Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Selasa, 19 Februari 2013

Duda Menyesal Cabuli Anak 7 Tahun



JAKARTA - Seorang duda berinisial YT (30), warga Kampung Tengah, Jakarta Timur, tega mencabuli bocah perempuan berumur 7 tahun. Berdasarkan pengakuan Jabrik, ia sudah mencabuli korbannya itu sebanyak dua kali.

"Dua kali pak. Yang pertama hari Rabu 6 Februari 2013 lalu. Saya datangi karena tahu di rumah korban orang tuanya sedang bekerja," katanya saat ditemui TRIBUNnews.com di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Minggu (17/2/2013).

Jabrik yang berprofesi pedagang makanan ini juga mengaku sangat menyesal telah mencabuli bocah yang masih duduk di kelas II SD ini. "Saya menyesal pak, enggak lagi-lagi," katanya

Sementara itu Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Polisi Endang mengatakan bahwa pelaku sangat leluasa masuk ke dalam rumah yang terletak hanya 20 meter dari rumah korban. Saat akan melancarkan perbuatan bejatnya Jabrik sudah tahu kapan waktu yang tepat.

Menurut Endang, modus Jabrik mencabuli bocah tersebut hanya dengan cara mengiming-imingi korban dengan uang dan makanan. "Ia juga sempat mengancam korban untuk tidak memberitahukan hal itu kepada siapapun," katanya.

Orang tua korban yang akhirnya melapor ke pihak kepolisian setelah putrinya tersebut mengaku merasakan sakit pada kemaluannya. "Tanggal 12 Februari 2013 laporan Polisi sudah masuk. Setelah itu langsung kita buat surat perintah penangkapan. Tapi ternyata pelaku melarikan diri," ujar Endang.

Pada hari Sabtu sore kemarin, pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang makanan ringan itu tampak terlihat di rumahnya seorang diri. Tanpa ampun, pelaku yang sempat buron itu pun menjadi bulan-bulanan warga hingga babak belur.

Sampai saat ini Jabrik masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit PPA Polres Jakarta Timur. Ia diancam Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Lima Tahun Ayah Gauli Putrinya



JAKARTA - Seorang ayah berinisial DP (42) telah lima tahun menggauli putrinya, PU (18). Gadis tersebut digauli ayahnya sejak usia 13 tahun, dan selalu diiringi ancaman.

Kepala Unit PPA Polres Jakarta Timur AKP Endang mengatakan, ancaman itulah yang membuat korban selama lima tahun tidak berani melapor.

"Bapaknya mengancam menghancurkan hubungan keluarganya. Pastinya, ada yang membuat korban takut dan khawatir," kata Endang kepada wartawan termasuk Tribunnews.com, di Mapolres Jakarta Timur, Selasa (19/2/2013).

Endang menuturkan, keberanian PU melaporkan perbuatan ayahnya, lantaran sudah tidak tahan dengan aksi sang ayah. PU merasa sudah besar, dan tidak semestinya dimanfaatkan terus-menerus, serta ditakut-takuti oleh ayahnya.

"Korban merasa sudah besar, karena itu ia merasa tidak terima atas perbuatan sang ayah, hingga akhirnya mengadukan perbuatan ayahnya kepada kakeknya," jelas Endang.

Perilaku amoral DP berakhir, setelah PU bersama keluarga melaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Timur, Senin (18/2/2013) siang. Tak lama, DP diamankan petugas.

Kepada petugas, PU mengungkapkan selama ini tidak berani melaporkan aksi bejat sang ayah, lantaran pelaku mengancam akan menghancurkan seisi rumah, jika ia menceritakan kepada orang lain.

Menurut PU, kegilaan sang ayah pertama kali dialami pada 2008, di rumah mereka di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.

Saat itu, dia dan dua adik perempuannya tengah tidur di kamar sang ibu, yang sedang tidak ada di rumah. Sekitar pukul 01.00 WIB, tiba-tiba DP masuk ke dalam kamar dan langsung membuka celana serta celana dalam korban secara paksa.

"Saya kaget, dan langsung berontak. Dia membekap mulut saya, dan langsung menindih saya," tuturnya.

Di bawah ancaman DP, PU tak kuasa melayani nafsu bejat ayahnya. Aksi itu dilakukan saat rumah dalam keadaan sepi maupun ramai.

Namun, PU mengungkapkan, tidak ada yang mengetahui peristiwa ini, karena DP selalu beraksi saat sang ibu, dua adik perempuan, dan satu adik laki-lakinya, sedang tertidur lelap.

Kasihan! Gadis Ini Melahirkan Benih Ayah Tiri


Perkosaan.jpg
Ilustrasi


KEDIRI - Kasihan. Seorang gadis belia yang berumur 15 tahun melahirkan seorang bayi yang tak lain benih dari ayah tirinya. Kini  Mu tergolek lemas di satu kamar ruangan Anggrek RS Bhayangkara Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (19/1/2013).

Warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu baru saja menjalani persalinan cesar. Bayi laki-laki dengan berat 2,5 kilogram itu dilahirkan, tanpa ada tangisan seperti kebanyakan bayi lahir.

Sebuah pemandangan berbeda terlihat di kamar tempat Madu dirawat. Tidak terlihat sama sekali suasana bahagia yang biasanya menyertai sebuah kelahiran seorang bayi.

Raut muka tegang justru terlihat dari beberapa anggota keluarga yang turut mendampingi di rumah sakit. Hal berbeda lainnya adalah penjagaan ketat sejumlah personil polwan di sekitar kamar.

Mu adalah korban persetubuhan yang dilakukan TO (50), ayah tirinya sendiri yang masih sekola dan duduk dibangku kelas tiga sebuah SMP swasta di Kota Kediri. Kasus asusila ini terkuak pada awal Desember 2012. Bermula dari kecurigaan SR, ibu Madu, yang melihat putrinya belakangan sering muntah-muntah meskipun sudah beberapa kali diobati.

SR kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penangkapan TO, ayah tiri yang berprofesi sebagai penarik becak. "Kini berkas kasusnya kini telah dilimpahkan kepada Kejaksaan," kata Kapolres Kediri Ajun Komisaris Ratno Kuncoro.

Di tempat terpisah, tersangka TO mengaku tidak mengetahui kabar kelahiran bayi hasil perbuatannya itu. Ia bersyukur karena bayi itu selamat dan menegaskan kesiapannya merawat dan membesarkan si bayi. "Biar saya rawat saja," kata TO ditemui di Mapolres Kediri Kota.
TO menyatakan penyesalannya. Ia mengaku melakukannya karena khilaf setelah kebutuhan biologisnya tak dapat dipenuhi SR yang berprofesi sebagai tukang pijat.

Perbuatan amoral itu diakuinya tanpa ada paksaan apapun. TO mengatakan melakukan perbuatannya di kamar rumah yang mereka tempati bersama. "Saya melakukannya saat istri saya mijat," kata pria yang juga mengaku lupa kapan dan berapa kali melakukan aksinya itu.

TO kini bersiap menghadapi sidang pengadilan. Ia dijerat pasal berlapis termasuk pasal 81 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Perlindungan Anak serta Undang-undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Senin, 18 Februari 2013

Luar Biasa! Gadis Ini Hamil Diusia 8 Tahun


siswi-hamil23.jpg
Ilustrasi
Ilustrasi


MEXICO CITY -  Diusianya yang masih terbilang muda, gadis ini sudah hamil sejak usia delapan tahun. Dan kini, gadis Meksiko ini diusianya yang beranjak sembilan tahun, ia sudah melahirkan seorang bayi perempuan. Demikian kata pemerintah daerah dan anggota keluarga bocah itu, Rabu (6/2/2013).

"Anak perempuan itu baru berusia delapan tahun saat dia hamil. Sang ayah (dari anak yang dilahirkannya) adalah remaja laki-laki 17 tahun, tapi kami belum menemukan dia karena dia melarikan lari," kata ibu gadis itu, yang hanya diidentifikasi sebagai Dafne. Demikian kata sejumlah pejabat lokal di negara bagian Jalisco.

"Kami sedang mencari seorang pemuda untuk mendapatkan cerita dia karena gadis kecil itu tidak mengerti apa yang telah terjadi. Ini sebuah pemerkosaan atau kasus pelecehan terhadap anak," kata Jorge Villasenor, jaksa negara bagian itu. 

Kendati usianya yang masih belia, bayi yang  lahir pada 27 Januari lalu di Zoquipan Hospital terlahir dengan normal, berat badan 2,7 kg. Kedua anak perempuan itu telah keluar dari rumah sakit pada akhir pekan lalu. Mereka tampaknya baik-baik saja, tetapi pihak rumah sakit mengatakan, mereka harus melakukan tindak lanjut secara rutin terkait dengan usia sang ibu.

Kasihan! Gadis 9 Tahun Diperkosa Orang Tak Dikenal


Perkosaan-Malaysia.jpg
Ilustrasi


LAMONGAN - Sunggguh malang nasib gadis kecil, Siti Nurjannah (9), siswi kelas IV SD asal Desa Sendangrejo Kecamatan Kota Lamongan diperkosa orang tak dikenal saat hendak pergi ke sekolah.

Ia ditemani  neneknya, Sipah (58) melapor ke Mapolsek Kota atas kejadian yang dialaminya, Jumat (15/2/ 2013).

Seperti diungkapkan Sipah, cucunya Jumat pagi itu berangkat sekolah seperti biasanya dengan membawa sepeda angin.

Sekitar pukul 05.30 WIB tiba - tiba dalam perjalanannya ia diberhentikan oleh orang tidak dikenal dan digelandang dan disekap di belakang rumah potong rambut milik Marsidi.

Celana dalamnya dilepas paksa pelaku yang tidak dikenalnya itu dan berusaha memperkosa korban.
Entah apa sebenarnya apa yang terjadi, apakah korban sudah berhasil diperkosa atau baru akan diperkosa.

Yang jelas, korban pagi itu tidak melanjutkan pergi ke sekolah dan kembali pulang. Di rumah ia menceritakan pengalaman pahit yang baru saja dialaminya.

"Anaknya cerita kalau kemaluannya sakit," ungkap Sipah di depan petugas.
Kasus dugaan pemerkosaan terhadap bocah yang tinggal dengan neneknya ini kini dalam penyelidikan petugas.

Kanit reskrim AKP Armaynur mengembangkan penyelidikan ke TKP dan menyebar sejumlah anggotanya untuk menangkap pelaku.  "Kita berusaha maksimal agar bisa menangkap pelakunya,"kata Armaynur, Sabtu (16/2/2013).

Gadis Kecil Ini "Dirusak" Tetangganya Sendiri


Perkosaan.jpg
Ilustrasi


JAKARTA - Sungguh malang bocah SD berinisial M, ia rusak oleh tetangganya sendiri, YT (30). Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena telah melakukan pencabulan, YT ditangkap pihak kepolisian Metro Jakarta, Sabtu (16/2/2013) malam.
 
Saai ini YT menjalani  pemeriksaannya di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur.

Duda ini mengaku menyesal telah mencabuli bocah yang masih duduk di kelas II SD ini. "Nyesal pak, enggak lagi-lagi," katanya di ruangan penyidik.

Pelaku mengaku telah mencabuli M pada tanggal 6 Februari 2013 lalu di rumah korban yang berjarak 10 dari rumah pelaku. Kala itu, orangtua korban diketahui sedang tidak berada di rumah. Oleh sebab itu, pelaku pun leluasa masuk dan melakukan perbuatan amoralnya terhadap M. Bahkan pelaku mengaku mencabuli korban sebanyak dua kali. "Dua kali pak," ujarnya sambil terus menutupi mukanya dengan tangan.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Polisi Endang mengatakan, tersangka menggunakan modus mengiming-imingi korban dengan uang dan makanan. Ia juga sempat mengancam korban untuk tidak memberitahukan hal itu kepada siapapun.

Setelah beberapa hari, nampaknya perbuatan bejat pelaku menimbulkan efek bagi kesehatan korban. Korban merasakan perih di kemaluannya, dan hal itu kerap dikeluhkan ke ibunda korban. Setelah didesak, korban mengaku dicabuli oleh tetangga sendiri, YT. Orangtua korban pun langsung melaporkan peristiwa tersebut ke kantor Polisi.

"Tanggal 12 Februari 2013 laporan Polisi sudah masuk ke kita. Setelah itu langsung kita buat surat perintah penangkapan. Tapi ternyata pelaku melarikan diri," ujar Endang.

Minggu sore, pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang makanan ringan itu tampak terlihat di rumahnya seorang diri. Tanpa ampun, pelaku yang sempat buron itu pun langsung dihajar warga hingga babak belur.

Sabtu, 16 Februari 2013

Kondom Berceceran di Malam Valentine

21 Pasangan Mesum Terjaring Razia

Pontianak – Pasangan mesum terperanjat dan tekacar ganyah ketika pintu kamar hotel digedor jajaran Polda Kalbar, Kamis (14/2) dini hari. Padahal mereka sedang asyik-asyiknya merayakan malam Valentine dengan cara berhubungan badan layaknya suami-istri.
Sepuluh pasangan mesum yang menginap di Hotel Borneo Jalan Merdeka, Hotel Orient Jalan Tanjungpura, dan Hotel Jeruju diangkut polisi. Ketika digerebek, ada yang sedang asyik-asyiknya melakukan hubungan intim. Bahkan petugas menemukan pasangan mesum yang belum sempat mengenakan pakaiannya. Terlihat juga kondom bekas pakai berceceran di lantai kamar hotel.
Parahnya lagi, kebanyakan mereka yang melakukan hubungan badan pada malam Valentine berusia remaja. Rata-rata mereka berstatus pelajar dan mahasiswa. Para pasangan di luar nikah ini terjaring operasi penyakit masyarakat (pekat) yang sengaja dilaksanakan pada malam Valentine.
“Ketika digerebek mereka tidak bisa memperlihatkan surat nikah,” ungkap Kompol Adi Tri SH, Kabag Min Op Dit Sabhara Polda Kalbar.
Kepolisian mengintensifkan penertiban penyakit masyarakat. Menciptakan situasi keamanan kondusif untuk memberikan rasa nyaman beraktivitas di Kota Pontianak. “Razia Direktorat Sabhara Polda Kalbar ini dimulai pukul 22.00 hingga pukul 23.30,” papar Adi.
Awalnya polisi mendatangi Hotel Borneo. Satu per satu kamar dicek petugas. Tidak ada satu pun pasangan mesum yang dapat menunjukkan bukti pasangan hidup. Mereka langsung digiring masuk ke mobil dalmas dan dibawa ke Markas Dit Sabhara Polda Kalbar guna dimintai keterangan. Mereka yang terjaring dilakukan pendataan dan diberikan peringatan. “Namun tetap menjalani proses hukum dan dijerat tindak pidana ringan (tipiring),” ungkapnya.
Ketika mendatangi Hotel Orient, pemilik hotel tidak membolehkan polisi menggerebek kamar. Padahal penghuninya sangat ramai. Setelah mendapatkan arahan dari petugas, pemilik hotel mempersilakan memeriksa kamar. Sedangkan di Hotel Jeruju, petugas tidak menemukan pasangan mesum. Sepertinya para pasangan mesum enggan menginap di hotel tersebut pada malam Valentine, karena sudah tahu, pasti akan dirazia.
“Semua pasangan yang terjaring akan tetap diberikan sanksi agar ada efek jera. Mereka yang terjaring akan diserahkan ke pengadilan untuk mengikuti sidang. Dengan harapan tidak kembali mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari. Sedangkan razia yang digelar merupakan kegiatan rutin kepolisian, bertujuan mengantisipasi maraknya penyakit masyarakat yang meresahkan warga Kota Pontianak,” jelas Adi.
Bukan hanya menunjukkan surat nikah, polisi juga memeriksa kartu tanda penduduk (KTP). Masyarakat harus mengetahui bahwa kepemilikan KTP merupakan suatu kewajiban warga negara. Sebagai kartu identitas diri, jika suatu hari ada hal-hal yang tidak diinginkan, mudah diketahui asal dan domisilinya. “Seperti ketika terjadi insiden kecelakaan lalu lintas, melalui KTP akan mudah diinformasikan kepada pihak keluarga,” papar Adi.

Kondom berceceran

Rintik hujan tidak menyurutkan jajaran Satpol PP Kota Pontianak di-backup polisi dan POM TNI menggelar razia di malam Valentine. Petugas gabungan itu mengamankan 11 pasangan mesum dan 11 warga tanpa identitas di indekos, hotel, dan salon plus-plus di wilayah Pontianak Selatan.
Puluhan petugas mengawali razianya di indekos Gang Perintis Jalan Tanjungpura. Di indekos nomor 104 itu, begitu ramai pasangan mesum digerebek. Di gang yang sama, indekos Diva Kost diamankan pasangan mesum dan tamu yang tidak mempunyai identitas jelas. Penghuni indekos keteteran ketiga digerebek. Ada yang hanya mengenakan celana dalam dan bra dan ada juga yang hanya menutupi kemaluannya menggunakan kain. Mereka yang hanya mengenakan pakaian dalam disuruh petugas menggunakan baju dan celana. Kemudian para pasangan mesum itu digelandang ke markas Satpol PP.
Puluhan petugas juga merazia Hotel 95 di Jalan Imam Bonjol. Namun hanya mengamankan satu pasangan mesum dan pasangan suami istri tanpa identitas. Diduga razia di hotel tersebut sudah bocor.
Di Febry Salon Gang Hijas Jalan Gajah Mada, petugas mengamankan pelajar di SMP Kota Pontianak tidur sekamar dengan pria yang jauh lebih tua darinya. Di kamar salon ditemukan kondom berceceran. Sayangnya pelaku pasangan mesum keburu kabur. “Saya tidak mau dibawa, karena saya hanya diajak kawan ke sini,” kata siswi SMP itu menangis dan digelandang ke mobil Dalmas.
Sasaran terakhir di indekos Jalan Letjen Suprapto V. Petugas menggerebek pasangan mesum yang sedang asyik bercumbu di kamar. Rata-rata mereka masih pelajar. Pada saat digerebek petugas, salah satu pasangan tanpa busana sedang asyik-asyiknya berhubungan badan. Pasangan remaja ini terkejut ketika petugas mendobrak pintu kamar hingga tidak sempat mengenakan pakaian mereka.
Kasat Satpol PP Kota Pontianak Syarif Saleh mengatakan razia yang dilakukannya khusus pada malam Valentine. Dia menyayangkan banyak remaja menyalahgunakan malam Valentine untuk seks bebas.
“Kita sering mendapatkan laporan dari masyarakat, banyak indekos dan hotel dijadikan tempat mesum,” ujar Syarif Saleh, Kamis (14/2) dini hari.
Pasangan mesum yang terjaring akan disidang tipiring di Pengadilan Negeri Pontianak. Sayangnya pemilik indekos dan hotel hanya diberikan peringatan. “Jangan sampai setiap razia ditemukan terus pasangan mesum di dalam kamar. Tolonglah kepada pemilik usaha tersebut, harus bisa menyaring siapa yang menginap di tempat indekos dan hotelnya,” kesal Syarif Saleh.

Asik Pesta Asmara, 5 Pasang Lain Jenis Diciduk


Pasangan-Mesum-Temanggung.jpg
Petugas saat mendata pasangan ilegal yang terjaring razia

JOMBANG - Sebanyak lima pasangan berlainan jenis tanpa ikatan pernikahan asik berpesta asmara pada perayaan Hari Valentine di sejumlah hotel Jombang, berhasil di ciduk aparat saat gelar razia, Kamis (14/2/2013) malam. 
    
Dalam operasi itu, tim gabungan Polres Jombang dan Satpol PP setempat itu juga menangkap lima perempuan yang bekerja sebagai pemandu karaoke atau lebih dikenal dengan sebutan purel.
    
Kepala Satuan Sabhara Polres Jombang AKP Haryono menjelaskan, tim melakukan razia pada delapan hotel. Yakni, Hotel Prambanan, Hotel Dewi, Hotel Cempaka, Hotel Indah, Hotel Sentral, Hotel Netral, Hotel Melati, serta Borobudur.
    
"Kami menangkap lima pasanganan tanpa nikah sedang melakukan seks bebas Hotel Indah. Mereka kemudian kita bawa ke Mapolres guna pendataan," kata Haryono.
    
Lima pasangan kumpul kebo itu masing-masing; Rom (23), warga Desa Kepuhkembeng Kecamatan Peterongan, Jombang. Saat ditangkap Rom sedang asyik masyuk dalam kamar dengan In (26), warga Dusun Plosowedi Desa Plosogeneng, Jombang. 
    
Pasangan selanjutnya, Sai (32) dengan Ev (24), keduanya warga Kecamatan Ngoro. Sedangkan pasangan ketiga Muj (26) dengan Yay (22), keduanya dari Jakarta. 
    
Lalu Kaj (37) dengan Rin (28), asal Ngimbang, Lamongan. Dan yang terakhir Har (24) dengan Ar (20), asal Pare, Kediri.
"Seluruh lima pasangan yang tertangkap merupakan pasangan di luar nikah," ulang Haryono.
    
Usai menyisir hotel, tim gabungan merazia dua kafe, yakni Pondok Ijo dan Devis. Hasilnya, petugas memergoki lima orang purel sedang menemani tamunya minum dan karaoke. 
    
Mereka adalah Jes (24), asal Kecamatan Perak, Jombang, Rus (22), asal Kecamatan Keras, Kediri. Kemudian Mif (27), warga Kecamatan Jogoroto Jombang.
    
Selanjutnya May (25), warga Kecamatan Sumobito, serta Rat (21), asal Kecamatam Ngoro.
"Mereka kami minta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya," pungkas Haryono.

Jumat, 15 Februari 2013

Gawat, Anak-anak Nonton Tarian Erotis



POLEWALI MANDAR - Tarian erotis yang terus disuguhkan sejumlah kelompok musik elekton di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, sungguh menarik minat penonton. Bahkan, ternyata pertunjukan musik vulgar tersebut kini tak luput dari perhatian anak-anak.

Para artis perempuan tersebut tak hanya bergerak dan menari secara sensual, tapi juga membiarkan bagian tubuh mereka dijamah oleh para penonton. Dengan uang saweran Rp 5.000, bahkan Rp 1.000, penonton bisa menjamah bagian pribadi sang artis tanpa rasa malu, dan si artis pun tak keberatan.

Grup musik elekton Trivanada dan Purnama di Polewali Mandar, adalah dua grup yang dikenal memiliki artis yang paling berani buka-bukaan dia atas panggung, termasuk membiarkan tubuhnya dijamah.

Hampir setiap malam acara macam ini menjadi tontonan warga, termasuk anak-anak di berbagai pelosok desa hingga ke kota. Grup musik ini laris disewa dalam hajatan seperti pesta pengantin, sunatan, dan khataman anak.

Jika semula tontonan vulgar seperti ini hanya dilakukan pada dinihari, saat anak-anak sudah tertidur lelap, kini kebiasaan itu semakin melonggar. Pertunjukan macam ini pun tak jarang ditemui di siang hari saat ada acara hajatan warga.

Seperti yang terjadi dalam pesta sunatan di Mapilli, belum lama ini.Tak hanya orang dewasa dan orang tua yang menjadi penonton, tapi juga puluhan anak-anak sekolah dasar ikut menyaksikan adegan tari yang belum pantas buat mereka.

Kamis, 14 Februari 2013

Alamak, ABG “Rajin” Beli Kondom dan Test Pack

Waspada Modus Mesum Berbalut Kasih Sayang

Hati-hati, Ada Permen Karet Perangsang Perempuan

Pasangan mesum terjaring razia dari beberapa hotel dan indekosan
Syamsul Arifin
Pasangan mesum terjaring razia dari beberapa hotel dan indekosan, Rabu dini hari (13/2)
Sejumlah fenomena tak elok terjadi jelang Hari Valentine, kata orang Hari Kasih Sayang, yang jatuh pada hari ini (14/2). Kejadian luar biasa itu, meningkatnya ABG yang membeli kondom maupun alat tes kehamilan (test pack) dan beredarnya permen karet perangsang (sexy gum).
Fenomena terkait kondom dan test pack diungkap Apoteker Erlin Sungkar. Menurut dia, yang terjadi jelang Valentine dan Tahun Baru, beberapa apotek yang dekat dengan kampus dan tempat indekos adalah apotek yang banyak diserbu pembeli. Mirisnya, notabene pembeli adalah anak SMP-SMA dan kuliahan.
“Yang miris itu anak-anak kecil SMP-SMA yang beli dan sudah tidak malu-malu lagi,” kata Erlin dengan nada prihatin kepada Rakyat Kalbar, Rabu (13/2).
Penjualan kondom pun, lulusan UII Yogyakarta itu membeberkan, meningkat hingga 500 persen. “Penjualan meningkat semenjak pagi tadi, seperti penjualan di beberapa apotek yang ada di Kota Pontianak yang biasanya 5 pack sekarang bisa jadi 30 pack,” ungkapnya.
Kisaran harga kondom berada di level Rp 4.600 hingga Rp 6.000. Tetapi juga ada yang seharga Rp 2.000. Menurut Erlin, yang paling laris adalah kondom dengan berbagai rasa.
“Kalau harga variasi, cuma yang laris yang macam-macam rasa,” jelasnya.
Selain banyaknya penjualan kondom, Erlin menambahkan satu bulan usai Hari Valentine, penjualan yang juga meningkat adalah penjualan test pack. “Nanti kita lihat satu bulan ke depan, pasti test pack yang meningkat penjualannya, dan memang seperti ini dari tahun ke tahun,” tutupnya.

Waspada sexy gum

Pada Hari Valentine, ada tradisi saling tukar hadiah. Permen, cokelat, maupun bunga. Namun ada hadiah yang harus ditolak mentah-mentah.
Hadiah tersebut adalah permen cinta. Jika sampai tidak ditolak, bahkan bila dimakan, wanita akan terserang rangsangan seks yang luar biasa.
Orang tua yang memiliki anak perempuan di Kalbar harus waspada akan hal ini. Sebab permen karet yang berlabel only for ladies ini berharga hanya sekitar Rp70ribu dan bisa dipesan melalui situs penjualan online tertentu.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Lily Djafar saat sosialisasi tentang bahaya permen cinta di SMA Mujahidin, Jalan Perak Barat, Surabaya.
“Permen ini sekarang sudah beredar di Surabaya. Karena ini, siswa utamanya yang perempuan, harus berhati-hati,” kata Lily seperti dikutip dari inilah.com, Jumat (8/2/2013).
Di depan ratusan siswa, Lily menjelaskan tentang bahaya permen peningkat libido secara detail. Apabila wanita mengonsumsinya, selang 5 menit kemudian, efek yang dirasakan adalah nafsu tak keruan. Ada dorongan untuk selalu ingin melakukan hubungan badan layaknya suami istri.
“Jadi kalau ada pacar atau orang tak dikenal secara tiba-tiba memberikan permen karet, kita harus bisa waspada dan kalau bisa menolak di saat merayakan Hari Valentine nanti,” tegasnya.
Sementara itu beberapa siswa juga mengakui kalau mereka baru pertama kali mengetahui permen cinta yang membuat orang langsung terangsang dalam waktu 5 menit, sehingga adanya sosialisasi ini bisa membuat jaga diri untuk mencegah jika ada pemberian permen cinta itu.
“Adanya pemberian sosialisasi ini, saya sangat senang, karena bisa menjaga diri kita tidak terjerumus dalam perbuatan pencabulan serta penyalahgunaan permen cinta,” kata Erita, salah seorang siswi kelas XII.

Polisi antisipasi modus mesum berbalut Hari Valentine

Jajaran Polda Kalbar mewaspadai penyakit masyarakat dengan melakukan razia di sejumlah hotel kelas melati. Mereka menjaring 11 pasangan mesum, Rabu dini hari (13/2). Dalam razia tersebut, sempat terjadi ketegangan antara warga yang kesal terhadap pengelola hotel.
Polisi merazia di tiga hotel yang dianggap rawan digunakan sebagai ajang prostitusi. Seperti Hotel Benua Mas Pondok Jaya Siantan serta Hotel 95 Jalan Imam Bonjol Pontianak. Razia tersebut merupakan kegiatan rutin kepolisian guna antisipasi maraknya penyakit masyarakat serta antisipasi jelang Hari Valentine yang dimungkinkan hotel-hotel digunakan untuk mesum.
Razia digelar pukul 22.00 hingga pukul 01.00 WIB. Beberapa pasangan yang sedang berduaan di dalam kamar tak dapat mengelak saat petugas menyisir satu per satu kamar hotel. Polisi juga terus melakukan penggeledahan terhadap kamar yang diduga dihuni pasangan mesum.
Saat dilakukan razia di hotel yang berada di Jalan Imam Bonjol Pontianak, lokasi tersebut dipenuhi warga. Bahkan sempat terjadi ketegangan dari warga yang merasa kesal terhadap pengelola hotel yang membiarkan adanya pasangan mesum menginap di hotel tersebut.
“Inilah yang kita tidak inginkan dan kita minta agar hotel ini ditutup saja karena mencemarkan nama baik warga sekitar sini. Udah tau di depannya ada sekolah dan masjid,” ungkap seorang warga.
Pasangan yang tidak dapat menunjukkan bukti sah sebagai suami istri dan tak memiliki kartu identitas penduduk kemudian diamankan. Mereka diangkut menggunakan mobil dalmas dan dibawa ke Ditsabhara Polda Kalbar untuk didata.
Kepala Seksi Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan Dan Patroli (Turjawali) Sabhara Polda Kalbar Kompol Agus Krisyanto mengatakan semua yang terjaring akan diberikan sanksi agar ada efek jera. Diserahkan ke pengadilan untuk mengikuti sidang tipiring.
“Razia ini merupakan kegiatan rutin kepolisian guna menciptakan situasi keamanan tetap kondusif dan memberikan rasa nyaman di lingkungan masyarakat,” ungkapnya. (dna/sul)

Rabu, 13 Februari 2013

Tega! Pria Tiga Istri Perkosa Bocah 12 Tahun



Perkosaan-Malaysia.jpg
Ilustrasi 
 
 
BANGKA - Durojat, pria beristri tiga warga Dusun Airjaya 2 Desa Payung ini tega memperkosa Bunga (12) bocah perempuan warga Jalan Air Kepoh Desa Pangkalbuluh, Payung.

Ia memperkosa bunga  di kebun lada diwilayah Airkepoh Desa Pangkalbuluh kecamatan  Payung.
Akibat aksi bejatnya tersebut, Bunga kini menderita infeksi pada alat kelaminnya.

Informasi yang dihimpun Bangkapos.com  menyebutkan aksi pemerkosaan yang dilakukan Durojat terhadap Bunga (12) terjadi pada bulan Desember tahun 2012 silam.

Saat itu Bunga dalam perjalanan  menuju rumahnya, namun belum sampai ditujuan ia tiba-tiba di stop oleh Durojat lalu dibawa secara paksa ke kebun lada dipinggir jalan tersebut.

Disini Bunga dibekap mulutnya oleh Durojat agar tidak berteriak lalu dibawah ancaman, bocah perempuan putus sekolah ini diperkosa.

Peristiwa pemerkosaan yang dialami Bunga sendiri baru terungkap setelah Bunga mengeluh alat kelaminya keluar bercak putih akibat infeksi. Ketika didesak ibunya, Bunga kemudian mengaku telah di perkosa oleh Durojat.

Mendapat pengakuan putrinya ini, ibu Bunga, Senin (11/2/2013) langsung melapor ke Polsek Payung. Tanpa perlawanan, Durojat yang sehari-harinya berpofesi sebagai petani tersebut dibekuk anggota Polsek Payung dan kemudian dilimpahkan ke Satreskrim Polres Basel.

Kapolsek Payung Iptu Iskandar seizin Kapolres Basel AKBP M Yusup mengungkapkan korban yaitu Bunga sendiri tidak ingat secara pasti tanggal dan hari peristiwa naas yang menimpanya.
Ia hanya ingat kejadian tersebut terjadi di kebun lada pada pukul 12.00 WIB.

"Tersangka sudah kita amankan dan dijerat dengan pasal 82 UU RI No.23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan pasal 290 ayat 2 KUHPidana," ungkap Iptu Iskandar, Selasa (12/2/2013).

Wah! Harga Perawan Rp 10 Juta


Virgin.jpg
net
Ilustrasi

MAKASSAR - Para mucikari di Makassar menjual para gadis belia yang masih perawan kisaran Rp 10 juta. Pengakuan tersebut terkuak setelah polisi mengungkap perdagangan manusia, atau gadis belia untuk pemuas nafsu birahi.

Ternyata, para gadis perawan tersebut dipesan dan didatangkan oleh para mucikari, dari berbagai daerah di luar Makassar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi, Selasa (12/2/2013) mengungkapkan, sindikat perdagangan perawan di Makassar sudah beraksi selama empat tahun terakhir.

Endi menambahkan, adapun gadis-gadis perawan yang didapatnya dari berbagai daerah di Indonesia, terutama dari wilayah Sulawesi Selatan dan Barat. Modusnya, mucikari mendapat pesanan untuk mencarikan perawan dari "klien"-nya.

"Setelah dapat, perawannya dibawa ke Makassar dan diserahkan ke lelaki hidung belang, setelah melunasi pembayarannya," kata Endi.

Endi menegaskan, kini polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait kemungkinan adanya sindikat perdagangan perawan di berbagai daerah di wilayah Sulselbar. "Kasus ini masih dalam pengembangan dan mencari pelaku lainnya," kata Endi.

Sebelumnya telah diberitakan, Direktorat Reserse Umum (Dit Resum) Polda Sulselbar membongkar sindikat perdagangan perawan di Kota Makassar. Dari kasus itu, polisi menangkap dua tersangka dan empat orang gadis yang hendak dijual.

Terungkapnya kasus ini berawal ketika polisi mendapat informasi dari masyarakat tentang maraknya perdagangan perawan di Kota Makassar, terutama di tempat-tempat hiburan malam. Polisi pun melakukan penyelidikan dan pengintaian di sejumlah tempat di Kota Makassar.

Hasilnya, polisi meringkus tersangka Hasniah alias Bunda (37) warga Jalan Rappokalling dan rekannya Ilham alias Ilo (24) warga Jalan Sibula Dalam Lr 2 Makassar di Hotel Celebes, Makassar kamar 206, Jalan Sultan Hasanuddin, Jumat (8/2/2013) malam.

Selain kedua tersangka, polisi juga menangkap empat orang gadis. Mereka umumnya masih berusia belasan, meski ada satu di antaranya yang telah berumur 30 tahun. Keempat gadis itu tak hanya berasal dari Makassar, namun juga dari Kendari, Takalar, dan Sinjai.

Selasa, 12 Februari 2013

Paus Mengundurkan Diri


Paus_Benediktus_XVI_net.jpg
Net
Paus Benediktus XVI

VATICAN CITY - Paus Benediktus XVI menyatakan dirinya tak lagi memiliki kekuatan untuk menjalankan tugas-tugas kepausan. Dia pun mengundurkan diri terhitung tanggal 28 Februari 2013 pukul 20.00.

"Untuk alasan ini, dan dengan penuh kesadaran atas seriusnya hal ini, serta dengan kebebasan penuh, saya menyatakan bahwa saya meninggalkan jabatan sebagai Uskup Roma, dan penerus Santo Petrus," ucap Paus Benediktus dalam pernyataan resmi yang dikirim Vatican.

Pengunduran diri ini pertama kali disampaikan oleh Juru Bicara Vatican, Federico Lombardi.

"Paus mengumumkan bahwa dirinya akan meninggalkan kepemimpinannya pada 28 Februari pukul 20.00," kata Federico.

Wuih! Kakak dan Adik Dicabuli Mandor


melati-korban-perkosaan.jpg
Tribunnews.com
Melati (15) (bukan nama sebenarnya) korban pencabulan yang dilakukan mandor kebun sawit milk salah satu perusahaan swasta.

BANGKA -  Mandor kebun sawit di Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) ,Hr (40) telah melakukan pemerkosaan terhadap Mawar (25) warga Trans 2, Dusun 3, Bangka Kota. Karena berhasil, dilain kesempatan, ia akan melakukan hal serupa kepada Melati (15) yang tak lain adalah adik Mawar (nama samaran).

Nasib baik masih berpihak kepada Melati, belum sempat diperkosa. Ia hanya dicabuli oleh Hr di kebun sawit.

Menurut keterangan Melati, Minggu (10/2/2013)  peristiwa tersebut dialaminya saat bekerja di kebun sawit milik salah satu perusahaan swasta, beberapa waktu lalu.

Ia sendiri lupa tanggal berapa ia dicabuli sang mandor. Akan tetapi, ia hanya ingat sudah 4 kali mendapatkan perlakukan tersebut.

Saat itu ia sedang bekerja tiba-tiba mandor Hr menghampirinya. Kemudian mandor tersebut merayu dan akhirnya melepas celana Melati. Melati mencoba melawan. Ia terus menolak keinginan sang mandor. 

Dengan kekuatannya ia berhasil kabur dari dekapan sang mandor, sembari mengenakan kembali celananya yang sudah dipeloroti oleh mandor Hr.

"Awalnya dia merayu saja. Katanya mau nggak jadi pacar saya. Saya jawab tidak mau. Karena dia sudah beristri dan anaknya tiga. Saya juga sudah punya pacar," tutur Melati.

Perlakuan tersebut kata Melati sempat dialaminya 4 kali. Tetapi, ia selalu berhasil kabur. Ia pun kemudian tidak mau lagi bekerja di perkebunan sawit tersebut.

Melati juga menceritakan, kakaknya Mawar sudah sempat diperkosa. Tetapi baru sekarang ia mengakuinya. Bahkan, anak yang dimilikinya saat ini diragukan apakah anak Mawar dengan suaminya, atau memang anak Mawar dengan Hr.

"Kakak saya juga diperlakukan seperti itu. Sampai hamil dan sekarang sudah punya anak. Tidak tahu juga anak siapa. Apakah anak mandor itu atau anak kakak saya dengan suaminya. Katanya sih, mandor itu hampir setiap hari memperkosanya," cerita Melati didampingi ibunya, Sar (60).

Mereka pun kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polsek Simpang Rimba, Kamis (7/2/2013). Kasus tersebut hingga saat ini masih dalam proses.

Siswa SD Trauma Akibat Diperkosa


Pencabulan_ilustrasi_net1.jpg
Net
Ilustrasi pencabulan

MANOKWARI - Seorang bocah berinisial EIP (12) yang masih duduk di bangku kelas III SD, menjadi korban perkosaan saat pulang dari sekolah, di Distrik Manokwari Selatan, Papua Barat.

EIP yang merupakan anak yatim ini, hanya terbaring lemas di ruang bersalin Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manokwari, karena terus mengalami pendarahan.

EIP masih trauma setiap melihat orang asing yang datang untuk menjenguknya. Bahkan EIP juga belum mau berbicara kepada pihak penyidik Polres Manokwari. Namun setelah dibujuk, akhirnya korban mau bercerita.

Awalnya, EIP mulai bercerita, sepulang dari sekolah, dia ditawari seorang pria yang mengaku tukang ojek untuk mengantarnya ke rumah.

Tanpa curiga, EIP pun menerima tawaran itu. Namun, EIP bukannya diantar pulang ke rumah, malah dibawa ke tempat lain. Pelaku beralasan hendak mengantar barang terlebih dahulu ke tempat lain.

Ketika berada di tempat sepi sekitar kompleks Maripi Pantai, Manokwari, pelaku menghentikan kendaraannya dan menarik korban turun dari sepeda motor. Pelaku langsung menganiaya bocah SD itu hingga pingsan.

Setelah itu, pelaku melampiaskan nafsu bejatnya kepada bocah malang itu. Setelah itu, pelaku kabur meninggalkan bocah SD itu masih dalam keadaan pingsan.

Beberapa saat kemudian, korban ditemukan orang oleh warga setempat, dan segera dibawa ke rumah sakit. Karena korban mengalami pendarahan cukup hebat, korban harus ditransfusi darah.

Namun pihak RSUD kekurangan darah, akhirnya keluarga meminta bantuan donor darah dari anggota TNI-AD Kodim 1703 Manokwari.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Kristian Sawaki yang ditemui Senin (11/2/2013), menyatakan, pihaknya sedang memburu pelaku. Polisi juga sudah memeriksa orang-orang terdekat korban serta mengamankan barang bukti berupa pakaian korban.

"Saya telah memerintahkan tim Buser untuk mengejar pelaku yang diduga sebagai ojek. Kami juga telah meminta keterangan dari beberapa warga yang melihat pertama kali korban dibonceng," tandas Kasat Kristian saat ditemui Kompas.com.

Sabtu, 09 Februari 2013

Heboh! Film Dewasa Dibintangi Pelajar SMP


Mesum-4.jpg
Ilustrasi
Ilustrasi

GARUT - Warga Kabupaten Garut dihebohkan dengan beredarnya video mesum berseri yang dibintangi pelajar SMP. Kini, video itu menyebar di internet dan ponsel. 

Video berseri yang menyebar dengan cepat melalui smartphone ini memiliki durasi masing-masing sekitar dua menit. Berdasarkan penelusuran Polsek Malangbong, video tersebut mulai beredar sejak dua pekan lalu di masyarakat.

Kanit Reskrim Polsek Malangbong Aipda Sumika, mengatakan video tersebut diperankan AN (15), yakni pelajar SMPN, dan RN (22), seorang buruh bangunan yang bekerja di Jakarta. RN adalah warga Kampung Cimuncang, Desa Kutanagara, Kecamatan Malangbong.

"Kami masih mendalami kasus ini di antaranya untuk menemukan pelaku yang laki-laki. Harus betindak cepat sebelum kabar tentang video ini ramai dan dia kabur," kata Sumika di Mapolsek Malangbong, Selasa (5/2/2013).

Ucapnya, video tersebut diambil menggunakan ponsel kemudian disebarkan. Tiga video tersebut berjudul "Ajang Kecwa", "Anita Bercinta" dan "Seks Anak SMP". Sumika mengatakan masih 
menyelidiki proses penyebaran video tersebut, termasuk penyebar videonya.

Ditemui di tempat terpisah, Wakil Kepala SMPN tersebut, Tatang Dahlan mengatakan AN sempat sekolah di SMPN itu. Ujarnya, AN merupakan warga Desa Lewobaru, Kecamatan Malangbong.

"Dia mengundurkan diri sebelum kabar tentang video ini merebak. Katanya mau masuk pesantren. 
Awalnya memang masih ragu kalau itu siswi kami, tapi setelah ditelusuri, AN memang tercatat sebagai siswi kami, tapi sudah mengundurkan diri," tuturnya.

Jumat, 08 Februari 2013

Demi Uang, Gadis 17 Tahun ini Rela Jadi PSK


PSK.jpg
Ilustrasi

SURABAYA -  Gadis belia, SA (17) satu dari 11 Pekerja Seks Komersil (PSK), yang diamankan Polrestabes Surabaya. Gadis berasal dari Jember, rela menjajakan tubuhnya  di Surabaya demi untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah.

Ia di Surabaya  baru satu bulan berada di Surabaya. Namun apes, ia terjaring razia bersama PSK yang mangkal lainnya.

Sangat jarang ditemukan PSK di bawah umur yang beroperasi di jalanan. Biasanya PSK yang berusia di bawah umur, lebih terstruktur.

"Saya baru satu bulan di sini (Surabaya), sehari-sehari saya tinggal di Wonokromo," kata gadis asal Talas Jember tersebut, Kamis (7/2/2012),

SA mengaku inisiatif sendiri pergi ke Surabaya untuk menjadi PSK. "Saya naik kereta api dari Jember, dan turun di Wonokromo. Saya ingin cari uang," kata SA.

Kamis, 07 Februari 2013

Dana Pilbup Sanggau Rp 19,2 M


Uang.jpg
Net
Lembaran Rupiah

SANGGAU - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sanggau mendapatkan dana hibah sekitar Rp 19,2 miliar dari pemerintah daerah (Pemda). Dana itu akan digunakan dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah Bupati/Wakil Bupati (Pilbup) 2013.

"Total sekitar Rp 19,2 miliar untuk dua putaran. Untuk putaran pertama sekitar Rp 14,842, sedangkan putaran kedua Rp 4,358 miliar," jelas Ketua KPUD Sanggau, Mugiono Pramono, kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu (6/2/2013).

Mugiono berjanji akan menggunakan dana hibah itu secara efisien. Menurutnya, pencairan dana tersebut dilakukan secara bertahap.

"Itukan dana belum ada di kita. Nanti kalau tidak sampai putaran kedua tentu dana itu masih ada di kas daerah," ungkapnya.

Ia menuturkan, diantara pos anggaran. Memang pos pos honor tidak bisa kotak-katik.
"Karena itu terkait dengan penyelenggara untuk PPK, PPS, KKPS, PPDP, dan sekretariat," tandasnya.

Rabu, 06 Februari 2013

Video Porno Bikin Siswa Drop Out



Video_Porno_ilustrasi.jpg
Ilustrasi video porno
BARABAI- Dua siswa SMKN 1 Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST) langsung diberhentikan pihak sekolah, karena kedapatan menyimpan video porno dalam laptop.

Orangtua mereka sontak protes ke DPRD HST. Adalah Syairani, ayah siswa berinisial AN dan Rabiatul Adawiyah (Ibunda RS) yang mengadukan permasalahan itu ke Komisi I DPRD HST, Rabu (5/2/2013).

Mereka mengatakan AN dan RS tepergok menyimpan rekaman adegan syur di laptop, Rabu (30/1/2012). Tanpa melalui proses peringatan lisan dan tertulis, mereka langsung diberhentikan melalui surat. "Ini bukan solusi, seharusnya anak kami diberi kesempatan memperbaiki kesalahannya dan dilakukan pembinaan karena usia mereka masih sangat muda," kata Syairani.

Dia menilai putusan tersebut tidak adil. Bahkan Syairani berencana mengadukan masalah tersebut ke Komisi Perlindungan Anak (KPA) karena sanksi keras itu mempengaruhi masa depan anaknya.

Difasilitasi Ketua Komisi I DPRD HST, Taufikurrahman, mereka mempertanyakan perberhentian itu kepada pengelola sekolah. Menjawabnya, secara tegas Kepala SMKN 1, Sulaiman mengatakan pemberhentian tersebut merupakan upaya menegakkan peraturan sekolah. Dia pun mengatakan pengelola memiliki otoritas membuat aturan yang sesuai kondisi sekolah.

"Itu sudah melalui berbagai pertimbangan. Jurusan multimedia sangat rawan penyalahgunaan, sehingga kami perlu tindakan tegas untuk mencegahnya demi kepentingan siswa," kata Sulaiman yang menilai AN dan RS telah melakukan pelanggaran berat.

Pasalnya, video `adegan terlarang' itu dipertontonkan di dalam kelas. Sedangkan RS memiliki foto dirinya dalam pose vulgar. "Jadi berdasarkan hasil rapat, kami menyarankan agar orangtua melakukan pembinaan dan mencari tempat di sekolah lain. Sanksi ini pernah diberlakukan untuk siswa lain," kata dia.

Ketua Jurusan Multimedia, Mariyanti menambahkan, selain keduanya, ada lima siswa lain yang melakukan pelanggaran serupa. "Lima siswa menyimpan video porno. Satu orang tidak terbukti menyimpan. Satu membawa laptop pamannya yang ada video pornonya tetapi hanya bisa dibuka oleh orang yang ahli. Kelimanya dalam proses pemberian sanksi. Kemungkinan besar, tiga siswa lain diberhentikan juga," kata dia.

Mariyanti menegaskan, peraturan sekolah tersebut sudah disosialisasikan sejak siswa diterima di SMKN 1 Barabai. Selain itu, selalu dingatkan oleh ketua jurusan dan wali kelas. Sanksi pemecatan pun sudah disampaikan. "Tidak ada alasan kalau siswa tak tahu ada aturan tersebut," tegas dia.

Anggota Komisi I DPRD HST Salpia Riduan menyatakan menghormati dan menghargai kebijakan itu, apalagi bertujuan melindungi siswa dari dampak negatif penyalahgunaan teknologi.

"Tetapi, alangkah baiknya jika ada kebijakan dari sekolah untuk memberi kesempatan mereka memperbaiki diri. Misalnya dengan surat perjanjian jika mengulangi, baru diberhentikan. Bagaimanapun, mereka masih di bawah umur," ucap dia.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Agung Parnowo mengatakan pengelola sekolah memang diberi otoritas membikin aturan, sepanjang untuk menegakkan disiplin dan demi kebaikan siswa.

"Kami dari Disdik tidak bisa mencampuri urusan internal sekolah. Permasalahan di sekolah, pengelolanya yang lebih mengetahui. Setahu saya memang ada pelanggaran yang bisa ditoleransi dan sebaliknya sehingga harus diberhentikan. Apalagi, aturan itu sudah diberitahukan jauh hari, saat siswa diterima di sekolah tersebut," kata Agung.

Diungkapkan dia, berdasar laporan kepala sekolah, siswa itu sering melanggar peraturan sekolah, namun baru kali ini pelanggarannya tidak bisa ditoleransi.

"Kalau diberikan dispensasi, siswa lain yang sudah menerima hukuman serupa akan protes. Pengelola sekolah bakal dinilai tidak adil," tegasnya.

Siswa SD Melahirkan, Bayinya Meninggal Dunia



Siswa SD Melahirkan, Bayinya Meninggal Dunia

DENPASAR - Seorang siswa SD berinisial J, melahirkan bayi seberat 600 gram. Namun bayi tersebut hanya bertahan enam jam, dan meninggal dunia Selasa (5/2/2013) pagi.

J adalah siswi kelas VI SD di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali. J terpaksa menikah dini dengan pria beranak dua setelah diketahui hamil enam bulan.

"Kami tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu memulihkan korban yang kehilangan bayinya saat melahirkan," ujar Agung Bintang, Camat Tembuku, saat dihubungi Okezone melalui sambungan telepon, Selasa (5/2/2012).

Selain itu, karena korban tidak mungkin kembali lagi ke sekolah, pihaknya juga akan memfasilitasi agar J bisa melanjutkan pendidikan di jalur kejar paket. Selain itu, J akan mendapat bekal keterampilan.

Hingga kini, J masih menjalani perawatan di RSUD Bangli untuk pemulihan. Beberapa pejabat sudah menjenguk ke rumah sakit untuk memberikan dukungan moral kepada bocah yang terpaksa menikah dini dengan pria beranak dua itu.