Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Kamis, 07 Februari 2013

Dana Pilbup Sanggau Rp 19,2 M


Uang.jpg
Net
Lembaran Rupiah

SANGGAU - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sanggau mendapatkan dana hibah sekitar Rp 19,2 miliar dari pemerintah daerah (Pemda). Dana itu akan digunakan dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah Bupati/Wakil Bupati (Pilbup) 2013.

"Total sekitar Rp 19,2 miliar untuk dua putaran. Untuk putaran pertama sekitar Rp 14,842, sedangkan putaran kedua Rp 4,358 miliar," jelas Ketua KPUD Sanggau, Mugiono Pramono, kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu (6/2/2013).

Mugiono berjanji akan menggunakan dana hibah itu secara efisien. Menurutnya, pencairan dana tersebut dilakukan secara bertahap.

"Itukan dana belum ada di kita. Nanti kalau tidak sampai putaran kedua tentu dana itu masih ada di kas daerah," ungkapnya.

Ia menuturkan, diantara pos anggaran. Memang pos pos honor tidak bisa kotak-katik.
"Karena itu terkait dengan penyelenggara untuk PPK, PPS, KKPS, PPDP, dan sekretariat," tandasnya.

Rabu, 06 Februari 2013

Video Porno Bikin Siswa Drop Out



Video_Porno_ilustrasi.jpg
Ilustrasi video porno
BARABAI- Dua siswa SMKN 1 Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST) langsung diberhentikan pihak sekolah, karena kedapatan menyimpan video porno dalam laptop.

Orangtua mereka sontak protes ke DPRD HST. Adalah Syairani, ayah siswa berinisial AN dan Rabiatul Adawiyah (Ibunda RS) yang mengadukan permasalahan itu ke Komisi I DPRD HST, Rabu (5/2/2013).

Mereka mengatakan AN dan RS tepergok menyimpan rekaman adegan syur di laptop, Rabu (30/1/2012). Tanpa melalui proses peringatan lisan dan tertulis, mereka langsung diberhentikan melalui surat. "Ini bukan solusi, seharusnya anak kami diberi kesempatan memperbaiki kesalahannya dan dilakukan pembinaan karena usia mereka masih sangat muda," kata Syairani.

Dia menilai putusan tersebut tidak adil. Bahkan Syairani berencana mengadukan masalah tersebut ke Komisi Perlindungan Anak (KPA) karena sanksi keras itu mempengaruhi masa depan anaknya.

Difasilitasi Ketua Komisi I DPRD HST, Taufikurrahman, mereka mempertanyakan perberhentian itu kepada pengelola sekolah. Menjawabnya, secara tegas Kepala SMKN 1, Sulaiman mengatakan pemberhentian tersebut merupakan upaya menegakkan peraturan sekolah. Dia pun mengatakan pengelola memiliki otoritas membuat aturan yang sesuai kondisi sekolah.

"Itu sudah melalui berbagai pertimbangan. Jurusan multimedia sangat rawan penyalahgunaan, sehingga kami perlu tindakan tegas untuk mencegahnya demi kepentingan siswa," kata Sulaiman yang menilai AN dan RS telah melakukan pelanggaran berat.

Pasalnya, video `adegan terlarang' itu dipertontonkan di dalam kelas. Sedangkan RS memiliki foto dirinya dalam pose vulgar. "Jadi berdasarkan hasil rapat, kami menyarankan agar orangtua melakukan pembinaan dan mencari tempat di sekolah lain. Sanksi ini pernah diberlakukan untuk siswa lain," kata dia.

Ketua Jurusan Multimedia, Mariyanti menambahkan, selain keduanya, ada lima siswa lain yang melakukan pelanggaran serupa. "Lima siswa menyimpan video porno. Satu orang tidak terbukti menyimpan. Satu membawa laptop pamannya yang ada video pornonya tetapi hanya bisa dibuka oleh orang yang ahli. Kelimanya dalam proses pemberian sanksi. Kemungkinan besar, tiga siswa lain diberhentikan juga," kata dia.

Mariyanti menegaskan, peraturan sekolah tersebut sudah disosialisasikan sejak siswa diterima di SMKN 1 Barabai. Selain itu, selalu dingatkan oleh ketua jurusan dan wali kelas. Sanksi pemecatan pun sudah disampaikan. "Tidak ada alasan kalau siswa tak tahu ada aturan tersebut," tegas dia.

Anggota Komisi I DPRD HST Salpia Riduan menyatakan menghormati dan menghargai kebijakan itu, apalagi bertujuan melindungi siswa dari dampak negatif penyalahgunaan teknologi.

"Tetapi, alangkah baiknya jika ada kebijakan dari sekolah untuk memberi kesempatan mereka memperbaiki diri. Misalnya dengan surat perjanjian jika mengulangi, baru diberhentikan. Bagaimanapun, mereka masih di bawah umur," ucap dia.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Agung Parnowo mengatakan pengelola sekolah memang diberi otoritas membikin aturan, sepanjang untuk menegakkan disiplin dan demi kebaikan siswa.

"Kami dari Disdik tidak bisa mencampuri urusan internal sekolah. Permasalahan di sekolah, pengelolanya yang lebih mengetahui. Setahu saya memang ada pelanggaran yang bisa ditoleransi dan sebaliknya sehingga harus diberhentikan. Apalagi, aturan itu sudah diberitahukan jauh hari, saat siswa diterima di sekolah tersebut," kata Agung.

Diungkapkan dia, berdasar laporan kepala sekolah, siswa itu sering melanggar peraturan sekolah, namun baru kali ini pelanggarannya tidak bisa ditoleransi.

"Kalau diberikan dispensasi, siswa lain yang sudah menerima hukuman serupa akan protes. Pengelola sekolah bakal dinilai tidak adil," tegasnya.

Siswa SD Melahirkan, Bayinya Meninggal Dunia



Siswa SD Melahirkan, Bayinya Meninggal Dunia

DENPASAR - Seorang siswa SD berinisial J, melahirkan bayi seberat 600 gram. Namun bayi tersebut hanya bertahan enam jam, dan meninggal dunia Selasa (5/2/2013) pagi.

J adalah siswi kelas VI SD di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali. J terpaksa menikah dini dengan pria beranak dua setelah diketahui hamil enam bulan.

"Kami tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu memulihkan korban yang kehilangan bayinya saat melahirkan," ujar Agung Bintang, Camat Tembuku, saat dihubungi Okezone melalui sambungan telepon, Selasa (5/2/2012).

Selain itu, karena korban tidak mungkin kembali lagi ke sekolah, pihaknya juga akan memfasilitasi agar J bisa melanjutkan pendidikan di jalur kejar paket. Selain itu, J akan mendapat bekal keterampilan.

Hingga kini, J masih menjalani perawatan di RSUD Bangli untuk pemulihan. Beberapa pejabat sudah menjenguk ke rumah sakit untuk memberikan dukungan moral kepada bocah yang terpaksa menikah dini dengan pria beranak dua itu.

Selasa, 05 Februari 2013

Enggan Tanggung Jawab, Berujung di Kepolisian


Perkosaan.jpg
Ilustrasi


SAMARINDA -  Dikarenakan lari lewat kaca jendela rumah, Erv, pemerkosa Rt (16) di polisikan keluarga korban. Kronologi pemerkosaan terjadi  di semak-semak di tepi Jl Peti Kemas, RT 22 Bukuan, Kecamatan Palaran.

 Ditempat itulah pelajar SMK di Samarinda, akhir pekan lalu harus kehilangan mahkotanya. Saat itu tersangka Erv sebagai karyawan perusahaan konstruksi nasional PT TBP, bidang pembangunan tol, mengajak RT kekasihnya untuk jalan-jalan. Karena sudah saling kenal dan menjalin hubungan kekasih,  Rt pun tak menolak ajakan itu untuk sekadar jalan dan mengobrol.

"Kepada orangtuanya, malam itu Rt pamit hendak ke warnet. Tapi malah jalan dengan pelaku," ujar Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Prapto Santoso, melalui Kasat Reskrim, Kompol Feby DP Hutagalung, Minggu (20/1/2013).

Selanjutnya, Erv membawa Rt menuju Jl Peti Kemas. Akhirnya, keduanya tiba di Pelabuhan, dan langsung bercengkerama sambil duduk-duduk santai di atas motor. "Keduanya mengobrol di atas motor," kata Feby.

Usai mengobrol, Rt pun meminta Erv untuk kembali mengantarnya pulang. Namun, bukannya mengantar Rt pulang, Ervan justru langsung memegangi tangan Rt, dan menarik korban menuju semak-semak.

Meski sempat meronta dan berontak, Ervan yang sudah diburu nafsu tak mengindahkan jeritan Rt. "Akhirnya terjadilah hubungan suami istri di lokasi tersebut," jelas Feby.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keluarga korban sempat mendatangi rumah kontrakan  Erv untuk meminta pertanggungjawaban. Sebenarnya, saat itu pelaku sudah bersedia bertanggung jawab.

"Tapi karena dari luar rumah terdengar teriakan keluarga korban yang tidak puas, maka korban pun ketakutan, dan memilih melarikan diri lewat jendela," beber Feby.

Lantaran tidak dapat melacak keberadaan Erv, keluarga korban pun akhirnya memilih melaporkan peristiwa tersebut Sabtu (19/1) lalu ke Polsekta Palaran. Polisi, kata Feby, telah melakukan pemeriksaan  terhadap korban. "Kita sudah melakukan olah TKP, kemudian akan divisum juga," jelas Feby.

Pasca peristiwa tersebut, Erv langsung melarikan diri. Pasalnya, aparat yang melakukan pengecekan di rumah orangtua pelaku tak berhasil menemukan keberadaan pelaku. "Sudah didatangi rumah orang tuanya (pelaku), tapi tidak ada. Sampai sekarang masih kita lacak keberadaannya. Sementara, pelaku dijerat dengan UU Perlindungan Anak," pungkas Feby.

Astaghfirullah! Pelajar SD Cabuli Bocah Dua Tahun


Perkosaan-Malaysia.jpg
Ilustrasi


PONTIANAK  - Seorang Bocah yang masih duduk di bangku SD dilaporkan kepihak kepolisian. Bocah 10 tahun ini  diduga telah melakukan pencabulan terhadap balita dua tahun.

Orangtua korban melaporkan ke Polresta Pontianak  (28/1/2013), setelah orangtua korban mengetahui dan mendapat informasi bahwa anaknya telah mendapatkan perlakukan kurang baik yaitu telah diintimi oleh sang bocah berusia 10 tahun tersebut.  

Menurut Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Puji Prayitno mengatakan pihaknya yang menerima laporan tersebut telah melakukan pemeriksaan dan melakukan visum terhadap korban. 

Sementara itu berdasarkan pemeriksaan pihak kepolisian terhadap bocah yang diduga melakukan pencabulan tersebut bocah tersebut mengakui pencabulan dilakukan pada pertengahan Januari 2013 sekitar pukul 10.00 Wib dirumahnya. 

"Pengakuan korban bahwa pertengahan Januari sekitar pukul 10.00 WIB, pelaku dengan abang korban yang sebelumnya bermain bersama dirumah sang bocah 10 tahun tersebut," ungkap Puji, kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu (30/1/2013).

Kasihan! Usai Dicekoki Miras, Gadis 14 Tahun Dicabuli Pacar


pencabulan3.jpg
Ilustrasi korban pencabulan
Ilustrasi

TASIKMALAYA - Usai dicekoki mira, seorang siswi kelas II SMP di Kota Tasikmalaya, dicabuli pacarnya sendiri. Usai di cabuli, sang pacar mengajak teman-temannya mencabuli gadis 14 tahun itu secara bergilir.

Tak terima dengan kejadian itu, keluarga korban yang tinggal di Kecamatan Indihiang, mengadukan ke Mapolres Tasikmalaya Kota, Selasa (29/1). Korban ikut serta dan mereka diterima di ruang SPK Mapolresta untuk dimintai keterangan awal.

Berdasarkan keterangan korban kepada polisi yang memintai keterangannya, peristiwa itu berawal ketika korban diajak jalan-jalan oleh sang pacar berinisial R, yang masih teman sekolahnya, beberapa hari lalu. Selain diajak berputar-putar malam itu, R pun berupaya mecekoki Bunga dengan miras hingga korban mabuk.

Dalam kondisi tak sadarkan diri, Bunga sempat mengetahui R membawanya ke sebuah hotel di Jalan Empang. Setiba di dalam kamar hotel, R mulai berperangai kasar dan akhirnya berhasil mencabuli Bunga yang sebelumnya sudah tergolek lemah. Setelah itu R malah mengajak sejumlah temannya untuk mencabuli korban.

Selama beberapa hari disekap, Bunga menjadi korban nafsu bejat teman-teman R. Bahkan korban mengaku sempat menghitung, jumlah teman R yang diduga mencabulinya berjumlah sekitar 10 orang. Bunga sendiri mengaku tak bisa berbuat apa-apa, karena tidak bisa berteriak.

Peristiwa itu terbongkar setelah pihak keluarga merasa curiga melihat perilaku Bunga yang berubah. Terlebih Bunga sempat menghilang selama beberapa hari. Pihak keluarga akhirnya mendesak agar Bunga berterus terang. Bunga akhirnya mengutarakan apa yang telah menimpanya.

Bagai mendapat sambaran petir, kedua orang tua Bunga langsung syok. Pihak keluarga pun akhirnya memutuskan kasus tersebut dilaporkan ke polisi dan berharap para pelakunya mendapat hukuman setimpal.

"Kami meminta polisi menghukum para pelaku seberat-beratnya, karena mereka telah merusak masa depan keponakan saya," ungkap MR (44), paman korban yang mengantar korban ke Mapolresta, Selasa(29/1/2013).

Keluarga SS Kesalkan Sekolah

Perkosaan.jpg
Ilustrasi
Ilustrasi


SINTANG -  Paman SS, PR menyesalkan pihak sekolah yang telah mengeluarkan SS, dengan alasan mencemarkan nama baik sekolah. Pasalnya kejadian yang menimpa keponakannya bukan keinginan korban, apalagi SS sudah duduk di Kelas III SMP di Mandor.

Kekecewaan dari keluarga korban muncul setelah SS dikeluarkan dari sekolah, padahal sebelumnya pihak sekolah sudah berjanji untuk tak mengeluarkan SS dari sekolah bila keluarga menyetujui untuk damai.

"Kepala sekolah itu paman satu diantara tersangka, pihak tersangka beberapa kali mendatangi keluarga korban untuk meminta damai. Ia menjanjikan bila damai SS tak akan dikeluarkan dari sekolah namun bila menolak damai SS dikeluarkan dari sekolah," jelas PR kepada Tribunpontianak.co.id, Minggu (3/2/2013).

Atas permintaan damai tersebut pada 29 November lalu keluarga pelaku kembali datang dan meminta damai dan diambil kesepakatan damai antara kedua belah pihak. Namun setelah setengah jam surat perjanjian damai ditandatangani SS dikeluarkan dari sekolah dengan memanggil paman dan ayah koban MN.

Kasihan! Siswi SMP Digilir Tiga Mahasiswa


Perkosaan.jpg
Ilustrasi


SINTANG - Sudah jatuh tertimpa tangga pula,  inilah nasib yang dialami SS (15). Gadis kecil ini diperkosa oleh tiga mahasiswa di Kabupaten Sintang pada 22 November 2012. Selain kehilangan mahkota, ia kehilangan masa depan, karena pihak sekolah mengeluarkannya SS.

Keseharian SS saat ini dihabiskan dirumahnya, dan kini tinggal di kediaman pamannya di Sintang Kota, tampak seperti anak- anak lainnya. Namun siapa sangka dibalik senyumnya menyimpan sebuah harapan yang mengalami hambatan untuk diwujudkan.

"Dari Kecil cita- citanya ingin jadi dokter, tapi sepertinya terlalu tinggi," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, Minggu (3/2/2013).

Kendati sudah dikeluarkan dari sekolah, keinginannya untuk menuntut ilmu masih ada. Bahkan tak jarang ia merasa iri saat melihat anak- anak seusianya menggunakan seragam sekolah.

"Saya masih ingin sekolah, kadang kalau lihat ada yang pakai seragam sekolah rindu rasanya ingin ke sekolah. Tapi bagaimana saya sudah dikeluarkan, dan saya pun tak bisa ikut ujian tahun ini," tukasnya.

Waduh! Mahasiswa Hamili Siswi SMP di Mandor


Dimintai-Keterangan.jpg
Hadi
Polisi saat mengambil keterangan AG, yang dilaporkan pacarnya, di Polsek Mandor

LANDAK - Karena sang pacar tak bertanggung jawab, akhirnya KM (15), pelajar SMP di Mandor, Kecamatan Mandor Kabupaten Landak, melaporkan pacarnya AG (19) , oknum mahasiswa perguruan tinggi Pontianak ke kantor Polisi.

"Laporan dari korban kita terima pada jumat kemarin, pada hari itu juga sang pacarnya langsung kita amankan,"ujar Kanit Reskrim polsek Mandor Aipda Dahroni kepada Tribunpontianak.co.id, Minggu (3/2/2013) pagi

Lalu Kanit Reskrim menuturkan saat melapor ke Mapolsek Mandor,  warga Sungai Dayak Desa Mandor masih bawah umur. Ia saat ini sedang hamil enam bulan, datang bersama orangtuanya, ke Polsek.

" Benar, Tersangkanya adalah pacarnya sendiri dan masih berstatuskan mahasiswa semester III di Perguruan tinggi swasta di kota Pontianak," ujar Dahroni .

Hamili Pacar, Dilaporkan ke Polisi

Abdul Ghani memberikan keterangan kepada petugas Polsek Mandor
Antonius Sutarjo
Abdul Ghani memberikan keterangan kepada petugas Polsek Mandor
Mandor – Enam kali tidur bersama, gadis 15 tahun, sebut saja Bunga, hamil. Bersama orang tuanya, siswi salah satu SMP di Mandor itu melaporkan Abdul Ghani, 19, pacarnya, ke kantor polisi, Jumat (1/2).
“Setelah kita menerima laporan, pelakunya langsung ditangkap,” ungkap Aipda Dahroni, Kasat Reskrim Polsek Mandor didampingi Brigadir Rupinus Ahie, kemarin.
Berdasarkan keterangan Bunga, sudah enam kali dia dan pacarnya melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Pertama kali mereka melakukan hubungan intim pada Agustus 2012 lalu.
“Kalau mau gituan, mereka janjian dulu via Short Message Service (SMS). Setelah korban pulang sekolah setiap hari Jumat, mereka melakukan hubungan badan,” jelas Dahroni.
Kepada petugas, Abdul Ghani mengakui perbuatannya. Bahkan dia mengaku telah menikah dan sudah memiliki satu anak berusia enam bulan. “Saya menyesal, Pak Polisi,” ungkap Abdul Ghani kepada petugas.

Jumat, 01 Februari 2013

Buang Tahi Lalat Sial Malah Dicabuli Dukun

Polisi menerima laporan dari keluarga Mawar terkait praktik dukun cabul
Alfy Shandy
Polisi menerima laporan dari keluarga Mawar terkait praktik dukun cabul
Sungai Kunyit – Gara-gara ingin membuang jerawat serta tahi lalat di tubuhnya yang diyakini membawa sial, Mawar, 16, malah disetubuhi Am, 60, dukun yang tinggal di sebelah rumahnya. Selama dua tahun warga Sungai Kunyit itu disetubuhi, namun baru Rabu (30/1) dilaporkan ke Mapolres Pontianak.
Kisah pilu yang dialami Mawar bermula sejak dia duduk di bangku kelas IX SMP. Ketika itu Mawar meminta jasa pengobatan Am yang dikenal mampu mengobati bermacam penyakit. Pelaku masih memiliki hubungan keluarga dengan Mawar.
“Dia (Mawar, red) mengaku awalnya minta diobati menghilangkan jerawat dan membuang tahi lalat sial yang ada di tubuhnya. Entah bagaimana hingga Mawar mau menuruti permintaan pelaku,” kata keluarga Mawar yang enggan namanya dikorankan.
Menurut pengakuan Mawar, pada saat pertama kali meminta jasa pengobatan kepada pelaku, bukan hanya dirinya saja yang disetubuhi. Melainkan juga ada rekannya yang juga disetubuhi pelaku. Ironisnya, pertama kali pelaku melakukan perbuatan bejatnya itu di samping rumahnya.
“Kita juga belum tahu pasti siapa teman Mawar yang dimaksud. Sebab, sampai saat ini Mawar belum mau terbuka dan menceritakan semua kejadian itu. Mungkin Mawar depresi dengan kondisinya,” ungkap pihak keluarga.
Perbuatan dukun cabul tersebut terus berlangsung sejak mawar duduk di bangku kelas IX hingga sekarang kelas XI SMA. Parahnya, Mawar mengaku lebih dari sepuluh kali telah melakukan hubungan badan dengan dukun cabul tersebut.
“Mawar mengaku tidak ingat lagi sudah berapa kali. Yang pasti sudah lebih dari sepuluh kali. Perbuatan itu biasanya dilakukan di samping rumah pelaku ataupun di samping rumah Mawar. Lokasinya di semak atau pohon rindang,” ujarnya.
Praktik dukun cabul itu pun terungkap ketika tetangga kerap melihat Mawar sedang berduaan dengan Am di bawah pohon rindang tak jauh dari rumahnya. Namun, tetangga tersebut enggan menyampaikan informasi itu kepada keluarga, lantaran takut menyinggung perasaan keluarga Mawar.
“Sekitar dua minggu lalu tepatnya hari Kamis, tetangga tersebut melihat perbuatan tidak senonoh itu dilakukan pelaku kepada Mawar. Dan pada saat bersamaan orang tuanya mencari Mawar. Tetangga pun memberitahukan kejadian itu. Ketika digerebek, pelaku melarikan diri,” bebernya.
Hingga akhirnya keluarga korban berkonsultasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta melaporkan kasus itu kepada Polres Pontianak. Am sendiri dikabarkan sedang berada di rumah anaknya di daerah Sosok Kabupaten Sanggau.
“Polisi juga membawa foto pelaku yang saat ini sedang dalam keadaan sakit stroke. Polisi menunggu kondisi kesehatan pelaku membaik hingga proses hukum dapat dilaksanakan. Kami serahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian,” timpalnya.
“Kami juga berharap hukum dapat ditegakkan. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saat ini kondisi psikologis Mawar memprihatinkan. Kita khawatir terjadi gangguan kejiwaan hingga mendorong Mawar nekat melakukan hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Bocah 10 Tahun Cabuli Anak Dua Tahun

Pontianak – Keseringan nonton film porno, Wf dan An yang baru berusia 10 tahun mencabuli bocah perempuan usia dua tahun. Parahnya lagi, korban pencabulan itu adik kandung An.
“Kita memiliki kendala menangani kasus ini. Kedua pelaku ini belum dapat diproses secara hukum pidana karena umurnya kurang dari 12 tahun,” kata Kompol Puji Prayitno, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Rabu (30/1).
Puji menjelaskan, batas usia anak dalam pengertian hukum pidana pada Undang-Undang No 3/1997 tentang Pengadilan Anak. Definisi anak adalah orang dalam perkara anak nakal telah mencapai umur delapan tahun hingga belum mencapai 18 tahun dan belum pernah kawin. Namun dengan adanya putusan nomor 1/PUU-VIII/2010 amar putusan MK yang menyatakan usia delapan tahun pada Undang-Undang Nomor 3/1997 diganti menjadi 12 tahun, diperkuat dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 11/2012.
“Anak yang berkonflik dengan hukum, selanjutnya disebut anak adalah anak yang telah berumur 12 tahun, tetapi belum berumur 18 tahun yang diduga melakukan tindakan pidana,” ungkap Puji.
Kronologis kejadian, Wf bermain ke rumah An. Mereka bermain di ruang tamu. Tiba-tiba saja muncul Bunga (nama samaran) adik An. Melihat adiknya, An dan Wf mencabulinya. Setelah itu kedua pelaku kembali bermain di ruang tamu rumah An.
Beberapa hari kemudian, Bunga merasa kesakitan di kemaluan dan anusnya. Dia menyebut nama Wf melakukannya. Kedua orang tuanya berang dan langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolresta Pontianak.
“Kejadian itu dilaporkan ke Polresta Pontianak, Senin (28/1) lalu,” kata Puji.
Polisi telah melakukan visum terhadap Bunga. Ketika diinterogasi, Wf dan An mengaku melakukan pencabulan pada pertengahan Januari 2013 sekitar pukul 10.00 WIB di rumah An.
“Kami telah mengamankan bocah yang melakukan pencabulan dan membuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) baik terhadap pelapor dan terlapor. Kita lakukan pemeriksaan saksi-saksi serta korban dan bocah yang dilaporkan,” jelas Puji.

Rabu, 30 Januari 2013

Dukun Cabul Raba Organ Vital Pasien Perempuan


Dukun Cabul Raba Organ Vital Pasien Perempuan
Ilustrasi dukun cabul
JAKARTA - HD (60), seorang dukun cabul asal Kampung Palasari, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, diamankan petugas Polsek Cijeruk karena diduga telah mencabuli dua pasien perempuan yaitu NN (35), dan LI (28). Aksi pencabulan terjadi Senin (28/1/2013) malam di rumah pelaku.
Aksi pencabulan terjadi saat pelaku sedang mengobati pasiennya. Dalam aksinya, HD meminta pasiennya untuk melepaskan pakaianya. Kemudian pelaku meraba-raba bagian-bagian tertentu dengan dalih sebagai persyaratan agar masalah yang dialaminya selesai.
Informasi yang dihimpun menyebutkan aksi pencabulan terungkap setelah LI salah satu melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Cijeruk. Kepada petugas LI, warga Cipinang Gading, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor mengaku, pencabulan terjadi saat ia tengah menjalani pengobatan di rumah HD yang dikenalnya sebagai paranormal.
"Saya datang ke dia (HD-red) mau minta diobatin supaya hubungan rumah tangga saya baik, karena selama ini kita sering ribut," ujar LI saat hendak dimintai keterangan oleh petugas Polsek Cijeruk, Selasa (29/1/2013).
Saat itu kata LI, saat sampai di rumah HD dia dibawa ke dalam sebuah ruangan yang dijadikan sebagai praktek pengobatan. "Pas di dalam kamar, saya disuruh buka pakaian. Saya sempet nolak, tapi katanya itu syarat buat ngusir aura negatif di badan saya," katanya.
Selanjutnya, LI yang saat itu dalam kondisi tanpa mengenakan pakaian, digerayangi dan diraba-raba oleh HD hingga ke bagian kemaluannya. Apa yang menimpa LI ternyata juga dialami NN korban lainnya. Wanita tiga anak yang juga merupakan tetangga HD. Kepada HD, NN meminta bantuan dan didoakan agar usaha dan keluarganya semakin harmonis. Tapi, yang terjadi dia malah digerayangi tubuhnya dengan dalih sebagai syarat agar keinginannya terkabul.
"Istri saya juga dicabuli sama dia pas lagi berobat," kata Dadang (40), suami NN. NN mengaku diminta melepaskan pakaiannya saat menjalani proses pengobatan yang dilakukan HD.
Selain meraba-raba tubuhnya yang saat itu tengah dalam kondisi bugil, HD juga sempat meraba-raba kemaluannya dan bagian intim lainnya. Bahkan, kata NN disekitar kemaluannya sempat dicoret-coret menggunakan spidol oleh pelaku.
Menurut Dadang, warga yang mengetahui praktek dukun cabul yang dilakukan HD kemudian mendatangi rumah pelaku untuk meminta pertanggungjawaban atas perbuatannya yang dilakukan dukun cabul itu. Warga yang emosi nyaris membakar rumah pelaku.Beruntung, kemarahan warga berhasil diredam tokoh masyarakat setempat. Sementara HD yang nyaris menjadi bulan-bulanan warga langsung diamankan ke Mapolsek Cijeruk.
Kanit Reskrim Polsek Cijeruk, AKP Boing Subandrio, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, dua korban sudah membuat di Polsek Cijeruk. Petugas sudah mengamankan HD guna diperiksa terkait laporan kedua pasiennya."Pelaku sudah kita amankan. Kita belum pastikan apa profesi lain pelaku. Yang kita tekankan ini adalah praktek dukun cabulnya bukan dia sebagai tokoh agama atau apa dan sekarang masih dalam pemeriksaan," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Selasa (29/1/2013). wid

Selasa, 29 Januari 2013

Ada Buku Jihad di Rumah Penculik, Tapi Orangnya Nggak Pernah Shalat


Ada Buku Jihad di Rumah Penculik, Tapi Orangnya Nggak Pernah Shalat
TRIBUNNEWS/Yogi Gustaman
TKP tempat kos-kosan Fadlu Heryanto, tersangka penculik Siti Nurjanah atau Nana, anak tiri penyanyi dangdut Nassar KDI, di Desa Rawa Hingkit, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah diberi garis polisi, Sabtu (26/1/2013). 

JAKARTA   Anak pasangan Nassar KDI dan Muzdalifah, Siti Nurjanah atau akrab disapa Nana, ternyata sempat berteriak minta tolong pada tukang es yang biasa mangkal dekat sekolahnya.Saat pertama kali diculik, kabar yang beredar bahwa satu penculiknya adalah perempuan karena memakai cadar. Hal ini dibantah oleh Nana karena yang memakai cadar itu juga laki-laki saat memepetnya ke tengah jok motor.
"Yang culik cowok dua-duanya, satu pakai sapu tangan. Sempet minta tolong ke tukang es dekat sekolah. Tapi dia lagi layanin orang," kata Nana saat berbincang dengan Tribunnews.com, Minggu (27/1/2013).
Nana yang masih berusia 10 tahun ini menuturkan saat diculik ia tidak membawa ponsel, apalagi uang. Menurutnya ketika hendak diculik, ia sedang ingin mendatangi susternya untuk minta uang jajan.
"HP kan ada di tangan suster. Waktu itu mau ambil uang di suster. Sempat teriak, tapi enggak ada yang denger. Jalannya sepi, " bebernya.
Mengenai barang bukti polisi seperti buku bertemakan jihad, potasium, dan bukti lainnya yang mengarah ke tindakan terorisme, Nana mengatakan selama ia disekap tak pernah sekalipun melihat penculik melaksanakan ibadah salat.
"Enggak shalat juga penculiknya. Takut juga sih abis ini," tambahnya.

Begini Cara Polisi Membekuk Penculik yang Dilihat Langsung Anak Musdalifah


Begini Cara Polisi Membekuk Penculik yang Dilihat Langsung Anak Musdalifah
TRIBUNNEWS/Yogi Gustaman
TKP tempat kos-kosan Fadlu Heryanto, tersangka penculik Siti Nurjanah atau Nana, anak tiri penyanyi dangdut Nassar KDI, di Desa Rawa Hingkit, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah diberi garis polisi, Sabtu (26/1/2013). 

TANGERANG  Anak Nassar dan Muzdalifah, Siti Nurjanah atau akrab disapa Nana, mengaku melihat langsung si penculik terjerembab di jalan saat kakinya ditembak polisi karena hendak melarikan diri.Saat berbincang dengan Tribunnews.com di kediamannya, Nana mengatakan ia memang melihat penculik yang hendak lari ditembak polisi dari jarak jauh. Menurutnya polisi masuk ke rumah si penculik tidak dengan cara mendobrak, namun dengan cara baik-baik seperti mengetuk pintu.
"Penculiknya satu ada yang bukain pintu, satu lagi kabur lewat kamar mandi. Yang kabur lewat kamar mandi itu waktu polisi sudah masuk rumah, " kata Nana, Minggu (27/1/2013).
Nana menceritakan ketika polisi masuk, ia sempat melihat Fadhul (penculik yang tertangkap) untuk rebahan dan diborgol tangannya. Ketika Fadhul berusaha kabur, ia hanya mendengar polisi berteriak "lari".
"Aku ikut keluar rumah sama polisi. Iya (lihat kaki penculik berdarah). Agak-agak takut, satu kali nembaknya," beber Nana.
Ketika ditanya apakah ia juga takut mendengar bunyi letusan senjata api, Nana mengaku tak begitu takut. Menurutnya ia lebih takut melihat si penculik roboh ditembak polisi.

Anak Tiri Nassar Sempat Diancam Ditembak Kalau Tak Patuhi Penculik


Anak Tiri Nassar Sempat Diancam Ditembak Kalau Tak Patuhi Penculik
/JEPRIMA
Nassar dan Musdalifah saat menemui anaknya didampingi oleh kapolda di mainhall, Polda Jakarta Selatan, Sabtu (26/1/2013). 

TANGERANG  Siti Nurjanah alias Nana yang merupakan anak dari pasangan Nassar dan Muzdalifah bercerita dirinya sempat diancam akan ditembak jika tidak menuruti perintah si penculik.Kepada Tribunnews.com, Nana menuturkan perlakuan penculik kepadanya sebenarnya cukup baik.
Menurutnya penculik hanya meminta ia menuruti segala perintah si penculik. Nana pun mengaku mengetahui si penculik membawa senjata api yang saat ini disita polisi sebagai barang bukti.
"Enggak, lumayan baik (penculiknya). Iya, kalau enggak nurut katanya mau dijual. Iya tahu (penculik bawa pistol), orang ditunjukin ke saya kok pistolnya. Katanya kalau enggak nurut, nanti ditembak, " kata Nana, Minggu (27/1/2013).
Sebelumnya, Nana menuturkan ia selalu tidur dengan penculik yang berjumlah dua orang. Setiap malam, kata Nana, tangannya selalu diikat dengan lakban di bagian depan dan mulutnya juga disumpal dengan lakban.
"Tidurnya bareng sama penculik. Ada TV di kamarnya. Enggak boleh keluar. Kalau mau mandi atau buang air, ditungguin depan pintu," katanya.

Penculik Kualat, Jatuh dari Motor, karena Tertawakan Musdalifah Baca Yasin


Penculik Kualat, Jatuh dari Motor, karena Tertawakan Musdalifah Baca Yasin
Tribun Jakarta/JEPRIMA
Penyanyi dangdut, Nassar KDI, Siti Nurjanah dan Musdalifah saat menggelar konferensi pers terkait penemuan anak mereka yang hampir sepekan diculik di Mainhall, Polda, Jakarta Selatan, Sabtu (26/1/2013). 

TANGERANG  Siti Nurjanah alias Nana yang merupakan anak dari pasangan pedangdut Nassar dan Muzdalifah, bercerita bahwa penculiknya tersebut sempat jatuh dari motor usai mentertawakan ibunya yang membaca surat Yasin.Ketika berbincang dengan Tribunnews.com, Nana menuturkan saat itu penculik habis menelepon ibunya setelah menonton sebuah televisi dan melihat Muzdalifah membaca surat Yasin demi melihat Nana kembali ke pelukannya.
"Om-nya yang satu lagi cerita, temannya jatuh dari motor habis telpon Umi. Waktu nelpon, dia ngetawain Umi, katanya ngapain baca Yasin? Habis itu dia jatuh dari motor, jalannya pincang," kata Nana, Minggu (27/1/2012) saat ditemui di kediamannya.
Lebih lanjut, Nana mengklarifikasi kalau ia tidak ditodong pistol selama makan. Menurutnya ia ditodong pistol di kaki jika dinilai berisik. "Di kaki ditodongnya. Biar enggak teriak. Dibilang, jangan macam-macam. Agak takut sih," bebernya.
"Nonton TV boleh, tapi enggak boleh nonton infotainment. Enggak tahu alasannya apa," tambahnya.

Begini Cara Polisi Menyadap Telepon Penculik Anak Tiri Nasar KDI


Begini Cara Polisi Menyadap Telepon Penculik Anak Tiri Nasar KDI
Tribun Jakarta/JEPRIMA
Penyanyi dangdut yang terkenal lewat ajang pencarian bakat Nassar, Siti Nurjanah dan Musdalifah saat melakukan konferensi pers terkait penemuan anak mereka yang hampir sepekan diculik di Mainhall, Polda, Jakarta Selatan, Sabtu (26/1/2013).

JAKARTA  Petugas Resmob berhasil menemukan anak tiri pedangdut Nasar 'KDI', Siti Nurjanah di sebuah rumah di kawasan Narogong, Cileungsi, Bogor, Sabtu (26/1) dini hari.
Polisi mengendus lokasi penyekapan Nana dari sebuah nomor telepon yang pernah menghubungi Muzdhalifah sebelumnya.
"Tanggal 22 Januari pukul 00.30 penculik menghubungi keluarga korban dan mengatakan bahwa anaknya ada di bawah kekuasaan. Kemudian pelaku memperdengarkan suara anaknya. Saat itu Nana minta tolong, minta pulang," jelas Irjen Putut Bayuseno, Kapolda Metro Jaya dalam jumpa pers yang dihadiri tabloidnova.com.
Saat itu pelaku minta uang tebusan sebesar Rp4 Miliar dan meminta Nasar menunggu perintah selanjunya. Nasar dan Muzdhalifah juga sempat mendapat ancaman.
"Pelaku bilang 'tunggu permainan selanjutnya, yang kamu hadapi siapa, saya akan bikin miris," kata Putut mengulang ucapan penculik.
Dari telepon itu kemudian polisi berhasil melacak keberadaan Nana.

Senin, 28 Januari 2013

Tiap Makan Kepala Nana Ditodong Pistol


Tiap Makan Kepala Nana Ditodong Pistol
Tribun Jakarta/JEPRIMA
Penyanyi dangdut yang terkenal lewat ajang pencarian bakat Nassar, Siti Nurjanah dan Musdalifah saat melakukan konferensi pers terkait penemuan anak mereka yang hampir sepekan diculik di Mainhall, Polda, Jakarta Selatan, Sabtu (26/1/2013). (Tribun Jakarta/Jeprima) 
Drama Sembilan Hari Penculikan Putri Artis (2-Habis)
JAKARTA--Selama sembilan hari, terhitung sejak 17 Januari 2013, Siti Nurjanah alias Nana (10) dalam cengkeraman penculik di rumah kontrakan Fadlun Haryanto (29), di Rawa Hingkit, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kendati demikian, tak seorang pun warga sekitar menyadari tindak penculikan terhadap bocah kelas lima SDN 6 Kota Tangerang itu.
Iskandar (40), yang mengaku sudah dua tahun hidup bertetangga dengan Fadlun mengatakan, selama delapan bulan terakhir dari rumah kontrakan tetangganya itu tak ada yang mencurigakan.
"Saya tak pernah mendengar ada anak perempuan di dalam. Saya tak pernah lihat dia bawa anak, pokoknya saya tidak tahu apa-apa. Tahu-tahu ada penggerebekan, saya kaget," kata Iskandar di Rawa Hingkit, Sabtu (26/1).
Ia mengungkapkan, Fadlun tinggal sendirian setelah sekitar empat bulan lalu istri dan anaknya kembali ke kampung halaman, di Cirebon, Jawa Barat. Rumah kontrakan Fadlun memang terpencil, terletak di bagian belakang komplek perumahan Hajah Anih.
Menuju rumah kontrakan itu, hanya ada satu akses, yakni lewat samping rumah keluarga Haji Anih. Rumah kontrakan yang ditinggali Fadlun, luasnya sekitar 5x7 meter, di dalamnya terdiri dari ruang tamu, ruang tidur dan kamar mandi.
Sebelah kontrakan Fadlun, hanya ada satu rumah kontrakan, yang ditinggali Asep Suhendar, komplotan Fadlun yang kini buron.
Di depan dua kontrakan tersebut, terdapat bangunan, yang setiap Rabu pagi dimanfaatkan perempuan sekitar untuk menggelar pengajian.
Namun tak satu pun dari peserta pengajian yang menyadari keberadaan korban penculikan.
Mimi Fitriah (33), seorang warga Rawa Hingkit mengaku dini hari tadi sempat bertemu dengan Nana, dan bertanya kepada bocah yang tampak pucat itu.
"Saya tanya, kok tidak teriak, warga juga tak ada yang tahu. Kata dia setiap mau teriak dia ditodong pistol, diancam dibunuh. Setiap makan juga dia sambil ditodong pistol," ungkapnya.
Kedatangan Nana pun sempat ditanya Mimi. Bocah itu mengaku dibawa ke rumah kontrakan tersebut Kamis lalu. Nana mengatakan ia tiba siang hari, saat hujan deras melanda kawasan tersebut.
"Katanya dia dipakaikan jas hujan, di wilayah sini kalau hujan warga semua masuk rumah. Wajar tidak ada yang tahu ada dia," tandasnya.
Tetangga dan wagra Limus Nunggal, Cileungsi, sampai pemangku RT/RW pun tak mengetahui, kalau putri tiri Nassar 'KDI' tinggal bersama Fadlun. Menurut Mimi, kos-kosan yang ditempati Fadlun terbilang ramai.
Meski berada di sudut, bangunan di depan kosannya adalah Majelis Talim Nur Awaliyah, yang tiap Rabu dipakai ibu-ibu Limus Nunggal untuk pengajian.
"Kita nggak pernah mendengar ada tangisan anak kecil di dalam. Makanya nggak curiga apa-apa. Kita sendiri nggak menyangka kalau Nana disekap di dalam," tandas Mimi.
Di mata warga, Fadlun merupakan pria yang sudah berkeluarga. Hampir dua bulan Fadlun dan istri serta anaknya Dafa tinggal di kos yang per bulannya hanya Rp 350 ribu. Selama tinggal di situi, pria asal Jambi itu tak akrab bergaul dengan warga sekitar.
Sehari-hari, Fadlun bekerja sebagai penyedia jasa servis barang-barang elektronik, seperti kipas angin, dan komputer. Dari foto yang diterima warga, saat polisi menggeledah kos Fadlun, ditemukan banyak perabotan elektronik, seperti CPU, hardware, keyboard dan mouse.
Selama menyekap Nana, warga tak menaruh curiga terhadap Fadlun. Namun, Fadlun tetap bertanggungjawab memberikan makanan kepada Nana. Pernah satu kali, seorang warga mendapati Fadlun membeli nasi Padang di Rumah Makan Padang Cahaya Baru, Jalan Setu.
Sabtu pagi, ketika jam menunjukkan pukul 03.15 WIB, Mimi dan suaminya Juwandy Wowo kaget bukan kepalang. Keduanya masih belum tertidur karena Juwandy sedang membahas teknis untuk persiapan menjadi wasit kompetisi Danone Cup.
Setelah mendengar letusan tembakan tiga kali, Juwandy dan istri keluar rumah karena penasaran.
Ia memberanikan diri untuk bertanya pada petugas yang memegang pistol. Bekas Ketua RT 01/01 ini baru tahu setelah dijelaskan, bahwa apa yang baru saja terjadi adalah penangkapan terhadap penculik.
"Kita nggak menyangka itu polisi. Saya pikir itu penodongan. Lalu saya tanya, ada apa ini, Pak?' Petugas lalu menjelaskan melakukan penangkapan terhadap penculik. Saya melihat Bapaknya Dafa (Fadlun) tersungkur berdarah di tanah dengan tangan terborgol," jelas Juwandy.
Kepada Juwandy, petugas minta tolong untuk membantu tiga personel polisi yang mengejar teman Fadlun yang kabur, Asep. Polisi yang menembak Fadlun langsung membawa Nana ke Masjid Al Awwabin. Selama di masjid, Nana ditemani Mimi, Sapna Mulyaningsih dan anaknya Anggi.
Mimi dan teman-temanya baru sadar, anak kecil dengan rambut sebahu dan memakai seragam silat warna hitam itu adalah Nana, anak pasangan selebriti Nassar dan Muzdalifah. Mereka baru tahu Nana sebenarnya setelah diinformasikan polisi.
Umumnya ibu-ibu rumahan, keduanya akrab dengan gosip di televisi, tak terkecuali dengan berita penculikan Nana. Sontak saja, setelah diberitahu kalau Nana adalah orang yang selama ini dicari, keduanya langsung berfoto bareng dengan BlackBerry Mimi.
"Saya tanya anaknya, sudah berapa lama diculik?" kata Mimi. Dari keterangan Nana, ia disekap Fadlun dan temannya Asep, selama sembilan hari. Sapna juga ikut bertanya tentang kondisi Nana, namun hanya diam. Begitu juga ketika dikasih roti, Nana tak mau memakannya, hanya minum.
"Nana bilang selama diculik nggak diapa-apakan. Katanya, kalau makan ditodong pakai senjata. Makanya dia nggak bisa teriak, dan Nana diam saja," tutur Sapna.
Menurut Anggi, anak Sapna, rambut Nana mengeras. Kemungkinan selama disekap tidak mandi. Begitu juga kondisi badan Nana yang bau kecut. Karena selama diculik, Nana hanya memakai baju silat.
"Pas datang waktu adzan Subuh, suasana langsung ramai. Setelah itu polisi dengan dua mobil membawa Nana dan Fadlun ke Polda Metro Jaya.

Nana Terdiam Saksikan Penculik Didor


Nana Terdiam Saksikan Penculik Didor
warta kota/nur ichsan
Korban penculikan Siti Nurjanah didampingi kedua orangtuanya Nazar Sungkar dan Muzdalifah, hadir pada acara Rilis Kapolda Metro Jaya, Irjen Putut Bayuseno, Tentang Pengungkapan Kasus Penculikan Siti Nurjanah alias Nana, anak pasangan artis Nazar Sungkar dengan Muzdalifah di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (26/1).
Drama Sembilan Hari Penculikan Putri Artis (1)
JAKARTA--DOR, dor, dor! Begitu suara tiga letusan senjata api di ujung pagi buta di Jl S Parman, Narogong, Cileungsi, Jawa Barat, Sabtu (26/1).
Jarum jam ketika itu menunjukkan sekitar pukul 03.15 WIB. Seorang pria dengan tangan terborgol langsung tersungkur oleh timah panas petugas Kepolisian, setelah berusaha kabur.
Sekitar 10 meter dari lokasi penembakan, seorang gadis kecil, Siti Nurjannah atau Nana, hanya termangu menyaksikan peristiwa itu. Pagi itu, putri tiri pasangan selebriti Nassar 'KDI' dan Musdalifah melihat Fadlun Heryanto (29) yang menculiknya, tak berkutik.
"Saya lihat Nana hanya duduk di warung sendirian. Karena petugas Kepolisian mengurusi penculik. Dia jatuh tersungkur," tutur Sapna Mulyaningsih (37), warga setempat yang terkejut setelah mendengar tiga kali suara tembakan.
Sapna yang sedang tertidur lelap, langsung terjaga. Ia sangsi suara keras yang kerap didengarnya bukan seperti buah kecapi, yang jatuh menimpa atap seng rumah tetangganya. Kali ini suara yang pecah malam itu lebih keras.
Rumah Sapna berjarak sekitar 15 meter, pascaletusan tembakan. Ia sempat tiarap bersama dua anaknya. Dengan memberanikan diri, ia melongok dari jendela kamarnya dan baru yakin suara itu terdengar dari pucuk senapan personil Resmob Polda Metro Jaya.
Sapna dan dua anaknya kemudian memberanikan diri keluar rumah. Tetangga sebelahnya Juwandy Wowo dan istrinya Mimi Fitria ikut keluar rumah, dan menanyakan ada apa gerangan kepada seorang yang memegang senjata. Mereka sadar, peristiwa itu bagian proses penangkapan.
"Waktu itu masih gelap. Kita belum tahu yang ditembak Pak Dafa (panggilan Fadlun). Lalu petugas menjambak rambut Pak Dafa dan dibawa ke masjid. Terus kita ikuti dan diminta menjaga Nana. Dia bilang petugas kekurangan dan minta menjaga Nana," jelas Sapna.
Kalau Fadlun tertangkap, rekannya, Asep (30) bisa meloloskan diri dari sergapan Tim Gabungan Resmob Polda Metro dan Polres Tangerang. Warga RT 01 RW 01, Rawa Hingkit, Cileungsi, Bogor, juga menyaksikan kejar-kejaran polisi dengan tersangka penculikan.
Iskandar (40), warga setempat mengaku melihat aksi penyergapan Fadlun itu. Kebetulan saat itu ia sedang sibuk memasak nasi kuning untuk dijual. Selain itu ia mendengar seseorang membongkar atap rumah tetangganya. Sontak ia keluar rumah kontrakan.
"Sampai di depan pintu saya lihat ada dua orang laki-laki bawa pistol lari-larian, terus saya disuruh masuk sama mereka," ujarnya. Namun demikian, Iskandar masih penasaran, ia terus mengintip dari sela-sela tirai jendelanya. Ia melihat dua petugas yang mengejar kembali ke depan rumahnya, melapor ke seorang petugas bahwa mereka baru saja kehilangan buruan mereka.
"Terus saya keluar lagi, saya beritahu kalau ada seseorang yang lari dengan cara menjebol atap rumah kontrakan," tuturnya.
Polisi pun mengecek laporan Iskandar, mereka kemudian menyusuri sebelah rumahnya dan memanjat tembok sebuah pabrik yang berdiri tegak di belakang rumah iskandar. Dari situ terlihat atap rumah bagian belakang tetangganya yang bernama Asep sudah jebol.
"Akhirnya rumah itu dijebol sama polisi, sudah tak ada apa-apanya lagi," jelasnya. Pagi harinya ia baru mengetahui, bahwa tetangganya yang Asep Suhendar kabur, melarikan diri karena diduga berkomplot dengan tetanganya juga yang bernama Fadlun Heriyanto, dalam penculikan terhadap Nana.
Menurut Arif, anggota keluarga pemilik rumah kontrakan Fadlun, mereka tinggal di sebelah kontrakan Fadlun sejak sepekan terakhir.
"Kami belum begitu kenal dia, kerjaannya apa, tinggalnya di mana, karena dia baru tinggal di sini," jelasnya. Menurut informasi yang diperoleh Tribun, Asep merupakan warga kelurahan Dusun Pisangsambo, kecamatan Tirtajaya, Karawang, Jawa Barat.