Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Jumat, 11 Januari 2013

Pelaku Pencabulan Dipolisikan


PENCABULAN.jpg
ISTIMEWA
Ilustrasi


PONTIANAK - Tak terima dengan kelakuan DN yang melakukan pencabulan terhadap D (13), kakaknya DK (24) melapor ke Polresta Pontianak, Sabtu (5/1/2013).

Kejadian tersebut pertamakali pada Minggu (11/11) pukul 01.00 WIB di kontrakan korban. Kemudian kejadian terulang pada hari yang sama hanya berbeda waktu, pukul 11.00 WIB. Aksi pelaku diketahui oleh kakaknya Kamis (03/1/2013). 

Lantaran merasa dibohingi, korban melaporkan kejadian tersebut kepada kakaknya. Mendengar cerita seperti itu, tentu saja sang kakak tak terima dan melaporkan peristiwa tersebut. Berdasarkan laporan tersebut, pelaku menyetubuhi korban dengan cara awalnya menjanjikan akan memperbaiki sepeda motor korban yang rusak.

Kemudian pelaku mengatakan kepada korban akan memperbaiki kalau korban korban mau disetubuhi. Malangnya, ternyata setelah korban disetubuhi sebanyak dua kali oleh pelaku, korban dibohongi oleh pelaku. Ternyata sepeda motor tersebut tidak diperbaiki.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Puji Prayitno membenarkan kejadian tersebut. "Saat ini sudah kita tangani dan masih dalam proses penyelidikan. Selain itu, kami juga sudah menahan pelaku untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawabannya," tegas Puji, kepada Tribunpontianak.co.id, Sabtu (5/1/2013).

Kamis, 10 Januari 2013

Kematian Fitriany Belum Terungkap


Temuan-Mayat.jpg
Ilustrasi
Ilustrasi


MEMPAWAH - Pihak kepolisian Polsek Sungai Pinyuh masih melakukan penyelidikan kasus kematian Harnovian Fitriany (15) siswi SMK I Mempawah Hilir pekan lalu. Hingga kini, kematiannya sudah sembilan hari, namun pihak kepolisian belum mengungkap pembunuh yang menjadi dugaan kuat semua pihak termasuk dari kepolisian sendiri masih tidak ada titik terang.

Kanitserse polse Sui Pinyuh, IPDA Sugeng Ade Wijaya mengatakan, penyelidikan yang dilakukan pihaknya masih tidak ada titik terang. Bahkan hasil autopsi sebagai bukti penguat dalam dugaan pembunuhan gadis dibawah umur itu belum juga keluar. "Saat ini kita masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Semua yang berkaitan dengan korban suda coba kami identifikasi," ujarnya.

Sejauh ini, lanjutnya masih berusaha mengungkap dari dugaan saja. Adanya bukti kekerasan yang terjadi pada mayat menjadi penguat bahwa penyebab kematian korban memang di bunuh. Bantuan semua pihak sangat dibutuhkan guna mendukung pengungkapan yang sedang berlangsung. Penyelidikan terus dilakukan guna mencari titik terang.

"Sementara kita terus berupaya melakukan lidik, kita juga mohon doa supaya hal ini cepat terungkap. Tidak hanya dari pihak keluarga saja yang menginginkan pelaku bisa tertangkap, tapi bagi kami juga merupakan sebuah atensi jika memang ini benar-benar kasus pembunuhan," paparnya.

Menurutnya dalam upayanya semua sudah dilakukan. Sasaran identifikasi juga dilakukan terhadap seluruh karyawan yang berada paling dekat dengan lokasi ditemukannya mayat korban. Prosesnya masih dalam tahap pengembangan. "Belum ada kemajuan yang signifikan dari pengungkapan ini," tukasnya.

"Kita masih tetap beruapaya semaksimal mungkin. Sambil berharap apa yang sudah kita dalami bisa terungkap. Dan saat ini kita sudah ada beberapa bagian yang lebih kita dalami untuk pengungkapan itu. Tapi masih belum bisa kita jelaskan," terangnya kepada Tribunpontianak.co.id, Sabtu (29/12/2012).

Demi Ibu, Gadis 18 Tahun Lego Keperawanan


1516302-rebecca-bernardo-620X310.jpg
Kompas.com
Rebecca Bernardo (18) menunggui ibunya yang menderita stroke di kediaman mereka di kota Sapuacu, Brasil. Akibat tak punya biaya berobat Rebecca nekat melelang keperawanannya untuk penawar tertinggi.

BRASILIA - Untuk mengobati sang ibu yang menderita stroke, Rebecca Bernardo (18) melelang keperawanannya.
Gadis asal kota Sapeacu, Negara Bagian Bahia, Brasil, ini berharap bisa mengumpulkan cukup uang untuk mengobati ibunya.

Rebecca mengaku memang mengikuti jejak Catarinia Migliorini, wanita Brazil yang melelang keperawananya seharga Rp 7,5 miliar.  Namun, keputusannya untuk menawarkan keperawanannya kepada penawar tertinggi setelah hasil segala upaya dan pekerjaan yang dilakukannya tetap tak mencukupi untuk biaya berobat sang ibu.

"Selalu ada waktu saat Anda harus memutuskan sesuatu untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan," kata Rebecca kepada CNN.

Rebecca kemudian merekam penawarannya dan mengunggah rekaman itu ke situs YouTube pada November lalu. Namun, sejauh ini, hasilnya belum terlihat.

Sejauh ini, baru 14.000 orang yang melihat penawarannya itu dan tawaran tertinggi baru sekitar 35.000 dollar AS atau sekitar Rp 337 juta.

Sebuah stasiun televisi lokal sebenarnya sudah menawarkan untuk membayar penuh biaya pengobatan ibunda Rebecca. Namun, gadis ini menolak karena dia membutuhkan biaya cukup bukan hanya untuk pengobatan ibunya, melainkan juga untuk biaya kepindahan mereka berdua.

Meski upaya Rebecca ini untuk membantu pengobatan ibunya, ternyata sang ibu tak setuju dengan rencana putrinya itu. "Dia seharusnya mencari pekerjaan. Dia tak boleh menjual dirinya," ujar sang ibu.

Kasian! Dua Bocah Ini Mendapat Pelecehan Seksual


IPOH - Dua perempuan kakak beradik berusia enam dan delapan tahun di Perak, Malaysia, diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh ayah, paman, tante, bahkan kakek mereka, selama beberapa tahun terakhir.

Ibu mereka selama ini tidak mengetahui apa yang terjadi pada kedua putrinya, hingga seorang putrinya mengeluh menderita sakit di bagian bawah tubuhnya, kepada seorang kerabat mereka.

Diwartakan Thestarmalaysia dan dikutip Tribunnews.com, sang ibu biasa menitipkan kedua putrinya di rumah kerabatnya di wilayah Taiping, Malaysia, ketika ia berangkat kerja. Si ibu telah bercerai dengan suaminya, beberapa tahun lalu.

Suatu hari, sang ayah menculik mereka, mencekoki dengan obat, serta menutup mata dan mengikat tangan mereka.

Ia kemudian melakukan pelecehan seksual dan menyiksa mereka, bersama anggota keluarganya yang lain.

Marah atas perlakuan mantan suaminya, sang ibu melapor ke polisi pada 27 Desember 2012. Kepada polisi, ia mengatakan mantan suaminya bersama beberapa orang anggota keluarganya, telah melakukan pesta seks yang melibatkan putrinya.

Setelah mengirim anak-anaknya ke rumah sakit, sang ibu baru mengetahui bahwa selaput dara putrinya yang berusia delapan tahun robek, sementara bagian pribadi putri bungsunya mengalami luka.

Kepala Kepolisian Perak Deputi Comm Datuk Mohd Shukri Dahlan menuturkan, pihaknya tengah menyelidiki laporan tersebut. Para pelaku bakal dijerat bagian 376 (b) dari KUHP Malaysia tentang perkosaan.

Wow! Gratifikasi Layanan Seksual

PSK.jpg
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Banyak cara cara seseorang untuk melancarkan urusannya. Mulai dari pemberian imbalan, bahkan jasa seksual kepada seseorang, dengan tujuan untuk memuluskan keinginannya.

Untuk mengusut itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun angkat bicara mengenai hal tersebut, dan tidak perlu  ada aturan baru lagi untuk mengusut gratifikasi jenis tersebut.

Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiyono mengatakan, ada kesalahan persepsi dari media dalam pemberitaan soal gratifikasi seksual. Menurut Giri, KPK tidak sedang menyusun aturan khusus untuk mengusut gratifikasi seksual karena aturan tentang hal tersebut sebenarnya sudah ada, yakni Pasal 12B Ayat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurut Giri, dalam penjelasan Pasal 12B Ayat 1 UU No 20/2001 disebutkan bahwa yang dimaksud gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, meliputi pemberian uang, barang, diskon, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lain.

Giri menjelaskan, pemberian gratifikasi dalam bentuk layanan seksual masuk kategori pemberian fasilitas lain. "Sudah diatur dalam UU kita secara implisit, yakni pemberian 'fasilitas lain'," kata Giri, Kamis (10/1/2013), di Jakarta.

Dengan demikian, kata dia, tidak perlu dibuat aturan baru yang lebih khusus lagi, terlebih membuat UU untuk mengatur secara khusus pemberian gratifikasi seksual ini. KPK cukup mengusut pemberian gratifikasi seksual dengan UU Nor 20/2001.

"Jika ada pemberitaan yang menyatakan KPK sedang menyusun aturannya, hal tersebut hanya salah persepsi dari wartawan yang memberitakannya. Itu mislead," kata Giri.

Ditinggal Beli Nasi, Siswi SMP Diperkosa

Pontianak – Siswi SMP sebut saja Mawar, diperkosa pemuda berinisial Ud, Rabu (9/1). Gadis 12 tahun itu diperkosa di kediaman pelaku, Gang Abdul Karim, Jalan Ampera Pontianak Kota.
Keperawanan Mawar direnggut ketika pergi ke rumah JU, teman sekolahnya, bersama AF, 13, yang juga rekan sekolahnya. Kedua pelajar SMP ini mengendarai sepeda motor. Tujuan gadis berwajah manis ini mengambil contoh tugas pelajaran kesenian di kediaman JU tak jauh dari sekolah Islam ASWAJA.
Di perjalanan, handphone AF berdering. Dia dihubungi RI, temannya, dan menyuruh ke rumahnya. AF pun mengarahkan sepeda motornya ke rumah RI. Sesampainya di kediaman RI di Gang Abdul Karim, AF dan Mawar disuruh masuk dan duduk di ruang tamu. Di rumah tersebut sudah ada Ud yang tak lain keluarga RI.
Ud menyuruh RI membeli nasi bungkus. Karena tidak ada kendaraan, RI mengajak AF membeli nasi bungkus dan mereka meninggalkan Mawar. Selang 20 menit kemudian, RI dan AF kembali ke rumah tersebut. Kedua remaja ini terkejut melihat Mawar menangis tersedu-sedu dan pakaian serta rambutnya acak-acakan. Setelah puas memerkosa Mawar, Ud pun kabur. AF dan Mawar melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pontianak Kota.
“Saya bertanya kepada Mawar, mengapa dia menangis. Mawar bilang baru saja diperkosa Ud di kamarnya,” AF kepada petugas Polsek Pontianak Kota, kemarin.
Kapolsek Pontianak Kota Kompol Temmangganro M SIk mengaku jajarannya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Memastikan adanya tindakan kekerasan seksual, polisi melakukan visum dan mengecek ke lokasi kejadian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi juga mengamankan barang bukti berupa seprai dan bantal di kamar tersangka Ud.
“Selain itu kita amankan barang bukti berupa pakaian yang dipakai korban. Untuk sementara tersangka dinyatakan DPO (Daftar Pencarian Orang),” tegasnya.
Temmangganro menegaskan, jika terbukti terjadi kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, Ud dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara. “Kasus ini kami limpahkan ke Mapolresta Pontianak guna proses lebih lanjut,” ungkapnya.

Jokowi Walikota Terbaik ke-3 Dunia


Jokowi2.jpg
NET
Gubernur Jakarta Joko Widodo

PERTH - Joko Widodo atau Jokowi, mantan Wali Kota Surakarta yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta, terpilih sebagai wali kota terbaik ketiga sedunia dalam pemilihan World Mayor Project 2012.

Di atas Jokowi, wali kota terbaik sedunia 2012 adalah Wali Kota Bilbao (Spanyol) Inaki Azkuna. Wali Kota Perth Lisa Scaffidi berada pada peringkat kedua.

Keputusan ini diambil menyusul pencalonan dan pemungutan suara dalam pemilihan World Mayor Project 2012 yang berlangsung selama sembilan bulan yang dilakukan panel juri yang terdiri dari para anggota Yayasan Wali Kota Sedunia (The City Mayors Foundation).

World Mayor Project ini diorganisasi sejak 2004 oleh Yayasan Wali Kota Sedunia, sebuah lembaga pemikir untuk masalah-masalah perkotaan.

Menurut laporan harian The Western Australia, Selasa (8/1/2013), keberhasilan Scaffidi itu adalah karena keberhasilannya membawa Perth menjadi kota ketiga di Australia setelah Sydney dan Melbourne.

Scaffidi pertama kali terpilih sebagai wali kota pada 2007. Sejak itu, dia dianggap berhasil membawa Perth dikenal secara internasional.

Scaffidi menggunakan sosial media sebagai alat promosi dan mengatakan menggunakan Facebook dan Twitter untuk berkomunikasi dengan warga yang tidak bisa dicapai dengan model komunikasi yang lebih tradisional.

Sementara itu, Azkuna yang menjadi Wali Kota Bilbao sejak 1999 dianggap berjasa mengubah Bilbao dari kota industri yang semakin terpuruk sebelumnya menjadi kota internasional bagi turis dan seni.

Keberhasilan Bilbao dimulai pada 1997 dengan dibukanya Museum Guggenheim dan kemudian terpilihnya Azkuna sebagai wali kota dua tahun kemudian.

Terkait peringkat ketiga bagi Joko Widodo sebagai Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, situs resmi World Major Project menyebut keberhasilannya mengubah Surakarta dari kota yang banyak tindak kriminal menjadi pusat seni dan budaya, yang kemudian berhasil menarik turis internasional untuk datang.

Menurut situs tersebut, kampanye Joko Widodo melawan korupsi membuat dia juga dikenal sebagai politisi paling jujur di Indonesia.

Berikut para wali kota yang berada dalam 10 peringkat dunia: 1. Iñaki Azkuna, Bilbao, Spanyol; 2. Lisa Scaffidi, Perth, Australia; 3. Joko Widodo, Surakarta, Indonesia; 4. Régis Labeaume, Québec City, Kanada; 5. John F Cook, El Paso, AS; 6. Park Wan-su, Changwon City, Korea Selatan; 7. Len Brown, Auckland, Selandia Baru; 8. Edgardo Pamintuan, Angeles City, Philippines; 9. Mouhib Khatir, Zeralda, Aljazair; 10 Alfonso Sánchez Garza, Matamoros, Mexico.

Kakek 57 Sambas Cabuli Gadis Kurang Waras

SAMBAS - BS (57), warga Desa Sungai Rusa, Selakau Kabupaten Sambas Kalimantan Barat menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap MR (17), seorang gadis dibawah umur yang merupakan tetangga korban,

BS sendiri mengaku menyesal telah mencabuli tetangganya pada Sabtu (29/12/2012) lalu sekitar pukul 14.30 WIB di rumah kosong milik tersangka.

"Tersangka diamankan ke Polres Sambas pada 5 Januari, yang sebelumnya telah diamankan di Polsek Selakau pada 30 Desember 2012," ujar Kapolres Sambas, AKBP Pahala HM Panjaitan melalui Kasatreskrim Polres Sambas, AKP Dudung Setiawan yang didampangi Kanit PPA, Syamsuri kepada wartawan, Selasa (8/1/2013).

Dikatakan, saat itu korban sedang berada dirumahnya dan tidur dengan ibunya.

"Tidak berapa lama anaknya menghilang dan pergi keluar rumah, anaknya memang mengalami gangguan mental," katanya.

"Pada saat korban berada diluar kemudian bertemu dengan korban yang saat itu melintas, lalu tersangka menarik korban dan menggesekkan kemaluannya hingga keluar sperma," ujarnya.

"Sesudah melakukan aksinya pelaku kemudian kembali ke rumahnya, begitu juga korban yang menangis ditanya orangtuanya," katanya.

Tega! Seorang Kakek Cabuli Gadis 12 Tahun


Perkosaan-Malaysia.jpg
Ilustrasi
Ilustrasi

Pontianak - Tak kuasa menahan birahi, seorang kakek berinisial R telah memperkosa I (12) di rumahnya Kecamatan Pontianak Kota, Selasa (8/12/2013) pukul 18.15 WIB. Pelaku saat ini masih dalam proses pengejaran oleh pihak kepolisian terkait perbuatannya.

Menurut saksi yang merupakan teman korban, A (13) mengatakan pelaku merupakan orang yang sudah berumur. "Sudah kakek-kakek. Cuma umurnya saya tidak tahu pasti karena waktu itu pakai topi," ujarnya saat ditemui di Mapolsek Pontianak Kota, Rabu (9/12/2013).

Menurut A, pada saat kejadian dirinya sedang tidak bersama korban. "Saya pergi jalan-jalan dengan R sekitar 20 menit. Kemudian begitu sampai di rumah, pintunya terkunci. I ditelepon tak diangkat, ada sekitar setengah jam nunggu di luar rumah,"ceritanya.

Kapolsek Pontianak Kota Kompol Temangnganro Machmud mengungkapkan pelaku masih dalam proses pengejaran pihaknya. "Sementara, kasus ini diduga pemerkosaan. Untuk pastinya masih kita dalami sampai pelaku ditangkap," ujar Kapolsek, kepada Tribunpontianak.co.id.

Korban Perkosaan Syok


Perkosaan.jpg
Ilustrasi
Ilustrasi
 
PONTIANAK - Seorang siswi kelas dua SMP, FN (12) yang menjadi korban perkosaan masih terlihat syok, ia mencoba tetap tegas atas insiden yang menimpanya.
Tak banyak bicara keluar dari bibir mungilnya pertama memndatangi kantor Polis, hanya satu dua kata yang terucap.

Gadis belia warga Kecamatan Pontianak Barat ini diperkosa di Kecamatan Pontianak Kota, Selasa (8/1/2013) sekitar pukul 18.15 WIB, oleh seorang kakek-kakek, R. Setelah kejadian, ia didampinggi ibu dan keluarganya langsung melaporkan perkosaan tersebut. Namun Polisi tidak banyak mendapat keterangan karena ia masih syok.

FN baru bisa memberikan keterangan keesokan harinya. Bahkan ia agak sedikit santai walaupun terkadang masih tertunduk malu. "Saya pergi sama teman saya mau ngambil contoh tugas. Tapi ditegah jalan teman saya ditelpon RR kemudian kita ke sana," katanya, kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu (9/1/2013).

Ia menceritakan, sebelum kejadian ia bersama temannya berada di rumah pelaku. Kemudian temannya pergi bersama RR untuk membeli sesuatu. Saat itulah pelaku menjalankan aksinya dan merenggut mahkota FN yang sangat berharga. "Saya ditinggal pergi tidak lama, hanya sekitar 20 Menit," ungkapnya.

Rabu, 09 Januari 2013

Kaget! Ayah Temukan Anak Mesum di Ruang Tamu


Mesum-2.jpg
Ilustrasi

KEDIRI - Seorang siswi kelas 2 SMA berusia 16 tahun, berhubungan badan dengan Sa (17), Rabu (26/12/2012). Apesnya, aksi keduanya yang dilakukan di ruang tamu ketahuan orangtuanya AB, sepulangnya dari ladang.

Melihat anaknya di setubuhi SA, Remaja asal Dusun Kaliawen, Desa Ngino Kecamatan Plemahan, langsung melaporkannya ke polisi. Akibatnya, SA ditangkap polisi, Jumat (28/12/2012).

SA saat ini diperiksa penyidik unit PPA Polres Kediri setelah dilaporkan oleh AB, ayah korban.
Informasi yang dihimpun aksi mesum saat  Sa mendatangi rumah korban di Dusun Sukodono Desa Kedungmalang Kecamatan Papar.

Awalnya kedua remaja itu belasan tahun itu hanya ngobrol di ruang tamu. Ditengah obrolan, Sa mengajak korban untuk melakukan hubungan badan. Korban sempat menolak. Tapi setelah dirayu, korban hanya bisa pasrah. Sa pun leluasa menjalankan perbuatannya karena situasi rumah saat itu sepi.

Namun sekitar pukul 12.00 WIB, AB, ayah korban pulang dari bekerja di sawah. Alangkah terkejutnya karena saat membuka pintu, AB melihat anak gadisnya sedang disetubuhi remaja pria di ruang tamu rumahnya. Emosi AB tak terbendung. Dia langsung melaporkan hal itu ke polisi.

Kasubbag Humas Polres Kediri, AKP Budi Nurtjahjo mengatakan, korban telah dibawa ke rumah sakit untuk divisum. Petugas juga telah mengamankan Sa untuk dimintai keterangan atas perbuatannya. "Tersangka sudah ditahan. Kasusnya ditangani unit PPa," kata Budi.

Kasihan! Gadis 14 Tahun Disetubuhi Tetangga


Perkosaan-Malaysia.jpg
Ilustrasi
Ilustrasi


MALANG -  Suasana sepi di kediaman Puspa (14), nama samaran, dimanfaatkan oleh tetangganya, WD (33) melakukan pemerkosaan. Kini, korban  mengalami syok berat setelah diperkosa empat kali oleh WD (33).

Kapolsek Ngajum AKP Sri Sugeng Waskito mengatakan, remaja asal Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur, melapor ke Mapolsek Ngajum, Sabtu (5/1/2013) siang.
Siswi SMP melapor diantar ibunya. Dalam laporannya, mereka menyebutkan Puspa disetubuhi WD sejak tiga bulan silam.

"Korban sudah kami antarkan ke unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Polres Malang. Tapi, karena kondisinya masih sangat tertekan, korban belum bisa memberi banyak keterangan. Bahkan, saat kami tanya di polsek, dia juga kebanyakan diam tak menjawab," tutur Sugeng.

Dari penyelidikan sementara, Puspa dipaksa melayani nafsu WD saat korban sendirian di rumah. Ibunya yang telah bercerai hanya sesekali menengoknya, karena bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Kota Malang. Sedangkan ayah Puspa, bekerja sebagai tukang kayu di Dusun Mboro.

"Menurut pengakuan korban, tindakan pelaku dilakukan setiap kali mabuk. Kejadian ini terungkap, saat ibunya menengok anaknya dan mendapati celana korban terus menerus basah. Setelah didesak, korban mengaku ke ibunya telah disetubuhi pelaku," jelas Sugeng.

Begitu mendapat laporan, jajaran unit Reskrim Polsek Ngajum langsung menangkap WD, saat sedang menunggu istrinya melahirkan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.
"Tersangka mengakui perbuatannya, tapi katanya cuma dua kali. Sekarang penyidikannya kami limpahkan ke unit PPA," ucapnya. 

Istri tak Melayani, Tomo Garap Anak Tiri

PERKOSAAN.jpg
ISTIMEWA
Ilustrasi


KEDIRI -  Gara-gara istri tidak melayani, Tomo (42) yang tega mencabuli putri tirinya. "Istri saya selalu menolak setiap saya ajak berhubungan, karena mengaku kecapekan. Sudah setahun saya tidak berhubungan lagi," ungkap Tomo usai diperiksa penyidik Unit PPA Polres Kediri Kota, Selasa (4/12/2012).

Kepada penyidik, Tomo mengaku melakukan hubungan dengan anak tirinya itu sebanyak tiga kali.
Perbuatan itu dilakukan di dalam kamar serta kamar mandi, saat istrinya tidak ada di rumah.
"Seingat saya perbuatan itu kami lakukan tiga kali," ujarnya.

Perbuatan itu mulai dilakukan Tomo sejak awal Juli 2012. Bahkan, jika hasratnya muncul, Tomo tak segan-segan minta dilayani sambil berdiri di dapur dan di dalam kamar mandi.

Akibat keseringan berhubungan dengan anak tirinya itu, akhirnya anak tiri Tomo berbadan dua.

Mulanya, kata Tomo, saat pertama kali diajak bersetubuh, korban sempat menolak, sehingga dia memaksanya. Namun, lama-lama korban menurut jika diminta melayani nafsunya.

Polisi sudah mengamankan barang bukti dua celana dalam perempuan, sebuah BH, baju baby doll, kaos warna biru dan celana pendek, serta hasil visum dokter. Tersangka kini telah dijebloskan ke
dalam tahanan.

Tega! Ditinggal Kerja, Suami Cabuli Adik Ipar


PERKOSAAN.jpg
ISTIMEWA
Ilustrasi
 
BINTAN - Berawal istri keluar rumah, Ahui (31) tega mencabuli adik iparnya sendiri, Mrn (12). Sebelumnya, kedua manusia berlainan jenis ini sering bergurau lewat SMS.  Perbuatan itu di atas sepeda motor setelah sukses membujuknya.

Ahui yang sudah menikahi AL dikaruniai satu anak. AL yang juga kakak kandung Mrn tetap memberi semangat kepada Ahui walau kini ditahan di Rutan Tanjungpinang, Jumat (28/12/2012) dengan sangkaan mencabuli anak bawah umur diancam penjara maksimal 15 tahun.

Kejadian pencabulan itu bermula ketika Mrn menginap di rumah Ahui. Ketika itu AL sedang pergi ke Galang Batang sehingga yang berada dalam rumah hanya Ahui dan Mrn. Selama menginap, Mrn tidur dalam satu kamar bersama Ahui dan AL kakak kandungnya.

Ahui SMS ke Mrn mengajak ke toilet dan sempat menciuminya di toilet. Kemudian di lain hari Ahui mengajak Mrn bepergian naik sepeda motor. Ahui yang berprofesi sopir lori itu pun nekat membujuk dan menggarap Mrn di atas sepeda motor, September 2012.

Kini Ahui harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan mendekam di sel Rumah Tahanan Tanjungpinang. Polisi menjerat Ahui dengan  pasal 81 ayat 1 dan 2 UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, diancam penjara maksimal 15 tahun.

Kesucian Hilang di Malam Tahun Baru


Perkosaan.jpg
Ilustrasi


PRINGSEWU - Malam pergantian tahun merupakan malam yang indah bagi kebanyakan orang. Namun, tidak bagi SN (19) justru menjadi malam yang membawa petaka.

Pada malam spesial itu, gadis cantik harus kehilangan kesucianya karena  diperkosa bergiliran oleh dua orang tidak dia kenal. Peristiwa ini terjadi saat SN, warga Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah akan menghabiskan malam tahun baru bersama pacarnya, Agus (19) warga Kelurahan Pringsewu Utara, Kecamatan Pringsewu.

Sebelum kejadian, keduanga, Selasa (1/1/2013) sekitar pukul 02.00 WIB duduk-duduk di are pondok rest, tepi Jalan Lintas Barat sekitar persawahan Pekon Bulokarto, Kecamatan Gadingrejo. "Di lokasi itu bukan kami saja yang nongkrong, ramai," ujar Agus.

Menurut Agus, malam itu SN tidak berani pulang karena sudah terlalu larut malam. Sementara, Agus takut mengantarnya pulang. Sehingga, mereka memutuskan duduk-duduk di rest area sembari menunggu pagi datang.

Dini hari itu kemudian dua orang pria mengendarai Yamaha Jupiter Z hijau mendatangi Agus dan SN. "Mereka mengaku polisi dan menanyai apa yang sedang kami perbuat," kata Agus. Selanjutnya, Agus dan SN dibawa kedua orang itu pergi dengan alasan ke kantor.

Bukannya ke kantor polisi, kedua sejoli ini malah dibawa ke arah komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Tapi, sebelum tiba di komplek perkantoran mereka berhenti dan salah seorang pelaku membawa SN ke areal pesawahan dekat sungai Way Bulok.

Sementara, seorang pelaku lagi menahan Agus dan memintanya menunggu. Beberapa menit kemudian, giliran pelaku yang menahan Agus menghampiri SN. Sedangkan yang tadinya bersama SN gantian menunggui Agus. "Sekitar 30 menit, saya sebenarnya sudah curiga," ujar Agus.

Setelah itu, kedua pelaku meninggalkan Agus dan SN. Akan tetapi, saat itu SN tidak bersedia menceritakan apa yang telah diperbuat para pelaku terhadapnya. SN menceritakan peristiwa itu setelah bertemu Udin, pria yang sudah dia anggap kakaknya.

Kepolisian Sektor Gadingrejo telah menerima laporan  pemerkosaan yang dialami SN.
Menurut Kepala Polsek Gadingrejo AKP Heri Sugito, pihaknya sudah menangkap kedua pelaku. "Kedua pelaku sudah kami tangkap," ujarnya saat  Selasa (1/1/2013).

Sumber dari kepolisian menyebutkan, pelaku ditangkap setelah korban, SN bersama polisi, menjebaknya. Melalui ponsel SN bersama pelaku merencanakan pertemuan. Karena sebelum meninggalkan korban, seusai memerkosa seorang pelaku sempat meminta nomor handphone SN.

Seorang pelaku ditangkap polisi saat makan sate di wilayah Kecamatan Pringsewu. Pelaku lainnya, diketahui bernama Azis (25) juga berhasil diringkus. Kedua pelaku, ternyata warga Pekon Buluksari, Kecamatan Gadingrejo.  

Kedua pria ini, bukan anggota polisi dari satuan manapun. Untuk memperkuat bukti guna menjerat keduanya, polisi membawa SN ke Rumah Sakit Umum Pringsewu (RSUP) untuk keperluan visum.

Aki Cabuli Gadis Idiot

BS alias Aki di Mapolres Sambas
BS alias Aki di Mapolres Sambas
Sambas – Meskipun umurnya sudah kepala enam, namun nafsu BS, 60, mengalahi anak muda. Sampai-sampai MS, 17, gadis yang menderita keterbelakangan mental (idiot) pun dicabulinya. Warga Desa Sungai Rusa Selakau ini pun digelandang ke Mapolres Sambas.
Bs mencabuli MS yang tak lain tetangganya sendiri. “Saat ini tersangka BS sudah kita tahan di Mapolres, akan diusut tuntas, saksi dan warga serta korban sudah kita periksa,” tegas Kapolres Sambas AKBP Pahala HM Panjaitan melalui Kasat Reskrim AKP Dudung Setiawan didampingi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Syamsuri, Selasa (8/1).
Dudung mengatakan, BS mencabuli anak tetangganya di rumah kosong tak jauh dari rumahnya. Perbuatan pria paruh baya itu membuat warga Sungai Rusa berang. Apalagi BS dianggap sebagai tokoh agama, mantan ketua RT hingga mantan Kaur Pembangunan di desa setempat.
“Tidak wajar apa yang dilakukan BS, apalagi korban ini memiliki keterbelakangan mental. Kami akan kawal kasus ini ke polres,” ujar Buin Ismail, warga Desa Sungai Rusa.
Perbuatan cabul terjadi sekitar pukul 14.30, Sabtu 29 Desember 2012 lalu. Keesokan harinya BS diamankan warga dan dititipkan di Polsek Selakau. Tujuannya untuk menghindari amukan masyarakat. Beberapa hari kemudian pelaku dibebaskan, karena sebelumnya di Polsek Selakau sudah dilakukan kesepakatan damai antara pelaku dan korban.
“Namun kami tidak puas. Perkara ini harus ditangani secara hukum, karena menyangkut harkat perempuan. Oleh sebab itu kedatangan kami untuk memastikan semua berjalan sebagaimana aturan berlaku,” ujar Buin.
Mala, ibunda gadis yang dicabuli, tidak terima perbuatan BS. Dikatakannya, MS pulang ke rumah sembari menangis, saat ditanya, dengan nada sedih dia mencontohkan perbuatan BS yang dipanggil Aki itu. “Kami atas nama keluarga meminta pelaku dihukum sesuai aturan,” tegas Mala.
BS mengakui perbuatannya dan menyesali tindakannya. Sebelum mencabuli MS, pria tua itu mengambil kayu untuk memperbaiki rumahnya. Dalam perjalanan MS mengikutinya dari belakang sambil memanggil Aki. “Pada saat meletakkan kayu, tanpa sengaja, siku kanan saya menyentuh payudara MS, sehingga saya bernafsu. Kemudian saya meletakkan kayu dan meremas-remas payudaranya,” kata BS sambil menangis.
BS meminta maaf kepada keluarga MS. Dia mengaku khilaf. “Saya menyesal, saya mohon maaf kepada keluarga korban, keluarga saya, dan masyarakat,” katanya menangis.
Atas perbuatannya, BS dijerat Pasal 81 dan 82 UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. Kemudian pasal 290 ayat 1 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Disekap Empat Bulan dan Dipaksa Layani Nafsu Bejat

BATURAJA - Setelah berhasil melarikan diri dari sekapan ME (41), NA (18) melapor ke Polres OKU, Sumatera Selatan, Selasa (8/1/2013).
Di hadapan petugas, NA mengaku disekap ME sejak Agustus 2012, dan dibawa ke Lampung. Selama disekap, NA dipaksa melayani nafsu bejat ME.
NA menceritakan, peristiwa nahas menimpanya pada pertengahan Agustus 2012. Saat itu, korban main ke rumah keluarganya di Desa Penyandingan, Kecamatan Sosohbuayrayap, OKU. Rupanya, ME juga sedang berada di desa yang sama.
"Waktu itu ME menghubungi saya, dan mengajak bertemu di Jalan Raya Desa Penyandingan. Di sana, kami sempat ngobrol, tapi tidak lama dia memaksa saya agar ikut dengannya ke satu tempat," jelas NA kepada Tribun Sumsel (Tribunnews.com Network).
Menurut NA, ia dan ME sudah saling kenal sejak empat tahun lalu, meski baru tiga kali bertemu. Perkenalan antara mereka juga bermula dari telepon.
NA menegaskan tidak ada hubungan khusus (hubungan asmara), dengan pria yang usianya terpaut jauh dari usianya.
"Saya tidak menyangka dia sudah memiliki nilai jahat. Awalnya saya mengira hanya akan diajak jalan-jalan di sekitar desa. Namun, rupanya dia langsung tancap gas membawa saya ke Lampung," papar NA.
Begitu sadar dan merasa aneh dengan sikap ME, NA mengaku sempat protes dan minta diantar pulang ke Desa Penyandingan.
Namun, ME malah mengancam akan membunuh, bila tidak menurut dan mau ikut dengannya.
Mendengar ancaman mau dibunuh, korban jadi takut dan akhirnya duduk diam di boncengan sepeda motor ME, yang awalnya berpura-pura akan mengucapkan selamat kepada korban. Padahal, NA akan menikah dengan pria lain.
"Sudah sering saya mencoba melarikan diri dari sekapannya, tapi selalu gagal," tutur NA.
Kapolres OKU AKBP Azis Saputra melaui Paur Subbag Humas Aiptu I Wayan Sudahana mengatakan, kasus ini sedang dalam penyidikan.

Luka RI Akibat Diperkosa, Masih Tanda Tanya

 Aksi Solidaritas untuk RI, Terduga Korban PemerkosaanLihat Foto

Jakarta - Dokter Kebidanan Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, dr Lucky Savitry, enggan menyimpulkan luka yang terdapat di kemaluan RI, 11 tahun, akibat dari pemerkosaan atau kekerasan seksual. Menurutnya, tim dokter hanya memeriksa dan tidak sampai pada penyebab luka tersebut. "Hasil akhirnya ada perlukaan di bagian vaginanya," kata Lucky dalam konferensi pers di RSUP Persahabatan, Jumat, 4 Januari 2012.
Lucky menjelaskan, luka ditemukan secara tidak sengaja pada saat dokter memasukan obat anti kejang melalui dubur RI. Menurutnya, ada luka di kelamin dan anusnya kemungkinan akibat benda tumpul atau benda lainnya yang menyebabkan luka tersebut. "Tapi kami tidak bisa menjelaskan penjebabnya karena visum belum dilakukan," ujarnya.
Menurut Lucky, luka itu diperkirakan sudah lama, karena sudah infeksi. "Lukanya sudah lebih dari 24 jam dan kami tidak bisa pastikan lukanya kapan, kami juga tidak tahu riwayat sebelumnya."
Sementara dokter spesialis anak, Emma Nuhaema mengatakan, RI juga mengalami infeksi atau radang otak. Namun, ia belum bisa memastikan apakah infeksi otak disebabkan karena kejang atau infeksi di vaginanya. "Kami sudah lakukan pemeriksaan CT scan dan ternyata ada infeksi otak, karena kejang atau bisa dicurigai mungkin dari luka (di kemaluannya) itu," ujarnya.
Saat ini, menurut dia, keadaan RI masih dalam kondisi sakit berat, tapi pasien sudah tidak mengalami kejang. RI, yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar kelas 5, masih terbaring koma di ruang ICU. Dia mengalami koma sejak 29 Desember 2012 dan hingga kini belum sadar.

8 Gadis Ingusan Jadi Korban Perkosaan

JOMBANG - Kasus perkosaan di Jombang sepanjang tahun 2012 sebanyak delapan kasus. Jumlah ini lebih kecil ketimbang tahun 2011 yang mencapai 15 kasus.
  
Namun yang memprihatinkan, dari delapan kasus perkosaan tersebut, seluruhnya menimpa gadis ingusan alias masih di bawah umur. Hal itu tercatat dari laporan yang masuk di Womens Crisis Center (WCC), sebuah LSMN yang bergerak dalamk isu-isu perempuan dan anak korban kekerasan.
  
"Secara data, angka kasus perkosaan memang terjadi penurunan. Tapi bukan berarti keperihatinan berkurang. Justru sebaliknya, semakin memprihatinkan karena seluruh korban masih berusia di bawah umur,” kata Direktur WCC Jombang, Palupi Pusporini, Rabu (2/1/2013).
  
Palupi menjelaskan, yang juga cukup menjadi keprihatinan WCC adalah
para pelaku perkosaan terhadap gadis di bawah umur sendiri merupakan orang yang memiliki hubungan darah, kekerabatan, serta perkawinan.
  
“Semisal suami, ayah, kerabat laki-laki. Secara tidak langsung kondisi itu mematahkan mitos yang menyebut rumah sebagai tempat aman bagi perempuan, dan perempuan akan terlindungi bila selalu bersama dengan anggota keluarganya yang laki-laki," katanya.
  
Palupi merinci, secara umum selama tahun 2012 pihaknya menangani 65
kasus kekerasan dalam rumah tangga. Detailnya, kekerasan terhadap istri sebanyak 39 kasus, perkosaan sebanyak 8 kasus, kemudian pelecehan seksual sebanyak 9 kasus.
  
Selain itu juga tercatat kekerasan dalam pacaran sebanyak 8 kasus, serta perdagangan perempuan atau women trafficking sebanyak satu kasus. "Jadi total selama 2012 terdapat 65 kasus. Kondisi itu menurun jika dibanding tahun 2011 yang tembus 68 kasus," kata Palupi.
  
Meski demikian, lanjut Palupi, hal itu tidak bisa menjadi patokan kasus kekerasan terhadap perempuan mulai berkurang. Pasalnya, bisa saja penurunan itu disebabkab ketidaktahuan dan ketidakmampuan perempuan korban kekerasan melaporkan kasus yang menimpa dirinya.
  
“Sehingga, kasusnya tidak tercatat. Biasanya, korban takut luar biasa pascakekerasan. Ketakutan dipicu trauma psikologis yang dialaminya. Belum lagi ancaman dan tekanan dari pelaku. Hal-hal ini membuat korban tidak meminta bantuan kepada orang lain," tuuturnya.

Keluarga Bocah R Tak Melapor, Polisi Mengaku Jemput Bola

Jakarta : Dalam merampungkan kasus bocah R, yang meninggal dunia dan diduga korban perkosaan, polisi mengaku jemput bola untuk menyelesaikannya. "Karena kami jemput bola, jadi kami tahu bahwa ini ada kejanggalan. Kami juga sudah mulai memeriksa saksi-saksi," ujar Kapolres Jakarta Timur Kombes Mulyadi di kantornya, Selasa (8/1/2013).
Polisi mengaku jemput bola karena, menurut Mulyadi, sampai sejauh ini belum ada laporan secara resmi dari pihak keluarga korban. Padahal, laporan itulah yang menjadi dasar dari polisi untuk bertindak dan menyelesaikan kasus ini.
"Itu yang jadi misteri. Kami bingung kenapa pihak keluarga, orangtuanya, tidak membuat laporan. Laporan resmi itu kan dasar kami. Aneh ya, laporan itu kan tidak dipungut biaya," tutur Mulyadi.
Untuk kasus ini, pihak Polres Timur mendapat bantuan dari Polda Metro. "Soal tersangka sejauh ini belum ditetapkan. Masih kami dalami," imbuhnya.
Sejauh ini, polisi sudah memeriksa 16 saksi, termasuk di dalamnya ada keluarga korban dan tetangga. Kemudian, kemarin, polisi mengaku sudah menyita beberapa barang bukti bersama tim Puslabfor (Pusat Laboratorium dan Forensik) dari rumah keluarga korban dan tetangga.