Memuat berita dan informasi dari berbagai sumber yang bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan dan informasi bagi para pengunjung blog ini.
Memberi ruang bagi pengunjung blog ini untuk memuat berita dan informasi yang bermanfaat bagi para pengunjung lain blog ini. Selamat berkunjung dan membaca di blog ini, semoga bermanfaat.
Terima kasih.
PONTIANAK - Komisi
Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat akan menghadirkan
seluruh KPU kabupaten/kota se Kalbar di Mahkamah Konstitusi (MK) dalam
agenda sidang pembuktian. Besok, Jumat (12/10/2012), MK menggelar sidang
lanjutan perselisihan Pemilukada Kalbar dengan agenda pembuktian dari
pihak pemohon (MB dan Arafah) maupun termohon (KPU Kalbar) serta pihak
terkait.
"Besok (hari ini) agendanya adalah pembuktian. Dalam
pembuktian ini masing-masing pihak menyampaikan bukti tertulis seperti
surat, maupun saksi. Kita meminta Panwaslu dan KPU kabupaten/kota se
Kalbar untuk bersaksi, serta ada sekitar 40 bukti atau berkas surat yang
akan diserahkan," kata Nazirin kepada Tribunpontianak.co.id, saat dihubungi, Kamis (11/10/2012).
Ditambahkannya,
keterangan dari para saksi yakni KPU kabupaten/kota se Kalbar
diharapkan bisa menjelaskan mekanisme tentang setiap tahapan yang telah
disosialisasi. Yakni berkenaan dengan perekrutan anggota penyelenggara,
penyerahan DPS dan kemudian penetapan DPT.
"Sebenarnya kami
melihat apa yang digugat oleh pihak pemohon tidak ada yang signifikan.
Semuanya sudah sesuai dengan Undang- undang dan sangat jelas. Berkaitan
dengan Armyn Alianyang, Undang-undang juga sudah menjelaskan cukup
dengan surat pernyataan permohonan pengunduran diri, sesuai pasal 59
huruf G," jelasnya.
Terpisah, kuasa pemohon pasangan gubernur
dan wakil gubernur Morkes - Burhanudin A Rasyid, Syamsir, menuturkan
siap membuktikan pencalonan Armyn Alianyang melanggar Undang-undang.
Dikatakannya, pembuktian ini akan diterangkan dalam sejumlah saksi ahli
yang akan memberikan keterangan.
ISTIMEWA Tim senyap pemenangan Cagub dan Cawagub Jokowi-Ahok
JAKARTA - Sukses
Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilgub DKI Jakarta bukan
semata karena kehebatan daya magnet sosok keduanya. Tim sukses dan
relawan yang solid pun sangat besar andilnya. Mereka tim rahasia yang
memimpin gerakan bawah tanah.
Pasangan ini misalnya ditopang
"tenaga" lain yang terus bekerja keras mengawal pertarungan dalam
memperebutkan DKI 1. Para relawan ini jumlahnya tidak tanggung-tanggung,
mereka beranggotakan 15.059 relawan, sama dengan jumlah tempat
pemungutan suara.
Tim relawan berada di bawah pengawasan 42
koordinator di tingkat kecamatan, dan 706 yang berada di tingkat
kelurahan. Sebagian besar menyebar tim berada di lapangan, kelurahan dan
kecamatan di DKI Jakarta, di lima kotamadya dan satu kabupaten, yakni
Kepulauan Seribu.
Menurut Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan
Nasbi yang sekaligus bertindak sebagai koordinator tim relawan, mereka
juga dibantu oleh tim operator sebanyak 150 orang yang terus memantau di
Pusat Data Jakarta Baru.
Tim operator direkrut sangat ketat,
dan dilatih selama 3 bulan lebih. Kerahasiaan dijaga, agar tidak terjadi
pengkhianat, yang menyeberang ke kubu lawan, Foke - Nara. Tugas tim
operator ini juga tidaklah mudah. Mereka harus mengakomodir 15.095
laporan tim yang beroperasi di lapangan selama berjam-jam.
(tribunnews/nicolas emanuel manaffe)
SEMARANG -
Surat pengunduran diri Gubernur DKI terpilih, Joko Widodo selaku Wali
Kota Surakarta belum diterima Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Kami
menunggu hasil sidang paripurna DPRD Surakarta yang membahas mengenai
usulan pengunduran diri tersebut," kata Asisten Bidang Pemerintahan
Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah Siswo Laksono di Semarang,
Minggu (30/9/2012).
Dikatakannya, sesuai dengan peraturan
perundang-undangan, pengunduran diri Wali Kota Surakarta harus
ditetapkan dalam sidang paripurna DPRD. "Semua tergantung sidang
paripurna DPRD," ujarnya.
Hasil sidang paripurna itu disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk diteruskan kepada Menteri Dalam Negeri.
Secara
terpisah, anggota DPRD Jawa Tengah Hadi Santoso meminta berbagai
program pembangunan Kota Solo harus tetap berkelanjutan, setelah
ditinggal Joko Widodo.
"Wakil wali kota yang akan melanjutkan
jalannya pemerintahan harus mampu menjaga penyelesaian berbagai target
pembangunan yang sudah direncanakan," kata politikus Partai Keadilan
Sejahtera ini.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta
menetapkan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama sebagai pemenang
Pemilihan Kepala Daerah 2012 putaran kedua.
Pasangan tersebut
meraih 53,82 persen suara, mengungguli pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi
Ramli yang meraih 46,17 persen suara. Pasangan gubernur dan wakil
gubernur terpilih itu rencananya akan dilantik pada 7 Oktober 2012.
JAKARTA -
Anggaran pelantikan Gubernur Jakarta terus menuai kontroversi. Kritik
keras terus dilayangkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI
Jakarta terkait alokasi anggaran pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur
periode 2012-2017.
Pasalnya, setelah sempat dipangkas
setengahnya menjadi Rp 499 juta, kini anggaran itu kembali meningkat
menjadi sekitar Rp 550 juta. Terkait hal ini, Jokowi pun geleng-geleng
kepala saat ditanyakan tanggapannya soal pelantikan mewah untuk dirinya
itu.
"Dulu kan sempat Rp 1 miliar, lalu saya ngomong turun jadi
Rp 400 juta. Terus sekarang naik lagi?" tanya Jokowi heran, Selasa
(2/10/2012) malam saat dijumpai di Balai Kartini, Jakarta.
Menurut
Jokowi, dirinya memang tidak memiliki hak untuk meminta pemotongan
anggaran itu. Namun, ia berharap agar pelantikan untuk dirinya dan
pasangan cagub, Basuki Tjahaja Purnama, dilakukan sesederhana mungkin.
"Kemarin
saya bilang sederhana, sekarang saya berharap sesederhana mungkin. Saya
nggak mau diminta sebut angka-angkanya berapa," kata Jokowi lagi.
Wali
Kota Solo yang saat ini dalam proses pengunduran diri itu menilai
anggaran pelantikan yang cukup besar sebaiknya dialihkan untuk
program-program bagi rakyat. "Ya kan bisa dialihkan untuk hal lain
seperti keamanan yang kira-kira menyangkut ke rakyat, bukan ke saya,"
ujar Jokowi.
Seperti dibertakan sebelumnya, alokasi dana
pelantikan gubernur terpilih dianggarkan Rp 822.000.000 dalam APBD 2012.
Kemudian meningkat menjadi Rp 1,05 miliar dalam APBD Perubahan 2012.
Selanjutnya, anggaran tersebut dikurangi menjadi Rp 622.000.000 dan
kembali dipangkas menjadi Rp 499.407.000 setelah melalui berbagai
pembahasan dengan berbagai pihak. Namun, jumlah ini kembali naik menjadi
Rp 550 juta.
Sekretaris DPRD DKI Jakarta, Mangara Pardede,
membenarkan adanya penambahan alokasi dana pelantikan gubernur terpilih.
Penambahan ini berhubungan dengan masalah hiburan yang akan ditampilkan
saat acara pelantikan.
"Nantinya kami akan sewa paduan suara
dari UI dan sound system sekitar Rp 25.000.000. Kemudian Keroncong Tugu
juga jadi ditampilkan dengan biaya sekitar Rp 20.000.000," kata Mangara
saat dijumpai di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Ia
mengungkapkan bahwa keputusan untuk kembali mengundang Keroncong Tugu
sudah melalui pertimbangan yang matang. Menurutnya, keroncong tugu tetap
digunakan mengingat grup musik ini memiliki nilai historis tersendiri.
"Tambahannya
untuk sementara itu, tapi dipastikan tak akan ada artis. Undangan
rencananya 800 orang sesuai dengan kapasitas ruang paripurna," ujar
Mangara. (*)
JAKARTA - Setelah
menunggu beberapa lama akhirnya Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama
segera dilakukan pelanttikan. Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI
Jakarta terpilih periode 2012-2017 tersebut dipastikan akan digelar
pada Senin (15/10/2012) pekan depan.
Hal itu ditetapkan dalam
rapat Badan Musyawarah DPRD DKI yang baru saja selesai digelar siang ini
di Gedung DPRD DKI Jakarta. Wakil Ketua DPRD DKI Inggard Joshua
menjelaskan, penentuan hari pelantikan itu berdasarkan pada surat
Keputusan Sekretariat Negara tertanggal 8 Oktober 2012 tentang
pemberhentian Gubernur DKI sebelumnya Fauzi Bowo.
"Sudah
diputuskan bahwa pelantikan akan dilaksanakan Senin, 15 Oktober," kata
Inggard saat ditemui seusai menggelar rapat bersama Bamus DPRD DKI
Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Ia
melanjutkan, acara pelantikan dimulai pada pukul 10.00-12.55 WIB di
Gedung DPRD DKI Jakarta. Panitia pelantikan bakal menggelar geladi kotor
pada Jumat (12/10/2012) siang dan gladi bersih pada satu hari sebelum
hari H pelantikan, yakni Minggu (14/10/2012) pagi. "Semuanya sudah
disiapkan dan undangan akan segera kami kirim," ujar Inggard.
Para
tamu undangan yang hadir dalam acara pelantikan akan dibagi menjadi
dua. Sebagian ditempatkan di dalam ruang sidang paripurna DPRD DKI
Jakarta dan sisanya menyaksikan melalui TV plasma di lobi utama Gedung
DPRD. (*)
JAKARTA -
Setelah sempat molor dua kali, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI
Jakarta memastikan pelantikan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama,
gubernur dan wakil gubernur DKI terpilih periode 2012-2017, digelar hari
Senin, 15 Oktober, di Ruang Rapat Paripurna DPRD DKI. Acara digelar
sederhana.
Dalam rapat Badan Musyawarah DPRD DKI Jakarta, Kamis
(11/10/2012), rangkaian acara pelantikan sejak pukul 10.00 hingga pukul
12.55 sudah disusun secara detail. Acara diawali dengan kedatangan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) serta pasangan gubernur dan wakil
gubernur terpilih, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama, diakhiri
acara ramah-tamah.
”Berdasarkan surat keputusan Presiden tanggal 9
Oktober dan telegram dari Kementerian Dalam Negeri, diharapkan DPRD DKI
Jakarta mengadakan rapat paripurna istimewa untuk melantik gubernur dan
wakil gubernur terpilih,” kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Inggard
Joshua seusai rapat.
Sebanyak 2.000 undangan telah disebar. Di
dalam ruang rapat ditempatkan 850 tamu undangan, selebihnya ditempatkan
di luar ruang rapat. Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan mantan
Wakil Gubernur Prijanto juga diundang dalam pelantikan dan memastikan
akan datang.
Acara pelantikan akan digelar secara sederhana dengan anggaran Rp 500 juta, sebelumnya sempat dianggarkan Rp 1 miliar.
”Prinsipnya tidak menghamburkan anggaran. Acaranya sederhana, tetapi tentu tidak lebih jelek dari provinsi lain,” ujar Inggard.
Siaran langsung 9 televisi Mengingat
tingginya minat warga yang ingin menyaksikan pelantikan, Inggard
mengimbau agar masyarakat menyaksikan pelantikan dari layar televisi.
”Ada
sembilan stasiun televisi yang menyiarkan secara langsung. Bagi yang
tidak tertampung, bisa menyaksikan dari rumah,” ujarnya.
Inggard
juga memastikan tidak akan ada penutupan Jalan Kebon Sirih saat
pelantikan. Guna mengatur lalu lintas dan mengantisipasi kemacetan,
pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Metro Jaya.
Sekretaris
DPRD DKI Jakarta Mangara Pardede mengatakan, pelantikan gubernur dan
wakil gubernur terpilih merupakan pelantikan pejabat tingkat provinsi.
Karena itu, pejabat partai yang diundang pun pada level provinsi. ”Kalau
menghadirkan pimpinan partai tingkat pusat, itu bagian dari undangan
partai,” katanya.
Sebanyak 20 undangan juga diberikan kepada Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, tempat Jokowi menjabat sebelumnya.
Pelantikan
Jokowi-Basuki sempat tertunda dua kali. Semula, keduanya akan dilantik
pada 7 Oktober seiring dengan habisnya masa jabatan gubernur lama.
Jadwal itu mundur dengan alasan administrasi belum beres. Pelantikan
sempat diundur lagi 12 Oktober, tetapi batal karena bertepatan acara
Mendagri. (*)
SINTANG - Kepala
dinas pendidikan Kabupaten Sintang Kalimantan Barat Drs YAT Lukman
Riberu mengatakan terkait persoalan seks bebas yang melibatkan siswa
usia sekolah di wilayah tersebut pihaknya sudah mengabil tindakan tegas.
Tidak hanya melihat kenakalan remaja yang mengarah kepada kriminal agar
pihak keamanan melakukan tindakan.
"Kita lihat menteri
pendidikan sendiri sudah tegas dan sanksi terhadap sekolah, untuk itu
saya minta semua sekolah yang berkaitan dengan pendidikan agama dan
karakter, tolong ditingkatkan apalagi guru yang berkenaan dengan
bimbingan dan konseling. Jika konseling ini berjalan dengan baik saya
yakin apapun permasalahan siswa bisa dideteksi secara dini," ujar
Lukman, Kamis (11/10/2012)
Selain itu, ia juga berharap kepada
guru untuk memanfaatkan waktu diluar jam pelajaran untuk menggiatkan
ekskul di sekolah, sehingga mengurangi waktu anak- anak untuk berbuat
yang tidak- tidak.
Terkait dengan siswa yang banyak drop out
karena hamil diluar nikah, Lukman mengakui pihaknya belum mendapatkan
data terkait hal tersebut, namun apabila hal tersebut telah terjadi, ia
mengajak semua untuk memperhatikan permasalahan tersebut dan tak saling
menyalahkan.
SINTANG - Kepala
Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Kalimantan Barat mengaku cukup
terkejut dengan survey yang dilakukan terhadap perilaku seks bebas di
wilayah ini. Dimana hasilnya 60 persen perilaku seks bebas berakhir
dengan menggugurkan kandungan (aborsi).
Survey tersebut
dilaksanakan oleh Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI)
yang dilakukan 2007, Kalbar merupakan satu diantara lokasi Survei
tersebut.
"Angka- angka yang dihasilkan dari survey tersebut
mengejutkan sekaligus memperihatinkan bagi kita semua pihak yang peduli
terhadap generasi bangsa," ungkapnya, Kamis (11/10/2012).
"Dikatakan
bahwa selama pacaran minimal sudah melakukan petting, 6 persen remaja
putri yang pacaran sudah petting, 19 persen untuk remaja laki-laki.
Selain itu remaja yang pacaran sudah melakukan hubungan seksual, satu
persen dari remaja yang melakukan hubungan seksual hamil, dan 60 persen
berakhir dengan aborsi," kata Marcus.
Menurutnya, masalah yag
terjadi saat ini merupakan tanggung jawab semua pihak untuk mengatasi
hal tersebut. Ia mengatakan kesehatan melihatnya dari segi bahaya
apabila remaja sudah aktif melakukan hubungan seks sebelum mereka
menikah.
Dari yang sederhana tentunya adalah penyakit menular
seksual, dan kehamilan dikalangan remaja putri secara fisik belum siap
untuk hamil. Selain itu hamil di usia muda sangat beresiko.
"Berdasarkan
hasil penelitian apabila wanita hamil di bawah usia 20 tahun itu resiko
kematiannya 2-4 kali lebih tinggi bila dibandingkan dengan wanita yang
hamil diatas 20 tahun. Tentu ini tantangan buat kita guna menekan angka
kematian ibu dan bayi, bagaimana cara kita memberikan pemahaman kepada
remaja bahwa seks diluar nikah banyak bahayanya," jelas Marcus.
SINTANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Kalimantan Barat meminta semua pihak waspada terhadap merebaknya masalah free seks
dan dekadensi moral di kalangan remaja di wilayah ini, seiring
berhembusnya kabar bahwa dalam setahun diperkirakan kurang lebih satu
kelas siswa SMA drop out sebab hamil di luar nikah.
"Berawal
dari rapat komisi kesehatan reproduksi kabupaten yang dilanjutkan
dengan kespro remaja bagi guru BP. Masukan atau input dari beberapa
sekolah di wilayah Merakai ada yang mengatakan bahwa setiap tahun kalau
dihitung dari kelas satu sampai kelas tiga drop aut karena hamil
di luar nikah kurang lebih satu kelas. Kajadian serupa juga terjadi di
beberapa sekolah," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Marcus
Gatot Budi.
Dari masukan yang diinput dari beberapa sekolah ini
artinya jika dianalisa bahwa diremaja Sintang sudah melakukan hubungan
seks sebelum menikah. Tentunya ini tak hanya bertentangan dengan norma-
norma masyarakat akan tetapi juga bertentangan dengan norma agama.
Dan
saya juga membaca buku survey kesehatan reproduksi remaja Indonesia
(SKRRI) yang dilakukan 2007, Kalbar merupakan satu diantara lokasi
Survei tersebut.
SINTANG - Kepala
SMPN I Sintang Kalimantan Barat Hj Marthalena M Pd menilai terjadinya
kasus seks bebas di kalangan remaja yang berimbas pada kasus aborsi satu
di antaranya diakibatkan banyaknya tontonan yang disajikan yang kurang
baik bagi pelajar. Termasuk aksi demo yang anarkis, dan kesenjangan
sosial yang terlalu ditonjolkan. Sehingga siswa banyak yang ikut-
ikutan.
"Untuk mengatasi hal ini harus ada kerjasama dengan
orangtua murid, sebab keterlibatan orangtua sangat penting untuk
tauladan bagi anak-anaknya. Terkadang kita sedih juga melihat tayangan-
tayangan di media yang banyak menampilkan hal- hal yang kurang baik
untuk di contoh," ujar Marthalena, Kamis (11/10/2012).
Guna
menekan terjadinya dekadensi moral siswa, pendidikan karakter tetap
ditanamkan terhadap siswa. Tak hanya itu pihaknya juga merancang
beberapa kegiatan lain guna membimbing siswa agar lebih baik, karena
bimbingan dan penyuluhan di sekolah belum dianggap cukup untuk pembinaan
karakter.
Selain itu pihak sekolah juga mengarahkan kegiatan-
kegiatan ekstra kulikuler untuk pengembangan bakat dan minat siswa,
sehingga tak banyak waktu luang untuk hal- hal yang tak diinginkan.
"Selain
itu kita juga menjalin kerjasama dengan pihak kepolisian untuk
melakukan razia dan penyuluhan kepada siswa di sekolah," tutur
Marthalena.
Jakarta
– Apakah pidato arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bukan
basa-basi? Mabes Polri ternyata jalan terus dengan upaya menarik lima
penyidiknya yang masih bertahan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),
termasuk Kompol Novel Baswedan.
“Aturan itu akan direvisi, ini masih bisa dikoordinasikan, mungkin
pihak ESDM KPK dan Polri akan bisa bersinergi,” ungkap Kadiv Humas Polri
Brigjen Suhardi Alius di Mabes Polri, Selasa (9/10).
Suhardi mengingatkan kembali penyidik Polri yang ingin menjadi
karyawan KPK, harus mengundurkan diri. “Harus mengundurkan diri, baru
jadi pegawai KPK. Tapi itu kita atur kemudian. Kita koordinasikan supaya
lebih smooth,” dalihnya.
Begitu pun perihal Kompol Novel, Suhardi mengatakan Polri akan
mempertimbangkan pidato presiden Senin (8/10). Presiden menegaskan,
langkah yang dilakukan penyidik Bengkulu untuk menangkap penyidik KPK
Kompol Novel yang memeriksa Irjen Pol Djoko Susilo, itu momentumnya
tidak tepat. “Polri akan merumuskan kembali waktu dan caranya lebih
beretika,” ujarnya.
Meski sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan penembakan,
Kompol Novel Baswedan masih berstatus penyidik aktif di Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK).
Juru bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo dalam konferensi pers di
kantornya mengatakan Novel tetap bekerja. “Sampai hari ini kami (KPK)
masih menganggap Novel penyidik,” ujar Johan Budi, Selasa (9/10).
Bahkan Kompol Novel tetap masih diberikan amanat oleh Abraham Samad
sebagai Ketua Satgas Penyidik yang menangani kasus korupsi Simulator SIM
di Korlantas Polri.
Hanya saja Johan enggan menjelaskan di mana keberadaan Novel saat
ini. Tapi dipastikan olehnya, Novel tak berada dalam safe house. “Dia
tetap bekerja seperti biasa,” tandasnya.
Kasus Novel yang diduga menembak kaki tersangka pencuri sarang walet,
2004 silam, itu dibuka kembali setelah KPK selesai menggelar
pemeriksaan Irjen Pol Djoko Susilo terkait dugaan korupsi Simulator
Surat Izin Mengemudi (SIM) Korps Lalu Lintas Polri, Jumat pekan lalu.
Sekitar tiga jam setelah pemeriksaan Djoko Susilo, sejumlah perwira
Polri menggeruduk KPK meminta Novel Baswedan diserahkan. Namun upaya
penangkapan itu gagal karena ditolak pimpinan KPK.
Pedoman Polri
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah memberikan tanggapan
resmi mengenai rencana penangkapan penyidik KPK Novel Baswedan oleh
Polri. Menurut Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, koreksi
Presiden SBY harus dijadikan pedoman bagi Polri.
“Presiden memberikan koreksi itu yang harus dijadikan pedoman oleh
kepolisian,” jelas Denny ditemui seusai menghadiri diskusi bersama
Ombudsman RI di Resto Platters, Jalan HR Rasuna Said, Jaksel, Selasa
(9/10).
Mengacu pada pidato SBY, Guru Besar UGM itu kembali menegaskan bahwa
kesalahan Polri dalam hal ini adalah salah memilih waktu dan cara
tindakan dalam mengusut kasus penganiayaan berat yang membelit Novel
ketika masih berdinas di Polda Bengkulu pada tahun 2004.
“Saya pikir presiden memberikan dua clue, ya, bahwa waktu untuk
melakukan tindakan dan cara untuk melakukan tindakannya tidak tepat,”
imbuhnya.
Denny menambahkan, mengenai kelanjutan penanganan kasus itu bukan
presiden yang menentukan melainkan Polri sendiri. Presiden hanya
memberikan koreksi dan pihak Polri-lah yang harus segera
menindaklanjuti.
“Apakah dilanjutkan atau tidak? Tentu bukan presiden yang menentukan
berhenti atau tidak tetapi itu koreksi yang diberikan dan saya kira
jelas arahannya,” pungkasnya.
Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai upaya itu tidak tepat saat ini.
“Adalah tidak tepat jika ada tindakan untuk memproses penyidik KPK
Kompol Novel Baswedan atas dugaan kasus penganiayaan 8 tahun lalu saat
ini tidak tepat, timing-nya tidak tepat, dan caranya pun tidak tepat,”
ujar SBY dalam jumpa pers Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara,
Jakarta, Senin (8/10).
Samad bertemu Timur
Presiden SBY sudah memberikan mandat kepada KPK untuk menangani kasus
korupsi simulator SIM di Korlantas Polri. Jubir KPK Johan Budi SP
mengatakan pihaknya akan melanjutkan pertemuan dengan Mabes Polri.
Pertemuan itu rencananya akan membahas antara lain soal tiga
tersangka korupsi simulator SIM yang sama-sama ditangani oleh dua
instansi penegak hukum itu.
Selain itu, nasib Komisaris Polisi Novel Baswedan terkait dugaan
penganiayaan kepada enam pencuri sarang burung walet di Bengkulu,
Sumatera Selatan, 2004 juga akan dibahas di sana.
“KPK akan melakukan koordinasi secepatnya. Dalam pekan ini sudah
ditindaklanjuti koordinasi itu,” kata Johan Budi di kantornya, Jakarta
Selatan, Selasa (9/10).
Dalam pertemuan itu, kata Johan, KPK juga akan turut melibatkan
Kejaksaan Agung (Kejagung). Alasannya, berkas pemeriksaan tiga tersangka
yang sedang diperebutkan itu sudah dilimpahkan polisi ke kejaksaan.
“Karena sebagian berkas sudah dilimpahkan ke kejaksaan tentu akan ada koordinasi lebih lanjut,” terang Johan.
Selebihnya, Johan mengatakan dalam pertemuan itu pihaknya bersama
Polri juga akan membahas pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Termasuk mengenai pembaruan MoU KPK dan Polri.
“Mengenai MoU kemudian PP tentu akan ditindaklanjuti KPK dalam segi
biro hukumnya tentu akan duduk bersama dengan Polri dan Menpan,”
imbuhnya.
Pada kasus Simulator SIM Korlantas Polri, KPK telah menetapkan status
tersangka atas empat orang yang diduga melakukan korupsi, pada 27 Juli
lalu.
Masing-masing Inspektur Jenderal Djoko Susilo, Brigadir Jenderal
Didik Purnomo, Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA)
Budi Susanto, dan Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia, Sukoco
S Bambang.
Belakangan, tiga dari empat tersangka versi KPK itu juga ditetapkan
sebagai tersangka oleh polisi. Mereka adalah Brigadir Jenderal Didik
Purnomo, Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA) Budi
Susanto, dan Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukoco S
Bambang.
Di kasus itu, polisi juga menetapkan dua perwiranya, AKBP Teddy
Rusmawan dan Kompol Legino. Nah, yang ramai jadi pembicaraan publik
adalah “tukar guling” kasus antara KPK dan Polri. Inilah bakal
karut-marut atau kalang kabut? (RMOL/dem/RK)
Pontianak
– Ternyata pidato arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
dinilai belum menyelesaikan masalah. Banyak pihak mengungkapkan keraguan
“bawaan” yang diduga bakal menimbulkan masalah baru.
DR Akil Mochtar SH MH menegaskan, pidato Presiden SBY yang berdurasi
40 menit tersebut belum mampu secara signifikan menyelesaikan konflik
KPK dengan Polri.
“Hal ini menunjukkan adanya ketidaktegasan pemimpin dalam
menyelesaikan konflik tersebut,” ungkap Akil Mochtar menjawab Rakyat
Kalbar yang menghubunginya via selular dari Pontianak, Rabu (10/10)
sekitar pukul 18.49.
Satu-satunya mantan anggota DPR RI asal Kalbar yang vokal itu
menegaskan, ternyata pidato SBY bukan saja belum mampu menyelesaikan
konflik, bahkan diperkirakan akan berlanjut.
Akil Mochtar yang kini hakim pada Mahkamah Konstitusi menguraikan
dari lima kesimpulan dari keseluruhan pidato presiden saling membentur
satu sama lain.
“Misalnya, presiden menilai proses hukum penyidik KPK yang berasal
dari Polri, Kompol Novel Baswedan, itu tidak tepat. Seharusnya presiden
menginstruksikan Polri menghentikan proses kasus hukum tersebut.
Ungkapan ‘tidak tepat’ ini terbukti menimbulkan perbedaan tafsir antara
KPK dengan Polri,” jelas Akil.
Dalam perkembangannya, lanjut Akil, Kapolri menegaskan bahwa Polri
akan memproses hukum kasus Kompol Novel pada saat yang tepat. Di sisi
lain, KPK menyatakan kasus yang melibatkan penyidiknya sudah selesai.
“Kalimat bersayap lainnya terlihat jelas ketika presiden menegaskan
KPK berhak menangani kasus simulator SIM, sementara Polri menangani
kasus yang berkaitan dengan pengadaan barang pada kasus lainnya di tubuh
Polri. Seharusnya KPK berhak menangani kasus simulator SIM dan
pengadaan barang lainnya sesuai dengan UU 30/2002 tentang KPK,” ujar
Akil Mochtar dengan nada tegas.
Sebelumnya, ketika kisruh dua institusi penegak hukum ini mengawali
“benturan” sebelum dan hingga pertemuan Ketua KPK Abraham Samad dengan
Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo di halalbihalal prakarsa SBY,
mestinya sudah clear.
Akil mengatakan sebelumnya ia pernah mengatakan Presiden SBY harus
segera turun menangani kisruh KPK dan Polri. Hal itu untuk mencegah
perlawanan yang akan meluas ditujukan untuk melemahkan KPK oleh instansi
pemerintah maupun parlemen.
“Perlawanan pada KPK yang dilakukan oleh Polri mengindikasikan adanya
gerakan yang semakin meluas. Gerakan itu memiliki fokus untuk menyerang
KPK. Aktor dari gerakan yang berpotensi semakin meluas tersebut dengan
melibatkan instansi pemerintah yang korup, kemungkinan besar didalangi
oleh koruptor,” ungkap Akil.
Makanya, tegas Akil, seharusnya SBY tegas untuk memutus rantai
perlawanan pada KPK, termasuk perbuatan kriminalisasi hukum. Ternyata
pidato Jumat malam (8/10) Presiden SBY sekadar angin surga untuk
menyejukkan hati rakyat dan pendukung KPK yang sudah panas itu.
Agar kisruh dan sengkarut kewenangan hukum yang sudah jelas itu tidak
semakin buram, presiden kembali dituntut lebih tegas tanpa kata
bersayap dan membesarkan hati bawahannya.
“Nasib penegakan hukum telah dipertaruhkan, ada baiknya presiden
turun tangan. Kepolisian kan berada di bawahnya. Kalau presiden tegas
kepada Polri, maka upaya perlawanan terhadap KPK cukup sampai di sini
saja,” tegas Akil.
Menurut Akil, tidak ada alasan untuk menghalangi penyidikan KPK atas
perkara korupsi simulator SIM yang menyeret Irjen Pol Djoko Susilo
sebagai tersangka lembaga penumpas korupsi itu.
“Semua aturan perundangan menegaskan bahwa KPK berhak untuk melakukan
penyidikan, meskipun polisi mengklaim terlebih dahulu melakukannya.
Sengketa perselisihan mana yang lebih berhak melakukan penyidikan hanya
dapat diputuskan Presiden SBY,” tegas Akil. (kie)
PASANGAN MESUM - Puluhan wanita dan pria yang berhasil dirazia Pol PP Pontianak, Kamis (13/8/2012)
B
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak
20 pasangan mesum dan beberapa warga yang tidak memiliki Indentitas
penduduk yang berada dihotel dan penginapan di Kota Pontianak Kalimantan
Barat kembali terjaring dalam razia penyakit Masyarakat (Pekat) yang
dilakukan jajaran Diresktorat Sabhara Polda Kalbar.
Razia yang
dilakukan, Rabu (10/10/2012) dini hari tersebut menyusuri beberapa hotel
dan penginapan yang dianggap sebagai tempat ajang prostitusi di
antaranya di jalan Gajahmada, Jalan Sultan Hamid II dan jalan Suprapto
Pontianak.
Beberapa pasangan yang sedang asik istrirahat berdua
di dalam kamar tidak dapat mengelak saat petugas kepolisian memeriksa
indentitas dari penghuni kamar tersebut. Saat dilakukan pemeriksaan
pasangan tidak dapat menujukan bukti sah sebagai suami istri.
Dari
beberapa hotel yang dilakukan razia dan didapat pasangan mesum serta
warga tanpa indentitas semuanya diangkut menggunakan mobil dan dibawa ke
Ditsabhara Polda Kalbar untuk dilakukan pendataan dan pembinaan serta
dikenakan Tipiring.
Menurut Kasubdit Gasum Dit Sabhara Polda
Kalbar, AKBP Sardi, dihubungi Rabu (10/10/2012)siang ada empat
penginapan yang dilakukan razia dan mengamankan sebanyak 20 orang
pasangan mesum serta tanpa identitas.
"Razia yang digelar ini
merupakan kegiatan rutin kepolisian bertujuan mengantisipasi maraknya
penyakit masyarakat yang meresahkan dan penyalahgunaan tempat seperti
hotel yang dijadikan tempat prostitusi," ungkap Sardi.
SINTANG -
Data mencengangkan disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang
Kalimantan Barat, data tersebut terkait penyakit seksual yang diderita
oleh masyarakat di wilayah ini. Ternyata bukan hanya kalangan orang
dewasa saja yang mengidapnya, anak usia SMP pun ikut terserang penyakit
tersebut.
Data yang disampaikan dinas kesehatan tersebut hingga Juni 2012, terdata jumlah pengidap Human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immune deficiency syndrome
(AIDS) di Kabupaten Sintang mencapai 112 orang yang terinfeksi. Dari
112 orang yang sudah terinfeksi, 31 orang meninggal dunia.
Kadiskes
Sintang Marcus Gatot Budi mengatakan dari 81 orang yang masih hidup
terdiri dari 56 orang pengidap HIV dan 25 orang AI DS.
"Pengidap
HIV AIDS sampai saat ini memang masih di dominasi kaum laki- laki,
kendati perempuan juga ada. Rata- rata mereka yang terinfeksi adalah
mereka yang usia produktif dari 15-44 tahun, namun untuk bayi belum
diketahui," ujar Marcus kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu (10/10/2012).
"Bahkan
ada kita temukan Siswa kelas dua SMP yang mengidap penyakit kelamin,
apakah ini karena berganti ganti pasangan atau laki- lakinya yang
berganti pasangan kita belum tahu. HIV AIDS menjadi ancaman Besar di
Kabupaten Sintang jika seks bebas menjadi trend," paparnya.
BONE -
Gadis belia berusia WS (17) tahun di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan,
menjadi korban perkosaan oleh seorang pemuda yang baru dikenalnya
melalui telepon seluler tiga hari sebelum kejadian.
Pemerkosaan
terjadi ketika korban hendak pergi ke rumah kerabatnya di Jalan Tanggul,
Kelurahan Bajoe, Kecamatan Taneteriattang Timur, Kabupaten Bone, sekira
pukul 20:00 wita, Kamis, 4 Oktober 2012.
Di tengah jalan, korban
tiba-tiba dicegat dan diseret ke sebuah WC hingga akhirnya diperkosa.
Pelaku yang memanfaatkan kegelapan malam dengan bebas merenggut
keperawanan WS.
"Dia cegat saya baru tutup mulutku jadi saya tidak bisa berteriak," kata WS di hadapan penyidik, Jumat (5/10/2012) kemarin.
Usai
melakukan aksinya, pelaku yang diketahui berinisial MM (23), warga
Jalan Bandung, Kampung Bajo, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Taneteriattang
Timur langsung meninggalkan korban yang terus menangis di kegelapan
malam. Salah seorang kerabat korban yang mendapati korban menangis
langsung melaporkan peristiwa ini kepada orangtua WS.
Pihak
keluarga lantas mencoba mencari jalan tengah dengan memanggil keluarga
pelaku, dan meminta WS dinikahi. "Kami sudah berkorban dengan meminta
agar anak ini dinikahkan saja, tapi tidak ditangapi, makanya kami
melapor," ujar salah seorang kerabat korban yang mendampingi WS ke
Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Bone.
Sementara itu, pihak
berwenang yang dikonfirmasi terkait dengan peristiwa ini hanya
membenarkan tentang adanya laporan perkosaan, namun belum mengamankan
pelaku. "Laporan korban baru kami terima dan sementara kami lidik," kata
Kompol Abd Muin, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas)
Polres Bone.
PROBOLINGGO - Lapi (18), warga Blok
Dawuan, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, digelandang ke kantor
Kepolisian Resor Kota Probolinggo, Senin (30/5/2011) siang.
Remaja
pengangguran yang hanya lulusan SD tersebut berurusan dengan polisi
karena memerkosa, sebut saja, Intan (14), pelajar kelas I sebuah SMP
negeri di Kota Probolinggo. Lapi dibawa ke kantor polisi oleh kerabat
korban dan ketua RT setempat.
Selain Lapi, ada remaja lain yang
dilaporkan ke polisi terkait kasus yang sama, yakni Sueb (19), tetangga
Lapi, yang baru lulus SMA.
Tuduhannya adalah kasus pemerkosaan
terhadap, sebut saja, Permata (13), teman satu kelas Intan asal
Kedunggaleng. Kedua orangtua korban sama-sama melapor ke kantor
polisi.
Selanjutnya, aparat kepolisian membawa Intan dan Permata ke RSUD
dr Moh Saleh untuk dimintakan visum.
"Ya, kedua korban kita
mintakan visum. Kalau terbukti, para pelaku akan kita jerat dengan UU
Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002. Ancaman hukumannya maksimal 15
tahun," kata Kasat Reskrim Ajun Komisaris Agus I Supriyanto mendampingi
Kapolresta Probolinggo, Selasa (31/5/2011).
Meski hasil visum itu
belum diketahui, sudah ada pengakuan penting dari mulut Lapi. Di depan
petugas SPK, Lapi mengaku menindih Intan sebanyak dua kali. Kejadian itu
berlangsung di rumah Sueb malam Senin kemarin.
"Dua kali melakukan, Pak. Di rumah pacarnya Permata (Sueb)," ujar Lapi.
Pernyataan
lain yang mendukung dugaan pemerkosaan itu adalah pengakuan Intan
kepada orangtuanya. Diakui bahwa Lapi sudah menggerayanginya. Keterangan
Intan dan Permata, mereka kenal Lapi dan Sueb saat pulang sekolah.
Dari
perkenalan singkat itu, mereka lalu berpacaran, tanpa penjajakan.
Beberapa hari kemudian Intan dan Permata diajak ke rumah Sueb.
"Orangtuanya
ke Bali. Cuma ada neneknya. Ya menginap di sana," ujar Permata. Kalau
Intan mengaku telah digerayangi oleh Lapi, lain halnya dengan Permata.
Katanya, ia sudah tidak ingat lagi yang terjadi setelah diberi minuman
berwarna putih.
"Enggak ingat. Kepala rasanya pusing," timpal
Permata sambil terus menundukkan kepalanya ke dekat meja polisi.
Setelah semalam menginap, kedua sahabat karib tersebut pulang menuju
rumah Permata.
Kejadian itu terungkap setelah orangtua Intan
menjemput dan membawa anaknya pulang. Orangtua Intan curiga dengan
penampilan anaknya yang awut-awutan, leher penuh cupang, dan jalannya
sempoyongan.
"Saya desak terus, akhirnya dia mengaku," kata ayah Intan. Dari pengakuan itulah, kasus tersebut kemudian dibawa ranah hukum.
PONTIANAK - Pelecehan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. Kali ini di daerah Siantan, Pontianak Utara.
Menurut
rekan orangtua satu di antara korban, Ruhut, mengatakan kejadian
pelecehan terhadap anak di bawah umur itu terjadi pada Rabu (19/10/2011)
di Komplek Pemda, Jalan 28 Oktober Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan
Pontianak Utara.
Tragisnya peristiwa terjadi di dalam masjid,
yakni Masjid Jami'atussyura sekitar pukul 14.00 WIB. Tersangka bernama A
Yani usia diperkirakan sekitar 30 tahun, warga Jalan Khatulistiwa Gang
Bersama Kelurahan Batu Layang Kecamatan Pontianak Utara.
Sedangkan
keempat korban yang masih di bawah umur, masing-masing berinisial DL
(9), RT (9), ST (9) thn, dan DM (7). Keempat korban tinggal di Komp.
Pemda, Jl 28 Oktober.
Ruhut menceritakan, kronologi kejadian
dilakukan di dalam masjid. "Awalnya pelaku mau melihat tai lalat ditubuh
korban, selanjutnya pelaku mencium-cium korban dan memegang kemaluan
korban," tuturnya.
Para korban pada saat itu sedang menunggu guru
ngajinya didalam masjid, sedangkan pelaku pada saat itu sedang salat di
dalam masjid yang sama.
Hasil kunjungan dari pihak KPAI ke TKP,
besok para korban pelecehan akan didampingi KPAI ke Polresta untuk
memproses hukum selanjutnya.
Tiga orang pria ditangkap setelah seorang remaja putri mengalami
pelecehan seksual di Coogee, sebuah wilayah pantai di kawasan Randwick,
New South Wales (NSW), Australia. Demikian dilansir Sydney Morning
Herald, Minggu (6/5/2012).
Juru bicara kepolisian setempat
mengatakan seorang saksi menelepon polisi setelah melihat seorang gadis
remaja diseret-seret di jalan oleh dua orang pria muda ke semak-semak
Sabtu (5/5/2012) malam sekitar pukul 21.45 waktu NSW. "Ia setengah
telanjang," demikian kata seorang saksi.
Sebuah helikopter polisi
melakukan pencarian sepanjang malam di sisi tebing terjal di Pantai
Cooge untuk mencari pria tersebut. Tepat tengah malam, tiga pria
berhasil ditangkap dan dibawa ke kantor polisi Maroubra sementara gadis
malang itu dilarikan ke RS Royal Prince Alfred Hospital untuk
pemeriksaan medis.
AUSTRALIA - Sedikitnya
empat gadis belia mendapat kekerasan seksual di sebuah kolam renang di
Sydney Olympic Park Aquatic Centre, Australia. Demikian dilansir Sydney
Morning Herald, Senin (14/11/2011).
Si gadis berusia 12 dan 12
berenang di kolam renang di sana sekitar pukul dua siang. Polisi
mengatakan seorang pria mendekati mereka saat sedang berenang dan
melakukan kekerasan seksual dan melaporkan hal itu ke orangtua mereka.
Sayangnya,
polisi tak berhasil menemukan lokasi tersangka yang digambarkan berusia
20-30 tahun, bertubuh sedang, dengan kulit gelap, rambut hitam, dan tak
bercukur. Saat kejadian, ia mengenakan celana pendek warna gelap.
BULUKUMBA
- Dituduh telah melakukan pelecehan seksual terhadap muridnya, seorang
guru agama, HN, di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dijebloskan ke
dalam sel.
Pelaku yang memiliki tiga anak itu dilaporkan oleh orangtua SC (12) dengan tuduhan pelecehan seksual.
Hal
itu diungkapkan Wakil Kepala SMP Negeri 3 Tahiruddin, Kamis
(12/4/2012). Menurut Tahiruddin, berdasarkan keterangan SC, guru yang
telah mengabdi dalam dunia pendidikan sejak 1992 silam itu datang
mendekati korban yang tengah berdiri menunggu temannya keluar dari
masjid sekolah, di depan ruang praktik laboratorium IPA.
Pelaku langsung merangkul pinggang korban, kemudian tangannya naik hingga menyentuh buah dada korban.
"Korban
langsung pergi meninggalkan pelaku setelah buah dada korban dipegang.
Kejadiannya itu di saat pulang sekolah, usai melakukan praktik shalat di
masjid," ungkapnya.
Tahiruddin melanjutkan, kejadian pelecehan
seksual yang dilakukan pelaku terhadap anak didiknya itu sudah dua kali
terjadi. Pertama pada tahun 2002, tetapi pihak sekolah hanya
menyelesaikannya secara internal. Dalam kejadian yang kedua kali ini,
pihak sekolah menyerahkan keputusan terhadap keluarga korban.
Saat ini pihak sekolah masih menunggu keputusan dari dinas pendidikan yang telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.
Sementara
itu, HN yang ditemui di Mapolsek Ujung Loe membantah keras bahwa
dirinya telah menodai anak didiknya sendiri. Dia menceritakan, seusai
pelajaran tata cara shalat di masjid sekolah, dia bertemu korban yang
tengah berdiri di depan laboratorium. Sambil jalan, pelaku menegur
korban. Namun, daftar kehadiran siswa yang dipegangnya menyentuh tangan
korban.
"Saya memegang absen, tidak sengaja absen itu mengenai
tangan siswi saya yang sedang berdiri. Saya juga kaget tiba-tiba polisi
datang ke rumah saya dan menangkap atas tuduhan pelecehan seksual,"
kilahnya.
Kepala Polsek Ujung Loe Ajun Komisaris Thamrin Nur
mengatakan, sejauh ini pihaknya masih mendalami kasusnya dengan
memeriksa sejumlah saksi.