Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Rabu, 01 Oktober 2014

SR Rudapaksa Gadis Tunawicara Hingga Pingsan


SR  Rudapaksa Gadis Tunawicara Hingga Pingsan
Korban Rudapaksa

KOLAKA UTARA — SR, warga Kabupaten Kolaka Utara, tega memerkosa adik temannya sendiri. Gadis yang menderita tunawicara tersebut diperkosa di rumahnya sendiri hingga pingsan.
Kapolsek Lasusua, Kolaka Utara, Iptu Aswar Anas mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Hal ini bermula ketika pelaku datang ke rumah korban di bawah pengaruh alkohol. Karena berteman, kakak korban pun meminjam motor pelaku untuk digunakan.
Tanpa menaruh curiga sedikit pun, sang kakak pergi dengan motor tersebut. Saat itulah, pelaku memerkosa adik temannya itu.
"Gadis tunawicara yang jadi korban pemerkosaan ini masih berusia 14 tahun dan kini tengah dirawat di RSUD Djafar Harun, Kolaka Utara. Sebut saja nama korban ini bunga. Memang anak ini dipaksa berhubungan intim dan dia sampai pingsan. Kalau pengaruh alkohol bisa jadi juga sebab pelaku ini dalam kondisi mabuk," kata Aswar, Rabu (1/10/2014).
Dia juga menambahkan, aksi pemerkosaan yang dilakukan SR ternyata mengundang perhatian warga sekitar. Sebelum pingsan, korban sempat melakukan perlawanan kepada pelaku hingga ketahuan oleh warga di sekitar rumah.
"Dipergoki oleh warga sekitar. Nah yang lihat kejadian ini lantas memanggil warga lain untuk membekuk pelaku. Akhirnya, pelaku diserahkan kepada polisi," tuturnya.
Untuk itu, kini polisi telah memeriksa dua orang saksi yang melihat kejadian tersebut.
"Kita tetap proses dan pelaku akan dijerat dalam pasal Undang-Undang Perlindungan Anak sebab korban masih berusia 14 tahun. Kasus ini akan terus dilanjuti," pungkas Aswar.

Kakak Beradik Ini Bercinta Setelah Menonton Film “The Notebook”

Mereka mengaku sudah tiga kali melakukan hubungan "incest."

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Polisi di Georgia, Amerika Serikat menangkap Christopher Buckner (20 tahun) dan adik tirinya Timothy Savoy (25 tahun) karena bercinta di  traktor yang diparkir di sebuah gereja.
Pasangan itu mengaku melakukan hubungan sedarah alias incest setelah menyaksikan film romantis The Notebook. Bagi yang belum menyaksikan The Notebook, film yang dibintangi Ryan Gosling ini tidak mempunyai “happy ending.
Polisi menangkap pasangan incest itu setelah menerima laporan dari warga di sekitar gereja. Juru bicara kantor Sheriff lokal, David Ehsanipoor mengungkapkan, polisi langsung melakukan inspeksi ke lokasi pada pukul 4.30.
Ketika melakukan inspeksi tersebut, polisi melihat seorang laki-laki berjalan dengan seorang perempuan. Laki-laki itu mengaku akan mengantarkan perempuan disampingnya itu pulang ke rumah.
Namun, polisi berhasil mengungkap bahwa pasangan yang ternyata kakak beradik itu baru saja bercinta di sebuah traktor yang diparkir di belakang gereja Countryside Baptist. Pasangan itu ditahan dengan dakwaan melakukan hubungan incest dan juga sodomi di penjara di Effingham County. Mereka mengaku sudah tiga kali bercinta.

Selasa, 30 September 2014

Berawal di Facebook dan Iming-iming Uang, Pz Berulangkali Intimi Korban

Berawal di Facebook dan Iming-iming Uang, Pz Berulangkali Intimi Korban
tribunnews batam/thomm
Siswi salah salah satu SMA di Tanjungpinang yang menjadi korban pencabulan Pz, PNS dan mentan ajudan Sekda Kabupaten Lingga, sedang diperiksa di Polsek Bukit Bestari, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (28/9/2014). 
 
TANJUNGPINANG- Pz, mantan ajudan sekretaris daerah kabupaten (Sekdakab) Lingga tidak cuma meminta dilayani oleh siswi salah SMA di Tanjungpinang, di Hotel Nirwana Bintan - Pancur,  Sabtu (27/9/2014) malam. Sebelum itu, keduanya sudah sempat berhubungan badan di sejumlah hotel di Tanjungpinang. "Ternyata Pz dan siswi itu sudah berkenalan sekitar setahun lalu. Mereka juga sudah beberapa kali sempat berhubungan badan di sejumlah hotel di Tanjungpinang. Misalnya, di hotel Laguna dan Bintan Plaza," ungkap Komisaris Polisi (Kompol) Jaswir, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bukit Bestari - Tanjungpinang, Senin (29/9) sore.
Hubungan Pz dan siswi tersebut berawal dari perkenalan keduanya di media sosial facebook. Jaswir menyebutkan, berawal dari facebook, Pz lalu meminta nomor handphone siswi itu dan berkomunikasi secara intens dengannya. Komunikasi keduanya semakin dalam, ketika Pz mulai meyakinkan gadis itu bahwa dirinya masih bujang.
Siswi itu semakin mempercayai Pz yang dikenalnya sebagai konsultan di Lingga. Kepercayaan gadis ini kian memuncak ketika dirinya diperlakukan begitu istimewa oleh Pz. Dia selalu diberi uang dan diyakinkan akan terus dijamin dalam hal ongkos sekolah dan biaya hidup.
"Memang siswi ini selalu diberi uang oleh Pz. Pokoknya dia diiming-imingi dengan uang dan barang-barang. Yah, anak-anak 'kan tentu tergiur dengan iming-iming itu. Anak-anak tidak sama dengan orang dewasa ketika dibujuk dengan uang dan barang-barang," jelas Jaswir lagi.
Namun, hubungan keduanya berangsur retak manakala siswi itu mulai mengetahui bahwa Pz sudah beristri dan bahkan baru saja melahirkan anak pertamanya. Hal ini berawal dari kecurigaan siswi tersebut ketika melihat Pz membeli popok dan pakai anak kecil. Saking ingin tahu, gadis tersebut pun mencari tahu status Pz sebenarnya.
Sang gadis akhirnya mengetahui status Pz yang sudah beristri. Dia kemudian memutuskan hubungan dengan Pz dan menjalin hubungan dengan orang lain. Tidak cuma itu, gadis itu pun memilih tidak mau melayani lagi permintaan Pz saat berada di kamar Hotel Nirwana Bintan.
"Jadi, siswi ini datang ke hotel untuk memutuskan hubungannya dengan Pz. Dia juga mengaku kepada Pz bahwa dirinya pun sudah berpacaran dengan orang lain. Namun, Pz tidak terima. Dia malah memaksa gadis itu untuk melayani nafsuh-nya. Makanya anak tersebut berontak," tegas Kepolsek Bukit Bestari seraya menginformasikan bahwa saat ini Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polsek Bukit Bestari sudah meminta keterangan dari siswi, Pz dan penjaga Hotel  Nirwana Bintan.
Memang Pz sendiri sedang dimintai keterangan di ruang Satreskrim Polsek Bukit Bestari, pada Senin (29/9) sore. Dari informasi yang diperoleh Tribun, pihak Hotel Nirwana Bintan juga dipanggil ke Kantor Polsek Bukit Bestari untuk dimintai keterangan.
"Kami tidak tahu soal kejadian itu. Soalnya kami bertugas untuk shift siang. Managemen hotel tidak ada di sini. Dia dipanggil ke Kantor Polsek Bukit Bestari," ujar seorang resepsionis Hotel Nirwana Bintan, Senin sore.
Selain ditangani pihak kepolisian, kasus ini pun sedang dipantau oleh Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kepri. Rosnawati, seorang komisioner, mengatakan, pihaknya sudah berusaha meminta keterangan dari kedua orang tua korban. Sementara korban sendiri belum bisa dimintai bercerita tentang kasus yang dialami karena terganjal dengan kesibukannya di sekolah.
"Kami sudah meminta keterangan dari kedua orang tuanya. Dari mereka kami akhirnya tahu bahwa selama ini kedua orang tuanya tidak tahu hubungan putri mereka dengan Pz. Memang, putri mereka kerap memberikan keduanya uang. Namun, saat ditanya, sang putri tak berterus terang. Dia mengaku, uang itu diberikan oleh kawannya. Makanya kami belum melihat ada indikasi anak itu dimanfaatkan oleh orang tuanya untuk mencari uang," sebut Rosnawati.
Wanita itu pun menegaskan, kasus tersebut harus ditangani dengan sungguh-sungguh oleh pihak kepolisian. Dia bahkan meminta supaya pelaku pencabulan anak ini diberi sanksi yang berat demi efek penjerahan.
"Kami juga sudah mengingatkan kedua orang tuanya supaya lebih berhati-hati dalam menjaga anaknya. Jangan terlalu memberikan kebebasan kepada anak tanpa ada pengontrolan dari mereka sendiri," timpal Rosnawati lagi. 

Waspada! Ini Kategori Pengidap Pedofilia dari Sudut Pandang Medis

Waspada! Ini Kategori Pengidap Pedofilia dari Sudut Pandang Medis
Tribun Bali/ Net
Ilustrasi Pedofilia 

DENPASAR - Beberapa kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur, atau disebut dengan bahasa psikologisnya, Pedofilia, kerap terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Satu diantaranya Bali.
Kondisi ini pun diakui pakar Seksologi dan Andrologi Universitas Udayana, dr. Made Oka Negara , FI AS, sebagai hal yang sangat menakutkan.
Ia pun merinci, ada beberapa jenis pedofilia yang harus di waspadai. Yakni Pedofilia Primer dan Sekunder. Dan kedua jenis ini kerap menunjukan perilaku yang sangat berbeda-beda.
Pedofil primer, adalah jenis pedofilis yang memang memiliki kelainan gen dan kromoson sejak lahir, dimungkinkan dari gen resesif yang tidak kelihatan.
“Tapi tidak bisa dikatakan absolut, karena faktor keturunan juga sih. Jenis primer ini, biasanya memang menyukai anak-anak, walaupun  disampingnya ada wanita cantik dan seseksi apapun, tetap tidak mengubah ketertarikannya pada anak kecil,” ujarnya kepada Tribun Bali, di Fakultas Kedokteran, Unud, Senin (29/9/2014).
Sementara itu, untuk pedofilis jenis sekunder, biasanya lebih kepada tekanan seseorang terhadap trauma yang pernah dialaminya pada masa silam.
“Mungkin dia kesepian, atau pernah menjadi korban, jika penanganannya tidak baik, maka korban ini juga bisa menjadi pelaku dikemudian harinya,” ungkapnya.
Sementara itu, menurut dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Teddy Hidayat sebagaimana dilansir hellodoctor.com, Pedofilia didefinisikan sebagai gangguan kejiwaan pada orang dewasa atau remaja yang telah mulai dewasa (usia 16 tahun ke atas), yang biasanya ditandai dengan suatu kepentingan seksual primer atau eksklusif pada anak prapuber (umumnya usia 13 tahun ke bawah, walaupun masa pubertas dapat bervariasi).
Anak harus minimal berusia lima tahun lebih muda dalam kasus pedofilia remaja (16 tahun ke atas) baru dapat diklasifikasikan sebagai pedofilia.
Ia pun mengategorikan tiga jenis Pedofilia. Yang pertama, adalah Immature Pedophiles. Menurut Teddy, pengidap Immature Pedophiles cenderung melakukan pendekatan kepada targetnya yang masih anak-anak di bawah umur. Misalnya dengan cara mengiming-imingi korban dengan hal-hal menyenangkan seperti permen, uang jajan atau permainan.
Tipe yang kedua adalah Regressed Pedophiles. Pemilik kelainan seksual ini biasanya memiliki istri sebagai kedok penyimpangan orientasi seksualnya. Tak jarang pasangan ini memiliki masalah seksual dalam rumah tangga mereka. Menurut beliau, dalam beroperasi, tipe ini langsung main paksa terhadap korbannya, tanpa ada iming-iming tertentu.
Tipe yang terakhir, menurut Teddy, lebih agresif. Karena sifatnya itu, pengidap kelainan ini diberi nama Agressive Pedophiles. Orang tipe ini rata-rata memiliki perilaku anti-sosial di lingkungannya. Tipe ini biasanya memiliki keinginan untuk menyerang korbannya, bahkan tidak jarang berpotensi membunuh korbannya setelah dinikmati.

"Tak Dapat Barang Beharga, Istri Saya Diperkosa Perampok hingga Pingsan"


danoegraphy.wordpress.com
Ilustrasi korban perkosaan
 
BATURAJA - YT (19) warga Kampung V Talang Lekis Desa Banuayu, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), provinsi Sumatera Selatan, masih terlihat lemas, Senin (29/9/2014).Ia baru saja menjadi korban perampokan perampok bertopeng. Akibat peristiwa itu bukan hanya harta bendanya di bawa kabur kawanan perampok. Bahkan ia diperkosa hingga pingsan.
Menurut informasi yang diterima Tribunsumsel.com (Tribunnewsw.com Network), peristiwa itu dilaporkan suami korban, ED, ke Polres OKU.
Di hadapan polisi ia melaporkan, kejadian bermula ketika dirinya pulang dari Lampung ke pondok miliknya dikawasan Kampung V Talang Lekis Desa Banuayu Kec Lubuk Batang OKU, untuk melihat istrinya. Dimana saat itu istrinya ia tinggal sendirian di pondok tersebut.
ED mengaku kaget sesampainya di pondok. Sang istri menceritakan kejadian naas telah diterima. Saat itu (26/9/2014) , YT sedang tertidur pulas di dalam pondok. Sekitar pukul 21.00 WIB pintu pondok didobrak empat pelaku perampokan bertopeng.
"Memang kalau malem sepi pondok. Waktu itu kata istriku, pintu keadaan terbuka. Menyadari hal itu istri saya mengecek pintu.
Dan tiba-tiba dicekik oleh satu dari empat pelaku. Sementara tiga lainnya, menggeledah rumah mencari barang berharga. Semua pelaku mengenakan topeng.
Mungkin tidak dapet barang beharga di pondok tu, sehingga istri saya diperkosa perampok hingga pingsan," terangnya.

Digerebek, Mahasiswa Itu Buru-buru Pakai Celana, Si Mahasiswi Pakai Selimut


Digerebek, Mahasiswa Itu Buru-buru Pakai Celana, Si Mahasiswi Pakai Selimut
ist
Ilustrasi

MADIUN - Sepasang mahasiswa yang diduga bermesum ria di dalam kamar kos di JL Serayu Timur Nomor 3, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun digrebeg warga, Senin (29/9/2014) dini hari.
Ini menyusul, pasangan mesum kalangan mahasiswa itu, tak kunjung keluar kamar sejak masuk ke dalam kamar perempuan sejak, Minggu (28/9/2014) pukul 22.30 WIB hingga Senin (29/9/2014), 01.00 WIB atau selama kurang lebih 4 jam.
Sepasang pemuda mesum itu adalah BCN warga JL Trimulyo, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun dan Ap yang merupakan salah satu mahasiswa Politeknik Negeri Madiun.
Keduanya kedapatan bergumul di dalam kamar kos perempuan si Ap itu.
Bahkan, keduanya tampak tengah terburu-buru mengenakan pakaian saat Yohanes Utomo yang tak lain pemilik rumah kos itu, memeriksa satu per satu kamar yang disewakannya, Senin (29/9/2014) dini hari.
Pemilik rumah kos, Yohanes Utomo mengatakan malam itu dirinya diberitahu warga, jika di dalam kos ada
seorang cowok yang menyelinap masuk dalam kamar kos Ap itu.
Usai mendapatkan laporan itu, Yohanes melakukan pemeriksaan satu per satu kamar kos di rumahnya itu.
"Sebenarnya saya sudah tidur. Tetapi, beberapa warga yang biasa cangkrukan diluar membangunkan saya. Mereka memberitahu  ada laki-laki yang masuk ke kamar kos. Saat saya periksa, ada laki-laki baru mau menggunakan celana dan yang perempuan menutup tubuhnya menggunakan selimut," terangnya kepada Surya, Senin (29/9/2014) dini hari.
Keterangan itu diperkuat keterangan warga lain yang ikut melaksanakan penggerebekan itu yakni Sunarko.
Menurutnya, laki-laki tersebut sudah sekitar tiga jam masuk ke dalam kamar kos pasangan perempuannya. Meski diintai warga tak kunjung keluar dari dalam kamar kos itu.
"Laki-laki itu sekitar jam setengah sebelas (22.30 WIB) sudah masuk kos berboncengan. Sampai dini hari kok nggak keluar kamar, akhirnya warga membangunkan pemilik kos dan mengrebek laki-laki itu," tegasnya.
Sementara untuk mengamankan pasangan mahasiswa mesum itu dari amukan warga, akhirnya pemilik kos dan beberapa warga menghubungi petugas Polsek Taman.
Tak berselang lama, pasangan mesum mahasiswa tersebut segera diamankan Polsek Taman untuk diproses dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Bagaimana Bunga Bisa Terjebak dengan Pz? Baca Pengakuan Ayah Korban


Bagaimana Bunga Bisa Terjebak dengan Pz? Baca Pengakuan Ayah Korban
tribunnews batam/thomm
Siswi salah salah satu SMA di Tanjungpinang yang menjadi korban pencabulan Pz, PNS dan mentan ajudan Sekda Kabupaten Lingga, sedang diperiksa di Polsek Bukit Bestari, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (28/9/2014). 
 
TANJUNGPINANG- Dari ayah korban pelecehan Pz, diketahui cerita bagaimana Bunga, bukan nama sebenarnya, siswi kelas 2 SMA di Tanjungpinang  itu bisa jatuh ke tangan pelaku. Saat ditemui Bintannews di Mapolsek Bukit Bestari, Tanjungpinang, Minggu (28/9/2014), ayah korban yang ketika itu berbaju kotak-kotak tampak lebih kuat dan tenang, ketimbang istrinya yang terlihat sangat terpukul dan hanya diam.
Ayah korban menceritakan selama ini, dia (Pz) dan anaknya hanya berkenalan lewat handphone saja. Mereka belum pernah bertemu.
"Mereka hanya saling telepon dan kirim pesan singkat lewat handphone (sms)," ungkap pria itu.
Perkenalan Pz dengan putrinya berlangsung sekitar setahun terakhir. Kepada anak gadis ini, Pz sempat menyebutkan identitas diri dan pekerjaannya. Namun, identitas yang disebutkannya itu kadang berbeda-beda dan tidak sesuai kenyataan.

"Kepada anak saya dia mengatakan masih bujang. Pernah dia mengaku bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri di Batu 8. Tapi setelah itu, dia menyebutkan dirinya konsultan," cerita ayah anak itu.

Perkenalan kedua lewat handphone cukup mempengaruhi siswi ini. Sampai pada Sabtu (27/9), si gadis lalu diajak Pz datang ke Hotel Bintan Nirwana. Ajakan itu pun disampaikan melalui sms.

Si gadis tersebut menuruti apa yang diminta Pz. Dia lalu datang ke hotel yang dimaksud setelah meminta izin pada ibunya.

"Kami memang tinggal di Batu 13 arah. Tapi saya jual air di Tanjungpinang. Makanya kami kontrak kamar di Gang Pelita, Bukit cermin. Siang hari kami kumpul di situ. Waktu malam baru kami pulang ke rumah," cerita sang ayah.

"Jadi, tadi sekitar pukul 17.30 WIB, anak saya minta ibunya untuk keluar rumah sebentar. Katanya mau jalan-jalan dengan motor. Makanya dia keluar dari rumah kontrak kami ke hotel tersebut dengan jalan kaki," tambah ayah anak itu lagi.

Setelah sampai di hotel, Bunga mengirim sms kepada ibunya bahwa dia berada di kamar hotel Bintan Nirwana. Sang ibu pun langsung datang dan menuju ke kamar hotel seperti yang ditulus putrinya dalam pesan singkat itu.

"Istri saya sendiri saja datang ke hotel. Saya masih bekerja waktu itu. Dia pun datang dan tanyakan pada orang hotel. Tapi orang hotel tak mau kasih tahu. Dia akhirnya dengar suara anak saya berteriak dari dalam kamar. Tanpa tunggu lama, istri saya menuju kamar itu dan langsung mendobrak pintu kamar. Ini lihat bajunya sampai robek," cerita ayah anak ini.

Mendengar cerita suaminya, wanita berbaju kaos putih itu hanya bergeming saja. Dia tak menunjukkan ekspresi bangga atau senang karena sudah menyelamatkan anaknya. Dia tetap diam dan tidak menunjukkan eskpresi apa-apa sampai ketiganya kembali lagi ke rumah.

Pelaku Paksa Buka Baju Siswi Kelas 2 SMA Tanjungpinang


Pelaku Paksa Buka Baju Siswi Kelas 2 SMA Tanjungpinang
tribunnews batam/thomm
Siswi SMA di Tanjungpinang yang menjadi korban pencabulan Pz, PNS dan mentan ajudan Sekda Kabupaten Lingga, sedang diperiksa di Polsek Bukit Bestari, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (28/9/2014). 
 
TANJUNGPINANG- Seorang siswi kelas 2 pada salah salah satu SMA di Tanjungpinang, sebut saja Bunga, nyaris dicabuli di sebuah kamar Hotel Bintan Nirwana, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (27/9/2014) malam. Ironisnya, dia justru hendak dicabuli oleh Pz, mantan ajudan sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Lingga.
Aksi bejat Pz ini akhirnya terkuak ketika siswi itu memberitahukan kepada kedua orang tuanya tentang kejadian yang tengah menimpahnya. Dari kamar hotel dia mengirimkan pesan singkat kepada ibunya terkait keberadaannya. Dia pun meminta ibunya untuk segera datang menjemputnya.
Sang ibu pun datang dan menjemput anaknya di kamar hotel tersebut. Bersama anggota keluarga, mereka lalu membawa siswi ini ke Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Bestari Tanjungpinang dan mendampinginya membuat laporan.
"Dari cerita si gadis itu diketahui bahwa Pz ini mengirimkan pesan singkat memintanya datang ke hotel Bintan Nirwana kamar sekian. Si gadis itu pun datang. Setelah dia sampai di dalam kamar hotel, Pz lalu menutup pintu. Di situlah dia berusaha mencabuli anak ini," cerita salah seorang anggota keluarga korban ketika ditemui di Kantor Polsek Bukit Bestari.
Dia menambahkan, Pz sendiri sudah membuka bajunya saat itu . Dia juga berusaha membuka pakaian siswi tersebut. Namun, aksinya ini dilawan oleh sang gadis. Dia meronta-ronta dan berteriak meminta tolong kendatipun suara teriakannya tidak digubris oleh para penjaga hotel.  Dia baru berhasil keluar dari kamar hotel setelah dijemput ibunya yang datang ke hotel sesudah pesan singkat yang dikirim anaknya.
"Kata anak itu, Pz sudah buka baju. Dia juga sempat koyak baju anak itu. Tapi sang anak memberontak. Saya heran, para penjaga hotel bisa tak dengar suara teriakan minta tolong. Dia baru ditolong ibunya yang datang dan mendobrak kamar hotel setelah terima pesan singkat anaknya. Dari situ, sang ibu langsung menceritakan kejadian itu kepada keluarga dan kami pun datang ke Kantor Polsek ini untuk membuat laporan," timpal anggota keluarga itu lagi.
Setelah menerima laporan, polisi langsung menjemput Pz dari kamar hotel. Dia lalu dimintai keterangan terkait ulah bejat yang sudah diperbuatnya di dalam kamar hotel. Dia kemudian ditahan di sel Polsek Bukit Bestari untuk pemeriksaan selanjutnya.
Pz tampak berpostur tegap dan berbadan gempal. Rambutnya dipotong pendek. Dari informasi yang diperoleh Bintannews, dia adalah mantan ajudan  sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Lingga. Dia juga adalah lulusan Institute Pegawai Dalam Negeri (IPDN).
"Dia itu 'kan mantan ajudan Sekda Kabupaten Lingga. Dia juga adalah lulusan IPDN. Saya dapat informasi itu dari anggota buru sergap (Buser) di dalam mobil saat sama-sama membawa anak ini ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri untuk diperiksa," ungkap anggota keluarga korban lainnya.

Jumat, 26 September 2014

Siswi SMP Disekap & Diperkosa Tukang Las



Cinta (nama samaran), siswi kelas 3 salah satu SMP di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan oleh kekasihnya GY (25).

Informasi dihimpun di polsek Sunggal, Kamis (25/9/2014), GY dan Cinta (14) baru satu bulan berpacaran. Kejadian penyekapan dan pemerkosaan itu terjadi pada Juni 2014 lalu. Bermula saat GY yang berprofesi sebagai tukang las menunggu Cinta pulang dari sekolahnya.

Awalnya, GY membawa Cinta keliling Medan dan makan di seputaran Millenium Plaza. Setelah sore hari, GY bukan mengantarkan Cinta ke rumahnya, dia beralasan akan mengantarkan Cinta apabila Cinta mau mengikuti ke rumahnya.

Namun, di dalam rumah itu, GY merayu Cinta untuk mau bersetubuh dengannya. Cinta yang masih polos dengan rayuan gombal GY tunduk memenuhu permintaan GY.

Usai menyetubuhi Cinta, GY bukannya mengatarkan Cinta pulang ke rumah. GY dengan seribu alasan menyuruh cinta untuk tinggal bersamanya beberapa jam.

Akan tetapi, Cinta yang takut akan dicari oleh orangtuanya memaksa agar diantarkan pulang. GY yang sedikit emosi pun langsung mengurung Cinta di dalam kamar. Di sana, mereka kembali berhubungan badan hingga keesokan harinya.

Benar dugaan Cinta, ayah dan ibunya sibuk mencari dan menghubungi Cinta, tapi tak bisa lantaran ponsel yang dipegang Cinta mati.

Setelah pulang ke rumah, Cinta pun diberondong pertanyaan oleh orang tuanya. Setelah didesak, akhirnya Cinta menceritakan apa yang dialaminya dalam satu hari itu.

Bagai disambar petir, ayah Cinta pun mencak-mencak emosi dan memaksa Cinta untuk membawanya kepada GY dan meminta pertanggungjawaban. Setelah bertemu dengan orang tua Cinta, GY mengaku bertanggungjawab atas perbuatannya yang dilakukan kepada Cinta.

Cinta yang ditemui di polsek Sunggal menceritakan, selama 3 bulan mereka menunggu itikad baik dari GY tapi tak direalisasikan. Walaupun, GY tidak meninggalkan Cinta tapi GY enggan untuk melakukan itikad yang diminta keluarga Cinta.

"Aku disekap di dalam kamar. Di situ aku diperkosa. Sudah kubilang jangan, tapi tetap dia melakukannya. Selama tiga bulan ini, kami menunggu itikad baik dari GY tapi tak dilakukan," kata Cinta polos di Polsek Sunggal.

Masih kata Cinta, belakangan ini dia mengetahui, bahwa pria yang mengaku lajang dan masih 25 tahun itu sudah memiliki istri dan anak. Hal itu diketahuinya, setelah dia bertemu dengan temannya yang juga teman GY. "Mendengar itu aku sangat terkejut. Katanya (GY) masih lajang dan umur 25 tahun. Rupanya sudah punya anak dan istri," terangnya.

Kanit Reskrim Iptu Adhie membenarkan adanya laporan itu. "Laporannya sudah diterima. Kita sedang periksa saksi-saksinya," kata Adhie.

Berkedok Latihan Renang, Guru Olahraga Cabuli 16 Siswi SD

Mereka diancam dengan nilai buruk apabila melaporkan sang guru.

Ilustrasi kekerasan seksual pada anak
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak (VIVAnews/Joseph Angkasa)
Sedikitnya 16 siswa kelas VI SD Inpres Perumpanas 1 Kupang, Nusa Tenggara Timur, diduga telah menjadi korban pelecehan seksual seorang guru mata pelajaran Pendidikan Kesehatan Jasmani.

Berkedok latihan renang untuk pelajaran ekstrakurikuler, guru olahraga yang telah memiliki anak dan istri itu malah memegang dan meremas payudara para siswa saat berada di dalam kolam renang.

Akhirnya, berdasarkan laporan salah seorang siswa yang menjadi korban, Yulius Weni, sang guru olahraga, ditangkap jajaran petugas Polsekta Kelapa Lima, Kupang, NTT, Kamis 25 September 2014, di SD Inpres Perumnas 1. 

Kedatangan polisi ke SD Inpres Perumnas 1 pagi tadi selain mengamankan Yulius, juga untuk mengambil keterangan sedikitnya 16 orang siswa perempuan kelas VI sekolah tersebut.

Satu per satu siswa dikumpulkan dan diambil keterangan terkait laporan pelecehan seksual yang terjadi. Mereka mengakui bahwa guru olahraganya telah memegang dan meremas payudara para siswa saat sedang melatih mereka renang.

Melati, salah seorang siswa yang disamarkan namanya, mengatakan bahwa saat itu pelajaran ekstrakurikuler. Sehingga para siswa diwajibkan mengikuti latihan renang di salah satu kolam renang yang disewakan.

Saat berada di dalam kolam renang, guru tersebut berdalih memegang dan menahan tubuh siswa agar tidak tenggelam. Namun, tangan sang guru justru berpindah ke bagian dada para siswa dan meremasnya.

Senada dengan Melati, siswa lainnya, Mawar, juga mengungkapkan pengakuan yang sama. Ia mengatakan, saat para siswa memprotes aksi tercela itu, sang guru malah mengancam akan memberikan nilai buruk pada mereka.

Guru bejat itu bahkan juga pernah menunjukkan alat kelaminnya kepada para siswa perempuan. Saat para siswa marah, ia malah tersenyum.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, ke-16 orang siswa itu langsung dibawa ke Mapolsekta Kelapa Lima untuk dimintai keterangan dan dibuatkan berita acara.

Mau Bimbingan Skripsi, Mahasiswi Ini Malah Dilecehkan Dosennya


Mau Bimbingan Skripsi, Mahasiswi Ini Malah Dilecehkan Dosennya
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

PALEMBANG - Perbuatan mesum diduga dilakukan oknum dosen salah satu kampus swasta ternama di Palembang, Sumatera Selatan, memang sungguh keterlaluan.
Korbannya adalah seorang mahasiswi yang diketahui tinggal di Jalan A Yani, Lorong Silaberanti Gang I, Kecamatan Plaju, Palembang. Gadis tersebut mengaku dilecehkan seksual oleh dosennya. Korban pun melaporkan ulah sang dosen ke Polresta Palembang, Selasa (23/9/2014) sekitar pukul 23.20 WIB.
Di hadapan petugas, mahasiswi semester akhir jurusan Sendratasik tersebut menuturkan, perbuatan tidak pantas dilakukan seorang oknum dosennya berinisial Sp terjadi pada Rabu (10/9/2014) sekitar pukul 19.00, di kantor Kwarda, tepatnya di belakang Pusat Perbelanjaan Palembang Square.
Awalnya saat itu korban ingin bertemu pelaku sebagai dosen pembimbing I, untuk bimbingan skripsi. Saat ditelepon, pelaku mengatakan sibuk, kemudian mengatakan untuk menemuinya saja di indekos pelaku. Korban yang memang butuh bimbingan itu akhirnya bertemu dengan pelaku di sana.
Mengawali pertemuan dengan membicarakan skripsi, tidak disangka tiba-tiba oknum dosen langsung memegang bahu korban, lalu bertindak asusila terhadap mahasiswi bimbingannya itu.
Tidak mengira sang dosen senior akan bertindak kurang ajar, korban sempat menepis untuk menolak keinginan pelaku. Nah, saat akan memeluk, spontan korban berontak. Menghindari tindakan tidak diinginkan, korban langsung kabur meninggalkan sang dosen pembimbing itu.
Sementara itu, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Rekrim Kompol Suryadi didampingi Kanit PPA Ipda Imelda Rachmat SH menegaskan, pihaknya telah menerima pengaduan korban selaku mahasiswi yang diduga telah diperlakukan secara tidak senonoh oleh dosen pembimbing skripsinya.
“Keterangan korban sudah kita proses, sedangkan kepada terlapor segera kita periksa, dan kita panggil," ungkapnya.

Siswa SMP Cabuli Adik Kandung dan Dua Siswi SD

Pelaku mengaku dipaksa melakukan itu oleh temannya yang lebih dewasa.

Siswa SMP cabuli adik kandung dan dua bocah SD. (Foto ilustrasi)
Siswa SMP cabuli adik kandung dan dua bocah SD. (Foto ilustrasi) (VIVAnews/Joseph Angkasa)
Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sukabumi harus berurusan dengan Kepolisian karena melakukan pencabulan terhadap tiga siswi yang masih duduk di kelas dua Sekolah Dasar (SD). Bahkan, salah satu korban merupakan adik kandungnya sendiri.

Pelaku mengaku melakukan perbuatan itu karena dipaksa tetangganya yang duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA).

Perbuatan pelaku terjadi Juni 2014. Ketika itu, pelaku sedang bermain dengan sang adik di sekitar rumah. Kemudian, pelaku dan adiknya diajak tetangganya yang sudah dewasa ke rumah kosong tak jauh dari rumah.

"Saya baru pulang nyubuh dengan adik, tiba-tiba ada beberapa orang tetangga yang usianya lebih tua dari saya mengajak main ke rumah kosong tak jauh dari rumah. Saat itu saya langsung disuruh melorotin celana, dan adik saya mereka pegangi dengan posisi nungging dan celananya juga sudah dilepas," ujar pelaku di Rumah Aman Dinas Sosial Sukabumi, Kamis 25 September 2014.

Pelaku kemudian disuruh melakukan perbuatan asusila terhadap adiknya. Setelah kejadian itu, pelaku mengaku ketagihan dan mengulangi perbuatan serupa beberapa kali. Perbuatan itu dilakukan terhadap teman sepermainan adiknya.

"Saya lakukan itu ke teman-teman adik saya," kata dia.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Sukabumi Brigadir Agus Nugroho mengatakan akan terus mengembangkan kasus ini dengan seksama, karena tidak menutup kemungkinan korban akan bertambah.

"Karena pelaku masih berusia 15 tahun, petugas tidak menahannya di sel tahanan. Melainkan di Rumah Aman milik Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi. Dalam melaksanakan semua proses kita akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial, termasuk merehabilitasi kejiwaan tersangka yang diduga ada kelainan," Agus menjelaskan.

Rabu, 24 September 2014

Usai Kencan Semalaman, ABG Ini Pura-Pura Diculik



Karena takut dimarahi usai kencan semalaman bersama sang pacar, seorang siswi kelas 2 MTs (setingkat SMP) di Probolinggo memilih berpura-pura menjadi korban penculikan.

R (15) mengirim pesan singkat kepada orangtuanya bahwa dia disekap di sebuah gudang kosong. Setelah itu, ponsel korban tidak dapat dihubungi. Ibunda R pun sempat pingsan mendapat kabar buruk tersebut.

Mereka kemudian melaporkan hal itu kepada polisi. Orangtua R juga menceritakan bahwa korban sebelumnya berpamitan hendak ke warnet. Namun tiba-tiba menghilang sejak Senen siang.

Polisi yang mendapat laporan kemudian mendatangi TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Berbekal keterangan saksi dan pelacak signal, kemudian diketahui R masih berada di perumahan Asabri Probolinggo.

Dari temuan ini, polisi curiga karena alat tracking mengarah mendekati rumah korban. Polisi pun langsung menyergap R dan membawanya ke Mapolres Probolinggo Kota untuk dimintai keterangan.

Benar saja, kepada polisi mengakui tidak menjadi korban penculikan. Namun berkencan semalaman dengan pacarnya dan lupa pulang. Karena takut R merekayasa kasus penculikan.

Guru SD Dicokok Usai Setubuhi Murid di UKS

Guru SD Dicokok Usai Setubuhi Murid di UKS
Kompas.com
Syamsu (45) tengah menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Bone, Sulawesi Selatan setelah menyetubuhi muridnya. Selasa, (23/09/2014). 


BONE — Petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Bone meringkus Syamsu (45), seorang guru SD tersangka pencabulan terhadap siswinya di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Selasa (23/9/2014).
Syamsu diciduk dari rumahnya sekitar pukul 15.00 Wita dan langsung ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Bone.
Kepala Satuan Reskrim Polres Bone Ajun Komisaris Polisi Andi Asdar mengatakan, Syamsu ditangkap petugas di perumahan guru yang ada di lingkungan sekolah tersebut. Saat diamankan, pelaku tidak melakukan perlawanan.
"Langsung dibawa ke Polres untuk diperiksa lebih jauh. Penjemputan itu karena sudah cukup bukti terkait aksi yang dilakukannya kepada korban," kata Andi Asdar.
Mantan Kapolsek Majauleng Wajo ini menjelaskan, pihaknya juga telah menetapkan Syamsu sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Hal itu didukung oleh sejumlah alat bukti yang didapatkan tim penyidik, baik berupa visum maupun keterangan dari rekan korban yang melaporkan kasus persetubuhan tersebut.
"Karena bukti sudah cukup, Syamsu dinaikkan statusnya menjadi tersangka dan tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak di Bawah Umur dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara," terang Andi Asdar.
Sementara itu, perwakilan sekolah tempat Syamsu mengajar hingga kini masih tertutup, belum memberikan keterangan terkait kasus asusila itu. Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Bone pun belum bersedia memberikan komentar.
Sebelumnya Syamsu dilaporkan muridnya dengan dugaan mencabuli dan menyetubuhi siswinya sebanyak dua kali, yakni pada tahun 2013 serta pada September 2014 di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Tak kuasa menahan rasa malu setelah kejadian yang dialaminya itu, korban pun menceritakan ke orangtuanya. Korban dan orangtuanya langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Bone dan didampingi oleh Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bone pada Rabu (17/9/2014) lalu.
 


 

Selasa, 23 September 2014

Rela Jadi Pelacur, Kisah Pengorbanan Guru demi Murid Tercinta

Rela Jadi Pelacur, Kisah Pengorbanan Guru demi Murid Tercinta
Bukan uang yang didapat justru nyawanya hilang karena diperkosa dan dibunuh oleh ketiga pengusaha tersebut. Nyawa Xia hilang seiring hilangnya harapan murid-muridnya.
Dream - Sebuah perjuangan luar biasa datang dari gadis cantik asal Gan Shu, China. Xia harus rela mengorbankan kehormatannya demi keberhasilan murid-murid di bangku sekolah.
Tinggal di pemukiman padat penduduk dengan mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai wanita penghibur. Awalnya Xia tak menghiraukan segala hal yang terjadi di sekitar lingkungan kediamannya. Paras cantik dan bentuk tubuhnya yang ideal membuat orang-orang merasa heran mengapa Xia tak ingin menjadi wanita penghibur yang dapat menghasilkan pundi-pundi uang yang banyak dalam waktu cepat.
Suatu hari Xia memutuskan untuk menjadi guru sukarela di salah satu sekolah yang tak jauh dari kediamannya. Kecantikan serta keceriaan Xia mampu membuat murid-murid menyayangi Xia dalam waktu cepat. Xia memberikan pelajaran kosa kata chinese dan pengetahuan umum lainnya.
Karena bangunan sekolah yang semakin tak layak untuk digunakan murid-muridnya, kepala sekolah selaku penanggung jawab meminta bantuan pada walikota. Pikiran busuk walikota segera menghampiri. Ia lalu meminta Xia untuk menemui sang walikota yang memiliki niat jahat pada Xia. Bukan uang yang dapat, kehormatan serta keperawanan Xia berhasil direnggutnya.
Harapan Xia akan kebahagian murid-murid masih begitu besar, hingga sebuah keputusan besar harus ia jalani yakni menjadi wanita penghibur demi membiayai pembangunan serta sarana prasarana untuk menunjang proses belajar. Perubahan mulai terlihat seiring dengan uang hasil kiriman Xia yang bekerja di kota besar sebagai wanita penghibur.
Tawaran kencan dengan harga menjulang tinggi datang dari seorang pengusaha, Xia menerima tawaran tersebut dalam keadaan lelah. Kekejaman walikota ternyata tak ada apa-apanya dengan nasib Xia yang begitu miris pada malam itu. Bukan uang yang didapat justru nyawanya hilang karena diperkosa dan dibunuh oleh ketiga pengusaha tersebut.  Nyawa Xia hilang seiring hilangnya harapan murid-muridnya.
Penasaran dengan kisah Xia selengkapnya? Yuk simak disini http://bit.ly/1wIjqIL

Oknum Satpol PP Dilaporkan Paksa Sepasang Remaja Berbuat Mesum Lalu Direkam

Oknum Satpol PP Dilaporkan Paksa Sepasang Remaja Berbuat Mesum Lalu Direkam
Warta Kota
Ilustrasi pelecehan seksual. 

BEKASI - Sepasang remaja belasan tahun asal Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi mengaku dipaksa melakukan hubungan badan di basement Gedung 10 lantai komplek Pemkot Bekasi, Minggu (21/9/2014) sekitar pukul 23.45. Pelakunya diduga seorang oknum Satpol PP Kota Bekasi.
Keluarga sejoli yang tak terima dengan perlakuan oknum petugas itu pun menyambangi Kantor Satpol PP Kota Bekasi, Senin (22/9/2014), untuk meminta pertanggungjawaban,.
Sebut saja sepasang ABG itu namanya Kumbang (17) dan Bunga (14). Awalnya, mereka tengah berduaan di pinggir jalan di Jalan I Gusti Ngurah Rai arah Bintara dekat rel kereta api.
Tiba-tiba datang petugas Satpol PP menghampiri dan interogasi mereka.
Kumbang meyakini oknum itu adalah petugas Satpol PP karena dilihat dari celana dan sepatu yang dikenakannya.
"Malem-malem bukannya pada pulang malah pacaran di sini, sudah, ikut gue lu berdua," ungkap Kumbang menirukan kalimat petugas itu di Kantor Satpol PP kota Bekasi Senin (22/9/2014)
Petugas itu menyuruh Bunga duduk di jok belakang sepeda motor petugas, dan membawanya ke Komplek Pemkot Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi.
Sementara Kumbang hanya diperbolehkan membuntutinya dari belakang.
Bukannya melakukan pendataan di Kantor Satpol PP, oknum Satpol PP itu malah membawa Bunga ke basement Gedung 10 lantai.
Di basement itulah petugas memaksa Kumbang dan Bunga melakukan hubungan badan layaknya suami istri.
Awalnya, kata Kumbang, dirinya sempat menolak. Tapi oknum itu mengancam akan menyetrap dan menyiksa mereka berdua di lapangan Pemkot Bekasi. Keduanya pun tak berdaya.
"Saya disuruh cium pipi pacar, terus cium bibir, sampai disuruh telanjang dan melakukan hubungan badan. Petugas itu merekam adegan kami pakai HP," ungkap siswa kelas 12 sebuah SMK di Bekasi Barat ini.
Namun karena Bunga tengah datang bulan, keduanya tidak berani meloloskan keinginan oknum itu. Bukannya berhenti, oknum petugas itu justru memaksa Kumbang dan Bunga untuk melakukan oral seks.
"Pacar saya dipaksa menghisap kemaluan petugas itu, saya disuruh pegang buah zakarnya. Setelah dia klimaks, kami baru boleh pulang," kata Kumbang.
Malu diperlakukan demikian, Kumbang menceritakan kejadian itu kepada keluarganya. Tak terima Kumbang dipaksa berbuat tak senonoh, keluarganya menuntut oknum petugas Satpol PP Kota Bekasi itu ditindak tegas.

Sejoli Dipaksa Oral Seks oleh Anggota Satpol PP Sambil Direkam Pakai HP

Sejoli Dipaksa Oral Seks oleh Anggota Satpol PP Sambil Direkam Pakai HP
ILUSTRASI

BEKASI-Sepasang remaja belasan tahun asal Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi, mengaku dipaksa melakukan hubungan badan di basement Gedung 10 lantai kompleks Pemkot Bekasi, Minggu (21/9/2014) pukul 23.45 WIB. Pelakunya diduga seorang oknum Satpol PP Kota Bekasi.
Keluarga sejoli yang tak terima dengan perlakuan oknum petugas itu pun menyambangi Kantor Satpol PP Kota Bekasi, Senin (22/9/2014), untuk meminta pertanggungjawaban.
Sebut saja sepasang ABG itu namanya Kumbang (17) dan Bunga (14). Awalnya, mereka tengah berduaan di pinggir jalan di Jalan I Gusti Ngurah Rai arah Bintara dekat rel kereta api. Tiba-tiba datang petugas Satpol PP menghampiri dan interogasi mereka. Kumbang meyakini oknum itu adalah petugas Satpol PP karena dilihat dari celana dan sepatu yang dikenakannya.
"Malem-malem bukannya pada pulang malah pacaran di sini, sudah, ikut gua lu berdua," ungkap Kumbang menirukan kalimat petugas itu di Kantor Satpol PP kota Bekasi Senin (22/9/2014)
Petugas itu menyuruh Bunga duduk di jok belakang sepeda motor petugas, dan membawanya ke Kompleks Pemkot Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi. Sementara Kumbang hanya diperbolehkan membuntutinya dari belakang.
Bukannya melakukan pendataan di Kantor Satpol PP, oknum Satpol PP itu malah membawa Bunga ke basement Gedung 10 lantai. Di basement itulah petugas memaksa Kumbang dan Bunga melakukan hubungan badan layaknya suami istri.
Awalnya, kata Kumbang, dirinya sempat menolak. Tapi oknum itu mengancam akan menyetrap dan menyiksa mereka berdua di lapangan Pemkot Bekasi. Keduanya pun tak berdaya.
"Saya disuruh cium pipi pacar, terus cium bibir, sampai disuruh telanjang dan melakukan hubungan badan. Petugas itu merekam adegan kami pakai HP," ungkap siswa kelas 12 sebuah SMK di Bekasi Barat ini.
Namun karena Bunga tengah datang bulan, keduanya tidak berani meloloskan keinginan oknum itu. Bukannya berhenti, oknum petugas itu justru memaksa Kumbang dan Bunga untuk melakukan oral seks.
"Setelah dia klimaks, kami baru boleh pulang," kata Kumbang.
Malu diperlakukan demikian, Kumbang menceritakan kejadian itu kepada keluarganya. Tak terima Kumbang dipaksa berbuat tak senonoh, keluarganya menuntut oknum petugas Satpol PP Kota Bekasi itu ditindak tegas.

Senin, 22 September 2014

Dua Pria Perkosa Ibu Empat Anak


Dua Pria Perkosa Ibu Empat Anak
Net

SURABAYA - Dua pria yakni Agus (30) dan Lukman (30), warga Banyuurip, memerkosa tetangga kosnya sendiri, MY (40), secara bergiliran. Mengetahui peristiwa itu, suami MY akhirnya melaporkan kejadian ini pada polisi.
Tersangka dan korban tinggal satu kompleks kamar kos. MY sebenarnya tinggal bersama suami dan empat anaknya di Jalan Kenjeran.
Namun dua bulan terakhir, MY bekerja freelance, merawat orang di rumah sakit. Sehingga MY memilih untuk tinggal di kamar kos, agar lebih dekat dengan tempat kerjanya.
Suatu malam, korban baru saja pulang dari tempat kerjanya. Sedangkan dua tersangka sedang pesta minuman keras, di salon tempat kerja Agus, yang berada di depan kamar kos korban.
"Korban dan tersangka saling kenal, sering berkomunikasi karena bertetangga," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya AKP Suratmi, Jumat (16/5/2014).
Korban lantas masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan dua tersangka pesta minuman keras. Ketika korban ke luar kamar untuk membuang sampah, Lukman mengajak MY pesta miras. Namun Lukman mengatakan jika itu jamu.
"Tersangka mengatakan jika miras itu adalah jamu untuk pegal-pegal. Kebetulan korban baru pulang kerja sehingga menerima tawaran itu," kata Suratmi.
Setelah meminum beberapa gelas, korban pusing dan hampir pingsan. Kedua tersangka pun mengantarkan korban ke kamarnya.
Saat itu, istri Lukman mengetahui korban pingsan. Setelah memasukkan korban ke dalam kamar, istri Lukman meminta kedua tersangka untuk pergi.
Ternyata tidak berapa lama, Agus masuk ke dalam kamar MY dan langsung memerkosa korban. Sedangkan Lukman dan istrinya memergoki Agus saat memerkosa korban.
Lukman dan istrinya pun membawa Agus keluar, sedangkan korban masih tak sadarkan diri.
Keesokan harinya, Lukman memeriksa korban dan masih tak sadarkan diri. Melihat korban belum bangun, Lukman turut memerkosa korban.
Di saat itu, tiba-tiba korban terbangun dan terkejut ketika melihat tersangka. Korban pun melaporkan kejadian ini pada suaminya.
"Korban sempat lama tidak mau memberitahu suaminya atas kejadian ini. Tapi karena dia merasa bersalah korban akhirnya memberanikan diri cerita pada suaminya," kata Suratmi.

Gadis 10 Tahun Jadi Korban Perkosaan Bocah Delapan Tahun

Gadis 10 Tahun Jadi Korban Perkosaan Bocah Delapan Tahun
Shutterstock
Ilustrasi 

OKLAHOMA CITY - Seorang gadis kecil berusia 10 tahun mengaku telah diperkosa seorang bocah berusia delapan tahun yang dibantu kakak perempuannya di kamar mandi sekolah dasar di Oklahoma City.
Insiden mengagetkan di SD Edgemere, Oklahoma City, terkuak setelah ibu korban melihat anaknya terlihat dalam kondisi stres saat menjemputnya dari sekolah. Saat dijemput, bocah perempuan itu langsung berlari sambil menangis terisak-isak di pelukan ibunya.
"Dia datang dengan lutut dan tangan bergetar serta menangis hebat. Saya langsung melompat keluar dari mobil dan bertanya apa yang terjadi. Dia hanya mengatakan 'Mama, mereka menyentuh saya di sana'," kata ibu korban.
Bocah itu kemudian bercerita, saat dia pergi ke kamar mandi, seorang bocah laki-laki dan kakak perempuannya langsung menyerang.
"Anak laki-laki itu langsung melepaskan celananya dan melepas celana anak saya," kata ibu korban lagi.
Setelah memerkosa korban, kedua anak itu kemudian mengancam agar bocah perempuan itu tidak mengadukan kejadian di kamar mandi tersebut.
Polisi kemudian dipanggil dan kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terbukti bocah perempuan itu memang menjadi korban pemerkosaan.
"Saya tak serta merta menyalahkan anak-anak itu, tapi saya menyalahkan para guru yang seharusnya melindungi anak-anak ini selama berada di lingkungan sekolah," kata sang ibu.
Dinas Pendidikan Oklahoma City segera turun tangan dan menggandeng kepolisian untuk mengusut kasus mengerikan tersebut.

Sebelum Dirudapaksa Bule, A Kesurupan Lalu Diberi Pil Tidur

Sebelum Dirudapaksa Bule, A Kesurupan Lalu Diberi Pil Tidur
Korban Rudapaksa

TANGERANG - A, bocah berusia 12 tahun yang lapor polisi karena dirudapaksa oleh bule berinisial AT mengaku sempat diberi obat tidur.
Pengakuan ini sesuai laporan yang dibuat oleh orangtua A. Menurut orangtuanya, A mengaku lebih dulu diberi pil hingga tertidur sebelum digagahi oleh AT. U (43), ibu A mengatakan A diberi pil itu karena mengalami kesurupan.
"Saat kesurupan di pabrik, A mengaku AT membawanya ke salah satu kamar, lalu memberinya obat. A lalu tertidur," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestro Tangerang, Ajun Komisaris Sutini.
Saat itulah diduga AT melaksanakan niat busuknya. AT menggagahi A yang sudah tertidur.
Dari visum yang sudah dilakukan pada Jumat (22/8/2014) kemarin, kemaluan A memang mengalami robek dan luka. Sutini mengatakan, pihakya masih harus memeriksa A lebih lanjut.
"Setelah kami periksa dan mendapatkan semua keterangan, baru AT akan kami panggil," kata Sutini.