Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Sabtu, 22 September 2012

Gantung Diri di Ruang UKS


Siswi SMPN 22 Pontianak


Jasad Deaci Listianti di RS Bhayangkara Polda Kalbar
SYAMSUL ARIFIN
Jasad Deaci Listianti di RS Bhayangkara Polda Kalbar
PONTIANAK – Bertengkar dengan pacar, Deaci Listianti, 15, siswi kelas 3 SMPN 22 Kota Pontianak mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seprai di sekolahnya, Jumat (14/9) siang.
Warga Parit Demang, Jalan Purnama Dalam, Pontianak Selatan itu ditemukan tewas tergantung di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Pelajar SMPN 22 Kota Pontianak berhamburan menuju ruang UKS setelah mengetahui rekannya gantung diri sekitar pukul 10.30 WIB.
Para pelajar itu memberitahukan gurunya, kemudian salah seorang guru SMPN 22 Kota Pontianak menghubungi polisi. Jasad Deaci dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kalbar untuk divisum.
“Sebelumnya dia (Deaci, red) ada cerita mau bunuh diri, saya pun kaget. Lalu saya bilang, mengapa mau bunuh diri, jangan nekat begitulah,” ujar Dita Rahmawati, teman sekelas Deaci.
Dita bercerita, Deaci menjalin hubungan asmara dengan salah seorang pelajar kelas 2 SMAN 10 Kota Pontianak. Mereka sudah lima bulan pacaran.
Deaci mengatakan kepada Dita, dia sedang bermasalah dengan pacarnya sehingga mereka bertengkar saat jalan berdua di Jalan Jenderal Ahmad Yani tadi malam. Bahkan sang pacar memukul kepala dan tangannya pakai helm.
“Tadi dia memegang kepalanya terus dan mengaku kesakitan. Saya lihat memang ada memar di kepalanya. Dia juga mengaku tangannya terasa sakit, katanya dipukul cowoknya,” ungkap Dita meniru omongan Deaci.
Rekan-rekan Deaci tidak kuasa menahan kesedihan ketika melihat jasadnya terbujur kaku di RS Bhayangkara Polda Kalbar. Kasus ini masih ditangani Polresta Pontianak. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Deaci.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan, kita sudah minta keterangan beberapa orang saksi. Saat ini kita masih menunggu hasil visum dari tim dokter. Apakah ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, serta untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya,” jelas Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Puji Prayitno. (sul)

Razia Subuh, 46 Pasangan Mesum Digaruk



45 pasangan mesum indekos Kota Pontianak
SAHIRUL HAKIM
PONTIANAK – Jajaran Satpol PP Kota Pontianak di-backup kepolisian dan Polisi Militer (PM) menjaring 45 pasangan mesum di indekos wilayah Kota Pontianak, Kamis (13/9).
Razia dimulai pukul 05.00 pagi. Sasaran pertama indekos milik Na'in di Gang Rangon Jalan Tanjungpura. Petugas berhasil mengamankan tiga pasangan mesum dan enam remaja yang tidak memiliki identitas. Mereka yang terjaring ditemukan sedang tidur berdua dengan pasangannya di kamar indekos. Pasangan muda-mudi itu tidak berkutik ketika tertangkap basah oleh petugas. Kemudian mereka digelandang ke markas Satpol PP.
Razia dilanjutkan ke indekos milik Dyah Enni Setyawati di Gang Perintis I, Jalan Tanjungpura samping Jembatan Kapuas I. Petugas menjaring dua pasangan mesum dan seorang tanpa identitas. Ketika akan digerebek, pemilik indekos tidak mau membuka pintu. Setelah dipaksa petugas, akhirnya pintu dibuka. Kemudian petugas melanjutkan tugasnya di indekos Gang Haji Mursyid Jalan Imam Bonjol. Sebanyak 14 pasangan mesum diamankan. Bahkan ditemukan tiga wanita hamil di indekos tersebut. Petugas juga merazia indekos di Jalan Merdeka. Di sana tidak ditemukan pasangan mesum.
“Kita telah melakukan razia di empat indekos. Kita mengamankan 46 pasangan mesum, tiga perempuan sedang hamil tanpa suami, tujuh warga tanpa identitas,” ujar Uray Berty Apriani, Bidang Penegakan Peraturan UU Satpol PP Kota Pontianak, kepada wartawan.
Uray mengatakan pasangan yang terjaring ini akan dibina. Kalau memang di antara pasangan ini sebelumnya sudah pernah terjaring, maka akan diproses di persidangan.
Para pemilik indekos akan diberi peringatan supaya tidak menampung pasangan mesum di rumah indekos. “Pemilik indekos akan kita berikan peringatan. Kalau memang tidak mengindahkan akan kita tutup tempat tersebut. Apalagi kalau indekos itu tidak ada izin akan kita tutup,” tegas Uray Berty. (hak)

Jumat, 14 September 2012

Mesum dengan Sepupu Digrebek Satpol PP


Mesum dengan Sepupu  Digrebek Satpol PP
IST
ILUSTRASI
JOMBANG- Dua pasangan bukan suami istri diciduk petugas Satpol PP Jombang saat berbuat mesum di hotel Prambanan, Jalan Raya Gondangmanis Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, Senin (10/9/2012).
Salah satu pasangan adalah masih saudara sepupu. Sedangkan satu pasangan lagi adalah CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali). Selanjutnya, mereka digelandang ke Kantor Satpol PP guna pendataan.
Penggerebekan  berawal dari informasi masyarakat yang menyebut hotel di tepi Jalan Raya jurusan Kertosono - Surabaya itu kerap digunakan pasangan selingkuh. Kemudian, petugas bergerak ke lokasi yang dimaksud. Sesampai di hotel, Satpol PP langsung menyisir setiap kamar.
Hasilnya, petugas memergoki seorang pria berinisial AD (35) sedang berada di kamar dengan pasangannya berinisial NA (35). Keduanya warga Desa Losari Kecamatan Ploso, Jombang. Ironisnya, pasangan mesum ini masih terhitung saudara sepupu.
"Suami saya bekerja ke Kalimantan," kata NA. Dia mengatakan bahwa AD sepupunya sendiri.
Pasangan ke dua ZM (36) dan RN (36). Kepada petugas, baik ZM maupun RN mengaku kalau pacar lama atau CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali). ZM warga Badarlor Kecamatan Mojoroto, Kediri, sedangkan RN warga Desa Ngaber Kecamatan Mlarak, Ponorogo. Saat digerebek, petugas juga menemukan satu kotak kondom dan satu botol minuman
berenergi.
"Mereka masih telanjang saat kita gerebek ," kata
Kasi Pengendalian dan Operasional Satpol PP Jombang, Roni Afriandi.
ZM dan RN mengakui masing-masing sudah mempunyai pasangan resmi. Hanya  saja, setelah lama berpisah, keduanya bertemu. Nah, dari situlah
virus CLBK bersemi. Selanjutnya, mereka janjian untuk bertemu di hotel Prambanan.
"Kami pacar lama," kata RN yang berambut panjang ini.
Kepala Satpol PP Jombang, Mas'ud menjelaskan, sebenarnya ada tiga pasangan yang berhasil dikekuk oleh anggotanya. Namun sayang, satu
pasangan lagi kabur lewat pintu belakang hotel.
"Bagi yang tertangkap, kita suruh membuat penyataan tidak akan mengulangi perbuatannya
lagi," pungkasnya.

Ikroufi Terangsang Tubuh Seksi Karyawan Salon


Ikroufi Terangsang Tubuh Seksi Karyawan Salon
google
ilustrasi perampokan

BANJARBARU -- Dua orang perampok sekaligus pemerkosa karyawati Salon Annisa, M Ikroufi (19) dan HS (16), bertekuk lutut di tangan Buser Polsek Banjarbaru. Ikroufi terpaksa dihadiahi timah panas, karena mau melawan petugas pakai pisau.
  
Warga di Jalan Junjung Buih, samping RSUD Banjarbaru, terkejut menyusul adanya suara letusan pistol yang diikuti jeritan kesakitan seorang pemuda, Minggu (9/9/2012). Warga pun memburu ke arah suara tersebut. Bersamaan itu, sejumlah polisi bergerak membekuk dan membawa pemuda itu ke mobil.
  
Darah segar pun mengucur dari dua luka tembak di kaki pria itu. Dia adalah M Ikroufi (19). Warga Lutfia Tunggal B/164 Bincau Muara, Kecamatan Martapura Kota ini merupakan pelaku perampokan disertai pemerkosaan terhadap karyawan Salon Annisa di Jalan Taruna Praja, Jumat (31/8) lalu.
  
Selain M Ikroufi, polisi juga menangkap seorang tersangka lainnya HS (16). Pelajar asal Tanahlaut yang tengah menuntut ilmu di Martapura ini juga ikut merampok dan memerkosa karyawan Salon Annisa.
  
Informasi didapat, sejak menerima laporan peristiwa perampokan disertai pemerkosaan itu jajaran Polsek Banjarbaru di-backup Polres Banjarbaru dan Polda Kalsel terus melakukan penyelidikan.
Hasil dari penyelidikan ini pun membuahkan hasil, menyusul seorang polisi menerima informasi keberadaan Hp milik korban yang dibawa lari dua orang perampok.
  
Tak ingin pelaku kabur, polisi bergerak membekuk Andre (19) di Kompleks Mekatani, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Tanpa kesulitan, polisi berhasil membekuk penadah ponsel itu, Minggu (9/9/2012) pukul 16.00 Wita.
  
Begitu berhasil menangkap Andre, polisi langsung mengorek keterangan siapa yang menjual polsel tersebut. Dari mulut Andre keluarkan sebuah nama, yakni Ikroufi.
   
Polisi pun memancing Ikroufi agar keluar dari persembunyiannya. Usaha polisi berhasil, Ikroufi dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy terlihat di Jalan Junjung Buih.
  
Dipimpin Kanit Buser Polsek Banjarbaru, Aipda Sugeng Gunawan, sebanyak 16 anggota gabungan dari Polsek Banjarbaru, Polres Banjarbaru dan Polda Kalsel bergerak cepat mengepung Ikroufi.
  
Rupanya Ikroufi tidak tinggal diam, ketika belasan polisi mengepung dan hendak membekuknya. Sebilah pisau tajam pun disiapkannya.
  
Menyaksikan ini, anggota melepaskan dua kali tembakan ke arah kaki Ikroufi. Seketika dia tak berdaya dan menahan sakit akibat tembakan yang bersarang di kaki kanannya. Polisi mengangkat tersangka ke atas mobil dan membawanya ke IGD RSUD Banjarbaru.
  
"Waduh, saya tidak berdaya lagi," ujar Ikroufi, saat dibawa keluar dari IGD RSUD Banjarbaru. Ikroufi mengaku, dia baru pertama kal melakukan aksi perampokan ini.
  
"Saya lihat orangnya cantik dan tubunya seksi. Langsung saja saya terangsang dan memaksa korban berhubungan intim," ujarnya.
  
Dengan sebelah kaki diangkat, Ikroufi dituntun dua anggota Polsek Banjarbaru menuju ke Mapolsek Banjarbaru. Sedangkan polisi lainnya bergerak mengejar satu tersangka lainnya, HS, ke Kompleks Lutfia Tunggal Martapura.
  
Sebenarnya HS, warga Desa Sungai Bakung Kecamatan Kurau, Tanahlaut. Tapi dia indekos di Kompleks Lutfia Tunggal guna memperlancar menimba ilmu di Martapura.
  
Tanpa kesulitan, polisi berhasil dibekuk HS dan dibawa ke Mapolsek Banjarbaru Kota. HS beruntung, karena tidak melakukan perlawan polisi pun tidak memuntahkan timah panasnya.
  
Kapolres Banjarbaru AKBP Budi Santoso melalui Kapolsek Banjarbaru Kota AKP Rizali membenarkan keberhasilan anggotanya membekuk kedua tersangka perampokan diserta pemerkosaan terhadap dua karyawan salon Annisa.
  
"Ikroufi dan HS dijerat dengan Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan dan atau Pasal 285 tentang tindak pemerkosaannya. Sedangkan, Andre dikenai Pasal 480 tentang pertolongan jahat atau penadahan," ujar Kapolsek.

Butuh 20 Menit Merampok dan Perkosa Karyawati Salon

KERINGAT mengalir deras di kening M Ikroufi (19). Itu karena dia menahan rasa sakit di kakinya, akibat dihadiahi timah panas oleh polisi.
  
Pemuda asal Kompleks Lutfia Tunggal Blok B Nomor 164 Martapura itu adalah otak perampokan sekaligus pemerkosaan yang terjadi di Salon Annisa. Dia bersama temannya HS (16) ditangkap anggota Polsek Banjarbaru Kota dibantu Polres Banjarbaru, Minggu (9/9/2012) sore.
  
"Saya melakukan aksi perampokan itu karena terdesak utang. Saya menabrakkan mobil teman dan disuruh mengganti sebesar Rp 2,5 juta," kata Ikroufi.
  
Pada saat kejadian, Jumat (1/9/2012) pagi, Ikroufi mengajak HS berjalan- jalan sembari berangkat ke kantor Dinas Sosial Banjarbaru, tempatnya magang bekerja. Ketika itu Ikroufi sudah membawa parang 60 sentimeter dan pisau lipat.
  
Ketika melintas depan Salon Annisa, timbul keinginan Ikroufi untuk potong rambut. Namun, keinginan itu pupus lantaran Salon Annisa hanya melayani kaum hawa.
  
Ikroufi dan Hs keluar salon. Sambil berjalan keluar, Ikroufi terpikir melakukan perampokan, setelah melihat situasi salon yang sepi. "Sebelum masuk ke salon, HS saya kasih pisau lipat untuk menakuti korban. Saya ajarkan bahwa korbannya harus dicekik atau ditakuti," ujar Ikroufi.
  
Setelah masuk salon, Ikroufi dan HS melucuti barang berharga yang dibawa kedua pekerja salon seperti emas, uang dan Handphone BlackBerry.
  
Tak itu saja, mereka juga melucuti kehormatan kedua karyawan salon yang baru lulus SMK itu. "Orangnya cantik dan tubuhnya seksi. Saya pun ingin berhubungan intimnya," ujarnya.
  
Menurut Ikroufi, usai melakukan aksinya mereka keluar salon dan langsung kabur menggunakan Honda Scoopy Hitam bernopol DA 6464 OQ. "Saat melakukan aksi itu, waktunya sekitar 20 menit saja. Setelah itu keluar," ucapnya.
Kabur kemana? Ikroufi mengaku dirinya tetap ke tempatnya magang di Dinsos Banjarbaru."Saya magang seperti biasa sembari mengajak HS yang saat itu sedang libur sekolah. Siangnya, saya baru menjual emas hasil merampok," ujarnya.
  
Beberapa hari pascaperampokan, Ikroufi tetap masuk magang di Dinsos seperti biasa. Dan dirinya pun pulang ke rumahnya seperti biasa. "Ya biasa juga, magang dan main. Tak kemana-mana," cetusnya.
  
Hal senada diungkapkan oleh HS. Pemuda lugu itu mengaku hanya diajak dan diarahkan oleh Ikroufi. "Saya ajari saat akan merampok itu," ucapnya.
Ketika melakukan pemerkosan, HS mengaku dia tidak diajari oleh temannya itu. "Saya kepengen juga ketika melihat Rofik," ujarnya.
  
Hasil perampokan itu tidak dinikmati bersama. Setelah semuanya laku terjual, Ikroufi lantas membayar utang ke temannya. "Saya berikan semuanya. Totalnya Rp 1,75 juta," cetus Ikroufi.
Menurut dia, uang hasil perampokan itu tidak sampai dibuat untuk bersenang-senang dengan HS. "Tidak sempat untuk beli apa-apa. Bahkan HS hanya saya beri sebungkus rokok," ujarnya.

Istri Menolak Bersebadan Keponakan 'Digarap'


Istri Menolak Bersebadan Keponakan 'Digarap'
NET
Ilustrasi perkosaan


PALEMBANG - Merasa sang istri tidak bisa memenuhi kebutuhan rohani (seksual), DM (46) pun beralih dengan menyetubuhi keponakannya sendiri, Bunga (nama samaran).
Terhitung lima kali sudah Bunga (14) diajak secara paksa untuk melakukan hubungan intim oleh DM hingga mengandung lima bulan.
"Saya bisa seperti ini karena istri saya selalu menolak setiap kali hendak saya ajak hubungan intim. Alasannya capek lah. Jadi saya lampiaskan sama dirinya," ujar DM kepada Sripoku.com yang dijumpai di Mapolsekta Sako, Kamis (13/9/2012).
DM mengakui perbuatannya. Dengan nada bicara yang lancar dan raut muka yang sesekali tersenyum, warga Jl Lebak Murni Lorong Karya Murni I No 1076 Kelurahan Sako ini mengaku telah menyetubuhi Bunga sebanyak lima kali.
Semuanya dilakukan saat istri dan anak-anak DM sedang tidur lelap. "Saya dan Bunga tinggal satu rumah karena ia dititipkan sama orangtuanya yang ada di desa. Saya nekat menyetubuhi dirinya karena terbawa nafsu," ujar DM.
Kapolsek Sako, AKP Yawardiman SAg, melalui Kabid Humas Polsek Sako, Bripka Heru M Riyanto SH, membenarkan telah menangkap tersangka. DM saat ini sudah diamankan untuk diproses lebih lanjut.
"Tersangka saat ini telah diamankan dan berkasnya dalam proses. Bukti-bukti juga sudah di tangan kami," ujar Bripka Heru yang mengatakan DM dijerat dengan Pasal 285 KUHP dengan acaman 12 tahun penjara.

Rampok Sekalian Perkosa Pemilik Rumah

 
Rampok Sekalian Perkosa Pemilik Rumah
int
ilustrasi


MAUMERE -- Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Kondisi ini dialami seorang ibu berinisial MM (32), warga RT 03/RW 01, Desa Nelle Urung, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, Selasa (11/9/2012) sekitar pukul 06.30 Wita. Selain dirampok, ibu beranak satu ini pun diperkosa.
Pelakunya adalah seorang pria dengan  tinggi sekitar 170 centimeter, berkulit hitam, mengenakan baju kaos oblong berwarna merah dan celana jeans hitam.
Awalnya pelaku  mengetuk pintu rumah. Saat membukakan pintu, pelaku menanyakan apakah mereka (MM) menjual ternak kuda? Namun MM mengatakan mereka tak memiliki  hewan itu. Selanjutnya, pelaku menanyakan  apakah suaminya berada di rumah atau tidak? Rupanya pertanyaan itu hanya sekadar untuk mengetahui situasi  di rumah itu.
Usai menjawab pertanyaan, sekelebat pelaku menodongkan sebilah pisau ke dada korban dan meminta agar diberikan uang dan sarung. Korban yang sudah ketakutan akhirnya mengambil uang Rp 150 ribu dan empat helai sarung di kamarnya kemudian memberikan kepada pelaku. Masih di bawah tekanan, korban dipaksa untuk berhubungan badan. Meski menolak, korban akhirnya tak berdaya di bawah ancaman lelaki kekar itu. Lelaki biadab itu menyeret MM dan memperkosanya di kamar keluarga.
Usai merampok dan memperkosa, pelaku pun kabur dengan sepeda motornya. Merasa harkat dan martabatnya direndahkan, korban  langsung melapor  ke Polsek Nelle. Informasi yang diperoleh Pos Kupang, Selasa (11/9/2012) siang, saat kejadian suami korban  sudah  ke Pasar Alok untuk berjualan moke (miras lokal).
Kapolres Sikka, AKBP Drs.Ghiri Prawijaya melalui Kasubag Humas Polres Sikka, Iptu Defa Jaumil, Selasa (11/9/2012) siang, mengatakan, Polres Sikka dan Polsek Nelle kini tengah mengejar pelaku.  "Korban pun telah diperiksa dan divisum untuk kepentingan  hukum," kata Defa.

Pertempuran Tambul vs Cornelis

Geliat Kampanye Pilgub di Timur Kalbar

DAD Kalbar: CC Raih 60-67 Persen, Darmansah: Komitmen Kuat PKR

Tambul vs Cornelis
ZMS
Pontianak – Sembilan hari kampanye dengan lima hari di zona 3-4 timur Kalbar, terungkap bahwa pasangan Cornelis-Christiandy bertempur seru dengan Tambul-Barnabas.
Kalau pasangan nomor 4 mengungkapkan program memperbaiki produksi karet dan problem perbatasan, sedangkan nomor 1 yakin meraup suara antara 65-80 persen di lima bakal wilayah Provinsi Kapuas Raya (PKR): Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu.
Seperti diberitakan Rakyat Kalbar, Cornelis amat yakin bakal meraup suara mayoritas hingga 80 persen di Kabupaten Sintang, begitu pun di Melawi yang tak lari dari 65 persen. Sedangkan Sekadau, lantaran Bupati Simon Petrus, kendati bukan jurkam namun sebagai Ketua DPC Partai Demokrat jelas punya semangat untuk menang.
Tetapi di Putussibau Cornelis tak mematok perolehan suara. Ketika kampanye di Melawi yang notabene bupatinya orang Golkar, massa Tambul-Barnabas membeludak menyaingi massa Cornelis. Sedangkan di Putussibau, massa kampanye Tambul-Barnabas dua kali lipat yang hadir secara mandiri.
Bagaimanapun, bila sering didengungkan bahwa masyarakat timur Kalbar sudah makin cerdas, tentulah mereka berpikir program apa yang dilontarkan kedua kandidat, plus pesaing pasangan nomor 3 Morkes-Burhan. Namun pemilih fanatik bisa jadi masih lumayan, kalau tidak pastilah jadi politik uang.
“Secara basis, Tambul akan memenangkan wilayah timur Kalbar secara signifikan. Tidak bisa dimungkiri masyarakat Kapuas Hulu sudah cinta dengan Tambul,” ungkap pengamat politik Kalbar DR Zulkarnaen kepada Kikie Supardi dari Rakyat Kalbar, Minggu (9/9).
Zulkarnaen sendiri mengakui pertempuran sengit di wilayah bakal PKR antara pasangan Berkibar, Tambul-Barnabas dengan C2, Cornelis-Christiandy. Selain mengklaim basis alias kantong suara (suara Sintang 2007 ke Cornelis), keduanya bersikukuh untuk mewujudkan PKR.
“Yang paling signifikan kedekatan dengan Tambul cukup besar. Keluarga besar Tambul dekat dengan masyarakat Kapuas Hulu dan juga kekerabatan istrinya di Sintang. Ini sebagai pendulang suara paling besar,” ungkap Zulkarnaen.
Hanya saja, lanjutnya, Tambul bisa jadi menang tipis dari Cornelis. Kondisi itu bisa jadi kalau dilihat dari kuatnya paham primordial. Tapi bila dikaitkan jualan PKR, jelas Tambul lebih memahami kawasan timur dari Cornelis maupun Morkes-Burhan yang orang pesisir.
“Saya melihat itu namanya janji politik. Waktu 100 hari bukan waktu yang panjang buat janji Morkes-Burhan itu. Saya pikir akan sulit, karena untuk merealisasikan PKR itu nanti akan berhadapan lagi dengan DPRD provinsi,” kata Zulkarnaen.
Selain PKR, isu merehabilitasi karet rakyat sebagai sumber penghasilan utama masyarakat wilayah timur juga menjadi jualan yang menarik. “Karet ada pengaruhnya tetapi tidak terlalu signifikan. Memang Kapuas Hulu ini kan kabupaten konservasi. Karet itu lebih cocok. Sekarang ini kelapa sawit yang bisa mendatangkan uang dalam waktu cepat. Sehingga tidak sedikit di Sanggau, Sintang, Melawi, Sekadau, dan Kapuas Hulu yang ditanami kelapa sawit,” kata Zulkarnaen.

Target 60-67 persen

Sementara itu, dengan mengandalkan primordial dan suara Dayak di wilayah timur meliputi Kabupaten Sanggau, Sekadau, Melawi, Sintang, dan Kapuas Hulu, jajaran tim CC mematok suara 60-67 persen.
“Pokoknya di wilayah timur pasangan CC tidak ada masalah. Kita prediksikan dukungan suara CC secara keseluruhan sebanyak 60-67 persen,” ujar Ibrahim Banson, Sekretaris Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar, kepada Rakyat Kalbar, Selasa (11/10).
Menurutnya, pada 2007, Cornelis-Christiandy timur mengantongi 43-47 persen suara termasuk Kabupaten Bengkayang. “Waktu itu mereka berdua hanya diusung PDI Perjuangan saja. Apalagi sekarang kalau didukung oleh lima partai, kita yakin akan mencapai 60-67 persen,” katanya.
Mengenai kian cerdasnya rakyat timur membaca situasi dan kondisi serta blundernya masalah PKR, menurut Banson tidak membuat Timses CC keder menanggapi target suara pedalaman. “Saya pikir semua calon mempunyai prediksi tersendiri. Itu sah-sah saja. Kita tetap mempertahankan prediksi kita, terserah mereka mau ngomong berapa persen,” ujarnya.

Pasangan nasionalis

Dari kawasan lima kabupaten bakal PKR, ternyata kesadaran masyarakat akan keberagaman mulai tumbuh. Masyarakat heterogen yang terdiri dari berbagai kelompok, puluhan suku dan agama.
“Dari empat calon, hanya pasangan Tambul-Barnabas yang merangkul semua kalangan. Saya yakin keduanya menjadi alternatif masyarakat ke depan khususnya di wilayah timur Kalbar,” ungkap Ketua Persaudaraan Muslim Indonesia (Permusi) Sintang Darmansah SE MM SIp kepada Rakyat Kalbar, Senin (10/9).
Darmansah juga melihat Tambul-Barnabas berkomitmen kuat memperjuangkan Kapuas Raya. Itu menjadi modal besar untuk meraup suara masyarakat timur.
“Pak Tambul itu satu-satunya calon dari timur Kalbar, sudah dapat dipastikan masyarakat timur lebih pro kepada beliau. Dua periode memimpin Kapuas Hulu, rekam jejaknya sangat baik. Itu akan jadi sebuah pertimbangan masyarakat untuk memilih beliau,” kata Darmansah.
Sebagai salah satu penggagas pemekaran dan ikut berjuang sampai ke Jakarta, Tambul Husin sudah dikenal. “Kalau soal Kapuas Raya, beliau sangat paham. Jangan khawatir bila beliau terpilih menjadi Gubernur Kalbar, Kapuas Raya pasti jadi,” yakin Darmansah.
Senada disampaikan Ketua DPC Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Sintang Ginidie. “Di Kalbar ini krisis pemimpin, tapi beliau dapat merangkul semua kalangan. Kalau kita lihat Pak Tambul dan Barnabas tinggi rasa nasionalismenya. Inilah alasan kenapa PKPB memberikan dukungan kepada pasangan ini,” tegasnya.
Ginidie yang anggota DPRD Sintang daerah pemilihan Serawai-Ambalau yakin pasangan Berkibar mampu membawa perubahan lebih baik bagi Kalbar, tak terkecuali Serawai-Ambalau.
“Sudah berapa gubernur memimpin Kalbar, Serawai-Ambalau masih tetap tertinggal. Saya yakin Tambul-Barnabas jadi pilihan alternatif, apalagi beliau satu-satunya dari timur,” ujarnya
Untuk di Sintang, lanjut Ginidie, yakin meraih suara signifikan karena terjun langsung ke masyarakat. “Suara Tambul-Barnabas di Sintang saya rasa akan cukup banyak. Bisa bersaing dengan calon lainnya,” kata Ginidie.

Sosok teruji

Bagaimana warga Kapuas Hulu sendiri terhadap Tambul? L Lassa Gampa, tokoh masyarakat Dayak Kapuas Hulu dari Kecamatan Bika, menilai Tambul Husin sosok nasionalis yang netral serta Pancasila sejati.
“Pasangan nomor 4 ini ada unsur Melayu atau Islam berbaur Dayak dan Kristiani. Inilah pasangan pemersatu masyarakat Kalbar,” ujar Lassa.
Tambul menurut dia selain panutan dan disegani masyarakat Kapuas Hulu, juga dicintai karena sangat merakyat. “Selama beliau jadi bupati, jangankan kecamatan, desa dan dusun pun banyak mendapatkan bantuan dan perhatian,” ujarnya.
Lassa Gampa mengaku sudah lama mengenal sosok Tambul. Sebagai tokoh Dayak, Lassa Gampa mengaku tidak ragu-ragu lagi untuk mendukung pasangan Berkibar.
“Kesempatan emas agar putra terbaik Kapuas Hulu menjadi Gubernur Kalbar sudah di depan mata. Ini ibarat membangun kembali semangat Oevang Oeray yang menjadi Gubernur Kalbar pertama kali, dan juga pemersatu,” tegasnya.
Lassa Gampa menginginkan ada sosok pemersatu dan berjuang bagi pemekaran, bukan yang sekadar ambisius tapi tidak menghayati dan memahami apa itu PKR. “Saya tidak mau mengatakan ini apakah dipolitisasi atau tidak, yang pasti PKR terhambat di provinsi,” tandasnya.

Di Sambas, CC akan Raih 40 Persen Suara

Cristiandy Sanjaya berorasi di Pemangkat
M. Ridho
Cristiandy Sanjaya berorasi pada kampanye di Kecamatan Pemangkat, Rabu (12/9)
Pemangkat – Sudah menjadi ciri pasangan CC, di mana pun selalu mengumbar perolehan suara sebelum pencoblosan dimulai. Kampanye tunggal di Pemangkat, cawagub nomor 1 Christiandy memastikan suara signifikan diraup di Sambas.
Masuk ke kandang lawan di kabupaten utara Kalbar, Christiandy yakin akan memerintah kedua kalinya bersama Cornelis. “Kita targetkan 40 persen suara masyarakat di Kabupaten Sambas ini bisa kita peroleh,” ujarnya lantang di hadapan belasan ribu pendukung dipusatkan di Jalan Mohammad Hambal, Pemangkat.
Christiandy menjanjikan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Tahun 2007, pasangan itu hanya memperoleh 14 persen suara.
Sejumlah juru kampanye nasional, provinsi, dan kabupaten pun diboyong Christiandy. Di antaranya Prof DR H Hamka Haq (DPR RI PDI-P dan Ketua Bamusi), Rudianto Tjen (Wakil bendahara DPP PDI Perjuangan dan anggota DPR RI), Sirtadji (Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim), H Qomar (DPP Demokrat dan anggota DPR RI), dan Ir Dolfie (anggota DPR RI dan DPP PDI-P).
Dari provinsi, jurkam yang hadir Suryatman Gidot (Ketua DPD Demokrat Kalbar yang juga Bupati Bengkayang), H Mulyadi (DPD PKB Kalbar), Tasnia (Ketua Korwil Tim Kampanye dan DPD Demokrat Kalbar), M Jimmie Ridwan (DPD PDI P dan anggota DPRD Provinsi), dan Syafranie (anggota DPRD Provinsi).
Sementara dari Kabupaten Sambas tampak Ni Ketut Indrawaty (Ketua DPD Demokrat Sambas), Erin Saputra (DPC PDI Perjuangan Sambas), Tjong Tji Hok (DPC PDI Perjuangan Sambas), Giffarian (DPC Demokrat Sambas), Suhardi Adi (Ketua DPC PKB Sambas), Barto (Ketua DPC PDS Sambas).
Christiandy mengungkapkan, selama menjadi gubernur, pasangan ini sudah memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Sambas. Mulai pembangunan infrastruktur hingga pertanian dan segala sektor yang menjadi andalan masyarakat, termasuklah pembangunan perbatasan.
Tak heran, kata dia, selama ini kucuran dana pembangunan sangat besar bagi Kabupaten Sambas, begitu juga dengan kabupaten/kota lainnya di Kalbar. “Semua mendapat dana pembangunan yang proporsional, tidak ada perbedaan, inilah bukti kami membangun Kalbar,” katanya.
Christiandy pun mempropagandakan sejumlah penghargaan bergengsi baik dari pemerintah pusat maupun perguruan tinggi. Di antaranya Gubernur Cornelis mendapat Satya Lencana pengelolaan pemerintahan yang baik, Regional Champion dalam hal investasi, Transmigrasi Award, serta sejumlah prestasi lainnya.
“Ini membuktikan kami bekerja, meskipun ada sejumlah pihak melihat selama ini kami ini berbeda dari kenyataannya, bahkan ada segelintir orang menilai kami tidak bekerja, tak ada hasil,” ungkapnya di hadapan massa yang menyemut.
Namun apa pun komentar orang, kata Christiandy, bersama Pak Cornelis kami tetap bekerja demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalbar.
Salah satu orasi kampanye yang menyedot perhatian masyarakat adalah dari H Qomar (DPP Demokrat dan anggota DPR RI). Mantan personel grup lawak Empat Sekawan H Qomar menyampaikan salam hangat dari SBY, bahkan pihaknya siap memperjuangkan pemekaran Kabupaten Sambas Pesisir di tingkat pusat.
“Perihal ini sudah kami sampaikan kepada SBY, hal ini juga tidak terlepas dari dukungan pasangan Cornelis-Christiandy untuk memperjuangkan pemekaran Kabupaten Sambas Pesisir,” janji Qomar.
Kampanye yang dihibur dua artis KDI dan Lima Serigala dengan tembang hebohnya “Iwak Peyek” membuat suasana kampanye meriah sehingga antusias mendatangi lokasi kampanye yang dikawal sekitar 400 personel Polda Kalbar, Polres Sambas, dan Polsek Pemangkat. (edo)

Singkawang, Cornelis Targetkan 70 Persen

HK pun Jadi Jurkam CC

Hasan Karman jurkam Cornelis-Christiandy
Mordiadi
Hasan Karman hadir sebagai jurkam terbuka Cornelis-Christiandy di Terminal Kuala Kota Singkawang, Selasa (11/9)
Singkawang – Cawako Singkawang Hasan Karman dan Cawawako Ahyadi (AD) menghadiri kampanye terbuka cawagub Cornelis-Christiandy di Singkawang.
“Saya hadir sebagai jurkam Cornelis-Christiandy, karena saya Ketua PPIB Kalbar, saya kampanye untuk beliau,” kata Hasan Karman ditemui Rakyat Kalbar usai kampanye terbuka CC di Terminal Kuala, Kota Singkawang, kemarin (11/9).
Dalam orasi politiknya, HK mengatakan kepada ribuan pendukung CC, pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar ini terdapat empat kandidat. “Kandidat lainnya baru sebatas janji-janji, tetapi Cornelis dan Christiandy Sanjaya sudah berbuat, tinggal melanjutkannya,” katanya.
HK mencontohkan, kandidat yang lain itu ibarat bayi yang baru belajar merangkak dan berdiri, sementara CC sudah berjalan dan berlari. “Sebelum Kalbar dipimpin Cornelis, APBD Kalbar hanya sekitar Rp 1,2 triliun, pada Tahun Anggaran 2012, diperkirakan bisa mencapai Rp 3 triliun, itu artinya meningkat hampir 300 persen, sekitar 200 lebihlah. Ini menandakan Kalbar terus meningkat tahap demi tahap,” ujarnya.
Pastikan, tambah dia, pada 20 September mendatang mencoblos nomor 1 untuk Pilgub Kalbar. “Jadi yang pasti-pasti saja, kandidat lain belum pasti, tetapi kita punya kandidat ini, Cornelis-Christiandy sudah pasti,” kata HK.
Bila HK berteriak lantang mengampanyekan CC, Cawawako Singkawang Ahyadi, yang apa pun kapasitasnya, hanya duduk bersama yang lainnya di atas pentas atau sekali-sekali berdiri.
Selain HK yang berteriak lantang agar masyarakat Kota Singkawang memilih CC, terdapat juga para jurkam lainnya yang datang dari berbagai daerah dan jabatan. Bukan hanya dari Kalbar, tetapi juga dari provinsi lain dan pusat.
Di antara para Jurkam CC, anggota DPD-RI Erma Suryani Renik, anggota DPR-RI Karolin Margret Natasa, Albert Yaputra, mantan pelawak yang jadi anggota DPR-RI Qomar, anggota DPRD Kalbar Supriyanto, anggota DPRD Jatim dari PDIP Sirmaji, Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, Bendahara PDIP Pusat Rudianto Chen, mantan Wakil Gubernur Kalbar LH Kadir, dan lainnya.
Dalam orasi politiknya, masing-masing jurkam menyampaikan beberapa keberhasilan kepemimpinan CC selama lima tahun terakhir, baik dari bidang infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, dan kesehatan serta lainnya.
Selain itu, mereka juga sering mengingatkan kepada massa pendukungnya bahwa pada Pilgub Kalbar coblos nomor 1. Sedangkan untuk Pilwako Singkawang coblos nomor 3, jangan terbalik pada 20 September mendatang.
Selain para jurkam itu tampak hadir pula anggota DPRD Kalbar Ary Pudjiyanti, Ketua DPRD Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Ketua TP-PKK Provinsi Federika Cornelis, Ketua TP-PKK Singkawang Elisabeth Majuyetty Hasan Karman, anggota DPRD Provinsi Kalbar dan Kota Singkawang, dari partai pengusung, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Kehadiran para tokoh tersebut tentunya memberi semangat tersendiri dari para pendukung CC yang selain mengenakan atribut nomor 1 untuk Pilgub Kalbar, juga terdapat beberapa di antaranya yang mengenakan atribut nomor 3 untuk Pilwako Singkawang.
Ribuan massa pendukung itu dihibur Trio Macan, Zazkia, Eva dan Yuli KDI. Belum lagi aksi kocak Qomar. Banyolan demi banyolan yang disampaikan pelawak yang menjadi anggota DPR-RI itu membuat ribuan massa yang kepanasan bisa tertawa lepas.

70 persen

Pasangan nomor 1 Cornelis-Christiandy menargetkan perolehan suara di Kota Singkawang hingga 70 persen. “Saya tanya dulu para pendukung saya. Bukan saya yang menentukan, tapi para pendukung yang akan mencoblos pada 20 September mendatang,” kata Drs Cornelis MH kepada para pendukungnya yang memadati Terminal Kuala.
Pasangan Christiandy Sanjaya ini pun mengambil mikrofon dan menanyakan langsung kepada ribuan masa pendukungnya. “Masyarakat Singkawang berani menargetkan berapa persen untuk memenangkan Cornelis,” teriaknya lantang.
Para pendukungnya pun meneriakkan berani 70 persen suara Kota Singkawang untuk pasangan CC. Artinya tiga pasangan calon gubernur lainnya hanya kebagian suara tidak lebih dari 30 persen.
“Anda dengar sendiri, para pendukung saya berani menargetkan 70 persen suara. Kalau berani jangan takut-takut, kalau takut jangan berani-berani,” kata Cornelis disambut teriakan gemuruh ribuan massa.
Cornelis menjelaskan, target maksimal perolehan suara itu di antaranya dari para pemilih pemula yang besar di Kota Singkawang. “Berani kita menargetkan maksimal, yakni dengan menambah perolehan suara dari pemilih pemula. Asalkan jangan ada akal-akalan di TPS,” ingatnya.
Dalam orasi politiknya, Cornelis berkali-kali menanyakan kepada para pendukungnya apakah berani mencoblos Cornelis untuk kali keduanya. “Kalau pemilihan ini tidak boleh kalah. Usahkan kalah, seri pun tidak boleh, karena itulah demokrasi,” katanya.
Cornelis kian optimis pada pertarungannya yang keduanya untuk menjadi Gubernur Kalbar ini. Pasalnya pada pemilihan lima tahun lalu hanya didukung PDIP. Tetapi kali ini juga mendapat dukungan dari Partai Demokrasi, partainya Presiden SBY. Selain itu didukung pula PKB, PDS, dan PPIB.
“Untuk pembangunan Kalbar, kita mempunyai jalur khusus, termasuk membangun perbatasan dan bandara serta pelabuhan internasional supaya Saudara bisa mengeluarkan karet dan saudaranya,” kata Cornelis. (dik)

Kamis, 13 September 2012

CC Optimis Meraih 60 Persen Suara Kalbar

Christiandy Bantah Pemerintahannya Gagal

Christiandy Sanjaya
Christiandy Sanjaya kampanye di Kota Pontianak di gedung PCC, Sabtu (8/9)
Pontianak – Pontianak Convention Centre (PCC) di Jalan Sultan Syahrir sudah dipadati massa sejak pukul 09.00. Mereka menghadiri kampanye Christiandy, pasangan Cornelis.
Kampanye perdana pasangan CC di Kota Pontianak hanya dihadiri Christiandy Sanjaya, sedangkan Cornelis sedang dalam perjalanan menuju Ketapang guna melakukan kampanye, Minggu (10/9).
Christiandy yang tiba sekitar pukul 11.00 WIB yang langsung disambut seribuan pendukungnya dan barongsai. Kemudian di dalam sebelum orasi politik dimulai para simpatisan yang hadir dihibur dengan tarian Melayu, Tionghoa, dan Dayak. Kampanye CC juga dimeriahkan oleh Zaskia dengan goyang itiknya, Trio Macan, dan Tundang dari Kabupaten Pontianak.
Tampak hadir sejumlah anggota DPR RI dari Jakarta seperti H Nurul Komar, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Sadewo anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi PD, dan Irjen Pol Purn Erwin TP Lumban Tobing mantan Kapolda Kalbar.
Ketua Tim Kampanye pasangan CC, M Jimmy SH mengatakan optimis bisa menang satu putaran. Bahkan ia menargetkan meraih 60 persen suara se-Kalbar.
“Kalau soal optimis menang, saya tidak perlu diragukan lagi. Terutama atas nama tim kampanye di seluruh Kalbar kita sangat-sangat optimis dengan pasangan Cornelis-Christiandy ini. Saya prediksi kita memperoleh 60 persen suara se-Kalbar. Karena keterkenalan Cornelis ini merata,” ungkap Jimmy kepada wartawan, Sabtu (8/9).
Menurutnya, akumulasi suara yang dimaksud itu 60 persen se-Kalbar terdiri dari basis-basis pendukung di antaranya Kabupaten Landak, Bengkayang, Sanggau, dan Sintang sebagai lumbung pemilih fanatik.
“Sementara di kota ini saya berkeyakinan suara kita ada kenaikan. Walaupun untuk menang kita sulit, tetapi berkat kerja keras saya berkeyakinan ada kenaikan. Kalau kita kotak-kotakkan, Landak itu bisa 95 persen, Bengkayang 90 persen, tetapi kalau Kota Pontianak hanya 30 persen. Di Sintang juga mungkin 60 persen,” tambah Jimmy.
Ia menegaskan, pilkada ini harus satu putaran, kenapa harus, karena menghemat keuangan daerah. Pemilu itu tidak murah. Ia juga mengingatkan supaya para saksi untuk mengawasi proses penghitungan suara nanti sampai selesai. Ia juga mengajak supaya bersaing secara sportif, jangan ada lagi memilih dengan memberikan imbalan.
“Kami dari koalisi ini mengimbau saudara kita supaya tidak melakukan cara-cara itu lagi. Mari kita menang secara bermartabat. Mari kita bertanding secara rules of the game. Jangan mengajarkan demokrasi pada rakyat yang berbau uang,” ajaknya.
Ia menjelaskan model kampanye yang ditempuh timses tidak diperinci. Adanya tokoh nasional yang datang itu murni simpatisan PDIP. “Beberapa tokoh nasional yang datang itu turun ke daerah-daerah karena perintah DPP untuk membantu. Dari pusat memberikan dorongan untuk kita yang ada di daerah lebih bekerja keras,” katanya.
Jimmy selaku Ketua Timses CC mengharapkan supaya semuanya menjaga keamanan terutama pengurus partai politik. “Kita tinjukkan bahwa kita partai yang bermartabat dan mengayomi semua suku dan elemen masyarakat. Saksi untuk teliti terutama dari PDIP Perjuangan. Sebelum C1 WK ditandatangani jangan ditinggalkan. Saya tidak mau ada keributan meskipun pasangan CC ini sudah pasti menang. Tuk itu saya tidak mau dinodai kemenangan ini dengan hal-hal yang tidak baik,” pinta Jimmy.

Bantah gagal

Di tempat sama, Cawagub Kalbar Christiandy Sanjaya membantah pernyataan bahwa pemerintahannya bersama Gubernur Cornelis telah gagal membangun selama lima tahun terakhir.
“Intinya bahwa program yang sudah kita lakukan itu sudah ada berbagai keberhasilan. Kalau tidak ada keberhasilan itu tidak mungkin kita sampai mendapatkan 7 penghargaan. Artinya saya bisa menjawab kalau selama 5 tahun itu kita tidak berbuat apa-apa itu saya kira tidak bertanggung jawab,” kata Christiandy setelah berorasi saat kampanye di Pontianak Convention Center, Sabtu siang.
“Juga koalisi dari banyak partai ikut memperkuat. Dari anggota DPR RI Partai Demokrat, PDIP, Partai Kebangkitan Bangsa,” kata Christiandy yang juga Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat Kalbar.
Ia mengakui, ada perbedaan dari dukungan sewaktu maju di Pilgub Kalbar pada 2007.
“Sekarang, ada dukungan dari presiden, kementerian, DPR. Dan ini akan lebih baik lagi demi pembangunan Kalbar lima tahun ke depan,” kata dia.
Namun, ia melanjutkan, pembangunan lima tahun mendatang bukan untuk pasangan Cornelis-Christiandy, melainkan bagi rakyat Kalbar keseluruhan.
“Mudah-mudahan masyarakat sepakat pada 20 September akan bersatu memilih kami, pasangan nomor urut satu,” ujar Christiandy. (kie)

Selasa, 11 September 2012

Dana Kampanye, CC Terbesar Berkibar Terkecil

Pilwako Singkawang, A2 Tertinggi

Dana Kampanye Pilgub Kalbar dan Pilwako Singkawang
ZMS
Pontianak – Peraturan perundangan mewajibkan dana awal kampanye pemilukada harus dilaporkan secara resmi kepada KPU. Tak terkecuali Pilgub Kalbar dan Pilwako Singkawang yang kini tengah berlangsung seru.
Dari penelusuran Rakyat Kalbar, tim sukses pasangan Cornelis-Christiandy (CC) yang terbesar sebagaimana dilaporkan ke KPUD Kalbar. Nilainya tak tanggung-tanggung, mencapai Rp 8.521.000.000,00. Pasalnya, kampanye CC di berbagai kota memang jor-joran dan meriah.
Berbeda dengan pasangan Armyn-Fathan (Arafah), yang jarang terdengar ada kampanye terbuka dengan pengerahan massa. Pasangan ini melaporkan dana awalnya Rp 2.150.000.000,00.
Urutan terbesar kedua mengeluarkan dana awal kampanye adalah pasangan Morkes-Burhan. Kendati pasangan MB ini lebih memilih kampanye dialogis ke pasar-pasar, ke warung-warung kopi, dan ke desa-desa, dananya mencapai Rp 3.500.000.000,00.
Pasangan Tambul-Barnabas tercatat paling buntut alias terkecil hanya Rp 1.801.000.000. Kendati pasangan Berkibar ini tampak cukup kolosal melawan di timur Kalbar seperti mengungguli massa Cornelis-Christiandy di Melawi dan bahkan Putussibau, Kapuas Hulu.
“Laporan penggunaan dana awal kampanye ini diserahkan ke KPU satu hari sebelum dimulainya masa kampanye. Artinya diserahkan pada 2 September,” tutur Dr Sofiati, Ketua Pokja Kampanye Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalbar kepada Rakyat Kalbar, Senin (10/9).
Sampai kemarin memang belum ada laporan ke publik yang wajib dilaksanakan KPU Kalbar, sebagaimana diatur oleh pasal 83 ayat 6 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. KPUD Kalbar sedang merekap secara keseluruhan. Laporan sumbangan dana harus disampaikan pasangan calon kepada KPUD dalam waktu satu hari sebelum masa kampanye dimulai, dan satu hari sesudah masa kampanye berakhir.
“Tetapi ini kan baru laporan penggunaan dana awal kampanye (kemungkinan besar bertambah, red). Untuk laporan dana kampanye kedua akan diminta satu hari setelah masa kampanye berakhir. Artinya, 17 September, paling lambat tiga hari setelah pemungutan suara,” jelas Sofiati.
Lanjutnya, penyerahan dana kampanye kedua dilengkapi dengan sumber penyumbang dana yang dibolehkan dan untuk apa saja dana tersebut digunakan. Termasuk juga biaya operasional.
“Namanya Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK). Ini merupakan gabungan penerimaan dan penggunaan dana kampanye se-Kalbar. Jadi, tim kampanye provinsi menghimpun semua jumlah dana dan pengeluaran kampanye kabupaten/kota. Setelah itu baru dilaporkan kepada KPU. Dalam laporan tersebut, sisa saldonya juga harus dilaporkan,” paparnya.
Ia menjelaskan, dua hari setelah penerimaan LPPDK oleh KPU akan diserahkan kepada Kantor Akuntan Publik (KAP). Masa auditnya selama 15 hari, baru kemudian hasilnya diserahkan kembali ke KPU, yang kemudian akan mengumumkannya kepada publik.

Bantuan asing

Sementara di Pilwako Singkawang, pasangan Awang Ishack-Abdul Mutalib (A2) yang paling banyak melaporkan dana awal buat kampanye. Disusul Hasan Karman-Ahyadi (HK-AD), Nusantio Setiadi-Tasman (Nusantara), dan paling sedikit Henoch Thomas-Rozanuddin (Hero).
Dana awal kampanye yang disampaikan masing-masing tim sukses itu, A2 sebesar Rp 1.940.000.000, HK-AD Rp 1.095.200.000, Nusantara Rp 600.000.000, dan Hero Rp 230.250.000.
“Tetapi ini kan baru laporan penggunaan dana awal kampanye,” jelas Ramdan SPdI, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang kepada Rakyat Kalbar, Sabtu (9/9).
Sumber dana awal kampanye dari masing-masing pasangan kandidat itu terdiri atas beberapa orang. Tetapi di antara sekian banyak penyumbang, paling besar dari penyumbang utama atau si kandidat itu sendiri.
Laporan penggunaan dana awal kampanye pasangan kandidat yang diserahkan ke KPU Kota Singkawang itu, jelas Ramdan, dihitung sejak 5 Agustus (tiga hari setelah ditetapkan sebagai pasangan kandidat) sampai 2 September (satu hari sebelum kampanye).
Ramdan menjelaskan, laporan dana kampanye masing-masing pasangan kandidat itu disertai dengan nama para penyumbang. “Kalau besarnya bantuan itu di atas Rp 2,5 juta harus disertai kartu identitas si penyumbang. Apabila di bawah Rp 2,5 juta no name (tanpa nama, red),” terangnya.
Sedangkan apabila terdapat donator yang menyumbang lebih besar sama dengan Rp 20 juta harus melampirkan kartu identitas atau KTP dan NPWP. “Ini untuk penyumbang perseorangan dan mempunyai batas maksimal menyumbang Rp 50 juta,” kata Ramdan.
Apabila penyumbang dananya berupa badan usaha harus disertai akta pendirian badan usaha tersebut. “Untuk badan usaha, batas maksimal sumbangan dana kampanyenya Rp 350 juta,” ujarnya.
Untuk Singkawang, lanjut Ramdan, setelah pencoblosan, masing-masing kandidat diwajibkan menyerahkan laporan penerimaan dan penggunaan dana kampanye secara kumulatif (termasuk dana yang digunakan ketika masa kampanye 3-16 September) kepada KPU Kota Singkawang. “Selanjutnya KPU akan menyerahkannya ke akuntan publik untuk diaudit paling lama 25 September,” ucapnya.
Hadil audit dana kampanye itu diserahkan kembali ke KPU untuk diumumkan paling lama 13 Oktober 2012. “Apabila dari hasil audit itu ditemukan bantuan asing, identitas donator tidak jelas, bantuan dari pemerintah, BUMN, dan BUMD, maka ada kewajiban pasangan calon untuk mengembalikan ke kas daerah, paling lama 14 hari setelah hasil audit itu diumumkan,” papar Ramdan.
Diharuskan mengembalikan ke kas daerah karena dana kampanye tidak boleh menggunakan bantuan asing, penyumbang tidak jelas, bantuan dari pemerintah, BUMN, dan BUMD.
“Kalau tidak dikembalikan ke kas daerah sampai batas waktu yang telah ditentukan, sanksinya berupa pembatalan sebagai pasangan calon,” ingat Ramdan. (/)

Dana Awal Kampanye Pasangan Pilgub 2012

  • Cornelis-Christiandy (CC) Rp 8.521.000.000,00
  • Armyn-Fathan A Rayid (Arafah) Rp 2.150.000.000,00
  • Morkes-Burhanuddin A Rasid (MB) Rp 3.500.000.000,00
  • Tambul-Barnabas (Berkibar) Rp 1.801.000.000,00.
Sumber: KPUD Kalbar

Target Cornelis Dipatahkan Milton

Bejang Bantah Dukung Incumbent

Sintang – Persaingan ketat perebutan suara di Kabupaten Sintang di Pilgub Kalbar antara Cornelis-Christiandy (CC) dengan Morkes-Burhan (MB) kian tajam. Keduanya bersikukuh unggul di salah satu kabupaten PKR itu.
Cornelis yang menargetkan meraup 80 persen suara saat kampanye terbuka di Stadion Baning, Rabu (5/9), ditantang kubu Morkes-Burhan menargetkan menang.
“Silakan saja pasang target, tapi yang jelas kita menargetkan pasangan Morkes-Burhan menang,” kata Milton Crosby, relawan tim pemenang pasangan Morkes-Burhan pada Rakyat Kalbar di pendopo, Minggu (9/9).
Kendati Morkes-Burhan sama sekali bukan figur timur Kalbar atau tak berasal dari satu pun lima kabupaten calon PKR, Milton malah yakin menang juga di lima kabupaten yang meliputi Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, Sanggau, dan Sekadau.
“Kalau mereka target 80 persen suara di Sintang, kita target menang di atasnya 85 persen,” ucap Milton.
Bahkan tak tanggung-tanggung, Milton yakin Morkes-Burhan menang dengan satu putaran. Keyakinannya dengan alasan masyarakat sekarang menginginkan pembangunan lebih baik di wilayah timur Kalbar.
Milton juga mengaku bahwa dirinya telah ditunjuk oleh koalisi pasangan Morkes-Burhan sebagai juru kampanye (jurkam) di Sintang. “Surat keputusan (SK) dari provinsi sudah ada. Mungkin nanti saya akan ambil cuti satu hari,” ujarnya.
Selaku bupati, Milton mengimbau masyarakatnya agar menggunakan hak pilihnya dalam Pemilukada Kalbar 20 September. “Satu suara sangat menentukan nasib Kalbar. Jangan sia-siakan hak pilih kita. Jangan mau suara kita dibeli, apalagi hanya selembar uang Rp 50 ribu,” katanya.
Bupati Milton juga mengingatkan pemilukada kali ini tidak ada lagi intimidasi. “Berikan ruang kepada masyarakat untuk memilih pasangan calon sesuai hati nuraninya. Bila ada yang melakukan intimidasi, kita minta aparat bisa bertindak tegas,” pintanya.
Selain itu Milton berpesan kepada para tim sukses supaya saling menghargai agar suasana aman dan kondusif dapat tetap terjaga. “Hargai perbedaan. Gunakan cara kampanye yang baik. Siapa pun gubernur terpilih, itu adalah milik masyarakat Kalbar, bukan suatu kelompok atau golongan tertentu,” tegasnya.

Bejang membantah

Tengah bersemangatnya Milton mendukung pasangan MB, di tubuh Partai Golkar Kabupaten Sintang disambar isu tak sedap. Pimpinan puncak partai beringin kabupaten itu, Harjono Bejang, diisukan bekerja diam-diam untuk pasangan incumbent. Apa jawab Ketua DPRD Sintang itu?
“Ketemu saja tidak pernah, apalagi buat komitmen. Biasa saja orang mengisukan seperti itu. Mati-hidup ya Golkar, siapa yang diusung Golkar itulah yang harus didukung,” tegas Bejang menjawab sejumlah wartawan, Senin (10/9).
Ia mengatakan, Golkar Sintang yang menjadi partai pemenang pemilu itu akan all out untuk memenangkan pasangan MB target perolehan suara minimal 60 persen. “Target kita minimal 60 persen di Sintang,” kata Bejang.
Menurut dia, target itu sudah melalui perhitungan yang matang, apalagi di-backup Ketua Dewan dan Bupati Sintang Milton Crosby. “Bupati orang Golkar dan setiap hari turun ke masyarakat. Tidak mungkin masyarakat tidak percaya dengan bupati dan ketua dewan, apalagi tujuan majunya untuk menang pasangan nomor 3 ini salah satunya untuk mewujudkan pembentukan Provinsi Kapuas Raya (PKR),” optimis Bejang.
Ia menilai Kalbar perlu perubahan dan pemimpinnya harus diganti. Sebab selama hampir lima tahun kepemimpinan Gubernur Kalbar saat ini, tidak ada perubahan yang signifikan. Itu diakibatkan infrastruktur yang kurang memadai, pelabuhan yang tidak representatif, bandara yang minim sarana dan prasarana, listrik yang belum maksimal pelayanannya, inefisiensi birokrasi pemerintahan, dan APBD yang masih sangat bergantung kepada pemerintah pusat.
“Pembangunan infrastruktur juga tidak merata, buktinya jalan di wilayah timur Kalbar masih rusak parah. Padahal pembangunan infrastruktur sangat berperan untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat,” kata Bejang.
Melihat ketertinggalan itu, dia menegaskan sangat tidak mungkin mendukung pasangan incumbent. “Kita sudah bisa melihat pembangunan selama kepemimpinan Gubernur Kalbar selama ini, kurang berkeadilan dan tidak ada perubahan yang signifikan,” pungkas Bejang. (jul)

Jangan Minta Proyek Atas Nama Anak Cornelis

Ribuan Massa di Kampanye Akbar C2
Cornelis kampanye di Lapangan Sepakbola BRC Bengkayang
Cornelis kampanye di Lapangan Sepakbola BRC Bengkayang
Bengkayang – Drs Cornelis MH, Cagub Kalbar nomor urut 1 meminta kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bengkayang untuk memberikan kesempatan satu periode lagi guna meneruskan pembangunan Kalbar yang telah berjalan.
“Presiden saja percaya dengan Gubernur Kalbar, masa kalian tidak percaya dengan orang,” ucap Cornelis kepada ribuan massa pendukungnya dalam kampanye akbar di Lapangan Sepakbola BRC, Akbar, Senin (10/9).
Kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bengkayang, Cornelis berpesan jangan sampai orang datang minta proyek atas nama anak Cornelis. Padahal anaknya hanya dua saja. Kemudian Cornelis memperkenalkan istri dan dua anaknya serta dua menantunya.
“Suku lain sudah percaya dengan Cornelis, masa kalian tidak percaya. Selama Cornelis memimpin Kalbar lima tahun, tidak ada serang-menyerang antarsuku dan agama. Kita saling menghormati dan toleransi,” serunya disambut gemuruh pendukung.
Sementara itu dr Karolin Margret Natasya, anggota DPD PDI Perjuangan membeberkan, Gubernur Kalbar selama ini banyak mensubsidi Kabupaten Bengkayang seperti perbaikan Jalan Ledo-Subah, Jagoi.
“Jangan kita tepecah-pecah. Jika datang yang beri uang 50 ribu dan beri beras serta lantak, ambil saja walau mereka mengiming-imingkan suruh coblos calon nomor lain, tetapi kita tetap pilih paslon nomor urut satu. Mari datang ke TPS tanggal 20 September 2012 coblos nomor urut satu,” ajak putri sulung Cornelis itu.
Haji Komar, anggota DPP Partai Demokrat mengungkapkan, sebenarnya Cornelis ini tidak pantas dipanggil cagub dikarenakan C2 pasti menang. Masyarakat tinggal menunggu pelantikan mereka untuk kedua kalinya.
“Saya datang dengan Albert Yaputra membawa pesan dari SBY, hanya satu ialah pilihlah Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar yang takut akan Tuhan dan mencintai rakyatnya. SBY dukung C2 untuk duduk periode berikutnya,” seru Komar yang juga pelawak sekaligus anggota DPR RI itu.
Albert Yaputra, anggota DPP PD menerangkan, masyarakat Kabupaten Bengkayang yang ada di daerah perbatasan pada khususnya dan warga Kalbar pada umumnya bahwa DPR RI saat ini sedang fokus dan menjadi skala prioritas untuk anggaran membangun wilayah perbatasan. “Jadikan wilayah perbatasan Kalbar terdepan dan benar-benar beranda Indonesia,” ujarnya.
Erma Suryani Ranik, senator DPD Kalbar tampil kampanye CC dan mengatakan sebelum C2 pimpin Kalbar belum ada jalan provinsi yang mulus seperti di Jagoi, Subah. Selain C2, tidak ada yang memerhatikan Kabupaten Bengkayang.
Satu alasan ia dukung C2, bukan Cornelis orang Dayak, tetapi mereka bekerja untuk rakyat Kalbar dan bersungguh-sungguh menyejahterakan rakyat. C2 layak didukung untuk kedua kalinya.
“C2 satu-satunya gubernur dan wakil gubernur yang ada di Indonesia yang tidak misah untuk menjabat kedua kalinya. Sebanyak 80 persen warga sanggup dukung. Hari-H jangan ke ladang, tetapi datang ke TPS coblos nomor satu,” ingatnya.
Ustaz Hisbullah, Ketua PKB Kalbar menambahkan, mereka datang dari Pontianak tidak membawa uang dan tidak memberikan duit tetapi meminta doa dan dukungannya untuk nomor urut 1.
“Lima tahun C2 pimpin Kalbar tak pernah dipanggil KPK, jaksa, dan polisi karena tidak pernah korupsi, jika kita miliki pemimpin seperti ini apa rela kita hentikan?” katanya kepada para simpatisan.
Suryadman Gidot, Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar mengingatkan, elemen masyarakat Bumi Sebalo pada 20 September 2012 mendatang saat di TPS mencoblos paslon nomor urut satu.
“Mari kita bersatu padu, seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bengkayang mendukung C2 memimpin Kalbar lima tahun mendatang,” ajaknya. (cah)

Senin, 10 September 2012

Para Bupati pun Kampanye

Empat Bupati Netral, Walikota Belum Jelas, Panwaslu Belum Dilapori Cuti Bupati

Bupati/walikota kampanye Pilgub Kalbar
ZMS
Pontianak – Jangan main-main dengan penggunaan jabatan. Maka para bupati/walikota yang kampanye mendukung cagub wajib mohon cuti alias dilarang selonong boy berkoar-koar sembarangan.
“Semua kepala daerah yang mendukung pasangan calon boleh saja. Bisa jadi dia ketua partai namun pejabat negara. Ketentuannya harus izin cuti dengan gubernur. Artinya dia dalam keadaan nonaktif. Ini sesuai dengan PP No 14 Tahun 2009,” jelas Ketua Divisi Penanganan dan Pelanggaran Panwaslukada Kalbar Ruhermansyah SH kepada Rakyat Kalbar, Jumat (7/9).
Di Kalbar, bupati/walikota yang aktif sebagai ketua partai di antaranya H Sutarmidji SH MHum (DPC PPP Kota Pontianak), dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH (DPD PAN Kabupaten Sambas), Suryadman Gidot SPd (DPD Partai Demokrat Kalbar), Simon Petrus SSos MSi (DPC Partai Demokrat Sekadau), H Firman Muntaco SH MH (DPD II Partai Golkar Melawi).
Dengan posisi kepala daerah tersebut, peta kekuatan politik pun jadi jelas siapa mendukung siapa dalam pilgub 2012. Di antara kepala daerah yang terang-terangan netral adalah Bupati Pontianak Drs H Ria Norsan SH MH dan Bupati Sanggau Ir H Setiman H Sudin.
“Kalau untuk ikut kampanye apalagi sampai mengambil cuti, rasanya tidak. Sebagai kepala daerah saya punya tugas-tugas yang mesti segera diselesaikan. Untuk kampanye sudah ada tim kampanye yang mengurusnya,” kata Ria Norsan yang juga pengurus Partai Golkar Kabupaten Pontianak menjawab Rakyat Kalbar, Jumat (7/9).
Ke mana arah dukungannya, Penasihat PG ini terus terang. “Saya orang Golkar tentu mendukung kandidat yang didukung oleh Partai Golkar. Bagaimanapun, saya meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dalam kampanye hitam yang dilontarkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Diharap juga pemilih jangan sampai tidak memilih alias golput,” tandasnya.
Kepala daerah yang netral adalah Bupati Sanggau Setiman H Sudin. “Pak Bupati tak terlibat dukung-mendukung kandidat. Mungkin beliau netrallah. Makanya tidak mengajukan cuti kampanye segala macam,” terang Joni Irwanto SIp, Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Sanggau, kemarin.
Lain halnya Wakil Bupati Sanggau Paolus Hadi SIp MSi yang merapat ke pasangan Cornelis-Christiandy (CC). Poulus Hadi bahkan sudah mengajukan cuti akan kampanye di Sanggau, Sabtu (15/9), dan izin sudah keluar.
“Pak Wakil sekarang di Pala Pasang Entikong, tak bisa dihubungi. Izin cuti beliau tanggal 15 September nanti sudah ada. Beliau kampanye untuk pasangan Cornelis-Christiandy,” jelasnya.
Bupati Kubu Raya H Muda Mahendrawan SH juga tidak berpihak ke mana pun, apalagi ikut melakukan kampanye. Muda menyatakan tidak menjadi tim sukses mana pun dan tak perlu cuti.
Muda yakin masyarakat Kubu Raya sudah cerdas menentukan calon gubernur. Dia mengimbau masyarakatnya untuk tidak golput, apalagi dilakukan dengan sengaja. Kecuali sakit atau benar-benar terdesak.
“Tingkat golput di Kubu Raya termasuk tinggi, rata-rata 30 persen. Saya berharap pada pilgub ini bisa berkurang minimal menjadi 15 persen,” ungkap Muda.
Kepala daerah yang kampanye serius adalah Bupati Sambas dr Hj Juliarti. Dia sudah mengantongi izin cuti selama tiga hari 4-6 September 2012 sesuai jadwal kampanye Morkes-Burhan yang didukungnya.
“Kenapa saya cuti, karena saya hendak memenangkan pasangan MB. Makanya dalam setiap orasi politik saya menyerukan rakyat Sambas bulatkan suara mendukung pasangan No 3, Morkes-Burhanuddin,” ujar Juliarti bersemangat kepada Rakyat Kalbar via selulernya, Jumat (7/9).
Bupati Bengkayang Suryadman Gidot jelas sudah mengantongi izin cuti karena Ketua DPD PD Kalbar ini sudah dijadwal kampanye ke sana-kemari mendampingi Cornelis. Surat cuti dengan No 100/0873/pem-1 tertanggal 30 Agustus 2012 tentang permohonan izin cuti kampanye ditujukan kepada Gubernur Kalbar.
“Apabila yang menanyakan Pak Gidot secara pribadi Anda mendukung siapa, pasti saya menjawab sesuai dengan partai berkoalisi dengan siapa. Tetapi jika ditanya selaku Bupati Bengkayang, saya menjawab netral,” ujar Gidot kepada Rakyat Kalbar.
Martinus Khiu, anggota KPU Bengkayang mengatakan pihaknya baru menerima surat cuti kampanye dari Bupati Bengkayang Suryadman Gidot sedangkan Wakil Bupati Bengkayang dan lainnya belum ada.
Sementara itu, dari kantong suara pasangan No 1 Cornelis-Christiandy, yang mengajukan cuti kampanye baru Wakil Bupati Landak Herculanus Heriadi SE.
“Cuti saya terhitung 3 September sudah disetujui oleh Gubernur Kalbar. Jadi selama cuti, tugas dan jabatan saya sebagai Wakil Bupati Landak terhenti. Begitu juga dengan fasilitas termasuk mobil dinas saya parkir,” katanya kepada Rakyat Kalbar.

Tak diminta

Bupati Ketapang Henrikus ternyata lebih memilih tak ikut kampanye langsung dalam Pilgub di Ketapang. Tapi dia turun melantik kepala desa di sejumlah kecamatan, seperti Jelai Hulu, Tumbang Titi, maupun Kendawangan.
“Tidak, beliau (Bupati, red) tidak ikut kampanye dan tidak ambil cuti. Justru beliau sedang sibuk melantik kepala desa. Wakil Bupati juga tidak cuti. Sekarang Wabup sedang di Pontianak,” kata Andi Djamiruddin, Sekda Ketapang, kemarin.
Justru Bupati Ketapang mengingatkan seluruh kepala desa agar tidak terlibat politik praktis termasuk kampanye. “Tidak boleh kampanye dalam masa kampanye pemilu gubernur (pilgub). Jadi harus netral, SKPD juga harus netral, di desa panutan masyarakat adalah kepala desa,” kata bupati kepada kepala desa belum lama ini.
Meski Henrikus bukan ketua partai politik, namun memenangkan pemilihan bupati periode 2010-2015 setelah diusung PDIP, Demokrat, dan PAN. Terkait hal tersebut, sekretaris tim sukses pasangan Cornelis-Cristiandy (CC) Ketapang, Kasdi, juga membenarkan Henrikus tak ikut dalam tim kampanye.
“Tidak ada. Kami (tim sukses CC, red) tidak meminta beliau. Jadi biarlah beliau mengurus urusan birokrasi dan jangan sampai terganggu dengan kegiatan politik,” kata Kasdi.
Ia juga menegaskan tak ada permintaan dari Cornelis selaku calon gubernur untuk Henrikus ikut kampanye. “Jadi cukup kita-kita sajalah yang kerja. Kan kita bergabung dengan PDS, PKB. Jadi sudah cukup kuat,” tuturnya.
Bagaimana dengan Walikota Pontianak Sutarmidji yang partainya PPP mengusung pasangan Armyn-Fathan (Arafah), apakah juga ambil cuti kampanye? Dihubungi berkali-kali oleh wartawan dan redaktur Harian Rakyat Kalbar, Sutarmidji sepertinya enggan mengangkat ponselnya. Apakah dia akan mematikan mesin atau partainya menyiapkan sarana prasarana kampanye, juga masih remang-remang.

Fasilitas negara

Selain keharusan izin cuti, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2009 juga melarang menggunakan fasilitas negara. Dilarang memobilitas aparat bawahannya untuk kepentingan kampanye. Dilarang menggunakan dan atau memanfaatkan dana yang bersumber dari keuangan negara baik secara langsung maupun tidak langsung dan atau menggunakan fasilitas BUMN dan BUMD.
“Apabila ada yang terlanggar dan bisa dibuktikan, yang bersangkutan dipastikan melanggar UU No 32 Tahun 2009 tentang Pemilukada pasal 116 ayat 4. “Sanksinya bisa pidana dan denda. Diancam penjara setinggi-tinggi 1 tahun dan denda sekurang-kurangnya Rp 1 juta dan setinggi-tingginya Rp 6 juta,” jelas Ruhermansyah.
Ternyata sampai kemarin baru Bupati Sambas dr Juliarti Alwi MPH yang sudah ada tembusan mengajukan cuti dalam rangka kampanye. Sementara untuk walikota/bupati yang lain masih belum ada. Termasuk ketika ditanya Bupati Bengkayang yang ikut kampanye tetapi Panwaslukada Kalbar belum menerima tembusan surat izinnya.
“Kalau tidak ada tembusan ke Panwaslukada, kami anggap bupati/walikota yang ikut kampanye tidak ada izin cuti,” tegas Heru, panggilan akrabnya.
Belum jelas apakah Panwaslu Kada Kalbar akan menegur para bupati/walikota yang belum menembuskan izin cutinya, atau dikategorikan pelanggaran pemilu.

Cornelis Merahkan Tayap

Target 39 Persen Suara Ketapang

Lima Srigala di lapangan sepak bola Kecamatan Nanga Tayap
Istimewa
Artis ibu kota Lima Srigala hipnotis 15 ribu penonton di lapangan sepak bola Kecamatan Nanga Tayap
Ketapang – Cagub petahana Cornelis lebih memilih memerahkan Kecamatan Nanga Tayap dalam kampanye terbuka di Kabupaten Ketapang. Figur yang masa kecilnya di selatan Kalbar itu lebih pada alasan akses jalan. Mengingat Kecamatan Nanga Tayap merupakan “pertengahan” daerah pedalaman Ketapang.
“Massa yang dari Kecamatan Manismata dan Simpang Hulu bisa datang. Makanya massa yang hadir tadi luar biasa, sekitar 15 ribu orang,” tutur Budi Mateus, Ketua Tim Sukses pasangan Cornelis-Christiandy (CC) kepada Rakyat Kalbar, kemarin.
Kampanye yang digelar di lapangan sepak bola Nanga Tayap itu dimulai sekitar pukul 12.30 hingga 15.00. Meski berdesak-desakan, massa tampak antusias dan larut dalam kampanye yang dihibur goyang artis ibu kota “Lima Srigala”.
Selain Cornelis, beberapa jurkam juga ikut hadir antara lain Mijino dari Partai Demokrat, anggota DPR-RI Karolin Margret Natasya, Ketua PDS Kalbar Supianto, serta Thomas Alexander, anggota DPRD Kalbar.
Budi Mateus mengatakan dalam kampanyenya Cornelis berjanji akan melanjutkan sisa-sisa pembangunan di Kalbar yang belum tuntas. Ia juga mengungkapkan dalam waktu dekat akan ditancapkan tiang pertama Jembatan Tayan. Selain itu pula, seluruh jalan provinsi yang rusak akan dituntaskan jika terpilih untuk kedua kalinya. “Tak hanya itu, jalan-jalan kabupaten juga akan disubsidi dari provinsi,” tambahnya.
Karena itu ia meminta masyarakat untuk memberikan dukungannya pada 20 September mendatang. Ia menyerukan bahwa pembangunan Kalbar harus dilanjutkan. Karena itu juga merupakan keinginan masyarakat Kalbar, tidak hanya Ketapang.
Cornelis juga berpesan bahwa pesta demokrasi bukan ajang untuk menjelek-jelekkan. Ia juga berharap proses pemungutan suara 20 September nanti berjalan lancar. “Walaupun kita berbeda pandangan politik, tetap tidak boleh melanggar aturan,” ujar Cornelis.
Meski massa yang datang mencapai 15 ribu, namun Budi mengaku target meraup suara di Ketapang tetap 39 persen. “Kami diberi target 39 persen. Hasil pilgub dulu kita meraup 38 persen. Sekitar 79 ribu suara. Target sekarang 89 ribu. Saya pikir bertambah 10 ribu itu merupakan target yang realistis,” ujarnya.
Alasannya, kata dia, dulu AR Mecer juga ikut mencalonkan diri berpasangan dengan Akil Muchtar. Sehingga Cornelis harus “berbagi” suara dengan AR Mecer. Sekarang lanjut dia, kondisinya berbeda. Diungkapkannya, AR Mecer kini sudah merapat ke pasangan CC. “Sekarang Pak Mecer ada di kubu kami,” akunya.
Bagaimana dengan Partai Amanat Nasional (PAN)? Pasalnya ketika Pilbup Ketapang 2010, PDIP berkoalisi dengan PAN mengusung pasangan Henrikus-Boyman Harun. Sementara pada pilgub 2012, PAN bersama Golkar mengusung pasangan Morkes-Burhan (MB).
“Saya pikir tidak ada masalah. Karena gambarannya pilkada gubernur. Kalau pilkada bupati kan jauh, kita 100 ribu lebih. Kami targetnya tidak sampai 100 ribu, hanya 89 ribu dengan angka tahun 2008,” ujarnya. (KiA)

Nevin Penggal Kepala Pria yang Memerkosanya


Nevin Penggal Kepala Pria yang Memerkosanya
Ist
Ilustrasi


JAKARTA - Lantaran memancung kepala seorang pria yang memperkosanya selama berbulan-bulan, Nevin Yildirim (26), wanita asal Turki, diseret ke meja hijau.

Menurut kuasa hukum Nevin, kliennya tak layak diganjar oleh hukum, pasalnya ia hanya membela kehormatannya yang telah direnggut oleh
Nurettin Gider. Tak hanya itu, akibat perbuatan pelaku, kliennya juga harus mengandung seorang anak di dalam rahimnya.
Kisah tragis yang dialami oleh ibu warga sebuah desa kecil di barat daya Turki tersebut bermula ketika suaminya tengah pergi ke kota lain untuk mencari kerja musiman di bulan Januari. Di saat itu, Nurettin memaksanya berhubungan seks, di bawah todongan senjata api.

Kepadanya Nurettin mengatakan akan membunuh anak-anaknya yang masih berusia 2 dan 6 tahun, jika dia menolak ajakannya. Sejak itu, Nurettin memperkosa Nevin secara berulang kali selama delapan bulan ke depan.
Tak hanya itu, pada suatu waktu, Nurettin menyelinap ke dalam rumah Nevin saat ia sedang tidur. Diam-diam ia mengambil foto Nevin, salah satu gambarnya memperlihatkan tubuh Nevin yang tengah hamil tua. Nurettin kemudian mengancam akan mempublikasikan gambar jika dia tidak mematuhinya.

Di kalangan penduduk desa-desa kecil di Turki, kehormatan wanita merupakan segalanya, tidak hanya bagi dirinya sendiri namun juga bagi keluarga mereka.
Pada tanggal 28 Agustus, dengan kandungan berusia lima bulan dari seorang pria yang terus memperkosanya, Nevin memutuskan untuk menghentikan aksi Nurettin.

Saat Nurettin kembali ke rumahnya pada 30 Agustus untuk memperkosanya, Nevin meraih senjata ayah mertuanya yang tergantung di dinding dan dia menembaknya. Ia kemudian menembaknya sekali lagi.

"Saya mengejarnya, ia jatuh di tanah dan mulai memaki.. Saya menembak organ seksualnya kali ini. Ia kemudian tak bergerak saya tahu dia sudah mati. Saya kemudian memenggal kepalanya," aku Nevin.

Nevin kemudian menenteng kepala pemerkosanya itu menuju alun-alun desa, dengan darah segar yang masih menetes dari dalamnya.

"Jangan bicarakan saya di belakang punggung saya, jangan pernah bermain dengan kehormatan saya," kata Nevin kepada masyarakat desa. "Ini adalah kepala dari orang yang bermain dengan kehormatan saya," lanjutnya.

Ia kemudian melemparkan kepala Nurettin ke tanah. Para penduduk desa yang kaget setengah mati segera memanggil pihak berwenang, yang kemudian menangkap Nevin.


Nevin saat ini berada di dalam sebuah penjara dan tengah menunggu untuk disidang. (cnn)

Perkosa Mantan Adik Ipar Dilaporkan Bekas Mertua


Perkosa Mantan Adik Ipar Dilaporkan Bekas Mertua
Wahyu Aji/Tribunnews.com
ilustrasi 

SITUBONDO - Nekat memerkosa seorang santri sebuah pondok pesantren di Kabupaten Bondowoso, Suryadi (27), warga Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo, Jawa Timur, Minggu (9/9/2012) dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Situbondo oleh Sadin (50), tetangga sekaligus bekas mertuanya.
Suryadi yang menduda setahun lalu diduga memaksa Bunga (13 tahun), santri yang juga mantan adik iparnya, untuk melayani nafsu bejatnya. Bahkan, pelaku melakukan hubungan layaknya suami istri sebanyak tiga kali. Perbuatan itu dilakukan pada Kamis (6/9/2012) lalu, di rumah nenek pelaku di Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, Situbondo.
Terungkapnya kasus perkosaan ini bermula dari pengakuan Bunga kepada orang tuanya, karena setiap akan membuang air kecil korban diketahui selalu merengek kesakitan.
"Awalnya anak saya tidak mengaku telah diperkosa oleh pelaku, namun setelah didesak anak saya akhirnya mengaku dipaksa untuk melayani nafsu bejat mantan suami kakaknya," ujar Sa (50), orang tua korban, saat melaporkan ke SPK Polres Situbondo.
Karena mantan menantunya itu terbukti melakukan perbuatan bejat terhadap Bunga, pihaknya berharap Suryadi diberi hukuman setimpal.
Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi membenarkan adanya laporan dugaan perkosaan dengan korban anak di bawah umur tersebut. Menurutnya, berdasarkan keterangan orang tua korban, sebelum diperkosa korban dijemput di pondoknya di Bondowoso, serta dibujuk untuk diajak jalan-jalan, hingga akhirnya pelaku melakukan perbuatan bejatnya.
"Tersangka dapat dijerat Pasal 81 dan 82 No 23 Tahun 2002 tentang Pencabulan Anak di Bawah Umur, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," katanya.

Cabuli Dua Anak Angkat Sekaligus


Cabuli Dua Anak Angkat Sekaligus
NET
ILUSTRASI

SIDOARJO - Waris Ludiyono (45) harus meringkuk di tahanan Mapolres Sidoarjo.
Warga Bulusidokare, Kecamatan Sidoarjo yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang, ditangkap polisi setelah diduga kuat mencabuli Mawar (18), putri angkatnya. Pelaku juga diduga telah berbuat serupa pada Bunga (15), putri angkatnya yang lain. Waris diciduk polisi, usai Mawar mengadukan kelakuan ayah angkatnya, saat berlebaran ke rumah kakaknya di Mojokerto, Jumat (24/8/2012) malam lalu.
Mendengar pengaduan ini, kakak korban marah dan mencari tersangka. “Sebelum jadi luapan emosi keluarga, tersangka kami amankan,” ujar Kasatreskrim Polres Sidoarjo AKP Andi Sinjaya, Minggu (26/8/2012).
Berawal dari pengaduan Mawar inilah, kelakuan Waris terungkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, tersangka diduga telah bertindak asusila terhadap Mawar, sejak korban duduk di bangku kelas 5 SD.
Pelaku juga diduga telah mencabuli Bunga, anak angkatnya yang lain. Saat aksi berlangsung, korban tidak berdaya, karena selama ini diancam Waris agar tidak menceritakan peristiwa yang menimpanya.
Selain telah memeriksa para saksi, polisi juga telah mengantongi hasil visum yang menyatakan ada bekas luka lama yang dialami para korban.
Polisi juga telah mengantongi sejumlah petunjuk yang menguatkaan dugaan aksi pencabulan.
“Kami telah mengantongi petunjuk tersebut,” imbuh Andi.
Meski Waris belum mengakui perbuatannya, karena telah ada saksi dan hasil visum, maka polisi tetap menahannya. Ia bakal dijerat pasal 81 dan pasal 82 UU 23/2002 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak.Waris hanya diam saat dikeler dari ruang tahanan menuju ruang penyidik di Mapolres Sidoarjo, Minggu siang.

Cabuli Bocah 4 Tahun, Zaenudin Babak Belur Diamuk Warga


Cabuli Bocah 4 Tahun, Zaenudin Babak Belur Diamuk Warga
net
ilustrasi


JAKARTA - Seorang sopir toko bahan bangunan, Zainudin (55) alias Udin, babak belur diamuk warga Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta, yang geram terhadap tindakan bapak lima anak itu yang tega menyetubuhi tetangganya yang baru berumur 5 tahun. Muliya (45), tetangga pelaku saat ditemui wartawan di kediamannya, Selasa (28/08/2012), mengatakan bahwa malam tadi, Senin (27/8/2012), sekitar pukul 19:30 WIB, ratusan warga tiba-tiba saja datang menggeruduk tempat kontrakan korban, dengan membawa senjata tajam, batu hingga jerigen berisi bensin. "Warga menggedor pintu si Udin, terus (dia) langsung di tarik dari kamarnya, dan langsung dipukuli," kata Muliya.
Sembari menghajar pelaku, warga juga sempat menanyakan apakah betul ia telah tega mencabuli korban yang juga tinggal di komplek kontrakan itu. Namun Udin terus menyangkal.
"Setelah ditempelin golok lehernya terus dia mengaku, katanya cuma (mencabuli) sedikit saja, warga makin marah," tambah Muliya.
Dari kontrakannya, Udin sempat dibawa ke Pos RW, selama perjalanan itu warga masih terus menganiaya pelaku. Di Pos RW, kepada warga, Udin kemudian mengakui sudah dua kali melakukan pencabulan, warga pun kembali menghajar Udin.
Kejadian penganiayaan itu berlangsung sekitar satu jam, sampai akhirnya petugas dari Polsek Metro Jagakarsa datang dan mengamankan Udin yang sudah tidak bernyawa.
Ayah korban, MNW (31) saat ditemui di kediamannya, mengatakan, ia sempat melerai warga untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
Namun dia mengaku kewalahan menahan amuk ratusan warga yang sudah naik pitam.
Ia pun merasa heran dari mana warga mendapat informasi tersebut, pasalnya ia menutup rapat informasi tersebut, sampai polisi benar-benar menindak pelaku.
"Saya sendiri tidak pernah mendatangi si Udin dan menanyakan hal itu, tapi saya sudah melapor ke polisi sejak pekan lalu, dan anak saya sudah di visum, hasilnya positif," tandasnya.