Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Jumat, 10 Oktober 2014

Tak Ada Guru, Pelajar SMPN Ini Ramai-ramai Tonton Film Porno di Kelas


Tak Ada Guru, Pelajar SMPN Ini Ramai-ramai Tonton Film Porno di Kelas
Ilustrasi film porno
 
TANJUNGPINANG - Ramai-ramai menonton film porno di dalam kelas sudah menjadi kebiasaan siswa kelas VII di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Tanjungpinang, provinsi Kepulauan Riau (Kepri).Hal itulah yang diungkapkan salah satu siswi, sebut saja Nana, di kelas tersebut kepada Tribun Batam, belum lama ini. Fajar mengatakan, aksi teman-teman sekelasnya itu dilakukan ketika tidak ada guru di dalam kelas.
Ketiadaan guru di kelas bukannya digunakan untuk mengulang mata pelajaran, melainkan menonton adegan mesum dalam film-film porno yang sudah tersimpan di handphone sebagian siswa.
"Kawan-kawan itu selalu menonton film porno dari handphone saat guru tak masuk mengajar. Mereka ramai-ramai menonton," ungkap Nana.
Siswi ini mengakui bahwa seluruh siswa kelas VII D berjumlah 42 orang. Dari jumlah itu, cuma dua orang sajalah yang dengan sadar tidak melibatkan diri dalam aksi ramai-ramai menonton film porno tersebut.
Namun sayang, keduanya justru dijadikan bahan cemoohan kawan-kawan yang lain. Mereka bahkan memperlakukan keduanya dengan kasar karena dianggap sok suci.
"Kami ada 42 siswa. Cuma saya dan ada seorang kawan yang tidak mau menonton. Tapi kami selalu diperlakukan kasar. Mereka semua menonton, laki-laki dan perempuan. Setelah menonton, kadang-kadang ada kawan laki-laki mulai kejar kawan-kawan perempuan untuk peluk mereka," ungkap siswi itu dengan polos.
Aksi tonton film porno dan perlakuan kasar itu membuat siswi yang tinggal di jalan Haji Ungar ini risih untuk berada di dalam kelas.
Dia selalu menunjukkan raut muka masam setiap kali pulang dari sekolah. Sesampai di rumah, dia lebih memilih masuk ke dalam kamar dan menyendiri tanpa pernah menceritakan masalah ini kepada kedua orang tuanya.
Perubahan sikap putrinya itu membuat heran kedua orangnya. Mereka berusaha menanyakan masalah yang tengah dihadapi anaknya.
Awalnya, sang anak tak mau berterus terang kepada kedua orang tuanya. Namun akhirnya dia mengaku bahwa dia merasa risih berangkat ke sekolah dan berada di dalam kelas karena merasa tertekan dengan ulah kawan-kawannya itu.
"Kami pun heran, setiap kali pulang sekolah, muka anak kami ini selalu masam. Dia lalu masuk ke dalam kamar dan diam di dalam. Disuruh makan dia tak mau makan. Kalau kami tanya, dia malah diam. Dia juga pernah tak mau pergi ke sekolah. Setelah kami coba tanya baik-baik baru dia mau jujur," keluh pria dan wanita yang setiap hari bekerja sebagai pedagang gurem ini.
Kedua orang tua itu memang geram mendengar cerita sang anak. Mereka juga cemas akan hal-hal buruk yang bisa saja terjadi pada putrinya. Namun, keduanya tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka tidak mempunyai keberanian untuk melaporkan masalah tersebut kepada pihak sekolah karena takut putri mereka diperlakukan lebih kasar lagi.
"Kami hanya berharap semoga masalah ini bisa diperhatikan oleh pihak sekolah. Kami sudah susah payah bekerja untuk menyekolahkan dia. Kami ingin dia bisa belajar dan menjadi anak baik. Kalau terus begini, anak kami bisa ikut terpengaruh," ungkap ibunya saat ditemui di kedai miliknya, di jalan Haji Ungar tersebut.
Permasalahan yang terjadi di SMPN ini sempat membuat Dadang AG, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang terkejut. Dadang lalu memerintahkan para pengawas sekolah untuk meninjau ke sekolah yang terletak di daerah Sungai Jang tersebut. Dadang mengaku baru akan mengeluarkan kebijakan setelah mendapatkan laporan dari para pengawasnya.
"Saya sudah suruh pengawas sekolah turun ke sekolah itu. Saya belum terima laporan dari mereka. Setelah terima laporan baru saya bisa mengambil langkah selanjutnya," ungkap Dadang ketika dimintai tanggapan.

Ketahuan Mesum, Mahasiswa Ini Pilih Sembunyi di Kolong Ranjang


Ketahuan Mesum, Mahasiswa Ini Pilih Sembunyi di Kolong Ranjang
ilustrasi

POLEWALI MANDAR - Aparat Satpol PP dibantu petugas Kodim dan warga menggelar razia ke sejumlah tempat kos yang diduga kerap dijadikan tempat mesum di Kelurahan Manding, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Rabu (8/10/2014) malam
Dalam razia ini, mereka memergoki sepasang mahasiswa yang diduga melakukan perbuatan mesum di dalam kos.
Awalnya, pasangan mahasiswa dari perguruan tinggi di Sulbar itu hendak mengelabui petugas.
Sebab, ketika pintu kamar kos dibuka, hanya terlihat satu orang mahasiswi. Aparat pun menggeledah wc di kamar itu, dan juga kolong ranjang.
Di kolong ranjang itulah ditemukan seorang pemuda tengah tidur terlentang sambil menutupi wajahnya dengan selimut.
Tanpa perlawanan, keduanya pun digiring petugas ke Kantor Satpol PP untuk mendapatkan pembinaan.
Kecurigaan petugas dipicu temuan sandal pria dan juga motor di depan salah satu kamar kos putri itu.
Saat digiring petugas, pasangan ini terlihat malu dan menjadi pusat perhatian warga dan penghuni kos lainnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Polewali Mandar, Amujib menyebutkan, keduanya akan dibebaskan jika sudah dijemput pihak keluarga.
“Karena dinilai melakukan perbuatan asusila kedua mahasiswa ini kita giring untuk diberi pembinaan. Kita berharap bisa membuat efek jera. Dan keduanya baru dibebaskan setelah dijemput keluraga masing-masing,” ujar Amujib.

Siswa Kelas 2 SMP Rekam Adegan Mesum dengan Pacarnya


Siswa Kelas 2 SMP Rekam Adegan Mesum dengan Pacarnya
NET
Ilustrasi

BOGOR - Kabupaten Bogor lagi-lagi digemparkan dengan Kasus video mesum yang melibatkan pelajar. Dalam video yang berdurasi sekitar 4 menit itu, pelaku perempuannya adalah salah satu siswi SMP negeri di Bogor.
Dari informasi yang berkembang, pelaku perempuan dalam video itu berinisial NM (13), siswi kelas 2 SMP. Sementara itu, pelaku prianya tak dikenal. Video itu sudah beredar sejak sebulan lalu.
Kepala SMP tempat NM belajar, Agus Nanan, ketika ditemui Kompas.com di sekolah, membenarkan hal tersebut. Namun, ia enggan menjelaskan kronologi beredarnya video mesum yang melibatkan anak didiknya itu.
"Saya tahu masalah ini dari guru-guru di sini karena saya sendiri baru hari ini serah terima jabatan menjadi kepala sekolah di sekolah ini. Jadi, kalau ditanya soal kronologinya, jujur saya tidak tahu," kata Agus, Rabu (8/10/2014).
Ia juga menjelaskan, terkait kasus ini, pihak sekolah berencana akan memberikan arahan dan motivasi kepada NM karena dia adalah korban.
"Secara instansi, kami selaku pihak sekolah akan memberikan motivasi dan bimbingan agar psikologisnya tidak terganggu," ucap Agus.
Sementara itu, pembina OSIS SMP tersebut, Ceceng Slamet, mengakui sempat melihat video itu.
"Iya, saya sempat melihat rekaman video itu. Kalau dilihat dari gambarnya, video itu direkam oleh handphone pelaku prianya," tuturnya.
Ceceng menambahkan, ia bersama beberapa guru yang lain sudah bertemu dan membahas masalah ini dengan keluarga NM.
"Kalau dari keterangan NM, yang pertama kali menyebarkan video itu adalah kakak kelasnya yang berinisial EY," ujar Ceceng.
RN (15), teman korban, juga sempat melihat video itu yang didapatnya dari salah satu temannya.
"Video itu saya sempat lihat, tapi cuma sebentar. Ia (NM, red) benar teman saya satu sekolah. Tapi, saya tidak mengenal siapa laki-laki dalam video itu," ungkapnya.

Kamis, 09 Oktober 2014

Remaja Putri Pekanbaru Ini Cabuli Bocah Sesama Jenis di Rumahnya

Remaja Putri Pekanbaru Ini Cabuli Bocah Sesama Jenis di Rumahnya
NET
Ilustrasi

 PEKANBARU - Seorang remaja putri dengan inisial Vi (21), warga Jalan Teratai, Pekanbaru, Selasa (7/10) dilaporkan ke polisi atas tuduhan  pelecehan seksual sejenis terhadap anak gadis di bawah umur inisial Nd. Pelecehan seksual itu dilakukan Vi terhadap Nd di rumahnya.
Informasi yang dirangkum, pelecehan seksual itu pertama sekali diketahui An, abang korban yang langsung melaporkan pelaku ke kantor polisi.
Menurut penuturan An dalam laporannya, adiknya Nd sempat meninggalkan rumah sekitar 67 hari. Pada Selasa (7/10/2014) ternyata An menemui Nd sudah berada di rumah.
An menanyakan kepada korban ke mana saja korban selama 67 hari tidak pulang ke rumah. Awalnya Nd enggan menceritakan apa yang telah dialaminya. Setelah terus didesak akhirnya Nd menceritakan apa yang telah dialaminya kepada abangnya itu.
Saat itu Nd mengaku, dirinya menginap di rumah Vn. Di rumah itulah Vn melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya. Nd langsung emosi dan pergi menemui Vn. Kepada Nd akhirnya Vn mengakui kebenaran cerita korban tersebut.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (9/10/2014) membenarkan ada laporan pelecehan seksual terhadap anak gadis di bawah umur itu.
"Laporannya masih dalam penyelidikan pihak Reskrim jajaran Polresta Pekanbaru. Penyidik sudah meminta keterangan dari pelapor dan korban," ucap Guntur.

Heboh, Siswi SMP di Bogor Shooting Video Mesum


Heboh, Siswi SMP di Bogor Shooting Video Mesum
ilustrasi video mesum

BOGOR - Kasus video mesum yang melibatkan pelajar kembali membuat heboh di Kabupaten Bogor. Dalam video yang berdurasi sekitar 4 menit itu, pelaku perempuannya adalah salah satu siswi SMP negeri di Bogor.
Dari informasi yang berkembang, pelaku perempuan dalam video itu berinisial NM (13), siswi kelas 2 SMP. Sementara itu, pelaku prianya tak dikenal. Video itu sudah beredar sejak sebulan lalu.
Kepala SMP tempat NM belajar, Agus Nanan, ketika ditemui Kompas.com di sekolah, membenarkan hal tersebut. Namun, ia enggan menjelaskan kronologi beredarnya video mesum yang melibatkan anak didiknya itu.
"Saya tahu masalah ini dari guru-guru di sini karena saya sendiri baru hari ini serah terima jabatan menjadi kepala sekolah di sekolah ini. Jadi, kalau ditanya soal kronologinya, jujur saya tidak tahu," kata Agus, Rabu (8/10/2014).
Ia juga menjelaskan, terkait kasus ini, pihak sekolah berencana akan memberikan arahan dan motivasi kepada NM karena dia adalah korban.
"Secara instansi, kami selaku pihak sekolah akan memberikan motivasi dan bimbingan agar psikologisnya tidak terganggu," ucap Agus.
Sementara itu, pembina OSIS SMP tersebut, Ceceng Slamet, mengakui sempat melihat video itu. "Iya, saya sempat melihat rekaman video itu. Kalau dilihat dari gambarnya, video itu direkam oleh handphone pelaku prianya," tuturnya.
Ceceng menambahkan, ia bersama beberapa guru yang lain sudah bertemu dan membahas masalah ini dengan keluarga NM.
"Kalau dari keterangan NM, yang pertama kali menyebarkan video itu adalah kakak kelasnya yang berinisial EY," ujar Ceceng.
Di lain pihak, RN (15), yang merupakan teman korban, mengatakan, dia juga sempat melihat video itu yang didapatnya dari salah satu temannya.
"Video itu saya sempat lihat, tapi cuma sebentar. Ia (NM, red) benar teman saya satu sekolah. Tapi, saya tidak mengenal siapa laki-laki dalam video itu," ungkapnya.

Video Mesum Siswi SMP Bogor Dibuat di Kebun Pisang


Video Mesum Siswi SMP Bogor Dibuat di Kebun Pisang
google
Ilustrasi video mesum

BOGOR - Pemeran pria dalam kasus video mesum dengan korban salah satu siswi SMP negeri di Kabupaten Bogor, diciduk jajaran Reskrim Polres Bogor. Pelaku adalah EM alias Empang (22) diamankan Satreskrim Polres Bogor beserta barang bukti berupa satu unit Blackberry dan kartu memori (memory card).
"Ia (pelaku, red) sudah kita amankan. Dari keterangan, pelaku melakukan perbuatan itu di salah satu kebun pisang di wilayah Tamansari," ujar Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Faisal Pasaribu, Rabu (8/10/2014).
Faisal menambahkan, sebelum merekam adegan mesum bersama siswi SMP, EM terlebih dahulu mengancam korban.
"Pelaku kita kenakan Pasal 82 nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Undang-undang Pornografi dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," tutur Faisal.
Video mesum yang melibatkan salah satu siswi SMP di Kabupaten Bogor berinisial NM (13) sempat menghebohkan warga daerah tersebut. Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, adegan itu berdurasi sekitar 4 menit, dan dilakukan di luar jam sekolah.
Keluarga NM pun kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Bogor. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Bogor.

Dokter dan bidan tepergok mesum di rumah kontrakan

Dokter dan bidan tepergok mesum di rumah kontrakan
Ilustrasi Pasangan Mesum. ©2014 Merdeka.com



Bukannya menjadi abdi masyarakat, dokter dan bidan di Jambi ini malah jadi penyakit masyarakat. Dokter umum berinisial TD digerebek warga setempat lantaran diduga melakukan perbuatan mesum di rumah kontrakan teman wanitanya, di perumahan Vila Kenali RT 21 Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru Kota Jambi, Rabu (8/10).

Ketua RT setempat, Marsuki kepada wartawan mengatakan warga selama ini memang sudah sering melihat TD bertandang ke rumah teman wanitanya bernama IM, berdasarkan keputusan warga setempat dirinya menjelaskan sepakat untuk melakukan penggerebekan terhadap mereka.

Sebelum melakukan penggerebekan, melihat TD datang ke kontrakan IM yang dikontrak oleh Tiara teman IM yang saat penggerebekan tidak ada di rumah karena sedang berada di luar kota.

Pada saat digerebek oleh warga, mereka TD dan IM, diketahui seorang bidan ditemukan di dalam kamar, sedangkan dua orang lainnya yakni AS dan AJ ditemukan sedang berada di dapur sedang memasak mi instan.

Tidak hanya itu, Marsuki menjelaskan, setelah selesai digerebek dan diinterogasi oleh warga, agar supaya tidak menimbulkan fitnah terhadap mereka sempat diambil sumpah dengan Alquran terhadap keempatnya.

Sementara itu IM, kepada wartawan mengatakan memang sebelum digerebek dirinya mengaku memang sempat menelepon TD untuk mengantarkan obat karena dirinya sakit perut.

"Aku yang telepon TD untuk minta antar obat karena sakit perut," kata IM kepada Antara.

Mendapat informasi diduga di lokasi sering digunakan tempat penyalahgunaan narkoba, enam orang anggota dari satuan Direktorat Narkoba Polda Jambi mendatangi lokasi, namun pada saat penggeledahan tidak menemukan benda yang diduga narkoba.

Namun petugas satnarkoba Polda Jambi menemukan satu peluru dan selongsong peluru selain itu menemukan seragam anggota Polri yang bertugas di SPN Jambi.

Setelah dilakukan penggeledahan keempatnya langsung digelandang ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi, untuk melakukan test urine.

Rabu, 08 Oktober 2014

Seorang Ayah Selama 6 Tahun Cabuli Anak Tirinya


BOGOR  - TZ (59), warga Kampung Kandang Roda, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, tega mencabuli anak tirinya berinisial YK (15).  Informasi yang dihimpun, TZ melakukan perbuatan asusila pada YK sejak korban masih duduk di kelas 3 SD hingga kelas 3 SMP.
Perwakilan Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita membenarkan peristiwa itu. Ia mengatakan, Polres Bogor telah menerima laporan tentang tindakan pencabulan yang dilakukan seorang ayah tiri berinisial TZ.
"Saat ini kami sedang menangani kasus tersebut, dan kini pelaku sudah kami lakukan penahanan," ucap Ita, Selasa (7/10/2014).
Masih kata Ita, pelaku kerap mengancam korban dengan mengatakan akan membunuh ibu korban apabila tidak menuruti perintahnya.
"Terhadap korban, kami masih lakukan visum untuk dijadikan alat bukti. Sekitar 2 minggu hasilnya baru bisa diketahui," katanya.
Ita pun membeberkan, pelaku hampir diamuk keluarga korban, namun aksi itu bisa dicegah oleh ketua RT setempat.
"Saat rumah sedang kosong, baru pelaku melakukan perbuatannya," tutur Ita.
Akibat perbuatannya itu, YZ dikenakan Pasal 81 dan 82 Undang-undang tahun 2002 tentang pencabulan dengang ancaman 15 tahun penjara.

Dalam Satu Jam, Perempuan Ini Diperkosa 2 Kali

Kedua pelaku diduga bekerjasama.

Ilustrasi perkosaan. [Shutterstock]
Ilustrasi perkosaan. [Shutterstock] 
 


Nasib tragis menimpa seorang perempuan di New York, Amerika Serikat. Dalam waktu kurang dari satu jam, ia diperkosa oleh dua orang yang berbeda.
Hal ini terungkap dalam persidangan yang sedang berlangsung di Brooklyn, New York. Insiden itu sendiri terjadi pada 31 Agustus lalu.
Awalnya, perempuan yang tidak disebutkan namanya itu, berjalan kaki menuju rumahnya setelah nongkrong di sebuah bar pada pukul lima pagi. Di tengah jalan, ia dirangkul paksa dan langsung dijatuhkan ke tanah.
Ia mengancam akan menembak korban jika permintaannya tidak dilakukan. Katakutan, akhirnya korban terpaksa melakukan permintaan pelaku, seorang remaja berusia 17 tahun. Setelah memerkosa, pelaku yang diketahui bernama Nicholas Isaac melarikan diri sembari membawa kabur dompet korban.
Sembari tertatih dan masih dalam kondisi syok, ia berjalan ke rumah dan melihat seorang laki-laki. Korban pun meminta tolong dan mengatakan bahwa dirinya telah diperkosa. Namun, Daquan Jackson, nama pelaku lainnya ini, malah memerkosanya lagi.
“Saya akan melakukan hal yang sama terhadap dirimu,” kata korban menirukan perkataan pelaku di dalam persidangan, seperti dilansir Mirror, Minggu (28/9/2014).
Diduga, kedua lelaki ini bekerjasama dalam melakukan perampokan dan pemerkosaan tersebut. Keduanya dikenai tuduhan perampokan, kekerasan seks kriminal, penyerangan dan penyanderaan.
Sementara itu, pengacara Jackson menyatakan polisi salah mengindentifikasi pelaku dan pengakuan korban soal perkosaan dua kali berturut-turut dalam waktu satu jam ini hanyalah khayalan saja.

Ibu Pembakar Bayi Ternyata Siswi SMA

Ibu Pembakar Bayi Ternyata Siswi SMA
TRIBUN PEKANBARU/Theo Rizky
Ilustrasi 

BOGOR -- Polsek Gunungputri mengamankan NW (17) yang diduga sebagai ibu yang membakar bayinya, Selasa (7/10/2014) malam. NW yang masih berstatus siswi sebuah SMA di Gunungputri diketahui baru tiga hari melahirkan bayinya.
Kapolsek Gunungputri, Kompol Edwin Affandi membenarkan pihaknya mengamankan wanita yang diduga ibu bayi tersebut. Rumah pelaku kata Edwin hanya berjarak sekitar 20 meter dari tempat penemuan bayi di lokasi tempat sampah.
"Saat ini wanita tersebut dirawat di RSUD Cibinong karena masih terjadi pendarahan setelah melahirkan bayinya," ujarnya kepada Wartakotalive, Rabu (8/10) pagi.
Selain NW, polisi juga mengamankan NN (50) orang tua NW. "Kita masih melakukan penyelidikan dan belum menahan kedua orang tersebut. Kita harus menunggu situasi di kampung tersebut kondusif," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sesosok bayi yang kondisinya terbakar ditemukan di lokasi pembuangan sampah di Kampung Gunungputri 1 RT 5/9, Desa Gunungputri, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Selasa (7/10) sekitar pukul 13.55
Bayi malang tersebut ditemukan Sutrisno (40) pedagang sate keliling yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.

Bapak Cabuli Anak Kandung Selama Setahun di Lampung Barat


Bapak Cabuli Anak Kandung Selama Setahun di Lampung Barat
TRIBUN LAMPUNG/WAKOS GAUTAMA
Kabid Humas Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Sulistyaningsih (tengah) 

BANDAR LAMPUNG-AR (67) mencabuli anak kandungnya sendiri berinisial MI yang masih berusia sembilan tahun. AR melakukan pencabulan itu di rumahnya di daerah Lampung Barat. AR melakukan hal tersebut selama satu tahun.
Kabid Humas Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Sulistyaningsih mengatakan, pihaknya sudah menangkap AR.
“AR mengakui telah mencabuli anak kandungnya sendiri,” ujar Sulis kepada wartawan, Selasa (26/8/2014).
Kasus ini terbongkar setelah korban menceritakan hal buruk yang dialaminya ke tantenya. Mendengar cerita MI, papar Sulis, tante MI langsung melaporkan hal itu ke polda pada Juli 2014 lalu.

MG Setubuhi Mawar Lima Kali di Tempat Berbeda

MG Setubuhi Mawar Lima Kali di Tempat Berbeda
INTERNET
Ilustrasi

DUMAI- Entah apa yang dipikiran MG. Pria 27 tahun tega melakukan hubungan layaknya suami istri dengan gadis di bawah umur. Bahkan sudah lima kali ia lakukan hal itu pada gadis 16 tahun, sebut saja namanya Mawar.
Duda yang sudah beranak satu ini mengaku bahwa Mawar baru dikenalnya dua pekan ini. Namun diakuinya mereka punya hubungan spesial. Sehingga perbuatan itu menurutnya dilakukan secara suka sama suka.
Tapi tetap hal itu adalah sebuah kesalahan, sebab Mawar masih di bawah umur. MG menyebut bahwa mereka berkenalan di Kawasan Taman Bukit Gelanggang, Dumai.
Kemudia hubungan pun berlanjut. Setidaknya dalam dua pekan, sudah lima kali Mawar disetubuhi di tempat berbeda. Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Dumai, Bripka Dede Oktavia, menyampaikan bahwa MG sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus persetubuhan anak di bawah umur.
Penangkapan terhadap MG bermula Dimana dari laporan keluarga Mawar pada Satreskrim Polres Dumai atas perbuatan pencabulan terhadap salah satu anggota keluargga mereka.

"Pelaku bisa dijerat Undang-Undang No.23 tahun 2002 tentang Perlidungan anak," terangnya.

JP Diperkosa Perampok di Depan Orangtuanya

JP Diperkosa Perampok di Depan Orangtuanya
ilustrasi/net

PEKANBARU - SA (49) warga Blok C Desa P Wangi, Peranap, Indragiri Hulu (Inhu) bersama istrinya Mar (47), Senin (1/7) sekitar pukul 01.30 hanya bisa pasrah dan tak kuasa untuk melawan saat melihat 4 kawanan rampok yang masuk kerumahnya memperkosa anak gadisnya Jp (17).
Setelah empat kawanan rampok menggunakan senjata tajam itu pergi, SA bergegas melaporkan peristiwa yang telah dialaminya ke kantor polisi.
Menurut cerita SA dalam laporannya,  Senin (1/7) sekitar pukul 01.30 saat dirinya tertidur ia dikejutkan dengan suara pintu depan rumahnya di dobrak. Lalu SA bangun dan melihat kedepan rumahnya.
Tanpa diduga SA tiba-tiba ada orang tak dikenalnya menggunakan sebo langsung menodongkan parang dan menyuruh korban tiarap. Merasa ketakutan dan takut dibunuh, SA langsung tiarap kelantai. Mendengar suara gaduh diluar kamar Ma (istri MA)ikut terbangun dan keluar dari kamarnya.
Melihat ada orang keluar dari kamar lagi, pelaku kembali menodongnya dengan senjata tajam jenis parang dan menyuruh Ma tiarap di lantai. Selanjutnya pelaku lainnya masuk ke dalam kamar depan dan melihat ada anak gadis korban JP (17). Lalu pelaku menyeret JP ke ruang tengah dan menyuruhnya tiarap dekat orang tuanya.
Setelah berhasil melumpuhkan semua korbannya, kawanan rapok itu bergegas membongkar isi rumah dan mengambil 1 buah mesin chainsaw, 1 buah ketam kayu,1 buah dompet berisi duit 100 ribu dan 1 buah HP merek SPC.
Tragisnya lagi satu pelaku tega memperkosa JP di depan kedua orang tuanya. Setelah berhasil mengambil harta benda korban dan memperkosa JP, sebanyak 4 kawanan rampok diantaranya 2 orang mengenakan Sebo kabur berjalan kaki.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK kepada wartawan, Kamis (3/7) mengatakan,kasus perampokan dan pemerkosaan itu masih dalam penyelidikan pihak Polres Inhu. "Informasi dilapangan pelakunya 4 orang dan menggunakan sebo," ujar Guntur.
Saat ini tambah Guntur, Polsek Peranap dibantu Tim Opsnal Polres Inhu sudah berada dilapangan melacak keberadaan para pelaku."Semoga pelaku secepatnya ditangkap," ucap Guntur.

Kabur dari Rumah, Bunga Justru Diperkosa


Kabur dari Rumah, Bunga Justru Diperkosa
Ilustrasi pemerkosaan. 

 PEKANBARU - Kabur dari rumah justru berujung pada aksi pencabulan. Inilah yang dialami seorang anak di bawah umur, sebut saja Bunga. Ia diperkosa oleh Faisal, pria yang berniat menjemputnya. Usai dicabuli, Bunga ditinggal begitu saja.
Dalam laporan yang masuk di Polda Riau, peristiwa tragis yang dialami Bunga itu terjadi, Kamis (2/10) lalu. Saat itu Bunga kabur dari rumah karena bertengkar dengan kakaknya. Kemudian, Bunga menginap di rumah temannya di Kubu Cubodak, Kampar.
Mengetahui Bunga di Kubu Cubodak, Kampar, Kamis sekitar pukul 20.00 pelaku dengan menggunakan mobil Toyota Avanza pergi menjemput Bunga dan membawanya kekawasan Tanjung Alai, kecamatan XIII koto kampar. Sesampainya di tempat tujuan itu, pelaku membubuhi obat tidur ke makanan dan minuman Bunga.
Tanpa menaruh rasa curiga dan sudah kenal dengan pelaku, Bunga memakan makanan tersebut. Tiba-tiba Bunga merasa sangat mengantuk dan tertidur. Saat Bunga tidak sadarkan diri itulah pelaku melampiaskan nafsu bejatnya kepada Bunga. Namun saat Bunga tersadar, ia langsung syok karena tidak memakai busana lagi.
Selanjutnya Bunga minta diantar pulang. Tapi pelaku tidak mau dan malah meninggalkan korban di kawasan Rantau Berangin. Sesampainya dirumah, korban menceritakan peristiwa yang ia alami kepada orangtuanya dan melaporkan peristiwa itu ke kantor polisi, Senin (6/10).
"Saat diperiksa tersangka mengakui semua perbuatannya. Pelaku ditahan di Sel Mapolres Kampar," kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Selasa (7/10/2014).

Selasa, 07 Oktober 2014

Bapak Dua Anak Tega Cabuli Anak di Bawah Umur

Bapak Dua Anak Tega Cabuli Anak di Bawah Umur
Warta Kota/Soewidya Henaldi
ilustrasi 

LAMONGAN- Agus Sutrisno (42) benar - benar telah kerasukan syetan. Bapak dua anak ini sampai tega mencabuli  Aa (11) tetangganya sendiri.
Karena perbuatannya, kini Agus Sutrisno mendekam di tahan polres dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya hingga proses hukum nanti.
Terungkap, Jumat (12/09/2014) sekitar pukul 10.00 WIB korban pulang sekolah. Dalam perjalanan pulan itu, korban sempat bermain - main di teras rumah tersangka.
Entah syetan apa yang merasuki Agus, kemudian tiba - tiba korban dipanggil masuk ke rumah tersangka.
Di dalam rumah itu, sejurus  kemudian celana korban dilepas Agus. Saat celana sudah terlepas, tersangka memasukkan jarinya ke kemaluan korban.
Seperti pengakuan korban saat ditanya ibunya, tersangka jua memainkan jari - jarinya ke kemaluan korban.
Setelahnya posisi celana dalam korban dipakai kembali. Dan ketika sampai di rumah, korban menceritakan semua kejadian yang baru saja dialami.
Ibu korban berusaha mengecek celana dalam korban dan kemaluannya, ternyata ditemukan luka lecet merah di kemaluan korban.
Korban selanjutnya dibawa ke Bidan Desa untuk diperiksakan. Benar, kerusakan kemaluan (vagina, red) korban akibat luka gesekan benda keras.
Dan diyakini ibunya, bahwa luka itu akibat kelakuan Agus yang mencabuli anaknya.
Kasat Reskrim AKP Efendi Lubis dikonfirmasi Surya, Sabtu (13/09/2014) menyatakan, tindakan pelaku masuk kategori pencabulan terhadap anak dibawah umur.
"Ancaman hukumannya 12 tahun. Dan tersangka sudah kita tahan untuk proses hukum selanjutnya,"kata Lubis.

Dua Siswi MTs Diperkosa & Dibunuh karena Pelaku Sakit Hati



Petugas Satreskrim Polres Gresik berhasil meringkus pelaku pemerkosaan dan pembunuhan dua siswi madrasah tsanawiyah (MTs) yang mayatnya ditemukan di kebun mangga Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis 2 Oktober 2014.

Pelaku, DS (18), pelajar kelas XII SMA swasta, mengaku memerkosa dan membunuh dua siswi kelas IX itu karena sakit hati dituduh sebagai lelaki pembohong atau pemberi harapan palsu.

Kasus ini terungkap berawal dari penelusuran tim Reskrim Polres Gresik melalui media sosial Facebook. Petugas mencermati obrolan-obrolan antara pelaku dan dua korbannya yang masih berusia 14 tahun itu. Polisi juga memeriksa telefon genggam korban.

Sementara itu dari pemeriksaan di rumah pelaku, polisi mendapati kalung, cincin, giwang, sandal, dan jaket milik dua korban. Barang-barang tersebut disembunyikan di bawah tempat tidur.

Kapolres Gresik, AKBP Zulpan, mengatakan, DS melakukan pembunuhan seorang diri. Awalnya, DS mengenal korban melalui Facebook kemudian membuat janji untuk bertemu. Mereka pun sepakat bertemu di suatu tempat tidak jauh dari tempat korban melakukan belajar kelompok pada Rabu 1 Oktober 2014 malam. Kedua korban menemui tersangka, kemudian mereka pergi ke suatu tempat dengan berboncengan sepeda motor.

Zulpan melanjutkan, tersangka membawa kedua korban ke kebun mangga yang jauh dari permukiman penduduk. Di tempat itulah DS menganiaya dan memerkosa korban sebelum membunuhnya menggunakan linggis.

DS dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Terencana subsider Pasal 81 Ayat (1) dan Pasal 80 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara antara 15 tahun dan seumur hidup.

Wiwin Dibunuh karena Lupa Kunci Pintu



Wiwin Winengsih (24) yang tinggal di kontrakan Haji Uki Kampung Cijingga RT 02/02, Desa Serang, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, dibunuh dengan sadis pada Rabu 1 Oktober. Jasadnya baru ditemukan dalam sumur beberapa hari kemudian.

Belakangan terungkap pelaku pembunuhan adalah tetangga kos Wiwin, Tedy Pringadi (29). Kapolresta Kabupaten Bekasi, Kombes Pol Isnaeni Ujiarto menjelaskan, pembunuhan dipicu pelaku yang ingin menyalurkan hasrat seksualnya kepada korban.

"Motifnya asusila. Jadi, saat itu pelaku melihat korban sedang tidur dari luar rumahnya dengan menggunakan celana pendek karena pintu kontrakan korban tak tertutup rapat," ungkap Isnaeni dalam konferensi pers, Senin (6/10/2014).

Tak tahan melihat kemolekan korban, pelaku lantas masuk ke dalam kontrakan dan memeluk korban dari samping. Seketika korban terbangun dan memberontak serta berteriak sehingga pelaku panik.

"Saat itulah tersangka melakukan aksi pembunuhannya. Dimana saat itu tersangka membekap dan menekan kepala korban dengan bantal agar tidak bersuara," tuturnya.
Selanjutnya, melihat korban mulai lemas tersangka lalu pelan-pelan melepas bekapan bantal pada wajah korban. Setelah itu, Tedy menjambak rambut dan membenturkan kepala korban ke tembok.

"Kala itu korban belum meninggal dan tersangka masih berusaha menyetubuhi korban dengan melepas celana korban. Tapi saat itu korban masih bergerak dan bersuara," ujarnya.

Hanya saja, kata Isnaeni, pelaku mengurungkan niatnya memperkosa korban karena Wiwin tengah datang bulan. Melihat korban masih bergerak dan bersuara tersangka kemudian menyumbat hidung dan mulut korban dengan tisu sampai korban tak bergerak sama sekali. "Korban meninggal tanpa disetubuhi tersangka," katanya.

Sementara itu, setelah korban meninggal lalu tersangka membungkus jenazahnya dengan selimut. "Mayatnya pun dibuang ke sumur sebelah kontrakan korban," katanya.

Jenazah Wiwin (24) baru ditemukan di dalam sumur sedalam delapan meter pada Kamis (02/10) sekira pukul 19.30 WIB. Kondisi tubuh korban penuh luka dan setengah telanjang.
Penemuan jasad ini terungkap setelah pada Rabu (01/10), kekasih korban datang mencari Wiwin yang tidak ada dikontrakannya, sementara barang-barang korban masih utuh dikontrakan. Kekasihnya pun melaporkan temuan ini ke warga dan pihak kepolisian hingga akhirnya jenazah Wiwin ditemukan oleh pihak kepolisian di dalam sumur.

MS Juga Perkosai Anak Pertamanya Hingga Hamil

MS Juga Perkosai Anak Pertamanya Hingga Hamil
net
Ilustrasi. 
 
JAKARTA -- MS (39), pria yang bekerja serabutan, tega menyetubuhi dua putrinya. Bahkan, salah satunya, disetubuhi selama lima tahun dan hingga hamil."Pelaku mempunyai tiga orang anak. Dia menyetubuhi putrinya, Y (16) yang merupakan anak ketiga dan sebut saja Bunga (20), putrinya yang merupakan anak pertamanya," kata Kompol Sri Bhayakara, Kasubag Humas Polres Jakarta Timur, Senin (6/10/2014) siang.
Bahkan, lanjutnya, Bunga sendiri, diperkosa pelaku berkali-kali, selama lima tahun, hingga hamil. Pelaku, melakukan aksi bejatnya, disaat sang istri, pergi bekerja sebagai TKW di Hongkong.
"Bunga saat hamil, sempat melaporkan kejadian tersebut ke Unit PPA Polres Jakarta Timur. Namun, saat ditindaklanjuti, korban justru pergi ke Hongkong, bekerja sebagai TKW," katanya.
Tapi, kasus tersebut, kembali terungkap. Saat, adiknya, Y, juga melaporkan kelakuan bejat ayahnya, yang memperkosanya.
Kini, pelaku pun berhasil ditangkap pihak kepolisian.

Kronologi Aksi Bejat Ayah Perkosa Dua Anak Kandung


Kronologi Aksi Bejat Ayah Perkosa Dua Anak Kandung
NET
Ilustrasi

MS (39), seorang bapak, tega menyetubuhi anak kandungnya, Y (16), di kediamannya, Kampung Bulak, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Dalam melakukan aksi bejatnya tersebut, MS selalu mengancam menggunakan pisau. "Kejadian itu bermula pada 18 September 2014 sekiranya pukul 02.00, pada saat korban sedang tidur. Tersangka memegang dan meremas payudara korban sehingga terbangun.
Tapi saat itu, korban tidak berani berontak karena tersangka menaruh pisau di sebelah kanan dan mengancam akan bunuh korban jika teriak," kata Kompol Sri Bhayakari, Kasie Humas Polres Jakarta Timur, ditemui di ruangannya, Senin (6/10/2014) siang.
Lalu, lanjutnya, tersangka langsung menyetubuhi korban di dalam kamar tersebut. Kejadian tersebut sering berulang-ulang tiap malam. Namun, tersangka hanya mencabuli korban, tidak sampai menyetubuhinya.
"Setelah kejadian tersebut, korban melaporkan ke Unit PPA Polres Jakarta Timur, bersama kakaknya, RK (18). Kami langsung menangkap pelaku, dan kini telah kami lakukan penahanan," katanya.
Namun, saat melakukan pelaporan, ternyata diketahui, bahwa sebelumnya tersangka sudah menyetubuhi kakak perempuan korban, sebut saja Bunga (20), sejak dibangku kelas IV.

Ditinggal Istri Jadi TKW, Bapak Setubuhi Anak Kandung



Gara-gara ditinggal istri bekerja di luar negeri, seorang pria tega memperkosa anak kandungnya sendiri. Tak tanggung-tanggung, pelaku yang diketahui berinisial MS menyetubuhi dua anak gadisnya hingga salah satu hamil.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Timur Kompol Sri Bhayakari mengatakan, peristiwa terkuak saat MS dilaporkan ke Polres Jakarta Timur pada Minggu 5 Oktober oleh anak kandungnya RK (18) yang merupakan kakak laki-laki dari korban, Y (16).

Y (16) terpaksa melayani nafsu bejat ayahnya karena diancam akan dibunuh. Menurut pengakuan korban, peristiwa terjadi pada 18 September lalu di rumah tinggal di wilayah Klender, Jakarta Timur. Peristiwa tersebut merupakan kali kedua terjadi.

"Sebelumnya pelaku juga pernah memperkosa korban. Berhasil karena korban diancam dengan pisau. Yang kedua kali ini korban menolak dan melaporkan kepada kakak laki-lakinya," ujar Sri saat dikonfirmasi, Senin (6/10/2014).

Petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Timur, langsung menangkap pelaku. Menurut pemeriksaan sementara, pelaku juga pernah memperkosa putri pertamanya, Mawar (nama samaran), hingga hamil dan melahirkan anak.

"Sebenarnya pernah juga dilaporkan ke Polres saat kejadian pemerkosaan putri pertamanya. Namun kasus berhenti karena korban dibawa ibunya ke Hongkong untuk menjadi TKW," jelas Sri.

Pelaku dijerat Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang menyetubuhi anak di bawah umur dengan ancaman 15 tahun penjara.