Ucapan

SELAMAT DATANG DI BLOG SUARA ENGGANG POST!

Senin, 30 April 2012

Miss Indonesia, Ajang Promosi Wisata dan Budaya

Meiling Thomas
Meiling Thomas
 
Pontianak
 – 
Putri-putri dari Kalbar ternyata berpeluang besar untuk bersaing di dunia modeling atau ajang kecantikan serta kecerdasan di kancah nasional. Beberapa tahun terakhir putri Kalbar selalu diperhitungkan dan sempat masuk sebagai favorit.
Setidaknya, peluang itu dibuka oleh Nonny Chirilda, yang dinobatkan sebagai Putri Ayu Indonesia 1993. Tahun lalu juga wakil Kalbar sempat masuk nominasi. Dan 2012 ini, Meiling Thomas dari Kota Singkawang kembali membuat nama Kalbar berkibar. Amoy cantik itu masuk 5 besar Favorit Pilihan Pemirsa di ajang pemilihan Miss Indonesia.
“Putri dari Kalbar ini punya potensi besar untuk bersaing di pemilihan Miss Indonesia. Karena Kalbar memiliki keragaman etnis yang menarik seperti Melayu, Dayak, dan Tionghoa. Ini ciri khas tersendiri yang bisa ditampilkan oleh para kontestan dari Kalbar,” ungkap pemerhati model Kalbar, Iwan Kurniawan, kepada Equator, Sabtu (28/4).
Dia mengingat kembali keterwakilan Kalbar di ajang kontes kecantikan oleh Nonny Chirelda, Putri Ayu Indonesia. Tentunya ini suatu yang membanggakan. Hanya saat ini ajang pemilihan putri tidak semarak di tahun 90-an.
“Dulu di tahun 90-an banyak sekali ajang seperti pemilihan Putri Indonesia di level daerah. Sehingga para kontestan yang mewakili daerah benar-benar teruji brain, behavior, dan beauty-nya. Sementara untuk Miss Indonesia peserta hanya mengirimkan foto dan biodata. Setelah terseleksi langsung pergi ke Jakarta,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini trend pemilihan penyanyi seperti Indonesia Idol. Walaupun akhir-akhir ini ada juga ajang pemilihan Putri Pariwisata. Hal ini bagus sekali karena melalui pemilihan seperti itu bisa menjadi sarana pengenalan budaya daerah.
“Setiap kontestan diharuskan menggunakan pakaian khas daerahnya. Sehingga efektif sekali untuk mengenalkan pariwisata dan budaya. Para peserta tidak hanya cantik, tetapi juga harus pintar dan kreatif,” paparnya.
Ia menyarankan seharusnya pemerintah bisa menggalakkan pemilihan putri atau bujang dara dan sebagainya. Dari ajang pemilihan tersebut bisa juga sebagai sarana memperkenalkan keragaman budaya di Kalbar.
“Sebenarnya tidak hanya pemerintah. Pihak swasta juga bisa menyelenggarakan event tersebut. Hanya yang menjadi kendala adalah sponsorship. Masih belum banyak yang mampu mensponsori. Sehingga diharapkan ada peran aktif dari pemerintah Kalbar untuk mempromosikan daerah ini,” harapnya.

Promosi daerah

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga Kalbar Hj Utin Kusumawati optimis Meiling Thomas menang. Minimal mendapatkan juara III karena semua ikut mendukung terutama yang dari Kalbar.
“Kami mendoakan Meiling bisa berhasil memenangkan final Miss Indonesia. Karena jika ia berhasil tentunya juga mengharumkan nama daerah ini. Kami dari pemerintah provinsi selalu mendukung dan memberikan support,” katanya.
Menurutnya, di Dispora setiap tahunnya menyelenggarakan pemilihan pemuda pelopor bekerja sama dengan Dinas Pariwisata. Pemilihan itu dirangkai dengan peringatan hari Sumpah Pemuda.
“Tahun 2011 lalu dari Kalbar untuk bidang kewirausahaan dan pariwisata berhasil meraih juara empat nasional. Kemudian untuk bidang pendidikan meraih juara dua,” tuturnya.
Pemerintah, katanya, sudah memberikan perhatian khusus dalam pembinaan dan pengembangan bakat para pemuda. Termasuk juga sektor modeling juga harus diakomodasi. Apalagi di bidang ini bisa bersinergi dengan promosi budaya dan wisata. (kie)

Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar