Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Jumat, 31 Oktober 2014

Istri Setuju Suami Tiduri Anak Angkatnya

MALANG - Pemulung berinial TMR (39) yang meniduri anak angkatnya, Intan (16) hingga hamil, ternyata mendapat izin dari istrinya. TMR juga beralasan ingin memiliki anak dari korban.
Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni menyebutkan, korban adalah anak kandung teman tersangka. Ibu korban meninggal tidak lama setelah melahirkan korban. Sedangkan ayah korban juga meninggal saat korban berusia tiga bulan.
“Tersangka menikah sudah 17 tahun tapi belum memiliki anak,” kata Nunung, Rabu (29/10/2014).
Menurut Nunung, motif persetubuhan ini karena tersangka ingin memiliki anak dari korban. Awalnya tersangka menyembunyikan persebutuhan tersebut dari istrinya. Setelah dua kali meniduri anak angkatnya, tersangka mengungkapkan kepada istrinya.
Bukannya melarang atau marah, istri tersangka malah setuju dimadu. Sejak saat itulah tersangka berniat menikahi korban. Bahkan tersangka sudah mengemukakan niatnya kepada keluarganya. Keluarganya pun setuju dengan niat tersangka. Apalagi tersangka belum memiliki anak setelah menikah selama 17 tahun.
Tapi sebelum pernikahan tersebut digelar, Satreskrim Polres Malang Kota membekuk tersangka. Saat ini korban sudah hamil enam bulan, sedangkan istri tersangka hamil empat bulan. “Berdasar pengakuannya, tersangka hanya berhubungan dengan istri dan anak angkatnya,” tambahnya.

Rabu, 29 Oktober 2014

Anak Sekecil Itu Sudah Ketagihan Sex

Anak Sekecil Itu Sudah Ketagihan Sex
kompas.com
ilustrasi

SURABAYA - Seorang siswi sekolah dasar (SD) di Surabaya Timur mengaku kerap dicabuli pacar ibunya. Meski tidak sampai hamil, dia dinyatakan mengalami ketagihan seks atau sex addict.
Siswi SD tersebut tinggal berdua bersama ibunya yang telah lama bercerai dengan suaminya di sebuah rumah di Surabaya timur. Ibu siswi SD itu memiliki kedekatan khusus dengan seorang pria yang sering bermain ke rumahnya.
"Dia (siswi SD) juga sering melihat ibunya dengan pria itu berhubungan intim," kata Isa Anshori, ketua Divisi Data dan Riset, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim, Selasa (28/10/2014).
Saat ibunya tidak ada, lanjut Isa, pacar ibunya itu kerap merayunya dengan iming-iming barang menarik. Dengan bujuk rayu itu, korban beberapa kali mengalami pelecehan seksual.
Kini, siswi yang duduk di kelas VI SD itu ditangani jejaring lembaga swadaya masyarakat pemerhati anak Surabaya. Korban ditempatkan di shelter khusus.
"Dia mendapatkan program pemulihan psikis, serta untuk menghilangkan ketagihan seksnya," jelasnya.
Meski berada di shelter khusus, siswi SD berusia 14 tahun tersebut dijamin tidak akan kehilangan hak pendidikannya. Dia tetap belajar, dan secara administrasi, tetap tercatat sebagai siswi kelas VI di sekolahnya.
"Hanya tempat pendidikannya saja yang dialihkan sementara di shelter," jelasnya.

Ingin Keliling Dunia, Tak Punya Uang, Cewek Cantik Ini Rela Ditiduri


Ingin Keliling Dunia, Tak Punya Uang, Cewek Cantik Ini Rela Ditiduri
Net
Ju Peng 

Seorang remaja berparas ayu asal Shanghai membuat sebuah iklan kontroversial di situs jejaring sosial Weibo. Dalam situs itu, remaja bernama Ju Peng ini mengatakan bahwa ia tengah mencari pacar sementara, dan ia bersedia tidur dengan pria di setiap kota yang akan ia kunjungi.
Namun, remaja berusia 19 tahun ini memiliki syarat khusus. Pria itu harus tampan, berusia di bawah 30 tahun, tinggi lebih dari 1,75 meter dan tentu saja ia harus kaya.
"Pria itu harus membayar biaya transportasi saya ke kota mereka, dan semua pengeluaran sementara saya tinggal di sana dan mereka juga harus bermurah hati," jelas Ju Peng sebagaimana dikutip Tribun Jogja, dari MIRROR.co.uk.
Sebagai imbalannya, tambah Ju Peng, mereka berhak untuk bersenang-senang sepanjang malam bersama dirinya, dan mereka juga berhak mendapatkan perhatian penuh dari Ju Peng.
Ju menjelaskan bahwa dirinya sudah berkelana ke seluruh wilayah Tiongkok Timur, dengan menggunakan metode tersebut. Ia sendiri ingin berkunjung ke berbagai negara di seluruh dunia. Namun, dirinya mengaku tak memiliki cukup uang untuk membiayai perjalanan tersebut.
"Seperti mencari tumpangan, buat apa malu," ujarnya.
Namun begitu, apa yang dilakukan Ju Peng ini kemudian memicu kontroversi terutama dari netizen di situs weibo yang dikenal sebagai twitter versi Tiongkok. Netizen menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Ju Peng tidak lain adalah sebuah pratik prostitusi.
Mereka berpendapat bahwa kesepakatan itu sudah masuk ke dalam prostitusi dan seharusnya iklan tersebut segera dilarang beredar.

Selasa, 28 Oktober 2014

Kasus Ayah Kandung dan Guru Agama Menggilir Anak SD Mengundang Trenyuh


Kasus Ayah Kandung dan Guru Agama Menggilir Anak SD Mengundang Trenyuh
surya/sudarmawan
ilustrasi

SURABAYA - Humas Dinas Pendidikan Surabaya menyerahkan sepenuhnya kasus ayah kandung dan guru agama yang menghamili siswa SD itu ke polisi.
Terkait keterlibatan guru agama, pihaknya tidak bisa bertindak karena wewenang sepenuhnya ada di yayasan yang mempekerjakan.
“Yang penting kami sudah menangani anaknya sehingga kondisinya saat itu sudah baik, secara fisik maupun psikologi,”katanya.
Munculnya siswa SD hamil ini membuat trenyuh Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun.  Menurutnya, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya harus mengevaluasi  hal itu.
“Apakah ada proses pendidikan yang salah atau lingkungan rumah tangga yang tidak kondusif. Ini harus dievaluasi, jangan langsung munjustice,” kata mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Ke depan, Harun berharap pihak dinas pendidikan, guru, hingga wali murid lebih awas memantau kondisi siswa hari per hari. Jika ada gejala yang mencurigakan harus diambil langkah-langkah cepat.
“Pasti ada perubahan yang terlihat jika ada sesuatu yang terjadi pada anak. Apalagi ini anak Sekolah Dasar yang belum bisa mandiri, jadi  tanda-tandanya pasti kelihatan dan harus segera diketahui,”kata alumnus Lemhanas 2008.
Dia juga berharap komunikasi antara walimurid dengan guru, terutama guru kelas semakin ditingkatkan. Harun mengaku belum perlu pendidikan seks diberikan sejak dini meski sudah terjadi kasus tersebut.
“Yang penting tenaga pendidiknya harus diperbaiki. Kalau perlu sistemnya juga dievaluasi,”tegasnya.Humas Dinas Pendidikan Surabaya menyerahkan sepenuhnya kasus itu ke polisi. Terkait keterlibatan guru agama, pihaknya tidak bisa bertindak karena wewenang sepenuhnya ada di yayasan yang mempekerjakan.
“Yang penting kami sudah menangani anaknya sehingga kondisinya saat itu sudah baik, secara fisik maupun psikologi,”katanya.
Munculnya siswa SD hamil ini membuat trenyuh Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun.  Menurutnya, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya harus mengevaluasi  hal itu.
“Apakah ada proses pendidikan yang salah atau lingkungan rumah tangga yang tidak kondusif. Ini harus dievaluasi, jangan langsung munjustice,” kata mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Ke depan, Harun berharap pihak dinas pendidikan, guru, hingga wali murid lebih awas memantau kondisi siswa hari per hari. Jika ada gejala yang mencurigakan harus diambil langkah-langkah cepat.
“Pasti ada perubahan yang terlihat jika ada sesuatu yang terjadi pada anak. Apalagi ini anak Sekolah Dasar yang belum bisa mandiri, jadi  tanda-tandanya pasti kelihatan dan harus segera diketahui,”kata alumnus Lemhanas 2008.
Dia juga berharap komunikasi antara walimurid dengan guru, terutama guru kelas semakin ditingkatkan. Harun mengaku belum perlu pendidikan seks diberikan sejak dini meski sudah terjadi kasus tersebut.
“Yang penting tenaga pendidiknya harus diperbaiki. Kalau perlu sistemnya juga dievaluasi,”tegasnya.

Cabuli Gadis Tetangga Dibawah Umur Pria Beristri Dijebloskan Bui


Cabuli Gadis Tetangga Dibawah Umur Pria Beristri Dijebloskan Bui
foto/ist
Ilustrasi 

PONOROGO - Tersangka Antok Tri Wahyono (26) warga Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo terpaksa mendekam dalam tahanan Polres Ponorogo. Tersangka yang sudah beristri ini menggagahi Bunga (17) yang masih tetangganya sendiri.
Karena orangtua korban tak terima dengan ulah tersangka itu, akhirnya kasus pencabulan dan persetubuhan itu dilaporkan ke Polres Ponorogo.
"Tersangka sudah mengakui berhubungan intim dengan tetangganya yang masih berusia dibawa umur itu, makanya tersangka kami tahan," terang Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Hasran kepada Surya, Senin (27/10/2014).
Lebih jauh, Hasran menguraikan jika tersangka sudah berhubungan intim dengan korban berkali-kali di sejumlah hotel di Ponorogo. Akan tetapi, kasus ini terungkap lantaran korban dianggap dan diisukan merusak pagar ayu (hubungan tersangka dan istri sahnya).
Kondisi itu mendorong orangtua korban tak terima dan melaporkan tersangka ke polisi.
"Apalagi hubungan terlarang itu membuat warga sekitar resah korban dikabarkan merusak rumah tangga tersangka. Makanya tersangka dilaporkan dalam kasus pencabulan," imbuhnya.
Selain mengamankan tersangka polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti kasus ini diantaranya, celana dalam, baju, celana milik korban.
"Tersangka bakal kami jerat dengan Undang Undang Perlindungan Anak karena melanggar pasal 81 ayat 2, Undang Undang No 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal 5 tahun penjara," pungkasnya.

Biadab, Bocah Tunarungu Dicabuli Juga

Biadab, Bocah Tunarungu Dicabuli Juga
Tribunnews.com
Ilustrasi 

LUBUKLINGGAU— Penyidik Polres Lubuklinggau, Sumatera Selatan, membekuk An (42), pelaku pencabulan bocah tunarungu berinisial P (10) di rumahnya di Jalan Puskesmas, RT 3, Kelurahan Muara Enim, Kota Lubuklinggau. An ditangkap setelah dilaporkan warga setempat yang melihat perbuatan keji tersebut.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Dover Christian Lumban Gaol melalui Kasat Reskrim AKP Karimun Jaya menjelaskan, perbuatan asusila itu dilakukan tersangka pada Sabtu (18/10/2014) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB dan dipergoki warga setempat yang siang harinya sempat curiga terhadap gerak-gerik pelaku.
Setelah menangkap tersangka, warga langsung melapor ke pejabat kelurahan dan jajaran Polres Lubuklinggau, hingga akhirnya tersangka diringkus pada Senin (20/10) sekitar pukul 12.00 WIB.
Berdasarkan pengakuan tersangka, aksi bejatnya itu dilakukannya hanya satu kali, saat korban datang ke rumahnya pada malam hari untuk bermalam.
"Sore itu korban datang gedor pintu, mau nginap di rumah dan saat tidur kebetulan bersebelahan, malam itu aku khilaf dan terjadilah pencabulan," kata Karimun menirukan keterangan tersangka.
Tersangka sehari-harinya bekerja sebagai pemulung dan sudah dua tahun ditinggalkan istri dan dua anaknya ke wilayah Sumatera Barat.
"Kita masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan membawa korban ke rumah sakit untuk diperiksa secara medis," tandasnya.
Sementara itu, orangtua korban, IH (50) menjelaskan, berdasarkan pengakuan anaknya, tersangka sudah lima kali dicabuli di rumah tersangka.
"Kami mengharapkan tersangka dihukum berat sesuai perbuatannya, yaitu melakukan pencabulan terhadap anak tuna di bawah umur," tandasnya.

Dicekoki Miras Oplosan, Siswi SMK Digilir 4 Pemuda

Dicekoki Miras Oplosan, Siswi SMK Digilir 4 Pemuda
foto/ist
Ilustrasi 

SITUBONDO - Seorang siswi di Situbondo, menjadi korban kebiadaban nafsu empat orang pemuda. Korban yang diketahui berinisial ALL  ini, terpaksa dilarikan ke RSUD Abdoer Rachem Situbondo untuk mendapat pertolongan medis.
Peristiwa perbuatan tidak senonoh empat pemuda itu, berawal saat korban  minggat dari rumahnya di Desa Paowan, Kecamatan Paowan, setelah dimarahi orang tuanya.  Siswi SMK yang berusia 17 tahun ini, berniat mencari pekerjaan dan ngekos di Situbondo.
Namun, sekitar pukul 00. 30, korban ditelpon bersama temannya berisial AI dan akan menjemputnya di Pasar Sumberkolak dengan maksud akan mengantarkan korban ke rumahnya.
Setelah dijemput, korban langsung naik motor temannya melewati belakang pabrik es. Setibanya di pelintasan real kereta api, AI menghentikan laju motornya dan bergabung dengan temannya untuk ikut pesta miras  di sebuah gubuk persawahan.
Dengan dipaksa untuk meminum miras, hingga korban ALL mabuk. Dalam kondisi teler, korban lalu disetubuhi secara bergilir oleh AI dan tiga orang temannya
"Yang melakukan pertama AI, lalu temannya," kata ALL..
Aksi bejat empat pemuda berhenti setelah kepergok karyawan pabrik es dan menghampirinya. Sedangkan empat pemuda langsung kabur melarikan diri.
Kedua orang yang mendengar anaknya menjadi korban empat pemuda, akhirnya melaporkan kasus yang menimpa putrinya ke Mapolres Situbondo.
"Identitas pelaku sudah diketahui, dan sekarang masih dalam penyidikan," kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo.

Jumat, 24 Oktober 2014

Siswi SD Hamil Lima Bulan Menggemparkan Lingkungan Sekolah dan Masyarakat


Siswi SD Hamil Lima Bulan Menggemparkan Lingkungan Sekolah dan Masyarakat
Ilustrasi
Siswi Hamil

SURABAYA - Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) di kawasan Perak, M (14) diketahui hamil. Diduga, pria yang menghamilinya ayah kandung atau guru sekolahnya. Kehamilan M membuat heboh masyarakat sekitar dan lingkungan sekolah.
Kasus ini kini dalam advokasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur. Ketua Divisi Riset dan Data LPA Jatim M Isa Ansori mengungkapkan kondisi M sempat terguncang dan takut saat kasus ini mencuat. Apalagi dia juga sempat  terancam dikeluarkan dari sekolah.
"Sekarang  dia  hamil lima bulan. Dia tidak ditangani Dinas Pendidikan makanya melaporkan ke kami,"kata Isa, Rabu (22/10/2014).
Diakui Isa, masalah yang menimpa M cukup kompleks. Dia korban keretakan rumah tangga orang tuanya. Hal ini yang membuatnya terlambat belajar dan akhirnya tinggal kelas.
Dia pun menjadi anak tertutup dan sulit berkomunikasi meski usainya sudah 14 tahun.  "Seharusnya yang paling berperan dan dekat dengan siswi ini gurunya di sekolah," katanya.
Tetapi, lanjut Isa sekolah belum bisa berperan menyikapi hal ini. Bahkan Dinas Pendidikan juga kurang tanggap. Terbukti, siswi ini sempat tidak masuk  sekolah beberapa bulan.
Pihaknya pun sudah berkomunikasi dengan Bapemas KB, Surabaya. Hasilnya, sekolah sudah mulai bersikap bijak dengan tetap mau menerimanya.
Saat ini M masih ditempatkan di sebuah shelter dan sudah ada psikolog yang mendampingi. "Dinas pendidikan harus  menjamin anak bisa ikut ujian sekolah tahun mendatang,"tandasnya.
Danial Lukas Rorong, relawan pendamping M memastikan  kondisi M kini sudah membaik dan dibawah penanganan pihak yang berkompeten. Kasusnya juga dibawa ke kepolisian untuk diproses hukum.
"Ada dugaan kalau sebenarnya bapaknya yang memaksa M untuk mengakui bahwa yang menghamili dirinya adalah guru agamanya. Tapi ini masih dalam penanganan,"katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Surabaya Eko Prasetyaningsih mengaku belum menerima laporan terkait hal ini.
Dia hanya memastikan terkait kasus kekerasan seksual dan permasalahan anak, dindik surabaya  sudah memiliki sejumlah program pencegahan (prefentif).
Untuk jenjang SMP, dan SMA  ada konselor sebaya yang mengupayakan anak-anak bisa mengonsultasikan masalah dengan kawannya sendiri yang seumuran agar tidak canggung.  Sedangkan untuk jenjang SD, karena dianggap belum cukup umur, maka konselornya guru kelas.

Shela Ditinggal Pacar Saat Hamil Empat Bulan

Shela Ditinggal Pacar Saat Hamil Empat Bulan
Ilustrasi
Ilustrasi Hamil

PALEMBANG -Seorang gadis belia She (Shela 17) ditinggalkan begitu saja oleh sang pacar, Rio Ferlanda (24) warga Jalan Talang Keranggo Kelurahan Makrayu Kecamatan IB I, Palembang, dengan kondisi hamil.  She melaporkan pacarnya ke PolrestaPalembang karena enggan bertanggung jawab atas perbuatannya yang telah menghamilinya hingga saat ini usia kandungannya  4 Bulan.
Dengan tubuh sedikit lemas, She mendatangi Sentara Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polresta Palembang ditemani Ibunya An (Anita) (41) tahun warga Gang Danau No 36 RT 12 RW 04 Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang. Kepada Petugas She menuturkan kejadian yang dialaminya bermula pada hari Minggu Tanggal (11/5/2014), lalu sekitar pukul 20.00, Rio menjemput korban SL dan mengajak ke rumahnya.
"Saya dijemput dan diajak kerumahnya, begitu sampai di rumah, saya diajak berhubungan badan layaknya suami istri. Dia merayu dan bilang kalau sampai ada apa-apa (Hamil) dirinya akan bertanggung jawab dengan menikahi.
Sejak saat itu beberapa kali melakukan hubungan badan tersebut sampai terakhir pada (11/7) lalu saya hamil,"katanya kepada petugas SPKT Polresta Palembang.
Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Suryadi terkait laporan korban mengatakan, laporan korban sudah diterima pihak, guna penyelidikan lebih lanjut,"
Laporan sudah kita terima, dan akan segera ditindaklanjuti oleh Unit Perlindungan Perempuan dan anak (PPA) Polresta Palembang, " Ungkap Suryadi.

Video Mesum Siswi SMP di Hutan Gegerkan Gunungkidul


BREAKING NEWS: Video Mesum Siswi SMP di Hutan Gegerkan Gunungkidul
Net
Ilustrasi

GUNUNGKIDUL - Dunia pendidikan di Gunungkidul kembali tercoreng. Bumi Handayani ini dihebohkan dengan munculnya video tidak senonoh yang dilakukan oleh siswi SMP.
Video yang berisi adengan ciuman "panas" seorang siswi SMP dengan seorang laki-laki tersebut tersebar luas melalui Youtube.
Video berdurasi lima menit 32 detik tersebut pertama kali diunggah oleh akun yang bernama Arif Alfarishy pada Rabu (22/10/2014) sore.
Dalam video tidak senonoh tersebut, terlihat jelas seorang perempuan yang mengenakan seragam SMP negeri di wilayah Karangmojo melakukan adegan ciuman dengan seorang laki-laki.
Adegan tersebut diduga direkam menggunakan kamera handphone di sebuah hutan.

Siswa Kelas 3 SD Dituduh Cabuli 2 Adik Kelasnya di WC Sekolah


Siswa Kelas 3 SD Dituduh Cabuli 2 Adik Kelasnya di WC Sekolah
NET
Ilustrasi

MAKASSAR - Seorang siswa kelas 3 sekolah dasar di Makassar, RH dilaporkan ke polisi lantaran diduga telah mencabuli dua adik kelasnya di dalam toilet sekolah. Korban yang masih berusia 7 tahun dilaporkan kini tengah mengalami pendarahan di bagian alat vitalnya.
Dari pengakuan Arman, orangtua korban NA, putri tunggalnya dicabuli kakak kelasnya di dalam WC saat jam istirahat. Rabu (8/10/2014), korban bersama teman kelasnya ND (perempuan) masuk ke WC untuk buang air kecil. Ruang toilet itu terpisah dari gedung utama. Jaraknya sekitar 50 meter.
Dari pengakuan NA, yang dibenarkan NI, ternyata RH sudah berada di dalam kamar mandi. Saat keduanya masuk, itu, pelaku langsung mengunci pintu kamar mandi.
"Saat itulah, anak saya digauli oleh pelaku. Teman perempuan anak saya ND juga dicabuli," kata Arman di kantor Polsek Tamalanrea.
Arman mengatakan, saat itu anaknya sempat berteriak di dalam kamar mandi. Tetapi tak ada satu pun guru atau pihak sekolah yang mendengar teriakan korban.
"Guru-guru lagi sibuk acara pesta kapurung di halaman sekolah," jelas Arman.
Usai kejadian, awalnya NA mengaku darah keluar dari alat kelaminnya karena sakit dan selalu digaruk.
"Kami mulai curiga karena dua hari terus mengeluarkan darah. NA mengaku telah digauli temannya," sebutnya.
Dari pengakuan putrinya tersebut, kedua orang tua korban pun langsung membawa ke rumah sakit Bhayangkara. Alhasil dari pemeriksaan dokter, memang menemukan pendarahan di bagian alat vitalnya.
"Kita tunggu dulu hasil visum dokter dari RS Bhayangkara ya," kata Kapolsekta Tamalanrea, Kompol Ahmad Yulias kepada wartawan, Senin (13/10/2014).

Bapak Ini Cabuli Dua Anak Kandungnya yang Masih Kecil

Bapak Ini Cabuli Dua Anak Kandungnya yang Masih Kecil
Kompas.com/ Ericssen
Ilustrasi pencabulan. 

SIAK - Bejat. Inilah kata yang layak disematkan pada perbuatan Sabar Oloan Lafau alias Sobarudin (29). Warga Desa Merempan Hulu, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak ini tega mencabuli dua anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur, yakni MI (10) dan RA (7). Ironis, kekerasan seksual ini sudah dilakukan Sobarudin berulang kali.
Kepolisian Polsek Siak yang mendapatkan laporan pada Kamis (24/4/2014) malam, dari Ranisa laisa (30), istri pelaku. Polisi langsung membekuk pelaku di kediamanannya.
"Tersangka akhirnya mengakui telah menyetubuhi kedua korban, anak kandungnya sebanyak tiga kali," ujar Rozali, Senin (13/10/2014).
Aksi bejat yang dilakukan tersangka, berawal dari kecurigaan guru MI (10), salah satu korban pencabulan. Saat itu, gurunya tersebut melihat keanehan pada anak muridnya dan menanyakan langsung kepada anak muridnya tersebut. Ternyata murid tersebut mengaku, ia telah dicabuli oleh ayahnya sendiri.
Sang guru tersebut kemudian memberitahukan pengakuan anak tersebut kepada Ranisa, ibu korban. Namun saat mendengar laporan itu, ibu korban tidak lantas  percaya dengan laporan yang dari guru tersebut.
Namun belakangan Ranisa mulai menaruh curiga dengan suami tersangka. Soalnya sang anak selalu menyebut ayahnya jahat setiap kali bertemu bapaknya tersebut.
"Ranisa, ibu korban selalu mendengar anaknya mengatakan Bapak Jahat, Bapak Jahat. Dari sana timbul kecurigaan korban, dan kemudian melaporkan kajadian itu kepada Polsek Siak," ujar Kapolsek Siak.
Sementara itu, dari hasil introgasi yang dilakukan tersangka, aksi bejat yang dilakukan tersebut, terjadi pada bulan Maret 2014 lalu. Kala itu tersangka dan lima anaknya tengah berada dirumah, tanpa ada istrinya dirumah.
"Tersangka mengaku, awalnya ia hanya bermain degan anak-anaknya, namun muncul hasrtat dari tersangka, dan kemudian mencabuli dua anaknya tersebut, dan aksi berjatnya dilakukan selama tiga kali," bebernya.

Usai Nonton Video Porno, Pria Ini Cabuli Bocah Kelas 3 SD


Usai Nonton Video Porno, Pria Ini Cabuli Bocah Kelas 3 SD
Kompas.com/ Ericssen
Ilustrasi pencabulan. 

DUMAI - Kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Dumai. Pelakunya adalah AY (34) tega memperkosa Mawar (10) yang masih duduk di kelas 3 SD. Kini AY sudah meringkuk di sel untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya itu.
Perbuatan bejat itu dilakukannya awalnya pada 10 September silam. Ketika itu AY asyik menonton film porno di ponsel miliknya. Lalu Mawar hendak meminjam ponsel AY. Melihat kondisi sepi, AY pun tergiur untuk menyetubuhi Mawar.
Sesuai laporan bibi Mawar, polisi langsung memburu pelaku dan melakukan penahanan terhadap AY. Bibi Mawar melaporkan hal itu setelah dirinya menangkap basah perbuatan AY. Tapi AY malah tak mengaku, bahkan mencari ayah korban yang sedang berdagang Pisang.
Ayah Mawar pun terperanjat. Kemudian memeriksa kebenaran kabar itu. Maka ia pun ke rumah sakit tempat Mawar divisum. Ternyata benar, sesuai hasil visum Mawar positif telah disetubuhi AY.
"Pelaku sempat tidak mengakui perbuatannya. Bahkan ia menyebut pada ayah korban, bahwa ia sudah difitnah oleh keluarga korban," ujar Kepala Unit PPA Polres Dumai, Bripka Dede Octaviani kepada Tribun, Jumat (10/10/2014).
Dijelaskan Dede, aksi tak senonoh AY pada Mawar memang sudah berulang kali dilakukannya. Dede menyebut AY mengaku sudah lima kali merudapaksa Mawar. Bahkan ia melakukannya di tempat yang sama, yakni balkon ruko tempat ia menumpang tinggal.

Keperawanan Melati Direnggut Teman Facebook-nya


Keperawanan Melati Direnggut Teman Facebook-nya
INTERNET
Ilustrasi

SURABAYA - Media sosial facebook menjadi sarana Wahyu Vicy (19) berbuat kejahatan. Warga asal Keputih, Surabaya tersebut tega berbuat cabul kepada seorang siswi yang dikenalnya lewat facebook.
Wahyu berkenalan dengan Melati (bukan nama sebenarnya) sejak Mei 2014 lalu. Gadis berusia 15 tahun itu akhirnya dipacari Wahyu.
Setelah resmi berpacaran, hubungan Wahyu dan Melati yang masih duduk di kelas satu sebuah SMK ini kian akrab. Kepolosan Melati ternyata dimanfaatkan untuk hasrat seksual Wahyu.
"Tersangka berbuat di luar batas, karena tega mencabuli pacarnya yang masih di bawah umur," kata AKBP Sumaryono, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (14/10/2014).
Aksi Wahyu mencabuli korban terjadi pada awal Oktober 2014. Melalui telepon, kedua janjian mereka bertemu. Jalinan asmara keduanya makin akrab. Padahal korban sendiri sudah mempunyai pacar.
Pada awal Oktober lalu, Wahyu mengajak korban main ke rumahnya di Keputih. Saat itu rumah Wahyu sedang sepi karena kakaknya keluar rumah. Wahyu tinggal bersama kakaknya, sebagai yatim piatu.
"Saat kakak korban bekerja, sehingga rumah sepi," ucap Sumaryono.
Sesampai korban di rumah Wahyu, tersangka  langsung mengajak Melati masuk ke kamar dan perbuatan cabul itu terjadi. Wahyu menjanjikan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu.
Merasa jadi korban tindakan Wahyu, korban menceritakan kepada pacar dan kakaknya. Akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke polisi.
Wahyu mengaku, perbuatan yang dilakukan ini tidak ada paksaan. Cuma, awalnya korban memang tidak mau dan takut.
"Saya rayu dan berjanji akan tanggung jawab, akhirnya baru mau," ucap Wahyu.
Dia menuturkan, waktu lima bulan mengenal korban berjalan cukup baik. Komunikasi juga intens dilakukan dan akhirnya terjadi perbuatan layaknya suami istri.
"Dia (korban) masih sekolah dan duduk di kelas satu," terang Wahyu.

Anak Tiri Minta Dikeroki, Rochani Kesempatan Memperkosa

Anak Tiri Minta Dikeroki, Rochani Kesempatan Memperkosa
NET
Ilustrasi

KENDAL - Kalau nafsu sudah di ubun-ubun, akal sehat pun jadi hilang. Ini tampaknya yang terjadi pada Rochani (62), warga Bangunrejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Ia tega memperkosa anak tirinya berinisial NU (22), saat sang istri Chairiyah (45) pergi mengaji, Rabu (22/10/2014).
NU kini mengalami trauma dan malu keluar rumah. Menurut pengakuan Rochani, dia menikahi Chairiyah, 5 tahun lalu. Sejak itu, NU hidup serumah dengan Rochani. Merasa tidak enak badan, NU pun meminta dikeroki oleh bapak tirinya itu.
“Saya keroki bagian punggung, dan dadanya saya kasih balsam,” kata Rochani, di depan petugas, Kamis (23/10/2014).
Namun saat mengeroki dan mengusap dada korban dengan balsam, tiba-tiba timbul niat jahat. “Di rumah hanya ada saya dengan anak tiri saya. Saya khilaf. Saya tidak tahu, kenapa tiba-tiba ingin memperkosanya,” kata Rochani.
Rochani mengaku saat diperkosa NU sempat melawan. Tapi, NU menyerah ketika mulutnya dibekap dan diancam akan dibunuh. NU pun menjadi takut dan pasrah begitu saja. “Saya hanya melakukan sekali,” tambah Rochani.
Sementara itu, Kepala Polres Kendal AKBP. Haryo Sugihhartono, menjelaskan, Rochani ditangkap di rumah menyusul laporan dari Chairiyah. Saat ditangkap, Rochani tidak melakukan perlawanan dan langsung mengakui perbuatannya.
Rochani dikenai Pasal 46 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan ancaman 12 tahun penjara.

"Kami Saling Sayang, Lakukan Itu Tidak Saling Paksa"

TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Dua pelaku mesum (menutup wajah) ketika dimintai keterangan oleh petugas Mapolsek Prbumulih Timur. 
 
PRABUMULIH - Sepasang muda mudi yang digerbek tengah indehoy di sebuah rumah di kawasan Prumnas Vina Sejahtra Prabumulih yakni pelajar SMA yakni NY (16) dan Rarnu Ramadhan alias Janu Bin Didi Suhardi (18), mengaku melakukan perbuatan mesum untuk kedua kalinya."Perbuatan ini (hubungan suami istri-red) kami lakukan kedua kalinya, pertama di rumah NY dan kedua yang ini," ungkap NY dan Janu ketika diintrogasi petugas kepolisian Polsek Prabumulih Timur, Kamis (23/10/2014).
Sepasang muda mudi tersebut mengatakan, melakukan perbuatan bejat diluar nikah tersebut disebabkan sudah saling mencintai dan sedang dimabuk asmara.
"Kami sama sayang, kami lakukan tidak saling paksa," rintih siswi sembari jangan memberitahu orang tua dan sekolah.
Berita sebelumnya, puluhan warga menggerbek sepasang muda mudi berbuat mesum di Perumnas Vina Sejahtera 4 Blok DD 24 A RT 05 RW 09 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Prabumulih.
Perbuatan mesum itu sendiri dilakukan Rarnu Ramadhan alias Janu Bin Didi Suhardi (18) warga Jalan Arimbi Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur.
Sementara si perempuan merupakan seorang pelajar SMA yakni NY (16) warga Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat. Dua pelaku langsung di giring ke Mapolsek Prabumulih Timur kota Prabumulih untuk dimintai keterangan.

Kamis, 23 Oktober 2014

Saat Mengerok Punggung Anak Tirinya Timbul Niat Jahat Rochani


Saat  Mengerok Punggung Anak Tirinya  Timbul Niat Jahat  Rochani
Kompas.com/slamet priyatin
Pelaku Pemerkosa anak tiri. 

KENDAL,  - Rochani (62), warga Bangunrejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah memperkosa anak tirinya berinisial NU (22), saat sang istri Chairiyah (45) pergi mengaji, Rabu siang kemarin.
NU kini mengalami trauma dan malu keluar rumah. Menurut pengakuan Rochani, dia menikahi Chairiyah, 5 tahun lalu. Sejak itu, NU hidup serumah dengan Rochani. Merasa tidak enak badan, NU pun meminta dikeroki oleh bapak tirinya itu.
“Saya keroki bagian punggung, dan dadanya saya kasih balsam,” kata Rochani, di depan petugas, Kamis (23/10/2014).
Namun saat mengeroki dan mengusap dada korban dengan balsam, tiba-tiba timbul niat jahat. “Di rumah hanya ada saya dengan anak tiri saya. Saya khilaf. Saya tidak tahu, kenapa tiba-tiba ingin memperkosanya,” kata Rochani.
Rochani mengaku saat diperkosa NU sempat melawan. Tapi, NU menyerah ketika mulutnya dibekap dan diancam akan dibunuh. NU pun menjadi takut dan pasrah begitu saja. “Saya hanya melakukan sekali,” tambah Rochani.
Sementara itu, Kepala Polres Kendal AKBP. Haryo Sugihhartono, menjelaskan, Rochani ditangkap di rumah menyusul laporan dari Chairiyah. Saat ditangkap, Rochani tidak melakukan perlawanan dan langsung mengakui perbuatannya.
Rochani dikenai Pasal 46 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan ancaman 12 tahun penjara.

Wanita Yazidi Mengaku Diperkosa Militan ISIS 30 Kali Dalam Waktu Beberapa Jam

LONDON  Seorang perempuan muda Yazidi, yang telah dipaksa menjadi budak seks oleh Negara Islam atau ISIS, memohon pihak Barat mengebom rumah bordil di mana dia ditawan. Perempuan itu mengaku, kaum militan ISIS memerkosanya 30 kali hanya dalam waktu beberapa jam.
Perempuan tak dikenal itu, yang diketahui disekap sebagai tawanan ISIS di suatu tempat di Irak barat, telah ditangkap ISIS dalam pembantaian di Sinjar pada awal Agustus lalu.
Sebuah kelompok yang sedang meningkatkan kesadaran orang akan penganiayaan ISIS terhadap kaum perempuan di wilayah yang dikendalikan kelompok itu di Timur Tengah mengatakan, perempuan tersebut telah menghubungi para pejuang Peshmerga Kurdi melalui telepon. Dalam pembicaraan telepon, perempuan itu memohon agar rumah bordil tersebut dibom sehingga para perempuan yang dijadikan budak seks oleh ISIS bisa keluar dari kesengsaraan mereka.
Dia mengatakan kepada para pejuang Kurdi bahwa dirinya telah begitu sering diperkosa. Bahkan, dia tidak bisa ke toilet. Penderitaannya begitu mengerikan sehingga dia berencana untuk bunuh diri, bahkan jika akhirnya pun dibebaskan.
Rincian pengalaman brutal perempuan di tangan ISIS itu muncul dalam sebuah wawancara dengan aktivis Kurdi yang menggelar demonstrasi di London guna meningkatkan kesadaran orang akan penderitaan perempuan di Timur Tengah. Dalam sebuah wawancara dengan BBC World Service, seorang pria yang diidentifikasi sebagai Karam menggambarkan bagaimana seorang temannya yang ikut dengan Peshmerga menerima telepon perempuan Yazidi itu.
Karam mengatakan, perempuan itu menangis di telepon. “Jika kalian tahu di mana posisi kami, silakan mengebom kami … Tidak ada kehidupan setelah ini. Saya akan tetap bunuh diri, yang lain telah bunuh diri pagi ini,” kata perempuan itu sebagaimana dikutip Karam. “Saya pernah diperkosa 30 kali dalam waktu beberapa jam. Saya tidak bisa pergi ke toilet. Silakan bom kami,” kata Karam menirukan pengakuan perempuan tersebut.
Kelompok aktivis Kurdi, di mana Karam ikut serta di dalamnya, melakukan aksi unjuk rasa di pusat kota London demi meningkatkan kesadaran orang akan penderitaan kaum perempuan yang hidup di bawah penindasan brutal ISIS. Di antara aksi mereka baru-baru ini adalah penyelenggaraan sebuah tiruan pasar budak. Dalam pasar budak palsu itu, sejumlah perempuan yang mengenakan nikab dirantai bersama-sama. Sementara pria bertopeng menggunakan pengeras suara untuk melelang mereka ke penawar tertinggi.
Pekan lalu, PBB menegaskan bahwa ribuan warga Yazidi dibantai saat ISIS menyapu Irak utara pada Agustus lalu. Pembantaian tersebut menyerupai adegan dalam peristiwa di Bosnia Srebrenika.
Para penyidik kini menyimpulkan bahwa lebih dari 5.000 warga Yazidi ditembak mati dalam serangkaian pembantaian oleh ISIS. Selain itu, 5.000-7.000 perempuan juga ditahan di pusat penahanan darurat, di mana mereka entah telah dibawa dan dijual ke perbudakan atau diserahkan kepada para militan sebagai selir.
Lima pusat penahanan di kota Tal Afar diperkirakan telah menampung sekitar 3.500 perempuan dan anak-anak.

Faisal Nekat Setubuhi ABG Karena Sering Lihat Orang Tuanya Berhubungan Badan

MEDAN - Faisal (27), warga Jalan Pahlawan, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, harus berurusan dengan pihak kepolisian karena tega menyetubuhi kekasihnya Bunga (12).
Aksi bejat Faisal tersebut terungkap setelah orangtua Bunga melihat perilaku aneh siswa kelas VI SD itu. Setelah diinterogasi, Bunga akhirnya mengaku telah disetubuhi Faisal setelah perayaan Idul Adha.
“Terduga pelaku kita amankan, karena laporan orangtua korban yang masih di bawah umur. Sekarang korban tengah melakukan visum. Sebentar lagi kita dapatkan hasilnya,”ujar Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Alexander Piliang, Rabu (22/10/2014).
Sementara Faisal yang telah ditahan di Mapolsekta Medan Timur, langsung mengakui perbuatannya sesaat setelah diperiksa Polisi. Ia menyatakan nekat menyetubuhi Bunga lantaran tak mampu menahan hasrat seksual akibat sering mengintip orangtuanya berhubungan badan.
“Aku sudah sering kepikiran. Tapi baru sama dia lah kesampaian. Aku sudah enggak kuat lagi menahan hasrat, karena seringkali melihat orangtuaku berhubungan badan,” ujar Faisal.
Ia mengungkapkan mengenal Bunga saat berkunjung ke rumah pamannya pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriah. Saat itu Faisal meminta nomor ponsel Bunga, dan menjalin komunikasi insentif selama sepekan.
“Kenalannya waktu Lebaran Haji. Aku minta nomor HP-nya. Habis itu kami jadian. Lalu seminggu setelah hari raya, dia kuajak jalan-jalan. Lalu kami singgah di salah satu losmen di Jalan Bintang. Awalnya dia menolak, tapi karena kubilang aku akan bertanggung jawab kalau dia hamil, makanya dia mau. Kami melakukannya dua kali,” jelasnya.

Berkat Korset yang Digunakan Anggota Dewan ini Selamat Jadi Korban Rudapaksa


Berkat Korset yang Digunakan  Anggota  Dewan ini  Selamat  Jadi Korban  Rudapaksa
net
Ilustrasi. 

SIANTAR - Anggota DPRD YP mengalami kekerasan seksual oleh rekannya sesama anggota DPRD Siantar dari Partai Golkar Denny Siahaan. Kejadian percobaan pemerkosaan ini dilakukan pada 30 September yang lalu.
Kepada wartawan, YP, Senin (20/10/2014) mengatakan,  ia "selamat" dari noda Denny yang ngotot memperkosanya, berkat korsetnya.
"Saya ditariknya, ditolaknya ke tempat tidur. Saya tidak ingat kamar nomor berapa. Saya sudah nangis-nangis. Saya sudah menunjang dia. Sudah menampar dia. Saya berontak. Tapi dia masih mau memerkosa saya. Kemudian saya lari ke pintu hotel. Tapi ditariknya lagi saya ke tempat tidur. Tetapi saya bersyukur saya pake korset, jadi saya tidak istilahnya saya tidak sampe dinodai yang lebih dari itu," katanya.
"Setelah itu saya diantarlah ke Kantor DPRD sama dia. Lalu saya ngadu ke adik saya, kalau Denny itu bejat. Setelah itu adik saya ngadu sama suaminya. Dan besoknya, Baringin datang ke rumah. Dia gak senang atas perlakuan Denny terhadap sama. Terus tanggal 2, Baringin datang ke Kantor DPRD Siantar, nyari si Denny. Kebetulan isu itu sudah terdengar sampai ke Golkar."
"Setelah kejadian itu dia gak pernah meminta maaf. Sekalipun gak pernah minta maaf."  Z"Baru tanggal 3 Oktober. Saya bersama Deny, Pak Hendra, Ibu Rini, berkumpul. Bagaimana tanggapan saya. Saya minta dia ngakuin kesalahannya."
"Tadinya saya mau ngambil sertifikat tanah. Saya terus dilarikan ke Parapat. Saya udah ketakutan sebagai wanita. Saya bilang,'Bang kau jangan macam-macam'. Itu kejadiannya tanggal 30 September."
"Lalu saya berusaha turun. Saya tarik setir mobil. Naik mobil dia Fortuner BK 9 ZR. Terus kami balik. Kubilang sama dia balik ke DPRD. Tapi dibawanya ke Siantar Hotel."
YP mengaku tidak pernah berjalan bersama Denny, baik sebagai sahabat maupun sebagai pacar.
"Tidak pernah. Ada memang sekali seminggu sebelumnya ke kantor BPN. Minta kawani ngambil sertifikat tanah. Di Siantar Hotel di kamar paling belakang. Setelah di hotel, dia bilang 'Saya sakit hati samamu. Pokoknya kamu harus penuhi kemauan saya'."
"Lalu saya bilang, 'Kau sakit hati kenapa? Kalau kau sama lonte iyalah. Ini aku kawan kau. Kita sama-sama anggota DPRD," ucapnya.