Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Kamis, 06 November 2014

Video Mesum Guru Cantik dan Siswanya Beredar di Situs Porno

Video Mesum Guru Cantik dan Siswanya Beredar di Situs Porno
Mirror
 
BUENOS AIRES- Gara-gara adegan intimnya dengan siswanya, guru cantik asal Argentina ini dipecat dari sekolah tempatnya mengajar.

Seperti dilansir Mirror, guru cantik bernama Lucita Sandoval telah terekam hubungan badannya setelah video itu beredar di situs film orang dewasa.

Lucita terlihat bersama siswa pria berusia 16 tahun yang memegang ponsel kamera setelah meminta sang guru berbalik. Remaja  yang menggunakan kaos sepakbola dalam video berdurasi 23 menit itu memberikan jempol dan kemudian merekam adegan intimnya dengan sang guru.

Ibu guru berusia 26 tahun itu baru sadar jika direkam namun tidak melakukan tindakan apapun. Si siswa mengaku sudah menghapus video tersebut namun ternyata ia memamerkan aksi nakalnya itu ke teman-temannya lewat WhatsApp. Video itu beredar di negara itu dan akhirnya berakhir di situs pornografi.

Setelah video tersebut  beredar pihak dinas pendidikan setempat mengatakan akan segera melakukan tindakan keras terhadap sang guru. Sandoval yang mengajar bahasa Inggris di sekolah tersebut tidak memberikan komentar namun sudah dilarang mengajar kembali.

"Saya Tak Tahan, Sudah Lama Tak Diberi Jatah Istri"

IST
Ilustrasi

MADIUN - Ulah bejat Pardi (46) warga RT 04, RW 01, Dusun Kali Celeng, Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun patut diwaspadai. Gara-gara ditinggal cerai istrinya yang pulang kampung ke Desa/Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, tersangka tega mencabuli tetangganya sendiri yang masih duduk dibangku kelas V Sekolah Dasar (SD), WS (12).
Bahkan aksi bejat tersangka terhadap korban itu, dilakukan sebanyak dua kali dalam sepekan. Beruntung dalam aksi kedua itu, ulah bejat tersangka itu tepergok bibi korban hingga akhirnya tersangka langsung dilaporkan ke polisi.
"Karena setiap pagi menyapu halaman rumahnya, saya tak tahan melihatnya sejak saya dicerai istri saya.
Sudah lama saya tak diberi jatah istri saya sejak bercerai itu," terang Pardi kepada Surya, Selasa (04/11/2014).
Untuk memuluskan aksinya itu, tersangka Pardi selalu memberikan iming-iming uang Rp 10.000 kepada korban. Upaya iming-iming terhadap korban yang lancar dalam aksi pertama membuat tersangka ini menyetubuhi korban untuk kedua kalinya dengan modus tetap dilaksanakan pagi hari dan memberikan uang Rp 10.000 itu. Akan tetapi, saat korban dibujuk rayu hendak memasuki kamar di rumah tersangka akhirnya dipergoki bibi korban.
"Aksi kedua baru sekedar merabah-rabah sudah tepergok bibi korban," imbuhnya.
Sedangkan selama aksi pencabulan dua kali itu, kata Pardi dirinya tak pernah memaksa korban. Menurutnya, aksi hubungan layaknya suami istri itu dilakukan tersangka dan korban atas dasar sama-sama suka. Meski dalam pengakuan Pardi usia korban sama dengan usinya cucunya.
"Saya tak memaksanya. Hanya memberi uang saku sekolah itu saja. Makanya saya ajak ke kamar rumah korban tetap tak pernah melawanya," kilahnya.
Sementara KBO Reskrim Polres Madiun, Iptu Logos Bintoro menegaskan jika dua kali aksi persetubuhan tersangka terhadap korban dilakukan atas dasar keinginan tersangka. Selain itu, ada unsur pemaksaan terhadap korban. Apalagi, usia korban masih dibawa umur.
"Selain kami sudah menahan tersangka, kami juga mengamankan barang bukti seluruh pakaian korban dan tersangka dalam kardus ini," tegasnya.
Sedangkan dalam perkara ini, kata mantan Kanit Buser Polres Madiun ini, bakal dijerat UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak. Tersangka bakal terancam hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.
"Kasus ini sudah ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Sekarang berkasnya hampir selesai. Tidak ada perbuatan yang meringankan dari ulah tersangka. Karena melakukan semua perbuatannya atas bujuk rayu terhadap korban," pungkasnya.

Selasa, 04 November 2014

Polisi Makassar Pemerkosa ABG Diduga Mabuk Ballo

Polisi Makassar Pemerkosa ABG Diduga Mabuk Ballo
ist
perkosaan anak

MAKASSAR- Pemerkosaan yang dilakukan seorang oknum polisi, Brigpol Ariefuddin terhadap seorang anak dibawa umur Gus (17) di samping Trans Studio, Jl Metro Tanjung Bunga Kecamatan Tamalate Makassar diduga karena pelaku habis minum minuman keras sejenis Ballo.

"Pelaku katanya sudah minum ballo jadi dia tidak sadar saat melakukan pemerkosaan," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Makassar,
Komisaris Besar Polisi Fery Abraham Kepada Tribun Timur.

Namun Fery mengaku akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap pelaku apakah betul saat melakukan pemerkosaan atas dasar tidak sadar atau sudah terencanakan. Hingga saat ini pelaku yang bertugas sebagai satuan unit Reskrim Polsek Tamalate masih menjalani pemeriksaan di
Propam Polrestabes Makassar.

Gadis 19 Tahun Dianiaya Kemudian Diperkosa di Warnet


Gadis 19 Tahun Dianiaya Kemudian Diperkosa di Warnet
ist
ILUSTRASI
 
MAKASSAR -IM warga Jl Samata Somba Opu Kabupaten Gowa diamankan polisi, setelah dilaporkan melakukan tindakan penganiayaan dan pemerkosaan terhadap seorang gadis yang baru berusia 19 tahun, Rabu (11/6/2014) sekitar pukul 00.30 wita.

Kepala Kepolisian Sektor Panakukang, Kompol Tri Hambodo, mengatakan penangkapan terhadap Ikmal tersebut berdasarkan Laporan Polisi No pol: LP/1083/VI/K/2014/Restabes Mks/ Sektor PNK, tentang penganiayaan yang dilakukan terhadap korban DN.

"Dalam laporanya, korban dianiaya dan diperkosa di dalam sebuah warnet hingga beberapa kali," sebut Tri.

Menurut Tri, sesuai dengan keterangan korban, sebelum pemerkosaan terjadi, korban dipaksa minum coca cola kaleng dicampur susu ultra dan air putih yang menyebabkan korban merasa pusing dan lemas.

Setelah itu pelaku melampiaskan nafsu bejatnya.

Bejat, Kakek 69 Tahun Cabuli Cucunya Sendiri


Bejat, Kakek 69 Tahun Cabuli Cucunya Sendiri
KOMPAS.COM
ilustrasi bocah dicabuli

SIDOARJO- Perilaku kakek Santriyo (69) tak patut ditiru. Pasalnya sebagai kakek semestinya melindungi cucunya, namun Santriyo malah mencabuli cucunya sendiri AN, (8).
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, lelaki asal Mojokerto yang kos di Jalan Geluran dijebloskan ke tahanan Polsek Taman.
Kakek renta itu berurusan dengan polisi setelah ibu korban mendatangi Polsek Taman yang menceritakan jika putrinya merintih kesakitan di bagian alat vitalnya. Orangtua korban pun kaget karena saat menangis, korban memegangi bagian terlarang tersebut. Tak pelak, orangtua korban curiga dan mendesak apa yang tengah terjadi.
Begitu korban mengatakan jika kakeknya sendiri yang melakukan, orangtua korban bak disambar petir di siang hari. Seketika itu orangtua korban tak terima dan datang ke mapolsek untuk melaporkan peristiwa kelam tersebut.
“Kasihan sebenarnya anak sekecil itu harus menerima kelakukan dar sang kakek. Ibunya menangis kasihan jika melihatnya,” tutur Kapolsek Taman AKP Kusminto, Jumat (15/8/2014).

Kenal 5 Hari, Siswi SMP di Gowa Diperkosa di Rumah Kosong


Kenal 5 Hari, Siswi SMP di Gowa Diperkosa di Rumah Kosong
ist
ilustrasi perkosaan anak

SUNGGUMINASA- WY (13) siswi salah satu SMP di Gowa diperkosa CN (29) di sebuah rumah kosong di Kecamatan Somba Opu.
Korban yang datang melapor ke SPKT Polres Gowa, Rabu (16/7/2014) malam, mengatakan, dirinya baru mengenal pelaku selama lima hari.
"Saya kenal juga dari AD temanku. Baru lima hari," paparnya.
Sebelum datang melapor, keluarga WY sempat melapor kalau korban dibawa kabur oleh CN. Keluarganya kemudian sempat mencari korban dirumah AD, teman CN yang memperkenalkannya dengan korban, Jl. Beringin, Kecamatan Somba Opu, Rabu (16/7/2014) siang bersama anggota SPKT
Namun saat ditemui, orangtua AD mengatakan, kalau AD sudah tidak pulang beberapa hari dan pergi bersama CN.
Saudara korban, AN, yang sempat diwawancara Tribun mengatakan, kalau korban tidak pulang sehari di rumah.
"Sehari dia tidak pulang, waktu pulang dia cuman datang ambil HP dan uanganya mamaku. Sepertinya disuruh sama itu CN," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPKT Gowa, Aiptu Rahmat, mengatakan pelaku masih dalam pengejaran, sebab CN berhasil kabur saat hendak ditangkap di rumah AD tempatnya sering bermain.

Penumpang Kapal KM Bukit Siguntan Diperkosa Tukang Ojek

Penumpang Kapal KM Bukit Siguntan Diperkosa Tukang Ojek
ist
ilustrasi

MAKASSAR --Nasib malang menimpa AS seorang ibu rumah tangga asal Makassar ini. Dia diperkosa seorang tukang ojek di pinggi jalan, tepatnya di Kecamatan Tallo, Minggu (3/8/2014) kemarin.
Selain memperkosanya, pelaku juga merampas semua barang miliknya dan sejumlah uang tunai.
Awal kejadianya, bermula ketika korban hendak turung dari  kapal KM Bukit  Siguntang di Pelabuhan Soekarno-Hatta yang ditumpangi dengan maksud ingin ke rumah kakanya di Makassar.
Waktu itu korban sendirian. Dia hendak mencari tukang ojek di depan pintu II Pelabuhan Soekarno-Hatta Jl Nusantara karena tak ada yang menjemputnya.
Pelaku yang diketahui bernama Muhammad Kanapi menawarkan ojeknya. Korbanpun menerima tawaran pelaku.
Setelah di tengah perjalanan, tepatnya di  wilayah Tallo, timbul niat jahat pelaku.  Korban lalu di bawa ke tempat sunyi lalu diperkosa. Setelah itu, pelaku mengambil barang-barang berharga korban.
"Saya ketemu dia di depan pelabuhan. Dia menawari saya untuk diojek,"kata AS di depan penyidik, Senin (4/8/2014).
Atas kejadian yang menimpahnya, malam itu juga korban lalu melaporkan perbuatan bejat si tukang ojek ke Polres Pelabuhan.
Mendapat laporan ini, dan mengetahui ciri-ciri pelaku yang menggunakan tatto di lengan kirinya dan menggunakan motor Nomor Polisi DD 2352 Q, tim satuan Reskrim Polres Pelabuhan langsung mencari pelaku.
Alhasil, hanya beberapa jam pascakejadian berhasil menemukan pelaku di Jl Nusantara tepatnya di Cafe Mabua.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombespol Endi Sutendi yang dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. "Benar, telah terjadi tindak pidana pemerkosaan. Pelaku saat ini telah menjalani proses pemeriksaan di Polres Pelabuhan untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya.

Modus Perampok Hipnotis Asal Gowa: Jika Muda Diperkosa, Tua Dibuang


Modus Perampok Hipnotis Asal Gowa: Jika Muda Diperkosa, Tua Dibuang
Ilustrasi pemerkosaan 

Makassar - Setelah 10 tahun melancarkan aksinya sebagai pelaku perampokan dan pemerkosaan dengan modus hipnotis di atas angkutan atau mobil, Rano asal warga Kabupaten Gowa otak pelaku atau bosnya, berhasil diamankan polisi.
Rano ditangkap di pelabuhan Mamuju, Sulawesi Barat,  oleh tim reserse Polres Pelabuhan Makassar saat hendak kabur menuju ke Kalimantan dengan menggunakan kapal laut,  Jumat (1/11/2014) sore.
Tertangkapnya otak pelaku ini, merupakan hasil pengembangan penangkapan 8 pelaku sebelumnya,  yang merupakan anak buah Rano.
Dari informasi kepolisian, Rano ini memiliki keahlian melakukan hipnotis. Selain keterlibatannya dalam aksi perampokan dia juga diketahui sebagai pelaku pemerkosa para penumpang bersama rekan-rekannya di dalam mobil.
Berdasarkan informasi polisi juga, Rano dan delapan temannya yang berhasil diamankan lebih dulu sudah tak terhitung berapa berapa kali melakukan perbuatan melanggar hukum tersebut.  Namun diketahui mereka sudah beraksi sejak 10 tahun lalu.
"Hampir seluruh daerah atau kabupaten di tempati melancarkan aksi. Yang kami ketahui sementara dari pengakuan beberapa korban, mereka pernah melakukan di Barru,  Engkau, dan terutama Makassar di wilayah kami," kata Akp Anda Alimuddin kepada Tribun. 
Pada saat melakukan aksi minimal berjumlah empat orang. Adapun modus pelaku keempat orang itu mempunyai peran masing-masing. Ada yang berperan sebagai sopir, penumpang , pencari sasaran, dan ada yang melakukan eksekusi.
"Ke empat yang sudah mengatur strategi untuk mengelabui para korban, ketika sudah ada korban yang naik di mobil mereka, mobil mereka hanya ditumpangi dua orang. Ketika jarak 100 sampai 500 meter para pelaku baru naik ke mobil," kata AKP Alimuddin.
Selain itu, supaya aksinya ini tidak dicurigai,  pelaku perampokan dengan modus hipnotis melibatkan perempuan seperti  istri dan pacar mereka. Dengan cara itulah, sehingga warga yang mencari tumpangan tidak menaruh curiga.
"Saat sudah ada korban di dalam mobil, ditengah perjalanan mereka baru  melancarkan aksinya, pertama mereka menawarkan emas imitasi ke korban. Jika bujukan tidak berhasil para pelaku lalu menggunakan hipnotis," paparnya.
Setelah berhasil menguasai barang milik para korban baik uang atau emas, jika perempuan yang masih muda mereka perkosa. Namun jika diatas umum tua mereka langsung membuang nya ke pinggir jalan.
Adapun barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku berupa senjata airsoftgun dan sejumlah perhiasan emas imitasi.
Sebelumnya terdapat 8 anak buah Rano yang ditangkap yaitu Kahar bersama istrinya  Sumi , Yudi, Aan, Desi dan tiga pelaku lainnya termasuk pacar Rano.

Ibu Ini Kembali Diperkosa saat Minta Tolong Usai Dirudapaksa


Ibu Ini Kembali Diperkosa saat Minta Tolong Usai Dirudapaksa
Tribun Timur
Ilustrasi

PEKANBARU - Sungguh perih yang dialami HIY (24), ibu rumah tangga warga Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, ini.
Dalam jangka waktu semalam, ia dirudapaksa secara bergiliran oleh lima pria lalu ditinggal begitu saja. Peristiwa duka yang dialami HIY ini, terjadi pada Kamis (31/10/2014) malam.
Awalnya, korban diajak bertemu oleh 2 pelaku, bernama Wage (21) dan Dodi (25).Karena sudah kenal, korban tak menolak ajakan pertemuan itu. Korban dijemput dari rumahnya memakai satu sepeda motor.
Entah kenapa, pelaku justru membawa korban ke areal pemakaman Cina di Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Inhil. Sesampainya di pekuburan itu, Wage mengajak korban untuk melakukan perbuatan suami istri, yang spontan ditolak.
Namun, karena tak kuat melawan, Wage akhirnya berhasil menggagahi korban. Setelah Wage puas melampiaskan nafsu bejatnya, giliran Dodi memerkosa korban. Keduanya lantas meninggalkan korban di kuburan tersebut.
Korban lantas hendak pulang ke rumahnya dan meminta pertolongan. Mendadak, muncul tiga pemuda bernama Herman, Fani dan Putra yang berniat mengantar korban pulang ke rumahnya.
Tapi, saat di perjalanan, pelaku justru menggerayangi tubuh korban. HIY lantas memberontak, hingga motor yang ditumpanginya terjatuh. Saat itulah, korban berusaha melarikan diri menuju arah gedung sekolah SMP Pulau Kijang, Kecamatan Reteh. (Baca juga: Pengasuh Ponpes di Jember Perkosa 11 Santrinya)
Pelaku malah mengejar korban. Setelah berhasil menangkap HIY, mulut korban dibekap dan digiring ke sebuah kelas di gedung sekolah tersebut. Korban dipaksa kembali menjadi objek pelampiasan nafsu dari ketiga pria bejat itu.
Kasat Reskrim Polres Inhil Ajun Komisaris Ade Zamra, Minggu (2/11/2014), mengatakan pihaknya berhasil menciduk kelima pelaku di rumahnya masing-masing. (Baca juga: Bejat, Ayah Tega Perkosa Anak Kandungnya 35 Kali)
"Kelima pelaku sudah kami tangkap dan dilakukan penyelidikan. Jika terbukti, para pelaku dapat diancam pasal 285 KUHP, tentang pemerkosaan dengan hukuman diatas 5 tahun penjara," tegasnya.

IRT di Inhil Diperkosa 5 Pria di Kuburan dan Ruang Sekolah

IRT di Inhil Diperkosa 5 Pria di Kuburan dan Ruang Sekolah
Ilustrasi pemerkosaan. 

PEKANBARU - Sungguh perih yang dialami oleh HIY (24), ibu rumah tangga warga Kecamatan Reteh,Indragiri Hilir (Inhil) ini. Hanya dalam semalam, ia diperkosa secara bergiliran oleh 5 pria lalu ditinggal begitu saja.
Peristiwa duka yang dialami HIY pada Kamis (31/10/2014) malam. Awalnya, korban diajak bertemu oleh 2 pelaku, bernama Wage (21) dan Dodi (25).Karena sudah kenal, korban pun tak menolak ajakan pertemuan itu. Korban dijemput dari rumahnya dengan satu sepeda motor.
Entah kenapa, pelaku justru membawa korban ke areal pemakaman Cina di Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Inhil. Sesampainya di pekuburan itu, Wage mengajak korban untuk melakukan perbuatan suami istri, namun hal itu spontan ditolak korban.
Namun, karena tak kuat melawan, Wage akhirnya berhasil menggagahi korban. Setelah Wage puas melampiaskan nafsu bejatnya, giliran Dodi yang ikut memperkosa korban. Keduanya lantas meninggalkan korban di kuburan tersebut.
Korban pun hendak pulang ke rumahnya dan meminta pertolongan. Mendadak, muncul 3 pemuda bernama Herman, Fani dan Putra yang berniat mengantar korban pulang ke rumahnya.
Tapi, saat di perjalanan, pelaku justru menggerayangi tubuh korban. HIY lantas memberontak, hingga motor yang ditumpanginya terjatuh. Saat itulah korban berusaha melarikan diri menuju arah gedung sekolah SMP Pulau Kijang Kecamatan Reteh.
Pelaku malah mengejar korban. Setelah berhasil menangkap HIY, mulut korbanpun lalu dibekap dan digiring ke sebuah kelas di gedung sekolah tersebut. Korban dipaksa kembali menjadi objek pelampiasan nafsu dari ketiga pria bejat itu.
Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Ade Zamra, Minggu (2/11/2014) mengatakan, pihaknya berhasil menciduk Kelima pelaku di rumahnya masing-masing.
"Kelima pelaku sudah kita tangkap dan dilakukan penyelidikan. Jika terbukti, para pelaku dapat diancam pasal 285 KUHP, tentang pemerkosaan dengan hukuman diatas 5 tahun penjara," tegas Kasat Reskrim.

Pembegal Sempat Setubuhi Istri Korban


Pembegal Sempat Setubuhi Istri Korban
Tribun Lampung/Anung Bayuardi
Kepolisian Sektor Sungkai Selatan menangkap Agus bin Tuhirman alias Peru, Senin (3/11/2014). 

KOTABUMI - Kepolisian Sektor Sungkai Selatan menangkap Agus bin Tuhirman alias Peru, Senin (3/11/2014) pukul 02.30 WIB.
Kapolsek Sungkai Selatan Kompol Joni Effendi menerangkan Peru dibekuk di rumahnya di Dusun Talang Pending Desa Negeri Ujung Karang, Muara Sungkai, Lampung Utara.
"Saat ditangkap tersangka tidak melawan," jelasnya.
Ia ditangkap berdasarkan laporan Ma (27), warga Muara Sungkai, Lampung Utara. Sebelumnya rekannya, Chandra Jaya Kusuma lebih dahulu dibekuk polisi.
"Kejadiannya 1 November 2014," ujarnya.
Kapolsek Sungkai Selatan Kompol Joni Effendi mengatakan aksi Peru dan komplotannya bermula saat Chandra dan kawan-kawan mendatangi rumah korban, menanyakan mengapa tidak jadi menggelar pertunjukan layar tancap.
"Ketiganya langsung datang ke rumah korban," ujarnya, Senin (3/11).
Di saat itulah, ketiga orang ini meminta korban mencari uang sebagai ganti rugi. Korban akhirnya meminjam kepada tetangganya yang ditemani Ri (buron).
Tinggallah Chandra dengan istri korban bernama An (22).
"Chandra perkosa korban sebanyak 2 kali," katanya.

Senin, 03 November 2014

Mahasiswi dari Bandung Dirampok dan Diperkosa


JAKARTA - Mahasiswi asal Bandung, FRA (22), dan rekannya AG, menjadi korban perampokan oleh pria tidak dikenal, di Hotel Harris, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Kamis (13/6/20130). Selain dirampok, FRA juga mengaku diperkosa pria tak dikenal itu.

"Kamis (13/6/2013) pukul 14.00 WIB, FRA berkenalan dengan seorang pria. FRA mengaku sebelumnya dikenalkan dengan pria tersebut oleh temannya bernama Gina," ucap Rikwanto, Jumat (14/6/2013) di Mapolda Metro Jaya.

Saat itu, FRA bertemu pelaku untuk bertransaksi berlian. Lalu, keduanya menuju ke sebuah kamar, yang sebelumnya sudah dipesan oleh pelaku atas nama Rosa Kharisma. Sesampainya di kamar, korban mengaku ditodong pisau, lalu dibawa ke tempat tidur, kemudian diborgol dan diikat menggunakan tali plastik.

Korban juga mengaku diancam dengan pisau, agar menyerahkan PIN kartu ATM miliknya dan diperkosa.Menurut FRA, ia juga dipaksa pelaku menghubungi rekannya yang bernama AG untuk datang ke kamar itu. AG datang ke kamar itu pada sekitar pukul 20:30.

"AG masuk kamar, lalu diikat. Harta bendanya dikuras, lalu pelaku kabur. Baru pada pagi harinya, Jumat (14/6/2013) pukul 07.00 WIB, keduanya bisa melepaskan ikatan borgol dan tali," tutur Rikwanto.

FRA  kemudian pergi melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Kelapa Gading, sementara AG pergi meninggalkan hotel menuju Cipinang, Jakarta Timur, dengan alasan menemui kerabatnya.

FRA kehilangan satu buah jam tangan merek Guess, tiga HP senilai Rp 25 juta, berlian senilai Rp 150 juta, dan uang dolar AS senilai Rp 7 juta.

Sementara, AG mengalami kerugian berupa uang tunai yang belum diketahui jumlahnya. Hingga kini, keberadaan AG belum diketahui.

Astaga, Tiga Mahasiswi Disetrum, Dirampok dan Diperkosa Kenalan BBM

Astaga, Tiga Mahasiswi Disetrum, Dirampok dan Diperkosa Kenalan BBM
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

MEDAN - Astaga! Sebanyak tiga mahasiswi disetrum, dirampok dan diperkosa. Tiga mahasiswi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Medan tersebut berinisial Prh (20), Ldy (19) dan Pri (19). Seorang korban diperkosa pria kenalannya usai karaoke di Station KTV 5, Jalan Wajir Medan, Kamis (30/10) dinihari.
Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram Istanto di Medan, Jumat, mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan korban perampokan dan penganiayaan untuk segera diproses.
Kasus perampokan yang dialami mahasiswi itu, menurut dia, akan ditindak lanjuti dengan penyelidikan.
"Kita akan mengambil langkah proses lebih lanjut," ujar Kompol Bram.
Seorang korban mahasiswi, Pri (19) mengatakan, dirinya dengan rekannya Prh (20) dan Ldy (19) dengan menggunakan mobil Xenia warna silver bersama tiga pria kenalannya pulang karoke dari Station KTV 5 Jalan Wajir Medan, Kamis (30/10) sekitar pukul 02.00 WIB.
Kemudian, jelasnya, mereka minta diantarkan ke rumah kos yang berlokasi di Jalan Muktar Basri Medan.
Namun, ternyata ketiga pria yang dikenal melalui BBM (Blackberry Messenger) membawa ketiga mahasiswi tersebut ke arah Padang Bulan Jalan Letjen Jamin Ginting Medan.
Korban mulai curiga dan menanyakan kemana mereka mau dibawa. Namun, bukan jawaban yang diterima, tetapi pria tersebut marah dan mengeluarkan senjata api (senpi) dan alat setrum.
"Seluruh barang milik mereka berupa telepon selular, dan uang diambil pelaku," kata korban Pri.
Dia juga mengatakan, ketiga pria tersebut juga menganiaya mahasiswi itu dengan menyetrum bagian badan mereka.
"Saya juga diperkosa di dalam mobil, kami diturunkan di kawasan Jalan Setia Budi Medan," kata korban sembari menuju ruang SPKT Polresta Medan untuk melaporkan kejadian tersebut.

Sabtu, 01 November 2014

Ditinggal Istri Jadi TKW, RF Perkosa Putrinya Berkali-Kali


Ditinggal Istri Jadi TKW, RF Perkosa Putrinya Berkali-Kali
kompas.com
korban diperkosa

MAKASSAR  - Salah seorang warga Biringkanaya, Makassar, RF (52) memperkosa anak kandungnya BU, umurnya belum diketahui, berulang kali sejak bulan September 2014 lalu.
RF memerkosa anaknya lantaran ditinggal oleh istrinya dan bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Mantasia, Kamis (30/10/2014) mengatakan setiap ingin menjalankan aksinya, RF selalu mengancam BU, demenggunakan sebilah parang panjang, apabila korban tidak menuruti kemauannya maka dia akan menebasnya dengan parang tersebut.
Kasus tersebut terungkap setelah keluarga korban melihat gerak gerik korban seperti orang yang sudah berkeluarga. Dan korbanpun mengaku kerap diperkosa oleh ayahnya. Pada Rabu (29/10/2014) malam, korban yang ditemani oleh keluarganya ke Polrestabes Makassar untuk melaporkan perbuatan ayahnya tersebut.
"Tak lama anaknya melaporkan hal itu kepada kami, ayah korban yang juga pelaku pencabulan menyerahkan diri Kamis dinihari," ujar Mantasia.
Mantasia melanjutkan, kasus tersebut sebenarnya terjadi pada September lalu. Namun kasus itu baru diketahui.‬ Karena pihak korban baru berani mengatakan kepada keluarganya yang lain.
Hanya Mantasia belum berani menyebutkan umur korban, karena penyidik mengalami sedikit kendala, yakni belum mengetahui pasti usia korban dan tidak ada kartu identitasnya, makanya segera dilakukan pemeriksaan medis kepada korban.‬
‪“Korban itu tidak memiliki Identitas, tidak punya KTP, tidak ada kartu keluarga. Penyidik belum bisa menjelaskan apakah korbannya di bawah umur atau tidak, butuh pemeriksaan oleh penyidik, Kami juga sangat berhati-hati dalam menangani kasus yang seperti ini,” kata Mantasia.

Siswi yang Diperkosa Enam Pria Itu Kini Hamil Dua Bulan


Siswi yang Diperkosa Enam Pria Itu Kini Hamil Dua Bulan
Ilustrasi

JAKARTA - LY (13) tak menyangka perkenalannya dengan seorang pria berujung pada kehamilan di luar nikah.
LY tak hanya diperkosa oleh teman prianya tersebut, melainkan juga oleh lima orang pria lain. Kelima pria tersebut mengenal LY melalui teman prianya tersebut.
"Ibu korban, AP, melaporkan kejadian ini ke unit PPA pada 23 Agustus 2014. Saat ini, kami telah memeriksa dua orang saksi, yaitu orangtua LY," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Selatan Ipda Nunu kepada Kompas.com, Kamis (4/9/2014).
Berdasarkan cerita AP, seperti yang dituturkan Nunu, LY dan keenam pelaku saling berkirim pesan singkat lewat ponsel.
Pada suatu kesempatan, mereka pun memutuskan untuk bertemu bersama-sama di suatu kawasan perumahan di Ciputat, Tangerang Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, LY diperkosa oleh keenam teman prianya.
Menurut Nunu, keenamnya tidak berada dalam pengaruh alkohol saat melancarkan aksi bejat tersebut.
"Sampai saat ini, pelaku masih dalam pencarian. Kami belum menemukan petunjuk identitasnya, selain mereka adalah orang dewasa," kata Nunu.
Dalam menjalani kehamilan dua bulan tersebut, menurut Nunu, LY sudah tidak bersekolah.

Gadis Ini Bongkar Kelainan Seks Rata-rata Siswi di Sekolahnya


Gadis Ini Bongkar Kelainan Seks Rata-rata Siswi di Sekolahnya
KOMPAS.com / ABDUL HAQ
IT (19), gadis belia ini tengah diperiksa aparat kepolisian di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan setelah melamar kekasihnya hasil asmara sesama jenisnya. Kamis, (30/10/2014). 

GOWA — Pernikahan sesama jenis yang nyaris terjadi antara dua gadis belia, IT (19) dan VN (23), di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ternyata mengungkap sejumlah perilaku ganjil siswa sebuah sekolah di daerah itu. Menurut pengakuan salah satu gadis tersebut, perilaku seks menyimpang ini pertama kali ia kenal di lingkungan sekolah.
IT yang sekarang ini berstatus sebagai seorang pelajar di salah satu sekolah pelayaran di Kabupaten Gowa menuturkan bahwa rata-rata siswi pelayaran di sekolahnya memiliki perilaku seks menyimpang sebagaimana halnya dirinya.
IT berkisah, awalnya ia adalah wanita normal yang terkadang naksir pada teman lelakinya, meski hal itu hanya harapan yang tak kesampaian. Setelah menamatkan pendidikan di bangku sekolah menengah pertama (SMP), ia pun melanjutkan pendidikannya di sekolah pelayaran. Di sekolah inilah ia mulai bersentuhan dengan perilaku seks menyimpang.
"Saya tinggal seasrama sama teman-teman (perempuan), dan mereka rata-rata berpacaran dan tinggal sekamar. Saya juga sempat pacaran sama seniorku, tapi sekarang dia sudah selesai dan pulang ke kampungnya," jelas IT di hadapan polisi.
Selain itu, IT juga mengakui bahwa wanita penyuka sesama jenis memiliki beberapa komunitas. Mereka terbagi menjadi dua, yakni buci dan female. Buci memiliki ciri khas rambut cepak, sedangkan female memiliki ciri berambut panjang.
IT sendiri masuk dalam komunitas Buci yang berperan sebagai pria. Ia menjalin kasih dengan VN sejak tiga bulan lalu. Sejak saat itu, IT tinggal bersama VN di salah satu rumah kos di sekitar Panakkukang, Makassar.
Impian mereka pun untuk membina rumah tangga layaknya suami istri pun kini kandas setelah rencana pernikahan keduanya ketahuan oleh pihak orangtua VN. Kini, IT meringkuk di sel Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Bontomarannu dengan tuduhan penipuan.
Diberitakan sebelumnya, dua gadis di Kabupaten Gowa dibekuk polisi setelah keduanya nyaris menggelar resepsi pernikahan sesama jenis. Salah satu gadis, IT, ditahan polisi dengan tuduhan penipuan. Ia sempat membawa calon mempelai pria "fiktif" untuk mengelabui orangtua VN.

Jumat, 31 Oktober 2014

Pemuda Ini Ketagihan Cabuli Pelajar SMP


Pemuda Ini Ketagihan Cabuli Pelajar SMP
Tribunnews.com
Ilustrasi korban pencabulan 

TANGERANG— Seorang penjaga salon bernama Agus (34) digelandang ke Mapolresta Tangerang setelah dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang ABG lelaki berinisial NO (14).
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Tangerang, Inspektur Satu Wawan pada Jumat (31/10) mengatakan, Agus diringkus di kawasan Perumahan Mustika Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Kamis (30/10) kemarin.
"Kami tangkap berdasarkan laporan dari orangtua korban, bahwa Agus sudah lebih dari satu kali melecehkan anak mereka yang baru duduk di kursi 2 SMP itu," kata Wawan.
Kepada polisi, Wawan mengaku ia sudah menyodomi NO sebanyak lima kali. "Korban dilecehkan pertama kali bulan Mei, dan terakhir bulan Oktober ini," kata Wawan.

Dijanjikan Masuk Surga, Pemuka Agama Setubuhi Jamaahnya

MARABAHAN - Pemuka agama seharusnya menjadi teladan dan contoh bagi masyarakat sekitarnya, tapi tidak bagi SA (55), warga Desa Tinggiran Baru Kecamatan Mekarsari ini.  Ia malah menyetubuhi dua orang jamaahnya berinisial NM (35) dan NI (28),  warga setempat.
Perbuatan yang dilakukannya sejak tahun 2010 silam baru terbongkar, Selasa (28/10) malam tadi,  setelah keluarga korban melaporkan perbuatan SA ke Polsek Mekarsari.
Karena di Polsek Mekarsari tidak ada unit PPA dan sempat terjadi keributan usai penangkapan SA yang dikenal sebagai pemuka agama tersebut, kasusnya  langsung dilimpahkan ke Polres Batola.
Dari informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin (JPNN Grup), perbuatan pelaku terhadap dua orang korban tersebut, bermula saat NM membersihkan kamar SA seorang diri sebagai bentuk penghormatan dirinya, karena suaminya sudah diajak mengajar di tempat pengajian SA.
Melihat NM rajin membersihkan kamarnya seorang diri, SA menghampirinya dan mengiming-imingi korban dengan perkataan kalau ingin iman sempurna dan masuk surga, maka, harus melayani dirinya.
Setelah memikirkan beberapa waktu, NM terpengaruh dengan iming-iming SA dan akhirnya adegan sepasang suami istripun terjadi antara SA dan NM.
Hal yang sama juga dialami NI. Bahkan 2010 lalu, saat pertama kali diiming-imingi, ia masih perawan dan akhirnya disuruh berkeluarga sampai sekarang memiliki dua orang anak.
Perbuatan SA sendiri terbongkar setelah NM yang sempat mengalami defresi dan mencoba bunuh diri menceritakan perbuatan SA kepada keluarganya. Karena sudah tak tahan dengan perbuatan SA yang terus menerus melakukan perbuatan persetubuhan dengan iming-iming yang sama.
SA mengaku, melakukan persetubuhan kepada korban sudah beberapa kali dan itu pun dilakukan karena istrinya lagi sakit. “Saya melakukannya baru 10 kali dan itupun dilakukan atas dasar suka sama suka,” ujarnya.
Kasatreskrim Polres Batola, AKP Andri Hutagalung mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan pengembangan kasus pemuka agama yang menyetubuhi dua orang jamaahnya secara paksa.
Sebab tak menutup kemungkinan, menurut Andri, korban akan bertambah. “Untuk tersangka sendiri saat ini kami kenakan pasal 285 dan 294 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara,” tegasnya.

Pemulung Hamili Anak Angkatnya Sendiri

Pemulung Hamili Anak Angkatnya Sendiri
surya/zainuddin
AYAH CABUL - Anggota Satreskrim Polres Malang Kota menggelendang tersangka pencabulan anak angkatnya sendiri, Rabu (29/10/2014).

MALANG - Intan (nama samaran) yang masih berusia 16 tahun harus menangung malu. Lulusan SD ini hamil enam bulan akibat perbuatan bapak angkatnya berinisial TMR (39) yang domisili di Jalan Gadang, Kota Malang.
Perbuatan tak senonoh ini pertama kali terjadi pada pertengahan Januari 2014, pukul 01.00 WIB. Tersangka yang setiap harinya menjadi pemulung ini masuk ke kamar korban dan memaksa korban melayani nafsu bejatnya. Awalnya korban memberontak saat tersangka memaksanya. “Tapi tersangka mengancam akan bunuh diri bila korban tidak mau melayani,” kata Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni, Rabu (29/10/2014).
Sejak kejadian itu, tersangka semakin ketagihan. Tersangka mengulang perbuatannya akhir Januari 2014, Februari 2014 dan Maret 2014. Empat kali menyetubuhi anak angkatnya, tersangka dua kali menggunakan pengaman.
Kasus ini terungkap setelah menjadi bahan pembicaraan warga sekitar. Menurut Nunung, seorang warga sempat bertanya langsung kepada korban. Korban pun menjawab dengan polos bahwa tersangka adalah ayah dari anak yang dikandungnya.
Kejadian ini langsung dilaporkan ke Mapolres Malang Kota. “Tersangka ditangkap Senin (27/10/2014) lalu,” tambahnya.

Istri Setuju Suami Tiduri Anak Angkatnya

MALANG - Pemulung berinial TMR (39) yang meniduri anak angkatnya, Intan (16) hingga hamil, ternyata mendapat izin dari istrinya. TMR juga beralasan ingin memiliki anak dari korban.
Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni menyebutkan, korban adalah anak kandung teman tersangka. Ibu korban meninggal tidak lama setelah melahirkan korban. Sedangkan ayah korban juga meninggal saat korban berusia tiga bulan.
“Tersangka menikah sudah 17 tahun tapi belum memiliki anak,” kata Nunung, Rabu (29/10/2014).
Menurut Nunung, motif persetubuhan ini karena tersangka ingin memiliki anak dari korban. Awalnya tersangka menyembunyikan persebutuhan tersebut dari istrinya. Setelah dua kali meniduri anak angkatnya, tersangka mengungkapkan kepada istrinya.
Bukannya melarang atau marah, istri tersangka malah setuju dimadu. Sejak saat itulah tersangka berniat menikahi korban. Bahkan tersangka sudah mengemukakan niatnya kepada keluarganya. Keluarganya pun setuju dengan niat tersangka. Apalagi tersangka belum memiliki anak setelah menikah selama 17 tahun.
Tapi sebelum pernikahan tersebut digelar, Satreskrim Polres Malang Kota membekuk tersangka. Saat ini korban sudah hamil enam bulan, sedangkan istri tersangka hamil empat bulan. “Berdasar pengakuannya, tersangka hanya berhubungan dengan istri dan anak angkatnya,” tambahnya.