Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Rabu, 02 Januari 2013

Usai Mesum, Gadis ABG Digerebek

Razia Subuh, 17 Pasangan Digaruk

Pasangan mesum digelandang ke Markas Satpol PP Kota Pontianak
Hakim
Pasangan mesum digelandang ke Markas Satpol PP Kota Pontianak
Pontianak – Usai melakukan mesum di Hotel Mini, gadis bawah umur digerebek Satpol PP yang di-backup Polisi Militer (PM) serta jajaran Polsek Pontianak Kota, Minggu (30/12).
Razia pengamanan menjelang akhir tahun ini menggelandang 17 pasangan mesum dan tujuh warga tanpa identitas. Petugas bergerak pada pukul 05.00 pagi dan menyisiri Hotel Mini Jalan Penjara. Petugas gabungan itu menemukan beberapa pasangan mesum berduaan di kamar. Ketika dimintai surat nikahnya, mereka tidak bisa menunjukkan. Para pasangan mesum tersebut digelandang ke Markas Satpol PP Kota Pontianak. Mereka didata dan disanksi tindak pidana ringan (tipiring).
Razia berlanjut ke indekos di Jalan Hasanuddin. Petugas kembali mengamankan pasangan mesum yang tidur berduaan sekamar. Di indekos Jalan Dr Wahidin petugas juga mengamankan pasangan mesum. Tidak bisa menunjukkan surat nikah, Satpol PP langsung mengangkut mereka ke markasnya. Beberapa warga yang tidak bisa menunjukkan identitasnya juga ikut diamankan.
“Pasangan ini kita dapatkan sedang berduaan dalam satu kamar. Mereka kita amankan karena tidak dapat menunjukkan surat nikah,” ujar Syamsul Bahri, Kasi Penyidikan dan Penyuluhan Satpol PP Kota Pontianak kepada wartawan.
Syamsul mengatakan razia ini dilakukan dalam rangka pengamanan menjelang pergantian tahun. Selain itu juga sudah banyak warga melapor, indekos kerap kali dijadikan tempat mesum.
“Malam tahun baru bisa jadi kita akan melakukan razia besar-besaran di beberapa hotel dan indekos. Ini masih rencana, kita verifikasi dulu hasil selama ini,” beber Syamsul.
Dijelaskan Syamsul, razia rutin ini untuk menegakkan Perda Ketertiban Umum di lingkungan masyarakat. Sesuai dengan perintah, memprioritaskan hotel dan tempat pemukiman sementara, seperti indekos yang ada di wilayah Kota Pontianak.
“Kegiatan ini sudah menjadi rutinitas. Terutama yang menyangkut dengan kegiatan negatif, karena dapat merusak mental dan terjadinya kesenjangan sosial,” tegas Syamsul. (hak)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar