Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Selasa, 06 Desember 2011

Aktivitas Seksual di Usia 15-25 Tahun Paling Tinggi

Anak umur 15-25 ternyata menjadi grup masyarakat yang ditemukan mempunyai aktivitas seksual paling tinggi. Bahkan mahasiswa saat ini rata-rata pernah melakukan hubungan intim.

Demikian yang dikemukan Manager Senior Brend Kondon, Pierre F Newmaster, dalam Acara Indonesia Sex Survey di Terrace Garden Hotel Four Season, Senin (5/12).

Pierre mengungkapkan, melalui survei terhadap 663 responden di lima kota besar di Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Bali, ditemukan bahwa pria umur 20-25 tahun pernah melakukan hubungan sekesual. "Perlu ditekankan bahwa hasil survei ini tidak representatif. Tetapi bisa menjadi barometer mengenai aktivitas seks di Indonesia," tegas Pierre.

Seks bukan lagi menjadi hal yang tabu, melainkan fenomena yang terjadi di kalangan masyarakat metropolitan. Dengan itu, pengertian akan tindakan prevensi terhadap virus HIV/AIDS sebaiknya ditingkatkan agar tidak menjalar ke permasalahan lain yang dapat memperburuk kehidupan bermasyarakat.

Untuk itu, edukasi terhadap penggunaan kondom kepada kaum muda ini sangat penting untuk mengurangi terjangkitnya virus HIV/AIDS yang sempat naik dari 38.5 % pada tahun 2006 ke 76.9% pada 2011 menurut data dari BKKBN.(MEL)

Jual Anak untuk Dijadikan Pelacur, Madi Ditangkap

Madi harus berurusan dengan Kepolisian Sektor Polewali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Ia diduga akan menjual anak di bawah umur untuk dijadikan pelacur. Madi ditangkap satuan Reserse dan Kriminal Polsek Polewali disalah satu hotel kelas melati di Kecamatan Polewali, Jumat (2/12) malam.

Waria asal Desa Ujung Baru, Kecamatan Wonomulyo, tersebut tertangkap tangan saat sedang bertransaksi seks di lobi hotel. Selain Madi, polisi juga menangkap seorang remaja yang hendak dijadikan pelacur.

Di hadapan penyidik, tersangka mengaku baru tiga bulan menjadi germo. Setiap wanita pekerja seks komersial atau PSK yang dipekerjakannya dijual dengan harga Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu sekali melayani tamu.

Sementara itu, remaja yang ikut ditangkap mengaku dijanjikan gaji Rp 3 juta per bulan untuk melayani minimal dua tamu perhari. Pelakar kelas sepuluh SMA ini mengaku bekerja dari satu hotel atau penginapan ke penginapan bersama sejumlah wanita lainnya.(BOG)

Menang Kontes SEO


Sedikit testimoni dari salah seorang premium member yang telah mempraktekkan ebook-ebook cafebisnis. Mudah-mudahan bisa jadi penyemangat. Masalah utamanya sebenarnya bukan pada ebook-nya atau siapa gurunya, tapi pada bagaimana anda mempraktekkan dan kesungguhan anda dalam belajar. Inilah buktinya:
Sudah lama ikut member premium cafebisnis baru sekarng saya beri testimoni, semoga berkenan.
Memang klo tidak ada action tidak ada manfaatnya produk dan tutorial cafe bisnis. Saya sudah terapkan SEO cafe bisnis dan semua artikel cafebisnis, maknyus Juara 9 Kontes SEO Voucher Hotel Murah di Rajakamar.com (http://rajakamar.com/seo/winner.html) dan sekarang sedang berperang pada kontes SEO Adira dan GT radial, dan saya tetap terapkan teknik SEO cafebisnis. Doakan. you are the best.
owner: bikinhoki.com
Nah, kapan giliran anda? Mau fokus mengeluh terus, fokus nyari-nyari peluang terus atau fokus mengerjakan dengan serius apa yang sudah anda genggam?
Ingat! Menyalahkan orang lain atau keadaan tidak akan sedikitpun membuat anda sukses. 

Satpam Cabuli Siswa SMA

Tak kuat menahan rasa cintanya, seorang satpam sekolah Dony Setiawan mencabuli seorang siswi SMAN di Kecamatan Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di bawah ancaman clurit dan tangan diborgol, korban dipaksa melayani nafsu bejat pelaku.

Peristiwa asusila itu diketahui ayah korban ketika korban tidak mau sekolah, karena merasa tidak nyaman. Korban mengaku telah menjadi korban pencabulan olah satpam sekolah. Orangtua korban pun langsung melapor ke Polsek setempat.

Polisi pun langsung mencari dan menangkap pelaku. Dony Setiawan digelandang petugas polisi menuju ruang penyelidikan unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Kulon Progo. Tersangka menuturkan, ia telah berupaya menemui keluarga korban untuk meminta maaf.

Dari tangan tersangka, polisi menyita flashdisk berisi video porno. Polisi masih mencari celurit yang dibuang tersangka ke Sungai Serang.(BJK/SHA)

SUNDE: menyulap 1 PC jadi 40

The Revolution of Network Computing. Membangun jaringan 40 Komputer hanya dengan 1 CPU !!!

Solusi hemat dan murah!!!

Sunde Thin Client SD800L dan SD880L adalah sebuah trobosan baru dalam membangun jaringan komputer. Cukup dengan 1 CPU, kita bisa membangun jaringan yang bisa di akses sampai 40 pengguna dan tiap pengguna dapat membuka berbagai aplikasi yang berbeda-beda secara bersamaan. Ini dapat membantu pemakai untuk menghemat banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk membangun jaringan. Sunde Thin Client SD800L dan SD880L cocokdigunakan untuk pengguna rumah, kantor bahkan untuk membangun usaha warnet (non gaming); tentunya dengan biaya yang lebih murah dan mudah digunakan.

Features:
~ Berdasarkan struktur standard jaringan Ethernet TCP/IP
~ Tampilan desktop Windows yang real-time
~ Konsumsi daya yang rendah
~ Bentuknya kecil dan ringan
~ Mudah instalasi dan dioperasikan
~ Tidak berisik
~ Protocol: NetPoint 5.1, RDP

Cukup dengan Sunde SD800L / Sunde SD880L, 1 CPU sebagai Host, Hub/Switch, Kabel LAN (RJ-45), monitor, keyboard dan mouse, maka anda sudah bisa membangun sebuah jaringan.

Keunggulan Sunde:
1. Hemat biaya pembelian CPU yang bertugas sebagai host untuk sejumlah client tertentu
2. Client dapat membuka aplikasi yang berbeda-beda secara bersamaan
3. Client beroperasi selayaknya memiliki komputer yang sama dengan seperti host
4. Hemat listrik, karena hanya menggunakan adaptor 5 watt, bandingkan dengan CPU biasa
5. Instalasi yang mudah (user friendly)
6. Hemat biaya perawatan, karena perawatan hanya di komputer host
7. Jarak client dengan host sampai dengan 100 meter
8. Hemat biaya aplikasi, karena hanya di install di komputer host
Hemat space / tempat karena ukuran yang kecil dan ringan
10. Lebih ramah lingkungan

Spesifikasi:
* Power: Input AC 110V - 220V 50/60 Hz, Output DC 5V/2A
* Size: 168mm (w) x 30mm (H) x 125mm (D)
* Net weight: 250gr
* Back port: DC Power Jack, Speaker Jack, VGA Monitor Port, PS/2 Keyboard Port, PS/2 Mouse Port, Ethernet (RJ-45) Port
* Supporting OS: Windows XP Professional (SP2/SP3), Windows Server 2003, Windows Vista Ultimate, Windows 2000 Professional / Server, linux (Ubuntu 9.04)

Note:
* Untuk tipe SD880L ada port USB di samping.
* Tidak berjalan pada windows versi Home

Silahkan lihat gambar dan daftar harganya di

http://pvidia.com/sunde-sulap-1-pc-jadi-40.php

Sabtu, 03 Desember 2011

Remaja Putri Diperkosa Kakak Iparnya Sendiri

Dua pemuda di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (1/10), diringkus polisi. Tawang dan Sunar ditangkap karena diduga memperkosa seorang perempuan berusia 15 tahun, sebut saja Bunga. Kepada polisi, Sunar mengaku memperkosa Bunga lantaran dipengaruhi nafsu setan.

Kasus ini bermula ketika Sunar menjemput korban saat pulang kerja. Ehh...ternyata bukannya diantar pulang, tapi Bunga malah dibawa ke rumah Tawang dan diperkosa. Atas perbuatannya itu, Sunar dan Tawang diancam undang-undang tentang Perlindungan Anak dan pasal perkosaan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.(BOG/VIN)

Siswi SD Jadi Korban Perkosaan Berantai

Seorang siswi kelas tiga Sekolah Dasar Tujuh Sumerta Denpasar, Bali, menjadi korban penculikan sekaligus perkosaan pria tak dikenal. Ia adalah korban kelima sejauh ini dari pelaku yang diperkirakan orang yangsama. Hingga Selasa (13/4), pelaku belum dapat diketahui.

Korban berinisial UL diculik seseorang yang mengaku sebagai teman ayahnya saat jam pulang sekolah. Penculik kemudian membawa korban ke sebuah tempat sepi di wilayah Pulau Serangan. Di sanalah korban dicekik, dipukul, dan diperkosa.

Usai diperkosa, korban diletakkan begitu saja di pemakaman dekat sekolah. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, alat kelaminnya mengalami pendarahan hebat. Ia pun lalu dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar.

Saat ini para guru, siswa, dan orangtua siswa khawatir bukan main. Mereka berharap polisi dapat segera menangkap pelaku berhati bejat tersebut.(WIL/YUS)

Kejar Pemerkosa Anak, Pecalang Dikerahkan

Majelis Utama Desa Pekraman, lembaga yang menaungi desa adat seluruh Bali, menyatakan akan ikut aktif membantu polisi memburu pelaku penculikan dan perkosaan siswi Sekolah Dasar (SD) di Bali. Hal ini disampaikan Pengurus Majelis Utama Desa Pekraman Bali saat bertemu aktivis Gerakan Ibu Peduli di Denpasar, Bali, Selasa (20/4).

Dalam pertemuan itu, Gerakan Ibu Peduli meminta kepada majelis agar ikut aktif menjaga keamanan para siswa sekolah dan lingkungan sekitar sekolah. Ketua Majelis Desa Pekraman Jero Gede Putus Upadesa berjanji akan membantu Polda Bali dalam mengungkap kasus ini. Majelis juga telah meminta kepada seluruh desa adat di Bali agar mengerahkan petugas keamanan desa adat atau pecalangnya guna mencari pelaku. Jumlah Desa Pekraman atau adat di seluruh Bali mencapai 1473 desa adat. Setiap desa adat memiliki 30 hingga 100 orang anggota pecalang.

Sementara itu, hingga kini, pelaku penculikan dan pemerkosaan enam siswi SD di Denpasar, masih terus diburu polisi. Pelaku pemerkosaan sudah berhasil diidentifikasi dan sketsa wajahnya sudah disebar di beberapa wilayah di Denpasar.[baca: Lagi, Pemerkosaan Anak Terjadi di Denpasar].(ARL/YUS)

Lelaki Beristri Perkosa Gadis SMA

Seorang bapak satu anak menjadi bulan-bulan warga karena diduga memperkosa gadis pelajar SMA yang masih berusia 17 tahun di Pinrang, Sulawesi Selatan. Kini, Dedy sang tersangka itu hanya bisa meringkuk di kantor polisi Polsekta Panakkukang, Makassar.

Warga dan keluarga korban sebelumnya sempat mengepung tempat tinggal Dedy, dan kemudian melampiaskan amarah dengan memukuli tersangka hingga kepalanya terluka. Beruntung polisi segera datang dan membawanya beserta sang istri ke kantor polisi.

Saat dimintai keterangan, Selasa (20/4), Dedy mengaku bersetubuh dengan korban sebanyak dua kali di rumahnya dengan disaksikan oleh sang istri, Tati yang telah meresetuinya lantaran sudah berpacaran selama sebulan. Menurut Dedy, istrinya menyatakan ikhlas jika Dedy bersama wanita lain, karena ia menderita tumor dan ingin membahagiakan suaminya.

Tapi pernyataan itu berbeda dengan pengakuan korban. Gadis belia itu membantah jika ia bersetubuh di rumah pelaku dengan disaksikan istrinya. Korban mengaku diperkosa pada Senin malam (19/4), setelah dibujuk untuk menemani istrinya yang sakit tumor.

Untuk kepentingan penyelidikan, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar guna menjalani visum. Sementara Daeng Keknang ibu korban, menuntut agar pelaku yang telah merenggut mahkota anak gadisnya dihukum teramat berat.

Jika pelaku bersalah secara hukum, maka akan dikenakan hukuman pasal berlapis yakni pelanggaran undang-undang perlindungan anak dan KUHP pasal 285 dengan ancaman 12 tahun penjara.(BJK/MLA)

Amoral, Kyai Cabuli Gadis 16 Tahun

Seorang gadis berusia 16 tahun mengaku diperkosa seorang kyai hingga berulang kali. Perbuatan cabul tersebut terpaksa ia terima lantaran sang kyai mengancam akan memberikan suatu penyakit yang tak bisa disembuhkan. Sang gadis, sebut saja Bunga, akhirnya memberanikan diri melapor kepada polisi.

Bunga mengaku diperkosa Kamaludin, seorang kyai warga Desa Karya Makmur, Kecamatan Penawar Aji, Tulangbawang, Lampung. Harapan agar penyakit yang ia derita bisa sembuh, ternyata hanya angan belaka. Bunga malah kehilangan kegadisannya karena diancam akan diberikan penyakit yang lebih parah. Kasus ini kini ditangani Polres Tulangbawang untuk diselidiki.(TES/AYB)

Siswi Madrasah Ditemukan Setengah Telanjang

Seorang siswi tingkat satu Madrasah Aliyah ditemukan dalam keadaan setengah telanjang di sekitar pasar Perumnas Kota Cirebon, Jawa Barat, Ahad (9/5) dini hari. Mawar (nama samaran), warga Desa Perbutilan Sumber, Kabupaten Cirebon, diduga menjadi korban perkosaan.

Korban mengaku mendapat pesan singkat lewat ponsel dari seorang pemuda kenalannya untuk bertemu di Pasar Sumber. Korban yang datang sendirian lalu diajak minum hingga tak sadarkan diri. Setelah itu korban diduga diperkosa secara bergiliran oleh pelaku dan kawan-kawannya.

Berdasarkan keterangan korban, polisi kini telah mengantongi ciri-ciri dan nama pelaku. Hingga Ahad (9/5), Kepolisia Resor Kota Cirebon masih memburu pelaku yang diperkirakan lebih dari dua orang.(WIL/YUS)

Gadis Cilik Diperkosa Teman Sebaya

eorang gadis 10 tahun, sebut saja Delima, menjadi korban pemerkosaan oleh teman sebayanya. Ia kini hanya bisa terbujur lemas di
Rumah Sakit Soewandi Surabaya, Jawa Timur, untuk mendapat perawatan intensif. Dengan didampingi kedua orangtuanya, Delima mengalami trauma dan infeksi parah di kemaluan yang membuatnya sulit berjalan.

Menurut orangtua korban Wawan, kejadian yang menimpa anaknya itu baru diketahui dua pekan silam ketika sang anak mengeluh merasakan sakit di daerah kemaluan. Setelah didesak, Delima mengaku telah diperkosa JZ, bocah 14 tahun dengan dibantu tiga temannya yang semuanya masih di bawah umur.

Kejadian bermula ketika Delima diajak bermain oleh teman-temannya di sebuah rumah kosong di kawasan Gubeng Kertajaya. Saat itu pelaku beraksi dengan dibantu tiga temannya yang memegangi Delima.

Peristiwa pemerkosaan yang terjadi dua pekan silam baru dilaporkan ke polisi pada Selasa (6/7) sore. Hal itu lantaran keluarga korban diintimidasi keluarga pelaku. Tapi karena kondisi Delima kian parah dan tidak ada itikad baik dari keluarga pelaku yang juga masih kerabat, akhirnya ayah Delima melaporkan kejadian itu ke polisi.

Sementara itu pihak kepolisian akan menyelidiki dan memanggil saksi. Jika terbukti bersalah, pelaku akan dijerat Pasal 81 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(BJK/YUS)

"Mawar" Menuntut Keadilan

Sebut saja namanya Mawar. Bocah kelas 1 SMP ini kembali mendatangi Mapolres Polewali Mandar, Selasa (5/10) siang, untuk mempertanyakan penanganan kasus perkosaan yang menimpa dirinya.

Mawar didampingi sejumlah aktivis tiba di ruang unit pelayanan masyarakat Polres Polewali sebelum diarahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Kendati sudah sebulan lebih kasusnya dilaporkan ke polisi namun hingga kini terkesan jalan di tempat. Tiga pelakunya kini bahkan dikabarkan telah melarikan diri.

Menurut Mawar, nahas yang menimpa dirinya bermula ketika korban diajak salah satu temannya, Yaya, ke Pantai Bahari Polewali. Di sinilah ia kemudian berkenalan dengan tiga pelaku yang juga teman Yaya. Mawar tak menaruh curiga ketika pelaku menawari minuman dingin yang diduga telah dicampur minuman keras dan obat tidur. Korban kemudian dibawa pelaku ke sebuah tempat tak jauh dari Stadion Manding dan diperkosa bergiliran.

Sejak aib menimpa dirinya, Mawar kini lebih banyak mengurung diri. Jangankan bersekolah, keluar rumah saja ia malu. Kini ia cuma berharap petugas serius memburu para pelaku yang salah seorang di antaranya diketahui merupakan anak anggota polisi di Polres Polewali Mandar.

Sejumlah aktivis dari lembaga perlindungan perempuan dan anak Polewali yang mendampingi korban ke kantor polisi pun menyayangkan lambannya penanganan kasus. Sementara keluarga korban yang kini mulai frustasi mengancam akan mengambil jalan pintas jika polisi tak serius. (CHR/YUS)

Empat Pria Bergilir Perkosa ABG di Kebun

Seorang anak baru gede (ABG) menjadi korban perkosaan empat pemuda begundal di kebun cokelat. Salah satu pelaku merupakan kekasih korban yang sudah sebulan dipacarinya. Selang sehari, keempat pemuda itu berhasil diringkus petugas Polsek Polewali, Sulawesi Barat, sehari setelah korban melapor.

Keempat pria itu merupakan Randi (18), Illang (23), Accu (20), dan Appi (21). Randi merupakan kekasih korban yang baru sebulan menjalin kasih. Di depan polisi, para pelaku mengaku perbuatan bejat mereka.

Sebut saja Melati (18). Ia menjadi korban perkosaan bergilir di sebuah kebun cokelat, sekitar dua kilometer dari pemukiman penduduk di Kecamatan Andreapi, Polewali Mandar, Senin malam. Kejadian ini bermula ketika Randi mengajak Melati untuk menonton permainan di Pasar Malam Polewali. Keduanya janjian bertemu di Pantai Bahari Polewali Mandar.

Randi tampaknya sudah mempunyai rencana jahat. Belum sampai ke pasar malam, Randi langsung membawa Melati ke tempat yang sepi. Semula Melati tak curiga karena Randi beralasan ingin mengajaknya jalan-jalan ke rumah sahabatnya. Perjalanan pun makin menjauhi pasar malam dan pemukiman warga.

Melati mulai menangkap firasat buruk. Dugaannya terbukti, ia bukannya dibawa ke rumah sahabat kekasihnya melainkan digiring ke sebuah kebun cokelat. Di tempat ini Melati dipaksa melayani nafsu bejat Randi. Melati memang sempat memberontak namun tak ada yang bisa menolongnya.

Rupanya Randi tak sendirian, ada tiga teman lainnya yakni Illang, Accu, dan Appi yang ternyata sudah menunggu sebelum kedua pasangan itu tiba di lokasi kejadian. Seperti skenario yang sudah direncanakan bersama, semuanya berjalan mulus.

Usai Randi melampiaskan nafsu bejatnya, ketiga rekannya yang mengintip dari jarak dekat, tiba-tiba menyergap kedua pasangan ini. Agar sandiwaranya tidak terbongkar, Randi berpura-pura tidak mengenal ketiga rekannya.

Ketiga rekan Randi bukannya melaporkan tindakan asusila ini ke polisi tapi malah meminta jatah. Melati sempat memberontak namun apa daya, ketiga pemuda ini dengan leluasa mengambil jatah secara bergantian hingga tak sadarkan diri.

Sadisnya, Melati yang tidak berdaya ditinggal para pelaku di tengah kebun. Melati yang setengah sadar kemudian berusaha berjalan tertatih-tatih mendekati pemukiman penduduk sebelum mendapat pertolongan warga setempat. Menuru kesaksian warga, Melati baru tahu kalau pemuda yang baru sebulan dipacarinya itu tega merenggut mahkotanya.

Di hadapan polisi Melati menagis sesunggukan menceritakan nasib tragis yang dialaminya. Ia mengaku tak menyangka pemuda yang dikenal dermawan dan suka menolong itu ternyata pria bejat. "Saya tidak sangka Pak, Randi yang tampak sopan dan solider itu rupanya pria bejat," kata Melati kepada petugas di kepolisian. Melati pun meminta keempatnya mendapat hukuman setimpal. Ia tak akan pernah memaafkan kebejatan para pemuda begundal itu.

Kerja keras petugas di Polsek Polewali membuahkan hasil. Satu persatu pelaku dibekuk polisi di tempat berbeda. Kapolsek Polewali, AKP I Wayan menyatakan, keempat pelaku diganjar pasal 81 ayat satu dan dua UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Keempat pelaku diancam hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 300 juta.

Keempat pelaku kini mendekam di Mapolsek Polewali. Rencananya korban akan diserahkan ke unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Polewali.(MEL)

Perkosaan di Angkot Kembali Terjadi

Meski razia terhadap angkutan kota (angkot) berkaca gelap dan sopir tembak telah dilakukan. Namun, tindak kejahatan di angkot masih saja mengancam kaum wanita. Kali ini menimpa seorang penurus bayi atau babysitter di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu malam lalu.

Menurut pengakuan tersangka yang merupakan sopir M 28 jurusan Kampung Melayu-Pondok Gede, korban saat itu minta diantarkan ke rumah majikannya di Pondok Bambu, Jaktim. Alih-alih diantar, korban malah diajak berputar-putar oleh tersangka sebelum diperkosa dan dirampas telepon genggamnya.

Kini, korban masih trauma. Pelaku berhasil dibekuk polisi Kamis kemarin. Atas perbuatannya tersangka terancam hukuman 12 tahun penjara.

Kasus pemerkosaan di angkot seperti ini bukan kali pertama. Sebelumnya, seorang mahasiswi LS dibunuh setelah diperkosa di angkot dalam perjalanan menuju Tangerang, Banten. Kasus pemerkosaan juga menimpa seorang karyawati di angkot jurusan Ciputat-Pondok Labu. Belakangan diketahui, korban kenal para tersangka pemerkosa. (APY/YUS)

Empat Tersangka Pemerkosa ABG Ditangkap

Empat pria tersangka kasus pemerkosaan seorang gadis anak baru gede (ABG), Puput--sebut saja demikian, ditangkap aparat kepolisian di Ciamis, Jawa Barat, Selasa (18/10). Salah satu tersangka yang masih di bawah umur kemudian ditempatkan di tahanan terpisah.

Korban mengaku kepada orangtuanya, saat itu ia main ke rumah teman yang bernama Dika, Ahad silam. Selanjutnya korban dijemput tersangka Dika yang masih teman satu sekolah. Saat korban dibawa ke rumah tersangka, korban dipaksa menenggak minuman keras hingga mabuk.

Pada saat itulah korban dibawa para tersangka ke tanah lapang yang sepi tempat ketiga tersangka lainnya menunggu. Mengetahui korbannya tak sadarkan diri, keempat tersangka Fajar Kurnia yang berstatus mahasiswa di Tasikmalaya, Robi alias Robert dan Riza bekerja di Pemerintah Daerah Ciamis secara bergantian melakukan perbuatan asusila tersebut. Korban yang terus meronta tak mampu melawan melawan tersangka yang berjumlah lebih banyak.

Orangtua korban, Abas, meminta aparat menghukum tersangka seberat-beratnya karena telah menghancurkan masa depan putrinya. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat tersangka kini mendekam di ruang tahanan Mapolres Ciamis untuk diproses secara hukum.(ADI/ANS)

Dua Anaknya Diperkosa, Ibu Adukan ke Komnas HAM

Seorang ibu mengadukan nasib anaknya ke Kantor Komisi Hak Asasi Manusia di Padang, Sumatera Barat berkaitan dengan kasus dua anaknya yang diperkosa oleh tetangganya sendiri. Para korban kakak beradik diperkosa oleh para pelaku yang juga masih bocah.

Peristiwa perkosaan ini terjadi Juli silam dan sudah dilaporkan pula ke polisi. Namun polisi sepertinya tak serius menanggapi pengaduan Rini, ibu dari korban. Menurut polisi, seperti dituturkan Rini, tidak ditindaklanjutinya laporan tersebut karena tiga pelaku juga masih berumur di bawah 12 tahun. Salah satu pelaku yang masih di bawah umur adalah anak seorang anggota polisi.

Menurut polisi kasus tersebut tak dapat dilanjutkan karena pelakunya masih anak-anak di bawah umur 12 tahun. Maka tidak bisa dimintai pertanggungjawaban secara pidana sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi.

Orangtua korban berharap kasus yang sangat merugikan fisik dan mental anak-anaknya itu bisa segera selesai. Para korban kini mengalami trauma. Pihak Komnas HAM Padang berjanji akan mengusut kasus tersebut.

Sementara itu, Kapolresta Padang Seno Putro ketika dimintai konfirmasinya tentang kasus tersebut tak bersedia memberikan keterangan karena belum mendapat laporan dari bawahannya. (Vin)

Tiga Pemerkosa Gadis Diringkus

Aparat Kepolisian Resor Jakarta Selatan membekuk tiga pemuda pemerkosa seorang gadis berusia 21 tahun. Tersangka yang diciduk Jamal, Tole, dan Andi. Hal itu disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jaksel Ajun Komisaris Besar Polisi Budi Irawan dalam jumpa pers di Markas Polres Jaksel, Kamis (27/10).

Dalam jumpa pers terungkap penangkapan terhadap ketiga tersangka berkat laporan dari keluarga korban. Andi, Tole, dan Jamal dicokok di kediaman masing-masing di kawasan Kebayoran Lama, Jaksel, Rabu kemarin. Polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya sejumlah pakaian milik korban dan sebuah mobil Toyota Kijang bernomor polisi B 8303 GT.c

Peristiwa berawal saat korban, ER, berkenalan dengan Jamal saat tengah membuang sampah, 23 Oktober silam. Akibat bujuk rayuan, korban mau diajak tersangka yang kemudian dikenalkan dengan dua tersangka lain Tole dan Andi. Mereka kemudian berkeliling menggunakan mobil.

Saat di dalam mobil yang tengah jalan, korban diperkosa secara bergantian di bawah ancaman para tersangka. Ironisnya, korban menderita keterbelakangan mental.

Mempertanggungjawabkan perbuatan, ketiga tersangka dijerat pasal 285 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pemerkosaan dengan ancaman sembilan tahun penjara.(AIS)

Pemerkosa Gadis Lemah Ingatan Ditangkap Polisi

Polisi Karangasem telah selesai melakukan penyelidikan kasus perkosaan yang menimpa gadis cacat mental berinisial INA (19).

"Penyelidikan terhadap pemerkosaan anak cacat mental itu sudah rampung dilakukan," kata Kepala Sub Bagian Operasional Polres Karangasem, AKP I Made Wartama. Selain itu, menurut Wartama, pelaku I Wayan Giri (32) asal Desa Tegalinggah, Kecamatan Karangasem juga telah menandatangani BAP. Dalam kasus asusila ini, pelaku diancam hukuman 12 tahun penjara.

Peristiwa tindak asusila tersebut terjadi Rabu (16/11). Ketika itu, pelaku korban sedang berada di rumah dan hanya bersama kakek-neneknya yang sudah sangat tua.

Ketika sedang tidur sendiri di kamar, sekitar pukul 15.00 waktu setempat, Giri masuk kamar dan memperkosa korban yang tidak berdaya. Teriakan korban tak terdengar oleh siapa pun. Peristiwa itu baru dilaporkan orangtua korban ke polisi, Kamis (17/11) sore. Hasil visum dokter makin menguatkan kebenaran peristiwa perkosaan tersebut.

Pelaku ditangkap polisi di rumahnya. Di depan polisi, pemuda buruh bangunan itu berlagak seperti orang yang mengalami keterbelakangan mental. (ANT/Vin)

Mansyur Tega Hamili Anak Kandung

Seorang ayah tega memperkosa anak gadisnya sendiri hingga hamil empat bulan di Parepare, Sulawesi Selatan, Selasa (29/11). Perlakuan bejat tersangka Mansyur telah dilakukan berulang kali sejak korban masih duduk di bangku SD 2005 silam.

Perlakuan keji sang ayah akhirnya terungkap setelah sang ibu curiga dan langsung melaporkannya ke polisi. Korban yang masih berusia 17 tahun itu mengaku takut melaporkan perlakuan bejat sang ayah lantaran takut orangtuanya itu akan dipenjara. Korban yang kini terpaksa sudah berhenti sekolah, takut jika sang ayah dipenjara tidak ada yang menafkahi keluarganya.

Kepada polisi tersangka mengaku menyesal atas perbuatannya. Mansyur mengaku tak pernah memaksa sang anak. Namun, ia kerap merayu korban dengan alasan hendak mengobatinya. Kini, Mansyur harus mendekam di penjara dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (APY/Vin)