Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Rabu, 14 Mei 2014

Siswi SMP Digilir di Kamar Mandi SD



Pelecehan seksual di Bogor, Jawa Barat, masih marak terjadi. Kali ini seorang siswi SMP menjadi korban pelecehan oleh teman-temannya di sebuah Sekolah Dasar (SD).

Kasat Reksrim Polres Bogor, AKP Didik Purwanto, mengatakan, korban berinisial S (14), siswi sebuah SMP swasta di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, dilecehkan pada Minggu 13 April 2014.

"Dari keterangan korban dan tersangka, kejadian pada hari Minggu 13 April pukul 03.00 WIB di Desa Sukaresmi, Kecamatan Tamansari. Awalnya korban dijemput dua orang tersangka untuk berjalan-jalan," jelasnya kepada wartawan, Selasa (13/5/2014).

Ia membeberkan, awalnya korban dibohongi dengan dalih ingin merayakan ulang tahun seorang temannya. Lantas korban dibawa ke sebuah bangunan SD di mana sudah ada empat orang lainnya yang menunggu.

Saat tiba di gedung SD, korban ingin buang air kecil dan meminta ditemani kepada salah seorang pelaku.

"Di kamar mandi itu lah terjadi persetubuhan," tambah Didik.

Tak berselang lama, tersangka lainnta menyusul dan melecehkan korban secara bergilir. Atas kejadian tersebut, korban mengadu kepada orangtuanya dan langsung dilanjutkan ke Kepolisian.

"Saat pemeriksaan ditemukan ada unsur pemaksaan dan ancaman juga," ungkapnya.

Semua pelaku, yakni U (19), AS (17), BE (17), SU (18), MU (19) dan AD (17), langsung diamankan. Mereka ditangkap di tempat berbeda, di rumah dan tempat kerja.

Selasa, 13 Mei 2014

Pedophilia

          Kata pedofilia berasal dari bahasa Yunani: paidophiliapais  "anak-anak" dan philia  "cinta yang bersahabat" atau "persahabatan", meskipun ini arti harfiah telah diubah terhadap daya tarik seksual di zaman modern, berdasarkan gelar  "cinta anak"  atau "kekasih anak,"  dan sebagian besar dalam konteks ketertarikan romantis atau seksual. Pedofilia digunakan untuk individu dengan minat seksual utama pada anak-anak prapuber yang berusia 13 atau lebih muda.


Contoh Kasus
1. Kasus "Babe"
        Babe alias Bahekuni (48 tahun) membunuh 7 anak jalanan, 5 orang dimutilasi setelah sebelumnya semua menjadi korban pedofilia. Kasus yang sangat kejam ini semakin membuka mata masyarakat, bahwa kekerasan terhadap anak tampaknya semakin mengancam dan lebih kompleks. Lebih miris lagi kasus ini adalah pengulangan kasus serupa, yaitu kekejaman Robot Gedeg.

        Tujuh pembunuhan yang dilakukan oleh Babe ada polanya. Si pembunuh sadis ini selalu memilih calonnya yang berada di luar anak-anak yang dia pelihara. Dia senang dengan anak-anak yang dipeliharanya, kecuali Ardi (korban terakhir) yang berasal dari anak yang dia pelihara. Anak-anak yang dipelihara oleh Babe tidak pernah disentuh, meskipun Sarlito mengatakan bahwa Babe termasuk pedofilia atau menyukai anak-anak. Selain memiliki pola memilih di luar kelompoknya, Babe juga melakukan pola yang sama saat melakukan tindakan memutilasi tersebut. Kompulsinya dia mengikuti pola teratur. Awalnya, dia mengajak korban ke kamar mandi untuk mandi. Ketika ditolak saat diajak berhubungan seks, dia mengikat sang anak dengan tali rafia. Lalu dia melakukan hubungan seks dengan sodomi. Dia selalu menggunakan kardus untuk membuang mayat setelah dimutilasi ke tempat ramai supaya ditemukan orang dan dikubur. Pelaku adalah pedagang asongan sekaligus koordinator pengamen di Pulogadung, Jaktim. Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologi, disimpulkan bahwa Babe mengidap pedofilia atau tertarik berhubungan seksual dengan anak kecil dan homo seksual. Selain itu Babe juga mengidap Nekrofil atau senang berhubungan seksual dengan mayat. Karena seluruh korban disodominya, setelah tewas dicekik. Babe mengakui bahwa seluruh korban, selain Ardiansyah, bukanlah anak asuhnya.
        Kasus menggemparkan sebelumnya adalah kasus Tony, mantan diplomat Australia. Boleh dikata merupakan salah satu kasus pedofilia yang paling menggegerkan di Indonesia. Kasus Tony itu hampir menyamai "keganasan" si Robot Gedek pada pertengahan tahun sembilan puluhan. Hanya, kelebihan pada kasus Robot Gedek, sejumlah korban, yakni anak-anak usia belasan tahun tewas dibunuhnya.

        Melihat kenyataan hidup sehari-hari ternyata banyak anak Indonesia yang sering diabaikan haknya demi kepentingan nista dari orang dewasa. Pedofilia adalah salah satu contoh memilukan terabaikannya hak anak Indonesia. Anak adalah nyawa tak berdaya yang tak mampu menolak paksaan, deraan dan trauma dari orang dewasa. Padahal anak adalah modal terbesar dan harapan masa depan bangsa ini. Lebih mengenaskan kasus Babe seperti halnya kasus Robot Gedeg yang menjadi korban adalah anak jalanan. Anak jalan dalam hal ini mempunyai nasib yang sangat tragis.
        Anak normal dengan lingkungan keluarga yang lengkap dan kecukupan harta akan tercukupi kebutuhan dan haknya sebagai anak. Anak Indonesia yang normal ini dapat sekolah, mendapatkan sandang, papan dan pangan dengan baik oleh orangtuanya. Kelompok anak ini juga mendapatkan kebutuhan keamanan dan kebutuhan tekreasi yang memadai dari orangtuanya.
        Sebaliknya dengan anak jalanan, alam kehidupan sosial mereka ini tidak hanya terpinggirkan karena cengkeraman himpitan ekonomi. Kebutuhan sandang, pangan dan papannya pun mereka kadang harus mencari sendiri. Belum lagi, ancaman terhadap nyawa setiap saat mengintai tubuhnya tanpa ada yang kuasa melindunginya. Anak jalanan ini mengarungi kekerasan hidup dan pekerjaan fisik yang tidak terbayangkan dapat diterima anak seusia.

        Babe didakwa dengan pasal berlapis yakni dakwaan primer pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. Dakwaan subsider pasal 338 KUHP tentang pembunuhan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain dengan ancaman 15 tahun penjara.
Terdakwa kasus mutilasi Babe alias Baekuni akhirnya dihukum penjara seumur hidup oleh PN Jakarta Timur (Jaktim). Hukuman ini didasarkan pada keyakinan hakim bahwa Babe telah melakukan pembunuhan berencana.

2. Kasus Syeh Puji

        Pemberitaan tentang Syeh Puji yang menikahi bocah 12 tahun cukup mengagetkan. Atas perilakunya itu dia dicibir oleh ibu-ibu se-Indonesia. Kaum perempuan pun kian muak tatkala pimpinan Pondok Pesantren di Semarang ini mengaku mau kawin lagi dengan bocah yang berusia 6 atau 7 tahun. Tapi dia tampak cuek dengan respon masyarakat yang rata-rata menghujatnya habis itu. Alasan agama dipegangnya kuat-kuat.
        Begitulah Indonesia, segala persoalan selalu membawa-bawa agama. Padahal bangsa ini bukanlah negara Islam (atau agama tertentu lainnya). Dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Tapi apa boleh buat, dalam prakteknya selalu saja dicampur-aduk antara urusan agama dan kenegaraan. Kalau di negara maju, sebutlah Amerika Serikat, misalnya, Syeh Puji pasti sudah dijerat dengan UU Pedophilia.
        Penyanyi pop legendaris, Michael Jackson, sudah berkali-kali disidang menggunakan UU tersebut terkait perilaku seksnya yang menyimpang sebagai pedofil. Indonesia memang tidak punya UU Pedophilia bagi warganya yang memiliki kelainan perilaku seks seperti Michael Jackson yang sangat merugikan bagi perkembangan anak-anak yang menjadi korbannya itu. Namun begitu bukan berarti Syeh Puji lantas bisa menikahi anak-anak yang dia mau, apalagi dengan iming-iming janji kepada si-anak kalau sudah besar nanti mau dijadikan manajer di salah satu perusahaannya, maka dia telah sekaligus melanggar tiga UU yang berlaku di Indonesia. 
        Yaitu UU RI No. 1/ 1974 tentang Perkawinan, UU RI No. 23/ 2002 tentang Perlindungan Anak dan UU RI No. 13 tentang Ketenaga kerjaan. Yang jelas, di Indonesia, Syeh Puji hanyalah salah satu contoh kasus pedofil yang muncul di permukaan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia punya data, sepanjang tahun 2007, ada sekitar 34,7% anak-anak Indonesia yang putus sekolah SD dan SMP karena menikah.
        Namun, kalau mau belusukan ke desa-desa di seantero pelosok negeri, pasti akan ditemukan lebih banyak fakta lagi tentang anak-anak (di bawah usia 16 tahun) yang sudah dikawin oleh lelaki yang sebenarnya lebih pantas disebut sebagai bapak atau bahkan embahnya itu. Adapun faktor utama yang melatarbelakangi maraknya kasus pedofil ini sebenarnya cuma dua. Yaitu mitos awet muda untuk si bandot tua dan (keluarga) anak miskin yang butuh uang. Celakanya, Indonesia justru menjadi tempat persembunyian yang nyaman bagi para pedofil se-dunia dan itu sudah menjadi rahasia umum.

Sebelum Diperkosa, Siswi SMP Ini Dicekoki Minuman


Sebelum Diperkosa, Siswi SMP Ini Dicekoki Minuman
Warta Kota/Soewidia Henaldi
AD (berseragam SMP) diantar saat akan membuat laporan dirinya disekap dan diperkosa tiga lelaki di Cibinong, Bogor. 
WARTA KOTA, BOGOR - AD (15), siswi SMP Negeri di Bogor yang menjadi korban perkosaan tiga pria, mengaku sempat dicekoki minuman yang diduga sudah dicampur obat penenang.
Diki Zakaria (35), sepupu korban mengatakan, AD sempat dicekoki minuman ringan yang sudah dicampur obat-obatan tertentu.
"Setelah minum, dia (AD--Red) badannya langsung lemes. Saat kondisi badannya lemas, keponakan saya kembali diperkosa," ujar Diki Zakaria kepada Warta Kota di Mapolres Bogor, Selas (6/5/2014) siang.
Diki mengatakan, berdasarkan pengakuan AD, keponakannya bertemu dengan salah satu pelaku berinisial G di Taman Griya, Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
"G adalah teman F, pacar korban. Dia nurut saja waktu diajak ke rumah kontrakan G di Cibinong. Seperti dihipnotis," katanya.
Seperti diberitakan, AD siswi kelas 3 sebuah SMP Negeri di Kabupaten Bogor diduga diperkosa tiga pria di sebuah rumah kontrakan di daerah Cibinong, Kabupaten Bogor tidak jauh dari kantor Pemkab Bogor.
Aksi perkosaan yang dialami korban terjadi Sabtu (3/5/2014) sekitar pukul 21.30. Selain diperkosa, AD juga disekap oleh ketiga pelaku dan baru bisa membebaskan diri keesokan harinya.

Tiga Pemerkosa Siswi SMP Bogor Pedagang Jam Tangan


Tiga Pemerkosa Siswi SMP Bogor Pedagang Jam Tangan
Warta Kota/Soewidia Henaldi
AD (berseragam SMP) diantar saat akan membuat laporan dirinya disekap dan diperkosa tiga lelaki di Bogor. 
WARTA KOTA, BOGOR - Tiga orang yang ditangkap Polres Bogor karena diduga telah memperkosa AD (15), siswi SMP Negeri di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, berprofesi sebagai penjual jam tangan.
Mereka biasa beroperasi di Jalan Raya Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.
Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Didik Purwanto menjelaskan, ketiga orang pelaku AS alias J alias G (19), AF alias RZ (20) dan BE (21) ditangkap di lokasi berbeda, Selasa (6/5/2014) malam.
"Yang pertama ditangkap AS alias J alias G di rumah kontrakannya di belakang Kantor Kodim, kemudian kita kembangkan dan kita tangkap dua pelaku lainnya," ujar Didik Purwanto.
Didik mengatakan, pekerja ketiga pelaku adalah pedagang jam tangan di Jalan Raya Tegar Beriman, tepatnya di depan kantor DPC PDIP Kabupaten Bogor.
"Mereka jualan jam tangan di depan Kantor PDIP," katanya.
Ditangkapnya ketiga pelaku, lanjut Didik, berdasarkan keterangan korban yang masih ingat dengan lokasi rumah kontrakan tempat korban disekap dan diduga diperkosa oleh pelaku.
"Korbannya masih ingat lokasi tempat kontrakan pelaku. Saat itu juga bersama korban kita datangi rumah kontrakan itu, dan satu orang pelaku kita tangkap disitu," katanya.
Hingga saat ini, katanya, ketiga pelaku tidak mengakui telah memperkosa AD. Kepada penyidik para tersangka mengaku hanya mencabuli korban saja.
"Mereka ngakunya hanya megang-megang korban, tidak sampai memperkosa. Tapi, kita tidak serta mempercayai keterangan pelaku. Kita masih melakukan pendalaman," ujarnya.
Ketiga orang itu, kata Didik, sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Undang-undang perlindungan anak No 23 tahun 2002 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.
Lebih lanjut kata Didik, untuk membuktikan apakah korban diperkosa atau tidak, pihaknya masih hasil visum rumah sakit.
"Pelaku boleh membantah, tapi jika hasil visum diketahui selaput dara korban rusak, berarti telah terjadi pemerkosaan," katanya.
Seperti diberitakan, AD, siswi kelas 3 sebuah SMP Negeri di Kabupaten Bogor, diduga diperkosa tiga pria di sebuah rumah kontrakan di daerah Cibinong, Kabupaten Bogor, tidak jauh dari kantor Pemkab Bogor.
Aksi pemerkosaan yang dialami korban terjadi Sabtu (3/5/2014) sekitar pukul 21.30. Selain diperkosa, AD juga disekap oleh ketiga pelaku dan baru bisa membebaskan diri keesokan harinya.

Bocah Diperkosa Paman di Tangerang Sering di Rumah Sendiri


Bocah Diperkosa Paman di Tangerang Sering di Rumah Sendiri
Kompas.com
Ilustrasi. 
WARTA KOTA, TANGERANG— Setiap ditinggal di dalam rumah oleh ibunya, N (3), balita yang mendapat kekerasan seksual hanya berdua dengan kakaknya yang juga masih sangat belia.
Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, Ajun Komisaris Besar Sutarmo, pada Rabu (7/5) mengatakan, berdasarkan laporan ibu N yang berinisial L, ia selalu mengunci pintu rumah kala meninggalkan N dan kakaknya.
"Kakaknya berinisial AD, usianya masih 5 tahun, masih sangat muda juga," ujar Sutarmo.
Sutarmo melanjutkan, masih berdasarkan keterangan ibu N, AD juga menceritakan dengan polos bahwa A (17) lah yang mencabuli adiknya. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa A berhasil masuk ke dalam rumah N dengan cara meminta AD membukakan pintu.
Sutarmo menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak untuk mendampingi N selama pengembangan kasus.
"Saksi-saksi juga akan terus didampingi sampai kasus ini selesai," kata Sutarmo

Biadab, Ayah Tiri Perkosa Anak Gadis 5 Kali di Bekasi


Biadab, Ayah Tiri Perkosa Anak Gadis 5 Kali di Bekasi
Tribunnews.com
Ilustrasi 
WARTA KOTA, PASARREBO— Korban pemerkosaan oleh ayah tirinya sendiri, LF (17), mengaku hingga kini masih trauma.
Ia pun enggan bertemu ayah tirinya tersebut, HS (40).
Bahkan, ia kini telah pindah ke rumah pamannya yang masih berada di kawasan Bekasi.
Selain itu, ia juga hendak pindah sekolah, agar jauh dari ayah tirinya tersebut.
"Sekarang mau di rumah paman aja, lebih aman. Saya masih takut tinggal di rumah," kata LF, ditemui saat melapor di Kantor Komnas PA, Jalan TB Simatupang No 33, Pasarrebo, Jakarta Timur, Jumat (9/5/2014) siang.
LF yang menutupi wajahnya dengan kain itu, mengaku perilaku bejat ayah tirinya tersebut sudah terjadi sejak 2012 lalu. "Udah lima kali," kata LF.

Seorang Siswi SMA Mengaku "Digilir" Selama 40 Hari



Seorang pelajar putri tingkat SMA inisial HP (15) didampingi ayahnya RN (55), warga Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, melapor ke Polda Bengkulu karena perlakuan asusila dari Az dan beberapa rekannya selama 40 hari.

Menurut Plt. Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP. Joko Suprayitno, selama 40 hari HP yang merupakan anak kandung RN pergi dari rumah.

"Setelah lama dicari oleh orangtuanya, didapatkan tepat pada 27 April anaknya ditemukan RN sedang bersama seorang lelaki inisial Az di salah satu obyek wisata di Kabupaten Bengkulu Tengah," kata Joko, Rabu (30/4/2014).

Selanjutnya, kata Joko, setelah diinterogasi oleh orangtuanya, HP mengaku, selama 40 hari dia mendapatkan tindakan asusila. Dia digilir untuk berhubungan intim dengan Az dan beberapa rekan Az.

Dari penuturan korban HP, ia nyatakan jika tindakan tersebut dilakukan secara terpaksa karena diancam Az. Belakangan diketahui, Az pacar HP.

Hingga kini, HP masih mengalami trauma mendalam. Hal itu terlihat manakala dia bertemu dengan orang asing.

Saat ini, Polda Bengkulu telah memintai dua orang keterangan dari saksi yang mengetahui terjadinya aksi tersebut. "Dua orang saksi saat ini sedang dimintai keterangan, dalam waktu dekat polisi akan segera mengambil langkah cepat," kata Joko.

Siswi SMP Diperkosa Tujuh Temannya


Siswi SMP Diperkosa Tujuh Temannya

Ilustrasi. 
WARTA KOTA, BOGOR - Berniat menghadiri ulang tahun temannya, ST (14), siswi kelas I SMP di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor malah menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan tujuh pelaku.
Aksi perkosaan yang dialami ST terjadi di belakang gedung SD.
Korban yang sudah dalam kondisi lemah usai diperkosa, ditinggalkan begitu saja oleh para pelaku.
Polisi yang mendapat laporan langsung bergerak cepat dan berhasil menangkap ke enam dari tujuh pelaku perkosaan tersebut.
"Enam dari tujuh pelaku sudah kita tangkap. Antara pelaku dan korban saling kenal," ujar Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Didik Purwanto, Senin (12/5/2014).
Pelaku yang ditangkap berinisial UJ (18), AS (20), BE (19), SU (18), MU (18), dan AD (19).
AKP Didik mengatakan, aksi perkosaan bergilir tersebut terjadi pada pertengahan April 2014 lalu, yaitu saat korban hendak menghadiri ulang tahun seorang temannya.
"Seorang pelaku menjemput korban dari rumahnya pada malam itu. Pelaku minta diantar ke pesta ulang tahun seorang temannya. Tapi ternyata itu cuma modus pelaku. Tidak ada pesta ulang tahun," katanya.
Ditengah perjalanan, tepatnya di sekitar gedung sebuah SD di Sukaresmi korban minta diantar untuk buang air kecil kepada pelaku.
"Kesempatan itu kemudian dimanfaatkan pelaku untuk memperkosa korban. Beberapa saat kemudian, pelaku lainnya datang dan ikut memperkosa korban," ujarnya.
Karena diancam, korban tidak berani melawan dan diperkosa secara bergiliran oleh ke-7 pelaku.
Saat ini para pelaku sudah mendekam di tahanan Mapolres Bogor untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Rabu, 30 April 2014

Siswi SMP Diperkosa Teman Facebook di Gubuk



Seorang siswi SMP diperkosa oleh kenalannya dari situs jejaring sosial Facebook di kawasan permadian Pantai Tanjung Bayam, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 27 April malam tadi. Pelaku yang sudah dikantongi identitasnya itu hingga saat ini masih diburu polisi.

Aksi perkosaan ini bermula kala korban berinisial RF (13) itu berkenalan dengan pelaku berinisial RS (16), warga Kampung Taeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan melalui Facebook.

Saat itu korban diajak jalan dan dijemput dirumahnya untuk piknik ke kawasan wisata Pantai Tanjung Bunga, Makassar.

Pelaku yang saat itu sedang berduaan dengan korban, tak kuasa menahan nafsu birahinya. Tanpa pikir panjang lantaran nafsu syahwat sudah di ubun-ubun, pelaku langsung menyetubuhi korban sebanyak dua kali di sebuah gubuk di sekitar pantai tersebut.

Korban lalu mengadu kepada orangtuanya dan melaporkan peristiwa yang dialaminya tersebut ke Mapolrestabes Makassar. RF juga dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Makassar untuk divisum.

R Perkosa F Karena Jarang Berhubungan dengan Istri

Merenggangnya hubungan intim antara suami dan istri rupanya bisa menimbulkan dampak negatif. Tak jarang, anak dibawah umur pun kerap jadi sasaran kekerasan seksual untuk pelampiasan birahi yang tak tersalurkan.
Hal itulah yang terjadi kepada R (36), sopir angkutan umum yang ditangkap polisi akibat memperkosa anak tirinya, F (11).
Dari keterangan R kepada penyidik Polresta Tangerang saat ditangkap pada 23 April kemarin, R mengaku khilaf karena tidak bisa menahan nafsu birahinya yang menumpuk.
"Alasannya karena dia sudah lama tidak berhubungan dengan istrinya. Makanya akhirnya anaknya jadi sasaran," ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Kabupaten Tangerang, Inspektur Satu Mukmin, Selasa (29/3/2014).
Istri R, yakni S sehari-harinya bekerja sebagai buruh dan kerap pulang malam hari. Sementara R yang setiap hari menarik angkot pun juga baru menginjakkan kaki di rumah saat waktu sudah menjelang tengah malam.
"R mengeluh kalau setiap mau berhubungan badan, istrinya sudah keburu lelah. Dia pun begitu, karena kerja terus sampai malam. Makanya, bisa dibilang mereka juga jarang bisa bertemu dalam waktu lama," kata Mukmin.

Jumat, 03 Mei 2013

Tertidur saat nonton TV, siswi SD diperkosa

Tertidur saat nonton TV, siswi SD diperkosa


Seorang siswi sekolah dasar (SD) berinisial SF (13), warga Desa Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, diperkosa oleh seorang pria paruh baya berinisial SG (37), saat tertidur di rumah tetangganya. Peristiwa perkosaan yang dialami gadis ini terjadi Minggu (21/4) malam.

Kejadian tersebut berawal saat korban ikut menumpang nonton televisi di rumah tetangganya. Tanpa terasa korban akhirnya tertidur di lantai di ruang tamu tempat ia menonton TV. Ketika sedang lelap tidur, korban merasa sesak napas karena mulutnya dibekap tangan pelaku.

Korban terbangun namun tak kuasa melawan maupun berteriak. Pada saat kejadian tidak ada siapapun di rumah tetangganya itu. Pelaku SG saat melakukan aksi cabulnya, berbisik ke korban agar korban tidak melawan dan melayani nafsu birahinya.

Karena ketakutan, korban hanya bisa menangis saat pelaku melucuti celana dalamnya dan memperkosanya. Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, SG kembali mengancam korban agar tidak memberitahu kejadian itu kepada orangnya.

"Awas jangan bilang sama orang lain," kata SF dalam laporannya kepada polisi.

Setelah peristiwa itu, korban kemudian pulang ke rumahnya. Korban SF sempat ketakutan akan ancaman SG, namun karena merasa tak terima perlakuan bejad SG, korban akhirnya melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya. Tak terima diperlakukan seperti itu, keluarga korban dibantu puluhan warga berusaha mencari pelaku.

Tersangka SG berhasil diamankan petugas Polsek Kasemen saat bersembunyi di sebuah empang di Kp Kebasiran, Ds Sawah Luhur, Selasa (23/4).

Kanit Reskrim Polsek Kasemen, Iptu Entang Cahyadi membenarkan kejadian itu. Menurut Entang, setelah mendengar ada gerakan massa mencari pelaku, pihaknya ikut melakukan pencarian.

"Kami ikut mengejar karena khawatir SG ditangkap dan diadili warga. Berkat info yang kami dapat, tersangka kita temukan dan langsung kita amankan. Untuk antisipasi, tersangka langsung kita bawa ke Mapolres Serang," kata Entang dihubungi, Rabu (24/4).

Senin, 29 April 2013

Demi Uang, Para Pelajar Pilih Difoto Bugil Ketimbang Sekolah


Demi Uang, Para Pelajar Pilih Difoto Bugil Ketimbang SekolahST
ILUSTRASI

Kaki jenjang perempuan berambut panjang warna cokelat itu begitu luwes mengambil posisi di atas ranjang. Sesekali dia mengibaskan rambutnya sambil menatap tajam ke arah lensa kamera beberapa fotografer pria di depannya.
Diiringi dentuman house music dari handphone, perempuan yang masih duduk di bangku SMA di Banjarbaru itu tidak risih berganti-ganti gaya nan seksi. Dari berpakaian lengkap hingga menyisakan salah satu pakaian dalam.
Seakan belum cukup di kamar salah satu hotel itu, sesi pemotretan berpindah ke kamar mandi. Di sini, di bawah guyuran air, model perempuan tersebut tanpa malu memperlihatkan seluruh auratnya.
Perempuan muda itu bernama Anggrek (bukan nama sebenarnya). Dia mengaku sudah biasa menjadi model bagi para fotografer. Setiap minggu dia sedikitnya mendapat tiga kali order pemotretan, dari penampilan sopan hingga seronok.
Kompensasinya, uang. Tak heran di usianya yang baru belasan tahun, dia sudah bisa meraup jutaan rupiah tiap bulan. Bahkan terkadang sampai belasan juta rupiah.
“Awalnya canggung sih, sekarang sudah tidak lagi. Sudah biasa dipotret semi nude (telanjang) atau nude. Risikonya sekolah saya lumayan camuh (kacau) karena sering ditinggal. Saya memilih difoto. Juga mumpung belum ada laki-laki (pacar maksudnya). Nanti kalau sudah punya kan dilarang,” ujar Anggrek kepada Banjarmasin Post (Tribunnews.com Network), kemarin.
Bila mendapat order, Anggrek biasa melakukannya pada sore atau saat libur. Sepulang sekolah, dia langsung ke rumah untuk berganti pakaian lalu pergi lagi menuju ke tempat pemotretan, biasanya hotel. Tak hanya di Banjarbaru, dia juga pernah di-booking di kota lain.
“Pernah diberi Rp 2 juta tetapi juga ada yang mengasih ratusan ribu rupiah. Uangnya habis buat biaya cari hiburan. Malam tulak (pergi ke tempat hiburan malam), Minggu bajajalanan (berwisata). Ya senang saja difoto. Ada kepuasaan,” katanya.
Bagi sebagian fotografer amatir di Banua, memotret model perempuan berpose seksi, seronok bahkan vulgar, bukanlah hal baru. Mereka menyebutnya selingan yang indah. Ada yang melakukan sendirian, bersama sejumlah fotografer lain bahkan terkadang dilakukan beramai-ramai dengan teman satu kelompok fotografi. Hasil pemotretan itu biasanya untuk ‘dokumen pribadi’. “Bahkan kalau sudah kenal atau cocok tarifnya, bisa ‘lanjut’ (melakukan hubungan seks). Tapi memang tidak semua model bisa,” kata seorang fotografer, sebut saja Kumbang.
Dia mengaku, momotret model berpose seksi adalah tantangan yang bisa memunculkan kepuasan tersendiri. “Saya dan teman-teman melakukan sesi pemotretan itu secara spontan saja. Hasilnya ya untuk koleksi pribadi. Soal seni itu relatif, bahkan banyak yang menjadikannya sebagai alasan padahal sebenarnya mencari kepuasan,” ucap Kumbang.
Modelnya bisa profesional atau amatiran. Problemnya, model profesional mematok tarif tinggi. Kondisi itulah yang membuat model amatiran mendapat bagian rezeki. Makin cantik, seksi apalagi ‘berani’, seorang model kian sering mendapat order. Tragisnya, ada di antara mereka yang masih berstatus siswi dan mahasiswi.
Selain Anggrek di Banjarbaru, ada Mawar (nama samaran) di Banjarmasin. Mawar adalah mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta (PTS). “Foto ND (nude)? Oke saja. Asal cocok biaya dan tempatnya,” ucapnya.
Tarif memotret Mawar adalah Rp 500 ribu per sesi yang biasanya selama 2-3 jam. “Awalnya ikut-ikutan, di tempat terbuka. Akhirnya terbujuk sesi di ruang tertutup. Apalagi honornya lumayan. Awalnya sih buka-bukaan sedikit, terus ND. Kata mereka (fotografer), ND itu seni,” ujarnya sembari tertawa.
Benarkah itu seni? Ketua South Borneo Photography Community (SBFC) H Nelwan mengatakan sangat tipis perbedaan antara seni dan pornografi. “Itu kembali kepada fotografer dan modelnya. Seharusnya, seorang model berani menegur jika fotografer sudah melenceng dari konsep pemotretan yang sudah disepakati. Meski dibayar, seharusnya model tidak asal mengikuti keinginan fotografer,” kata dia.
Nelwan mengakui kerap dilakukannya sesi pemotretan model telanjang. Namun, aktivitas itu bisa dikatakan underground atau untuk kalangan terbatas. Beda dengan hunting foto yang biasa digelar kelompok fotografi-kelompok fotografi.
“Foto nude yang art jangan disalahartikan menjadi asal telanjang, harus ada etikanya. Harus ditempatkan dalam konteks profesional. Tidak bisa sembarangan,” ucapnya.
Pendapat serupa diucapkan fotografer asal Banjarbaru, Misba kobin. “Kini memotret nude itu rata-rata cuma karena mengumbar hawa nafsu dan mencari kepuasaan. Sementara keindahan seni dan angle-nya hilang,” katanya.
Misba mengaku pernah melakukan pemotretan perempuan bugil di Surabaya, Jatim, tiga tahun lalu. “Kacau, tidak karuan, campuraduk, hasilnya nggak jelas. Dari pengamatanku, saat ini banyak yang menjadikan profesi model sebagai ‘baju’ saja,” ucap pria yang kini lebih memilih menekuni seni foto makro.

Selasa, 23 April 2013

Zaman Soeharto 27, era Gus Dur hingga SBY jadi 34 provinsi

0
Zaman Soeharto 27, era Gus Dur hingga SBY jadi 34 provinsi

Kemarin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi meresmikan Kalimantan Utara sebagai provinsi baru dengan 11 daerah otonomi hasil dari pemekaran. Ke 11 daerah kabupaten dan kota itu antara lain; Kabupaten Pangandaran, Pesisir Barat, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Mahakam Ulu, Malaka, Banggai Laut dan Pulau Taliabu.

Kabupaten lain adalah Penukal Abab Pematang Ilir dan Kolaka Timur. Daerah-daerah itu diresmikan berdasar Undang-undang Nomor 20, 21, 22, 23, 24 Tahun 2012 dan Nomor 2, 3, 5, 6, 7, 8 Tahun 2013. Praktis, setelah Kalimantan Utara disahkan sebagai provinsi baru, maka jumlah provinsi di Indonesia kembali bertambah menjadi 34.

Sebagai sebuah negara pertumbuhan sepertinya wajar. Seperti sebuah ungkapan lama, 'every living thing must grow', bahwa setiap mahluk hidup pasti tumbuh. Bila tidak tumbuh, mahluk itu tidak hidup. Begitu juga dengan Indonesia sebagai sebuah negara yang di dalamnya terdapat banyak kehidupan dan warna warni budaya.
Dilihat dari jumlah populasi saja, bisa anda bayangkan, berapa ledakan populasi penduduk di negeri ini. Rhoma Irama pernah menyebut jumlah penduduk Indonesia 175 juta pada periode 1990-an. Tetapi hasil sensus Badan Pusat Statistik tahun 2000, jumlah penduduk Indonesia sekitar 206 juta. Kemudian pada 2006 menjadi 222 juta, dan 2010 meledak menjadi 237 juta.

Lalu bagaimana dengan jumlah provinsi? Dulu, pada awal kemerdekaan 1945, Indonesia hanya memiliki 8 provinsi sebagai berikut: Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Sunda Kecil, Maluku, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Karena roda zaman terus berubah, beriringan dengan tumbuhnya jumlah penduduk dan pengetahuan, maka jumlah provinsi pun bertambah.

Pada periode pemerintahan Presiden Soekarno, pemekaran pertama kali dilakukan ada 1950. Waktu itu jumlah Provinsi di Indonesia bertambah dari 8 menjadi 11, kemudian menjadi 13 pada 1956, menjadi 16 pada 1957, menjadi 20 pada 1959, dan menjadi 21 pada 1960. Berikutnya jumlah provinsi kembali bertambah menjadi 22 pada 1963, menjadi 23 pada 1964, dan terakhir menjadi 25 pada 1967.

Pada 1968 pemerintahan berganti dari orde lama ke orde baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto. Waktu itu jumlah provinsi kembali dimekarkan menjadi 26 pada 1968, kemudian menjadi 27 pada 1976. Provinsi terakhir yang mengalami pemekaran pada pemerintahan Soeharto adalah provinsi Nusa Tenggara Timur yang terbagi menjadi dua; Nusa Tenggara Timur dan Timor-timur.

Soeharto dipaksa turun lewat gerakan reformasi 1998. Setahun kemudian, pada masa pemerintahan Presiden Habibie, provinsi Timor-timur melepaskan diri dari Indonesia. Dengan demikian jumlah provinsi berkurang satu, sehingga menjadi 26. Namun pada tahun itu juga, ada beberapa provinsi yang mengalami pemekaran sehingga menjadi 29.

Adapun provinsi yang mengalami pemekaran pada 1999 adalah Provinsi Maluku dimekarkan menjadi dua, menjadi Provinsi Maluku dan Maluku utara, serta Provinsi Irian Jaya dimekarkan menjadi Provinsi Papua dan Irian Jaya barat. Kemudian pada tahun 2000, masa Pemerintahan Abdurrahman Wahid, jumlah provinsi menjadi 32 yaitu; Provinsi Sumatera Selatan dimekarkan menjadi Sumatera selatan dan Bangka Belitung.

Sementara itu, Provinsi Jawa Barat berkembang menjadi 2 yaitu Jawa barat dan Banten. Sedangkan Provinsi Sulawesi Utara berkembang menjadi 2 yaitu Sulawesi utara dan Gorontalo. Berikutnya pada tahun 2002, masa Pemerintahan Presiden Megawati, jumlah provinsi di Indonesia bertambah menjadi 33. Provinsi yang dimekarkan adalah Provinsi Riau menjadi Riau dan Kepulauan Riau.

Adapun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak menjabat pada periode pertama 2004-2009 dilanjutkan periode ke dua 2009-2014, dia baru memekarkan satu provinsi terakhir, yakni Kalimantan Timur dipecah menjadi Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi ke 34 dengan 11 kabupaten itu. Provinsi ini diresmikan Menteri Gamawan Fauzi.

Kamis, 18 April 2013

Credit Union Makin Nyata Entaskan Kemiskinan

Kehadiran koperasi, termasuk seperti credit union, terbukti mampu membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia. “Koperasi secara nyata berkontribusi dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Apalagi koperasi terbukti tahan banting dan mampu menghadapi badai krisis ekonomi,”ujar DR. HM. Suryo Respationo, Wakil Gubernur Kepulauan Riau dalam kata sambutannya pada pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Pusat Koperasi Kredit Badan Kordinasi Credit Union Kalimantan (Puskopdit BKCUK) di Hotel Pacific Palace, Batam, Kepulauan Riau (12/4).
Pendapat senada disampaikan Ignasius IK, Kadis Koperasi dan UKM Kalbar. “BKCUK adalah mitra Pemerintah Kalbar dalam mengentaskan kemiskinan. Tidak bisa dibantah, CU adalah penggerak perekonomian daerah,”ujarnya. Pemerintah Kalimantan Barat, tambah Ignasius, berharap agar insan-insan credit union mendirikan koperasi-koperasi sektor riil agar semakin banyak lagi menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan.
13659267692101878023
Pengurus, Pengawas BKCUK bersama sebagian peserta RAT.
Hasil nyata gerakan credit union dalam mengentaskan kemiskinan dapat dilihat dari semakin banyaknya orang yang menjadi anggota CU. “Dengan makin banyaknya orang bergabung CU berarti orang merasakan manfaat ber-CU,”jelas Marselus Sunardi, Ketua Puskopdit BKCUK. Sebab menurut Sunardi CU bukan semata-mata bisnis keuangan tetapi CU adalah sekolah kehidupan dimana anggotanya dituntut selalu solider, saling berbagi, bergotong-royong mewujudkan kesejahteraan yang erkeadilan. “Tidaklah baik kalau kita sejahtera sendiri saja,”jelasnya.
Menurut laporan pertanggungjawaban pengurus BKCUK, dalam tahun buku 2012 total anggota individu 380.700 orang; anggota CU primer 45 CU; asset Rp.4,1 triliun; pinjaman beredar Rp.3,1 triliun; dana cadangan Rp.118 miliar; saham anggota Rp 447 miliar; simpanan non saham Rp 3,1 triliun; pendapatan Rp 569 miliar; biaya Rp 542 miliar; sisa hasil usaha Rp 26 miliar.
BKCUK patut berbangga karena dari 100 koperasi terbesar di Indonesia versi Kementerian Koperasi dan UKM ada 14 CU dalam naungan BKCUK. Dalam tahun berikutnya BKCUK berharap makin banyak CU yang masuk 100 koperasi besar. Secara nasional BKCUK bertekad mensukseskan target nasional gerakan CU yakni 10 juta anggota dengan asset 100 triliun pada tahun 2020.
Menurut Frans Laten, General Manajer BKCUK, perkembangan pesat CU-CU dalam naungan BKCUK tersebut karena kerja keras pengurus, pengawas, manajemen; pelatihan-pelatihan keterampilan; melakukan invonasi; penerapan teknologi serta kerja sama yang baik antara CU primer dan sekunder.
Romanus Woga, Ketua Induk Koperasi Kredit Indonesia (Inkopdit) memberikan apresiasi yang tinggi kepada Puskopdit BKCUK yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan gerakan CU di Indonesia. “Puskopdit BKCUK adalah koperasi kredit sekunder terbesar di Indonesia. Semoga makin berkembang agar makin banyak orang sejahtera, semakin banyak rakyat miskin yang dientaskan,”papar Romanus dalam sambutannya pada pembukaan RAT. Romanus meminta gerakan CU agar menerapkan unitas, karitas dan veritas. Yakni CU harus bersatu dan bekerja sama, melayani anggota, dan berkeadilan.
Sebelum RAT yang bertemakan “Memperkokoh gerakan credit union Kalimantan berbasis komunitas menuju credit union sehat yang berkelanjutan” ini dilaksanakan lokakarya tentang penguatan kelembagaan, perempuan, pemuda dan IT, revisi anggaran dasar dan rumah tangga, serta sharing pengalaman. Sharing pengalaman menampilkan keberhasilan tiga CU besar dari Kalbar (CU Khatulistiwa Bakti), Kalteng (CU Betang Asi) dan Sulawesi Selatan (CU Sauan Sibarung).
RAT diikuti 400 orang peserta dan peninjau. Peserta adalah tiga orang utusan dari 45 CU (pengurus, pengawas, manajemen). Peninjau adalah calon anggota baru, unsur pengurus, pengawas dan manajemen CU, perwakilan dari Puskopdit Borneo, Univeritas Gunadharma, Universitas Putra Batam dan lainnya.
Secara umum program kerja pengurus tahun buku 2012 tercapai 75 persen dan menurut analisis PEARLS dikategorikan Sehat. Kinerja Pengurus BKCUK tahun buku 2012 selain diawasi dan dinilai pengawas internal tetapi juga diaudit oleh auditor independen dari kantor akuntan publik Sardjono Budi Sudahrnoto dan diaudit Indkopdit. Menurut ketiga lembaga pengawas/audit ini, selama tahun buku 2012 secara umum Puskopdit BKCUK dalam kondisi Sehat. “Menurut pendapat kami laporan keuangan Puskopdit BKCUK disajikan secara wajar dalam semua material, posisi keuangan Puskopdit BKCUK tanggal 31 Desember 2012 dan hasil usaha serta arus kas untuk tahun 2012 sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP),”tulis auditor independen dalam laporan tertulisnya.
BKCUK adalah satu-satunya credit union sekunder di Indonesia yang anggotanya tersebar di seluruh Indonesia. Yakni di Kalimantan Barat, Timur, Tengah, Jawa, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Papua, NTT. CU-CU tersebut adalah: Khatulistiwa Bakti, Stella Maris, Kingmi, Usaha Kita, Bonaventura, Tilung Jaya, Sabhang Utung, Pancur Dangeri, Kusapa, Jembatan Kasih, Filosofi Petani Panncur Kasih, Manteare, Betang Asi, Almendo, Daya Lestari, Mambuin, Sempekat Ningkah Olo, Sinar Saron, Femung Pebaya, Mototabian, Remaung Kecubung, Kasih Sejahtera, Sumber Rejeki, Mekar Kasih, Hati Amboina, Ndar Sesepok, Sauan Sibarrung, Likku Aba, Bahtera Sejahtera, Gerbang Kasih. Dalam RAT kali ini diterima dua CU baru sebagai anggota BKCUK. Yakni CU Muara Kasih (Pontianak) dan CUMI Pelita Kasih (Jakarta). Kalbar patut berbangga karena CU model Kalimantan ini diakui keberhasilannya dan dicontoh daerah lain.
Dalam misa penutupan RAT Uskup Pangkal Pinang Mgr.Hilarius Moa Nurak,SVD berpesan kepada pengurus, pengawas dan manajemen credit union agar tetap memprioritaskan menolong warga, komunitas basis agar mampu bangkit dari kemiskinannya. “Credit Union adalah bentuk nyata karya kita untuk kemanusiaan yang universal tanpa sekat-sekat perbedaan agama, suku, ras maupun golongan,”pesan Mgr.Hilarius.
Di berbagai tempat kehadiran CU terbukti mampu mengubah nasib seseorang menjadi lebih baik. Semoga semakin banyak orang yang menjadi anggota CU.***
Edi V.Petebang, dari Batam,Kepri

Selasa, 16 April 2013

Pengakuan Korban Perkosaan: Kalau Tidak Buka Pakaian Dipukul Botol


Pengakuan Korban Perkosaan: Kalau Tidak Buka Pakaian Dipukul Botol
ist
Ilustrasi
BONE--Seorang gadis berusia 16 tahun di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan mendatangi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) setempat melaporkan tiga pria yang telah memperkosanya secara digilir, Senin (15/04/2013).
Satu pelaku pria merupakan kekasihnya, sementara dua lainnya adalah bersaudara dan masing-masing telah memiliki istri dan anak.
Peristiwa yang dialami oleh IW (16), warga Apala, Kecamatan Barebbo ini bermula saat dirinya dibonceng oleh rekan wanitanya bernama Imma menuju rumah Cemmang di Lingkungan Balakang, Kelurahan Toro, Kecamatan Tanete Riattang Timur.
Di sana sudah ada Aslanda, Cemmang dan Lutung yang sedang berpesta minuman keras. Setibanya di rumah Cemmang, korban mengaku dipaksa minum hingga mabuk oleh Aslandi yang merupakan kekasihnya sendiri.
Setelah dalam keadaan mabuk, korban akhirnya diperkosa oleh Aslandi. Tak hanya itu, korban juga diperkosa oleh Cemmang dan Lutung yang merupakan saudara kandung.
"Saya dipaksa karena kalau saya tidak buka pakaian saya diancam dipukul botol sama pacarku," ungkap korban di hadapan penyidik.
Korban mengaku diperkosa ketiga pelaku dari tengah malam hingga pagi hari dengan cara digilir secara bergantian. Sementara Imma yang sebelumnya mengantar korban, telah pulang ke rumahnya.
Atas laporan korban ini, aparat kepolisian langsung memburu para pelaku. Namun polisi hanya berhasil membekuk Aslandi, sementara Lutung dan Cemmang yang berprofesi sebagai nelayan sudah kabur terlebih dahulu.
"Setelah korban melapor, kami langsung mengamankan satu pelaku, sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Kami juga sedang memanggil Imma sebagai saksi," kata Ipda Andi Abdurrahman, Kepala Seksi Bagian Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Bone.

Kamis, 11 April 2013

Video mesum 2 pelajar SMP disutradarai PNS gegerkan Mamuju



Video mesum 2 pelajar SMP disutradarai PNS gegerkan Mamuju

Warga Mamuju, Sulawesi Barat digegerkan dengan video mesum yang dilakukan oleh sepasang pelajar SMP. Video berdurasi 1 menit berisi adegan mesum muda-mudi tersebut ternyata disutradarai oleh seorang pegawai negeri sipil (PNS) setempat berinisial AS.

AS pun kini telah ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

"Aparat kami telah menangkap oknum tersebut dan kini mendekam di sel tahanan Polres Mamuju untuk proses penyelidikan lebih lanjut," kata Kasatreskrim Polres Mamuju AKP Amirullah Suaeb di Mamuju, seperti dikutip dari Antara, Selasa (8/4).

Menurutnya, AS, sang sutradara video amatir itu ditangkap saat sedang dalam perjalanan dari Makassar ke Mamuju. "Aparat kami kerahkan menunggu di pintu gerbang Kota Mamuju di daerah Patti'di. Hanya beberapa jam menunggu, pelaku berhasil dibekuk," katanya.

Saat dilakukan penangkapan, AS sedang bersama lima kerabat keluarganya berada dalam satu mobil.

"Sampai sekarang ini kami terus melakukan pengembangan. Oknum berinisial AS yang juga pegawai Dinas Tata Ruang Kabupaten Mamuju, belum ditetapkan sebagai tersangka. Kami masih membutuhkan pemeriksaan tambahan sebagai bukti pendukung," jelasnya.

Amirullah menyampaikan, adegan video amatir ini telah menjadi konsumsi publik sejak beberapa pekan terakhir. Bahkan adegan seks ini juga telah beredar luas di dunia maya atau Youtube.

"Tentu kita sesalkan dengan beredarnya video amatir ini. Apalagi, video berdurasi selama satu menit itu bisa berdampak buruk bagi psikologi dua pelajar yang saat ini masih duduk di bangku SMP," ungkapnya.

Jadi sutradara video mesum siswa SMP, PNS Mamuju akan dipecat


Jadi sutradara video mesum siswa SMP, PNS Mamuju akan dipecat

Video mesum yang dilakukan dua pelajar SMP menggegerkan warga Mamuju, Sulawesi Barat. Usut punya usut, video berdurasi 1 menit itu ternyata disutradarai oleh seorang pegawai negeri sipil di Mamuju.

Polisi sendiri sudah menangkap sutradara video mesum berinisial AS tersebut. Kini PNS di Dinas Tata Ruang Kabupaten Mamuju itu pun terancam dipecat. Hal ini karena Bupati Mamuju Suhardi Duka juga menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh AS itu.

"Jika benar video amatir ini dilakukan oleh PNS maka kami akan berikan sanksi tegas berupa pemecatan. Kita tinggal menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh aparat polisi," ungkap bupati seperti dikutip dari Antara, Selasa (9/4).

AS, sang sutradara video amatir itu ditangkap saat sedang dalam perjalanan dari Makassar ke Mamuju. "Aparat kami kerahkan menunggu di pintu gerbang Kota Mamuju di daerah Patti'di. Hanya beberapa jam menunggu, pelaku berhasil dibekuk," kata Kasatreskrim Polres Mamuju AKP Amirullah Suaeb di Mamuju.

Saat dilakukan penangkapan, AS sedang bersama lima kerabat keluarganya berada dalam satu mobil.

"Sampai sekarang ini kami terus melakukan pengembangan. Oknum berinisial AS yang juga pegawai Dinas Tata Ruang Kabupaten Mamuju, belum ditetapkan sebagai tersangka. Kami masih membutuhkan pemeriksaan tambahan sebagai bukti pendukung," jelasnya.

Amirullah menyampaikan, adegan video amatir ini telah menjadi konsumsi publik sejak beberapa pekan terakhir. Bahkan adegan seks ini juga telah beredar luas di dunia maya atau Youtube.

"Tentu kita sesalkan dengan beredarnya video amatir ini. Apalagi, video berdurasi selama satu menit itu bisa berdampak buruk bagi psikologi dua pelajar yang saat ini masih duduk di bangku SMP," ungkapnya.

Selasa, 09 April 2013

ABG Korban Pemerkosaan Tujuh Pemuda Masih Trauma


ABG Korban Pemerkosaan Tujuh Pemuda Masih Trauma
NET
ILUSTRASI 

JAKARTA - ERS (14) remaja perempuan Kelas II SMPN yang menjadi korban pemerkosaan 7 pemuda di kawasan Condet, Kramatjati, Jakarta Timur kondisinya mulai membaik walau trauma masih ada."Traumanya masih ada, seperti sebelumnya. Masih bangun malam dan kaget. Tapi tidak sesering awal-awal," kata Sul (42), ibunda ERS saat dihubungi Warta Kota, Senin (8/4/2013) malam.
Menurut Sul, ia berharap polisi berhasil menangkap semua pelaku pemerkosaan putri tunggalnya itu. Sul berharap mereka dihukum seberat-beratnya.
"Kami mau mereka dihukum paling berat sesuai hukum yang ada," kata Sul.
Menurut Sul, untuk dua pelaku lain yang masih buron, ia berharap polisi terus mengejarnya sampai mereka dibekuk.
Mengenai sekolah ERS, Sul mengaku sampai kini ERS belum mendapatkan sekolah baru.
Karenanya ia cukup senang, jika ERS diperbolehkan kembali ke sekolah asalnya untuk mengikuti ujian sekolah.
"Saya harap permintaaan kami melalui Komnas Anak dipenuhi pihak sekolah," kata Sul.

Sabtu, 06 April 2013

5 Bocah SD tutup mata teman sekolah sebelum dicabuli


5 Bocah SD tutup mata teman sekolah sebelum dicabuli
Kategori Peristiwa
Ilustrasi perkosaan, pelecehan seksual, pencabulan. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock
129
 


Lima bocah sekolah dasar (SD) di Dusun Bontomanai, Desa Kalebarembeng, Gowa, Sulawesi Selatan, berbagi tugas saat mencabuli teman sekolahnya. Agar leluasa melampiaskan nafsu bejat ke ST (12), para pelaku memegangi tangan korban.

"Para pelaku mencabuli korban dengan cara satu orang pegang tangan kiri, satu lagi tangan kanan, satu orang tutup mata, satu jaga di pintu dan satu orang meraba-raba bagian terlarang," ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Endi Sutendi kepada merdeka.com, Rabu (3/4).

Saat ini lima pelaku R (11), M (12), RZ (11), AH (12) dan AR (11) sudah diamankan oleh polisi. Kepada petugas Polres Gowa, kelimanya mengaku nekat berbuat asusila karena kecanduan nonton film porno.

Menurut Endi, dua orang saksi yakni Hartati (40) dan Ramli Rurung (42) sudah dimintai keterangannya. Kasus ini terbongkar setelah orangtua ST melaporkan kejadian itu ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gowa.

"Saat ini masih dalam proses penyidikan di Polres Gowa," tandasnya.

Seperti diketahui, ST dicabuli lima teman sekolahnya pada 1 April lalu. Pemeriksaan terhadap pelaku yang masih di bawah umur, dilakukan dengan pengawasan Lembaga Perlindungan Anak.

Ini Pengakuan Pembocor Sprindik Anas


Wiwin.jpg
Wiwin Suwandi
JAKARTA, Wiwin Suwandi akhirnya buka suara mengenai sangkaan Komite Etik KPK kepadanya sebagai pembocor salinan surat perintah penyidikan tersangka kasus Hambalang, mantan anggota DPR RI Anas Urbangingrum.

Ia berdalih, pembocoran itu karena kasus penydikian dugaan korupsi pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sarana Olahraga Nasional Hambalang berjalan sangat lamban.

Wiwin mengaku sudah mengetahui dari tim penyidik KPK sejak November 2012, mengenai akan ditetapkannya Anas sebagai tersangka. Anas saat itu masih menjabat Ketua Umum Partai Demokrat.

Dan sepengetahuannya, saat itu kelima pimpinan KPK sudah menyepakati kasus Hambalang dengan Anas sebagai tersangka sudah layak naik ke penyidikan. Namun, ia merasa geram melihat lambannya perkembangan penanganan kasus tersebut naik ke penyidikan. Dan hingga sekitar 50 saksi diperiksa, pimpinan KPK belum juga meningkatkan kasus itu ke penyidikan.

"Pak Tumpak Hatorangan juga sudah memberikan jumpa pers, kalau kasus itu sebenarnya sudah lewat deadline. Dan itu juga diakui oleh para penyidiknya ketika dipanggil oleh Komite Etik," kata Wiwin dalam wawancara khusus kepada TRIBUNnews.com, Jumat (5/4/13) malam.

Didorong 'kegatalan' pikiran agar kasus korupsi terbongkar cepat, Wiwin mengaku berinisiatif sendiri membocorkan Sprindik tentang Anas kepada khalayak melalui wartawan. Dan selanjutnya ia memberikan hasil scan Sprindik itu kepada dua wartawan, Tri dan Poly di Setiabudi One, Kuningan, Jaksel.

Mereka bertemu tepat di seberang kantor KPK, 8 Februari 2013. Ia menegaskan, pembocoran Sprindik tentang penetapan Anas itu tanpa sepengetahuan dan perintah dari Abraham Samad.

"Itu tanpa Pak Abraham Samad menyuruh saya. Kalau menyuruh saya justru jadi blunder besar. Pasti dia dapat masalah. Yang saya serahkan ke Tri dan Poly hanya hasil scanning, fisik kertas enggak ada," kata Wiwin.

Wiwin juga mengakui dirinya yang menentukan jadwal dan lokasi pertemuan dengan kedua wartawan media cetak nasional itu. "Jadi, lebih banyak saya yang berperan," ujarnya.

Ia mengatakan, tujuannya memberikan scan Sprindik itu adalah agar publik tahu fakta yang sebenarnya, bahwa sebenarnya Anas sudah jadi tersangka.

"Tapi, mungkin ada sesuatu yang mengganjal, jadi belum diumumkan, sehingga saya mengambil langkah yang keluar dari sistem yang ada di KPK,"jelasnya.

Ia mengungkapkan, alasannya berani melakukan hal itu. Ia mengaku merasa ada keganjilan dalam penanganan kasus Anas ini. Ia mengaku memiliki idealisme yang tinggi dalam pemberantasan korupsi sehingga berani melakukan hal itu.

"Saya langsung minta ke Tri dan Poly, tolong bantu saya, tolong beritakan ini ke publik bahwa sebenarnya Anas sudah tersangka. Nah, setelah hal itu diberitakan, 'kan minggu berikutnya mereka jumpa pers dan mengakui Anas tersangka," ungkapnya.

Menurut Wiwin, secara tidak langsung upaya pembocoran Sprindik tentang Anas tersangka itu adalah upaya dirinya untuk mendorong para pimpinan KPK berani menyampaikan ke publik bahwa sebenarnya Anas sudah tersangka.

"Kalau memang belum tersangka, kan mereka tidak akan mengakui, bisa saja membantah bahwa itu bukan dokumen kami. Tapi, alasan utama saya karena idelisme saya, yakni saya benci sekali sama yang namanya korupsi, apalagi yang namanya korupsi Hambalang yang jadi megaskandal yang merugikan negara ini," tambahnya.

Wiwin menceritakan, ia mengenal wartawan Tempo bernama Tri Surahman sewaktu masih kuliah di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulsel. Perkenalannya saat itu karena pernah satu "tongkrongan" dan dilanjutkan pernah mengundang sejumlah wartawan untuk acara seminar kampus, termasuk Tri.

Sementara, ia mengenal wartawan surat kabar harian Media Indonesia sewaktu sudah bertugas menjadi Sespri Abraham Samad. "Si Poly itu saya kenal karena dikenalkan oleh Tri sejak awal-awal saya tugas di KPK. Perkenalan dengan Poly di luar kantor KPK, sambil minum kopi. Jadi, istilahnya teman kenal teman,"kata Wiwin.