Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Senin, 06 Oktober 2014

Rombongan Tamu Pernikahan Diperkosa Beramai-ramai

Ketujuh pelakunya divonis hukuman mati.

Ilustrasi (Shutterstock).
Ilustrasi (Shutterstock).

Tujuh terdakwa pelaku pemerkosaan dan perampokan terhadap sejumlah perempuan dijatuhi vonis hukuman mati oleh sebuah pengadilan di Afghanistan.
Menurut keterangan polisi, para pelaku, sebagian mengenakan seragam polisi, sebagian membawa senjata otomatis, menyetop serombongan perempuan yang baru saja kembali dari sebuah acara pernikahan. Empat perempuan dipaksa turun dari kendaraan dan diseret ke sebuah ladang tak jauh dari lokasi. Di tempat itulah, keempatnya dilecehkan beramai-ramai.
Para pelaku juga memukuli dan merampok perempuan-perempuan malang tersebut. Bahkan, salah satunya sampai mengandung akibat aksi pemerkosaan yang dialaminya. Perbuatan biadab itu berlangsung bulan lalu di distrik Paghman, sebuah tempat yang berada di pinggiran ibu kota Afghanistan, Kabul.
Dalam pengadilan yang ditayangkan lewat televisi ke seluruh Afghanistan, Hakim Safihullah Mujadidi memvonis ketujuh lelaki tersebut atas dakwaan perampokan dan penyerangan seksual.
“Berdasarkan hukum kriminal, orang-orang ini divonis hukuman paling berat, yakni hukuman mati,” kata Safihullah di pengadilan tersebut.
Banyak pihak yang mendesak agar para pelaku yang berusia 19 hingga 35 tahun ini segera dieksekusi. Namun, para pelaku masih bisa mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi. Sejumlah aktivis hak asasi manusia mengkhawatirkan lamanya pelaksanaan pengadilan banding tersebut. (Independent)

Jumat, 03 Oktober 2014

Masuk Rumah Tetangga, Pemuda Cabuli Wanita Paruh Baya



Seorang pemuda bernama Muhamad Ali alias Ilafah (24) diamankan petugas karena telah melakukan pemerkosaan. Pelaku masuk ke rumah korban secara diam-diam dan langsung memerkosa korbannya pada tengah malam.

Dari informasi yang didapat, pelaku yang merupakan warga Kampung Jampang 1 RT 1/2 Desa Cadas Ngampar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, memerkosa korban, Y (60) yang merupakan tetangganya sendiri.

Pemerkosaan terjadi saat Y tengah tertidur pada Rabu (1/10/2014) sekira pukul 01.30 WIB. Saat itu, korban mengaku sudah mengunci seluruh bagian rumahnya.

Saat tertidur pulas, ia merasa ada orang di sebelahnya. Benar saja, saat menengok ia melihat seseorang yang ia kenali dan tak lain adalah Ifalah. Korban yang berstatus janda ini langsung dibekap pelaku karena berusaha berteriak.

Pelaku melancarkan aksi bejatnya dengan menggerayangi tubuh korban. Tak lama, korban kembali menggigit tangan Ilafah. Akhirnya pelaku pun melarikan diri.

Kejadian serupa juga dialami oleh HL (40) yang jua masih tetangga pelaku. Pelaku telah diperkosa pelaku pada 17 Juli silam. Korban yang masih bersuami ini diperkosa tengah malam. Saat itu korban tengah tidur di ruang tengah hanya mengenakan celana panjang dan bra. Pelaku tiba-tiba langsung membekap dan menggerayangi korban. Setelah diteriaki, akhirnya pelaku melarikan diri.

Kapolsek Sukaraja, Kompol Hida Tjhajono mengatakan modus pelaku melakukan aksinya dengan cara masuk ke rumah korban secara diam-diam dan langsung meraba korbannya. "Dari keterangan sementara pelaku ada kepuasan tersendiri bila sudah melakukan aksi pencabulannya," jelasnya di Mapolsek Sukaraja, Kamis (2/9/2014).

Lanjutnya, pelaku juga mengaku sudah melakukan aksi bejatnya berkali-kali. Dari keterangan saksi-saksi, pelaku hanya menggunakan kaos dan celana pendek saat melakukan aksinya.

Kini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut karena diduga masih ada korban lainnya yang enggan melapor. Pelaku dijerat pasal 289 KUHP juncto 290 tentang pencabulan dengan ancaman kurungan di atas 5 tahun penjara.

Mesum di Kos, 4 Cowok 9 Cewek Diringkus Satpol PP Tegal


Mesum di Kos, 4 Cowok 9 Cewek Diringkus Satpol PP Tegal
Mesum di Kos, 4 Cowok 9 Cewek Diringkus Satpol PP Tegal

TEGAL- Satpol PP Kota Tegal menertibkan sejumlah tempat kos. Dalam penertiban ini ditemui beberapa pasangan yang tak berbusana lengkap berada di dalam kamar. Bahkan, ada satu cowok dan dua cewek berada dalam satu kamar yang tertutup rapat.
Kamis (2/10) sore, sejumlah anggota Satpol PP menertibkan tempat kos yang disalahgunakan sebagai lokasi kumpul kebo. Di lokasi Jalan Jalak, tidak ditemui pasangan mesum. "Kemarin ada, tapi sudah diusir oleh pemilik kos," ungkap salah seorang penyewa kos yang enggan disebut namanya.
Penertiban pun berpindah ke lokasi yang lain. Di wilayah Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, terdapat pasangan yang bukan suami istri yang tinggal di kamar kos. Bahkan, saat pintu dibuka, seorang pria bersembunyi di kamar mandi tak mengenakan pakaian lengkap.
Tak hanya satu kamar yang terdapat pasangan tak berstatus suami istri. Di kamar yang lain pun juga sama. Bahkan, ada satu pasangan yang tidak mau keluar dari kamarnya. Namun, anggota Satpol PP pun mendesak sehingga pasangan tak resmi itu pun keluar dari kamar yang tertutup rapat.
Pada penertiban ini, juga ditemukan satu cowok dan dua cewek yang berada dalam satu kamar tertutup. Dan ironinya, satu diantaranya adalah mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kota Tegal yang bernama Langgeng. Dia tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum.
Mahasiswa yang tertangkap tangan berada di dalam kamar tertutup ini tinggal di kamar kos yang dimiliki oleh PNS Kabupaten Brebes. Selain itu, pasangan tak resmi juga ditemukan di tempat kos lainnya. Dalam razia kali ini tercatat sebanyak 4 pria dan 9 wanita yang terjaring. Sebanyak 8 wanita bekerja di dunia malam sebagai pemandu karaoke, dan satu wanita merupakan pengganguran.

Kamis, 02 Oktober 2014

Berbuat Asusila Terhadap Santrinya MT Seorang Ustadz Dilaporkan ke Polisi

Berbuat Asusila Terhadap Santrinya  MT Seorang Ustadz  Dilaporkan ke Polisi
net
ILUSTRASI : Kantor Polisi 

SEMARANG - Bejat. Mungkin itu kata yang cocok diberikan kepada MT (36), seorang ustadz di Kota Semarang.
Bagaimana tidak, bukannya mengajari santrinya ilmu agama, dia justru tega merenggut keperawanan N (16), gadis yang kesehariannya belajar mengaji kepada MT.
Kejadian ini terungkap saat ayah N, R (39) melihat anak kesayangannya murung. Dia pun berusaha mencari tahu apa penyebab anaknya terlihat murung dan menjadi pendiam.
"Saat saya tanya, dia (N) tidak mau menjawab. Tapi saya paksa, akhirnya mau ngaku," ujar R saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, kemarin.
R mengatakan, dari penuturan anaknya, peristiwa memilukan itu terjadi pada bulan Agustus 2014 di rumah MT.
Meski tidak mengetahui sang ustadz berapa kali berbuat keji terhadap anaknya, namun emosi R sudah memuncak dan memilih menempuh jalur hukum.
Dia pun tak menyangka MT yang kesehariannya dikenal sebagai panutan dan mengajar mengaji bagi anak anak dan remaja kampung, tega berbuat sekeji itu.
"Dia itu ustadz, ngajar ngaji tiap hari. Dia memaksa anak saya berhubungan layaknya suami istri, sekarang anak saya depresi dan " katanya.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari ayah korban. "Kami selidiki dulu, nanti akan kami panggil saksi-saksi untuk diperiksa," kata Wika.

Hendak Diperkosa Dani, Sella Melawan, Dipukul Pingsan, Lalu Disetubuhi


Hendak Diperkosa Dani, Sella Melawan, Dipukul Pingsan, Lalu Disetubuhi
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro SIK ketika melakukan gelar kasus. 
 
PRABUMULIH -  Setelah melakukan penyelidikan selama dua minggu terkait kasus pembunuhan terhadap pelajar SMKN 1 yakni Sella Dwi Oktavia (15), jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Prabumulih berhasil meringkus pelaku pembunuh yakni Dani Bin Mat Yani (19). Warga Penimur Dalam Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat itu diringkus ketika melintas menjadi kernet truk barubara di depan kantor Kecamatan Prabumulih Barat, Senin (29/9) sekitar 17.30.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Dani diamankan dan digelandang ke Mapolres Prabumulih.
Dani diringkus karena merupakan orang yang terakhir bertemu korban, bahkan sempat menjemput korban di rumahnya sesuai dengan informasi dari orang tua dan warga.
Dani mengaku, dirinya nekat membunuh korban lantaran korban melakukan perlawanan saat hendak diajak bersetubuh, pelaku yang kesal kemudian memukul kepala korban hingga pingsan lalu melampiaskan nafsu bejatnya.
“Saat saya mau perkosa, Dia (Sella-red) melakukan perlawanan, hingga akhirnya saya pukul menggunakan kayu balok di bagian belakang kepalanya, lalu setelah dia pingsan saya lucuti celana dalamnya dan saya perkosa dalam keadaan pingsan,” ungkap Dani ketika diwawancarai.
Dani mengatakan, setelah puas melampiaskan nafsu bejat, korban kemudian sadar dari pingsan dan kembali mencoba berontak hingga akhirnya membuat pelaku kembali memukulkan kayu balok ke kepala korban.
“Saat itu nafasnya sudah hampir habis, setelah saya tau dia meninggal lalu saya pergi dan menyimpan celana dalam korban di dalam tas, lalu saya ambil handphonenya dan saya pergi pulang,” ujar pria tersebut seraya mengatakan usai membunuh dirinya kabur ke Palembang.

Sella Diperkosa saat Pingsan, Dibunuh, Lalu Celana Dalam Diambil Pelaku


Sella Diperkosa saat Pingsan, Dibunuh, Lalu Celana Dalam Diambil Pelaku
Net
Ilustrasi.

PRABUMULIH - Dani Edwar (21) mengaku memperkosa Sella Dwi Oktavia (15) dalam kondisi pingsan, sebelum membunuh pelajar kelas X SMK Negeri 1 Jurusan Akuntansi itu. Dani menyimpan celana dalam Sella, kemudian meninggalkan jenazah di semak-semak kebun karet.
Setelah melakukan penyelidikan selama hampir dua pekan, Tim Gabungan Satreskrim Polres Prabumulih dan Unit Reskrim Polsek Prabumulih Barat, mengungkap kasus pembunuhan terhadap siswi SMK itu.
Pelaku yakni Dani Edwar bin Mat Yani (21), warga Dusun V Desa Sumber Rahayu Kabupaten Muaraenim, masih memiliki hubungan keluarga dengan Sella dari istrinya, Jamilah (21).
Dani tinggal tak jauh dari kediaman Sella di kawasan Simpang Penimur Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih.
Penangkapan dilakukan saat Dani, yang menjadi kernet truk batubara, tengah melintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, Senin (29/9/2014) sekitar pukul 17.30 WIB.
Guna kepentingan penyelidikan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku digelandang ke Mapolres Prabumulih.
Diringkusnya Dani setelah petugas tak henti melakukan penyelidikan mendapat informasi dari masyarakat jika pelaku telah ikut bekerja menjadi kernet batubara dari Lahat tujuan Palembang.
Petugas kepolisian langsung bergerak cepat dengan melakukan penghadangan terhadap truk-truk batubara yang melintas. Hingga akhirnya berhasil meringkus Dani tanpa perlawanan.
Di hadapan polisi, Dani mengakui perbuatannya melakukan pemerkosaan terhadap Sella Dwi Oktavia lalu melakukan pembunuhan terhadap anak gadis pasangan Mat Sakam (60) dan Dita (47) tersebut.
Dani mengaku, dia nekat membunuh korban lantaran korban melakukan perlawanan saat hendak diajak bersetubuh, pelaku yang kesal kemudian memukul kepala korban hingga pingsan lalu melampiaskan nafsu bejatnya.
"Saat saya mau perkosa, Dia (Sella-red) melakukan perlawanan, hingga akhirnya saya pukul menggunakan kayu balok di bagian belakang kepalanya," ungkap Dani.
Dani mengatakan, setelah puas melampiaskan nafsu, Sella kemudian sadar dari pingsan dan kembali mencoba berontak sehingga membuat dia kembali memukulkan kayu balok ke kepala korban.
"Saat itu napasnya sudah hampir habis, setelah saya tahu dia meninggal lalu saya pergi dan menyimpan celana dalam korban di dalam tas, lalu saya ambil handphonenya dan saya pergi pulang," ujar pria satu anak tersebut seraya mengatakan usai membunuh dia kabur ke Palembang.
Dani mengungkapkan, pembunuhan terjadi ketika dia mampir ke rumah Sella hendak ke arah Prabumulih. Lalu dia mengajak Sella untuk ikut dengan alasan satu tujuan ke sekolah. Dalam perjalanan, Sella mengaku tidak ingin sekolah dengan alasan takut ditagih utang oleh temannya.
"Dia kemudian meminta diajari bermotor, lalu saya ajak ke lokasi kejadian dan saya ajari bermotor di lokasi sepi itu. Selanjutnya setelah kelelahan kami istirahat di kebun karet tua itu. Ketika istirahat terlintas keinginan memperkosa, tetapi korban melawan dan saya bunuh," kata Dani.
Setelah meninggalkan jenazah Sella, Dani beberapa kali memeriksa tubuh korban apakah sudah diambil warga atau belum setelah membunuhnya.
Kepala Polres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro SIK didampingi Kasat Reskrim, AKP M Khalid Zulkarnaen saat gelar perkara mengatakan, polisi terus melakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim penyidik Satreskrim Polres Prabumulih.
"Pelaku telah kami amankan dan terus menjalani pemeriksaan petugas kita, sementara pelaku kita kenakan Pasal 338 KUHP, namun nanti jika ada niat perencanaan akan kita kenakan pasal 340. Untuk Pasal 338 KUHP pelaku kita ancam dengan hukuman diatas 10 tahun penjara," tegas Kapolres Prabumulih.

Sebelum Membunuh, Dani Setubuhi Sella Saat Pingsan


Sebelum Membunuh, Dani Setubuhi Sella Saat Pingsan
Tribun Sumsel/Edison
Kapolres Prabumulih AKBP Denny Yono Putro SIK gelar kasus pembunuhan Sella Dwi Oktavia (15), 
 
PRABUMULIH - Dani Edwar (21) mengaku memperkosa Sella Dwi Oktavia (15) dalam kondisi pingsan, lantas membunuh pelajar kelas X SMK Negeri 1 Jurusan Akuntansi itu. Dani menyimpan celana dalam Sella, kemudian meninggalkan jenazah di semak-semak kebun karet.
Setelah melakukan penyelidikan selama hampir dua pekan, Tim Gabungan Satreskrim Polres Prabumulih dan Unit Reskrim Polsek Prabumulih Barat, mengungkap kasus pembunuhan terhadap siswi SMK itu.
Pelaku yakni Dani Edwar bin Mat Yani (21), warga Dusun V Desa Sumber Rahayu Kabupaten Muaraenim, masih memiliki hubungan keluarga dengan Sella dari istrinya, Jamilah (21). Dani tinggal tak jauh dari kediaman Sella di kawasan Simpang Penimur Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih.
Penangkapan dilakukan saat Dani, yang menjadi kernet truk batubara, tengah melintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, Senin (29/9/2014) sekitar pukul 17.30 WIB.
Guna kepentingan penyelidikan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku digelandang ke Mapolres Prabumulih.
Diringkusnya Dani setelah petugas tak henti melakukan penyelidikan mendapat informasi dari masyarakat jika pelaku telah ikut bekerja menjadi kernet batubara dari Lahat tujuan Palembang.
Mendapat informasi tersebut, petugas kepolisian langsung bergerak cepat dengan melakukan pengadangan terhadap truk-truk batubara yang melintas, hingga akhirnya berhasil meringkus Dani tanpa perlawanan.
Di hadapan polisi, Dani mengakui perbuatannya melakukan pemerkosaan terhadap Sella Dwi Oktavia lalu melakukan pembunuhan terhadap anak gadis pasangan Mat Sakam (60) dan Dita (47) tersebut. Dani mengaku, dia nekat membunuh korban lantaran korban melakukan perlawanan saat hendak diajak bersetubuh, pelaku yang kesal kemudian memukul kepala korban hingga pingsan lalu melampiaskan nafsu bejatnya.
"Saat saya mau perkosa, Dia (Sella-red) melakukan perlawanan, hingga akhirnya saya pukul menggunakan kayu balok di bagian belakang kepalanya, lalu setelah dia pingsan saya lucuti celana dalamnya dan saya perkosa dalam keadaan pingsan," ungkap Dani ketika diwawancarai.
Dani mengatakan, setelah puas melampiaskan nafsu, Sella kemudian sadar dari pingsan dan kembali mencoba berontak sehingga membuat dia kembali memukulkan kayu balok ke kepala korban.
"Saat itu napasnya sudah hampir habis, setelah saya tahu dia meninggal lalu saya pergi dan menyimpan celana dalam korban di dalam tas, lalu saya ambil handphonenya dan saya pergi pulang," ujar pria satu anak tersebut seraya mengatakan usai membunuh dirinya kabur ke Palembang.
Dani mengungkapkan, pembunuhan terjadi ketika dia mampir ke rumah Sella hendak ke arah Prabumulih. Lalu dia mengajak Sella untuk ikut dengan alasan satu tujuan ke sekolah. Dalam perjalanan, Sella mengaku tidak ingin sekolah dengan alasan takut ditagih utang oleh temannya.
"Dia kemudian meminta diajari bermotor, lalu saya ajak ke lokasi kejadian dan saya ajari bermotor di lokasi sepi itu. Selanjutnya setelah kelelahan kami istirahat di kebun karet tua itu. Ketika istirahat terlintas keinginan memperkosa, tetapi korban melawan dan saya bunuh," kata Dani.
Setelah meninggalkan jenazah Sella, Dani beberapa kali memeriksa tubuh korban apakah sudah diambil warga atau belum setelah membunuhnya.
Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro SIK didampingi Kasat Reskrim, AKP M Khalid Zulkarnaen SIK saat gelar perkara mengatakan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim penyidik Satreskrim Polres Prabumulih.
"Pelaku telah kami amankan dan terus menjalani pemeriksaan petugas kita, sementara pelaku kita kenakan pasal 338 KUHP, namun nanti jika ada niat perencanaan akan kita kenakan pasal 340. Untuk pasal 338 KUHP pelaku kita ancam dengan hukuman diatas 10 tahun penjara," tegas Kapolres Prabumulih, Selasa (30/9/2014).
Dia mengatakan pihaknya akan terus melakukan pendalaman kasus dan akan melakukan pemeriksaan tambahan setelah melakukan olah tempat kejadian perkara.
Jenazah Sella ditemukan warga, 20 September, di semak-semak kebun karet Simpang Pinang RT 04 Kelurahan Patih Galung, Prabumulih Barat. Jenazah tertelungkup mengenakan sepatu kets lengkap dengan kaus kaki, memakai seragam baju putih, dan rok biru yang telah usang.
Dita, ibu Sella, ketika itu mengatakan, putrinya pergi ke sekolah, Sabtu (30/8/2014) sekitar pukul 12.00 WIB diantar Dani menggunakan sepeda motor. Setelah itu, Sella tak kunjung pulang. Sampai kemudian petani menemukan mayat di kebun karet.

Ibu Guru Dipergoki Anaknya Lagi Mesum dengan Selingkuhan


Ibu Guru Dipergoki Anaknya Lagi Mesum dengan Selingkuhan
Tribunnews.com
Ilustrasi 

DENPASAR - Seorang guru honorer berinisial NMS (35) tepergok sedang melakukan perbuatan mesum dengan selingkuhannya di ruang kerja suaminya, di sebuah kantor travel di Jalan Nenas, Kelurahan Subagan, Karangasem, Bali.
NMS dipergoki oleh anaknya sendiri IWM (17). Peristiwa ini tentu saja menjadi buah bibir dan mengebohkan warga Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, tempat asal guru honorer tersebut.
Sementara laki-laki yang menjadi teman kencan NMS yang berinisial IWK (43) adalah seorang pekerja swasta asal Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem.
Peristiwa ini diterangkan oleh salah seorang anggota di Polres Karangasem, Rabu (1/10/2014) kemarin.
Berdasarkan catatan di kepolisian, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.30 WITA, saat jam mengajar NMS di sekolah. Aksi cabulnya terungkap, ketika anaknya hendak mengambil helm di tempat usaha milik orangtuanya itu.
Namun begitu sampai di depan kantor, siswa SMA itu langsung curiga lantaran melihat ada helm lain yang diketahui bukan milik ayahnya. Ia makin curiga setelah melihat pintu kantor sedikit terbuka.
Sang anak langsung mendorong pintu ruangan kantor tempat biasanya ayahnya bekerja. Betapa terkejutnya remaja itu karena di dalam ruangan itu ia memergoki ibunya sedang bersama seorang laki-laki lain.
Pasangan mesum itu sempat mau membantah, namun IWM tidak mempercayainya dan langsung menghubungi ayahnya yang berinisial IKM (39).
Humas Polres Karangasem, Aiptu I Ketut Dasta, membenarkan adanya laporan dari IKM yang merasa sakit hati atas perbuatan istrinya.
Menurut Dasta, laporan tersebut sedang dalam penanganan jajaran Polres Karangasem untuk didalami.

Sedang Bercinta Dengan Pria Lain, Ibu Ini Dipergoki Anaknya

Seorang guru honorer di Karangasem, Bali berinisial Sum (35), kedapatan sedang mesum di ruang kerja suaminya bersama pria lain.
Saat itu suami Sum sedang sibuk mengurus paket tamu yang akan menginap di salah satu kawasan wisata di Karangasem. Saat kantor sepi, Sum malah memasukkan seorang pria ke kantor travel milik suaminya.
Saat itulah dia kepergok oleh anak laki-lakinya Mus (17). Way melihat ibunya dalam keadaan nyaris tanpa busana bersama pria lain.
Peristiwa ini terjadi di sebuah kantor travel di Jl Nenas, Karangasem. Laki-laki yang menjadi teman kencan Made Sum berinisial Kar (43), seorang pekerja swasta asal Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem.
Berikut cerita seputar peristiwa mesum yang menghebohkan satu kecamatan ini:
1.Tinggalkan mengajar demi bercinta
 Sebelum bercinta, Sum rupanya sedang mengajar. Namun guru sebuah SMA di Karangasem ini rela meninggalkan waktu mengajar demi menemui pria idaman lain itu.
Dari catatan di Kepolisian, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.30 WITA saat jam mengajar di sekolah.
Rupanya sebelum peristiwa kali ini, Sum sudah berulang kali melakukan perbuatan mesum dengan pria tersebut. Kali ini dia sedang apes.
Entah apa yang ada di benak Sum, kenapa dia memilih lokasi bercinta di kantor suami. Polisi belum selesai melakukan pemeriksaan.

2.Mau main dua kali
Way kaget setengah mati melihat ibunya nyaris tanpa busana bersama pria lain dalam ruang kerja ayahnya. Dia menyangka kedua insan berbeda jenis ini baru akan mulai. Namun menurut polisi, mereka telah selesai melakukan hubungan badan.
Melihat kondisi keduanya saat terpergok, pasangan selingkuh itu diduga sudah selesai melakukan adegan mesum.
“Semula perkiraan anaknya, baru akan mulai karena melihat posisi keduanya. Namun dari barang bukti yang ada, diduga mereka sudah selesai atau mau melakukan hubungan untuk kedua kalinya,” Kata salah seorang anggota di Polres Karangasem, Rabu (1/10).
Awalnya Way curiga karena melihat ada helm yang bukan milik ayahnya di kantor orang tuanya itu. Dia makin curiga saat melihat pintu kantor sedikit terbuka.

3.Suami sakit hati diselingkuhi
Saat dipergoki anak, Sum dan pasangan mesumnya, Kar belingsatan. Mereka mencoba berkilah soal perbuatan mesum tersebut. Namun Way tak percaya, dia langsung menelepon ayahnya.
“Sempat terjadi keributan di dalam ruangan kantor ini, syukurlah karyawan datang lebih awal,” ujar seorang polisi di Karangasem.
Humas Polres Karangasem, Aiptu I Ketut Dasta, membenarkan adanya laporan perzinahan yang dilakukan seorang oknum guru honorer. Laporan tersebut sedang dalam penanganan Polsek Karangasem.
“Pihak suami melapor karena merasa sakit hati atas perbuatan istrinya. Kasusnya sedang didalami,” terang Aiptu Dasta, via telepon Rabu (1/10).

Gadis Korban Asusila Raja Solo Alami Stres Berat


Gadis Korban Asusila Raja Solo Alami Stres Berat
NET
Ilustrasi Perkosaan disertai Pengancaman 

SUKOHARJO - Kasus tindakan asusila yang diduga dilakukan Raja Solo Pakubuwono XIII terus bergulir. Korban berinisial AT (15) yang sedang mengandung tujuh bulan diduga mengidap sindrom babyblues. Kondisi psikis AT pun mengkhawatirkan.
Hal tersebut diungkapan salah satu kuasa hukum AT, Asri Purwanti. Asri berharap segera ada penanganan medis bagi kondisi psikologis kliennya.
"Kondisinya tampak tidak stabil, kadang malu dan menutupi perutnya. Takutnya kalau terkena sindrom babyblues," katanya pada hari Rabu (1/10/2014).
"Kondisinya semakin drop, jadi kita akan pertimbangkan untuk pendamping dokter, karena keadaan stres yang tinggi, membuat kondisi kesehatan klien menurun," kata Asri.
Tim kuasa hukum AT juga mengeluhkan sikap kepolisian yang hanya memeriksa korban dan bukan terlapor. Hal tersebut membuat keluarga AT tertekan.
"Ayah korban terus terang jadi stres juga, karena dipanggil terus, tapi pihak PB XIII belum pernah datang," katanya.
Pada hari ini, AT diagendakan menjalani pemeriksaan di Polres Sukoharjo, namun karena kondisi kesehatan tidak memungkinkan, kuasa hukum dan kerabat korban yang datang.

Ibu Guru Kepergok Anaknya Mesum di Ruang Kerja Suami


Ibu Guru Kepergok Anaknya Mesum di Ruang Kerja Suami
net
Ilustrasi 

BALI -Seorang guru honorer berinisial NMS (35) di Kabupaten Karangasem, Bali kepergok sedang melakukan mesum dengan Pria Idaman Lain (PIL) di ruang kerja suaminya yakni di sebuah kantor travel di Jl Nenas, Kelurahan Subagan, Karangasem.
Parahnya lagi, aksi bejat itu pertama kali diketahui oleh putranya yang berinisial IWM (17). IWM sangat terkejut melihat sang ibu dengan seorang pria dalam kondisi setengah bugil di ruang kerja ayahnya yang sedang sibuk mengurus paket tamu yang akan menginap di kawasan wisata Karangasem.
Peristiwa ini tentu saja menjadi buah bibir dan mengebohkan warga Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, tempat asal guru honorer tersebut.
Sementara laki-laki yang menjadi teman kencan NMS yang berinisial IWK (43) adalah seorang pekerja swasta asal Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem.
Menurut keterangan pihak kepolisian, melihat kondisi keduanya saat tepergok, pasangan selingkuh itu diduga sudah selesai melakukan adegan mesum. Pasalnya, ditemukan sudah ada lumuran sperma di meja kerja ruang ayahnya.
"Semula perkiraan anaknya, baru akan mulai lantaran terlihat laki-lakinya memegang celana wanitanya. Jadi dikira akan menurunkan, ternyata itu kemungkinan mau dinaikkan atau mau dua kali di naiki,” kata salah seorang anggota di Polres Karangasem, Rabu (1/10/2014).
Berdasarkan catatan di kepolisian, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.30 WITA, saat jam mengajar NMS di sekolah. Namun demi memenuhi nafsu birahinya, pelajaran mengajarnya ditinggalkan oknum guru honorer tersebut.
Aksi cabulnya terungkap, ketika anaknya hendak mengambil helm di tempat usaha milik orangtuanya itu. Namun begitu sampai di depan kantor, siswa SMA itu langsung curiga lantaran melihat ada helm lain yang diketahui bukan milik ayahnya. Ia makin curiga setelah melihat pintu kantor sedikit terbuka.
Sang anak langsung mendorong pintu ruangan kantor tempat biasanya ayahnya bekerja. Betapa terkejutnya remaja itu karena di dalam ruangan itu ia memergoki ibunya sedang bersama seorang laki-laki lain.
Pasangan mesum itu sempat mau membantah, namun IWM tidak mempercayainya dan langsung menghubungi ayahnya yang berinisial IKM (39).
Humas Polres Karangasem, Aiptu I Ketut Dasta, membenarkan adanya laporan pihak suami melapor karena merasa sakit hati atas perbuatan istrinya atas perzinahan yang dilakukannya.
Menurutnya, laporan tersebut sedang dalam penanganan jajaran Polres Karangasem untuk didalami lebih lanjut.

Seorang Siswi di Tanjabbar Digagahi Duda 9 Kali

Seorang Siswi di Tanjabbar Digagahi Duda 9 Kali
Shutterstock
Ilustrasi korban perkosaan. 
 
KUALA TUNGKAL -  Anak di bawah umur banyak menjadi korban dalam kekerasan seksual, setelah ditangkap seorang dukun cabul di Kuala Tungkal yang menggagahi pasiennya, kini polisi kembali mengamankan seorang duda warga Teluk Nilau, Nayan (32).

Ia ditangkap karena diketahui telah menyetubuhi seorang siswi MTs yang masih berusia 15 tahun berinisial NP, warga Parit 17 Desa Senyerang, Kecamatan Senyerang.

Disampaikan pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tanjab Barat, kronologis bermula saat korban dibawa kabur oleh pelaku untuk menginap di rumahnya pada 15 September lalu.

Di sanalah lelaki bejat ini menjalankan aksinya menggagahi korban. Tak tanggung-tanggu gadis malang itu disetubuhi korban sebanyak sembilan kali.

Akhirnya kejadian ini terdengar hingga ke telinga keluarga, dengan diwakili sang bibi, dara muda itu melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian Senin kemarin. Atas laporan yang masuk polisi bergerak cepat dan pelaku berhasil diamankan di rumahnya, Senin malam sekitar pukul 20.00.

Saat diwawancarai, Nayan mengakui semua perbuatannya dan menurutnya sudah berlangsung sejak awal September hingga pertengahan bulan kemarin. Namun ia membantah jika perbuatannya menyetubuhi korban dilakukan dengan paksaan, kata dia itu terjadi karena suka sama suka. "Saya pacaran sama dia, itu kami lakukan karena suka sama suka," jelasnya.

Nayan melanjutkan, bahwa perbuatan itu dilakukan bukan hanya di rumahnya, namun beberapa kali dilakukan di kebun. "Sembilan kali itu harinya beda-beda pak, bukan satu malam saja," cetus dia.

Rabu, 01 Oktober 2014

SR Rudapaksa Gadis Tunawicara Hingga Pingsan


SR  Rudapaksa Gadis Tunawicara Hingga Pingsan
Korban Rudapaksa

KOLAKA UTARA — SR, warga Kabupaten Kolaka Utara, tega memerkosa adik temannya sendiri. Gadis yang menderita tunawicara tersebut diperkosa di rumahnya sendiri hingga pingsan.
Kapolsek Lasusua, Kolaka Utara, Iptu Aswar Anas mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Hal ini bermula ketika pelaku datang ke rumah korban di bawah pengaruh alkohol. Karena berteman, kakak korban pun meminjam motor pelaku untuk digunakan.
Tanpa menaruh curiga sedikit pun, sang kakak pergi dengan motor tersebut. Saat itulah, pelaku memerkosa adik temannya itu.
"Gadis tunawicara yang jadi korban pemerkosaan ini masih berusia 14 tahun dan kini tengah dirawat di RSUD Djafar Harun, Kolaka Utara. Sebut saja nama korban ini bunga. Memang anak ini dipaksa berhubungan intim dan dia sampai pingsan. Kalau pengaruh alkohol bisa jadi juga sebab pelaku ini dalam kondisi mabuk," kata Aswar, Rabu (1/10/2014).
Dia juga menambahkan, aksi pemerkosaan yang dilakukan SR ternyata mengundang perhatian warga sekitar. Sebelum pingsan, korban sempat melakukan perlawanan kepada pelaku hingga ketahuan oleh warga di sekitar rumah.
"Dipergoki oleh warga sekitar. Nah yang lihat kejadian ini lantas memanggil warga lain untuk membekuk pelaku. Akhirnya, pelaku diserahkan kepada polisi," tuturnya.
Untuk itu, kini polisi telah memeriksa dua orang saksi yang melihat kejadian tersebut.
"Kita tetap proses dan pelaku akan dijerat dalam pasal Undang-Undang Perlindungan Anak sebab korban masih berusia 14 tahun. Kasus ini akan terus dilanjuti," pungkas Aswar.

Kakak Beradik Ini Bercinta Setelah Menonton Film “The Notebook”

Mereka mengaku sudah tiga kali melakukan hubungan "incest."

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Polisi di Georgia, Amerika Serikat menangkap Christopher Buckner (20 tahun) dan adik tirinya Timothy Savoy (25 tahun) karena bercinta di  traktor yang diparkir di sebuah gereja.
Pasangan itu mengaku melakukan hubungan sedarah alias incest setelah menyaksikan film romantis The Notebook. Bagi yang belum menyaksikan The Notebook, film yang dibintangi Ryan Gosling ini tidak mempunyai “happy ending.
Polisi menangkap pasangan incest itu setelah menerima laporan dari warga di sekitar gereja. Juru bicara kantor Sheriff lokal, David Ehsanipoor mengungkapkan, polisi langsung melakukan inspeksi ke lokasi pada pukul 4.30.
Ketika melakukan inspeksi tersebut, polisi melihat seorang laki-laki berjalan dengan seorang perempuan. Laki-laki itu mengaku akan mengantarkan perempuan disampingnya itu pulang ke rumah.
Namun, polisi berhasil mengungkap bahwa pasangan yang ternyata kakak beradik itu baru saja bercinta di sebuah traktor yang diparkir di belakang gereja Countryside Baptist. Pasangan itu ditahan dengan dakwaan melakukan hubungan incest dan juga sodomi di penjara di Effingham County. Mereka mengaku sudah tiga kali bercinta.

Selasa, 30 September 2014

Berawal di Facebook dan Iming-iming Uang, Pz Berulangkali Intimi Korban

Berawal di Facebook dan Iming-iming Uang, Pz Berulangkali Intimi Korban
tribunnews batam/thomm
Siswi salah salah satu SMA di Tanjungpinang yang menjadi korban pencabulan Pz, PNS dan mentan ajudan Sekda Kabupaten Lingga, sedang diperiksa di Polsek Bukit Bestari, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (28/9/2014). 
 
TANJUNGPINANG- Pz, mantan ajudan sekretaris daerah kabupaten (Sekdakab) Lingga tidak cuma meminta dilayani oleh siswi salah SMA di Tanjungpinang, di Hotel Nirwana Bintan - Pancur,  Sabtu (27/9/2014) malam. Sebelum itu, keduanya sudah sempat berhubungan badan di sejumlah hotel di Tanjungpinang. "Ternyata Pz dan siswi itu sudah berkenalan sekitar setahun lalu. Mereka juga sudah beberapa kali sempat berhubungan badan di sejumlah hotel di Tanjungpinang. Misalnya, di hotel Laguna dan Bintan Plaza," ungkap Komisaris Polisi (Kompol) Jaswir, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bukit Bestari - Tanjungpinang, Senin (29/9) sore.
Hubungan Pz dan siswi tersebut berawal dari perkenalan keduanya di media sosial facebook. Jaswir menyebutkan, berawal dari facebook, Pz lalu meminta nomor handphone siswi itu dan berkomunikasi secara intens dengannya. Komunikasi keduanya semakin dalam, ketika Pz mulai meyakinkan gadis itu bahwa dirinya masih bujang.
Siswi itu semakin mempercayai Pz yang dikenalnya sebagai konsultan di Lingga. Kepercayaan gadis ini kian memuncak ketika dirinya diperlakukan begitu istimewa oleh Pz. Dia selalu diberi uang dan diyakinkan akan terus dijamin dalam hal ongkos sekolah dan biaya hidup.
"Memang siswi ini selalu diberi uang oleh Pz. Pokoknya dia diiming-imingi dengan uang dan barang-barang. Yah, anak-anak 'kan tentu tergiur dengan iming-iming itu. Anak-anak tidak sama dengan orang dewasa ketika dibujuk dengan uang dan barang-barang," jelas Jaswir lagi.
Namun, hubungan keduanya berangsur retak manakala siswi itu mulai mengetahui bahwa Pz sudah beristri dan bahkan baru saja melahirkan anak pertamanya. Hal ini berawal dari kecurigaan siswi tersebut ketika melihat Pz membeli popok dan pakai anak kecil. Saking ingin tahu, gadis tersebut pun mencari tahu status Pz sebenarnya.
Sang gadis akhirnya mengetahui status Pz yang sudah beristri. Dia kemudian memutuskan hubungan dengan Pz dan menjalin hubungan dengan orang lain. Tidak cuma itu, gadis itu pun memilih tidak mau melayani lagi permintaan Pz saat berada di kamar Hotel Nirwana Bintan.
"Jadi, siswi ini datang ke hotel untuk memutuskan hubungannya dengan Pz. Dia juga mengaku kepada Pz bahwa dirinya pun sudah berpacaran dengan orang lain. Namun, Pz tidak terima. Dia malah memaksa gadis itu untuk melayani nafsuh-nya. Makanya anak tersebut berontak," tegas Kepolsek Bukit Bestari seraya menginformasikan bahwa saat ini Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polsek Bukit Bestari sudah meminta keterangan dari siswi, Pz dan penjaga Hotel  Nirwana Bintan.
Memang Pz sendiri sedang dimintai keterangan di ruang Satreskrim Polsek Bukit Bestari, pada Senin (29/9) sore. Dari informasi yang diperoleh Tribun, pihak Hotel Nirwana Bintan juga dipanggil ke Kantor Polsek Bukit Bestari untuk dimintai keterangan.
"Kami tidak tahu soal kejadian itu. Soalnya kami bertugas untuk shift siang. Managemen hotel tidak ada di sini. Dia dipanggil ke Kantor Polsek Bukit Bestari," ujar seorang resepsionis Hotel Nirwana Bintan, Senin sore.
Selain ditangani pihak kepolisian, kasus ini pun sedang dipantau oleh Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kepri. Rosnawati, seorang komisioner, mengatakan, pihaknya sudah berusaha meminta keterangan dari kedua orang tua korban. Sementara korban sendiri belum bisa dimintai bercerita tentang kasus yang dialami karena terganjal dengan kesibukannya di sekolah.
"Kami sudah meminta keterangan dari kedua orang tuanya. Dari mereka kami akhirnya tahu bahwa selama ini kedua orang tuanya tidak tahu hubungan putri mereka dengan Pz. Memang, putri mereka kerap memberikan keduanya uang. Namun, saat ditanya, sang putri tak berterus terang. Dia mengaku, uang itu diberikan oleh kawannya. Makanya kami belum melihat ada indikasi anak itu dimanfaatkan oleh orang tuanya untuk mencari uang," sebut Rosnawati.
Wanita itu pun menegaskan, kasus tersebut harus ditangani dengan sungguh-sungguh oleh pihak kepolisian. Dia bahkan meminta supaya pelaku pencabulan anak ini diberi sanksi yang berat demi efek penjerahan.
"Kami juga sudah mengingatkan kedua orang tuanya supaya lebih berhati-hati dalam menjaga anaknya. Jangan terlalu memberikan kebebasan kepada anak tanpa ada pengontrolan dari mereka sendiri," timpal Rosnawati lagi. 

Waspada! Ini Kategori Pengidap Pedofilia dari Sudut Pandang Medis

Waspada! Ini Kategori Pengidap Pedofilia dari Sudut Pandang Medis
Tribun Bali/ Net
Ilustrasi Pedofilia 

DENPASAR - Beberapa kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur, atau disebut dengan bahasa psikologisnya, Pedofilia, kerap terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Satu diantaranya Bali.
Kondisi ini pun diakui pakar Seksologi dan Andrologi Universitas Udayana, dr. Made Oka Negara , FI AS, sebagai hal yang sangat menakutkan.
Ia pun merinci, ada beberapa jenis pedofilia yang harus di waspadai. Yakni Pedofilia Primer dan Sekunder. Dan kedua jenis ini kerap menunjukan perilaku yang sangat berbeda-beda.
Pedofil primer, adalah jenis pedofilis yang memang memiliki kelainan gen dan kromoson sejak lahir, dimungkinkan dari gen resesif yang tidak kelihatan.
“Tapi tidak bisa dikatakan absolut, karena faktor keturunan juga sih. Jenis primer ini, biasanya memang menyukai anak-anak, walaupun  disampingnya ada wanita cantik dan seseksi apapun, tetap tidak mengubah ketertarikannya pada anak kecil,” ujarnya kepada Tribun Bali, di Fakultas Kedokteran, Unud, Senin (29/9/2014).
Sementara itu, untuk pedofilis jenis sekunder, biasanya lebih kepada tekanan seseorang terhadap trauma yang pernah dialaminya pada masa silam.
“Mungkin dia kesepian, atau pernah menjadi korban, jika penanganannya tidak baik, maka korban ini juga bisa menjadi pelaku dikemudian harinya,” ungkapnya.
Sementara itu, menurut dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Teddy Hidayat sebagaimana dilansir hellodoctor.com, Pedofilia didefinisikan sebagai gangguan kejiwaan pada orang dewasa atau remaja yang telah mulai dewasa (usia 16 tahun ke atas), yang biasanya ditandai dengan suatu kepentingan seksual primer atau eksklusif pada anak prapuber (umumnya usia 13 tahun ke bawah, walaupun masa pubertas dapat bervariasi).
Anak harus minimal berusia lima tahun lebih muda dalam kasus pedofilia remaja (16 tahun ke atas) baru dapat diklasifikasikan sebagai pedofilia.
Ia pun mengategorikan tiga jenis Pedofilia. Yang pertama, adalah Immature Pedophiles. Menurut Teddy, pengidap Immature Pedophiles cenderung melakukan pendekatan kepada targetnya yang masih anak-anak di bawah umur. Misalnya dengan cara mengiming-imingi korban dengan hal-hal menyenangkan seperti permen, uang jajan atau permainan.
Tipe yang kedua adalah Regressed Pedophiles. Pemilik kelainan seksual ini biasanya memiliki istri sebagai kedok penyimpangan orientasi seksualnya. Tak jarang pasangan ini memiliki masalah seksual dalam rumah tangga mereka. Menurut beliau, dalam beroperasi, tipe ini langsung main paksa terhadap korbannya, tanpa ada iming-iming tertentu.
Tipe yang terakhir, menurut Teddy, lebih agresif. Karena sifatnya itu, pengidap kelainan ini diberi nama Agressive Pedophiles. Orang tipe ini rata-rata memiliki perilaku anti-sosial di lingkungannya. Tipe ini biasanya memiliki keinginan untuk menyerang korbannya, bahkan tidak jarang berpotensi membunuh korbannya setelah dinikmati.

"Tak Dapat Barang Beharga, Istri Saya Diperkosa Perampok hingga Pingsan"


danoegraphy.wordpress.com
Ilustrasi korban perkosaan
 
BATURAJA - YT (19) warga Kampung V Talang Lekis Desa Banuayu, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), provinsi Sumatera Selatan, masih terlihat lemas, Senin (29/9/2014).Ia baru saja menjadi korban perampokan perampok bertopeng. Akibat peristiwa itu bukan hanya harta bendanya di bawa kabur kawanan perampok. Bahkan ia diperkosa hingga pingsan.
Menurut informasi yang diterima Tribunsumsel.com (Tribunnewsw.com Network), peristiwa itu dilaporkan suami korban, ED, ke Polres OKU.
Di hadapan polisi ia melaporkan, kejadian bermula ketika dirinya pulang dari Lampung ke pondok miliknya dikawasan Kampung V Talang Lekis Desa Banuayu Kec Lubuk Batang OKU, untuk melihat istrinya. Dimana saat itu istrinya ia tinggal sendirian di pondok tersebut.
ED mengaku kaget sesampainya di pondok. Sang istri menceritakan kejadian naas telah diterima. Saat itu (26/9/2014) , YT sedang tertidur pulas di dalam pondok. Sekitar pukul 21.00 WIB pintu pondok didobrak empat pelaku perampokan bertopeng.
"Memang kalau malem sepi pondok. Waktu itu kata istriku, pintu keadaan terbuka. Menyadari hal itu istri saya mengecek pintu.
Dan tiba-tiba dicekik oleh satu dari empat pelaku. Sementara tiga lainnya, menggeledah rumah mencari barang berharga. Semua pelaku mengenakan topeng.
Mungkin tidak dapet barang beharga di pondok tu, sehingga istri saya diperkosa perampok hingga pingsan," terangnya.

Digerebek, Mahasiswa Itu Buru-buru Pakai Celana, Si Mahasiswi Pakai Selimut


Digerebek, Mahasiswa Itu Buru-buru Pakai Celana, Si Mahasiswi Pakai Selimut
ist
Ilustrasi

MADIUN - Sepasang mahasiswa yang diduga bermesum ria di dalam kamar kos di JL Serayu Timur Nomor 3, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun digrebeg warga, Senin (29/9/2014) dini hari.
Ini menyusul, pasangan mesum kalangan mahasiswa itu, tak kunjung keluar kamar sejak masuk ke dalam kamar perempuan sejak, Minggu (28/9/2014) pukul 22.30 WIB hingga Senin (29/9/2014), 01.00 WIB atau selama kurang lebih 4 jam.
Sepasang pemuda mesum itu adalah BCN warga JL Trimulyo, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun dan Ap yang merupakan salah satu mahasiswa Politeknik Negeri Madiun.
Keduanya kedapatan bergumul di dalam kamar kos perempuan si Ap itu.
Bahkan, keduanya tampak tengah terburu-buru mengenakan pakaian saat Yohanes Utomo yang tak lain pemilik rumah kos itu, memeriksa satu per satu kamar yang disewakannya, Senin (29/9/2014) dini hari.
Pemilik rumah kos, Yohanes Utomo mengatakan malam itu dirinya diberitahu warga, jika di dalam kos ada
seorang cowok yang menyelinap masuk dalam kamar kos Ap itu.
Usai mendapatkan laporan itu, Yohanes melakukan pemeriksaan satu per satu kamar kos di rumahnya itu.
"Sebenarnya saya sudah tidur. Tetapi, beberapa warga yang biasa cangkrukan diluar membangunkan saya. Mereka memberitahu  ada laki-laki yang masuk ke kamar kos. Saat saya periksa, ada laki-laki baru mau menggunakan celana dan yang perempuan menutup tubuhnya menggunakan selimut," terangnya kepada Surya, Senin (29/9/2014) dini hari.
Keterangan itu diperkuat keterangan warga lain yang ikut melaksanakan penggerebekan itu yakni Sunarko.
Menurutnya, laki-laki tersebut sudah sekitar tiga jam masuk ke dalam kamar kos pasangan perempuannya. Meski diintai warga tak kunjung keluar dari dalam kamar kos itu.
"Laki-laki itu sekitar jam setengah sebelas (22.30 WIB) sudah masuk kos berboncengan. Sampai dini hari kok nggak keluar kamar, akhirnya warga membangunkan pemilik kos dan mengrebek laki-laki itu," tegasnya.
Sementara untuk mengamankan pasangan mahasiswa mesum itu dari amukan warga, akhirnya pemilik kos dan beberapa warga menghubungi petugas Polsek Taman.
Tak berselang lama, pasangan mesum mahasiswa tersebut segera diamankan Polsek Taman untuk diproses dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Bagaimana Bunga Bisa Terjebak dengan Pz? Baca Pengakuan Ayah Korban


Bagaimana Bunga Bisa Terjebak dengan Pz? Baca Pengakuan Ayah Korban
tribunnews batam/thomm
Siswi salah salah satu SMA di Tanjungpinang yang menjadi korban pencabulan Pz, PNS dan mentan ajudan Sekda Kabupaten Lingga, sedang diperiksa di Polsek Bukit Bestari, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (28/9/2014). 
 
TANJUNGPINANG- Dari ayah korban pelecehan Pz, diketahui cerita bagaimana Bunga, bukan nama sebenarnya, siswi kelas 2 SMA di Tanjungpinang  itu bisa jatuh ke tangan pelaku. Saat ditemui Bintannews di Mapolsek Bukit Bestari, Tanjungpinang, Minggu (28/9/2014), ayah korban yang ketika itu berbaju kotak-kotak tampak lebih kuat dan tenang, ketimbang istrinya yang terlihat sangat terpukul dan hanya diam.
Ayah korban menceritakan selama ini, dia (Pz) dan anaknya hanya berkenalan lewat handphone saja. Mereka belum pernah bertemu.
"Mereka hanya saling telepon dan kirim pesan singkat lewat handphone (sms)," ungkap pria itu.
Perkenalan Pz dengan putrinya berlangsung sekitar setahun terakhir. Kepada anak gadis ini, Pz sempat menyebutkan identitas diri dan pekerjaannya. Namun, identitas yang disebutkannya itu kadang berbeda-beda dan tidak sesuai kenyataan.

"Kepada anak saya dia mengatakan masih bujang. Pernah dia mengaku bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri di Batu 8. Tapi setelah itu, dia menyebutkan dirinya konsultan," cerita ayah anak itu.

Perkenalan kedua lewat handphone cukup mempengaruhi siswi ini. Sampai pada Sabtu (27/9), si gadis lalu diajak Pz datang ke Hotel Bintan Nirwana. Ajakan itu pun disampaikan melalui sms.

Si gadis tersebut menuruti apa yang diminta Pz. Dia lalu datang ke hotel yang dimaksud setelah meminta izin pada ibunya.

"Kami memang tinggal di Batu 13 arah. Tapi saya jual air di Tanjungpinang. Makanya kami kontrak kamar di Gang Pelita, Bukit cermin. Siang hari kami kumpul di situ. Waktu malam baru kami pulang ke rumah," cerita sang ayah.

"Jadi, tadi sekitar pukul 17.30 WIB, anak saya minta ibunya untuk keluar rumah sebentar. Katanya mau jalan-jalan dengan motor. Makanya dia keluar dari rumah kontrak kami ke hotel tersebut dengan jalan kaki," tambah ayah anak itu lagi.

Setelah sampai di hotel, Bunga mengirim sms kepada ibunya bahwa dia berada di kamar hotel Bintan Nirwana. Sang ibu pun langsung datang dan menuju ke kamar hotel seperti yang ditulus putrinya dalam pesan singkat itu.

"Istri saya sendiri saja datang ke hotel. Saya masih bekerja waktu itu. Dia pun datang dan tanyakan pada orang hotel. Tapi orang hotel tak mau kasih tahu. Dia akhirnya dengar suara anak saya berteriak dari dalam kamar. Tanpa tunggu lama, istri saya menuju kamar itu dan langsung mendobrak pintu kamar. Ini lihat bajunya sampai robek," cerita ayah anak ini.

Mendengar cerita suaminya, wanita berbaju kaos putih itu hanya bergeming saja. Dia tak menunjukkan ekspresi bangga atau senang karena sudah menyelamatkan anaknya. Dia tetap diam dan tidak menunjukkan eskpresi apa-apa sampai ketiganya kembali lagi ke rumah.

Pelaku Paksa Buka Baju Siswi Kelas 2 SMA Tanjungpinang


Pelaku Paksa Buka Baju Siswi Kelas 2 SMA Tanjungpinang
tribunnews batam/thomm
Siswi SMA di Tanjungpinang yang menjadi korban pencabulan Pz, PNS dan mentan ajudan Sekda Kabupaten Lingga, sedang diperiksa di Polsek Bukit Bestari, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (28/9/2014). 
 
TANJUNGPINANG- Seorang siswi kelas 2 pada salah salah satu SMA di Tanjungpinang, sebut saja Bunga, nyaris dicabuli di sebuah kamar Hotel Bintan Nirwana, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (27/9/2014) malam. Ironisnya, dia justru hendak dicabuli oleh Pz, mantan ajudan sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Lingga.
Aksi bejat Pz ini akhirnya terkuak ketika siswi itu memberitahukan kepada kedua orang tuanya tentang kejadian yang tengah menimpahnya. Dari kamar hotel dia mengirimkan pesan singkat kepada ibunya terkait keberadaannya. Dia pun meminta ibunya untuk segera datang menjemputnya.
Sang ibu pun datang dan menjemput anaknya di kamar hotel tersebut. Bersama anggota keluarga, mereka lalu membawa siswi ini ke Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Bestari Tanjungpinang dan mendampinginya membuat laporan.
"Dari cerita si gadis itu diketahui bahwa Pz ini mengirimkan pesan singkat memintanya datang ke hotel Bintan Nirwana kamar sekian. Si gadis itu pun datang. Setelah dia sampai di dalam kamar hotel, Pz lalu menutup pintu. Di situlah dia berusaha mencabuli anak ini," cerita salah seorang anggota keluarga korban ketika ditemui di Kantor Polsek Bukit Bestari.
Dia menambahkan, Pz sendiri sudah membuka bajunya saat itu . Dia juga berusaha membuka pakaian siswi tersebut. Namun, aksinya ini dilawan oleh sang gadis. Dia meronta-ronta dan berteriak meminta tolong kendatipun suara teriakannya tidak digubris oleh para penjaga hotel.  Dia baru berhasil keluar dari kamar hotel setelah dijemput ibunya yang datang ke hotel sesudah pesan singkat yang dikirim anaknya.
"Kata anak itu, Pz sudah buka baju. Dia juga sempat koyak baju anak itu. Tapi sang anak memberontak. Saya heran, para penjaga hotel bisa tak dengar suara teriakan minta tolong. Dia baru ditolong ibunya yang datang dan mendobrak kamar hotel setelah terima pesan singkat anaknya. Dari situ, sang ibu langsung menceritakan kejadian itu kepada keluarga dan kami pun datang ke Kantor Polsek ini untuk membuat laporan," timpal anggota keluarga itu lagi.
Setelah menerima laporan, polisi langsung menjemput Pz dari kamar hotel. Dia lalu dimintai keterangan terkait ulah bejat yang sudah diperbuatnya di dalam kamar hotel. Dia kemudian ditahan di sel Polsek Bukit Bestari untuk pemeriksaan selanjutnya.
Pz tampak berpostur tegap dan berbadan gempal. Rambutnya dipotong pendek. Dari informasi yang diperoleh Bintannews, dia adalah mantan ajudan  sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Lingga. Dia juga adalah lulusan Institute Pegawai Dalam Negeri (IPDN).
"Dia itu 'kan mantan ajudan Sekda Kabupaten Lingga. Dia juga adalah lulusan IPDN. Saya dapat informasi itu dari anggota buru sergap (Buser) di dalam mobil saat sama-sama membawa anak ini ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri untuk diperiksa," ungkap anggota keluarga korban lainnya.