Memuat berita dan informasi dari berbagai sumber yang bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan dan informasi bagi para pengunjung blog ini.
Memberi ruang bagi pengunjung blog ini untuk memuat berita dan informasi yang bermanfaat bagi para pengunjung lain blog ini. Selamat berkunjung dan membaca di blog ini, semoga bermanfaat.
Terima kasih.
SYAMSUL ARIFIN
Jasad Deaci Listianti di RS Bhayangkara Polda Kalbar
PONTIANAK – Bertengkar dengan pacar, Deaci Listianti, 15, siswi kelas 3 SMPN 22 Kota Pontianak mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seprai di sekolahnya, Jumat (14/9) siang.
Warga Parit Demang, Jalan Purnama Dalam, Pontianak Selatan itu ditemukan tewas tergantung di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Pelajar SMPN 22 Kota Pontianak berhamburan menuju ruang UKS setelah mengetahui rekannya gantung diri sekitar pukul 10.30 WIB.
Para pelajar itu memberitahukan gurunya, kemudian salah seorang guru SMPN 22 Kota Pontianak menghubungi polisi. Jasad Deaci dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kalbar untuk divisum.
“Sebelumnya dia (Deaci, red) ada cerita mau bunuh diri, saya pun kaget. Lalu saya bilang, mengapa mau bunuh diri, jangan nekat begitulah,” ujar Dita Rahmawati, teman sekelas Deaci.
Dita bercerita, Deaci menjalin hubungan asmara dengan salah seorang pelajar kelas 2 SMAN 10 Kota Pontianak. Mereka sudah lima bulan pacaran.
Deaci mengatakan kepada Dita, dia sedang bermasalah dengan pacarnya sehingga mereka bertengkar saat jalan berdua di Jalan Jenderal Ahmad Yani tadi malam. Bahkan sang pacar memukul kepala dan tangannya pakai helm.
“Tadi dia memegang kepalanya terus dan mengaku kesakitan. Saya lihat memang ada memar di kepalanya. Dia juga mengaku tangannya terasa sakit, katanya dipukul cowoknya,” ungkap Dita meniru omongan Deaci.
Rekan-rekan Deaci tidak kuasa menahan kesedihan ketika melihat jasadnya terbujur kaku di RS Bhayangkara Polda Kalbar. Kasus ini masih ditangani Polresta Pontianak. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Deaci.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan, kita sudah minta keterangan beberapa orang saksi. Saat ini kita masih menunggu hasil visum dari tim dokter. Apakah ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, serta untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya,” jelas Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Puji Prayitno. (sul)
PONTIANAK – Jajaran Satpol PP Kota Pontianak di-backup kepolisian dan Polisi Militer (PM) menjaring 45 pasangan mesum di indekos wilayah Kota Pontianak, Kamis (13/9).
Razia dimulai pukul 05.00 pagi. Sasaran pertama indekos milik Na'in di Gang Rangon Jalan Tanjungpura. Petugas berhasil mengamankan tiga pasangan mesum dan enam remaja yang tidak memiliki identitas. Mereka yang terjaring ditemukan sedang tidur berdua dengan pasangannya di kamar indekos. Pasangan muda-mudi itu tidak berkutik ketika tertangkap basah oleh petugas. Kemudian mereka digelandang ke markas Satpol PP.
Razia dilanjutkan ke indekos milik Dyah Enni Setyawati di Gang Perintis I, Jalan Tanjungpura samping Jembatan Kapuas I. Petugas menjaring dua pasangan mesum dan seorang tanpa identitas. Ketika akan digerebek, pemilik indekos tidak mau membuka pintu. Setelah dipaksa petugas, akhirnya pintu dibuka. Kemudian petugas melanjutkan tugasnya di indekos Gang Haji Mursyid Jalan Imam Bonjol. Sebanyak 14 pasangan mesum diamankan. Bahkan ditemukan tiga wanita hamil di indekos tersebut. Petugas juga merazia indekos di Jalan Merdeka. Di sana tidak ditemukan pasangan mesum.
“Kita telah melakukan razia di empat indekos. Kita mengamankan 46 pasangan mesum, tiga perempuan sedang hamil tanpa suami, tujuh warga tanpa identitas,” ujar Uray Berty Apriani, Bidang Penegakan Peraturan UU Satpol PP Kota Pontianak, kepada wartawan.
Uray mengatakan pasangan yang terjaring ini akan dibina. Kalau memang di antara pasangan ini sebelumnya sudah pernah terjaring, maka akan diproses di persidangan.
Para pemilik indekos akan diberi peringatan supaya tidak menampung pasangan mesum di rumah indekos. “Pemilik indekos akan kita berikan peringatan. Kalau memang tidak mengindahkan akan kita tutup tempat tersebut. Apalagi kalau indekos itu tidak ada izin akan kita tutup,” tegas Uray Berty. (hak)
JOMBANG-
Dua pasangan bukan suami istri diciduk petugas Satpol PP Jombang saat
berbuat mesum di hotel Prambanan, Jalan Raya Gondangmanis Kecamatan
Bandarkedungmulyo, Jombang, Senin (10/9/2012).
Salah satu pasangan
adalah masih saudara sepupu. Sedangkan satu pasangan lagi adalah CLBK
(Cinta Lama Bersemi Kembali). Selanjutnya, mereka digelandang ke Kantor
Satpol PP guna pendataan.
Penggerebekan berawal dari informasi
masyarakat yang menyebut hotel di tepi Jalan Raya jurusan Kertosono -
Surabaya itu kerap digunakan pasangan selingkuh. Kemudian, petugas
bergerak ke lokasi yang dimaksud. Sesampai di hotel, Satpol PP langsung
menyisir setiap kamar.
Hasilnya, petugas memergoki seorang pria berinisial AD (35) sedang berada di kamar dengan pasangannya berinisial NA (35). Keduanya warga Desa Losari Kecamatan Ploso, Jombang. Ironisnya, pasangan mesum ini masih terhitung saudara sepupu.
"Suami saya bekerja ke Kalimantan," kata NA. Dia mengatakan bahwa AD sepupunya sendiri.
Pasangan
ke dua ZM (36) dan RN (36). Kepada petugas, baik ZM maupun RN mengaku
kalau pacar lama atau CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali). ZM warga
Badarlor Kecamatan Mojoroto, Kediri, sedangkan RN warga Desa Ngaber
Kecamatan Mlarak, Ponorogo. Saat digerebek, petugas juga menemukan satu
kotak kondom dan satu botol minuman berenergi.
"Mereka masih telanjang saat kita gerebek ," kata Kasi Pengendalian dan Operasional Satpol PP Jombang, Roni Afriandi.
ZM
dan RN mengakui masing-masing sudah mempunyai pasangan resmi. Hanya
saja, setelah lama berpisah, keduanya bertemu. Nah, dari situlah virus CLBK bersemi. Selanjutnya, mereka janjian untuk bertemu di hotel Prambanan.
"Kami pacar lama," kata RN yang berambut panjang ini.
Kepala
Satpol PP Jombang, Mas'ud menjelaskan, sebenarnya ada tiga pasangan
yang berhasil dikekuk oleh anggotanya. Namun sayang, satu pasangan lagi kabur lewat pintu belakang hotel.
"Bagi yang tertangkap, kita suruh membuat penyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi," pungkasnya.
BANJARBARU --
Dua orang perampok sekaligus pemerkosa karyawati Salon Annisa, M
Ikroufi (19) dan HS (16), bertekuk lutut di tangan Buser Polsek
Banjarbaru. Ikroufi terpaksa dihadiahi timah panas, karena mau melawan
petugas pakai pisau.
Warga di Jalan Junjung Buih, samping
RSUD Banjarbaru, terkejut menyusul adanya suara letusan pistol yang
diikuti jeritan kesakitan seorang pemuda, Minggu (9/9/2012). Warga pun
memburu ke arah suara tersebut. Bersamaan itu, sejumlah polisi bergerak
membekuk dan membawa pemuda itu ke mobil.
Darah segar pun
mengucur dari dua luka tembak di kaki pria itu. Dia adalah M Ikroufi
(19). Warga Lutfia Tunggal B/164 Bincau Muara, Kecamatan Martapura Kota
ini merupakan pelaku perampokan disertai pemerkosaan terhadap karyawan
Salon Annisa di Jalan Taruna Praja, Jumat (31/8) lalu.
Selain
M Ikroufi, polisi juga menangkap seorang tersangka lainnya HS (16).
Pelajar asal Tanahlaut yang tengah menuntut ilmu di Martapura ini juga
ikut merampok dan memerkosa karyawan Salon Annisa.
Informasi
didapat, sejak menerima laporan peristiwa perampokan disertai
pemerkosaan itu jajaran Polsek Banjarbaru di-backup Polres Banjarbaru
dan Polda Kalsel terus melakukan penyelidikan.
Hasil dari
penyelidikan ini pun membuahkan hasil, menyusul seorang polisi menerima
informasi keberadaan Hp milik korban yang dibawa lari dua orang
perampok.
Tak ingin pelaku kabur, polisi bergerak membekuk
Andre (19) di Kompleks Mekatani, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan
Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Tanpa kesulitan, polisi berhasil
membekuk penadah ponsel itu, Minggu (9/9/2012) pukul 16.00 Wita.
Begitu
berhasil menangkap Andre, polisi langsung mengorek keterangan siapa
yang menjual polsel tersebut. Dari mulut Andre keluarkan sebuah nama,
yakni Ikroufi.
Polisi pun memancing Ikroufi agar keluar dari
persembunyiannya. Usaha polisi berhasil, Ikroufi dengan mengendarai
sepeda motor Honda Scoopy terlihat di Jalan Junjung Buih.
Dipimpin
Kanit Buser Polsek Banjarbaru, Aipda Sugeng Gunawan, sebanyak 16
anggota gabungan dari Polsek Banjarbaru, Polres Banjarbaru dan Polda
Kalsel bergerak cepat mengepung Ikroufi.
Rupanya Ikroufi tidak tinggal diam, ketika belasan polisi mengepung dan hendak membekuknya. Sebilah pisau tajam pun disiapkannya.
Menyaksikan
ini, anggota melepaskan dua kali tembakan ke arah kaki Ikroufi.
Seketika dia tak berdaya dan menahan sakit akibat tembakan yang
bersarang di kaki kanannya. Polisi mengangkat tersangka ke atas mobil
dan membawanya ke IGD RSUD Banjarbaru.
"Waduh, saya tidak
berdaya lagi," ujar Ikroufi, saat dibawa keluar dari IGD RSUD
Banjarbaru. Ikroufi mengaku, dia baru pertama kal melakukan aksi
perampokan ini.
"Saya lihat orangnya cantik dan tubunya seksi. Langsung saja saya terangsang dan memaksa korban berhubungan intim," ujarnya.
Dengan
sebelah kaki diangkat, Ikroufi dituntun dua anggota Polsek Banjarbaru
menuju ke Mapolsek Banjarbaru. Sedangkan polisi lainnya bergerak
mengejar satu tersangka lainnya, HS, ke Kompleks Lutfia Tunggal
Martapura.
Sebenarnya HS, warga Desa Sungai Bakung Kecamatan
Kurau, Tanahlaut. Tapi dia indekos di Kompleks Lutfia Tunggal guna
memperlancar menimba ilmu di Martapura.
Tanpa kesulitan,
polisi berhasil dibekuk HS dan dibawa ke Mapolsek Banjarbaru Kota. HS
beruntung, karena tidak melakukan perlawan polisi pun tidak memuntahkan
timah panasnya.
Kapolres Banjarbaru AKBP Budi Santoso melalui
Kapolsek Banjarbaru Kota AKP Rizali membenarkan keberhasilan anggotanya
membekuk kedua tersangka perampokan diserta pemerkosaan terhadap dua
karyawan salon Annisa.
"Ikroufi dan HS dijerat dengan Pasal
365 tentang pencurian dengan kekerasan dan atau Pasal 285 tentang tindak
pemerkosaannya. Sedangkan, Andre dikenai Pasal 480 tentang pertolongan
jahat atau penadahan," ujar Kapolsek.
KERINGAT mengalir deras di kening M Ikroufi (19). Itu karena dia
menahan rasa sakit di kakinya, akibat dihadiahi timah panas oleh polisi.
Pemuda
asal Kompleks Lutfia Tunggal Blok B Nomor 164 Martapura itu adalah otak
perampokan sekaligus pemerkosaan yang terjadi di Salon Annisa. Dia
bersama temannya HS (16) ditangkap anggota Polsek Banjarbaru Kota
dibantu Polres Banjarbaru, Minggu (9/9/2012) sore.
"Saya
melakukan aksi perampokan itu karena terdesak utang. Saya menabrakkan
mobil teman dan disuruh mengganti sebesar Rp 2,5 juta," kata Ikroufi.
Pada
saat kejadian, Jumat (1/9/2012) pagi, Ikroufi mengajak HS berjalan-
jalan sembari berangkat ke kantor Dinas Sosial Banjarbaru, tempatnya
magang bekerja. Ketika itu Ikroufi sudah membawa parang 60 sentimeter
dan pisau lipat.
Ketika melintas depan Salon Annisa, timbul
keinginan Ikroufi untuk potong rambut. Namun, keinginan itu pupus
lantaran Salon Annisa hanya melayani kaum hawa.
Ikroufi dan
Hs keluar salon. Sambil berjalan keluar, Ikroufi terpikir melakukan
perampokan, setelah melihat situasi salon yang sepi. "Sebelum masuk ke
salon, HS saya kasih pisau lipat untuk menakuti korban. Saya ajarkan
bahwa korbannya harus dicekik atau ditakuti," ujar Ikroufi.
Setelah
masuk salon, Ikroufi dan HS melucuti barang berharga yang dibawa kedua
pekerja salon seperti emas, uang dan Handphone BlackBerry.
Tak
itu saja, mereka juga melucuti kehormatan kedua karyawan salon yang
baru lulus SMK itu. "Orangnya cantik dan tubuhnya seksi. Saya pun ingin
berhubungan intimnya," ujarnya.
Menurut Ikroufi, usai
melakukan aksinya mereka keluar salon dan langsung kabur menggunakan
Honda Scoopy Hitam bernopol DA 6464 OQ. "Saat melakukan aksi itu,
waktunya sekitar 20 menit saja. Setelah itu keluar," ucapnya.
Kabur kemana? Ikroufi mengaku dirinya tetap ke tempatnya magang di
Dinsos Banjarbaru."Saya magang seperti biasa sembari mengajak HS yang
saat itu sedang libur sekolah. Siangnya, saya baru menjual emas hasil
merampok," ujarnya.
Beberapa hari pascaperampokan, Ikroufi
tetap masuk magang di Dinsos seperti biasa. Dan dirinya pun pulang ke
rumahnya seperti biasa. "Ya biasa juga, magang dan main. Tak
kemana-mana," cetusnya.
Hal senada diungkapkan oleh HS.
Pemuda lugu itu mengaku hanya diajak dan diarahkan oleh Ikroufi. "Saya
ajari saat akan merampok itu," ucapnya.
Ketika melakukan pemerkosan, HS mengaku dia tidak diajari oleh temannya itu. "Saya kepengen juga ketika melihat Rofik," ujarnya.
Hasil
perampokan itu tidak dinikmati bersama. Setelah semuanya laku terjual,
Ikroufi lantas membayar utang ke temannya. "Saya berikan semuanya.
Totalnya Rp 1,75 juta," cetus Ikroufi.
Menurut dia, uang hasil perampokan itu tidak sampai dibuat untuk
bersenang-senang dengan HS. "Tidak sempat untuk beli apa-apa. Bahkan HS
hanya saya beri sebungkus rokok," ujarnya.
PALEMBANG - Merasa sang istri tidak
bisa memenuhi kebutuhan rohani (seksual), DM (46) pun beralih dengan
menyetubuhi keponakannya sendiri, Bunga (nama samaran).
Terhitung lima kali sudah Bunga (14) diajak secara paksa untuk melakukan hubungan intim oleh DM hingga mengandung lima bulan.
"Saya bisa seperti ini karena istri saya selalu menolak setiap kali
hendak saya ajak hubungan intim. Alasannya capek lah. Jadi saya
lampiaskan sama dirinya," ujar DM kepada Sripoku.com yang dijumpai di
Mapolsekta Sako, Kamis (13/9/2012).
DM mengakui perbuatannya. Dengan nada bicara yang lancar dan raut
muka yang sesekali tersenyum, warga Jl Lebak Murni Lorong Karya Murni I
No 1076 Kelurahan Sako ini mengaku telah menyetubuhi Bunga sebanyak lima
kali.
Semuanya dilakukan saat istri dan anak-anak DM sedang tidur lelap.
"Saya dan Bunga tinggal satu rumah karena ia dititipkan sama orangtuanya
yang ada di desa. Saya nekat menyetubuhi dirinya karena terbawa nafsu,"
ujar DM.
Kapolsek Sako, AKP Yawardiman SAg, melalui Kabid Humas Polsek Sako,
Bripka Heru M Riyanto SH, membenarkan telah menangkap tersangka. DM saat
ini sudah diamankan untuk diproses lebih lanjut.
"Tersangka saat ini telah diamankan dan berkasnya dalam proses.
Bukti-bukti juga sudah di tangan kami," ujar Bripka Heru yang mengatakan
DM dijerat dengan Pasal 285 KUHP dengan acaman 12 tahun penjara.
MAUMERE -- Ibarat sudah jatuh
tertimpa tangga. Kondisi ini dialami seorang ibu berinisial MM (32),
warga RT 03/RW 01, Desa Nelle Urung, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka,
Selasa (11/9/2012) sekitar pukul 06.30 Wita. Selain dirampok, ibu
beranak satu ini pun diperkosa.
Pelakunya adalah seorang pria dengan tinggi sekitar 170 centimeter,
berkulit hitam, mengenakan baju kaos oblong berwarna merah dan celana
jeans hitam.
Awalnya pelaku mengetuk pintu rumah. Saat membukakan pintu, pelaku
menanyakan apakah mereka (MM) menjual ternak kuda? Namun MM mengatakan
mereka tak memiliki hewan itu. Selanjutnya, pelaku menanyakan apakah
suaminya berada di rumah atau tidak? Rupanya pertanyaan itu hanya
sekadar untuk mengetahui situasi di rumah itu.
Usai menjawab pertanyaan, sekelebat pelaku menodongkan sebilah pisau
ke dada korban dan meminta agar diberikan uang dan sarung. Korban yang
sudah ketakutan akhirnya mengambil uang Rp 150 ribu dan empat helai
sarung di kamarnya kemudian memberikan kepada pelaku. Masih di bawah
tekanan, korban dipaksa untuk berhubungan badan. Meski menolak, korban
akhirnya tak berdaya di bawah ancaman lelaki kekar itu. Lelaki biadab
itu menyeret MM dan memperkosanya di kamar keluarga.
Usai merampok dan memperkosa, pelaku pun kabur dengan sepeda
motornya. Merasa harkat dan martabatnya direndahkan, korban langsung
melapor ke Polsek Nelle. Informasi yang diperoleh Pos Kupang, Selasa
(11/9/2012) siang, saat kejadian suami korban sudah ke Pasar Alok
untuk berjualan moke (miras lokal).
Kapolres Sikka, AKBP Drs.Ghiri Prawijaya melalui Kasubag Humas Polres
Sikka, Iptu Defa Jaumil, Selasa (11/9/2012) siang, mengatakan, Polres
Sikka dan Polsek Nelle kini tengah mengejar pelaku. "Korban pun telah
diperiksa dan divisum untuk kepentingan hukum," kata Defa.
DAD Kalbar: CC Raih 60-67 Persen, Darmansah: Komitmen Kuat PKR
ZMS
Pontianak
– Sembilan hari kampanye dengan lima hari di zona 3-4 timur Kalbar,
terungkap bahwa pasangan Cornelis-Christiandy bertempur seru dengan
Tambul-Barnabas.
Kalau pasangan nomor 4 mengungkapkan program memperbaiki produksi
karet dan problem perbatasan, sedangkan nomor 1 yakin meraup suara
antara 65-80 persen di lima bakal wilayah Provinsi Kapuas Raya (PKR):
Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu.
Seperti diberitakan Rakyat Kalbar, Cornelis amat yakin bakal meraup
suara mayoritas hingga 80 persen di Kabupaten Sintang, begitu pun di
Melawi yang tak lari dari 65 persen. Sedangkan Sekadau, lantaran Bupati
Simon Petrus, kendati bukan jurkam namun sebagai Ketua DPC Partai
Demokrat jelas punya semangat untuk menang.
Tetapi di Putussibau Cornelis tak mematok perolehan suara. Ketika
kampanye di Melawi yang notabene bupatinya orang Golkar, massa
Tambul-Barnabas membeludak menyaingi massa Cornelis. Sedangkan di
Putussibau, massa kampanye Tambul-Barnabas dua kali lipat yang hadir
secara mandiri.
Bagaimanapun, bila sering didengungkan bahwa masyarakat timur Kalbar
sudah makin cerdas, tentulah mereka berpikir program apa yang
dilontarkan kedua kandidat, plus pesaing pasangan nomor 3 Morkes-Burhan.
Namun pemilih fanatik bisa jadi masih lumayan, kalau tidak pastilah
jadi politik uang.
“Secara basis, Tambul akan memenangkan wilayah timur Kalbar secara
signifikan. Tidak bisa dimungkiri masyarakat Kapuas Hulu sudah cinta
dengan Tambul,” ungkap pengamat politik Kalbar DR Zulkarnaen kepada
Kikie Supardi dari Rakyat Kalbar, Minggu (9/9).
Zulkarnaen sendiri mengakui pertempuran sengit di wilayah bakal PKR
antara pasangan Berkibar, Tambul-Barnabas dengan C2,
Cornelis-Christiandy. Selain mengklaim basis alias kantong suara (suara
Sintang 2007 ke Cornelis), keduanya bersikukuh untuk mewujudkan PKR.
“Yang paling signifikan kedekatan dengan Tambul cukup besar. Keluarga
besar Tambul dekat dengan masyarakat Kapuas Hulu dan juga kekerabatan
istrinya di Sintang. Ini sebagai pendulang suara paling besar,” ungkap
Zulkarnaen.
Hanya saja, lanjutnya, Tambul bisa jadi menang tipis dari Cornelis.
Kondisi itu bisa jadi kalau dilihat dari kuatnya paham primordial. Tapi
bila dikaitkan jualan PKR, jelas Tambul lebih memahami kawasan timur
dari Cornelis maupun Morkes-Burhan yang orang pesisir.
“Saya melihat itu namanya janji politik. Waktu 100 hari bukan waktu
yang panjang buat janji Morkes-Burhan itu. Saya pikir akan sulit, karena
untuk merealisasikan PKR itu nanti akan berhadapan lagi dengan DPRD
provinsi,” kata Zulkarnaen.
Selain PKR, isu merehabilitasi karet rakyat sebagai sumber
penghasilan utama masyarakat wilayah timur juga menjadi jualan yang
menarik. “Karet ada pengaruhnya tetapi tidak terlalu signifikan. Memang
Kapuas Hulu ini kan kabupaten konservasi. Karet itu lebih cocok.
Sekarang ini kelapa sawit yang bisa mendatangkan uang dalam waktu cepat.
Sehingga tidak sedikit di Sanggau, Sintang, Melawi, Sekadau, dan Kapuas
Hulu yang ditanami kelapa sawit,” kata Zulkarnaen.
Target 60-67 persen
Sementara itu, dengan mengandalkan primordial dan suara Dayak di
wilayah timur meliputi Kabupaten Sanggau, Sekadau, Melawi, Sintang, dan
Kapuas Hulu, jajaran tim CC mematok suara 60-67 persen.
“Pokoknya di wilayah timur pasangan CC tidak ada masalah. Kita
prediksikan dukungan suara CC secara keseluruhan sebanyak 60-67 persen,”
ujar Ibrahim Banson, Sekretaris Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar,
kepada Rakyat Kalbar, Selasa (11/10).
Menurutnya, pada 2007, Cornelis-Christiandy timur mengantongi 43-47
persen suara termasuk Kabupaten Bengkayang. “Waktu itu mereka berdua
hanya diusung PDI Perjuangan saja. Apalagi sekarang kalau didukung oleh
lima partai, kita yakin akan mencapai 60-67 persen,” katanya.
Mengenai kian cerdasnya rakyat timur membaca situasi dan kondisi
serta blundernya masalah PKR, menurut Banson tidak membuat Timses CC
keder menanggapi target suara pedalaman. “Saya pikir semua calon
mempunyai prediksi tersendiri. Itu sah-sah saja. Kita tetap
mempertahankan prediksi kita, terserah mereka mau ngomong berapa
persen,” ujarnya.
Pasangan nasionalis
Dari kawasan lima kabupaten bakal PKR, ternyata kesadaran masyarakat
akan keberagaman mulai tumbuh. Masyarakat heterogen yang terdiri dari
berbagai kelompok, puluhan suku dan agama.
“Dari empat calon, hanya pasangan Tambul-Barnabas yang merangkul
semua kalangan. Saya yakin keduanya menjadi alternatif masyarakat ke
depan khususnya di wilayah timur Kalbar,” ungkap Ketua Persaudaraan
Muslim Indonesia (Permusi) Sintang Darmansah SE MM SIp kepada Rakyat
Kalbar, Senin (10/9).
Darmansah juga melihat Tambul-Barnabas berkomitmen kuat
memperjuangkan Kapuas Raya. Itu menjadi modal besar untuk meraup suara
masyarakat timur.
“Pak Tambul itu satu-satunya calon dari timur Kalbar, sudah dapat
dipastikan masyarakat timur lebih pro kepada beliau. Dua periode
memimpin Kapuas Hulu, rekam jejaknya sangat baik. Itu akan jadi sebuah
pertimbangan masyarakat untuk memilih beliau,” kata Darmansah.
Sebagai salah satu penggagas pemekaran dan ikut berjuang sampai ke
Jakarta, Tambul Husin sudah dikenal. “Kalau soal Kapuas Raya, beliau
sangat paham. Jangan khawatir bila beliau terpilih menjadi Gubernur
Kalbar, Kapuas Raya pasti jadi,” yakin Darmansah.
Senada disampaikan Ketua DPC Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)
Sintang Ginidie. “Di Kalbar ini krisis pemimpin, tapi beliau dapat
merangkul semua kalangan. Kalau kita lihat Pak Tambul dan Barnabas
tinggi rasa nasionalismenya. Inilah alasan kenapa PKPB memberikan
dukungan kepada pasangan ini,” tegasnya.
Ginidie yang anggota DPRD Sintang daerah pemilihan Serawai-Ambalau
yakin pasangan Berkibar mampu membawa perubahan lebih baik bagi Kalbar,
tak terkecuali Serawai-Ambalau.
“Sudah berapa gubernur memimpin Kalbar, Serawai-Ambalau masih tetap
tertinggal. Saya yakin Tambul-Barnabas jadi pilihan alternatif, apalagi
beliau satu-satunya dari timur,” ujarnya
Untuk di Sintang, lanjut Ginidie, yakin meraih suara signifikan
karena terjun langsung ke masyarakat. “Suara Tambul-Barnabas di Sintang
saya rasa akan cukup banyak. Bisa bersaing dengan calon lainnya,” kata
Ginidie.
Sosok teruji
Bagaimana warga Kapuas Hulu sendiri terhadap Tambul? L Lassa Gampa,
tokoh masyarakat Dayak Kapuas Hulu dari Kecamatan Bika, menilai Tambul
Husin sosok nasionalis yang netral serta Pancasila sejati.
“Pasangan nomor 4 ini ada unsur Melayu atau Islam berbaur Dayak dan
Kristiani. Inilah pasangan pemersatu masyarakat Kalbar,” ujar Lassa.
Tambul menurut dia selain panutan dan disegani masyarakat Kapuas
Hulu, juga dicintai karena sangat merakyat. “Selama beliau jadi bupati,
jangankan kecamatan, desa dan dusun pun banyak mendapatkan bantuan dan
perhatian,” ujarnya.
Lassa Gampa mengaku sudah lama mengenal sosok Tambul. Sebagai tokoh
Dayak, Lassa Gampa mengaku tidak ragu-ragu lagi untuk mendukung pasangan
Berkibar.
“Kesempatan emas agar putra terbaik Kapuas Hulu menjadi Gubernur
Kalbar sudah di depan mata. Ini ibarat membangun kembali semangat Oevang
Oeray yang menjadi Gubernur Kalbar pertama kali, dan juga pemersatu,”
tegasnya.
Lassa Gampa menginginkan ada sosok pemersatu dan berjuang bagi
pemekaran, bukan yang sekadar ambisius tapi tidak menghayati dan
memahami apa itu PKR. “Saya tidak mau mengatakan ini apakah dipolitisasi
atau tidak, yang pasti PKR terhambat di provinsi,” tandasnya.
M. Ridho
Cristiandy Sanjaya berorasi pada kampanye di Kecamatan Pemangkat, Rabu (12/9)
Pemangkat
– Sudah menjadi ciri pasangan CC, di mana pun selalu mengumbar
perolehan suara sebelum pencoblosan dimulai. Kampanye tunggal di
Pemangkat, cawagub nomor 1 Christiandy memastikan suara signifikan
diraup di Sambas.
Masuk ke kandang lawan di kabupaten utara Kalbar, Christiandy yakin
akan memerintah kedua kalinya bersama Cornelis. “Kita targetkan 40
persen suara masyarakat di Kabupaten Sambas ini bisa kita peroleh,”
ujarnya lantang di hadapan belasan ribu pendukung dipusatkan di Jalan
Mohammad Hambal, Pemangkat.
Christiandy menjanjikan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Tahun 2007, pasangan itu hanya memperoleh 14 persen suara.
Sejumlah juru kampanye nasional, provinsi, dan kabupaten pun diboyong
Christiandy. Di antaranya Prof DR H Hamka Haq (DPR RI PDI-P dan Ketua
Bamusi), Rudianto Tjen (Wakil bendahara DPP PDI Perjuangan dan anggota
DPR RI), Sirtadji (Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim), H Qomar (DPP
Demokrat dan anggota DPR RI), dan Ir Dolfie (anggota DPR RI dan DPP
PDI-P).
Dari provinsi, jurkam yang hadir Suryatman Gidot (Ketua DPD Demokrat
Kalbar yang juga Bupati Bengkayang), H Mulyadi (DPD PKB Kalbar), Tasnia
(Ketua Korwil Tim Kampanye dan DPD Demokrat Kalbar), M Jimmie Ridwan
(DPD PDI P dan anggota DPRD Provinsi), dan Syafranie (anggota DPRD
Provinsi).
Sementara dari Kabupaten Sambas tampak Ni Ketut Indrawaty (Ketua DPD
Demokrat Sambas), Erin Saputra (DPC PDI Perjuangan Sambas), Tjong Tji
Hok (DPC PDI Perjuangan Sambas), Giffarian (DPC Demokrat Sambas),
Suhardi Adi (Ketua DPC PKB Sambas), Barto (Ketua DPC PDS Sambas).
Christiandy mengungkapkan, selama menjadi gubernur, pasangan ini
sudah memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Sambas. Mulai pembangunan
infrastruktur hingga pertanian dan segala sektor yang menjadi andalan
masyarakat, termasuklah pembangunan perbatasan.
Tak heran, kata dia, selama ini kucuran dana pembangunan sangat besar
bagi Kabupaten Sambas, begitu juga dengan kabupaten/kota lainnya di
Kalbar. “Semua mendapat dana pembangunan yang proporsional, tidak ada
perbedaan, inilah bukti kami membangun Kalbar,” katanya.
Christiandy pun mempropagandakan sejumlah penghargaan bergengsi baik
dari pemerintah pusat maupun perguruan tinggi. Di antaranya Gubernur
Cornelis mendapat Satya Lencana pengelolaan pemerintahan yang baik,
Regional Champion dalam hal investasi, Transmigrasi Award, serta
sejumlah prestasi lainnya.
“Ini membuktikan kami bekerja, meskipun ada sejumlah pihak melihat
selama ini kami ini berbeda dari kenyataannya, bahkan ada segelintir
orang menilai kami tidak bekerja, tak ada hasil,” ungkapnya di hadapan
massa yang menyemut.
Namun apa pun komentar orang, kata Christiandy, bersama Pak Cornelis
kami tetap bekerja demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalbar.
Salah satu orasi kampanye yang menyedot perhatian masyarakat adalah
dari H Qomar (DPP Demokrat dan anggota DPR RI). Mantan personel grup
lawak Empat Sekawan H Qomar menyampaikan salam hangat dari SBY, bahkan
pihaknya siap memperjuangkan pemekaran Kabupaten Sambas Pesisir di
tingkat pusat.
“Perihal ini sudah kami sampaikan kepada SBY, hal ini juga tidak
terlepas dari dukungan pasangan Cornelis-Christiandy untuk
memperjuangkan pemekaran Kabupaten Sambas Pesisir,” janji Qomar.
Kampanye yang dihibur dua artis KDI dan Lima Serigala dengan tembang
hebohnya “Iwak Peyek” membuat suasana kampanye meriah sehingga antusias
mendatangi lokasi kampanye yang dikawal sekitar 400 personel Polda
Kalbar, Polres Sambas, dan Polsek Pemangkat. (edo)
Mordiadi
Hasan Karman hadir sebagai jurkam terbuka Cornelis-Christiandy di Terminal Kuala Kota Singkawang, Selasa (11/9)
Singkawang
– Cawako Singkawang Hasan Karman dan Cawawako Ahyadi (AD) menghadiri
kampanye terbuka cawagub Cornelis-Christiandy di Singkawang.
“Saya hadir sebagai jurkam Cornelis-Christiandy, karena saya Ketua
PPIB Kalbar, saya kampanye untuk beliau,” kata Hasan Karman ditemui
Rakyat Kalbar usai kampanye terbuka CC di Terminal Kuala, Kota
Singkawang, kemarin (11/9).
Dalam orasi politiknya, HK mengatakan kepada ribuan pendukung CC,
pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar ini terdapat empat kandidat.
“Kandidat lainnya baru sebatas janji-janji, tetapi Cornelis dan
Christiandy Sanjaya sudah berbuat, tinggal melanjutkannya,” katanya.
HK mencontohkan, kandidat yang lain itu ibarat bayi yang baru belajar
merangkak dan berdiri, sementara CC sudah berjalan dan berlari.
“Sebelum Kalbar dipimpin Cornelis, APBD Kalbar hanya sekitar Rp 1,2
triliun, pada Tahun Anggaran 2012, diperkirakan bisa mencapai Rp 3
triliun, itu artinya meningkat hampir 300 persen, sekitar 200 lebihlah.
Ini menandakan Kalbar terus meningkat tahap demi tahap,” ujarnya.
Pastikan, tambah dia, pada 20 September mendatang mencoblos nomor 1
untuk Pilgub Kalbar. “Jadi yang pasti-pasti saja, kandidat lain belum
pasti, tetapi kita punya kandidat ini, Cornelis-Christiandy sudah
pasti,” kata HK.
Bila HK berteriak lantang mengampanyekan CC, Cawawako Singkawang
Ahyadi, yang apa pun kapasitasnya, hanya duduk bersama yang lainnya di
atas pentas atau sekali-sekali berdiri.
Selain HK yang berteriak lantang agar masyarakat Kota Singkawang
memilih CC, terdapat juga para jurkam lainnya yang datang dari berbagai
daerah dan jabatan. Bukan hanya dari Kalbar, tetapi juga dari provinsi
lain dan pusat.
Di antara para Jurkam CC, anggota DPD-RI Erma Suryani Renik, anggota
DPR-RI Karolin Margret Natasa, Albert Yaputra, mantan pelawak yang jadi
anggota DPR-RI Qomar, anggota DPRD Kalbar Supriyanto, anggota DPRD Jatim
dari PDIP Sirmaji, Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, Bendahara PDIP
Pusat Rudianto Chen, mantan Wakil Gubernur Kalbar LH Kadir, dan lainnya.
Dalam orasi politiknya, masing-masing jurkam menyampaikan beberapa
keberhasilan kepemimpinan CC selama lima tahun terakhir, baik dari
bidang infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, dan kesehatan serta
lainnya.
Selain itu, mereka juga sering mengingatkan kepada massa pendukungnya
bahwa pada Pilgub Kalbar coblos nomor 1. Sedangkan untuk Pilwako
Singkawang coblos nomor 3, jangan terbalik pada 20 September mendatang.
Selain para jurkam itu tampak hadir pula anggota DPRD Kalbar Ary
Pudjiyanti, Ketua DPRD Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Ketua TP-PKK
Provinsi Federika Cornelis, Ketua TP-PKK Singkawang Elisabeth Majuyetty
Hasan Karman, anggota DPRD Provinsi Kalbar dan Kota Singkawang, dari
partai pengusung, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Kehadiran para tokoh tersebut tentunya memberi semangat tersendiri
dari para pendukung CC yang selain mengenakan atribut nomor 1 untuk
Pilgub Kalbar, juga terdapat beberapa di antaranya yang mengenakan
atribut nomor 3 untuk Pilwako Singkawang.
Ribuan massa pendukung itu dihibur Trio Macan, Zazkia, Eva dan Yuli
KDI. Belum lagi aksi kocak Qomar. Banyolan demi banyolan yang
disampaikan pelawak yang menjadi anggota DPR-RI itu membuat ribuan massa
yang kepanasan bisa tertawa lepas.
70 persen
Pasangan nomor 1 Cornelis-Christiandy menargetkan perolehan suara di
Kota Singkawang hingga 70 persen. “Saya tanya dulu para pendukung saya.
Bukan saya yang menentukan, tapi para pendukung yang akan mencoblos pada
20 September mendatang,” kata Drs Cornelis MH kepada para pendukungnya
yang memadati Terminal Kuala.
Pasangan Christiandy Sanjaya ini pun mengambil mikrofon dan
menanyakan langsung kepada ribuan masa pendukungnya. “Masyarakat
Singkawang berani menargetkan berapa persen untuk memenangkan Cornelis,”
teriaknya lantang.
Para pendukungnya pun meneriakkan berani 70 persen suara Kota
Singkawang untuk pasangan CC. Artinya tiga pasangan calon gubernur
lainnya hanya kebagian suara tidak lebih dari 30 persen.
“Anda dengar sendiri, para pendukung saya berani menargetkan 70
persen suara. Kalau berani jangan takut-takut, kalau takut jangan
berani-berani,” kata Cornelis disambut teriakan gemuruh ribuan massa.
Cornelis menjelaskan, target maksimal perolehan suara itu di
antaranya dari para pemilih pemula yang besar di Kota Singkawang.
“Berani kita menargetkan maksimal, yakni dengan menambah perolehan suara
dari pemilih pemula. Asalkan jangan ada akal-akalan di TPS,” ingatnya.
Dalam orasi politiknya, Cornelis berkali-kali menanyakan kepada para
pendukungnya apakah berani mencoblos Cornelis untuk kali keduanya.
“Kalau pemilihan ini tidak boleh kalah. Usahkan kalah, seri pun tidak
boleh, karena itulah demokrasi,” katanya.
Cornelis kian optimis pada pertarungannya yang keduanya untuk menjadi
Gubernur Kalbar ini. Pasalnya pada pemilihan lima tahun lalu hanya
didukung PDIP. Tetapi kali ini juga mendapat dukungan dari Partai
Demokrasi, partainya Presiden SBY. Selain itu didukung pula PKB, PDS,
dan PPIB.
“Untuk pembangunan Kalbar, kita mempunyai jalur khusus, termasuk
membangun perbatasan dan bandara serta pelabuhan internasional supaya
Saudara bisa mengeluarkan karet dan saudaranya,” kata Cornelis. (dik)
Christiandy Sanjaya kampanye di Kota Pontianak di gedung PCC, Sabtu (8/9)
Pontianak
– Pontianak Convention Centre (PCC) di Jalan Sultan Syahrir sudah
dipadati massa sejak pukul 09.00. Mereka menghadiri kampanye
Christiandy, pasangan Cornelis.
Kampanye perdana pasangan CC di Kota Pontianak hanya dihadiri
Christiandy Sanjaya, sedangkan Cornelis sedang dalam perjalanan menuju
Ketapang guna melakukan kampanye, Minggu (10/9).
Christiandy yang tiba sekitar pukul 11.00 WIB yang langsung disambut
seribuan pendukungnya dan barongsai. Kemudian di dalam sebelum orasi
politik dimulai para simpatisan yang hadir dihibur dengan tarian Melayu,
Tionghoa, dan Dayak. Kampanye CC juga dimeriahkan oleh Zaskia dengan
goyang itiknya, Trio Macan, dan Tundang dari Kabupaten Pontianak.
Tampak hadir sejumlah anggota DPR RI dari Jakarta seperti H Nurul
Komar, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Sadewo anggota DPR RI
Komisi V dari Fraksi PD, dan Irjen Pol Purn Erwin TP Lumban Tobing
mantan Kapolda Kalbar.
Ketua Tim Kampanye pasangan CC, M Jimmy SH mengatakan optimis bisa
menang satu putaran. Bahkan ia menargetkan meraih 60 persen suara
se-Kalbar.
“Kalau soal optimis menang, saya tidak perlu diragukan lagi. Terutama
atas nama tim kampanye di seluruh Kalbar kita sangat-sangat optimis
dengan pasangan Cornelis-Christiandy ini. Saya prediksi kita memperoleh
60 persen suara se-Kalbar. Karena keterkenalan Cornelis ini merata,”
ungkap Jimmy kepada wartawan, Sabtu (8/9).
Menurutnya, akumulasi suara yang dimaksud itu 60 persen se-Kalbar
terdiri dari basis-basis pendukung di antaranya Kabupaten Landak,
Bengkayang, Sanggau, dan Sintang sebagai lumbung pemilih fanatik.
“Sementara di kota ini saya berkeyakinan suara kita ada kenaikan.
Walaupun untuk menang kita sulit, tetapi berkat kerja keras saya
berkeyakinan ada kenaikan. Kalau kita kotak-kotakkan, Landak itu bisa 95
persen, Bengkayang 90 persen, tetapi kalau Kota Pontianak hanya 30
persen. Di Sintang juga mungkin 60 persen,” tambah Jimmy.
Ia menegaskan, pilkada ini harus satu putaran, kenapa harus, karena
menghemat keuangan daerah. Pemilu itu tidak murah. Ia juga mengingatkan
supaya para saksi untuk mengawasi proses penghitungan suara nanti sampai
selesai. Ia juga mengajak supaya bersaing secara sportif, jangan ada
lagi memilih dengan memberikan imbalan.
“Kami dari koalisi ini mengimbau saudara kita supaya tidak melakukan
cara-cara itu lagi. Mari kita menang secara bermartabat. Mari kita
bertanding secara rules of the game. Jangan mengajarkan demokrasi pada
rakyat yang berbau uang,” ajaknya.
Ia menjelaskan model kampanye yang ditempuh timses tidak diperinci.
Adanya tokoh nasional yang datang itu murni simpatisan PDIP. “Beberapa
tokoh nasional yang datang itu turun ke daerah-daerah karena perintah
DPP untuk membantu. Dari pusat memberikan dorongan untuk kita yang ada
di daerah lebih bekerja keras,” katanya.
Jimmy selaku Ketua Timses CC mengharapkan supaya semuanya menjaga
keamanan terutama pengurus partai politik. “Kita tinjukkan bahwa kita
partai yang bermartabat dan mengayomi semua suku dan elemen masyarakat.
Saksi untuk teliti terutama dari PDIP Perjuangan. Sebelum C1 WK
ditandatangani jangan ditinggalkan. Saya tidak mau ada keributan
meskipun pasangan CC ini sudah pasti menang. Tuk itu saya tidak mau
dinodai kemenangan ini dengan hal-hal yang tidak baik,” pinta Jimmy.
Bantah gagal
Di tempat sama, Cawagub Kalbar Christiandy Sanjaya membantah
pernyataan bahwa pemerintahannya bersama Gubernur Cornelis telah gagal
membangun selama lima tahun terakhir.
“Intinya bahwa program yang sudah kita lakukan itu sudah ada berbagai
keberhasilan. Kalau tidak ada keberhasilan itu tidak mungkin kita
sampai mendapatkan 7 penghargaan. Artinya saya bisa menjawab kalau
selama 5 tahun itu kita tidak berbuat apa-apa itu saya kira tidak
bertanggung jawab,” kata Christiandy setelah berorasi saat kampanye di
Pontianak Convention Center, Sabtu siang.
“Juga koalisi dari banyak partai ikut memperkuat. Dari anggota DPR RI
Partai Demokrat, PDIP, Partai Kebangkitan Bangsa,” kata Christiandy
yang juga Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat Kalbar.
Ia mengakui, ada perbedaan dari dukungan sewaktu maju di Pilgub Kalbar pada 2007.
“Sekarang, ada dukungan dari presiden, kementerian, DPR. Dan ini akan
lebih baik lagi demi pembangunan Kalbar lima tahun ke depan,” kata dia.
Namun, ia melanjutkan, pembangunan lima tahun mendatang bukan untuk
pasangan Cornelis-Christiandy, melainkan bagi rakyat Kalbar keseluruhan.
“Mudah-mudahan masyarakat sepakat pada 20 September akan bersatu
memilih kami, pasangan nomor urut satu,” ujar Christiandy. (kie)
Pontianak
– Peraturan perundangan mewajibkan dana awal kampanye pemilukada harus
dilaporkan secara resmi kepada KPU. Tak terkecuali Pilgub Kalbar dan
Pilwako Singkawang yang kini tengah berlangsung seru.
Dari penelusuran Rakyat Kalbar, tim sukses pasangan
Cornelis-Christiandy (CC) yang terbesar sebagaimana dilaporkan ke KPUD
Kalbar. Nilainya tak tanggung-tanggung, mencapai Rp 8.521.000.000,00.
Pasalnya, kampanye CC di berbagai kota memang jor-joran dan meriah.
Berbeda dengan pasangan Armyn-Fathan (Arafah), yang jarang terdengar
ada kampanye terbuka dengan pengerahan massa. Pasangan ini melaporkan
dana awalnya Rp 2.150.000.000,00.
Urutan terbesar kedua mengeluarkan dana awal kampanye adalah pasangan
Morkes-Burhan. Kendati pasangan MB ini lebih memilih kampanye dialogis
ke pasar-pasar, ke warung-warung kopi, dan ke desa-desa, dananya
mencapai Rp 3.500.000.000,00.
Pasangan Tambul-Barnabas tercatat paling buntut alias terkecil hanya
Rp 1.801.000.000. Kendati pasangan Berkibar ini tampak cukup kolosal
melawan di timur Kalbar seperti mengungguli massa Cornelis-Christiandy
di Melawi dan bahkan Putussibau, Kapuas Hulu.
“Laporan penggunaan dana awal kampanye ini diserahkan ke KPU satu
hari sebelum dimulainya masa kampanye. Artinya diserahkan pada 2
September,” tutur Dr Sofiati, Ketua Pokja Kampanye Komisi Pemilihan Umum
(KPU) Provinsi Kalbar kepada Rakyat Kalbar, Senin (10/9).
Sampai kemarin memang belum ada laporan ke publik yang wajib
dilaksanakan KPU Kalbar, sebagaimana diatur oleh pasal 83 ayat 6
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. KPUD
Kalbar sedang merekap secara keseluruhan. Laporan sumbangan dana harus
disampaikan pasangan calon kepada KPUD dalam waktu satu hari sebelum
masa kampanye dimulai, dan satu hari sesudah masa kampanye berakhir.
“Tetapi ini kan baru laporan penggunaan dana awal kampanye
(kemungkinan besar bertambah, red). Untuk laporan dana kampanye kedua
akan diminta satu hari setelah masa kampanye berakhir. Artinya, 17
September, paling lambat tiga hari setelah pemungutan suara,” jelas
Sofiati.
Lanjutnya, penyerahan dana kampanye kedua dilengkapi dengan sumber
penyumbang dana yang dibolehkan dan untuk apa saja dana tersebut
digunakan. Termasuk juga biaya operasional.
“Namanya Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK).
Ini merupakan gabungan penerimaan dan penggunaan dana kampanye
se-Kalbar. Jadi, tim kampanye provinsi menghimpun semua jumlah dana dan
pengeluaran kampanye kabupaten/kota. Setelah itu baru dilaporkan kepada
KPU. Dalam laporan tersebut, sisa saldonya juga harus dilaporkan,”
paparnya.
Ia menjelaskan, dua hari setelah penerimaan LPPDK oleh KPU akan
diserahkan kepada Kantor Akuntan Publik (KAP). Masa auditnya selama 15
hari, baru kemudian hasilnya diserahkan kembali ke KPU, yang kemudian
akan mengumumkannya kepada publik.
Bantuan asing
Sementara di Pilwako Singkawang, pasangan Awang Ishack-Abdul Mutalib
(A2) yang paling banyak melaporkan dana awal buat kampanye. Disusul
Hasan Karman-Ahyadi (HK-AD), Nusantio Setiadi-Tasman (Nusantara), dan
paling sedikit Henoch Thomas-Rozanuddin (Hero).
Dana awal kampanye yang disampaikan masing-masing tim sukses itu, A2
sebesar Rp 1.940.000.000, HK-AD Rp 1.095.200.000, Nusantara Rp
600.000.000, dan Hero Rp 230.250.000.
“Tetapi ini kan baru laporan penggunaan dana awal kampanye,” jelas
Ramdan SPdI, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang kepada
Rakyat Kalbar, Sabtu (9/9).
Sumber dana awal kampanye dari masing-masing pasangan kandidat itu
terdiri atas beberapa orang. Tetapi di antara sekian banyak penyumbang,
paling besar dari penyumbang utama atau si kandidat itu sendiri.
Laporan penggunaan dana awal kampanye pasangan kandidat yang
diserahkan ke KPU Kota Singkawang itu, jelas Ramdan, dihitung sejak 5
Agustus (tiga hari setelah ditetapkan sebagai pasangan kandidat) sampai 2
September (satu hari sebelum kampanye).
Ramdan menjelaskan, laporan dana kampanye masing-masing pasangan
kandidat itu disertai dengan nama para penyumbang. “Kalau besarnya
bantuan itu di atas Rp 2,5 juta harus disertai kartu identitas si
penyumbang. Apabila di bawah Rp 2,5 juta no name (tanpa nama, red),”
terangnya.
Sedangkan apabila terdapat donator yang menyumbang lebih besar sama
dengan Rp 20 juta harus melampirkan kartu identitas atau KTP dan NPWP.
“Ini untuk penyumbang perseorangan dan mempunyai batas maksimal
menyumbang Rp 50 juta,” kata Ramdan.
Apabila penyumbang dananya berupa badan usaha harus disertai akta
pendirian badan usaha tersebut. “Untuk badan usaha, batas maksimal
sumbangan dana kampanyenya Rp 350 juta,” ujarnya.
Untuk Singkawang, lanjut Ramdan, setelah pencoblosan, masing-masing
kandidat diwajibkan menyerahkan laporan penerimaan dan penggunaan dana
kampanye secara kumulatif (termasuk dana yang digunakan ketika masa
kampanye 3-16 September) kepada KPU Kota Singkawang. “Selanjutnya KPU
akan menyerahkannya ke akuntan publik untuk diaudit paling lama 25
September,” ucapnya.
Hadil audit dana kampanye itu diserahkan kembali ke KPU untuk
diumumkan paling lama 13 Oktober 2012. “Apabila dari hasil audit itu
ditemukan bantuan asing, identitas donator tidak jelas, bantuan dari
pemerintah, BUMN, dan BUMD, maka ada kewajiban pasangan calon untuk
mengembalikan ke kas daerah, paling lama 14 hari setelah hasil audit itu
diumumkan,” papar Ramdan.
Diharuskan mengembalikan ke kas daerah karena dana kampanye tidak
boleh menggunakan bantuan asing, penyumbang tidak jelas, bantuan dari
pemerintah, BUMN, dan BUMD.
“Kalau tidak dikembalikan ke kas daerah sampai batas waktu yang telah
ditentukan, sanksinya berupa pembatalan sebagai pasangan calon,” ingat
Ramdan. (kie/dik)
Dana Awal Kampanye Pasangan Pilgub 2012
Cornelis-Christiandy (CC) Rp 8.521.000.000,00
Armyn-Fathan A Rayid (Arafah) Rp 2.150.000.000,00
Morkes-Burhanuddin A Rasid (MB) Rp 3.500.000.000,00
Sintang
– Persaingan ketat perebutan suara di Kabupaten Sintang di Pilgub
Kalbar antara Cornelis-Christiandy (CC) dengan Morkes-Burhan (MB) kian
tajam. Keduanya bersikukuh unggul di salah satu kabupaten PKR itu.
Cornelis yang menargetkan meraup 80 persen suara saat kampanye
terbuka di Stadion Baning, Rabu (5/9), ditantang kubu Morkes-Burhan
menargetkan menang.
“Silakan saja pasang target, tapi yang jelas kita menargetkan
pasangan Morkes-Burhan menang,” kata Milton Crosby, relawan tim pemenang
pasangan Morkes-Burhan pada Rakyat Kalbar di pendopo, Minggu (9/9).
Kendati Morkes-Burhan sama sekali bukan figur timur Kalbar atau tak
berasal dari satu pun lima kabupaten calon PKR, Milton malah yakin
menang juga di lima kabupaten yang meliputi Sintang, Kapuas Hulu,
Melawi, Sanggau, dan Sekadau.
“Kalau mereka target 80 persen suara di Sintang, kita target menang di atasnya 85 persen,” ucap Milton.
Bahkan tak tanggung-tanggung, Milton yakin Morkes-Burhan menang
dengan satu putaran. Keyakinannya dengan alasan masyarakat sekarang
menginginkan pembangunan lebih baik di wilayah timur Kalbar.
Milton juga mengaku bahwa dirinya telah ditunjuk oleh koalisi
pasangan Morkes-Burhan sebagai juru kampanye (jurkam) di Sintang. “Surat
keputusan (SK) dari provinsi sudah ada. Mungkin nanti saya akan ambil
cuti satu hari,” ujarnya.
Selaku bupati, Milton mengimbau masyarakatnya agar menggunakan hak
pilihnya dalam Pemilukada Kalbar 20 September. “Satu suara sangat
menentukan nasib Kalbar. Jangan sia-siakan hak pilih kita. Jangan mau
suara kita dibeli, apalagi hanya selembar uang Rp 50 ribu,” katanya.
Bupati Milton juga mengingatkan pemilukada kali ini tidak ada lagi
intimidasi. “Berikan ruang kepada masyarakat untuk memilih pasangan
calon sesuai hati nuraninya. Bila ada yang melakukan intimidasi, kita
minta aparat bisa bertindak tegas,” pintanya.
Selain itu Milton berpesan kepada para tim sukses supaya saling
menghargai agar suasana aman dan kondusif dapat tetap terjaga. “Hargai
perbedaan. Gunakan cara kampanye yang baik. Siapa pun gubernur terpilih,
itu adalah milik masyarakat Kalbar, bukan suatu kelompok atau golongan
tertentu,” tegasnya.
Bejang membantah
Tengah bersemangatnya Milton mendukung pasangan MB, di tubuh Partai
Golkar Kabupaten Sintang disambar isu tak sedap. Pimpinan puncak partai
beringin kabupaten itu, Harjono Bejang, diisukan bekerja diam-diam untuk
pasangan incumbent. Apa jawab Ketua DPRD Sintang itu?
“Ketemu saja tidak pernah, apalagi buat komitmen. Biasa saja orang
mengisukan seperti itu. Mati-hidup ya Golkar, siapa yang diusung Golkar
itulah yang harus didukung,” tegas Bejang menjawab sejumlah wartawan,
Senin (10/9).
Ia mengatakan, Golkar Sintang yang menjadi partai pemenang pemilu itu
akan all out untuk memenangkan pasangan MB target perolehan suara
minimal 60 persen. “Target kita minimal 60 persen di Sintang,” kata
Bejang.
Menurut dia, target itu sudah melalui perhitungan yang matang,
apalagi di-backup Ketua Dewan dan Bupati Sintang Milton Crosby. “Bupati
orang Golkar dan setiap hari turun ke masyarakat. Tidak mungkin
masyarakat tidak percaya dengan bupati dan ketua dewan, apalagi tujuan
majunya untuk menang pasangan nomor 3 ini salah satunya untuk mewujudkan
pembentukan Provinsi Kapuas Raya (PKR),” optimis Bejang.
Ia menilai Kalbar perlu perubahan dan pemimpinnya harus diganti.
Sebab selama hampir lima tahun kepemimpinan Gubernur Kalbar saat ini,
tidak ada perubahan yang signifikan. Itu diakibatkan infrastruktur yang
kurang memadai, pelabuhan yang tidak representatif, bandara yang minim
sarana dan prasarana, listrik yang belum maksimal pelayanannya,
inefisiensi birokrasi pemerintahan, dan APBD yang masih sangat
bergantung kepada pemerintah pusat.
“Pembangunan infrastruktur juga tidak merata, buktinya jalan di
wilayah timur Kalbar masih rusak parah. Padahal pembangunan
infrastruktur sangat berperan untuk memajukan dan menyejahterakan
masyarakat,” kata Bejang.
Melihat ketertinggalan itu, dia menegaskan sangat tidak mungkin
mendukung pasangan incumbent. “Kita sudah bisa melihat pembangunan
selama kepemimpinan Gubernur Kalbar selama ini, kurang berkeadilan dan
tidak ada perubahan yang signifikan,” pungkas Bejang. (jul)
Cornelis kampanye di Lapangan Sepakbola BRC Bengkayang
Bengkayang
– Drs Cornelis MH, Cagub Kalbar nomor urut 1 meminta kepada seluruh
elemen masyarakat Kabupaten Bengkayang untuk memberikan kesempatan satu
periode lagi guna meneruskan pembangunan Kalbar yang telah berjalan.
“Presiden saja percaya dengan Gubernur Kalbar, masa kalian tidak
percaya dengan orang,” ucap Cornelis kepada ribuan massa pendukungnya
dalam kampanye akbar di Lapangan Sepakbola BRC, Akbar, Senin (10/9).
Kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bengkayang, Cornelis
berpesan jangan sampai orang datang minta proyek atas nama anak
Cornelis. Padahal anaknya hanya dua saja. Kemudian Cornelis
memperkenalkan istri dan dua anaknya serta dua menantunya.
“Suku lain sudah percaya dengan Cornelis, masa kalian tidak percaya.
Selama Cornelis memimpin Kalbar lima tahun, tidak ada serang-menyerang
antarsuku dan agama. Kita saling menghormati dan toleransi,” serunya
disambut gemuruh pendukung.
Sementara itu dr Karolin Margret Natasya, anggota DPD PDI Perjuangan
membeberkan, Gubernur Kalbar selama ini banyak mensubsidi Kabupaten
Bengkayang seperti perbaikan Jalan Ledo-Subah, Jagoi.
“Jangan kita tepecah-pecah. Jika datang yang beri uang 50 ribu dan
beri beras serta lantak, ambil saja walau mereka mengiming-imingkan
suruh coblos calon nomor lain, tetapi kita tetap pilih paslon nomor urut
satu. Mari datang ke TPS tanggal 20 September 2012 coblos nomor urut
satu,” ajak putri sulung Cornelis itu.
Haji Komar, anggota DPP Partai Demokrat mengungkapkan, sebenarnya
Cornelis ini tidak pantas dipanggil cagub dikarenakan C2 pasti menang.
Masyarakat tinggal menunggu pelantikan mereka untuk kedua kalinya.
“Saya datang dengan Albert Yaputra membawa pesan dari SBY, hanya satu
ialah pilihlah Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar yang takut akan Tuhan
dan mencintai rakyatnya. SBY dukung C2 untuk duduk periode berikutnya,”
seru Komar yang juga pelawak sekaligus anggota DPR RI itu.
Albert Yaputra, anggota DPP PD menerangkan, masyarakat Kabupaten
Bengkayang yang ada di daerah perbatasan pada khususnya dan warga Kalbar
pada umumnya bahwa DPR RI saat ini sedang fokus dan menjadi skala
prioritas untuk anggaran membangun wilayah perbatasan. “Jadikan wilayah
perbatasan Kalbar terdepan dan benar-benar beranda Indonesia,” ujarnya.
Erma Suryani Ranik, senator DPD Kalbar tampil kampanye CC dan
mengatakan sebelum C2 pimpin Kalbar belum ada jalan provinsi yang mulus
seperti di Jagoi, Subah. Selain C2, tidak ada yang memerhatikan
Kabupaten Bengkayang.
Satu alasan ia dukung C2, bukan Cornelis orang Dayak, tetapi mereka
bekerja untuk rakyat Kalbar dan bersungguh-sungguh menyejahterakan
rakyat. C2 layak didukung untuk kedua kalinya.
“C2 satu-satunya gubernur dan wakil gubernur yang ada di Indonesia yang tidak misah
untuk menjabat kedua kalinya. Sebanyak 80 persen warga sanggup dukung.
Hari-H jangan ke ladang, tetapi datang ke TPS coblos nomor satu,”
ingatnya.
Ustaz Hisbullah, Ketua PKB Kalbar menambahkan, mereka datang dari
Pontianak tidak membawa uang dan tidak memberikan duit tetapi meminta
doa dan dukungannya untuk nomor urut 1.
“Lima tahun C2 pimpin Kalbar tak pernah dipanggil KPK, jaksa, dan
polisi karena tidak pernah korupsi, jika kita miliki pemimpin seperti
ini apa rela kita hentikan?” katanya kepada para simpatisan.
Suryadman Gidot, Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar mengingatkan,
elemen masyarakat Bumi Sebalo pada 20 September 2012 mendatang saat di
TPS mencoblos paslon nomor urut satu.
“Mari kita bersatu padu, seluruh elemen masyarakat Kabupaten
Bengkayang mendukung C2 memimpin Kalbar lima tahun mendatang,” ajaknya.
(cah)
Empat Bupati Netral, Walikota Belum Jelas, Panwaslu Belum Dilapori Cuti Bupati
ZMS
Pontianak
– Jangan main-main dengan penggunaan jabatan. Maka para bupati/walikota
yang kampanye mendukung cagub wajib mohon cuti alias dilarang selonong
boy berkoar-koar sembarangan.
“Semua kepala daerah yang mendukung pasangan calon boleh saja. Bisa
jadi dia ketua partai namun pejabat negara. Ketentuannya harus izin cuti
dengan gubernur. Artinya dia dalam keadaan nonaktif. Ini sesuai dengan
PP No 14 Tahun 2009,” jelas Ketua Divisi Penanganan dan Pelanggaran
Panwaslukada Kalbar Ruhermansyah SH kepada Rakyat Kalbar, Jumat (7/9).
Di Kalbar, bupati/walikota yang aktif sebagai ketua partai di
antaranya H Sutarmidji SH MHum (DPC PPP Kota Pontianak), dr Hj Juliarti
Djuhardi Alwi MPH (DPD PAN Kabupaten Sambas), Suryadman Gidot SPd (DPD
Partai Demokrat Kalbar), Simon Petrus SSos MSi (DPC Partai Demokrat
Sekadau), H Firman Muntaco SH MH (DPD II Partai Golkar Melawi).
Dengan posisi kepala daerah tersebut, peta kekuatan politik pun jadi
jelas siapa mendukung siapa dalam pilgub 2012. Di antara kepala daerah
yang terang-terangan netral adalah Bupati Pontianak Drs H Ria Norsan SH
MH dan Bupati Sanggau Ir H Setiman H Sudin.
“Kalau untuk ikut kampanye apalagi sampai mengambil cuti, rasanya
tidak. Sebagai kepala daerah saya punya tugas-tugas yang mesti segera
diselesaikan. Untuk kampanye sudah ada tim kampanye yang mengurusnya,”
kata Ria Norsan yang juga pengurus Partai Golkar Kabupaten Pontianak
menjawab Rakyat Kalbar, Jumat (7/9).
Ke mana arah dukungannya, Penasihat PG ini terus terang. “Saya orang
Golkar tentu mendukung kandidat yang didukung oleh Partai Golkar.
Bagaimanapun, saya meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi
dalam kampanye hitam yang dilontarkan oleh oknum-oknum yang tidak
bertanggung jawab. Diharap juga pemilih jangan sampai tidak memilih
alias golput,” tandasnya.
Kepala daerah yang netral adalah Bupati Sanggau Setiman H Sudin. “Pak
Bupati tak terlibat dukung-mendukung kandidat. Mungkin beliau
netrallah. Makanya tidak mengajukan cuti kampanye segala macam,” terang
Joni Irwanto SIp, Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Sanggau, kemarin.
Lain halnya Wakil Bupati Sanggau Paolus Hadi SIp MSi yang merapat ke
pasangan Cornelis-Christiandy (CC). Poulus Hadi bahkan sudah mengajukan
cuti akan kampanye di Sanggau, Sabtu (15/9), dan izin sudah keluar.
“Pak Wakil sekarang di Pala Pasang Entikong, tak bisa dihubungi. Izin
cuti beliau tanggal 15 September nanti sudah ada. Beliau kampanye untuk
pasangan Cornelis-Christiandy,” jelasnya.
Bupati Kubu Raya H Muda Mahendrawan SH juga tidak berpihak ke mana
pun, apalagi ikut melakukan kampanye. Muda menyatakan tidak menjadi tim
sukses mana pun dan tak perlu cuti.
Muda yakin masyarakat Kubu Raya sudah cerdas menentukan calon
gubernur. Dia mengimbau masyarakatnya untuk tidak golput, apalagi
dilakukan dengan sengaja. Kecuali sakit atau benar-benar terdesak.
“Tingkat golput di Kubu Raya termasuk tinggi, rata-rata 30 persen.
Saya berharap pada pilgub ini bisa berkurang minimal menjadi 15 persen,”
ungkap Muda.
Kepala daerah yang kampanye serius adalah Bupati Sambas dr Hj
Juliarti. Dia sudah mengantongi izin cuti selama tiga hari 4-6 September
2012 sesuai jadwal kampanye Morkes-Burhan yang didukungnya.
“Kenapa saya cuti, karena saya hendak memenangkan pasangan MB.
Makanya dalam setiap orasi politik saya menyerukan rakyat Sambas
bulatkan suara mendukung pasangan No 3, Morkes-Burhanuddin,” ujar
Juliarti bersemangat kepada Rakyat Kalbar via selulernya, Jumat (7/9).
Bupati Bengkayang Suryadman Gidot jelas sudah mengantongi izin cuti
karena Ketua DPD PD Kalbar ini sudah dijadwal kampanye ke sana-kemari
mendampingi Cornelis. Surat cuti dengan No 100/0873/pem-1 tertanggal 30
Agustus 2012 tentang permohonan izin cuti kampanye ditujukan kepada
Gubernur Kalbar.
“Apabila yang menanyakan Pak Gidot secara pribadi Anda mendukung
siapa, pasti saya menjawab sesuai dengan partai berkoalisi dengan siapa.
Tetapi jika ditanya selaku Bupati Bengkayang, saya menjawab netral,”
ujar Gidot kepada Rakyat Kalbar.
Martinus Khiu, anggota KPU Bengkayang mengatakan pihaknya baru
menerima surat cuti kampanye dari Bupati Bengkayang Suryadman Gidot
sedangkan Wakil Bupati Bengkayang dan lainnya belum ada.
Sementara itu, dari kantong suara pasangan No 1 Cornelis-Christiandy,
yang mengajukan cuti kampanye baru Wakil Bupati Landak Herculanus
Heriadi SE.
“Cuti saya terhitung 3 September sudah disetujui oleh Gubernur
Kalbar. Jadi selama cuti, tugas dan jabatan saya sebagai Wakil Bupati
Landak terhenti. Begitu juga dengan fasilitas termasuk mobil dinas saya
parkir,” katanya kepada Rakyat Kalbar.
Tak diminta
Bupati Ketapang Henrikus ternyata lebih memilih tak ikut kampanye
langsung dalam Pilgub di Ketapang. Tapi dia turun melantik kepala desa
di sejumlah kecamatan, seperti Jelai Hulu, Tumbang Titi, maupun
Kendawangan.
“Tidak, beliau (Bupati, red) tidak ikut kampanye dan tidak ambil
cuti. Justru beliau sedang sibuk melantik kepala desa. Wakil Bupati juga
tidak cuti. Sekarang Wabup sedang di Pontianak,” kata Andi Djamiruddin,
Sekda Ketapang, kemarin.
Justru Bupati Ketapang mengingatkan seluruh kepala desa agar tidak
terlibat politik praktis termasuk kampanye. “Tidak boleh kampanye dalam
masa kampanye pemilu gubernur (pilgub). Jadi harus netral, SKPD juga
harus netral, di desa panutan masyarakat adalah kepala desa,” kata
bupati kepada kepala desa belum lama ini.
Meski Henrikus bukan ketua partai politik, namun memenangkan
pemilihan bupati periode 2010-2015 setelah diusung PDIP, Demokrat, dan
PAN. Terkait hal tersebut, sekretaris tim sukses pasangan
Cornelis-Cristiandy (CC) Ketapang, Kasdi, juga membenarkan Henrikus tak
ikut dalam tim kampanye.
“Tidak ada. Kami (tim sukses CC, red) tidak meminta beliau. Jadi
biarlah beliau mengurus urusan birokrasi dan jangan sampai terganggu
dengan kegiatan politik,” kata Kasdi.
Ia juga menegaskan tak ada permintaan dari Cornelis selaku calon
gubernur untuk Henrikus ikut kampanye. “Jadi cukup kita-kita sajalah
yang kerja. Kan kita bergabung dengan PDS, PKB. Jadi sudah cukup kuat,”
tuturnya.
Bagaimana dengan Walikota Pontianak Sutarmidji yang partainya PPP
mengusung pasangan Armyn-Fathan (Arafah), apakah juga ambil cuti
kampanye? Dihubungi berkali-kali oleh wartawan dan redaktur Harian
Rakyat Kalbar, Sutarmidji sepertinya enggan mengangkat ponselnya. Apakah
dia akan mematikan mesin atau partainya menyiapkan sarana prasarana
kampanye, juga masih remang-remang.
Fasilitas negara
Selain keharusan izin cuti, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun
2009 juga melarang menggunakan fasilitas negara. Dilarang memobilitas
aparat bawahannya untuk kepentingan kampanye. Dilarang menggunakan dan
atau memanfaatkan dana yang bersumber dari keuangan negara baik secara
langsung maupun tidak langsung dan atau menggunakan fasilitas BUMN dan
BUMD.
“Apabila ada yang terlanggar dan bisa dibuktikan, yang bersangkutan
dipastikan melanggar UU No 32 Tahun 2009 tentang Pemilukada pasal 116
ayat 4. “Sanksinya bisa pidana dan denda. Diancam penjara
setinggi-tinggi 1 tahun dan denda sekurang-kurangnya Rp 1 juta dan
setinggi-tingginya Rp 6 juta,” jelas Ruhermansyah.
Ternyata sampai kemarin baru Bupati Sambas dr Juliarti Alwi MPH yang
sudah ada tembusan mengajukan cuti dalam rangka kampanye. Sementara
untuk walikota/bupati yang lain masih belum ada. Termasuk ketika ditanya
Bupati Bengkayang yang ikut kampanye tetapi Panwaslukada Kalbar belum
menerima tembusan surat izinnya.
“Kalau tidak ada tembusan ke Panwaslukada, kami anggap
bupati/walikota yang ikut kampanye tidak ada izin cuti,” tegas Heru,
panggilan akrabnya.
Belum jelas apakah Panwaslu Kada Kalbar akan menegur para
bupati/walikota yang belum menembuskan izin cutinya, atau dikategorikan
pelanggaran pemilu.
Istimewa
Artis ibu kota Lima Srigala hipnotis 15 ribu penonton di lapangan sepak bola Kecamatan Nanga Tayap
Ketapang
– Cagub petahana Cornelis lebih memilih memerahkan Kecamatan Nanga
Tayap dalam kampanye terbuka di Kabupaten Ketapang. Figur yang masa
kecilnya di selatan Kalbar itu lebih pada alasan akses jalan. Mengingat
Kecamatan Nanga Tayap merupakan “pertengahan” daerah pedalaman Ketapang.
“Massa yang dari Kecamatan Manismata dan Simpang Hulu bisa datang.
Makanya massa yang hadir tadi luar biasa, sekitar 15 ribu orang,” tutur
Budi Mateus, Ketua Tim Sukses pasangan Cornelis-Christiandy (CC) kepada
Rakyat Kalbar, kemarin.
Kampanye yang digelar di lapangan sepak bola Nanga Tayap itu dimulai
sekitar pukul 12.30 hingga 15.00. Meski berdesak-desakan, massa tampak
antusias dan larut dalam kampanye yang dihibur goyang artis ibu kota
“Lima Srigala”.
Selain Cornelis, beberapa jurkam juga ikut hadir antara lain Mijino
dari Partai Demokrat, anggota DPR-RI Karolin Margret Natasya, Ketua PDS
Kalbar Supianto, serta Thomas Alexander, anggota DPRD Kalbar.
Budi Mateus mengatakan dalam kampanyenya Cornelis berjanji akan
melanjutkan sisa-sisa pembangunan di Kalbar yang belum tuntas. Ia juga
mengungkapkan dalam waktu dekat akan ditancapkan tiang pertama Jembatan
Tayan. Selain itu pula, seluruh jalan provinsi yang rusak akan
dituntaskan jika terpilih untuk kedua kalinya. “Tak hanya itu,
jalan-jalan kabupaten juga akan disubsidi dari provinsi,” tambahnya.
Karena itu ia meminta masyarakat untuk memberikan dukungannya pada 20
September mendatang. Ia menyerukan bahwa pembangunan Kalbar harus
dilanjutkan. Karena itu juga merupakan keinginan masyarakat Kalbar,
tidak hanya Ketapang.
Cornelis juga berpesan bahwa pesta demokrasi bukan ajang untuk
menjelek-jelekkan. Ia juga berharap proses pemungutan suara 20 September
nanti berjalan lancar. “Walaupun kita berbeda pandangan politik, tetap
tidak boleh melanggar aturan,” ujar Cornelis.
Meski massa yang datang mencapai 15 ribu, namun Budi mengaku target
meraup suara di Ketapang tetap 39 persen. “Kami diberi target 39 persen.
Hasil pilgub dulu kita meraup 38 persen. Sekitar 79 ribu suara. Target
sekarang 89 ribu. Saya pikir bertambah 10 ribu itu merupakan target yang
realistis,” ujarnya.
Alasannya, kata dia, dulu AR Mecer juga ikut mencalonkan diri
berpasangan dengan Akil Muchtar. Sehingga Cornelis harus “berbagi” suara
dengan AR Mecer. Sekarang lanjut dia, kondisinya berbeda.
Diungkapkannya, AR Mecer kini sudah merapat ke pasangan CC. “Sekarang
Pak Mecer ada di kubu kami,” akunya.
Bagaimana dengan Partai Amanat Nasional (PAN)? Pasalnya ketika Pilbup
Ketapang 2010, PDIP berkoalisi dengan PAN mengusung pasangan
Henrikus-Boyman Harun. Sementara pada pilgub 2012, PAN bersama Golkar
mengusung pasangan Morkes-Burhan (MB).
“Saya pikir tidak ada masalah. Karena gambarannya pilkada gubernur.
Kalau pilkada bupati kan jauh, kita 100 ribu lebih. Kami targetnya tidak
sampai 100 ribu, hanya 89 ribu dengan angka tahun 2008,” ujarnya. (KiA)
JAKARTA -Lantaran memancung kepala seorang pria yang memperkosanya selama berbulan-bulan, NevinYildirim (26), wanita asal Turki, diseret ke meja hijau.
Menurut
kuasa hukum Nevin, kliennya tak layak diganjar oleh hukum, pasalnya ia
hanya membela kehormatannya yang telah direnggut oleh NurettinGider. Tak hanya itu, akibat perbuatan pelaku, kliennya juga harus mengandung seorang anak di dalam rahimnya. Kisah tragis yang dialami oleh ibu warga sebuah desa kecildi barat dayaTurki tersebut bermula ketika suaminya tengah
pergi ke kota lain untuk mencari kerja musiman di bulan Januari. Di
saat itu, Nurettin memaksanya berhubungan seks, di bawah todongan
senjata api.
Kepadanya Nurettin mengatakan akan membunuh anak-anaknya yang masih berusia 2dan6 tahun,jika dia menolak ajakannya. Sejak itu, Nurettin memperkosa Nevin secara berulang kaliselamadelapanbulan ke depan. Tak hanya itu, pada suatu waktu, Nurettinmenyelinap ke dalamrumah Nevinsaatia sedang tidur. Diam-diam iamengambil foto Nevin, salah satu gambarnya memperlihatkan tubuh Nevin yang tengah hamil tua.Nurettin kemudian mengancam akanmempublikasikangambar jikadia tidakmematuhinya.
Di kalangan penduduk desa-desakecil di Turki,kehormatan wanita merupakan segalanya, tidak hanya bagi dirinya sendiri namun jugabagikeluarga mereka. Pada tanggal 28 Agustus,dengan kandungan berusia limabulan dari seorang pria yangterusmemperkosanya,Nevin memutuskan untuk menghentikan aksi Nurettin.
Saat Nurettin kembali ke rumahnya pada 30 Agustus untuk memperkosanya, Nevin meraih senjata ayah mertuanya yangtergantung di dindingdan diamenembaknya. Ia kemudian menembaknya sekali lagi.
"Sayamengejarnya, ia jatuhdi tanahdan mulaimemaki..Saya menembakorgan seksualnya kali ini.Ia kemudian tak bergerak sayatahu diasudah mati.Saya kemudianmemenggal kepalanya," aku Nevin. Nevin kemudian menenteng kepala pemerkosanya itu menuju alun-alun desa,dengan darah segar yang masih menetes dari dalamnya.
"Janganbicarakan saya di belakang punggungsaya,janganpernah bermain dengankehormatan saya,"kataNevinkepada masyarakat desa."Iniadalah kepaladari orang yangbermain dengankehormatan saya," lanjutnya.
Ia kemudianmelemparkan kepala Nurettin ke tanah.Para penduduk desa yang kaget setengah mati segera memanggilpihak berwenang, yang kemudian menangkap Nevin.
Nevin saat ini berada di dalam sebuah penjara dan tengah menunggu untuk disidang. (cnn)
SITUBONDO -
Nekat memerkosa seorang santri sebuah pondok pesantren di Kabupaten
Bondowoso, Suryadi (27), warga Desa Klatakan, Kecamatan Kendit,
Situbondo, Jawa Timur, Minggu (9/9/2012) dilaporkan ke Sentra Pelayanan
Kepolisian (SPK) Polres Situbondo oleh Sadin (50), tetangga sekaligus
bekas mertuanya.
Suryadi yang menduda setahun lalu diduga memaksa Bunga (13 tahun),
santri yang juga mantan adik iparnya, untuk melayani nafsu bejatnya.
Bahkan, pelaku melakukan hubungan layaknya suami istri sebanyak tiga
kali. Perbuatan itu dilakukan pada Kamis (6/9/2012) lalu, di rumah nenek
pelaku di Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, Situbondo.
Terungkapnya kasus perkosaan ini bermula dari pengakuan Bunga kepada
orang tuanya, karena setiap akan membuang air kecil korban diketahui
selalu merengek kesakitan.
"Awalnya anak saya tidak mengaku telah diperkosa oleh pelaku, namun
setelah didesak anak saya akhirnya mengaku dipaksa untuk melayani nafsu
bejat mantan suami kakaknya," ujar Sa (50), orang tua korban, saat
melaporkan ke SPK Polres Situbondo.
Karena mantan menantunya itu terbukti melakukan perbuatan bejat
terhadap Bunga, pihaknya berharap Suryadi diberi hukuman setimpal.
Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi membenarkan adanya laporan
dugaan perkosaan dengan korban anak di bawah umur tersebut. Menurutnya,
berdasarkan keterangan orang tua korban, sebelum diperkosa korban
dijemput di pondoknya di Bondowoso, serta dibujuk untuk diajak
jalan-jalan, hingga akhirnya pelaku melakukan perbuatan bejatnya.
"Tersangka dapat dijerat Pasal 81 dan 82 No 23 Tahun 2002 tentang
Pencabulan Anak di Bawah Umur, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun
penjara," katanya.
SIDOARJO - Waris Ludiyono (45) harus meringkuk di tahanan Mapolres Sidoarjo.
Warga
Bulusidokare, Kecamatan Sidoarjo yang sehari-hari bekerja sebagai
pedagang, ditangkap polisi setelah diduga kuat mencabuli Mawar (18),
putri angkatnya. Pelaku juga diduga telah berbuat serupa pada Bunga
(15), putri angkatnya yang lain. Waris diciduk polisi, usai Mawar
mengadukan kelakuan ayah angkatnya, saat berlebaran ke rumah kakaknya di
Mojokerto, Jumat (24/8/2012) malam lalu.
Mendengar pengaduan ini, kakak korban marah dan mencari tersangka. “Sebelum
jadi luapan emosi keluarga, tersangka kami amankan,” ujar Kasatreskrim
Polres Sidoarjo AKP Andi Sinjaya, Minggu (26/8/2012).
Berawal dari
pengaduan Mawar inilah, kelakuan Waris terungkap. Berdasarkan hasil
pemeriksaan polisi, tersangka diduga telah bertindak asusila terhadap
Mawar, sejak korban duduk di bangku kelas 5 SD.
Pelaku juga diduga
telah mencabuli Bunga, anak angkatnya yang lain. Saat aksi berlangsung,
korban tidak berdaya, karena selama ini diancam Waris agar tidak
menceritakan peristiwa yang menimpanya.
Selain telah memeriksa
para saksi, polisi juga telah mengantongi hasil visum yang menyatakan ada
bekas luka lama yang dialami para korban. Polisi juga telah mengantongi sejumlah petunjuk yang menguatkaan dugaan aksi pencabulan.
“Kami telah mengantongi petunjuk tersebut,” imbuh Andi.
Meski
Waris belum mengakui perbuatannya, karena telah ada saksi dan hasil
visum, maka polisi tetap menahannya. Ia bakal dijerat pasal 81 dan pasal
82 UU 23/2002 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak.Waris hanya diam saat dikeler dari ruang tahanan menuju ruang penyidik di Mapolres Sidoarjo, Minggu siang.
JAKARTA - Seorang sopir toko bahan
bangunan, Zainudin (55) alias Udin, babak belur diamuk warga Tanjung
Barat, Jagakarsa, Jakarta, yang geram terhadap tindakan bapak lima anak
itu yang tega menyetubuhi tetangganya yang baru berumur 5 tahun. Muliya (45), tetangga pelaku saat ditemui wartawan di kediamannya,
Selasa (28/08/2012), mengatakan bahwa malam tadi, Senin (27/8/2012),
sekitar pukul 19:30 WIB, ratusan warga tiba-tiba saja datang menggeruduk
tempat kontrakan korban, dengan membawa senjata tajam, batu hingga
jerigen berisi bensin. "Warga menggedor pintu si Udin, terus (dia) langsung di tarik dari kamarnya, dan langsung dipukuli," kata Muliya.
Sembari menghajar pelaku, warga juga sempat menanyakan apakah betul
ia telah tega mencabuli korban yang juga tinggal di komplek kontrakan
itu. Namun Udin terus menyangkal.
"Setelah ditempelin golok lehernya terus dia mengaku, katanya cuma (mencabuli) sedikit saja, warga makin marah," tambah Muliya.
Dari kontrakannya, Udin sempat dibawa ke Pos RW, selama perjalanan
itu warga masih terus menganiaya pelaku. Di Pos RW, kepada warga, Udin
kemudian mengakui sudah dua kali melakukan pencabulan, warga pun kembali
menghajar Udin.
Kejadian penganiayaan itu berlangsung sekitar satu jam, sampai
akhirnya petugas dari Polsek Metro Jagakarsa datang dan mengamankan Udin
yang sudah tidak bernyawa.
Ayah korban, MNW (31) saat ditemui di kediamannya, mengatakan, ia
sempat melerai warga untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
Namun dia mengaku kewalahan menahan amuk ratusan warga yang sudah naik pitam.
Ia pun merasa heran dari mana warga mendapat informasi tersebut,
pasalnya ia menutup rapat informasi tersebut, sampai polisi benar-benar
menindak pelaku.
"Saya sendiri tidak pernah mendatangi si Udin dan menanyakan hal itu,
tapi saya sudah melapor ke polisi sejak pekan lalu, dan anak saya sudah
di visum, hasilnya positif," tandasnya.