Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!
Tampilkan postingan dengan label Ajaib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ajaib. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Juli 2011

Ajaib, Selamat Usai Terjatuh dari Lantai 47

Moreno mengalami koma selama hampir sebulan.

Alcides Moreno pulih usai terjatuh dari lantai 47 (oddee.com)

Alcides Moreno pernah begitu dekat dengan maut. Bersama kakaknya, pria yang bekerja sebagai pembersih kaca gedung bertingkat, itu terjatuh dari lantai 47 sebuah apartemen di Manhattan, Amerika Serikat.
Seperti dikutip dari laman The New York Times, kakaknya, Edgar tewas terhempas bersama gondola yang mengangkut mereka. Sedangkan Moreno selamat, meski sempat mengalami masa kritis sesaat setelah gondola terhempas.
Bahkan, ia harus menjalani bedah perut di ruang gawat darurat karena dokter tak berani mengambil risiko untuk memindahkannya ke ruang operasi. Sedikitnya 24 kantong darah dan 19 unit plasma diperlukan.
Moreno mengalami koma selama hampir sebulan. Selama menjalani perawatan intensif, Moreno setidaknya melalui sembilan kali operasi tulang. Moreno sadar tepat di hari Natal pada akhir tahun 2007.
Masih dengan berbagai selang yang terhubung ke mesin di ruang Intensive Care Unit (ICU), Moreno tiba-tiba mengulurkan tangan dan membelai wajah wanita di dekatnya, yang ternyata adalah istrinya.
"Apa yang sudah saya lakukan," kata Moreno sesaat setelah tersadar dari koma. Kalimat itu membuat sang istri sontak tak kuasa menahan haru melihat keajaiban itu.
Moreno kemudian menjalani serangkai rehabilitas untuk membuatnya bisa berjalan kembali. "Jika Anda percaya keajaiban, ini adalah bukti," kata Dr Philip Barie, kepala divisi perawatan kritis di New York-Presbyterian/Weill Cornell Medical Center, tempat Moreno dirawat.

Ajaib, Terbangun Setelah ‘Tidur’ 19 Tahun

Pria yang sempat tak punya harapan hidup itu terbangun di usia 42 tahun.

Terry Wallis dan saudara perempuannya (AP Photo/ Brian Chilson)

Adalah sebuah keajaiban Terry Wallis bisa terjaga dari 'tidur' panjang selama 19 tahun. Cedera parah di otak akibat kecelakaan mobil membuatnya hidup di bangsal panti jompo selama hampir dua dekade.
Otaknya secara perlahan menyembuhkan diri dan membangun koneksi baru pada 2003. Pria yang sempat tak punya harapan hidup itu terbangun di usia 42 tahun. Para ahli medis menilai itu sebagai keajaiban di dunia kedokteran.
"Otak Terry mungkin telah mencari jalur baru untuk membangun kembali hubungan fungsional ke daerah-daerah yang melibatkan bahasa dan kontrol motorik, yang rusak akibat cedera," kata Nicholas Schiff, penulis senior studi tentang kerusakan otak yang terbit dalam Journal of Clinical Investigation seperti dimuat ABCNews.
Meskipun secara teknis sadar, Wallis sempat didiagnosis menderita amnesia akut. Ia merasa dirinya berada di tahun terjadinya kecelakaan, 1980-an. Ia juga kehilangan kemampuan bicara, makan, dan berjalan.
"Pencitraan otak berteknologi tinggi menunjukkan bahwa sel-sel otak di daerah yang relatif tidak rusak perlahan-lahan tumbuh dan saling terhubung selama bertahun-tahun," kata Schiff, yang juga direktur Laboratorium Cognitive Neuromodulation Weill Cornell Medical College, New York.
"Ada kemungkinan pasien yang dalam keadaan transisi sadar, tidak didiagnosis dalam keadaan vegetatif, sehingga tidak mendapat perawatan dan sumberdaya yang lebih baik," kata Giacino, Direktur Asosiasi Neuropsikologi di JFK Johnson Rehabilitation Institute, Edison.
Sebab, sulit mengukur kesadaran pasien yang tidak bisa berbicara, menanggapi suara atau memindahkan kepala mereka meski mata terbuka.
Wallis berusia 22 ketika terluka parah dalam suatu kecelakaan mobil. Setelah koma, dokter memvonis ia akan menghabiskan sisa hidupnya di tempat tidur. Wallis lalu dipindahkan ke sebuah panti jompo.
Sang ibu terus menemani selama Wallis dalam keadaan vegetatif. Dan semua orang terkejut saat Wallis memanggil "Ibu" setelah dua dekade terbaring tanpa daya. Keadaan langka ini dinilai sebagai babak baru dalam penelitian kesadaran di masa depan. Kisah Wallis dibuat dalam sebuah dokumenter berjudul 'The Man Who Sleep 19 Years'.