2014) sekitar pukul 17.30 WIB.
Guna kepentingan penyelidikan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku digelandang ke Mapolres Prabumulih.
Diringkusnya Dani setelah petugas tak henti melakukan penyelidikan mendapat informasi dari masyarakat jika pelaku telah ikut bekerja menjadi kernet batubara dari Lahat tujuan Palembang.
Mendapat informasi tersebut, petugas kepolisian langsung bergerak cepat dengan melakukan pengadangan terhadap truk-truk batubara yang melintas, hingga akhirnya berhasil meringkus Dani tanpa perlawanan.
Di hadapan polisi, Dani mengakui perbuatannya melakukan pemerkosaan terhadap Sella Dwi Oktavia lalu melakukan pembunuhan terhadap anak gadis pasangan Mat Sakam (60) dan Dita (47) tersebut. Dani mengaku, dia nekat membunuh korban lantaran korban melakukan perlawanan saat hendak diajak bersetubuh, pelaku yang kesal kemudian memukul kepala korban hingga pingsan lalu melampiaskan nafsu bejatnya.
"Saat saya mau perkosa, Dia (Sella-red) melakukan perlawanan, hingga akhirnya saya pukul menggunakan kayu balok di bagian belakang kepalanya, lalu setelah dia pingsan saya lucuti celana dalamnya dan saya perkosa dalam keadaan pingsan," ungkap Dani ketika diwawancarai.
Dani mengatakan, setelah puas melampiaskan nafsu, Sella kemudian sadar dari pingsan dan kembali mencoba berontak sehingga membuat dia kembali memukulkan kayu balok ke kepala korban.
"Saat itu napasnya sudah hampir habis, setelah saya tahu dia meninggal lalu saya pergi dan menyimpan celana dalam korban di dalam tas, lalu saya ambil handphonenya dan saya pergi pulang," ujar pria satu anak tersebut seraya mengatakan usai membunuh dirinya kabur ke Palembang.
Dani mengungkapkan, pembunuhan terjadi ketika dia mampir ke rumah Sella hendak ke arah Prabumulih. Lalu dia mengajak Sella untuk ikut dengan alasan satu tujuan ke sekolah. Dalam perjalanan, Sella mengaku tidak ingin sekolah dengan alasan takut ditagih utang oleh temannya.
"Dia kemudian meminta diajari bermotor, lalu saya ajak ke lokasi kejadian dan saya ajari bermotor di lokasi sepi itu. Selanjutnya setelah kelelahan kami istirahat di kebun karet tua itu. Ketika istirahat terlintas keinginan memperkosa, tetapi korban melawan dan saya bunuh," kata Dani.
Setelah meninggalkan jenazah Sella, Dani beberapa kali memeriksa tubuh korban apakah sudah diambil warga atau belum setelah membunuhnya.
Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro SIK didampingi Kasat Reskrim, AKP M Khalid Zulkarnaen SIK saat gelar perkara mengatakan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim penyidik Satreskrim Polres Prabumulih.
"Pelaku telah kami amankan dan terus menjalani pemeriksaan petugas kita, sementara pelaku kita kenakan pasal 338 KUHP, namun nanti jika ada niat perencanaan akan kita kenakan pasal 340. Untuk pasal 338 KUHP pelaku kita ancam dengan hukuman diatas 10 tahun penjara," tegas Kapolres Prabumulih, Selasa (30/9/2014).
Dia mengatakan pihaknya akan terus melakukan pendalaman kasus dan akan melakukan pemeriksaan tambahan setelah melakukan olah tempat kejadian perkara.
Jenazah Sella ditemukan warga, 20 September, di semak-semak kebun karet Simpang Pinang RT 04 Kelurahan Patih Galung, Prabumulih Barat. Jenazah tertelungkup mengenakan sepatu kets lengkap dengan kaus kaki, memakai seragam baju putih, dan rok biru yang telah usang.
Dita, ibu Sella, ketika itu mengatakan, putrinya pergi ke sekolah, Sabtu (30/8/2014) sekitar pukul 12.00 WIB diantar Dani menggunakan sepeda motor. Setelah itu, Sella tak kunjung pulang. Sampai kemudian petani menemukan mayat di kebun karet.

Ibu Guru Dipergoki Anaknya Lagi Mesum dengan Selingkuhan


Ibu Guru Dipergoki Anaknya Lagi Mesum dengan Selingkuhan
Tribunnews.com
Ilustrasi 

DENPASAR - Seorang guru honorer berinisial NMS (35) tepergok sedang melakukan perbuatan mesum dengan selingkuhannya di ruang kerja suaminya, di sebuah kantor travel di Jalan Nenas, Kelurahan Subagan, Karangasem, Bali.
NMS dipergoki oleh anaknya sendiri IWM (17). Peristiwa ini tentu saja menjadi buah bibir dan mengebohkan warga Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, tempat asal guru honorer tersebut.
Sementara laki-laki yang menjadi teman kencan NMS yang berinisial IWK (43) adalah seorang pekerja swasta asal Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem.
Peristiwa ini diterangkan oleh salah seorang anggota di Polres Karangasem, Rabu (1/10/2014) kemarin.
Berdasarkan catatan di kepolisian, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.30 WITA, saat jam mengajar NMS di sekolah. Aksi cabulnya terungkap, ketika anaknya hendak mengambil helm di tempat usaha milik orangtuanya itu.
Namun begitu sampai di depan kantor, siswa SMA itu langsung curiga lantaran melihat ada helm lain yang diketahui bukan milik ayahnya. Ia makin curiga setelah melihat pintu kantor sedikit terbuka.
Sang anak langsung mendorong pintu ruangan kantor tempat biasanya ayahnya bekerja. Betapa terkejutnya remaja itu karena di dalam ruangan itu ia memergoki ibunya sedang bersama seorang laki-laki lain.
Pasangan mesum itu sempat mau membantah, namun IWM tidak mempercayainya dan langsung menghubungi ayahnya yang berinisial IKM (39).
Humas Polres Karangasem, Aiptu I Ketut Dasta, membenarkan adanya laporan dari IKM yang merasa sakit hati atas perbuatan istrinya.
Menurut Dasta, laporan tersebut sedang dalam penanganan jajaran Polres Karangasem untuk didalami.

Sedang Bercinta Dengan Pria Lain, Ibu Ini Dipergoki Anaknya

Seorang guru honorer di Karangasem, Bali berinisial Sum (35), kedapatan sedang mesum di ruang kerja suaminya bersama pria lain.
Saat itu suami Sum sedang sibuk mengurus paket tamu yang akan menginap di salah satu kawasan wisata di Karangasem. Saat kantor sepi, Sum malah memasukkan seorang pria ke kantor travel milik suaminya.
Saat itulah dia kepergok oleh anak laki-lakinya Mus (17). Way melihat ibunya dalam keadaan nyaris tanpa busana bersama pria lain.
Peristiwa ini terjadi di sebuah kantor travel di Jl Nenas, Karangasem. Laki-laki yang menjadi teman kencan Made Sum berinisial Kar (43), seorang pekerja swasta asal Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem.
Berikut cerita seputar peristiwa mesum yang menghebohkan satu kecamatan ini:
1.Tinggalkan mengajar demi bercinta
 Sebelum bercinta, Sum rupanya sedang mengajar. Namun guru sebuah SMA di Karangasem ini rela meninggalkan waktu mengajar demi menemui pria idaman lain itu.
Dari catatan di Kepolisian, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.30 WITA saat jam mengajar di sekolah.
Rupanya sebelum peristiwa kali ini, Sum sudah berulang kali melakukan perbuatan mesum dengan pria tersebut. Kali ini dia sedang apes.
Entah apa yang ada di benak Sum, kenapa dia memilih lokasi bercinta di kantor suami. Polisi belum selesai melakukan pemeriksaan.

2.Mau main dua kali
Way kaget setengah mati melihat ibunya nyaris tanpa busana bersama pria lain dalam ruang kerja ayahnya. Dia menyangka kedua insan berbeda jenis ini baru akan mulai. Namun menurut polisi, mereka telah selesai melakukan hubungan badan.
Melihat kondisi keduanya saat terpergok, pasangan selingkuh itu diduga sudah selesai melakukan adegan mesum.
“Semula perkiraan anaknya, baru akan mulai karena melihat posisi keduanya. Namun dari barang bukti yang ada, diduga mereka sudah selesai atau mau melakukan hubungan untuk kedua kalinya,” Kata salah seorang anggota di Polres Karangasem, Rabu (1/10).
Awalnya Way curiga karena melihat ada helm yang bukan milik ayahnya di kantor orang tuanya itu. Dia makin curiga saat melihat pintu kantor sedikit terbuka.

3.Suami sakit hati diselingkuhi
Saat dipergoki anak, Sum dan pasangan mesumnya, Kar belingsatan. Mereka mencoba berkilah soal perbuatan mesum tersebut. Namun Way tak percaya, dia langsung menelepon ayahnya.
“Sempat terjadi keributan di dalam ruangan kantor ini, syukurlah karyawan datang lebih awal,” ujar seorang polisi di Karangasem.
Humas Polres Karangasem, Aiptu I Ketut Dasta, membenarkan adanya laporan perzinahan yang dilakukan seorang oknum guru honorer. Laporan tersebut sedang dalam penanganan Polsek Karangasem.
“Pihak suami melapor karena merasa sakit hati atas perbuatan istrinya. Kasusnya sedang didalami,” terang Aiptu Dasta, via telepon Rabu (1/10).

Gadis Korban Asusila Raja Solo Alami Stres Berat


Gadis Korban Asusila Raja Solo Alami Stres Berat
NET
Ilustrasi Perkosaan disertai Pengancaman 

SUKOHARJO - Kasus tindakan asusila yang diduga dilakukan Raja Solo Pakubuwono XIII terus bergulir. Korban berinisial AT (15) yang sedang mengandung tujuh bulan diduga mengidap sindrom babyblues. Kondisi psikis AT pun mengkhawatirkan.
Hal tersebut diungkapan salah satu kuasa hukum AT, Asri Purwanti. Asri berharap segera ada penanganan medis bagi kondisi psikologis kliennya.
"Kondisinya tampak tidak stabil, kadang malu dan menutupi perutnya. Takutnya kalau terkena sindrom babyblues," katanya pada hari Rabu (1/10/2014).
"Kondisinya semakin drop, jadi kita akan pertimbangkan untuk pendamping dokter, karena keadaan stres yang tinggi, membuat kondisi kesehatan klien menurun," kata Asri.
Tim kuasa hukum AT juga mengeluhkan sikap kepolisian yang hanya memeriksa korban dan bukan terlapor. Hal tersebut membuat keluarga AT tertekan.
"Ayah korban terus terang jadi stres juga, karena dipanggil terus, tapi pihak PB XIII belum pernah datang," katanya.
Pada hari ini, AT diagendakan menjalani pemeriksaan di Polres Sukoharjo, namun karena kondisi kesehatan tidak memungkinkan, kuasa hukum dan kerabat korban yang datang.

Ibu Guru Kepergok Anaknya Mesum di Ruang Kerja Suami


Ibu Guru Kepergok Anaknya Mesum di Ruang Kerja Suami
net
Ilustrasi 

BALI -Seorang guru honorer berinisial NMS (35) di Kabupaten Karangasem, Bali kepergok sedang melakukan mesum dengan Pria Idaman Lain (PIL) di ruang kerja suaminya yakni di sebuah kantor travel di Jl Nenas, Kelurahan Subagan, Karangasem.
Parahnya lagi, aksi bejat itu pertama kali diketahui oleh putranya yang berinisial IWM (17). IWM sangat terkejut melihat sang ibu dengan seorang pria dalam kondisi setengah bugil di ruang kerja ayahnya yang sedang sibuk mengurus paket tamu yang akan menginap di kawasan wisata Karangasem.
Peristiwa ini tentu saja menjadi buah bibir dan mengebohkan warga Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, tempat asal guru honorer tersebut.
Sementara laki-laki yang menjadi teman kencan NMS yang berinisial IWK (43) adalah seorang pekerja swasta asal Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem.
Menurut keterangan pihak kepolisian, melihat kondisi keduanya saat tepergok, pasangan selingkuh itu diduga sudah selesai melakukan adegan mesum. Pasalnya, ditemukan sudah ada lumuran sperma di meja kerja ruang ayahnya.
"Semula perkiraan anaknya, baru akan mulai lantaran terlihat laki-lakinya memegang celana wanitanya. Jadi dikira akan menurunkan, ternyata itu kemungkinan mau dinaikkan atau mau dua kali di naiki,” kata salah seorang anggota di Polres Karangasem, Rabu (1/10/2014).
Berdasarkan catatan di kepolisian, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.30 WITA, saat jam mengajar NMS di sekolah. Namun demi memenuhi nafsu birahinya, pelajaran mengajarnya ditinggalkan oknum guru honorer tersebut.
Aksi cabulnya terungkap, ketika anaknya hendak mengambil helm di tempat usaha milik orangtuanya itu. Namun begitu sampai di depan kantor, siswa SMA itu langsung curiga lantaran melihat ada helm lain yang diketahui bukan milik ayahnya. Ia makin curiga setelah melihat pintu kantor sedikit terbuka.
Sang anak langsung mendorong pintu ruangan kantor tempat biasanya ayahnya bekerja. Betapa terkejutnya remaja itu karena di dalam ruangan itu ia memergoki ibunya sedang bersama seorang laki-laki lain.
Pasangan mesum itu sempat mau membantah, namun IWM tidak mempercayainya dan langsung menghubungi ayahnya yang berinisial IKM (39).
Humas Polres Karangasem, Aiptu I Ketut Dasta, membenarkan adanya laporan pihak suami melapor karena merasa sakit hati atas perbuatan istrinya atas perzinahan yang dilakukannya.
Menurutnya, laporan tersebut sedang dalam penanganan jajaran Polres Karangasem untuk didalami lebih lanjut.

Seorang Siswi di Tanjabbar Digagahi Duda 9 Kali

Seorang Siswi di Tanjabbar Digagahi Duda 9 Kali
Shutterstock
Ilustrasi korban perkosaan. 
 
KUALA TUNGKAL -  Anak di bawah umur banyak menjadi korban dalam kekerasan seksual, setelah ditangkap seorang dukun cabul di Kuala Tungkal yang menggagahi pasiennya, kini polisi kembali mengamankan seorang duda warga Teluk Nilau, Nayan (32).

Ia ditangkap karena diketahui telah menyetubuhi seorang siswi MTs yang masih berusia 15 tahun berinisial NP, warga Parit 17 Desa Senyerang, Kecamatan Senyerang.

Disampaikan pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tanjab Barat, kronologis bermula saat korban dibawa kabur oleh pelaku untuk menginap di rumahnya pada 15 September lalu.

Di sanalah lelaki bejat ini menjalankan aksinya menggagahi korban. Tak tanggung-tanggu gadis malang itu disetubuhi korban sebanyak sembilan kali.

Akhirnya kejadian ini terdengar hingga ke telinga keluarga, dengan diwakili sang bibi, dara muda itu melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian Senin kemarin. Atas laporan yang masuk polisi bergerak cepat dan pelaku berhasil diamankan di rumahnya, Senin malam sekitar pukul 20.00.

Saat diwawancarai, Nayan mengakui semua perbuatannya dan menurutnya sudah berlangsung sejak awal September hingga pertengahan bulan kemarin. Namun ia membantah jika perbuatannya menyetubuhi korban dilakukan dengan paksaan, kata dia itu terjadi karena suka sama suka. "Saya pacaran sama dia, itu kami lakukan karena suka sama suka," jelasnya.

Nayan melanjutkan, bahwa perbuatan itu dilakukan bukan hanya di rumahnya, namun beberapa kali dilakukan di kebun. "Sembilan kali itu harinya beda-beda pak, bukan satu malam saja," cetus dia.

Rabu, 01 Oktober 2014

SR Rudapaksa Gadis Tunawicara Hingga Pingsan


SR  Rudapaksa Gadis Tunawicara Hingga Pingsan
Korban Rudapaksa

KOLAKA UTARA — SR, warga Kabupaten Kolaka Utara, tega memerkosa adik temannya sendiri. Gadis yang menderita tunawicara tersebut diperkosa di rumahnya sendiri hingga pingsan.
Kapolsek Lasusua, Kolaka Utara, Iptu Aswar Anas mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Hal ini bermula ketika pelaku datang ke rumah korban di bawah pengaruh alkohol. Karena berteman, kakak korban pun meminjam motor pelaku untuk digunakan.
Tanpa menaruh curiga sedikit pun, sang kakak pergi dengan motor tersebut. Saat itulah, pelaku memerkosa adik temannya itu.
"Gadis tunawicara yang jadi korban pemerkosaan ini masih berusia 14 tahun dan kini tengah dirawat di RSUD Djafar Harun, Kolaka Utara. Sebut saja nama korban ini bunga. Memang anak ini dipaksa berhubungan intim dan dia sampai pingsan. Kalau pengaruh alkohol bisa jadi juga sebab pelaku ini dalam kondisi mabuk," kata Aswar, Rabu (1/10/2014).
Dia juga menambahkan, aksi pemerkosaan yang dilakukan SR ternyata mengundang perhatian warga sekitar. Sebelum pingsan, korban sempat melakukan perlawanan kepada pelaku hingga ketahuan oleh warga di sekitar rumah.
"Dipergoki oleh warga sekitar. Nah yang lihat kejadian ini lantas memanggil warga lain untuk membekuk pelaku. Akhirnya, pelaku diserahkan kepada polisi," tuturnya.
Untuk itu, kini polisi telah memeriksa dua orang saksi yang melihat kejadian tersebut.
"Kita tetap proses dan pelaku akan dijerat dalam pasal Undang-Undang Perlindungan Anak sebab korban masih berusia 14 tahun. Kasus ini akan terus dilanjuti," pungkas Aswar.

Kakak Beradik Ini Bercinta Setelah Menonton Film “The Notebook”

Mereka mengaku sudah tiga kali melakukan hubungan "incest."

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Polisi di Georgia, Amerika Serikat menangkap Christopher Buckner (20 tahun) dan adik tirinya Timothy Savoy (25 tahun) karena bercinta di  traktor yang diparkir di sebuah gereja.
Pasangan itu mengaku melakukan hubungan sedarah alias incest setelah menyaksikan film romantis The Notebook. Bagi yang belum menyaksikan The Notebook, film yang dibintangi Ryan Gosling ini tidak mempunyai “happy ending.
Polisi menangkap pasangan incest itu setelah menerima laporan dari warga di sekitar gereja. Juru bicara kantor Sheriff lokal, David Ehsanipoor mengungkapkan, polisi langsung melakukan inspeksi ke lokasi pada pukul 4.30.
Ketika melakukan inspeksi tersebut, polisi melihat seorang laki-laki berjalan dengan seorang perempuan. Laki-laki itu mengaku akan mengantarkan perempuan disampingnya itu pulang ke rumah.
Namun, polisi berhasil mengungkap bahwa pasangan yang ternyata kakak beradik itu baru saja bercinta di sebuah traktor yang diparkir di belakang gereja Countryside Baptist. Pasangan itu ditahan dengan dakwaan melakukan hubungan incest dan juga sodomi di penjara di Effingham County. Mereka mengaku sudah tiga kali bercinta.

Selasa, 30 September 2014

Berawal di Facebook dan Iming-iming Uang, Pz Berulangkali Intimi Korban

Berawal di Facebook dan Iming-iming Uang, Pz Berulangkali Intimi Korban
tribunnews batam/thomm
Siswi salah salah satu SMA di Tanjungpinang yang menjadi korban pencabulan Pz, PNS dan mentan ajudan Sekda Kabupaten Lingga, sedang diperiksa di Polsek Bukit Bestari, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (28/9/2014). 
 
TANJUNGPINANG- Pz, mantan ajudan sekretaris daerah kabupaten (Sekdakab) Lingga tidak cuma meminta dilayani oleh siswi salah SMA di Tanjungpinang, di Hotel Nirwana Bintan - Pancur,  Sabtu (27/9/2014) malam. Sebelum itu, keduanya sudah sempat berhubungan badan di sejumlah hotel di Tanjungpinang. "Ternyata Pz dan siswi itu sudah berkenalan sekitar setahun lalu. Mereka juga sudah beberapa kali sempat berhubungan badan di sejumlah hotel di Tanjungpinang. Misalnya, di hotel Laguna dan Bintan Plaza," ungkap Komisaris Polisi (Kompol) Jaswir, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bukit Bestari - Tanjungpinang, Senin (29/9) sore.
Hubungan Pz dan siswi tersebut berawal dari perkenalan keduanya di media sosial facebook. Jaswir menyebutkan, berawal dari facebook, Pz lalu meminta nomor handphone siswi itu dan berkomunikasi secara intens dengannya. Komunikasi keduanya semakin dalam, ketika Pz mulai meyakinkan gadis itu bahwa dirinya masih bujang.
Siswi itu semakin mempercayai Pz yang dikenalnya sebagai konsultan di Lingga. Kepercayaan gadis ini kian memuncak ketika dirinya diperlakukan begitu istimewa oleh Pz. Dia selalu diberi uang dan diyakinkan akan terus dijamin dalam hal ongkos sekolah dan biaya hidup.
"Memang siswi ini selalu diberi uang oleh Pz. Pokoknya dia diiming-imingi dengan uang dan barang-barang. Yah, anak-anak 'kan tentu tergiur dengan iming-iming itu. Anak-anak tidak sama dengan orang dewasa ketika dibujuk dengan uang dan barang-barang," jelas Jaswir lagi.
Namun, hubungan keduanya berangsur retak manakala siswi itu mulai mengetahui bahwa Pz sudah beristri dan bahkan baru saja melahirkan anak pertamanya. Hal ini berawal dari kecurigaan siswi tersebut ketika melihat Pz membeli popok dan pakai anak kecil. Saking ingin tahu, gadis tersebut pun mencari tahu status Pz sebenarnya.
Sang gadis akhirnya mengetahui status Pz yang sudah beristri. Dia kemudian memutuskan hubungan dengan Pz dan menjalin hubungan dengan orang lain. Tidak cuma itu, gadis itu pun memilih tidak mau melayani lagi permintaan Pz saat berada di kamar Hotel Nirwana Bintan.
"Jadi, siswi ini datang ke hotel untuk memutuskan hubungannya dengan Pz. Dia juga mengaku kepada Pz bahwa dirinya pun sudah berpacaran dengan orang lain. Namun, Pz tidak terima. Dia malah memaksa gadis itu untuk melayani nafsuh-nya. Makanya anak tersebut berontak," tegas Kepolsek Bukit Bestari seraya menginformasikan bahwa saat ini Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polsek Bukit Bestari sudah meminta keterangan dari siswi, Pz dan penjaga Hotel  Nirwana Bintan.
Memang Pz sendiri sedang dimintai keterangan di ruang Satreskrim Polsek Bukit Bestari, pada Senin (29/9) sore. Dari informasi yang diperoleh Tribun, pihak Hotel Nirwana Bintan juga dipanggil ke Kantor Polsek Bukit Bestari untuk dimintai keterangan.
"Kami tidak tahu soal kejadian itu. Soalnya kami bertugas untuk shift siang. Managemen hotel tidak ada di sini. Dia dipanggil ke Kantor Polsek Bukit Bestari," ujar seorang resepsionis Hotel Nirwana Bintan, Senin sore.
Selain ditangani pihak kepolisian, kasus ini pun sedang dipantau oleh Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kepri. Rosnawati, seorang komisioner, mengatakan, pihaknya sudah berusaha meminta keterangan dari kedua orang tua korban. Sementara korban sendiri belum bisa dimintai bercerita tentang kasus yang dialami karena terganjal dengan kesibukannya di sekolah.
"Kami sudah meminta keterangan dari kedua orang tuanya. Dari mereka kami akhirnya tahu bahwa selama ini kedua orang tuanya tidak tahu hubungan putri mereka dengan Pz. Memang, putri mereka kerap memberikan keduanya uang. Namun, saat ditanya, sang putri tak berterus terang. Dia mengaku, uang itu diberikan oleh kawannya. Makanya kami belum melihat ada indikasi anak itu dimanfaatkan oleh orang tuanya untuk mencari uang," sebut Rosnawati.
Wanita itu pun menegaskan, kasus tersebut harus ditangani dengan sungguh-sungguh oleh pihak kepolisian. Dia bahkan meminta supaya pelaku pencabulan anak ini diberi sanksi yang berat demi efek penjerahan.
"Kami juga sudah mengingatkan kedua orang tuanya supaya lebih berhati-hati dalam menjaga anaknya. Jangan terlalu memberikan kebebasan kepada anak tanpa ada pengontrolan dari mereka sendiri," timpal Rosnawati lagi. 

Waspada! Ini Kategori Pengidap Pedofilia dari Sudut Pandang Medis

Waspada! Ini Kategori Pengidap Pedofilia dari Sudut Pandang Medis
Tribun Bali/ Net
Ilustrasi Pedofilia 

DENPASAR - Beberapa kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur, atau disebut dengan bahasa psikologisnya, Pedofilia, kerap terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Satu diantaranya Bali.
Kondisi ini pun diakui pakar Seksologi dan Andrologi Universitas Udayana, dr. Made Oka Negara , FI AS, sebagai hal yang sangat menakutkan.
Ia pun merinci, ada beberapa jenis pedofilia yang harus di waspadai. Yakni Pedofilia Primer dan Sekunder. Dan kedua jenis ini kerap menunjukan perilaku yang sangat berbeda-beda.
Pedofil primer, adalah jenis pedofilis yang memang memiliki kelainan gen dan kromoson sejak lahir, dimungkinkan dari gen resesif yang tidak kelihatan.
“Tapi tidak bisa dikatakan absolut, karena faktor keturunan juga sih. Jenis primer ini, biasanya memang menyukai anak-anak, walaupun  disampingnya ada wanita cantik dan seseksi apapun, tetap tidak mengubah ketertarikannya pada anak kecil,” ujarnya kepada Tribun Bali, di Fakultas Kedokteran, Unud, Senin (29/9/2014).
Sementara itu, untuk pedofilis jenis sekunder, biasanya lebih kepada tekanan seseorang terhadap trauma yang pernah dialaminya pada masa silam.
“Mungkin dia kesepian, atau pernah menjadi korban, jika penanganannya tidak baik, maka korban ini juga bisa menjadi pelaku dikemudian harinya,” ungkapnya.
Sementara itu, menurut dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Teddy Hidayat sebagaimana dilansir hellodoctor.com, Pedofilia didefinisikan sebagai gangguan kejiwaan pada orang dewasa atau remaja yang telah mulai dewasa (usia 16 tahun ke atas), yang biasanya ditandai dengan suatu kepentingan seksual primer atau eksklusif pada anak prapuber (umumnya usia 13 tahun ke bawah, walaupun masa pubertas dapat bervariasi).
Anak harus minimal berusia lima tahun lebih muda dalam kasus pedofilia remaja (16 tahun ke atas) baru dapat diklasifikasikan sebagai pedofilia.
Ia pun mengategorikan tiga jenis Pedofilia. Yang pertama, adalah Immature Pedophiles. Menurut Teddy, pengidap Immature Pedophiles cenderung melakukan pendekatan kepada targetnya yang masih anak-anak di bawah umur. Misalnya dengan cara mengiming-imingi korban dengan hal-hal menyenangkan seperti permen, uang jajan atau permainan.
Tipe yang kedua adalah Regressed Pedophiles. Pemilik kelainan seksual ini biasanya memiliki istri sebagai kedok penyimpangan orientasi seksualnya. Tak jarang pasangan ini memiliki masalah seksual dalam rumah tangga mereka. Menurut beliau, dalam beroperasi, tipe ini langsung main paksa terhadap korbannya, tanpa ada iming-iming tertentu.
Tipe yang terakhir, menurut Teddy, lebih agresif. Karena sifatnya itu, pengidap kelainan ini diberi nama Agressive Pedophiles. Orang tipe ini rata-rata memiliki perilaku anti-sosial di lingkungannya. Tipe ini biasanya memiliki keinginan untuk menyerang korbannya, bahkan tidak jarang berpotensi membunuh korbannya setelah dinikmati.

"Tak Dapat Barang Beharga, Istri Saya Diperkosa Perampok hingga Pingsan"


danoegraphy.wordpress.com
Ilustrasi korban perkosaan
 
BATURAJA - YT (19) warga Kampung V Talang Lekis Desa Banuayu, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), provinsi Sumatera Selatan, masih terlihat lemas, Senin (29/9/2014).Ia baru saja menjadi korban perampokan perampok bertopeng. Akibat peristiwa itu bukan hanya harta bendanya di bawa kabur kawanan perampok. Bahkan ia diperkosa hingga pingsan.
Menurut informasi yang diterima Tribunsumsel.com (Tribunnewsw.com Network), peristiwa itu dilaporkan suami korban, ED, ke Polres OKU.
Di hadapan polisi ia melaporkan, kejadian bermula ketika dirinya pulang dari Lampung ke pondok miliknya dikawasan Kampung V Talang Lekis Desa Banuayu Kec Lubuk Batang OKU, untuk melihat istrinya. Dimana saat itu istrinya ia tinggal sendirian di pondok tersebut.
ED mengaku kaget sesampainya di pondok. Sang istri menceritakan kejadian naas telah diterima. Saat itu (26/9/2014) , YT sedang tertidur pulas di dalam pondok. Sekitar pukul 21.00 WIB pintu pondok didobrak empat pelaku perampokan bertopeng.
"Memang kalau malem sepi pondok. Waktu itu kata istriku, pintu keadaan terbuka. Menyadari hal itu istri saya mengecek pintu.
Dan tiba-tiba dicekik oleh satu dari empat pelaku. Sementara tiga lainnya, menggeledah rumah mencari barang berharga. Semua pelaku mengenakan topeng.
Mungkin tidak dapet barang beharga di pondok tu, sehingga istri saya diperkosa perampok hingga pingsan," terangnya.

Digerebek, Mahasiswa Itu Buru-buru Pakai Celana, Si Mahasiswi Pakai Selimut


Digerebek, Mahasiswa Itu Buru-buru Pakai Celana, Si Mahasiswi Pakai Selimut
ist
Ilustrasi

MADIUN - Sepasang mahasiswa yang diduga bermesum ria di dalam kamar kos di JL Serayu Timur Nomor 3, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun digrebeg warga, Senin (29/9/2014) dini hari.
Ini menyusul, pasangan mesum kalangan mahasiswa itu, tak kunjung keluar kamar sejak masuk ke dalam kamar perempuan sejak, Minggu (28/9/2014) pukul 22.30 WIB hingga Senin (29/9/2014), 01.00 WIB atau selama kurang lebih 4 jam.
Sepasang pemuda mesum itu adalah BCN warga JL Trimulyo, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun dan Ap yang merupakan salah satu mahasiswa Politeknik Negeri Madiun.
Keduanya kedapatan bergumul di dalam kamar kos perempuan si Ap itu.
Bahkan, keduanya tampak tengah terburu-buru mengenakan pakaian saat Yohanes Utomo yang tak lain pemilik rumah kos itu, memeriksa satu per satu kamar yang disewakannya, Senin (29/9/2014) dini hari.
Pemilik rumah kos, Yohanes Utomo mengatakan malam itu dirinya diberitahu warga, jika di dalam kos ada
seorang cowok yang menyelinap masuk dalam kamar kos Ap itu.
Usai mendapatkan laporan itu, Yohanes melakukan pemeriksaan satu per satu kamar kos di rumahnya itu.
"Sebenarnya saya sudah tidur. Tetapi, beberapa warga yang biasa cangkrukan diluar membangunkan saya. Mereka memberitahu  ada laki-laki yang masuk ke kamar kos. Saat saya periksa, ada laki-laki baru mau menggunakan celana dan yang perempuan menutup tubuhnya menggunakan selimut," terangnya kepada Surya, Senin (29/9/2014) dini hari.
Keterangan itu diperkuat keterangan warga lain yang ikut melaksanakan penggerebekan itu yakni Sunarko.
Menurutnya, laki-laki tersebut sudah sekitar tiga jam masuk ke dalam kamar kos pasangan perempuannya. Meski diintai warga tak kunjung keluar dari dalam kamar kos itu.
"Laki-laki itu sekitar jam setengah sebelas (22.30 WIB) sudah masuk kos berboncengan. Sampai dini hari kok nggak keluar kamar, akhirnya warga membangunkan pemilik kos dan mengrebek laki-laki itu," tegasnya.
Sementara untuk mengamankan pasangan mahasiswa mesum itu dari amukan warga, akhirnya pemilik kos dan beberapa warga menghubungi petugas Polsek Taman.
Tak berselang lama, pasangan mesum mahasiswa tersebut segera diamankan Polsek Taman untuk diproses dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Bagaimana Bunga Bisa Terjebak dengan Pz? Baca Pengakuan Ayah Korban


Bagaimana Bunga Bisa Terjebak dengan Pz? Baca Pengakuan Ayah Korban
tribunnews batam/thomm
Siswi salah salah satu SMA di Tanjungpinang yang menjadi korban pencabulan Pz, PNS dan mentan ajudan Sekda Kabupaten Lingga, sedang diperiksa di Polsek Bukit Bestari, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (28/9/2014). 
 
TANJUNGPINANG- Dari ayah korban pelecehan Pz, diketahui cerita bagaimana Bunga, bukan nama sebenarnya, siswi kelas 2 SMA di Tanjungpinang  itu bisa jatuh ke tangan pelaku. Saat ditemui Bintannews di Mapolsek Bukit Bestari, Tanjungpinang, Minggu (28/9/2014), ayah korban yang ketika itu berbaju kotak-kotak tampak lebih kuat dan tenang, ketimbang istrinya yang terlihat sangat terpukul dan hanya diam.
Ayah korban menceritakan selama ini, dia (Pz) dan anaknya hanya berkenalan lewat handphone saja. Mereka belum pernah bertemu.
"Mereka hanya saling telepon dan kirim pesan singkat lewat handphone (sms)," ungkap pria itu.
Perkenalan Pz dengan putrinya berlangsung sekitar setahun terakhir. Kepada anak gadis ini, Pz sempat menyebutkan identitas diri dan pekerjaannya. Namun, identitas yang disebutkannya itu kadang berbeda-beda dan tidak sesuai kenyataan.

"Kepada anak saya dia mengatakan masih bujang. Pernah dia mengaku bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri di Batu 8. Tapi setelah itu, dia menyebutkan dirinya konsultan," cerita ayah anak itu.

Perkenalan kedua lewat handphone cukup mempengaruhi siswi ini. Sampai pada Sabtu (27/9), si gadis lalu diajak Pz datang ke Hotel Bintan Nirwana. Ajakan itu pun disampaikan melalui sms.

Si gadis tersebut menuruti apa yang diminta Pz. Dia lalu datang ke hotel yang dimaksud setelah meminta izin pada ibunya.

"Kami memang tinggal di Batu 13 arah. Tapi saya jual air di Tanjungpinang. Makanya kami kontrak kamar di Gang Pelita, Bukit cermin. Siang hari kami kumpul di situ. Waktu malam baru kami pulang ke rumah," cerita sang ayah.

"Jadi, tadi sekitar pukul 17.30 WIB, anak saya minta ibunya untuk keluar rumah sebentar. Katanya mau jalan-jalan dengan motor. Makanya dia keluar dari rumah kontrak kami ke hotel tersebut dengan jalan kaki," tambah ayah anak itu lagi.

Setelah sampai di hotel, Bunga mengirim sms kepada ibunya bahwa dia berada di kamar hotel Bintan Nirwana. Sang ibu pun langsung datang dan menuju ke kamar hotel seperti yang ditulus putrinya dalam pesan singkat itu.

"Istri saya sendiri saja datang ke hotel. Saya masih bekerja waktu itu. Dia pun datang dan tanyakan pada orang hotel. Tapi orang hotel tak mau kasih tahu. Dia akhirnya dengar suara anak saya berteriak dari dalam kamar. Tanpa tunggu lama, istri saya menuju kamar itu dan langsung mendobrak pintu kamar. Ini lihat bajunya sampai robek," cerita ayah anak ini.

Mendengar cerita suaminya, wanita berbaju kaos putih itu hanya bergeming saja. Dia tak menunjukkan ekspresi bangga atau senang karena sudah menyelamatkan anaknya. Dia tetap diam dan tidak menunjukkan eskpresi apa-apa sampai ketiganya kembali lagi ke rumah.

Pelaku Paksa Buka Baju Siswi Kelas 2 SMA Tanjungpinang


Pelaku Paksa Buka Baju Siswi Kelas 2 SMA Tanjungpinang
tribunnews batam/thomm
Siswi SMA di Tanjungpinang yang menjadi korban pencabulan Pz, PNS dan mentan ajudan Sekda Kabupaten Lingga, sedang diperiksa di Polsek Bukit Bestari, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (28/9/2014). 
 
TANJUNGPINANG- Seorang siswi kelas 2 pada salah salah satu SMA di Tanjungpinang, sebut saja Bunga, nyaris dicabuli di sebuah kamar Hotel Bintan Nirwana, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (27/9/2014) malam. Ironisnya, dia justru hendak dicabuli oleh Pz, mantan ajudan sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Lingga.
Aksi bejat Pz ini akhirnya terkuak ketika siswi itu memberitahukan kepada kedua orang tuanya tentang kejadian yang tengah menimpahnya. Dari kamar hotel dia mengirimkan pesan singkat kepada ibunya terkait keberadaannya. Dia pun meminta ibunya untuk segera datang menjemputnya.
Sang ibu pun datang dan menjemput anaknya di kamar hotel tersebut. Bersama anggota keluarga, mereka lalu membawa siswi ini ke Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Bestari Tanjungpinang dan mendampinginya membuat laporan.
"Dari cerita si gadis itu diketahui bahwa Pz ini mengirimkan pesan singkat memintanya datang ke hotel Bintan Nirwana kamar sekian. Si gadis itu pun datang. Setelah dia sampai di dalam kamar hotel, Pz lalu menutup pintu. Di situlah dia berusaha mencabuli anak ini," cerita salah seorang anggota keluarga korban ketika ditemui di Kantor Polsek Bukit Bestari.
Dia menambahkan, Pz sendiri sudah membuka bajunya saat itu . Dia juga berusaha membuka pakaian siswi tersebut. Namun, aksinya ini dilawan oleh sang gadis. Dia meronta-ronta dan berteriak meminta tolong kendatipun suara teriakannya tidak digubris oleh para penjaga hotel.  Dia baru berhasil keluar dari kamar hotel setelah dijemput ibunya yang datang ke hotel sesudah pesan singkat yang dikirim anaknya.
"Kata anak itu, Pz sudah buka baju. Dia juga sempat koyak baju anak itu. Tapi sang anak memberontak. Saya heran, para penjaga hotel bisa tak dengar suara teriakan minta tolong. Dia baru ditolong ibunya yang datang dan mendobrak kamar hotel setelah terima pesan singkat anaknya. Dari situ, sang ibu langsung menceritakan kejadian itu kepada keluarga dan kami pun datang ke Kantor Polsek ini untuk membuat laporan," timpal anggota keluarga itu lagi.
Setelah menerima laporan, polisi langsung menjemput Pz dari kamar hotel. Dia lalu dimintai keterangan terkait ulah bejat yang sudah diperbuatnya di dalam kamar hotel. Dia kemudian ditahan di sel Polsek Bukit Bestari untuk pemeriksaan selanjutnya.
Pz tampak berpostur tegap dan berbadan gempal. Rambutnya dipotong pendek. Dari informasi yang diperoleh Bintannews, dia adalah mantan ajudan  sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Lingga. Dia juga adalah lulusan Institute Pegawai Dalam Negeri (IPDN).
"Dia itu 'kan mantan ajudan Sekda Kabupaten Lingga. Dia juga adalah lulusan IPDN. Saya dapat informasi itu dari anggota buru sergap (Buser) di dalam mobil saat sama-sama membawa anak ini ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri untuk diperiksa," ungkap anggota keluarga korban lainnya.

Jumat, 26 September 2014

Siswi SMP Disekap & Diperkosa Tukang Las



Cinta (nama samaran), siswi kelas 3 salah satu SMP di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan oleh kekasihnya GY (25).

Informasi dihimpun di polsek Sunggal, Kamis (25/9/2014), GY dan Cinta (14) baru satu bulan berpacaran. Kejadian penyekapan dan pemerkosaan itu terjadi pada Juni 2014 lalu. Bermula saat GY yang berprofesi sebagai tukang las menunggu Cinta pulang dari sekolahnya.

Awalnya, GY membawa Cinta keliling Medan dan makan di seputaran Millenium Plaza. Setelah sore hari, GY bukan mengantarkan Cinta ke rumahnya, dia beralasan akan mengantarkan Cinta apabila Cinta mau mengikuti ke rumahnya.

Namun, di dalam rumah itu, GY merayu Cinta untuk mau bersetubuh dengannya. Cinta yang masih polos dengan rayuan gombal GY tunduk memenuhu permintaan GY.

Usai menyetubuhi Cinta, GY bukannya mengatarkan Cinta pulang ke rumah. GY dengan seribu alasan menyuruh cinta untuk tinggal bersamanya beberapa jam.

Akan tetapi, Cinta yang takut akan dicari oleh orangtuanya memaksa agar diantarkan pulang. GY yang sedikit emosi pun langsung mengurung Cinta di dalam kamar. Di sana, mereka kembali berhubungan badan hingga keesokan harinya.

Benar dugaan Cinta, ayah dan ibunya sibuk mencari dan menghubungi Cinta, tapi tak bisa lantaran ponsel yang dipegang Cinta mati.

Setelah pulang ke rumah, Cinta pun diberondong pertanyaan oleh orang tuanya. Setelah didesak, akhirnya Cinta menceritakan apa yang dialaminya dalam satu hari itu.

Bagai disambar petir, ayah Cinta pun mencak-mencak emosi dan memaksa Cinta untuk membawanya kepada GY dan meminta pertanggungjawaban. Setelah bertemu dengan orang tua Cinta, GY mengaku bertanggungjawab atas perbuatannya yang dilakukan kepada Cinta.

Cinta yang ditemui di polsek Sunggal menceritakan, selama 3 bulan mereka menunggu itikad baik dari GY tapi tak direalisasikan. Walaupun, GY tidak meninggalkan Cinta tapi GY enggan untuk melakukan itikad yang diminta keluarga Cinta.

"Aku disekap di dalam kamar. Di situ aku diperkosa. Sudah kubilang jangan, tapi tetap dia melakukannya. Selama tiga bulan ini, kami menunggu itikad baik dari GY tapi tak dilakukan," kata Cinta polos di Polsek Sunggal.

Masih kata Cinta, belakangan ini dia mengetahui, bahwa pria yang mengaku lajang dan masih 25 tahun itu sudah memiliki istri dan anak. Hal itu diketahuinya, setelah dia bertemu dengan temannya yang juga teman GY. "Mendengar itu aku sangat terkejut. Katanya (GY) masih lajang dan umur 25 tahun. Rupanya sudah punya anak dan istri," terangnya.

Kanit Reskrim Iptu Adhie membenarkan adanya laporan itu. "Laporannya sudah diterima. Kita sedang periksa saksi-saksinya," kata Adhie.

Berkedok Latihan Renang, Guru Olahraga Cabuli 16 Siswi SD

Mereka diancam dengan nilai buruk apabila melaporkan sang guru.

Ilustrasi kekerasan seksual pada anak
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak (VIVAnews/Joseph Angkasa)
Sedikitnya 16 siswa kelas VI SD Inpres Perumpanas 1 Kupang, Nusa Tenggara Timur, diduga telah menjadi korban pelecehan seksual seorang guru mata pelajaran Pendidikan Kesehatan Jasmani.

Berkedok latihan renang untuk pelajaran ekstrakurikuler, guru olahraga yang telah memiliki anak dan istri itu malah memegang dan meremas payudara para siswa saat berada di dalam kolam renang.

Akhirnya, berdasarkan laporan salah seorang siswa yang menjadi korban, Yulius Weni, sang guru olahraga, ditangkap jajaran petugas Polsekta Kelapa Lima, Kupang, NTT, Kamis 25 September 2014, di SD Inpres Perumnas 1. 

Kedatangan polisi ke SD Inpres Perumnas 1 pagi tadi selain mengamankan Yulius, juga untuk mengambil keterangan sedikitnya 16 orang siswa perempuan kelas VI sekolah tersebut.

Satu per satu siswa dikumpulkan dan diambil keterangan terkait laporan pelecehan seksual yang terjadi. Mereka mengakui bahwa guru olahraganya telah memegang dan meremas payudara para siswa saat sedang melatih mereka renang.

Melati, salah seorang siswa yang disamarkan namanya, mengatakan bahwa saat itu pelajaran ekstrakurikuler. Sehingga para siswa diwajibkan mengikuti latihan renang di salah satu kolam renang yang disewakan.

Saat berada di dalam kolam renang, guru tersebut berdalih memegang dan menahan tubuh siswa agar tidak tenggelam. Namun, tangan sang guru justru berpindah ke bagian dada para siswa dan meremasnya.

Senada dengan Melati, siswa lainnya, Mawar, juga mengungkapkan pengakuan yang sama. Ia mengatakan, saat para siswa memprotes aksi tercela itu, sang guru malah mengancam akan memberikan nilai buruk pada mereka.

Guru bejat itu bahkan juga pernah menunjukkan alat kelaminnya kepada para siswa perempuan. Saat para siswa marah, ia malah tersenyum.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, ke-16 orang siswa itu langsung dibawa ke Mapolsekta Kelapa Lima untuk dimintai keterangan dan dibuatkan berita acara.

Mau Bimbingan Skripsi, Mahasiswi Ini Malah Dilecehkan Dosennya


Mau Bimbingan Skripsi, Mahasiswi Ini Malah Dilecehkan Dosennya
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

PALEMBANG - Perbuatan mesum diduga dilakukan oknum dosen salah satu kampus swasta ternama di Palembang, Sumatera Selatan, memang sungguh keterlaluan.
Korbannya adalah seorang mahasiswi yang diketahui tinggal di Jalan A Yani, Lorong Silaberanti Gang I, Kecamatan Plaju, Palembang. Gadis tersebut mengaku dilecehkan seksual oleh dosennya. Korban pun melaporkan ulah sang dosen ke Polresta Palembang, Selasa (23/9/2014) sekitar pukul 23.20 WIB.
Di hadapan petugas, mahasiswi semester akhir jurusan Sendratasik tersebut menuturkan, perbuatan tidak pantas dilakukan seorang oknum dosennya berinisial Sp terjadi pada Rabu (10/9/2014) sekitar pukul 19.00, di kantor Kwarda, tepatnya di belakang Pusat Perbelanjaan Palembang Square.
Awalnya saat itu korban ingin bertemu pelaku sebagai dosen pembimbing I, untuk bimbingan skripsi. Saat ditelepon, pelaku mengatakan sibuk, kemudian mengatakan untuk menemuinya saja di indekos pelaku. Korban yang memang butuh bimbingan itu akhirnya bertemu dengan pelaku di sana.
Mengawali pertemuan dengan membicarakan skripsi, tidak disangka tiba-tiba oknum dosen langsung memegang bahu korban, lalu bertindak asusila terhadap mahasiswi bimbingannya itu.
Tidak mengira sang dosen senior akan bertindak kurang ajar, korban sempat menepis untuk menolak keinginan pelaku. Nah, saat akan memeluk, spontan korban berontak. Menghindari tindakan tidak diinginkan, korban langsung kabur meninggalkan sang dosen pembimbing itu.
Sementara itu, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Rekrim Kompol Suryadi didampingi Kanit PPA Ipda Imelda Rachmat SH menegaskan, pihaknya telah menerima pengaduan korban selaku mahasiswi yang diduga telah diperlakukan secara tidak senonoh oleh dosen pembimbing skripsinya.
“Keterangan korban sudah kita proses, sedangkan kepada terlapor segera kita periksa, dan kita panggil," ungkapnya.

Siswa SMP Cabuli Adik Kandung dan Dua Siswi SD

Pelaku mengaku dipaksa melakukan itu oleh temannya yang lebih dewasa.

Siswa SMP cabuli adik kandung dan dua bocah SD. (Foto ilustrasi)
Siswa SMP cabuli adik kandung dan dua bocah SD. (Foto ilustrasi) (VIVAnews/Joseph Angkasa)
Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sukabumi harus berurusan dengan Kepolisian karena melakukan pencabulan terhadap tiga siswi yang masih duduk di kelas dua Sekolah Dasar (SD). Bahkan, salah satu korban merupakan adik kandungnya sendiri.

Pelaku mengaku melakukan perbuatan itu karena dipaksa tetangganya yang duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA).

Perbuatan pelaku terjadi Juni 2014. Ketika itu, pelaku sedang bermain dengan sang adik di sekitar rumah. Kemudian, pelaku dan adiknya diajak tetangganya yang sudah dewasa ke rumah kosong tak jauh dari rumah.

"Saya baru pulang nyubuh dengan adik, tiba-tiba ada beberapa orang tetangga yang usianya lebih tua dari saya mengajak main ke rumah kosong tak jauh dari rumah. Saat itu saya langsung disuruh melorotin celana, dan adik saya mereka pegangi dengan posisi nungging dan celananya juga sudah dilepas," ujar pelaku di Rumah Aman Dinas Sosial Sukabumi, Kamis 25 September 2014.

Pelaku kemudian disuruh melakukan perbuatan asusila terhadap adiknya. Setelah kejadian itu, pelaku mengaku ketagihan dan mengulangi perbuatan serupa beberapa kali. Perbuatan itu dilakukan terhadap teman sepermainan adiknya.

"Saya lakukan itu ke teman-teman adik saya," kata dia.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Sukabumi Brigadir Agus Nugroho mengatakan akan terus mengembangkan kasus ini dengan seksama, karena tidak menutup kemungkinan korban akan bertambah.

"Karena pelaku masih berusia 15 tahun, petugas tidak menahannya di sel tahanan. Melainkan di Rumah Aman milik Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi. Dalam melaksanakan semua proses kita akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial, termasuk merehabilitasi kejiwaan tersangka yang diduga ada kelainan," Agus menjelaskan.

Rabu, 24 September 2014

Usai Kencan Semalaman, ABG Ini Pura-Pura Diculik



Karena takut dimarahi usai kencan semalaman bersama sang pacar, seorang siswi kelas 2 MTs (setingkat SMP) di Probolinggo memilih berpura-pura menjadi korban penculikan.

R (15) mengirim pesan singkat kepada orangtuanya bahwa dia disekap di sebuah gudang kosong. Setelah itu, ponsel korban tidak dapat dihubungi. Ibunda R pun sempat pingsan mendapat kabar buruk tersebut.

Mereka kemudian melaporkan hal itu kepada polisi. Orangtua R juga menceritakan bahwa korban sebelumnya berpamitan hendak ke warnet. Namun tiba-tiba menghilang sejak Senen siang.

Polisi yang mendapat laporan kemudian mendatangi TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Berbekal keterangan saksi dan pelacak signal, kemudian diketahui R masih berada di perumahan Asabri Probolinggo.

Dari temuan ini, polisi curiga karena alat tracking mengarah mendekati rumah korban. Polisi pun langsung menyergap R dan membawanya ke Mapolres Probolinggo Kota untuk dimintai keterangan.

Benar saja, kepada polisi mengakui tidak menjadi korban penculikan. Namun berkencan semalaman dengan pacarnya dan lupa pulang. Karena takut R merekayasa kasus penculikan.

Guru SD Dicokok Usai Setubuhi Murid di UKS

Guru SD Dicokok Usai Setubuhi Murid di UKS
Kompas.com
Syamsu (45) tengah menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Bone, Sulawesi Selatan setelah menyetubuhi muridnya. Selasa, (23/09/2014). 


BONE — Petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Bone meringkus Syamsu (45), seorang guru SD tersangka pencabulan terhadap siswinya di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Selasa (23/9/2014).
Syamsu diciduk dari rumahnya sekitar pukul 15.00 Wita dan langsung ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Bone.
Kepala Satuan Reskrim Polres Bone Ajun Komisaris Polisi Andi Asdar mengatakan, Syamsu ditangkap petugas di perumahan guru yang ada di lingkungan sekolah tersebut. Saat diamankan, pelaku tidak melakukan perlawanan.
"Langsung dibawa ke Polres untuk diperiksa lebih jauh. Penjemputan itu karena sudah cukup bukti terkait aksi yang dilakukannya kepada korban," kata Andi Asdar.
Mantan Kapolsek Majauleng Wajo ini menjelaskan, pihaknya juga telah menetapkan Syamsu sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Hal itu didukung oleh sejumlah alat bukti yang didapatkan tim penyidik, baik berupa visum maupun keterangan dari rekan korban yang melaporkan kasus persetubuhan tersebut.
"Karena bukti sudah cukup, Syamsu dinaikkan statusnya menjadi tersangka dan tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak di Bawah Umur dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara," terang Andi Asdar.
Sementara itu, perwakilan sekolah tempat Syamsu mengajar hingga kini masih tertutup, belum memberikan keterangan terkait kasus asusila itu. Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Bone pun belum bersedia memberikan komentar.
Sebelumnya Syamsu dilaporkan muridnya dengan dugaan mencabuli dan menyetubuhi siswinya sebanyak dua kali, yakni pada tahun 2013 serta pada September 2014 di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Tak kuasa menahan rasa malu setelah kejadian yang dialaminya itu, korban pun menceritakan ke orangtuanya. Korban dan orangtuanya langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Bone dan didampingi oleh Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bone pada Rabu (17/9/2014) lalu.