Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Sabtu, 15 Desember 2012

Kemarau, Danau Sentarum Terbakar

Putussibau – Dampak kemarau dan kekeringan yang melanda wilayah pedalaman menyebabkan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) terbakar. Pemkab Kapuas Hulu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan mengambil langkah penyelamatan.
“Memang benar ada kawasan di Taman Nasional Danau Sentarum yang mengalami kebakaran. Kami baru saja kembali melakukan pemantauan ke lokasi. Kebakaran terjadi sejak enam hari lalu,” ujar Gunawan SE, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kapuas Hulu ditemui wartawan di kantornya, Rabu (20/6).
Kamis (21/6) hari ini dinas terkait menggelar rapat penanggulangan. Pihaknya baru mendapatkan laporan, Selasa (19/6) sore. Atas laporan itu, ia bersama beberapa jajarannya langsung terjun ke lokasi.
Pantauan di lokasi terdapat beberapa titik api yang membakar lahan di kompleks danau. Namun informasinya, pihak Balai Besar TNDS sudah bisa memadamkan api sekitar 34 hektare. Hanya saja, kebakaran masih terjadi di beberapa titik lainnya. “Titik api dan kepulan asap bisa terlihat dari Genting Lanjak Jalan Lintas Utara tak jauh dari Kota Lanjak, Kecamatan Batang Lupar,” jelasnya.
Atas kebakaran lahan itu, Gunawan setelah melapor ke Bupati Kapuas Hulu, rencananya pada Kamis (21/9) hari ini pemerintah Kabupaten akan menggelar rapat koordinasi. “Kita sudah sebarkan undangan. Seluruh forum komunikasi pimpinan daerah, SKPD terkait, dan pihak lainnya kita undang. Rapat akan dipimpin langsung Bapak Bupati,” ujarnya.
Disinggung penyebab kebakaran, Gunawan belum mendapatkan informasi yang jelas. Apakah sengaja dibakar atau kondisi alam tertentu yang menyebabkan terjadinya kebakaran.
Dijelaskan, berbagai kemungkinan penyebab kebakaran itu bisa saja mencuat. Mengingat kondisi kemarau seperti sekarang kawasan danau menjadi kering. Tak ada air di kawasan danau, sehingga yang ada hanya pepohonan, semak belukar, dan tanaman merangas lainnya. Diduga, bisa saja karena faktor panas yang menyengat gesekan antarranting pohon menimbulkan percik api yang kemudian membesar.
“Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab. Jika disengaja kemungkinannya kecil. Keadaan alam sekarang yang lagi musim kemarau dan sengatan matahari yang luas biasa panas juga bisa menjadi faktor penyebab. Kita saat ini akan fokus pada penanganan kebakaran jangan sampai meluas hingga ke perkampungan masyarakat,” tuntasnya. (aRm)

Jalan ke Danau Sentarum Kecipratan Rp1,4 M

Putussibau. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kapuas Hulu mendapat jatah perbaikan jalan setapak (board walk) Rp1,4 M. Dana tersebut seharusnya sudah diterima pada tahun ini. Namun karena ada kendala dana tersebut baru bisa direalisasikan 2012 mendatang. “Dana ini untuk pengembangan tempat wisata dari pemerintah pusat,” tegas, Frans Leonardus, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kapuas Hulu.
Usulan untuk tahun 2012 katanya ada tiga item, yakni jembatan ke danau satu paket, lanting penginapan empat unit dan pintu gerbang menuju kawasan Danau Sentarum. Total keseluruhan dana yang diusulkan sebesar Rp 7,5 miliar. “Kami telah mengusulkan kepada Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Sebab kalau tidak salah total anggaran dana tersedia Rp 48,5 miliar di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Untuk Kalbar hanya Danau Sentarum dan Kampung Beting Kota Pontianak,” ujar Frans Leonardus.
Bantuan dari pusat tersebut untuk pembangunan jalan setapak di area wisata Danau Sentarum sepanjang 300 meter. Pembangunan jalan itu nantinya dapat menunjang kemudahan akses turis untuk menyusuri lokasi-lokasi wisata di sekitar Taman Nasional Danau Sentarum. Selama ini katanya, turis yang datang terpaksa menggunakan sampan melintasi aliran sungai. Meskipun tujuannya hanya melihat area pemandangan alam dan sekitarnya.
Dana lainnya sudah dikucurkan sejak tahun 2009-2010, kemudian dilanjutkan 2011 ini. Rencana penggunaannya akan direalisasikan untuk membangun tempat peristirahatan turis dan pendopo di atas bukit atau tempat tinggi di sekitar Danau Sentarum. Hanya saja Dinas Pariwisata Kapuas Hulu mendapat kendala utama, yakni akses infrastruktur jalan yang rusak di Lintas Utara yang masih rusak.
Upaya lain, dengan koordinasi pemerintah pusat agar memerhatikan akses menuju tempat lokasi pariwisata. Selain melewati jalur sungai, wisatawan terpaksa melewati jalan rusak dan melewati jalan tikus karena infrastruktur jalan yang begitu rusak parah. Usaha lain untuk menarik wisatawan, Pemkab Kapuas Hulu sudah berupaya untuk mencari jalan keluar. Terutama dengan menyediakan kapal klotok yang sekaligus bisa dijadikan tempat penginapan wisatawan. Kapal klotok tersebut, selain menjadi tempat penginapan juga bisa menyusuri area sungai yang memiliki panorama alam yang menarik bagi wisatawan. “Kita butuh kerja sama semua pihak untuk terus mempromosikan keberadaan objek wisata di Kapuas Hulu,” ajak Frans Leonardus. (lil)

Sentarum, Danau Terunik dengan Jenis Ikan Terkaya

Danau Sentarum
Danau Sentarum
Putussibau
 
Kalau saja pemerintah pusat, Provinsi Kalbar, dan Kabupaten Kapuas Hulu jeli, Uncak Kapuas bisa dikelola sebagai kabupaten konservasi. Aset utamanya adalah Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) dan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK).
“Potensi perikanan dan lebah madu liar sangat potensial sebagai sumber ekonomi masyarakat setempat dan danau paling unik di dunia sebagai aset pariwisata,” ungkap Ir Gunung Wallestein Sinaga, Kepala Kantor TNDS melalui Kasubag TU Ir Budi Suryansah di kantornya di Sintang, kepada Equator Senin (19/3).
Sayang memang, danau di Kapuas Hulu tetapi kantor pengelolanya di Sintang, belum ditangani secara profesional. Padahal, danau seluas 132.000 hektare ini adalah bank alam penyimpan kekayaan ekonomi masyarakat setempat.
“Hasil panen berbagai jenis ikan berasal dari danau ini berkisar antara Rp10-13 miliar per tahun, baik ikan segar maupun olahan ikan asin. Arwana super red (Schleropagus formosus) yang terkenal di dunia dan sangat mahal itu berpijah di Danau Sentarum,” kata Budi.
Sekitar 70 persen ikan asin dan ikan salai yang dipasarkan se-Kalbar dihasilkan dari kawasan Sentarum. Belum lagi jenis ikan hias seperti ikan ulanguli (Botia macracantha) dan ringau (Colus microlepis), serta puluhan jenis yang belum diketahui akan jadi sorotan dunia.
Madu alam dari lebah liar juga telah menyatukan masyarakat dari beberapa suku membentuk organisasi bernama Asosiasi Periau Danau Sentarum. Asosiasi ini menghasilkan madu bersertifikat organik dari Bio Cert. Produksi madu sekitar 15-20 ton per tahun dengan nilai ekonomi mencapai Rp1,1 miliar.
Panen madu biasanya pada bulan September hingga Februari setiap tahun, bahkan bisa panen dua kali. “Madu ini merupakan satu-satunya madu hutan di Indonesia yang telah terdaftar di lembaga sertifikasi Asosiasi Organik Indonesia sebagai madu organik,” jelas Budi kepada Suhardin dari Equator.

Kawasan terpadu

Di kawasan TNDS berdiri tegak Bukit Tekenang. Kawasan ini dijadikan sentra terpadu pengembangan ikan, bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kapuas Hulu. Sedikitnya 14 kelompok nelayan dari 10 desa telah melakukan budi daya terpadu.
“Kawasan ini kita jadikan sentra bagi para pengunjung. Mereka bisa membawa pulang oleh-oleh dari sini. Banyak jenis ikan disediakan, termasuk ikan segar, ikan asin, maupun ikan salai,” kata Budi.
TNDS berlokasi sekitar 700 km dari muara Sungai Kapuas. Secara geografi berada di antara 00º45´-01º02´ LU dan 111º55´-112º26´ BT atau sekitar 100 km di utara garis Equator. Uniknya, di musim penghujan kawasan seputar danau akan tergenang membentuk danau-danau akibat aliran air yang berasal dari bukit-bukit di sekitarnya. Ada sekitar 88 pulau dan 80 danau yang menyusun menjadi satu kesatuan kawasan Taman Nasional Danau Sentarum.
Fenomena alam sangat memengaruhi kawasan dalam berbagai hal baik ekosistem maupun bentuk karakteristik kehidupan flora dan fauna serta masyarakat setempat. Suksesi alam flora dan pola kehidupan satwa serta manusia menjadi unik setiap tahunnya pada daerah ini.
Hasil penelitian tahun 1992 sampai 1996 antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat dengan ODA (UK-ITMFP Project 5) yang dilaksanakan oleh Wetland International Indonesia Programme, terdapat beberapa ekosistem Danau Sentarum. Antara lain: Hutan Rampak Gelagah (Hutan Rawa Kerdil) dengan tumbuhan setinggi 5-8 meter dan tergenang air selama 8-11 bulan dalam setahun.
Hutan Gelagah (Hutan Rawa Terhalang) dengan tumbuhan kerdil setinggi 10-15 meter. Setiap tahun tumbuhan ini terendam setinggi 3-4 meter selama 4-7 bulan, sehingga hanya terlihat tajuknya saja dan sangat indah.
Hutan Pepah (Hutan Rawa Tegakan) dengan tumbuhan yang agak tinggi, yaitu dapat mencapai 25-35 meter. Pada saat banjir paling tinggi hutan ini tergenang antara 1-3 meter selama 2-4 bulan.
Hutan Tepian (Hutan Riparian) adalah hutan di tepian sungai besar. Hutan ini terkadang tergenang selama enam bulan dalam setahunnya.
Hutan Rawa Gambut terdapat pada daerah yang agak tinggi. Hutan ini mungkin tergenang selama 1-4 bulan setahun dengan tinggi genangan kurang dari 1,5 meter.
Hutan Dataran Rendah Perbukitan, tipe hutan ini didominasi oleh jenis dari family Dipterocarpaceae perbukitan rendah.
Hutan Kerangas, dengan tumbuhan yang agak kerdil dengan tinggi sekitar 20-26 meter, diameter batang kecil (kurus) menyerupai pohon pada tingkat tiang.
Kekayaan flora berjumlah 675 jenis yang tergolong dalam 97 familia serta 154 jenis anggrek alam. Fauna yang ditemukan meliputi jenis mamalia (147 jenis), reptilia (31 jenis), aves/burung (311 jenis), amphibi (22 jenis), dan piscer/ikan (266 jenis). Bahkan salah satu jenis reptilia yang sudah dinyatakan punah (Crocodillus raninus) pernah ditemukan kembali di sini.

Aset pariwisata

Selain bank alam melimpah di danau, Kabupaten Kapuas Hulu yang layak berstatus sebagai kabupaten konservasi memiliki dua taman nasional, yaitu Taman Nasional Danau Sentarum dan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK).
Darmawan SSos MSi, Kabid Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kapuas Hulu, yakin danau dan hutan akan memancing uang dari sektor pariwisata jika dimodali dengan anggaran yang memadai, menyiapkan tenaga ahli, promosi internasional, dan menjaga lingkungan.
“Kapuas Hulu punya dua taman nasional. Sangat tepat untuk mengembangkan ecotourism (pariwisata berwawasan lingkungan). Apalagi TNDS merupakan salah satu dari 29 determinasi Indonesia bersama dengan Pulau Komodo,” jelas Darmawan.
Menurut dia, Disbudpar Kapuas Hulu akan memberikan perhatian khusus pada TNDS dan juga TNBK. “Kita berkonsentrasi penuh untuk pariwisata yang ada di taman nasional,” katanya.
Tanda keseriusan salah satunya melaksanakan pelatihan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Pelatihan ini dalam rangka menciptakan tour guide (pemandu wisata) yang diharapkan mampu menaikkan pamor dan potensi wisata Uncak Kapuas secara nasional dan mancanegara.
Memang, pelatihan ini baru pertama kali di Kalbar. Pelatihan SKKNI berlangsung di Stasiun Riset Danau Sentarum Bukit Tekenang, Kecamatan Batang Lupar. Dilaksanakan 15-21 Januari 2012 lalu yang diikuti 28 peserta. Bahkan Disbudpar Kabupaten Kapuas Hulu mendatangkan fasilitator ahli di bidang pariwisata dari Jakarta dan Bandung.
Kendati kekayaan alam dan potensi wisata sangat luar biasa, TNDS dan TNBK akan menjadi kawasan hutan untuk dicuri kayu-kayunya jika tidak dikelola secara profesional.
Begitu juga dengan penelitian, banyak sekali lembaga penelitian internasional termasuk universitas terkemuka Eropa dan Amerika yang sangat berminat riset di TNDS. Semestinya semua peneliti harus dan wajib menyerahkan hasil risetnya kepada Indonesia.
Kondisi ini juga harus diwaspadai. Lima atau 10 tahun kemudian, mereka lebih memahami flora, fauna, sosial budaya masyarakatnya, serta dokumentasi lengkap, ketimbang Indonesia sendiri. (din/aRm)

FDS-BK Resmi Ditutup

Menjadi Agenda Tahunan

Batang Lupar – Festival Danau Sentarum Betung Kerihun (FDS-BK) yang berlangsung selama lima hari resmi ditutup Agus Mulyana SH, Wakil Bupati Kapuas Hulu. Penutupan ditandai dengan pemukulan kankuang, Jumat (2/12) malam kemarin di halaman Kantor Camat Batang Lupar Desa Lanjak.
Turut hadir dalam penutupan itu, Sekda Kapuas Hulu Ir H Muhammad Sukri, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Drs Alexander Rombonang MMA, dan beberapa kepala dinas lainnya. Sementara itu tampak hadir M Yusuf Habibi selaku Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu, sejumlah camat, kepala desa, serta para tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan beserta undangan lainnya. Penutupan ini pun mendapatkan perhatian dari masyarakat sekitar dan lainnya.
“Festival yang telah dilaksanakan ini menjadi titik awal kebangkitan dunia kepariwisataan di Kabupaten Kapuas Hulu. Untuk itu event serupa tetap akan diupayakan terlaksana tiap tahunnya,” kata Agus Mulyana SH dalam kata sambutannya.
FDS-BK bertujuan memperkenalkan potensi pariwisata Kapuas Hulu sebagai destinasi pariwisata yang menarik dikunjungi. Baik pengunjung tingkat regional, nasional, bahkan internasional. Tujuan ini tentu tidak mungkin akan terealisasi dalam waktu yang singkat. Tetapi dengan melihat antusias masyarakat dan seluruh kontingen yang ada, tujuan tersebut dapat tercapai. Sebab ini memerlukan upaya yang sungguh-sungguh serta kerja sama dari seluruh elemen.
“Pelaksanaan FDS-BK yang baru pertama kali diadakan ini tentu akan dievaluasi. Sehingga ke depannya lebih baik lagi, terencana serta variatif,” ujarnya.
Pengembangan pariwisata yang ada, Wakil Bupati mengingatkan agar keanekaragaman dan potensi budaya yang dimiliki tetap dijaga. Karena ini menjadi daya tarik wisatawan, baik nasional maupun internasional untuk berkunjung. Tentu ini akan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Bumi Uncak Kapuas. Tidak kalah pentingnya dapat memberikan kontribusi akan PAD.
“Ini setidaknya menjadi kesempatan masyarakat untuk menikmati keanekaragaman seni dan budaya serta potensi wisata yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu. Masyarakat sekitar juga dapat memanfaatkan peluang ekonomis ini serta dapat menyediakan lapangan kerja di sektor informal,” jelasnya lagi. (aRm)

Ribuan Masyarakat Hadiri Pembukaan FDS-BK

Danau Sentarum Destinasi Wisata Nasional

Bupati Kapuas Hulu AM Nasir SH dan Asisten III Sekda Provinsi FDS-BK
Rombongan Bupati Kapuas Hulu AM Nasir SH dan Asisten III Sekda Provinsi disambut dengan tari-tarian
Putussibau – Pertama kali dilaksanakan Festival Danau Sentarum-Betung Kerihun (FDS-BK) mendapatkan perhatian hangat masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu. Ribuan masyarakat tumpah ruah saat pembukaan FDS-BK, Senin (28/11) kemarin di halaman kantor Camat Batang Lupar, Desa Lanjak. Pembukaan dihadiri langsung Bupati Kapuas Hulu AM Nasir SH, Ketua DPRD Ade M Zulkifli, dan sejumlah anggota dewan lainnya, Wakil Bupati Agus Mulyana SH, serta beberapa kepala SKPD dan tamu undangan lainnya.
Bahkan dari pemerintahan provinsi turut hadir, seperti Asisten III Sekda Provinsi Kalbar Kartius SH MSi, Kepala Museum Kalimantan Barat, Kepala Balai Taman Nasional Danau Sentarum Soewignyo.
Kedatangan mereka disambut dengan tari-tarian tiga subsuku di Kecamatan Batang Lupar. Penyambutan pertama dilakukan Suku Melayu, kemudian dilakukan Suku Dayak Iban, dan setelah itu disambut lagi dengan tarian Suku Dayak Tamambaloh.
Asisten III Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Kartius SH MSi mewakili Gubernur Kalimantan Barat, membuka langsung FDS-BK ditandai dengan pemukulan Kangkuang.
Ketua Panitia Penyelenggara Drs Alexander Rombonang MMA yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kapuas Hulu mengatakan Festival Danau Sentarum yang baru pertama kali dilaksanakan bertujuan untuk mempromosikan objek wisata Danau Sentarum yang sudah ditetapkan sebagai destinasi objek wisata nasional di Indonesia.
“Tujuan kegiatan ini untuk mempromosikan Danau Sentarum yang selama ini mungkin hanya dikenal begitu saja. Namun kali ini kita mencoba bangkit, sehingga nantinya dapat menarik perhatian wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri,” katanya.
FDS-BK juga merupakan kegiatan kolaborasi antara Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) dan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK). Selain itu dalam kegiatan yang dikemas sedemikian rupa ini juga memperlombakan berbagai jenis perlombaan, di antaranya Lomba Tarian Pangkak Gasing, Parade Lagu Dayak, Parade Tari Melayu, lomba sampan, lomba menyumpit, lomba berbalas pantun, pemilihan bujang dan dara, serta sejumlah kegiatan lainnya seperti stand pameran dari seluruh kecamatan seluruh SKPD di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kapuas Hulu.
Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu AM Nasir SH menuturkan FDS-BK merupakan evaluasi untuk kegiatan ke depan dalam mengembangkan objek wisata Danau Sentarum yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu. Apalagi taman ini sudah ditetapkan sebagai destinasi objek wisata yang sudah mendunia. Sehingga dalam pengembangan dan pengelolaan Danau Sentarum diharapkan dukungan semua pihak, baik itu pemerintah pusat, provinsi, hingga lapisan masyarakat bahkan dunia luar. Sebab Kabupaten Kapuas Hulu melalui dua Taman Nasional yang tidak dimiliki oleh daerah lain merupakan paru-paru dunia.
Selain itu Nasir juga berharap dengan dibukanya Pos Lintas Batas (PLB) Nanga Badau pada 2012 mendatang dapat berdampak positif bagi objek wisata Danau Sentarum serta memudahkan para wisatawan untuk berkunjung ke Kapuas Hulu.
Karena itu diminta kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu khususnya yang berada di sekitar Danau Sentarum untuk selalu menjaga rasa keamanan, kenyamanan, serta kebersihan lingkungan sehingga para pengunjung betah. Tidak hanya itu, kearifan budaya lokal juga mesti terus dijaga. (aRm)

Disbudpar Gelar Festival Danau Sentarum

Kepala Disbudpar Kabupaten Kapuas Hulu, Alexander Rombonang
Arman Hairiadi
Kepala Disbudpar Kabupaten Kapuas Hulu, Alexander Rombonang
Putussibau
 
Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kapuas Hulu akan adakan Festival Danau Sentarum (FDS). Gawe yang baru pertama kali digelar di Bumi Uncak Kapuas ini dipastikan berlangsung 28 November-2 Desember 2011. Rencananya event ini akan mengundang Kemenbudpar dan Gubernur Kalbar.
Dipilihnya Tanam Nasional Danau Setarum (TNDS) karena terkenal sebagai salah satu destinasi (tujuan) wisata nasional. Tujuan diadakan FDS, juga untuk mengeksplorasi potensi lewat pemberdayaan masyarakat di kawasan Danau Sentarum.
Selain itu untuk menunjukkan seluruh seni dan budaya di Bumi Uncak Kapuas. Di mana pusat kegiatan akan dilaksanakan di Lanjak, ibu kota Kecamatan Batang Lupar.
“Kita harap Kemenbudpar dan Gubernur Kalbar hadir pada pembukaan FDS itu,” kata Alexander Rombonang, Kepala Disbudpar Kabupaten Kapuas Hulu, kemarin kepada wartawan, di ruang kerjanya.
Kegiatan ini akan dimulai dengan pembukaan pameran dari perwakilan peserta 23 kecamatan di Kapuas Hulu. Bahkan mengundang tim kesenian dari negara Malaysia terutama negara bagian Sarawak. Tamu-tamu VIP diajak melihat pemandangan Danau Sentarum diiringi perahu hias Tambe.
Kemudian pada malam harinya akan diadakan festival tari-tarian, lagu, pemilihan bujang dara, dan presentasi logo. Selama perhelatan juga ada permainan tradisional seperti sumpit dan gasing. Ada juga lomba kuliner, makanan dan kue tradisional yang dibuat langsung di tempat itu, serta akan ada lomba memancing di Danau Sentarum.
FDS ini tidak hanya memperkenalkan etnis besar di Kabupaten Kapuas Hulu yaitu Dayak dan Melayu. Tetapi juga melibatkan partisipasi etnis lain, seperti Tionghoa. Bukan hanya itu saja, FDS yang bekerja sama dengan WWF-TNBK-GIZ ini akan menggelar workshop seminar, mengusung tema Alternatif Pembiayaan untuk Kabupaten dengan Basis Ekowisata dan seminar Peran Masyarakat Adat dalam Pengelolaan Kawasan Hutan.
“Disbudpar juga melibatkan pelajar-pelajar dalam lomba cerdas cermat tingkat SMA dengan tema menggalakkan kawasan konservasi,” ujarnya.
Dikatakan Alexander, Disbudpar siap membuat gaung perhelatan ini lebih terkenal. Sebab mempromosikan FDS ini juga memperkenalkan Kapuas Hulu kepada dunia luar. Untuk itu, segala persiapan mulai dari akomodasi hingga penginapan akan ditingkatkan.
“Kita ajak masyarakat di Lanjak agar berkenan menyediakan rumahnya sebagai penginapan para peserta dan pengunjung,” imbuhnya. (aRm)

Dua Kawasan Milik Dunia

Festival Danau Sentarum-Betung Kerihun

Bupati Kapuas Hulu AM Nasir
Arman Hairiadi
Bupati Kapuas Hulu AM Nasir beserta tamu VIP disambut dengan adat Melayu serta Dayak Iban dan Dayak Tamambaloh
Batang Lupar – Festival Danau Sentarum-Betung Kerihun (FDS-BK) 2012 kembali digelar untuk kedua kalinya. Dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalbar Ir Yusri Zainuddin MT, Rabu (12/12), di Desa Landjak, Kecamatan Batang Lupar, Kapuas Hulu.
Inilah festival untuk menggairahkan pariwisata di kawasan danau yang sebenarnya sudah menjadi “milik” dunia itu. Suasana begitu meriah, akrab, dan bernuansa ramahnya masyarakat dengan lingkungan lestari di Uncak Kapuas.
Para tamu kebanggaan warga disongsong di depan rumah jabatan Camat Batang Lupar. Tamu VIP tersebut disambut dengan adat Melayu serta Dayak Iban dan Dayak Tamambaloh. Dilanjutkan tour cruising menikmati panorama kawasan Danau Sentarum, danau paling unik di dunia baik vegetasi, flora-fauna, serta masyarakatnya.
Touring cruising dengan 20 speedboat melayari kawasan sekitar 2,5 jam, pertama kali melewati lokasi lomba sampan tradisional di daerah pasir panjang. Tur dilanjutkan melewati beberapa kampung musiman dan kampung nelayan.
Daerah ini biasanya ramai dengan masyarakat yang sedang beraktivitas menangkap ikan. Ketika musim kemarau tiba, masyarakat yang menghuni kampung ini bertambah dua kali yang berasal dari Kecamatan Selimbau dan Batang Lupar.
Tour cruising sampai ke Bukit Tekenang, sebagai pusat lapangan dari Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Setelah menikmati panorama Bukit Tekenang, rombongan kembali ke Desa Landjak. Rute pulang yang digunakan berbeda. Rombongan melewati kampung musiman dan kampung nelayan lainnya.
Setiba di Desa Landjak acara dilanjutkan dengan pembukaan FDS-BK II, sekitar pukul 16.00 di lapangan Kantor Camat Batang Lupar. Acara diawali dengan devile kontingen dari 23 kecamatan se-Kapuas Hulu.
Ketua Umum Panitia Pelaksana Drs Alexander Rombonang MMA mengatakan ada dua ikon penting di Kapuas Hulu, yaitu Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) dan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK). Inilah kawasan taman nasional yang diakui dan selalu dipantau oleh masyarakat internasional.
Nama festival ini diambil dari kedua nama tersebut. Kedua nama ini diharapkan dapat mengangkat dunia pariwisata Kapuas Hulu, karena memiliki beraneka ragam kekayaan alam, panorama serta pesona budaya dari berbagai etnis yang ada. “FDS-BK 2012 ini merupakan pelaksanaan yang kedua kebangkitan dunia kepariwisataan Kapuas Hulu,” ujarnya.
Tujuan festival memperkenalkan potensi pariwisata Kapuas Hulu sebagai destinasi pariwisata dunia yang menarik, unik, langka, yang dikenal sebagai paru-paru dunia dari kabupaten konservasi itu.
Masyarakat sekitar kawasan Danau Sentarum dan Betung Kerihun, serta masyarakat Kapuas Hulu umumnya mendapat kesempatan untuk berwisata serta lebih memahami kekayaan seni, budaya, dan potensi wisata yang dimiliki. Mereka adalah masyarakat yang kaya sebagai pemilik keanekaragaman hayati yang tak ada duanya.
“Selain itu melalui festival ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan peluang ekonomi dan penyediaan lapangan kerja di sektor informal,” kata Alex.
Dipaparkan Alex, FDS-BK tahun 2012 ini pada dasarnya terdiri atas tiga rangkaian kegiatan. Pertama, pertemuan tahunan masyarakat Danau Sentarum yang pelaksanaannya telah dimulai Senin (10/12) kemarin. Kemudian malam ini (12/12) akan diakhiri dengan penyampaian hasil yang dilanjutkan dengan dialog masyarakat dengan bupati didampingi para pimpinan SKPD di lingkungan pemerintah Kapuas Hulu. Kedua, acara puncak yang dilaksanakan hari ini (Rabu, red) hingga tiga hari ke depan. Ketiga, pertemuan para pengusaha jasa pariwisata (travel mart) yang akan dilaksanakan pada 13-15 Desember 2012 di Putussibau, dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke kawasan Danau Sentarum.
“Adapun jenis-jenis kegiatan yang dilaksanakan pada kegiatan puncak ini adalah tour cruising di kawasan Danau Sentarum, pameran produk unggulan yang diikuti berbagai instansi baik pemerintahan maupun swasta, parade lagu Dayak dan Melayu, parade tari Dayak dan Melayu, lomba berbalas pantun, pemilihan bujang dara pariwisata Kapuas Hulu, lomba sampan tradisional, lomba pangkak gasing, dan lomba menyumpit,” terang pria yang menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kapuas Hulu ini.

Kekayaan dunia

Bupati AM Nasir SH mengungkapkan, dalam rangka RPJMD tahun 2010-2015 secara jelas telah dinyatakan bahwa ekowisata sebagai sektor utama (leading sector) pembangunan Kabupaten Kapuas Hulu.
Dilandasi oleh kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan yang dimiliki, pemanfaatannya berkesinambungan dan secara berhati-hati untuk kelestarian lingkungan.
“Semangat pembangunan ekowisata merupakan implementasi nyata dari inisiatif kabupaten konservasi yang sudah lama kita deklarasikan. Pembangunan bidang ekowisata, mengutamakan prinsip keikutsertaan masyarakat secara luas, pengelolaan potensi alam secara bertanggung jawab, untuk mendapatkan keuntungan ekonomi yang bisa dinikmati langsung oleh masyarakat,” tutur Nasir.
Kapuas Hulu, lanjut Bupati, memiliki dua taman nasional, yaitu TNDS dan TNBK. Keduanya telah menjadi ikon besar dan terkenal, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga mancanegara. Kedua nama ini diharapkan dapat mengangkat dunia pariwisata Kapuas Hulu karena memiliki beraneka ragam kekayaan flora dan fauna serta potensi kepariwisataan yang sungguh mengagumkan.
Terdapat beberapa tujuan penting dilaksanakannya FDS-BK ini. Pertama memperkenalkan potensi pariwisata Kapuas Hulu sebagai destinasi pariwisata yang menarik dikunjungi baik ke tingkat regional, nasional, maupun internasional.
Kedua, masyarakat mendapat kesempatan untuk berwisata sambil lebih memahami kekayaan seni, budaya, serta potensi yang dimiliki Kapuas Hulu. Ketiga, melalui festival ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan peluang ekonomi dan penyediaan lapangan kerja di sektor informal. “Saya menekankan kepada kita semua untuk menjaga dan mengawal pelaksanaan event ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Nasir pun meminta panitia pelaksana setelah berakhirnya kegiatan membuat laporan sebagai bahan evaluasi. Evaluasi ini penting sebagai bahan penyusunan rencana agar lebih baik di masa yang akan datang. Selanjutnya, programkan pembinaan untuk seluruh potensi yang dimiliki. Pembinaan tidak hanya dilakukan para pemenang lomba, tetapi bagi seluruhnya.
“Buat perencanaan yang lebih baik, agar di masa yang akan datang pelaksanaannya lebih bervariatif dan lebih berkualitas,” imbau Bupati.
Sebenarnya banyak dari pemerintah pusat ingin menghadiri kegiatan ini. Namun karena bulan Desember banyak kegiatan, sehingga mengurungi niatnya. Untuk itu ke depannya akan dievaluasi kembali jadwal pelaksanaan FDS-BK. “Apakah itu awal tahun, Januari atau Februari dan seterusnya,” tukas Nasir.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalbar Ir Yusri Zainuddin MT mengatakan karena sumber daya alam mulai menipis, maka pariwisata target pendapatan.
Sebagai negara kepulauan yang memiliki kekayaan flora dan fauna, sehingga berpotensi mendatangkan banyak wisatawan. “Ini dapat terwujud bila kita ada tekad dan kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
FDS-BK ini menurut Yusri adalah salah satu cara yang sudah dilakukan dari tahun lalu dan diharapkan menjadi calendar event nasional. “Karena Danau Sentarum dan Betung Kerihun memiliki kekayaan flora dan fauna serta lainnya,” katanya.
Kendala yang dihadapi adalah permasalahan jalan, alat transportasi, akomodasi, serta penyusunan kalender wisata dan promosi. Transportasi hanya bisa dilalui jalan darat dan air yang memerlukan waktu yang lama. Untuk mengatasinya butuh akses transportasi udara yang memadai.
“Biarkan event ini menjadi unggulan dan dilaksanakan Kabupaten Kapuas Hulu. Tapi tentu akan ada kolaborasi dari kami di provinsi maupun di pusat untuk mendukung terus kegiatan ini,” katanya.
Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan Kangkuang (alat tradisonal musik Dayak) secara bersama-sama oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalbar dan Bupati Kapuas Hulu.
Acara yang menjadi perhatian masyarakat Kapuas Hulu, terutama Kecamatan Batang Lupar. Walaupun pembukaan berlangsung hingga sekitar 18.30, masyarakat belum beranjak hingga usai.
Festival ini lebih meriah dari tahun sebelumnya, 63 stand yang disediakan panitia terisi semua. Bahkan panitia terpaksa tidak dapat mengakomodasi banyak peserta yang ingin berpartisipasi.
Stan selain diisi kecamatan, juga diramaikan instansi pemerintahan, NGO, dan bahkan pihak swasta. Mulai dari menampilkan unggulan instansi masing-masing ada juga peserta menjual berbagai makanan, pakaian, kerajinan, dan lain sebagainya. (aRm)

Bambang Si Penikmat “Daun Muda” Ditangguhkan

Proses Hukum Tetap Berjalan

Pontianak – Kapolsek Pontianak Kota AKP Temanggangro Machmud membantah Plt Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN) Hendrik Damanik. Polisi masih menetapkan Bambang, 55, pria hidung belang yang meniduri YN, 14, dan FN, 14, siswi salah satu SMPN Pontianak Selatan sebagai tersangka, meskipun kini tak lagi menjadi penghuni tahanan Polsek Pontianak Kota.
“Kami menetapkan pelaku untuk wajib lapor setelah ditangguhkan karena sakit,” kata AKP Temanggangro Machmud, Kapolsekta Pontianak Kota, Kamis (13/12).
Kasus pelecehan seksual terhadap anak bawah umur ini dilaporkan Mardiana, ibunda FN dengan nomor LP /4069/K/IX/2012 tanggal 17 September 2012 lalu. Dasar laporan, pada Minggu 16 September 2012 lalu sekitar 16.00, di Hotel Mini Jalan KH Wahid Hasyim, petugas Polsek Pontianak Kota mendapatkan informasi adanya prostitusi PSK anak. Polisi melakukan penggerebekan membekuk Bambang dengan YN dan FN dalam kamar hotel.
“Saat itu korban baru saja habis mandi dan belum terjadi hubungan badan/persetubuhan, selanjutnya anggota membawa Bambang dan korban ke polsek, kemudian kepolisian menghubungi orang tuanya dan dilakukan pemeriksaan terhadap saksi serta tersangka. Korban divisum, dilakukan penahanan terhadap Bambang pada 18 September 2012 hingga 2 Oktober 2012,” ungkap Temanggangro.
Temanggangro menerima permohonan penangguhan terhadap Bambang dengan pertimbangan sakit. Selain itu Bambang melalui keluarganya memberikan santunan untuk pendidikan bagi korban. Ada juga permohonan maaf atau perdamaian dari kedua belah pihak.
“Selanjutnya terhadap Bambang dikenakan wajib lapor Senin dan Kamis setelah sembuh dari sakit. Penyidikan telah dilakukan tahap I pada 24 Oktober 2012, mendapat P-19 dari Kejari pada 13 November 2012 dan telah dilengkapi, kemudian berkas dikirim kembali pada tanggal 5 Desember 2012,” tegasnya.
Dikatakan Kapolsek, saat ini pihaknya sedang menunggu P-21 (berkas dinyatakan lengkap) dari Kejari. Setelah lengkap baru dilimpahkan ke kejaksaan untuk penuntutan. “Persidangan itu adanya di pengadilan. Selain itu juga kami telah koordinasi dengan pemkot dalam penanganan kasus ini, baik Dinas Sosial maupun dengan Bapak Wakil Walikota Paryadi Shut,” papar Temanggangro.
“Tidak benar Bambang yang merupakan tersangka telah dibebaskan maupun dilepaskan. Lantaran sampai saat ini masih dalam proses hukum lebih lanjut dan kita sedang menunggu P-21 dari Kejari,” lanjutnya seraya menegaskan Bambang tetap berstatus tersangka.
Direktur YNDN Kalbar Devi Theomana mengatakan harus ada alasan yang jelas dari kepolisian atas penangguhan penahanan Bambang. “Kalau karena alasan kesehatan, harus dilihat juga urgensinya walau itu hak tersangka. Saya pikir dalam kasus ini sangat tidak bijak langkah polisi memberikan penangguhan. Pihak Polri kan tidak pernah membuka kepada publik bahwa Bambang sudah divonis dokter punya penyakit kronis dan melarang ditempatkan di ruang tahanan,” tegas Devi.
Devi mengatakan penyidik bisa meminta tersangka tersebut dirawat di Dokkes, karena kasus yang dilakukannya tidak ringan. “Kita hanya ingin agar Polri membuka alasan itu ke publik, jadi tidak ada masyarakat yang bertanya-tanya. Bagaimanapun penangguhan Bambang juga menodai rasa keadilan masyarakat,” ungkapnya.
UU Perlindungan Anak yang dijeratkan kepada Bambang sangat berat hukumannya. Tidak mungkin ada alasan untuk ditangguhkan penahanannya.
“Kalau sakit ya dibawa berobat, bukankah berstatus tahanan bisa dirawat di Dokkes? Saya benar-benar melihat penangguhan ini tidak arif dan tidak adil, karena ini kejahatan terhadap kemanusiaan. Walau kasusnya masih berlanjut dan terkesan sangat lamban, kita masih berharap iktikad baik Polri untuk menuntaskan masalah ini, termasuk membongkar habis jaringan ini,” tegas Devi. (sul)

Kamis, 13 Desember 2012

Perampokan yang Legal

Jakarta-Kubu Raya – Praktik kongkalikong pejabat-pengusaha jelang pilkada dinilai beragam oleh sejumlah pihak. Ucok Sky Khadafi dari FITRA menilai itu sebagai perampokan yang legal. Sementara Ketua Mapisa Kubu Raya Muhammad Abdul Wahab menilai itu sah-sah saja asal dilakukan secara objektif dengan menghindari bargaining yang merugikan masyarakat.
Ucok Sky Khadafi dari Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) membenarkan praktik koalisi pejabat-pengusaha tersebut akan marak terjadi menjelang pemilihan kepala daerah. Biasanya para pengusaha ini banyak mem-backup dari segi pendanaan.
“Biasanya memang pengusaha itu bandar. Pengusaha memberikan saweran atau menyumbang kepada seseorang yang akan maju di pilkada. Tetapi, saweran itu tidak gratis, melainkan harus ada timbal baliknya,” ungkap Koordinator Investigasi dan Advokasi FITRA Ucok Sky Khadafi itu kepada Rakyat Kalbar via selular, Rabu (12/12).
Menurutnya, bagi pemenang yang sudah didukung tidak bisa macam-macam dengan pengusaha tersebut. Kalau ada pejabat atau kandidat kepala daerah yang mau menerima dukungan dana dari pengusaha sama saja dengan terjebak.
“Siapa pun yang menang dan di belakangnya ada yang membeking harus memberikan imbalan. Biasanya yang lumrah berupa proyek. Pasti dalam penganggaran APBD itu ada titipan proyek,” tegas Ucok.
Hal tersebut, sambung dia, disebabkan ruang partisipasi dari masyarakat yang kosong dimanfaatkan oleh pengusaha. Mestinya pengawasan dari masyarakat diperketat, agar tidak ada lagi celah untuk oknum mengambil kesempatan.
“Ada titipan proyek di daerah, itu hal yang sudah lumrah. Hal tersebut sebagai barter atau balas jasa sebelum terpilih,” demikian Ucok.
Ucok menambahkan, permasalahannya sekarang bukan disebabkan mahalnya ongkos politik. Tetapi sudah mengarah kepada memperkaya diri. Hal itu sama saja dengan merampok secara legal.
Namun, secara terpisah, Ketua Mapisa Kubu Raya Muhammad Abdul Wahab mengatakan koalisi pejabat-pengusaha—dalam merajut hubungan dalam pembangunan daerah yang lebih baik itu—sah-sah saja. Apalagi jika itu terjadi dalam menyambut pilkada di daerah tersebut.
“Kita tidak usah juga terlalu berpikir negatif terhadap koalisi pengusaha-pejabat karena selama mereka mempunyai niat yang baik dalam membangun suatu daerah lebih baik seharusnya kita mendukungnya,” ujarnya kepada Rakyat Kalbar melalui selular, Rabu (12/12).
Menurutnya, jika memang pengusaha mendukung dan berniat baik untuk mendanai pejabat—salah satu jagoannya dalam pilkada—tentunya itu menjadi hak mereka karena mereka mempunyai dana tersebut. Namun, memang, yang perlu dihindari ialah bargaining antara pejabat-pengusaha itu, yang perlu diawasi masyarakat.
“Karena biasanya bargaining yang dilakukan terhadap kandidat pejabat yang diusungnya ini terlalu berlebihan sehingga merusak sistem pemerintahan dan masyarakat di bawah pun menjadi sengsara,” ucapnya.
Lebih lanjut, papar Wahab, jika pejabat tersebut menjadi bupati/gubernur dan memberikan kue pembangunan kepada pengusaha (yang mendanainya) tersebut, dinilainya sah-sah saja selama apa yang diberikan tersebut objektif dan sesuai.
“Katakanlah ini sebagai balas jasa kepada pendukung tersebut, namun perlu diingat pemberian kue pembangunan ini jangan dilakukan sering kali, karena akan menjatuhkan wibawa pemimpin itu sendiri,” ungkapnya.
Wahab mengingatkan kepada semua pengusaha, jika benar-benar ingin memberikan dukungan kepada kandidat bupati/gubernur, berikanlah dukungan tersebut secara objektif. Artinya memberikan dukungan kepada pejabat itu melihat apakah pejabat tersebut bisa menguasai birokrasi. Jangan sampai pengusaha memilih kandidat seperti kucing dalam karung dan jangan hanya mementingkan kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Soalnya begini, jika bupati/gubernur tidak menguasai birokrat dan malah menyengsarakan rakyat, maka pejabat tersebut akan selalu digoyang kekuasaannya karena rakyat merasa dirugikan atas kebijakan yang dilakukannya,” ucap Wahab. (kie/fiq)

21/12/2012 Kiamat?

Telah berulang kali ramalan hari kiamat kandas. Terbukti tidak benar dengan sendirinya, karena dunia hingga kini belum luluh lantak. Tetapi, penduduk bumi seperti tidak bosan-bosan memercayai ramalan akhir dari dunia itu.
Paling heboh saat ini tentang ramalan Kalender Suku Maya yang diklaim telah menyebutkan kalau akhir dunia pada 21 Desember 2012 (21/12/2012).
Menunggu waktu yang diramalkan sebagai akhir dunia itu, berbagai spekulasi diutarakan manusia. Saking mengaitkan-mengaitkannya plus duga-menduga, malah banyak yang menyebutkan kalau kiamat itu pada 12/12/12 (kemarin). Kalau pembaca masih membaca tulisan ini, berarti dunia belum kiamat, karena hari ini tanggal 13-12-12.
Tetapi masyarakat masih waswas, karena 21/12/2012 tidak berapa lama lagi, sekitar satu minggu ke depan. Di lain pihak, mungkin beberapa orang ingin membuktikan dan mengejek kalau itu ramalan merampot. Karena bisa saja yang dimaksud itu cuma akhir siklus kalender yang dibuat Suku Maya, bukan akhir dunia seperti klaim masyarakat umum saat ini.
Kendati demikian, tidak dapat dimungkiri banyak penduduk bumi yang memercayai ramalan Kalender Suku Maya itu sebagai akhir dunia. Hal ini diperparah lagi dengan pemutaran film yang laris manis di seluruh belahan bumi berjudul “2012” yang menceritakan tentang kiamat.
Ketakutan masyarakat bumi telah begitu mengkhawatirkan, seperti dilansir Telegraph pada Selasa (11/12) lalu, bahwa ketakutan mengenai kiamat itu sudah menyebar luas di seluruh dunia.
Ihwal 21/12/2012 yang menandakan konklusi dari hitungan panjang 5.125 tahun Kalender Suku Maya telah menyebabkan kepanikan di sebagian negara seperti Cina dan Rusia. Kabar tersebut sampai membuat tempat penampungan khusus (untuk selamat dari kiamat) laris manis di Amerika Serikat.
Lebih parah lagi di Prancis, mereka bersiap-siap dan berkumpul dengan alien (makhluk asing atau dari luar angkasa) yang telah singgah di salah satu gunung di negara fashion tersebut. Mereka sangat yakin kalau alienlah yang dapat menyelamatkan mereka dari kiamat 21/12/2012.
Tidak hanya sampai di situ, ketakutan penduduk bumi diperparah dengan Planet Nibiru yang akan menghantam Bumi, komet raksasa (asteroid) juga akan menabrak planet yang ditinggali manusia ini serta badai matahari. Semuanya diperkirakan terjadi tahun ini, yaitu tadi, pada 21/12/2012.
Di Amerika, seorang pencipta tempat penampungan bawah tanah berteknologi tinggi Ron Hubbard, mendapatkan keuntungan berlipat ganda dari ketakutan penduduk bumi tersebut. “Kami sudah pergi dari satu bulan untuk satu hari,” ujar Ron. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki opini tentang kalender suku Maya.
Tetapi, ketika astrofisikawan datang menghampirinya, Ron diberi tahu bahwa akan ada efek dari badai matahari, radiasi, dan electromagnetic pulses (EMPs). “Saya akan pergi ke bawah tanah pada 19 Desember dan keluar pada 23 Desember. Ini hanya dalam kasus bahwa siapa pun akan baik-baik saja,” tuturnya.
Di Tiongkok lain lagi, warga barat laut Cina, Lu Zhenghai, membangun kapal untuk mengantisipasi kiamat 21/12/2012. Tak tanggung-tanggung, dana yang dihabiskannya mencapai USD160 ribu (kalau dirupiahkan sekitar 1,536 miliar) untuk menciptakan perahu yang mirip dengan bahtera atau kapal Nabi Nuh.
Kapal ini diyakininya sebagai alat yang akan mengangkut keluarganya ketika terjadi banjir besar sebagai dampak dari rumor kiamat tersebut. Sementara itu, NASA secara agresif berusaha untuk menghilangkan ketakutan terhadap kiamat 21/12/2012 itu.
Badan antariksa asal Amerika Serikat ini mengungkap bahwa tidak adanya bukti terkait Planet Nibiru dan rumor lainnya seputar kiamat yang terjadi di 2012. Untuk diketahui, Suku Maya sendiri menolak setiap gagasan yang menyebutkan dunia akan berakhir.
Seorang pertapa Suku Maya Pedro Celestino YAC Noj, mengatakan akan membakar biji dan buah untuk menandakan akhir dari kalender tua pada sebuah upacara di Kuba. “Tanggal 21 untuk memberikan terima kasih dan rasa syukur serta menyambut siklus baru di tanggal 22,” katanya.
Apa pun bentuk ramalan mengenai hari kiamat beserta rumor-rumor tentangnya, sebagai masyarakat yang beragama dan memercayai Tuhan, patut menapikannya. Karena bagaimana pun juga, Tuhan tidak pernah memberikan informasi pasti tentang waktu kiamat itu.
Kiamat pasti terjadi, tetapi mengenai waktunya hanya menjadi rahasia Penguasa Alam Semesta ini. Bahkan para utusan-Nya (rasul) pun tidak diberikan kabar tentang waktu kiamat itu. Para rasul hanya diberikan tanda-tanda akan datangnya kiamat.
Tetapi, apa pun itu, seluruh penduduk bumi perlu mengingat hari kiamat pasti terjadi. Sehingga membutuhkan persiapan yang layak untuk menghadapinya. Bukan dengan membangun perlindungan bawah tanah (bunker) atau membangun kapal, tetapi dengan berbuat baik kepada sesama dan beribadah kepada Tuhan untuk bekal di akhirat. Masih percaya 21/12/2012 kiamat? (mordiadi)

54.940 Rumah Warga Kalbar Tak Layak Huni

Pontianak – Angka rumah tak layak huni di Kalbar terbilang cukup tinggi. Dari 863 ribu unit, sebanyak 54.940 rumah masuk kategori tidak layak huni. Pada 2013 mendatang, Kalbar kebagian 15 ribu unit rehab rumah dari Kementerian Perumahan Rakyat.
Ketua Satuan Kerja Perumahan Dinas Pekerjaan Umum Kalbar Syarif M Amin mengatakan banyak program perumahan di Kalbar. Tahun 2013, sebanyak 15 ribu unit rumah akan direhab. Selain itu ada 500 unit rumah untuk perbatasan.
“Lima ratus unit rumah yang di perbatasan diperuntukkan untuk petugas perbatasan, seperti guru, petugas kesehatan, dan karantina. Kemudian sekarang kabupaten/kota sedang mengumpulkan data rumah-rumah yang tidak layak huni per kecamatan,” kata Amin, Rabu (12/12).
Dikatakan Amin, saat ini sudah delapan kabupaten yang memasukkan data rumah tidak layak huni. Angka untuk rehab rumah tahun depan ada kenaikan. Tahun lalu dana yang disalurkan Rp6 juta per unit. Pada 2013 mendatang meningkat menjadi Rp7 juta hingga Rp7,5 juta per unit. Tujuannya peningkatan kualitas rumah tidak layak huni.
“Sebenarnya di tahun 2012, bantuan untuk rehab rumah tidak layak huni sekitar Rp10 ribu unit. Hanya saja persyaratan yang diajukan oleh masyarakat kurang lengkap. Mulai dari masalah KTP dan surat-menyurat kepemilikan tanah. Sehingga baru 2.500 unit rumah yang terealisasi,” jelasnya.
Amin mengatakan kebutuhan rumah baru di Kalbar per tahun sekitar 33 ribu unit. Sementara kemampuan pengembang atau developer untuk tipe 36 dari beberapa asosiasi yang ada, baru tiga ribu unit per tahun.
“Dengan hadirnya Asosiasi Perumahan Indonesia (Apprindo) ke Kalbar bisa membantu kebutuhan rumah di Kalbar,” katanya.
Pada 2012 ini Kalbar mendapatkan bantuan sekitar Rp26 miliar untuk sarana dan prasarana utilitas. Bantuan itu diperuntukkan kawasan rumah yang sangat sederhana. Misalnya membantu jalan dalam kawasan kompleks.
“Ada 33 lokasi se-Kalbar. Tahun depan program tersebut akan berlanjut. Totalnya di tahun 2012 ini pemerintah membantu 6.500 unit sarana dan prasarana utilitas untuk rumah sangat sederhana,” ujarnya.

Targetkan 1 juta rumah

Untuk meningkatkan mutu rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz menargetkan pembangunan satu juta rumah swadaya hingga tahun 2014.
Adapun jumlah bantuan untuk peningkatan kualitas rumah MBR yang dibangun adalah Rp6 juta tiap satu unit. Guna mempercepat program itu, Kemenpera mau melibatkan elemen masyarakat dari tiap provinsi dan kabupaten untuk tenaga pendampingan.
Menpera Djan Faridz mengharapkan program perumahan swadaya dapat disosialisasikan ke seluruh pimpinan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota.
Djan meminta para pimpinan pemerintah daerah dapat lebih mensinkronkan program perumahan swadaya dengan rencana pembangunan di daerah. Program ini sebenarnya sangat diminati pemerintah daerah, tapi terkadang informasinya masih sangat terbatas.
“Saya berharap ada tenaga pendamping,” kata Menpera Djan Faridz beberapa waktu lalu.
Menpera mengharapkan program perumahan swadaya sebaiknya dapat terintegrasi dengan program pembangunan sektor lain yang mendukung peningkatan kesejahteraan rakyat. (kie/rmol)

Aksi Trafficking NTT Digagalkan di Pontianak

Sembilan orang korban trafficking asal NTT dibawa ke Polsek Pontianak Utara
s
Sembilan orang korban trafficking asal NTT dibawa ke Polsek Pontianak Utara, Selasa (6/12)
Pontianak – Kepolisian Sektor (Polsek) Pontianak Utara mengamankan Wel, 30, pelaku yang telah memperdayai sembilan orang korbannya yang hendak dipekerjakan secara ilegal di negeri jiran, Malaysia. Aksi trafficking itu digagalkan, Selasa (6/12) di Jalan Kebangkitan Batu Layang.
“Mereka tidak mempunyai passport untuk berangkat ke Jiran. Satu orang di antaranya sebagai koordinator keberangkatan ke Malaysia. Koordinatornya pernah bekerja selama 2 tahun 7 bulan,” kata Kompol Saiful Alam SIK, Kapolsek Pontianak Utara.
Kesembilan korban adalah Yance, 21, Anacih Vikusa, 25, Jitron, 29, Marten Banu, 30, Danil, 23, Noh, 30, Andreas, 20, I Hudola, 17. “Wel mendapat biaya dari bosnya di Malaysia untuk membawa para korban ini ke Malaysia,” ujar Saiful.
Sembilan orang korban itu membatalkan perjalanannya menuju Malaysia. Sedangkan pelaku mendekam di sel tahanan Mapolsek Pontianak Utara untuk mempertanggungjawabkan tindakannya.
Dalam aksi itu terungkap tipu daya Wel mengiming-iming upah gaji besar di salah satu perkebunan sawit di Malaysia. Mereka berangkat dari NTT melalui jalur udara tanpa dokumen-dokumen resmi, hingga sampai di Pontianak.
Menurut Saiful, pengungkapan kasus ini hasil laporan masyarakat. “Kita cek TKP. Kemudian langsung menelusuri. Mereka akan bekerja di PT Soing Sarawak Malaysia,” kata dia.
Ketika kepada korban dan pelaku ditanya dokumennya, mereka tidak mempunyai ketentuan-ketentuan yang menyangkut surat-surat imigrasi maupun dinas departemen ketenagakerjaan.
Segala administrasi ditanggung oleh bosnya melalui Wel, termasuk makanan. Nantinya biaya tersebut akan dipotong setelah sembilan korban bekerja. “Ini sangat bahaya. Apabila terjadi yang menyangkut tentang hukum, mereka sulit untuk mendapat pembelaan dari negara Indonesia,” kata Saiful.
Saiful memaparkan, sembilan korban akan dipulangkan ke daerah asalnya. Nantinya akan diberikan penyuluhan terlebih dulu. “Pelaku yang membawanya akan kita kenakan proses sesuai ketentuan pasal 103 huruf C Undang-undang No 9 tahun 2004 tentang persyaratan perlindungan TKI. Ancaman hukuman 5 tahun,” ujarnya. (sul)

Trafficking ke Timur Tengah Digagalkan

Depsos Serahkan 12 Anak ke Pemkab Sambas

Bupati Sambas dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH
Muhammad Ridho
Bupati Sambas dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH menandatangani serah terima anak di bawah umur yang dipekerjakan asal Kabupaten Sambas dari Kemensos RI, Selasa (15/11)
Sambas
 
Departemen Sosial (Depsos) RI melalui Depsos Provinsi Kalbar dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kemensos beserta rombongan menyerahkan 12 anak perempuan di bawah umur yang merupakan korban trafficking kepada Pemkab Sambas, Selasa (15/11) di Aula Kantor Bupati Sambas.
“Kedua belas anak ini dipekerjakan dan akan dikirim ke Timur Tengah,” kata dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH, Bupati Sambas, ketika serah terima dari Depsos.
Kedua belas anak ini sebelumnya diamankan Polres KP3 Tanjung Priok di Jakarta dan selanjutnya dibawa ke penampungan untuk dibina di Rumah Sosial Perlindungan Anak (RSPA) milik Kemensos RI.
Menurut Juliarti, begitu mendapat laporan adanya anak umur asal Kabupaten Sambas yang dipekerjakan di Jakarta akan dibawa ke Timur Tengah, Pemkab Sambas cepat merespons. “Kita upayakan ketika itu untuk menjemput anak-anak ini agar dipulangkan ke Kabupaten Sambas,” kata Juliarti.
Tetapi, untuk memulangkannya bukanlah hal mudah dikarenakan banyak prosedur yang harus dilakukan. Makanya difasilitasi Depsos dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kemensos RI. Sebanyak 12 anak itu merupakan warga Kecamatan Sambas, Sebawi dan Kecamatan Teluk Keramat.
“Mereka diamankan aparat hukum di tempat berbeda. Sembilan orang di antaranya ditangkap di Pelabuhan Tanjung Priok, sedangkan sisanya ditangkap petugas saat bekerja di sebuah perusahaan sarang burung walet di Jakarta,” kata Juliarti pada kegiatan yang dihadiri Kadisnakertransos, Kepala BPP-KB, serta keluarga korban dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kabupaten Sambas.
Mereka yang berhasil diselamatkan dari tindakan bermodus trafficking asal Kecamatan Sambas adalah Widiati binti Aspawi, 16, Lilin Astika binti Iskandar, 17, Tuti Handayani binti Abdul Muin, 15, Gustia binti Juhani, 16, Nirta binti Masa, 16, Dewi binti Durasib, 17, Haryati binti Marto, dan Narzaina binti Karnim.
Sedangkan asal Kecamatan Teluk Keramat antara lain Wati binti Asadi, 15, Monita binti Arbain, 16, dan Putri Shinta binti Burhanudin. Asal Kecamatan Sebawi, Yunita Alias Ayu binti Adi.
Setelah memberikan sambutannya, Juliarti menyalami satu per satu anak tersebut seraya mengingatkan agar berhati-hati menerima pekerjaan dan tidak mudah percaya dengan tawaran yang menggiurkan.
“Sebaiknya lanjutkan sekolah, karena usia adik-adik ini seharusnya masih dalam proses pendidikan,” kata Juliarti.
Ia meminta kepada pihak orangtua untuk memerhatikan pendidikan anak-anaknya. (edo)

Dua Nak Dare Sambas Gagal Dijual

Ngabang - Jajaran Polres Landak menggagalkan penjualan tenaga kerja ilegal ke Malaysia. Terungkapnya kasus trafficking tersebut ketika petugas melakukan razia kendaraan di depan Mapolres Landak, Kamis (24/11).
Dua tenaga kerja wanita (TKW) asal Sekura, Kabupaten Sambas, berhasil digagalkan dalam operasi tersebut. TKW tersebut berinisial MU, 18, dan RP, 18, yang akan dibawa menuju Malaysia sebagai tenaga kerja. Kedua wanita tersebut dikirim Aris Muhamad Taruna bekerja sama dengan A Cin warga Seriaman, Malaysia.
Menurut pangkuan Aris, dia disuruh mencari tenaga kerja wanita dengan upah cukup besar. Satu kepala Aris akan diberi 1.000 ringgit. Di samping itu semua biaya dari pembuatan KTP dan paspor kedua tenaga kerja tersebut dibiayai A Cin. “Kita masih melakukan penyelidikan terhadap Aris,” kata AKP Andi Oddang SIk, Kasat Reskrim Polres Landak, Kamis (24/11).
Dikatakan Aris, kedua TKW, MU dan RP yang dibawanya akan digaji 550 ringgit per bulan. Sedangkan Aris akan mendapatkan untung satu kepala 500 ringgit di luar biaya administrasi.
MU dan RP akan dipulangkan kepada orangtuanya di Sekura apabila selesai dilakukan pemeriksaan. Untuk sementara kedua wanita tersebut masih diamankan di Polres Landak.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan secara intensif guna melacak kasus ini. Karena masih ada pelaku lain yang masih berkeliaran. Saya berharap agar pihak-pihak yang membuat paspor dan KTP lebih selektif lagi, sehingga tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu,” tegas Andi. (tar)

Agen Jual-Beli Orang Diselidiki

Kasiati-AKBP Nowo Winarti
Syamsul Arifin
AKBP Nowo Winarti berbincang-bincang dengan Kasiati, TKW yang menjadi korban trafficking di shelter YNDN
Pontianak – Kasiati, 30, merupakan salah satu korban agen gelap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dipekerjakan di Malaysia. Polda Kalbar akan menyelidiki maraknya agen TKI ilegal yang memperjualbelikan orang (trafficking).
“Kita akan menyelidiki penampung TKI ilegal yang masuk ke Kalbar. Parahnya lagi, Kalbar menjadi tempat persinggahan TKI ilegal dari provinsi lain,” ungkap AKBP Dra Nowo Winarti MSi, Kasubdit Remaja Anak dan Wanita (Renata).
Nowo beserta beberapa jajarannya mendatangi Kasiati, warga Desa Pondok, Kecamatan Sliek—Kabupaten Indramayu di Salter Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN), Jalan Ampera—Pontianak Kota.
“Saya mendatangi Kasiati untuk mencari tahu siapa yang membawanya ke Malaysia dan apakah melibatkan warga Kalbar,” kata Nowo.
Kasiati datang dari Jawa Barat dan pergi ke Malaysia melalui pintu masuk Kalbar. Sebelum diberangkatkan ke negara Jiran, wanita tersebut terlebih dahulu ditampung oleh agen TKI di Kota Pontianak. Kasiati merupakan TKI ilegal yang akhirnya menjadi korban trafficking, tanpa digaji dan dianiaya warga Malaysia. “Ini masuk dalam kategori trafficking,” tegas Nowo.
Dikatakan Nowo, jajaran kepolisian berkomitmen memberantas pelaku trafficking di Kalbar. Jangan sampai ada lagi TKI maupun TKW yang menjadi korban trafficking. ”Modus pelaku trafficking ini rata-rata sama. Namun ada juga yang langsung memberangkatkan para TKI atau TKW ini tanpa singgah di Kalbar,” jelas Nowo.
Polda akan memberikan pembinaan kepada agen-agen TKI/TKW legal. Tujuannya menjaga dan memfasilitasi TKI/TKW yang hendak bekerja ke Malaysia. “Trafficking ini pelakunya bisa murni dari Kalbar dan korbannya dari Kalbar, ada juga yang tersangka dari Kalbar korbannya dari provinsi lain,” papar Nowo.
Nowo akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat serta Polres Indramayu guna mencari keluarga Kasiati. Wanita tersebut akan dipulangkan ke kampung halamannya. “Kita mengharapkan polda dan polres di sana mengantisipasi adanya TKI ilegal,” katanya.
Nowo mengimbau masyarakat, khususnya Kalbar, agar tidak mau bekerja di Malaysia, apabila tidak memiliki surat-surat lengkap dan dari agen. “Karena di sana kemungkinan kriminalisasi terhadap TKI ilegal akan terjadi. Apabila diiming-imingi gaji, pekerjaan enak, jangan mau percaya, karena itu hanya menjebak Anda semuanya,” imbaunya. (sul)

Yunita, Pulanglah… Ibumu Tiap Malam Menangis

Yunita alias Olla
Yunita alias Olla
Pontianak – Seminggu sudah Yunita alias Olla, 17, siswi kelas II SMK YPK Jalan Ayani meninggalkan rumah, membuat orang tuanya cemas dan khawatir.
“Setiap malam ibunya menangis memikirkan Yunita dan menginginkan dia pulang dengan selamat. Tapi sudah seminggu ini Yunita tak ada kabar, entah ke mana perginya,” ungkap Edmundus, ayah Yunita ketika mendatangi Graha Pena Rakyat Kalbar, Senin (10/12).
Warga Jalan KH Wahid Hasyim Gang Usaha II Nomor 52, Pontianak Kota itu telah berupaya mencari anak perempuannya. Namun hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. “Kami sudah mencarinya ke mana-mana, ke tempat keluarga di Landak, Sanggau, dan Kubu Raya. Tapi dari keluarga kita tidak ada yang mengetahui keberadaannya,” ungkapnya.
Yunita meninggalkan rumah pada 2 Desember 2012 lalu sekitar pukul 13.30. “Saya juga telah melapor ke pihak kepolisian untuk membantu mencari anak saya Yunita. Tidak hanya itu, kami juga memberitahukan dengan pihak sekolah, baik guru maupun temannya, agar membantu mencari dan menemukan Yunita,” jelas Edmundus.
Rasa khawatir menghantui kedua orang tua Yunita. “Dulu Yunita pernah sekali berkelahi dengan tetangga, tapi kami bilang tak usah gitu dan jangan diambil hati. Begitu juga saya mengingatkan agar dia tidak pulang malam. Tapi lama kelamaan, anak saya malah tak pulang-pulang,” kesal Edmundus.
Edmundus mengaku anak perempuannya itu belum memiliki pacar. Dia juga telah menanyakan kepada sahabat atau teman dekat Yunita, namun mereka juga tidak mengetahui keberadaannya. “Kawannya juga bilang Yunita belum punya pacar,” katanya.
Edmundus berharap Yunita pulang ke rumahnya. “Yunita, pulanglah, Nak. Kami mengharap kamu pulang. Nak, kalau memang ada masalah, tolong bicarakan, karena kami mengkhawatirkanmu,” kata Edmundus dengan raut wajah sedih. Jika mengetahui keberadaan Yunita, Edmundus berharap menghubungi ke nomor 085347853139 dan 085750726166 atas nama Edmundus. (sul)

Tina Berbohong, Bukan Siswi STM

Singkawang – Sepasang pelajar, Nova dan Tina yang terjaring Tim Razia Gabungan sedang di kamar indekos pada Senin (10/12) ternyata dari sekolah yang berbeda. Tina bukan siswi STM, tetapi siswi salah satu SMK negeri di Kota Singkawang.
“Nova memang benar siswa STM, tetapi Tina itu bukan siswi kita, Tina itu siswi SMK,” kata Turnip, Kesiswaan STM Kota Singkawang kepada wartawan melalui orang tua Nova.
Ketika terjaring razia dan diangkut ke Kantor Satpol PP Kota Singkawang, Nova jujur mengakui dia pelajar di STM jurusan Elektro. Tetapi Tina juga mengaku pelajar STM jurusan Komputer. Padahal Tina merupakan siswa SMK jurusan Perhotelan.
Penjelasan Tina ketika di Satpol PP memang sempat simpang siur, lebih banyak bohongnya ketimbang yang benar. Tetapi ketika didatangkan pihak sekolah dan orang tua masing-masing, akhirnya dia tidak dapat mungkir lagi.
Antara pihak kedua sekolah dengan orang tua dengan disaksikan Satpol PP pun membuat kesepakatan akan membina kedua pelajar tersebut. Apalagi keduanya sama-sama duduk di bangku kelas tiga yang tidak lama lagi menghadapi UN.
Jauh-jauh hari Satpol PP sudah mengharapkan pihak sekolah untuk tidak mengeluarkan pelajar yang terjaring Tim Razia Gabungan. Karena lebih baik mereka dibina, agar masa depan generasi penerus bangsa tersebut tidak hancur.
Sementara itu Tina yang tidak bisa mengelak lagi telah berbohong, melalui teman-teman beserta orang tuanya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak STM atas pengakuannya sebagai siswi STM jurusan Komputer.
Dia menyampaikan keterangan tidak sesuai kenyataan itu, dikarenakan takut dan terlalu panik ketika tertangkap berduaan di dalam kamar indekos, di mana saat itu dia masih mengenakan seragam abu-abu. Sedangkan Nova sudah mengenakan pakaian biasa. Walaupun dia tidak melakukan apa-apa selain mengerjakan tugas.
Tina mengharapkan permasalahan ini tidak memunculkan dampak yang lebih merugikan lagi, baik bagi dirinya dan Nova maupun kedua sekolah. Dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya yang mempermalukan pihak sekolah dan orang tuanya itu.
Diberitakan sebelumnya, berdalih mengerjakan tugas sekolah, siswa salah satu STM jurusan Elektro yang juga anak seorang Lurah, Nova ketangkap basah sedang berduaan di kamar indekos dengan siswi STM jurusan Komputer (sesuai pengakuannya), Tina yang masih mengenakan seragam putih abu-abu.
“Kami hanya teman dekat dan saya hanya membantu dia mengerjakan tugas sekolah,” kilah Nova ketika ditemui di Kantor Satpol PP Kota Singkawang, Senin (10/12) lalu. (dik)

Bambang Sang “Penikmat Daun Muda” Dilepaskan Polisi

Pontianak – Bambang, 55, pelaku kasus asusila yang meniduri anak bawah umur dan diamankan Mapolresta Pontianak dibebaskan tanpa sidang.
“Kita meminta kepada DPRD untuk mengadakan rapat koordinasi dengan kepolisian, jaksa, maupun pengadilan, guna mencari titik tengah agar dapat menjerat pelaku asusila. Karena banyak pelaku dipulangkan dengan alasan tidak cukup bukti, ini yang membingungkan kita,” ungkap Hendrik, Plt Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN), Selasa (11/12).
Dikatakan Hendrik, kasus prostitusi seks pelajar yang sempat menghebohkan warga Kota Pontianak sebelumnya ditangani Polsek Kota dan dilimpahkan ke Polresta Pontianak. Bambang merupakan pelaku utamanya yang meniduri gadis bawah umur berstatus pelajar SMP. Sangat disayangkan Bambang dilepaskan, apalagi dengan dalih tidak cukup bukti untuk menjeratnya sampai ke pengadilan.
“Padahal sebenarnya sudah bisa dilanjutkan ke pengadilan, tapi kenyataannya tidak bisa diproses sampai pengadilan, bahkan kini Bambang sang pelaku sudah bebas,” kesal Hendrik.
Bambang dikenal sebagai pria hidung belang dan beberapa kali meniduri siswi SMP. Bambang digerebek polisi saat meniduri YN, 14, dan FN, 14, di hotel kelas melati Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (17/9) lalu.
Kedua pelajar SMP sempat ditampung di shelter YNDN sebelum kemudian diminta keterangannya oleh penyidik Mapolresta Pontianak.
Komisi D DPRD Kota Pontianak mendatangi YNDN, berkoordinasi serta menanyakan aspirasi dari YNDN terkait prostitusi seks pelajar di Kota Pontianak. “Kita meminta kepada DPRD untuk lebih aktif lagi dalam mengawasi serta mengawal kasus-kasus prostitusi seks pelajar di Kota Pontianak. Intinya DPRD harus meminta kepada penegak hukum, pelaku ini bisa dijerat sampai ke pengadilan,” tegas Hendrik.
Ketua Komisi D DPRD Kota Pontianak Mansur mengaku prihatin dengan adanya prostitusi seks pelajar di Kota Pontianak. Padahal Kota Pontianak mendapatkan predikat Kota Layak Anak. “Kami berkomitmen melakukan pengawalan serta mendukung pihak terkait untuk melakukan pemberantasan dan pembersihan dari adanya prostitusi seks pelajar,” ungkapnya.
Mansur berjanji akan menerbitkan peraturan daerah (perda) tentang perlindungan anak. “Awal Januari 2013 sudah terbentuk perda tersebut,” tegas Mansur.
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan KB Kota Pontianak Darmanelly mengaku akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya orang tua untuk selalu memerhatikan anak-anaknya.
“Jika memang karena faktor gaya hidup, seorang anak menjadi demikian, maka diberikan pemahaman agar tidak ikut-ikutan,” ungkap Darmanelly. (sul)

Rabu, 12 Desember 2012

Berseragam Abu-abu Berduaan di Kamar Indekos

Sepasang pelajar SMU tertangkap razia Satpol PP Singkawang
Mordiadi
Sepasang pelajar SMU yang tertangkap dari razia Satpol PP Singkawang
Singkawang – Berdalih mengerjakan tugas sekolah, siswa salah satu STM jurusan Elektro yang juga anak seorang lurah, Nova, ketangkap basah sedang berduaan di kamar indekos dengan siswi STM jurusan Komputer, Tina. Keduanya masih mengenakan seragam putih abu-abu.
“Kami hanya teman dekat dan saya hanya membantu dia mengerjakan tugas sekolah,” kilah Nova ketika ditemui di Kantor Satpol PP Kota Singkawang, Senin (10/12) siang.
Nova menceritakan, sepulangnya dari sekolah, langsung ke kamar indekos milik abangnya yang sedang bekerja. Bersamanya juga ikut Tina. Mereka pulang lebih awal karena bertepatan dengan waktu ulangan umum. Tetapi dia mengaku tidak melakukan apa-apa di dalam kamar indekos itu. “Kami bukan pacaran, kami hanya teman dekat,” katanya.
Kedua pelajar yang berduaan di dalam kamar indekos ini hanya salah satu pasangan yang tidak resmi yang diangkut Tim Razia Gabungan Pemkot Singkawang. Masih banyak pasangan tidak resmi lainnya yang terjaring dalam razia yang digelar sejak pagi kemarin.
Tim Razia Gabungan yang terdiri atas Satpol PP, Kodim, Brigif, Polres, AURI, Rindam, Subdenpom, Brimob berhasil menjaring 27 orang, yakni delapan laki-laki dan 19 perempuan. Beberapa di antaranya merupakan pasangan tidak resmi yang kepergok berduaan di kamar indekos.
Pasangan yang tidak resmi yang terjaring itu di antaranya mengaku sudah menikah. Tetapi ketika petugas menanyakan surat-menyuratnya, mereka tidak bisa menunjukkan.
Petugas juga menjaring seorang perempuan muda sendiri di dalam kamar indekos. Dia tidak dapat menunjukkan identitasnya dan mengaku tinggal bersama suaminya yang sudah pergi bekerja sejak matahari baru akan muncul di ufuk timur.
Ketika petugas menyuruhnya berpakaian untuk dibawa ke Kantor Satpol PP, dari luar kamar malah terdengar dia menangis dan enggan membukakan petugas pintu. Terpaksa petugas mendobrak pintu yang tadi telah dibukanya. Ternyata dia bersembunyi di dalam toilet sambil menangis enggan diangkut. Setelah dibujuk, akhirnya dia mau juga, tentunya sambil menangis.
Tim Razia Gabungan juga menjaring pasangan nikah siri yang berduaan di kamar indekos. Selain itu, terdapat pula pasangan tidak resmi dalam kamar indekos. Mereka mengaku sudah pacaran sekitar sembilan tahun, tetapi belum punya uang untuk menikah.
Kepala Satpol PP Kota Singkawang Drs Karyadi MSi yang ditemui usai razia tersebut mengatakan dari dua tim razia indekos yang dibentuk, dari beberapa indekos di Kota Singkawang terjaring 27 orang.
“Semua indekos kita sisir, beberapa terjaring karena tidak mempunyai identitas, satu kamar tetapi bukan suami istri dan terdapat pula sepasang anak sekolah,” katanya.
Untuk pasangan anak sekolah dalam kamar indekos itu, Karyadi memanggil orang tua dan pihak sekolah untuk memberikan pembinaan kepada keduanya. Sementara yang lainnya mendapatkan pengarahan dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. (dik)

Selasa, 11 Desember 2012

Tak Digaji, Disiksa, Dijual Lagi

Derita TKW
Kasiati
Syamsul Arifin
Kasiati saat berada di YNDN Kalbar
Pontianak – Sudah banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang telantar dan tidak dihargai bekerja di Malaysia. Di antaranya Kasiati, 30, dua tahun bekerja di negara jiran itu, namun tidak digaji.
Warga Desa Pondok Kecamatan Sliek, Indramayu, itu menyarankan kepada TKI maupun TKW, jangan mau bekerja ke Malaysia. “Karena warga Malaysia itu sangat kejam,” kata Kasiati.
Wanita tersebut berangkat ke Malaysia diajak oleh salah satu agen TKI-TKW dari Indramayu. Agen ini mengiming-imingi Kasiati dengan gaji RM400 per bulan dan kerjanya enak. “Saya akhirnya berangkat pada 2010 lalu,” ungkap Kasiati.
Kasiati meninggalkan kampung halaman, bahkan anaknya yang baru berusia dua tahun. Kasiati tidak langsung menuju Malaysia, melainkan singgah dulu ke Kota Pontianak. Agen TKI-TKW Indramayu menjual wanita tersebut kepada agen TKW di Kota Pontianak. Setelah itu barulah Kasiati diberangkatkan ke Malaysia melalui pintu masuk Entikong, Sanggau.
Sesampai di Malaysia, wanita tersebut diserahkan kepada agen TKI-TKW yang berada di sana. Kasiati disuruh bekerja di sebuah hotel. Wanita itu ternyata bekerja sebagai pemotong babi. Karena terpaksa akhirnya dia mengerjakan pekerjaan tersebut. Sudah beberapa lama kerja di hotel sebagai pemotong babi, Kasiati bekerja sebagai pekerja rumah tangga. Merasa tidak dibayar Kasiati pun bertanya kepada majikannya tentang upah kerja. Ternyata kata majikannya, upahnya sudah dibayar kepada agen di Kota Pontianak.
“Saya bertanya kepada agen yang menerima saya di Malaysia tentang upah kerja, saya malah dicambuk, dipukul, disiksa dan dianiaya. Delapan kali bertanya, delapan kali juga disiksa. Akhirnya tepat dua tahun bekerja, saya bilang kepada agent tersebut, saya ingin pulang dan tidak mau lagi ke Malaysia,” ungkap Kasiati seraya mengatakan dirinya merasa dibohongi dan dianiaya.
Agen yang sudah mengambil keuntungan banyak dari hasil keringat wanita itu memulangkannya dengan cara yang sangat miris. Kasiati hanya diberi uang RM40 saja. Kemudian hanya dititipkan di perbatasan Kalbar-Malaysia. Wanita tersebut berjalan sendiri dan kelaparan selama satu hari. Parahnya lagi, uang RM40 dirampok warga Malaysia.
“Setelah dirampok, saya bertemu dengan polisi Malaysia di perbatasan. Saat itu polisi tersebut sedang makan. Saya berharap polisi itu mau memberikan saya makan. Namun kepolisian tidak menawarkannya makan,” ungkapnya.
Polisi Malaysia itu hanya mendata Kasiati, menanyakan alamat, serta dari mana mau ke mana. Karena tidak memiliki uang dan berharap ditawarkan makanan wanita itu malah diinterogasi. Kasiati hanya bisa menangis menahan sedih atas nasib diterimanya.
“Dalam kondisi lapar, saya dititipkan ke Bus Bintang Jaya. Polisi itu mengatakan bahwa Bus Bintang Jaya ini merupakan bus yang bisa langsung ke Indramayu. Akhirnya Bus Bintang Jaya pun membawa saya sampai di Pontianak,” jelasnya.
Sampai di Pontianak, Kasiati diselamatkan Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN). Kemudian ditempatkan di shelter terlebih dahulu dan diobati lukanya.
“Saya menyesal pergi ke Malaysia untuk bekerja, lebih baik di Indonesia berpenghasilan sedikit, tetapi tidak disiksa dan tidak jauh dari keluarga,” katanya, Minggu (9/12) siang, di YNDN Kalbar.
Setelah sampai di Indramayu nanti, wanita itu ingin bekerja di pabrik tak jauh dari rumahnya. Malah upah per harinya Rp200 ribu dan sore hari sudah pulang walaupun pekerjaannya berat. “Saya di sana juga sempat dikira pelacur, saya diajak tidur oleh tamu hotel dan cuma mau dibayar RM200, tapi saya tidak mau, karena itu harga diri,” ungkap Kasiati.
Kasiati mengingatkan kepada TKW dan TKI ilegal agar pulang ke Indonesia, jangan mau dijadikan budak di Malaysia. Karena majikan di Malaysia main siksa, main pukul, belum lagi agennya. “Sebaiknya bekerja di Indonesia, Indonesia lebih baik dari Malaysia,” tegasnya.
Ketua YNDN Kalbar Devi Tiomana mengatakan Kasiati saat ini berada di shelter. Nantinya akan dipulangkan ke Indramayu bekerja sama dengan Dinas Sosial. “Ini kejadian bukan hanya sekali terjadi, melainkan selalu terjadi setiap tahunnya. Agen ilegal di Kalbar masih marak dan berkeliaran mencari korban untuk dijadikan TKI maupun TKW di Malaysia,” ungkap Devi.
Ketua YNDN berharap Kapolda Kalbar yang baru, Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto melakukan pencegahan adanya TKW ataupun TKI ilegal yang masuk ke Malaysia. Kalbar ini menjadi tempat persinggahan TKI maupun TKW, sudah terbukti sebagai penampung TKI maupun TKW ilegal.
“Pencegahan yang saya maksud, kapolda melakukan penangkapan terhadap para penampung TKI maupun TKW ilegal di Kalbar, termasuk para agennya. Kemudian memproses kasusnya sampai ke ranah pengadilan, karena banyak kasus pengungkapan, melainkan hanya hitungan jari yang disidangkan,” kesal Devi. (sul)