Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Jumat, 01 Februari 2013

Buang Tahi Lalat Sial Malah Dicabuli Dukun

Polisi menerima laporan dari keluarga Mawar terkait praktik dukun cabul
Alfy Shandy
Polisi menerima laporan dari keluarga Mawar terkait praktik dukun cabul
Sungai Kunyit – Gara-gara ingin membuang jerawat serta tahi lalat di tubuhnya yang diyakini membawa sial, Mawar, 16, malah disetubuhi Am, 60, dukun yang tinggal di sebelah rumahnya. Selama dua tahun warga Sungai Kunyit itu disetubuhi, namun baru Rabu (30/1) dilaporkan ke Mapolres Pontianak.
Kisah pilu yang dialami Mawar bermula sejak dia duduk di bangku kelas IX SMP. Ketika itu Mawar meminta jasa pengobatan Am yang dikenal mampu mengobati bermacam penyakit. Pelaku masih memiliki hubungan keluarga dengan Mawar.
“Dia (Mawar, red) mengaku awalnya minta diobati menghilangkan jerawat dan membuang tahi lalat sial yang ada di tubuhnya. Entah bagaimana hingga Mawar mau menuruti permintaan pelaku,” kata keluarga Mawar yang enggan namanya dikorankan.
Menurut pengakuan Mawar, pada saat pertama kali meminta jasa pengobatan kepada pelaku, bukan hanya dirinya saja yang disetubuhi. Melainkan juga ada rekannya yang juga disetubuhi pelaku. Ironisnya, pertama kali pelaku melakukan perbuatan bejatnya itu di samping rumahnya.
“Kita juga belum tahu pasti siapa teman Mawar yang dimaksud. Sebab, sampai saat ini Mawar belum mau terbuka dan menceritakan semua kejadian itu. Mungkin Mawar depresi dengan kondisinya,” ungkap pihak keluarga.
Perbuatan dukun cabul tersebut terus berlangsung sejak mawar duduk di bangku kelas IX hingga sekarang kelas XI SMA. Parahnya, Mawar mengaku lebih dari sepuluh kali telah melakukan hubungan badan dengan dukun cabul tersebut.
“Mawar mengaku tidak ingat lagi sudah berapa kali. Yang pasti sudah lebih dari sepuluh kali. Perbuatan itu biasanya dilakukan di samping rumah pelaku ataupun di samping rumah Mawar. Lokasinya di semak atau pohon rindang,” ujarnya.
Praktik dukun cabul itu pun terungkap ketika tetangga kerap melihat Mawar sedang berduaan dengan Am di bawah pohon rindang tak jauh dari rumahnya. Namun, tetangga tersebut enggan menyampaikan informasi itu kepada keluarga, lantaran takut menyinggung perasaan keluarga Mawar.
“Sekitar dua minggu lalu tepatnya hari Kamis, tetangga tersebut melihat perbuatan tidak senonoh itu dilakukan pelaku kepada Mawar. Dan pada saat bersamaan orang tuanya mencari Mawar. Tetangga pun memberitahukan kejadian itu. Ketika digerebek, pelaku melarikan diri,” bebernya.
Hingga akhirnya keluarga korban berkonsultasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta melaporkan kasus itu kepada Polres Pontianak. Am sendiri dikabarkan sedang berada di rumah anaknya di daerah Sosok Kabupaten Sanggau.
“Polisi juga membawa foto pelaku yang saat ini sedang dalam keadaan sakit stroke. Polisi menunggu kondisi kesehatan pelaku membaik hingga proses hukum dapat dilaksanakan. Kami serahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian,” timpalnya.
“Kami juga berharap hukum dapat ditegakkan. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saat ini kondisi psikologis Mawar memprihatinkan. Kita khawatir terjadi gangguan kejiwaan hingga mendorong Mawar nekat melakukan hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Bocah 10 Tahun Cabuli Anak Dua Tahun

Pontianak – Keseringan nonton film porno, Wf dan An yang baru berusia 10 tahun mencabuli bocah perempuan usia dua tahun. Parahnya lagi, korban pencabulan itu adik kandung An.
“Kita memiliki kendala menangani kasus ini. Kedua pelaku ini belum dapat diproses secara hukum pidana karena umurnya kurang dari 12 tahun,” kata Kompol Puji Prayitno, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Rabu (30/1).
Puji menjelaskan, batas usia anak dalam pengertian hukum pidana pada Undang-Undang No 3/1997 tentang Pengadilan Anak. Definisi anak adalah orang dalam perkara anak nakal telah mencapai umur delapan tahun hingga belum mencapai 18 tahun dan belum pernah kawin. Namun dengan adanya putusan nomor 1/PUU-VIII/2010 amar putusan MK yang menyatakan usia delapan tahun pada Undang-Undang Nomor 3/1997 diganti menjadi 12 tahun, diperkuat dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 11/2012.
“Anak yang berkonflik dengan hukum, selanjutnya disebut anak adalah anak yang telah berumur 12 tahun, tetapi belum berumur 18 tahun yang diduga melakukan tindakan pidana,” ungkap Puji.
Kronologis kejadian, Wf bermain ke rumah An. Mereka bermain di ruang tamu. Tiba-tiba saja muncul Bunga (nama samaran) adik An. Melihat adiknya, An dan Wf mencabulinya. Setelah itu kedua pelaku kembali bermain di ruang tamu rumah An.
Beberapa hari kemudian, Bunga merasa kesakitan di kemaluan dan anusnya. Dia menyebut nama Wf melakukannya. Kedua orang tuanya berang dan langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolresta Pontianak.
“Kejadian itu dilaporkan ke Polresta Pontianak, Senin (28/1) lalu,” kata Puji.
Polisi telah melakukan visum terhadap Bunga. Ketika diinterogasi, Wf dan An mengaku melakukan pencabulan pada pertengahan Januari 2013 sekitar pukul 10.00 WIB di rumah An.
“Kami telah mengamankan bocah yang melakukan pencabulan dan membuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) baik terhadap pelapor dan terlapor. Kita lakukan pemeriksaan saksi-saksi serta korban dan bocah yang dilaporkan,” jelas Puji.

Rabu, 30 Januari 2013

Dukun Cabul Raba Organ Vital Pasien Perempuan


Dukun Cabul Raba Organ Vital Pasien Perempuan
Ilustrasi dukun cabul
JAKARTA - HD (60), seorang dukun cabul asal Kampung Palasari, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, diamankan petugas Polsek Cijeruk karena diduga telah mencabuli dua pasien perempuan yaitu NN (35), dan LI (28). Aksi pencabulan terjadi Senin (28/1/2013) malam di rumah pelaku.
Aksi pencabulan terjadi saat pelaku sedang mengobati pasiennya. Dalam aksinya, HD meminta pasiennya untuk melepaskan pakaianya. Kemudian pelaku meraba-raba bagian-bagian tertentu dengan dalih sebagai persyaratan agar masalah yang dialaminya selesai.
Informasi yang dihimpun menyebutkan aksi pencabulan terungkap setelah LI salah satu melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Cijeruk. Kepada petugas LI, warga Cipinang Gading, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor mengaku, pencabulan terjadi saat ia tengah menjalani pengobatan di rumah HD yang dikenalnya sebagai paranormal.
"Saya datang ke dia (HD-red) mau minta diobatin supaya hubungan rumah tangga saya baik, karena selama ini kita sering ribut," ujar LI saat hendak dimintai keterangan oleh petugas Polsek Cijeruk, Selasa (29/1/2013).
Saat itu kata LI, saat sampai di rumah HD dia dibawa ke dalam sebuah ruangan yang dijadikan sebagai praktek pengobatan. "Pas di dalam kamar, saya disuruh buka pakaian. Saya sempet nolak, tapi katanya itu syarat buat ngusir aura negatif di badan saya," katanya.
Selanjutnya, LI yang saat itu dalam kondisi tanpa mengenakan pakaian, digerayangi dan diraba-raba oleh HD hingga ke bagian kemaluannya. Apa yang menimpa LI ternyata juga dialami NN korban lainnya. Wanita tiga anak yang juga merupakan tetangga HD. Kepada HD, NN meminta bantuan dan didoakan agar usaha dan keluarganya semakin harmonis. Tapi, yang terjadi dia malah digerayangi tubuhnya dengan dalih sebagai syarat agar keinginannya terkabul.
"Istri saya juga dicabuli sama dia pas lagi berobat," kata Dadang (40), suami NN. NN mengaku diminta melepaskan pakaiannya saat menjalani proses pengobatan yang dilakukan HD.
Selain meraba-raba tubuhnya yang saat itu tengah dalam kondisi bugil, HD juga sempat meraba-raba kemaluannya dan bagian intim lainnya. Bahkan, kata NN disekitar kemaluannya sempat dicoret-coret menggunakan spidol oleh pelaku.
Menurut Dadang, warga yang mengetahui praktek dukun cabul yang dilakukan HD kemudian mendatangi rumah pelaku untuk meminta pertanggungjawaban atas perbuatannya yang dilakukan dukun cabul itu. Warga yang emosi nyaris membakar rumah pelaku.Beruntung, kemarahan warga berhasil diredam tokoh masyarakat setempat. Sementara HD yang nyaris menjadi bulan-bulanan warga langsung diamankan ke Mapolsek Cijeruk.
Kanit Reskrim Polsek Cijeruk, AKP Boing Subandrio, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, dua korban sudah membuat di Polsek Cijeruk. Petugas sudah mengamankan HD guna diperiksa terkait laporan kedua pasiennya."Pelaku sudah kita amankan. Kita belum pastikan apa profesi lain pelaku. Yang kita tekankan ini adalah praktek dukun cabulnya bukan dia sebagai tokoh agama atau apa dan sekarang masih dalam pemeriksaan," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Selasa (29/1/2013). wid

Selasa, 29 Januari 2013

Ada Buku Jihad di Rumah Penculik, Tapi Orangnya Nggak Pernah Shalat


Ada Buku Jihad di Rumah Penculik, Tapi Orangnya Nggak Pernah Shalat
TRIBUNNEWS/Yogi Gustaman
TKP tempat kos-kosan Fadlu Heryanto, tersangka penculik Siti Nurjanah atau Nana, anak tiri penyanyi dangdut Nassar KDI, di Desa Rawa Hingkit, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah diberi garis polisi, Sabtu (26/1/2013). 

JAKARTA   Anak pasangan Nassar KDI dan Muzdalifah, Siti Nurjanah atau akrab disapa Nana, ternyata sempat berteriak minta tolong pada tukang es yang biasa mangkal dekat sekolahnya.Saat pertama kali diculik, kabar yang beredar bahwa satu penculiknya adalah perempuan karena memakai cadar. Hal ini dibantah oleh Nana karena yang memakai cadar itu juga laki-laki saat memepetnya ke tengah jok motor.
"Yang culik cowok dua-duanya, satu pakai sapu tangan. Sempet minta tolong ke tukang es dekat sekolah. Tapi dia lagi layanin orang," kata Nana saat berbincang dengan Tribunnews.com, Minggu (27/1/2013).
Nana yang masih berusia 10 tahun ini menuturkan saat diculik ia tidak membawa ponsel, apalagi uang. Menurutnya ketika hendak diculik, ia sedang ingin mendatangi susternya untuk minta uang jajan.
"HP kan ada di tangan suster. Waktu itu mau ambil uang di suster. Sempat teriak, tapi enggak ada yang denger. Jalannya sepi, " bebernya.
Mengenai barang bukti polisi seperti buku bertemakan jihad, potasium, dan bukti lainnya yang mengarah ke tindakan terorisme, Nana mengatakan selama ia disekap tak pernah sekalipun melihat penculik melaksanakan ibadah salat.
"Enggak shalat juga penculiknya. Takut juga sih abis ini," tambahnya.

Begini Cara Polisi Membekuk Penculik yang Dilihat Langsung Anak Musdalifah


Begini Cara Polisi Membekuk Penculik yang Dilihat Langsung Anak Musdalifah
TRIBUNNEWS/Yogi Gustaman
TKP tempat kos-kosan Fadlu Heryanto, tersangka penculik Siti Nurjanah atau Nana, anak tiri penyanyi dangdut Nassar KDI, di Desa Rawa Hingkit, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah diberi garis polisi, Sabtu (26/1/2013). 

TANGERANG  Anak Nassar dan Muzdalifah, Siti Nurjanah atau akrab disapa Nana, mengaku melihat langsung si penculik terjerembab di jalan saat kakinya ditembak polisi karena hendak melarikan diri.Saat berbincang dengan Tribunnews.com di kediamannya, Nana mengatakan ia memang melihat penculik yang hendak lari ditembak polisi dari jarak jauh. Menurutnya polisi masuk ke rumah si penculik tidak dengan cara mendobrak, namun dengan cara baik-baik seperti mengetuk pintu.
"Penculiknya satu ada yang bukain pintu, satu lagi kabur lewat kamar mandi. Yang kabur lewat kamar mandi itu waktu polisi sudah masuk rumah, " kata Nana, Minggu (27/1/2013).
Nana menceritakan ketika polisi masuk, ia sempat melihat Fadhul (penculik yang tertangkap) untuk rebahan dan diborgol tangannya. Ketika Fadhul berusaha kabur, ia hanya mendengar polisi berteriak "lari".
"Aku ikut keluar rumah sama polisi. Iya (lihat kaki penculik berdarah). Agak-agak takut, satu kali nembaknya," beber Nana.
Ketika ditanya apakah ia juga takut mendengar bunyi letusan senjata api, Nana mengaku tak begitu takut. Menurutnya ia lebih takut melihat si penculik roboh ditembak polisi.

Anak Tiri Nassar Sempat Diancam Ditembak Kalau Tak Patuhi Penculik


Anak Tiri Nassar Sempat Diancam Ditembak Kalau Tak Patuhi Penculik
/JEPRIMA
Nassar dan Musdalifah saat menemui anaknya didampingi oleh kapolda di mainhall, Polda Jakarta Selatan, Sabtu (26/1/2013). 

TANGERANG  Siti Nurjanah alias Nana yang merupakan anak dari pasangan Nassar dan Muzdalifah bercerita dirinya sempat diancam akan ditembak jika tidak menuruti perintah si penculik.Kepada Tribunnews.com, Nana menuturkan perlakuan penculik kepadanya sebenarnya cukup baik.
Menurutnya penculik hanya meminta ia menuruti segala perintah si penculik. Nana pun mengaku mengetahui si penculik membawa senjata api yang saat ini disita polisi sebagai barang bukti.
"Enggak, lumayan baik (penculiknya). Iya, kalau enggak nurut katanya mau dijual. Iya tahu (penculik bawa pistol), orang ditunjukin ke saya kok pistolnya. Katanya kalau enggak nurut, nanti ditembak, " kata Nana, Minggu (27/1/2013).
Sebelumnya, Nana menuturkan ia selalu tidur dengan penculik yang berjumlah dua orang. Setiap malam, kata Nana, tangannya selalu diikat dengan lakban di bagian depan dan mulutnya juga disumpal dengan lakban.
"Tidurnya bareng sama penculik. Ada TV di kamarnya. Enggak boleh keluar. Kalau mau mandi atau buang air, ditungguin depan pintu," katanya.

Penculik Kualat, Jatuh dari Motor, karena Tertawakan Musdalifah Baca Yasin


Penculik Kualat, Jatuh dari Motor, karena Tertawakan Musdalifah Baca Yasin
Tribun Jakarta/JEPRIMA
Penyanyi dangdut, Nassar KDI, Siti Nurjanah dan Musdalifah saat menggelar konferensi pers terkait penemuan anak mereka yang hampir sepekan diculik di Mainhall, Polda, Jakarta Selatan, Sabtu (26/1/2013). 

TANGERANG  Siti Nurjanah alias Nana yang merupakan anak dari pasangan pedangdut Nassar dan Muzdalifah, bercerita bahwa penculiknya tersebut sempat jatuh dari motor usai mentertawakan ibunya yang membaca surat Yasin.Ketika berbincang dengan Tribunnews.com, Nana menuturkan saat itu penculik habis menelepon ibunya setelah menonton sebuah televisi dan melihat Muzdalifah membaca surat Yasin demi melihat Nana kembali ke pelukannya.
"Om-nya yang satu lagi cerita, temannya jatuh dari motor habis telpon Umi. Waktu nelpon, dia ngetawain Umi, katanya ngapain baca Yasin? Habis itu dia jatuh dari motor, jalannya pincang," kata Nana, Minggu (27/1/2012) saat ditemui di kediamannya.
Lebih lanjut, Nana mengklarifikasi kalau ia tidak ditodong pistol selama makan. Menurutnya ia ditodong pistol di kaki jika dinilai berisik. "Di kaki ditodongnya. Biar enggak teriak. Dibilang, jangan macam-macam. Agak takut sih," bebernya.
"Nonton TV boleh, tapi enggak boleh nonton infotainment. Enggak tahu alasannya apa," tambahnya.

Begini Cara Polisi Menyadap Telepon Penculik Anak Tiri Nasar KDI


Begini Cara Polisi Menyadap Telepon Penculik Anak Tiri Nasar KDI
Tribun Jakarta/JEPRIMA
Penyanyi dangdut yang terkenal lewat ajang pencarian bakat Nassar, Siti Nurjanah dan Musdalifah saat melakukan konferensi pers terkait penemuan anak mereka yang hampir sepekan diculik di Mainhall, Polda, Jakarta Selatan, Sabtu (26/1/2013).

JAKARTA  Petugas Resmob berhasil menemukan anak tiri pedangdut Nasar 'KDI', Siti Nurjanah di sebuah rumah di kawasan Narogong, Cileungsi, Bogor, Sabtu (26/1) dini hari.
Polisi mengendus lokasi penyekapan Nana dari sebuah nomor telepon yang pernah menghubungi Muzdhalifah sebelumnya.
"Tanggal 22 Januari pukul 00.30 penculik menghubungi keluarga korban dan mengatakan bahwa anaknya ada di bawah kekuasaan. Kemudian pelaku memperdengarkan suara anaknya. Saat itu Nana minta tolong, minta pulang," jelas Irjen Putut Bayuseno, Kapolda Metro Jaya dalam jumpa pers yang dihadiri tabloidnova.com.
Saat itu pelaku minta uang tebusan sebesar Rp4 Miliar dan meminta Nasar menunggu perintah selanjunya. Nasar dan Muzdhalifah juga sempat mendapat ancaman.
"Pelaku bilang 'tunggu permainan selanjutnya, yang kamu hadapi siapa, saya akan bikin miris," kata Putut mengulang ucapan penculik.
Dari telepon itu kemudian polisi berhasil melacak keberadaan Nana.

Senin, 28 Januari 2013

Tiap Makan Kepala Nana Ditodong Pistol


Tiap Makan Kepala Nana Ditodong Pistol
Tribun Jakarta/JEPRIMA
Penyanyi dangdut yang terkenal lewat ajang pencarian bakat Nassar, Siti Nurjanah dan Musdalifah saat melakukan konferensi pers terkait penemuan anak mereka yang hampir sepekan diculik di Mainhall, Polda, Jakarta Selatan, Sabtu (26/1/2013). (Tribun Jakarta/Jeprima) 
Drama Sembilan Hari Penculikan Putri Artis (2-Habis)
JAKARTA--Selama sembilan hari, terhitung sejak 17 Januari 2013, Siti Nurjanah alias Nana (10) dalam cengkeraman penculik di rumah kontrakan Fadlun Haryanto (29), di Rawa Hingkit, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kendati demikian, tak seorang pun warga sekitar menyadari tindak penculikan terhadap bocah kelas lima SDN 6 Kota Tangerang itu.
Iskandar (40), yang mengaku sudah dua tahun hidup bertetangga dengan Fadlun mengatakan, selama delapan bulan terakhir dari rumah kontrakan tetangganya itu tak ada yang mencurigakan.
"Saya tak pernah mendengar ada anak perempuan di dalam. Saya tak pernah lihat dia bawa anak, pokoknya saya tidak tahu apa-apa. Tahu-tahu ada penggerebekan, saya kaget," kata Iskandar di Rawa Hingkit, Sabtu (26/1).
Ia mengungkapkan, Fadlun tinggal sendirian setelah sekitar empat bulan lalu istri dan anaknya kembali ke kampung halaman, di Cirebon, Jawa Barat. Rumah kontrakan Fadlun memang terpencil, terletak di bagian belakang komplek perumahan Hajah Anih.
Menuju rumah kontrakan itu, hanya ada satu akses, yakni lewat samping rumah keluarga Haji Anih. Rumah kontrakan yang ditinggali Fadlun, luasnya sekitar 5x7 meter, di dalamnya terdiri dari ruang tamu, ruang tidur dan kamar mandi.
Sebelah kontrakan Fadlun, hanya ada satu rumah kontrakan, yang ditinggali Asep Suhendar, komplotan Fadlun yang kini buron.
Di depan dua kontrakan tersebut, terdapat bangunan, yang setiap Rabu pagi dimanfaatkan perempuan sekitar untuk menggelar pengajian.
Namun tak satu pun dari peserta pengajian yang menyadari keberadaan korban penculikan.
Mimi Fitriah (33), seorang warga Rawa Hingkit mengaku dini hari tadi sempat bertemu dengan Nana, dan bertanya kepada bocah yang tampak pucat itu.
"Saya tanya, kok tidak teriak, warga juga tak ada yang tahu. Kata dia setiap mau teriak dia ditodong pistol, diancam dibunuh. Setiap makan juga dia sambil ditodong pistol," ungkapnya.
Kedatangan Nana pun sempat ditanya Mimi. Bocah itu mengaku dibawa ke rumah kontrakan tersebut Kamis lalu. Nana mengatakan ia tiba siang hari, saat hujan deras melanda kawasan tersebut.
"Katanya dia dipakaikan jas hujan, di wilayah sini kalau hujan warga semua masuk rumah. Wajar tidak ada yang tahu ada dia," tandasnya.
Tetangga dan wagra Limus Nunggal, Cileungsi, sampai pemangku RT/RW pun tak mengetahui, kalau putri tiri Nassar 'KDI' tinggal bersama Fadlun. Menurut Mimi, kos-kosan yang ditempati Fadlun terbilang ramai.
Meski berada di sudut, bangunan di depan kosannya adalah Majelis Talim Nur Awaliyah, yang tiap Rabu dipakai ibu-ibu Limus Nunggal untuk pengajian.
"Kita nggak pernah mendengar ada tangisan anak kecil di dalam. Makanya nggak curiga apa-apa. Kita sendiri nggak menyangka kalau Nana disekap di dalam," tandas Mimi.
Di mata warga, Fadlun merupakan pria yang sudah berkeluarga. Hampir dua bulan Fadlun dan istri serta anaknya Dafa tinggal di kos yang per bulannya hanya Rp 350 ribu. Selama tinggal di situi, pria asal Jambi itu tak akrab bergaul dengan warga sekitar.
Sehari-hari, Fadlun bekerja sebagai penyedia jasa servis barang-barang elektronik, seperti kipas angin, dan komputer. Dari foto yang diterima warga, saat polisi menggeledah kos Fadlun, ditemukan banyak perabotan elektronik, seperti CPU, hardware, keyboard dan mouse.
Selama menyekap Nana, warga tak menaruh curiga terhadap Fadlun. Namun, Fadlun tetap bertanggungjawab memberikan makanan kepada Nana. Pernah satu kali, seorang warga mendapati Fadlun membeli nasi Padang di Rumah Makan Padang Cahaya Baru, Jalan Setu.
Sabtu pagi, ketika jam menunjukkan pukul 03.15 WIB, Mimi dan suaminya Juwandy Wowo kaget bukan kepalang. Keduanya masih belum tertidur karena Juwandy sedang membahas teknis untuk persiapan menjadi wasit kompetisi Danone Cup.
Setelah mendengar letusan tembakan tiga kali, Juwandy dan istri keluar rumah karena penasaran.
Ia memberanikan diri untuk bertanya pada petugas yang memegang pistol. Bekas Ketua RT 01/01 ini baru tahu setelah dijelaskan, bahwa apa yang baru saja terjadi adalah penangkapan terhadap penculik.
"Kita nggak menyangka itu polisi. Saya pikir itu penodongan. Lalu saya tanya, ada apa ini, Pak?' Petugas lalu menjelaskan melakukan penangkapan terhadap penculik. Saya melihat Bapaknya Dafa (Fadlun) tersungkur berdarah di tanah dengan tangan terborgol," jelas Juwandy.
Kepada Juwandy, petugas minta tolong untuk membantu tiga personel polisi yang mengejar teman Fadlun yang kabur, Asep. Polisi yang menembak Fadlun langsung membawa Nana ke Masjid Al Awwabin. Selama di masjid, Nana ditemani Mimi, Sapna Mulyaningsih dan anaknya Anggi.
Mimi dan teman-temanya baru sadar, anak kecil dengan rambut sebahu dan memakai seragam silat warna hitam itu adalah Nana, anak pasangan selebriti Nassar dan Muzdalifah. Mereka baru tahu Nana sebenarnya setelah diinformasikan polisi.
Umumnya ibu-ibu rumahan, keduanya akrab dengan gosip di televisi, tak terkecuali dengan berita penculikan Nana. Sontak saja, setelah diberitahu kalau Nana adalah orang yang selama ini dicari, keduanya langsung berfoto bareng dengan BlackBerry Mimi.
"Saya tanya anaknya, sudah berapa lama diculik?" kata Mimi. Dari keterangan Nana, ia disekap Fadlun dan temannya Asep, selama sembilan hari. Sapna juga ikut bertanya tentang kondisi Nana, namun hanya diam. Begitu juga ketika dikasih roti, Nana tak mau memakannya, hanya minum.
"Nana bilang selama diculik nggak diapa-apakan. Katanya, kalau makan ditodong pakai senjata. Makanya dia nggak bisa teriak, dan Nana diam saja," tutur Sapna.
Menurut Anggi, anak Sapna, rambut Nana mengeras. Kemungkinan selama disekap tidak mandi. Begitu juga kondisi badan Nana yang bau kecut. Karena selama diculik, Nana hanya memakai baju silat.
"Pas datang waktu adzan Subuh, suasana langsung ramai. Setelah itu polisi dengan dua mobil membawa Nana dan Fadlun ke Polda Metro Jaya.

Nana Terdiam Saksikan Penculik Didor


Nana Terdiam Saksikan Penculik Didor
warta kota/nur ichsan
Korban penculikan Siti Nurjanah didampingi kedua orangtuanya Nazar Sungkar dan Muzdalifah, hadir pada acara Rilis Kapolda Metro Jaya, Irjen Putut Bayuseno, Tentang Pengungkapan Kasus Penculikan Siti Nurjanah alias Nana, anak pasangan artis Nazar Sungkar dengan Muzdalifah di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (26/1).
Drama Sembilan Hari Penculikan Putri Artis (1)
JAKARTA--DOR, dor, dor! Begitu suara tiga letusan senjata api di ujung pagi buta di Jl S Parman, Narogong, Cileungsi, Jawa Barat, Sabtu (26/1).
Jarum jam ketika itu menunjukkan sekitar pukul 03.15 WIB. Seorang pria dengan tangan terborgol langsung tersungkur oleh timah panas petugas Kepolisian, setelah berusaha kabur.
Sekitar 10 meter dari lokasi penembakan, seorang gadis kecil, Siti Nurjannah atau Nana, hanya termangu menyaksikan peristiwa itu. Pagi itu, putri tiri pasangan selebriti Nassar 'KDI' dan Musdalifah melihat Fadlun Heryanto (29) yang menculiknya, tak berkutik.
"Saya lihat Nana hanya duduk di warung sendirian. Karena petugas Kepolisian mengurusi penculik. Dia jatuh tersungkur," tutur Sapna Mulyaningsih (37), warga setempat yang terkejut setelah mendengar tiga kali suara tembakan.
Sapna yang sedang tertidur lelap, langsung terjaga. Ia sangsi suara keras yang kerap didengarnya bukan seperti buah kecapi, yang jatuh menimpa atap seng rumah tetangganya. Kali ini suara yang pecah malam itu lebih keras.
Rumah Sapna berjarak sekitar 15 meter, pascaletusan tembakan. Ia sempat tiarap bersama dua anaknya. Dengan memberanikan diri, ia melongok dari jendela kamarnya dan baru yakin suara itu terdengar dari pucuk senapan personil Resmob Polda Metro Jaya.
Sapna dan dua anaknya kemudian memberanikan diri keluar rumah. Tetangga sebelahnya Juwandy Wowo dan istrinya Mimi Fitria ikut keluar rumah, dan menanyakan ada apa gerangan kepada seorang yang memegang senjata. Mereka sadar, peristiwa itu bagian proses penangkapan.
"Waktu itu masih gelap. Kita belum tahu yang ditembak Pak Dafa (panggilan Fadlun). Lalu petugas menjambak rambut Pak Dafa dan dibawa ke masjid. Terus kita ikuti dan diminta menjaga Nana. Dia bilang petugas kekurangan dan minta menjaga Nana," jelas Sapna.
Kalau Fadlun tertangkap, rekannya, Asep (30) bisa meloloskan diri dari sergapan Tim Gabungan Resmob Polda Metro dan Polres Tangerang. Warga RT 01 RW 01, Rawa Hingkit, Cileungsi, Bogor, juga menyaksikan kejar-kejaran polisi dengan tersangka penculikan.
Iskandar (40), warga setempat mengaku melihat aksi penyergapan Fadlun itu. Kebetulan saat itu ia sedang sibuk memasak nasi kuning untuk dijual. Selain itu ia mendengar seseorang membongkar atap rumah tetangganya. Sontak ia keluar rumah kontrakan.
"Sampai di depan pintu saya lihat ada dua orang laki-laki bawa pistol lari-larian, terus saya disuruh masuk sama mereka," ujarnya. Namun demikian, Iskandar masih penasaran, ia terus mengintip dari sela-sela tirai jendelanya. Ia melihat dua petugas yang mengejar kembali ke depan rumahnya, melapor ke seorang petugas bahwa mereka baru saja kehilangan buruan mereka.
"Terus saya keluar lagi, saya beritahu kalau ada seseorang yang lari dengan cara menjebol atap rumah kontrakan," tuturnya.
Polisi pun mengecek laporan Iskandar, mereka kemudian menyusuri sebelah rumahnya dan memanjat tembok sebuah pabrik yang berdiri tegak di belakang rumah iskandar. Dari situ terlihat atap rumah bagian belakang tetangganya yang bernama Asep sudah jebol.
"Akhirnya rumah itu dijebol sama polisi, sudah tak ada apa-apanya lagi," jelasnya. Pagi harinya ia baru mengetahui, bahwa tetangganya yang Asep Suhendar kabur, melarikan diri karena diduga berkomplot dengan tetanganya juga yang bernama Fadlun Heriyanto, dalam penculikan terhadap Nana.
Menurut Arif, anggota keluarga pemilik rumah kontrakan Fadlun, mereka tinggal di sebelah kontrakan Fadlun sejak sepekan terakhir.
"Kami belum begitu kenal dia, kerjaannya apa, tinggalnya di mana, karena dia baru tinggal di sini," jelasnya. Menurut informasi yang diperoleh Tribun, Asep merupakan warga kelurahan Dusun Pisangsambo, kecamatan Tirtajaya, Karawang, Jawa Barat.

Penculik Anak Tiri Nassar KDI Perburuk Islam


Penculik Anak Tiri Nassar KDI Perburuk Islam
warta kota/nur ichsan
Pria berinisial M, terpaksa dipapah petugas, karena kakinya ditembak petugas karena melawan saat penyergapan di lokasi penculikan, Sabtu (26/1). Namun salah seorang pelaku berhasil kabur dan menjadi dPO petugas, ini terungkap dalam acara rilis Kapolda Metro Jaya, Irjen Putut Bayuseno, Tentang Pengungkapan Kasus Penculikan Siti Nurjanah alias Nana, anak pasangan artis Nazar Sungkar dengan Muzdalifah di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (26/1).
JAKARTA--Aparat yang menghubungkan penculik anak penyanyi Nassar dan pengusaha Muzdalifah, Nana itu dengan terorisme itu, akan memperburuk citra Islam. Kok diarahkan ke teroris? Terus ada majalah Islam, ada dildo, itu kan sudah memperburuk Islam. Polisi itu, kalau teroris, itu pasti Islam.
Ada kemungkinan rekayasa barang bukti Kepolisian dengan menggiring opini pelakunya dari kalangan teroris. Barang bukti direkayasa itu biasa. Selama ini, informasi dari aparat Kepolisian. Coba Anda tanya sendiri penculiknya, apa benar barang bukti itu?
Sebaiknya polisi tak perlu memberikan opini bahwa pelaku penculikan terkait teroris. Saya khawatir, masyarakat semakin cerdas dan Kepolisian bisa dianggap bodoh dengan pernyataan itu.
Kalau pelakunya teroris dan ditemukan buku-buku jihad dan dildo itu sudah sangat bertolak belakang. Saya mencurigai ada motivasi lain aparat Kepolisian memperlihatkan alat bukti itu. Polisi pernah menyebut pelaku teroris di Bali memesan pelacur. Saya kira masyarakat sudah tahu berbagai rekayasa yang dilakukan aparat Kepolisian.




Penculik Anak Tiri Nassar KDI Bukan Fenomena Baru


Penculik Anak Tiri Nassar KDI Bukan Fenomena Baru
NET
Kriminolog Adrianus Meliala
JAKARTA--Penculikan dengan mengincar anak orang kaya, bukan lah fenomena baru, tak terkecuali yang menimpa anak pasangan pedangdut Nassar dan Muzdalifah, Siti Nurjanah alias Nana. Seseorang atau sekelompok orang melakukan penculikan, bukan mengarah pada status artis tersebut, melainkan adanya kecenderungan pelaku sudah mengetahui situasi rumah calon korbannya.
Dari beberapa kasus penculikan anak yang terjadi, biasanya penculikan itu dilakukan oleh orang yang sudah pernah tinggal, bekerja, atau mempunyai hubungan dengan orangtua korban.
Mereka di antaranya, pembantu rumahtangga, sopir, penjaga rumah atau sekuriti, hingga orang yang lain yang mengenal dan pernah bertamu di rumah orangtua korban.
Setelah orang-orang itu tak lagi tinggal atau bekerja di rumah tersebut dan tengah butuh uang, maka dia akan mengincar calon korbannya itu.
Penculikan yang menimpa anak Nassar hanya kebetulan, bahwa Nassar artis dan istrinya pengusaha. Dan, bukan berarti saat ini terjadi fenomena penculikan terhadap anak artis atau anak orang kaya.
Dilihat dari tren penculikan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, para pelaku biasanya kesulitan mempertahankan korban agar tetap bisa hidup. Paling lama para pelaku membawa korban adalah lima hari.
Selebihnya, dia akan mengambil upaya pintas berupa melepaskan hingga menghabisi nyawa korban karena polisi juga melakukan upaya perburuan dalam rentang waktu tersebut.
Kalaupun pelaku berhasil melakukan negosiasi uang tebus dengan orang tua korban, justru pada saat melakukan transaksi serah terima uang dan korban itulah titik kelemahan pelaku.
Sebab, biasanya polisi menggiring pelaku melalui komunikasi orangtua korban agar melakukan transaksi di tempat yang sudah ditentukannya. Jika sudah begitu, polisi bisa melakukan penangkapan.
Karena penculikan anak terlalu beresiko, biasanya pelaku justru melakukan kejahatan lain saat sudah berada di rumah calon korban, yakni pencurian barang-barang berharga seperti sepeda motor dan perhiasan. Sebab, barang-barang itu akan lebih mudah dijual dan menghasilkan uang dibandingkan proses panjang penculikan anak.
Temuan potasium, cara membuat bom di laptop, buku jihad, air softgun dan permintaan uang tebusan Rp 4 miliar pada kasus ini bisa saja pelaku terlibat jaringan terorisme ataupun tengah melakukan kegiatan pengumpulan dana untuk jihad.
Namun, semua itu perlu dilakukan penyidikan lebih dalam untuk mengetahui motif penculikan yang sebenarnya.

Drama 9 Hari Penculikan Nana


Drama 9 Hari Penculikan Nana
Twitter
Siti Nurjanag alias Nana, anak Muzdalifah istri dari pedangdut Nassar
JAKARTA --  17 Januari 2013
*Nana diculik dua orang yang mengendari motor dengan pakaian serba tertutup dan cadar, ketika jajan di depan sekolahnya, SDN 6 Jl A Yani, Kota Tangerang sekitar pukul 10.00 WIB.
*Guru olahraga Nana langsung melaporkan peristiwa penculikan ke polisi, sesaat setelah kejadian.
22 Januari
*Sekitar pukul 00.30 WIB, penculik menghubungi orangtua korban, Nassar dan Muzdalifah. Mereka memperdengarkan suara Nana dalam sekapan penculik.
*Kala itu Nana berteriak, "Umi, umi, umi tolong Nana." Kemudian, sang penculik minta uang tebusan Rp 4 miliar.
*Aksi penculik ini dikoordinasikan ke Polda Metro Jaya.
*Penculik kemudian mengirimkan paket foto Nana yang diikat dan mulut dilakban, dan mengancam membunuh atau menjual Nana, apabila Nassar tak memenuhi uang tebusan.
*Tim Resmob Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan mendalam hingga mendeteksi tempat persembunyian penculik.
26 Januari
*Sekitar pukul 03.30 WIB, Tim Resmob menggerebek rumah kontrakan penculik di Jl S Parman, Narogong, Cileungsi, Jawa Barat.
*Fadlun Haryanto alias Fai (29) dan Asep (30), mencoba melarikan diri. Polisi menangkap Fai, setelah menembak betis kanannya. Sedangkan Asep (30) berhasil kabur.
*Polisi menemukan seperangkat barang bukti, antara lain pistol air softgun berikut nota pembelian, jas hujan yang gunakan membawa Nana kabur, motor Mio hijau Nopol B 6450 TUB, 14 KTP dengan identitas dan foto beda, STNK motor, kartu keluarga, stempel Dinas Kependudukan Daerah, PC, laptop dengan CPU berisi cara merakit bom, laminating, gunting pemotong baja, buku bertema jihad, 3 paket potassium, satu bal kertas dan satu dildo.
*Nana kemudian dipertemukan orangtuanya, Nassar dan Muzdhalifah Mapolda Metro Jaya.

Anak Tiri Nasar dan Musdalifah Disuguhi Menu Ini Selama Diculik


Anak Tiri Nasar dan Musdalifah Disuguhi Menu Ini Selama Diculik - 20130126_Tempat_Tinggal_Penculik_Anak_Nassar_2959.jpg
TRIBUNNEWS/Yogi Gustaman
TKP tempat kos-kosan Fadlu Heryanto, tersangka penculik Siti Nurjanah atau Nana, anak tiri penyanyi dangdut Nassar KDI, di Desa Rawa Hingkit, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah diberi garis polisi, Sabtu (26/1/2013)

JAKARTA
Anak Nassar dan Muzdalifah, Siti Nurjanah, atau akrab disapa Nana, bercerita mengenai pengalamannya selama disekap kawanan penculik delapan hari di Cileungsi Bogor.
Ditemui Tribunnews.com di kediamannya, Nana menceritakan ia diberi makan penculik sehari tiga kali.
Ia membenarkan pernyataan penculik yang mengatakan selalu menanyakan lebih dulu kepadanya mau makan apa.
"Makannya nasi padang, nasi uduk, sama bakso. Kalau pagi nasi uduk, siang nasi padang, malam bakso, " kata Nana, Minggu (27/1/2013).
Nana mengatakan saat pertama kali sampai di rumah si penculik, ia sempat ditanya mengenai pabrik besi milik Muzdalifah di kawasan Pulo Gadung. "Ditanya pabriknya Umi gimana, habis itu lupa, udah lama soalnya" kata Nana saat ditanya lebih lanjut mengenai pertanyaan si penculik.
Nana menuturkan ia selalu tidur dengan penculik yang berjumlah dua orang. Setiap malam, kata Nana, tangannya selalu diikat dengan lakban di bagian depan dan mulutnya juga disumpal dengan lakban.
"Tidurnya bareng sama penculik. Ada TV di kamarnya. Enggak boleh keluar. Kalau mau mandi atau buang air, ditungguin di depan pintu," tuturnya, mengenang.
Nana menambahkan, dirinya tidak pernah nangis selama mulutnya dilakban atau saat ikatan di tangannya dan lakban di mulutnya dikeletek oleh si penculik.

Tiap Kali Anak Nassar Mau Pipis, Begini Perlakuan Penculik


Tiap Kali Anak Nassar Mau Pipis, Begini Perlakuan Penculik
Tribun Jakarta/JEPRIMA
Penyanyi dangdut yang terkenal lewat ajang pencarian bakat Nassar, Siti Nurjanah dan Musdalifah saat melakukan konferensi pers terkait penemuan anak mereka yang hampir sepekan diculik di Mainhall, Polda, Jakarta Selatan, Sabtu (26/1/2013). (Tribun Jakarta/Jeprima) 

JAKARTA
Disekap selama delapan hari di kawasan Cileungsi Bogor, Siti Nurjanah atau biasa disapa Nana mengaku tak pernah melihat dildo (alat bantu sex) yang ditemukan polisi saat menggerebek rumah kontrakan tersangka.
Nana mengatakan ia sebenarnya juga baru tahu penculik menyimpan dildo. Saat ditunjukkan gambar dildo, Nana hanya tersenyum dan baru melihat itu saat polisi menggelar barang bukti di Polda Metro Jaya.
"Enggak pernah lihat (dildo), itu juga yang nemu polisi. Iya (penculik suka ngomong kasar)," kata Nana kepada Tribunnews.com, Minggu (27/1/2013).
Saat ditanya spesifik, contoh kata-kata kasar yang dilontarkan penculik, nana enggan menjawabnya dan hanya diam. Ketika dipancing apakah mengeluarkan kata-kata berbau kebun binatang, Nana hanya menggeleng. Menurutnya jika hendak buang air di malam hari, penculik melepaskan sejenak ikatan dan lakban yang melilit kaki dan tangannya.
"Kalau mau pipis, ikatannya dilepas. Kalau tidur, kaki diikat, tangan dilakban. Dagu merah karena lakban, " tuturnya, mengenang pengalaman pahit itu.

Delapan Hari Disekap Penculik, Anaknya Nassar Nggak Ganti Celana Dalam


Delapan Hari Disekap Penculik, Anaknya Nassar Nggak Ganti Celana Dalam
Tribun Jakarta/JEPRIMA
Penyanyi dangdut yang terkenal lewat ajang pencarian bakat Nassar, Siti Nurjanah dan Musdalifah saat melakukan konferensi pers terkait penemuan anak mereka yang hampir sepekan diculik di Mainhall, Polda, Jakarta Selatan, Sabtu (26/1/2013). 

JAKARTA
Korban penculikan yang berhasil ditemukan polisi di kawasan Cileungsi Bogor, Siti Nurjanah atau akrab disapa Nana, mengaku tak mau bersekolah di pesantren sesuai rencana ayah tirinya, Nassar KDI.
Bocah umur 10 tahun dari pasangan Nassar KDI dan Muzdalifah ini mengatakan ia lebih memilih home schooling daripada disekolahkan ke pesantren. Nana juga tak menampik dirinya masih diliputi ketakutan setelah disekap selama delapan hari.
"Enggak mau ke pesantren. Pesantren enggak enak. Umi juga enggak boleh, jauh katanya. Maunya gurunya saja yang datang ke rumah," kata Nana kepada Tribunnews.com, Minggu (27/1/2013).
Nana kembali menambahkan pengalamannya saat disekap di rumah kontrakan. Menurutnya ia tetap ganti baju meskipun tidak ganti celana dalam. "Ganti baju, pakai baju om-nya," imbuhnya.
Artinya, selama delapan hari Nana nggak ganti celana dalam.

Polisi Telusuri Keterkaitan Penculik Anak Nassar dengan Teroris


Polisi Telusuri Keterkaitan Penculik Anak Nassar dengan Teroris
/JEPRIMA
Konferensi pers oleh Rikwanto Kabid Humas, Putut Ekobayuseno Kapolda dan kepala bagian kriminal umum saat penemuan anak nassar yang telah diculik hampir sepekan di Mainhall, Polda, Jakarta Selatan, Sabtu (26/1/2013).

JAKARTA - Kepala bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto tak menampik analisa soal penculik Siti Nurjanah, alias Nana, anak pedangdut Nassar dan Muzdalifah, yang berencana mengumpulkan uang demi kegiatan teroris di Indonesia. Namun demikian, analisa itu perlu dibuktikan secara mendalam oleh penyidik Polda Metro Jaya. "Analisa itu ada, dalam rangka mencari dana. Selama ini kan biasanya melalui merampok bank dan toko emas. Ini bisa dikaitkan, tapi perlu pendalaman lebih lanjut," kata Rikwanto, Senin (28/1/2013) di Mapolda Metro Jaya.
Analisa pengumpulan dana penculikan untuk kegiatan teroris mencuat usai polisi menemukan tata cara membuat bom sederhana dan merampok bank di laptop milik Fadlun Haryanto (29), tersangka penculik Siti Nurjanah, alias Nana, anak pedangdut Nassar dan Muzdalifah.
Tidak hanya itu, penyidik juga menemukan tiga kantong potasium, bahan kimia cair, alumunium foil, dan buku bertemakan jihad di rumah kontrakan Fadlun.
Dugaan itu semakin menguat lantaran Fadlun Cs meminta uang tebusan senilai Rp 4 miliar. Beruntung, dana itu tidak sempat diberikan Nassar dan keluarga kepada penculik.
"Jika memang terbukti untuk fai itu merupakan modus baru," tegas Rikwanto.

Polisi : Vita Tidak Diculik



Rupitasari-Vita.jpg

Rupitasari Siahaan dan ibunda Lili Satriani.


JAKARTA - Polisi menduga hilangnya Rupitasari Siahaan (13) bukan karena diculik. Polisi menduga model iklan anak-anak dibawa pergi oleh orang terdekatnya.

Sejak pergi pada Senin (9/1/2012), keberadaan gadis kecil yang akrab disapa Vita itu belum diketahui. Sebelum hilang, Vita pergi ke warung internet di dekat rumahnya dan menuliskan pesan untuk keluarga di akun Facebook-nya.

"Masih belum bisa dikatakan penculikan, perginya baik-baik, cuma tidak memberitahukan kembali keadaannya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Kamis (19/1/2012).

Rikwanto mengatakan, pesan Facebook yang ditulis Vita kepada kakaknya, Maruli, memperlihatkan bahwa Vita sengaja pergi. Vita juga terakhir terlihat bersama dua orang perempuan yang memakai sepeda motor. Saat dihampiri wanita itu, Vita tampak familiar dan langsung naik ke atas sepeda motor tanpa ada paksaan. Namun, setelah itu Vita tidak ada kabar lagi.

Polisi masih belum bisa mengidentifikasi dua perempuan itu. Saat ini, aparat kepolisian sedang menelusuri informasi ke orang-orang terdekat.

 "Kami coba masuk ke umur segitu, anak umur segitu kan baru besar. Tahap pertama kami cari kenalannya, siapa yang pernah dikunjungi Vita tapi sampai sekarang belum ada," kata Rikwanto.

Rikwanto juga membantah adanya isu cinta segitiga dalam hilangnya Vita. Menurutnya, umur Vita yang terlalu muda tidak memungkinkan dugaan itu, apalagi tidak ada masalah yang terjadi dalam keluarga Vita.

Beberapa teman pria Vita yang diperiksa polisi juga dinyatakan tidak terlibat kasus ini. Mereka mengaku tidak tahu-menahu keberadaan Vita karena sudah lama tidak berkomunikasi.

Vita menghilang setelah pergi ke warung internet yang lokasinya dekat dari rumah keluarganya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (9/1/2012) sekitar pukul 10.00. Sekitar tiga jam kemudian, Vita berpamitan dengan penjaga warnet. Namun, setelah itu ternyata Vita tak kunjung kembali ke rumahnya yang terletak di Jalan SMA 64, Cipayung, Jakarta Timur.

Pihak keluarga berusaha menghubungi ponsel Vita, tetapi tidak aktif. Hilangnya Vita akhirnya dilaporkan keluarga ke Polsek Metro Cipayung. Polisi mengimbau warga yang menemukan Vita untuk segera menghubungi kantor polisi terdekat.

Model Cilik Hilang Usai Dicium Ibu


Vita-Hilang.jpg
BBM
Vita atau Ruspitasari Siahaan: gadis model cilik diculik


JAKARTA - Meski telah menjadi model iklan sejumlah produk, Ruspitasari Siahaan atau Vita (13) tetap manja. Gadis remaja itu terkadang masih minta gendong ke ayahnya, Edison Siahaan (55).

Vita yang hilang sejak 9 Januari lalu, hingga kini belum diketemukan. Laporan ke Polisi pun belum membuahkan hasil. Edison saat ditemui di kediamannya, hanya bisa mengenang keceriaan putrinya tersebut. 

"Saya sering melarang Vita minta gendong karena ia sudah besar. Namun kalau dibilangin selalu marah dan bilang anak orang lain saja digendong, anak sendiri tidak," ujar Edison sambil menitikkan air mata.

Kepada ibundanya, Vita juga bersikap manja. Saat meminta dibelikan sesuatu, Vita pasti mencium ibunya. "Seperti kemarin ia meminta uang untuk ke warnet dan mencium ibunya," terangnya.

Edison berharap putri keempatnya itu segera ditemukan, dan kembali dengan selamat. "Saya bingung dan harus berbicara apalagi, hanya berharap Vita kembali dengan selamat," ungkapnya.

Sebelum hilang, Vita bercita-cita membelikan rumah bagi orangtuanya yang sampai sekarang tinggal mengontrak dengan harga Rp 500 ribu perbulan.

Nassar-Muzdalifah Kaget Amplop Berisi Foto Nana


anak-Muzdalifah-diculik-ok.jpg

Foto Nana

JAKARTA - Kedua orangtua Nana, Nassar dan Muzdalifah dikejutkan dengan ditemukannya sebuah amplop berisi foto di depan rumahnya. Foto itu menunjukan bahwa Nana sedang di bekap oleh penculik.

Amplop berisi foto Nana itu tergeletak di depan rumah sekitar pukul 11.30 WIB. Tak hanya berisi foto-foto, di dalam amplop juga ada tulisan tangan Nana.

"Memang ada foto yang dikirim melalui BB. Foto itu menunjukkan anak Nassar sedang terduduk. Saat ini sedang kami lacak, tim Polres Tangerang kota dan Polda Metro Jaya terus melakukan mengejaran," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Rabu (23/1/2013).

Saat ini Polisi Metrojaya sedang melakukan pemburuan terhadap penculik Nana yang hilang sejak 17 Januari 2013 lalu. Rikwanto juga mengatakan pihaknya sudah menerima foto yang dikirimkan oleh penculik kepada Nassar dan Muzdalifah, orangtua dari Siti Nurjanah alias Nana.