Memuat berita dan informasi dari berbagai sumber yang bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan dan informasi bagi para pengunjung blog ini.
Memberi ruang bagi pengunjung blog ini untuk memuat berita dan informasi yang bermanfaat bagi para pengunjung lain blog ini. Selamat berkunjung dan membaca di blog ini, semoga bermanfaat.
Terima kasih.
Nassar KDI bersama Musdalifah dan anak-anak tirinya
JAKARTA - Nassar,
penyanyi dangdut yang mengawali karirnya lewat Kontes Dangdut Indonesia
(KDI) itu, berharap penculik mengembalikan putrinya, Siti Nurjanah. Ia
akan memenuhi permintaan penculik, asalkan anaknya dikembalikan dengan
selamat.
"Maunya apa, tinggal bicara. Anak kecil itu kan enggak punya dosa," ucapnya, Kamis, (17/1/2013), saat dihubungi wartawan.
Bukan
itu saja, Nassar rupanya tidak akan melanjutkan masalah itu ke pihak
kepolisian, seandainya si pencilik mau mengembalikan putrinya. Ia tidak
mau berbuat macam-macam dan menawarkan menyelesaikan masalah tersebut
secara kekeluargaan.
"Urusan sama saya saja. saya enggak akan
melaporkan ke polisi. Saya enggak mau macam-macam. Kalau bisa
kekeluargaan ya enggak apa-apa," ucapnya.
Suami Muzhdalifah itu,
tidak peduli apa tuntutan si penculik nantinya. "Yang menculik maunya
apa? Silakan bicara, silakan bicara, yang penting dipulangkan,"
tandasnya.
Siti Nurjanah, anak tirinya dari pernikahannya bersama Muzdhalifah diculik orang tak dikenal. Mereka panik.
"Namanya
orang tua, saya panik. Sekarang sedang zikir. Saya mencoba untuk
menenangkan (istri))," ucapnya, Kamis, (17/1/2013), saat dihubungi
wartawan.
Saking paniknya, Nassar kemudian mengontak semua
kenalannya ke sana ke mari. Tetapi, belum mendapatkan informasi mengenai
keberadaan putrinya tersebut. Ia juga sudah melaporkan kepada yang
berwajib.
"Saya kontak ke sana ke mari. semua saya kontak. Semua media saya minta bantuannya," ucapnya.
Penculikan
itu terjadi Kamis siang. Saat itu, anaknya baru saja pulang sekolah.
Nassar sendiri tidak mengetahui penculiknya. Ia tak mau berprasangka
buruk kepada siapapun. Namun, ia sangat berharap anaknya segera pulang
dikembalikan dengan selamat.
"Saya enggak bisa suuzon. Orang yang menculiknya maunya apa. Silakan bicara, yang penting dipulangkan," ucapnya.
Pontianak -Kucuran dana hibah sebesar Rp 7,1 miliar kepada Institut Pemerintahan
Dalam Negeri (IPDN) Kalbar dari Pemprov Kalbar belum final. Kalangan
legislatif masih menunggu draft usulan dalam APBD Penyempurnaan 2011.
“Dana hibah itu belum diusulkan Pemprov, dan direncanakan masuk dalam
APBD Penyempurnaan,” ungkap H Retno Pramudya SH, anggota Badan Anggaran
DPRD Kalbar dihubungi Equator via selular, Selasa (10/5) malam.
Menurut dia, penandatanganan nota kesepakatan kerja sama pengelolaan
IPDN antara Pemprov Kalbar dengan Kampus IPDN Jatinangor itu baru
dilakukan pada 11 Mei lalu. Sementara APBD 2011 sudah ditetapkan dan
disahkan menjadi peraturan daerah tentang APBD TA 2011 Provinsi Kalbar.
Badan Anggaran DPRD Kalbar saat ini disibukkan membahas hasil revisi
atau evaluasi Kemendagri atas Raperda tentang APBD Provinsi Kalbar Tahun
Anggaran 2011. Meski demikian, politisi daerah pemilihan
Sanggau-Sekadau ini menegaskan, keberadaan Kampuas IPDN Kalbar ini harus
dijadikan peluang besar bagi masyarakat untuk menjadi praja.
“Apalagi tidak semua provinsi di Indonesia memiliki Kampus IPDN. Baru
ada tujuh kampus IPDN selain di Kalbar, yakni Riau, Sumatera Barat,
Menado, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Makassar,” kata dia.
Selain itu, lanjut dia, Pemprov Kalbar juga harus memberikan perhatian
besar terhadap keberadaan IPDN di Kalbar ini. “Pemprov harus menjaga
kepercayaan yang telah diberikan pemerintah pusat, artinya kepercayaan
itu harus dilaksanakan dengan baik,” harap Retno yang juga Ketua Komisi A
DPRD Kalbar ini.
Kerja sama pengelolaan IPDN antara Pemerintah Provinsi Kalbar dengan
Kampus IPDN Jatinangor memiliki 12 kesepakatan. Penandatanganan
kesepakatan itu dilaksanakan dalam Upacara Apel Kehormatan, Jumat (11/3)
lalu di Kampus IPDN Jatinangor.
Kedua belas nota kesepakatan itu yakni penyediaan dan pengolahan aset,
pengelolaan anggaran, pendayagunaan tenaga pegawai negeri sipil Kalbar,
penyediaan tenaga pelatih, tenaga dosen tamu, pelayanan perawatan
kesehatan, jaminan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, dan jaminan
pemeliharaan kebersihan lingkungan.
Selain itu juga soal pengelolaan laboratorium pendidikan, penyediaan
pengelolaan prasarana dana penunjang pendidikan lainnya, pengembangan
program tri dharma perguruan tinggi, serta bidang lainnya yang relevan
dengan upaya pengembangan kapasitas kelembagaan dan manajemen
pemerintahan.
Walikota Pontianak, Sutarmidji, melakukan penandatanganan berita acara serah terima Muda Praja IPDN di Kantor WalikotaPontianak - Muda
Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dituntut mengetahui,
mengenal, dan membantu berbagai aktivitas kegiatan pemerintahan,
pembangunan, dan kemasyarakatan. Pengenalan pada lokasi praktik ini
sesuai program dan kegiatan pemerintahan daerah, sehingga 100 Muda Praja
IPDN Kampus Kalimantan Barat (Kalbar), yang terdiri dari 73 praja pria
dan 27 praja wanita dapat secara maksimal melangsungkan praktik lapangan
di Pemerintahan Kota (Pemkot) Pontianak.
Praktik lapangan I yang dimulai tanggal 27 Juli hingga 9 Agustus
2011, dimulai dengan upacara penandatanganan berita acara serah terima
Muda Praja IPDN di halaman Kantor Walikota Pontianak, Rabu (27/7).
Walikota Pontianak, Sutarmidji SH, MHum, berharap kegiatan praktik
lapangan Muda Praja IPDN Kampus Kalbar, berjalan dengan baik sesuai
dengan tujuan dan maksud digelarnya praktik lapangan.
“Saya berharap kepada praja, hendaknya saudara menjaga nama baik
almamater Saudara di lapangan, karena image sebagian masyarakat bahwa
praja IPDN ini tentu punya kelebihan-kelebihan dalam tata pemerintahan,
maupun penanganan permasalahan yang ada dalam masyarakat,” ujar
Sutarmidji.
Kendati pun praja IPDN ini masih pada semester awal, dia berpesan,
praja untuk menunjukkan sikap disiplin dan intelektual kepada
masyarakat. “Saudara harus menunjukkan bahwa saudara memang sebagaimana
yang ada di dalam benak sebagian masyarakat kita. Dan hapus segala image
negatif yang sempat melekat pada institusi IPDN yang sebelum dilebur,”
pesannya.
Ditambahkan Sutarmidji, praktik lapangan berguna membekali praja
dalam menghadapi tugas dan pengabdian sebagai pamong. Namun diakuinya,
belum merasa puas dengan kinerja alumni praja IPDN di jajaran
pemerintahannya, terkait kemampuan menganalisis, membaca situasi dampak
positif dan negatif dalam suatu keputusan yang diambil.
“Kalau saudara tidak mampu menganalisis dampak negatif, dan positif
suatu keputusan atau kebijakan yang diambil. Maka pasti kebijakan itu
tidak akan berjalan dengan baik. Kebijakan tidak jalan karena kita
selalu ragu,” bebernya.
Dia pun mengingatkan, agar jiwa pengabdian para praja tidak luntur,
meskipun semakin tinggi jabatan yang dimiliki. “Jadi, jangan lunturkan
jiwa pengabdian saudara. Semakin hari semakin tinggi jabatan saudara,
jiwa pengabdian saudara harusnya semakin tinggi, bukan semakin menurun,”
tegasnya.
Sutarmidji juga mengingatkan, para praja agar tidak mencontoh
alumni-alumni IPDN yang jiwa pengabdiannya sudah luntur. “Buat IPDN
Kalimantan Barat ini jadi yang terbaik di Indonesia. Saya secara ikatan
batin mungkin tidak, tapi selaku kepala daerah, saya punya tanggung
jawab dan kewajiban untuk membina para pamong lulusan dari IPDN,”
pungkasnya.
Walikota Singkawang, Hasan Karman, jadi anggota kehormatan IPDNSingkawang - Walikota
Singkawang, Dr KRA Hasan Karman Notohadiningrat memperoleh anugerah
Alumni Kehormatan Purna Praja dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri
RI) melalui Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Prosesi penyematan tanda jasa ini dilaksanakan ketika apel
Pengangkatan Hasan Karman sebagai Purna Praja IPDN, di Kampus IPDN jalan
Raya Jatinangor Km 20 Sumedang, Sabtu (8/10).
Penetapan sebagai alumni kehormatan pendidikan tinggi kepamongprajaan
tersebut melalui Surat Keputusan Rektor IPDN, Prof Dr H I Nyoman
Sumaryadi MSi Nomor 821/554/Tahun 2011.
Sumaryadi yang menyematkan langsung tanda kehormatan itu menilai,
Hasan Karman merupakan figur yang berprestasi dan berdedikasi tinggi
dalam melaksanakan tugas serta dapat menjadi panutan bagi civitas
akademica IPDN.
Selain itu, Hasan Karman dinilai sanggup menjalankan fungsi
pemerintahan sebagai Walikota Singkawang yang visioner, inovatif, cerdas
dan cekatan, memiliki jiwa dan semangat kenegarawanan, serta mampu
mendidik masyarakat.
Hasan Karman juga dinilai mampu menjadi teladan dan sanggup
mengembangkan sikap asah, asih, asuh, serta bersahaja dalam melaksanakan
kewajiban pemerintah dalam melayani masyarakat.
Menurut Kepala Biro Bidang Perencanaan, Akademik dan Kerjasama IPDN,
Arief M Edie, penghargaan alumni kehormatan ini diberikan kepada
seseorang, bila yang bersangkutan dianggap mampu membina, mengarahkan
dan memberikan kesempatan kepada purnapraja untuk bisa meningkatkan
kariernya dalam penyelenggaraan pemerintahan sebagai abdi negara dan
masyarakat.
”Berbagai indikator yang dinilai oleh IPDN, maka ditetapkanlah
Walikota Singkawang, Hasan Karman sebagai alumni kehormatan. Tanggung
jawab dan kewajibannya sebagai alumni adalah sebagai kakak asuh bagi
para alumni. Kalau ada yang salah ditegur, dan kalau ada yang baik juga
diperhatikan, ada reward dan punishment yang dia berikan kepada alumni,”
papar Arief.
Sementara itu, di hadapan ribuan praja tingkat madya, nindya, wasana
dari seluruh Indonesia dan seluruh civitas akademica IPDN itu, Hasan
Karman mengatakan, masa depan Negara di pundak pamong praja.
Dia mengharapkan, anugerah yang diterimanya dapat membawa manfaat
bagi Kota Singkawang dan Kalimantan Barat khususnya. "Serta bagi praja
yang akan kembali ke daerahnya masing-masing sebagai abdi negara dan
abdi masyarakat untuk pembangunan," kata Hasan Karman.
Ketika menerima anugerah alumni kehormatan tersebut, Hasan Karman
didampingi para alumni praja dari Kota Singkawang, di antaranya yaitu
Kepala BKD Sofyan, Kepala Badan Kesbangpolinmas Juandi, Asisten
Pemerintahan dan Kesra Libertus, Camat Singkawang Utara Momie, Camat
Singkawang Selatan Lukas Suharyadi, dan Camat Singkawang Timur Paulus
Oktovianus Koni.
Pemkab
Sekadau melalui KKD sejak 2008-2012 telah membiayai 30
mahasiswa-mahasiswi di berbagai perguruan tinggi negeri di Kalbar maupun
di daerah lain.
Pemkab Sekadau melalui Kantor Kepegawaian dan Diklat sejak 2008-2012
telah membiayai 30 mahasiswa-mahasiswi di berbagai perguruan tinggi
negeri di Kalbar maupun di daerah lain. Tujuannya mempersiapkan
infrastruktur sumber daya manusia SDM yang berkompeten untuk menjalankan
berbagai pembangunan di Kabupaten Sekadau mendatang.
Kepala Kantor KKD Kabupaten Sekadau Agustinus menjabarkan setiap
tahunnya KKD terus merekrut dan menyelesaikan tamatan SMA sederajat di
Sekadau untuk ditugaskan belajar di program studi IPDN Jatinangor, IPDN
Riau, IPDN Makassar, dan IPDN Kabupaten Kubu Raya Kalbar.
“Komitmen ini sudah dijalankan Pemkab untuk menyiapkan SDM putra-putri kita,” katanya kepada wartawan belum lama ini.
Sejauh ini ada 30 mahasiswa yang dibiayai pemerintah daerah.
Mahasiswa tersebut terdiri dari 24 orang di Universitas Tanjungpura
Pontianak, tugas belajar di IPDN Jatinangor 3 orang, IPDN Riau 1 orang,
IPDN Makassar 1 orang, dan IPDN Kabupaten Kubu Raya 1 orang.
“Mereka ini mendapat bantuan pendanaan dari APBD setiap tahunnya.
Selebihnya untuk kekurangan akan ditanggung oleh orang tuanya
masing-masing,” tutur Agustinus.
Pemkab Sekadau berharap 30 putra-putri yang sedang menjalankan tugas
belajar ini, termasuk sejumlah mahasiswa mahasiswi yang tersebar di
berbagai Kampus baik di Kalbar maupun luar pulau, nantinya dapat
dimanfaatkan pemerintah daerah untuk ditugaskan di berbagai SKPD di
lingkungan Pemkab sekadau.
“Kita harap mereka akan menjadi kebanggaan untuk kita semua dalam membangun daerah ini,” pungkasnya.
Bupati
Pontianak H Ria Norsan memberikan penjelasan kepada Sekjen Kemendagri
beserta rombongan ketika meninjau salah satu lokasi calon kampus IPDN di
Kabupaten Pontianak
Segedong
– Keinginan Pemerintah Kabupaten Pontianak untuk memiliki kampus
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Regional Kalimantan bakal
terealisasi. Minggu (16/9) kemarin, Sekretaris Jenderal (Sekjen)
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia Siti Nurbaya
beserta rombongan meninjau lokasi kampus di Kecamatan Segedong.
“Dipilihnya Kabupaten Pontianak sebagai calon lokasi pembangunan
kampus IPDN regional di Kalimantan tentunya sebuah kehormatan tersendiri
bagi kita. Selain dapat meningkatkan citra pendidikan daerah, kampus
IPDN dapat memberikan multiplier effect bagi pembangunan daerah di masa
mendatang,” kata Asisten Tata Praja Setda Pemerintah Kabupaten Pontianak
Mochrizal yang ikut serta dalam kunjungan tersebut.
Mochrizal mengungkapkan, hasil rapat bersama yang dilaksanakan
pihaknya pada Jumat (14/9) lalu, setidaknya ada empat calon lokasi
kampus IPDN yang ditetapkan di Kabupaten Pontianak. Yakni di km 35 Desa
Purun Besar, Kecamatan Segedong dengan luas areal 2.000 m2. Kemudian di
km 42 Desa Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh dengan luas areal 1.500
m2.
“Lokasi ketiga yakni di km 32 Desa Sungai Burung Kecamatan Segedong
dengan luas areal 1.500 m2, serta lokasi keempat di Jalan Budi Utomo
Desa Wajok Hulu Kecamatan Siantan dengan luas areal 2.000 m2,”
ungkapnya.
Lebih jauh, Mochrizal mengatakan Pemerintah Kabupaten Pontianak hanya
memberikan beberapa alternatif pilihan lokasi bakal kampus yang dinilai
cocok dan strategis. Sedangkan penentuan lokasi pembangunan kampus IPDN
nantinya sepenuhnya diserahkan kepada pihak Kemendagri.
“Mudah-mudahan pada peninjauan ini Ibu Sekjen sudah dapat memutuskan
lokasi mana yang tepat dan strategis untuk pembangunan kampus IPDN
regional Kalimantan,” harapnya.
Terkait realisasinya, menurut dia, Kabupaten Pontianak mencoba untuk
menerapkan pola pembangunan sebagaimana yang telah dilakukan oleh
Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang yang menjadi lokasi kampus IPDN
saat ini.
Dia optimis pembangunan kampus IPDN akan meningkatkan kesejahteraan
ekonomi masyarakat. “Dulunya sebelum IPDN dibangun di Kecamatan
Jatinangor, Kabupaten Sumedang, daerah tersebut bisa dibilang biasa
saja. Namun setelah kampus IPDN dibangun, mendadak daerah itu berubah
dan tampak padatnya aktivitas,” paparnya.
Ketika melakukan peninjauan lokasi calon kampus IPDN tersebut,
rombongan Sekjen Kemendagri didampingi Sekretaris Daerah Pemerintah
Provinsi Kalbar M Zeet Assovie, Bupati Pontianak H Ria Norsan,
Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Pontianak Gusti Ramlana, Asisten
Tata Praja Mochrizal, Camat Sungai Pinyuh Syamsul Rizal, Camat Segedong,
dan sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten
Pontianak. (fia)
Mendagri Gamawan Fauzi beserta tamu undangan di lokasi pembangunan IPDN Kampus Kalbar di Segedong
Segedong
– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Gamawan Fauzi menepati janjinya
meninjau lokasi pendirian Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)
Kampus Kalimantan Barat di Desa Purun Besar, Kecamatan Segedong,
Kabupaten Pontianak, Senin (14/1) sekitar pukul 16.00 sore.
Mendagri merestui pembangunan kampus di atas lahan seluas 95,6
hektare tersebut. “Saya setuju dengan pembangunan kampus IPDN di sini
(Segedong, red). Silakan mulai dikerjakan pembangunannya,” instruksi
Mendagri di hadapan para pejabat dan tamu undangan yang hadir dalam
acara peninjauan lokasi pembangunan kampus IPDN.
Mendagri menjelaskan, pembangunan IPDN Kampus Kalimantan Barat di
Desa Purun Besar menjadi salah satu di antara delapan kampus IPDN yang
tersebar di Indonesia.
Menurut Mendagri, keberadaan IPDN itu sangat penting untuk memenuhi
kebutuhan sumber daya aparatur pemerintahan di seluruh wilayah
Indonesia.
“Praja jebolan IPDN sangat dibutuhkan untuk mengisi berbagai posisi
di 524 daerah baik di pemerintahan provinsi, kabupaten, kota,
Kemendagri, 12 kabupaten baru, dan daerah administratif di Jakarta.
Tidak akan cukup jika hanya mengandalkan IPDN Jatinangor,” tuturnya.
Sebagai bentuk keseriusan dukungannya terhadap realisasi pembangunan
IPDN di Segedong, Gamawan mengaku pihaknya telah menyiapkan dana awal
sebesar Rp 40 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pematangan
lahan dan pembangunan fisik awal. “Kita targetkan pembangunan IPDN
Kampus Kalimantan Barat di Kabupaten Pontianak ini akan rampung
realisasinya pada tahun 2014 mendatang,” prediksinya.
Lebih jauh, Gamawan mengajak semua pihak untuk berpartisipasi
mendukung realisasi pembangunan IPDN Kampus Kalbar tersebut. Sebab
pembangunan kampus IPDN di Desa Purun Besar diyakini akan memberikan
dampak positif terhadap lingkungan masyarakat.
“Pembangunan ini merupakan hal yang sangat baik. Karenanya, mari kita
wujudkan dan sukseskan pembangunannya bersama-sama,” ajaknya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian
Dalam Negeri Diah Anggraini menyampaikan ucapan terima kasih kepada
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten
Pontianak yang telah bersama-sama mempersiapkan lahan untuk pembangunan
IPDN Kampus Kalimantan Barat.
“Alhamdulillah gayung bersambut, tokoh masyarakat dan tokoh agama
bersama bupati dapat mengupayakan pembebasan lahan seluas 95,6 hektare
untuk dibangun Kampus IPDN Kalimantan Barat,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Pontianak H Ria Norsan mengungkapkan,
Pemerintah Kabupaten Pontianak telah menuntaskan proses pembebasan lahan
seluas 95,6 hektare. Dan saat ini sedang berlangsung proses sertifikasi
lahan. Jika sertifikasi tersebut telah tuntas, maka secepatnya akan
diserahkan ke Pemerintah Provinsi Kalbar guna melaksanakan proses lebih
lanjut.
“Tentu saja kami bersama-sama Pemprov Kalbar sangat siap membangun
infrastruktur penunjang lainnya yang diperlukan untuk mendukung
realisasi kampus IPDN ini. Seperti instalasi air dan listrik yang sudah
tersambung. Mudah-mudahan pada akhir 2014 mendatang, penempatan praja
sudah dapat dilakukan,” harapnya.
Usai memberikan arahan, Mendagri didampingi Sekretaris Daerah (Setda)
Kalbar M Zeet Hamdy Asshovie, Bupati Pontianak H Ria Norsan, dan Setda
Kabupaten Pontianak Gusti Ramlana beserta pejabat lainnya meninjau peta
bidang tanah lokasi, denah gedung, dan maket gedung IPDN Kampus
Kalimantan Barat.
Selain Mendagri, kunjungan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat
teras di lingkungan Kementerian Dalam Negeri seperti Rektor IPDN Prof Dr
Nyoman Sumaryadi, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri
Irman, Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Sutrisno,
Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Reydonnyzar Moenek, Kepala Biro Hukum
Kemendagri Prof Zudan Arif Fakrullah, dan beberapa pejabat lainnya.
(fia)
Pontianak. Ms alias Yt, 46, ditangkap petugas Polsek Kuala Mandor B,
karena menggagahi putri kandungnya, sebut saja Bunga, 16, hingga hamil
enam bulan.
”Terus terang saya khilaf,” kilahnya Ms saat diwawancarai wartawan.
Ms yang sehari-hari sebagai petani tersebut dilaporkan istrinya ke
kantor polisi, Selasa (22/2) lalu. Bapak 11 anak ini pun diamankan ke
Mapolresta Pontianak, Rabu (23/2) kemarin, setelah kasus persetubuhan
ayah terhadap anak kandung itu dilimpahkan Polsek Kuala Mandor B.
Kejadian berawal sejak September 2010 silam. Saat itu istri Ms tidak
berada di rumah bersama beberapa anaknya. Ms nekat meniduri anak
kelimanya. ”Setelah itu saya merasa berdosa. Saya kabur dari rumah
beberapa saat. Terus terang saya khilaf,” katanya menundukkan kepala.
Mulutnya saja yang mengatakan dosa. Ternyata aksi bejat itu kembali
dilakukan Ms. Tiga kali dia meniduri anaknya sendiri. Tabiatnya
terbongkar setelah Bunga merasakan perutnya sakit. Ditemani ibunya,
Bunga mendatangi tukang urut (dukun beranak). Ternyata Bunga hamil. Sang
ibu langsung menanyakan siapa laki-laki bejat yang berani menghamili
anak gadisnya tersebut. Bunga menjawab, yang menghamili dirinya adalah
bapaknya sendiri. Sang ibu hampir pingsan mendengar pengakuan anaknya.
Sang ibu melaporkan suaminya ke Polsek Kuala Mandor B. Dari Polsek
Kuala Mandor B, Bunga didampingi ibu dan beberapa saudara serta Kapolsek
Kuala Mandor B, AKP Tedjo Suseno melimpahkan kasus itu ke Mapolresta
Pontianak.
Mengenakan sweeter hitam dipadu kaus oblong Hijau serta celana jeans
panjang, Bunga dimintai keterangan di Unit PPA Polresta Pontianak.
Kemudian divisum ke RS Bayangkara Polda Kalbar.
Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Puji Prayitno SIK membenarkan
adanya laporan persetubuhan antara ayah dengan anak kandungnya sendiri.
Kasus tersebut akan diproses sesuai pasal dan undang-undang berlaku.
”Tersangka akan kami kenakan pasal 81 Undang-undang Nomor 23/2009
tentang perlindungan anak, dengan ancaman 15 tahun penjara,” tegas Puji.
Pontianak. Ms, 46 berdalih khilaf mencabuli anak gadisnya yang berusia
16 tahun sebut saja Bunga (nama samaran, red). Perbuatan bejat yang ia
lakukan lantaran godaan iblis.
“Yang namanya manusia sewaktu-waktu dapat digoda iblis. Saya khilaf dan
menyesal telah mencabuli anak saya. Untuk itu saya siap
mempertanggungjawabkan perbuatan saya diproses sesuai hukum,” katanya.
Dikatakan Ms, ia mencabuli putri kelima dari 11 bersaudara itu sebanyak
tiga kali. Namun dua kali hanya memegang dan meremas-remas kemaluan
putrinya saja. Baru yang terakhir, ia menyetubuhinya.
Pertama pencabulan yang ia lakukan pada bulan Agustus 2010. Saat malam
hari, ketika itu mereka sedang tidur di ruang tamu. Sedangkan istrinya
pergi menginap di Pontianak. Namun waktu itu, Ms hanya meraba-raba tubuh
molek anaknya serta meremas kemaluannya. Setengah bulan kemudian, Ms
mengulangi lagi perbuatan tak senonohnya kepada anak gadisnya. Masih
pada malam hari dan istrinya tidak berada di rumah ke Pontianak, Ms
kembali menggerayangi tubuh dan kemaluan putrinya itu. Kali ini pun
Bunga belum sempat disetubuhinya.
Rupanya ayah bejat ini makin ketagihan melihat kemolekan tubuh anak
gadisnya tersebut. Hingga akhirnya pada bulan November, Ms kembali nekat
mencabuli Bunga. Tidak seperti sebelumnya, kali ini ia menyetubuhi
Bunga. “Cuma satu kali saya menyetubuhinya. Dua kali hanya
pegang-pegang,” kata pria yang kesehariannya bekerja sebagai petani
karet ini.
Saat disetubuhi, Bunga tak kuasa meronta. Ia hanya pasrah ditindih ayah
kandungnya sendiri. Usai melampiaskan hasratnya, Ms berlalu begitu
saja. Sementara Bunga setelah kejadian itu lebih banyak murung dan
melamun. Hingga akhirnya Bunga diketahui hamil.
Aib itu pun kemudian terbongkar oleh ibunya. Waktu itu perut Bunga pun
kemudian diurut. Tapi ternyata perut bunga berisi (hamil, red). Ibu
Bunga pun langsung menanyakan siapa menghamili anak gadisnya yang tidak
tamat kelas 4 SD tersebut. Setelah mendengar ternyata suaminya sendiri.
Tak terima dengan aksi bejat suaminya, ia pun melaporkan kasus tersebut
ke Polsek Kuala Mandor B untuk proses lebih lanjut. Dari polsek Kuala
Mandor B, korban didampingi ibu dan beberapa saudara serta Kapolsek
Kuala Mandor B, AKP Tedjo Suseno melimpahkan kasus itu ke Mapolresta
Pontianak. “Anak saya itu pendiam. Jarang keluar rumah dan rajin
membantu orang tua,” kata Ms lagi.
Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Puji Prayitno SIK menjelaskan,
kasus tersebut akan diproses sesuai pasal dan undang-undang yang
berlaku. “Tersangka akan kami kenakan pasal 81 Undang-Undang No 23 Tahun
2009 tentang Perlindungan anak, dengan ancaman 15 tahun penjara,”
katanya.
Sintang
– NA, 22, diringkus polisi setelah dilaporkan menghamili anak bawah
umur, sebut saja Kembang, 18, warga Desa Batu Besurat, Kecamatan Ambalau
Sintang. Warga Nanga Mentunai, Desa Buntut Sabon, Kecamatan Ambalau itu
mendekam di tahanan Polres Sintang.
Kasus ini terungkap atas laporan orang tua Kembang setelah mengetahui anak gadisnya hamil tiga bulan.
Melihat tingkah anaknya yang aneh, orang tuanya membawa Kembang
periksa ke dokter. Hubungan intim yang dilakukan NA dan Kembang,
pacarnya, sudah berlangsung selama setahun terakhir ini, Juli 2011
hingga Desember 2012.
“Melihat Kembang mual-mual pada Oktober 2012 lalu, pelaku membeli
alat tes kehamilan, hasilnya positif hamil,” kata AKP Andi Yul, Kasat
Reskrim Polres Sintang, kemarin.
Mengetahui Kembang hamil, NA mengaku akan bertanggung jawab. Meskipun
diketahui orang tuanya, NA tetap teguh dengan pendiriannya untuk
bertanggung jawab. Meskipun sudah hamil, NA tetap saja meniduri Kembang
hingga akhirnya diketahui orang tua gadis bawa umur itu.
“Keluarga korban semula berupaya meminta pertanggungjawaban pelaku
untuk menikahi korban. Hingga akhirnya diputuskan melapor ke pihak
kepolisian karena pelaku mulai tidak diketahui keberadaannya,” jelas
Andi Yul. (din)
12 Tahun Dipekerjakan di Diskotek, Pulang Membawa Bayi
Pontianak
– Sambil menggendong bayinya Viobika Ramadhani yang baru berumur
seminggu, Wida, 24, memeluk kedua orang tuanya Tayep, 55, dan Julaeha,
48. Wanita tersebut diantar oleh rombongan Kementerian Sosial dan
Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN) di kediaman mereka, Kompleks Korpri
Blok M Nomor 228, Kubu Raya, Selasa (15/1).
Puas sudah Wida menjalani siksaan serta melayani nafsu pria hidung
belang di Malaysia. Wanita ini merupakan korban penculikan dan penjualan
orang (trafficking). Pada umur 12 tahun, saat itu masih kelas enam SD,
Wida diculik Wati, wanita yang mengontrak tak jauh dari rumahnya pada
2003 silam. Wida diculik ketika pulang sekolah bersama dua temannya yang
juga perempuan. Wida lama disekap oleh Wati, hingga akhirnya dijual ke
Kuala Lumpur dan dipekerjakan sebagai wanita pemuas nafsu di Diskotek
Kepong Selangor.
Berdasarkan investigasi YNDN, Wida dibawa ke Malaysia oleh Wati
melalui PPLB Entikong Sanggau. Setelah sampai di Kuching, Wida
diterbangkan ke Kuala Lumpur dan dipekerjakan di diskotek daerah Kepong
Selangor.
“Selama 12 tahun kehilangan kontak dengan keluarga. Karena tidak
tahan dengan siksaan akhirnya melarikan diri dalam kondisi hamil lima
bulan dan ditangkap PDRM, kemudian diserahkan ke KBRI,” kata Devie
Tiomana, Direktur YNDN Kalbar.
Pada Juli 2012, Wida dipulangkan melalui Tanjung Pinang dan dikirim
ke Jakarta. Pada 18 Desember 2012, wanita tersebut dirujuk ke RPSA Bambu
Apus Kemensos RI dan mendapatkan layanan rehabilitasi sosial, medis,
psikis, dan psikososial.
Setelah melalui pembahasan bersama Tim Profesi di RPSA Bambu Apus,
pada 8 Januari 2013 diputuskan Wida dipulangkan dan dipertemukan dengan
keluarganya. “Kondisi korban baik, begitu juga dengan bayinya,” ujar
Devi.
Direktur Kesejahteraan Sosial Anak Kementerian Sosial Republik
Indonesia Drs Bambang Mulyadi MSi mengharapkan Dinas Sosial Kalbar
maupun Kubu Raya membantu dan menindaklanjuti apa-apa saja yang perlu
Wida setelah dipertemukan dengan keluarganya. “Saya yakin pihak keluarga
sama sekali tidak mengira anaknya yang sudah hilang bisa pulang dalam
keadaan selamat dan sehat,” ungkap Bambang.
Agar kejadian itu tidak terulang kembali, Bambang mengimbau
masyarakat agar tidak mudah terbujuk oleh iming-iming dari orang yang
belum dikenal. Terutama anak-anak.
“Aparatur pemerintah juga harus lebih cermat mengeluarkan identitas
diri, seperti KTP. Tidak cukup hanya melihat lampiran data untuk membuat
KTP. Tetapi harus mengecek ke kelurahan atau desa melalui RT setempat.
Agar tidak muncul dokumentasi yang bermasalah,” tegas Bambang.
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani
Kementerian Sosial selama tiga tahun terakhir cukup banyak. Pada 2010
111 kasus dan 2011 menangani 102 kasus. Sedangkan pada 2012 menurun 79
kasus. Jumlah kasus ini tidak semuanya trafficking. Namun 30-40 persen
adalah kasus trafficking. “Dari 79 kasus itu terdiri dari penelantaran,
anak dibuang, dan banyak lagi,” jelas Bambang. (sul)
MAUMERE
- Perawat yang seharusnya merawat pasien, namun tidak bagi FA, oknum
perawat di RSUD TC Hillers Maumere. Ia justru melakukan pencabulan
terhadap pasien operasi asal Flores Timur, RS.
Akibat perbuatannya
itu, ia ditetapkan menjadi tersangka. Namun, Fa tidak ditahan, namun
harus menjalani wajib lapor.
Hal ini disampaikan
Kapolres Sikka, AKBP Budi Hermawan, SIK, melalui Kaur Bin Ops Reskrim
Polres Sikka, Aiptu Sungkono kepada Pos Kupang di Ruang Kerjanya, Senin
(14/1/2013). Sungkono mengatakan, oknum perawat tersebut sudah
ditetapkan sebagai terasangka, namun hanya menjalani wajib lapor alias
tidak tidak ditahan.
Pemberkasan
sudah dikirim ke kejaksaan dan polisi masih menunggu hasil penelitian
jaksa. Sungkono mengakui, polisi bekerja keras untuk mengungkapkan kasus
ini. Pasalnya, dalam tindakan visumnya terdapat dua versi.
"Hasil visum di Maumere menyatakan dia masih gadis. Sedangkan visum di Larantuka ditemukan robekan," jelas Sungkono.
Informasi
yang didapat di Mapolres Sikka menyebutkan RS adalah pasien usus buntu
yang menjalani operasi di RSUD Maumere tanggal 27 Oktober 2012 lalu.
Usai operasi, menurut RS, seorang perawat berinisial Fa mengurusinya.
Namun
saat mengurusi bukannya melakukan tindakan medis tapi melakukan
perbuatan tak terpuji dengan mencium keningnya dan (maaf) meremas-remas
payudaranya. RS mengaku sadar ketika ia merasa ada gesekan di bukit
kembarnya dilakukan oleh Fa.
Pada Senin 5 November 2012 RS
mendatangi Mapolres Sikka melaporkan aksi Fa di ruangan operasi. Laporan
RS disikapi polisi dengan memeriksa perawat yang bertugas saat operasi
dan dokter yang melakukan operasi.
Kiki Supardi
Menteri Dalam Negeri Gamawan FauziPontianak
– Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi cukup bijak dengan pesan dan kesan
saat melantik gubernur dan wakil gubernur terpilih. Mantan Gubernur
Sumbar itu wanti-wanti mengingatkan tim sukses.
Kata Gamawan, para partai politik pengusung sudah meraih keberhasilan
mendudukkan Cornelis dan Christiandy di puncak pimpinan Provinsi
Kalbar. Artinya, parpol pengusung sudah sukses mengantarkan calonnya
yang akhirnya dipercaya oleh masyarakat. Parpol pengusung dan seluruh
timsesnya diharapkan cukup memberikan dukungan sampai pelantikan saja
bagi suksesnya visi dan misi gubernur terpilih.
“Karena itu cukuplah sampai di sini. Timses sudah sukses mengantarkan
keduanya menjadi gubernur dan wakil gubernur. Berikan kesempatan
gubernur dan wakil gubernur menjadi milik seluruh masyarakat Kalbar,”
kata Gamawan disambut tepuk tangan para undangan.
Mendagri yang lumayan kental dengan pengalaman timses sejak bupati,
gubernur yang akhirnya mengantarkannya ke kursi kabinet itu
mengungkapkan kisah tak sedap timses di beberapa daerah. “Timses tidak
berhenti sampai kandidatnya menjadi gubernur. Bahkan, timses itu bisa
sampai lima tahun lamanya. Akibatnya, gubernur kerepotan mengurus
mereka,” ungkap Gamawan diaplus oleh hadirin.
Ia pun mengingatkan bahwa Cornelis-Christiandy sudah milik rakyat
Kalbar. Baik yang memilih ataupun tidak memilih. Itulah makna demokrasi
sesungguhnya.
“Terpilihnya Cornelis-Christiandy Sanjaya sebagai Gubernur dan Wakil
Gubernur Kalbar dengan perolehan suara lebih dari 52 persen. Hal ini
menunjukkan betapa besarnya dukungan masyarakat kepada beliau. Hal itu
juga sejalan dengan betapa besarnya harapan rakyat yang besar kepada
beliau berdua,” tegasnya.
Lanjutnya, dengan sudah dilantiknya gubernur dan wakil gubernur,
keduanya sudah menjadi milik masyarakat Kalbar. “Orang ‘Jerman’
mengatakan ‘biduk berlalu kiambang bertaut’. Mari kita bersatu membangun
Kalbar,” ajaknya menyitir pepatah yang terkenal itu.
Gamawan juga mengucapkan semboyan yang sering diungkapkan oleh
Cornelis, seraya meminta koreksi jika cara pengucapannya salah. Adil
katalino bacuramiun kak saruga, basengat ka jubata. “Sesama manusia kita
wajib adil dan toleran. Dalam menjalani kehidupan harus bercermin pada
nilai-nilai surgawi. Karena dasar kehidupan yang kita miliki berasal
dari Tuhan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ungkapan tersebut dapat menjadi inspirasi di dalam
menjalankan roda pemerintahan. Di mana melalui pengembangan nilai-nilai
tersebut maka nilai kemajemukan, kearifan lokal, toleransi, dan
kegotongroyongan bisa terbangun. Dengan menyatukan inovasi, kreativitas,
dan dinamis. Itu semua bisa menjadi potensi provinsi Kalbar lebih
makmur.
Pesan untuk pewarta, suarakan pembangunan perbatasan
Mendagri Gamawan dalam sambutannya juga menyoroti soal perbatasan di
Kalbar. Perbatasan merupakan garda terdepan NKRI. Hanya saja,
kenyataannya, perbatasan masih dianggap sebelah mata oleh pemerintah
pusat.
“Sudah saatnya kita ubah mindset pembangunan perbatasan. Karena itu
saya minta wartawan untuk membantu menyuarakan perbatasan. Agar
pembangunan perbatasan ini bisa lebih cepat,” kata Gamawan, Senin
(14/1).
Menurutnya, tahun ini pemerintah pusat menganggarkan Rp4 triliun
lebih untuk perbatasan. Karena itu pemerintah kabupaten yang punya
perbatasan harus bersinergi dengan pemerintah provinsi.
“Harus sinergi program daerah perbatasan dengan provinsi dan program
kementerian. Tentunya tetap di bawah koordinasi Badan Nasional Pengelola
Perbatasan (BNPP). Sudah saatnya kita meningkatkan infrastruktur dan
sarana penunjang lainnya di perbatasan,” ajak Gamawan.
Mendagri juga menyindir bupati yang tidak hadir jika dipanggil
gubernur. “Tapi, dari sambutan yang hadir di kursi undangan
bupati-bupati, sepertinya hadir semua ya kalau dipanggil gubernur,”
selorohnya.
Kembali ke masalah perbatasan. Dia meminta pemusatan pembangunan di
perbatasan. Gamawan berjanji, jika pemerintah daerah gigih
memperjuangkan perbatasan, dirinya akan lebih gigih lagi
memperjuangkannya di tingkat pusat. Tentu saja, aplaus sontak membahana
di gedung itu.
PKR kembali disuarakan
Terpisah Anggota DPR RI Dapil Kalbar Sukiman mengamati dari beberapa
pesan yang disampaikan oleh Mendagri. Dia menganalisis, ada beberapa
poin yang perlu dicatat. Pertama, menyangkut IPM dan ini merupakan tugas
bersama.
“Kalbar memang diakui luas wilayahnya luar biasa dan rentang kendali
yang sangat jauh. Jawabannya hanya satu, karena ini daerah perbatasan,
maka tidak ada pilihan lain kecuali memberikan dukungan terhadap
pemekaran Provinsi Kapuas Raya (PKR). Apa saja bentuknya dalam rangka
mempercepat pembangunan dan memperpendek rentang kendali yang ada,” kata
Sukiman.
Legislator dari PAN ini berkeyakinan jika Provinsi Kalbar dimekarkan,
14 kabupaten kota ini akan lebih baik. Hal ini—mengulang berbagai
pendapat tentang Daerah Otonomi Baru (DOB) lainnya—, dalam rangka
mempercepat pembagian kue pembangunan. Dengan demikian, APBN dan APBD
lebih besar dalam rangka pembangunan.
“Kita juga mendengar Kalbar punya potensi besar terutama berkenaan
dengan areal pertanian. Dalam rangka membuka lapangan kerja bagi
masyarakat kita, insya Allah, saya yakin gubernur dan wakil gubernur
akan memberikan sebuah energi yang luar biasa dalam rangka membangun
Kalbar,” ujarnya.
Ia menambahkan, soal peningkatan IPM merupakan tanggung jawab
bersama. “Pendidikan kita harapkan tidak ada lagi adik-adik kita yang
buta huruf. Dari sektor kesehatan tidak ada satu warga pun yang tidak
terlayani. Begitu juga infrastruktur, dengan adanya sinergi antara
bupati, gubernur, DPRD, dan DPR RI diharapkan akan bisa diatasi,”
paparnya.
Sukiman menegaskan, Kalbar harus bangkit. “Kita tidak mau Kalbar
tetap dalam 10 provinsi tertinggal. Karena alasan perbatasan. Semoga
dengan bersinergi semuanya bisa terjawab,” demikian Sukiman.
Kiki Supardi
Mendagri
Gamawan Fauzi melantik dan mengambil sumpah jabatan Gubernur Cornelis
dan Wagub Christiandy Sanjaya, Senin (14/1), di Gedung DPRD Kalbar
Pontianak
– Pelantikan gubernur dan wakil gubernur periode 2013-2018 di Gedung
DPRD Provinsi Kalbar berjalan lancar, paling terasa semarak dan meriah
sepanjang berdirinya Pemprov Kalimantan Barat.
Meskipun jadwal sempat molor hingga satu setengah jam yang
direncanakan mulai pukul 11.30, bergeser ke 12.30. Prosesi pelantikan
sendiri hanya memakan waktu 10 menit. Namun prosesi arakan Drs Cornelis
MH dan Drs Christiandy Sanjaya SE MM dari kediaman resmi Gubernur
Cornelis di Jalan A Yani penuh dengan pernak-pernik serta arakan mobil
hias.
Sumpah janji jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar diambil
melalui rapat paripurna dewan. Rapat istimewa dipimpin Ketua DPRD Kalbar
Minsen SH. Pelantikan dilaksanakan dan pengambilan sumpah jabatan
dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi atas nama
Presiden RI Dr Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (14/1).
Mendagri Gamawan mengawali sambutannya dengan menilai kehadiran Ketua
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebagai sesuatu yang istimewa dalam
pelantikan masa bakti kedua Gubernur Cornelis dan Wagub Christiandy.
Termasuk menyapa DR Oesman Sapta Odang sebagai tokoh Kalbar di kancah
politik dan dunia usaha nasional yang menemuinya untuk pemekaran Kalbar.
Setelah itu, Gamawan menyindir Cornelis lewat Indeks Pembangunan
manusia (IPM) Kalbar yang masih tetap di peringkat ke-28 dari 33
provinsi se-Indonesia. Mendagri mengingatkan Cornelis dan Christiandy
Sanjaya agar pada periode kedua ini untuk berjuang keras menaikkan
peringkat IPM.
“Secara peringkat, Kalbar sudah mengalami kenaikan yang luar biasa.
Pada tahun 2009, Kalbar hanya menempati peringkat 18 dengan nilai 2.524.
Pada tahun 2010, melonjak ke peringkat 7 dengan nilai 2.394,” kata
Gamawan, disambut gemuruh tepuk tangan audiens.
Namun, di balik itu (audiens kembali terdiam), IPM Provinsi Kalbar
masih di bawah rata-rata nasional. IPM Kalbar 69,53, sementara IPM
nasional 72,64. Dari segi peringkat IPM, provinsi ini terduduk di
peringkat ke-28 dari 33 provinsi.
Karena itu Mendagri berpesan kepada pasangan terpilih agar memajukan
pendidikan untuk semua lapisan masyarakat. Peningkatan kesehatan
masyarakat tidak hanya di perkotaan tetapi mesti sampai ke perbatasan.
Selain itu menggairahkan sektor ekonomi terutama investasi adalah sebuah
keharusan.
“Bila perlu investor dijemput diajak makan. Jangan dipersulit
izinnya, supaya ekonomi bergairah. Kalau bisa dipermudah, kenapa harus
dipersulit,” ujar mantan Gubernur Sumatra Barat ini.
Menurutnya, Kalbar merupakan daerah yang memiliki potensi luar biasa
dengan luas wilayah 1,5 kali Pulau Jawa. Ia yakin, kalau dikelola dengan
baik akan menjadi sumber meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
“Dengan berbagai potensi alam, tambang, perkebunan, pertanian, laut
yang luas, dan berbagai potensi lainnya. Kalau ini dikelola dengan baik
merupakan sumber meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Gamawan menambahkan, Pulau Jawa yang jauh lebih kecil dihuni oleh 58
persen dari total penduduk Indonesia. Sementara Kalbar yang lebih luas
hanya dihuni oleh 4 juta lebih.
“Inilah pekerjaan rumah yang harus dijawab bersama oleh Gubernur dan
Wakil Gubernur Kalbar. Dengan saling asuh, saling asih, dan kerja sama
yang baik antara gubernur dengan DPRD, dan gubernur dengan para bupati.
Mari kita lupakan politik dan memikirkan bagaimana menyukseskan
pembangunan di Kalbar,” ajaknya.
Mendagri yakin dengan perolehan suara hingga 52 persen lebih di
Pilgub Kalbar, merupakan bentuk legitimasi Cornelis-Christiandy. Namun
di balik tingginya kepercayaan masyarakat, ada harapan dan tuntutan agar
hasil pembangunan lebih baik lagi.
Kemenangan masyarakat Kalbar
Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH ditemui usai pelantikan mengatakan
kemenangannya adalah kemenangan masyarakat Kalbar. “Pertama saya
berterima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat yang sudah memberikan
amanah kepada saya. Saya akan laksanakan sebaik-baiknya. Mari kita
bersatu membangun Kalbar,” kata Cornelis.
Terkait pesan dari Mendagri terkait IPM Kalbar, Cornelis tidak banyak
berkomentar. “Nanti kita kerja bersama-sama tingkatkan IPM,” ujarnya
sembari memasuki mobil dan meninggalkan gedung DPRD.
Sementara Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya MM juga
mengatakan peningkatan IPM harus menjadi prioritas. “IPM akan kita
bangun bersama-sama. Soal IPM tidak bisa hanya provinsi saja, karena
ukurannya dari kabupaten/kota. Kita harus bersama-sama,” tegasnya.
Sejumlah wakil rakyat kecewa dengan protokoler
Dari empat orang unsur pimpinan, satu di antaranya yakni Ahmadi Usman
dari PPP tidak hadir. Tiga yang hadir yakni Ketua DPRD Minsen (PDI
Perjuangan), Nicodemus R Toun (Demokrat), dan Prabasa Anantatur
(Golkar). Tidak semua anggota DPRD Provinsi Kalbar hadir dalam rapat
paripurna istimewa tersebut. Terlihat banyak kursi anggota dewan yang
kosong. Secara keseluruhan dari 55 anggota DPRD Provinsi Kalbar,
berdasarkan perhitungan kasatmata, 20 di antaranya tidak menghadiri
pelantikan.
Syarif Izhar Assyuri dari PAN mengakui anggota dewan dari tiga partai
yakni PAN, PPP, dan PKS memilih tidak hadir saat pelantikan. Alasannya,
ada protokoler acara rapat paripurna yang tidak sesuai dengan tata
tertib.
Hadir dalam pelantikan, selain dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan
Daerah, juga sejumlah anggota DPR RI daerah pemilihan Kalbar, DPD wakil
Kalbar, pengusaha nasional Oesman Sapta Odang. Sementara di luar gedung,
ribuan warga memadati sekitar lokasi untuk menyaksikan pelantikan dari
layar lebar yang disediakan sekretariat DPRD. (kie)
Singkawang
– Masyarakat Kota Singkawang dihebohkan beredarnya video adegan mesum
yang diperankan wanita belasan tahun dengan lelaki yang tampaknya lebih
tua darinya. Video berdurasi 1 menit 59 detik itu direkam di Taman
Gayung Bersambut (GB) Singkawang.
“Kalau melihat bentuk cabang pohon besar dan kelapanya yang menjadi
latar belakang video itu memang lokasinya di GB, tepatnya di dekat pagar
yang berbatasan dengan sekolah,” kata Naz, salah seorang warga yang
mendapat kiriman video tersebut, Senin (14/1).
Kepastian lokasinya di GB itu dengan jelas terlihat dari bentuk
cabang pohon dalam video tersebut. Kemungkinan video itu baru saja
direkam secara tersembunyi dari lubang pagar yang menjadi pembatas
antara GB dengan sekolah.
Ketika wartawan koran ini mendatangi lokasi dimaksud, pelepah kelapa
yang kering masih tampak menjuntai ke tanah seperti di dalam video
adegan layaknya suami istri yang dilakukan secara berdiri itu.
Kendati disinyalir waktu perekaman belum lama ini, video mesum
direkam dengan kamera handphone dengan resolusi kecil itu begitu cepat
menyebar dari handphone ke handphone.
Peredaran video itu begitu menghebohkan, karena Taman GB itu
lokasinya berseberangan dengan Kantor Walikota Singkawang di Jalan
Firdaus dan tidak jauh dari Kantor Satpol PP dan Masjid Agung. Apalagi
beberapa warga memang mengetahui kalau taman itu sering dijadikan tempat
mesum.
Video mesum itu diambil seseorang yang mengenakan celana hijau
sebetis dengan les hitam tanpa mengenakan alas kaki. Kaki perekam itu
kelihatan dalam video ketika pelaku selesai melampiaskan nafsu bejatnya.
Si perekam merekam melalui lubang yang terdapat di pagar, ukurannya
tidak terlalu besar, sehingga wajah kedua pelaku tidak terlihat dengan
jelas dalam video tersebut.
Dalam video itu tampak perempuan mengenakan baju jeans biru lengan
panjang, berkaus dalam warna putih. Mengenakan celana panjang jeans
warna biru dengan warna putih di bagian paha ke bawah.
Celana perempuan itu dibuka sampai ke paha, sehingga ketika melakukan
adegan intim dengan berdiri itu, (maaf) celana dalam si wanita
kelihatan berwarna kuning kentang dari sisi kanannya.
Sedangkan laki-lakinya yang juga berdiri, mengenakan baju kaus lengan
pendek warna biru tua, dengan celana warna abu-abu yang masih terpasang
utuh. Sehingga kalau dilihat dari belakang, seperti tidak melakukan
hubungan suami istri.
Setelah puas melampiaskan berahinya, si laki-laki juga membantu si
wanita menaikkan celana. Belum saja terkancing, si laki-laki langsung
pergi, sementara si wanita langsung mengambil handphone-nya di tanah dan
berdiri sejenak seperti sedang membaca pesan.
Selang beberapa saat barulah dia pergi ke arah sekolah. Tetapi
berdasarkan rekaman tersebut, si laki-laki sepertinya pergi dengan
melompat pagar, sementara wanitanya (mesti tidak kelihatan jelas) tampak
pergi berlawanan arah. (dik)
Ngabang
– Akhirnya SR menerima Hd, 21, menjadi istri keduanya. Inilah hasil
kesepakatan antara wakil rakyat Kabupaten Landak dengan gadis yang
dihamilinya, Minggu (13/1) malam. SR akan menikahi Hd melalui perkawinan
adat.
Ini baru sebatas kesepakatan. Meskipun belum diketahui secara pasti
apakah istri SR mau dimadu atau merelakan suaminya nikah lagi bersama
perempuan lain.
“Apabila SR belum memenuhi tuntutan dari kami (keluarga Hd), maka
masalah ini akan dibawa ke ranah hukum. Tetapi apabila SR mau
bertanggung jawab menikah Hd, maka masalahnya ini dianggap selesai.
Tentunya dengan catatan, istri SR tidak mencelakai Hd,” tegas Sabianus
Unik, paman Hd ketika ditemui Rakyat Kalbar, Senin (14/1).
Tokoh muda Ngabang Henok Lafu SH menyayangkan tabiat SR, selaku
anggota DPRD yang terlibat kasus asusila. Sebagai wakil rakyat dirinya
harus memberikan contoh yang baik. Karena kepercayaan rakyat ada di
pundaknya. Tetapi kalau ternyata sudah dipilih, kemudian kepercayaan itu
disia-siakan, tentu menjadi pertimbangan bagi masyarakat untuk
memilihnya kembali.
“Kami masyarakat Landak tentu kecewa, karena selama ini lembaga DPRD
sangat dihargai masyarakat. Walaupun kasus ini bukan korupsi, yang
pastinya sebagai warga Ngabang, kami kecewa. Mudah-mudahan ke depan
kejadian ini tidak terulang kembali di DPRD Landak,” tegas Henok.
Terungkapnya hubungan gelap wakil rakyat ini, gadis yang dihamilinya
mengancam melapor ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Landak.
Upaya penyelesaian kasus yang dialami Hd dilakukan melalui adat yang
dilakukan Pasirah dan Temangung adat Desa Pahauman. Namun upaya adat
tersebut hanya untuk menyelesaikan tanggung jawab SR di mata masyarakat
adat. Sementara sanksi dari lembaga DPRD merupakan kewenangan lembaga
itu sendiri.
Sabianus memperkirakan hubungan terlarang yang dilakukan SR dan gadis
yang tinggal di Pal 20 Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang sudah
berlangsung lama. Namun baru diketahui akhir Desember 2012. Diketahui
sudah melahirkan sekitar empat bulan lalu. Setelah ditelusuri diketahui
kehamilan Hd akibat hubungan gelap dengan SR.
JAKARTA - Berdasarkan
hasil pemeriksaan saksi-saksi kasus pemerkosaan RI, siswi SD yang
mengakibatkan meninggal dunia. Dari dua saksi yang diperiksa kepolian,
satu diantaranya masih berstatus saudara kandung.
RI, siswi SD
tewas di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan. Dugaan pelaku
pemerkosaan itu menyusul temuan kerusakan otentitik dan khas di vagina
RI di titik 11 sampai 5 arah jarum jam.
Kerusakan di vagina RI diduga akibat sebuah benda tumpul yang tertanam di alat kelamin pelaku. Kerusakan
di vagina menimbulkan infeksi, yang kemudian berbuntut mendatangkan
virus. Lantaran tak ditangani medis secara akurat, virus ini lalu
menyasar otak RI. Walhasil, RI pun kejang-kejang dan kemudian koma.
Tidak lama berselang, RI meninggal dunia di RSUP Persahabatan pada
Minggu (6/1/2013).
Hingga kini polisi masih menutup rapat-rapat
dua saksi yang tengah didalami aparat Polrestro Jakarta Timur. Yang
merupakan kakak kandung korban, tidak pulang lima hari ke rumah lantaran
menginap di Polrestro Jakarta Timur.
Namun demikian, RO tidak
serta merta dijadikan tersangka. Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur,
Ajun Komisaris Besar Muhamad Saleh mengatakan, pihaknya masih mendalami
keterangan dua saksi. Saleh pun enggan berkomentar ketika ditanya bahwa
kedua saksi yang tengah diperdalam itu adalah RO.
"Saya tidak bilang begitu ya. Pokoknya, dari 19 saksi, ada dua saksi yang diperdalam keterangannya," kata Saleh.
Saleh
mengemukakan, pihaknya kini masih menunggu hasil lain, yaitu tes DNA
yang sudah dijalankan oleh Puslabfor. Selain itu, pihaknya juga masih
menunggu hasil finas visum di RS Cipto Mangunkusumo.
Sebelumnya,
dokter forensik RSCM masih melakukan uji laboratorium, karena ditemukan
banyak virus di tubuh RS. Makanya, polisi baru diberikan hasil visum
sementara untuk membantu penyelidikan. Wahyu/warta kota
Sebanyak
12 orang mengikuti seleksi calon hakim agung hari pertama, Kamis
(10/1), di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dengan
agenda pembuatan makalah. Komisi III mulai menyeleksi 24 calon hakim
agung untuk dipilih delapan orang.
JAKARTA
- Calon hakim agung Muhammad Daming Sanusi terancam didiskualifikasi.
Hal itu dipicu soal candaan pemerkosaan saat menjalani fit and proper
test seleksi hakim agung di Komisi III DPR pada Senin (14/1/2013).
Sontak,
candaan itu menuai protes di kalangan DPR. Daming dinilai tidak
sensitif lantaran mengatakan korban dan pelaku pemerkosaan saling
menikmati. Namun, saat Daming melontarkan candaannya itu, anggota Dewan
justru tertawa.
Apa
alasan para wakil rakyat itu tertawa, dan bukannya menegur Daming?
Anggota Komisi III dari Fraksi PKS Buchory Yusuf berkilah bahwa tertawan
hanyalah bentuk spontanitas dari para anggota Dewan. "Dia ingin melucu,
candaannya efektif, tapi dilihat dari konten candaan itu tidak tepat
karena diucapkan seorang pejabat negara," imbuh Buchory.
Saat
ditanyakan anggapan bahwa sikap Dewan justru terkesan meremehkan kasus
pemerkosaan, Buchory membantahnya. Ia meminta agar masyarakat memahami
situasi dan kondisi rapat saat itu. "Lihat suasana batin teman-teman di
komisi III. Tertawa tidak berarti setuju," kilahnya.
Ia
melanjutkan, respon tertawa itu bukanlah menggambarkan sikap secara
utuh seorang anggota DPR. Ia lagi-lagi berdalih bahwa ketika itu anggota
Komisi III tidak dalam kondisi sadar.
Seperti
diberitakan, Daming membuat pernyataan kontroversial dalam fit and
proper test hakim agung di Komisi III DPR pada Senin (14/1/2013) ini.
Daming melontarkan jawaban "nyeleneh" saat ditanyakan hukuman mati bagi
pelaku pemerkosaan.
"Bagaimana
menurut anda, apabila kasus perkosaan ini dibuat menjadi hukuman mati?"
tanya Anggota Komisi III dari Fraksi PAN, Andi Azhar ketika itu kepada
Daming.
Daming
pun langsung menjawab, "Yang diperkosa dengan yang perkosa ini
sama-sama menikmati. Jadi harus pikir-pikir terhadap hukuman mati."
PEKANBARU-
Tiga oknum penegak hukum ini tak patut dicontoh. Ketiganya terjaring
Razia yang digelar Ditpropam Polresta Pekanbaru, Jumat(30/11/2012)
sekitar pukul 16.30 Wib di Hotel Rainbow di jalan Khadijah Ali
Kecamatan Senapelan yang sering dijadikan lokasi mesum.
Ketiganya
terjaring bersama sembilan pasangan mesum lainnya. Perbuatan aparat
hukum ini tak hanya mencoreng nama institusi melainkan sudah memberikan
contoh buruk pada masyarakat.
Puluhan anggota Provost
diturunkan, Razia digelar disebuah hotel Rainbow di jalan Khadijah Ali
yang diketahui sering dijadikan tempat menginap oleh oknum Polisi yang
bandel.
Selanjutnya,Dalam razia yang berlangsung hingga pukul
18.00 tersebut anggota berhasil mengamankan Dua oknum Polisi yaitu RR
dan WR,sementara Satu orang oknum dari Kajati IS yang sedang berduaan dengan wanita yang bukan istrinya. Razia tersebut juga menjaring pasangan muda-mudi yang tidak dapat menunjukan surat nikah dan KTP.
Kapolresta
Pekanbaru melalui Kasat Binmas Kompol Azwir Antoni didampingi Kasi
Propam AKP Novaldi menjelaskan sembilan pasangan mesum yang tidak dapat
menunjukan surat nikah berhasil diamankan.
"Dua oknum Polisi RR
dan WR dan satu orang oknum jaksa IS yang bertugas di bagian perdata dan
tata usaha negara(Datun)Kajati Riau diamankan,"jelasnya.
Dilanjutkanya,untuk
dua oknum Polisi periksa di Propam Polresta Pekanbaru sedangkan Oknum
Jaksa dan warga sipil kita serahkan ke Reskrim Polresta Pekanbaru.untuk
ditindak lanjuti.
BANGKA - Lawan main TH, pemeran pria dalam video berjudul versi Koba, EK, ternyata masih siswi SMP.
TH
mengaku pembuatan video mesum itu, hanya iseng. Video yang dibuatnya 3
bulan lalu di pinggir Kolong Desa Nibung sekitar pukul 16.00 WIB.
Diakuinya tidak ada niat mau menyebarkan video tersebut. Tetapi lebih
kepada konsumsi pribadi.
"Kami melakukannya
atas dasar suka sama suka. Dia sudah pernah saya ajak nikah tetapi belum
mau karena masih mau sekolah," ujar ayah tiga anak ini.
Diakui
TH, dirinya sudah sering melakukan hubungan badan layak suami istri.
Sejak dirinya berpacaran dengan EK selama satu tahun belakangan ini.
Perbuatan yang seharusnya belum layak dilakukan ini, selalu dilakukan di
tempat terbuka yakni di Pantai Tanjung Langka dan di Tepi Kolong eks
Tambang Desa Nibung.
"Sudah sering. Kami tidak
pernah melakukannya di rumah. Kalau tidak di pantai Tanjung Langka, kami
melakukan di tepi kolong eks Desa Nibung," ungkap Th seraya menyesal
kenapa rekaman video yang dibuatnya beredar ke publik.
Hal
yang sama diakui, oleh Ek yang mengakui perbuatan yang mereka lakukan
atas dasar suka sama suka. "Kami memang lakukannya atas dasar cinta,"
ungkap bunga polos di hadapan penyidik.