Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Senin, 21 Januari 2013

Sanggau Tetapkan 32 Desa Fokus


Jalan-Rusak-3.jpg

Dua orang pengendara kendaraan roda dua melintas dari jalan tanah menuju Desa Mungguk, Kabupaten Sintang, Jumat (05/08/2011). Kondisi jalan tersebut rusak parah dan nyaris tidak dapat dilalui terutama pada musim penghujan.


SANGGAU - Kepala BPM-Pemdes Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat, W Welly mengungkapkan pada 2013 ini Pemkab kembali melanjutkan program desa fokus sebagai satu diantara program andalan.

Sebanyak 32 desa ditetapkan ke dalam program ini.

"Jumlah ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2010 ada 18 desa, 2011 sebanyak 25, dan 2012 lalu sebanyak 29 desa," ujar Welly, Senin (21/1/2013).

Menurutnya, program ini akan berlangsung hingga 2014. Ini sejalan dengan masa pemerintahan yang sedang berlangsung.

Pada 2014 mendatang dikatakannya, kembali ditetapkan 29 desa. Sehingga, total desa yang ditargetkan sebanyak 132 desa.

"Kriteria desa yang masuk dalam program ini tentu desa yang terpencil dan tertinggal. Kalau desa yang dianggap agak maju tidak dimasukan," ungkapnya

Jokowi: Boleh Ibukota Pindah, Asalkan...


Bundaran-HI-Jakarta-Kebanjiran.jpg

Pengendara berusaha menerobos banjir yang menggenangi Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Kamis (17/1/2013). Banjir menggenangi jalan utama Jakarta dari Jalan Sudirman sampai depan Istana Negara RI.


JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo akhirnya angkat bicara soal wacana pemindahan Ibukota dari Jakarta ke daerah lain di Indonesia, seperti yang diwacanakan oleh sejumlah politisi dan pengamat.

"Kalau memang sudah mentok dan kesulitan untuk mengatasi banjir Jakarta, saya sangat setuju ibukota untuk dipindah," ujar Joko Widodo di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (21/1/2013).

Namun, pria yang akrab disapa Jokowi ini tetap ingin mempertahankan Ibukota berada di Jakarta. Karena itu ia memiliki program, yang apabila tidak bisa mengatasi banjir, maka dimungkinkan Ibukota dipindahkan.

Program yang dimaksud Jokowi tersebut ada enam hal, yakni dipercepatnya normalisasi Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, Kali Angke dan Kali Sunter.

Kemudian, program lainnya membuat sodetan dari Otista menuju ke Kanal Banjir Timur. Lalu pembuatan waduk besar di Ciawi dan Cimanggis dan pompa-pompa penyedot air yang diletakkan di utara untuk membuang genangan air ke laut.

Program lainnya yaitu pembuatan sumur resapan yang banyak baik di hulu maupun di hilir, dan mega proyek Deep Tunnel atau terowongan multifungsi.

"Semuanya itu sudah dalam perencanaan. Kalau kajiannya positif dan menjadi langkah terobosan, bisa segera dimulai," tutur Jokowi.

Pindahkan Pusat Pemerintahan


Peta-Indonesia.jpg
NET
Peta Indonesia

Wacana memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke provinsi lain kembali mencuat, menyusul banjir yang merendam dan melumpuhkan Jakarta empat hari terakhir. Alasannya, Jakarta dinilai tak mampu lagi menanggung beban sebagai ibukota pemerintahan, politik, bisnis dan pariwisata sekaligus.

Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara terbuka dan bersedia berdiskusi atas wacana perpindahan Ibu Kota negara.

Menurut Presiden, seperti disampaikan staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Velix Wanggai, Jakarta tidak bisa lagi menampung interaksi manusia dan lingkungannya.

Karena itu, Presiden SBY mengajukan tiga skenario yang perlu didiskusikan oleh publik. Skenario pertama adalah mempertahankan Jakarta sebagai ibu kota, pusat pemerintahan, sekaligus kota ekonomi dan perdagangan. Kedua, membangun ibu kota yang benar-benar baru.

Ketiga, ibu kota tetap di Jakarta, namun memindahkan pusat pemerintahan ke lokasi lain.
Bisa jadi pemindahan ibu kota negara atau hanya memindahkan pusat pemerintahan adalah bagian dari solusi, namun membicarakannya untuk saat ini tidak tepat.

Sebab, yang terpenting saat ini adalah semua pihak, baik pemerintah daerah dan pusat bersama masyarakat bahu-membahu mengatasi bencana banjir dan membantu para korban yang saat ini masih berada di tempat-tempat pengungsian.

Meski demikian, ke depan tidak ada salahnya tiga opsi yang ditawarkan Presiden SBY didiskusikan bersama. Tentu perlu sebuah diskusi yang panjang melibatkan seluruh elemen bangsa ini.

Dari ketiga opsi tersebut, tampaknya ide memindahkan pusat pemerintahan yang paling memungkinkan. Jakarta bisa dijadikan sebagai kota pusat bisnis, sementara kota lain menjadi pusat pemerintahan.

Sebenarnya, ibu kota negara dipindah itu sudah dilakukan sejumlah negara di dunia ini. Bahkan Australia, Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Malaysia pun pernah melakukannya. Malaysia memindahkan pusat pemerintahan dari Kuala Lumpur ke Kota Putrajaya.

Australia memindahkan dari Sidney ke Canbera, Amerika Serikat memindahkan dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Jerman yang sebelumnya di Kota Bonn ke Berlin.

Putrajaya, kota seluas 46 kilometer persegi yang berjarak sekitar 25 kilometer dari Kuala Lumpur awalnya adalah areal perkebunan sawit disulap menjadi pusat pemerintahan Malaysia menggantikan Kuala Lumpur sebagai ibukota pemerintahan Malaysia, setelah kota yang disebut terakhir ini tidak mampu lagi menanggung beban sebagai ibukota yang ideal.

Dibangun sejak 1994 dan menghabiskan biaya sekitar Rp85 triliun, Putrajaya resmi dijadikan sebagai pusat pemerintahan Malaysia pada 1999. Semua aktivitas kantor pemerintahan, termasuk Kantor Perdana Menteri, kini telah dipindahkan ke kota tersebut.

Nama Putrajaya layak dimunculkan sebagai contoh sukses pemindahan pusat pemerintahan, setelah opsi lain yaitu pemindahan ibukota Jakarta ke tempat lain dianggap lebih berisiko dan mahal secara ekonomi. Ide pemindahan pusat pemerintahan, tanpa memindahkan Jakarta sebagai ibukota, dianggap sebagai salah-satu jalan yang paling realistis dan murah.

Berkaca dari Malaysia, wacana memindahkan pusat pemerintahan yang tidak jauh dari Jakarta, merupakan yang paling rasional. Dengan alasan pertimbangan kesiapan infrastruktur serta kemampuan daerah itu menjadi kota mandiri, kawasan di sekitar Depok, Tangerang, Bekasi, dan Karawaci, dan Jonggol di Kabupaten Bogor bisa sebagai alternatif.

Tentu saja ada syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk membangun kota baru sebagai pusat pemerintahan. Selain kesiapan infrastruktur, masalah sosial yang mengiringi perpindahan para pegawai negeri ke pusat pemerintahan yang baru, harus pula disiapkan sarana dan prasarananya.

Mulai dari apartemen hingga perumahan perlu dibangun di lokasi baru untuk menampung para pegawai negeri.

Pertanyaannya, mampukah Indonesia membangun pusat pemerintahan yang baru, sebagai pengganti Jakarta, setidaknya seperti yang sudah dipraktekkan di Malaysia? Realitasnya selama ini Indonesia tampaknya baru sampai pada tahap menimbang-nimbang saja: pindah atau tidak, dan itu hanya ramai takkala Jakarta dihantam banjir dahsyat seperti terjadi sekarang. (*)

19 Saksi Pembunuhan Diperiksa


Baliho-korban-perkosaan.jpg

KORBAN PERKOSAAN - Baliho korban perkosaan dan pembunuhan dipajang keluarga korban untuk menggugah pihak kepolisian agar cepat menangani kasus yang menimpa keluarga mereka tersebut, Jumat (18/1/2013)


MEMPAWAH – Dalam upaya mengungkap kasus kematian Harnofia Fitryani, Kapolres Pontianak AKBP Sigit Dedy Purwadisudah telah menetapkan 19 saksi yang bertambah dari jumlah sebelumnya. Namun sampai saat ini, untuk mengarah pada pengungkapan siapa pelakunya belum ada.

Dalam pengungkapakan itu prosesnya dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan sesuai aturan. Bahkan jumlah saksi yang terus bertambah belum bisa mengarah ke siapa pelaku sebenarnya.

“Kami tidak akan melakukan penyelidikan menggunakan hal yang tidak otentik. Seperti cara-cara magic sendiri tidak akan kita gunakan karena memang untuk mengungkap kasus ini perlu adanya proses yang benar,” paparnya. Minggu (20/1)

Kapolres berjanji tetap akan berusaha  untuk mengungkap kasus itu hingga terungkap. Makanya kepada semua pihak, memohon agar bisa bekerjasama dalam untuk mendukung upaya pengungkapan yang dilakukan oleh jajarannya. Pihaknya yakin dalam waktu dekat akan dapat melakukan pengungkapan.

“Kita tetap berusaha dan yakin pelaku bisa kita tangkap. Sebab upaya yang kita lakukan tanpa henti hingga saat ini,” tukas Sigit.

Sabtu, 19 Januari 2013

Matjedi: Irma Sering Diperlakukan Kasar


Foto-Irma.jpg

TUNJUKAN FOTO - Ayah Irma menunjukan foto anaknya ketika masih hidup, Selasa (1/1/2013)


KETAPANG - Orang tua Mayanti alias Irma, korban pembunuhan yang diduga oleh mantan suami sendiri di Ketapang Kalimantan Barat Matjedi menuturkan, anaknya tersebut sudah mengarungi bahtera rumah tangga sejak Sembilan bulan lalu.

Pria tersebut dari Sungai Galih, Sukadana Kabupaten Kayong Utara yang bernama Saddam.

Namun menurutnya rumah tangga anaknya retak, hingga empat bulan terakhir Mayanti yang tinggal ditempat suaminya seusai menikah memilih pulang kembali dirumahnya. Sejak saat itu Irma putus komunikasi dengan Saddam.

"Habis menikah, Cuma seminggu jak tinggal dirumah, habis tu dia sama suaminya tinggal dirumah Saddam," tambahnya.

Saat pulang dari Sukadana, menurut Matjedi, Mayanti pernah bercerita ia acapkali bertengkar dengan suaminya tersebut. Hingga tak jarang mendapat perlakuan kasar yang kemudian membuat ia memutuskan untuk kembali ke pangkuan orang tuanya.

Sejak saat itu, Mayanti memilih untuk tidak berkomunikasi dengan suaminya. Saddam sendiri menurut Matjedi tidak pernah punya itikad baik untuk datang kerumahnya guna menjelaskan masalah rumah tangga mereka. Pasangan suami istri ini sendiri belum sempat dikaruniai anak.

Bocah Yang Tewas Itu Diperkosa Ayahnya Sendiri


PERKOSAAN.jpg
ISTIMEWA
Ilustrasi


JAKARTA - Tim gabungan Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur dan Kepolisian Daerah Metro Jaya berhasil menangkap S (55), pelaku pemerkosaan terhadap bocah RI (11).

S tidak lain adalah ayah kandung RI yang tega memerkosa RI sebanyak dua kali pada bulan Oktober 2012 silam.

"Terhadap kasus yang menimpa korban RI, setelah melalui proses penyidikan, ditetapkan tersangka dengan inisial S. Tersangka itu tidak lain adalah bapak kandung RI," ujar Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno, Jumat (19/1/2013), dalam jumpa pers Mapolda Metro Jaya.

Saat diperiksa penyidik, S akhirnya mengakui perbuatannya. Ia mengaku telah dua kali menyetubuhi korban, yakni pada tanggal 16 dan 19 Oktober 2012.

Pada periode itu, ibunda RI tengah dirawat di rumah sakit dari tanggal 14-19 Oktober 2012 karena penyakit kanker ketiak.

Pada tanggal 19 Oktober, RI disetubuhi S sebelum berangkat sekolah. Padahal, ketika itu, RI tengah kesakitan akibat perbuatan S sebelumnya. Berdasarkan keterangan ahli psikologi, pelaku tidak lagi memiliki pertimbangan moralitas.

Lantaran nafsunya memuncak, pelaku pun tega menyetubuhi buah hatinya sendiri. Korban bahkan disetubuhi dengan cara anal.

Perilaku seksual yang berbeda dari pelaku ini, kata Putut, juga diakui oleh ibunda RI. "Hasil otopsi pada tubuh korban juga terdapat luka akibat kekerasan tumpul," ucap Putut.

Malang bagi RI, bocah yang baru duduk di bangku sekolah dasar itu harus menanggung sakit tak lama setelah peristiwa kekerasan seksual diterimanya. Pada tanggal 29 Desember 2012, RI dilarikan ke RSU Persahabatan dalam keadaan kejang-kejang.

Saat dokter hendak memberikan obat, dokter menemukan adanya infeksi di kemaluan RI. Bocah ini pun akhirnya tewas pada tanggal 6 Januari 2013. Atas perbuatannya ini, S akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Ia dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. S diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 300 juta.

Lihat Baliho Ini! Komentar Anda?

Baliho-korban-perkosaan.jpg

KORBAN PERKOSAAN - Baliho korban perkosaan dan pembunuhan dipajang keluarga korban untuk menggugah pihak kepolisian agar cepat menangani kasus yang menimpa keluarga mereka tersebut, Jumat (18/1/2013)


MEMPAWAH - Demi keingingan segera terungkapkanya pelaku dalam kasus kematian siswi SMK Negeri 1 Mempawah, Harnofiah Fitria, keluarga korban, juga berusaha membantu polisi dalam pengungkapan dengan cara memasang baliho dipinggir jalan raya tak jauh dari kediaman rumah korban di Desa Sungai Bakau Besar Laut (SBBL) Kecamatan Sungai Pinyuh, Jumat (18/1/2013).

Baliho berukuran kecil tersebut sengaja dipasang pihak keluarga dengan cara ditempel di pohon palem dipinggir jalan raya. Tujuannya, untuk menggugah kepedulian masyarakat untuk berpartisipasi mengungkap kasus kematian putri bungsu dua bersaudara itu.

Pada baliho itu tampak foto almarhumah semasa hidup dan tulisan yang berisi biodata beserta himbauan kepada masyarakat. Berikut petikan kalimat yang tertulis didalam baliho kecil itu.

Harnovia Fitriani. Umur 15 tahun. Siswi SMK Mempawah. Korban perkosaan dan pembunuhan. Tempat kejadian di Desa Bakau Besar laut, saat pulang dari sekolah. Dinyatakan hilang 18 Desember 2012, ditemukan mayat 20 Desember 2012. Relakah anda jika nasib serupa menimpa pada anak anda?. Adik anda?. Kakak anda?. Saudara anda?, keluarga anda?. Bahkan ibu anda?.

Tulisan yang tertera dalam baliho tersebut membuat merinding siapapun yang melihatnya, bukan karena merasa takut. Namun karena miris karena hingga kini kasus dugaan pembunuhan dan perkosaan tersebut belum dipecahkan pihak kepolisian. Terlebih di baliho juga terpajang wajah  Harnofiah Fitria sedang tersenyum lebar.

Jika Anda melihat baliho ini, apa komentar Anda?

Jumat, 18 Januari 2013

Apa Pentingnya Orgasme bagi Perempuan


JAKARTA - Orgasme punya manfaat positif bagi perempuan. Artikel ini akan menegaskan bagaimana pentingnya orgasme tersebut.

1. Melancarkan aliran darah
Menurut dr Jennifer Berman, salah satu pendiri dari Female Sexual Medicine Center di UCLA, orgasme meningkatkan sirkulasi darah Anda, menjaga darah mengalir ke daerah genital Anda. Hal ini membuat jaringan alat vital Anda sehat.

2. Bentuk lain kardio
Meskipun tidak dapat dianggap sebagai alternatif untuk olahraga, mengalami orgasme adalah aktivitas kardiovaskular. "Jantung Anda akan bekerja aktif, meningkatkan tekanan darah, meningkatkan pernapasan," kata Berman. Mirip dengan berjalan, tubuh Anda juga melepaskan endorfin. Kedengarannya seperti cara yang cukup menyenangkan untuk sehat.

3. Mengangkat mood Anda
Merasa galau? Orgasme mungkin yang Anda butuhkan untuk merasa senang kembali. Selain endorfin, dopamin dan oksitosin juga dilepaskan selama orgasme. Ketiga hormon ini mampu meningkatkan suasana hati. Bahkan, dopamin adalah hormon yang sama yang dilepaskan ketika orang menggunakan obat-obatan seperti kokain, atau makan sesuatu yang benar-benar lezat.

4. Membantu Anda tidur nyenyak
Sebuah kesenangan akan membuat tidur Anda lebih nyenyak. Sebuah survei terbaru dari 1.800 perempuan menemukan bahwa lebih dari 30 persen dari mereka menggunakan pelepasan seksual sebagai obat penenang alami.

5. Membuat Anda pintar
Orgasme tidak hanya bekerja pada mood Anda, tetapi juga kepala Anda. Barry Komisaruk, Ph D, berpendapat bahwa orgasme sebenarnya menyehatkan otak dengan aliran oksigen yang lancar. "Gambar MRI fungsional menunjukkan bahwa otak perempuan akan memanfaatkan oksigen lebih dari biasanya selama orgasme," kata Komisaruk.

6. Pain killer natural
Orgasme menenangkan sakit dan nyeri tertentu seperti migrain dan kram menstruasi. (Jadi sekarang Anda tahu apa yang harus dilakukan saat Anda mengalami sakit kepala). Menurut Berman, kontraksi yang membentuk orgasme benar-benar dapat bekerja untuk mengevakuasi bekuan darah, memberikan perasaan lega sementara.

7. Meredakan stres
Sebagian besar dari kita hidup dengan banyak tuntutan dan kesibukan, rasanya akan sulit untuk sekadar bersantai. Namun, orgasme membuat Anda  santai. Tidak hanya hormon yang membantu tugas ini, Berman mengatakan bahwa orgasme memberikan pikiran kita istirahat. "Ketika kita stres, pikiran kita bekerja memikirkan banyak hal. Dengan seks, pikiran akan fokus pada satu hal saja."

8. Membantu kesehatan emosional Anda
Last but not least, bila Anda tahu apa yang diperlukan untuk membuat diri Anda orgasme, Anda dapat meningkatkan pemahaman terhadap diri Anda. "Ketika Anda memahami bagaimana tubuh Anda bekerja, Anda akan mampu membuat keputusan yang lebih baik," kata Logan Levkoff, Ph D, seksolog dan pengajar bersertifikat di bidang seksual. (Sumber: Huffington Post)

Anak Diculik, Nassar KDI Panik

Nassar-KDI.jpg

Nassar KDI bersama Musdalifah dan anak-anak tirinya
JAKARTA - Nassar, penyanyi dangdut yang mengawali karirnya lewat Kontes Dangdut Indonesia (KDI) itu, berharap penculik mengembalikan putrinya, Siti Nurjanah. Ia akan memenuhi permintaan penculik, asalkan anaknya dikembalikan dengan selamat.

"Maunya apa, tinggal bicara. Anak kecil itu kan enggak  punya dosa," ucapnya, Kamis, (17/1/2013), saat dihubungi wartawan.

Bukan itu saja, Nassar rupanya tidak akan melanjutkan masalah itu ke pihak kepolisian, seandainya si pencilik mau mengembalikan putrinya. Ia tidak mau berbuat macam-macam dan menawarkan menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

"Urusan sama saya saja. saya enggak akan melaporkan ke polisi. Saya enggak mau macam-macam. Kalau bisa kekeluargaan ya enggak apa-apa," ucapnya.

Suami Muzhdalifah itu, tidak peduli apa tuntutan si penculik nantinya. "Yang menculik maunya apa? Silakan bicara, silakan bicara, yang penting dipulangkan," tandasnya.

Siti Nurjanah, anak tirinya dari pernikahannya bersama Muzdhalifah diculik orang tak dikenal. Mereka panik.

"Namanya orang tua, saya panik. Sekarang sedang zikir. Saya mencoba untuk menenangkan (istri))," ucapnya, Kamis, (17/1/2013), saat dihubungi wartawan.

Saking paniknya, Nassar kemudian mengontak semua kenalannya ke sana ke mari. Tetapi, belum mendapatkan informasi mengenai keberadaan putrinya tersebut. Ia juga sudah melaporkan kepada yang berwajib.

"Saya kontak ke sana ke mari. semua saya kontak. Semua media saya minta bantuannya," ucapnya.

Penculikan itu terjadi Kamis siang. Saat itu, anaknya baru saja pulang sekolah. Nassar sendiri tidak mengetahui penculiknya. Ia tak mau berprasangka buruk kepada siapapun. Namun, ia sangat berharap anaknya segera pulang dikembalikan dengan selamat.

"Saya enggak bisa suuzon. Orang yang menculiknya maunya apa. Silakan bicara, yang penting dipulangkan," ucapnya.

Dana Hibah IPDN Kubu Raya Tunggu Penyempurnaan

Pontianak - Kucuran dana hibah sebesar Rp 7,1 miliar kepada Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kalbar dari Pemprov Kalbar belum final. Kalangan legislatif masih menunggu draft usulan dalam APBD Penyempurnaan 2011.
“Dana hibah itu belum diusulkan Pemprov, dan direncanakan masuk dalam APBD Penyempurnaan,” ungkap H Retno Pramudya SH, anggota Badan Anggaran DPRD Kalbar dihubungi Equator via selular, Selasa (10/5) malam.
Menurut dia, penandatanganan nota kesepakatan kerja sama pengelolaan IPDN antara Pemprov Kalbar dengan Kampus IPDN Jatinangor itu baru dilakukan pada 11 Mei lalu. Sementara APBD 2011 sudah ditetapkan dan disahkan menjadi peraturan daerah tentang APBD TA 2011 Provinsi Kalbar.
Badan Anggaran DPRD Kalbar saat ini disibukkan membahas hasil revisi atau evaluasi Kemendagri atas Raperda tentang APBD Provinsi Kalbar Tahun Anggaran 2011. Meski demikian, politisi daerah pemilihan Sanggau-Sekadau ini menegaskan, keberadaan Kampuas IPDN Kalbar ini harus dijadikan peluang besar bagi masyarakat untuk menjadi praja.
“Apalagi tidak semua provinsi di Indonesia memiliki Kampus IPDN. Baru ada tujuh kampus IPDN selain di Kalbar, yakni Riau, Sumatera Barat, Menado, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Makassar,” kata dia.
Selain itu, lanjut dia, Pemprov Kalbar juga harus memberikan perhatian besar terhadap keberadaan IPDN di Kalbar ini. “Pemprov harus menjaga kepercayaan yang telah diberikan pemerintah pusat, artinya kepercayaan itu harus dilaksanakan dengan baik,” harap Retno yang juga Ketua Komisi A DPRD Kalbar ini.
Kerja sama pengelolaan IPDN antara Pemerintah Provinsi Kalbar dengan Kampus IPDN Jatinangor memiliki 12 kesepakatan. Penandatanganan kesepakatan itu dilaksanakan dalam Upacara Apel Kehormatan, Jumat (11/3) lalu di Kampus IPDN Jatinangor.
Kedua belas nota kesepakatan itu yakni penyediaan dan pengolahan aset, pengelolaan anggaran, pendayagunaan tenaga pegawai negeri sipil Kalbar, penyediaan tenaga pelatih, tenaga dosen tamu, pelayanan perawatan kesehatan, jaminan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, dan jaminan pemeliharaan kebersihan lingkungan.
Selain itu juga soal pengelolaan laboratorium pendidikan, penyediaan pengelolaan prasarana dana penunjang pendidikan lainnya, pengembangan program tri dharma perguruan tinggi, serta bidang lainnya yang relevan dengan upaya pengembangan kapasitas kelembagaan dan manajemen pemerintahan.

Jadikan IPDN Kalbar Terbaik

Walikota Terima Praktik Lapangan Muda Praja IPDN

Walikota Pontianak Sutarmidji, Muda Praja IPDN
Walikota Pontianak, Sutarmidji, melakukan penandatanganan berita acara serah terima Muda Praja IPDN di Kantor Walikota
Pontianak - Muda Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dituntut mengetahui, mengenal, dan membantu berbagai aktivitas kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Pengenalan pada lokasi praktik ini sesuai program dan kegiatan pemerintahan daerah, sehingga 100 Muda Praja IPDN Kampus Kalimantan Barat (Kalbar), yang terdiri dari 73 praja pria dan 27 praja wanita dapat secara maksimal melangsungkan praktik lapangan di Pemerintahan Kota (Pemkot) Pontianak.
Praktik lapangan I yang dimulai tanggal 27 Juli hingga 9 Agustus 2011, dimulai dengan upacara penandatanganan berita acara serah terima Muda Praja IPDN di halaman Kantor Walikota Pontianak, Rabu (27/7).
Walikota Pontianak, Sutarmidji SH, MHum, berharap kegiatan praktik lapangan Muda Praja IPDN Kampus Kalbar, berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan dan maksud digelarnya praktik lapangan.
“Saya berharap kepada praja, hendaknya saudara menjaga nama baik almamater Saudara di lapangan, karena image sebagian masyarakat bahwa praja IPDN ini tentu punya kelebihan-kelebihan dalam tata pemerintahan, maupun penanganan permasalahan yang ada dalam masyarakat,” ujar Sutarmidji.
Kendati pun praja IPDN ini masih pada semester awal, dia berpesan, praja untuk menunjukkan sikap disiplin dan intelektual kepada masyarakat. “Saudara harus menunjukkan bahwa saudara memang sebagaimana yang ada di dalam benak sebagian masyarakat kita. Dan hapus segala image negatif yang sempat melekat pada institusi IPDN yang sebelum dilebur,” pesannya.
Ditambahkan Sutarmidji, praktik lapangan berguna membekali praja dalam menghadapi tugas dan pengabdian sebagai pamong. Namun diakuinya, belum merasa puas dengan kinerja alumni praja IPDN di jajaran pemerintahannya, terkait kemampuan menganalisis, membaca situasi dampak positif dan negatif dalam suatu keputusan yang diambil.
“Kalau saudara tidak mampu menganalisis dampak negatif, dan positif suatu keputusan atau kebijakan yang diambil. Maka pasti kebijakan itu tidak akan berjalan dengan baik. Kebijakan tidak jalan karena kita selalu ragu,” bebernya.
Dia pun mengingatkan, agar jiwa pengabdian para praja tidak luntur, meskipun semakin tinggi jabatan yang dimiliki. “Jadi, jangan lunturkan jiwa pengabdian saudara. Semakin hari semakin tinggi jabatan saudara, jiwa pengabdian saudara harusnya semakin tinggi, bukan semakin menurun,” tegasnya.
Sutarmidji juga mengingatkan, para praja agar tidak mencontoh alumni-alumni IPDN yang jiwa pengabdiannya sudah luntur. “Buat IPDN Kalimantan Barat ini jadi yang terbaik di Indonesia. Saya secara ikatan batin mungkin tidak, tapi selaku kepala daerah, saya punya tanggung jawab dan kewajiban untuk membina para pamong lulusan dari IPDN,” pungkasnya.

Anugerah Baru HK, Alumni Kehormatan IPDN

Walikota Singkawang, Hasan Karman, jadi anggota kehormatan IPDN
Walikota Singkawang, Hasan Karman, jadi anggota kehormatan IPDN
Singkawang - Walikota Singkawang, Dr KRA Hasan Karman Notohadiningrat memperoleh anugerah Alumni Kehormatan Purna Praja dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri RI) melalui Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Prosesi penyematan tanda jasa ini dilaksanakan ketika apel Pengangkatan Hasan Karman sebagai Purna Praja IPDN, di Kampus IPDN jalan Raya Jatinangor Km 20 Sumedang, Sabtu (8/10).
Penetapan sebagai alumni kehormatan pendidikan tinggi kepamongprajaan tersebut melalui Surat Keputusan Rektor IPDN, Prof Dr H I Nyoman Sumaryadi MSi Nomor 821/554/Tahun 2011.
Sumaryadi yang menyematkan langsung tanda kehormatan itu menilai, Hasan Karman merupakan figur yang berprestasi dan berdedikasi tinggi dalam melaksanakan tugas serta dapat menjadi panutan bagi civitas akademica IPDN.
Selain itu, Hasan Karman dinilai sanggup menjalankan fungsi pemerintahan sebagai Walikota Singkawang yang visioner, inovatif, cerdas dan cekatan, memiliki jiwa dan semangat kenegarawanan, serta mampu mendidik masyarakat.
Hasan Karman juga dinilai mampu menjadi teladan dan sanggup mengembangkan sikap asah, asih, asuh, serta bersahaja dalam melaksanakan kewajiban pemerintah dalam melayani masyarakat.
Menurut Kepala Biro Bidang Perencanaan, Akademik dan Kerjasama IPDN, Arief M Edie, penghargaan alumni kehormatan ini diberikan kepada seseorang, bila yang bersangkutan dianggap mampu membina, mengarahkan dan memberikan kesempatan kepada purnapraja untuk bisa meningkatkan kariernya dalam penyelenggaraan pemerintahan sebagai abdi negara dan masyarakat.
”Berbagai indikator yang dinilai oleh IPDN, maka ditetapkanlah Walikota Singkawang, Hasan Karman sebagai alumni kehormatan. Tanggung jawab dan kewajibannya sebagai alumni adalah sebagai kakak asuh bagi para alumni. Kalau ada yang salah ditegur, dan kalau ada yang baik juga diperhatikan, ada reward dan punishment yang dia berikan kepada alumni,” papar Arief.
Sementara itu, di hadapan ribuan praja tingkat madya, nindya, wasana dari seluruh Indonesia dan seluruh civitas akademica IPDN itu, Hasan Karman mengatakan, masa depan Negara di pundak pamong praja.
Dia mengharapkan, anugerah yang diterimanya dapat membawa manfaat bagi Kota Singkawang dan Kalimantan Barat khususnya. "Serta bagi praja yang akan kembali ke daerahnya masing-masing sebagai abdi negara dan abdi masyarakat untuk pembangunan," kata Hasan Karman.
Ketika menerima anugerah alumni kehormatan tersebut, Hasan Karman didampingi para alumni praja dari Kota Singkawang, di antaranya yaitu Kepala BKD Sofyan, Kepala Badan Kesbangpolinmas Juandi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Libertus, Camat Singkawang Utara Momie, Camat Singkawang Selatan Lukas Suharyadi, dan Camat Singkawang Timur Paulus Oktovianus Koni.

Setiap Tahun Menyekolahkan ke IPDN

Kepala KKD Sekadau Agustinus
Kepala KKD Sekadau Agustinus
Sekadau
 
Pemkab Sekadau melalui KKD sejak 2008-2012 telah membiayai 30 mahasiswa-mahasiswi di berbagai perguruan tinggi negeri di Kalbar maupun di daerah lain.
Pemkab Sekadau melalui Kantor Kepegawaian dan Diklat sejak 2008-2012 telah membiayai 30 mahasiswa-mahasiswi di berbagai perguruan tinggi negeri di Kalbar maupun di daerah lain. Tujuannya mempersiapkan infrastruktur sumber daya manusia SDM yang berkompeten untuk menjalankan berbagai pembangunan di Kabupaten Sekadau mendatang.
Kepala Kantor KKD Kabupaten Sekadau Agustinus menjabarkan setiap tahunnya KKD terus merekrut dan menyelesaikan tamatan SMA sederajat di Sekadau untuk ditugaskan belajar di program studi IPDN Jatinangor, IPDN Riau, IPDN Makassar, dan IPDN Kabupaten Kubu Raya Kalbar.
“Komitmen ini sudah dijalankan Pemkab untuk menyiapkan SDM putra-putri kita,” katanya kepada wartawan belum lama ini.
Sejauh ini ada 30 mahasiswa yang dibiayai pemerintah daerah. Mahasiswa tersebut terdiri dari 24 orang di Universitas Tanjungpura Pontianak, tugas belajar di IPDN Jatinangor 3 orang, IPDN Riau 1 orang, IPDN Makassar 1 orang, dan IPDN Kabupaten Kubu Raya 1 orang.
“Mereka ini mendapat bantuan pendanaan dari APBD setiap tahunnya. Selebihnya untuk kekurangan akan ditanggung oleh orang tuanya masing-masing,” tutur Agustinus.
Pemkab Sekadau berharap 30 putra-putri yang sedang menjalankan tugas belajar ini, termasuk sejumlah mahasiswa mahasiswi yang tersebar di berbagai Kampus baik di Kalbar maupun luar pulau, nantinya dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk ditugaskan di berbagai SKPD di lingkungan Pemkab sekadau.
“Kita harap mereka akan menjadi kebanggaan untuk kita semua dalam membangun daerah ini,” pungkasnya.

Kemendagri Kunjungi Lokasi Kampus IPDN

Pemkab Pontianak Siapkan Empat Lokasi

Bupati Pontianak Ria Norsan, Sekda Kalbar M Zeet Assovie
Bupati Pontianak H Ria Norsan memberikan penjelasan kepada Sekjen Kemendagri beserta rombongan ketika meninjau salah satu lokasi calon kampus IPDN di Kabupaten Pontianak
Segedong – Keinginan Pemerintah Kabupaten Pontianak untuk memiliki kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Regional Kalimantan bakal terealisasi. Minggu (16/9) kemarin, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia Siti Nurbaya beserta rombongan meninjau lokasi kampus di Kecamatan Segedong.
“Dipilihnya Kabupaten Pontianak sebagai calon lokasi pembangunan kampus IPDN regional di Kalimantan tentunya sebuah kehormatan tersendiri bagi kita. Selain dapat meningkatkan citra pendidikan daerah, kampus IPDN dapat memberikan multiplier effect bagi pembangunan daerah di masa mendatang,” kata Asisten Tata Praja Setda Pemerintah Kabupaten Pontianak Mochrizal yang ikut serta dalam kunjungan tersebut.
Mochrizal mengungkapkan, hasil rapat bersama yang dilaksanakan pihaknya pada Jumat (14/9) lalu, setidaknya ada empat calon lokasi kampus IPDN yang ditetapkan di Kabupaten Pontianak. Yakni di km 35 Desa Purun Besar, Kecamatan Segedong dengan luas areal 2.000 m2. Kemudian di km 42 Desa Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh dengan luas areal 1.500 m2.
“Lokasi ketiga yakni di km 32 Desa Sungai Burung Kecamatan Segedong dengan luas areal 1.500 m2, serta lokasi keempat di Jalan Budi Utomo Desa Wajok Hulu Kecamatan Siantan dengan luas areal 2.000 m2,” ungkapnya.
Lebih jauh, Mochrizal mengatakan Pemerintah Kabupaten Pontianak hanya memberikan beberapa alternatif pilihan lokasi bakal kampus yang dinilai cocok dan strategis. Sedangkan penentuan lokasi pembangunan kampus IPDN nantinya sepenuhnya diserahkan kepada pihak Kemendagri.
“Mudah-mudahan pada peninjauan ini Ibu Sekjen sudah dapat memutuskan lokasi mana yang tepat dan strategis untuk pembangunan kampus IPDN regional Kalimantan,” harapnya.
Terkait realisasinya, menurut dia, Kabupaten Pontianak mencoba untuk menerapkan pola pembangunan sebagaimana yang telah dilakukan oleh Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang yang menjadi lokasi kampus IPDN saat ini.
Dia optimis pembangunan kampus IPDN akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. “Dulunya sebelum IPDN dibangun di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, daerah tersebut bisa dibilang biasa saja. Namun setelah kampus IPDN dibangun, mendadak daerah itu berubah dan tampak padatnya aktivitas,” paparnya.
Ketika melakukan peninjauan lokasi calon kampus IPDN tersebut, rombongan Sekjen Kemendagri didampingi Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kalbar M Zeet Assovie, Bupati Pontianak H Ria Norsan, Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Pontianak Gusti Ramlana, Asisten Tata Praja Mochrizal, Camat Sungai Pinyuh Syamsul Rizal, Camat Segedong, dan sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pontianak. (fia)

Mendagri Restui Pembangunan IPDN Segedong

Lahan Seluas 95,6 Hektare Dibebaskan

Mendagri Gamawan Fauzi
Mendagri Gamawan Fauzi beserta tamu undangan di lokasi pembangunan IPDN Kampus Kalbar di Segedong
Segedong – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Gamawan Fauzi menepati janjinya meninjau lokasi pendirian Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Kalimantan Barat di Desa Purun Besar, Kecamatan Segedong, Kabupaten Pontianak, Senin (14/1) sekitar pukul 16.00 sore.
Mendagri merestui pembangunan kampus di atas lahan seluas 95,6 hektare tersebut. “Saya setuju dengan pembangunan kampus IPDN di sini (Segedong, red). Silakan mulai dikerjakan pembangunannya,” instruksi Mendagri di hadapan para pejabat dan tamu undangan yang hadir dalam acara peninjauan lokasi pembangunan kampus IPDN.
Mendagri menjelaskan, pembangunan IPDN Kampus Kalimantan Barat di Desa Purun Besar menjadi salah satu di antara delapan kampus IPDN yang tersebar di Indonesia.
Menurut Mendagri, keberadaan IPDN itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan sumber daya aparatur pemerintahan di seluruh wilayah Indonesia.
“Praja jebolan IPDN sangat dibutuhkan untuk mengisi berbagai posisi di 524 daerah baik di pemerintahan provinsi, kabupaten, kota, Kemendagri, 12 kabupaten baru, dan daerah administratif di Jakarta. Tidak akan cukup jika hanya mengandalkan IPDN Jatinangor,” tuturnya.
Sebagai bentuk keseriusan dukungannya terhadap realisasi pembangunan IPDN di Segedong, Gamawan mengaku pihaknya telah menyiapkan dana awal sebesar Rp 40 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pematangan lahan dan pembangunan fisik awal. “Kita targetkan pembangunan IPDN Kampus Kalimantan Barat di Kabupaten Pontianak ini akan rampung realisasinya pada tahun 2014 mendatang,” prediksinya.
Lebih jauh, Gamawan mengajak semua pihak untuk berpartisipasi mendukung realisasi pembangunan IPDN Kampus Kalbar tersebut. Sebab pembangunan kampus IPDN di Desa Purun Besar diyakini akan memberikan dampak positif terhadap lingkungan masyarakat.
“Pembangunan ini merupakan hal yang sangat baik. Karenanya, mari kita wujudkan dan sukseskan pembangunannya bersama-sama,” ajaknya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraini menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten Pontianak yang telah bersama-sama mempersiapkan lahan untuk pembangunan IPDN Kampus Kalimantan Barat.
“Alhamdulillah gayung bersambut, tokoh masyarakat dan tokoh agama bersama bupati dapat mengupayakan pembebasan lahan seluas 95,6 hektare untuk dibangun Kampus IPDN Kalimantan Barat,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Pontianak H Ria Norsan mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Pontianak telah menuntaskan proses pembebasan lahan seluas 95,6 hektare. Dan saat ini sedang berlangsung proses sertifikasi lahan. Jika sertifikasi tersebut telah tuntas, maka secepatnya akan diserahkan ke Pemerintah Provinsi Kalbar guna melaksanakan proses lebih lanjut.
“Tentu saja kami bersama-sama Pemprov Kalbar sangat siap membangun infrastruktur penunjang lainnya yang diperlukan untuk mendukung realisasi kampus IPDN ini. Seperti instalasi air dan listrik yang sudah tersambung. Mudah-mudahan pada akhir 2014 mendatang, penempatan praja sudah dapat dilakukan,” harapnya.
Usai memberikan arahan, Mendagri didampingi Sekretaris Daerah (Setda) Kalbar M Zeet Hamdy Asshovie, Bupati Pontianak H Ria Norsan, dan Setda Kabupaten Pontianak Gusti Ramlana beserta pejabat lainnya meninjau peta bidang tanah lokasi, denah gedung, dan maket gedung IPDN Kampus Kalimantan Barat.
Selain Mendagri, kunjungan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat teras di lingkungan Kementerian Dalam Negeri seperti Rektor IPDN Prof Dr Nyoman Sumaryadi, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman, Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Sutrisno, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Reydonnyzar Moenek, Kepala Biro Hukum Kemendagri Prof Zudan Arif Fakrullah, dan beberapa pejabat lainnya. (fia)

Kamis, 17 Januari 2013

Gadis 16 Tahun Dihamili Ayah Kandung

Pontianak. Ms alias Yt, 46, ditangkap petugas Polsek Kuala Mandor B, karena menggagahi putri kandungnya, sebut saja Bunga, 16, hingga hamil enam bulan.
”Terus terang saya khilaf,” kilahnya Ms saat diwawancarai wartawan.
Ms yang sehari-hari sebagai petani tersebut dilaporkan istrinya ke kantor polisi, Selasa (22/2) lalu. Bapak 11 anak ini pun diamankan ke Mapolresta Pontianak, Rabu (23/2) kemarin, setelah kasus persetubuhan ayah terhadap anak kandung itu dilimpahkan Polsek Kuala Mandor B.
Kejadian berawal sejak September 2010 silam. Saat itu istri Ms tidak berada di rumah bersama beberapa anaknya. Ms nekat meniduri anak kelimanya. ”Setelah itu saya merasa berdosa. Saya kabur dari rumah beberapa saat. Terus terang saya khilaf,” katanya menundukkan kepala.
Mulutnya saja yang mengatakan dosa. Ternyata aksi bejat itu kembali dilakukan Ms. Tiga kali dia meniduri anaknya sendiri. Tabiatnya terbongkar setelah Bunga merasakan perutnya sakit. Ditemani ibunya, Bunga mendatangi tukang urut (dukun beranak). Ternyata Bunga hamil. Sang ibu langsung menanyakan siapa laki-laki bejat yang berani menghamili anak gadisnya tersebut. Bunga menjawab, yang menghamili dirinya adalah bapaknya sendiri. Sang ibu hampir pingsan mendengar pengakuan anaknya.
Sang ibu melaporkan suaminya ke Polsek Kuala Mandor B. Dari Polsek Kuala Mandor B, Bunga didampingi ibu dan beberapa saudara serta Kapolsek Kuala Mandor B, AKP Tedjo Suseno melimpahkan kasus itu ke Mapolresta Pontianak.
Mengenakan sweeter hitam dipadu kaus oblong Hijau serta celana jeans panjang, Bunga dimintai keterangan di Unit PPA Polresta Pontianak. Kemudian divisum ke RS Bayangkara Polda Kalbar.
Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Puji Prayitno SIK membenarkan adanya laporan persetubuhan antara ayah dengan anak kandungnya sendiri. Kasus tersebut akan diproses sesuai pasal dan undang-undang berlaku. ”Tersangka akan kami kenakan pasal 81 Undang-undang Nomor 23/2009 tentang perlindungan anak, dengan ancaman 15 tahun penjara,” tegas Puji.

Berdalih Digoda Iblis

Pontianak. Ms, 46 berdalih khilaf mencabuli anak gadisnya yang berusia 16 tahun sebut saja Bunga (nama samaran, red). Perbuatan bejat yang ia lakukan lantaran godaan iblis.
“Yang namanya manusia sewaktu-waktu dapat digoda iblis. Saya khilaf dan menyesal telah mencabuli anak saya. Untuk itu saya siap mempertanggungjawabkan perbuatan saya diproses sesuai hukum,” katanya.
Dikatakan Ms, ia mencabuli putri kelima dari 11 bersaudara itu sebanyak tiga kali. Namun dua kali hanya memegang dan meremas-remas kemaluan putrinya saja. Baru yang terakhir, ia menyetubuhinya.
Pertama pencabulan yang ia lakukan pada bulan Agustus 2010. Saat malam hari, ketika itu mereka sedang tidur di ruang tamu. Sedangkan istrinya pergi menginap di Pontianak. Namun waktu itu, Ms hanya meraba-raba tubuh molek anaknya serta meremas kemaluannya. Setengah bulan kemudian, Ms mengulangi lagi perbuatan tak senonohnya kepada anak gadisnya. Masih pada malam hari dan istrinya tidak berada di rumah ke Pontianak, Ms kembali menggerayangi tubuh dan kemaluan putrinya itu. Kali ini pun Bunga belum sempat disetubuhinya.
Rupanya ayah bejat ini makin ketagihan melihat kemolekan tubuh anak gadisnya tersebut. Hingga akhirnya pada bulan November, Ms kembali nekat mencabuli Bunga. Tidak seperti sebelumnya, kali ini ia menyetubuhi Bunga. “Cuma satu kali saya menyetubuhinya. Dua kali hanya pegang-pegang,” kata pria yang kesehariannya bekerja sebagai petani karet ini.
Saat disetubuhi, Bunga tak kuasa meronta. Ia hanya pasrah ditindih ayah kandungnya sendiri. Usai melampiaskan hasratnya, Ms berlalu begitu saja. Sementara Bunga setelah kejadian itu lebih banyak murung dan melamun. Hingga akhirnya Bunga diketahui hamil.
Aib itu pun kemudian terbongkar oleh ibunya. Waktu itu perut Bunga pun kemudian diurut. Tapi ternyata perut bunga berisi (hamil, red). Ibu Bunga pun langsung menanyakan siapa menghamili anak gadisnya yang tidak tamat kelas 4 SD tersebut. Setelah mendengar ternyata suaminya sendiri.
Tak terima dengan aksi bejat suaminya, ia pun melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kuala Mandor B untuk proses lebih lanjut. Dari polsek Kuala Mandor B, korban didampingi ibu dan beberapa saudara serta Kapolsek Kuala Mandor B, AKP Tedjo Suseno melimpahkan kasus itu ke Mapolresta Pontianak. “Anak saya itu pendiam. Jarang keluar rumah dan rajin membantu orang tua,” kata Ms lagi.
Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Puji Prayitno SIK menjelaskan, kasus tersebut akan diproses sesuai pasal dan undang-undang yang berlaku. “Tersangka akan kami kenakan pasal 81 Undang-Undang No 23 Tahun 2009 tentang Perlindungan anak, dengan ancaman 15 tahun penjara,” katanya.

Pacar Hamil, Mendekam di Jeruji Besi

Sintang – NA, 22, diringkus polisi setelah dilaporkan menghamili anak bawah umur, sebut saja Kembang, 18, warga Desa Batu Besurat, Kecamatan Ambalau Sintang. Warga Nanga Mentunai, Desa Buntut Sabon, Kecamatan Ambalau itu mendekam di tahanan Polres Sintang.
Kasus ini terungkap atas laporan orang tua Kembang setelah mengetahui anak gadisnya hamil tiga bulan.
Melihat tingkah anaknya yang aneh, orang tuanya membawa Kembang periksa ke dokter. Hubungan intim yang dilakukan NA dan Kembang, pacarnya, sudah berlangsung selama setahun terakhir ini, Juli 2011 hingga Desember 2012.
“Melihat Kembang mual-mual pada Oktober 2012 lalu, pelaku membeli alat tes kehamilan, hasilnya positif hamil,” kata AKP Andi Yul, Kasat Reskrim Polres Sintang, kemarin.
Mengetahui Kembang hamil, NA mengaku akan bertanggung jawab. Meskipun diketahui orang tuanya, NA tetap teguh dengan pendiriannya untuk bertanggung jawab. Meskipun sudah hamil, NA tetap saja meniduri Kembang hingga akhirnya diketahui orang tua gadis bawa umur itu.
“Keluarga korban semula berupaya meminta pertanggungjawaban pelaku untuk menikahi korban. Hingga akhirnya diputuskan melapor ke pihak kepolisian karena pelaku mulai tidak diketahui keberadaannya,” jelas Andi Yul. (din)

Diculik, Dijual ke Malaysia

12 Tahun Dipekerjakan di Diskotek, Pulang Membawa Bayi

Pontianak – Sambil menggendong bayinya Viobika Ramadhani yang baru berumur seminggu, Wida, 24, memeluk kedua orang tuanya Tayep, 55, dan Julaeha, 48. Wanita tersebut diantar oleh rombongan Kementerian Sosial dan Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN) di kediaman mereka, Kompleks Korpri Blok M Nomor 228, Kubu Raya, Selasa (15/1).
Puas sudah Wida menjalani siksaan serta melayani nafsu pria hidung belang di Malaysia. Wanita ini merupakan korban penculikan dan penjualan orang (trafficking). Pada umur 12 tahun, saat itu masih kelas enam SD, Wida diculik Wati, wanita yang mengontrak tak jauh dari rumahnya pada 2003 silam. Wida diculik ketika pulang sekolah bersama dua temannya yang juga perempuan. Wida lama disekap oleh Wati, hingga akhirnya dijual ke Kuala Lumpur dan dipekerjakan sebagai wanita pemuas nafsu di Diskotek Kepong Selangor.
Berdasarkan investigasi YNDN, Wida dibawa ke Malaysia oleh Wati melalui PPLB Entikong Sanggau. Setelah sampai di Kuching, Wida diterbangkan ke Kuala Lumpur dan dipekerjakan di diskotek daerah Kepong Selangor.
“Selama 12 tahun kehilangan kontak dengan keluarga. Karena tidak tahan dengan siksaan akhirnya melarikan diri dalam kondisi hamil lima bulan dan ditangkap PDRM, kemudian diserahkan ke KBRI,” kata Devie Tiomana, Direktur YNDN Kalbar.
Pada Juli 2012, Wida dipulangkan melalui Tanjung Pinang dan dikirim ke Jakarta. Pada 18 Desember 2012, wanita tersebut dirujuk ke RPSA Bambu Apus Kemensos RI dan mendapatkan layanan rehabilitasi sosial, medis, psikis, dan psikososial.
Setelah melalui pembahasan bersama Tim Profesi di RPSA Bambu Apus, pada 8 Januari 2013 diputuskan Wida dipulangkan dan dipertemukan dengan keluarganya. “Kondisi korban baik, begitu juga dengan bayinya,” ujar Devi.
Direktur Kesejahteraan Sosial Anak Kementerian Sosial Republik Indonesia Drs Bambang Mulyadi MSi mengharapkan Dinas Sosial Kalbar maupun Kubu Raya membantu dan menindaklanjuti apa-apa saja yang perlu Wida setelah dipertemukan dengan keluarganya. “Saya yakin pihak keluarga sama sekali tidak mengira anaknya yang sudah hilang bisa pulang dalam keadaan selamat dan sehat,” ungkap Bambang.
Agar kejadian itu tidak terulang kembali, Bambang mengimbau masyarakat agar tidak mudah terbujuk oleh iming-iming dari orang yang belum dikenal. Terutama anak-anak.
“Aparatur pemerintah juga harus lebih cermat mengeluarkan identitas diri, seperti KTP. Tidak cukup hanya melihat lampiran data untuk membuat KTP. Tetapi harus mengecek ke kelurahan atau desa melalui RT setempat. Agar tidak muncul dokumentasi yang bermasalah,” tegas Bambang.
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani Kementerian Sosial selama tiga tahun terakhir cukup banyak. Pada 2010 111 kasus dan 2011 menangani 102 kasus. Sedangkan pada 2012 menurun 79 kasus. Jumlah kasus ini tidak semuanya trafficking. Namun 30-40 persen adalah kasus trafficking. “Dari 79 kasus itu terdiri dari penelantaran, anak dibuang, dan banyak lagi,” jelas Bambang. (sul)

Rabu, 16 Januari 2013

Tega! Perawat Cabuli Pasien


MAUMERE -  Perawat yang seharusnya merawat pasien, namun tidak bagi FA, oknum perawat di RSUD TC Hillers Maumere. Ia justru melakukan pencabulan terhadap pasien operasi asal Flores Timur, RS.
Akibat perbuatannya itu, ia ditetapkan menjadi tersangka. Namun, Fa tidak ditahan, namun harus menjalani wajib lapor.            

Hal ini disampaikan Kapolres Sikka, AKBP Budi Hermawan, SIK, melalui  Kaur Bin Ops Reskrim Polres Sikka, Aiptu Sungkono kepada Pos Kupang di Ruang Kerjanya, Senin (14/1/2013). Sungkono mengatakan, oknum perawat tersebut sudah ditetapkan sebagai terasangka, namun hanya menjalani wajib lapor alias tidak  tidak ditahan.                                   

Pemberkasan sudah dikirim ke kejaksaan dan polisi masih menunggu hasil penelitian jaksa. Sungkono mengakui, polisi bekerja keras untuk mengungkapkan kasus ini. Pasalnya, dalam tindakan visumnya terdapat dua versi.

"Hasil visum di Maumere menyatakan dia masih gadis. Sedangkan visum di Larantuka ditemukan robekan," jelas Sungkono.

Informasi yang didapat di Mapolres Sikka menyebutkan RS adalah pasien usus buntu yang menjalani operasi di RSUD  Maumere tanggal 27 Oktober 2012 lalu. Usai operasi, menurut RS, seorang perawat berinisial Fa  mengurusinya.

Namun saat mengurusi bukannya melakukan tindakan medis tapi melakukan perbuatan tak terpuji dengan mencium keningnya dan (maaf) meremas-remas payudaranya. RS mengaku sadar ketika ia merasa ada gesekan di bukit kembarnya dilakukan oleh Fa.

Pada Senin 5 November 2012 RS mendatangi Mapolres Sikka melaporkan aksi Fa di ruangan operasi. Laporan RS disikapi polisi dengan memeriksa perawat yang bertugas saat operasi dan dokter yang melakukan operasi.